<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Thu, 01 Oct 2026 18:12:40 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pemprov Sumut Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 17:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pemprov Sumut Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan menggelar upacara secara]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperingati <a href="https://www.sumut24.co/tag/hari-kesaktian-pancasila/" target="_blank">Hari Kesaktian Pancasila</a> dengan menggelar upacara secara khidmat. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p><br></p>Upacara digelar di Halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Kamis (1/10/2026), dengan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor bertindak sebagai Inspektur Upacara.</p><br></p>Upacara diikuti jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan tertib dan penuh penghormatan.</p><br></p>Mengusung tema &quot;Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur&quot;, upacara berlangsung singkat dalam suasana khidmat. Prosesi diawali dengan mengheningkan cipta yang dipimpin Inspektur Upacara untuk mengenang jasa para Pahlawan Revolusi yang telah gugur.</p><br></p>Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Inspektur Upacara dan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 oleh petugas yang ditunjuk. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan upacara dengan penuh perhatian.</p><br></p>Puncak upacara ditandai dengan pembacaan naskah Ikrar. Dalam ikrar tersebut ditegaskan kembali kebulatan tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam menggalang kebersamaan demi menjaga keutuhan NKRI.</p><br></p>Upacara ditutup dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan daerah, serta keharmonisan masyarakat di Sumatera Utara. Usai upacara, Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor menyalami para komandan barisan dan jajaran kepala dinas yang hadir. Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_8101_Pemprov-Sumut-Peringati-Hari-Kesaktian-Pancasila-dengan-Khidmat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/286896/pemprov-sumut-peringati-hari-kesaktian-pancasila-dengan-khidmat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Mengabdi Dengan Integritas, Melangkah Dengan Amanah, Kodaeral I Apresiasi Kenaikan Pangkat Personel</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 17:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Mengabdi Dengan Integritas, Melangkah Dengan Amanah, Kodaeral I Apresiasi Kenaikan Pangkat Personel]]></title>
            <description><![CDATA[Belawan sumut24.co  Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I menggelar Upacara Kenaikan Pangkat bagi Perwira, Bintara, Tamtama, dan Pegaw]]></description>
            <content><![CDATA[<b>Belawan |<a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -</p>&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Komando Daerah Angkatan Laut (<a href="https://www.sumut24.co/tag/kodaeral/" target="_blank">Kodaeral</a>) I menggelar Upacara <a href="https://www.sumut24.co/tag/kenaikan/" target="_blank">Kenaikan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/pangkat/" target="_blank">Pangkat</a> bagi Perwira, Bintara, Tamtama, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan <a href="https://www.sumut24.co/tag/kodaeral/" target="_blank">Kodaeral</a> I. Kegiatan yang berlangsung di Makodaeral I, Belawan, Sumatera Utara, Kamis (01/10/2026), menjadi momentum penting untuk memberikan penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian personel dalam menjalankan tugas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Upacara dipimpin langsung oleh Komandan <a href="https://www.sumut24.co/tag/kodaeral/" target="_blank">Kodaeral</a> I Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P. Pelaksanaan upacara bagi Perwira Menengah (Pamen) dilaksanakan di Lobby Makodaeral I, sedangkan bagi Perwira Pertama (Pama), Bintara, Tamtama, dan PNS dilaksanakan di Lapangan Apel Makodaeral I. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat, sekaligus mencerminkan kuatnya disiplin, soliditas, dan kebersamaan personel <a href="https://www.sumut24.co/tag/kodaeral/" target="_blank">Kodaeral</a> I.</p><br></p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/85d8ce590ad8981ca2c8286f79f59954_1000431468.jpg"><br></p>&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/kenaikan/" target="_blank">Kenaikan</a> pangkat pada hakikatnya bukan semata-mata perubahan tanda kepangkatan, tetapi merupakan bentuk penghargaan institusi terhadap proses pengabdian dan kinerja yang telah ditunjukkan personel. Di balik pangkat yang bertambah, terdapat amanah dan tanggung jawab yang juga semakin besar. Karena itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa setiap jenjang kepangkatan harus diikuti dengan peningkatan profesionalisme, integritas, disiplin, serta keteladanan dalam pelaksanaan tugas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi prajurit dan PNS <a href="https://www.sumut24.co/tag/kodaeral/" target="_blank">Kodaeral</a> I, kenaikan pangkat diharapkan menjadi energi positif untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian. Penghargaan yang diterima tidak berhenti sebagai pencapaian personal, tetapi menjadi dorongan untuk memberikan kontribusi yang lebih baik bagi organisasi, TNI Angkatan Laut, bangsa, dan negara.</p><br></p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/7e7757b1e12abcb736ab9a754ffb617a_1000431477.jpg"><br></p>&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Momentum kenaikan pangkat ini sekaligus menegaskan bahwa pengabdian merupakan sebuah proses yang terus bertumbuh. Semakin tinggi pangkat yang disandang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan amanah. Dengan semangat tersebut, seluruh personel <a href="https://www.sumut24.co/tag/kodaeral/" target="_blank">Kodaeral</a> I diharapkan terus melangkah dengan profesional, bekerja dengan hati, serta menjaga kehormatan dan kepercayaan yang diberikan dalam setiap pelaksanaan tugas.(dar)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_8178_Mengabdi-Dengan-Integritas--Melangkah-Dengan-Amanah--Kodaeral-I-Apresiasi-Kenaikan-Pangkat-Personel.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286895/mengabdi-dengan-integritas-melangkah-dengan-amanah-kodaeral-i-apresiasi-kenaikan-pangkat-personel/</link>
            <author><![CDATA[darma]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Hari Kesaktian Pancasila, Wagub Sumut Ajak Perkuat Persatuan</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 17:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Hari Kesaktian Pancasila, Wagub Sumut Ajak Perkuat Persatuan]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  SimalungunWakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan kesatuan serta mengamalkan nilainil]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Simalungun</p><br></p>Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan kesatuan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Tugu Letda Sujono, kawasan Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Kamis (1/10/2026).</p><br></p>Pemilihan kawasan bersejarah Bandar Betsy sebagai lokasi upacara memiliki makna mendalam karena berkaitan erat dengan peristiwa gugurnya Letda Sujono pada 1965. Peringatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk mengenang jasa serta pengorbanan para pahlawan yang telah gugur dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan.</p><br></p>Usai upacara, Surya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut meletakkan karangan bunga di Tugu Letda Sujono sebagai bentuk penghormatan. Pada kesempatan yang sama, ia juga menyerahkan bingkisan dan tali asih kepada keluarga almarhum Letda Sujono serta menyaksikan fragmen tragedi sejarah bersama ribuan masyarakat Simalungun.</p><br></p>Pemerintah Provinsi Sumut terus mendorong agar semangat gotong royong, toleransi, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama diwujudkan secara nyata untuk menjaga keutuhan NKRI. Upacara yang turut dihadiri unsur DPRD, TNI, Polri, ASN, ormas, pelajar, dan mahasiswa ini diharapkan mampu memperteguh Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_8750_Hari-Kesaktian-Pancasila--Wagub-Sumut-Ajak-Perkuat-Persatuan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/286894/hari-kesaktian-pancasila-wagub-sumut-ajak-perkuat-persatuan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dorong Generasi Muda Cerdas Investasi, Kemenkeu Bersama OJK, BI, dan LPS Gelar Like It Series #8 di USU</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 17:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dorong Generasi Muda Cerdas Investasi, Kemenkeu Bersama OJK, BI, dan LPS Gelar Like It Series #8 di USU]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanKementerian Keuangan (Kemenkeu) berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Lembaga Penj]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Kementerian Keuangan (<a href="https://www.sumut24.co/tag/kemenkeu/" target="_blank">Kemenkeu</a>) berkolaborasi dengan Bank Indonesia (<a href="https://www.sumut24.co/tag/bi/" target="_blank">BI</a>), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015T2 dan SBR015T4. Kegiatan yang dibungkus dalam rangkaian Like It Series #8 ini berlangsung di Aula Prof. Suhadji Hadibroto, Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (1/10/2026).</p><br></p>Mengusung tema &quot;Cerdas Finansial di Era Digital: Bijak Bertransaksi, Aman Berinvestasi&quot;, ajang ini diikuti oleh sekitar 700 mahasiswa dan akademisi. Program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) sendiri digulirkan sebagai langkah nyata pemerintah bersama otoritas keuangan dalam memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pengelolaan keuangan yang bijak di tengah pesatnya perkembangan layanan digital.</p><br></p>Wakil Rektor III USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., mengapresiasi kolaborasi strategis ini sebagai komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas sivitas akademika. Ia menegaskan pentingnya kecerdasan finansial agar mahasiswa tidak sekadar terbawa tren media sosial, melainkan mampu bertindak kritis, memahami risiko, dan mengambil keputusan finansial secara rasional saat memilih instrumen investasi seperti Surat Berharga Negara (SBN) ritel.</p><br></p>Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) <a href="https://www.sumut24.co/tag/kemenkeu/" target="_blank">Kemenkeu</a>, Ubaidi Socheh Hamidi, menyoroti pentingnya kemampuan generasi muda dalam merencanakan keuangan dan memilih produk yang legal. Selain memberikan edukasi finansial, kegiatan ini juga mengenalkan peran strategis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta mengajak peserta untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan nasional melalui investasi SBN ritel seri SBR015.