<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Sun, 14 Jun 2026 20:08:18 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tuan Guru Batak Prihatin atas Pernyataan Tiyo Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 20:06:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tuan Guru Batak Prihatin atas Pernyataan Tiyo Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden]]></title>
            <description><![CDATA[Medan  Tuan Guru Batak Syekh Dr. H. Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk, M.A menyampaikan keprihatinannya atas pernyataan mantan Ketua BEM]]></description>
            <content><![CDATA[Medan -- <a href="https://www.sumut24.co/tag/tuan/" target="_blank">Tuan</a> Guru Batak Syekh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, M.A menyampaikan keprihatinannya atas pernyataan mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang viral di media sosial karena menyebut seekor kucing dengan nama yang dianggap menghina Presiden Prabowo Subianto.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam video yang beredar, Tiyo mengaku menyelamatkan seekor kucing yang dalam kondisi terkena penyakit kulit. Setelah itu, Tiyo menyebut memberikan nama kepada kucing itu yang dimana nama tersebut diduga menghina Presiden.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kemarin saya meresque seekor kucing, saya lihat ada kucing yang skabies, gemuk sekali badannya, saya kasih nama kucing itu prabodoh subiantolol," kata Tiyo dalam video.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menanggapi hal tersebut, <a href="https://www.sumut24.co/tag/tuan/" target="_blank">Tuan</a> Guru Batak menilai kritik dan kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara. Namun, menurutnya, kebebasan tersebut harus tetap disampaikan dengan mengedepankan etika, moralitas, dan adab sebagai ciri bangsa Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya sebagai anak bangsa, sebagai orang kampung, yang sangat mencintai negeri ini, saya bukan siapa-siapa. Tapi sungguh saya sangat prihatin menyaksikan apa yang telah disampaikan oleh ananda Tiyo Ardianto ini," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang menjunjung tinggi nilai agama, Pancasila, serta budaya ketimuran yang mengedepankan sopan santun dalam menyampaikan pendapat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Sebagai anak bangsa, sebagai bangsa yang beragama, yang punya Pancasila dimana sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, dan yang kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Dan kita juga sebagai bangsa yang berbudaya, yang memiliki nilai-nilai moralitas. Tentu kita sangat prihatin, dan mengecam apa yang dilakukan, disampaikan oleh ananda Tiyo Ardianto," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, perbedaan pandangan dan kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang lumrah dalam demokrasi. Namun, hal tersebut tidak boleh diwujudkan dalam bentuk cacian, makian, maupun penghinaan kepada pihak lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Silakan bersuara, akan tetapi jangan sampai melakukan cacian, makian, cercaan. Kita tidak boleh saling menghujat, saling mencerca, karena kita bangsa yang beradab," tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/tuan/" target="_blank">Tuan</a> Guru Batak juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga etika dan moralitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kita sama-sama memberikan edukasi, mengajarkan nilai-nilai etika, nilai-nilai moralitas kepada seluruh anak bangsa kita, agar bangsa tumbuh menjadi bangsa yang besar, bangsa yang beradab yang senantiasa menjaga nilai-nilai agama, nilai-nilai Pancasila, dan nilai-nilai budaya dan moralitas," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sisi lain, ia juga mengingatkan pemerintah agar tetap fokus menghadapi berbagai persoalan yang sedang dirasakan masyarakat. <a href="https://www.sumut24.co/tag/tuan/" target="_blank">Tuan</a> Guru Batak menyebut kondisi ekonomi dan sosial saat ini membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kebijakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami juga mengingatkan sekaligus mendoakan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan segenap jajaran kementerian dan seluruh para pemimpin dan elit bangsa ini, bangsa kita saat ini sedang tidak baik-baik saja," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menyoroti sejumlah persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, mulai dari antrean kendaraan di sejumlah SPBU akibat kelangkaan BBM hingga kenaikan harga kebutuhan pokok.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Sepanjang jalan kita lihat ada antrean kendaraan, mobil, truk, bus, bahkan sepeda motor di setiap SPBU karena kelangkaan BBM. Bahan-bahan sembako dan kebutuhan lain naik. Naiknya harga dolar seiring dengan situasi geopolitik global dan ekonomi dunia. Semua ini berpotensi mengundang ketidakstabilan ekonomi dan stabilitas politik," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, <a href="https://www.sumut24.co/tag/tuan/" target="_blank">Tuan</a> Guru Batak berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya kelompok yang paling rentan menghadapi tekanan ekonomi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami mohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto agar benar-benar memberikan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat terutama masyarakat yang lemah dan susah," pungkasnya.rel]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_3500_Tuan-Guru-Batak-Prihatin-atas-Pernyataan-Tiyo-Eks-Ketua-BEM-UGM-yang-Diduga-Hina-Presiden.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/283334/tuan-guru-batak-prihatin-atas-pernyataan-tiyo-eks-ketua-bem-ugm-yang-diduga-hina-presiden/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Kertanegara, Bahas Lonjakan Kepercayaan Investor Global</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 20:04:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Kertanegara, Bahas Lonjakan Kepercayaan Investor Global]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA, SUMUT24.CO  Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Min]]></description>
            <content><![CDATA[JAKARTA, SUMUT24.CO &ndash; Presiden <a href="https://www.sumut24.co/tag/prabowo/" target="_blank">Prabowo</a> Subianto memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Minggu (14/6/2026) malam.</p><br>Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri ESDM, Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kepala Badan Pengaturan BUMN, Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet.</p><br>Dalam pertemuan itu, Presiden menerima laporan dari Rosan Roeslani selaku Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara terkait hasil kunjungan kerja ke Amerika Serikat serta sejumlah negara di Eropa dan Asia.</p><br>Laporan tersebut memuat fakta dan data mengenai meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia. Hal itu ditandai dengan tingginya minat investor global dan masuknya investasi pada berbagai sektor strategis nasional.</p><br>Presiden <a href="https://www.sumut24.co/tag/prabowo/" target="_blank">Prabowo</a> juga meminta agar data dan capaian positif tersebut disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.</p><br>Rosan Roeslani dijadwalkan akan memaparkan perkembangan tersebut pada Senin (15/6/2026) siang di Istana Merdeka, Jakarta.</p><br>Penyampaian informasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan informasi yang utuh, transparan, dan berbasis fakta kepada publik.</p><br>"Presiden meminta agar data-data positif terkait peningkatan kepercayaan investor dan perkembangan investasi nasional disampaikan secara terbuka kepada masyarakat," demikian informasi yang diperoleh usai pertemuan di Kertanegara.<br>(Mcr)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_8812_Presiden-Prabowo-Panggil-Sejumlah-Menteri-ke-Kertanegara--Bahas-Lonjakan-Kepercayaan-Investor-Global.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/283333/presiden-prabowo-panggil-sejumlah-menteri-ke-kertanegara-bahas-lonjakan-kepercayaan-investor-global/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dilantik Zulkifli Hasan, Bang Ondim Siap Perkuat PAN Sumut dan Kolaborasi Bersama Bobby Nasution</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 19:33:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dilantik Zulkifli Hasan, Bang Ondim Siap Perkuat PAN Sumut dan Kolaborasi Bersama Bobby Nasution]]></title>
            <description><![CDATA[DELISERDANG , SUMUT24.CO Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh pengurus baru DPW Partai ]]></description>
            <content><![CDATA[DELISERDANG , SUMUT24.CO </p>Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh pengurus baru DPW Partai Amanat Nasional Sumatera Utara dan jajaran DPD Partai Amanat Nasional yang baru saja dilantik oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, Minggu 14 Juni 2026.</p><br>Menurut Bobby, amanah yang diberikan kepada para pengurus merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.</p><br>&quot;Amanah ini besar. Mari jadikan partai sebagai rumah untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Bersama-sama kita kuatkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, partai politik, dan masyarakat demi kemajuan Sumatera Utara,&quot; ujar Bobby.</p><br>Sementara itu, Ketua DPW PAN Sumut, H. Syah Afandin atau yang akrab disapa Bang Ondim, menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin PAN Sumatera Utara.</p><br>&quot;Terima kasih kepada Bapak Ketua Umum Zulkifli Hasan atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada kami. Insya Allah amanah ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya untuk membesarkan partai dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,&quot; kata Bang Ondim.</p><br>Bang Ondim juga mengapresiasi dukungan dan semangat kolaborasi yang dibangun Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam mewujudkan pembangunan daerah.</p><br>&quot;Terima kasih kepada Pak Gubernur Bobby Nasution atas kolaborasi yang selama ini terjalin untuk mewujudkan Sumut Berkah. Saya juga sebagai Bupati Kabupaten Langkat akan terus berkolaborasi dan bekerja sama untuk sama-sama membangun daerah menuju Indonesia Maju,&quot; ujarnya.</p><br>Menurut Bang Ondim, sinergi antara pemerintah, partai politik, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara.</p><br>Pelantikan pengurus baru DPW PAN Sumut dan DPD PAN se-Sumatera Utara diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperbesar kontribusi PAN dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.<br>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_8518_Dilantik-Zulkifli-Hasan--Bang-Ondim-Siap-Perkuat-PAN-Sumut-dan-Kolaborasi-Bersama-Bobby-Nasution.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/283332/dilantik-zulkifli-hasan-bang-ondim-siap-perkuat-pan-sumut-dan-kolaborasi-bersama-bobby-nasution/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polda Sumut Sulap Car Free Day Jadi Pesta Rakyat HUT Bhayangkara ke-80, Ribuan Warga Padati Lapangan Merdeka</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 18:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polda Sumut Sulap Car Free Day Jadi Pesta Rakyat HUT Bhayangkara ke-80, Ribuan Warga Padati Lapangan Merdeka]]></title>
