<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Wed, 08 Jul 2026 09:58:29 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Majukan Ekonomi Masyarakat, PT Inalum Jajakan Produk Hasil UMKM Binaan di PRSU ke-50</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Majukan Ekonomi Masyarakat, PT Inalum Jajakan Produk Hasil UMKM Binaan di PRSU ke-50]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanPT Indonesia Asahan Aluminium atau yang biasa dikenal Inalum turut berpartisipasi di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke5]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>PT Indonesia Asahan Aluminium atau yang biasa dikenal Inalum turut berpartisipasi di Pekan Raya Sumatera Utara (<a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a>) ke-50. Puluhan produk hasil UMKM binaan Inalum pun dijajakan kepada pengunjung.</p><br></p>Fasilitator Rumah BUMN Inalum Merry Sinaga mengatakan puluhan produk dijajakan di stan PT Inalum. Produk-produk yang diperlihatkan pun antara lain cemilan ringan hingga hasil karya tenun asli.</p><br></p>"Ya kita selain menampilkan produk-produk asli Inalum, kita juga membawa produk-produk dari UMKM binaan kita. Jenis produknya sekitar 35 dari 20 UMKM binaan kita," ujarnya, Selasa (7/7/2026).</p><br></p>Merry mengatakan UMKM binaan Inalum kini tersebar di Toba, Humbang Hasundutan, Samosir dan Batu Bara. Jika dilihat secara keseluruhan, binaan yang bekerjasama dengan Inalum lebih dari 200 UMKM.</p><br></p>"Kalau keseluruhan UMKM kita itu ada 200an, tapi produk yang kita perkenalkan disini sekitar 20an. Ini dijual juga untuk pengunjung yang ingin membeli," katanya.</p><br></p>Salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung dikatakannya adalah Pisang Gosong. Olahan berbahan dasar pisang ini cukup laris diincar pengunjung.</p><br></p>"Yang paling best seller ini ada pisang gosong harganya Rp12 ribu. Dia pisang kepok, diolah teksturnya itu gosong, tapi rasanya manis. Itu kenapa dia namanya Pisang Gosong dan ini banyak dicari pengujung," tutur Merry.</p><br></p>Selain olahan makanan, Merry juga mengatakan produk lainnya berupa hasil tenunan. Ragam corak pun diperlihatkan di stan Inalum.</p><br></p>"Lalu ada juga tenunan, ini dari penenun kita dan ini dibuat secara manual. Ada motif Batu Bara, ada juga motif ulos Batak Toba ada juga motif Karo," katanya.</p><br></p>Sebagaimana diketahui <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> ke-50 bakal menampilkan ragam budaya yang ada di Sumatera Utara (Sumut). Ajang ini akan berlangsung satu bulan penuh mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 mendatang.</p><br></p><a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> ke-50 akan diisi oleh 75 persen bakal diisi oleh keragaman Sumut. Adapun <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> ke-50 mengangkat tema "Harmoni Emas" pada tahun ini. Rel</p><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9250_Majukan-Ekonomi-Masyarakat--PT-Inalum-Jajakan-Produk-Hasil-UMKM-Binaan-di-PRSU-ke-50.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/ekbis/284105/majukan-ekonomi-masyarakat-pt-inalum-jajakan-produk-hasil-umkm-binaan-di-prsu-ke50/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bobby Nasution Terima Penghargaan Adinata Syariah</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:39:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bobby Nasution Terima Penghargaan Adinata Syariah]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanProvinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui pengembangan ekonomi dan keuangan ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Atas kontribusi nyata tersebut, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menerima Penghargaan Adinata Syariah 2026 sebagai bukti komitmen Sumut dalam mendukung penguatan ekonomi nasional.</p><br></p>Penghargaan tersebut diserahkan pada ajang Adinata Syariah 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (6/7/2026). Sumut menjadi pemenang pada kategori nilai ekspor halal, dari total 14 kategori penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan yang dinilai berhasil mendorong pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.</p><br></p>Direktur Eksekutif KNEKS Sholahudin Al Aiyub mengatakan, ekonomi dan keuangan syariah bukan lagi alternatif. Namun telah diarahkan menjadi sumber perekonomian unggulan yang inklusif, tangguh dan dapat diandalkan.</p><br></p>Karena itu, Sholahudin berharap, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan ekonomi syariah nasional.</p><br></p>"Kami berharap momentum ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha serta seluruh pemangku kepentingan dan mewujudkan ekonomi syariah Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing," katanya.</p><br></p>Adinata Syariah 2026 merupakan program yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang menunjukkan komitmen, inovasi, serta kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.</p><br></p>Di bawah kepemimpinan Bobby Nasution, Pemerintah Provinsi Sumut memberikan perhatian besar terhadap pengembangan ekonomi syariah. Sebelumnya, Bobby juga menerima penghargaan Provinsi Investor Syariah dari PT Bursa Efek Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan pasar modal syariah. Selain itu, Sumut juga tercatat sebagai salah satu provinsi dengan konsumsi produk halal terbesar di Indonesia.</p><br></p>Turut hadir pada acara tersebut Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, serta Wakil Presiden ke-13 selaku Bapak Ekonomi Syari&#039;ah Indonesia  K.H. Ma&#039;ruf Amin. Hadir juga beberapa Gubernur, Walikota dan Bupati serta stakeholder terkait. **(Rel)</p><br></p><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_3409_Bobby-Nasution-Terima-Penghargaan-Adinata-Syariah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284104/bobby-nasution-terima-penghargaan-adinata-syariah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Golkar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dorong Kinerja Pembangunan Medan</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Golkar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dorong Kinerja Pembangunan Medan]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanFraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pert]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD yang digelar, Selasa (7/7/2026).</p><br></p>Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen. Hadir Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, unsur pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</p><br></p>Pendapat akhir Fraksi Partai Golkar dibacakan Modesta Marpaung. Persetujuan diberikan setelah fraksi mencermati jawaban Wali Kota Medan atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD.</p><br></p>Fraksi juga mempertimbangkan hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan OPD terhadap Ranperda tersebut.</p><br></p>"Setelah mencermati jawaban kepala daerah atas pemandangan umum fraksi-fraksi serta hasil kerja Badan Anggaran DPRD Kota Medan bersama Tim Anggaran Pemerintah Kota Medan dan kepala OPD, Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan menerima dan menyetujui Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah," kata Modesta.</p><br></p>Fraksi Partai Golkar berharap pengelolaan APBD terus ditingkatkan agar pembangunan daerah berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.</p><br></p>Menurut Modesta, anggaran daerah harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan.</p>"Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan, tuntunan, dan bimbingan kepada kita semua dalam bekerja sama menggerakkan roda pembangunan Kota Medan yang lebih menyejahterakan masyarakat," ujarnya.</p><br></p>Persetujuan Fraksi Partai Golkar menjadi bagian dari tahapan pembahasan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2025.</p><br></p>Selanjutnya, DPRD Kota Medan akan melanjutkan proses sesuai mekanisme hingga Ranperda tersebut ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. (Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_3916_Golkar-Setujui-Ranperda-Pertanggungjawaban-APBD-2025--Dorong-Kinerja-Pembangunan-Medan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284102/golkar-setujui-ranperda-pertanggungjawaban-apbd-2025-dorong-kinerja-pembangunan-medan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PRSU 2026 Disorot! Panitia Sebut Harga Tiket Masuk Bentuk Dukungan Ekonomi Kreatif, Musisi Lokal Justru Singgung Minimnya Honor</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PRSU 2026 Disorot! Panitia Sebut Harga Tiket Masuk Bentuk Dukungan Ekonomi Kreatif, Musisi Lokal Justru Singgung Minimnya Honor]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanPolemik penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 Tahun 2026 terus menjadi perhatian publik. Di tengah kritik]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Polemik penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (<a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a>) ke-50 Tahun 2026 terus menjadi perhatian publik. Di tengah kritik masyarakat terkait harga tiket masuk (HTM) yang dinilai cukup tinggi, panitia menegaskan bahwa biaya yang dibayarkan pengunjung bukan sekadar tiket masuk, melainkan bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif serta pelestarian budaya Sumatera Utara.</p><br></p>Penjelasan tersebut disampaikan Humas Panitia <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> 2026, Farah, yang diterima melalui rilis dari Diskominfo Provinsi Sumatera Utara, Selasa (7/7/2026), sebagai respons atas berbagai kritik dan masukan yang berkembang selama pelaksanaan ajang tahunan tersebut.</p><br></p>Menurut Farah, munculnya pro dan kontra merupakan hal yang wajar dalam penyelenggaraan sebuah event berskala besar. Seluruh masukan dari masyarakat, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.</p><br></p>"Tentu setiap masukan menjadi perhatian dan bahan evaluasi kami dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Namun perlu kami sampaikan bahwa <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> ke-50 hadir dengan arah dan wajah baru," ujar Farah.</p><br></p>Farah menjelaskan, konsep <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> tahun ini tidak lagi hanya berorientasi pada hiburan, tetapi menjadi wadah untuk memperkenalkan identitas budaya Sumatera Utara melalui pertunjukan seni, produk UMKM, ekonomi kreatif, hingga potensi daerah yang telah melalui proses kurasi.</p><br></p>Panitia mengklaim sekitar 75 persen konten <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> 2026 berasal dari pelaku seni, budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif local, maka mereka kenakan tarif dengan harga tiket masuk sebesar 35 ribu untuk hari biasa dan 75 ribu untuk akhir pekan (weekend).</p><br></p>Dengan konsep tersebut, menurut Farah, masyarakat yang membeli tiket secara tidak langsung ikut berkontribusi dalam mendukung ekosistem kreatif daerah.</p><br></p>"Harga tiket yang dibayarkan masyarakat tidak hanya menjadi akses menikmati rangkaian acara, tetapi juga merupakan bentuk dukungan terhadap ekosistem kreatif dan pelestarian budaya daerah," katanya.</p><br></p>Panitia juga menyebut penetapan harga tiket telah mempertimbangkan berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari keamanan, kenyamanan, fasilitas, hingga kualitas program yang disuguhkan kepada pengunjung.</p><br></p>Namun demikian, hingga kini panitia belum memaparkan secara rinci bagaimana alokasi pendapatan dari tiket masuk tersebut, termasuk besaran dukungan yang diberikan kepada pelaku seni maupun UMKM. Selain itu, belum ada penjelasan mengenai perbandingan harga tiket <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> 2026 dengan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.</p><br></p>Di tengah penjelasan panitia mengenai dukungan terhadap ekonomi kreatif, kritik justru datang dari kalangan pelaku seni.</p><br></p>Salah satu musisi asal Sumatera Utara, melalui unggahan di media sosial menyampaikan bahwa persoalan minimnya dukungan terhadap talenta lokal di <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> bukanlah hal baru.</p><br></p>Dalam unggahannya, dia mengaku beberapa tahun lalu dirinya bersama komunitas musisi telah memperjuangkan agar seniman lokal tidak hanya menjadi pengisi acara, tetapi juga memperoleh dana pembinaan dari penyelenggara.</p><br></p>Ia menyebut perjuangan tersebut sempat membuahkan hasil, meski menurutnya pembinaan yang diberikan saat itu masih belum maksimal.