<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Wed, 08 Jul 2026 13:54:00 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Penuh Haru, Bupati Simalungun Tinjau Korban Puting Beliung di Pematang Bandar dan Berikan Bantuan</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 11:54:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Penuh Haru, Bupati Simalungun Tinjau Korban Puting Beliung di Pematang Bandar dan Berikan Bantuan]]></title>
            <description><![CDATA[Penuh Haru, Bupati Simalungun Tinjau Korban Puting Beliung di Pematang Bandar dan Berikan Bantuan]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simalungun l Sumut24.co<br>Suasana duka dan keprihatinan menyelimuti sejumlah nagori di Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pasca terjadinya bencana alam angin puting beliung disertai hujan deras yang terjadi pada Kamis malam (2/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB hingga 21.00 WIB.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bencana alam tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai bentuk kepedulian  terhadap masyarakat yang terdampak bencana, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah, turun langsung meninjau lokasi terdampak di Nagori Talun Rejo, Kecamatan Pematang Bandar, Senin (6/7/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kehadiran <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> disambut haru oleh masyarakat yang tengah berupaya bangkit setelah musibah yang datang tanpa diduga tersebut. <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> menyempatkan diri menyapa, mendengarkan keluh kesah warga, serta melihat langsung kondisi rumah-rumah yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Camat Pematang Bandar, Pahot Siregar, yang juga turut menyambut kehadiran <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> dan rombongan melaporkan, bencana alam tersebut melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Pamatang Bandar, yakni Nagori Talun Rejo, Talun Madear, Wonorejo, Kandangan, Pardomuan Nauli, dan Kerasaan I.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jumlah rumah warga yang terdampak akibat bencana angin puting beliung dan hujan deras mencapai 161 unit rumah,"jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah suasana penuh keprihatinan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Simalungun menyampaikan rasa duka dan empati yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak. "Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Simalungun, saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terkena musibah ini," ucapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> berharap kepada masyarakat yang terdampak bencana diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapinya. "Pemerintah Kabupaten Simalungun akan terus hadir bersama masyarakat dalam setiap situasi, termasuk saat menghadapi bencana. Kehadiran kami hari ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab untuk memastikan kondisi masyarakat serta memberikan bantuan yang diperlukan," tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat saat ini wilayah Kabupaten Simalungun masih berada dalam kondisi cuaca ekstrem dan musim penghujan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suasana haru terlihat saat <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> berdialog dengan warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Salah seorang warga terdampak, Agusnadi, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kehadiran langsung <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Simalungun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami sangat terharu dan berterima kasih kepada Bapak <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> yang datang langsung melihat kondisi kami. Kehadiran Bapak memberikan semangat dan kekuatan bagi kami untuk bangkit kembali dari musibah ini," ungkap Agusnadi dengan mata berkaca-kaca.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Simalungun bersama rombongan turut menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako, 1.200 keping seng untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kunjungan ini menjadi bukti bahwa Pemkab Simalungun terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pembangunan, tetapi juga dalam situasi duka dan musibah. Semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan diharapkan menjadi kekuatan bagi masyarakat untuk bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan penuh harapan.(LP)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9425_Penuh-Haru--Bupati-Simalungun-Tinjau-Korban-Puting-Beliung-di-Pematang-Bandar-dan-Berikan-Bantuan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284111/penuh-haru-bupati-simalungun-tinjau-korban-puting-beliung-di-pematang-bandar-dan-berikan-bantuan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Simalungun Hadirkan Pelayanan Terpadu di Raya Kahean, Perkuat Pemerataan Pembangunan hingga Pelosok Nagori</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 11:51:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Simalungun Hadirkan Pelayanan Terpadu di Raya Kahean, Perkuat Pemerataan Pembangunan hingga Pelosok Nagori]]></title>
            <description><![CDATA[Bupati Simalungun Hadirkan Pelayanan Terpadu di Raya Kahean, Perkuat Pemerataan Pembangunan hingga Pelosok Nagori]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Simalungun l Sumut24.co<br><a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah melaksanakan kunjungan kerja ke Nagori Ambarokan Panei Raya dan Nagori Banjaran, Kecamatan Raya Kahean, Sumatera Utara, Selasa (7/7/2026). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langkah ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga ke wilayah paling terpencil.<br><br>Dalam kunjungan tersebut, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> beserta rombongan meninjau langsung pelaksanaan pelayanan terpadu yang memadukan berbagai layanan pemerintah, mulai dari administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan sosial, hingga beragam kebutuhan masyarakat lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai bentuk kepedulian ekonomi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar pasar murah dengan menyediakan 1 ton beras, 180 liter minyak goreng, dan 100 papan telur. Dinas Sosial juga turut menyalurkan paket sembako bagi warga yang membutuhkan.<br><br><a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> bahkan secara langsung menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako dan kursi roda kepada seorang lansia serta anak penyandang disabilitas, menunjukkan perhatian nyata pemerintah bagi kelompok rentan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan ini disambut antusiasme tinggi oleh warga dari Nagori Ambarokan Panei Raya dan Nagori Banjaran yang memanfaatkan berbagai layanan pemerintah secara langsung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yang memanfaatkan kesempatan memperoleh layanan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kecamatan maupun kabupaten.<br><br>Dalam arahannya, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> menegaskan kunjungan ini bertujuan menyerap aspirasi langsung warga, agar kebijakan dan pembangunan yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami ingin mendengar harapan dan kebutuhan masyarakat secara langsung, sehingga setiap langkah pemerintah selaras dengan apa yang diharapkan warga," ujarnya.<br><br><a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> juga menilai Kecamatan Raya Kahean memiliki potensi besar berkembang menjadi kawasan maju dan mandiri berkat kekuatan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk mendukung hal itu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program prioritas: Rekonstruksi Jalan Sindar Raya&ndash;Pandoman: Rp15,5 miliar. Rekonstruksi Jalan Jurusan Samborosan&ndash;Banjaran: Rp. 3 miliar<br>​<br>Selanjutnya, Rehabilitasi Jalan Usaha Tani: Rp190.675.000. Rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi usaha tani: Rp192 juta. Revitalisasi Puskesmas Pembantu Pandoman: Rp200 juta, dan Revitalisasi SD Negeri 097381 Kampung Kelapa, Durian Begal: Rp. 874.099.949<br><br>Terkait aspirasi warga mengenai perbaikan jalan provinsi penghubung Raya Kahean dengan Kecamatan Pispis, Serdang Bedagai, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> menyatakan akan segera menyampaikan usulan tersebut kepada Gubernur Sumatera Utara.<br><br>Pangulu Nagori Ambarokan Panei, Raya Jon Rajoki Damanik bersama Camat Raya Kahean Lich Candra Harahap menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Simalungun terhadap kecamatan Raya Kahean. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Kesar Purba dan Ismail yang mengaku sangat bersyukur, karena ini adalah kali pertama setelah puluhan tahun seorang <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> berkunjung langsung ke nagori mereka. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Warga pun berharap kepada Gubernur Sumatera Utara agar jalan penghubung tersebut segera ditangani, mengingat jalan itu menjadi akses utama menuju Pematangsiantar dan Tebing Tinggi.<br><br>Kunjungan ini semakin menegaskan keseriusan Pemkab Simalungun untuk terus hadir di tengah masyarakat, mempercepat pemerataan pembangunan, serta membangun sinergi kuat demi mewujudkan Simalungun yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.(LP)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_2483_Bupati-Simalungun-Hadirkan-Pelayanan-Terpadu-di-Raya-Kahean--Perkuat-Pemerataan-Pembangunan-hingga-Pelosok-Nagori.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284110/bupati-simalungun-hadirkan-pelayanan-terpadu-di-raya-kahean-perkuat-pemerataan-pembangunan-hingga-pelosok-nagori/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dua Tahun Medan Cantare Choir, Gelar Event Besar</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 11:48:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dua Tahun Medan Cantare Choir, Gelar Event Besar]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co MEDAN, Medan Cantare Choir sebuah kelompok paduan suara independent mengelar konsernya yang kedua dengan tajuk Two Years Sing W]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -MEDAN, <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/choir/" target="_blank">Choir</a> sebuah kelompok paduan suara independent mengelar konsernya yang kedua dengan tajuk "Two Years Sing With Love", Sabtu (4/7/2026) di Ballroom Hotel Bintang Mulia, Bagan Batu, Riau.</p>Ketua <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/choir/" target="_blank">Choir</a> Rispa Sihombing dalam sambutannya mengatakan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> dalam usia yang relatif muda akan terus menunjukkan karya-karyanya dan berharap masyarakat pecinta paduan suara di kota Bagan Batu terhibur dengan pagelaran konser <a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> ini.</p>Acara yang digelar 2 hari, Sabtu-Minggu berjalan dengan penuh khidmat dan penuh sukacita.<br>Ballroom berkapasitas 1200 orang penuh dipadati pengunjung para pecinta paduan suara yang berasal dari kota Bagan Batu sekitarnya. <br>Dalam konser ini <a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/choir/" target="_blank">Choir</a> menyuguhkan 16 lagu yang terbagi dalam dua sesi. Penampilan <a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> begitu rapi dan apik sehingga mendapatkan applaus meriah setiap kali usai melantunkan lagu-lagunya.</p>Konser kedua <a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> ini sekaligus dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang kedua yang ditandai dengan tiupan lilin serta pemotongan cake dan dilanjutkan dengan pembagian cake simbolis kepada mewakili undangan.</p>Selanjutnya, Minggu 5 Juli 2026, bertempat di Gereja Methodist Indonesia (GMI) Sion Bagan Batu, <a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> mengadakan Ibadah Minggu dalam bentuk Ibadah Kantata.</p>Ibadah dipimpin oleh Penasehat <a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> Pdt. Dr. Hotman Siagian MTh dengan Cantate <a href="https://www.sumut24.co/tag/choir/" target="_blank">Choir</a> sebagai pelayan pendamping.</p>Dalam ibadah berbentuk Kantata yang bertemakan "Nyanyikanlah Bagi Tuhan Nyanyian yang  Baru (Mazmur 149:1)" <a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> mempersembahkan 14 lagu-lagu pujian. Gedung gereja berkapasitas 400 orang dihadiri jemaat serta undangan.</p>Usai ibadah minggu diadakan ramah tamah bertempat dihalaman gereja dalam bentuk makan bersama dan pemberian cenderamata kepada seluruh pihak yang berperan dalam penyelenggaraan konser maupun ibadah <a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/choir/" target="_blank">Choir</a>.</p>Sementara Sekertaris BPH <a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> Rinduwati Sinaga didampingi Kordinator Lapangan Coky Sitorus dan Humas <a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> Amran Munthe menjelaskan <a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> merupakan paduan suara independent dimana para anggotanya merupakan penggiat paduan suara gereja yang berasal dari 14 denominasi gereja terdiri dari 22 gereja lokal disekitar kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> aktif berlatih 2 kali setiap minggunya dibimbing pelatih Mario King Sianipar.<br>Panitia pagelaran konser <a href="https://www.sumut24.co/tag/cantare/" target="_blank">Cantare</a> yakni Monang Siallagan sebagai ketua, Vivi Lumbantoruan sekretaris, Hanny Marpaung bendahara dan dilengkapi bidang-bidang kerja lainnya. (C04)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_3809_Dua-Tahun-Medan-Cantare-Choir--Gelar-Event-Besar.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284109/dua-tahun-medan-cantare-choir-gelar-event-besar/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Produksi Tumbuh Dua Digit, Kebun Bah Birung Ulu Perkuat Transformasi dan Pemberdayaan Masyarakat</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 11:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Produksi Tumbuh Dua Digit, Kebun Bah Birung Ulu Perkuat Transformasi dan Pemberdayaan Masyarakat]]></title>
