<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Thu, 01 Oct 2026 15:09:08 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Presiden Prabowo Lantik 14 Pejabat Baru, LSP Jadi KSP</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 14:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Presiden Prabowo Lantik 14 Pejabat Baru, LSP Jadi KSP]]></title>
            <description><![CDATA[Presiden Prabowo Lantik 14 Pejabat Baru, LSP Jadi KSP]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jakarta - Presiden <a href="https://www.sumut24.co/tag/prabowo/" target="_blank">Prabowo</a> Subianto melantik pejabat baru pada Kabinet Merah Putih. Perombakan dilakukan menjelang masa kerja pemerintah yang memasuki usia dua tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya akan bertanya, bersediakan saudara-saudara untuk diambil sumpah dan janji sesuai agama masing-masing?," kata <a href="https://www.sumut24.co/tag/prabowo/" target="_blank">Prabowo</a> dalam upacara pelantikan yang direspons serentak "bersedia" oleh para pejabat baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa pejabat mengalami penggantian jabatan yaitu Kapolri Jenderal Listyo Sigit <a href="https://www.sumut24.co/tag/prabowo/" target="_blank">Prabowo</a> yang kini menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP); Menteri Luar Negeri Sugiono yang dilantik menjadi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; Kepala KSP Dudung Abdurachman menjadi Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan, serta Wamen Luar Negeri Armananta Nasir menjadi Menteri Luar Negeri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga mendapat jabatan baru yaitu Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Namun, Ketua Umum Partai Golkar ini harus merangkap jabatan karena presiden tak melantik pejabat baru untuk mengisi pos Menteri ESDM.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, ada sejumlah nama baru yang juga mendapatkan jabatan di tubuh Kabinet Merah Putih. Mereka adalah Politikus Partai Golkar Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian; Drajad Hari Wibowo sebagai Wamen Koordinator bidang Perekonomian; Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wamen Keuangan; Luky Alfirman sebagai Wamen Keuangan, Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wamen Pertanian, dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Irwan Meilano.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_2360_Presiden-Prabowo-Lantik-14-Pejabat-Baru--LSP-Jadi-KSP.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286885/presiden-prabowo-lantik-14-pejabat-baru-lsp-jadi-ksp/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Andi Yuslim Patawari: Bagai Air yang Terus Mengalir dan Api yang Tak Mau Padam</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 14:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Andi Yuslim Patawari: Bagai Air yang Terus Mengalir dan Api yang Tak Mau Padam]]></title>
            <description><![CDATA[Andi Yuslim Patawari Bagai Air yang Terus Mengalir dan Api yang Tak Mau Padam]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh: Yarifai Mappeaty<br>Warkop Phoenampungan Community&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Aku yang petarung, Aku yang Peduli, dan Aku Yakin Pemenang,&quot; adalah sebuah motto kerap melintas di beberapa grup whatsapp. Karena keseringan dibagikan oleh akun yang berbeda, pada akhirnya berhasil mengusikku. Oh, motto <a href="https://www.sumut24.co/tag/andi/" target="_blank">Andi</a> Yuslim Patawari rupanya, pemilik akronim AYP. Lelaki kelahiran Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), 48 tahun silam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi yang belum mengenalnya, motto itu mungkin terkesan arogan, bahkan cenderung mengintimidasi. Tetapi, bagi Penulis yang sudah bertahun mengenalnya, punya penilaian berbeda. Motto itu bukanlah ungkapan hiperbolik, namun hasil sebuah proses panjang dalam hal pencarian jati diri. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan, melalui proses panjang yang tak kenal lelah itu, Yuslim, begitu ia disapa, akhirnya berhasil mendefinisikan dirinya dalam tiga ungkapan tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Siapa <a href="https://www.sumut24.co/tag/andi/" target="_blank">Andi</a> Yuslim Patawari? Bicaranya lugas, tegas, dan dengan artukulasi yang jelas, menunjukkan kalau ia pribadi yang penuh percaya diri. Sosoknya mulai dipercakapkan saat terjadi bencana tsunami Aceh. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kala itu, Ia Koordinator Tim Evakuasi dan Penanggulangan Bencana Tsunami Aceh dari Sulsel yang bertugas di Kab. Aceh Besar. Semenjak itu, namanya pun kerap disebut-sebut oleh koran-koran di Makassar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sosok penerima tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya X 2017 itu, mulai menunjukkan dirinya sebagai sosok yang berbeda, sewaktu menjadi Wasekjen DPP AMPI 2009 - 2014. Padahal ketika itu, Ia hanya seorang dosen di sebuah kampus kecil di daerah yang relatif terpencil, namun mampu berkiprah di level nasional melalui jalur organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hebatnya, pada periode yang sama, alumni SMA Pesantren Pondok Madinah Makassar itu, terpilih sebagai Anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat. Juga, sebagai Ketua DPP KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) pada 2011 &ndash; 2014. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bayangkan, begitu piawainya berorganisasi, Yuslim berhasil menjadi pengurus teras pada tiga organisasi tingkat nasional yang berbeda. Ia sungguh sosok kompeten yang sangat kompetitif. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak berhenti di situ, pada Pilkada Bone 2013, Ia tiba-tiba muncul dan ikut bertarung selaku Calon Wakil Bupati mendampingi A. Irsan Galigo, melalui jalur independen. Meskipun pasangan dengan tagline &quot;Kalloloe&quot; itu hanya meraih suara tertinggi kedua, namun Yuslim sendiri benar-benar telah menjadi buah bibir di kampung halamannya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah kegagalannya itu membuatnya terpuruk? Sama sekali tidak. Sebab kata itu tidak ada dalam kamusnya. Terbukti pada Pileg 2014, Ia kembali bangkit dan ikut berkontestasi sebagai Caleg DPR &ndash; RI melalui Partai Persatuan Pembangunan (P3). Sayangnya, perolehan suaranya tak cukup untuk mengantarkannya ke Senayan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penulis mengira kalau Yuslim telah memutuskan menyerah karena Ia seolah menghilang setelah itu. Sekali lagi, tidak! Ia malah terus mengalir secara diam-diam dan kembali menata langkahnya di dunia organisasi. Dua tahun kemudian, tepatnya 2016, Ia kembali berkibar di pentas nasional sebagai Ketua DPP AMPI untuk periode 2016 &ndash; 2020. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak hanya itu, Yuslim juga mengambil keputusan yang dinilai paling berani dan gila. Ia memutuskan berhenti dari Dosen Politeknik Pertanian Pangkep - Sulsel, sekaligus berhenti sebagai ASN pada 2016.  Sebuah keputusan yang mengejutkan dan disesali oleh banyak orang.<br><br>Namun, Ia seperti api yang enggan padam. Tahun 2020, Yuslim kembali mengejutkan publik Makassar ketika terendus sebagai Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulsel untuk periode 2020 &ndash; 2025. Pada periode yang sama, ia juga tercatat sebagai Ketua Harian DPP Gerakan Tani Syarikat Islam (Gertasi).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Periode 2024 &ndash; 2025 dapat disebut sebagai puncak pencapaian karirnya di dunia organisasi dan politik. <a href="https://www.sumut24.co/tag/andi/" target="_blank">Andi</a> Tos, nama masa belianya, membuat orang berdecak kagum lantaran Ia terlihat wara-wiri dari Sabang hingga Merauke sebagai Sekjen (Plt) Partai Perindo, partai Hary Tanoe, Founder MNC Group.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malahan saat ini, AYP pun masih sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI) hingga 2030. Orang-orang pun bertanya-tanya, heran, &quot;Dari mana ke mana sampai Ia bisa bercokol di situ?&quot; Sebab semua tahu kalau kedua organisasi itu adalah organisasi paling elite di negeri ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dua dekade lebih AYP bertarung di bidang organisasi dan politik. Di sana, Ia ditempa oleh pengalaman jatuh &ndash; bangun. Hal itu mengingatkan pada petuah seorang bijak, &quot;Petarung sejati, bukanlah mereka yang tak pernah kalah. Tetapi mereka yang mampu bangun kembali setiap kali jatuh.&quot; Oleh karena itu, tak salah jika AYP menyebut dirinya petarung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, mungkin tak banyak yang tahu kalau AYP adalah Doktor Sosial Ekonomi Perikanan, yang diraihnya di Universitas Pajajaran pada 2023. Dan, Ia pun tampaknya tak benar-benar meninggalkan dunia pendidikan. Sebab terbukti saat ini masih menjabat Direktur LPPM Politeknik Lingga, Kepri, dan Wakil Rektor IV Universitas Jakarta (UNIJA).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagai air yang terus mengalir dan api yang tak mau padam, itulah <a href="https://www.sumut24.co/tag/andi/" target="_blank">Andi</a> Yuslim Patawari. Sosok yang memiliki keyakinan bahwa kelak akan menjadi seorang pemenang. Semoga&hellip;..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Depok, 30 September 2026]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_1460_Andi-Yuslim-Patawari--Bagai-Air-yang-Terus-Mengalir-dan-Api-yang-Tak-Mau-Padam.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286884/andi-yuslim-patawari-bagai-air-yang-terus-mengalir-dan-api-yang-tak-mau-padam/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Melawan Lupa: Ketika Sang Jenderal Besar Pernah Disingkirkan dari Panggung Kekuasaan</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 13:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Melawan Lupa: Ketika Sang Jenderal Besar Pernah Disingkirkan dari Panggung Kekuasaan]]></title>
            <description><![CDATA[Melawan Lupa Ketika Sang Jenderal Besar Pernah Disingkirkan dari Panggung Kekuasaan]]></description>
            <content><![CDATA[Oleh: H. Syahrir Nasution&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN &mdash; Jangan sekali-kali melupakan sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalimat yang sangat dikenal dari Bung Karno itu terasa kembali relevan setiap kali bangsa Indonesia memperingati 30 September dan 1 Oktober. Sebab sejarah bukan sekadar cerita tentang masa lalu. Sejarah adalah cermin untuk melihat bagaimana kekuasaan bekerja, bagaimana seorang tokoh diuji, dan bagaimana sebuah bangsa memperlakukan orang-orang yang pernah berjuang untuknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, ketika berbicara mengenai perjalanan sejarah Indonesia, nama Jenderal Besar TNI Dr. Abdul Haris Nasution atau yang akrab dipanggil Pak Nas, tidak boleh dilepaskan begitu saja dari ingatan generasi sekarang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Nas lahir di Hutapungkut, Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, 3 Desember 1918. Ia kemudian menjadi salah satu figur paling penting dalam sejarah militer dan politik Indonesia. Ia bukan hanya seorang prajurit, tetapi juga pemikir militer, penulis dan perumus berbagai gagasan mengenai pertahanan negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah kemudian menganugerahinya pangkat kehormatan Jenderal Besar TNI pada 1997. Pangkat bintang lima itu juga diberikan kepada Jenderal Besar Soedirman dan Jenderal Besar Soeharto.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, perjalanan Pak Nas tidak selalu berada di atas panggung kehormatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Justru ada fase panjang ketika seorang tokoh yang pernah berada di pusat kekuasaan harus menjalani kehidupan politik yang penuh pembatasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;G30S 1965 dan Lolosnya Pak Nas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada malam 30 September menuju 1 Oktober 1965, terjadi Gerakan 30 September yang kemudian menjadi salah satu peristiwa paling kontroversial dalam sejarah Indonesia modern.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Nas termasuk tokoh militer yang menjadi sasaran penculikan. Ia berhasil menyelamatkan diri setelah rumahnya diserang. Namun tragedi itu merenggut putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, serta ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean. Sejumlah perwira Angkatan Darat lainnya juga menjadi korban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sinilah kita harus berhati-hati membaca sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama Orde Baru, peristiwa tersebut secara resmi dan dalam pendidikan sejarah populer lama sangat kuat dikaitkan dengan istilah &quot;G30S/PKI&quot;. Namun kajian akademik menunjukkan bahwa penjelasan mengenai aktor, motif dan rangkaian sebab-akibat peristiwa 1965 tidak sesederhana satu tafsir tunggal. Bahkan historiografi mengenai peristiwa tersebut masih menjadi bahan penelitian dan perdebatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, generasi muda justru harus diajarkan membaca sejarah dengan sumber yang beragam, bukan sekadar menghafal satu versi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang tidak terbantahkan adalah kenyataan bahwa Pak Nas selamat dari serangan tersebut, sementara putrinya Ade Irma dan Pierre Tendean menjadi korban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tragedi itu meninggalkan luka seumur hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Sekutu Politik Menjadi Pengkritik Kekuasaan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ironisnya, sejarah Pak Nas setelah 1965 juga memperlihatkan bagaimana hubungan antara seorang tokoh militer dan kekuasaan dapat berubah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Nas pernah menduduki posisi penting sebagai Ketua MPRS. Ia ikut berada dalam proses politik yang mengantarkan perubahan kekuasaan dari era Soekarno menuju Orde Baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun kemudian hubungan Pak Nas dengan pemerintahan Soeharto memburuk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kajian mengenai perjalanan politik Nasution mencatat bahwa setelah keluar dari panggung kekuasaan, ia kemudian menjadi salah satu pengkritik pemerintahan Orde Baru. Ia juga dikenal sebagai bagian dari Petisi 50, kelompok tokoh yang menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Soeharto.