<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Thu, 20 Aug 2026 21:13:57 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jaga Daya Beli Warga, Sekda Padangsidimpuan Pantau Harga Sembako di Dua Pasar</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jaga Daya Beli Warga, Sekda Padangsidimpuan Pantau Harga Sembako di Dua Pasar]]></title>
            <description><![CDATA[Jaga Daya Beli Warga, Sekda Padangsidimpuan Pantau Harga Sembako di Dua Pasar]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Padangsidimpuan | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kota Padangsidimpuan memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan turun langsung memantau harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional, Kamis (20/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padangsidimpuan, H. Rahmat Marzuki Nasution, S.H., M.H., CGCAE, memimpin inspeksi mendadak (sidak) bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Pemantauan dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia sekaligus mengantisipasi gejolak harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sidak tersebut, tim Pemko Padangsidimpuan mendatangi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pasar/" target="_blank">Pasar</a> Pajak Batu dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pasar/" target="_blank">Pasar</a> Saroha Padangmatinggi. Petugas melihat langsung perkembangan harga berbagai komoditas kebutuhan pokok serta kondisi pasokan yang tersedia di tingkat pedagang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rahmat Marzuki Nasution mengatakan, pemantauan langsung ke pasar menjadi salah satu cara pemerintah memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi harga dan distribusi bahan pangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami bersama tim yang hadir hari ini memantau ke <a href="https://www.sumut24.co/tag/pasar/" target="_blank">Pasar</a> Pajak Batu dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pasar/" target="_blank">Pasar</a> Saroha Padangmatinggi untuk mengecek harga komoditas. Ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi,&quot; ujar Rahmat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari hasil pemantauan, pemerintah menemukan adanya pergerakan harga pada sejumlah komoditas. Sebagian kebutuhan pokok tercatat mengalami kenaikan, sementara komoditas lainnya justru mengalami penurunan harga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski demikian, Rahmat menyebut kenaikan yang ditemukan dalam pemantauan tersebut masih berada pada kondisi yang relatif terkendali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ada harga yang naik, ada juga yang turun. Kita bisa melihat bahwa kenaikan yang terjadi masih dalam batas normal,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Rahmat, kondisi tersebut tetap perlu dipantau secara berkala. Pemerintah tidak ingin kenaikan harga yang awalnya masih terkendali berkembang menjadi lonjakan yang dapat membebani masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, monitoring pasar dilakukan bukan hanya untuk mengetahui harga pada satu waktu, tetapi juga menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan langkah pengendalian berikutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sidak pasar tersebut tidak dilakukan secara sendiri-sendiri. Sekda didampingi Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Padangsidimpuan bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Turut terlibat Kepala Bulog, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Dinas Ketahanan Pangan, serta Kabag Perekonomian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keterlibatan lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan tidak hanya berkaitan dengan perdagangan, tetapi juga menyangkut ketersediaan pasokan, distribusi, produksi pertanian hingga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rahmat menegaskan Pemko Padangsidimpuan akan terus berupaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. Pemerintah, kata dia, harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan bahan pangan dengan harga yang wajar dan pasokan yang mencukupi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang terjangkau. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci utama,&quot; tegas Rahmat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menambahkan, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan akan terus dilakukan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat, khususnya ketika terjadi perubahan harga komoditas yang dapat berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_8677_Jaga-Daya-Beli-Warga--Sekda-Padangsidimpuan-Pantau-Harga-Sembako-di-Dua-Pasar.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285463/jaga-daya-beli-warga-sekda-padangsidimpuan-pantau-harga-sembako-di-dua-pasar/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Setahun Pindah Gedung, RSUD Panyabungan Genjot Layanan CT Scan, Kanker hingga Jantung, Wabup Atika: Rumah Sakit Harus Makin Maju</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Setahun Pindah Gedung, RSUD Panyabungan Genjot Layanan CT Scan, Kanker hingga Jantung, Wabup Atika: Rumah Sakit Harus Makin Maju]]></title>
            <description><![CDATA[Setahun Pindah Gedung, RSUD Panyabungan Genjot Layanan CT Scan, Kanker hingga Jantung, Wabup Atika Rumah Sakit Harus Makin Maju]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Madina | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mendorong RSUD Panyabungan terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pesan tersebut disampaikan Atika saat menghadiri peringatan satu tahun RSUD Panyabungan menempati gedung baru di Komplek Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, Rabu (19/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Atika, keberadaan gedung dan fasilitas yang semakin lengkap harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Ia berharap RSUD Panyabungan mampu menjadi rumah sakit yang semakin dipercaya masyarakat, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan tenaga medis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Rumah sakit harus semakin maju, semakin bagus. Semakin banyak orang datang berobat, dan pulang dalam keadaan sembuh. Itu harapan kita semua,&quot; ujar Atika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain peningkatan pelayanan, Atika juga menyoroti persoalan kepatuhan masyarakat terhadap aturan kunjungan pasien.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengatakan, jumlah pengunjung yang terlalu banyak dalam satu waktu dapat membuat kondisi ruang perawatan menjadi padat, bahkan berpotensi menyebabkan kapasitas ruangan melebihi kondisi ideal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, ia meminta keluarga maupun kerabat pasien memahami bahwa pembatasan jumlah penjenguk bukan sekadar aturan administratif, melainkan bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan keselamatan pasien.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atika mengimbau agar ketentuan maksimal dua orang penjenguk untuk setiap pasien dapat dipatuhi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini demi kenyamanan pasien, keluarga, dan kelancaran pelayanan di rumah sakit,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap aturan rumah sakit menjadi bagian penting agar tenaga medis dapat bekerja secara optimal dan pasien memperoleh suasana perawatan yang lebih nyaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Direktur RSUD Panyabungan, dr. Evi Desvita, memaparkan perkembangan pelayanan rumah sakit selama satu tahun setelah perpindahan ke gedung baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu indikator meningkatnya aktivitas pelayanan terlihat dari tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR). Dalam enam bulan terakhir, okupasi tempat tidur RSUD Panyabungan tercatat mencapai 83,99 persen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan, manajemen RSUD Panyabungan juga terus melakukan penguatan fasilitas dan layanan spesialis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejumlah fasilitas dan layanan baru maupun pengembangan layanan telah dilakukan selama satu tahun terakhir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, layanan CT Scan 64 Slice telah dioperasikan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu dokter melakukan pemeriksaan dan diagnosis secara lebih cepat serta akurat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada layanan kanker, mammografi sudah mulai beroperasi. Sementara pembangunan gedung kemoterapi ditargetkan dapat rampung pada tahun ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;RSUD Panyabungan juga tengah mempersiapkan layanan jantung melalui Cathlab. Peralatan utama telah tersedia, sedangkan proses kredensialing BPJS serta pengadaan FFR, BMHP dan stent masih berjalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di bidang hemodialisa, kapasitas pelayanan mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya tersedia enam mesin, kini jumlahnya bertambah menjadi 12 mesin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengembangan juga dilakukan pada layanan stroke. Rumah sakit berencana mengirim dokter spesialis untuk mengikuti fellowship trombolisis serta mengikutsertakan perawat dalam pelatihan di RS Pusat Otak Nasional Palembang pada September mendatang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk layanan PONEK, peningkatan kompetensi tenaga medis terus dilakukan melalui berbagai pelatihan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, perangkat endoskopi telah tersedia dan kini memasuki tahap uji fungsi sebelum proses kredensialing BPJS JKN.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada layanan mata, RSUD Panyabungan saat ini didukung dua dokter spesialis mata aktif. Manajemen juga menyiapkan rencana untuk kembali mengoperasikan layanan operasi mata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dr. Evi menegaskan, seluruh pengembangan tersebut merupakan bagian dari komitmen RSUD Panyabungan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih lengkap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manajemen, kata dia, ingin menjadikan RSUD Panyabungan sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat Madina dan wilayah sekitarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami berkomitmen menjadikan RSUD Panyabungan sebagai rumah sakit rujukan yang lengkap dan terpercaya bagi masyarakat Madina dan sekitarnya,&quot; tegas dr. Evi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan bertambahnya fasilitas, layanan spesialis, tenaga kesehatan serta kapasitas perawatan, RSUD Panyabungan diharapkan tidak hanya mampu menangani kebutuhan pasien dari Madina, tetapi juga menjadi pilihan rujukan bagi masyarakat di daerah sekitar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peringatan satu tahun pasca-perpindahan gedung tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Wakil Bupati Atika kepada para pemenang berbagai perlombaan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus satu tahun RSUD Panyabungan menempati gedung baru.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_806_Setahun-Pindah-Gedung--RSUD-Panyabungan-Genjot-Layanan-CT-Scan--Kanker-hingga-Jantung--Wabup-Atika--Rumah-Sakit-Harus-Makin-Maju.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285462/setahun-pindah-gedung-rsud-panyabungan-genjot-layanan-ct-scan-kanker-hingga-jantung-wabup-atika-rumah-sakit-harus-makin-maju/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wabup Atika Kejar Tuntas Persiapan Sekolah Rakyat Madina, Seluruh Dokumen Ditarget Rampung Akhir Agustus</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wabup Atika Kejar Tuntas Persiapan Sekolah Rakyat Madina, Seluruh Dokumen Ditarget Rampung Akhir Agustus]]></title>
            <description><![CDATA[Wabup Atika Kejar Tuntas Persiapan Sekolah Rakyat Madina, Seluruh Dokumen Ditarget Rampung Akhir Agustus]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Madina | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus mempercepat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, meminta seluruh persyaratan administrasi dan teknis yang masih tersisa segera dituntaskan agar proses pembangunan tidak mengalami hambatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu disampaikan Atika saat memimpin rapat koordinasi percepatan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Aula Kantor Bupati Madina, Komplek Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kamis (20/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam rapat tersebut, Atika mengevaluasi perkembangan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi Pemkab Madina sebelum pembangunan Sekolah Rakyat dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atika mengatakan, sejumlah dokumen penting sudah berhasil disiapkan. Salah satunya sertifikat lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski demikian, ia menyebut masih terdapat sejumlah dokumen dan persyaratan lain yang harus segera diselesaikan. Pemkab Madina menargetkan seluruh kelengkapan tersebut dapat dirampungkan paling lambat pada akhir Agustus 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Beberapa persyaratan sudah kita penuhi, seperti sertifikat lahan. Tapi, ada juga yang belum. Kami upayakan semuanya selesai secepatnya, maksimal akhir Agustus 2026,&quot; ujar Atika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain memastikan kelengkapan administrasi, Pemkab Madina juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atika menjelaskan, lahan yang disiapkan pemerintah daerah memiliki luas sekitar 6,1 hektare. Luasan tersebut telah melampaui persyaratan minimal yang ditetapkan Kementerian Sosial, yakni lima hektare.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, kondisi lahan secara umum sudah memenuhi kebutuhan pembangunan. Lokasinya juga dinilai strategis karena mempertimbangkan kemudahan akses bagi para calon siswa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kondisi lahan sudah oke. Luasnya 6,1 hektar. Ini sudah melebihi standar minimal dan lokasinya strategis untuk akses anak-anak,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan kesiapan lahan tersebut, Pemkab Madina kini berfokus menyelesaikan berbagai dokumen pendukung agar tidak ada kendala administratif yang dapat memperlambat tahapan pembangunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atika menegaskan, tidak semua persyaratan berada dalam kewenangan pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Madina terus membangun koordinasi dengan pemerintah di tingkat atas untuk mempercepat proses yang membutuhkan dukungan atau persetujuan dari instansi terkait.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah proses perizinan lingkungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Atika, setiap persyaratan yang menjadi kewenangan Pemkab Madina akan segera dikebut penyelesaiannya. Sementara untuk hal-hal yang membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat maupun instansi lainnya, Pemkab Madina akan segera melakukan pelaporan dan koordinasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan Sekolah Rakyat di Madina tidak tertahan hanya karena persoalan administrasi yang belum selesai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &quot;Untuk hal yang bisa diselesaikan di daerah akan dikebut. Sementara, yang butuh dukungan pusat akan kami laporkan. Jangan sampai karena satu berkas, pembangunan SR di Madina tertunda,&quot; tegas Atika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Percepatan ini menunjukkan komitmen Pemkab Madina untuk memastikan program Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan. Selain kesiapan lahan, kelengkapan dokumen menjadi bagian penting agar pembangunan dapat berjalan sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah daerah pun kini mengejar target penyelesaian seluruh persyaratan pada akhir Agustus 2026. Dengan koordinasi lintas instansi yang terus dilakukan, persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Madina diharapkan dapat segera memasuki tahapan selanjutnya.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_2001_Wabup-Atika-Kejar-Tuntas-Persiapan-Sekolah-Rakyat-Madina--Seluruh-Dokumen-Ditarget-Rampung-Akhir-Agustus.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285461/wabup-atika-kejar-tuntas-persiapan-sekolah-rakyat-madina-seluruh-dokumen-ditarget-rampung-akhir-agustus/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dukung Program Prabowo, Wabup Atika Tanam Bawang Putih di Ulupungkut Madina</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dukung Program Prabowo, Wabup Atika Tanam Bawang Putih di Ulupungkut Madina]]></title>