</p><br></p>Dalam sesi gelar wicara, para peserta mendapatkan wawasan menyeluruh mengenai ekosistem keuangan nasional. LPS memaparkan peran penting penjaminan simpanan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bi/" target="_blank">BI</a> memberikan edukasi mengenai keamanan sistem pembayaran digital, sedangkan OJK membagikan panduan berinvestasi aman dengan mengenali profil risiko serta mengecek legalitas platform guna menghindari jebakan investasi bodong.</p><br></p>Sementara itu, Analis Keuangan Negara Ahli Madya DJPPR <a href="https://www.sumut24.co/tag/kemenkeu/" target="_blank">Kemenkeu</a>, Chandra Akyun Singgih Wibowo, SST.AK., M.App.Ec., menyampaikan bahwa literasi keuangan mencakup pemahaman mendalam atas tujuan dan karakteristik instrumen investasi. Menurutnya, SBR015 hadir sebagai pilihan investasi yang tidak hanya aman bagi tujuan finansial pribadi, tetapi juga memberi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan negara.</p><br></p>Masyarakat maupun mahasiswa yang tertarik berinvestasi pada SBR015T2 dan SBR015T4 dapat melakukan pemesanan secara daring melalui empat tahapan, yaitu registrasi, pemesanan, pembayaran, hingga setelmen. Transaksi dilakukan melalui sistem elektronik dari 29 Mitra Distribusi yang terhubung dengan sistem e-SBN, dengan imbauan agar calon investor terlebih dahulu mempelajari Memorandum Informasi yang tersedia di situs resmi Kementerian Keuangan.</p><br></p>Penyelenggaraan Like It Series #8 ini diharapkan dapat membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengelola keuangan pribadi. Lebih dari sekadar edukasi individu, peningkatan literasi ini ditujukan untuk memperkuat basis investor domestik yang tangguh demi mendukung keberlanjutan pembiayaan pembangunan nasional. (Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_8749_Dorong-Generasi-Muda-Cerdas-Investasi--Kemenkeu-Bersama-OJK--BI--dan-LPS-Gelar-Like-It-Series--8-di-USU.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/ekbis/286893/dorong-generasi-muda-cerdas-investasi-kemenkeu-bersama-ojk-bi-dan-lps-gelar-like-it-series-8-di-usu/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bappeda Medan Bahas Standar Pelayanan, Libatkan Perangkat Daerah dan Masyarakat</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 17:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bappeda Medan Bahas Standar Pelayanan, Libatkan Perangkat Daerah dan Masyarakat]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanBadan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan menggelar Forum Konsultasi Pelayanan Publik terkait Standar Pela]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan menggelar Forum Konsultasi Pelayanan Publik terkait Standar Pelayanan, Kamis (1/10/2026). Forum di Ruang Rapat Bappeda tersebut melibatkan perangkat daerah, kecamatan, akademisi, pelajar, serta unsur masyarakat dan komunitas.</p><br></p>Kepala Bappeda Medan Ferri Ichsan mengatakan, forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan standar pelayanan sekaligus menghimpun masukan dari pengguna layanan dan pemangku kepentingan.</p><br></p>&quot;Forum ini untuk menyampaikan standar pelayanan kita kepada para pemangku kepentingan sekaligus mendapatkan masukan untuk penyempurnaan pelayanan,&quot; ujar Ferri.</p><br></p>Ia menjelaskan, standar pelayanan Bappeda mencakup 14 komponen, antara lain persyaratan, prosedur, waktu, biaya, produk layanan, sarana dan prasarana, kompetensi pelaksana, pengawasan, hingga penanganan pengaduan.</p><br></p>Standar tersebut diterapkan pada sejumlah layanan, seperti permohonan informasi dan data perencanaan pembangunan daerah, fasilitasi praktik kerja atau magang pelajar dan mahasiswa, konsultasi Monitoring dan Evaluasi (Monev), serta konsultasi penyusunan Renstra dan Renja.</p><br></p>Dalam forum itu, Bappeda juga memperkenalkan mekanisme pengaduan &quot;Kami Mendengar Anda&quot;. Setiap pengaduan akan dicatat dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan, termasuk melalui koordinasi lintas bidang.</p><br></p>Forum yang mengacu pada Permenpan RB Nomor 15 Tahun 2014 ini turut menghadirkan perwakilan Ombudsman sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman mengenai standar pelayanan publik.</p><br></p>Ferri menegaskan, masukan dan evaluasi peserta akan menjadi bahan penyempurnaan pelayanan Bappeda agar semakin transparan, akuntabel dan sesuai kebutuhan masyarakat. Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_5702_Bappeda-Medan-Bahas-Standar-Pelayanan--Libatkan-Perangkat-Daerah-dan-Masyarakat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/286892/bappeda-medan-bahas-standar-pelayanan-libatkan-perangkat-daerah-dan-masyarakat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Hadiri Nikah Massal 23 Pasangan, Zakiyuddin Harahap Serahkan Buku Nikah dan Hadiah Uang Saku Bagi Pengantin</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 17:09:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Hadiri Nikah Massal 23 Pasangan, Zakiyuddin Harahap Serahkan Buku Nikah dan Hadiah Uang Saku Bagi Pengantin]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanWakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menghadiri acara Nikah Massal yang dirangkaikan dengan peringatan Milad ke25 P]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menghadiri acara Nikah Massal yang dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-25 Pengajian An-Nisa di Raz Plaza Hotel, Jalan Dr Mansyur, Rabu (30/9/26). Dalam acara tersebut, Zakiyuddin Harahap menyerahkan buku nikah secara simbolis serta memberikan hadiah berupa uang saku bagi 23 pasangan pengantin.</p>Didampingi Staf Ahli TP PKK Kota Medan, Ny. Martinijal Zakiyuddin Harahap, Wakil Wali Kota Zakiyuddin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada para penyelenggara, termasuk Yayasan Safiatul dan Pengajian An-Nisa. Ia menilai kegiatan sosial ini sangat membantu masyarakat kurang mampu yang ingin melangsungkan pernikahan secara sah. </p><br></p>"Program seperti ini sangat baik dan harus didukung penuh. Pasangan pengantin sudah disiapkan pakaian, mahar, ongkos, uang saku, hingga penginapan hotel. Bahkan hari ini, saya pribadi juga akan menambah uang saku untuk para pengantin," ujar Zakiyuddin dalam sambutannya.</p>Selain memberikan ucapan selamat, Zakiyuddin menekankan pentingnya komitmen dalam membina rumah tangga. Ia menyoroti angka perceraian di Kota Medan yang terus meningkat, dari 3.500 kasus pada 2024 menjadi 3.800 kasus pada 2025. </p><br></p>Ia mengingatkan agar para pasangan pengantin tidak menjadikan faktor ekonomi atau materi sebagai alasan utama untuk berpisah. Menurutnya, rezeki sudah diatur oleh Allah SWT selama pasangan mau terus berusaha. Zakiyuddin juga berpesan agar pasangan suami istri dapat menjaga kehormatan pernikahan serta menjadikan anak sebagai amanah yang harus dijaga bersama.</p>"Menikah itu mudah dan gratis, tetapi yang sulit adalah mempertahankannya. Jangan pernah bercerai hanya karena harta atau godaan perselingkuhan. Jaga kebersamaan, saling mendoakan, dan lindungi amanah anak yang diberikan," tegasnya. </p><br></p>Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Dr. H. Impun Siregar, M.A. Kepala Badan Kesbangpol Andi Mario Siregar, Kabag Kesra Agus Maryono, Ketua Pengajian An-Nisa Hj. Mas Tiara (Kak Imas), Founder Sri Wahyuni Foundation, serta sejumlah pejabat <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> seperti Camat dan Lurah. </p>Di akhir sambutannya, Zakiyuddin berharap Pengajian An-Nisa dan organisasi masyarakat lainnya dapat terus menjadi contoh dalam menebar kebaikan dan kepedulian sosial bagi warga Kota Medan. Rel</p><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_750_Hadiri-Nikah-Massal-23-Pasangan--Zakiyuddin-Harahap-Serahkan-Buku-Nikah-dan-Hadiah-Uang-Saku-Bagi-Pengantin.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/286891/hadiri-nikah-massal-23-pasangan-zakiyuddin-harahap-serahkan-buku-nikah-dan-hadiah-uang-saku-bagi-pengantin/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Telkomsel Kembali Gelar Edupreneur Youth Season 2, Beri Kesempatan Beasiswa Kuliah bagi Pelajar Sumut dan Aceh</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 16:44:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Telkomsel Kembali Gelar Edupreneur Youth Season 2, Beri Kesempatan Beasiswa Kuliah bagi Pelajar Sumut dan Aceh]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanTelkomsel resmi meluncurkan program Telkomsel Edupreneur Youth (TEY) Season 2 sebagai kelanjutan dari kesuksesan penyeleng]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p><a href="https://www.sumut24.co/tag/telkomsel/" target="_blank">Telkomsel</a> resmi meluncurkan program <a href="https://www.sumut24.co/tag/telkomsel/" target="_blank">Telkomsel</a> Edupreneur Youth (TEY) Season 2 sebagai kelanjutan dari kesuksesan penyelenggaraan pertamanya. Program ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan <a href="https://www.sumut24.co/tag/telkomsel/" target="_blank">Telkomsel</a> dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan generasi muda di Indonesia.</p><br></p>Berlangsung dari 25 September 2026 hingga 31 Mei 2027, TEY Season 2 melibatkan sebanyak 51 sekolah terpilih di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Setiap sekolah akan menyeleksi para siswanya untuk memilih satu perwakilan sebagai Brand Ambassador <a href="https://www.sumut24.co/tag/telkomsel/" target="_blank">Telkomsel</a>, yang nantinya berkesempatan meraih beasiswa kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).</p><br></p>General Manager Consumer Business Region Sumbagut <a href="https://www.sumut24.co/tag/telkomsel/" target="_blank">Telkomsel</a>, Agung E. Setyobudi, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk membuka akses dan memotivasi siswa agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi impian mereka.</p><br></p>&quot;Kami percaya setiap siswa memiliki potensi dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan di tingkat lebih lanjut. Melalui TEY Season 2, <a href="https://www.sumut24.co/tag/telkomsel/" target="_blank">Telkomsel</a> hadir mendampingi mereka dengan memberikan beasiswa kuliah untuk masa depan yang lebih cerah,&quot; ujar Agung.</p><br></p>Rangkaian kegiatan TEY Season 2 dimulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah, seleksi internal, hingga pembekalan intensif. Para peserta terpilih akan mendapatkan pelatihan khusus, seperti public speaking, literasi media sosial, literasi kecerdasan buatan (AI literacy), persiapan TOEFL/IELTS, serta kiat-kiat mendapatkan beasiswa.</p>Selain pembekalan teori, peserta juga ditantang mengasah kreativitas melalui dua proyek utama yaitu Video Project dimana peserta membuat video sesuai hobi masing-masing untuk diunggah ke media sosial serta Writing Project yaitu peserta menyusun karya tulis ilmiah atau penelitian berdasarkan topik pilihan, seperti Sains &amp; Teknologi, Lingkungan, Sosial &amp; Komunitas, Kewirausahaan, serta Inovasi Lokal.