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sinilah muncul pertanyaan sejarah yang menarik:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengapa seorang tokoh yang pernah membantu proses lahirnya sebuah kekuasaan justru kemudian berada di luar lingkaran kekuasaan tersebut?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan itu penting bukan untuk menghakimi masa lalu, tetapi untuk memahami bahwa kekuasaan dan idealisme sering kali berjalan di dua jalur yang berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika Konsep Militer Diperdebatkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nama A.H. Nasution juga tidak dapat dilepaskan dari konsep Dwifungsi ABRI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nasution merupakan salah satu pemikir yang merumuskan gagasan mengenai peran sosial-politik militer. Tetapi sejarah kemudian menunjukkan bahwa implementasi konsep tersebut pada masa Orde Baru berkembang menjadi salah satu ciri utama sistem politik saat itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kajian akademik mengenai Nasution bahkan mencatat paradoks tersebut: ia merupakan salah satu konseptor gagasan Dwifungsi ABRI, tetapi pada masa berikutnya ia juga mengkritik pelaksanaannya dalam pemerintahan Orde Baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah pelajaran pentingnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah gagasan dapat mengalami perubahan makna ketika masuk ke dalam praktik kekuasaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konsep yang lahir dalam konteks tertentu belum tentu menghasilkan praktik yang sama ketika diterapkan dalam konteks politik yang berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Nas dan Bayang-Bayang Kekuasaan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada titik ini, muncul istilah yang menarik: &quot;bayang-bayang&quot; Pak Nas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan bayang-bayang dalam arti mistis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melainkan bayang-bayang berupa warisan pemikiran, senioritas, pengalaman, legitimasi sejarah dan keberanian menyampaikan kritik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Nas merupakan figur yang memiliki perjalanan panjang sejak revolusi kemerdekaan. Ia mengalami perang, pergolakan politik, perubahan rezim dan berbagai konflik internal bangsa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, keberadaannya tidak mudah dihapus dari sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mungkin dapat disingkirkan dari jabatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mungkin dapat kehilangan akses terhadap kekuasaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi pemikiran dan karya-karyanya tetap dapat dibaca.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah yang membedakan kekuasaan dengan warisan sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekuasaan memiliki masa jabatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejarah tidak mengenal masa jabatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Medan Perang ke Buku&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu warisan terbesar Pak Nas justru bukan jabatan politiknya, melainkan tulisan-tulisannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pokok-Pokok Gerilya menjadi salah satu karya penting dalam pemikiran perang gerilya. Ia juga menulis karya monumental Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia dan Memenuhi Panggilan Tugas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, tidak berlebihan apabila A.H. Nasution dikenang sebagai salah satu intelektual militer Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menunjukkan bahwa seorang prajurit tidak hanya dituntut mampu menggunakan senjata, tetapi juga harus mampu berpikir, menulis dan membaca perubahan zaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekuasaan Tidak Selamanya Berkuasa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada pelajaran lain yang sangat penting dari kehidupan Pak Nas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekuasaan tidak pernah abadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jabatan datang dan pergi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rezim berganti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tokoh politik naik dan turun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi integritas, pemikiran dan karya dapat bertahan jauh lebih lama daripada sebuah jabatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Nas meninggal dunia pada 6 September 2000. Pemerintah kemudian menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada 2002.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, sejarah akhirnya memberikan tempat tersendiri kepada tokoh yang pernah mengalami pasang surut kekuasaan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa Artinya bagi Generasi Sekarang?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan terpenting hari ini bukan semata-mata:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Siapa yang benar dan siapa yang salah pada masa lalu?&quot;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan yang lebih penting adalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Apa yang dapat kita pelajari dari masa lalu agar kesalahan sejarah tidak berulang?&quot;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Generasi milenial, Gen Z dan Gen Alpha hidup dalam zaman yang berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka tidak mengalami perang kemerdekaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka tidak mengalami Demokrasi Terpimpin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka tidak mengalami Orde Baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka juga tidak mengalami langsung trauma politik 1965.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi mereka hidup dengan warisan sejarah tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah banjir informasi, media sosial dan kecerdasan buatan, tantangan terbesar bukan lagi mencari informasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tantangannya adalah membedakan informasi, propaganda, opini dan fakta sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, sejarah harus dibaca dari banyak sumber.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dokumen harus diperiksa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesaksian harus dibandingkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kajian akademik harus dibaca.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan setiap klaim sejarah harus ditempatkan dalam konteks zamannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan Mengkultuskan, Jangan Menghapus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengenang A.H. Nasution bukan berarti mengkultuskan seorang tokoh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu pula mengkritisi kebijakan atau pemikirannya bukan berarti menghapus jasa-jasanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejarah yang sehat justru mampu menempatkan seorang tokoh secara utuh: dengan jasa, gagasan, kontroversi, keberhasilan dan keterbatasannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah yang seharusnya diwariskan kepada generasi berikutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan sejarah yang dipoles untuk kepentingan kekuasaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan pula sejarah yang sengaja dihapus karena tidak sesuai dengan kepentingan politik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melainkan sejarah yang berani mengatakan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini yang terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini sumbernya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini perbedaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Silakan generasi berikutnya belajar dan menilai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Nas dan Cermin Indonesia Hari Ini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika kita melihat kehidupan politik Indonesia sekarang, kisah A.H. Nasution seharusnya menjadi pengingat bahwa kekuasaan membutuhkan kritik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Negara tidak boleh hanya dipenuhi orang-orang yang mengatakan &quot;ya&quot;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kritik bukan selalu ancaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perbedaan pendapat bukan otomatis pengkhianatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan loyalitas kepada negara tidak identik dengan loyalitas kepada seorang penguasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Justru dalam negara demokrasi, kekuasaan harus selalu dapat dikritik dan diawasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah salah satu pelajaran yang dapat kita tarik dari perjalanan panjang A.H. Nasution.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;JAS MERAH&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka, pada 1 Oktober 2026 ini, mengenang A.H. Nasution bukan sekadar mengenang seorang jenderal yang pernah lolos dari maut pada 1965.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita sedang mengingat seorang manusia yang melewati hampir seluruh fase penting perjalanan republik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari revolusi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perang gerilya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Krisis politik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;G30S 1965.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peralihan kekuasaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orde Baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petisi 50.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hingga rekonsiliasi menjelang berakhirnya pemerintahan Soeharto.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan akhirnya, ia memperoleh pangkat kehormatan Jenderal Besar TNI pada 1997. Keppres No. 46/ABRI/1997 memang mencantumkan penganugerahan tersebut; sumber sejarah militer juga mencatat bahwa tiga tokoh yang memperoleh pangkat Jenderal Besar adalah Soedirman, A.H. Nasution dan Soeharto.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka benar kata Bung Karno:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan sekali-kali melupakan sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebab bangsa yang melupakan sejarah akan mudah kehilangan arah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan dari sosok Jenderal Besar A.H. Nasution, kita belajar satu hal yang sangat penting:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jabatan dapat dirampas oleh perubahan politik, tetapi pemikiran dan keteladanan tidak mudah dikuburkan oleh kekuasaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga generasi hari ini tidak hanya mengenal A.H. Nasution sebagai nama jalan, nama museum atau nama seorang jenderal dalam buku pelajaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi mengenalnya sebagai bagian penting dari perjalanan panjang Republik Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medan, 1 Oktober 2026&lt;/p&gt; &lt;p&gt;H. Syahrir Nasution, SE., MM<br>Sutan Kumala Bulan]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_4339_Melawan-Lupa--Ketika-Sang-Jenderal-Besar-Pernah-Disingkirkan-dari-Panggung-Kekuasaan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286883/melawan-lupa-ketika-sang-jenderal-besar-pernah-disingkirkan-dari-panggung-kekuasaan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">MAS TPI Medan Plus Keterampilan Cetak Siswa Siap Kerja dan Berkarakter</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 13:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[MAS TPI Medan Plus Keterampilan Cetak Siswa Siap Kerja dan Berkarakter]]></title>