            <description><![CDATA[Dukung Program Prabowo, Wabup Atika Tanam Bawang Putih di Ulupungkut Madina]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Madina | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution turun langsung ke lahan pertanian untuk ikut menanam bibit bawang putih. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap program ketahanan pangan dan target swasembada bawang putih yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penanaman berlangsung di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Harapan Baru, Desa Habincaran, Kecamatan Ulupungkut, Madina, Rabu (19/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tersebut digelar secara serentak di 17 provinsi di Indonesia. Di Sumatera Utara, terdapat tujuh kabupaten yang ditetapkan sebagai lokasi penanaman bawang putih, termasuk Kabupaten Mandailing Natal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atika mengapresiasi langkah Satgas Polri yang telah memilih Madina sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus memberikan dampak nyata bagi petani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia meminta para anggota Poktan Harapan Baru tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga memastikan bibit bawang putih mendapatkan perawatan secara optimal hingga masa panen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Bibit yang sudah ditanam harus dijaga dan dirawat dengan baik agar hasil panennya maksimal,&quot; ujar Atika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atika juga meminta Dinas Pertanian Madina melakukan pendampingan secara langsung kepada petani. Pendampingan dinilai penting untuk memastikan proses budidaya berjalan sesuai standar dan menghasilkan komoditas bawang putih yang berkualitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami minta Kadis Pertanian turun langsung ke lapangan. Petani harus didampingi agar hasilnya benar-benar berkualitas dan bisa meningkatkan kesejahteraan mereka,&quot; pesannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy mengatakan, penanaman bawang putih tersebut merupakan salah satu bentuk nyata keterlibatan Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor ketahanan pangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, kegiatan penanaman dilakukan secara serentak di 17 provinsi sebagai bagian dari program pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat produksi pangan nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Hari ini kita melaksanakan penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi dan untuk Madina dilakukan di Desa Habincaran. Ini merupakan program langsung dari Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap budidaya bawang putih di Desa Habincaran dapat menghasilkan panen yang melimpah dengan kualitas yang baik. Keberhasilan program tersebut, kata dia, membutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini adalah kerja sama antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait. Semoga memberikan manfaat besar bagi masyarakat,&quot; ujar Bagus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua Poktan Harapan Baru, Saipul Anwar Daulay, menyambut positif pelaksanaan program penanaman bawang putih di wilayahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia memastikan kelompok tani akan berupaya merawat tanaman tersebut dengan sebaik mungkin agar dapat memberikan hasil sesuai harapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami siap merawat. Mudah-mudahan hasilnya bagus dan bisa jadi contoh untuk kelompok tani lain,&quot; kata Saipul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dukungan juga disampaikan tokoh masyarakat Ulupungkut, Syafruddin Lubis. Ia berharap pengembangan bawang putih di wilayah tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman saja, tetapi dapat berlanjut hingga menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, apabila budidaya berhasil, kegiatan tersebut berpotensi menjadi contoh bagi masyarakat dan kelompok tani lain untuk mengembangkan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain penanaman bawang putih, kegiatan tersebut juga diisi dengan sejumlah kegiatan sosial. Di antaranya bakti sosial dan pemberian santunan kepada anak yatim serta lanjut usia (lansia).zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_3017_Dukung-Program-Prabowo--Wabup-Atika-Tanam-Bawang-Putih-di-Ulupungkut-Madina.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285460/dukung-program-prabowo-wabup-atika-tanam-bawang-putih-di-ulupungkut-madina/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">HUT ke-81 RI di Madina, Bupati Saipullah Serukan Perjuangan Baru Melawan Kemiskinan dan Ketertinggalan</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:17:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[HUT ke-81 RI di Madina, Bupati Saipullah Serukan Perjuangan Baru Melawan Kemiskinan dan Ketertinggalan]]></title>
            <description><![CDATA[HUT ke81 RI di Madina, Bupati Saipullah Serukan Perjuangan Baru Melawan Kemiskinan dan Ketertinggalan]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mandailing Natal (<a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a>) menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk kembali menegaskan arah pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, mengatakan kemerdekaan tidak cukup diperingati melalui upacara dan berbagai kegiatan seremonial. Menurutnya, makna kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata yang mampu memberikan perubahan dan manfaat bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu disampaikan Saipullah saat memberikan sambutan dalam Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar di Rumah Dinas Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a>, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Senin (17/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, Saipullah mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan panjang para pahlawan. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka. Kemerdekaan dibayar dengan air mata, ditebus dengan darah, diwariskan melalui pengorbanan, dan harus dijaga dengan kerja keras,&quot; ujar Saipullah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pidatonya, Saipullah menyoroti pentingnya sumber daya manusia (SDM) dalam menentukan masa depan Mandailing Natal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut dia, kekayaan alam, hutan, laut, maupun kekayaan budaya memang menjadi aset penting daerah. Namun, seluruh potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa dukungan masyarakat yang berkualitas dan memiliki semangat membangun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Modal terbesar <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> adalah manusianya. Masyarakat yang religius, memiliki akar adat, menghargai pendidikan, tradisi gotong royong, dan memiliki daya juang,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menyebut pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen. Pemerintah, ulama, tokoh adat, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat harus memiliki visi yang sama dalam mendorong kemajuan <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a>.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saipullah meyakini, apabila kualitas SDM dibarengi dengan tata kelola pemerintahan yang baik, pendidikan yang kuat serta perekonomian yang produktif, berbagai potensi daerah dapat diolah menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perkembangan teknologi juga menjadi perhatian Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a>. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengambil peran sebagai pencipta dan penggerak inovasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, tantangan generasi saat ini berbeda dengan perjuangan para pahlawan pada masa lalu. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan, maka tugas generasi sekarang adalah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan menghadapi berbagai persoalan sosial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kalau dulu para pejuang mengusir penjajahan, maka tugas kita hari ini adalah melawan kebodohan, melawan kemiskinan, melawan ketertinggalan, melawan korupsi, melawan intoleransi, dan melawan narkoba,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pesan tersebut, kata Saipullah, menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut kualitas kehidupan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saipullah juga menekankan pentingnya pemerintah memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Menurutnya, data dan ilmu pengetahuan harus menjadi dasar dalam mengambil kebijakan, tetapi tetap harus disertai kepekaan terhadap kondisi sosial dan kearifan lokal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Bekerja dengan data tetapi tidak kehilangan rasa, menggunakan ilmu tetapi tidak meninggalkan kearifan lokal,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak semestinya hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun, jumlah gedung yang berdiri, maupun banyaknya proyek fisik yang diselesaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih jauh, keberhasilan pembangunan harus dilihat dari sejauh mana masyarakat merasakan perubahan dalam kehidupannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pembangunan bukan hanya tentang berapa kilometer jalan yang kita bangun. Tetapi tentang apakah anak di pelosok <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> punya masa depan yang lebih baik dari orang tuanya. Itulah ukuran keberhasilan sesungguhnya,&quot; pungkas Saipullah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bupati kemudian mengajak seluruh masyarakat <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai titik untuk memperkuat semangat bekerja dan memberikan kontribusi bagi daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menegaskan, semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti setelah rangkaian acara peringatan selesai. Semangat tersebut harus diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Guru kembali mendidik di sekolah, petani kembali menggarap sawah, aparatur sipil negara (ASN) kembali memberikan pelayanan publik, sementara seluruh elemen masyarakat menjalankan perannya masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Resepsi Kenegaraan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> Atika Azmi Utammi Nasution, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, keluarga veteran, serta berbagai elemen masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba Mars PKK dan Tari Tortor yang diselenggarakan TP PKK Kabupaten Mandailing Natal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, piagam penghargaan juga diberikan kepada anggota Paskibraka Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas tugas dan pengabdian mereka dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_2910_HUT-ke-81-RI-di-Madina--Bupati-Saipullah-Serukan-Perjuangan-Baru-Melawan-Kemiskinan-dan-Ketertinggalan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285459/hut-ke81-ri-di-madina-bupati-saipullah-serukan-perjuangan-baru-melawan-kemiskinan-dan-ketertinggalan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Saipullah Dorong RSUD Panyabungan Jadi Rumah Sakit Rujukan Utama di Tabagsel</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Saipullah Dorong RSUD Panyabungan Jadi Rumah Sakit Rujukan Utama di Tabagsel]]></title>
