Polresta Deli Serdang Bekuk Dua orang Pengedar Narkoba di Pagar Merbau
Polresta Deli Serdang Bekuk Dua orang Pengedar Narkoba di Pagar Merbau
kota
Baca Juga:
- Usung Visi Nagari Aie Dingin Mandiri Nan Madani, Endara Putra Gunawan Dapat Nomor Urut 2 pada Penetapan Calon Wali Nagari.
- Total Dana Mengalir Hampir Rp 6 Miliar : Tata Kelola Keuangan DPK KORPRI Asahan Dipertanyakan, Diduga Melenceng dari Aturan
- Kejari Asahan Musnahkan Barang Bukti 120 Perkara, Langkah Tegas Penegakan Hukum Sesuai Aturan Berlaku
MEDAN-Anggota DPR RI Komisi X membidangi pendidikan, riset, olahraga dan kepariwisataan, dr Sofyan Tan menilai pelaksanaan PON XXI/2024 di Sumut-Aceh yang banyak dikritik dengan segala kekurangannya baik infrastruktur, sarana dan akomodasinya harus menjadi pengalaman bagi tuan rumah penyelenggara PON XXII ke depannya.
"Kita juga minta pemerintah pusat segera menurunkan dana begitu tuan rumah penyelenggara telah ditentukan. Jangan kekurangan-kekurangan yang sekarang terjadi terulang kembali," ujarnya di sela-sela upacara penghormatan pemenang cabor wushu, Minggu (15/9) di GOR Dispora Sumut.
Dijelaskan Sofyan Tan, pencairan anggaran PON itu sangat dibutuhkan bagi tuan rumah agar segala persiapan-persialan pembangunan, infrastruktur, prasarana dan sarana berjalan dengan baik. Meski selama ini terjadi kesalahpahaman bagi tuan rumah, yang menganggap anggaran itu seluruhnya dari pemerintah pusat.
"Padahal tidak semuanya. Tapi daerah penyelanggara juga harus mampu menyiapkan anggaran sebagai pendampingnya dan pusat sebagai tambahan," ungkapnya.
Ia menilai penambahan anggaran dari pemerintah pusat untuk PON ini memang perlu ditambah, meski akan tergantung kebijakan pemerintah. Tapi kalau pemerintah serius dalam pemerataan pembangunan di Indonesia berkaitan dengan olahraga, maka harusnya pemerintah pusat itu mengalokasikan dana yang jauh lebih besar lagi.
Untuk penyelanggaraan PON XXI/2024 Sumut dan Aceh ini, Sofyan Tan menyatakan kekecewaannya karena terjadi ketidaksiapan baik infrastruktur dan akomodasi yang telah viral di media sosial.
"Tapi memang sejauh ini apa yang dilakukan panitia terutama tuan rumah yakni Sumut telah bekerja maksimal. Tapi karena kekurangan-kekurangan yang terjadi dan dikeluhkan peserta tidak bisa dibebankan sepenuhnya ke daerah. Itu karena pencairan sangat terlambat sehingga persiapan terlalu terburu-buru. Jadi kesalahannya tidak sepenuhnya di Sumut tapi juga kesalahan dari pemerintah pusat," ungkapnya.
Terkait makanan yang juga memjadi viral dikeluhkan peserta, Sofyan Tan berharap ini tidak lagi terjadi ke depannya. Karena harusnya event PON di Sumut menjadi kesempatan memperkenalkan propinsi Sumut adalah tempat makanan enak dan terenak.
"Jujur kita malu. Sumut itu punya makanan enak khas masing-masing daerah. Ada makanan enak dari Tapsel, Taput, Karo dan Melayu. Kenapa ini tidak dimanfaatkan oleh panitia. Dan akhirnya kejadian seperti sekarang, makanan dinilai di bawah standar," pungkasnya. PB PON XXI
Polresta Deli Serdang Bekuk Dua orang Pengedar Narkoba di Pagar Merbau
kota
Keseriusan Pemkab Simalungun bersama Kemendagri Kawal Investasi Cable Car Danau Toba Sesuai Regulasi
kota
Dekranasda Simalungun Promosikan Wastra Khas Daerah di Acara BTN Indonesia Fashion Week 2026
kota
Wali Kota menghadiri Peresmian Renovasi Makam Tokoh Simalungun dr. Djasamen Saragih Sumbayak, di Aman Raya Kabupaten Simalungun
kota
Sekda menjadi Pembina Upacara Bendera di UPTD SMP Negeri 12
kota
Pengedar Sabu Asal Banten Dibekuk di Padangsidimpuan, Polisi Sita 16,74 Gram Sabu dan 4 Butir Ekstasi
kota
Menuju Indonesia Emas 2045, Wabup Atika Dorong Transformasi STAIN Madina Jadi IAIN
kota
Ketua Umum JMSI Heboh Senjata Nuklir Iran Keluar Jauh dari Konteks Asli
News
TAPANULI SELATAN Sumut24.co Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan pada penghujung 2025 meninggalkan l
News
TAPANULI SELATAN Sumut24.co Ketahanan pangan menjadi salah satu agenda strategis Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di bawah kepemimpin
Profil