            <description><![CDATA[MAS TPI Medan Plus Keterampilan Cetak Siswa Siap Kerja dan Berkarakter]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN &mdash; Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan Plus Keterampilan menggelar pembekalan sekaligus pelepasan siswa yang akan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL), di Ruang Serba Guna Kampus II Taman Pendidikan Islam, Rabu (30/9/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan yang mengusung tema &quot;Siapkan Diri, Wujudkan Prestasi, Amalkan Ilmu di Tengah Masyarakat&quot; tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa sebelum terjun langsung ke lingkungan masyarakat maupun dunia kerja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelepasan siswa PKL dilakukan Ketua I dan II TPI Medan, H. Ikrom Helmi Nasution, yang memberikan pesan kepada para siswa agar menjadikan kegiatan PKL sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan, memperluas pengalaman serta membangun karakter.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam arahannya, Ikrom menekankan pentingnya menjaga nama baik diri, keluarga dan lembaga selama menjalani PKL. Para siswa juga diharapkan mampu menunjukkan sikap disiplin, sopan, bertanggung jawab serta menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pihak tempat pelaksanaan PKL.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Kepala MAS TPI Medan, Zainal Arifin, S.Ag., MA, mengatakan pembekalan PKL merupakan momentum bagi madrasah untuk menanamkan kesiapan mental sekaligus membangun sikap profesional peserta didik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, siswa tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga harus mampu mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam situasi nyata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;PKL bukan sekadar menjalankan program sekolah, tetapi menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar beradaptasi, berkomunikasi, disiplin dan bertanggung jawab ketika berada di tengah masyarakat,&quot; ujar Zainal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap seluruh siswa mengikuti PKL dengan sungguh-sungguh dan menjaga sikap selama berada di lokasi praktik. Pengalaman yang diperoleh selama PKL, katanya, diharapkan menjadi bekal penting untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui program MAS TPI Medan Plus Keterampilan, pihak madrasah terus berupaya memadukan pendidikan keagamaan dengan keterampilan praktis. Dengan demikian, lulusan tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan, mental dan karakter yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Zainal menambahkan, keberhasilan siswa selama PKL tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari bagaimana mereka mampu membawa nilai-nilai pendidikan madrasah dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Jaga nama baik madrasah, tunjukkan akhlak yang baik, disiplin dan manfaatkan kesempatan PKL ini untuk belajar sebanyak-banyaknya,&quot; pesannya.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_8640_MAS-TPI-Medan-Plus-Keterampilan-Cetak-Siswa-Siap-Kerja-dan-Berkarakter.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286882/mas-tpi-medan-plus-keterampilan-cetak-siswa-siap-kerja-dan-berkarakter/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gubernur Bobby Apresiasi Kafilah Sumut Tembus Lima Besar MTQ Nasional</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 13:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gubernur Bobby Apresiasi Kafilah Sumut Tembus Lima Besar MTQ Nasional]]></title>
            <description><![CDATA[Gubernur Bobby Apresiasi Kafilah Sumut Tembus Lima Besar MTQ Nasional]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>MEDAN &ndash; Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi capaian kafilah Sumut yang berhasil masuk lima besar pada MTQ Nasional ke-31 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Capaian tersebut dinilai memenuhi target yang telah ditetapkan sekaligus menjadi modal untuk meraih prestasi lebih tinggi pada penyelenggaraan berikutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal tersebut disampaikan Bobby saat bertemu dengan para kafilah yang mewakili Sumut pada MTQ Nasional ke-31 di Anjungan Lantai 9, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (30/9/2026). &quot;Alhamdulillah target lima besar tercapai, ini luar biasa,&quot; kata Bobby.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bobby optimis prestasi lima besar tersebut dapat ditingkatkan pada MTQ Nasional berikutnya. Untuk itu, ia menekankan pentingnya persiapan yang dilakukan secara tepat dan berkelanjutan, serta memastikan Pemprov Sumut mendukung penuh upaya peningkatan prestasi kafilah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Bobby, keikutsertaan dalam MTQ Nasional bukan semata-mata tentang prestasi dan kompetisi. Lebih dari itu, ia berharap para kafilah yang berlomba dapat membawa keberkahan bagi Sumut, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Alqur&#039;an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemprov Sumut juga terbuka terhadap masukan dan usulan program dari para qori dan qoriah. Bobby berharap berbagai masukan tersebut dapat memperkuat proses penjaringan peserta sekaligus meningkatkan syiar Alqur&#039;an di Sumut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Sumut Muhammad Yasir Tanjung mengatakan capaian Sumut pada MTQ Nasional ke-31 mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Sumut telah memberikan bonus kepada kafilah yang berhasil meraih juara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juara 1 mendapat bonus Rp100 juta, juara 2 Rp75 juta, juara 3 Rp50 juta, harapan 1 Rp10 juta, harapan 2 Rp7,5 juta, dan harapan 3 Rp5 juta. Yasir mengapresiasi dukungan penuh Gubernur Sumut terhadap kafilah yang berangkat mengikuti MTQ Nasional di Jawa Tengah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pada MTQ ke-31 ini Sumut meraih perolehan yaitu tiga juara 1, dua juara 2, dua juara 3, serta juara harapan 1, 2, dan 3,&quot; kata Yasir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MTQ Nasional kini diselenggarakan setiap tahun. Pada 2027, MTQ Nasional akan digelar di DKI Jakarta. Karena itu, LPTQ Sumut akan segera melakukan berbagai persiapan agar prestasi Sumut dapat terus meningkat dan diharapkan mampu menembus tiga atau empat besar nasional.**]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_3787_Gubernur-Bobby-Apresiasi-Kafilah-Sumut-Tembus-Lima-Besar-MTQ-Nasional.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286881/gubernur-bobby-apresiasi-kafilah-sumut-tembus-lima-besar-mtq-nasional/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wabup Pakpak Bharat Pimpin Upacara Peringati Hari Kesaktian Pancasila</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 13:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wabup Pakpak Bharat Pimpin Upacara Peringati Hari Kesaktian Pancasila]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila hari ini (01/10). Pering]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/bharat/" target="_blank">Bharat</a> menggelar <a href="https://www.sumut24.co/tag/upacara/" target="_blank">Upacara</a> Peringatan <a href="https://www.sumut24.co/tag/hari/" target="_blank">Hari</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/kesaktian/" target="_blank">Kesaktian</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> hari ini (01/10). Peringatan <a href="https://www.sumut24.co/tag/hari/" target="_blank">Hari</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/kesaktian/" target="_blank">Kesaktian</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> tahun 2026 dilaksanakan dengan tema "<a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> pemersatu bangsa menuju Indonesia berdaulat, adil dan makmur.<p></p>Saya mengajak kita semua untuk terus menjaga <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a>, menjaga persatuan bangsa, dan bersama-sama membangun Negeri ini, membangun <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/bharat/" target="_blank">Bharat</a> yang lebih sejahtera dan nduma, ucap Wakil Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/bharat/" target="_blank">Bharat</a> H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd yang memimpin upacara ini mewakili Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/bharat/" target="_blank">Bharat</a> Franc Bernhard Tumanggor, Turut Di hadiri oleh Forkopimda.</p><p><p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/7f1de29e6da19d22b51c68001e7e0e54_IMG-20261001-WA0028(1).jpg"><br></p><a href="https://www.sumut24.co/tag/hari/" target="_blank">Hari</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/kesaktian/" target="_blank">Kesaktian</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> diperingati setiap tanggal 1 Oktober untuk mengenang para pahlawan yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI). Tujuh orang putra terbaik bangsa gugur dalam peristiwa ini dalam mempertahankan Ideologi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> dari upaya sekelompok orang yang ingin menggantikannya.<p></p>Sejarah mencatat, dini hari tanggal 30 september 1965, sekelompok gerombolan yang menamakan diri gerakan 30 september bergerak di Jakarta,menculik dan membunuh para perwira tinggi Angkatan Darat serta melakukan upaya kudeta bagi Pemerintahan RI yang sah. Namun berkat kesiapan dari seluruh elemen bangsa, gerakan ini berhasil digagalkan, NKRI tetap utuh dengan Ideologi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> sebagai simbol dan pemersatu bangsa ini.(rbm)<br><p></p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_3882_Wabup-Pakpak-Bharat-Pimpin-Upacara-Peringati-Hari-Kesaktian-Pancasila.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286880/wabup-pakpak-bharat-pimpin-upacara-peringati-hari-kesaktian-pancasila/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kepala MAS TPI Medan Zainal Arifin: PKL Bukan Sekadar Praktik, Tapi Wadah Mengamalkan Ilmu di Masyarakat</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 13:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kepala MAS TPI Medan Zainal Arifin: PKL Bukan Sekadar Praktik, Tapi Wadah Mengamalkan Ilmu di Masyarakat]]></title>
            <description><![CDATA[Kepala MAS TPI Medan Zainal Arifin PKL Bukan Sekadar Praktik, Tapi Wadah Mengamalkan Ilmu di Masyarakat]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN &mdash; Madrasah Aliyah Taman Swasta  Pendidikan Islam (MAS TPI) Medan Plus Keterampilan menggelar Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa, di Ruang Serba Guna Kampus II Taman Pendidikan Islam, Rabu (30/9/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengusung semangat &quot;Siapkan Diri, Wujudkan Prestasi, Amalkan Ilmu di Tengah <a href="https://www.sumut24.co/tag/mas/" target="_blank">Mas</a>yarakat&quot;, kegiatan ini diarahkan untuk membangun kesiapan mental, keterampilan, kedisiplinan serta tanggung jawab siswa selama mengikuti PKL.<br>Melalui program PKL, siswa tidak hanya dituntut memahami materi pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam situasi nyata.<br>MAS TPI Medan sendiri tercatat sebagai salah satu Madrasah Aliyah di Kota Medan yang berada di bawah lingkungan pendidikan Taman Pendidikan Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>Kepala Sekolah MAS TPI Zainal Arifin mengatakan, Pembekalan bagi siswa/i menjadi momentum bagi pihak madrasah untuk menanamkan pentingnya menjaga nama baik lembaga, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat maupun tempat pelaksanaan PKL serta menunjukkan sikap disiplin dan berakhlak.<br>Para siswa diharapkan dapat mengikuti PKL dengan sungguh-sungguh sehingga pengalaman yang diperoleh nantinya menjadi bekal menghadapi dunia pendidikan lanjutan maupun dunia kerja.<br>Dengan memadukan pendidikan keagamaan dan keterampilan, MA TPI Medan Plus Keterampilan berupaya mempersiapkan peserta didik agar tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan praktis dan karakter yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MAS-TPI Medan Tetapkan Guru Pembimbing PKL Tahun 2026<br><br>Madrasah Aliyah Swasta Taman Pendidikan Islam (MAS-TPI) Medan telah menetapkan Surat Keputusan Kepala Madrasah Nomor 083/MA-TPI/SK/IX/2026 tentang Penetapan Guru Pembimbing Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2026.<br><br>Kegiatan PKL ini bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata dan membekali siswa dengan keterampilan praktis sebelum memasuki dunia kerja. Berikut daftar lengkap pembimbing dan kelompoknya:<br> &lt;/p&gt; &lt;p&gt; <br>DAFTAR GURU PEMBIMBING PKL 2026<br><br>1. Zainal Arifin, S.Ag., MA<br><br>Membimbing: Djibriel Al Aqsho Syam &amp; Ibnu Alif Azizu &mdash; di Percetakan Kresna<br><br>2. Fakhri Nasri, S.Pd., M.Pd<br><br>Membimbing: Ihsan Arhofiq Nasution &mdash; di PT. Indako Trading Coy<br><br>3. Irwan Hanafi, S.Pd<br><br>Membimbing: Aditya (Bengkel Ardi) &amp; Dedek Apriadi Harahap (Bengkel Wak Tarnok)<br><br>4. Rahmad Hidaya Ritonga, S.Pd<br><br>Membimbing: Shila Sahnada Sikettang (RM. Anggun Aleb Cendong) &amp; Syifa Shofiyyatul Sholihah (RM. Saiyo Grup)<br><br>5. Muhammad Rifa&#039;i, S.Pd<br><br>Membimbing: Reisyah Adzni Subhki &amp; Rhianna Hidayat (RM. Berkah); Nazwa Ramadani Lubis, Lia Ananda &amp; Adela Khairani (RM. Rantau Minang)<br><br>6. Rian Bahrul, S.Pd<br><br>Membimbing: Carissa Nurul Adzmi, Nur Shefani Nazwa Nasution, Zawil Huda, Indah Nazwa, Khairun Nisa &amp; Pitri Siagian &mdash; di Rumah Jahit Chika<br><br>7. Noviyanthy, M.Pd<br><br>Membimbing: Shafa Sayyidatus Sholihah &mdash; di D&#039;hass Official&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Red]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_4654_Kepala-MAS-TPI-Medan-Zainal-Arifin--PKL-Bukan-Sekadar-Praktik--Tapi-Wadah-Mengamalkan-Ilmu-di-Masyarakat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286879/kepala-mas-tpi-medan-zainal-arifin-pkl-bukan-sekadar-praktik-tapi-wadah-mengamalkan-ilmu-di-masyarakat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Nobar Film G30S/PKI, Lom Lom Suwondo Ajak Masyarakat Jadikan Sejarah sebagai Pelajaran</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 12:42:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Nobar Film G30S/PKI, Lom Lom Suwondo Ajak Masyarakat Jadikan Sejarah sebagai Pelajaran]]></title>