            <description><![CDATA[Bupati Saipullah Dorong RSUD Panyabungan Jadi Rumah Sakit Rujukan Utama di Tabagsel]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Madina | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu tahun setelah menempati gedung baru di Komplek Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, RSUD Panyabungan terus melakukan evaluasi dan pembenahan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menargetkan rumah sakit milik daerah tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat fasilitas kesehatan untuk menjadi salah satu rumah sakit rujukan utama di kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu disampaikan <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Mandailing Natal H. Saipullah Nasution saat menghadiri rangkaian kegiatan satu tahun perpindahan RSUD Panyabungan, Selasa (18/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perpindahan RSUD Panyabungan dari gedung lama di Kelurahan Kayujati ke lokasi baru dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Madina. Momentum satu tahun tersebut dimanfaatkan pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit untuk melihat berbagai hal yang masih perlu diperbaiki, baik dari sisi pelayanan maupun sarana dan prasarana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Saipullah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Madina bersama Badan Layanan Umum (BLU) RSUD Panyabungan terus berupaya melakukan pembenahan secara bertahap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, peningkatan kualitas rumah sakit tidak hanya bergantung pada keberadaan gedung dan fasilitas, tetapi juga menyangkut kualitas pelayanan serta profesionalisme tenaga kesehatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Perbaikan ini terus berjalan guna memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar pelayanan yang optimal bagi masyarakat,&quot; ujar Saipullah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemkab Madina memiliki target agar RSUD Panyabungan terus berkembang hingga mampu menjadi rumah sakit hub atau pusat rujukan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Tabagsel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk mencapai target tersebut, sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, penyempurnaan standar operasional pelayanan, hingga penguatan sumber daya manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saipullah menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, tenaga kesehatan yang ramah dan responsif, serta sumber daya medis yang profesional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut dia, masyarakat tidak hanya membutuhkan fasilitas kesehatan yang lengkap, tetapi juga pelayanan yang memberikan rasa aman, nyaman, dan percaya ketika mendapatkan perawatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, pembenahan pelayanan di RSUD Panyabungan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Direktur RSUD Panyabungan Evi Desvita mengatakan, pihak manajemen telah meluncurkan program Sijeges sebagai pedoman sekaligus komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas pelayanan sehari-hari di lingkungan rumah sakit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Janji itu harus dilaksanakan dan diaktualisasikan dalam bentuk nyata, baik dari sisi pelayanan maupun sarana prasarana,&quot; kata Evi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai penerapan Sijeges menjadi salah satu langkah untuk membangun budaya pelayanan yang lebih baik. Menurutnya, pelayanan prima harus ditopang oleh fasilitas yang memadai serta tenaga kesehatan dan seluruh pegawai rumah sakit yang memiliki sikap profesional dan berorientasi pada kebutuhan pasien.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Evi menegaskan, peningkatan mutu pelayanan akan tetap menjadi prioritas manajemen RSUD Panyabungan ke depan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kerja sama seluruh unsur yang berada di lingkungan rumah sakit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima dan tepercaya bagi masyarakat,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peringatan satu tahun perpindahan RSUD Panyabungan juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manajemen rumah sakit menggelar sejumlah perlombaan yang diikuti pegawai, baik secara kelompok maupun perorangan. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membangun kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antarkaryawan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain perlombaan, manajemen juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pegawai dan unit kerja yang dinilai menunjukkan kinerja terbaik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penghargaan tersebut antara lain diberikan kepada petugas customer service (CS) terbaik, petugas keamanan atau satpam terbaik, tenaga kesehatan terbaik, serta ruangan yang dinilai paling bersih dan rapi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Puncak pemberian penghargaan dijadwalkan berlangsung pada Rabu (19/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Momentum satu tahun menempati gedung baru ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan rumah sakit bukan hanya soal perpindahan lokasi dan penambahan fasilitas. Lebih dari itu, keberadaan RSUD Panyabungan dituntut mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, profesional, ramah, dan terpercaya bagi masyarakat Madina.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_6557_Bupati-Saipullah-Dorong-RSUD-Panyabungan-Jadi-Rumah-Sakit-Rujukan-Utama-di-Tabagsel.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285458/bupati-saipullah-dorong-rsud-panyabungan-jadi-rumah-sakit-rujukan-utama-di-tabagsel/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Palas Putra Mahkota Alam Buka Konsultasi Publik RDTR Sibuhuan, Dorong Ibu Kota Kabupaten Lebih Tertata</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Palas Putra Mahkota Alam Buka Konsultasi Publik RDTR Sibuhuan, Dorong Ibu Kota Kabupaten Lebih Tertata]]></title>
            <description><![CDATA[Bupati Palas Putra Mahkota Alam Buka Konsultasi Publik RDTR Sibuhuan, Dorong Ibu Kota Kabupaten Lebih Tertata]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Palas | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Padang Lawas (Palas) Putra Mahkota Alam Hasibuan, SE., resmi membuka Konsultasi Publik II penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kota Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Padang Lawas, Rabu (19/8/2026), sebagai bagian dari proses penyusunan arah pembangunan kawasan pusat ibu kota Kabupaten Padang Lawas agar lebih terencana, tertib, dan berkelanjutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam forum tersebut, pemaparan materi disampaikan oleh Tim Ahli Tata Ruang Rama Sanjaya serta tenaga ahli Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), Adep Priatna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konsultasi publik ini menjadi ruang bagi pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan dan kelurahan/desa, serta unsur masyarakat untuk memberikan masukan terhadap rencana penataan ruang Kota Sibuhuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Padang Lawas, Ir. Sarlen Ibrahim Harahap, ST., MM., mengatakan penyusunan RDTR Kecamatan Barumun merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mengarahkan pembangunan kawasan perkotaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, RDTR dibutuhkan agar pemanfaatan ruang dapat memiliki kepastian, baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Melalui Konsultasi Publik II ini, kami berharap mendapatkan kepastian ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha sehingga pembangunan dapat berlangsung secara tertib dan berkelanjutan,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai masukan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar dokumen RDTR yang nantinya disusun benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan perkembangan kawasan Kota Sibuhuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Padang Lawas Putra Mahkota Alam Hasibuan dalam sambutannya mengatakan konsultasi publik kedua tersebut merupakan kelanjutan dari tahapan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada akhir 2025.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menyebut penyusunan RDTR Kota Sibuhuan akan menjadi salah satu instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan kawasan ibu kota Kabupaten Padang Lawas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejumlah rencana pembangunan yang menjadi bagian dari pembahasan antara lain pembangunan pasar Kabupaten Padang Lawas, ruang terbuka hijau, rumah adat, stadion, hingga fasilitas pelayanan publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Rencana kita dalam RDTR salah satunya pembangunan pasar Kabupaten Padang Lawas, pembangunan ruang terbuka hijau, rumah adat, stadion dan pelayanan publik,&quot; kata Putra Mahkota.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, Kecamatan Barumun memiliki posisi strategis karena menjadi pusat pemerintahan sekaligus ibu kota Kabupaten Padang Lawas. Karena itu, penataan wilayah tersebut harus dilakukan secara matang dan memiliki arah pembangunan yang jelas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Karena Kecamatan Barumun merupakan ibu kota Kabupaten Padang Lawas, tentu perlu kita buatkan perencanaan yang sebagus dan sebaik mungkin. Nantinya ini juga menjadi acuan untuk kecamatan lainnya,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Putra Mahkota juga meminta seluruh pihak yang terlibat memberikan masukan secara konstruktif selama proses penyusunan RDTR berlangsung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, keterlibatan lintas sektor menjadi penting agar rencana tata ruang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, kebutuhan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta perkembangan kawasan dalam jangka panjang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kita berharap mendapatkan masukan dari semua sektor dan masing-masing OPD untuk kebaikan kita bersama,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia kemudian mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membahas rancangan tata ruang tersebut sehingga pembangunan Padang Lawas ke depan dapat berjalan lebih terarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Mari sama-sama kita diskusikan RDTR ini supaya kita bisa membuat pembangunan Kabupaten Padang Lawas lebih tertata dan terarah,&quot; ucapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dukungan terhadap penyusunan RDTR juga disampaikan jajaran pemerintahan di Kecamatan Barumun. Camat Barumun, Lurah Pasar Sibuhuan, kepala lingkungan se-Kelurahan Pasar Sibuhuan, serta kepala desa se-Kecamatan Barumun hadir dan menyatakan dukungan terhadap proses penataan ruang di kawasan pusat ibu kota Kabupaten Padang Lawas tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keterlibatan pemerintah tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa dinilai penting karena mereka memiliki pemahaman langsung mengenai kondisi wilayah serta kebutuhan masyarakat di lapangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan Konsultasi Publik II RDTR dan KLHS Kota Sibuhuan tersebut turut dihadiri Wakil <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Padang Lawas H. Achmad Fauzan Nasution, S.H.I., M.Pd.I., Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Lawas Dr. H. Panguhum Nasution, S.Sos., M.AP., para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD terkait, Kepala Seksi Badan Pertanahan Kabupaten Padang Lawas, Camat Barumun, Lurah Pasar Sibuhuan, kepala lingkungan se-Kelurahan Pasar Sibuhuan, serta kepala desa se-Kecamatan Barumun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Padang Lawas berharap proses penyusunan RDTR dan KLHS tersebut dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang mampu menjadi pedoman pembangunan Kota Sibuhuan sekaligus memberikan kepastian dalam pemanfaatan ruang.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_8645_Bupati-Palas-Putra-Mahkota-Alam-Buka-Konsultasi-Publik-RDTR-Sibuhuan--Dorong-Ibu-Kota-Kabupaten-Lebih-Tertata.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285457/bupati-palas-putra-mahkota-alam-buka-konsultasi-publik-rdtr-sibuhuan-dorong-ibu-kota-kabupaten-lebih-tertata/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pria 41 Tahun Tak Jerah Ditangkap Polres Padangsidimpuan di Sitamiang, Temukan 11 Bungkus Diduga Ganja</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pria 41 Tahun Tak Jerah Ditangkap Polres Padangsidimpuan di Sitamiang, Temukan 11 Bungkus Diduga Ganja]]></title>
            <description><![CDATA[Pria 41 Tahun Tak Jerah Ditangkap Polres Padangsidimpuan di Sitamiang, Temukan 11 Bungkus Diduga Ganja]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padangsidimpuan | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Padangsidimpuan mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis ganja di wilayah Kota Padangsidimpuan. Seorang pria berinisial MS (41) kembali lagi diamankan petugas untuk kesekian kalinya, saat berada di Jalan S.M. Raja, Kelurahan Sitamiang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Rabu (19/8/2026) malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam penindakan tersebut, polisi menyita sejumlah bungkusan yang diduga berisi ganja dengan total berat bruto mencapai 10,11 gram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima jajaran Satresnarkoba terkait dugaan aktivitas peredaran ganja di kawasan Jalan S.M. Raja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat yang turut membantu kepolisian dalam mengungkap dugaan peredaran narkotika. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti melalui proses penyelidikan sesuai ketentuan hukum,&quot; ujar AKBP Noval.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, Polres Padangsidimpuan berkomitmen untuk terus melakukan pemberantasan peredaran narkotika, termasuk menindak jaringan yang berada di balik peredaran barang terlarang tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku peredaran narkotika. Penindakan akan terus dilakukan untuk menjaga Kota Padangsidimpuan agar tetap aman dan kondusif,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengungkapan kasus ini bermula sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, personel Opsnal Satresnarkoba memperoleh informasi masyarakat mengenai seorang pria yang diduga kerap mengedarkan narkotika jenis ganja di kawasan Jalan S.M. Raja, Kelurahan Sitamiang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan di lokasi. Tidak lama kemudian, petugas melihat seorang pria dewasa yang dinilai mencurigakan sedang berdiri di depan sebuah rumah yang tidak berpagar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petugas selanjutnya mengamankan pria tersebut. Dari pemeriksaan awal, pria itu diketahui berinisial MS dan berdomisili di kawasan Jalan S.M. Raja, Kelurahan Batunadua Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu bungkusan kertas warna putih yang diduga berisi ganja dari kantong celana bagian depan sebelah kanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petugas kemudian menemukan sebuah kotak rokok merek Surya di kantong belakang sebelah kiri. Di dalam kotak tersebut terdapat sejumlah bungkusan yang diduga berisi narkotika jenis ganja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari penggeledahan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa enam bungkusan kertas warna cokelat berisi diduga ganja dengan berat bruto 5,75 gram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, ditemukan lima bungkusan kertas warna putih yang juga diduga berisi ganja dengan berat bruto 4,36 gram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, keseluruhan barang bukti yang diamankan memiliki berat bruto sekitar 10,11 gram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi juga menyita satu kotak rokok merek Surya yang digunakan untuk menyimpan sejumlah bungkusan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pemeriksaan awal, MS diduga mengaku memperoleh barang tersebut dari seorang pria berinisial R yang saat ini masih dalam penyelidikan. Barang tersebut disebut diperoleh dengan harga Rp150.000 dan rencananya akan dijual kembali secara eceran dengan harga sekitar Rp15.000 per bungkus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut, MS bersama seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Kantor Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proses penangkapan dan penggeledahan turut didampingi Kepala Lingkungan III Kelurahan Sitamiang, Sulaiman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres Padangsidimpuan menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah hukumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungannya. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam memutus peredaran narkoba,&quot; kata Noval.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat ini, tersangka dan barang bukti masih menjalani proses pemeriksaan di Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, termasuk mendalami asal-usul barang dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_663_Pria-41-Tahun-Tak-Jerah-Ditangkap-Polres-Padangsidimpuan-di-Sitamiang--Temukan-11-Bungkus-Diduga-Ganja.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285456/pria-41-tahun-tak-jerah-ditangkap-polres-padangsidimpuan-di-sitamiang-temukan-11-bungkus-diduga-ganja/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Propam Polres Tapsel Tegas! Anggota Diingatkan Jauhi Judi Online dan Pinjol Ilegal</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Propam Polres Tapsel Tegas! Anggota Diingatkan Jauhi Judi Online dan Pinjol Ilegal]]></title>