</p><br></p>Namun, dia menilai kondisi tersebut kembali terjadi pada penyelenggaraan <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> tahun ini.</p><br></p>"Penyelenggara <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> tahun ini tidak memberikan budget buat talent pengisi yang tampil di <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> selain pembuka artis. Alasannya untuk promosi," tulisnya dalam unggahan media sosialnya.</p><br></p>Pernyataan tersebut langsung menuai beragam respons dari warganet. Banyak yang mempertanyakan sejauh mana komitmen penyelenggara dalam memberdayakan seniman lokal, terutama setelah panitia menyatakan sebagian besar konten <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> berasal dari pelaku seni dan ekonomi kreatif daerah.</p><br></p>Meski menuai sorotan, panitia menegaskan <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> ke-50 mengusung konsep yang lebih inklusif dengan melibatkan masyarakat umum, pelaku UMKM, komunitas seni, keluarga, generasi muda hingga dunia usaha.</p><br></p>Panitia juga memastikan seluruh kritik dan masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> di masa mendatang dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh pihak, termasuk pelaku seni dan ekonomi kreatif di Sumatera Utara. (Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9587_PRSU-2026-Disorot--Panitia-Sebut-Harga-Tiket-Masuk-Bentuk-Dukungan-Ekonomi-Kreatif--Musisi-Lokal-Justru-Singgung-Minimnya-Honor.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284101/prsu-2026-disorot-panitia-sebut-harga-tiket-masuk-bentuk-dukungan-ekonomi-kreatif-musisi-lokal-justru-singgung-minimnya-honor/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rico Waas: Pembenahan Belawan Tak Bisa Parsial, Legalitas Lahan hingga Rob Harus Dituntaskan*</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:17:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rico Waas: Pembenahan Belawan Tak Bisa Parsial, Legalitas Lahan hingga Rob Harus Dituntaskan*]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pembenahan kawasan Belawan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial.]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pembenahan kawasan Belawan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Menurutnya, kawasan pesisir yang menjadi satu-satunya wilayah Kota Medan yang memiliki laut itu membutuhkan penanganan menyeluruh, mulai dari persoalan legalitas lahan, penataan permukiman, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ekonomi masyarakat.</p><br></p>Hal itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Lembaga Masyarakat Belawan (LMB) di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (7/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus membahas peluang kolaborasi antara LMB dengan perangkat daerah di lingkungan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> dalam mendukung pembangunan Belawan.</p><br></p>"Belawan adalah nama yang kita cintai. Banyak harapan di sana, tetapi juga masih banyak yang harus dibenahi. Kalau bisa dibenahi dengan baik, tentu akan sangat bagus," kata Rico Waas.</p><br></p>Wali Kota mengatakan, Belawan aset strategis Medan karena memiliki kawasan laut dengan potensi ekonomi yang sangat besar. Namun, potensi tersebut belum didukung oleh kondisi kawasan yang tertata dengan baik.</p><br></p>Rico Waas menilai salah satu persoalan mendasar yang harus diselesaikan adalah legalitas lahan. Banyak kawasan permukiman berada di atas lahan yang bukan menjadi kewenangan Pemerintah Kota Medan sehingga pembangunan infrastruktur kerap terkendala.</p><br></p>"Sering kali pemerintah tidak bisa masuk karena tanahnya bukan milik pemerintah. Ini yang harus kita petakan dan benahi bersama," ujarnya dalam pertemuan yang turut dihadiri Kaban Kesbangpol Andy Mario Siregar, Sekretaris Dinas P3APM dan Pengendalian Penduduk KB Kota Medan Vianti Dewi Nasution, dan Camat Medan Belawan  Robby Kurniawan itu.</p><br></p>Ia mencontohkan persoalan akses keluar jalan tol di Belawan yang sempat tidak jelas menjadi tanggung jawab siapa, apakah pemerintah, Pelindo atau pihak lainnya. Menurutnya, persoalan seperti itu menunjukkan masih perlunya sinkronisasi antarlembaga.</p><br></p>Karena itu, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> bersama Kementerian Pekerjaan Umum akan memastikan status kepemilikan lahan agar pembagian tanggung jawab pembangunan menjadi jelas.</p><br></p>"Kita harus memiliki persepsi yang sama. Berapa persen lahan milik Pemko, berapa persen milik Pelindo. Tidak perlu saling menyalahkan. Kalau itu lahan Pemko, maka menjadi kewajiban kami membangun jalan, drainase hingga penyediaan air bersih," katanya.</p><br></p>Selain persoalan lahan, Rico Waas juga menyoroti perlunya penataan kawasan permukiman sebagai solusi jangka panjang menghadapi banjir rob yang terus terjadi di Belawan. Menurutnya, relokasi harus dipersiapkan secara matang, tidak hanya menyediakan rumah, tetapi juga menjamin keberlangsungan pekerjaan masyarakat.</p><br></p>Ia menyinggung pengalaman relokasi ke Kampung Nelayan yang tidak berjalan optimal karena sebagian warga memilih kembali ke tempat asal bahkan menjual rumah yang diberikan akibat lokasi dinilai terlalu jauh dari mata pencaharian mereka.</p><br></p>"Relokasi harus disiapkan bersama pekerjaannya juga. Infrastruktur dibenahi secara bertahap. Dengan rob yang terus datang, kita harus memetakan solusi dengan benar," ujarnya.</p><br></p>Rico Waas mengungkapkan pada 15 atau 16 Juli mendatang dirinya dijadwalkan bertemu Kementerian Pekerjaan Umum untuk membahas pembangunan tanggul rob Belawan. Menurutnya, desain tanggul sebenarnya telah tersedia, namun masih terdapat penolakan dari sebagian masyarakat sehingga perlu dicarikan solusi bersama.</p><br></p>Dalam kesempatan itu, ia juga akan mengusulkan normalisasi Sungai Deli sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di kawasan utara Kota Medan.</p><br></p>Ia berharap pembenahan Belawan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kawasan-kawasan kumuh, menurutnya, harus ditata dengan pendekatan yang humanis tanpa mengabaikan penegakan aturan.</p><br></p>"Aturan harus ditegakkan, tetapi fasilitas juga harus kita siapkan. Kalau direlokasi, sekolah kita bantu, fasilitas kita siapkan. Yang penting bagaimana kita berbuat untuk manusia," katanya.</p><br></p>Menurut Rico Waas, kawasan yang telah direlokasi nantinya dapat dimanfaatkan menjadi daerah resapan air, ruang terbuka hijau maupun fasilitas publik lainnya seperti perpustakaan.</p><br></p>Di akhir pertemuan, Rico Waas mengungkapkan mimpinya menjadikan Belawan sebagai kawasan modern dengan pusat ekonomi yang tumbuh kuat.</p><br></p>"Saya punya mimpi besar Belawan berubah, punya mal, ekonominya berkembang. Tapi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> tidak mungkin bekerja sendiri. Kita harus punya strategi bersama agar perusahaan mau masuk. Kalau infrastruktur belum baik dan SDM belum siap, investasi juga akan sulit datang," ucapnya.</p><br></p>Sementara itu, Ketua DPP Lembaga Masyarakat Belawan, Effendy, menyatakan organisasinya siap mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Medan di Belawan.</p><br></p>Purnawirawan yang mengaku lahir dan besar di Belawan itu mengatakan pihaknya ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas masyarakat, mulai dari mendorong pendidikan dan pelatihan keterampilan, membantu sosialisasi program pemerintah, hingga ikut memantau kebersihan lingkungan dan kegiatan poskamling.</p><br></p>"Kami ingin ikut serta dalam program-program dinas di <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a>, mulai dari kebersihan, poskamling hingga pemberdayaan masyarakat. Apa yang dilakukan pemerintah, kami tetap mendukung penuh," kata Effendy.</p><br></p>Dalam kesempatan itu, Effendy juga menyampaikan aspirasi warga Kampung Nelayan Seberang yang hingga kini masih kerap terdampak banjir pasang. Ia berharap pemerintah dapat memberikan kepastian terkait langkah penanganan yang sedang dipersiapkan bagi masyarakat di kawasan tersebut. Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_8426_Rico-Waas--Pembenahan-Belawan-Tak-Bisa-Parsial--Legalitas-Lahan-hingga-Rob-Harus-Dituntaskan-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284099/rico-waas-pembenahan-belawan-tak-bisa-parsial-legalitas-lahan-hingga-rob-harus-dituntaskan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">RSJ Prof. Ildrem Hadirkan Layanan &quot;One Stop Service&#039; Berstandar Nasional</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[RSJ Prof. Ildrem Hadirkan Layanan "One Stop Service' Berstandar Nasional]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanTak lagi hanya dikenal sebagai rumah sakit yang menangani pasien gangguan jiwa, UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. D]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Tak lagi hanya dikenal sebagai rumah sakit yang menangani pasien gangguan jiwa, UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr. Muhammad Ildrem milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini menghadirkan layanan kesehatan yang semakin lengkap, terpadu, dan berstandar nasional. Mulai dari layanan kesehatan jiwa anak dan remaja, rehabilitasi psikososial dan medik, hingga laboratorium modern yang terbuka bagi masyarakat umum, seluruhnya dirancang dalam konsep &#039;One Stop Service&#039; untuk mendukung pemulihan pasien secara menyeluruh.</p><br></p>Direktur UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem, Sri Suriani Purnamawati, yang ditemui di stan Pekan Raya Sumatera Utara (<a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a>) ke-50, Selasa (7/7/2026), mengatakan seluruh layanan dikembangkan dengan konsep pelayanan terpadu sehingga pasien dapat memperoleh pemeriksaan, pengobatan, rehabilitasi, hingga layanan penunjang dalam satu sistem yang saling terintegrasi.</p><br></p>"Kami tidak hanya berfokus menangani gangguan kesehatan jiwa, tetapi juga meningkatkan derajat kesehatan jiwa masyarakat secara menyeluruh, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Kami juga ingin memperkuat peran keluarga dalam proses pemulihan serta menjadikan RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem sebagai rumah sakit rujukan dan pusat penelitian kesehatan jiwa tingkat nasional," ujar Sri Suriani yang didampingi stafnya Harry Dharma Putra dan Sandro.</p><br></p>Salah satu layanan unggulan yang menjadi perhatian dan turut dipamerkan di stan ni adalah Klinik Jiwa Anak dan Remaja yang memiliki gedung tersendiri sehingga memberikan kenyamanan bagi pasien. Klinik ini dilayani dokter spesialis kejiwaan anak dan remaja yang buka setiap Selasa dan Kamis pukul 09.00-13.00 WIB.</p><br></p>UPTD Khusus RSJ Prof.Ildrem ini juga menyediakan layanan dokter spesialis anak setiap Senin hingga Jumat untuk pemeriksaan tumbuh kembang, penanganan gizi buruk dan stunting, serta layanan imunisasi bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Simalingkar."Tim medis bahkan secara rutin melakukan kunjungan kepada pasien rawat inap bersama keluarga guna memastikan proses penyembuhan berjalan optimal," kata Sri.</p><br></p>Komitmen pemulihan pasien juga diwujudkan melalui Program Rehabilitasi Psikososial Day Care yang diperuntukkan bagi pasien pascarawat inap maupun rawat jalan. Program ini melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari psikiater, psikolog klinis, dokter umum, perawat, fisioterapis, pekerja sosial, hingga instruktur terapi.</p><br></p>Beragam aktivitas diberikan kepada peserta, mulai dari terapi okupasi, terapi keluarga, terapi kerja, terapi religi, hingga pelatihan keterampilan seperti membuat sabun cair, kerajinan tangan, berkebun, menjahit, memasak, olahraga, dan kegiatan seni.</p><br></p>"Program ini bertujuan mengembangkan kemampuan emosional, sosial, dan intelektual pasien sehingga mereka mampu kembali beraktivitas, mandiri, dan berintegrasi dengan masyarakat," jelas Sri Suriani.</p><br></p>Selain layanan kesehatan jiwa, RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem juga memiliki Layanan Rehabilitasi Medik yang menangani berbagai gangguan fisik dan fungsional, seperti stroke, kelumpuhan, gangguan muskuloskeletal, keterlambatan tumbuh kembang anak, rematik, osteoporosis hingga komplikasi diabetes. "Pelayanan lain yang diberikan meliputi fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, pendampingan psikologis, serta pelayanan sosial medik," sambungnya.