</p><br></p>Inovasi terbaru dalam Season 2 ini adalah Program Komunitas, di mana peserta dapat mengumpulkan tambahan poin dengan aktif terlibat dalam berbagai acara komunitas&mdash;baik sebagai brand ambassador, mentor, bintang tamu, penyiar, maupun inisiator program. Sebagai Brand Ambassador <a href="https://www.sumut24.co/tag/telkomsel/" target="_blank">Telkomsel</a>, para siswa juga dituntut untuk aktif meningkatkan kesadaran terhadap produk <a href="https://www.sumut24.co/tag/telkomsel/" target="_blank">Telkomsel</a> secara kreatif, baik secara langsung (offline) maupun melalui platform digital. Seluruh rangkaian penilaian ini akan diakumulasikan untuk menentukan para pemenang beasiswa.</p><br></p>&quot;Kami berharap TEY Season 2 menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta serta dapat meningkatkan prestasi akademik, kemampuan diri, kreativitas, membangun karakter, dan menjadikan mereka berdaya saing tinggi ke depannya,&quot; tutup Agung. (Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_2997_Telkomsel-Kembali-Gelar-Edupreneur-Youth-Season-2--Beri-Kesempatan-Beasiswa-Kuliah-bagi-Pelajar-Sumut-dan-Aceh.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/ekbis/286890/telkomsel-kembali-gelar-edupreneur-youth-season-2-beri-kesempatan-beasiswa-kuliah-bagi-pelajar-sumut-dan-aceh/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PBG dan Tata Ruang Dipertanyakan, Aliansi Mahasiswa Aktivis Sumut Geruduk Dinas Perkim Medan</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 16:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PBG dan Tata Ruang Dipertanyakan, Aliansi Mahasiswa Aktivis Sumut Geruduk Dinas Perkim Medan]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co MEDAN, Legalitas pembangunan sebuah bangunan di Jalan Asrama Pondok Kelapa Nomor 11, Sei Sekambing C, Kecamatan Medan Helvetia, ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -MEDAN, Legalitas pembangunan sebuah bangunan di Jalan Asrama Pondok Kelapa Nomor 11, Sei Sekambing C, Kecamatan <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> Helvetia, Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>, menjadi sorotan <a href="https://www.sumut24.co/tag/aliansi/" target="_blank">Aliansi</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/mahasiswa/" target="_blank">Mahasiswa</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/aktivis/" target="_blank">Aktivis</a> Sumatera Utara.</p>Puluhan mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor <a href="https://www.sumut24.co/tag/dinas/" target="_blank">Dinas</a> Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (<a href="https://www.sumut24.co/tag/perkim/" target="_blank">Perkim</a>) Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>, Kamis (1/10/2026).</p>Aksi tersebut dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Sekitar 50 orang massa diperkirakan turun ke lokasi dan dipimpin Abdul Rasyid Nasution.</p>Ada apa dengan pembangunan tersebut?</p>Pertanyaan itu menjadi salah satu alasan <a href="https://www.sumut24.co/tag/aliansi/" target="_blank">Aliansi</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/mahasiswa/" target="_blank">Mahasiswa</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/aktivis/" target="_blank">Aktivis</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a> mendesak pemerintah daerah membuka secara terang status legalitas bangunan yang dimaksud.</p>Massa meminta <a href="https://www.sumut24.co/tag/dinas/" target="_blank">Dinas</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/perkim/" target="_blank">Perkim</a> Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> melakukan pemeriksaan menyeluruh, bukan hanya terhadap dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), tetapi juga kesesuaian pembangunan dengan tata ruang serta seluruh persyaratan teknis bangunan.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/aliansi/" target="_blank">Aliansi</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/mahasiswa/" target="_blank">Mahasiswa</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/aktivis/" target="_blank">Aktivis</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a> menilai pemerintah perlu memastikan setiap pembangunan yang berdiri di wilayah Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> memiliki dasar legalitas dan memenuhi ketentuan teknis yang berlaku.</p>Desakan tersebut sekaligus meminta <a href="https://www.sumut24.co/tag/dinas/" target="_blank">Dinas</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/perkim/" target="_blank">Perkim</a> memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan terhadap bangunan yang menjadi sorotan.</p>Jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya ketidaksesuaian, massa meminta pemerintah mengambil tindakan sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>Aksi ini menjadi momentum bagi instansi terkait untuk memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai status pembangunan tersebut, termasuk apakah PBG telah terpenuhi, bagaimana kesesuaiannya dengan tata ruang, serta apakah persyaratan teknis bangunan telah dipenuhi.</p>Hingga aksi berlangsung, persoalan tersebut masih berupa sorotan dan tuntutan dari <a href="https://www.sumut24.co/tag/aliansi/" target="_blank">Aliansi</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/mahasiswa/" target="_blank">Mahasiswa</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/aktivis/" target="_blank">Aktivis</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a>. Belum ada kesimpulan resmi bahwa pembangunan tersebut melanggar aturan. Penilaian mengenai legalitas dan kepatuhan bangunan merupakan kewenangan instansi pemerintah terkait berdasarkan hasil pemeriksaan dan dokumen resmi.red<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_9810_PBG-dan-Tata-Ruang-Dipertanyakan--Aliansi-Mahasiswa-Aktivis-Sumut-Geruduk-Dinas-Perkim-Medan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/286889/pbg-dan-tata-ruang-dipertanyakan-aliansi-mahasiswa-aktivis-sumut-geruduk-dinas-perkim-medan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polresta Deli Serdang Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 16:04:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polresta Deli Serdang Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026]]></title>
            <description><![CDATA[Polresta Deli Serdang Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Deliserdang- Polresta Deli Serdang melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolresta Deli Serdang, Kamis (1/10/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Upacara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., selaku Inspektur Upacara.<br>Dalam pelaksanaan upacara, AKP Oloan Jahoras Samosir, S.H. bertindak sebagai Perwira Upacara, sedangkan Komandan Upacara dijabat oleh Iptu Ricardo Novri Bancin, S.H., M.H. Sementara itu, pembacaan Pembukaan UUD 1945 dilaksanakan oleh Ipda Ali Imran, S.H., dan pembacaan naskah Ikrar oleh Ipda Raymond David Kartipala Bukit, S.Tr.I.K.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Pejabat Utama (PJU) Polresta Deli Serdang, personel Polresta Deli Serdang, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polresta Deli Serdang.<br>Rangkaian upacara diawali dengan persiapan pasukan dan laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya, Kapolresta Deli Serdang selaku Inspektur Upacara memasuki lapangan upacara dan menerima penghormatan dari pasukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Upacara kemudian dilanjutkan dengan laporan Komandan Upacara, mengheningkan cipta, pembacaan Teks <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> oleh Inspektur Upacara, pembacaan Naskah Pembukaan UUD 1945, pembacaan Naskah Ikrar, serta pembacaan doa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa peringatan Hari Kesaktian <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> merupakan momentum penting bagi seluruh personel Polri untuk memperkuat nilai-nilai <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Hari Kesaktian <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> menjadi momentum bagi kita semua untuk semakin memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri. Semangat persatuan, gotong royong dan pengabdian kepada masyarakat harus terus kita jaga dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat,&quot; ujar Kapolresta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih lanjut, Kapolresta menegaskan bahwa semangat <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> juga menjadi landasan bagi seluruh personel Polresta Deli Serdang dalam menjaga soliditas, meningkatkan profesionalisme, serta memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_3337_Polresta-Deli-Serdang-Gelar-Upacara-Peringatan-Hari-Kesaktian-Pancasila-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286888/polresta-deli-serdang-gelar-upacara-peringatan-hari-kesaktian-pancasila-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Andar Amin Harahap Ucapkan Selamat kepada Suyudi Ario Seto, Berharap Polri Makin Profesional dan Dekat dengan Rakyat</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 15:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Andar Amin Harahap Ucapkan Selamat kepada Suyudi Ario Seto, Berharap Polri Makin Profesional dan Dekat dengan Rakyat]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co MEDAN, Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara yang juga Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Partai Golkar, Andar Amin Harahap, S.ST]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -MEDAN, Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara yang juga Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Partai Golkar, <a href="https://www.sumut24.co/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/amin/" target="_blank">Amin</a> Harahap, S.STP., M.Si., menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Komjen Pol. <a href="https://www.sumut24.co/tag/suyudi/" target="_blank">Suyudi</a> Ario Seto atas persetujuan DPR RI terhadap pengangkatannya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> berharap kepercayaan dan amanah besar tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta komitmen untuk membawa institusi Polri semakin profesional, humanis, dan dekat dengan masyarakat.</p>&quot;<a href="https://www.sumut24.co/tag/selamat/" target="_blank">Selamat</a> dan sukses kepada Komjen Pol. <a href="https://www.sumut24.co/tag/suyudi/" target="_blank">Suyudi</a> Ario Seto atas kepercayaan dan amanah yang diberikan untuk memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia. Semoga dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, serta senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,&quot; ujar <a href="https://www.sumut24.co/tag/andar/" target="_blank">Andar</a>.</p>Persetujuan pengangkatan <a href="https://www.sumut24.co/tag/suyudi/" target="_blank">Suyudi</a> Ario Seto ditetapkan dalam Rapat Paripurna ke-8 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026&ndash;2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).