            <description><![CDATA[Propam Polres Tapsel Tegas! Anggota Diingatkan Jauhi Judi Online dan Pinjol Ilegal]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Tapsel | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali memperkuat pengawasan internal terhadap seluruh personel. Langkah tersebut dilakukan melalui Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktiblin) yang digelar pada Kamis, 20 Agustus 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan ini tidak hanya menyasar kedisiplinan dan kelengkapan personel, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan anggota <a href="https://www.sumut24.co/tag/polri/" target="_blank">Polri</a> agar menjauhi berbagai aktivitas digital yang berpotensi merusak citra pribadi maupun institusi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut adalah pencegahan keterlibatan personel dalam judi online (judol) serta pinjaman online ilegal (pinjol).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Plt. Kasi Propam Polres Tapsel, Ipda Afran Praja Siregar, S.H., menegaskan bahwa Gaktiblin merupakan bagian dari pengawasan dan pembinaan internal untuk memastikan setiap anggota tetap menjalankan tugas sesuai aturan serta menjaga kehormatan institusi <a href="https://www.sumut24.co/tag/polri/" target="_blank">Polri</a>.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami mengingatkan seluruh anggota agar tidak terlibat dalam judi online maupun pinjaman online ilegal yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, hingga mencoreng nama baik institusi,&quot; ujar Afran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, kemajuan teknologi digital harus dimanfaatkan secara positif oleh personel. Penggunaan media sosial maupun berbagai platform digital, kata dia, perlu dilakukan secara bertanggung jawab karena setiap tindakan anggota dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat kepada kepolisian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Setiap personel harus bijak dalam bermedia sosial dan selalu menjaga etika sebagai anggota <a href="https://www.sumut24.co/tag/polri/" target="_blank">Polri</a> di ruang publik maupun dunia digital,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pelaksanaan Gaktiblin, Propam Polres Tapsel juga melakukan pemeriksaan terhadap sikap tampang, kelengkapan personel, serta aspek kedisiplinan anggota.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan personel tetap tampil profesional sekaligus mematuhi ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Afran menegaskan, pengawasan terhadap personel tidak berhenti pada kegiatan Gaktiblin. Pembinaan dan pemeriksaan akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen Polres Tapsel dalam membangun sumber daya manusia <a href="https://www.sumut24.co/tag/polri/" target="_blank">Polri</a> yang disiplin, profesional dan memiliki integritas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Setiap anggota harus mampu menjaga perilaku, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langkah Propam tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kedisiplinan anggota <a href="https://www.sumut24.co/tag/polri/" target="_blank">Polri</a> tidak hanya diukur ketika mengenakan seragam dan menjalankan tugas di lapangan. Perilaku di luar kedinasan, termasuk aktivitas di ruang digital, juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_1503_Propam-Polres-Tapsel-Tegas--Anggota-Diingatkan-Jauhi-Judi-Online-dan-Pinjol-Ilegal.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285455/propam-polres-tapsel-tegas-anggota-diingatkan-jauhi-judi-online-dan-pinjol-ilegal/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel, Hairul Iman &quot;Jangan Mendahului Keputusan Forum</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel, Hairul Iman "Jangan Mendahului Keputusan Forum]]></title>
            <description><![CDATA[Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel, Hairul Iman &quotJangan Mendahului Keputusan Forum]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tabagsel | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjelang pelaksanaan Konferensi IX PWI Tabagsel Tahun 2026, sorotan terhadap kesiapan dan independensi panitia mulai mengemuka. Mantan Ketua PWI Tabagsel periode kelima dan keenam yang kini dipercaya sebagai Penasehat PWI Tabagsel, Hairul Iman Hasibuan, M.IKom., meminta seluruh panitia bekerja secara profesional dan tidak melampaui batas kewenangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hairul menilai, konferensi bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang untuk menentukan arah organisasi melalui mekanisme yang demokratis dan sesuai aturan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, menurutnya, setiap tahapan harus dijalankan secara tertib. Termasuk dalam persoalan pencalonan Ketua PWI Tabagsel yang dinilai tidak boleh diputuskan secara sepihak sebelum konferensi berlangsung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hairul menegaskan, panitia memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan dan menyukseskan pelaksanaan konferensi. Namun, posisi tersebut tidak otomatis memberikan kewenangan kepada panitia untuk menentukan siapa yang sah menjadi calon Ketua PWI Tabagsel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menjelaskan, persyaratan calon memang telah diatur dalam PD/PRT PWI. Akan tetapi, pemenuhan persyaratan dan pengesahan seseorang sebagai calon tetap harus mengikuti mekanisme persidangan konferensi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Persyaratan memang diatur dalam PD/PRT PWI, tetapi penetapan siapa yang memenuhi syarat sebagai calon secara sah dilakukan dalam forum konferensi, bukan sebelum konferensi,&quot; ujar Hairul Iman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, hal tersebut penting diperjelas sejak awal agar tidak muncul kesan bahwa hasil konferensi telah ditentukan sebelum peserta memasuki ruang persidangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hairul juga mengingatkan para bakal calon agar tidak terlalu dini membangun klaim mengenai siapa yang akan menjadi Ketua maupun susunan kepengurusan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai, pernyataan yang seolah-olah memastikan hasil konferensi sebelum pemilihan justru dapat memunculkan persepsi negatif dan mengganggu suasana demokratis organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Tidak tepat jika sebelum konferensi sudah ada pihak yang menyatakan, &#039hanya saya dan dia yang memenuhi syarat, saya jadi ketua dan dia jadi sekretaris, selesai&#039;. Menurut saya, itu terlalu percaya diri,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan nada santai namun tegas, Hairul mengingatkan bahwa keputusan akhir tidak berada di tangan kandidat maupun kelompok tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Yang menentukan bukan klaim pribadi, tetapi forum konferensi dan suara peserta. Iya kalau ada yang memilih, kalau tidak ada bagaimana?&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa dukungan politik organisasi sebelum konferensi belum dapat dipandang sebagai keputusan final.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hairul menjelaskan, proses menuju pemilihan Ketua PWI Tabagsel tidak berhenti pada pendaftaran bakal calon.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam mekanisme konferensi, peserta akan terlebih dahulu mengikuti rangkaian persidangan, termasuk pembahasan program kerja organisasi melalui sidang komisi. Setelah tahapan tersebut, proses kemudian berlanjut pada pencalonan Ketua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para bakal calon harus memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk memperoleh dukungan minimal lima suara dari anggota biasa sebagaimana mekanisme yang disebutkan dalam aturan organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, pemenuhan persyaratan tersebut tetap harus diuji dan diputuskan melalui forum persidangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, seseorang baru dapat dinyatakan sebagai calon setelah mekanisme konferensi menyatakan yang bersangkutan memenuhi seluruh ketentuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Jadi, jangan mendahului keputusan forum,&quot; tegas Hairul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Hairul, keberadaan panitia sangat penting karena menjadi bagian dari persiapan teknis pelaksanaan konferensi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panitia bertugas menyiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari administrasi, teknis kegiatan, tempat pelaksanaan, hingga aspek seremonial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, persoalan yang menyangkut kebijakan organisasi perlu dikoordinasikan oleh Ketua PWI Tabagsel dan jajaran pengurus dengan struktur organisasi di atasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Panitia pada prinsipnya bertugas menyiapkan dan melaksanakan aspek teknis serta seremonial konferensi. Panitia bukan pihak yang menetapkan atau mengesahkan siapa yang memenuhi syarat menjadi calon Ketua,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hairul berharap batas antara tugas teknis panitia dan kewenangan organisasi benar-benar dijaga. Sebab, menurut dia, tumpang tindih kewenangan justru berpotensi melahirkan polemik baru menjelang konferensi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai Penasehat PWI Tabagsel, Hairul menyatakan mendukung pelaksanaan konferensi yang terbuka, objektif dan demokratis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, ia memberikan catatan penting: transparansi tidak boleh ditafsirkan sebagai kebebasan untuk mengambil keputusan di luar kewenangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Saya mendukung proses yang transparan dan objektif. Namun, jangan sampai panitia mengambil kewenangan yang bukan menjadi tugasnya,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap seluruh peserta memperoleh informasi yang sama mengenai tahapan konferensi, persyaratan pencalonan, hingga mekanisme pemilihan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keterbukaan tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kecurigaan, prasangka maupun tudingan bahwa proses konferensi telah diarahkan kepada kepentingan tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain persoalan pencalonan, Hairul juga menyoroti mengenai waktu pelaksanaan Konferensi IX PWI Tabagsel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, terbentuknya panitia belum otomatis berarti seluruh jadwal konferensi dapat langsung ditetapkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Persiapan sebuah konferensi organisasi, kata dia, membutuhkan waktu dan koordinasi yang tidak singkat. Bahkan, prosesnya bisa berlangsung dua hingga tiga bulan, tergantung kesiapan teknis serta agenda organisasi pada tingkat provinsi maupun pusat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Apalagi PWI Sumut sendiri sedang mempersiapkan Konferensi PWI Sumut yang dijadwalkan November ini. Jadi, semua harus melalui koordinasi dan penjadwalan organisasi secara berjenjang,&quot; jelas Hairul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan kondisi tersebut, ia meminta seluruh pihak tidak terburu-buru membuat kesimpulan mengenai waktu pelaksanaan sebelum ada keputusan resmi dari struktur organisasi terkait.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih lanjut, Hairul menilai, tantangan terbesar menjelang konferensi bukan hanya memastikan siapa yang akan maju sebagai kandidat, tetapi menjaga agar proses demokrasi organisasi tetap berjalan sehat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, jika konferensi hanya dipandang sebagai arena perebutan kursi ketua, maka tujuan organisasi yang lebih besar berpotensi terabaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengingatkan seluruh bakal calon untuk menawarkan gagasan, program dan kapasitas kepemimpinan, bukan sekadar membangun klaim kemenangan sebelum bertanding.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Jangan membangun opini seolah-olah hasil konferensi sudah ditentukan sebelum konferensi berlangsung. Konferensi adalah forum demokrasi organisasi. Yang menentukan adalah aturan, forum persidangan dan suara peserta, bukan klaim atau pernyataan sepihak,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih jauh, Hairul berharap Konferensi IX PWI Tabagsel dapat menjadi momentum memperbaiki sekaligus memperkuat organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, siapa pun yang nantinya memperoleh mandat harus mampu merangkul seluruh anggota, meningkatkan kompetensi wartawan, memperkuat solidaritas serta memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan anggota.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Yang paling penting, jangan kita rusak proses konferensi hanya karena kepentingan sesaat. Berkompetisilah secara sehat, ikuti tahapan, hormati forum, dan serahkan keputusan kepada mekanisme organisasi,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pesan tersebut menjadi relevan di tengah meningkatnya dinamika menjelang konferensi. Sebab, semakin dekat sebuah kontestasi organisasi, semakin besar pula potensi munculnya manuver, klaim dukungan dan tarik-menarik kepentingan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, Konferensi IX PWI Tabagsel 2026 semestinya tidak hanya diuji dari siapa yang akhirnya terpilih, tetapi juga dari seberapa fair proses menuju keputusan tersebut dijalankan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi Hairul Iman, kepentingan pribadi dan kelompok tidak boleh ditempatkan di atas marwah organisasi. Kursi ketua hanya merupakan hasil akhir. Yang jauh lebih penting adalah memastikan proses konferensi berlangsung sesuai aturan, terbuka, demokratis dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh anggota.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_9301_Jelang-Konferensi-IX-PWI-Tabagsel--Hairul-Iman--quot-Jangan-Mendahului-Keputusan-Forum.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285454/jelang-konferensi-ix-pwi-tabagsel-hairul-iman-quotjangan-mendahului-keputusan-forum/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 18:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta]]></title>