            <description><![CDATA[Produksi Tumbuh Dua Digit, Kebun Bah Birung Ulu Perkuat Transformasi dan Pemberdayaan Masyarakat]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simalungun l Sumut24.co<br>PTPN IV Regional II terus memperkuat kinerja operasional sekaligus menjalankan program keberlanjutan di <a href="https://www.sumut24.co/tag/kebun/" target="_blank">Kebun</a> Bah Birung Ulu, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Hingga Semester I 2026, kebun yang sebelumnya merupakan areal tanaman teh dan kemudian dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit tersebut mencatatkan pertumbuhan produksi tandan buah segar (TBS) dan crude palm oil (CPO) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Produksi TBS <a href="https://www.sumut24.co/tag/kebun/" target="_blank">Kebun</a> Bah Birung Ulu pada Semester I 2026 tercatat sebanyak 22.139 ton, meningkat 16,71 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 18.969 ton. Sejalan dengan peningkatan tersebut, produksi CPO tumbuh 17,14 persen, dari 4.742 ton pada Semester I 2025 menjadi 5.555 ton pada Semester I 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kinerja pengolahan juga menunjukkan perbaikan. Rendemen minyak sawit pada Semester I 2026 mencapai 25,09 persen, meningkat 0,09 poin persentase dibandingkan Semester I 2025 sebesar 25,00 persen. Secara relatif, peningkatan rendemen tersebut setara dengan sekitar 0,36 persen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manajer <a href="https://www.sumut24.co/tag/kebun/" target="_blank">Kebun</a> Bah Birung Ulu PTPN IV Regional II, Yuna Shaund H.S. Damanik, mengatakan peningkatan kinerja tersebut merupakan hasil dari perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan pada berbagai aspek operasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Peningkatan produksi pada Semester I 2026 menjadi hasil positif dari kerja bersama seluruh insan <a href="https://www.sumut24.co/tag/kebun/" target="_blank">Kebun</a> Bah Birung Ulu. Namun, capaian ini tidak membuat kami berpuas diri karena masih terdapat ruang perbaikan yang harus terus dilakukan, terutama dalam pelaksanaan pemeliharaan tanaman, peningkatan mutu panen, pelaksanaan Hatch and Carry di tanaman muda dan remaja, perbaikan infrastruktur dan penguatan kompetensi sumber daya manusia,&quot; ujar Yuna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Yuna, karakteristik <a href="https://www.sumut24.co/tag/kebun/" target="_blank">Kebun</a> Bah Birung Ulu memiliki tantangan tersendiri. Areal perkebunan berada pada wilayah dengan elevasi tertentu di atas permukaan laut dan merupakan areal yang sebelumnya ditanami teh sebelum dikonversi menjadi tanaman kelapa sawit. Kondisi tersebut memengaruhi karakteristik pertumbuhan tanaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Realisasi jumlah pokok per hektare di <a href="https://www.sumut24.co/tag/kebun/" target="_blank">Kebun</a> Bah Birung Ulu saat ini berada pada kisaran 70 persen dari standar Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Meski menghadapi kondisi tersebut, manajemen terus melakukan berbagai langkah untuk mengoptimalkan potensi produksi melalui perbaikan tata kelola tanaman, peningkatan mutu panen, penguatan infrastruktur, dan pengembangan kompetensi karyawan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Produktivitas kebun selama tiga tahun terakhir juga menunjukkan tren positif. Pada Semester I 2024, protas tercatat sebesar 8,10 ton TBS/hektare, kemudian meningkat menjadi 9,94 ton TBS/hektare pada Semester I 2025, dan pada Semester I 2026 mencapai 11,60 ton TBS/hektare.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari sisi kinerja finansial, laba per hektare pada Semester I 2026 tercatat sebesar Rp20.649.213 per hektare, dibandingkan Semester I 2025 sebesar Rp17.143.045 per hektare. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator dalam mengukur efektivitas perbaikan operasional dan produktivitas kebun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Infrastruktur dan Kompetensi SDM Terus Diperkuat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perbaikan infrastruktur menjadi salah satu fokus <a href="https://www.sumut24.co/tag/kebun/" target="_blank">Kebun</a> Bah Birung Ulu. Dari tahun ke tahun, peningkatan kualitas jalan produksi dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat kerusakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jalan dengan kondisi rusak berat ditangani melalui pengecoran, sedangkan jalan dengan tingkat kerusakan ringan dan sedang diperbaiki melalui pengerasan. Peningkatan kualitas infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas operasional dan pengangkutan hasil produksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Karyawan <a href="https://www.sumut24.co/tag/kebun/" target="_blank">Kebun</a> Bah Birung Ulu mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi, termasuk pelatihan bagi Mandor I, Mandor Panen, dan Mandor Pemeliharaan yang diselenggarakan oleh Holding Perkebunan Nusantara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan supervisi, meningkatkan kualitas pelaksanaan pekerjaan di lapangan, serta mendukung pencapaian target produksi secara berkelanjutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada kondisi tanaman dan sarana pendukung, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Karena itu, peningkatan kompetensi karyawan menjadi bagian penting dari proses perbaikan yang terus kami jalankan,&quot; kata Yuna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tumbuh Bersama Masyarakat dan Menjaga Lingkungan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejalan dengan arahan Direktur Utama PTPN IV PalmCo dan Region Head PTPN IV Regional II, <a href="https://www.sumut24.co/tag/kebun/" target="_blank">Kebun</a> Bah Birung Ulu juga menjalankan program yang berorientasi pada kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program tersebut antara lain diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon untuk mendukung pelestarian lingkungan, pelibatan masyarakat sekitar sebagai tenaga pengamanan dan tenaga pemanen, serta penyaluran bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asisten Personalia <a href="https://www.sumut24.co/tag/kebun/" target="_blank">Kebun</a> Bah Birung Ulu, Bobby Y.F. Saragih, mengatakan keberadaan perusahaan diharapkan dapat memberikan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami berupaya agar keberadaan perusahaan tidak hanya memberikan dampak dari sisi operasional, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Salah satunya melalui pembukaan kesempatan kerja sesuai kebutuhan dan ketentuan perusahaan, serta pelaksanaan program TJSL yang menyentuh kebutuhan masyarakat,&quot; ujar Bobby.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu program TJSL yang telah direalisasikan adalah dukungan perbaikan infrastruktur jalan melalui semenisasi. Program sosial dan lingkungan lainnya juga terus dijalankan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kebermanfaatan program, serta kemampuan perusahaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bobby menambahkan, kolaborasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan yang harmonis dan mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami percaya bahwa keberlanjutan perusahaan perlu dibangun bersama para pemangku kepentingan. Karena itu, komunikasi, pemberdayaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat akan terus kami perkuat,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ke depan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/kebun/" target="_blank">Kebun</a> Bah Birung Ulu akan melanjutkan berbagai program perbaikan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas panen, efisiensi operasional, kompetensi sumber daya manusia, kualitas infrastruktur, serta kontribusi sosial dan lingkungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan pertumbuhan produksi TBS sebesar 16,71 persen dan produksi CPO sebesar 17,14 persen pada Semester I 2026, manajemen menilai masih terdapat potensi pengembangan yang perlu dioptimalkan secara konsisten untuk mendukung kinerja PTPN IV Regional II dan PTPN IV PalmCo secara berkelanjutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang PTPN IV PalmCo&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PTPN IV PalmCo merupakan Subholding Perkebunan Nusantara yang bergerak di bidang komoditas kelapa sawit dan menjadi bagian dari Holding Perkebunan Nusantara. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, perusahaan terus mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, dan penerapan prinsip keberlanjutan.(LP)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_7870_Produksi-Tumbuh-Dua-Digit--Kebun-Bah-Birung-Ulu-Perkuat-Transformasi-dan-Pemberdayaan-Masyarakat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284108/produksi-tumbuh-dua-digit-kebun-bah-birung-ulu-perkuat-transformasi-dan-pemberdayaan-masyarakat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wali Kota diwakili Asisten Perekonomian membuka kegiatan FGD;Early Warning System</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 11:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wali Kota diwakili Asisten Perekonomian membuka kegiatan FGD;Early Warning System]]></title>
            <description><![CDATA[Wali Kota diwakili Asisten Perekonomian membuka kegiatan FGDEarly Warning System]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>P.Siantar l Sumut24.co<br><a href="https://www.sumut24.co/tag/wali/" target="_blank">Wali</a> Kota Pematangsiantar Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Subrata Nata Lumbantobing SSTP MSP, membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Early Warning System (EWS) Cik Laila Kota Pematangsiantar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar, Jalan H Adam Malik, Selasa (07/07/2026). Cik Laila merupakan singkatan dari Cek Informasi Kebutuhan Pengendalian Inflasi Terintegrasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/wali/" target="_blank">Wali</a> Kota Wesly yang diwakili Subrata mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi kepada Tim Aplikasi Early Warning System dan perangkat daerah terkait, yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai upaya bersama dalam memperkuat pengendalian inflasi daerah melalui sistem peringatan dini yang berbasis data, analisis, dan kolaborasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Stabilitas harga bahan pokok merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Kenaikan yang tidak terkendali tidak hanya menurunkan daya beli masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan angka kemiskinan, mengganggu aktivitas ekonomi, serta mempengaruhi stabilitas sosial. Oleh karena itu, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan hanya ketika harga sudah mengalami lonjakan. Namun ada hal yang jauh lebih penting, yaitu kemampuan kita mendeteksi gejala-gejala awal, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan sebelum permasalahan berkembang menjadi lebih besar,&quot; terangnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disebutkan, di sinilah pentingnya membangun Early Warning System (EWS) yang mampu memberikan informasi secara cepat, akurat, dan mudah dipahami oleh para pengambil kebijakan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Sistem ini diharapkan mampu mengidentifikasi komoditas yang mulai menunjukkan indikasi kenaikan harga, gangguan pasokan, maupun potensi risiko inflasi beberapa waktu ke depan sehingga pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dapat mengambil langkah yang tepat dan terukur,&quot; katanya.<br><br>Keberhasilan EWS, lanjutnya, sangat ditentukan oleh kualitas data dan sinergi antari instansi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Oleh karena itu saya mengajak seluruh pemangku kepentingan; Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, perangkat daerah, pengelola pasar, hingga akademisi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam penyediaan data, penyusunan indikator, validasi informasi, serta penyusunan rekomendasi kebijakan.