</p>Rapat yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani tersebut menyetujui pengangkatan <a href="https://www.sumut24.co/tag/suyudi/" target="_blank">Suyudi</a> sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Paripurna juga menyetujui laporan Komisi III DPR RI terkait usul pemberhentian dengan hormat Listyo Sigit dari jabatan Kapolri.</p>Sebagai anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> menaruh harapan besar terhadap arah kepemimpinan baru di tubuh Polri.</p>Menurutnya, kepemimpinan Kapolri yang mampu membangun kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> juga menyoroti pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah, masyarakat, dan insan pers dalam menjaga keamanan serta menciptakan situasi yang kondusif di seluruh wilayah Indonesia.</p>Ia menilai, kemitraan kepolisian dengan media massa perlu terus diperkuat agar komunikasi publik berjalan sehat dan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, edukatif, serta dapat dipertanggungjawabkan.</p>&quot;Semoga di bawah kepemimpinan beliau, Polri semakin dekat dengan masyarakat dan terus memperkuat kemitraan dengan media. Pers memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, dan mencerdaskan masyarakat,&quot; ungkapnya.</p>Dalam proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI, <a href="https://www.sumut24.co/tag/suyudi/" target="_blank">Suyudi</a> Ario Seto sebelumnya memaparkan gagasan kepemimpinan dengan mengusung tema &quot;Polisi Bersama Masyarakat&quot;.</p>Gagasan tersebut menekankan pentingnya membangun hubungan yang lebih erat antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus mendorong transformasi institusi Polri melalui sejumlah program strategis.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> berharap berbagai gagasan dan agenda transformasi tersebut dapat diwujudkan secara nyata melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penegakan hukum yang berkeadilan, serta penguatan perlindungan dan pengayoman terhadap masyarakat.</p>Menurut <a href="https://www.sumut24.co/tag/andar/" target="_blank">Andar</a>, tantangan kepolisian ke depan membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjawab tuntutan publik sekaligus menjaga profesionalisme dan kepercayaan masyarakat.</p>Dengan persetujuan DPR RI, proses pergantian pucuk pimpinan Polri memasuki tahapan selanjutnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.(Red)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_9638_Andar-Amin-Harahap-Ucapkan-Selamat-kepada-Suyudi-Ario-Seto--Berharap-Polri-Makin-Profesional-dan-Dekat-dengan-Rakyat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286887/andar-amin-harahap-ucapkan-selamat-kepada-suyudi-ario-seto-berharap-polri-makin-profesional-dan-dekat-dengan-rakyat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">HMI Sumut Akan Demo Dinas Perkim Medan, Soroti Legalitas Bangunan di Medan Helvetia</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 15:38:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[HMI Sumut Akan Demo Dinas Perkim Medan, Soroti Legalitas Bangunan di Medan Helvetia]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN  SUMUT24.CO  Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perumah]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN | SUMUT24.CO &mdash; Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim) Kota Medan, Kamis (1/10/2026).</p><br>Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Sebanyak sekitar 50 orang massa diperkirakan akan mengikuti aksi yang dipimpin Abdul Rasyid Nasution tersebut.</p><br>Dalam aksi itu, HMI Sumut akan meminta Pemerintah Kota Medan dan instansi teknis terkait, khususnya Dinas Perkim, melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap legalitas pembangunan sebuah bangunan di Jalan Asrama Pondok Kelapa Nomor 11, Sei Sekambing C, Kecamatan Medan Helvetia.</p><br>Massa menyoroti sejumlah aspek yang dinilai perlu diperiksa, di antaranya status Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), kesesuaian pembangunan dengan tata ruang, serta pemenuhan persyaratan teknis bangunan.</p><br>HMI Sumut meminta instansi terkait memberikan kejelasan mengenai status dan legalitas pembangunan tersebut serta memastikan seluruh proses pembangunan telah memenuhi ketentuan yang berlaku.</p><br>Selain itu, massa juga mendorong pemerintah daerah mengambil langkah sesuai kewenangan apabila dalam pemeriksaan nantinya ditemukan adanya ketidaksesuaian atau pelanggaran terhadap aturan.</p><br>Hingga aksi digelar, tuntutan tersebut masih merupakan aspirasi dari pihak HMI Sumut. Adapun kepastian mengenai legalitas dan kesesuaian bangunan merupakan kewenangan instansi teknis pemerintah untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan keterangan resmi.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_4958_HMI-Sumut-Akan-Demo-Dinas-Perkim-Medan--Soroti-Legalitas-Bangunan-di-Medan-Helvetia.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/info/286886/hmi-sumut-akan-demo-dinas-perkim-medan-soroti-legalitas-bangunan-di-medan-helvetia/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Presiden Prabowo Lantik 14 Pejabat Baru, Muhammad Sarmuji Menjadi Menteri Perindustrian</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 14:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Presiden Prabowo Lantik 14 Pejabat Baru, Muhammad Sarmuji Menjadi Menteri Perindustrian]]></title>
            <description><![CDATA[Presiden Prabowo Lantik 14 Pejabat Baru, Muhammad Sarmuji Menteri  Menteri Perindustrian]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p>Jakarta - Presiden <a href="https://www.sumut24.co/tag/prabowo/" target="_blank">Prabowo</a> Subianto melantik pejabat baru pada Kabinet Merah Putih. Perombakan dilakukan menjelang masa kerja pemerintah yang memasuki usia dua tahun.</p><p>"Saya akan bertanya, bersediakan saudara-saudara untuk diambil sumpah dan janji sesuai agama masing-masing?," kata <a href="https://www.sumut24.co/tag/prabowo/" target="_blank">Prabowo</a> dalam upacara pelantikan yang direspons serentak "bersedia" oleh para pejabat baru.</p><p>Beberapa pejabat mengalami penggantian jabatan yaitu Kapolri Jenderal Listyo Sigit <a href="https://www.sumut24.co/tag/prabowo/" target="_blank">Prabowo</a> yang kini menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP); Prabowo juga melantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.</p><br><p>Menteri Luar Negeri Sugiono yang dilantik menjadi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; Kepala KSP Dudung Abdurachman menjadi Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan, serta Wamen Luar Negeri Armananta Nasir menjadi Menteri Luar Negeri.</p><p></p><p><br>Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga mendapat jabatan baru yaitu Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Namun, Ketua Umum Partai Golkar ini harus merangkap jabatan karena presiden tak melantik pejabat baru untuk mengisi pos Menteri ESDM.</p><p>Selain itu, ada sejumlah nama baru yang juga mendapatkan jabatan di tubuh Kabinet Merah Putih. Mereka adalah Politikus Partai Golkar Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian; Drajad Hari Wibowo sebagai Wamen Koordinator bidang Perekonomian; Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wamen Keuangan; Luky Alfirman sebagai Wamen Keuangan, Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wamen Pertanian, dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Irwan Meilano.</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_2360_Presiden-Prabowo-Lantik-14-Pejabat-Baru--LSP-Jadi-KSP.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286885/presiden-prabowo-lantik-14-pejabat-baru-muhammad-sarmuji-menjadi-menteri-perindustrian/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Andi Yuslim Patawari: Bagai Air yang Terus Mengalir dan Api yang Tak Mau Padam</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 14:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Andi Yuslim Patawari: Bagai Air yang Terus Mengalir dan Api yang Tak Mau Padam]]></title>
            <description><![CDATA[Andi Yuslim Patawari Bagai Air yang Terus Mengalir dan Api yang Tak Mau Padam]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh: Yarifai Mappeaty<br>Warkop Phoenampungan Community&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Aku yang petarung, Aku yang Peduli, dan Aku Yakin Pemenang,&quot; adalah sebuah motto kerap melintas di beberapa grup whatsapp. Karena keseringan dibagikan oleh akun yang berbeda, pada akhirnya berhasil mengusikku. Oh, motto <a href="https://www.sumut24.co/tag/andi/" target="_blank">Andi</a> Yuslim Patawari rupanya, pemilik akronim AYP. Lelaki kelahiran Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), 48 tahun silam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi yang belum mengenalnya, motto itu mungkin terkesan arogan, bahkan cenderung mengintimidasi. Tetapi, bagi Penulis yang sudah bertahun mengenalnya, punya penilaian berbeda. Motto itu bukanlah ungkapan hiperbolik, namun hasil sebuah proses panjang dalam hal pencarian jati diri. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan, melalui proses panjang yang tak kenal lelah itu, Yuslim, begitu ia disapa, akhirnya berhasil mendefinisikan dirinya dalam tiga ungkapan tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Siapa <a href="https://www.sumut24.co/tag/andi/" target="_blank">Andi</a> Yuslim Patawari? Bicaranya lugas, tegas, dan dengan artukulasi yang jelas, menunjukkan kalau ia pribadi yang penuh percaya diri. Sosoknya mulai dipercakapkan saat terjadi bencana tsunami Aceh. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kala itu, Ia Koordinator Tim Evakuasi dan Penanggulangan Bencana Tsunami Aceh dari Sulsel yang bertugas di Kab. Aceh Besar. Semenjak itu, namanya pun kerap disebut-sebut oleh koran-koran di Makassar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sosok penerima tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya X 2017 itu, mulai menunjukkan dirinya sebagai sosok yang berbeda, sewaktu menjadi Wasekjen DPP AMPI 2009 - 2014. Padahal ketika itu, Ia hanya seorang dosen di sebuah kampus kecil di daerah yang relatif terpencil, namun mampu berkiprah di level nasional melalui jalur organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hebatnya, pada periode yang sama, alumni SMA Pesantren Pondok Madinah Makassar itu, terpilih sebagai Anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat. Juga, sebagai Ketua DPP KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) pada 2011 &ndash; 2014. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bayangkan, begitu piawainya berorganisasi, Yuslim berhasil menjadi pengurus teras pada tiga organisasi tingkat nasional yang berbeda. Ia sungguh sosok kompeten yang sangat kompetitif. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak berhenti di situ, pada Pilkada Bone 2013, Ia tiba-tiba muncul dan ikut bertarung selaku Calon Wakil Bupati mendampingi A. Irsan Galigo, melalui jalur independen. Meskipun pasangan dengan tagline &quot;Kalloloe&quot; itu hanya meraih suara tertinggi kedua, namun Yuslim sendiri benar-benar telah menjadi buah bibir di kampung halamannya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah kegagalannya itu membuatnya terpuruk? Sama sekali tidak. Sebab kata itu tidak ada dalam kamusnya. Terbukti pada Pileg 2014, Ia kembali bangkit dan ikut berkontestasi sebagai Caleg DPR &ndash; RI melalui Partai Persatuan Pembangunan (P3). Sayangnya, perolehan suaranya tak cukup untuk mengantarkannya ke Senayan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penulis mengira kalau Yuslim telah memutuskan menyerah karena Ia seolah menghilang setelah itu. Sekali lagi, tidak! Ia malah terus mengalir secara diam-diam dan kembali menata langkahnya di dunia organisasi. Dua tahun kemudian, tepatnya 2016, Ia kembali berkibar di pentas nasional sebagai Ketua DPP AMPI untuk periode 2016 &ndash; 2020. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak hanya itu, Yuslim juga mengambil keputusan yang dinilai paling berani dan gila. Ia memutuskan berhenti dari Dosen Politeknik Pertanian Pangkep - Sulsel, sekaligus berhenti sebagai ASN pada 2016.  Sebuah keputusan yang mengejutkan dan disesali oleh banyak orang.<br><br>Namun, Ia seperti api yang enggan padam. Tahun 2020, Yuslim kembali mengejutkan publik Makassar ketika terendus sebagai Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulsel untuk periode 2020 &ndash; 2025. Pada periode yang sama, ia juga tercatat sebagai Ketua Harian DPP Gerakan Tani Syarikat Islam (Gertasi).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Periode 2024 &ndash; 2025 dapat disebut sebagai puncak pencapaian karirnya di dunia organisasi dan politik. <a href="https://www.sumut24.co/tag/andi/" target="_blank">Andi</a> Tos, nama masa belianya, membuat orang berdecak kagum lantaran Ia terlihat wara-wiri dari Sabang hingga Merauke sebagai Sekjen (Plt) Partai Perindo, partai Hary Tanoe, Founder MNC Group.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malahan saat ini, AYP pun masih sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI) hingga 2030. Orang-orang pun bertanya-tanya, heran, &quot;Dari mana ke mana sampai Ia bisa bercokol di situ?&quot; Sebab semua tahu kalau kedua organisasi itu adalah organisasi paling elite di negeri ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dua dekade lebih AYP bertarung di bidang organisasi dan politik. Di sana, Ia ditempa oleh pengalaman jatuh &ndash; bangun. Hal itu mengingatkan pada petuah seorang bijak, &quot;Petarung sejati, bukanlah mereka yang tak pernah kalah. Tetapi mereka yang mampu bangun kembali setiap kali jatuh.&quot; Oleh karena itu, tak salah jika AYP menyebut dirinya petarung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, mungkin tak banyak yang tahu kalau AYP adalah Doktor Sosial Ekonomi Perikanan, yang diraihnya di Universitas Pajajaran pada 2023. Dan, Ia pun tampaknya tak benar-benar meninggalkan dunia pendidikan. Sebab terbukti saat ini masih menjabat Direktur LPPM Politeknik Lingga, Kepri, dan Wakil Rektor IV Universitas Jakarta (UNIJA).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagai air yang terus mengalir dan api yang tak mau padam, itulah <a href="https://www.sumut24.co/tag/andi/" target="_blank">Andi</a> Yuslim Patawari. Sosok yang memiliki keyakinan bahwa kelak akan menjadi seorang pemenang. Semoga&hellip;..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Depok, 30 September 2026]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_1460_Andi-Yuslim-Patawari--Bagai-Air-yang-Terus-Mengalir-dan-Api-yang-Tak-Mau-Padam.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286884/andi-yuslim-patawari-bagai-air-yang-terus-mengalir-dan-api-yang-tak-mau-padam/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Melawan Lupa: Ketika Sang Jenderal Besar Pernah Disingkirkan dari Panggung Kekuasaan</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 13:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Melawan Lupa: Ketika Sang Jenderal Besar Pernah Disingkirkan dari Panggung Kekuasaan]]></title>
            <description><![CDATA[Melawan Lupa Ketika Sang Jenderal Besar Pernah Disingkirkan dari Panggung Kekuasaan]]></description>
            <content><![CDATA[Oleh: H. Syahrir Nasution&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN &mdash; Jangan sekali-kali melupakan sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalimat yang sangat dikenal dari Bung Karno itu terasa kembali relevan setiap kali bangsa Indonesia memperingati 30 September dan 1 Oktober. Sebab sejarah bukan sekadar cerita tentang masa lalu. Sejarah adalah cermin untuk melihat bagaimana kekuasaan bekerja, bagaimana seorang tokoh diuji, dan bagaimana sebuah bangsa memperlakukan orang-orang yang pernah berjuang untuknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, ketika berbicara mengenai perjalanan sejarah Indonesia, nama Jenderal Besar TNI Dr. Abdul Haris Nasution atau yang akrab dipanggil Pak Nas, tidak boleh dilepaskan begitu saja dari ingatan generasi sekarang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Nas lahir di Hutapungkut, Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, 3 Desember 1918. Ia kemudian menjadi salah satu figur paling penting dalam sejarah militer dan politik Indonesia. Ia bukan hanya seorang prajurit, tetapi juga pemikir militer, penulis dan perumus berbagai gagasan mengenai pertahanan negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah kemudian menganugerahinya pangkat kehormatan Jenderal Besar TNI pada 1997. Pangkat bintang lima itu juga diberikan kepada Jenderal Besar Soedirman dan Jenderal Besar Soeharto.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, perjalanan Pak Nas tidak selalu berada di atas panggung kehormatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Justru ada fase panjang ketika seorang tokoh yang pernah berada di pusat kekuasaan harus menjalani kehidupan politik yang penuh pembatasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;G30S 1965 dan Lolosnya Pak Nas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada malam 30 September menuju 1 Oktober 1965, terjadi Gerakan 30 September yang kemudian menjadi salah satu peristiwa paling kontroversial dalam sejarah Indonesia modern.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Nas termasuk tokoh militer yang menjadi sasaran penculikan. Ia berhasil menyelamatkan diri setelah rumahnya diserang. Namun tragedi itu merenggut putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, serta ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean. Sejumlah perwira Angkatan Darat lainnya juga menjadi korban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sinilah kita harus berhati-hati membaca sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama Orde Baru, peristiwa tersebut secara resmi dan dalam pendidikan sejarah populer lama sangat kuat dikaitkan dengan istilah &quot;G30S/PKI&quot;. Namun kajian akademik menunjukkan bahwa penjelasan mengenai aktor, motif dan rangkaian sebab-akibat peristiwa 1965 tidak sesederhana satu tafsir tunggal. Bahkan historiografi mengenai peristiwa tersebut masih menjadi bahan penelitian dan perdebatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, generasi muda justru harus diajarkan membaca sejarah dengan sumber yang beragam, bukan sekadar menghafal satu versi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang tidak terbantahkan adalah kenyataan bahwa Pak Nas selamat dari serangan tersebut, sementara putrinya Ade Irma dan Pierre Tendean menjadi korban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tragedi itu meninggalkan luka seumur hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Sekutu Politik Menjadi Pengkritik Kekuasaan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ironisnya, sejarah Pak Nas setelah 1965 juga memperlihatkan bagaimana hubungan antara seorang tokoh militer dan kekuasaan dapat berubah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Nas pernah menduduki posisi penting sebagai Ketua MPRS. Ia ikut berada dalam proses politik yang mengantarkan perubahan kekuasaan dari era Soekarno menuju Orde Baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun kemudian hubungan Pak Nas dengan pemerintahan Soeharto memburuk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kajian mengenai perjalanan politik Nasution mencatat bahwa setelah keluar dari panggung kekuasaan, ia kemudian menjadi salah satu pengkritik pemerintahan Orde Baru. Ia juga dikenal sebagai bagian dari Petisi 50, kelompok tokoh yang menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Soeharto.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sinilah muncul pertanyaan sejarah yang menarik:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengapa seorang tokoh yang pernah membantu proses lahirnya sebuah kekuasaan justru kemudian berada di luar lingkaran kekuasaan tersebut?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan itu penting bukan untuk menghakimi masa lalu, tetapi untuk memahami bahwa kekuasaan dan idealisme sering kali berjalan di dua jalur yang berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika Konsep Militer Diperdebatkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nama A.H. Nasution juga tidak dapat dilepaskan dari konsep Dwifungsi ABRI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nasution merupakan salah satu pemikir yang merumuskan gagasan mengenai peran sosial-politik militer. Tetapi sejarah kemudian menunjukkan bahwa implementasi konsep tersebut pada masa Orde Baru berkembang menjadi salah satu ciri utama sistem politik saat itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kajian akademik mengenai Nasution bahkan mencatat paradoks tersebut: ia merupakan salah satu konseptor gagasan Dwifungsi ABRI, tetapi pada masa berikutnya ia juga mengkritik pelaksanaannya dalam pemerintahan Orde Baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah pelajaran pentingnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah gagasan dapat mengalami perubahan makna ketika masuk ke dalam praktik kekuasaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konsep yang lahir dalam konteks tertentu belum tentu menghasilkan praktik yang sama ketika diterapkan dalam konteks politik yang berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Nas dan Bayang-Bayang Kekuasaan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada titik ini, muncul istilah yang menarik: &quot;bayang-bayang&quot; Pak Nas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan bayang-bayang dalam arti mistis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melainkan bayang-bayang berupa warisan pemikiran, senioritas, pengalaman, legitimasi sejarah dan keberanian menyampaikan kritik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Nas merupakan figur yang memiliki perjalanan panjang sejak revolusi kemerdekaan. Ia mengalami perang, pergolakan politik, perubahan rezim dan berbagai konflik internal bangsa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, keberadaannya tidak mudah dihapus dari sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mungkin dapat disingkirkan dari jabatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mungkin dapat kehilangan akses terhadap kekuasaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi pemikiran dan karya-karyanya tetap dapat dibaca.