            <description><![CDATA[Nobar Film G30S/PKI, Lom Lom Suwondo Ajak Masyarakat Jadikan Sejarah sebagai Pelajaran]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>PERCUT SEI TUAN &ndash; Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sejarah bangsa sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan, menjaga Pancasila, serta menangkal berbagai provokasi yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu disampaikannya saat menghadiri nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang digelar Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Hidayah bersama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang di halaman Masjid Nurul Hidayah, Pasar Raya MMTC, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (30/9/2026) malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Menonton dan mengingat kembali sejarah ini penting agar kita tidak lupa. Kita berharap kegiatan ini memperkuat keteguhan, kepercayaan kepada Pancasila, nilai-nilai luhur bangsa, serta iman dan agama,&quot; ujar Lom Lom.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, ulama, pengurus rumah ibadah, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat. Rumah ibadah, lanjutnya, memiliki peran penting sebagai ruang ibadah sekaligus membangun silaturahmi dan pembinaan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pemerintah pada prinsipnya hadir untuk melayani dan membantu masyarakat melalui regulasi maupun fasilitasi. Mudah-mudahan kerja sama ini menjadi awal dan dapat terus dikembangkan,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lom Lom juga menyampaikan apresiasi kepada BKM Nurul Hidayah dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat melibatkan masyarakat lebih luas dan memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan berbagai unsur masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Deli Serdang, Anwar Sadat Siregar, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari komunikasi antara pimpinan daerah dan pengurus BKM Nurul Hidayah. Pemkab Deli Serdang kemudian mendukung pelaksanaan kegiatan melalui penyediaan sejumlah fasilitas, seperti karpet, televisi, baliho, dan perangkat pendukung lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Bangsa kita telah beberapa kali menghadapi ujian dan cobaan. Karena itu, sejarah harus menjadi pelajaran bagi kita semua,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua BKM Masjid Nurul Hidayah, Ibrahim Sinambela, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Deli Serdang. Menurutnya, nobar tahun ini merupakan kegiatan yang digelar dalam skala lebih besar dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Alhamdulillah, tahun ini kami sangat bersyukur dan terharu karena Wakil Bupati beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dapat hadir dan mendukung kegiatan ini,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibrahim berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang refleksi sejarah, terutama bagi generasi muda, sekaligus memperkuat persatuan dan kecintaan terhadap NKRI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran OPD, Camat Percut Sei Tuan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pengurus aliansi organisasi kemasyarakatan Islam, serta masyarakat dan jamaah Masjid Nurul Hidayah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_9752_Nobar-Film-G30S-PKI--Lom-Lom-Suwondo-Ajak-Masyarakat-Jadikan-Sejarah-sebagai-Pelajaran.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286878/nobar-film-g30spki-lom-lom-suwondo-ajak-masyarakat-jadikan-sejarah-sebagai-pelajaran/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Hari Kesaktian Pancasila, TPI Medan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Berkarakter dan Mandiri</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 12:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Hari Kesaktian Pancasila, TPI Medan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Berkarakter dan Mandiri]]></title>
            <description><![CDATA[Hari Kesaktian Pancasila, TPI Medan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Berkarakter dan Mandiri]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p>MEDAN &mdash; Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan memperingati Hari Kesaktian <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> ke-61 pada 1 Oktober 2026 dengan meneguhkan kembali semangat persatuan, pengamalan nilai-nilai <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> serta komitmen membangun pendidikan yang berkarakter dan berorientasi pada kewirausahaan berbasis nilai religius.</p><p>Peringatan yang mengusung tema "<a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar TPI Medan untuk mengingat kembali bahwa <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> bukan sekadar dasar negara, tetapi juga menjadi landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.</p><p><br></p><p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/bd686fd640be98efaae0091fa301e613_1001464024.jpg"><br></p><p>Ketua Umum PP TPI, Prof. drg. H. Ismet Danial Nasution, Ph.D., Sp.Pros., Subsp.PKIKG(K), FICD, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga dan mengamalkan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> dalam kehidupan sehari-hari.</p><p>Menurutnya, keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> menjadi perekat yang menyatukan berbagai perbedaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p><p>"Keberagaman adalah kekuatan kita, dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> adalah perekat yang menjaga kita tetap satu Indonesia," ujarnya.</p><p>TPI Dorong Entrepreneur Berbasis Religius</p><p>Sementara itu, Ketua I dan II PP TPI, H. Ikrom Helmi Nasution, SH, menegaskan bahwa semangat <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> juga harus diterjemahkan dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan dan penguatan kemandirian ekonomi.</p><p>Karena itu, TPI terus memperkuat visi "TPI &mdash; Entrepreneur Berbasis Religius".</p><p>Menurut Ikrom, konsep tersebut tidak sekadar mendorong peserta didik menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki fondasi keimanan, kejujuran, tanggung jawab dan etika dalam menjalankan kehidupan maupun aktivitas kewirausahaan.</p><p>"Entrepreneur berbasis religius berarti kemajuan ekonomi dan kesejahteraan harus dibangun dengan kejujuran, keimanan, tanggung jawab dan akhlak yang baik. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a>, terutama dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Ikrom.</p><p>Ia menambahkan, pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan dan kepedulian sosial.</p><p>Karena itu, TPI memberikan perhatian terhadap pendidikan yang berkualitas dan inklusif melalui berbagai lembaga pendidikan di bawah naungannya, mulai dari SDIT, MTs, MAS hingga SLB ABC.</p><p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/084b6fbb10729ed4da8c3d3f5a3ae7c9_1001464055.jpg"><br></p><p>"Setiap anak bangsa berhak memperoleh pendidikan yang layak, berkualitas dan bermartabat. Pendidikan harus mampu membentuk manusia yang berilmu, berkarakter dan memiliki kemandirian," tegasnya.</p><p>Ikrar Kesaktian <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a></p><p>Dalam rangkaian peringatan tersebut, Ikrar Hari Kesaktian <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> dibacakan Koordinator Hari Kesaktian <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> sekaligus Kepala MTs TPI Medan, Ustadz Anwar Saleh.</p><p>Ikrar tersebut meneguhkan kembali tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> sebagai sumber kekuatan dalam menjaga persatuan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p><p>Dalam ikrar tersebut juga ditegaskan bahwa perjalanan bangsa Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 tidak terlepas dari berbagai rongrongan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.</p><p>Karena itu, seluruh elemen bangsa diingatkan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan memperkokoh kebersamaan dengan berlandaskan nilai-nilai luhur <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a>.</p><p>Ikrar tersebut ditutup dengan tekad untuk terus mempertahankan dan mengamalkan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> sebagai sumber kekuatan dalam menggalang kebersamaan serta memperjuangkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI.</p><p>Dihadiri Jajaran Pendidikan TPI</p><p>Peringatan Hari Kesaktian <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> di lingkungan TPI Medan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus dan pimpinan lembaga pendidikan TPI.</p><p>Di antaranya H. Ikrom Helmi Nasution, SH selaku Ketua I dan II PP TPI, Zainal Arifin selaku Kepala MAS TPI Medan, Ustadz Anwar Saleh selaku Kepala MTs TPI Medan, Uswatun Hasanah Harahap selaku Kepala SDIT/MDTA, Lindayani selaku Kepala SLB ABC, serta para guru dan keluarga besar TPI Medan.</p><p>Momentum Hari Kesaktian <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi keluarga besar TPI Medan bahwa pendidikan tidak hanya bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter, menjunjung persatuan, berakhlak dan mampu berdiri mandiri melalui semangat kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai religius.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_9175_Hari-Kesaktian-Pancasila--TPI-Medan-Tegaskan-Komitmen-Cetak-Generasi-Berkarakter-dan-Mandiri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286877/hari-kesaktian-pancasila-tpi-medan-tegaskan-komitmen-cetak-generasi-berkarakter-dan-mandiri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">DPR RI Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, CEO Sumut24 Group Sampaikan Ucapan Selamat</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 12:23:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[DPR RI Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, CEO Sumut24 Group Sampaikan Ucapan Selamat]]></title>
            <description><![CDATA[DPR RI Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, CEO Sumut24 Group Sampaikan Ucapan Selamat]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medan | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI secara resmi menyetujui pengangkatan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (<a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolri/" target="_blank">Kapolri</a>), menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Persetujuan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna ke-8 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026&ndash;2027 yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rapat paripurna dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani. Dalam rapat tersebut, pimpinan DPR meminta persetujuan para anggota dewan atas pengangkatan Suyudi Ario Seto sebagai <a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolri/" target="_blank">Kapolri</a>.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas keputusan tersebut, ucapan selamat dan sukses disampaikan CEO Sumut24 Group, Rianto, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rianto menyampaikan harapan agar <a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolri/" target="_blank">Kapolri</a> yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta membawa institusi Polri semakin profesional, humanis, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Selamat dan sukses kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto atas kepercayaan dan amanah yang diberikan untuk memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia. Semoga dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, serta senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,&quot; ujar Rianto.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga berharap kepemimpinan Suyudi Ario Seto dapat semakin memperkuat sinergi antara Polri, masyarakat, pemerintah, dan insan pers dalam menjaga keamanan serta mendukung terciptanya situasi yang kondusif di seluruh Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rianto menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan membangun komunikasi yang sehat antara institusi kepolisian dan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Semoga di bawah kepemimpinan beliau, Polri semakin dekat dengan masyarakat dan terus memperkuat kemitraan dengan media dalam mewujudkan ruang publik yang informatif, edukatif, dan mencerdaskan,&quot; pungkasnya.Kalau ingin, saya juga bisa membuat versi lebih tajam seperti berita media online, lengkap dengan judul yang lebih menarik, lead, dan kutipan yang lebih kuat.red]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_8060_DPR-RI-Setujui-Suyudi-Ario-Seto-sebagai-Kapolri--CEO-Sumut24-Group-Sampaikan-Ucapan-Selamat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286876/dpr-ri-setujui-suyudi-ario-seto-sebagai-kapolri-ceo-sumut24-group-sampaikan-ucapan-selamat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">TPI Medan Gembleng Mental Siswa Lewat Perkemahan di Sibolangit</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 12:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[TPI Medan Gembleng Mental Siswa Lewat Perkemahan di Sibolangit]]></title>