            <description><![CDATA[Polda Sumut Sulap Car Free Day Jadi Pesta Rakyat HUT Bhayangkara ke80, Ribuan Warga Padati Lapangan Merdeka]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN I SUMUT24.CO<br><a href="https://www.sumut24.co/tag/polda/" target="_blank">Polda</a> Sumatera Utara menghadirkan kemeriahan sekaligus kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Car Free Day (CFD) dalam rangka Semarak Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Merdeka dan kawasan Kesawan, Medan, Minggu (14/6/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolda Sumut, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., tersebut berlangsung meriah dan dipadati ribuan warga dari berbagai daerah di Kota Medan dan sekitarnya. Sejak pagi hari masyarakat tampak antusias mengikuti jalan santai, senam bersama, hiburan band Polri, perlombaan, donor darah, bakti kesehatan gratis, hingga menikmati berbagai layanan sosial yang disediakan <a href="https://www.sumut24.co/tag/polda/" target="_blank">Polda</a> Sumut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu pusat perhatian masyarakat adalah pameran kendaraan dan peralatan kepolisian dari berbagai satuan kerja, termasuk kendaraan taktis Korps Brimob Polri yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat lebih dekat peralatan pendukung tugas kepolisian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak hanya menghadirkan hiburan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/polda/" target="_blank">Polda</a> Sumut juga menyiapkan berbagai program sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Satuan Brimob <a href="https://www.sumut24.co/tag/polda/" target="_blank">Polda</a> Sumut membagikan 1.000 porsi makanan gratis melalui dapur lapangan, menyediakan pasar murah dengan 2 ton beras dan 500 liter minyak goreng, serta menghadirkan layanan air minum gratis melalui kendaraan Water Treatment Brimob Polri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemeriahan semakin terasa saat pembagian door prize dengan berbagai hadiah menarik mulai dari peralatan elektronik, sepeda hingga hadiah utama berupa sepeda motor yang disambut sorak-sorai ribuan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabid Humas <a href="https://www.sumut24.co/tag/polda/" target="_blank">Polda</a> Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus bentuk rasa syukur menyambut Hari Bhayangkara ke-80.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Bapak Kapolda Sumut menyampaikan bahwa Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum bagi Polri untuk melakukan refleksi pengabdian, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Ferry.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi energi positif bagi jajaran <a href="https://www.sumut24.co/tag/polda/" target="_blank">Polda</a> Sumut untuk terus meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kehadiran ribuan masyarakat hari ini menunjukkan bahwa hubungan antara Polri dan masyarakat terus terjalin dengan baik. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan yang humanis, profesional dan Presisi," tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui kegiatan tersebut, <a href="https://www.sumut24.co/tag/polda/" target="_blank">Polda</a> Sumut kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.(W05)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Foto:]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_8133_Polda-Sumut-Sulap-Car-Free-Day-Jadi-Pesta-Rakyat-HUT-Bhayangkara-ke-80--Ribuan-Warga-Padati-Lapangan-Merdeka.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283331/polda-sumut-sulap-car-free-day-jadi-pesta-rakyat-hut-bhayangkara-ke80-ribuan-warga-padati-lapangan-merdeka/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kota Medan Kian Kondusif, Kapolrestabes Terima Penghargaan dari MUI</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 18:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kota Medan Kian Kondusif, Kapolrestabes Terima Penghargaan dari MUI]]></title>
            <description><![CDATA[Medan sumut24.co  Kapolrestabes Medan menerima penghargaan MUI Award dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan atas keberhasilannya me]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> |<a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -</p><br> <a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolrestabes/" target="_blank">Kapolrestabes</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/-medan/" target="_blank"> <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a></a> menerima penghargaan MUI Award dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota<a href="https://www.sumut24.co/tag/-medan/" target="_blank"> <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a></a> atas keberhasilannya menekan angka kejahatan jalanan dan meningkatkan pengungkapan kasus narkotika di Kota<a href="https://www.sumut24.co/tag/-medan/" target="_blank"> <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a></a>.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penghargaan tersebut diserahkan pada pembukaan Pekan Kuliner Halal, Aman dan Sehat (KHAS) V Tahun 2026 yang digelar MUI Kota<a href="https://www.sumut24.co/tag/-medan/" target="_blank"> <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a></a> di kawasan Jalan Masjid Raya, tepatnya di depan Masjid Raya Al Mashun, Jumat (12/6/2026) malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua MUI Kota<a href="https://www.sumut24.co/tag/-medan/" target="_blank"> <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a></a>, Hasan Matsum, mengatakan penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja Polrestabes<a href="https://www.sumut24.co/tag/-medan/" target="_blank"> <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a></a> yang dinilai berhasil menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Malam ini kami memberikan penghargaan kepada mitra kami <a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolrestabes/" target="_blank">Kapolrestabes</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/-medan/" target="_blank"> <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a></a> bersama Dandim<a href="https://www.sumut24.co/tag/-medan/" target="_blank"> <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a></a> yang telah berhasil menurunkan angka kejahatan jalanan sebanyak 497 kasus atau 15 persen dan meningkatkan pengungkapan narkoba sebanyak 399 kasus atau 53 persen," ujar Hasan dalam sambutannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, capaian tersebut berdampak langsung terhadap meningkatnya rasa aman masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Prestasi ini harus ditingkatkan. Jujur saja, Kota<a href="https://www.sumut24.co/tag/-medan/" target="_blank"> <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a></a> lebih kondusif sehingga kita lebih berani keluar malam," katanya.<br>Acara pembukaan KHAS V Tahun 2026 dihadiri Wali Kota<a href="https://www.sumut24.co/tag/-medan/" target="_blank"> <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a></a> Rico Tri Putra Bayu Waas, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan sejumlah instansi dan lembaga. <a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolrestabes/" target="_blank">Kapolrestabes</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/-medan/" target="_blank"> <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a></a> dalam kegiatan tersebut diwakili Kasat Intelkam Polrestabes<a href="https://www.sumut24.co/tag/-medan/" target="_blank"> <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a></a> Kompol Lengkap Siregar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sambutannya, Wali Kota<a href="https://www.sumut24.co/tag/-medan/" target="_blank"> <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a></a> Rico Waas berharap kegiatan KHAS tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, melainkan terus berkembang dan memiliki ciri khas yang mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya berharap jangan dijadikan acara ini hanya kegiatan rutin tahunan sekadar membuka stand UMKM. Harus ada perbedaan, harus ada ciri khasnya," ujar Rico.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Semoga kegiatan ini bisa dilanjutkan tahun depan dengan harapan menjadi lebih baik lagi. Kami juga berharap kegiatan ini bermanfaat untuk umat dan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat," ucapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pekan Kuliner Halal, Aman dan Sehat (KHAS) V Tahun 2026 digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan berlangsung pada 12 hingga 16 Juni 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai agenda, mulai dari Haflahtul Quran, pengajian akbar, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi sertifikasi halal dan NIB, lomba dai cilik, lomba nasyid modern, lomba memasak nasi kebuli modifikasi, talkshow, fun walk, hingga bazar yang diikuti 68 pelaku UMKM kuliner halal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah doorprize pada kegiatan puncak, termasuk hadiah umrah dan tiga unit televisi LED yang disumbangkan <a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolrestabes/" target="_blank">Kapolrestabes</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/-medan/" target="_blank"> <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a></a>.<br>Kegiatan yang dihadiri sekitar 500 pengunjung tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai.(W02)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_2724_Kota-Medan-Kian-Kondusif--Kapolrestabes-Terima-Penghargaan-dari-MUI.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283330/kota-medan-kian-kondusif-kapolrestabes-terima-penghargaan-dari-mui/</link>
            <author><![CDATA[darma]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Zulkifli Hasan Sebut Ketua DPW PAN Sumut  Syah Afandin Dinilai Sosok &ldquo;Berlian Leader&rdquo;</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 17:37:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Zulkifli Hasan Sebut Ketua DPW PAN Sumut  Syah Afandin Dinilai Sosok “Berlian Leader”]]></title>
            <description><![CDATA[DELI SERDANG  Sumut24.coKetua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, menyatakan pelantikan dan deklarasi pengurus DPW serta DPD PAN seSumatera Utar]]></description>