<br>Saya berharap hasil Focus Group Discussion ini tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi menghasilkan rumusan yang aplikatif, memiliki metodologi yang kuat, indikator yang terukur, serta dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sebagai instrumen pendukung pengambilan keputusan Pemerintah Kota Pematangsiantar,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, lanjutnya, EWS yang dibangun hendaknya mampu menjadi media informasi yang bermanfaat, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat dan pelaku usaha. Sehingga tercipta transparansi informasi harga serta meningkatnya kepercayaan publik terhadap kebijakan pengendalian inflasi daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Saya meyakini, melalui kolaborasi yang erat, pemanfaatan teknologi informasi, dan penguatan kualitas data statistik, Kota Pematangsiantar akan memiliki sistem pengendalian inflasi yang semakin responsif, adaptif, dan berbasis bukti (evidence-based policy). Sejalan dengan visi Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk mewujudkan <a href="https://www.sumut24.co/tag/kota/" target="_blank">kota</a> yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras. Sehingga penguatan sistem peringatan dini harga bahan pokok menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,&quot; tandasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman mengatakan, untuk memerkuat sinergi, pengendalian inflasi Kota Pematangsiantar melalui pemanfaatan data, sistem peringatan dini, dan protokol respons kebijakan yang lebih cepat dan terkoordinasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;FGD Early Warning System (EWS) ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pengendalian inflasi daerah melalui pemanfaatan Early Warning System yang lebih cepat, presisi, dan berbasis data. Melalui forum ini, BI Pematangsiantar berharap koordinasi TPID tidak hanya bersifat responsif, tetapi semakin preventif dalam membaca potensi tekanan harga sejak dini,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ahmadi menerangkan, inflasi Kota Pematangsiantar pada periode terakhir tercatat mengalami deflasi sebesar -0,07% (mtm), terutama dipengaruhi oleh base effect dari tingginya inflasi pada bulan sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Meski secara bulanan mengalami deflasi, tekanan inflasi tahunan masih perlu dicermati, terutama dari kelompok volatile food yang memiliki karakter cepat berubah dan sensitif terhadap pasokan. Kondisi ini menunjukkan pengendalian inflasi perlu terus diarahkan pada komoditas pangan strategis dengan mempertimbangkan pola harga, andil inflasi, dan risiko gejolak ke depan,&quot; terangnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;BI Pematangsiantar, lanjutnya, menginisiasi dashboard EWS berbasis Excel dengan memanfaatkan data survei PIHPS Kota Pematangsiantar sebagai basis pemantauan harga harian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;EWS tidak hanya membaca perubahan harga, tetapi juga memperhitungkan andil inflasi, sehingga prioritas intervensi dapat diarahkan pada komoditas yang paling berdampak terhadap inflasi. Dengan pendekatan ini, TPID dapat menyusun strategi yang lebih tajam, misalnya membedakan komoditas dengan kenaikan harga tinggi namun andil kecil, dan komoditas dengan kenaikan moderat namun andil besar,&quot; tuturnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga mengatakan, Model ALPS atau Alert for Price Spikes digunakan untuk mendeteksi potensi lonjakan harga dengan membandingkan harga aktual terhadap harga estimasi atau harga normal. Pendekatan ini memperhitungkan tren jangka panjang, pola musiman, serta deviasi harga sehingga abnormalitas harga dapat diidentifikasi secara lebih objektif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Dalam konteks TPID, ALPS dapat menjadi instrumen pendukung agar pengambilan keputusan pengendalian inflasi dilakukan lebih cepat dan berbasis indikator yang terukur,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasil pengolahan EWS melalui Python dapat menghasilkan grafik dan indikator harga yang memudahkan identifikasi status komoditas, apakah masih normal atau mulai menunjukkan sinyal risiko. Visualisasi data membantu TPID membaca pergerakan harga secara lebih sederhana, sehingga informasi teknis<br>dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang operasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ke depan, penguatan EWS diharapkan tidak hanya menjadi alat monitoring, tetapi juga menjadi dasar pelaksanaan operasi pasar, Gerakan Pangan Murah, sidak pasar, dan komunikasi publik. Pemerintah Kota Pematangsiantar juga telah menginisiasi EWS inflasi melalui portal TPID sebagai sarana pemantauan dan publikasi perkembangan harga. Sinergi antar-OPD menjadi kunci, mulai dari input data oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pengelolaan informasi oleh Diskominfo, hingga tindak lanjut kebijakan oleh TPID. Dengan tata kelola data yang baik, EWS dapat menjadi instrumen bersama untuk memastikan intervensi pengendalian inflasi dilakukan tepat waktu, tepat sasaran, dan mudah dikomunikasikan kepada masyarakat,&quot; tukasnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadir juga sebagai narasumber, <br>Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Rulianda Purnomo Wibowo SP MEc. (LP)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9745_Wali-Kota-diwakili-Asisten-Perekonomian-membuka-kegiatan-FGD-Early-Warning-System.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284107/wali-kota-diwakili-asisten-perekonomian-membuka-kegiatan-fgdearly-warning-system/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jersey Prancis dan Sepak Bola sebagai Miniatur Kehidupan</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 11:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jersey Prancis dan Sepak Bola sebagai Miniatur Kehidupan]]></title>
            <description><![CDATA[Jersey Prancis dan Sepak Bola sebagai Miniatur Kehidupan]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh: Abdullah Rasyid<br>*Anak Medan Pencinta PSMS Garis Keras&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>Kemarin sore saya menerima sebuah jersey Tim Nasional Prancis, tim favorit saya di Piala Dunia, dari seorang sahabat: Prof. Iswandi Syahputra, Staf Ahli Menteri Agama, yang juga seorang gibol original garis keras. Hadiah sederhana itu ternyata tidak berhenti sebagai benda. Ia memantik ingatan, menghidupkan kembali percakapan lama, dan membawa saya pada satu renungan: mengapa sepak bola begitu kuat memikat manusia?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi sebagian orang, jersey hanyalah pakaian. Tetapi bagi pecinta sepak bola, jersey adalah ingatan, identitas, harapan, bahkan sedikit fanatisme yang dirawat dengan bahagia. Di dalam selembar kain itu ada warna, sejarah, kebanggaan, dan rasa memiliki. Ketika saya menerima jersey Prancis itu, yang muncul bukan hanya bayangan tentang pertandingan besar, stadion penuh, atau sorak suporter. Yang hadir lebih dulu justru kenangan masa kecil di kampung saya di Medan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepak bola adalah olahraga pertama yang saya kenal sejak kecil. Bahkan sejak mulai bisa berjalan, banyak dari kita sudah diperkenalkan dengan bola. Sebelum mengenal teori, sebelum memahami strategi, sebelum tahu nama-nama klub besar dunia, kaki kecil kita lebih dulu belajar menendang. Di halaman rumah, gang kampung, tanah lapang, jalanan sempit, atau pekarangan masjid, sepak bola hadir sebagai permainan paling demokratis. Tidak perlu perlengkapan mahal. Tidak perlu lapangan sempurna. Kadang bola plastik, kadang bola karet, kadang gawangnya hanya sandal, batu, atau dua batang kayu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sanalah sepak bola mula-mula mengajarkan kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di kampung, sepak bola tidak pernah sekadar permainan. Ia adalah cara anak-anak belajar bergaul, berunding, berebut, menerima kekalahan, merayakan kemenangan, dan kadang bertengkar lalu berbaikan kembali. Dari sepak bola kita belajar bahwa setiap orang ingin mencetak gol, tetapi tidak semua bisa menjadi penyerang. Ada yang harus bertahan. Ada yang harus menjaga gawang. Ada yang harus rela berlari tanpa banyak dipuji. Ada yang bekerja keras sepanjang pertandingan, tetapi justru orang lain yang mencetak gol. Bukankah kehidupan juga sering berjalan seperti itu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah sebabnya sepak bola tidak pernah kehilangan daya tarik. Ia bukan hanya tontonan, melainkan miniatur kehidupan. Dalam sembilan puluh menit, manusia menyaksikan perjuangan yang dipadatkan: harapan, strategi, kegagalan, keberuntungan, kesalahan, disiplin, emosi, dan kemungkinan keajaiban pada detik terakhir. Di lapangan hijau, hidup seolah dipercepat. Yang dalam kehidupan nyata bisa berlangsung bertahun-tahun, dalam sepak bola bisa terjadi hanya dalam hitungan menit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiap operan adalah keputusan. Setiap tekel adalah risiko. Setiap peluang yang gagal dimanfaatkan adalah penyesalan kecil. Setiap pelanggaran bisa mengubah arah pertandingan. Setiap gol bisa mengangkat sebuah bangsa, sebuah kota, atau sekadar sekelompok sahabat yang menonton bersama di warung kopi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepak bola memikat bukan karena ia selalu pasti, tetapi justru karena ia penuh ketidakpastian. Tim yang lebih kuat bisa kalah. Pemain bintang bisa gagal mengeksekusi penalti. Tim kecil bisa memberi perlawanan heroik. Pelatih hebat bisa salah membaca permainan. Satu kelengahan bisa menghancurkan kerja keras sepanjang laga. Sebaliknya, satu momen keberanian bisa mengubah pemain biasa menjadi pahlawan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di titik ini, sepak bola terasa sangat manusiawi. Ia mengajarkan bahwa kerja keras adalah syarat, tetapi bukan jaminan. Strategi penting, tetapi tidak selalu menentukan. Bakat besar bisa membuka jalan, tetapi mental, disiplin, dan keberanianlah yang sering menentukan siapa yang bertahan sampai akhir. Sepak bola mengajarkan bahwa hidup tidak selalu adil, tetapi manusia tetap harus berjuang dengan cara yang terhormat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin karena itu pula kita tidak pernah benar-benar bosan menontonnya. Di balik sorak-sorai, kita sebenarnya sedang melihat diri sendiri. Kita melihat harapan yang pernah kita rawat. Kita melihat kegagalan yang pernah kita alami. Kita melihat bagaimana manusia jatuh, bangkit, tertinggal, mengejar, kalah, menang, lalu mencoba lagi. Sepak bola adalah cermin besar tempat manusia menemukan wajahnya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sepak bola, ada aturan yang harus ditaati. Ada wasit yang mengawasi. Ada garis lapangan yang membatasi. Ada kartu kuning dan kartu merah sebagai tanda bahwa kebebasan tetap membutuhkan disiplin. Ini pelajaran penting bagi kehidupan sosial dan bernegara. Kebebasan tanpa aturan akan melahirkan kekacauan. Kompetisi tanpa sportivitas akan berubah menjadi permusuhan. Kemenangan tanpa etika akan kehilangan kehormatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, sepak bola juga mengajarkan peradaban. Ia memperlihatkan bahwa persaingan tidak harus memutus persaudaraan. Kita boleh berbeda dukungan, berbeda klub, berbeda tim nasional, bahkan berdebat keras tentang siapa yang lebih hebat. Tetapi pada akhirnya, sepak bola mempertemukan manusia dalam bahasa yang sama: bahasa kegembiraan, kecemasan, harapan, dan penghormatan terhadap perjuangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadiah jersey Prancis dari Prof. Iswandi Syahputra mengingatkan saya bahwa sepak bola juga hidup dari persahabatan. Banyak percakapan yang mungkin sulit dibuka oleh politik, agama, atau ekonomi, justru cair ketika dimulai dari sepak bola. Orang bisa berbeda pandangan, tetapi duduk bersama menonton pertandingan. Orang bisa berdebat sengit tentang taktik, tetapi tetap tertawa setelah peluit akhir berbunyi. Sepak bola punya kemampuan unik untuk membuat perbedaan menjadi perayaan, bukan permusuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah dunia yang semakin terbelah oleh identitas, kepentingan, dan polarisasi, sepak bola memberi kita ruang bersama. Ia mengajarkan bahwa manusia boleh berpihak, tetapi tetap harus menghormati lawan. Boleh mencintai tim sendiri, tetapi tidak harus membenci tim lain. Boleh ingin menang, tetapi tidak boleh kehilangan martabat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari kampung di Medan hingga panggung Piala Dunia, sepak bola bergerak melintasi kelas sosial, bahasa, bangsa, dan generasi. Ia dimainkan anak-anak tanpa alas kaki, sekaligus dipertandingkan para atlet terbaik dunia di stadion megah. Ia hidup di gang sempit, layar televisi, media sosial, hingga percakapan para sahabat. Sepak bola menjadi olahraga rakyat karena ia sederhana, tetapi justru di dalam kesederhanaannya tersimpan filsafat yang dalam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada akhirnya, sepak bola mengingatkan kita bahwa hidup adalah pertandingan panjang yang tidak selalu bisa kita kendalikan sepenuhnya. Kita bisa berlatih, menyusun strategi, memilih kawan seperjuangan, dan menjaga disiplin. Tetapi selalu ada unsur tak terduga: bola yang membentur tiang, keputusan yang diperdebatkan, cedera yang datang tiba-tiba, atau keberuntungan yang berpihak kepada lawan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, sebagaimana dalam sepak bola, yang terpenting dalam hidup bukan hanya hasil akhir. Yang juga penting adalah cara kita bermain. Apakah kita berjuang dengan jujur? Apakah kita menghormati aturan? Apakah kita tetap setia kepada tim saat tertinggal? Apakah kita mampu bangkit setelah gagal? Apakah kita tetap rendah hati ketika menang?