</p><br></p>Sebagai penunjang pelayanan, laboratorium UPTD Khusus RSJ Prof.Ildrem juga terbuka bagi masyarakat umum dengan fasilitas pemeriksaan yang lengkap, mulai dari pemeriksaan darah, fungsi hati dan ginjal, kadar gula, kolesterol, pemeriksaan HIV, hepatitis, hingga tes narkoba enam parameter.</p><br></p>Seluruh layanan tersebut telah mengantongi akreditasi paripurna, sebagai bukti komitmen UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem dalam menghadirkan pelayanan kesehatan jiwa yang profesional, berkualitas, mudah diakses, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat Sumatera Utara. (Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_2178_RSJ-Prof--Ildrem-Hadirkan-Layanan--quot-One-Stop-Service--039--Berstandar-Nasional.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284097/rsj-prof-ildrem-hadirkan-layanan-quotone-stop-service039-berstandar-nasional/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gubernur Bobby Nasution akan Bangun SMK Unggulan Pariwisata Berkonsep Boarding School di Samosir</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gubernur Bobby Nasution akan Bangun SMK Unggulan Pariwisata Berkonsep Boarding School di Samosir]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  JakartaGubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution akan membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan ber]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Jakarta</p>Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution akan membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan berfokus pada bidang pariwisata di Kabupaten Samosir. Sekolah berkonsep &#039boarding school&#039; tersebut dirancang untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap mendukung pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.</p><br></p>Komitmen tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (7/7/2026). "Kami sedang membangun sekolah unggulan di Samosir. Ini akan menjadi SMK Pariwisata," ujar Bobby dalam sambutannya.</p><br></p>Menurut Bobby, sekolah tersebut tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan mental para siswa. Seluruh kebutuhan pendidikan akan ditanggung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.</p><br></p>"Skemanya adalah boarding dan semua biaya ditanggung pemerintah, bukan hanya materi pembelajaran, tetapi juga kesiapan mental siswa," ungkap Gubernur, dengan nada optimistis.</p><br></p>Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam penyediaan lahan pembangunan sekolah. Menurutnya, tahapan perencanaan telah berjalan dengan baik sehingga pembangunan dapat segera direalisasikan.</p><br></p>"Tanahnya sudah kami siapkan, untuk tinggal kami membangun. Jadi DED-nya sudah kami buat," jelasnya.</p><br></p>Selain pembangunan sektor pendidikan, Bobby juga menekankan pentingnya transformasi pengelolaan kebudayaan di Sumut agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Menurutnya, pelestarian budaya perlu dikembangkan melalui pendekatan industri kreatif sehingga tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi.</p><br></p>"Kita bukan zamannya lagi hanya melestarikan secara statis, tapi bagaimana melestarikan melalui industri," tegasnya di hadapan para tokoh PSBI.</p><br></p>Pada kesempatan itu, Bobby juga mengusulkan integrasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di seluruh Sumut sebagai salah satu solusi untuk mengatasi persoalan penyediaan air bersih di berbagai daerah.</p><br></p>Sementara itu, Ketua PSBI Effendi Simbolon menyampaikan tiga aspirasi utama yang dinilai menjadi persoalan mendasar di tengah masyarakat.</p><br></p>Pertama, terkait infrastruktur, ia menyoroti masih terbatasnya ketersediaan air bersih dan air irigasi di Kabupaten Samosir.</p><br></p>&quot;Satu-satunya kabupaten yang di tengah air, tapi kekurangan air. Baik air bersih maupun air irigasi," ujar Effendi.</p><br></p>Kedua, mengenai operasional Aquafarm di kawasan Danau Toba. Menurutnya, PSBI tidak menginginkan perusahaan tersebut ditutup, tetapi meminta adanya tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.</p><br></p>"Kami tidak ingin menutup Aqua Farm, tapi kami minta dengan Aquafarm agar melaksanakan water and wastewater treatment," tegasnya.</p><br></p>Ketiga, PSBI menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Batak sebagai warisan leluhur yang menjadi identitas masyarakat.</p><br></p>"Kami hidup dan dibesarkan sampai sekarang ini tidak terlepas dari DNA orang Batak itu adalah budaya. Jadi mohon, karena di dalam budaya itulah ada seni, seninya bermacam-macam," katanya.**(Rel)</p><br></p><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_4946_Gubernur-Bobby-Nasution-akan-Bangun-SMK-Unggulan-Pariwisata-Berkonsep-Boarding-School-di-Samosir.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284096/gubernur-bobby-nasution-akan-bangun-smk-unggulan-pariwisata-berkonsep-boarding-school-di-samosir/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Asahan Buka Layanan MOW Serentak Sambut HARGANAS ke 33, Perkuat Akses KB Demi Keluarga Sejahtera</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 08:58:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Asahan Buka Layanan MOW Serentak Sambut HARGANAS ke 33, Perkuat Akses KB Demi Keluarga Sejahtera]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN , Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan terus memperkuat komitmen mendukung program Keluarga Berencana (KB) demi mewujudka]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN , Pemerintah Kabupaten (Pemkab) <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> terus memperkuat komitmen mendukung program Keluarga Berencana (KB) demi mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Hal ini ditandai dengan kehadiran langsung <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Taufik Zainal Abidin, S.Sos, M.Si. dalam kegiatan Pelayanan Kontrasepsi Mantap Wanita atau Metode Operasi Wanita (<a href="https://www.sumut24.co/tag/mow/" target="_blank">MOW</a>) yang digelar di RS Sri Pamela Sei Dadap, Kecamatan Sei Dadap, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026.</p>Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026) mulai pukul 09.00 hingga 12.00 Wib, ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan KB yang berkualitas dan terjangkau. Turut hadir dalam kesempatan ini Ketua TP PKK Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Ny. Yusnila Indriati Taufik, Kepala Dinas P2KBP3A, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Direktur beserta jajaran RS Sri Pamela Sei Dadap, Camat se-Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, tenaga kesehatan, peserta pelayanan, serta tamu undangan lainnya.</p>Dalam rangkaian acara, Ketua TP PKK Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> menyerahkan bantuan kepada 20 peserta <a href="https://www.sumut24.co/tag/mow/" target="_blank">MOW</a> yang berasal dari berbagai kecamatan di wilayah <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>. Pemberian bantuan ini merupakan wujud perhatian dan dukungan nyata bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam program perencanaan keluarga. Seluruh proses pelayanan <a href="https://www.sumut24.co/tag/mow/" target="_blank">MOW</a> dilaksanakan dengan mengikuti prosedur serta standar pelayanan kesehatan yang berlaku demi menjamin keamanan dan kenyamanan setiap peserta.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Taufik Zainal Abidin menyampaikan bahwa program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. "Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan program ini, karena perencanaan keluarga yang baik akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan setiap keluarga dan kemajuan daerah secara keseluruhan," ujarnya.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan, pihak manajemen RS Sri Pamela Sei Dadap, serta semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program KB tidak bisa berjalan sendirian, melainkan memerlukan sinergi yang erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas.</p>"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merencanakan keluarga, sehingga tercipta keluarga yang harmonis, sehat, dan sejahtera. Kepada seluruh petugas kesehatan, saya minta senantiasa mengedepankan profesionalisme, keamanan, kenyamanan, dan kualitas dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat," tegas <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a>.</p>Kegiatan ini berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta ramah tamah antara <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, unsur pimpinan yang hadir, tenaga kesehatan, dan para peserta pelayanan. (dre)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_1512_Bupati-Asahan-Buka-Layanan-MOW-Serentak-Sambut-HARGANAS-ke-33--Perkuat-Akses-KB-Demi-Keluarga-Sejahtera.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/284095/bupati-asahan-buka-layanan-mow-serentak-sambut-harganas-ke-33-perkuat-akses-kb-demi-keluarga-sejahtera/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wakil Bupati Asahan Rianto Resmikan Gedung Persiapan MAN 3 Asahan, Bukti Komitmen Pemerataan Pendidikan hingga ke Desa</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 08:52:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wakil Bupati Asahan Rianto Resmikan Gedung Persiapan MAN 3 Asahan, Bukti Komitmen Pemerataan Pendidikan hingga ke Desa]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN , Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN , Pemerintah Kabupaten (Pemkab) <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ke pelosok daerah. Hal ini ditandai dengan peresmian <a href="https://www.sumut24.co/tag/gedung/" target="_blank">Gedung</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/persiapan/" target="_blank">Persiapan</a> MAN 3 <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> yang berlangsung khidmat di Desa Padang Sipirok, Kecamatan Aek Ledong, pada Selasa (07/07/2026) sekira pukul 10.15 Wib.</p>Peresmian dipimpin langsung oleh <a href="https://www.sumut24.co/tag/wakil/" target="_blank">Wakil</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Rianto, S.H., M.A.P., yang hadir bersama jajaran pejabat terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat. Kehadiran gedung ini menjadi angin segar bagi masyarakat di wilayah Aek Ledong dan sekitarnya, yang kini tak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pendidikan setara madrasah negeri di pusat kabupaten.</p>Dalam sambutannya, Kepala Sekolah <a href="https://www.sumut24.co/tag/persiapan/" target="_blank">Persiapan</a> MAN 3 <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Dra. Hj. Elda Ayumi, M.Si., menjelaskan bahwa gedung yang diresmikan dilengkapi dengan dua ruang belajar yang nyaman serta satu ruang kantor untuk mendukung pelayanan administrasi. Pada tahun ajaran pertamanya, madrasah ini telah menerima 72 peserta didik yang terbagi ke dalam dua rombongan belajar.</p>&quot;Kami menjamin seluruh peserta didik di sini akan mendapatkan pelayanan pendidikan yang setara dengan Madrasah Aliyah Negeri yang ada di Kota Kisaran. Kami juga berharap ke depannya jumlah siswa akan terus bertambah seiring dengan kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap madrasah ini,&quot; ujar Elda.</p>Sementara itu, <a href="https://www.sumut24.co/tag/wakil/" target="_blank">Wakil</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Rianto menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat gotong royong masyarakat yang turut berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan gedung ini. Menurutnya, partisipasi aktif warga menjadi bukti nyata bahwa kemajuan pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.</p>&quot;Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat yang telah bahu-membahu mendukung pembangunan ini. Keberadaan gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pintu gerbang bagi generasi muda di wilayah ini untuk meraih masa depan yang lebih baik. Ini adalah langkah nyata kita mewujudkan pemerataan akses pendidikan, sehingga tidak ada anak yang tertinggal hanya karena jarak dan lokasi,&quot; tegas Rianto.</p>Lebih lanjut, Rianto berharap keberadaan MAN 3 <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di tingkat luas. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.</p>Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Camat Aek Kuasan, Camat Aek Ledong beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, kepala sekolah se-wilayah, kepala desa, serta tokoh masyarakat dan agama setempat.