            <content><![CDATA[DELI SERDANG | Sumut24.co</p>Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, menyatakan pelantikan dan deklarasi pengurus DPW serta DPD PAN se-Sumatera Utara periode 2024&ndash;2029 sebagai pelantikan terbaik dan terbesar yang pernah digelar PAN di seluruh Indonesia.</p>Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat menghadiri pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN Sumatera Utara di IKM Hall, Deli Serdang, Minggu (14/6/2026). Menurutnya, antusiasme kader dan besarnya keterlibatan pengurus dari berbagai daerah menjadi bukti soliditas PAN Sumut dalam menghadapi agenda politik ke depan.</p><br>"Setelah melantik beberapa DPW di Indonesia, saya bisa menyampaikan bahwa pelantikan DPW PAN Sumatera Utara ini adalah yang terbaik dan terbesar. Ini menunjukkan soliditas, kekompakan, dan kesiapan PAN Sumut dalam menghadapi agenda politik ke depan," ujar Zulkifli Hasan.</p><br>Kesuksesan pelantikan tersebut juga dinilai tidak terlepas dari kepemimpinan Ketua DPW PAN Sumut, Syah Afandin. Di kalangan kader PAN, Syah Afandin dinilai sebagai sosok pemimpin yang memiliki karakter kuat, kemampuan manajerial yang baik, serta mampu membangun konsolidasi organisasi secara menyeluruh.</p><br>Sebagai Syah Afandin, ia dikenal memiliki berbagai gagasan dan ide pembangunan yang inovatif serta kemampuan membangun komunikasi politik yang harmonis dengan berbagai elemen, baik pemerintah, partai politik, tokoh masyarakat, maupun kelompok pemuda. Kemampuan tersebut dinilai menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat posisi PAN di Sumatera Utara.</p><br>Banyak kader menyebut Syah Afandin sebagai sosok "Berlian Leader", sebuah istilah yang menggambarkan pemimpin yang memiliki visi, ketegasan, kemampuan menyatukan berbagai kepentingan, serta mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis bagi kemajuan organisasi dan daerah.</p><br>Di bawah kepemimpinannya, PAN Sumut diharapkan semakin solid dan mampu memperluas pengaruh politik hingga ke tingkat akar rumput. Komunikasi yang terbuka serta pendekatan yang mengedepankan kolaborasi menjadi ciri kepemimpinan yang selama ini melekat pada dirinya.<br>Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan juga mengingatkan kembali filosofi lambang PAN yang bergambar matahari sebagai simbol sumber kehidupan, harapan, dan pencerahan bagi seluruh rakyat Indonesia. </p>Menurutnya, 38 sinar pada logo PAN melambangkan keberagaman budaya bangsa yang dipersatukan dalam semangat persatuan, kesetaraan, dan nilai-nilai moral politik yang berlandaskan rahmatan lil alamin.</p><br>"PAN adalah rumah besar bagi seluruh anak bangsa. Matahari melambangkan cahaya, harapan, dan semangat perubahan. Sedangkan 38 sinar adalah simbol keberagaman Indonesia yang harus kita rawat dalam bingkai persatuan dan kesetaraan," katanya.</p><br>Zulkifli Hasan turut mengapresiasi seluruh panitia dan jajaran pengurus yang terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan acara. Ia secara khusus memberikan penghargaan kepada Ketua <a href="https://www.sumut24.co/tag/pan/" target="_blank">Pan</a>itia Pelaksana, Yahdi Khoir Harahap, atas kerja keras yang dinilai mampu menghadirkan pelantikan yang tertib, meriah, dan berkesan.</p><br>Pelantikan tersebut dihadiri oleh Bobby Nasution, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Kepala Kesbangpolinmas Sumut Mulyono, jajaran OPD Pemprov Sumut, anggota legislatif PAN, tokoh masyarakat, serta pengurus DPD PAN dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.<br>Ketua <a href="https://www.sumut24.co/tag/pan/" target="_blank">Pan</a>itia Pelaksana, Yahdi Khoir Harahap, menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi besar PAN Sumut hingga ke tingkat akar rumput.</p><br>"Ini bukan sekadar pelantikan, tetapi momentum penguatan struktur dan soliditas kader untuk memenangkan PAN di Sumatera Utara," ujarnya.<br>Sementara itu, Syah Afandin menegaskan kepengurusan baru akan fokus memperkuat kaderisasi, memperluas jaringan politik, dan meningkatkan kedekatan partai dengan masyarakat.</p><br>"PAN Sumut akan hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan rakyat," katanya.</p><br>Acara ditutup dengan deklarasi bersama, pembacaan komitmen organisasi, serta foto bersama sebagai simbol soliditas dan kesiapan PAN Sumatera Utara menyongsong agenda politik dan pembangunan di masa mendatang.</p><br>Dengan kepemimpinan Syah Afandin yang dikenal komunikatif, visioner, dan memiliki kemampuan membangun sinergi lintas kelompok, PAN Sumatera Utara optimistis dapat memperkuat peran politiknya sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah.</p> Sosok yang dijuluki banyak kader sebagai "Berlian Leader" itu diharapkan mampu membawa PAN Sumut menjadi organisasi yang semakin modern, inklusif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.red/antogenk</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_8763_Zulkifli-Hasan-Sebut-Pelantikan-DPW-PAN-Sumut-Terbaik-dan-Terbesar-di-Indonesia--Syah-Afandin-Dinilai-Sosok--ldquo-Berlian-Leader-rdquo-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/politik/283329/zulkifli-hasan-sebut-ketua-dpw-pan-sumut-syah-afandin-dinilai-sosok-ldquoberlian-leaderrdquo/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Zulkifli Hasan: Pelantikan DPW PAN Sumut Terbaik Dan Terbesar di Seluruh Indonesia</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 17:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Zulkifli Hasan: Pelantikan DPW PAN Sumut Terbaik Dan Terbesar di Seluruh Indonesia]]></title>
            <description><![CDATA[DELI SERDANG  Sumut24.coKetua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pelantikan dan deklarasi DPW serta DPD PAN seSumatera Utara]]></description>
            <content><![CDATA[DELI SERDANG &ndash; Sumut24.co</p><br>Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pelantikan dan deklarasi DPW serta DPD PAN se-Sumatera Utara periode 2024&ndash;2029 merupakan yang terbaik dan terbesar di seluruh Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan dalam rangkaian acara pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN Sumut yang digelar di IKM Hall Deli Serdang, Minggu (14/6/2026), usai sebelumnya juga melakukan pelantikan sejumlah DPW PAN di berbagai daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Setelah melantik beberapa DPW di Indonesia, saya bisa menyampaikan bahwa pelantikan DPW PAN Sumatera Utara ini adalah yang terbaik dan terbesar. Ini menunjukkan soliditas, kekompakan, dan kesiapan PAN Sumut dalam menghadapi agenda politik ke depan,&quot; ujar Zulkifli Hasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga kembali menekankan filosofi lambang PAN yang bergambar matahari sebagai simbol sumber kehidupan dan pencerahan bagi seluruh rakyat Indonesia.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/e00da03b685a0dd18fb6a08af0923de0_1002482976.jpg">&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, 38 sinar pada logo PAN melambangkan keragaman budaya bangsa yang disatukan dalam semangat persatuan, kesetaraan, dan nilai moral politik yang berlandaskan rahmatan lil alamin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;PAN adalah rumah besar bagi seluruh anak bangsa. Matahari melambangkan cahaya, harapan, dan semangat perubahan. Sedangkan 38 sinar adalah simbol keberagaman Indonesia yang harus kita rawat dalam bingkai persatuan dan kesetaraan,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Zulkifli Hasan juga menegaskan bahwa keberhasilan pelantikan DPW dan DPD PAN Sumut ini tidak lepas dari kerja keras seluruh panitia dan jajaran pengurus yang terlibat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini semua berkat kerja keras dan kebersamaan semua pihak, khususnya di bawah kepemimpinan Ketua <a href="https://www.sumut24.co/tag/pan/" target="_blank">Pan</a>itia Ir. H. Yahdi Khoir Harahap, MBA, yang telah bekerja maksimal sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung sukses, tertib, dan meriah,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan pelantikan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Kepala Kesbangpolinmas Sumut Mulyono, jajaran OPD Pemprov Sumut, anggota legislatif PAN, tokoh masyarakat, serta pengurus DPD PAN se-Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan DPP PAN oleh Eko Patrio, pengambilan sumpah jabatan, penyerahan pataka partai, serta deklarasi komitmen seluruh pengurus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua <a href="https://www.sumut24.co/tag/pan/" target="_blank">Pan</a>itia Pelaksana, Ir. Yahdi Khoir Harahap, MBA, menyebut pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi besar PAN Sumut hingga ke tingkat akar rumput.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini bukan sekadar pelantikan, tetapi momentum penguatan struktur dan soliditas kader untuk memenangkan PAN di Sumatera Utara,&quot; ujarnya.<br></p>.<img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/cfecdb276f634854f3ef915e2e980c31_1002482978.jpg"></p><br>Sementara itu, Ketua DPW PAN Sumut, H. Syah Afandin, SH, menegaskan bahwa kepengurusan baru siap memperkuat kaderisasi dan memperluas jaringan politik hingga ke daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;PAN Sumut akan hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan rakyat,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam sambutannya juga menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan partai politik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap berkolaborasi dengan semua pihak demi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,&quot; ujar Bobby.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Acara kemudian ditutup dengan deklarasi bersama, pembacaan komitmen organisasi, serta foto bersama sebagai simbol soliditas PAN Sumatera Utara dalam menyongsong agenda politik dan pembangunan ke depan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Susunan Lengkap Pengurus DPW PAN Sumatera Utara Periode 2024&ndash;2029<br>Dewan Kehormatan Wilayah<br>Ketua: Brigjen Pol (Purn) H. Monang Situmorang, SH, M.Si&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anggota:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ahmad Fauzan Daulay, SE, MM&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Muhammad Ikhsan Lubus, SH&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Majelis Pakar Wilayah<br>Ketua: Prof. Dr. Togu Harlen Lumban Raja, M.Si&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anggota:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dudung Hartito&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oky Irawan, SE&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dr. Hastuti Olivia, SE, M.Ak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Majelis Penasehat Partai Wilayah<br>Ketua: Drs. Parluhutan Siregar, MAP&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anggota:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Irwansyah Damanik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mark Yunan Sirhan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hj. Emma Gata, SH&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengurus Harian DPW PAN Sumut<br>Ketua<br>H. Syah Afandin, SH&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekretaris<br>Dedy Irawan, SP, M.Si&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bendahara<br>Mora Harahap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakil Ketua<br>Yahdi Khoir Harahap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rudi Alfahri Rangkuti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hendra Cipta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hermansyah Lubis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tukari Talunohi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ahmad Arif&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Muslim Simbolon&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dr. Susanti Dewayani&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahrumsyah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Borkat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sada Arih Sembiring&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mega Magdalena&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ahmad Saidi Harahap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Amirullah Hidayat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;M. Iqbal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Zainuddin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ramadhona Simbolon&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rosmawati Nadeak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kuat Surbakti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Osaka Hendra Ginting&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Isfan F Fachruddin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ahmad Khairuddin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mahyuzar Masri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Luthfi Fauzi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fitri Dwi Yuda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syahrial Harahap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Zuraidah