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah yang membedakan kekuasaan dengan warisan sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekuasaan memiliki masa jabatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejarah tidak mengenal masa jabatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Medan Perang ke Buku&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu warisan terbesar Pak Nas justru bukan jabatan politiknya, melainkan tulisan-tulisannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pokok-Pokok Gerilya menjadi salah satu karya penting dalam pemikiran perang gerilya. Ia juga menulis karya monumental Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia dan Memenuhi Panggilan Tugas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, tidak berlebihan apabila A.H. Nasution dikenang sebagai salah satu intelektual militer Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menunjukkan bahwa seorang prajurit tidak hanya dituntut mampu menggunakan senjata, tetapi juga harus mampu berpikir, menulis dan membaca perubahan zaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekuasaan Tidak Selamanya Berkuasa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada pelajaran lain yang sangat penting dari kehidupan Pak Nas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekuasaan tidak pernah abadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jabatan datang dan pergi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rezim berganti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tokoh politik naik dan turun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi integritas, pemikiran dan karya dapat bertahan jauh lebih lama daripada sebuah jabatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Nas meninggal dunia pada 6 September 2000. Pemerintah kemudian menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada 2002.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, sejarah akhirnya memberikan tempat tersendiri kepada tokoh yang pernah mengalami pasang surut kekuasaan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa Artinya bagi Generasi Sekarang?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan terpenting hari ini bukan semata-mata:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Siapa yang benar dan siapa yang salah pada masa lalu?&quot;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan yang lebih penting adalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Apa yang dapat kita pelajari dari masa lalu agar kesalahan sejarah tidak berulang?&quot;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Generasi milenial, Gen Z dan Gen Alpha hidup dalam zaman yang berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka tidak mengalami perang kemerdekaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka tidak mengalami Demokrasi Terpimpin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka tidak mengalami Orde Baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka juga tidak mengalami langsung trauma politik 1965.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi mereka hidup dengan warisan sejarah tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah banjir informasi, media sosial dan kecerdasan buatan, tantangan terbesar bukan lagi mencari informasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tantangannya adalah membedakan informasi, propaganda, opini dan fakta sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, sejarah harus dibaca dari banyak sumber.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dokumen harus diperiksa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesaksian harus dibandingkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kajian akademik harus dibaca.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan setiap klaim sejarah harus ditempatkan dalam konteks zamannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan Mengkultuskan, Jangan Menghapus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengenang A.H. Nasution bukan berarti mengkultuskan seorang tokoh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu pula mengkritisi kebijakan atau pemikirannya bukan berarti menghapus jasa-jasanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejarah yang sehat justru mampu menempatkan seorang tokoh secara utuh: dengan jasa, gagasan, kontroversi, keberhasilan dan keterbatasannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah yang seharusnya diwariskan kepada generasi berikutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan sejarah yang dipoles untuk kepentingan kekuasaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan pula sejarah yang sengaja dihapus karena tidak sesuai dengan kepentingan politik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melainkan sejarah yang berani mengatakan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini yang terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini sumbernya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini perbedaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Silakan generasi berikutnya belajar dan menilai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Nas dan Cermin Indonesia Hari Ini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika kita melihat kehidupan politik Indonesia sekarang, kisah A.H. Nasution seharusnya menjadi pengingat bahwa kekuasaan membutuhkan kritik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Negara tidak boleh hanya dipenuhi orang-orang yang mengatakan &quot;ya&quot;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kritik bukan selalu ancaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perbedaan pendapat bukan otomatis pengkhianatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan loyalitas kepada negara tidak identik dengan loyalitas kepada seorang penguasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Justru dalam negara demokrasi, kekuasaan harus selalu dapat dikritik dan diawasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah salah satu pelajaran yang dapat kita tarik dari perjalanan panjang A.H. Nasution.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;JAS MERAH&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka, pada 1 Oktober 2026 ini, mengenang A.H. Nasution bukan sekadar mengenang seorang jenderal yang pernah lolos dari maut pada 1965.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita sedang mengingat seorang manusia yang melewati hampir seluruh fase penting perjalanan republik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari revolusi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perang gerilya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Krisis politik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;G30S 1965.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peralihan kekuasaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orde Baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petisi 50.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hingga rekonsiliasi menjelang berakhirnya pemerintahan Soeharto.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan akhirnya, ia memperoleh pangkat kehormatan Jenderal Besar TNI pada 1997. Keppres No. 46/ABRI/1997 memang mencantumkan penganugerahan tersebut; sumber sejarah militer juga mencatat bahwa tiga tokoh yang memperoleh pangkat Jenderal Besar adalah Soedirman, A.H. Nasution dan Soeharto.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka benar kata Bung Karno:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan sekali-kali melupakan sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebab bangsa yang melupakan sejarah akan mudah kehilangan arah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan dari sosok Jenderal Besar A.H. Nasution, kita belajar satu hal yang sangat penting:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jabatan dapat dirampas oleh perubahan politik, tetapi pemikiran dan keteladanan tidak mudah dikuburkan oleh kekuasaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga generasi hari ini tidak hanya mengenal A.H. Nasution sebagai nama jalan, nama museum atau nama seorang jenderal dalam buku pelajaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi mengenalnya sebagai bagian penting dari perjalanan panjang Republik Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medan, 1 Oktober 2026&lt;/p&gt; &lt;p&gt;H. Syahrir Nasution, SE., MM<br>Sutan Kumala Bulan]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_4339_Melawan-Lupa--Ketika-Sang-Jenderal-Besar-Pernah-Disingkirkan-dari-Panggung-Kekuasaan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286883/melawan-lupa-ketika-sang-jenderal-besar-pernah-disingkirkan-dari-panggung-kekuasaan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">MAS TPI Medan Plus Keterampilan Cetak Siswa Siap Kerja dan Berkarakter</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 13:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[MAS TPI Medan Plus Keterampilan Cetak Siswa Siap Kerja dan Berkarakter]]></title>
            <description><![CDATA[MAS TPI Medan Plus Keterampilan Cetak Siswa Siap Kerja dan Berkarakter]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN &mdash; Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan Plus Keterampilan menggelar pembekalan sekaligus pelepasan siswa yang akan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL), di Ruang Serba Guna Kampus II Taman Pendidikan Islam, Rabu (30/9/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan yang mengusung tema &quot;Siapkan Diri, Wujudkan Prestasi, Amalkan Ilmu di Tengah Masyarakat&quot; tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa sebelum terjun langsung ke lingkungan masyarakat maupun dunia kerja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelepasan siswa PKL dilakukan Ketua I dan II TPI Medan, H. Ikrom Helmi Nasution, yang memberikan pesan kepada para siswa agar menjadikan kegiatan PKL sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan, memperluas pengalaman serta membangun karakter.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam arahannya, Ikrom menekankan pentingnya menjaga nama baik diri, keluarga dan lembaga selama menjalani PKL. Para siswa juga diharapkan mampu menunjukkan sikap disiplin, sopan, bertanggung jawab serta menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pihak tempat pelaksanaan PKL.