</p>Kegiatan peresmian ini berakhir pukul 12.30 Wib dan berlangsung dengan lancar, aman, serta penuh semangat kebersamaan. (dre)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_1802_Wakil-Bupati-Asahan-Rianto-Resmikan-Gedung-Persiapan-MAN-3-Asahan--Bukti-Komitmen-Pemerataan-Pendidikan-hingga-ke-Desa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/284094/wakil-bupati-asahan-rianto-resmikan-gedung-persiapan-man-3-asahan-bukti-komitmen-pemerataan-pendidikan-hingga-ke-desa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kantor Koptan Mandiri Bak &quot;Gubuk Derita&quot; di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 08:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN, Di tengah kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas 1.266,6 hektar di Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN, Di tengah kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas 1.266,6 hektar di Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, berdiri bangunan kantor Koperasi Tani (<a href="https://www.sumut24.co/tag/koptan/" target="_blank">Koptan</a>) <a href="https://www.sumut24.co/tag/mandiri/" target="_blank">Mandiri</a> yang tampak memprihatinkan. Bentuknya sederhana, bak "gubuk derita", dan dugaan kuat menyebut bangunan ini didirikan tanpa izin resmi di kawasan hutan yang statusnya dikuasai negara.</p>Pembangunan bangunan, sekecil apa pun, di kawasan hutan tanpa persetujuan resmi merupakan tindakan ilegal dan melanggar aturan perundang-undangan. Hal ini berisiko memicu sanksi hukum berat, mulai dari denda administratif hingga ancaman pidana, serta rawan memicu konflik agraria dan penggusuran.</p>Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2025 tentang penertiban kawasan hutan, siapa pun yang membangun bangunan permanen maupun semipermanen tanpa izin sah di kawasan hutan dapat dikenakan denda hingga puluhan juta rupiah per hektar. Jika terbukti merusak fungsi hutan, pelaku juga bisa dijerat dengan sanksi pidana penjara.</p>Status lahan di kawasan hutan sepenuhnya milik negara dan tidak boleh diubah fungsi maupun dimanfaatkan sembarangan. Segala bentuk pemanfaatan, termasuk mendirikan bangunan untuk fasilitas kelompok tani, wajib memiliki izin penggunaan kawasan dari Kementerian Kehutanan. Aturan ini tertuang jelas dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 7 Tahun 2021 serta bisa ditempuh melalui jalur program Perhutanan Sosial.</p>Kawasan HTR di Desa Perbangunan ini tercatat memiliki total luas sekitar 1.262,61 hektar, terbagi menjadi Blok I seluas 697 hektar yang masuk wilayah Asahan dan Blok II seluas 565,61 hektar yang bersinggungan dengan wilayah Kabupaten Labuhan Batu Utara. <a href="https://www.sumut24.co/tag/koptan/" target="_blank">Koptan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/mandiri/" target="_blank">Mandiri</a> sendiri telah berbadan hukum sejak 1999 dan bernaung di bawah induk koperasi tingkat nasional.</p>Namun sejak terbit Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2014 tentang penetapan batas wilayah antara Asahan dan Labuhan Batu Utara, serta pergantian kepengurusan koperasi pada tahun yang sama, fungsi kawasan HTR ini perlahan berubah. Kawasan yang seharusnya ditanami pepohonan hutan kini beralih fungsi menjadi lahan tanaman kelapa sawit.</p>Warga setempat menduga adanya penyalahgunaan wewenang dan praktik jual beli lahan dengan modus pembayaran ganti rugi yang merugikan kepentingan masyarakat luas. Berkas kwitansi bermaterai bermunculan, mencatat transaksi pengalihan pengelolaan lahan seluas 6 hektar dengan nilai antara Rp30 juta hingga Rp50 juta, yang ditandatangani Wahyudi selaku Ketua <a href="https://www.sumut24.co/tag/koptan/" target="_blank">Koptan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/mandiri/" target="_blank">Mandiri</a> periode 2014&ndash;2026.</p>"Kami meminta Bupati dan Wakil Bupati Asahan segera mengevaluasi kepengurusan <a href="https://www.sumut24.co/tag/koptan/" target="_blank">Koptan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/mandiri/" target="_blank">Mandiri</a>. Terindikasi ada oknum yang menguasai lahan ratusan hektar di kawasan ini, padahal seharusnya untuk kepentingan bersama," ujar salah satu warga, Rabu (8/7/2026).</p>Kecurigaan warga makin menguat setelah mendapati bangunan kantor koperasi yang tak layak huni itu berdiri di tengah kawasan, sementara lahan subur di sekitarnya dikuasai pihak yang diduga berafiliasi dengan sekelompok oknum berkuasa. Mantan Kepala Dusun setempat pun mempertanyakan perubahan nasib kawasan yang dulunya ditanami bibit kehutanan hasil bantuan pemerintah.</p>"Dulu masyarakat menanam pohon di sini, ada bantuan bibit dari pemerintah. Kenapa sekarang berubah jadi sawit dan yang menguasai justru orang luar desa? Ada selisih luas lahan yang dikuasai koperasi dibanding data awal, ini perlu ditelusuri," ungkapnya.</p>Dikonfirmasi terpisah, Ketua <a href="https://www.sumut24.co/tag/koptan/" target="_blank">Koptan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/mandiri/" target="_blank">Mandiri</a> sekaligus Anggota DPRD Asahan, Wahyudi, membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia menegaskan tidak ada transaksi jual beli maupun pemindahtanganan lahan kawasan HTR kepada pihak lain, termasuk oknum pejabat.</p>"Tidak benar ada jual beli lahan ratusan hektar. Yang disebut Ramlan Sinaga hanya anggota yang menguasai lahan 6 hektar untuk menampung hasil panen sawit, bukan pemilik lahan luas. Alat berat yang masuk ke lokasi juga lewat jalur luar kawasan HTR, bukan merambah area hutan," tegas Wahyudi.</p>Ia juga menjelaskan kegagalan penanaman bibit kehutanan yang diterima dari pemerintah. "Kami pernah menanam durian, sengon, pete, dan aren. Namun tanah di sini bersifat asam dan gambut, sehingga hanya sengon yang mampu bertahan hidup, sisanya mati," imbuhnya.</p>Hingga kini, tim penelusuran belum menemukan bukti kepemilikan izin penggunaan kawasan hutan untuk bangunan kantor <a href="https://www.sumut24.co/tag/koptan/" target="_blank">Koptan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/mandiri/" target="_blank">Mandiri</a> tersebut. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi kehutanan terkait segera menelusuri legalitas pengelolaan kawasan ini guna mencegah kerugian yang lebih besar dan menegakkan aturan hukum yang berlaku. (tec)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9524_Kantor-Koptan-Mandiri-Bak--quot-Gubuk-Derita-quot--di-Tengah-HTR-1-266-Hektar-yang-Beralih-Jadi-Lahan-Sawit.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/284093/kantor-koptan-mandiri-bak-quotgubuk-deritaquot-di-tengah-htr-1266-hektar-yang-beralih-jadi-lahan-sawit-2/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Perkuat Peran Bundo Kanduang Membimbing Generasi Muda di Era Digital GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar Keminangkabauan,</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 08:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Perkuat Peran Bundo Kanduang Membimbing Generasi Muda di Era Digital GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar Keminangkabauan,]]></title>
            <description><![CDATA[Perkuat Peran Bundo Kanduang Membimbing Generasi Muda di Era Digital GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar Keminangkabauan,]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabupaten Solok : Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selasa (07/07/2026), di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Arosuka, Sumatera Barat, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Solok menggelar Seminar Keminangkabauan bertema &quot;Peran <a href="https://www.sumut24.co/tag/bundo/" target="_blank">Bundo</a> Kanduang dalam Membimbing Generasi Muda di Era Digitalisasi, Etika dan Estetika Perkawinan Menurut Adat Basandi Syara&#039;, Syara&#039; Basandi Kitabullah&quot;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seminar  yang menghadirkan narasumber utama Ummi Harneli Bahar dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/bundo/" target="_blank">Bundo</a> Raudah tersebut berlangsung penuh antusias dan dihadiri oleh <a href="https://www.sumut24.co/tag/bundo/" target="_blank">Bundo</a> Kanduang se-Kabupaten Solok, Ketua TP- PKK Provinsi Sumatera Barat, Ketua GOW Kabupaten Solok, perwakilan organisasi wanita se-Kabupaten Solok, tokoh masyarakat perempuan, hingga perwakilan Aliansi Mahasiswa Kabupaten Solok.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Solok yg di wakili oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.Hi dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan Minangkabau sejak dahulu memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;IDan mengingatkan kembali kiprah sejumlah tokoh perempuan asal Minangkabau seperti Rasuna Said, Siti Manggopoh, hingga Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, pendiri Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang, yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan dunia pendidikan Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kita teringat dengan tokoh-tokoh perempuan asal Minangkabau. Tanpa perjuangan mereka, bisa jadi NKRI ini tidak seperti hari ini. Mereka telah mewarnai lahirnya bangsa ini dan juga mewarnai pendidikan dunia Islam,&quot; ujar Wabup Candra.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;H. Candra, S.Hi menuturkan kisah kunjungan Syeikh Al Azhar ke Diniyah Puteri Padang Panjang pada tahun 1955 yang didampingi oleh tokoh nasional asal Sumatera Barat, Muhammad Natsir. Saat itu, kata Wabup, Syeikh Al Azhar terkejut karena lembaga pendidikan khusus perempuan justru lebih dahulu hadir di Minangkabau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Al Azhar yang telah berdiri ratusan tahun ketika itu belum terpikir mendirikan sekolah khusus perempuan. Namun di Minangkabau, Hajjah Rahmah El Yunusiyyah sudah melakukannya. Karena itu beliau mendapat penghargaan luar biasa dari dunia Islam,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dikatakan  Wabup, seminar keminangkabauan tersebut tidak boleh sekadar menjadi ruang nostalgia sejarah, melainkan momentum untuk membangkitkan kembali semangat melahirkan tokoh-tokoh perempuan hebat dari Kabupaten Solok dan Minangkabau di masa depan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kita ingin meneguhkan tekad, bahwa dengan peran perempuan hari ini, InsyaaAllah akan lahir kembali tokoh-tokoh perempuan hebat dari Kabupaten Solok dan Minangkabau. Semangat ini harus ditularkan hingga ke tengah masyarakat,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan itu, Wakil bupati juga mengutip pepatah Arab *&quot;Al-Ummu Madrasatul Ula&quot;* yang berarti *&quot;Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya&quot;*. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan moral generasi penerus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wabup berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga generasi muda dari berbagai penyakit sosial seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian online maupun offline, minuman keras, premanisme, hingga balapan liar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami mengapresiasi setinggi-tingginya terselenggaranya seminar keminangkabauan ini. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai luhur adat Minangkabau yang sangat dekat dengan agama dan Kitabullah,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengakhiri sambutannya, Wakil bupati Candra secara resmi membuka Seminar Keminangkabauan dengan mengucapkan basmalah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;,Ketua GOW Kabupaten Solok, Lian Octavia, dalam laporan sekaligus sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Atas nama Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Solok selaku panitia pelaksana, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh undangan, khususnya kepada para narasumber yang telah berkenan hadir dalam seminar ini,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;IBahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang membawa tantangan besar terhadap identitas dan karakter generasi muda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Di era digitalisasi saat ini, akses informasi terbuka sangat luas. Di satu sisi membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga berpotensi mengikis nilai adat, budaya dan karakter generasi muda apabila tidak diimbangi dengan penguatan dari keluarga,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dijelaskan  Lian Octavia, di tengah kondisi tersebut, peran <a href="https://www.sumut24.co/tag/bundo/" target="_blank">Bundo</a> Kanduang sebagai *limpapeh rumah gadang* menjadi sangat penting dalam menanamkan nilai adat, etika, dan moral kepada generasi penerus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;<a href="https://www.sumut24.co/tag/bundo/" target="_blank">Bundo</a> Kanduang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah adat dan membimbing generasi muda agar tetap berpegang pada nilai-nilai adat basandi syara&#039;, syara&#039; basandi Kitabullah,&quot; tutupnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seminar tersebut berlangsung hangat dan interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam mengikuti pemaparan materi dan sesi diskusi terkait penguatan nilai adat Minangkabau di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang terus berkembang.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_3585_Perkuat-Peran-Bundo-Kanduang-Membimbing-Generasi-Muda-di-Era-Digital-GOW-Kabupaten-Solok-Gelar-Seminar-Keminangkabauan-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284092/perkuat-peran-bundo-kanduang-membimbing-generasi-muda-di-era-digital-gow-kabupaten-solok-gelar-seminar-keminangkabauan-2/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">TP-PKK Kabupaten Solok Kerjasama dengan RHC ( Rufaidah Humanity Care) laksanakan Gebyar Khitanan Massal Gratis</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 08:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[TP-PKK Kabupaten Solok Kerjasama dengan RHC ( Rufaidah Humanity Care) laksanakan Gebyar Khitanan Massal Gratis]]></title>