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jersey Prancis yang saya terima kemarin sore akhirnya menjadi lebih dari sekadar hadiah. Ia menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya tentang tim favorit, skor, atau trofi. Sepak bola adalah cerita tentang manusia: tentang masa kecil, kampung halaman, persahabatan, harapan, perjuangan, dan keberanian menerima ketidakpastian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin itulah sebabnya bola yang bergulir tak pernah sekadar bola. Ia membawa ingatan. Ia membawa mimpi. Ia membawa pelajaran bahwa selama peluit akhir belum berbunyi, selalu ada ruang untuk berlari, memperbaiki kesalahan, menciptakan peluang, dan menjaga harapan tetap hidup.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_290_Jersey-Prancis-dan-Sepak-Bola-sebagai-Miniatur-Kehidupan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284106/jersey-prancis-dan-sepak-bola-sebagai-miniatur-kehidupan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Majukan Ekonomi Masyarakat, PT Inalum Jajakan Produk Hasil UMKM Binaan di PRSU ke-50</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Majukan Ekonomi Masyarakat, PT Inalum Jajakan Produk Hasil UMKM Binaan di PRSU ke-50]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanPT Indonesia Asahan Aluminium atau yang biasa dikenal Inalum turut berpartisipasi di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke5]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>PT Indonesia Asahan Aluminium atau yang biasa dikenal Inalum turut berpartisipasi di Pekan Raya Sumatera Utara (<a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a>) ke-50. Puluhan produk hasil UMKM binaan Inalum pun dijajakan kepada pengunjung.</p><br></p>Fasilitator Rumah BUMN Inalum Merry Sinaga mengatakan puluhan produk dijajakan di stan PT Inalum. Produk-produk yang diperlihatkan pun antara lain cemilan ringan hingga hasil karya tenun asli.</p><br></p>"Ya kita selain menampilkan produk-produk asli Inalum, kita juga membawa produk-produk dari UMKM binaan kita. Jenis produknya sekitar 35 dari 20 UMKM binaan kita," ujarnya, Selasa (7/7/2026).</p><br></p>Merry mengatakan UMKM binaan Inalum kini tersebar di Toba, Humbang Hasundutan, Samosir dan Batu Bara. Jika dilihat secara keseluruhan, binaan yang bekerjasama dengan Inalum lebih dari 200 UMKM.</p><br></p>"Kalau keseluruhan UMKM kita itu ada 200an, tapi produk yang kita perkenalkan disini sekitar 20an. Ini dijual juga untuk pengunjung yang ingin membeli," katanya.</p><br></p>Salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung dikatakannya adalah Pisang Gosong. Olahan berbahan dasar pisang ini cukup laris diincar pengunjung.</p><br></p>"Yang paling best seller ini ada pisang gosong harganya Rp12 ribu. Dia pisang kepok, diolah teksturnya itu gosong, tapi rasanya manis. Itu kenapa dia namanya Pisang Gosong dan ini banyak dicari pengujung," tutur Merry.</p><br></p>Selain olahan makanan, Merry juga mengatakan produk lainnya berupa hasil tenunan. Ragam corak pun diperlihatkan di stan Inalum.</p><br></p>"Lalu ada juga tenunan, ini dari penenun kita dan ini dibuat secara manual. Ada motif Batu Bara, ada juga motif ulos Batak Toba ada juga motif Karo," katanya.</p><br></p>Sebagaimana diketahui <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> ke-50 bakal menampilkan ragam budaya yang ada di Sumatera Utara (Sumut). Ajang ini akan berlangsung satu bulan penuh mulai 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 mendatang.</p><br></p><a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> ke-50 akan diisi oleh 75 persen bakal diisi oleh keragaman Sumut. Adapun <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> ke-50 mengangkat tema "Harmoni Emas" pada tahun ini. Rel</p><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9250_Majukan-Ekonomi-Masyarakat--PT-Inalum-Jajakan-Produk-Hasil-UMKM-Binaan-di-PRSU-ke-50.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/ekbis/284105/majukan-ekonomi-masyarakat-pt-inalum-jajakan-produk-hasil-umkm-binaan-di-prsu-ke50/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bobby Nasution Terima Penghargaan Adinata Syariah</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:39:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bobby Nasution Terima Penghargaan Adinata Syariah]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanProvinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui pengembangan ekonomi dan keuangan ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Atas kontribusi nyata tersebut, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menerima Penghargaan Adinata Syariah 2026 sebagai bukti komitmen Sumut dalam mendukung penguatan ekonomi nasional.</p><br></p>Penghargaan tersebut diserahkan pada ajang Adinata Syariah 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (6/7/2026). Sumut menjadi pemenang pada kategori nilai ekspor halal, dari total 14 kategori penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan yang dinilai berhasil mendorong pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.</p><br></p>Direktur Eksekutif KNEKS Sholahudin Al Aiyub mengatakan, ekonomi dan keuangan syariah bukan lagi alternatif. Namun telah diarahkan menjadi sumber perekonomian unggulan yang inklusif, tangguh dan dapat diandalkan.</p><br></p>Karena itu, Sholahudin berharap, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan ekonomi syariah nasional.</p><br></p>"Kami berharap momentum ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha serta seluruh pemangku kepentingan dan mewujudkan ekonomi syariah Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing," katanya.</p><br></p>Adinata Syariah 2026 merupakan program yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang menunjukkan komitmen, inovasi, serta kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.</p><br></p>Di bawah kepemimpinan Bobby Nasution, Pemerintah Provinsi Sumut memberikan perhatian besar terhadap pengembangan ekonomi syariah. Sebelumnya, Bobby juga menerima penghargaan Provinsi Investor Syariah dari PT Bursa Efek Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan pasar modal syariah. Selain itu, Sumut juga tercatat sebagai salah satu provinsi dengan konsumsi produk halal terbesar di Indonesia.</p><br></p>Turut hadir pada acara tersebut Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, serta Wakil Presiden ke-13 selaku Bapak Ekonomi Syari&#039;ah Indonesia  K.H. Ma&#039;ruf Amin. Hadir juga beberapa Gubernur, Walikota dan Bupati serta stakeholder terkait. **(Rel)</p><br></p><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_3409_Bobby-Nasution-Terima-Penghargaan-Adinata-Syariah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284104/bobby-nasution-terima-penghargaan-adinata-syariah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Golkar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dorong Kinerja Pembangunan Medan</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Golkar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dorong Kinerja Pembangunan Medan]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanFraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pert]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD yang digelar, Selasa (7/7/2026).</p><br></p>Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen. Hadir Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, unsur pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</p><br></p>Pendapat akhir Fraksi Partai Golkar dibacakan Modesta Marpaung. Persetujuan diberikan setelah fraksi mencermati jawaban Wali Kota Medan atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD.</p><br></p>Fraksi juga mempertimbangkan hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan OPD terhadap Ranperda tersebut.</p><br></p>"Setelah mencermati jawaban kepala daerah atas pemandangan umum fraksi-fraksi serta hasil kerja Badan Anggaran DPRD Kota Medan bersama Tim Anggaran Pemerintah Kota Medan dan kepala OPD, Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan menerima dan menyetujui Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah," kata Modesta.</p><br></p>Fraksi Partai Golkar berharap pengelolaan APBD terus ditingkatkan agar pembangunan daerah berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.</p><br></p>Menurut Modesta, anggaran daerah harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan.</p>"Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan, tuntunan, dan bimbingan kepada kita semua dalam bekerja sama menggerakkan roda pembangunan Kota Medan yang lebih menyejahterakan masyarakat," ujarnya.</p><br></p>Persetujuan Fraksi Partai Golkar menjadi bagian dari tahapan pembahasan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2025.</p><br></p>Selanjutnya, DPRD Kota Medan akan melanjutkan proses sesuai mekanisme hingga Ranperda tersebut ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. (Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_3916_Golkar-Setujui-Ranperda-Pertanggungjawaban-APBD-2025--Dorong-Kinerja-Pembangunan-Medan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284102/golkar-setujui-ranperda-pertanggungjawaban-apbd-2025-dorong-kinerja-pembangunan-medan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PRSU 2026 Disorot! Panitia Sebut Harga Tiket Masuk Bentuk Dukungan Ekonomi Kreatif, Musisi Lokal Justru Singgung Minimnya Honor</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PRSU 2026 Disorot! Panitia Sebut Harga Tiket Masuk Bentuk Dukungan Ekonomi Kreatif, Musisi Lokal Justru Singgung Minimnya Honor]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanPolemik penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 Tahun 2026 terus menjadi perhatian publik. Di tengah kritik]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Polemik penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (<a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a>) ke-50 Tahun 2026 terus menjadi perhatian publik. Di tengah kritik masyarakat terkait harga tiket masuk (HTM) yang dinilai cukup tinggi, panitia menegaskan bahwa biaya yang dibayarkan pengunjung bukan sekadar tiket masuk, melainkan bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif serta pelestarian budaya Sumatera Utara.</p><br></p>Penjelasan tersebut disampaikan Humas Panitia <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> 2026, Farah, yang diterima melalui rilis dari Diskominfo Provinsi Sumatera Utara, Selasa (7/7/2026), sebagai respons atas berbagai kritik dan masukan yang berkembang selama pelaksanaan ajang tahunan tersebut.</p><br></p>Menurut Farah, munculnya pro dan kontra merupakan hal yang wajar dalam penyelenggaraan sebuah event berskala besar. Seluruh masukan dari masyarakat, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.</p><br></p>"Tentu setiap masukan menjadi perhatian dan bahan evaluasi kami dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Namun perlu kami sampaikan bahwa <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> ke-50 hadir dengan arah dan wajah baru," ujar Farah.</p><br></p>Farah menjelaskan, konsep <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> tahun ini tidak lagi hanya berorientasi pada hiburan, tetapi menjadi wadah untuk memperkenalkan identitas budaya Sumatera Utara melalui pertunjukan seni, produk UMKM, ekonomi kreatif, hingga potensi daerah yang telah melalui proses kurasi.</p><br></p>Panitia mengklaim sekitar 75 persen konten <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> 2026 berasal dari pelaku seni, budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif local, maka mereka kenakan tarif dengan harga tiket masuk sebesar 35 ribu untuk hari biasa dan 75 ribu untuk akhir pekan (weekend).</p><br></p>Dengan konsep tersebut, menurut Farah, masyarakat yang membeli tiket secara tidak langsung ikut berkontribusi dalam mendukung ekosistem kreatif daerah.</p><br></p>"Harga tiket yang dibayarkan masyarakat tidak hanya menjadi akses menikmati rangkaian acara, tetapi juga merupakan bentuk dukungan terhadap ekosistem kreatif dan pelestarian budaya daerah," katanya.</p><br></p>Panitia juga menyebut penetapan harga tiket telah mempertimbangkan berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari keamanan, kenyamanan, fasilitas, hingga kualitas program yang disuguhkan kepada pengunjung.</p><br></p>Namun demikian, hingga kini panitia belum memaparkan secara rinci bagaimana alokasi pendapatan dari tiket masuk tersebut, termasuk besaran dukungan yang diberikan kepada pelaku seni maupun UMKM. Selain itu, belum ada penjelasan mengenai perbandingan harga tiket <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> 2026 dengan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.