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Kepala MAS TPI Medan, Zainal Arifin, S.Ag., MA, mengatakan pembekalan PKL merupakan momentum bagi madrasah untuk menanamkan kesiapan mental sekaligus membangun sikap profesional peserta didik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, siswa tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga harus mampu mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam situasi nyata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;PKL bukan sekadar menjalankan program sekolah, tetapi menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar beradaptasi, berkomunikasi, disiplin dan bertanggung jawab ketika berada di tengah masyarakat,&quot; ujar Zainal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap seluruh siswa mengikuti PKL dengan sungguh-sungguh dan menjaga sikap selama berada di lokasi praktik. Pengalaman yang diperoleh selama PKL, katanya, diharapkan menjadi bekal penting untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui program MAS TPI Medan Plus Keterampilan, pihak madrasah terus berupaya memadukan pendidikan keagamaan dengan keterampilan praktis. Dengan demikian, lulusan tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan, mental dan karakter yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Zainal menambahkan, keberhasilan siswa selama PKL tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari bagaimana mereka mampu membawa nilai-nilai pendidikan madrasah dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Jaga nama baik madrasah, tunjukkan akhlak yang baik, disiplin dan manfaatkan kesempatan PKL ini untuk belajar sebanyak-banyaknya,&quot; pesannya.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_8640_MAS-TPI-Medan-Plus-Keterampilan-Cetak-Siswa-Siap-Kerja-dan-Berkarakter.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286882/mas-tpi-medan-plus-keterampilan-cetak-siswa-siap-kerja-dan-berkarakter/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gubernur Bobby Apresiasi Kafilah Sumut Tembus Lima Besar MTQ Nasional</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 13:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gubernur Bobby Apresiasi Kafilah Sumut Tembus Lima Besar MTQ Nasional]]></title>
            <description><![CDATA[Gubernur Bobby Apresiasi Kafilah Sumut Tembus Lima Besar MTQ Nasional]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>MEDAN &ndash; Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi capaian kafilah Sumut yang berhasil masuk lima besar pada MTQ Nasional ke-31 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Capaian tersebut dinilai memenuhi target yang telah ditetapkan sekaligus menjadi modal untuk meraih prestasi lebih tinggi pada penyelenggaraan berikutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal tersebut disampaikan Bobby saat bertemu dengan para kafilah yang mewakili Sumut pada MTQ Nasional ke-31 di Anjungan Lantai 9, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (30/9/2026). &quot;Alhamdulillah target lima besar tercapai, ini luar biasa,&quot; kata Bobby.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bobby optimis prestasi lima besar tersebut dapat ditingkatkan pada MTQ Nasional berikutnya. Untuk itu, ia menekankan pentingnya persiapan yang dilakukan secara tepat dan berkelanjutan, serta memastikan Pemprov Sumut mendukung penuh upaya peningkatan prestasi kafilah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Bobby, keikutsertaan dalam MTQ Nasional bukan semata-mata tentang prestasi dan kompetisi. Lebih dari itu, ia berharap para kafilah yang berlomba dapat membawa keberkahan bagi Sumut, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Alqur&#039;an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemprov Sumut juga terbuka terhadap masukan dan usulan program dari para qori dan qoriah. Bobby berharap berbagai masukan tersebut dapat memperkuat proses penjaringan peserta sekaligus meningkatkan syiar Alqur&#039;an di Sumut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Sumut Muhammad Yasir Tanjung mengatakan capaian Sumut pada MTQ Nasional ke-31 mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Sumut telah memberikan bonus kepada kafilah yang berhasil meraih juara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juara 1 mendapat bonus Rp100 juta, juara 2 Rp75 juta, juara 3 Rp50 juta, harapan 1 Rp10 juta, harapan 2 Rp7,5 juta, dan harapan 3 Rp5 juta. Yasir mengapresiasi dukungan penuh Gubernur Sumut terhadap kafilah yang berangkat mengikuti MTQ Nasional di Jawa Tengah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pada MTQ ke-31 ini Sumut meraih perolehan yaitu tiga juara 1, dua juara 2, dua juara 3, serta juara harapan 1, 2, dan 3,&quot; kata Yasir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MTQ Nasional kini diselenggarakan setiap tahun. Pada 2027, MTQ Nasional akan digelar di DKI Jakarta. Karena itu, LPTQ Sumut akan segera melakukan berbagai persiapan agar prestasi Sumut dapat terus meningkat dan diharapkan mampu menembus tiga atau empat besar nasional.**]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_3787_Gubernur-Bobby-Apresiasi-Kafilah-Sumut-Tembus-Lima-Besar-MTQ-Nasional.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286881/gubernur-bobby-apresiasi-kafilah-sumut-tembus-lima-besar-mtq-nasional/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wabup Pakpak Bharat Pimpin Upacara Peringati Hari Kesaktian Pancasila</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 13:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wabup Pakpak Bharat Pimpin Upacara Peringati Hari Kesaktian Pancasila]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila hari ini (01/10). Pering]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/bharat/" target="_blank">Bharat</a> menggelar <a href="https://www.sumut24.co/tag/upacara/" target="_blank">Upacara</a> Peringatan <a href="https://www.sumut24.co/tag/hari/" target="_blank">Hari</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/kesaktian/" target="_blank">Kesaktian</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> hari ini (01/10). Peringatan <a href="https://www.sumut24.co/tag/hari/" target="_blank">Hari</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/kesaktian/" target="_blank">Kesaktian</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> tahun 2026 dilaksanakan dengan tema "<a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> pemersatu bangsa menuju Indonesia berdaulat, adil dan makmur.<p></p>Saya mengajak kita semua untuk terus menjaga <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a>, menjaga persatuan bangsa, dan bersama-sama membangun Negeri ini, membangun <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/bharat/" target="_blank">Bharat</a> yang lebih sejahtera dan nduma, ucap Wakil Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/bharat/" target="_blank">Bharat</a> H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd yang memimpin upacara ini mewakili Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/bharat/" target="_blank">Bharat</a> Franc Bernhard Tumanggor, Turut Di hadiri oleh Forkopimda.</p><p><p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/7f1de29e6da19d22b51c68001e7e0e54_IMG-20261001-WA0028(1).jpg"><br></p><a href="https://www.sumut24.co/tag/hari/" target="_blank">Hari</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/kesaktian/" target="_blank">Kesaktian</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> diperingati setiap tanggal 1 Oktober untuk mengenang para pahlawan yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI). Tujuh orang putra terbaik bangsa gugur dalam peristiwa ini dalam mempertahankan Ideologi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> dari upaya sekelompok orang yang ingin menggantikannya.<p></p>Sejarah mencatat, dini hari tanggal 30 september 1965, sekelompok gerombolan yang menamakan diri gerakan 30 september bergerak di Jakarta,menculik dan membunuh para perwira tinggi Angkatan Darat serta melakukan upaya kudeta bagi Pemerintahan RI yang sah. Namun berkat kesiapan dari seluruh elemen bangsa, gerakan ini berhasil digagalkan, NKRI tetap utuh dengan Ideologi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> sebagai simbol dan pemersatu bangsa ini.(rbm)<br><p></p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_3882_Wabup-Pakpak-Bharat-Pimpin-Upacara-Peringati-Hari-Kesaktian-Pancasila.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286880/wabup-pakpak-bharat-pimpin-upacara-peringati-hari-kesaktian-pancasila/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kepala MAS TPI Medan Zainal Arifin: PKL Bukan Sekadar Praktik, Tapi Wadah Mengamalkan Ilmu di Masyarakat</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 13:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kepala MAS TPI Medan Zainal Arifin: PKL Bukan Sekadar Praktik, Tapi Wadah Mengamalkan Ilmu di Masyarakat]]></title>
            <description><![CDATA[Kepala MAS TPI Medan Zainal Arifin PKL Bukan Sekadar Praktik, Tapi Wadah Mengamalkan Ilmu di Masyarakat]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN &mdash; Madrasah Aliyah Taman Swasta  Pendidikan Islam (MAS TPI) Medan Plus Keterampilan menggelar Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa, di Ruang Serba Guna Kampus II Taman Pendidikan Islam, Rabu (30/9/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengusung semangat &quot;Siapkan Diri, Wujudkan Prestasi, Amalkan Ilmu di Tengah <a href="https://www.sumut24.co/tag/mas/" target="_blank">Mas</a>yarakat&quot;, kegiatan ini diarahkan untuk membangun kesiapan mental, keterampilan, kedisiplinan serta tanggung jawab siswa selama mengikuti PKL.<br>Melalui program PKL, siswa tidak hanya dituntut memahami materi pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam situasi nyata.<br>MAS TPI Medan sendiri tercatat sebagai salah satu Madrasah Aliyah di Kota Medan yang berada di bawah lingkungan pendidikan Taman Pendidikan Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>Kepala Sekolah MAS TPI Zainal Arifin mengatakan, Pembekalan bagi siswa/i menjadi momentum bagi pihak madrasah untuk menanamkan pentingnya menjaga nama baik lembaga, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat maupun tempat pelaksanaan PKL serta menunjukkan sikap disiplin dan berakhlak.<br>Para siswa diharapkan dapat mengikuti PKL dengan sungguh-sungguh sehingga pengalaman yang diperoleh nantinya menjadi bekal menghadapi dunia pendidikan lanjutan maupun dunia kerja.<br>Dengan memadukan pendidikan keagamaan dan keterampilan, MA TPI Medan Plus Keterampilan berupaya mempersiapkan peserta didik agar tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan praktis dan karakter yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MAS-TPI Medan Tetapkan Guru Pembimbing PKL Tahun 2026<br><br>Madrasah Aliyah Swasta Taman Pendidikan Islam (MAS-TPI) Medan telah menetapkan Surat Keputusan Kepala Madrasah Nomor 083/MA-TPI/SK/IX/2026 tentang Penetapan Guru Pembimbing Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2026.<br><br>Kegiatan PKL ini bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata dan membekali siswa dengan keterampilan praktis sebelum memasuki dunia kerja. Berikut daftar lengkap pembimbing dan kelompoknya:<br> &lt;/p&gt; &lt;p&gt; <br>DAFTAR GURU PEMBIMBING PKL 2026<br><br>1. Zainal Arifin, S.Ag., MA<br><br>Membimbing: Djibriel Al Aqsho Syam &amp; Ibnu Alif Azizu &mdash; di Percetakan Kresna<br><br>2. Fakhri Nasri, S.Pd., M.Pd<br><br>Membimbing: Ihsan Arhofiq Nasution &mdash; di PT. Indako Trading Coy<br><br>3. Irwan Hanafi, S.Pd<br><br>Membimbing: Aditya (Bengkel Ardi) &amp; Dedek Apriadi Harahap (Bengkel Wak Tarnok)<br><br>4. Rahmad Hidaya Ritonga, S.Pd<br><br>Membimbing: Shila Sahnada Sikettang (RM. Anggun Aleb Cendong) &amp; Syifa Shofiyyatul Sholihah (RM. Saiyo Grup)<br><br>5. Muhammad Rifa&#039;i, S.Pd<br><br>Membimbing: Reisyah Adzni Subhki &amp; Rhianna Hidayat (RM. Berkah); Nazwa Ramadani Lubis, Lia Ananda &amp; Adela Khairani (RM. Rantau Minang)<br><br>6. Rian Bahrul, S.Pd<br><br>Membimbing: Carissa Nurul Adzmi, Nur Shefani Nazwa Nasution, Zawil Huda, Indah Nazwa, Khairun Nisa &amp; Pitri Siagian &mdash; di Rumah Jahit Chika<br><br>7. Noviyanthy, M.Pd<br><br>Membimbing: Shafa Sayyidatus Sholihah &mdash; di D&#039;hass Official&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Red]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_4654_Kepala-MAS-TPI-Medan-Zainal-Arifin--PKL-Bukan-Sekadar-Praktik--Tapi-Wadah-Mengamalkan-Ilmu-di-Masyarakat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286879/kepala-mas-tpi-medan-zainal-arifin-pkl-bukan-sekadar-praktik-tapi-wadah-mengamalkan-ilmu-di-masyarakat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Nobar Film G30S/PKI, Lom Lom Suwondo Ajak Masyarakat Jadikan Sejarah sebagai Pelajaran</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 12:42:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Nobar Film G30S/PKI, Lom Lom Suwondo Ajak Masyarakat Jadikan Sejarah sebagai Pelajaran]]></title>