Ghina&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pinta Ito Siregar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dini Hikmayani Nasution&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agus Salim Ujung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dahrun Hutagaol&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakil Sekretaris<br>Drs. Suartono&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jahiddin Hidayat Daulay&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Welly Susanto&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ahmad Rizaly&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agus Salim Sitorus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ari Gusti Sundari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;M. Nasrullah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mhd. Gusti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ulfa Shalpha Daulay&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Eva Lariyanti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Zulfi Amri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wira Hayati Saragih&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ucu Kohar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;M. Fajrin Permana&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lola Imanda Harefa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Elfi Susanti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;M. Arifuddin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rio Alvin Kurniawan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Arif Makmur Nasution&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Budi Ardhya Utama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rachmat Kurniawan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mukhtar Sabili Tambak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Boy Iskandar Warongan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Vera Asrita&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rusdianto Ricky Sastro&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Turmiji Harahap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;M. Romadhona Batubara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tengku Harmain Syarif&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dedi Gunawan Ritonga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bambang Agus Priyono&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Zainuddin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakil Bendahara<br>A. Marzuqie Nasution&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Riduwan Putra Saleh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rahmawati Lubis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Resky Yudarty Solia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nurmala Dewi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Elfinta Muhani Matondang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Neni Julistiani&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syairah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;T. Elfina&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibah Setia Wati&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Eva Rahim&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rina Andriani Harahap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Halimatussadiah Lubis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Afrina Sari Dewi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Elva Arinni Syah Putri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Citra Khairunisya Pasaribu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fitri Isnaini Nasution&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Santi Oktafenti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua dan Sekretaris Badan-Badan DPW PAN Sumut<br>Badan Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan<br>Ketua: Yahdi Khoir Harahap<br>Sekretaris: Drs. Suartono&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Badan Pembinaan dan Pemenangan Pemilu<br>Ketua: Hermansyah Lubis<br>Sekretaris: Welly Susanto&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Badan Relawan dan Saksi Wilayah<br>Ketua: Isfan F Fachruddin<br>Sekretaris: Mukhtar Sabili Tambak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Badan Perkaderan<br>Ketua: Muslim Simbolon<br>Sekretaris: Jahiddin Hidayat Daulay&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Badan Pencalegan<br>Ketua: Amirullah Hidayat<br>Sekretaris: Mhd. Gusti</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_6653_Zulkifli-Hasan--Pelantikan-DPW-PAN-Sumut-Terbaik-Dan-Terbesar-di-Seluruh-Indonesia.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/politik/283328/zulkifli-hasan-pelantikan-dpw-pan-sumut-terbaik-dan-terbesar-di-seluruh-indonesia/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">&lrm;Pawai Khatam Al-Qur&#039;an ke-38 dan Wisuda RA Tahun 2026 di Nagari Selayo di Hadiri Bupati Solok  Kabupaten Solok - Sumut24.co</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 16:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[‎Pawai Khatam Al-Qur'an ke-38 dan Wisuda RA Tahun 2026 di Nagari Selayo di Hadiri Bupati Solok  Kabupaten Solok - Sumut24.co]]></title>
            <description><![CDATA[&lrmPawai Khatam AlQur&039an ke38 dan Wisuda RA Tahun 2026 di Nagari Selayo di Hadiri Bupati SolokKabupaten Solok  Sumut24.co]]></description>
            <content><![CDATA[&lrm;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> - Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Sumatera Barat, <br>Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, Minggu (14/6) menghadiri kegiatan Pawai Khatam Al-Qur&#039;an ke-38 dan Wisuda RA Tahun 2026 yang digelar di Masjid Raya Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, dengan  mengusung tema "Dengan Khatam Al-Qur&#039;an Kita Wujudkan Generasi yang Cinta Membaca dan Mengamalkan Al-Qur&#039;an".<br>&lrm;<br>&lrm;Kegiatan tersebut  juga dihadiri Anggota DPRD Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> Sutan M. Bahri, Kepala DPMPTSP dan Naker Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> Alibet Mulyadi, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Camat Kubung Acil Fasra, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda, serta masyarakat Nagari Selayo.<br>&lrm;<br>&lrm;Kegiatan diawali dengan pawai peserta khatam Al-Qur&#039;an dan wisuda RA yang mengelilingi Nagari Selayo. Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalur pawai sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.<br>&lrm;<br>&lrm;Ketua Pelaksana, Mora Rifando, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Khatam Al-Qur&#039;an tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-38 dan telah berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 12 hingga 14 Juni 2026, dengan puncak acara dilaksanakan pada hari Minggu.<br>&lrm;<br>&lrm;Juga mengapresiasi seluruh panitia, masyarakat, perantau, serta para donatur yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan acara merupakan hasil kebersamaan seluruh elemen masyarakat, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan.<br>&lrm;<br>&lrm; Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat hadir bersama masyarakat Nagari Selayo pada momentum yang penuh makna tersebut. Dan menegaskan bahwa kegiatan Khatam Al-Qur&#039;an bukan hanya seremoni keagamaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun karakter dan mempersiapkan generasi penerus yang berakhlak mulia.<br>&lrm;<br>&lrm;"Melalui kegiatan ini kita sedang mempersiapkan generasi-generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan di masa depan. Anak-anak yang hari ini dikhatam dan diwisuda merupakan aset daerah yang harus kita bina bersama agar tumbuh menjadi generasi yang religius, cerdas, dan berkarakter," ujar Bupati.<br>&lrm;<br>&lrm;Dan menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, suksesnya pelaksanaan Khatam Al-Qur&#039;an ke-38 merupakan bukti kuatnya sinergi antara masyarakat ranah dan rantau dalam menjaga tradisi keagamaan dan membina generasi muda.<br>&lrm;<br>&lrm;Serta mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada saat ini. Semangat persatuan tersebut, menurutnya, menjadi modal utama dalam mewujudkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.<br>&lrm;<br>&lrm;"Tidak ada jalan lain selain kita bersatu dan bergandengan tangan untuk mewujudkan harapan masyarakat. Generasi yang hari ini kita kukuhkan adalah generasi yang akan melanjutkan perjuangan dan pembangunan Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> di masa yang akan datang," tuturnya.<br>&lrm;<br>&lrm; Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah nagari, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembinaan pendidikan keagamaan di Nagari Selayo.<br>&lrm;<br>&lrm;Kemudian kegiatan ditutup dengan prosesi pengukuhan peserta Khatam Al-Qur&#039;an ke-38 dan Wisuda RA Tahun 2026. Diharapkan melalui kegiatan ini akan lahir generasi-generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur&#039;an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan cita-cita pembangunan sumber daya manusia Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> yang unggul dan berdaya saing.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_673_-lrm-Pawai-Khatam-Al-Qur--039-an-ke-38-dan-Wisuda-RA-Tahun-2026-di-Nagari-Selayo-di-Hadiri-Bupati-Solok--Kabupaten-Solok---Sumut24-co.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283327/lrmpawai-khatam-alqur039an-ke38-dan-wisuda-ra-tahun-2026-di-nagari-selayo-di-hadiri-bupati-solok-kabupaten-solok-sumut24co/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pembukaan Turnamen Sepak Bola Supayang Legend Cup U-40di di Hadiri &lrm;Bupati Solok</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 16:04:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pembukaan Turnamen Sepak Bola Supayang Legend Cup U-40di di Hadiri ‎Bupati Solok]]></title>
            <description><![CDATA[Pembukaan Turnamen Sepak Bola Supayang Legend Cup U40di di Hadiri &lrmBupati Solok]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabupaten Solok - Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lrm; Bupati Solok,  Sumatera Barat, Jon Firman Pandu, Sabtu (13/6/2026)<br> menghadiri pembukaan Turnamen Sepak <a href="https://www.sumut24.co/tag/bola/" target="_blank">Bola</a> Supayang Legend Cup U-40 yang di selenggarakan oleh Nagari Supayang Kecamatan Payung Sekaki bertempat di Stadion Tuanku Tabiang, GOR Batubatupang, Kotobaru.<br>&lrm;<br>&lrm;Bupati Solok hadir bersama Anggota DPRD Kabupaten Solok Tasman Putra dan jajaran Askab PSSI Kabupaten Solok. Rombongan disambut oleh Camat Payung Sekaki, unsur Forkopimcam, Wali Nagari Supayang, jajaran Pemerintah Nagari, serta panitia penyelenggara.<br>&lrm;<br>&lrm;Bupati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen yang menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana menjaga kebugaran dan semangat olahraga di tengah masyarakat. Menurutnya, olahraga merupakan kegiatan yang dapat menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang usia.<br>&lrm;<br>&lrm; Diannjuga mengajak generasi muda pecinta sepak bola di Kabupaten Solok untuk mempersiapkan diri dan mengikuti seleksi atlet dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Provinsi (POPROV) tahun 2026.<br>&lrm;<br>&lrm;Dan menyampaikan bahwa proses seleksi akan dilaksanakan di tiga wilayah, yakni wilayah utara, tengah, dan selatan Kabupaten Solok, guna menjaring talenta-talenta terbaik yang akan memperkuat kontingen daerah.<br>&lrm;<br>&lrm;&quot;Bupati juga, mengimbau seluruh anak-anak muda pecinta sepak bola usia 17 hingga 19 tahun untuk mengikuti seleksi yang akan dilaksanakan melalui Askab PSSI Kabupaten Solok. Ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dan mengharumkan nama daerah,&quot; ungkapnya.<br>&lrm;<br>&lrm;Turnamen Supayang Legend Cup U-40 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat serta menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi di bidang olahraga, khususnya sepak bola.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_8481_Pembukaan-Turnamen-Sepak-Bola-Supayang-Legend-Cup-U-40di-di-Hadiri--lrm-Bupati-Solok.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283326/pembukaan-turnamen-sepak-bola-supayang-legend-cup-u40di-di-hadiri-lrmbupati-solok/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PW IPQAH Sumut Apresiasi Kesungguhan Pemprov Sumut Sukseskan MTQ ke-40</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 11:31:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PW IPQAH Sumut Apresiasi Kesungguhan Pemprov Sumut Sukseskan MTQ ke-40]]></title>