</p><br></p>Di tengah penjelasan panitia mengenai dukungan terhadap ekonomi kreatif, kritik justru datang dari kalangan pelaku seni.</p><br></p>Salah satu musisi asal Sumatera Utara, melalui unggahan di media sosial menyampaikan bahwa persoalan minimnya dukungan terhadap talenta lokal di <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> bukanlah hal baru.</p><br></p>Dalam unggahannya, dia mengaku beberapa tahun lalu dirinya bersama komunitas musisi telah memperjuangkan agar seniman lokal tidak hanya menjadi pengisi acara, tetapi juga memperoleh dana pembinaan dari penyelenggara.</p><br></p>Ia menyebut perjuangan tersebut sempat membuahkan hasil, meski menurutnya pembinaan yang diberikan saat itu masih belum maksimal.</p><br></p>Namun, dia menilai kondisi tersebut kembali terjadi pada penyelenggaraan <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> tahun ini.</p><br></p>"Penyelenggara <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> tahun ini tidak memberikan budget buat talent pengisi yang tampil di <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> selain pembuka artis. Alasannya untuk promosi," tulisnya dalam unggahan media sosialnya.</p><br></p>Pernyataan tersebut langsung menuai beragam respons dari warganet. Banyak yang mempertanyakan sejauh mana komitmen penyelenggara dalam memberdayakan seniman lokal, terutama setelah panitia menyatakan sebagian besar konten <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> berasal dari pelaku seni dan ekonomi kreatif daerah.</p><br></p>Meski menuai sorotan, panitia menegaskan <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> ke-50 mengusung konsep yang lebih inklusif dengan melibatkan masyarakat umum, pelaku UMKM, komunitas seni, keluarga, generasi muda hingga dunia usaha.</p><br></p>Panitia juga memastikan seluruh kritik dan masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> di masa mendatang dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh pihak, termasuk pelaku seni dan ekonomi kreatif di Sumatera Utara. (Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9587_PRSU-2026-Disorot--Panitia-Sebut-Harga-Tiket-Masuk-Bentuk-Dukungan-Ekonomi-Kreatif--Musisi-Lokal-Justru-Singgung-Minimnya-Honor.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284101/prsu-2026-disorot-panitia-sebut-harga-tiket-masuk-bentuk-dukungan-ekonomi-kreatif-musisi-lokal-justru-singgung-minimnya-honor/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rico Waas: Pembenahan Belawan Tak Bisa Parsial, Legalitas Lahan hingga Rob Harus Dituntaskan*</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:17:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rico Waas: Pembenahan Belawan Tak Bisa Parsial, Legalitas Lahan hingga Rob Harus Dituntaskan*]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pembenahan kawasan Belawan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial.]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pembenahan kawasan Belawan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Menurutnya, kawasan pesisir yang menjadi satu-satunya wilayah Kota Medan yang memiliki laut itu membutuhkan penanganan menyeluruh, mulai dari persoalan legalitas lahan, penataan permukiman, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ekonomi masyarakat.</p><br></p>Hal itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Lembaga Masyarakat Belawan (LMB) di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (7/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus membahas peluang kolaborasi antara LMB dengan perangkat daerah di lingkungan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> dalam mendukung pembangunan Belawan.</p><br></p>"Belawan adalah nama yang kita cintai. Banyak harapan di sana, tetapi juga masih banyak yang harus dibenahi. Kalau bisa dibenahi dengan baik, tentu akan sangat bagus," kata Rico Waas.</p><br></p>Wali Kota mengatakan, Belawan aset strategis Medan karena memiliki kawasan laut dengan potensi ekonomi yang sangat besar. Namun, potensi tersebut belum didukung oleh kondisi kawasan yang tertata dengan baik.</p><br></p>Rico Waas menilai salah satu persoalan mendasar yang harus diselesaikan adalah legalitas lahan. Banyak kawasan permukiman berada di atas lahan yang bukan menjadi kewenangan Pemerintah Kota Medan sehingga pembangunan infrastruktur kerap terkendala.</p><br></p>"Sering kali pemerintah tidak bisa masuk karena tanahnya bukan milik pemerintah. Ini yang harus kita petakan dan benahi bersama," ujarnya dalam pertemuan yang turut dihadiri Kaban Kesbangpol Andy Mario Siregar, Sekretaris Dinas P3APM dan Pengendalian Penduduk KB Kota Medan Vianti Dewi Nasution, dan Camat Medan Belawan  Robby Kurniawan itu.</p><br></p>Ia mencontohkan persoalan akses keluar jalan tol di Belawan yang sempat tidak jelas menjadi tanggung jawab siapa, apakah pemerintah, Pelindo atau pihak lainnya. Menurutnya, persoalan seperti itu menunjukkan masih perlunya sinkronisasi antarlembaga.</p><br></p>Karena itu, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> bersama Kementerian Pekerjaan Umum akan memastikan status kepemilikan lahan agar pembagian tanggung jawab pembangunan menjadi jelas.</p><br></p>"Kita harus memiliki persepsi yang sama. Berapa persen lahan milik Pemko, berapa persen milik Pelindo. Tidak perlu saling menyalahkan. Kalau itu lahan Pemko, maka menjadi kewajiban kami membangun jalan, drainase hingga penyediaan air bersih," katanya.</p><br></p>Selain persoalan lahan, Rico Waas juga menyoroti perlunya penataan kawasan permukiman sebagai solusi jangka panjang menghadapi banjir rob yang terus terjadi di Belawan. Menurutnya, relokasi harus dipersiapkan secara matang, tidak hanya menyediakan rumah, tetapi juga menjamin keberlangsungan pekerjaan masyarakat.</p><br></p>Ia menyinggung pengalaman relokasi ke Kampung Nelayan yang tidak berjalan optimal karena sebagian warga memilih kembali ke tempat asal bahkan menjual rumah yang diberikan akibat lokasi dinilai terlalu jauh dari mata pencaharian mereka.</p><br></p>"Relokasi harus disiapkan bersama pekerjaannya juga. Infrastruktur dibenahi secara bertahap. Dengan rob yang terus datang, kita harus memetakan solusi dengan benar," ujarnya.</p><br></p>Rico Waas mengungkapkan pada 15 atau 16 Juli mendatang dirinya dijadwalkan bertemu Kementerian Pekerjaan Umum untuk membahas pembangunan tanggul rob Belawan. Menurutnya, desain tanggul sebenarnya telah tersedia, namun masih terdapat penolakan dari sebagian masyarakat sehingga perlu dicarikan solusi bersama.</p><br></p>Dalam kesempatan itu, ia juga akan mengusulkan normalisasi Sungai Deli sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di kawasan utara Kota Medan.</p><br></p>Ia berharap pembenahan Belawan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kawasan-kawasan kumuh, menurutnya, harus ditata dengan pendekatan yang humanis tanpa mengabaikan penegakan aturan.</p><br></p>"Aturan harus ditegakkan, tetapi fasilitas juga harus kita siapkan. Kalau direlokasi, sekolah kita bantu, fasilitas kita siapkan. Yang penting bagaimana kita berbuat untuk manusia," katanya.</p><br></p>Menurut Rico Waas, kawasan yang telah direlokasi nantinya dapat dimanfaatkan menjadi daerah resapan air, ruang terbuka hijau maupun fasilitas publik lainnya seperti perpustakaan.</p><br></p>Di akhir pertemuan, Rico Waas mengungkapkan mimpinya menjadikan Belawan sebagai kawasan modern dengan pusat ekonomi yang tumbuh kuat.</p><br></p>"Saya punya mimpi besar Belawan berubah, punya mal, ekonominya berkembang. Tapi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> tidak mungkin bekerja sendiri. Kita harus punya strategi bersama agar perusahaan mau masuk. Kalau infrastruktur belum baik dan SDM belum siap, investasi juga akan sulit datang," ucapnya.</p><br></p>Sementara itu, Ketua DPP Lembaga Masyarakat Belawan, Effendy, menyatakan organisasinya siap mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Medan di Belawan.</p><br></p>Purnawirawan yang mengaku lahir dan besar di Belawan itu mengatakan pihaknya ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas masyarakat, mulai dari mendorong pendidikan dan pelatihan keterampilan, membantu sosialisasi program pemerintah, hingga ikut memantau kebersihan lingkungan dan kegiatan poskamling.</p><br></p>"Kami ingin ikut serta dalam program-program dinas di <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a>, mulai dari kebersihan, poskamling hingga pemberdayaan masyarakat. Apa yang dilakukan pemerintah, kami tetap mendukung penuh," kata Effendy.</p><br></p>Dalam kesempatan itu, Effendy juga menyampaikan aspirasi warga Kampung Nelayan Seberang yang hingga kini masih kerap terdampak banjir pasang. Ia berharap pemerintah dapat memberikan kepastian terkait langkah penanganan yang sedang dipersiapkan bagi masyarakat di kawasan tersebut. Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_8426_Rico-Waas--Pembenahan-Belawan-Tak-Bisa-Parsial--Legalitas-Lahan-hingga-Rob-Harus-Dituntaskan-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284099/rico-waas-pembenahan-belawan-tak-bisa-parsial-legalitas-lahan-hingga-rob-harus-dituntaskan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">RSJ Prof. Ildrem Hadirkan Layanan &quot;One Stop Service&#039; Berstandar Nasional</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[RSJ Prof. Ildrem Hadirkan Layanan "One Stop Service' Berstandar Nasional]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanTak lagi hanya dikenal sebagai rumah sakit yang menangani pasien gangguan jiwa, UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. D]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Tak lagi hanya dikenal sebagai rumah sakit yang menangani pasien gangguan jiwa, UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr. Muhammad Ildrem milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini menghadirkan layanan kesehatan yang semakin lengkap, terpadu, dan berstandar nasional. Mulai dari layanan kesehatan jiwa anak dan remaja, rehabilitasi psikososial dan medik, hingga laboratorium modern yang terbuka bagi masyarakat umum, seluruhnya dirancang dalam konsep &#039;One Stop Service&#039; untuk mendukung pemulihan pasien secara menyeluruh.</p><br></p>Direktur UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem, Sri Suriani Purnamawati, yang ditemui di stan Pekan Raya Sumatera Utara (<a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a>) ke-50, Selasa (7/7/2026), mengatakan seluruh layanan dikembangkan dengan konsep pelayanan terpadu sehingga pasien dapat memperoleh pemeriksaan, pengobatan, rehabilitasi, hingga layanan penunjang dalam satu sistem yang saling terintegrasi.</p><br></p>"Kami tidak hanya berfokus menangani gangguan kesehatan jiwa, tetapi juga meningkatkan derajat kesehatan jiwa masyarakat secara menyeluruh, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Kami juga ingin memperkuat peran keluarga dalam proses pemulihan serta menjadikan RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem sebagai rumah sakit rujukan dan pusat penelitian kesehatan jiwa tingkat nasional," ujar Sri Suriani yang didampingi stafnya Harry Dharma Putra dan Sandro.</p><br></p>Salah satu layanan unggulan yang menjadi perhatian dan turut dipamerkan di stan ni adalah Klinik Jiwa Anak dan Remaja yang memiliki gedung tersendiri sehingga memberikan kenyamanan bagi pasien. Klinik ini dilayani dokter spesialis kejiwaan anak dan remaja yang buka setiap Selasa dan Kamis pukul 09.00-13.00 WIB.</p><br></p>UPTD Khusus RSJ Prof.Ildrem ini juga menyediakan layanan dokter spesialis anak setiap Senin hingga Jumat untuk pemeriksaan tumbuh kembang, penanganan gizi buruk dan stunting, serta layanan imunisasi bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Simalingkar."Tim medis bahkan secara rutin melakukan kunjungan kepada pasien rawat inap bersama keluarga guna memastikan proses penyembuhan berjalan optimal," kata Sri.</p><br></p>Komitmen pemulihan pasien juga diwujudkan melalui Program Rehabilitasi Psikososial Day Care yang diperuntukkan bagi pasien pascarawat inap maupun rawat jalan. Program ini melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari psikiater, psikolog klinis, dokter umum, perawat, fisioterapis, pekerja sosial, hingga instruktur terapi.</p><br></p>Beragam aktivitas diberikan kepada peserta, mulai dari terapi okupasi, terapi keluarga, terapi kerja, terapi religi, hingga pelatihan keterampilan seperti membuat sabun cair, kerajinan tangan, berkebun, menjahit, memasak, olahraga, dan kegiatan seni.</p><br></p>"Program ini bertujuan mengembangkan kemampuan emosional, sosial, dan intelektual pasien sehingga mereka mampu kembali beraktivitas, mandiri, dan berintegrasi dengan masyarakat," jelas Sri Suriani.</p><br></p>Selain layanan kesehatan jiwa, RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem juga memiliki Layanan Rehabilitasi Medik yang menangani berbagai gangguan fisik dan fungsional, seperti stroke, kelumpuhan, gangguan muskuloskeletal, keterlambatan tumbuh kembang anak, rematik, osteoporosis hingga komplikasi diabetes. "Pelayanan lain yang diberikan meliputi fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, pendampingan psikologis, serta pelayanan sosial medik," sambungnya.