            <description><![CDATA[TPI Medan Gembleng Mental Siswa Lewat Perkemahan di Sibolangit]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN &mdash; Ketua I dan II Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan, H. Ikrom Helmi Nasution, mengatakan kegiatan perkemahan di alam terbuka bukan sekadar kegiatan rekreasi, tetapi menjadi sarana penting untuk menempa mental, membentuk karakter, serta menumbuhkan kemandirian peserta didik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu disampaikan H. Ikrom Helmi Nasution saat memberikan pembekalan sekaligus melepas peserta perkemahan SD Swasta Taman Pendidikan Islam Medan sebelum berangkat menuju lokasi perkemahan di Sibolangit, Kamis (1/10/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman dan pembelajaran yang tidak seluruhnya dapat diperoleh siswa di lingkungan sekolah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Perkemahan ini untuk menempa mental dan pribadi masing-masing supaya menjadi pribadi yang tangguh dan pramuka yang mandiri. Apa yang tidak didapat di sekolah, bisa didapat di lapangan,&quot; ujar H. Ikrom.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap arahan yang diberikan para pembina, pelatih maupun instruktur selama kegiatan berlangsung. Kesempatan tersebut, katanya, harus dimanfaatkan sebagai pengalaman untuk membentuk pribadi yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Jangan sia-siakan waktu ini. Ikuti semua petunjuk daripada kakak-kakak pelatih atau instruktur dan ikuti semua aturan yang disampaikan,&quot; pesannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;H. Ikrom juga menekankan pentingnya kerja sama dan kebersamaan selama mengikuti kegiatan. Ia meminta peserta menghilangkan sikap egois dan membangun kepedulian terhadap sesama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Yang paling penting adalah kerja sama dan kebersamaan dalam pramuka. Ego tolong dihilangkan. Kita harus saling membantu supaya program ini betul-betul bisa sukses,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepada peserta yang sudah pernah mengikuti kegiatan perkemahan, H. Ikrom meminta agar mereka menjadi contoh bagi peserta yang baru pertama kali mengikuti kegiatan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Yang sudah pernah mengikuti kegiatan ini, jadilah contoh kepada yang belum pernah. Yang belum pernah, belajar kepada yang sudah pernah,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga mengingatkan peserta agar menjaga kesehatan serta keselamatan selama berada di lokasi perkemahan. Apabila mengalami gangguan kesehatan, peserta diminta segera melapor kepada pembina dan tidak diperbolehkan mengonsumsi obat secara sembarangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Keselamatan diri sendiri dan keselamatan bersama harus menjadi perhatian. Kalau ada yang merasa tidak sehat, segera laporkan kepada kakak pembina. Jangan sembarangan minum obat,&quot; ujar H. Ikrom.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, penuh semangat dan bertanggung jawab. Pengalaman selama perkemahan, katanya, diharapkan dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelepasan peserta kemudian ditandai dengan pekikan &quot;Allahu Akbar&quot; sebanyak tiga kali sebagai bentuk doa dan semangat sebelum memulai perjalanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala Sekolah SDIT TPI Uswatun Hasanah Harahap dalam arahannya juga mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat serta menjaga nama baik sekolah selama berada di lokasi perkemahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Walaupun semalam hujan, alhamdulillah hari ini cukup cerah menyambut kita untuk kegiatan perkemahan. Semoga perjalanan kita diridai Allah SWT sampai akhir nanti dan kita kembali ke rumah masing-masing dengan selamat,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para siswa berangkat dari SD Swasta Taman Pendidikan Islam menuju lokasi perkemahan di Sibolangit dan dijadwalkan mengikuti berbagai kegiatan hingga 3 Oktober 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Uswatun mengingatkan para siswa bahwa selama berada di lokasi perkemahan, mereka merupakan tamu sehingga wajib menghormati aturan yang berlaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kuncinya satu, jangan berbuat yang aneh-aneh. Kalau sudah dilarang, jangan dilakukan. Kita berada di tempat orang, jadi harus mengikuti aturan dan menjaga sikap,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain sebagai kegiatan kebersamaan, perkemahan tersebut diarahkan untuk membentuk karakter siswa agar lebih mandiri. Peserta diminta mengurus perlengkapan pribadi, menjaga kebersihan, serta tidak selalu bergantung kepada orang tua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Di perkemahan kalian belajar mandiri. Apa yang biasanya dilakukan atau dibantu orang tua, di sini harus mulai dilakukan sendiri. Apa yang diperoleh selama perkemahan diharapkan bisa diterapkan kembali di rumah dan di sekolah,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut juga disiapkan penghargaan bagi peserta putra dan putri terbaik. Peserta yang dinilai terbaik akan memperoleh piala yang selanjutnya menjadi bagian dari penghargaan bagi sekolah sekaligus motivasi bagi peserta lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(red)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_2930_TPI-Medan-Gembleng-Mental-Siswa-Lewat-Perkemahan-di-Sibolangit.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286875/tpi-medan-gembleng-mental-siswa-lewat-perkemahan-di-sibolangit/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Profil Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Tunggal Kapolri yang Diusulkan Prabowo</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 12:09:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Profil Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Tunggal Kapolri yang Diusulkan Prabowo]]></title>
            <description><![CDATA[Profil Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Tunggal Kapolri yang Diusulkan Prabowo]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;JAKARTA &mdash; Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (<a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolri/" target="_blank">Kapolri</a>) untuk menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nama Suyudi diajukan melalui Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI. Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Komisi III DPR RI kemudian menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap mantan Kapolda Banten yang kini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suyudi Ario Seto lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Pendidikan kepolisiannya berlanjut di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) pada 2018.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada Januari 2026, Suyudi juga memperoleh gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara. Menurut BNN, penganugerahan tersebut berkaitan dengan kontribusinya dalam pengembangan dan penegakan hukum, termasuk bidang narkotika, kejahatan siber, perdagangan orang, dan kejahatan transnasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jejak Panjang di Dunia Reserse&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karier Suyudi banyak bersentuhan dengan bidang reserse, terutama di wilayah hukum Polda Metro Jaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengawali karier sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya. Setelah itu, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi operasional, antara lain Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, Kapolsek Metro Penjaringan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karier kewilayahannya kemudian berlanjut sebagai Kapolres Majalengka pada 2014, Kapolres Bogor pada 2015, Kapolresta Bogor Kota pada 2016, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah itu, Suyudi masuk ke jajaran Bareskrim Polri. Ia pernah dipercaya sebagai Wadirtipideksus Bareskrim Polri dan Wadirtipidsiber Bareskrim Polri pada 2020. Pengalaman tersebut membuat perjalanan kariernya tidak hanya berkaitan dengan tindak pidana konvensional, tetapi juga kejahatan ekonomi dan siber.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada 2023, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, ia ditunjuk sebagai Kapolda Banten.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Kapolda Banten ke Kepala BNN&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jabatan sebagai Kapolda Banten menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan karier Suyudi. Pada Agustus 2025, ia meninggalkan posisi tersebut dan kemudian dipercaya Presiden Prabowo menjadi Kepala BNN.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prabowo melantik Suyudi sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025 melalui Keppres Nomor 118/TPA Tahun 2025. Tidak lama setelah itu, pada September 2025, pangkatnya dinaikkan menjadi Komisaris Jenderal Polisi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai Kepala BNN, Suyudi membawa pendekatan yang menggabungkan penegakan hukum dengan pencegahan dan rehabilitasi. Dalam orasi ilmiahnya setelah memperoleh gelar doktor kehormatan, ia menekankan bahwa persoalan narkotika tidak cukup ditangani secara parsial atau hanya represif, melainkan membutuhkan pendekatan komprehensif, termasuk rehabilitasi bagi penyalah guna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kehidupan Keluarga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suyudi diketahui menikah dengan Dewi Yuali. Sejumlah pemberitaan menyebut Dewi merupakan putri dari Komjen Pol (Purn) Nurfaizi Suwandi, mantan perwira tinggi Polri yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Kabareskrim dan Kepala Pelaksana Harian BNN. Informasi mengenai hubungan keluarga tersebut diberitakan sejumlah media, namun bukan merupakan bagian utama dari profil resmi BNN.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rekam Jejak yang Kini Diuji&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengusulan Suyudi sebagai calon tunggal <a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolri/" target="_blank">Kapolri</a> menempatkan seluruh rekam jejaknya dalam sorotan publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengalaman panjang di bidang reserse, jabatan di Polda Metro Jaya, Bareskrim, Polda Banten hingga BNN menjadi bagian dari rekam karier yang akan dinilai dalam proses politik dan konstitusional di DPR.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, perhatian publik tidak hanya tertuju pada siapa Suyudi Ario Seto, tetapi juga bagaimana visi, program dan komitmennya jika nantinya dipercaya memimpin institusi Polri.red&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_6734_Profil-Komjen-Suyudi-Ario-Seto--Calon-Tunggal-Kapolri-yang-Diusulkan-Prabowo.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286874/profil-komjen-suyudi-ario-seto-calon-tunggal-kapolri-yang-diusulkan-prabowo/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kapolda Sumut Tekankan Penguatan Fungsi Pengawasan dalam Sertijab Irwasda</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 12:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kapolda Sumut Tekankan Penguatan Fungsi Pengawasan dalam Sertijab Irwasda]]></title>