            <description><![CDATA[Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p>Jakarta | Sumut24.co</p><p>TIAP tanggal 20 Agustus, Maroko seperti berhenti sejenak. Berdoa. Mengenang. Merayakan sebuah peristiwa besar bernama Thawrat al-Malik wa al-Sya&#039;b atau Revolusi Raja dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/rakyat/" target="_blank">Rakyat</a>. Bagi orang luar, mungkin ini terbaca seperti hari libur nasional biasa. Seremoni. Upacara. </p><p>Tapi bagi orang Maroko, dan bagi saya yang memimpin Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko, ini bukan sekadar urusan kalender merah. Ini urusan darah, air mata, dan kontrak batin antara takhta dan rakyatnya.</p><p>Saya merayakan Revolusi Raja dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/rakyat/" target="_blank">Rakyat</a> bersama Duta Besar Kerajaan Maroko, Redouane Houssaini, di kediamannya di Taman Mataram, Jakarta, pagi tadi, Kamis, 20 Agustus 2026. Sambil menikmati kopi pagi dan kudapan khas negeri senja, kami berbagi cerita. </p><p>Akar cerita Revolusi Raja dan rakyat ini dahsyat juga. Mundur ke 20 Agustus 1953. Pagi itu, penguasa kolonial Prancis mengambil keputusan yang mereka kira cerdas: membuang Sultan Mohammed V beserta keluarganya jauh-jauh ke Korsika, lalu dipindah lagi ke Madagaskar. Prancis jengkel. Sang Sultan bandel: menolak tunduk pada dekrit penjajah dan terang-terangan membela partai kemerdekaan Istiqlal. Logika penjajah sederhana: kalau kepalanya disingkirkan, tubuh perlawanannya pasti layu.</p><p>Keliru besar. Teori kolonial itu ambyar seketika. Dibuangnya sang Raja justru menyalakan sumbu dinamit perlawanan. Maroko meledak. Dari Casablanca sampai Fez, rakyat turun ke jalan. Mogok massal. Angkat senjata. Melakukan sabotase. Muncul tentara pembebasan di mana-mana. <a href="https://www.sumut24.co/tag/rakyat/" target="_blank">Rakyat</a> Maroko kirim pesan benderang: kami tidak butuh raja boneka bentukan asing; pulangkan Raja kami, atau negeri ini tidak akan pernah damai!</p><p>Dua tahun Prancis babak belur menghadapi kemarahan rakyat. Mau tidak mau, Prancis menyerah. Tanggal 16 November 1955, Sultan Mohammed V dipulangkan ke negerinya. Disambut bak pahlawan besar. Begitu mendarat, sang Sultan langsung berpidato.</p><p>Kalimatnya menjadi legenda hingga detik ini:</p><p>"Kita baru saja kembali dari jihad kecil, perjuangan meraih kemerdekaan, menuju jihad besar, yaitu perjuangan membangun bangsa dan kemakmuran rakyat." </p><p>Empat bulan setelahnya, Maret 1956, Maroko resmi merdeka penuh.</p><p>Bagi kita di Indonesia, cerita seperti ini bikin bulu kuduk merinding. Sangat akrab. Sangat nyambung. Dulu, Bung Karno getol membela kemerdekaan bangsa-bangsa di Afrika Utara.</p><p>Di Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung 1955, Bung Karno berseru lantang membakar ruangan: </p><p>"Kolonialisme belum mati... ia belum melepaskan cengkeramannya pada bagian-bagian dunia kita!"</p><p>Delegasi Maroko hadir di Bandung, menghirup udara kebebasan, lalu membawanya pulang sebagai amunisi moral membebaskan negeri mereka. Sejak itulah, Jakarta dan Rabat diikat oleh benang merah persaudaraan yang amat tebal.</p><p>Nilai revolusi 1953 itu tidak mati di museum. Di era kepemimpinan cucu beliau, Yang Mulia Raja Mohammed VI, ruh perlawanan itu diubah jadi etos kerja keras. Dari jihad senjata menjadi jihad pembangunan infrastruktur, industrialisasi, hingga energi hijau.</p><p>Saya sudah berkali-kali ke Maroko. Bukan cuma duduk di lobi hotel mewah di Casablanca atau jalan-jalan santai menikmati eksotisme Rabat dan Fez. Saya terbang jauh ke selatan. Mendarat di Laayoune. Menyusuri Dakhla. Menatap langsung hamparan Sahara Maroko yang luar biasa luasnya.</p><p>Di Sahara itulah saya terperangah. Dulu banyak orang membayangkan wilayah selatan Maroko hanyalah padang pasir gersang yang sepi. Nyatanya tidak! Di sana pelabuhan raksasa dibangun, jalan tol membentang mulus, jaringan logistik ditata rapi, dan sentra-sentra ekonomi lokal bergerak kencang. Warganya antusias. Ada rasa bangga yang menyala-nyala di mata anak-anak muda Sahara yang saya ajak ngobrol santai di warung kopi.</p><p>Dari obrolan demi obrolan dengan wartawan senior, profesor kampus, menteri, sampai sopir taksi di jalanan, saya menangkap satu pola yang sama: mereka bangga pada negerinya dan loyal pada rajanya. Ikatan itu bukan doktrin bikinan negara. Itu adalah memori kolektif yang mengalir di urat nadi sejak 1953. Raja melindungi rakyat, rakyat menjaga marwah takhta.</p><p>Soal integritas wilayah, Raja Mohammed VI pernah berpidato sangat tegas tanpa tedeng aling-aling:</p><p>"Isu Sahara adalah tolak ukur integritas Maroko; ini adalah prisma yang melaluinya Maroko memandang lingkungan internasionalnya."</p><p>Tegas. Jelas. Dan rakyat berdiri kokoh tepat di belakang sang Raja mengawal kalimat tersebut.</p><p>Bagi kami di Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko, modal historis dan sosiologis semacam ini adalah harta karun diplomasi. Sayang sekali kalau persahabatan sehangat ini cuma mentok jadi rilis berita diplomatik formal. Makanya, kami terus dorong pertukaran media, kolaborasi kampus, hingga jembatan dagang yang konkret antara pelaku usaha Indonesia dan Maroko. Dua negara yang sama-sama lahir dari kawah candradimuka anti-penjajahan mestinya bisa jalan bareng memimpin kerja sama Global South.</p><p>Dunia hari ini bisa belajar banyak dari apa yang terjadi di Maroko tiap tanggal 20 Agustus. Kekuatan suatu negara itu ternyata bukan semata-mata dihitung dari seberapa canggih tank dan jet tempurnya, atau seberapa tebal cadangan devisanya. Kekuatan sejati itu ada pada tingginya tingkat saling percaya (mutual trust) antara pemimpin dan rakyatnya. Kalau pemimpin dan rakyat sudah sehati sejiwa, badai geopolitik seganas apa pun pasti bisa dilewati.</p><p>Dari Jakarta untuk Rabat, saya ucapkan selamat memperingati Hari Revolusi Raja dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/rakyat/" target="_blank">Rakyat</a> kepada Yang Mulia Raja Mohammed VI dan seluruh rakyat Maroko. Dirgahayu persaudaraan Indonesia-Maroko. Persahabatan yang bermula dari keringat dan air mata sejarah, kini saatnya berbuah kemakmuran bersama.</p><p>Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko</p><p>Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_6363_Revolusi-Raja-dan-Rakyat--dari-Sahara-ke-Jakarta.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285453/revolusi-raja-dan-rakyat-dari-sahara-ke-jakarta/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kedaulatan Dimulai dari Perut Bumi: Hilirisasi Mineral sebagai Senjata Industri Indonesia</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 18:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kedaulatan Dimulai dari Perut Bumi: Hilirisasi Mineral sebagai Senjata Industri Indonesia]]></title>
            <description><![CDATA[Dari Perut Bumi untuk Negeri Menguji Janji Hilirisasi Menuju Kedaulatan Mineral Indonesia]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh: Ismail Nasution<p><br><br>Kedaulatan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari batas wilayah di peta, tidak hanya dari bendera yang berkibar atau lagu kebangsaan yang dikumandangkan. Kedaulatan sejati berakar pada kemampuan bangsa itu berdiri di atas kakinya sendiri&mdash;menguasai sumber daya, mengendalikan industri, dan menentukan nasib ekonominya sendiri. Bagi Indonesia, langkah pertama menuju kedaulatan itu dimulai dari tempat yang paling mendasar: dari kedalaman perut bumi. Di sana tersimpan nikel, bauksit, tembaga, timah, dan tanah jarang&mdash;bahan baku yang menjadi urat nadi peradaban modern. Selama puluhan tahun, kita membiarkannya pergi dalam bentuk mentah, hanya untuk kembali dengan harga berkali lipat. Kini, Indonesia mengangkat senjata paling ampuh: hilirisasi. Bukan sekadar kebijakan ekonomi, melainkan pernyataan kemerdekaan yang tegas: kekayaan alam ini adalah milik rakyat, dan nilainya harus bertahan di tanah air, menjadi fondasi industri nasional, serta menjadi benteng kedaulatan bangsa.<br> &lt;/p&gt; &lt;p&gt; <br>I. Luka Lama: Kekayaan yang Menjadi Ketergantungan<br><br>Sejak lama, Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya raya. Peta cadangan mineral dunia menempatkan kita di posisi teratas untuk nikel, bauksit, timah, dan tembaga. Namun di balik kemewahan itu tersimpan luka yang tak kunjung sembuh: kita kaya alam, namun miskin nilai. Selama puluhan tahun, bijih tambang digali, dimuat ke kapal-kapal besar, dan dikirim ke luar negeri dalam bentuk mentah. Kita hanya menjual "batu berharga" dengan harga murah, sementara negara pengolahnya mendapatkan keuntungan puluhan hingga ratusan kali lipat dari produk jadi yang kemudian dijual kembali ke kita.<br><br>Pada 2019, sebelum kebijakan hilirisasi diberlakukan, nilai ekspor bijih nikel Indonesia hanya sekitar US$ 1,3 miliar. Namun setelah diolah menjadi baja tahan karat di negeri orang, nilainya melonjak menjadi US$ 21 miliar. Belum lagi jika diolah lebih lanjut menjadi bahan katoda baterai yang nilainya bisa berkali lipat lebih tinggi. Artinya, setiap tahun kita kehilangan ratusan triliun rupiah potensi pendapatan, kesempatan kerja, dan kemajuan teknologi yang seharusnya menjadi milik anak bangsa.<br><br>Lebih pahit lagi: daerah penghasil tambang justru sering menjadi daerah tertinggal. Jalan rusak, sungai tercemar, hutan gundul, namun kesejahteraan masyarakat tak kunjung datang. Kekayaan perut bumi hanya lewat sebentar, lalu pergi meninggalkan luka dan kerusakan. Kita bukan tuan atas tanah sendiri&mdash;kita hanyalah pengantar barang untuk industri negara lain. Inilah bentuk ketergantungan yang paling menyakitkan: kaya raya, namun tetap tunduk pada harga dan kehendak pihak asing. Jika kedaulatan itu berarti bebas menentukan nasib sendiri, maka selama ini kita belum benar-benar merdeka. Karena kita tidak menguasai apa yang ada di bawah tanah, apalagi apa yang menjadi produk di atasnya.<br> &lt;/p&gt; &lt;p&gt; <br>II. Senjata Baru: Hilirisasi sebagai Pernyataan Merdeka<br><br>Pada 2020, pemerintah Indonesia mengambil keputusan yang mengubah peta ekonomi dunia: melarang ekspor bijih nikel. Kebijakan itu kemudian diperluas&mdash;bauksit mulai 2024, tembaga dan timah pada 2025, serta komoditas lainnya secara bertahap. Tujuannya sederhana namun radikal: jika ingin mengambil mineral dari bumi Indonesia, Anda harus mengolahnya di sini.<br><br>Keputusan ini bukan tanpa risiko. Saat pertama kali diumumkan, banyak pihak meragukan kemampuan Indonesia. Kita belum punya teknologi memadai, belum punya tenaga ahli, dan infrastruktur pendukung masih banyak kekurangan. Namun keraguan itu perlahan runtuh digantikan oleh kenyataan yang luar biasa. Dalam waktu kurang dari lima tahun, Indonesia bertransformasi dari pengekspor bijih mentah menjadi pusat pengolahan nikel terbesar di dunia. Lebih dari 50 smelter berdiri di Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua. Kawasan Industri Morowali dan Halmahera kini menjadi nama yang diketahui oleh setiap pelaku industri global.<br><br>Nilai ekspor produk olahan nikel melonjak dari US$ 13 miliar pada 2020 menjadi lebih dari US$ 38 miliar pada 2025. Itu bukan sekadar angka. Itu adalah bukti bahwa kita mampu berdiri sendiri. Bahwa kita tidak lagi harus menjual kekayaan dengan murah. Bahwa perut bumi kita bisa menjadi mesin industri, bukan sekadar gudang bahan baku bagi negara lain.<br><br>Hilirisasi bukan sekadar soal menambah nilai jual. Ia adalah senjata kedaulatan. Dengan menguasai hulu industri&mdash;bahan baku&mdash;dan membangun pengolahan di dalam negeri, Indonesia kini memegang kendali atas rantai pasok global. Dunia butuh nikel untuk baterai kendaraan listrik, untuk panel surya, untuk teknologi masa depan. Dan sebagian besar cadangannya ada di tangan kita. Itu bukan sekadar keuntungan ekonomi. Itu adalah kekuatan tawar yang belum pernah dimiliki Indonesia sebelumnya. Kekuatan untuk menentukan harga, untuk menarik investasi, untuk menuntut alih teknologi, dan untuk berbicara setara dengan bangsa-bangsa maju di dunia.<br> &lt;/p&gt; &lt;p&gt; <br>III. Dari Tambang hingga Teknologi: Membangun Kekuatan yang Tak Tergoyahkan<br><br>Namun hilirisasi baru berfungsi sebagai senjata jika ia tidak berhenti di satu titik. Membangun smelter hanyalah langkah pertama. Tujuan sejatinya jauh lebih besar: membangun rantai industri yang utuh, dari hulu hingga hilir, sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada negara lain dalam hal apa pun.<br><br>Hingga pertengahan 2026, Indonesia sudah tidak hanya mengolah bijih menjadi logam. Kita sudah mulai masuk ke industri turunan: pembuatan bahan katoda baterai, perakitan paket baterai, hingga perakitan kendaraan listrik. Rantai pasok mulai terbentuk di dalam negeri&mdash;sesuatu yang hanya dimiliki oleh sedikit negara di dunia. Artinya, kekayaan perut bumi kita tidak lagi berhenti di pelabuhan ekspor, tetapi berlanjut menjadi produk jadi yang bernilai tinggi, yang bisa digunakan untuk kepentingan bangsa sendiri maupun diekspor ke seluruh dunia.<br><br>Lapangan kerja pun berubah sifatnya. Dulu, yang tersedia hanyalah pekerjaan kasar di tambang. Kini, ada posisi insinyur, peneliti, teknisi manufaktur, pengendali kualitas, hingga pengembang teknologi. Sumber daya manusia Indonesia mulai dilatih untuk menguasai teknologi tinggi, bukan sekadar mengangkat beban berat. Ini adalah investasi jangka panjang: mengubah bangsa yang hanya bisa mengambil dari bumi, menjadi bangsa yang mampu menciptakan sesuatu dari bumi itu sendiri.