</p><br></p>Sebagai penunjang pelayanan, laboratorium UPTD Khusus RSJ Prof.Ildrem juga terbuka bagi masyarakat umum dengan fasilitas pemeriksaan yang lengkap, mulai dari pemeriksaan darah, fungsi hati dan ginjal, kadar gula, kolesterol, pemeriksaan HIV, hepatitis, hingga tes narkoba enam parameter.</p><br></p>Seluruh layanan tersebut telah mengantongi akreditasi paripurna, sebagai bukti komitmen UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem dalam menghadirkan pelayanan kesehatan jiwa yang profesional, berkualitas, mudah diakses, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat Sumatera Utara. (Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_2178_RSJ-Prof--Ildrem-Hadirkan-Layanan--quot-One-Stop-Service--039--Berstandar-Nasional.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284097/rsj-prof-ildrem-hadirkan-layanan-quotone-stop-service039-berstandar-nasional/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gubernur Bobby Nasution akan Bangun SMK Unggulan Pariwisata Berkonsep Boarding School di Samosir</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 09:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gubernur Bobby Nasution akan Bangun SMK Unggulan Pariwisata Berkonsep Boarding School di Samosir]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  JakartaGubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution akan membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan ber]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Jakarta</p>Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution akan membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan berfokus pada bidang pariwisata di Kabupaten Samosir. Sekolah berkonsep &#039boarding school&#039; tersebut dirancang untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap mendukung pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.</p><br></p>Komitmen tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (7/7/2026). "Kami sedang membangun sekolah unggulan di Samosir. Ini akan menjadi SMK Pariwisata," ujar Bobby dalam sambutannya.</p><br></p>Menurut Bobby, sekolah tersebut tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan mental para siswa. Seluruh kebutuhan pendidikan akan ditanggung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.</p><br></p>"Skemanya adalah boarding dan semua biaya ditanggung pemerintah, bukan hanya materi pembelajaran, tetapi juga kesiapan mental siswa," ungkap Gubernur, dengan nada optimistis.</p><br></p>Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam penyediaan lahan pembangunan sekolah. Menurutnya, tahapan perencanaan telah berjalan dengan baik sehingga pembangunan dapat segera direalisasikan.</p><br></p>"Tanahnya sudah kami siapkan, untuk tinggal kami membangun. Jadi DED-nya sudah kami buat," jelasnya.</p><br></p>Selain pembangunan sektor pendidikan, Bobby juga menekankan pentingnya transformasi pengelolaan kebudayaan di Sumut agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Menurutnya, pelestarian budaya perlu dikembangkan melalui pendekatan industri kreatif sehingga tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi.</p><br></p>"Kita bukan zamannya lagi hanya melestarikan secara statis, tapi bagaimana melestarikan melalui industri," tegasnya di hadapan para tokoh PSBI.</p><br></p>Pada kesempatan itu, Bobby juga mengusulkan integrasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di seluruh Sumut sebagai salah satu solusi untuk mengatasi persoalan penyediaan air bersih di berbagai daerah.</p><br></p>Sementara itu, Ketua PSBI Effendi Simbolon menyampaikan tiga aspirasi utama yang dinilai menjadi persoalan mendasar di tengah masyarakat.</p><br></p>Pertama, terkait infrastruktur, ia menyoroti masih terbatasnya ketersediaan air bersih dan air irigasi di Kabupaten Samosir.</p><br></p>&quot;Satu-satunya kabupaten yang di tengah air, tapi kekurangan air. Baik air bersih maupun air irigasi," ujar Effendi.</p><br></p>Kedua, mengenai operasional Aquafarm di kawasan Danau Toba. Menurutnya, PSBI tidak menginginkan perusahaan tersebut ditutup, tetapi meminta adanya tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.</p><br></p>"Kami tidak ingin menutup Aqua Farm, tapi kami minta dengan Aquafarm agar melaksanakan water and wastewater treatment," tegasnya.</p><br></p>Ketiga, PSBI menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Batak sebagai warisan leluhur yang menjadi identitas masyarakat.</p><br></p>"Kami hidup dan dibesarkan sampai sekarang ini tidak terlepas dari DNA orang Batak itu adalah budaya. Jadi mohon, karena di dalam budaya itulah ada seni, seninya bermacam-macam," katanya.**(Rel)</p><br></p><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_4946_Gubernur-Bobby-Nasution-akan-Bangun-SMK-Unggulan-Pariwisata-Berkonsep-Boarding-School-di-Samosir.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284096/gubernur-bobby-nasution-akan-bangun-smk-unggulan-pariwisata-berkonsep-boarding-school-di-samosir/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Asahan Buka Layanan MOW Serentak Sambut HARGANAS ke 33, Perkuat Akses KB Demi Keluarga Sejahtera</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 08:58:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Asahan Buka Layanan MOW Serentak Sambut HARGANAS ke 33, Perkuat Akses KB Demi Keluarga Sejahtera]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN , Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan terus memperkuat komitmen mendukung program Keluarga Berencana (KB) demi mewujudka]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN , Pemerintah Kabupaten (Pemkab) <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> terus memperkuat komitmen mendukung program Keluarga Berencana (KB) demi mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Hal ini ditandai dengan kehadiran langsung <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Taufik Zainal Abidin, S.Sos, M.Si. dalam kegiatan Pelayanan Kontrasepsi Mantap Wanita atau Metode Operasi Wanita (<a href="https://www.sumut24.co/tag/mow/" target="_blank">MOW</a>) yang digelar di RS Sri Pamela Sei Dadap, Kecamatan Sei Dadap, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026.</p>Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026) mulai pukul 09.00 hingga 12.00 Wib, ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan KB yang berkualitas dan terjangkau. Turut hadir dalam kesempatan ini Ketua TP PKK Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Ny. Yusnila Indriati Taufik, Kepala Dinas P2KBP3A, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Direktur beserta jajaran RS Sri Pamela Sei Dadap, Camat se-Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, tenaga kesehatan, peserta pelayanan, serta tamu undangan lainnya.</p>Dalam rangkaian acara, Ketua TP PKK Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> menyerahkan bantuan kepada 20 peserta <a href="https://www.sumut24.co/tag/mow/" target="_blank">MOW</a> yang berasal dari berbagai kecamatan di wilayah <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>. Pemberian bantuan ini merupakan wujud perhatian dan dukungan nyata bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam program perencanaan keluarga. Seluruh proses pelayanan <a href="https://www.sumut24.co/tag/mow/" target="_blank">MOW</a> dilaksanakan dengan mengikuti prosedur serta standar pelayanan kesehatan yang berlaku demi menjamin keamanan dan kenyamanan setiap peserta.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Taufik Zainal Abidin menyampaikan bahwa program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. "Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan program ini, karena perencanaan keluarga yang baik akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan setiap keluarga dan kemajuan daerah secara keseluruhan," ujarnya.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan, pihak manajemen RS Sri Pamela Sei Dadap, serta semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program KB tidak bisa berjalan sendirian, melainkan memerlukan sinergi yang erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas.</p>"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merencanakan keluarga, sehingga tercipta keluarga yang harmonis, sehat, dan sejahtera. Kepada seluruh petugas kesehatan, saya minta senantiasa mengedepankan profesionalisme, keamanan, kenyamanan, dan kualitas dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat," tegas <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a>.</p>Kegiatan ini berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta ramah tamah antara <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, unsur pimpinan yang hadir, tenaga kesehatan, dan para peserta pelayanan. (dre)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_1512_Bupati-Asahan-Buka-Layanan-MOW-Serentak-Sambut-HARGANAS-ke-33--Perkuat-Akses-KB-Demi-Keluarga-Sejahtera.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/284095/bupati-asahan-buka-layanan-mow-serentak-sambut-harganas-ke-33-perkuat-akses-kb-demi-keluarga-sejahtera/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wakil Bupati Asahan Rianto Resmikan Gedung Persiapan MAN 3 Asahan, Bukti Komitmen Pemerataan Pendidikan hingga ke Desa</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 08:52:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wakil Bupati Asahan Rianto Resmikan Gedung Persiapan MAN 3 Asahan, Bukti Komitmen Pemerataan Pendidikan hingga ke Desa]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN , Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN , Pemerintah Kabupaten (Pemkab) <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ke pelosok daerah. Hal ini ditandai dengan peresmian <a href="https://www.sumut24.co/tag/gedung/" target="_blank">Gedung</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/persiapan/" target="_blank">Persiapan</a> MAN 3 <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> yang berlangsung khidmat di Desa Padang Sipirok, Kecamatan Aek Ledong, pada Selasa (07/07/2026) sekira pukul 10.15 Wib.</p>Peresmian dipimpin langsung oleh <a href="https://www.sumut24.co/tag/wakil/" target="_blank">Wakil</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Rianto, S.H., M.A.P., yang hadir bersama jajaran pejabat terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat. Kehadiran gedung ini menjadi angin segar bagi masyarakat di wilayah Aek Ledong dan sekitarnya, yang kini tak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pendidikan setara madrasah negeri di pusat kabupaten.</p>Dalam sambutannya, Kepala Sekolah <a href="https://www.sumut24.co/tag/persiapan/" target="_blank">Persiapan</a> MAN 3 <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Dra. Hj. Elda Ayumi, M.Si., menjelaskan bahwa gedung yang diresmikan dilengkapi dengan dua ruang belajar yang nyaman serta satu ruang kantor untuk mendukung pelayanan administrasi. Pada tahun ajaran pertamanya, madrasah ini telah menerima 72 peserta didik yang terbagi ke dalam dua rombongan belajar.</p>&quot;Kami menjamin seluruh peserta didik di sini akan mendapatkan pelayanan pendidikan yang setara dengan Madrasah Aliyah Negeri yang ada di Kota Kisaran. Kami juga berharap ke depannya jumlah siswa akan terus bertambah seiring dengan kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap madrasah ini,&quot; ujar Elda.</p>Sementara itu, <a href="https://www.sumut24.co/tag/wakil/" target="_blank">Wakil</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Rianto menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat gotong royong masyarakat yang turut berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan gedung ini. Menurutnya, partisipasi aktif warga menjadi bukti nyata bahwa kemajuan pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.</p>&quot;Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat yang telah bahu-membahu mendukung pembangunan ini. Keberadaan gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pintu gerbang bagi generasi muda di wilayah ini untuk meraih masa depan yang lebih baik. Ini adalah langkah nyata kita mewujudkan pemerataan akses pendidikan, sehingga tidak ada anak yang tertinggal hanya karena jarak dan lokasi,&quot; tegas Rianto.</p>Lebih lanjut, Rianto berharap keberadaan MAN 3 <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di tingkat luas. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.</p>Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Camat Aek Kuasan, Camat Aek Ledong beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, kepala sekolah se-wilayah, kepala desa, serta tokoh masyarakat dan agama setempat.