            <description><![CDATA[Nobar Film G30S/PKI, Lom Lom Suwondo Ajak Masyarakat Jadikan Sejarah sebagai Pelajaran]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>PERCUT SEI TUAN &ndash; Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sejarah bangsa sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan, menjaga Pancasila, serta menangkal berbagai provokasi yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu disampaikannya saat menghadiri nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang digelar Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Hidayah bersama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang di halaman Masjid Nurul Hidayah, Pasar Raya MMTC, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (30/9/2026) malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Menonton dan mengingat kembali sejarah ini penting agar kita tidak lupa. Kita berharap kegiatan ini memperkuat keteguhan, kepercayaan kepada Pancasila, nilai-nilai luhur bangsa, serta iman dan agama,&quot; ujar Lom Lom.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, ulama, pengurus rumah ibadah, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat. Rumah ibadah, lanjutnya, memiliki peran penting sebagai ruang ibadah sekaligus membangun silaturahmi dan pembinaan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pemerintah pada prinsipnya hadir untuk melayani dan membantu masyarakat melalui regulasi maupun fasilitasi. Mudah-mudahan kerja sama ini menjadi awal dan dapat terus dikembangkan,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lom Lom juga menyampaikan apresiasi kepada BKM Nurul Hidayah dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat melibatkan masyarakat lebih luas dan memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan berbagai unsur masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Deli Serdang, Anwar Sadat Siregar, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari komunikasi antara pimpinan daerah dan pengurus BKM Nurul Hidayah. Pemkab Deli Serdang kemudian mendukung pelaksanaan kegiatan melalui penyediaan sejumlah fasilitas, seperti karpet, televisi, baliho, dan perangkat pendukung lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Bangsa kita telah beberapa kali menghadapi ujian dan cobaan. Karena itu, sejarah harus menjadi pelajaran bagi kita semua,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua BKM Masjid Nurul Hidayah, Ibrahim Sinambela, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Deli Serdang. Menurutnya, nobar tahun ini merupakan kegiatan yang digelar dalam skala lebih besar dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Alhamdulillah, tahun ini kami sangat bersyukur dan terharu karena Wakil Bupati beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dapat hadir dan mendukung kegiatan ini,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibrahim berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang refleksi sejarah, terutama bagi generasi muda, sekaligus memperkuat persatuan dan kecintaan terhadap NKRI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran OPD, Camat Percut Sei Tuan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pengurus aliansi organisasi kemasyarakatan Islam, serta masyarakat dan jamaah Masjid Nurul Hidayah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_9752_Nobar-Film-G30S-PKI--Lom-Lom-Suwondo-Ajak-Masyarakat-Jadikan-Sejarah-sebagai-Pelajaran.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286878/nobar-film-g30spki-lom-lom-suwondo-ajak-masyarakat-jadikan-sejarah-sebagai-pelajaran/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Hari Kesaktian Pancasila, TPI Medan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Berkarakter dan Mandiri</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 12:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Hari Kesaktian Pancasila, TPI Medan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Berkarakter dan Mandiri]]></title>
            <description><![CDATA[Hari Kesaktian Pancasila, TPI Medan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Berkarakter dan Mandiri]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p>MEDAN &mdash; Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan memperingati Hari Kesaktian <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> ke-61 pada 1 Oktober 2026 dengan meneguhkan kembali semangat persatuan, pengamalan nilai-nilai <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> serta komitmen membangun pendidikan yang berkarakter dan berorientasi pada kewirausahaan berbasis nilai religius.</p><p>Peringatan yang mengusung tema "<a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar TPI Medan untuk mengingat kembali bahwa <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> bukan sekadar dasar negara, tetapi juga menjadi landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.</p><p><br></p><p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/bd686fd640be98efaae0091fa301e613_1001464024.jpg"><br></p><p>Ketua Umum PP TPI, Prof. drg. H. Ismet Danial Nasution, Ph.D., Sp.Pros., Subsp.PKIKG(K), FICD, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga dan mengamalkan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> dalam kehidupan sehari-hari.</p><p>Menurutnya, keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> menjadi perekat yang menyatukan berbagai perbedaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p><p>"Keberagaman adalah kekuatan kita, dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> adalah perekat yang menjaga kita tetap satu Indonesia," ujarnya.</p><p>TPI Dorong Entrepreneur Berbasis Religius</p><p>Sementara itu, Ketua I dan II PP TPI, H. Ikrom Helmi Nasution, SH, menegaskan bahwa semangat <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> juga harus diterjemahkan dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan dan penguatan kemandirian ekonomi.</p><p>Karena itu, TPI terus memperkuat visi "TPI &mdash; Entrepreneur Berbasis Religius".</p><p>Menurut Ikrom, konsep tersebut tidak sekadar mendorong peserta didik menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki fondasi keimanan, kejujuran, tanggung jawab dan etika dalam menjalankan kehidupan maupun aktivitas kewirausahaan.</p><p>"Entrepreneur berbasis religius berarti kemajuan ekonomi dan kesejahteraan harus dibangun dengan kejujuran, keimanan, tanggung jawab dan akhlak yang baik. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a>, terutama dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Ikrom.</p><p>Ia menambahkan, pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan dan kepedulian sosial.</p><p>Karena itu, TPI memberikan perhatian terhadap pendidikan yang berkualitas dan inklusif melalui berbagai lembaga pendidikan di bawah naungannya, mulai dari SDIT, MTs, MAS hingga SLB ABC.</p><p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/084b6fbb10729ed4da8c3d3f5a3ae7c9_1001464055.jpg"><br></p><p>"Setiap anak bangsa berhak memperoleh pendidikan yang layak, berkualitas dan bermartabat. Pendidikan harus mampu membentuk manusia yang berilmu, berkarakter dan memiliki kemandirian," tegasnya.</p><p>Ikrar Kesaktian <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a></p><p>Dalam rangkaian peringatan tersebut, Ikrar Hari Kesaktian <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> dibacakan Koordinator Hari Kesaktian <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> sekaligus Kepala MTs TPI Medan, Ustadz Anwar Saleh.</p><p>Ikrar tersebut meneguhkan kembali tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> sebagai sumber kekuatan dalam menjaga persatuan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p><p>Dalam ikrar tersebut juga ditegaskan bahwa perjalanan bangsa Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 tidak terlepas dari berbagai rongrongan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.</p><p>Karena itu, seluruh elemen bangsa diingatkan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan memperkokoh kebersamaan dengan berlandaskan nilai-nilai luhur <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a>.</p><p>Ikrar tersebut ditutup dengan tekad untuk terus mempertahankan dan mengamalkan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> sebagai sumber kekuatan dalam menggalang kebersamaan serta memperjuangkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI.</p><p>Dihadiri Jajaran Pendidikan TPI</p><p>Peringatan Hari Kesaktian <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> di lingkungan TPI Medan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus dan pimpinan lembaga pendidikan TPI.</p><p>Di antaranya H. Ikrom Helmi Nasution, SH selaku Ketua I dan II PP TPI, Zainal Arifin selaku Kepala MAS TPI Medan, Ustadz Anwar Saleh selaku Kepala MTs TPI Medan, Uswatun Hasanah Harahap selaku Kepala SDIT/MDTA, Lindayani selaku Kepala SLB ABC, serta para guru dan keluarga besar TPI Medan.</p><p>Momentum Hari Kesaktian <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi keluarga besar TPI Medan bahwa pendidikan tidak hanya bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter, menjunjung persatuan, berakhlak dan mampu berdiri mandiri melalui semangat kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai religius.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_9175_Hari-Kesaktian-Pancasila--TPI-Medan-Tegaskan-Komitmen-Cetak-Generasi-Berkarakter-dan-Mandiri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286877/hari-kesaktian-pancasila-tpi-medan-tegaskan-komitmen-cetak-generasi-berkarakter-dan-mandiri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>