            <description><![CDATA[Kapolda Sumut Tekankan Penguatan Fungsi Pengawasan dalam Sertijab Irwasda]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN I SUMUT24.CO<br>Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menekankan pentingnya penguatan fungsi pengawasan dalam menjaga kinerja dan akuntabilitas organisasi Polri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu disampaikan <a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolda/" target="_blank">Kapolda</a> Sumut dalam amanatnya pada upacara serah terima jabatan (sertijab) Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sumatera Utara yang digelar di Aula Tribrata Polda Sumut, Rabu (30/09/26).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sertijab tersebut, jabatan Irwasda Polda Sumut diserahterimakan dari Brigjen Pol Nanang Masbudi, S.I.K., M.Si., CFrA. kepada Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolda/" target="_blank">Kapolda</a> mengatakan penyegaran kepemimpinan di lingkungan Polri merupakan bagian dari pembinaan organisasi dan regenerasi kepemimpinan. Langkah tersebut penting untuk menjaga kesinambungan kinerja, memperkuat organisasi, sekaligus menjawab tuntutan tugas yang terus berkembang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Polri dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi ke arah yang lebih baik," kata Whisnu dalam amanatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menegaskan peran dan fungsi Itwasda Polda Sumut dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran, pelaksanaan operasi, serta pelayanan kepada masyarakat harus dilaksanakan secara tertib dan menghasilkan capaian yang nyata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut dia, pengawasan yang berjalan secara optimal tidak hanya diperlukan untuk menjaga kinerja organisasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Serah terima jabatan Irwasda memiliki arti strategis bagi kesinambungan fungsi pengawasan di Polda Sumatera Utara," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolda/" target="_blank">Kapolda</a> berharap pergantian pejabat tersebut dapat mempertahankan berbagai capaian positif yang telah diraih sekaligus mendorong penyempurnaan kinerja Itwasda Polda Sumut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam amanatnya, Whisnu juga menyampaikan apresiasi kepada Brigjen Pol Nanang Masbudi, S.I.K., M.Si., CFrA. atas dedikasi dan pengabdiannya selama kurang lebih dua tahun menjabat sebagai Irwasda Polda Sumut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia turut menyampaikan selamat atas kenaikan pangkat Nanang Masbudi menjadi Brigadir Jenderal Polisi serta penugasan barunya sebagai Auditor Kepolisian Utama TK. II Itwasum Polri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Berbagai upaya dalam memperkuat sistem pengawasan, mendorong tertib administrasi, serta meningkatkan akuntabilitas kinerja telah memberikan kontribusi positif bagi Polda Sumatera Utara," kata Whisnu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolda/" target="_blank">Kapolda</a> berharap pengalaman dan pengabdian Brigjen Pol Nanang Masbudi, S.I.K., M.Si., CFrA. selama bertugas di Polda Sumut dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pada penugasan yang baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya, kepada Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., <a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolda/" target="_blank">Kapolda</a> menyampaikan ucapan selamat atas kepercayaan dan amanah yang diberikan sebagai Irwasda Polda Sumut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia meminta Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K. segera menyesuaikan diri dengan dinamika tugas serta melanjutkan program yang telah berjalan dengan baik. Selain itu, Feri diharapkan mengembangkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat fungsi pengawasan dan mendorong peningkatan kinerja organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya minta seluruh personel untuk dapat memberikan dukungan penuh kepada Irwasda yang baru. Bangun komunikasi, sinergi, dan kerja sama yang solid," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan dukungan tersebut, <a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolda/" target="_blank">Kapolda</a> berharap berbagai program yang telah berjalan dapat terus disempurnakan sesuai dinamika dan tuntutan organisasi ke depan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Semoga kepemimpinan yang baru dapat membawa Itwasda Polda Sumatera Utara terus berkembang dalam menjalankan fungsi pengawasan secara profesional," kata Whisnu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Upacara sertijab tersebut turut dihadiri Wakapolda Sumut, para pejabat utama Polda Sumut, serta Kapolrestabes, Kapolresta dan para Kapolres.(W05)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Foto:]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_7016_Kapolda-Sumut-Tekankan-Penguatan-Fungsi-Pengawasan-dalam-Sertijab-Irwasda.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286873/kapolda-sumut-tekankan-penguatan-fungsi-pengawasan-dalam-sertijab-irwasda/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Desa Ledong Barat Bersinar Menuju Desa Percontohan Antikorupsi KPK, Wakil Bupati Asahan : Ini Amanah Harus Dijaga</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 11:38:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Desa Ledong Barat Bersinar Menuju Desa Percontohan Antikorupsi KPK, Wakil Bupati Asahan : Ini Amanah Harus Dijaga]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN, Desa Ledong Barat, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan kini berdiri di ambang pencapaian prestisius. Tim Komisi Pembe]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN, <a href="https://www.sumut24.co/tag/desa/" target="_blank">Desa</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/ledong/" target="_blank">Ledong</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/barat/" target="_blank">Barat</a>, Kecamatan Aek <a href="https://www.sumut24.co/tag/ledong/" target="_blank">Ledong</a>, Kabupaten Asahan kini berdiri di ambang pencapaian prestisius. Tim Komisi Pemberantasan <a href="https://www.sumut24.co/tag/korupsi/" target="_blank">Korupsi</a> (KPK) Republik Indonesia resmi turun melakukan penilaian mendalam terhadap desa ini sebagai calon <a href="https://www.sumut24.co/tag/desa/" target="_blank">Desa</a> Perluasan <a href="https://www.sumut24.co/tag/percontohan/" target="_blank">Percontohan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/anti/" target="_blank">Anti</a>korupsi Tahun 2026, Rabu (30/09/2026).</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/eecca5b6365d9607ee5a9d336962c534_IMG-20261001-WA0021.jpg"><br></p>Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., turut mendampingi langsung tim penilai dalam seluruh rangkaian kegiatan yang berpusat di Aula Kantor Kepala <a href="https://www.sumut24.co/tag/desa/" target="_blank">Desa</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/ledong/" target="_blank">Ledong</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/barat/" target="_blank">Barat</a>. Penilaian tak sekadar berhenti di meja rapat, melainkan mencakup pemaparan, verifikasi dokumen, tanya jawab, hingga peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan penerapan indikator integritas dan bebas korupsi benar-benar berjalan.</p>Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan <a href="https://www.sumut24.co/tag/desa/" target="_blank">Desa</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/ledong/" target="_blank">Ledong</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/barat/" target="_blank">Barat</a> telah lama dikenal memiliki tata kelola pelayanan yang unggul. Mulai dari kemudahan urus administrasi kependudukan, surat tanah, hingga layanan kesehatan yang menyapa warga lewat sistem "jemput bola", semua ini menjadi fondasi kuat yang dinilai siap melangkah ke jenjang percontohan nasional.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/fa7cdfad1a5aaf8370ebeda47a1ff1c3_IMG-20261001-WA0022.jpg"><br></p>"Apapun hasil penilaian ini, prosesnya adalah cermin kesungguhan kita. Jika dinyatakan layak, maka ini bukan sekadar gelar, melainkan amanah untuk terus dijaga dan ditingkatkan. Jika masih ada kekurangan, jadikan masukan sebagai langkah perbaikan bersama," ujar Rianto.</p>Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/desa/" target="_blank">Desa</a> (PMD) Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Muhammad Suib, S.Pd., M.M., yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi, menegaskan program ini jauh dari sekadar seremonial. Ada tiga pilar utama yang menjadi penekanan :<br>- Keterbukaan yang Nyata, Dokumen dan data harus apa adanya, jujur, transparan. Penilaian tidak hanya melihat kelengkapan berkas, melainkan bagaimana prinsip bebas korupsi dijalankan sehari-hari.</p>- Budaya Berkelanjutan, Nilai antikorupsi tak boleh pudar begitu tim penilai pergi. Harus tumbuh menjadi kebiasaan, bahkan menular ke desa-desa tetangga.</p>- Sinergi Semua Pihak, Pemkab Asahan, Pemprov Sumut, hingga masyarakat sendiri harus berpegangan tangan menjaga kebersihan pengelolaan anggaran dan pelayanan publik.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/a2557a7b2e94197ff767970b67041697_IMG-20261001-WA0020.jpg"><br></p>Ketua Tim Penilai KPK RI, Firlana Ismayadin, menjelaskan program <a href="https://www.sumut24.co/tag/desa/" target="_blank">Desa</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/anti/" target="_blank">Anti</a>korupsi telah bergulir sejak 2021. Hingga kini baru sekitar 235 desa di seluruh Indonesia yang telah dikukuhkan, dari total 82.000 desa. Artinya, persaingan ketat dan pencapaian ini sangat berharga.</p>"Pelayanan desa harus transparan, tidak boleh ada pungutan liar yang membebani warga. Kami juga mendorong digitalisasi administrasi agar informasi terbuka lebar dan pengawasan berjalan dari semua sisi."</p>Tim KPK juga menyoroti pentingnya peran seluruh elemen masyarakat, bukan sekadar kepala desa atau perangkat, agar pengawasan berjalan menyeluruh. Kultur jujur dan bersih harus menjadi milik bersama.</p>Hasil penilaian ini akan direkapitulasi bersama desa-desa lain di Sumatera Utara sebelum KPK menetapkan secara resmi daftar <a href="https://www.sumut24.co/tag/desa/" target="_blank">Desa</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/percontohan/" target="_blank">Percontohan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/anti/" target="_blank">Anti</a>korupsi Tahun 2026. <a href="https://www.sumut24.co/tag/desa/" target="_blank">Desa</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/ledong/" target="_blank">Ledong</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/barat/" target="_blank">Barat</a> kini menanti kabar itu dengan harapan tinggi, sekaligus bertekad menjaga kebersihan tata kelola sebagai cahaya bagi desa-desa lain di Kabupaten Asahan.</p>Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pemkab, tim penilai provinsi, Camat Aek <a href="https://www.sumut24.co/tag/ledong/" target="_blank">Ledong</a>, perangkat desa, serta tokoh masyarakat dan warga setempat. (dre)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_8035_Desa-Ledong-Barat-Bersinar-Menuju-Desa-Percontohan-Antikorupsi-KPK--Wakil-Bupati-Asahan---Ini-Amanah-Harus-Dijaga.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286872/desa-ledong-barat-bersinar-menuju-desa-percontohan-antikorupsi-kpk-wakil-bupati-asahan-ini-amanah-harus-dijaga/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PLN UIP SBU Raih Gold ISDA 2026 Melalui Program Budidaya Ikan Jurung Berbasis Kearifan Lokal</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 08:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PLN UIP SBU Raih Gold ISDA 2026 Melalui Program Budidaya Ikan Jurung Berbasis Kearifan Lokal]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co JAKARTA, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (PLN UIP SBU) meraih Predikat Gold dalam ajang Indonesi]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -JAKARTA, PT <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (<a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uip/" target="_blank">UIP</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/sbu/" target="_blank">SBU</a>) meraih *Predikat <a href="https://www.sumut24.co/tag/gold/" target="_blank">Gold</a>* dalam ajang Indonesian SDGs Awards (<a href="https://www.sumut24.co/tag/isda/" target="_blank">ISDA</a>) 2026 melalui program &quot;Budidaya Ikan Jurung Berbasis Kearifan Lokal&quot; pada Core Subject Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.</p>Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian Awarding Indonesian CSR Awards (ICA) 2026 dan Indonesian SDGs Awards (<a href="https://www.sumut24.co/tag/isda/" target="_blank">ISDA</a>) 2026 yang digelar pada Selasa, 29 September 2026 di Binakarna Auditorium, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.</p>Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uip/" target="_blank">UIP</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/sbu/" target="_blank">SBU</a> dalam menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di sekitar wilayah Proyek PLTA Asahan 3.</p>Melalui program budidaya ikan jurung, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi yang berkelanjutan.</p>Program Budidaya Ikan Jurung Berbasis Kearifan Lokal mengedepankan pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi dan pengetahuan lokal. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> untuk menghadirkan program TJSL yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan potensi pengembangan masyarakat dalam jangka panjang.</p>Ketua Umum Corporate Forum for CSR Development (CFCD), Ir. Thendri Supriatno, M.B.A., mengatakan bahwa penghargaan ICA dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/isda/" target="_blank">ISDA</a> merupakan bentuk apresiasi terhadap instansi dan perusahaan milik pemerintah dan non pemerintah yang terus konsisten dalam menjalankan kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berdampak kepada masyarakat.</p>&quot;ICA dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/isda/" target="_blank">ISDA</a> menjadi ruang untuk mengapresiasi kontribusi dunia usaha yang menghadirkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Kami berharap penghargaan ini semakin memperkuat komitmen perusahaan untuk menjalankan kegiatan usaha dengan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial di sekitarnya,&quot; ungkap Thendri.</p>Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas RI, Pungkas Bahjuri Ali, S.T.P., M.S., Ph.D., menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan.</p>&quot;Dunia usaha merupakan mitra penting pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pencapaian SDGs membutuhkan kolaborasi yang kuat antara instansi dan perusahaan milik pemerintah maupun non pemerintah agar kontribusi yang diberikan dapat terus berkelanjutan,&quot; kata Pungkas.