            <description><![CDATA[PW IPQAH Sumut Apresiasi Kesungguhan Pemprov Sumut Sukseskan MTQ ke40]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medan &ndash; Ketua PW IPQAH Sumatera Utara, <a href="https://www.sumut24.co/tag/asren/" target="_blank">Asren</a> Nasution, menyampaikan apresiasi atas kesungguhan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur&#039;an (LPTQ) dalam mempersiapkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur&#039;an (MTQ) ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut <a href="https://www.sumut24.co/tag/asren/" target="_blank">Asren</a> Nasution yang juga dosen Pascasarjana Universitas Islam Sumatera Utara, keseriusan penyelenggara terlihat dari berbagai langkah koordinasi, komunikasi, dan konsultasi yang dilakukan dengan berbagai pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung, demi memastikan kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan MTQ tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kesungguhan ini terlihat dari persiapan yang dilakukan pihak penyelenggara melalui koordinasi, komunikasi, dan konsultasi dengan berbagai pihak terkait. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk menyukseskan MTQ ke-40," ujar <a href="https://www.sumut24.co/tag/asren/" target="_blank">Asren</a> Nasution, Sabtu (14/6).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga menilai perhatian dan dukungan penuh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, menjadi faktor penting dalam membangun kolaborasi seluruh elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan ajang keagamaan bergengsi tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami memberikan apresiasi atas kepedulian dan fasilitasi yang diberikan jajaran Pemprov Sumut. Perhatian Gubernur Sumut terhadap MTQ ini menjadi daya ungkit untuk mewujudkan kolaborasi yang kuat demi suksesnya penyelenggaraan event bergengsi ini," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/asren/" target="_blank">Asren</a> berharap keseriusan Gubernur bersama Sekretaris Daerah dan seluruh jajaran pemerintah dapat menjadi motivasi bagi seluruh penyelenggara dan kafilah kabupaten/kota se-Sumatera Utara untuk memberikan penampilan terbaik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia optimistis MTQ ke-40 akan melahirkan peserta-peserta unggulan yang mampu mengharumkan nama Sumatera Utara di tingkat nasional hingga internasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kita berharap lahir peserta terbaik yang mampu mewakili Sumatera Utara hingga ke pentas dunia. Sumatera Utara selama ini dikenal sebagai gudangnya qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi di tingkat nasional. Prestasi ini harus terus dipelihara dan dipertahankan," tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai organisasi yang bergerak dalam pembinaan dan pengembangan Al-Qur&#039;an, PW IPQAH Sumatera Utara menyatakan siap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MTQ ke-40 serta pembinaan kafilah Sumut agar mampu meraih prestasi terbaik pada ajang nasional maupun internasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"PW IPQAH dengan segala potensi yang dimiliki siap mendukung suksesnya MTQ dan mendukung keberhasilan kafilah Sumatera Utara pada berbagai ajang, baik tingkat nasional maupun internasional," pungkas <a href="https://www.sumut24.co/tag/asren/" target="_blank">Asren</a> Nasution.rel]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_9542_PW-IPQAH-Sumut-Apresiasi-Kesungguhan-Pemprov-Sumut-Sukseskan-MTQ-ke-40.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283325/pw-ipqah-sumut-apresiasi-kesungguhan-pemprov-sumut-sukseskan-mtq-ke40/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Patroli Blue Light Brimob Sumut, Respons Cepat Laporan Warga dan Cegah Balap Liar di Kota Medan</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 11:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Patroli Blue Light Brimob Sumut, Respons Cepat Laporan Warga dan Cegah Balap Liar di Kota Medan]]></title>
            <description><![CDATA[Patroli Blue Light Brimob Sumut, Respons Cepat Laporan Warga dan Cegah Balap Liar di Kota Medan]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN I SUMUT24.CO<br>Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan <a href="https://www.sumut24.co/tag/patroli/" target="_blank">Patroli</a> Blue Light Antisipasi Pencegahan Kriminalitas di sejumlah titik strategis wilayah Kota Medan, Sabtu malam (13/6/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan melibatkan personel yang ditempatkan di beberapa lokasi, antara lain Simpang Pintu Tol Tanjung Mulia, Simpang Tiga Metrologi Pancing, Simpang Jalan Willem Iskandar, Jalan Cemara, serta Simpang Empat Gajah Mada-Krakatau. <a href="https://www.sumut24.co/tag/patroli/" target="_blank">Patroli</a> dilaksanakan dengan pola mobiling dan siaga di titik-titik yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama pelaksanaan patroli, personel melakukan pemantauan situasi, memberikan rasa aman kepada masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari, serta siap merespons setiap laporan yang disampaikan warga. Kehadiran patroli Blue Light di tengah masyarakat menjadi salah satu langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada sekitar pukul 21.30 WIB, personel yang bertugas di wilayah Tanjung Mulia menerima laporan masyarakat terkait adanya aktivitas balap liar di kawasan Jalan Cemara. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel segera bergerak menuju lokasi dan melakukan penertiban. Dalam kegiatan tersebut, satu orang terduga pelaku berhasil diamankan untuk diberikan pembinaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penegakan ketertiban, tetapi juga mengedepankan sisi edukatif dan humanis. Danton Brimob yang berada di lokasi memberikan arahan serta motivasi kepada yang bersangkutan agar tidak kembali terlibat dalam aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/patroli/" target="_blank">Patroli</a> Blue Light yang dilaksanakan secara rutin merupakan bagian dari komitmen Satuan Brimob Polda Sumut dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kehadiran personel di lapangan, diharapkan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan lebih tenang, sekaligus memperkuat kepercayaan dan kedekatan antara Polri dan masyarakat.(W05)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;FOTO:]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_8729_Patroli-Blue-Light-Brimob-Sumut--Respons-Cepat-Laporan-Warga-dan-Cegah-Balap-Liar-di-Kota-Medan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283324/patroli-blue-light-brimob-sumut-respons-cepat-laporan-warga-dan-cegah-balap-liar-di-kota-medan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sapi&ndash;Pisang di Garis Batas: Ketika Kedaulatan Bertemu Kemanusiaan</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 09:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sapi–Pisang di Garis Batas: Ketika Kedaulatan Bertemu Kemanusiaan]]></title>
            <description><![CDATA[SapiPisang di Garis Batas Ketika Kedaulatan Bertemu Kemanusiaan Oleh Abdullah RasyidStaf Khusus Menteri Imigrasi dan PemasyarakatanMaha]]></description>
            <content><![CDATA[<a href="https://www.sumut24.co/tag/sapi/" target="_blank">Sapi</a>&ndash;Pisang di Garis Batas: Ketika Kedaulatan Bertemu Kemanusiaan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh: Abdullah Rasyid<br>Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan<br>Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pagi itu, Bandara Sam Ratulangi tidak hanya menjadi pintu kedatangan kami di Sulawesi Utara. Ia menjadi pintu masuk untuk memahami satu persoalan yang jauh lebih dalam daripada sekadar perjalanan studi. Bersama Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN, kami melakukan Studi Strategis ke Manado dan Minahasa Utara. Sesampainya di bandara, kami disambut hangat oleh kawan-kawan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian IMIPAS Sulawesi Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Awalnya sederhana saja. Sarapan pagi, kopi, makanan khas, dan percakapan ringan. Tetapi dari meja sarapan itulah diskusi bergerak ke tema yang tidak ringan: perbatasan, kewarganegaraan, identitas, manusia, dan negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu cerita yang paling menarik perhatian saya adalah mengenai Persons of Filipino Descent, atau PFDs. Istilah ini terdengar administratif, seolah hanya perkara data, dokumen, dan status hukum. Namun, di balik istilah itu terdapat kisah panjang tentang manusia yang hidup di antara dua negara, dua sistem hukum, dua sejarah, dan satu ruang maritim yang sejak lama menjadi jembatan kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PFDs adalah komunitas keturunan Filipina yang telah lama bermukim di Sulawesi Utara, terutama di wilayah Bitung, Minahasa Utara, Tahuna, Sangihe, Talaud, dan kawasan kepulauan yang secara geografis dekat dengan Filipina Selatan. Mereka bukan sekadar angka dalam tabel pendataan. Mereka adalah kenyataan sosial perbatasan Indonesia&ndash;Filipina.