</p>Kegiatan peresmian ini berakhir pukul 12.30 Wib dan berlangsung dengan lancar, aman, serta penuh semangat kebersamaan. (dre)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_1802_Wakil-Bupati-Asahan-Rianto-Resmikan-Gedung-Persiapan-MAN-3-Asahan--Bukti-Komitmen-Pemerataan-Pendidikan-hingga-ke-Desa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/284094/wakil-bupati-asahan-rianto-resmikan-gedung-persiapan-man-3-asahan-bukti-komitmen-pemerataan-pendidikan-hingga-ke-desa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kantor Koptan Mandiri Bak &quot;Gubuk Derita&quot; di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 08:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN, Di tengah kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas 1.266,6 hektar di Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN, Di tengah kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas 1.266,6 hektar di Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, berdiri bangunan kantor Koperasi Tani (<a href="https://www.sumut24.co/tag/koptan/" target="_blank">Koptan</a>) <a href="https://www.sumut24.co/tag/mandiri/" target="_blank">Mandiri</a> yang tampak memprihatinkan. Bentuknya sederhana, bak "gubuk derita", dan dugaan kuat menyebut bangunan ini didirikan tanpa izin resmi di kawasan hutan yang statusnya dikuasai negara.</p>Pembangunan bangunan, sekecil apa pun, di kawasan hutan tanpa persetujuan resmi merupakan tindakan ilegal dan melanggar aturan perundang-undangan. Hal ini berisiko memicu sanksi hukum berat, mulai dari denda administratif hingga ancaman pidana, serta rawan memicu konflik agraria dan penggusuran.</p>Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2025 tentang penertiban kawasan hutan, siapa pun yang membangun bangunan permanen maupun semipermanen tanpa izin sah di kawasan hutan dapat dikenakan denda hingga puluhan juta rupiah per hektar. Jika terbukti merusak fungsi hutan, pelaku juga bisa dijerat dengan sanksi pidana penjara.</p>Status lahan di kawasan hutan sepenuhnya milik negara dan tidak boleh diubah fungsi maupun dimanfaatkan sembarangan. Segala bentuk pemanfaatan, termasuk mendirikan bangunan untuk fasilitas kelompok tani, wajib memiliki izin penggunaan kawasan dari Kementerian Kehutanan. Aturan ini tertuang jelas dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 7 Tahun 2021 serta bisa ditempuh melalui jalur program Perhutanan Sosial.</p>Kawasan HTR di Desa Perbangunan ini tercatat memiliki total luas sekitar 1.262,61 hektar, terbagi menjadi Blok I seluas 697 hektar yang masuk wilayah Asahan dan Blok II seluas 565,61 hektar yang bersinggungan dengan wilayah Kabupaten Labuhan Batu Utara. <a href="https://www.sumut24.co/tag/koptan/" target="_blank">Koptan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/mandiri/" target="_blank">Mandiri</a> sendiri telah berbadan hukum sejak 1999 dan bernaung di bawah induk koperasi tingkat nasional.</p>Namun sejak terbit Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2014 tentang penetapan batas wilayah antara Asahan dan Labuhan Batu Utara, serta pergantian kepengurusan koperasi pada tahun yang sama, fungsi kawasan HTR ini perlahan berubah. Kawasan yang seharusnya ditanami pepohonan hutan kini beralih fungsi menjadi lahan tanaman kelapa sawit.</p>Warga setempat menduga adanya penyalahgunaan wewenang dan praktik jual beli lahan dengan modus pembayaran ganti rugi yang merugikan kepentingan masyarakat luas. Berkas kwitansi bermaterai bermunculan, mencatat transaksi pengalihan pengelolaan lahan seluas 6 hektar dengan nilai antara Rp30 juta hingga Rp50 juta, yang ditandatangani Wahyudi selaku Ketua <a href="https://www.sumut24.co/tag/koptan/" target="_blank">Koptan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/mandiri/" target="_blank">Mandiri</a> periode 2014&ndash;2026.</p>"Kami meminta Bupati dan Wakil Bupati Asahan segera mengevaluasi kepengurusan <a href="https://www.sumut24.co/tag/koptan/" target="_blank">Koptan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/mandiri/" target="_blank">Mandiri</a>. Terindikasi ada oknum yang menguasai lahan ratusan hektar di kawasan ini, padahal seharusnya untuk kepentingan bersama," ujar salah satu warga, Rabu (8/7/2026).</p>Kecurigaan warga makin menguat setelah mendapati bangunan kantor koperasi yang tak layak huni itu berdiri di tengah kawasan, sementara lahan subur di sekitarnya dikuasai pihak yang diduga berafiliasi dengan sekelompok oknum berkuasa. Mantan Kepala Dusun setempat pun mempertanyakan perubahan nasib kawasan yang dulunya ditanami bibit kehutanan hasil bantuan pemerintah.</p>"Dulu masyarakat menanam pohon di sini, ada bantuan bibit dari pemerintah. Kenapa sekarang berubah jadi sawit dan yang menguasai justru orang luar desa? Ada selisih luas lahan yang dikuasai koperasi dibanding data awal, ini perlu ditelusuri," ungkapnya.</p>Dikonfirmasi terpisah, Ketua <a href="https://www.sumut24.co/tag/koptan/" target="_blank">Koptan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/mandiri/" target="_blank">Mandiri</a> sekaligus Anggota DPRD Asahan, Wahyudi, membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia menegaskan tidak ada transaksi jual beli maupun pemindahtanganan lahan kawasan HTR kepada pihak lain, termasuk oknum pejabat.</p>"Tidak benar ada jual beli lahan ratusan hektar. Yang disebut Ramlan Sinaga hanya anggota yang menguasai lahan 6 hektar untuk menampung hasil panen sawit, bukan pemilik lahan luas. Alat berat yang masuk ke lokasi juga lewat jalur luar kawasan HTR, bukan merambah area hutan," tegas Wahyudi.</p>Ia juga menjelaskan kegagalan penanaman bibit kehutanan yang diterima dari pemerintah. "Kami pernah menanam durian, sengon, pete, dan aren. Namun tanah di sini bersifat asam dan gambut, sehingga hanya sengon yang mampu bertahan hidup, sisanya mati," imbuhnya.</p>Hingga kini, tim penelusuran belum menemukan bukti kepemilikan izin penggunaan kawasan hutan untuk bangunan kantor <a href="https://www.sumut24.co/tag/koptan/" target="_blank">Koptan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/mandiri/" target="_blank">Mandiri</a> tersebut. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi kehutanan terkait segera menelusuri legalitas pengelolaan kawasan ini guna mencegah kerugian yang lebih besar dan menegakkan aturan hukum yang berlaku. (tec)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9524_Kantor-Koptan-Mandiri-Bak--quot-Gubuk-Derita-quot--di-Tengah-HTR-1-266-Hektar-yang-Beralih-Jadi-Lahan-Sawit.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/284093/kantor-koptan-mandiri-bak-quotgubuk-deritaquot-di-tengah-htr-1266-hektar-yang-beralih-jadi-lahan-sawit-2/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Perkuat Peran Bundo Kanduang Membimbing Generasi Muda di Era Digital GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar Keminangkabauan,</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 08:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Perkuat Peran Bundo Kanduang Membimbing Generasi Muda di Era Digital GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar Keminangkabauan,]]></title>
            <description><![CDATA[Perkuat Peran Bundo Kanduang Membimbing Generasi Muda di Era Digital GOW Kabupaten Solok Gelar Seminar Keminangkabauan,]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabupaten Solok : Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selasa (07/07/2026), di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Arosuka, Sumatera Barat, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Solok menggelar Seminar Keminangkabauan bertema &quot;Peran <a href="https://www.sumut24.co/tag/bundo/" target="_blank">Bundo</a> Kanduang dalam Membimbing Generasi Muda di Era Digitalisasi, Etika dan Estetika Perkawinan Menurut Adat Basandi Syara&#039;, Syara&#039; Basandi Kitabullah&quot;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seminar  yang menghadirkan narasumber utama Ummi Harneli Bahar dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/bundo/" target="_blank">Bundo</a> Raudah tersebut berlangsung penuh antusias dan dihadiri oleh <a href="https://www.sumut24.co/tag/bundo/" target="_blank">Bundo</a> Kanduang se-Kabupaten Solok, Ketua TP- PKK Provinsi Sumatera Barat, Ketua GOW Kabupaten Solok, perwakilan organisasi wanita se-Kabupaten Solok, tokoh masyarakat perempuan, hingga perwakilan Aliansi Mahasiswa Kabupaten Solok.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Solok yg di wakili oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.Hi dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan Minangkabau sejak dahulu memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;IDan mengingatkan kembali kiprah sejumlah tokoh perempuan asal Minangkabau seperti Rasuna Said, Siti Manggopoh, hingga Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, pendiri Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang, yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan dunia pendidikan Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kita teringat dengan tokoh-tokoh perempuan asal Minangkabau. Tanpa perjuangan mereka, bisa jadi NKRI ini tidak seperti hari ini. Mereka telah mewarnai lahirnya bangsa ini dan juga mewarnai pendidikan dunia Islam,&quot; ujar Wabup Candra.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;H. Candra, S.Hi menuturkan kisah kunjungan Syeikh Al Azhar ke Diniyah Puteri Padang Panjang pada tahun 1955 yang didampingi oleh tokoh nasional asal Sumatera Barat, Muhammad Natsir. Saat itu, kata Wabup, Syeikh Al Azhar terkejut karena lembaga pendidikan khusus perempuan justru lebih dahulu hadir di Minangkabau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Al Azhar yang telah berdiri ratusan tahun ketika itu belum terpikir mendirikan sekolah khusus perempuan. Namun di Minangkabau, Hajjah Rahmah El Yunusiyyah sudah melakukannya. Karena itu beliau mendapat penghargaan luar biasa dari dunia Islam,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dikatakan  Wabup, seminar keminangkabauan tersebut tidak boleh sekadar menjadi ruang nostalgia sejarah, melainkan momentum untuk membangkitkan kembali semangat melahirkan tokoh-tokoh perempuan hebat dari Kabupaten Solok dan Minangkabau di masa depan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kita ingin meneguhkan tekad, bahwa dengan peran perempuan hari ini, InsyaaAllah akan lahir kembali tokoh-tokoh perempuan hebat dari Kabupaten Solok dan Minangkabau. Semangat ini harus ditularkan hingga ke tengah masyarakat,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan itu, Wakil bupati juga mengutip pepatah Arab *&quot;Al-Ummu Madrasatul Ula&quot;* yang berarti *&quot;Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya&quot;*. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan moral generasi penerus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wabup berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga generasi muda dari berbagai penyakit sosial seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian online maupun offline, minuman keras, premanisme, hingga balapan liar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami mengapresiasi setinggi-tingginya terselenggaranya seminar keminangkabauan ini. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai luhur adat Minangkabau yang sangat dekat dengan agama dan Kitabullah,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengakhiri sambutannya, Wakil bupati Candra secara resmi membuka Seminar Keminangkabauan dengan mengucapkan basmalah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;,Ketua GOW Kabupaten Solok, Lian Octavia, dalam laporan sekaligus sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Atas nama Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Solok selaku panitia pelaksana, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh undangan, khususnya kepada para narasumber yang telah berkenan hadir dalam seminar ini,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;IBahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang membawa tantangan besar terhadap identitas dan karakter generasi muda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Di era digitalisasi saat ini, akses informasi terbuka sangat luas. Di satu sisi membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga berpotensi mengikis nilai adat, budaya dan karakter generasi muda apabila tidak diimbangi dengan penguatan dari keluarga,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dijelaskan  Lian Octavia, di tengah kondisi tersebut, peran <a href="https://www.sumut24.co/tag/bundo/" target="_blank">Bundo</a> Kanduang sebagai *limpapeh rumah gadang* menjadi sangat penting dalam menanamkan nilai adat, etika, dan moral kepada generasi penerus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;<a href="https://www.sumut24.co/tag/bundo/" target="_blank">Bundo</a> Kanduang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah adat dan membimbing generasi muda agar tetap berpegang pada nilai-nilai adat basandi syara&#039;, syara&#039; basandi Kitabullah,&quot; tutupnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seminar tersebut berlangsung hangat dan interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam mengikuti pemaparan materi dan sesi diskusi terkait penguatan nilai adat Minangkabau di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang terus berkembang.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_3585_Perkuat-Peran-Bundo-Kanduang-Membimbing-Generasi-Muda-di-Era-Digital-GOW-Kabupaten-Solok-Gelar-Seminar-Keminangkabauan-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284092/perkuat-peran-bundo-kanduang-membimbing-generasi-muda-di-era-digital-gow-kabupaten-solok-gelar-seminar-keminangkabauan-2/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">TP-PKK Kabupaten Solok Kerjasama dengan RHC ( Rufaidah Humanity Care) laksanakan Gebyar Khitanan Massal Gratis</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 08:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[TP-PKK Kabupaten Solok Kerjasama dengan RHC ( Rufaidah Humanity Care) laksanakan Gebyar Khitanan Massal Gratis]]></title>