<br><br>Namun di sini pula letak tantangan terbesarnya. Sebagian besar teknologi inti masih dikuasai investor asing. Posisi pengambil keputusan dan ahli teknologi masih didominasi tenaga asing. Jika ini terus berlanjut, kita hanya menjadi "tuan rumah yang menyewakan tanah", tanpa benar-benar menguasai alat dan ilmu pengetahuan. Senjata yang kita pegang bisa saja berbalik menyerang kita sendiri jika kita tidak tahu cara menggunakannya. Oleh karena itu, alih teknologi dan penguasaan ilmu pengetahuan harus menjadi syarat mutlak bagi setiap investasi. Kita tidak hanya menginginkan pabrik berdiri&mdash;kita menginginkan otak di balik pabrik itu juga menjadi milik kita.<br> &lt;/p&gt; &lt;p&gt; <br>IV. Ujian Berat: Kedaulatan Harus Berarti Keadilan dan Kelestarian<br><br>Kekuatan senjata hilirisasi tidak hanya diukur dari seberapa besar devisa yang masuk, tetapi juga dari seberapa adil dan berkelanjutan penggunaannya. Di tengah kemajuan yang pesat, ada tiga tantangan besar yang harus dihadapi dengan jujur dan berani, jika tidak ingin kedaulatan itu menjadi kosong dan berarti.<br><br>Pertama, kedaulatan harus berarti keadilan bagi rakyat. Daerah penghasil tambang belum merasakan keadilan yang nyata. Dana bagi hasil memang mengalir, namun penyerapannya belum optimal, pembangunan infrastruktur masih tertinggal, dan kesenjangan antara masyarakat lokal dengan pendatang serta tenaga kerja asing semakin terlihat. Kekayaan yang diambil dari tanah leluhur harus dikembalikan dalam bentuk pembangunan yang nyata: jalan, rumah layak, pendidikan berkualitas, kesehatan terjamin, dan kesempatan berusaha yang setara bagi semua. Jika hanya segelintir pihak yang menikmati hasilnya, maka kedaulatan itu hanyalah kata-kata kosong.<br><br>Kedua, kedaulatan harus berarti tanggung jawab terhadap bumi. Ekspansi tambang dan industri pengolahan yang masif membawa risiko nyata: kerusakan hutan, pencemaran sungai, gangguan pada mata air, dan perubahan lanskap yang merugikan masyarakat adat. Kemajuan ekonomi tidak boleh dibayar dengan merusak bumi yang memberi kita hidup. Pengawasan harus diperketat, sanksi harus tegas, dan kewajiban pemulihan lingkungan harus dijalankan dengan serius. Kekayaan yang kita ambil hari ini tidak boleh merampas hak generasi mendatang. Karena kedaulatan sejati bukan hanya milik generasi sekarang&mdash;ia juga milik anak cucu kita yang belum lahir.<br><br>Ketiga, kedaulatan harus berarti keteguhan menghadapi tekanan dunia. Kebijakan hilirisasi sempat digugat beberapa negara ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Meskipun Indonesia menang di tingkat banding, tekanan terus datang dalam berbagai bentuk: aturan perdagangan yang ketat, tekanan diplomatik, hingga upaya negara lain mencari sumber mineral alternatif demi mengurangi ketergantungan pada kita. Ini pelajaran berharga: kemerdekaan ekonomi harus dijaga dengan keteguhan hati. Kita tidak boleh bergantung pada satu pasar, satu negara, atau satu jalur perdagangan. Kita harus terus memperluas pasar, membangun kemitraan yang setara, dan tidak takut berdiri sendiri jika itu demi kepentingan rakyat.<br> &lt;/p&gt; &lt;p&gt; <br>V. Penutup: Perut Bumi adalah Akar Kedaulatan<br><br>Kita sedang berada di persimpangan sejarah yang menentukan arah bangsa ini untuk puluhan tahun ke depan. Pilihan ada di tangan kita: kembali menjadi pengekspor bijih mentah yang murah dan bergantung pada kehendak negara lain&mdash;atau terus melangkah maju, membangun industri yang mandiri, menguasai teknologi, dan menjadikan kekayaan alam ini sebagai fondasi kedaulatan yang sesungguhnya.<br><br>Hilirisasi bukanlah tujuan akhir. Ia adalah jalan. Ia adalah senjata. Dan seperti senjata apa pun, ia hanya bermanfaat jika dipegang dengan tangan yang kuat, diarahkan dengan tujuan yang benar, dan dijaga dengan kesetiaan pada kepentingan rakyat.<br><br>Kedaulatan dimulai dari perut bumi. Ia dimulai ketika kita berani berkata: "ini milik kami, dan kami akan mengelolanya untuk kebaikan kami sendiri." Namun ia tidak berakhir di sana. Ia berlanjut ketika kita mampu mengubah batu menjadi logam, logam menjadi mesin, mesin menjadi teknologi, dan teknologi menjadi kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.<br><br>Mari kita junjung tinggi semangat itu. Bahwa kekayaan alam bukan untuk dijual lari ke luar negeri. Bahwa perut bumi bukan gudang sementara bagi orang asing. Bahwa ia adalah akar dari pohon kedaulatan kita&mdash;yang jika dirawat dengan bijak, akan tumbuh menjadi bangsa yang kuat, merdeka, dan dihormati di tengah dunia.<br><br>Kedaulatan dimulai dari perut bumi. Namun ia berakhir di tangan kita&mdash;di tangan rakyat Indonesia.</p><p><br></p><p></p>Untuk Lomba Karya TulisMediaMIND 2026<p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_9463_Dari-Perut-Bumi-untuk-Negeri--Menguji-Janji-Hilirisasi-Menuju-Kedaulatan-Mineral-Indonesia.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285452/kedaulatan-dimulai-dari-perut-bumi-hilirisasi-mineral-sebagai-senjata-industri-indonesia/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">GPIB Immanuel Kunjungan Ke Masjid Agung</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 18:05:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[GPIB Immanuel Kunjungan Ke Masjid Agung]]></title>
            <description><![CDATA[GPIB Immanuel Kunjungan Ke Masjid Agung]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN - Pengurus Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Majelis Jemaat Immanuel Medan yang berada di Jalan  Pangeran Diponegoro melakukan kunjungan seraya memperkenalkan Ketua Majelis jemaat yang baru ke  <a href="https://www.sumut24.co/tag/masjid/" target="_blank">Masjid</a> Agung Medan, Kamis (20/8/2026).<br>Kunjungan pengurus GPIB yang dipimpin pendeta Salmon Leatimia itu diterima Ketua BKM Agung Medan DR Impun Siregar beserta jajaran pengurus BKM. Seperti diketahui Gereja Immanuel dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/masjid/" target="_blank">Masjid</a> Agung lokasinya berhadap-hadapan di Jalan P Diponegoro Medan.<br>Dalam pertemuan yang penuh keakraban itu pendeta Salmon memperkenalkan diri sebagai ketua majelis jemaat yang baru seraya memperkenalkan kepengurusan yang dibawanya.<br>Selain memperkenalkan pengurus yang baru, dia juga mengajak jajaran BKM Agung Medan untuk melakukan kegiatan di luar bidang agama, yakni program peningkatan ekonomi rakyat. <br>Mereka juga  berharap dapat ikut serta dalam kolaborasi kegiatan sosial untuk membantu warga miskin di kota ini.<br>Ketua BKM DR Impun Siregar pada kesempatan itu menyambut baik  apa yang direncanakan dan berharap kerjasama ini bisa terlaksana.<br>Dia juga menjelaskan tentang pentingnya menjaga kerukunan beragama di kota ini yang sudah terjalin sangat baik.<br>Katanya dalam kehidupan beragama jangan membeda-bedakan yang sama dan jangan menyamakan yang berbeda-beda.<br>Kunjungan itu juga diakhiri dengan melihat  ruang  utama masjid dimana pendeta Salmon ditemani Ketua BKM DR Impun Siregar, Bendahara H Darwin, H Abdulah Matondang dan Sekum H Hendra DS .rel]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_9134_GPIB-Immanuel-Kunjungan-Ke-Masjid-Agung.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285451/gpib-immanuel-kunjungan-ke-masjid-agung/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rakor SPPG Se-Sumut Memanas, Ombudsman: SPPG Tak Punya SLHS, IPAL dan Sebabkan Keracunan Harus Ditutup</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 16:36:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rakor SPPG Se-Sumut Memanas, Ombudsman: SPPG Tak Punya SLHS, IPAL dan Sebabkan Keracunan Harus Ditutup]]></title>
            <description><![CDATA[Rakor SPPG SeSumut Memanas, Ombudsman SPPG Tak Punya SLHS, IPAL dan Sebabkan Keracunan Harus Ditutup]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan - Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengundang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Sumut dalam Rapat Koordinasi Pengawasan (<a href="https://www.sumut24.co/tag/rakor/" target="_blank">Rakor</a>was) Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/rakor/" target="_blank">Rakor</a> tersebut dihadiri oleh Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin dan Syafrida Rachmawati Rasahan, serta jajaran terkait pelaksanaan program MBG di Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin menegaskan bahwa Ombudsman RI memiliki mandat dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang menggunakan anggaran negara sehingga pelaksanaannya menjadi bagian yang dapat diawasi oleh Ombudsman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah dan menggunakan uang negara. Karena itu, Ombudsman memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya,&quot; ujar Fikri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gubernur Sumut Tekankan Mutu, Keamanan Pangan, dan Akuntabilitas<br>Dalam sambutan Gubernur Sumatera Utara yang disampaikan oleh Pelaksanatugas Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Timur Tunanggor, ditegaskan bahwa Program MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tumanggor menekankan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian seluruh SPPG. Pertama, memperkuat komitmen terhadap mutu dan keamanan pangan. Dalam hal ini, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Limbah ( IPAL)  harus menjadi standar minimal yang tidak dapat ditawar.<br>" Tidak ada SLHS dan IPAL tutup permanen SPPG," kata Tumanggor. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, kebersihan juru masak dan keamanan air harus dipastikan, serta sanitarian puskesmas perlu dilibatkan sebagai mitra dalam melakukan pengawasan secara rutin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dinas kesehatan, dan pemangku kepentingan terkait agar proses distribusi maupun pengawasan Program MBG dapat berjalan secara optimal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga, mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dengan membuka ruang bagi pengawasan dari berbagai pihak, termasuk Ombudsman dan DPRD. Kritik dan masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan program.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keempat, memperhatikan kearifan lokal dalam penyusunan menu MBG agar makanan yang disajikan sesuai dengan karakteristik daerah sekaligus dapat diterima dan disukai oleh anak-anak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasil Pemeriksaan Laboratorium<br>Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) wilayah Medan yang membawahi Sumatera Utara dan Aceh, Donal Simanjuntak, menyampaikan, hasil pemeriksaan laboratorium provinsi, pemeriksaan terhadap sampel ratusan siswa di Brastagi, Karo yang keracunan usai menyantap menu MBG dilakukan dari aspek kimia dan mikrobiologi. Untuk pemeriksaan kimia, hasil pemeriksaan menunjukkan negatif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;" Sementara itu, pada pemeriksaan bakteri ditemukan dua sampel yang menunjukkan adanya bakteri, yakni sampel dari dapur dan sekolah," kata Donal. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disampaikan pula bahwa biaya penanganan korban ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN), sedangkan rujukan ke RS Haji menggunakan skema Universal Health Coverage (UHC).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara melalui Andi Kusmawan menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium dilakukan terhadap dua aspek, yakni kimia dan mikrobiologi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada pemeriksaan kimia, sampel yang diperiksa antara lain ikan dencis botan, tahu goreng saus, sayur kol dan wortel, serta melon. Hasil pemeriksaan menunjukkan negatif terhadap parameter formalin, boraks, arsen, sianida, dan nitrit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk pemeriksaan mikrobiologi yang dilakukan pada 16 Agustus 2026 dengan menggunakan sampel makanan sisa dan muntahan, ditemukan beberapa hasil positif.<br>Pada sampel nasi putih ditemukan bakteri Bacillus cereus, sementara pada ikan dencis ditemukan Staphylococcus aureus. Pada sampel buah melon ditemukan E. coli, sedangkan sampel muntahan menunjukkan adanya Staphylococcus aureus.<br>Dari pemeriksaan tersebut, pada sampel lainnya tidak ditemukan penyebab keracunan makanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; *Kejadian Berulang* &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ombudsman menilai kejadian gangguan kesehatan dalam pelaksanaan Program MBG perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi kembali terjadi apabila pola kerja dan tata kelola tidak segera diperbaiki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan data peristiwa yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, kejadian serupa telah terjadi satu kali pada 2025 dan empat kali pada 2026, dengan jumlah korban secara keseluruhan mencapai kurang lebih 800 orang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fikri Yasin menegaskan bahwa Ombudsman akan mendorong tindakan tegas terhadap SPPG yang melakukan pelanggaran berat, termasuk merekomendasikan penutupan SPPG yang terbukti melakukan kesalahan serius. Hal tersebut, menurutnya, telah didiskusikan dengan Kepala BGN.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Untuk SPPG yang melakukan kesalahan, terutama yang permasalahannya cukup berat termasuk tidak punya SLHS dan IPAL, Ombudsman akan merekomendasikan untuk ditutup,&quot; tegas Fikri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anggota Ombudsman RI, Syafrida R. Rasahan, menekankan koordinasi antara Kantor Regional BGN Sumut dan KPPG. Menurutnya, kedua pihak memiliki mandat dari BGN, tetapi berdasarkan temuan di lapangan masih terdapat kondisi di mana koordinasi dan kolaborasi belum berjalan optimal." Saya minta Kepala Regional BGN jangan sibuk untuk hal yang tidak bagian Program MBG. Urusan pemasok bahan makanan bukan urusan Kepala Regional," kata Syafrida usai acara. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syafrida juga menyoroti masih adanya sekitar 200 SPPG yang belum memiliki Sertifikat SLHS dan IPAL meskipun sebagian SPPG telah beroperasi hampir satu tahun. Beberapa di antaranya, menurut keterangan yang disampaikan dalam kegiatan, berada di wilayah Medan  dan Kabupaten Deli Serdang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Utara, Herdensi, menegaskan bahwa MBG merupakan program prioritas Presiden yang harus didukung bersama agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Herdensi, SPPG sebagai bagian dari pelaksana program harus memastikan pelaksanaan MBG berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan persoalan yang justru mengganggu pencapaian tujuan program.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Program MBG ini merupakan program prioritas Presiden. Semestinya SPPG yang diamanatkan untuk mendukung keberhasilan program ini tidak kemudian menjadi hal yang mengganggu irama pencapaian target. Kami berharap peristiwa seperti ini tidak terulang kembali,&quot; kata Herdensi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara berharap hasil rapat koordinasi tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan koordinasi antara SPPG, KPPG, Kantor Regional, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, serta memastikan Program MBG terlaksana secara aman, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan standar pelayanan publik.red]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_6072_Rakor-SPPG-Se-Sumut-Memanas--Ombudsman--SPPG-Tak-Punya-SLHS--IPAL-dan-Sebabkan-Keracunan-Harus-Ditutup.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285450/rakor-sppg-sesumut-memanas-ombudsman-sppg-tak-punya-slhs-ipal-dan-sebabkan-keracunan-harus-ditutup/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Motor Hilang dari Ruang Tamu, Jejaknya Berujung di Marketplace Facebook</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 12:52:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Motor Hilang dari Ruang Tamu, Jejaknya Berujung di Marketplace Facebook]]></title>