            <description><![CDATA[TPPKK Kabupaten Solok Kerjasama dengan RHC ( Rufaidah Humanity Care) laksanakan Gebyar Khitanan Massal Gratis]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabupaten Solok - Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selasa 7 Juli 2026 di Nagari Koto Baru, Jorong Subarang Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu di dampingi Kepala Dinas Kominfo Kab Solok Susi Sofianti Saidani dan  Bersama Tim Pengerak PKK Kab Solok menghadiri kegiatan Gebyar Khitan Massal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kehadiran Ketua TP-PKK Kabupaten Solok disambut hangat oleh masyarakat, pemerintah nagari, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta para orang tua yang mendampingi anak-anak peserta khitan massal. Hal ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Ny. Nia Jon Firman Pandu dalam sambutannya  menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, khitan massal merupakan bentuk pelayanan sosial yang sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak yang mengikuti khitan massal, sekaligus menjadi ladang amal bagi seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai bentuk kepedulian dan semangat gotong royong dalam membantu sesama," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain dukungan moril kepada para peserta, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok juga menyerahkan bantuan secara simbolis sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak yang mengikuti khitan massal. Ia turut menyapa para peserta dan memberikan semangat agar mereka tetap tabah dan berani menjalani proses khitan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui kegiatan Gebyar Khitan Massal ini, diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TP-PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan serta kesejahteraan keluarga di Kabupaten Solok.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_552_TP-PKK-Kabupaten-Solok-Kerjasama-dengan-RHC---Rufaidah-Humanity-Care--laksanakan-Gebyar-Khitanan-Massal-Gratis.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284090/tppkk-kabupaten-solok-kerjasama-dengan-rhc-rufaidah-humanity-care-laksanakan-gebyar-khitanan-massal-gratis/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sertijab Camat Bukik Sundi, Dan Pelantikan Ketua TP PKK.</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 08:26:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sertijab Camat Bukik Sundi, Dan Pelantikan Ketua TP PKK.]]></title>
            <description><![CDATA[Sertijab Camat Bukik Sundi, Dan Pelantikan Ketua TP PKK.]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Kabupaten Solok - Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selasa (7/7/2026 Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat menggelar pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) <a href="https://www.sumut24.co/tag/camat/" target="_blank">Camat</a> Bukik Sundi dari Vice Febrianeldi, S.Tp., M.Si. kepada Maifendri, S.Kep., ). Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu juga melantik Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Bukik Sundi, Ny. Mulyati Mau fenri, S, ST. Dan dilanjutkan dengan  serah terima dari Ketua TP- PKK yang lama Ny. Dila Vice Febrianeldi, SH., MH. kepada Ny. Mulyati Maifendri, S.ST.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dihadiri oleh  Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Deni Prihatni, S.T., M.T. yang mewakili Bupati Solok, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu. Hadir juga Kepala Dinas Kominfo , Susi Sofianti Saidani, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, Aliber Mulyadi,  unsur Forkopimcam, wali nagari, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus TP-PKK dan undangan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam prosesi tersebut, Vice Febrianeldi secara resmi menyerahkan tugas dan tanggung jawab sebagai <a href="https://www.sumut24.co/tag/camat/" target="_blank">Camat</a> Bukik Sundi kepada Maifendri.<br>Pergantian kepemimpinan itu diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik dan mempercepat pembangunan di wilayah Kecamatan Bukik Sundi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pemerintah Kabupaten Solok,  diwakili Deni Prihatni menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Vice Febrianeldi selama memimpin Kecamatan Bukik Sundi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Vice Febrianeldi atas pengabdian dan dedikasi selama memimpin Kecamatan Bukik Sundi. Semoga berbagai program yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan," kata Deni dalam sambutannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga berharap <a href="https://www.sumut24.co/tag/camat/" target="_blank">Camat</a> Bukik Sundi yang baru dapat segera beradaptasi dan membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat guna menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, pada kesempatan tersebut juga  melantik Ketua TP-PKK Kecamatan Bukik Sundi yang baru sebagai bagian dari kesinambungan organisasi PKK di tingkat kecamatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dikatakan  Nia, pelantikan dan serah terima jabatan bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat semangat pengabdian dan kolaborasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Melalui pelantikan dan serah terima jabatan ini, diharapkan semangat pengabdian, profesionalisme, serta kolaborasi seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan Kecamatan Bukik Sundi yang maju, sejahtera, dan berdaya saing," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Vice Febrianeldi mengaku bersyukur atas dukungan seluruh pihak selama lebih kurang empat tahun memimpin Kecamatan Bukik Sundi."Selama lebih kurang empat tahun memimpin Kecamatan Bukik Sundi, banyak kesan dan memori indah yang kami rasakan bersama masyarakat. Mudah-mudahan dengan adanya pergantian camat ini tidak menyurutkan semangat kita untuk terus memajukan Bukik Sundi ke arah yang lebih baik," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/camat/" target="_blank">Camat</a> Bukik Sundi yang baru, Maifendri, menyampaikan apresiasi kepada pendahulunya atas berbagai capaian yang telah diraih selama memimpin kecamatan tersebut. Ia juga meminta dukungan seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan dalam menjalankan tugasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Vice Febrianeldi yang telah menahkodai Kecamatan Bukik Sundi dengan baik. Kami memohon arahan dan dukungan dari seluruh pihak agar dapat melanjutkan pembangunan dan menjadikan Kecamatan Bukik Sundi semakin maju di masa mendatang," tuturnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Solok berharap pergantian kepemimpinan ini dapat semakin mengoptimalkan roda pemerintahan di Kecamatan Bukik Sundi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9857_Sertijab-Camat-Bukik-Sundi--Dan-Pelantikan-Ketua-TP-PKK-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284089/sertijab-camat-bukik-sundi-dan-pelantikan-ketua-tp-pkk/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kantor Koptan Mandiri Bak &quot;Gubuk Derita&quot; di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 02:36:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit]]></title>
            <description><![CDATA[Kantor Koptan Mandiri Bak &quotGubuk Derita&quot di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit ]]></description>
            <content><![CDATA[<br>ASAHAN &ndash; sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas 1.266,6 hektar di Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, berdiri bangunan kantor Koperasi Tani (Koptan) Mandiri yang tampak memprihatinkan. Bentuknya sederhana, bak "gubuk derita", dan dugaan kuat menyebut bangunan ini didirikan tanpa izin resmi di kawasan hutan yang statusnya dikuasai negara.<br><br>Pembangunan bangunan, sekecil apa pun, di kawasan hutan tanpa persetujuan resmi merupakan tindakan ilegal dan melanggar aturan perundang-undangan. Hal ini berisiko memicu sanksi hukum berat, mulai dari denda administratif hingga ancaman pidana, serta rawan memicu konflik agraria dan penggusuran.<br><br>Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2025 tentang penertiban kawasan hutan, siapa pun yang membangun bangunan permanen maupun semipermanen tanpa izin sah di kawasan hutan dapat dikenakan denda hingga puluhan juta rupiah per hektar. Jika terbukti merusak fungsi hutan, pelaku juga bisa dijerat dengan sanksi pidana penjara.<br><br>Status lahan di kawasan hutan sepenuhnya milik negara dan tidak boleh diubah fungsi maupun dimanfaatkan sembarangan. Segala bentuk pemanfaatan, termasuk mendirikan bangunan untuk fasilitas kelompok tani, wajib memiliki izin penggunaan kawasan dari Kementerian Kehutanan. Aturan ini tertuang jelas dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 7 Tahun 2021 serta bisa ditempuh melalui jalur program Perhutanan Sosial.<br><br>Kawasan HTR di Desa Perbangunan ini tercatat memiliki total luas sekitar 1.262,61 hektar, terbagi menjadi Blok I seluas 697 hektar yang masuk wilayah Asahan dan Blok II seluas 565,61 hektar yang bersinggungan dengan wilayah Kabupaten Labuhan Batu Utara. Koptan Mandiri sendiri telah berbadan hukum sejak 1999 dan bernaung di bawah induk koperasi tingkat nasional.<br><br>Namun sejak terbit Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2014 tentang penetapan batas wilayah antara Asahan dan Labuhan Batu Utara, serta pergantian kepengurusan koperasi pada tahun yang sama, fungsi kawasan HTR ini perlahan berubah. Kawasan yang seharusnya ditanami pepohonan hutan kini beralih fungsi menjadi lahan tanaman kelapa sawit.<br><br>Warga setempat menduga adanya penyalahgunaan wewenang dan praktik jual beli lahan dengan modus pembayaran ganti rugi yang merugikan kepentingan masyarakat luas. Berkas kwitansi bermaterai bermunculan, mencatat transaksi pengalihan pengelolaan lahan seluas 6 hektar dengan nilai antara Rp30 juta hingga Rp50 juta, yang ditandatangani Wahyudi selaku Ketua Koptan Mandiri periode 2014&ndash;2026.<br><br>"Kami meminta Bupati dan Wakil Bupati Asahan segera mengevaluasi kepengurusan Koptan Mandiri. Terindikasi ada oknum yang menguasai lahan ratusan hektar di kawasan ini, padahal seharusnya untuk kepentingan bersama," ujar salah satu warga, Rabu (8/7/2026).<br><br>Kecurigaan warga makin menguat setelah mendapati bangunan kantor koperasi yang tak layak huni itu berdiri di tengah kawasan, sementara lahan subur di sekitarnya dikuasai pihak yang diduga berafiliasi dengan sekelompok oknum berkuasa. Mantan Kepala Dusun setempat pun mempertanyakan perubahan nasib kawasan yang dulunya ditanami bibit kehutanan hasil bantuan pemerintah.<br><br>"Dulu masyarakat menanam pohon di sini, ada bantuan bibit dari pemerintah. Kenapa sekarang berubah jadi sawit dan yang menguasai justru orang luar desa? Ada selisih luas lahan yang dikuasai koperasi dibanding data awal, ini perlu ditelusuri," ungkapnya.<br><br>Dikonfirmasi terpisah, Ketua Koptan Mandiri sekaligus Anggota DPRD Asahan, Wahyudi, membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia menegaskan tidak ada transaksi jual beli maupun pemindahtanganan lahan kawasan HTR kepada pihak lain, termasuk oknum pejabat.<br><br>"Tidak benar ada jual beli lahan ratusan hektar. Yang disebut Ramlan Sinaga hanya anggota yang menguasai lahan 6 hektar untuk menampung hasil panen sawit, bukan pemilik lahan luas. Alat berat yang masuk ke lokasi juga lewat jalur luar kawasan HTR, bukan merambah area hutan," tegas Wahyudi.<br><br>Ia juga menjelaskan kegagalan penanaman bibit kehutanan yang diterima dari pemerintah. "Kami pernah menanam durian, sengon, pete, dan aren. Namun tanah di sini bersifat asam dan gambut, sehingga hanya sengon yang mampu bertahan hidup, sisanya mati," imbuhnya.<br><br>Hingga kini, tim penelusuran belum menemukan bukti kepemilikan izin penggunaan kawasan hutan untuk bangunan kantor Koptan Mandiri tersebut. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi kehutanan terkait segera menelusuri legalitas pengelolaan kawasan ini guna mencegah kerugian yang lebih besar dan menegakkan aturan hukum yang berlaku. (tec)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_5577_Kantor-Koptan-Mandiri-Bak--quot-Gubuk-Derita-quot--di-Tengah-HTR-1-266-Hektar-yang-Beralih-Jadi-Lahan-Sawit.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284088/kantor-koptan-mandiri-bak-quotgubuk-deritaquot-di-tengah-htr-1266-hektar-yang-beralih-jadi-lahan-sawit/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi</guid>