            <description><![CDATA[TPPKK Kabupaten Solok Kerjasama dengan RHC ( Rufaidah Humanity Care) laksanakan Gebyar Khitanan Massal Gratis]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabupaten Solok - Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selasa 7 Juli 2026 di Nagari Koto Baru, Jorong Subarang Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu di dampingi Kepala Dinas Kominfo Kab Solok Susi Sofianti Saidani dan  Bersama Tim Pengerak PKK Kab Solok menghadiri kegiatan Gebyar Khitan Massal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kehadiran Ketua TP-PKK Kabupaten Solok disambut hangat oleh masyarakat, pemerintah nagari, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta para orang tua yang mendampingi anak-anak peserta khitan massal. Hal ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Ny. Nia Jon Firman Pandu dalam sambutannya  menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, khitan massal merupakan bentuk pelayanan sosial yang sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak yang mengikuti khitan massal, sekaligus menjadi ladang amal bagi seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai bentuk kepedulian dan semangat gotong royong dalam membantu sesama," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain dukungan moril kepada para peserta, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok juga menyerahkan bantuan secara simbolis sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak yang mengikuti khitan massal. Ia turut menyapa para peserta dan memberikan semangat agar mereka tetap tabah dan berani menjalani proses khitan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui kegiatan Gebyar Khitan Massal ini, diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TP-PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan serta kesejahteraan keluarga di Kabupaten Solok.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_552_TP-PKK-Kabupaten-Solok-Kerjasama-dengan-RHC---Rufaidah-Humanity-Care--laksanakan-Gebyar-Khitanan-Massal-Gratis.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284090/tppkk-kabupaten-solok-kerjasama-dengan-rhc-rufaidah-humanity-care-laksanakan-gebyar-khitanan-massal-gratis/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sertijab Camat Bukik Sundi, Dan Pelantikan Ketua TP PKK.</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 08:26:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sertijab Camat Bukik Sundi, Dan Pelantikan Ketua TP PKK.]]></title>
            <description><![CDATA[Sertijab Camat Bukik Sundi, Dan Pelantikan Ketua TP PKK.]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Kabupaten Solok - Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selasa (7/7/2026 Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat menggelar pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) <a href="https://www.sumut24.co/tag/camat/" target="_blank">Camat</a> Bukik Sundi dari Vice Febrianeldi, S.Tp., M.Si. kepada Maifendri, S.Kep., ). Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu juga melantik Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Bukik Sundi, Ny. Mulyati Mau fenri, S, ST. Dan dilanjutkan dengan  serah terima dari Ketua TP- PKK yang lama Ny. Dila Vice Febrianeldi, SH., MH. kepada Ny. Mulyati Maifendri, S.ST.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dihadiri oleh  Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Deni Prihatni, S.T., M.T. yang mewakili Bupati Solok, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu. Hadir juga Kepala Dinas Kominfo , Susi Sofianti Saidani, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, Aliber Mulyadi,  unsur Forkopimcam, wali nagari, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus TP-PKK dan undangan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam prosesi tersebut, Vice Febrianeldi secara resmi menyerahkan tugas dan tanggung jawab sebagai <a href="https://www.sumut24.co/tag/camat/" target="_blank">Camat</a> Bukik Sundi kepada Maifendri.<br>Pergantian kepemimpinan itu diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik dan mempercepat pembangunan di wilayah Kecamatan Bukik Sundi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pemerintah Kabupaten Solok,  diwakili Deni Prihatni menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Vice Febrianeldi selama memimpin Kecamatan Bukik Sundi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Vice Febrianeldi atas pengabdian dan dedikasi selama memimpin Kecamatan Bukik Sundi. Semoga berbagai program yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan," kata Deni dalam sambutannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga berharap <a href="https://www.sumut24.co/tag/camat/" target="_blank">Camat</a> Bukik Sundi yang baru dapat segera beradaptasi dan membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat guna menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, pada kesempatan tersebut juga  melantik Ketua TP-PKK Kecamatan Bukik Sundi yang baru sebagai bagian dari kesinambungan organisasi PKK di tingkat kecamatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dikatakan  Nia, pelantikan dan serah terima jabatan bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat semangat pengabdian dan kolaborasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Melalui pelantikan dan serah terima jabatan ini, diharapkan semangat pengabdian, profesionalisme, serta kolaborasi seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan Kecamatan Bukik Sundi yang maju, sejahtera, dan berdaya saing," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Vice Febrianeldi mengaku bersyukur atas dukungan seluruh pihak selama lebih kurang empat tahun memimpin Kecamatan Bukik Sundi."Selama lebih kurang empat tahun memimpin Kecamatan Bukik Sundi, banyak kesan dan memori indah yang kami rasakan bersama masyarakat. Mudah-mudahan dengan adanya pergantian camat ini tidak menyurutkan semangat kita untuk terus memajukan Bukik Sundi ke arah yang lebih baik," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/camat/" target="_blank">Camat</a> Bukik Sundi yang baru, Maifendri, menyampaikan apresiasi kepada pendahulunya atas berbagai capaian yang telah diraih selama memimpin kecamatan tersebut. Ia juga meminta dukungan seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan dalam menjalankan tugasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Vice Febrianeldi yang telah menahkodai Kecamatan Bukik Sundi dengan baik. Kami memohon arahan dan dukungan dari seluruh pihak agar dapat melanjutkan pembangunan dan menjadikan Kecamatan Bukik Sundi semakin maju di masa mendatang," tuturnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Solok berharap pergantian kepemimpinan ini dapat semakin mengoptimalkan roda pemerintahan di Kecamatan Bukik Sundi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9857_Sertijab-Camat-Bukik-Sundi--Dan-Pelantikan-Ketua-TP-PKK-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284089/sertijab-camat-bukik-sundi-dan-pelantikan-ketua-tp-pkk/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kantor Koptan Mandiri Bak &quot;Gubuk Derita&quot; di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit</guid>
            <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 02:36:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit]]></title>
            <description><![CDATA[Kantor Koptan Mandiri Bak &quotGubuk Derita&quot di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit ]]></description>
            <content><![CDATA[<br>ASAHAN &ndash; sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas 1.266,6 hektar di Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, berdiri bangunan kantor Koperasi Tani (Koptan) Mandiri yang tampak memprihatinkan. Bentuknya sederhana, bak "gubuk derita", dan dugaan kuat menyebut bangunan ini didirikan tanpa izin resmi di kawasan hutan yang statusnya dikuasai negara.<br><br>Pembangunan bangunan, sekecil apa pun, di kawasan hutan tanpa persetujuan resmi merupakan tindakan ilegal dan melanggar aturan perundang-undangan. Hal ini berisiko memicu sanksi hukum berat, mulai dari denda administratif hingga ancaman pidana, serta rawan memicu konflik agraria dan penggusuran.<br><br>Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2025 tentang penertiban kawasan hutan, siapa pun yang membangun bangunan permanen maupun semipermanen tanpa izin sah di kawasan hutan dapat dikenakan denda hingga puluhan juta rupiah per hektar. Jika terbukti merusak fungsi hutan, pelaku juga bisa dijerat dengan sanksi pidana penjara.<br><br>Status lahan di kawasan hutan sepenuhnya milik negara dan tidak boleh diubah fungsi maupun dimanfaatkan sembarangan. Segala bentuk pemanfaatan, termasuk mendirikan bangunan untuk fasilitas kelompok tani, wajib memiliki izin penggunaan kawasan dari Kementerian Kehutanan. Aturan ini tertuang jelas dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 7 Tahun 2021 serta bisa ditempuh melalui jalur program Perhutanan Sosial.<br><br>Kawasan HTR di Desa Perbangunan ini tercatat memiliki total luas sekitar 1.262,61 hektar, terbagi menjadi Blok I seluas 697 hektar yang masuk wilayah Asahan dan Blok II seluas 565,61 hektar yang bersinggungan dengan wilayah Kabupaten Labuhan Batu Utara. Koptan Mandiri sendiri telah berbadan hukum sejak 1999 dan bernaung di bawah induk koperasi tingkat nasional.<br><br>Namun sejak terbit Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2014 tentang penetapan batas wilayah antara Asahan dan Labuhan Batu Utara, serta pergantian kepengurusan koperasi pada tahun yang sama, fungsi kawasan HTR ini perlahan berubah. Kawasan yang seharusnya ditanami pepohonan hutan kini beralih fungsi menjadi lahan tanaman kelapa sawit.<br><br>Warga setempat menduga adanya penyalahgunaan wewenang dan praktik jual beli lahan dengan modus pembayaran ganti rugi yang merugikan kepentingan masyarakat luas. Berkas kwitansi bermaterai bermunculan, mencatat transaksi pengalihan pengelolaan lahan seluas 6 hektar dengan nilai antara Rp30 juta hingga Rp50 juta, yang ditandatangani Wahyudi selaku Ketua Koptan Mandiri periode 2014&ndash;2026.<br><br>"Kami meminta Bupati dan Wakil Bupati Asahan segera mengevaluasi kepengurusan Koptan Mandiri. Terindikasi ada oknum yang menguasai lahan ratusan hektar di kawasan ini, padahal seharusnya untuk kepentingan bersama," ujar salah satu warga, Rabu (8/7/2026).<br><br>Kecurigaan warga makin menguat setelah mendapati bangunan kantor koperasi yang tak layak huni itu berdiri di tengah kawasan, sementara lahan subur di sekitarnya dikuasai pihak yang diduga berafiliasi dengan sekelompok oknum berkuasa. Mantan Kepala Dusun setempat pun mempertanyakan perubahan nasib kawasan yang dulunya ditanami bibit kehutanan hasil bantuan pemerintah.<br><br>"Dulu masyarakat menanam pohon di sini, ada bantuan bibit dari pemerintah. Kenapa sekarang berubah jadi sawit dan yang menguasai justru orang luar desa? Ada selisih luas lahan yang dikuasai koperasi dibanding data awal, ini perlu ditelusuri," ungkapnya.<br><br>Dikonfirmasi terpisah, Ketua Koptan Mandiri sekaligus Anggota DPRD Asahan, Wahyudi, membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia menegaskan tidak ada transaksi jual beli maupun pemindahtanganan lahan kawasan HTR kepada pihak lain, termasuk oknum pejabat.<br><br>"Tidak benar ada jual beli lahan ratusan hektar. Yang disebut Ramlan Sinaga hanya anggota yang menguasai lahan 6 hektar untuk menampung hasil panen sawit, bukan pemilik lahan luas. Alat berat yang masuk ke lokasi juga lewat jalur luar kawasan HTR, bukan merambah area hutan," tegas Wahyudi.<br><br>Ia juga menjelaskan kegagalan penanaman bibit kehutanan yang diterima dari pemerintah. "Kami pernah menanam durian, sengon, pete, dan aren. Namun tanah di sini bersifat asam dan gambut, sehingga hanya sengon yang mampu bertahan hidup, sisanya mati," imbuhnya.<br><br>Hingga kini, tim penelusuran belum menemukan bukti kepemilikan izin penggunaan kawasan hutan untuk bangunan kantor Koptan Mandiri tersebut. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi kehutanan terkait segera menelusuri legalitas pengelolaan kawasan ini guna mencegah kerugian yang lebih besar dan menegakkan aturan hukum yang berlaku. (tec)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_5577_Kantor-Koptan-Mandiri-Bak--quot-Gubuk-Derita-quot--di-Tengah-HTR-1-266-Hektar-yang-Beralih-Jadi-Lahan-Sawit.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284088/kantor-koptan-mandiri-bak-quotgubuk-deritaquot-di-tengah-htr-1266-hektar-yang-beralih-jadi-lahan-sawit/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>