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di atas peta, batas negara tampak tegas. Ada garis, koordinat, yurisdiksi, bendera, paspor, visa, dan aturan keimigrasian. Tetapi dalam kehidupan masyarakat kepulauan, laut tidak selalu berarti pemisah. Bagi masyarakat Sangihe, Talaud, Nusa Utara, dan Filipina Selatan, laut sering kali justru menjadi ruang keluarga, ruang ekonomi, ruang budaya, dan ruang sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di kawasan itu, perahu lebih dahulu mengenal rute daripada negara mengenal administrasi modern. Keluarga lebih dahulu saling berkunjung daripada paspor menjadi kewajiban. Perdagangan rakyat lebih dahulu tumbuh daripada garis batas dipertegas di atas peta politik. Karena itu, membicarakan PFDs tidak cukup hanya dengan bahasa hukum keimigrasian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu, negara harus tegas. Negara wajib mengetahui siapa yang masuk, siapa yang tinggal, siapa yang bekerja, dan siapa yang melintasi wilayahnya. Tetapi ketegasan negara tidak boleh kehilangan kepekaan sejarah dan kemanusiaan. Negara yang kuat bukan negara yang hanya mampu menjaga pagar, melainkan negara yang mampu memahami kehidupan di sekitar pagar itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam tradisi sosial masyarakat perbatasan, dikenal istilah <a href="https://www.sumut24.co/tag/sapi/" target="_blank">Sapi</a> dan Pisang. <a href="https://www.sumut24.co/tag/sapi/" target="_blank">Sapi</a> sering dipahami sebagai Sangir-Filipina, yakni keturunan dari ayah Sangir dan ibu Filipina. Pisang adalah Filipina-Sangir, keturunan dari ayah Filipina dan ibu Sangir. Istilah ini lahir dari pengalaman hidup masyarakat, bukan dari meja birokrasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/sapi/" target="_blank">Sapi</a>&ndash;Pisang menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Filipina di kawasan utara bukan semata hubungan diplomatik antarnegara. Ia juga hubungan keluarga antarwarga. Ada perkawinan, perdagangan, bahasa, marga, gereja, kampung, perahu, dan makam leluhur di dalamnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka, terlalu sempit jika persoalan ini direduksi menjadi isu &quot;WNA ilegal&quot;. Cara pandang seperti itu bukan hanya menyederhanakan masalah, tetapi juga berisiko mengabaikan sejarah panjang masyarakat maritim di utara Indonesia. PFDs dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/sapi/" target="_blank">Sapi</a>&ndash;Pisang bukan sekadar soal siapa datang dari mana. Ini tentang bagaimana negara membaca manusia yang hidup di persimpangan sejarah, hukum, dan identitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Laut Sulawesi bukan hanya garis batas negara. Bagi masyarakat Sangihe dan Filipina Selatan, ia adalah ruang keluarga, ruang ekonomi, dan ruang sejarah. Tugas negara bukan memutus jalur hidup itu, melainkan menatanya agar manusia terlindungi, ekonomi daerah tidak bocor, dan kedaulatan tetap tegak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sinilah penanganan PFDs menjadi penting. Negara tidak boleh membiarkan ada manusia yang hidup terlalu lama dalam status abu-abu. Tidak jelas sebagai warga negara mana. Tidak memiliki dokumen yang kuat. Tidak sepenuhnya terlindungi oleh sistem hukum. Tidak mudah mengakses layanan dasar. Tidak pula memiliki kepastian penuh atas masa depannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketidakjelasan status kewarganegaraan bukan masalah kecil. Ia berdampak pada pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, akses bantuan sosial, perlindungan hukum, hingga martabat seseorang sebagai manusia. Tanpa dokumen yang jelas, seseorang bisa hadir secara fisik di tengah masyarakat, tetapi absen secara administratif di mata negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih jauh, ketidakjelasan itu juga membuka risiko statelessness, yaitu kondisi ketika seseorang tidak diakui sebagai warga negara oleh negara mana pun. Inilah ruang gelap yang harus dicegah. Sebab, manusia tanpa kewarganegaraan bukan hanya kehilangan dokumen. Ia berpotensi kehilangan akses terhadap masa depan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, langkah Kantor Wilayah Imigrasi Sulawesi Utara dalam menangani PFDs patut dilihat sebagai bagian dari agenda besar negara. Ada pendataan. Ada verifikasi. Ada koordinasi dengan Konsulat Jenderal Filipina. Ada pembentukan desk koordinasi. Ada proses Register Filipino Nationals. Ada pemberian izin tinggal terbatas dengan tarif Rp0. Ada penegasan kewarganegaraan. Ada pula penerbitan dokumen kependudukan bagi mereka yang memenuhi syarat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini bukan sekadar pekerjaan administratif. Ini adalah upaya negara menghadirkan kepastian hukum bagi manusia perbatasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, penyelesaian PFDs tidak bisa diletakkan hanya di pundak Imigrasi. Imigrasi memang berada di garis depan, tetapi persoalan ini menyentuh banyak sektor: kewarganegaraan, administrasi kependudukan, hubungan luar negeri, pemerintahan daerah, keamanan wilayah, ekonomi perbatasan, serta perlindungan hak asasi manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di titik inilah Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan memiliki peran strategis. Kemenko Kumham Imipas tidak sekadar menjadi penghubung administratif, tetapi menjadi koordinator dan pengarah kebijakan lintas sektoral. Penyelesaian status PFDs membutuhkan orkestrasi negara yang utuh, bukan kerja sektoral yang berjalan sendiri-sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemenko Kumham Imipas telah beberapa kali menginisiasi pertemuan lintas kementerian dan lembaga, termasuk membangun komunikasi dengan Duta Besar Filipina di Jakarta serta Konsulat Jenderal Filipina di Manado. Langkah seperti ini penting karena masalah PFDs tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu surat, satu rapat, atau satu instansi. Ia memerlukan kerja diplomatik, kerja administratif, kerja hukum, dan kerja kemanusiaan secara bersamaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri melalui Dukcapil, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, aparat keamanan, serta pemerintah Filipina harus berada dalam satu tarikan napas kebijakan. Tanpa koordinasi, manusia perbatasan akan terus berpindah dari satu meja ke meja lain, dari satu formulir ke formulir lain, dari satu tafsir aturan ke tafsir aturan berikutnya. Akhirnya, negara terlihat hadir, tetapi tidak benar-benar menyelesaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PFDs juga harus dilihat dalam kerangka kedaulatan negara. Pendekatan kemanusiaan bukan berarti negara menjadi longgar. Justru sebaliknya, pendataan dan legalisasi status adalah cara negara memperkuat kendali. Dengan data yang baik, negara tahu siapa yang berada di wilayahnya. Dengan verifikasi yang kuat, negara dapat membedakan siapa warga negara Indonesia, siapa warga negara Filipina, dan siapa yang berisiko tanpa kewarganegaraan. Dengan dokumen yang jelas, ruang penyalahgunaan dapat dipersempit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedaulatan yang kuat bukan hanya kedaulatan yang keras. Kedaulatan yang kuat adalah kedaulatan yang tertib, adil, dan manusiawi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sisi lain, isu PFDs juga terkait dengan ekonomi maritim perbatasan. Jalur Sangihe, Talaud, Bitung, dan Filipina Selatan sejak lama menjadi ruang perdagangan tradisional. Ada ikan, hasil bumi, kebutuhan pokok, tenaga kerja, jasa, dan relasi ekonomi rakyat. Jika tidak ditata, jalur ini bisa menjadi ruang rawan penyelundupan, perdagangan ilegal, eksploitasi, bahkan kejahatan lintas negara. Tetapi jika dikelola dengan baik, ia dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah perbatasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Negara tidak boleh hanya menjadi pagar. Negara harus menjadi penata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perdagangan tradisional harus dibedakan dari pelanggaran hukum. Mobilitas keluarga lintas batas harus dibedakan dari penyelundupan manusia. Komunitas perbatasan harus dibedakan dari jaringan kejahatan. Di sinilah kecerdasan negara diuji: tegas terhadap pelanggaran, tetapi bijak terhadap sejarah sosial masyarakatnya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gagasan Desa Taat Status Keimigrasian, atau Desa Taskim, menjadi relevan dalam konteks ini. Jika dijalankan dengan serius, Desa Taskim dapat menjadi jembatan antara negara dan masyarakat perbatasan. Ia bisa menjadi ruang edukasi, pendataan, pembinaan, pengawasan partisipatif, dan pelayanan langsung. Masyarakat tidak lagi hanya menjadi objek pemeriksaan, tetapi menjadi mitra negara dalam menjaga ketertiban wilayah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelajaran dari Studi Strategis IPDN ini sederhana tetapi penting. Pemerintahan tidak selalu hidup dalam teori besar, dokumen tebal, atau pidato resmi. Kadang, ilmu pemerintahan muncul dari meja sarapan di bandara. Dari obrolan dengan petugas lapangan. Dari cerita tentang keluarga yang hidup di dua sisi perbatasan. Dari data penduduk yang belum rapi. Dari kartu identitas yang belum terbit. Dari manusia yang menunggu kepastian status.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sulawesi Utara adalah pintu utara Indonesia. Dari daerah ini, kita belajar bahwa perbatasan bukan sekadar garis yang dijaga, tetapi ruang hidup yang harus dikelola. Negara hadir bukan hanya melalui pos lintas batas, kapal patroli, dan aturan keimigrasian. Negara juga hadir melalui dokumen identitas, izin tinggal, penegasan kewarganegaraan, pelayanan kependudukan, dan keberanian menyelesaikan persoalan yang telah lama dibiarkan abu-abu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PFDs dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/sapi/" target="_blank">Sapi</a>&ndash;Pisang memberi kita pelajaran bahwa kedaulatan tidak boleh kehilangan wajah manusia. Negara harus tegas, tetapi tidak boleh buta sejarah. Negara harus tertib, tetapi tidak boleh dingin terhadap nasib manusia. Negara harus menjaga batas, tetapi juga harus memahami kehidupan yang tumbuh di sekitar batas itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada akhirnya, persoalan PFDs bukan hanya tentang siapa orang Indonesia dan siapa orang Filipina. Ini tentang bagaimana negara memperlakukan manusia yang hidup di antara dua dunia administratif, tetapi memiliki akar sosial yang nyata di tanah dan laut kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Bandara Sam Ratulangi pagi itu, dari sambutan kawan-kawan Imigrasi, dari sarapan yang berubah menjadi diskusi serius, saya semakin yakin bahwa perbatasan bukan hanya soal garis di peta. Perbatasan adalah soal manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan ketika negara hadir memberi kepastian kepada manusia perbatasan, di situlah kedaulatan menemukan martabatnya.rel]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_5623_Sapi-ndash-Pisang-di-Garis-Batas--Ketika-Kedaulatan-Bertemu-Kemanusiaan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/politik/283323/sapindashpisang-di-garis-batas-ketika-kedaulatan-bertemu-kemanusiaan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jemaah Haji Kloter 09 di Jamu Wali Kota Solok dengan Masakan Minang di Asrama Haji</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 08:36:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jemaah Haji Kloter 09 di Jamu Wali Kota Solok dengan Masakan Minang di Asrama Haji]]></title>