            <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 21:43:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi]]></title>
            <description><![CDATA[Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>MEDAN &ndash; Ketua Markas Daerah (Mada) Laskar Merah Putih (LMP) Sumatera Utara, Rukun Sembiring, memimpin kegiatan rekonsiliasi dan revitalisasi kepengurusan Mada LMP Sumut yang digelar di Sekretariat Mada LMP Sumut, Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Selasa (7/7/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Mada LMP Sumut Bobby O. Zulkarnaen, Ketua Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) Hatta Akhiri, Koordinator Daerah (Korda) Medan, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai Asep Wahyudi, serta sejumlah pengurus dan kader LMP dari berbagai daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sambutannya, Rukun Sembiring menyampaikan apresiasi atas kehadiran para kader dan mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat soliditas organisasi. Menurutnya, rekonsiliasi menjadi langkah penting dalam membangun kekompakan demi kemajuan LMP di Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Sekretaris Mada LMP Sumut Bobby O. Zulkarnaen menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan melakukan revitalisasi kepengurusan sebagai bagian dari penguatan organisasi. Ia juga menyampaikan rencana pelantikan kepengurusan yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Pelantikan direncanakan pada bulan Oktober sesuai arahan pimpinan organisasi dan telah memperoleh izin dari Ketua Umum Mabes LMP, H.M. Arsyad Cannu," ujar Bobby.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada kesempatan yang sama, Rukun Sembiring mengatakan bahwa seluruh kader diharapkan tetap berada dalam satu komando sesuai arahan Ketua Umum LMP. Ia mengajak seluruh anggota menjaga loyalitas, memperkuat persatuan, dan bersama-sama membesarkan organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Mari kita bersatu, menjaga kekompakan, dan membangun LMP Sumatera Utara agar cita-cita organisasi dapat terwujud," kata Rukun Sembiring.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua OKK Mada LMP Sumut Hatta Akhiri juga menyampaikan bahwa kepengurusan yang dipimpin Rukun Sembiring merupakan kepengurusan yang dijalankan di lingkungan Mada LMP Sumut. Terkait adanya pihak-pihak yang mengklaim sebagai Ketua Mada LMP Sumut, Hatta menyatakan hal tersebut merupakan pandangan organisasinya dan apabila ditemukan pelanggaran, menurutnya penyelesaiannya harus ditempuh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hingga berita ini diturunkan, pernyataan tersebut merupakan keterangan dari pengurus Mada LMP Sumut dalam kegiatan organisasi. Apabila terdapat pihak lain yang memiliki pandangan atau keterangan berbeda terkait kepengurusan LMP Sumut, redaksi memberikan ruang untuk menggunakan hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.rel&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_586_Rukun-Sembiring-Satukan-Kader--Mada-LMP-Sumut-Percepat-Penguatan-Organisasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284087/rukun-sembiring-satukan-kader-mada-lmp-sumut-percepat-penguatan-organisasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi</guid>
            <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 19:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi]]></title>
            <description><![CDATA[Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jakarta &ndash; Tim Direktorat Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi, dan Eksaminasi (UHLBEE) pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) bersama Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melaksanakan sita eksekusi terhadap aset milik terpidana Tamron alias Aon berupa komoditas timah dengan total berat 104.446 kilogram dalam perkara tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait tata kelola komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT <a href="https://www.sumut24.co/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> Tbk periode 2015&ndash;2022.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyitaan dilakukan pada Senin (6/7/2026) di Gudang Smelter PT Menara Cipta Mulia (MCM), Desa Mentawak, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain menyita dua kelompok timah dengan berat masing-masing 49.486 kilogram dan 54.960 kilogram, tim jaksa eksekutor juga mengamankan 58 bal jumbo bag yang tersimpan di Gudang PT <a href="https://www.sumut24.co/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> Tbk di Gantung, Bangka Timur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kelompok timah seberat 49.486 kilogram terdiri atas 11 kategori, antara lain dross, timah kristal dan debu, logam timah, logam petakan, hingga campuran dross dengan kadar timah bervariasi antara sekitar 59 persen hingga hampir 100 persen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, kelompok timah seberat 54.960 kilogram terdiri atas lima kategori, yakni debu timah, slag petakan, timah besi petakan, dross, dan dross casting, dengan kadar timah rata-rata mulai dari 27 persen hingga mencapai 99,94 persen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam persidangan terungkap bahwa seluruh komoditas timah tersebut berada dalam penguasaan PT Menara Cipta Mulia (MCM). Terpidana Tamron alias Aon mengakui perusahaan tersebut merupakan miliknya, meskipun secara administratif nama pengurus yang tercantum dalam akta pendirian adalah Taskin dan Rahmadi Toha. Fakta persidangan menunjukkan perusahaan tersebut tetap dikendalikan oleh Tamron alias Aon.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan putusan pengadilan dan fakta hukum yang terungkap, Kejaksaan menyimpulkan seluruh komoditas timah yang disita merupakan harta milik terpidana yang sah untuk dirampas negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya, aset tersebut akan dilelang, dan seluruh hasil penjualannya akan digunakan untuk membayar uang pengganti yang dibebankan kepada Tamron alias Aon sesuai putusan pengadilan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langkah sita eksekusi ini merupakan bagian dari upaya Kejaksaan dalam memulihkan kerugian negara melalui optimalisasi perampasan aset hasil tindak pidana korupsi, khususnya dalam perkara tata kelola komoditas timah yang menjadi salah satu kasus korupsi terbesar di Indonesia.red]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_6534_Kejaksaan-Sita-Lebih-dari-104-Ton-Timah-Milik-Terpidana-Tamron-alias-Aon-untuk-Bayar-Uang-Pengganti-Korupsi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284086/kejaksaan-sita-lebih-dari-104-ton-timah-milik-terpidana-tamron-alias-aon-untuk-bayar-uang-pengganti-korupsi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni &amp; Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi</guid>
            <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 19:32:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi]]></title>
            <description><![CDATA[Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni &amp Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p>Medan - Dunia teknologi dan rangkaian kode biner mungkin terdengar kaku bagi sebagian orang, namun tidak bagi Bella Olivia Putrisanni dan Fahdi Saidi Lubis. Di balik untaian algoritma komputer yang rumit, takdir sedang menenun sebuah cerita yang jauh lebih indah daripada baris pemrograman mana pun.</p><p>Bella adalah seorang wanita cerdas bergelar Sarjana Komputer (S.Kom.). Sebagai putri sulung dari tiga bersaudara, ia tumbuh dalam kehangatan keluarga Bapak Rianto, S.H., M.H., seorang praktisi hukum yang tegas namun penyayang dan juga tokoh pers terkenal di Sumatera Utara yang juga CEO Sumut 24 Group, dan Ibu Marlina Eliyanti, S.E.</p><p>Bella menjadi teladan bagi kedua adik kandungnya, Gandhis Dwi Febrian SP dan Dimas Dafa Fahreza yang masih kuliah di USU serta juga menyaksika Keluarga diantarnya Drs Sugito ( Pakdeh), Hj Moncowati ( Budehnya). Di mata keluarganya, Bella adalah perpaduan sempurna antara kecerdasan modern dan keanggunan budi pekerti.</p><p>Di seberang takdirnya, berdiri Fahdi Saidi Lubis. Fahdi bukanlah pria biasa; ia adalah seorang akademisi murni yang mendedikasikan hidupnya pada ilmu pengetahuan. Gelar S.Kom. dan M.Kom. telah diraihnya, dan kini ia tengah berjuang menyelesaikan babak akhir pendidikannya sebagai Calon Doktor atau Ph.D. (Cand.) .</p><p>Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara dari pasangan H. dr. Asmin Lubis, DAF.Sp.An KAP, KMN. dan Hj. Arneny Abdullah, Fahdi dibesarkan dalam keluarga besar yang penuh dengan pencapaian intelektual tinggi. Abang kandungnya, Dr. dr. Bastian Lubis, Sp.An-TI, serta saudaranya yang lain seperti Muharman Lubis, B.IT., B.Sc., senantiasa mendampingi langkahnya.</p><p>Namun, di balik semua gelar mentereng itu, Fahdi tetaplah sosok pria yang rendah hati, tenang, dan memiliki kesabaran yang luar biasa.</p><p><br>Menenun Rasa dari Meja Kuliah</p><p>Pertemuan awal mereka dimulai dari bangku sekolah SMA Negeri 1 Medan, tapi saat itu benih-benih percintaan belum terajut di hati Bella.</p><p>Benih kasih sayang diantara Bela dan Fahdi tumbuh bersemi di koridor kampus di lingkungan Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi, Fakultas<br>Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Sumatera Utara (USU) bertahun-tahun lalu, saat keduanya sama-sama berstatus sebagai mahasiswa ilmu komputer.</p><p>Pertemuan yang awalnya hanya seputar diskusi tugas, proyek pemrograman, dan ujian akhir, perlahan-lahan berubah warna. Di ruang perpustakaan yang tenang, di antara tumpukan buku tebal dan layar laptop yang menyala hingga larut malam, Fahdi menemukan pesona tersendiri dalam diri Bella.</p><p>Kecepatan berpikir Bella dan senyum manisnya yang selalu hadir saat berhasil memecahkan error pada sistem komputer membuat Fahdi jatuh hati.</p><p>Bagi Bella, Fahdi adalah oasis di tengah kepenatan dunia perkuliahan. Ketika Bella merasa buntu dengan dunianya, Fahdi selalu datang dengan segelas kopi dan kesabaran yang tiada habisnya untuk membantu. Karakter Fahdi yang sangat sabar, penuh pengertian, dan taat dalam ibadah membuat Bella merasa aman. Dari sana, benih-benih cinta tumbuh, bertransformasi dari sekadar teman satu jurusan menjadi sepasang kekasih yang saling mendukung mimpi masing-masing. Fahdi terus melesat hingga ke jenjang S-3, sementara Bella setulus hati mendampingi setiap proses jatuh bangun kekasihnya itu.</p><p><br>Detak Jantung Sabtu Pagi</p><p>Waktu bergulir membawa mereka pada hari Sabtu yang cerah, 4 Juli 2026. Pukul sepuluh pagi, kediaman keluarga besar Bella di daerah kawasan Pasar 5 Tembung, Kabupaten Deli Serdang telah disulap menjadi taman bunga yang indah.</p><p>Tangga melingkar di tengah rumah dihiasi dengan untaian bunga-bunga segar berwarna merah jambu dan kuning cerah yang menjuntai anggun. Udara dipenuhi aroma harum dan ketegangan yang mendebarkan.