            <description><![CDATA[Motor Hilang dari Ruang Tamu, Jejaknya Berujung di Marketplace Facebook]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>Deliserdang- Sepeda motor Honda Vario 125 milik seorang mahasiswa di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, ditemukan setelah diduga dicuri dari dalam rumah korban. Polisi kemudian mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut setelah sepeda motor ditemukan ditawarkan melalui Marketplace Facebook.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pria berinisial RF (29) diamankan Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di kawasan Medan Sunggal, Kota Medan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peristiwa tersebut bermula pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB di Jalan Ujung Serdang, Gang Martabe, Dusun II, Desa Ujung Serdang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat itu, korban berinisial MMS (19) bangun pagi dan mendapati sepeda motor Honda Vario 125 miliknya yang sebelumnya diparkir di ruang tamu rumah sudah tidak berada di tempat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, sepeda motor tersebut dalam kondisi stang terkunci, sementara kunci kontak disimpan korban di dalam tas yang tergantung di ruang tamu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Korban kemudian mendapati pintu depan rumah dalam keadaan terbuka. Pada saat yang sama, korban mengetahui bahwa RF, yang sebelumnya menumpang tidur di rumahnya, juga sudah tidak berada di tempat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Korban selanjutnya berusaha mencari keberadaan RF dan sepeda motornya. Dalam pencarian tersebut, korban menemukan sepeda motor miliknya ditawarkan melalui aplikasi jual beli Marketplace Facebook.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Korban kemudian berpura-pura bermaksud membeli sepeda motor tersebut dan melakukan komunikasi hingga disepakati pertemuan di wilayah Medan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti personel Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa. Personel yang dipimpin Kanit Reskrim IPTU Hotman Barus, S.H., melakukan penawaran melalui pesan Marketplace Facebook untuk mengatur pertemuan dengan terduga pelaku dalam transaksi jual beli sepeda motor Honda Vario 125.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah mengetahui lokasi pertemuan di wilayah Medan Sunggal, personel bergerak ke lokasi. RF kemudian berhasil diamankan bersama satu unit sepeda motor Honda Vario 125 yang diduga merupakan kendaraan milik korban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;RF beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolsek Tanjung Morawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan hasil interogasi, RF mengakui telah melakukan pencurian terhadap satu unit sepeda motor Honda Vario 125 tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain sepeda motor, dalam laporan korban juga disebutkan satu unit telepon seluler merek Infinix Smart 9 turut hilang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiel sekitar Rp11,5 juta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pengungkapan perkara ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit Honda Vario 125 dan satu eksamplar BPKB kendaraan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolresta Deli Serdang melalui Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H. Damanik, S.H., M.H., membenarkan adanya pengamanan seorang terduga pelaku dalam perkara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Terduga pelaku telah diamankan bersama barang bukti dan diserahkan kepada penyidik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi serta melengkapi alat bukti dan barang bukti yang berkaitan dengan perkara ini,&quot; ujar AKP Jonni.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat ini, RF telah diserahkan kepada penyidik untuk menjalani pemeriksaan. Penyidik selanjutnya melakukan proses hukum dan melengkapi berkas perkara sesuai ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perkara tersebut ditangani berdasarkan Pasal 477 Ayat (1) huruf (e) KUHPidana.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_7756_Motor-Hilang-dari-Ruang-Tamu--Jejaknya-Berujung-di-Marketplace-Facebook.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285449/motor-hilang-dari-ruang-tamu-jejaknya-berujung-di-marketplace-facebook/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pengedar Sabu dan Ganja di Bandar Khalipah Ditangkap, Sempat Melawan Saat Diringkus</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 12:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pengedar Sabu dan Ganja di Bandar Khalipah Ditangkap, Sempat Melawan Saat Diringkus]]></title>
            <description><![CDATA[Pengedar Sabu dan Ganja di Bandar Khalipah Ditangkap, Sempat Melawan Saat Diringkus]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN I SUMUT24.CO<br>Satresnarkoba Polrestabes Medan, seorang pengedar sabu dan ganja, di Jalan M.Yakub Lubis, Desa Bandar Khalifah, Kec.Percut Sei atuan, Jumat (14/08/26) sore. Proses penangkapan berlangsung alot, setelah pelaku terus berontak dan sempat terlibat pergumulan dengan petugas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penangkapan, berawal dari informasi masyarakat yang menyebut adanya aktivitas peredaran narkoba di kawasan tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, Tim 3 Unit I Satresnarkoba Polrestabes Medan kemudian melakukan penyelidikan di lokasi yang disebut kerap dijadikan tempat transaksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Dari laporan masyarakat, kami kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap J (34) yang merupakan warga setempat. Kami temukan 2 paket sabu siap edar, dan 9 paket ganja kering siap edar juga. Selain itu, kami juga puluhan plastik klip pembungkus sabu, dan sejumlah uang hasil penjualan narkoba,&quot; ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, Kamis (20/8) siang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rafli menambahkan, dalam proses penangkapan pelaku, petugas sempat mendapat perlawanan dari pelaku. L yang merupakan pengedar narkoba di seputaran tempat tinggalnya, sempat berontak dan berupaya memprovokasi warga, agar proses penangkapannya gagal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Saat penangkapan, pelaku ini melawan dan berupaya memprovokasi warga. Namun, tim kami di lapangan berhasil mengendalikan keadaan dan mengamankan pelaku berikut barang bukti ke Satresnarkoba Polrestabes Medan untuk proses lebih lanjut,&quot; tambah Rafli.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kasus ini, petugas masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pelaku yang lain. Dipastikan, seluruh pelaku yang berkaitan dengan pelaku akan ditangkap untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di kota Medan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami masih mengembangkan kasus ini, orang - orang yang berkaitan dengan pelaku akan kami tangkap. Tidak akan ada tempat bagi pelaku narkoba di wilayah hukum Polrestabes Medan,&quot; pungkas Rafli.(W05)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;FOTO:]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_3700_Pengedar-Sabu-dan-Ganja-di-Bandar-Khalipah-Ditangkap--Sempat-Melawan-Saat-Diringkus.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285448/pengedar-sabu-dan-ganja-di-bandar-khalipah-ditangkap-sempat-melawan-saat-diringkus/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dua Terduga Bandar Sabu Diciduk, 20,35 Gram Sabu Diduga Siap Diedarkan di Lubuk Pakam</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 12:31:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dua Terduga Bandar Sabu Diciduk, 20,35 Gram Sabu Diduga Siap Diedarkan di Lubuk Pakam]]></title>
            <description><![CDATA[Dua Terduga Bandar Sabu Diciduk, 20,35 Gram Sabu Diduga Siap Diedarkan di Lubuk Pakam]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;DELI SERDANG - Aksi dua pria yang diduga hendak mengedarkan narkotika jenis sabu di wilayah Lubuk Pakam berakhir di tangan personel Satresnarkoba Polresta Deli Serdang. Keduanya diamankan saat berada di kawasan Jalan Balai Desa, Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penangkapan tersebut berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 16.30 WIB, setelah petugas menerima informasi mengenai dugaan transaksi dan peredaran narkotika di lokasi tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menindaklanjuti informasi itu, Tim Unit I Subnit II Satresnarkoba Polresta Deli Serdang melakukan penyelidikan. Petugas kemudian berhasil mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua pria tersebut masing-masing berinisial MFM alias Samino (34), warga Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, yang bekerja sebagai buruh harian lepas, serta WTS alias Wibi (29), warga Kecamatan Lubuk Pakam, yang bekerja sebagai wiraswasta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasat Resnarkoba Polresta Deli Serdang Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., didampingi Kanit Idik 1 Iptu Dani J. Kurniawan, S.H., M.M., menyampaikan bahwa dari hasil penindakan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti. Kamis (20/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barang bukti yang diamankan berupa satu plastik klip transparan ukuran sedang berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 20,35 gram, satu potong plastik asoy berwarna hitam, serta satu unit telepon seluler merek Samsung warna ungu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Setelah diamankan, kedua pelaku beserta barang bukti dibawa ke kantor Satresnarkoba Polresta Deli Serdang untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,&quot; ujar Fery.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap asal-usul barang haram tersebut serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredarannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasat Resnarkoba juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku peredaran narkotika di wilayah hukum Polresta Deli Serdang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia sekaligus memberikan peringatan keras kepada para pelaku maupun pihak yang masih nekat terlibat dalam bisnis narkotika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Berhentilah sebelum gelang besi mengunci pergelangan tangan. Jangan pertaruhkan masa depan demi keuntungan sesaat dari narkotika,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satresnarkoba Polresta Deli Serdang mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.rel]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_3174_Dua-Terduga-Bandar-Sabu-Diciduk--20-35-Gram-Sabu-Diduga-Siap-Diedarkan-di-Lubuk-Pakam.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285447/dua-terduga-bandar-sabu-diciduk-2035-gram-sabu-diduga-siap-diedarkan-di-lubuk-pakam/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bank Sumut Hadirkan Smartcash, Dukung Transformasi Digital Transportasi Publik BRT Mebidang</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 12:04:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bank Sumut Hadirkan Smartcash, Dukung Transformasi Digital Transportasi Publik BRT Mebidang]]></title>
            <description><![CDATA[Bank Sumut Hadirkan Smartcash, Dukung Transformasi Digital Transportasi Publik BRT Mebidang]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br><a href="https://www.sumut24.co/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut Hadirkan Smartcash, Dukung Transformasi Digital Transportasi Publik BRT Mebidang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lubuk Pakam &ndash; PT <a href="https://www.sumut24.co/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut memperkuat dukungannya terhadap transformasi transportasi publik di Sumatera Utara melalui pemanfaatan Kartu Smartcash sebagai alat pembayaran nontunai pada layanan Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dukungan tersebut ditandai dengan pembagian Kartu Smartcash kepada masyarakat dan undangan pada peluncuran tahap awal BRT Mebidang yang diresmikan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution di Terminal Lubuk Pakam, Deli Serdang, Rabu (19/8).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kartu Smartcash dapat digunakan untuk melakukan pembayaran nontunai pada armada BRT Mebidang. Masyarakat cukup melakukan tap kartu pada mesin pembaca yang tersedia sehingga transaksi dapat dilakukan secara cepat, praktis, dan aman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Direktur TI dan Operasional <a href="https://www.sumut24.co/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut, Sandhy Sofian mengatakan keterlibatan <a href="https://www.sumut24.co/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut dalam pengembangan ekosistem pembayaran BRT Mebidang merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam membangun layanan publik yang semakin modern dan terintegrasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;<a href="https://www.sumut24.co/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut ingin hadir sebagai bagian dari proses transformasi yang dilakukan pemerintah. Dukungan ini kami wujudkan melalui inovasi layanan perbankan yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus memperkuat digitalisasi layanan publik,&quot; ujar Sandhy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Sandhy, pengembangan transportasi publik tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sarana mobilitas masyarakat, tetapi juga membutuhkan dukungan ekosistem yang mampu membuat layanan tersebut semakin mudah digunakan. Sistem pembayaran nontunai menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan layanan transportasi yang modern.