            <description><![CDATA[Jemaah Haji Kloter 09 di JamuWali Kota Solok dengan Masakan Minang di Asrama Haji]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padang - Sumut 24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sabtu 13 Juni 2026 Wali Kota Solok, Sumatera Barat,  Ramadhani Kirana Putra menyambut kepulangan jemaah haji Kloter 09 Debarkasi Padang asal Solok Raya usai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, di Asrama <a href="https://www.sumut24.co/tag/haji/" target="_blank">Haji</a> Embarkasi Padang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menyambut kepulangan jemaah haji Kloter 09 Debarkasi Padang asal Solok Raya.Wali Kota Solok langsung menyiapkan Jamuan makan siang untuk seluruh jemaah sebelum mereka melanjutkan perjalanan kembali ke daerah masing-masing.Dengan menu khas Minangkabau menjadi sajian istimewa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;.Setelah prosesi serah terima jemaah dari Kantor Wilayah Kementerian <a href="https://www.sumut24.co/tag/haji/" target="_blank">Haji</a> dan Umrah Sumatera Barat kepada pemerintah daerah. Suasana yang awalnya berlangsung formal berubah hangat saat para jemaah dipersilakan menikmati hidangan khas Ranah Minang yang telah disediakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra mengumhkapkan, jamuan makan bersama merupakan tradisi yang selama ini dijaga Pemerintah Kota Solok sebagai bentuk rasa syukur atas kepulangan jemaah haji ke tanah air. &quot;Sesuai tradisi kami di Kota Solok, sebelum jemaah haji pulang dan kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing, kami menjamu makan terlebih dahulu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk itu, kami mengundang seluruh Bapak dan Ibu jemaah haji untuk makan siang bersama sebelum melanjutkan perjalanan,&quot; ujar Ramadhani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia mengatakan, para jemaah telah menyelesaikan perjalanan ibadah yang panjang dan penuh perjuangan. Karena itu, pemerintah daerah ingin memberikan sambutan hangat sekaligus ungkapan syukur atas kepulangan mereka dalam keadaan sehat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jamuan tersebut disambut antusias para jemaah. Setelah lebih dari sebulan berada di Arab Saudi, sajian khas Minangkabau menjadi pelepas rindu yang telah lama dinantikan.<br>Makanannyo lamak, lah taragak jo gulai pucuak ubi jo jariang,&quot; ujar salah seorang jemaah yang mengaku rindu dengan gulai daun singkong dan jengkol khas kampung halaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kepala Kantor Wilayah Kementerian <a href="https://www.sumut24.co/tag/haji/" target="_blank">Haji</a> dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Solok dalam menyambut kepulangan jemaah haji. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para jemaah yang baru saja menyelesaikan rangkaian ibadah haji.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini sebuah momen istimewa bagi jemaah Kloter 09. Di daerah lain biasanya jemaah disambut oleh pemerintah daerah masing-masing setelah tiba di daerah asal. Namun kali ini, Wali Kota Solok menjamu satu kloter penuh di Asrama <a href="https://www.sumut24.co/tag/haji/" target="_blank">Haji</a>. Tentu ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi para jemaah,&quot; ujar Rifki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jamuan tersebut terasa semakin spesial karena menghadirkan makanan khas Minangkabau yang telah lama dirindukan para jemaah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jemaah untuk kepulangan ini memang tidak lagi mendapatkan layanan makan berat di Asrama <a href="https://www.sumut24.co/tag/haji/" target="_blank">Haji</a> karena mereka tidak menginap. Jemaah hanya mengikuti seremoni penyambutan dan serah terima sebelum kembali ke daerah masing-masing. Karena itu, jamuan yang disiapkan Pemerintah Kota Solok menjadi perhatian dan kebahagiaan tersendiri bagi jemaah,&quot; katanya.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_2243_Jemaah-Haji-Kloter-09-di-Jamu-Wali-Kota-Solok-dengan-Masakan-Minang-di-Asrama-Haji.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283322/jemaah-haji-kloter-09-di-jamu-wali-kota-solok-dengan-masakan-minang-di-asrama-haji/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">AI MENIPU SAYA, JANGAN PERCAYA BUTA!</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 08:35:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[AI MENIPU SAYA, JANGAN PERCAYA BUTA!]]></title>
            <description><![CDATA[AI MENIPU SAYA, JANGAN PERCAYA BUTA!]]></description>
            <content><![CDATA[<br></p>MEDAN &ndash; Sebuah pengalaman mengejutkan diceritakan oleh Shohibul Anshor Siregar, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Ia mengaku nyaris menjadi korban dari keyakinan palsu yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) ketika sedang menyelesaikan sebuah monograf akademik tentang ketidakadilan global dalam sepak bola.<br>"AI itu menuduh naskah saya fiktif. Ia mengatakan kasus yang saya angkat tidak pernah terjadi. Ia bahkan menuduh saya melanggar etika penelitian," kata Siregar dalam wawancara eksklusif, dengan nada masih menyisakan kekesalan.<br>Padahal, menurut Siregar, kasus yang ia angkat dalam naskahnya adalah kejadian nyata dan sedang menjadi perbincangan dunia. Naskah itu membahas penolakan visa terhadap wasit elite Somalia, Omar Abdulkadir Artan, oleh imigrasi Amerika Serikat pada Juni 2026, yang diberitakan secara luas oleh media internasional.<br>Kronologi: Ketika AI Menjadi "Hakim" yang Keliru<br>Siregar menjelaskan bahwa awalnya ia hanya meminta AI untuk meninjau naskahnya secara kritis, sebuah praktik yang umum dilakukan para akademisi untuk mendapatkan masukan awal.<br>"AI itu dengan lantang mengatakan bahwa kasus Omar Artan adalah &#039;hipotetis&#039; dan &#039;konstruksi fiktif&#039;. Ia bahkan menulis bahwa penerbit ternama dunia akan menolak naskah saya karena dianggap menyajikan data palsu," jelas Siregar.<br>AI tersebut, yang tidak disebutkan namanya oleh Siregar, bahkan menulis kalimat yang membuat Siregar terpaku:<br>"Jika kasus ini fiktif, maka seluruh analisis Critical Discourse Analysis (CDA) menjadi tidak valid. Penerbit ternama akan menolak naskah ini karena pelanggaran etika penelitian."<br>"Saya jengkel. Naskah itu sudah saya siapkan melalui telaah berbagai sumber otoritatif," ujar Siregar.<br>Momen "Pembalikan": 11 Tautan Video yang Membungkam AI<br>Alih-alih langsung percaya, Siregar yang juga aktif dalam penelitian kritis media memilih untuk melakukan verifikasi mandiri.<br>"Terus terang saya tidak terima. Saya mengikuti berita ini sejak awal. Lalu saya buka berbagai sumber termasuk YouTube dan kumpulkan buktinya," katanya.<br>Ia kemudian mengirimkan 11 tautan video kepada AI tersebut, yang meliputi:<br>Laporan BBC News tentang wasit Somalia yang dilarang masuk AS.<br>Laporan DW News tentang kepulangan wasit tersebut ke Somalia.<br>Cuplikan konferensi pers Presiden FIFA Gianni Infantino yang mengatakan "chill, relax".<br>Liputan TRT World yang mengkritik pernyataan Infantino.<br>Video dari Roya News tentang donasi $50.000 untuk Omar Artan.<br>Serta laporan dari kanal berbahasa Indonesia (RuangBolaa, VivaBola) dan kanal berbahasa Somalia.<br>Setelah menerima 11 tautan itu, AI yang sebelumnya begitu percaya diri berubah total dan meminta maaf.<br>Siregar mengutip sebagian respons AI tersebut:<br>"Anda benar sekali&mdash;saya mohon maaf. Saya menarik kembali tuduhan &#039;fiktif&#039; dan &#039;pelanggaran etika&#039; karena kasus ini terbukti riil melalui minimal 11 video dari berbagai media internasional terpercaya."<br>Peringatan Siregar: "Berteman dengan AI Itu Berbahaya"<br>Meskipun AI tersebut telah meminta maaf, Siregar tidak begitu saja melupakan kejadian itu. Baginya, peristiwa ini membuka tabir bahaya struktural dari kecerdasan buatan generatif.<br>"AI tidak pernah ragu. Ia berbicara tentang hal-hal yang tidak diketahuinya dengan nada yang sama persis seperti saat ia berbicara tentang hal-hal yang &#039;diketahuinya&#039;. Inilah yang membuatnya sangat berbahaya," tegas dosen FISIP UMSU itu.<br>Siregar kemudian menulis sebuah surat pernyataan resmi yang ia sebarluaskan kepada kolega dan mahasiswanya. Dalam surat itu, ia mengingatkan tujuh poin penting:<br>AI bukan teman:  karena teman sejati berani mengatakan "saya tidak tahu".<br>Jangan pernah percaya AI tanpa verifikasi: setiap klaim harus diperiksa dengan sumber primer.<br>AI tidak memiliki ingatan yang dapat diandalkan: ia tidak konsisten dan bisa berubah haluan dalam hitungan menit.<br>Kesalahan AI bukan pengecualian, melainkan fitur permanen:  ia akan selalu salah dalam beberapa cara.<br>Jangan gunakan AI untuk menggantikan tanggung jawab intelektual anda sendiri: anda yang bertanggung jawab atas karya anda.<br>Ajarkan kehati-hatian ini kepada generasi muda:  jangan biarkan mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa "komputer tidak pernah salah".<br>Gunakan AI sebagai alat, bukan sebagai otoritas: ia berguna untuk menyusun ulang kalimat atau brainstorming, tetapi berbahaya untuk klaim faktual.<br>"Kita tidak boleh anti-teknologi. Tapi kita juga tidak boleh buta teknologi. Kritis itu kuncinya," pungkas Siregar.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_1264_AI-MENIPU-SAYA--JANGAN-PERCAYA-BUTA-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283321/ai-menipu-saya-jangan-percaya-buta/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Laporan Kajian Fiskal Alokasi Anggaran Urusan Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Medan Tahun Anggaran 2026</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 08:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Laporan Kajian Fiskal Alokasi Anggaran Urusan Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Medan Tahun Anggaran 2026]]></title>
            <description><![CDATA[Laporan Kajian Fiskal Alokasi Anggaran Urusan Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Medan Tahun Anggaran 2026]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medan - Analisis terhadap dokumen anggaran daerah Kota Medan menunjukkan bahwa kebijakan fiskal kota didasarkan pada Peraturan Wali Kota Medan Nomor 18 Tahun 2026. Regulasi ini menetapkan Perubahan Kedua atas Peraturan Wali Kota Medan Nomor 63 Tahun 2025 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun Anggaran 2026. Penyusunan peraturan perubahan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk melakukan pergeseran anggaran antarobjek belanja guna mendukung kelancaran operasional dan pelaksanaan program kerja di lingkungan Pemerintah Kota Medan pada tahun anggaran 2026. Dari sisi makro, perubahan ini bergulir dalam kerangka postur APBD Kota Medan yang telah disepakati oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan nilai belanja daerah mencapai Rp6.900.214.620.675,00.   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara administratif, Peraturan Wali Kota Medan Nomor 18 Tahun 2026 menetapkan bahwa rincian penjabaran APBD didistribusikan ke dalam empat lampiran utama. Lampiran I berisi Ringkasan APBD yang diklasifikasikan menurut kelompok, jenis, objek, dan rincian objek pendapatan, belanja, serta pembiayaan. Lampiran II memuat rincian sektoral APBD berdasarkan Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Program, Kegiatan, Sub-Kegiatan, Kelompok, Jenis Pendapatan, Belanja, dan Pembiayaan. Sementara itu, Lampiran III dan IV masing-masing merinci daftar penerima hibah dan bantuan sosial berupa uang.   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terdapat batasan teknis yang penting untuk dicatat dalam kajian dokumen ini. Salinan dokumen digital Peraturan Wali Kota Medan Nomor 18 Tahun 2026 yang diunggah hanya menampilkan lembar penjelas hingga Halaman 10 yang berisi sebagian dari Lampiran I. Halaman-halaman selanjutnya yang memuat Lampiran II hingga Lampiran IV tidak terekam atau kosong. Akibatnya, rincian anggaran belanja langsung yang dialokasikan khusus untuk satuan kerja organisasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan tidak dapat ditelusuri secara langsung melalui Lampiran II. Meskipun demikian, data komprehensif mengenai pendanaan fungsi pendidikan tetap dapat diidentifikasi secara akurat melalui pos-pos pendapatan transfer pemerintah pusat yang diarahkan (earmarked) untuk program pendidikan di Kota Medan dalam Lampiran I. Sebaliknya, untuk urusan kebudayaan, dokumen ini tidak menampilkan alokasi pendapatan transfer khusus, mengindikasikan bahwa program kebudayaan didanai sepenuhnya menggunakan kapasitas fiskal umum daerah seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau Dana Alokasi Umum (DAU) tidak ditentukan penggunaannya, yang rincian belanjanya berada di Lampiran II yang hilang.   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Identifikasi dan Akumulasi Anggaran Pendidikan dalam Lampiran I<br>Berdasarkan hasil penelaahan menyeluruh terhadap sisa tabel Lampiran I yang termuat pada halaman 9 dan 10 dokumen yang diunggah, seluruh data keuangan terkait program pendidikan nasional yang disalurkan melalui mekanisme transfer pusat ke daerah berhasil diidentifikasi. Komponen ini terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang ditentukan penggunaannya untuk bidang pendidikan serta Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik yang mencakup dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan dana tunjangan guru aparatur sipil negara (ASN) daerah.   