</p><p>Saat yang ditunggu tiba keluarga besar Fahdi datang membawa seserahan sebagai simbol kesungguhan niat baik mereka untuk melamar Bella sang putri pujaan hati Fahdi.</p><p>Fahdi, sang putra bungsu dari enam bersaudara pasangan Bapak H. dr. Asmin Lubis, DAF.Sp.An KAP, KMN. dan Ibu Hj. Arneny Abdullah, melangkah dengan mantap namun penuh debaran di dada. Ia didampingi oleh kakak-kakaknya tercinta: Dr. dr. Bastian Lubis beserta Dr. dr. Putri Amelia; Muharman Lubis beserta Siti Rahmah; Dr. Arif Ridho Lubis beserta dr. Dira Wahyuni Siregar; Rahmat Yusuf Lubis beserta Miftah; serta sang kakak perempuan dr. Rahmah Evelin Lubis.</p><p>Di ambang pintu rumah, keluarga besar Bella menyambut hangat, Bapak Rianto dan Ibu Marlina, didampingi kedua adik kandung Bella, Gandhis Dwi Febrian dan Dimas Dafa Fahreza, menyapa kehadiran keluarga besar Lubis dengan penuh senyum ketulusan.</p><p>Ketika seluruh tamu telah memenuhi ruangan, pemandu acara (MC) Datuk Afifuddin mengambil mikrofon, memecah keheningan dengan suara yang menggema penuh wibawa:</p><p>_"Bapak, Ibu sekalian, inilah dia anak gadis kita di rumah ini, Bella Olivia Putrisanni, datang dan hadir"_</p><p>Dari lantai atas, Bella perlahan muncul. Ia melangkah menuruni anak tangga dengan sangat anggun, mengenakan kebaya elegan bercorak kuning keemasan yang serasi dengan dekorasi bunga di sekelilingnya. Senyum tipis menghiasi wajahnya yang merona, sementara matanya tertuju pada satu pria yang berdiri tegak di ujung tangga memegang seikat bunga bertuliskan Fahdi.</p><p><br>Untaian Janji Sang Pencinta</p><p>Fahdi berdiri di hadapan Bella, menjabat mikrofon dengan jemari yang sedikit bergetar, namun tatapan matanya memancarkan keyakinan mutlak. Di hadapan kedua orang tua Bella, ia mengutarakan maksud hatinya yang paling dalam:</p><p>_"Dengan izin Allah dan restu kedua orang tua Fahdi, Fahdi ingin melamar Bella sebagai istri. Kepada Om Anti dan Tante Marlina , saya memohon izin dan restunya. Bella, bersediakah Bella menerima lamaran Abang dan melangkah bersama Abang menuju pernikahan?"_</p><p>Suasana mendadak hening seketika. Pertanyaan itu menggantung di udara, melintasi ingatan masa-masa kuliah mereka yang penuh perjuangan, hingga tiba di titik ini.</p><p><br>Jawaban Sang Gadis Pilihan</p><p>Bella memandang pria di hadapannya. Segala rasa syukur buncah di dalam dadanya. Dengan senyuman manis dan nada suara yang penuh ketulusan, ia menjawab pinangan tersebut:</p><p>_"Abang, Bang Fahdi... insya Allah Bella siap menerima lamaran Abang. Terima kasih sudah sayang sama Bella, insya Allah bisa seperti kasih sayang yang kayak Mama dan Papa berikan sama Bella. Terima kasih juga kepada Om dan Tante yang sudah membesarkan Bang Fahdi menjadi laki-laki yang sangat sabar, pengertian, dan insya Allah taat sama Allah, sehingga bisa membimbing Bella ke depannya. Maka dari itu, dengan izin Allah dan restu Mama, Papa, dan keluarga yang hadir di sini, Bella menerima khitbah dan lamaran Abang untuk meniti hidup Abang dunia dan akhirat."_</p><p>Tawa kecil Bella di akhir kalimat mencairkan ketegangan, disusul oleh gemuruh tepuk tangan dan seruan bahagia dari seluruh keluarga besar yang menyaksikan momen sakral tersebut.</p><p><br>Restu, Doa, dan Air Mata Kebahagiaan</p><p>Mendengar jawaban dari putri sulungnya, Bapak Rianto, S.H., M.H., tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Sebagai seorang ayah yang mengawal tumbuh kembang Bella sejak kecil, matanya berkaca-kaca saat berbicara:</p><p>_"Alhamdulillah hari ini... Papa teringat kembali kisah kalian saat kuliah dulu. Jadi saat kuliah itu ada cerita beberapa tahun lalu tentang awal mula kedekatan kalian... Dan hari ini, Papa menyaksikan sendiri bagaimana Bella dan Fahdi mengikat janji untuk masa depan..."_</p><p>Di samping Bapak Rianto, sang ibu, Marlina Eliyanti, memandang putrinya dengan tatapan penuh keibuan. Sambil menggenggam jemari Bella, ia membisikkan narasi kalbunya yang penuh kehangatan:</p><p>_"Bella, putri sulung Mama, rasanya baru kemarin Mama menimangmu dan mengantarmu ke sekolah. Hari ini, di ujung tangga ini, Mama melihatmu telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang siap menjadi seorang istri. Melihat ketulusan dan kesabaran Fahdi yang sudah Mama kenal sejak masa kuliah kalian, runtuh sudah kekhawatiran Mama. Perjalanan menjadi istri tidaklah selalu mudah, Nak, tetapi dengan pria sesabar Fahdi di sisimu, Mama ikhlas melepaskanmu. Jadilah pakaian yang meneduhkan bagi suamimu kelak."_</p><p>Dari sisi keluarga pria, H. dr. Asmin Lubis dan Hj. Arneny Abdullah, kedua orang tua Fahdi, menatap putra bungsu mereka dengan rasa bangga yang tak terkira. Sang ibu, Arneny, mewakili rasa syukur suaminya, memberikan petuah indah bagi menantu barunya:</p><p>_"Fahdi anak bungsu kebanggaan Papa dan Ibu. Perjalanan akademikmu telah membawamu melangkah jauh menuntut ilmu, tetapi hari ini, langkahmu menemukan pelabuhan terindahnya di hati Bella.</p><p>_"Kepada Bella, putriku yang kini menjelma menjadi permata baru di hati kami, terima kasih karena telah memilih dan menerima Fahdi dengan segala apa adanya. Mulai hari ini, engkau bukan lagi orang lain, melainkan putri kandung kami sendiri yang akan kami sayangi, kami jaga, dan kami dekap dalam setiap doa. Semoga Allah SWT senantiasa melapangkan jalan kalian berdua, menyatukan langkah kalian hingga hari pernikahan di bulan Oktober nanti. Kami titipkan Fahdi kepadamu, dan kami percayakan dirimu untuk dibimbing olehnya menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah."_</p><p><br>BelLangkah Baru Menuju Masa Depan Gerbang Ikatan Abadi</p><p>​Kebahagiaan yang utuh kian terpancar saat prosesi dilanjutkan dengan pemasangan cincin di jari manis kedua calon mempelai sebagai lambang ikatan yang suci, disusul dengan penyerahan seserahan secara simbolis dari keluarga pria kepada keluarga wanita sebagai tanda keseriusan dan ketulusan niat baik. Pembicaraan hangat seputar persiapan mahar dan kelancaran acara pernikahan suci yang direncanakan pada bulan Oktober pun berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan.<br>​Hari bersejarah yang penuh dengan untaian romansa ini ditutup dengan penuh kekhusyukan melalui doa bersama yang dipimpin oleh KH. Akhmad Khambali, SE., MM.. Semua kepala tertunduk, memohon kepada Sang Pemilik Hati agar seluruh langkah Bella dan Fahdi menuju pelaminan senantiasa dipenuhi kelancaran, keberkahan, dan cinta yang takkan pernah habis dimakan waktu.</p><p>Sesi foto bersama dan ramah tamah menjadi penutup yang manis, menandai awal dari menyatunya dua keluarga besar dalam jalinan kasih yang abadi.</p><p>Acara di hari penuh hikmat tersebut serasa sempurna dan mendapat berkah dan ridho dari Allah SWT dengan kehadiran sanak famili dan keluarga besar Bapak Rianto, SH.,MH dan Ibu Marlina Eliyanti, SE.</p><p>Kehadiran para tamu penting di acara ini diantaranya dua mantan Walikota Medan; Bapak Abdillah, Ak.,MBA dan Bapak Akhyar Nasution serta Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Bapak Akhmad Munir, Ketua PWI Sumatera Utara Bapak H. Farianda Putra Sinik Tanjung, SE dan Pemimpin Redaksi Waspada.id yang juga menjabat sebagai Manajer Umum Harian Waspada Bapak Hendra DS dan tokoh pers lainnya serta jajaran awak pers Sumut 24 Group juga menambah kebahagian keluarga besar Bapak Rianto (Anto Genk) sebagai salah satu tokoh pers yang diperhitungkan di Sumatera Utara.</p><p>Kemeriahan acara terasa sempurna dengan banyaknya kiriman papan bunga dari tokoh-tokoh publik, tokoh pers, pengusaha, politisi yang memberikan atensi penuh untuk acara yang penuh berkah ini.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_7795_Kisah-Percintaan-Bella-Olivia-Putrisanni--amp--Fahdi-Saidi-Lubis--Dua-Hati--Satu-Frekuensi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/seleb/284085/kisah-percintaan-bella-olivia-putrisanni-amp-fahdi-saidi-lubis-dua-hati-satu-frekuensi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi</guid>
            <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 19:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi]]></title>
            <description><![CDATA[Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi]]></description>
            <content><![CDATA[SIDIKALANG &ndash; Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menghadiri kunjungan Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si., di Sidikalang, Minggu (6/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan sektor pertanian, khususnya pengembangan komoditas kopi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pertemuan tersebut, Dr. Abdul Roni Angkat memaparkan berbagai program strategis Kementerian Pertanian yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan sektor perkebunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan pertanian harus diawali dengan perencanaan yang matang, terukur, dan berorientasi pada hasil agar setiap peluang yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kalau ingin melakukan sesuatu, harus diawali dengan perencanaan yang tepat. Jangan sampai kesempatan yang ada tidak dapat dimanfaatkan karena persiapan yang kurang matang," ujar Abdul Roni Angkat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, Kementerian Pertanian memiliki banyak program yang terbuka bagi seluruh daerah. Oleh karena itu, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diharapkan lebih aktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat serta mengambil bagian dalam berbagai program yang tersedia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Program-program di Kementerian Pertanian sangat banyak dan terbuka untuk daerah. Saya berharap OPD terkait lebih aktif membangun komunikasi dan memanfaatkan berbagai program tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," pesannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menyambut baik kunjungan Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan tersebut. Ia berharap sinergi yang terjalin dapat membuka peluang baru bagi pengembangan sektor pertanian, terutama komoditas kopi yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Harapan saya, kopi Pakpak Bharat bisa bangkit kembali, menjadi ikon dan penopang ekonomi Pakpak Bharat," kata Franc Bernhard Tumanggor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah guna meningkatkan produktivitas, kualitas, serta daya saing kopi Pakpak Bharat, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan para petani dan pertumbuhan ekonomi daerah. (rbm)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_7694_Bupati-Pakpak-Bharat-Hadiri-Kunjungan-Direktur-Kementan--Dorong-Kebangkitan-Kopi-sebagai-Penopang-Ekonomi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284084/bupati-pakpak-bharat-hadiri-kunjungan-direktur-kementan-dorong-kebangkitan-kopi-sebagai-penopang-ekonomi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR</guid>
            <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 19:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR]]></title>