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Digitalisasi harus memberikan kemudahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui Smartcash, kami menghadirkan alternatif pembayaran yang sederhana, cepat, dan aman. Ini sekaligus menjadi bentuk dukungan <a href="https://www.sumut24.co/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut terhadap agenda digitalisasi pemerintah,&quot; kata Sandhy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;BRT Mebidang saat ini memasuki tahap uji coba pengoperasian bus listrik melalui skema Buy The Service (BTS). Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan penambahan armada secara bertahap hingga 30 bus listrik pada Desember 2026 yang akan melayani Koridor 1 Teladan-Terminal Lubuk Pakam dan Koridor 2 Simpang Barat-Binjai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengembangan BRT Mebidang juga diarahkan untuk membangun konektivitas transportasi yang lebih baik di kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Integrasi sistem pembayaran ditargetkan semakin luas hingga 2027 sehingga masyarakat dapat menikmati layanan transportasi antarkoridor dengan sistem transaksi yang semakin mudah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi <a href="https://www.sumut24.co/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut, dukungan terhadap BRT Mebidang merupakan bagian dari peran sebagai bank pembangunan daerah yang aktif mendukung program strategis pemerintah. Melalui inovasi dan digitalisasi layanan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bank/" target="_blank">Bank</a> Sumut berkomitmen memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong konektivitas, aktivitas ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan Mebidang.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_875_Bank-Sumut-Hadirkan-Smartcash--Dukung-Transformasi-Digital-Transportasi-Publik-BRT-Mebidang.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285446/bank-sumut-hadirkan-smartcash-dukung-transformasi-digital-transportasi-publik-brt-mebidang/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PLN UID Sumut Jaga Keandalan Listrik HUT RI ke-81, 3.069 Personel Disiagakan 311 Lokasi</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 11:42:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PLN UID Sumut Jaga Keandalan Listrik HUT RI ke-81, 3.069 Personel Disiagakan 311 Lokasi]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara memastikan keandalan pasokan listrik selama rangkaian peringa]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -MEDAN, PT <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> (Persero) Unit Induk Distribusi (<a href="https://www.sumut24.co/tag/uid/" target="_blank">UID</a>) Sumatera Utara memastikan keandalan pasokan listrik selama rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sumatera Utara. Sebanyak 3.069 personel disiagakan di  311 lokasi strategis, meliputi lokasi VVIP/VIP, kantor pemerintahan, lapangan upacara, pusat kegiatan masyarakat, hingga titik transportasi.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/keandalan/" target="_blank">Keandalan</a> pasokan listrik turut terjaga pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Sumatera Utara di Lapangan Astaka, Jalan Willem Iskandar/Pancing, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Senin (17/8/2026). Upacara dipimpin Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi pemerintah, TNI, Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.</p>Pada hari yang sama, General Manager <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uid/" target="_blank">UID</a> Sumatera Utara Rizky Mochamad bersama jajaran manajemen dan pegawai <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di halaman Kantor <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uid/" target="_blank">UID</a> Sumatera Utara, Medan. Upacara tersebut menjadi momentum bagi insan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> untuk memperkuat semangat pengabdian dalam menjaga keandalan kelistrikan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.</p>Rizky mengatakan kesiapsiagaan kelistrikan dilakukan melalui pemeriksaan jaringan dan peralatan, pengamanan kelistrikan berlapis, penyediaan peralatan pendukung dan material cadang gangguan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.</p>&quot;<a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> memastikan seluruh sistem dan personel dalam kondisi siap untuk mendukung rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan. Alhamdulillah, seluruh agenda utama dapat berlangsung dengan baik dengan pasokan listrik yang terjaga,&quot; ujar Rizky.</p>Selama masa siaga HUT RI Ke 81, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uid/" target="_blank">UID</a> Sumatera Utara mengerahkan 304 personel <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> serta 2.765 personel Tenaga Alih Daya (TAD) dan mitra kerja. Kesiapan tersebut didukung 244 unit peralatan pendukung, 389 kendaraan operasional, 158 Posko Siaga Distribusi, serta 34 Posko Siaga <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> Icon Plus.</p>Dari sisi kecukupan daya, sistem kelistrikan Sumatera Utara berada dalam kondisi aman dengan daya mampu pasok sekitar 2.634,68 megawatt (MW) dan proyeksi beban puncak pada 17 Agustus 2026 sebesar 2.464,5 MW. <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uid/" target="_blank">UID</a> Sumatera Utara juga memastikan keandalan pasokan listrik di kepulauan Nias selama peringatan HUT ke-81 RI. Pada lima sistem isolated, tersedia daya mampu pasok kumulatif sekitar 1,78 MW dengan beban puncak 1,145 MW. Sementara pada sistem on-grid, tersedia daya mampu sekitar 56,9 MW dengan beban puncak 45,5 MW. Kesiapan ini menjadi bagian dari upaya <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> menjaga layanan kelistrikan hingga wilayah kepulauan.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> juga menyiagakan 141 Stasiun Pengisian Kendaraan <a href="https://www.sumut24.co/tag/listrik/" target="_blank">Listrik</a> Umum (SPKLU) di 113 lokasi untuk mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik selama momentum peringatan Hari Kemerdekaan.</p>Khusus di Lapangan Astaka, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> UP3 Medan Utara melakukan pengecekan jaringan dan gardu distribusi, menyiapkan pasokan cadangan, serta menempatkan personel siaga selama rangkaian upacara. Koordinasi juga dilakukan bersama panitia dan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan kelistrikan fasilitas pendukung tetap terpenuhi.</p>Manager <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> UP3 Medan Utara Ramses Hutajulu mengatakan pengamanan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan.</p>&quot;Kami melakukan pengecekan dan menyiapkan skema pengamanan kelistrikan sebelum pelaksanaan kegiatan. Personel juga disiagakan di lokasi sehingga apabila terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan dapat segera direspons,&quot; ujar Ramses.</p>Rizky menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel, mitra kerja, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan yang mendukung kelancaran masa siaga.</p>&quot;Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> akan terus menjaga keandalan pasokan listrik untuk mendukung pelayanan publik, aktivitas masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara, termasuk di wilayah kepulauan dan daerah 3T,&quot; tutup Rizky. (C04)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_3973_PLN-UID-Sumut-Jaga-Keandalan-Listrik-HUT-RI-ke-81--3-069-Personel-Disiagakan-311-Lokasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285445/pln-uid-sumut-jaga-keandalan-listrik-hut-ri-ke81-3069-personel-disiagakan-311-lokasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">FMIPA Unimed Dan UKM Kristen Protestan Sepakati Evaluasi Koordinasi Pelaksanaan Ibadah PKKMB 2026</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 11:37:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[FMIPA Unimed Dan UKM Kristen Protestan Sepakati Evaluasi Koordinasi Pelaksanaan Ibadah PKKMB 2026]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co MEDAN, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Medan (Unimed) bersama Unit Kegiatan Mahasiswa K]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -MEDAN, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (<a href="https://www.sumut24.co/tag/fmipa/" target="_blank">FMIPA</a>) Universitas Negeri Medan (<a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a>) bersama Unit Kegiatan Mahasiswa <a href="https://www.sumut24.co/tag/kristen/" target="_blank">Kristen</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/protestan/" target="_blank">Protestan</a> (<a href="https://www.sumut24.co/tag/ukm/" target="_blank">UKM</a> KP) <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a> menyepakati evaluasi dan perbaikan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan pada rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026.</p>Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Surat Pernyataan Bersama yang ditandatangani oleh pihak Dekanat <a href="https://www.sumut24.co/tag/fmipa/" target="_blank">FMIPA</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a> bersama pengurus <a href="https://www.sumut24.co/tag/ukm/" target="_blank">UKM</a> KP <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a> dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/ukm/" target="_blank">UKM</a> KP <a href="https://www.sumut24.co/tag/fmipa/" target="_blank">FMIPA</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a>, kata Humas <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a> Isli, Selasa (18/8/2026). Pernyataan ini merupakan bagian dari upaya klarifikasi atas beredarnya video di media sosial yang menampilkan pelaksanaan ibadah agama <a href="https://www.sumut24.co/tag/kristen/" target="_blank">Kristen</a> pada kegiatan PKKMB yang berlangsung di lingkungan <a href="https://www.sumut24.co/tag/fmipa/" target="_blank">FMIPA</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a> pada 12 Agustus 2026.</p>Dalam klarifikasi tersebut, pihak <a href="https://www.sumut24.co/tag/ukm/" target="_blank">UKM</a> KP menyampaikan bahwa telah terjadi kesalahpahaman dalam koordinasi dan komunikasi antarpihak terkait pelaksanaan kegiatan ibadah. Permasalahan tersebut telah diklarifikasi secara internal bersama pihak-pihak terkait.</p>Berdasarkan hasil klarifikasi dan kesepakatan bersama, tidak terdapat pelarangan maupun pembubaran secara paksa terhadap pelaksanaan ibadah sebagaimana narasi yang berkembang dalam sejumlah unggahan media sosial. Dengan demikian, informasi yang beredar perlu dipahami secara utuh berdasarkan konteks kejadian dan hasil klarifikasi dari pihak-pihak yang terlibat langsung.</p>Pihak <a href="https://www.sumut24.co/tag/fmipa/" target="_blank">FMIPA</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a> dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/ukm/" target="_blank">UKM</a> KP <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a> memandang peristiwa tersebut sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan memperkuat koordinasi dalam setiap pelaksanaan kegiatan mahasiswa, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan. Langkah ini penting untuk memastikan setiap kegiatan dapat berlangsung dengan tertib, nyaman, saling menghormati, serta sesuai dengan ketentuan dan tata kelola kehidupan kemahasiswaan di lingkungan <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a>.</p>Pernyataan Bersama tersebut ditandatangani oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama <a href="https://www.sumut24.co/tag/fmipa/" target="_blank">FMIPA</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a>, Dr. Pardomuan Sitompul, M.Si.; Ketua <a href="https://www.sumut24.co/tag/ukm/" target="_blank">UKM</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/kristen/" target="_blank">Kristen</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/protestan/" target="_blank">Protestan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a>, Josafat Franata L. Sormin; Koordinator <a href="https://www.sumut24.co/tag/ukm/" target="_blank">UKM</a> KP <a href="https://www.sumut24.co/tag/fmipa/" target="_blank">FMIPA</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a>, Debora C. Simanjuntak; serta perwakilan Departemen Kepemimpinan dan Intelektual <a href="https://www.sumut24.co/tag/ukm/" target="_blank">UKM</a> KP <a href="https://www.sumut24.co/tag/fmipa/" target="_blank">FMIPA</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a>, Ayu Samosir.</p>Penandatanganan tersebut turut diketahui oleh Ketua PKKMB <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a> Tahun 2026, Irwansyah Siregar, S.Pd., M.Pd., dan Kepala Humas <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a>, Dr. Isli Iriani Indiah Pane, M.Hum.</p>Melalui kesepakatan ini, seluruh pihak berkomitmen untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi bersama, khususnya dalam aspek komunikasi, koordinasi, dan tata kelola kegiatan mahasiswa. Evaluasi diharapkan dapat mencegah terulangnya kesalahpahaman serupa serta menciptakan suasana kehidupan kampus yang semakin harmonis, inklusif, dan saling menghormati.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a> juga mengimbau seluruh sivitas akademika dan masyarakat agar menyikapi setiap informasi yang beredar di media sosial secara bijak dan proporsional. Informasi yang bersumber dari potongan video perlu dilihat dalam konteks yang utuh serta dikonfirmasi kepada pihak terkait sebelum disimpulkan atau disebarluaskan lebih lanjut.</p>Dengan adanya klarifikasi dan kesepakatan bersama ini, <a href="https://www.sumut24.co/tag/fmipa/" target="_blank">FMIPA</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a> dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/ukm/" target="_blank">UKM</a> KP <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a> menegaskan komitmen untuk terus menjaga keharmonisan kehidupan akademik, menghormati kebebasan menjalankan ibadah, serta membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih baik dalam setiap kegiatan kemahasiswaan di lingkungan Universitas Negeri Medan. (C04)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_1603_FMIPA-Unimed-Dan-UKM-Kristen-Protestan-Sepakati-Evaluasi-Koordinasi-Pelaksanaan-Ibadah-PKKMB-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285444/fmipa-unimed-dan-ukm-kristen-protestan-sepakati-evaluasi-koordinasi-pelaksanaan-ibadah-pkkmb-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>