</p>Deputi Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan (TLSDAB) Kementerian Lingkungan Hidup, Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc., menyampaikan bahwa tema &quot;Responsibility for Supporting Asta Cita&quot; sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi masyarakat.</p>&quot;Apresiasi ini merupakan pengakuan terhadap kontribusi konkret berbagai pihak dalam menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat. Ke depan, kita perlu memperkuat komitmen bersama untuk membangun kehidupan yang lebih baik sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Bukan hanya tentang apa yang dapat kita ambil dari alam, tetapi seberapa besar yang dapat kita berikan untuk keberlanjutannya,&quot; tutur Sigit.</p>General Manager <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uip/" target="_blank">UIP</a> Sumatera Bagian Utara, Rizki Aftarianto, Rabu (30/9/2026) menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uip/" target="_blank">UIP</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/sbu/" target="_blank">SBU</a> untuk terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata.</p>&quot;Kami mengapresiasi penghargaan ini sebagai bukti atas komitmen <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uip/" target="_blank">UIP</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/sbu/" target="_blank">SBU</a> dalam menghadirkan program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di sekitar Proyek PLTA Asahan 3. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bergerak menghadirkan program pemberdayaan yang mampu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,&quot; ujar Rizki.</p>Rizki menambahkan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uip/" target="_blank">UIP</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/sbu/" target="_blank">SBU</a> akan terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan program TJSL yang berbasis pada kebutuhan serta potensi lokal.</p>&quot;Bagi kami, keberhasilan program bukan hanya diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi dari kebermanfaatan yang dapat dirasakan dan keberlanjutan yang dapat dibangun bersama masyarakat. Kami akan terus mendorong hadirnya berbagai inisiatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan,&quot; pungkasnya.</p>Penghargaan <a href="https://www.sumut24.co/tag/gold/" target="_blank">Gold</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/isda/" target="_blank">ISDA</a> 2026 menjadi bagian dari perjalanan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uip/" target="_blank">UIP</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/sbu/" target="_blank">SBU</a> dalam memperkuat implementasi TJSL yang selaras dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. (C04)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_4396_PLN-UIP-SBU-Raih-Gold-ISDA-2026-Melalui-Program-Budidaya-Ikan-Jurung-Berbasis-Kearifan-Lokal.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286871/pln-uip-sbu-raih-gold-isda-2026-melalui-program-budidaya-ikan-jurung-berbasis-kearifan-lokal/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wali Kota Tanjungbalai Lantik 12 Pejabat, Pesan Jangan Jadi Bagian dari Masalah</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 08:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wali Kota Tanjungbalai Lantik 12 Pejabat, Pesan Jangan Jadi Bagian dari Masalah]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim melantik dan mengambil sumpah 12 pejabat administrator, pejabat pengawas ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -TANJUNGBALAI, Wali Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Mahyaruddin Salim melantik dan mengambil sumpah 12 pejabat administrator, pejabat pengawas dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a>.</p>Pelantikan berlangsung di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Wali Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a>, Rabu (30/9/2026).</p>Dalam sambutannya, Mahyaruddin Salim mengatakan pelantikan tersebut bukan sekadar seremonial pergantian atau perpindahan jabatan.</p>Menurutnya, momentum itu harus menjadi penguatan komitmen para pejabat untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.</p>"Atas nama Pemerintah Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a>, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada bapak/ibu sekalian yang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya hari ini," ujar Mahyaruddin.</p>Ia mengatakan, saat ini terdapat sejumlah kekosongan jabatan di lingkungan Pemko <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> yang terjadi akibat adanya mutasi jabatan sebelumnya.</p>Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menghambat jalannya roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.</p>"Kita tidak ingin pemerintahan melambat hanya karena ada banyak posisi yang kosong. Penempatan bapak/ibu didasarkan pada kebutuhan organisasi guna memastikan setiap unit kerja memiliki personel yang cakap dalam menjalankan roda pemerintahan secara berkelanjutan," katanya.</p>Mahyaruddin juga menegaskan, akselerasi pemerintahan sangat bergantung pada kelancaran pelayanan publik. Ia meminta tidak ada pelayanan yang terhambat maupun urusan masyarakat yang terbengkalai akibat proses transisi jabatan.</p>"Saya berharap kepada bapak/ibu yang baru saja dilantik mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, lebih tepat dan lebih transparan di unit kerja masing-masing," tegasnya.</p>Ia menambahkan, pelayanan publik merupakan prioritas utama. Mutasi dan promosi jabatan, kata Mahyaruddin, dilakukan untuk memastikan seluruh urusan masyarakat, mulai dari administrasi hingga pelayanan teknis di lapangan, tetap berjalan optimal.</p>"Saya menuntut agar kinerja dan profesionalisme bapak/ibu sekalian dapat berdampak langsung pada meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a>," ujarnya.</p>Kepada para pejabat yang baru dilantik, Mahyaruddin berpesan agar menjadi bagian dari solusi dan bukan justru menambah persoalan dalam pelaksanaan pemerintahan.</p>"Jadilah bagian dari solusi, jangan justru menjadi bagian dari masalah. Jabatan administrator dan pengawas adalah jembatan vital antara kebijakan strategis dan implementasi teknis," katanya.</p>Ia juga meminta para pejabat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru, memahami budaya kerja, meningkatkan inovasi serta menjaga integritas sebagai aparatur negara.</p>Khusus kepada para camat dan lurah, Mahyaruddin menekankan pentingnya sikap tegas dan responsif dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan wilayah.</p>"Pimpinan wilayah wajib tegas dan responsif. Tegas berarti berani mengambil keputusan yang adil dan konsisten, sementara responsif berarti cepat tanggap terhadap kebutuhan, keluhan dan potensi masalah di lapangan," pungkasnya.</p>Berikut 12 pejabat yang dilantik:<br>Pejabat Administrator dan Pengawas:<br>1. Aulia Ikram Pulungan, S.IP, sebagai Camat <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Utara. 2. Khairul, SH, M.A.P., sebagai Camat Sei Tualang Raso. 3. Juliadi Sitorus, SH, sebagai Kepala Bidang Bina Konstruksi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. 4. Dedi Prayana, S.Pd, M.Pd, sebagai Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi, Disiplin dan Kinerja pada BKPSDM. 5. Muhammad Iqbal, S.Kom, M.M., sebagai Kepala Bidang Ketenagakerjaan pada Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. 6. Tety Herawati Sinaga, S.Kep, sebagai Lurah Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso.</p>7. Rizwaldi Amrisyah Putra Nasution, S.Pd, M.M., sebagai Lurah Pahang, Kecamatan Datuk Bandar. 8. Fitriani Pardede, ST, sebagai Lurah Keramat Kubah, Kecamatan Sei Tualang Raso. 9. Naomi Rahmawati Br Simbolon, S.Pd, M.A.P., sebagai Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Kecamatan Sei Tualang Raso. 10. Azi Arianto, S.A.P, sebagai Kepala Seksi Pemerintahan pada Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso.</p>Pejabat Fungsional:<br>1. Mawanda Sari Marpaung, SH, M.AP, sebagai Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Madya pada BKPSDM Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a>.<br>2. Fitri Mangunsong, SH, sebagai Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama pada BKPSDM Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a>. (eko)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_6068_Wali-Kota-Tanjungbalai-Lantik-12-Pejabat--Pesan-Jangan-Jadi-Bagian-dari-Masalah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286870/wali-kota-tanjungbalai-lantik-12-pejabat-pesan-jangan-jadi-bagian-dari-masalah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pemko Tanjungbalai Gandeng Komisi Informasi, Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 08:06:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pemko Tanjungbalai Gandeng Komisi Informasi, Sosialisasikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2026]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik di lingkungan pemerintaha]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (<a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko/" target="_blank">Pemko</a>) <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik di lingkungan pemerintahan.</p>Salah satunya dengan menggandeng <a href="https://www.sumut24.co/tag/komisi/" target="_blank">Komisi</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/informasi/" target="_blank">Informasi</a> Provinsi Sumatera Utara untuk menyosialisasikan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2026.</p>Sosialisasi tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan <a href="https://www.sumut24.co/tag/informasi/" target="_blank">Informasi</a> dan Dokumentasi di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa tersebut digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a>, Rabu (30/9/2026).</p>Kegiatan dibuka langsung Wali Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Mahyaruddin Salim di ruang kerja Wali Kota. Hadir sebagai narasumber Ketua <a href="https://www.sumut24.co/tag/komisi/" target="_blank">Komisi</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/informasi/" target="_blank">Informasi</a> Provinsi Sumatera Utara Abdul Harris Nasution.</p>Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Fitra Hadi, Kadis Kominfo Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Indra Adiguna serta sejumlah perangkat daerah, kecamatan dan kelurahan.</p>Wali Kota Mahyaruddin Salim meminta seluruh peserta mengikuti sosialisasi secara serius.</p>Menurutnya, pemahaman terhadap regulasi keterbukaan informasi sangat penting agar aparatur mampu memberikan informasi kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.</p>"Era digitalisasi saat ini menuntut kita memanfaatkan teknologi untuk memberikan informasi seluas-luasnya terkait kegiatan dan program yang kita laksanakan di tempat kita masing-masing, agar masyarakat mengetahui apa yang kita kerjakan," ujar Mahyaruddin.</p>Ia menegaskan, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi. Namun, hak tersebut tetap harus dilaksanakan dengan memperhatikan jenis, kriteria dan batasan informasi yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.</p>"Masyarakat berhak mendapatkan kejelasan informasi. Namun kita juga harus memahami kriteria dan batasan informasi. Jangan sampai timbul persepsi subjektif yang justru memicu sengketa informasi publik," katanya.</p>Menurut Mahyaruddin, kehadiran Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 dapat menjadi pedoman bagi aparatur pemerintah dalam menentukan informasi yang dapat diberikan kepada masyarakat maupun informasi yang dikecualikan.</p>"Seluruh proses telah diatur dalam regulasi yang jelas. Jangan sampai semangat keterbukaan informasi ini salah dipahami, baik oleh kita selaku pengelola maupun oleh masyarakat selaku pemohon informasi," tegasnya.</p>Sementara itu, Ketua <a href="https://www.sumut24.co/tag/komisi/" target="_blank">Komisi</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/informasi/" target="_blank">Informasi</a> Provinsi Sumatera Utara Abdul Harris Nasution dalam paparannya mengatakan, implementasi Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.</p>Menurutnya, apabila regulasi tersebut tidak dipahami secara menyeluruh oleh aparatur pemerintah, potensi terjadinya sengketa informasi antara badan publik dan pemohon informasi, termasuk insan pers, dapat meningkat.</p>"Karena itu dibutuhkan penguatan Pejabat Pengelola <a href="https://www.sumut24.co/tag/informasi/" target="_blank">Informasi</a> dan Dokumentasi (PPID) di masing-masing instansi pemerintah hingga tingkat kelurahan," kata Abdul Harris.</p>Ia juga menjelaskan mengenai jenis informasi yang dapat diberikan kepada publik serta informasi yang harus melalui mekanisme tertentu, termasuk uji konsekuensi, sebelum dinyatakan layak untuk dibuka kepada masyarakat.</p>Melalui sosialisasi tersebut, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko/" target="_blank">Pemko</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> berharap pemahaman aparatur terkait pengelolaan informasi publik semakin meningkat sehingga pelayanan informasi kepada masyarakat dapat berjalan transparan, tertib dan sesuai ketentuan hukum.<br>(eko)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_4355_Pemko-Tanjungbalai-Gandeng-Komisi-Informasi--Sosialisasikan-Permendagri-Nomor-2-Tahun-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286869/pemko-tanjungbalai-gandeng-komisi-informasi-sosialisasikan-permendagri-nomor-2-tahun-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Malam Penuh Makna di Kampung Kolam: Sapma PP Sumut Dilantik, G30S Dikenang</guid>