            <description><![CDATA[KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>Medan - Persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat tiga orang guru honor MAS Syarif Hidayah kembali digelar pada Selasa, 7 Juli 2026, di Pengadilan Negeri Medan, dengan agenda pembacaan Eksepsi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengadilan Tipikor Medan dinilai tidak berwenangan mengadili perkara korupsi dana BOS yang dituduhkan kepada 3 guru honor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami menilai bahwa Pengadilan Tipikor Medan tidak memiliki kewenangan mengadili perkara klien kami, karena surat dakwaan JPU memperhitungkan kutipan uang ujian dan ekstrakurikuler dari siswa menjadi kerugian negara, padahal Pengadilan Tipikor adalah peradilan khusus memeriksa, mengadili dan memutus perkara korupsi, objeknya adalah uang negara bukan uang siswa. Itu juga mengakibatkan kerugian negara menjadi kabur, pada akhirnya surat dakwaan menjadi tidak cermat&quot; kata Bambang Santoso, S.H., M.H., Kuasa Hukum 3 guru honor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Jika Pengadilan Tipikor Medan dipaksakan untuk mengadili perkara ini maka akan terjadi kekacauan penegakan hukum, sementara pengadilan berfungsi menegakan hukum&quot;. lanjut Bambang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disamping itu, perhitungan kerugian negara dalam surat dakwaan JPU masih memakai Kantor Akuntan Publik (KAP), sementara yang berwenang menghitung dan menetapkan kerugian keuangan negara Adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bukan KAP.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Di dalam Eksepsi kami menilai KAP tidak berwenang menghitung dan menetapkan kerugian keuangan negara, karena penghitungannya harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang dan memiliki keahlian. BPK lah memenuhi persyaratan itu, yakni memiliki keahlian dan diberikan kewenangan oleh UU No. 15/2006 tentang BPK&quot;. Tambah Bambang.<br>Penahanan terhadap Mesini selaku Pemilik Yayasan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam wawancara setelah selesai membacakan eksepsi, PH <a href="https://www.sumut24.co/tag/guru/" target="_blank">Guru</a> menyoroti tentang penahanan terhadap Mesini yang sampai saat ini tidak dilakukan oleh penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Labuhan Deli, hal itu dinilai bahwa proses hukum tidak fair atau melanggar prinsip Equality before the law (persamaan di depan hukum).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Bahwa setelah kami menelaah isi dakwaan, dinyatakan Dana BOS itu berada di tangan Mesini, dan Mesini menyuruh terdakwa untuk memanipulasi laporan pertanggungjawaban dana BOS, ini jelas dinyatakan di dalam surat dakwaan. Artinya Mesini selaku pemilik Yayasan diduga keras adalah actor intellectual korupsi dana BOS, dan adanya perintah dari Mesini untuk itu, tetapi mengapa Mesini tidak ditahan dan tidak diadili, inikan tidak adil, sementara 3 guru ini sudah ditahan selama 175 hari&quot;. Lanjutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami menilai penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Labuhan Deli sebagai perwakilan negara tidak berdaya di hadapan Mesini. Kami merasa 3 guru honor ini menjadi tumbal, padahal tidak ada dinyatakan dalam surat dakwaan mereka yang mengelola dana BOS, dan tidak ada dinyatakan mereka menikmati uang hasil korupsi dan BOS&quot;. Ungkap Bambang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiga guru ini bekerja berdasarkan perintah yayasan, tidak ada maksud jahat dalam diri mereka (mens rea), bahkan dinyatakan ada paksan dan ancaman, karena mereka tidak menikmati uang hasil korupsi dan tidak mengelola dana BOS.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ya, tiga guru ini hanya menjalankan tugas, tidak ada maksud jahat (mens rea) dalam diri mereka, kalau mereka menerima bagian dari uang hasil korupsi, kita setuju untuk dihukum, tetapi mereka sama sekali tidak menikmati, mereka hanya diperalat untuk memenuhi administrasi dana BOS agar bisa cair, setelah dicairkan uang tersebut dikuasai oleh Mesini di dalam rekening pribadinya, bahkan guru honor ini tidak terlibat dalam membelanjakan dan BOS tersebut&quot;. Tutup Bambang.<br>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_5636_KUASA-HUKUM-GURU-HONOR-NILAI-PENGADILAN-TIPIKOR-MEDAN-TAK-BERWENANG-MENGADILI-PERKARA-GURU-HONOR.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284083/kuasa-hukum-guru-honor-nilai-pengadilan-tipikor-medan-tak-berwenang-mengadili-perkara-guru-honor/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Musikal Senja Teduh Pelita Resmi Dipentaskan, Hadirkan Petualangan Emosional Tentang Harapan, Keluarga, dan Masa Depan Bumi</guid>
            <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 19:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Musikal Senja Teduh Pelita Resmi Dipentaskan, Hadirkan Petualangan Emosional Tentang Harapan, Keluarga, dan Masa Depan Bumi]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta, Musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di GrahaBhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hing]]></description>
            <content><![CDATA[Jakarta,- <a href="https://www.sumut24.co/tag/musikal/" target="_blank">Musikal</a> Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di Graha<br>Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hingga 12 Juli 2026. Dipersembahkan oleh<br>Indonesia Kaya dan Jakarta Movin berkolaborasi dengan MALIQ &amp; D&#039;Essentials, musikal orisinal ini<br>menghadirkan kisah science fiction tentang sekelompok anak yang berusaha membangun kembali<br>dunia setelah peradaban runtuh, sekaligus mengajak penonton merefleksikan hubungan manusia<br>dengan alam dan masa depan.<br>Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya mengatakan, "Kami percaya seni pertunjukan<br>memiliki kekuatan untuk menghubungkan generasi sekaligus mengajak masyarakat berefleksi.<br>Melalui <a href="https://www.sumut24.co/tag/musikal/" target="_blank">Musikal</a> Senja Teduh Pelita ini, kami ingin terus mendukung lahirnya karya-karya berkualitas<br>dan memberi ruang berkembang bagi talenta muda, yang memperkuat ekosistem seni pertunjukan<br>Indonesia.&quot;<br><a href="https://www.sumut24.co/tag/musikal/" target="_blank">Musikal</a> Senja Teduh Pelita membawa penonton ke masa depan ketika dunia porak-poranda akibat<br>perubahan iklim, pengelolaan energi dan pembangunan yang tidak berkelanjutan, pandemi, serta<br>peperangan antarbangsa. Populasi manusia menurun drastis, tanah subur dan air bersih menjadi<br>langka, hingga suatu hari seluruh orang dewasa menghilang dan meninggalkan sembilan anak<br>menghadapi dunia yang telah mereka wariskan.<br>Di tengah situasi tersebut, seorang anak bernama Arah, yang diperankan secara bergantian oleh Alf<br>Elijah Sigarlaki dan Daria Lakshmi Algamar, membentuk Pasukan Pelita, sekelompok anak dengan<br>kemampuan yang saling melengkapi untuk bertahan hidup sekaligus mencari orang tua mereka yang<br>menghilang. Bersama Kala (Xandrea Tabythaputri dan Clioichi Junio Eigo), ahli sejarah dunia; Volta<br>(Sahlendra Syarief), ahli listrik dan mekanika; Langit (Mavisha Reakana), pembaca bintang; Hara<br>(Emily Olivia), ahli tumbuh-tumbuhan; Palu (Nayaka Maleakhi), ahli membangun; Raga (Nadindra<br>Gynta), pemanjat andal; Binbin (J. Rizhan), yang memahami bahasa hewan; serta Lagu (Annabella<br>Farizky), yang memiliki kepekaan terhadap musik dan suara, mereka memulai perjalanan mencari<br>harapan baru di tengah dunia yang nyaris kehilangan segalanya.<br>Dalam perjalanan tersebut, mereka menemukan sebuah teluk yang masih utuh dan belum tersentuh<br>kerusakan, yang kemudian mereka beri nama Teluk Pelita. Di tempat itu mereka dihadapkan pada<br>pilihan yang jauh lebih besar, melanjutkan pencarian orang-orang yang mereka cintai atau<br>membangun kehidupan baru di Teluk Pelita. Perlahan mereka menyadari bahwa ancaman terbesar<br>bagi masa depan bukan hanya dunia yang telah rusak, tetapi juga keserakahan yang dapat tumbuh di<br>dalam diri manusia.<br>Nuya Susantono, Produser sekaligus Sutradara <a href="https://www.sumut24.co/tag/musikal/" target="_blank">Musikal</a> Senja Teduh Pelita menyampaikan, &quot;Kisah<br>yang terjadi di <a href="https://www.sumut24.co/tag/musikal/" target="_blank">Musikal</a> Senja Teduh Pelita adalah sebuah universe yang lahir dari inspirasi atas<br>kejeniusan bunyi dan aksara khas MALIQ &amp; D&#039;Essentials yang indah, dekat, dan penuh refleksi atas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;hidup yang kita jalani. Bahwa di dalam diri kita ada cinta besarnya Arah yang akan melakukan<br>apapun untuk orang yang disayanginya. Dalam diri kita pula ada Kala, yang berani berpikir kritis akan<br>apa itu benar dan salah. Dan kita semua adalah Pasukan Pelita yang terus bertahan dan berjuang<br>merawat kehidupan.&quot;<br>Sekitar 20 lagu MALIQ &amp; D&#039;Essentials, termasuk Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang,<br>hingga lagu dari album baru Begini Begitu, diinterpretasikan menjadi bagian dari perjalanan<br>emosional para tokohnya.<br>Angga Puradiredja, mewakili MALIQ &amp; D&#039;Essentials, mengungkapkan, &quot;Hari ini, lewat <a href="https://www.sumut24.co/tag/musikal/" target="_blank">Musikal</a> Senja<br>Teduh Pelita, lagu-lagu kami menemukan rumah baru. Mereka tidak lagi hanya hadir untuk didengar,<br>tapi juga untuk dilihat, dirasakan, dan dihidupkan dalam sebuah dunia yang baru. Mungkin memang<br>begitulah seharusnya karya hidup. Ia tidak berhenti di bentuk pertamanya. Semoga pertunjukan ini<br>menjadi ruang yang hangat untuk bertemu kembali dengan lagu-lagu yang mungkin sudah kita kenal,<br>melalui pengalaman yang berbeda. Dan semoga, setelah pertunjukan ini selesai, lagu-lagu itu pulang<br>bersama kalian dengan cara dan rasa yang baru.&quot;<br>Keunikan lain dari pertunjukan ini hadir melalui tokoh utama Arah, yang diperankan dalam dua<br>interpretasi berbeda, yaitu versi laki-laki dan perempuan. Keduanya menjalani perjalanan cerita yang<br>sama, namun menghadirkan pengalaman emosional yang berbeda bagi penonton.<br>Alf Elijah Sigarlaki, pemeran Arah versi laki-laki mengatakan, &quot;Arah mengajarkan saya bahwa<br>menjadi pemimpin bukan berarti selalu memiliki jawaban. Yang terpenting adalah tetap membawa<br>harapan ketika semua orang kehilangan arah.&quot;<br>Sementara itu, Daria Lakshmi Algamar, pemeran Arah versi perempuan menambahkan, &quot;Bagi saya,<br>Arah mengajarkan bahwa harapan dan kasih sayang adalah kekuatan yang membuat kita terus<br>melangkah. Saya berharap setiap penonton bisa menemukan dirinya sendiri dalam perjalanan Arah.&quot;<br><a href="https://www.sumut24.co/tag/musikal/" target="_blank">Musikal</a> Senja Teduh Pelita melibatkan 32 pemeran, di mana 11 di antaranya adalah anak-anak,<br>serta 200 insan kreatif yang bersama-sama membangun pengalaman teater musikal yang imersif.<br>Pertunjukan ini memadukan tata panggung, multimedia, tata cahaya, tata kostum, koreografi, dan<br>tata musik yang dirancang untuk menghidupkan dunia Pasukan Pelita di atas panggung. Seluruh<br>musik dalam pertunjukan diaransemen dan dibawakan secara langsung oleh Wishnu Dewanta<br>Orchestra, dengan pendekatan musikal yang disesuaikan untuk mendukung karakter, alur cerita, dan<br>dinamika para tokoh anak di atas panggung.<br>Dari sisi visual, pertunjukan ini mengeksplorasi penggunaan projection mapping, permainan laser,<br>serta set panggung modular yang dapat berubah dan bertransformasi mengikuti perpindahan ruang<br>dan perjalanan cerita. Dunia <a href="https://www.sumut24.co/tag/musikal/" target="_blank">Musikal</a> Senja Teduh Pelita juga dihidupkan melalui teknik puppetry<br>yang menghadirkan berbagai satwa eksotis Indonesia seperti rusa, burung camar, dan elang,<br>sementara adegan laut divisualisasikan lewat laser, efek visual, dan koreografi ensemble yang<br>membentuk ikan-ikan serta kunang-kunang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejalan dengan pesan yang diangkat dalam pertunjukan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/musikal/" target="_blank">Musikal</a> Senja Teduh Pelita juga mengajak<br>penonton untuk mengambil langkah nyata dalam menjaga bumi melalui kolaborasi dengan Remind<br>Indonesia, pengelola sampah elektronik. Selama periode pertunjukan, penonton dapat membawa<br>sampah elektronik seperti handphone, headset, kabel, dan perangkat elektronik kecil lainnya untuk<br>didaur ulang secara bertanggung jawab.<br>Menutup keterangannya, Nuya Susantono mengatakan, &quot;Kami berharap setiap orang pulang dari<br>pertunjukan ini dengan satu pertanyaan sederhana: dunia seperti apa yang ingin kita wariskan<br>kepada generasi masa depan? Semoga karya ini tidak hanya menghibur, tapi juga menggerakkan<br>hati dan pikiran kita ke arah yang luhur.&quot;<br><a href="https://www.sumut24.co/tag/musikal/" target="_blank">Musikal</a> Senja Teduh Pelita masih dapat disaksikan hingga 12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya,<br>Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Tiket pertunjukan masih tersedia dan dapat diperoleh melalui<br>website maupun aplikasi tiket.com.<br>Pementasan ini juga terselenggara berkat dukungan Light+ by Wardah, myBCA, Simpati, Sarinah,<br>MilkLife, dan Argo Visual. Apresiasi turut disampaikan kepada seluruh media partner OPPAL,<br>Localfest, Cretivox, Pop Asia, Place To Go Concert, Info Panggung, Info Ordal, Volix, The Maple, IDN<br>Times, Popbela, Popmama, Female Radio, dan Prambors yang telah mendukung penyebarluasan<br>informasi mengenai <a href="https://www.sumut24.co/tag/musikal/" target="_blank">Musikal</a> Senja Teduh Pelita kepada masyarakat.rel]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_4371_Musikal-Senja-Teduh-Pelita-Resmi-Dipentaskan--Hadirkan-Petualangan-Emosional-Tentang-Harapan--Keluarga--dan-Masa-Depan-Bumi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/wisata/284082/musikal-senja-teduh-pelita-resmi-dipentaskan-hadirkan-petualangan-emosional-tentang-harapan-keluarga-dan-masa-depan-bumi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>