            <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 00:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Malam Penuh Makna di Kampung Kolam: Sapma PP Sumut Dilantik, G30S Dikenang]]></title>
            <description><![CDATA[DELI SERDANG  Sumut24.co Satuan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Utara periode 20262031 resmi di]]></description>
            <content><![CDATA[DELI SERDANG | Sumut24.co<p></p><p>Satuan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Utara periode 2026&ndash;2031 resmi dilantik dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (30/9/2026) malam.</p><p>Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua MPN Sapma Pemuda Pancasila Pusat, Aulia Arif, S.H.</p><p>Kegiatan tersebut dirangkai dengan malam Renungan Suci untuk memperingati peristiwa Gerakan 30 September (G30S) yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Sumatera Utara, Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum., atau yang akrab disapa Ijeck.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/4c5bde74a8f110656874902f07378009_1003194062.jpg"><p></p><p>Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya perwakilan Pangdam I/Bukit Barisan, Dandim 0201/Medan Kolonel Inf. Fernando Batubara, S.Sos., M.Han., perwakilan Kapolda Sumatera Utara, perwakilan Kajati Sumatera Utara, serta unsur Forkopimda Sumatera Utara.</p><p>Turut hadir Ketua Panitia H. Sugiat Santoso, S.E., M.S.P., dan Ketua Sapma PP Sumut terpilih, M. Firman Shah, S.H.</p><p>Dalam sambutannya, Ijeck mengatakan kegiatan Renungan Suci menjadi momentum untuk mengingat sejarah bangsa sekaligus menjaga ideologi negara, persatuan dan kebersamaan.</p><p>"Untuk menjaga ideologi negara kita dan semoga suasana ini tidak terulang kembali. Kita ingin juga generasi-generasi muda kita mengingat sejarah dan untuk menjaga kebersamaan, kesatuan ini," ujar Ijeck.</p><p>Ia menambahkan, perjalanan bangsa Indonesia hingga mencapai kondisi saat ini tidak diperoleh dengan mudah. Menurutnya, terdapat banyak pengorbanan yang telah dilakukan sehingga generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan kesatuan.</p><p>"Karena untuk menjadikan negara ini seperti ini juga tidak mudah, banyak pengorbanan, haruslah sama-sama kita menjaganya," katanya.</p><p>Selain itu, Ijeck juga meminta seluruh jajaran Pemuda Pancasila untuk meningkatkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia mendorong organisasi tersebut agar aktif dalam kegiatan sosial dan berbagai aktivitas positif yang memberikan manfaat.</p><p>"Ya, saya minta jajaran Pemuda Pancasila seluruhnya untuk berkegiatan sosial di masyarakat, berkegiatan positif di masyarakat, dan juga bermanfaat yang baik untuk masyarakat," tegasnya.</p><p>Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi tabur bunga di Tugu Ampera atau Tugu Pancasila, sebagai bagian dari refleksi dan penghormatan terhadap sejarah bangsa.</p><p>Pelantikan kepengurusan Sapma PP Sumut periode 2026&ndash;2031 diketuai Firman Shah, tersebut sekaligus menjadi momentum bagi jajaran pengurus baru untuk memperkuat peran pemuda, pelajar dan mahasiswa dalam berbagai kegiatan sosial serta aktivitas positif di tengah masyarakat.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/10/_95_Malam-Penuh-Makna-di-Kampung-Kolam--Sapma-PP-Sumut-Dilantik--G30S-Dikenang.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286868/malam-penuh-makna-di-kampung-kolam-sapma-pp-sumut-dilantik-g30s-dikenang/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Turun ke Lahan Pertanian, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Desky Tanam Jagung Bersama KNPI dan Pemuda Tani</guid>
            <pubDate>Wed, 30 Sep 2026 22:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Turun ke Lahan Pertanian, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Desky Tanam Jagung Bersama KNPI dan Pemuda Tani]]></title>
            <description><![CDATA[Turun ke Lahan Pertanian, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Desky Tanam Jagung Bersama KNPI dan Pemuda Tani]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Padangsidimpuan | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong produktivitas pertanian masyarakat terus dilakukan di Kota Padangsidimpuan. Salah satunya melalui kegiatan penanaman dan pembagian bibit jagung kepada kelompok tani di Desa Joring Natobang, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, Selasa (29/9/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.45 WIB tersebut digelar oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Padangsidimpuan bersama Pemuda <a href="https://www.sumut24.co/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Indonesia. Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pemerintah dalam penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejumlah unsur pemerintah, kepolisian, organisasi kepemudaan, hingga kelompok tani turut hadir. Di antaranya Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval N.G. Desky, S.H., S.I.K., M.H., Kabag Sumda Polres Padangsidimpuan AKP Sastra, Kapolsek Hutaimbaru Ahmad Edi Sitompul, S.H., serta Kepala Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan Edi Darwan Harahap, S.P., M.P.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Turut hadir Ketua KNPI Kota Padangsidimpuan Ricky A. Gova Siregar, Ketua Pemuda <a href="https://www.sumut24.co/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Indonesia Ruly Paisal, S.P., Camat Angkola Julu Armadan Rizki Harahap, S.STP., M.M., Kepala Desa Joring Natobang Andi Ardianto Harahap, serta para anggota kelompok tani setempat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh protokol dan doa bersama. Selanjutnya, Ketua KNPI Kota Padangsidimpuan Ricky A. Gova Siregar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi pemuda dalam mendukung program pemerintah, terutama di sektor pertanian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, pembagian bibit dan penanaman jagung diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Bibit yang diberikan diharapkan benar-benar dimanfaatkan kelompok tani sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Joring Natobang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan Edi Darwan Harahap. Ia menilai keterlibatan KNPI dan Pemuda <a href="https://www.sumut24.co/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Indonesia menunjukkan adanya kepedulian berbagai pihak terhadap pengembangan pertanian di daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sinergi antara pemerintah, organisasi kepemudaan dan kelompok tani dinilai penting agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval N.G. Desky, S.H., S.I.K., M.H. turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang melibatkan berbagai elemen tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Noval menyampaikan bahwa penanaman jagung dan pembagian bibit merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan KNPI Kota Padangsidimpuan bersama Pemuda <a href="https://www.sumut24.co/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Indonesia dan Dinas Pertanian. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi bersama dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan,&quot; ujar AKBP Noval N.G. Desky.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi para petani serta menjadi pemicu bagi semakin banyak pihak untuk terlibat dalam pengembangan sektor pertanian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Semoga bibit yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga produktivitas pertanian meningkat dan pada akhirnya dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,&quot; lanjutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah rangkaian sambutan, sekitar pukul 12.20 WIB dilakukan penanaman bibit jagung secara simbolis. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh unsur yang hadir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembagian bibit jagung kepada kelompok tani Desa Joring Natobang diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus mendorong produktivitas masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan ini juga memperlihatkan kolaborasi antara KNPI, Pemuda <a href="https://www.sumut24.co/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Indonesia, Pemerintah Kota Padangsidimpuan, kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelompok tani dalam mendukung agenda ketahanan pangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Respons positif terlihat dari kelompok tani dan masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 12.30 WIB.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_5930_Turun-ke-Lahan-Pertanian--Kapolres-Padangsidimpuan-AKBP-Noval-Desky-Tanam-Jagung-Bersama-KNPI-dan-Pemuda-Tani.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286867/turun-ke-lahan-pertanian-kapolres-padangsidimpuan-akbp-noval-desky-tanam-jagung-bersama-knpi-dan-pemuda-tani/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">APBD Madina 2026 Disepakati, Bupati Saipullah: Kejar Manfaat Pembangunan, Bukan Cuma Serapan</guid>
            <pubDate>Wed, 30 Sep 2026 22:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[APBD Madina 2026 Disepakati, Bupati Saipullah: Kejar Manfaat Pembangunan, Bukan Cuma Serapan]]></title>
            <description><![CDATA[APBD Madina 2026 Disepakati, Bupati Saipullah Kejar Manfaat Pembangunan, Bukan Cuma Serapan]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Madina | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) bersama DPRD Madina menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna, Selasa (29/9/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rapat paripurna tersebut dihadiri Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utammi Nasution dan dipimpin Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis. Sebanyak 31 anggota DPRD lainnya turut hadir dalam agenda tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan adanya persetujuan bersama tersebut, proses pembahasan Ranperda APBD 2026 memasuki tahapan selanjutnya. Pemkab Madina akan menyampaikan dokumen tersebut kepada Gubernur Sumatera Utara untuk menjalani proses evaluasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Evaluasi gubernur akan mencakup aspek teknis, material, hingga legalitas sebelum nantinya dilakukan penyempurnaan sesuai hasil evaluasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution mengatakan, hasil evaluasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan menjadi dasar bagi Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk melakukan penyempurnaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Hasil evaluasi gubernur kemudian kembali disempurnakan oleh Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan hasil penyempurnaan tersebut kemudian dituangkan pada keputusan pimpinan DPRD Madina," ujar Saipullah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain memastikan proses administrasi dan regulasi berjalan sesuai ketentuan, Saipullah juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Madina segera mempersiapkan percepatan pelaksanaan kegiatan setelah Ranperda APBD 2026 resmi diundangkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, percepatan perlu dilakukan mengingat pelaksanaan anggaran telah memasuki periode akhir tahun. Namun, percepatan tersebut tetap harus berjalan sesuai aturan dan tidak mengabaikan kualitas pekerjaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Lakukan percepatan pelaksanaan kegiatan dengan tetap memperhatikan kualitas, ketentuan pengadaan barang dan jasa, tertib administrasi, serta prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan daerah," tegas Saipullah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saipullah juga mengingatkan jajaran pemerintah daerah agar tidak menjadikan tingkat penyerapan anggaran sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan pelaksanaan APBD.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menekankan bahwa setiap belanja daerah harus memberikan hasil yang jelas, baik dalam bentuk output, outcome maupun manfaat pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, penggunaan anggaran daerah diharapkan tidak berhenti pada terlaksananya kegiatan secara administratif, tetapi juga mampu menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan Kabupaten Mandailing Natal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Perlu kita ketahui bersama bahwa anggaran yang tertuang dalam P-APBD Tahun 2026 ini adalah anggaran maksimal. Oleh karenanya, dalam pelaksanaan belanja hendaknya mengedepankan kedisiplinan terhadap pengelolaan keuangan," pungkas Saipullah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Persetujuan Ranperda APBD 2026 tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penganggaran daerah. Setelah melalui evaluasi gubernur dan penyempurnaan, regulasi tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi Pemkab Madina dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_5376_APBD-Madina-2026-Disepakati--Bupati-Saipullah--Kejar-Manfaat-Pembangunan--Bukan-Cuma-Serapan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286866/apbd-madina-2026-disepakati-bupati-saipullah-kejar-manfaat-pembangunan-bukan-cuma-serapan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>