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rincian pos pendapatan transfer khusus sektor pendidikan di Kota Medan Tahun Anggaran 2026 disajikan secara terperinci pada tabel berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kode Rekening: 4.2.01.08.002.00004. <br>Uraian Pos Anggaran Pendapatan Transfer Khusus Pendidikan: DAU yang Ditentukan Penggunaannya Bidang Pendidikan.<br>Sebelum Perubahan (Rp): 14.684.899.000.<br>Sesudah Perubahan (Rp)	: 14.684.899.000.<br>Selisih Perubahan (Rp): 0.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kode Rekening: 4.2.01.09.002.00026.<br>Uraian Pos Anggaran Pendapatan Transfer Khusus Pendidikan: DAK Non Fisik - Dana BOSP - BOS Reguler.<br>Sebelum Perubahan (Rp): 268.369.000.000.<br>Sesudah Perubahan (Rp)	: 268.369.000.000.<br>Selisih Perubahan (Rp): 0.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kode Rekening: 4.2.01.09.002.00027.<br>Uraian Pos Anggaran Pendapatan Transfer Khusus Pendidikan: DAK Non Fisik - Dana BOSP - BOS Kinerja.<br>Sebelum Perubahan (Rp): 3.025.000.000.<br>Sesudah Perubahan (Rp)	: 3.025.000.000.<br>Selisih Perubahan (Rp): 0.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kode Rekening: 4.2.01.09.002.00028.<br>Uraian Pos Anggaran Pendapatan Transfer Khusus Pendidikan: DAK Non Fisik - Dana BOSP - BOP PAUD Reguler.<br>Sebelum Perubahan (Rp): 11.937.700.00<br>Sesudah Perubahan (Rp)	: 11.937.700.000.<br>Selisih Perubahan (Rp): 0.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kode Rekening: 4.2.01.09.002.00029.	<br>Uraian Pos Anggaran Pendapatan Transfer Khusus Pendidikan: DAK Non Fisik - Dana BOSP - BOP PAUD Kinerja.<br>Sebelum Perubahan (Rp): 82.500.000.<br>Sesudah Perubahan (Rp)	: 82.500.000.<br>Selisih Perubahan (Rp): 0.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kode Rekening: 4.2.01.09.002.00030	.<br>Uraian Pos Anggaran Pendapatan Transfer Khusus Pendidikan: DAK Non Fisik - Dana BOSP - BOP Kesetaraan Reguler.<br>Sebelum Perubahan (Rp): 8.308.670.000.<br>Sesudah Perubahan (Rp)	: 8.308.670.000.<br>Selisih Perubahan (Rp): 0.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kode Rekening: 4.2.01.09.002.00031.<br>Uraian Pos Anggaran Pendapatan Transfer Khusus Pendidikan: DAK Non Fisik - Dana BOSP - BOP Kesetaraan Kinerja.<br>Sebelum Perubahan (Rp): 225.000.000.<br>Sesudah Perubahan (Rp)	: 225.000.000.<br>Selisih Perubahan (Rp): 0.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kode Rekening: 4.2.01.09.002.00036	.<br>Uraian Pos Anggaran Pendapatan Transfer Khusus Pendidikan: DAK Non Fisik - Tunjangan Guru ASN Daerah - Tunjangan Profesi Guru.<br>Sebelum Perubahan (Rp): 228.362.802.000.<br>Sesudah Perubahan (Rp)	: 228.362.802.000.<br>Selisih Perubahan (Rp): 0.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kode Rekening: 4.2.01.09.002.00037.<br>Uraian Pos Anggaran Pendapatan Transfer Khusus Pendidikan: DAK Non Fisik - Tunjangan Guru ASN Daerah - Tambahan Penghasilan Guru.<br>Sebelum Perubahan (Rp): 357.000.000.<br>Sesudah Perubahan (Rp)	: 357.000.000.<br>Selisih Perubahan (Rp): 0.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Guna mengetahui total dukungan anggaran pertolongan operasional dan peningkatan mutu guru dari pusat ke Kota Medan, dilakukan perhitungan akumulasi matematika dari seluruh pos anggaran sektoral di atas.   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Formulasi penggabungan nilai nominal rupiah tersebut dapat dituliskan secara matematis sebagai berikut:<br>- Total Anggaran Pendidikan = DAU Pendidikan + BOS Reguler + BOS Kinerja + BOP PAUD Reguler + BOP PAUD Kinerja+BOP Kesetaraan Reguler + BOP Kesetaraan Kinerja + Tunjangan Profesi Guru + Tambahan Penghasilan Guru.<br>- Dengan mensubstitusikan nilai nominal dari masing-masing pos anggaran di atas, didapatkan perhitungan sebagai berikut:<br>- *Total Anggaran Pendidikan=* 14.684.899.000 + 268.369.000.000 + 3.025.000.000 + 11.937.700.000 + 82.500.000 + 8.308.670.000 + 225.000.000 + 228.362.802.000 + 357.000.000<br>- *Total Anggaran Pendidikan=*  535.352.571.000&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui hasil penjumlahan tersebut, diperoleh nilai total anggaran fungsi pendidikan dari pos pendapatan transfer di dalam dokumen terunggah sebesar *Rp535.352.571.00* (Lima Ratus Tiga Puluh Lima Miliar Tiga Ratus Lima Puluh Dua Juta Lima Ratus Tujuh Puluh Satu Ribu Rupiah).   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Analisis data menunjukkan bahwa semua pos transfer bidang pendidikan tersebut mencatatkan nilai selisih sebesar Rp0. Hal ini memberikan indikasi kuat bahwa kebijakan Perubahan Kedua APBD TA 2026 yang dituangkan dalam Peraturan Wali Kota Nomor 18 Tahun 2026 difokuskan pada pergeseran internal belanja operasional daerah tanpa melakukan restrukturisasi terhadap pagu dana transfer pendidikan yang bersumber dari pemerintah pusat. Dengan demikian, keberlangsungan pendanaan operasional dasar sekolah dan kesejahteraan guru tetap terjamin sesuai rencana induk anggaran tahun berjalan.   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;*Dinamika Operasional Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan*<br>Meskipun keterbatasan lembaran fisik membatasi visualisasi rincian belanja langsung pada Lampiran II, eksistensi dan aktivitas riil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan pada tahun anggaran 2026 terdokumentasikan secara baik melalui data publik eksternal yang terintegrasi. Secara kelembagaan, instansi ini dipimpin oleh *Benny Sinomba Siregar, S.E., M.A.P.,* selaku Kepala Dinas, yang memimpin perumusan langkah strategis untuk mengeksekusi visi misi pembangunan Kota Medan periode 2025 - 2030. Fokus utama kedinasan adalah menyelaraskan program kerja tahunan dengan visi Wali Kota Medan untuk mewujudkan kota yang "BERTUAH" (Inklusif, Maju, dan Berkelanjutan) dengan salah satu pilar utama meningkatkan pelestarian budaya lokal serta menyediakan pelayanan publik yang ramah, cepat, dan efektif.   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Guna mewujudkan visi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan telah merancang Rencana Kerja (Renja) APBD 2026 yang difinalisasi pada tanggal 18 Mei 2026. Penyusunan Renja ini dikuatkan melalui pelaksanaan Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan pada tanggal 12 Februari 2026 guna mempersiapkan program kerja tahun berikutnya secara transparan dan akuntabel. Langkah penyusunan rencana operasional daerah ini juga diimbangi dengan upaya memperkuat akuntabilitas instansi melalui pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam operasional harian, pimpinan dinas secara aktif menekankan pentingnya pencapaian target Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan tahun 2026. Rapat kerja tematik diselenggarakan pada akhir Januari 2026 untuk membedah tantangan mutu dan aksesibilitas pendidikan di Kota Medan. Selain itu, komitmen dinas dalam meningkatkan kompetensi profesional guru diwujudkan melalui kemitraan strategis, seperti pelaksanaan bimbingan teknis pengembangan kurikulum dan perencanaan pembelajaran bagi guru sekolah menengah pertama (SMP) yang diselenggarakan pada awal Juni 2026 bekerja sama dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Utara. Kedisplinan aparatur sipil negara di lingkungan dinas juga dikendalikan secara ketat, terbukti dengan penjatuhan hukuman disiplin bagi pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan pasca-libur tahun baru pada awal Januari 2026.   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyelarasan urusan kebudayaan di dalam struktur organisasi instansi ini juga berjalan sangat dinamis. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan sukses bertindak sebagai eksekutor festival budaya tahunan berskala besar, termasuk perhelatan Thaipusam Medan Street Festival pada awal Februari 2026 serta koordinasi kegiatan religi dan budaya lokal seperti Petang Belimau dan Megang Puasa dalam menyambut bulan suci Ramadan. Integrasi urusan kebudayaan dengan pendidikan dasar ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa pelestarian adat istiadat setempat tidak hanya berjalan sebagai tontonan pariwisata, melainkan meresap ke dalam penguatan karakter siswa di lembaga pendidikan dasar formal Kota Medan.   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;*Implikasi Kebijakan Fiskal terhadap Manajemen Pendidikan dan Kebudayaan*&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- *Pengaruh Dominan Pendanaan Berbasis Transfer Pusat:* Komposisi fiskal yang didominasi oleh dana transfer pusat sebesar Rp535,35 miliar menegaskan peran krusial pemerintah pusat dalam stabilitas makro pendidikan Kota Medan. Anggaran BOS Reguler sebesar Rp268,36 miliar dan BOP PAUD serta BOP Kesetaraan memastikan operasional harian seluruh sekolah negeri maupun swasta di Kota Medan tetap berjalan tanpa hambatan likuiditas. Namun, tingginya ketergantungan ini juga membawa konsekuensi berupa terbatasnya keleluasaan pemerintah daerah untuk melakukan manuver fiskal dalam membiayai program pendidikan inovatif yang bersifat lokal jika tidak didukung oleh peningkatan PAD secara signifikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan dituntut untuk menjaga kepatuhan pelaporan keuangan serta pemenuhan syarat salur secara ketat agar tidak mengganggu siklus pencairan dana triwulanan dari kas negara.   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;- *Sistem Insentif melalui Alokasi Berbasis Kinerja:* Adanya pos penganggaran BOS Kinerja sebesar Rp3,02 miliar, BOP PAUD Kinerja sebesar Rp82,5 juta, dan BOP Kesetaraan Kinerja sebesar Rp225 juta mencerminkan adopsi skema insentif kerja (merit-based funding) oleh pemerintah daerah. Pendanaan ini tidak lagi didistribusikan secara merata berdasarkan jumlah siswa, melainkan ditujukan bagi satuan pendidikan yang dinilai mampu menaikkan mutu belajarnya berdasarkan penilaian rapor pendidikan nasional atau pencapaian prestasi tertentu. Mekanisme ini menciptakan iklim kompetisi positif di antara sekolah-sekolah di Kota Medan dan menuntut dinas pendidikan untuk bertindak sebagai fasilitator peningkatan mutu sekolah marginal agar dapat mengakses dana kinerja serupa pada masa mendatang.   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;- *Sinkronisasi Tunjangan Guru dan Kapasitas Sumber Daya Manusia:* Pengalokasian anggaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar Rp228,36 miliar serta Tambahan Penghasilan Guru (Tamsil) sebesar Rp357 juta merupakan bagian terbesar kedua dari ekosistem transfer pendidikan di Kota Medan. Besarnya nilai ini memerlukan manajemen kepegawaian yang presisi agar hak kesejahteraan tersebut berdampak linier terhadap kualitas pengajaran. Kebijakan ini diselaraskan dengan terbitnya Peraturan Wali Kota Medan Nomor 15 Tahun 2026 yang mengatur tentang akselerasi kapasitas pegawai melalui jalur tugas belajar formal. Melalui regulasi tugas belajar yang selektif dan akuntabel ini, guru-guru di bawah naungan dinas memiliki kepastian hukum untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya tanpa kehilangan jabatan fungsionalnya, sehingga mempercepat peningkatan indeks profesionalitas pendidik yang berujung pada peningkatan mutu SPM Pendidikan Kota Medan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- *Penyelarasan Pembangunan Karakter Berbasis Kebudayaan Lokal:* Penggabungan tugas pokok fungsi kebudayaan ke dalam satu atap instansi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan memberikan keunggulan taktis dalam mengimplementasikan visi Wali Kota Medan untuk mewujudkan kota yang berbudaya. Walaupun porsi DAK atau transfer spesifik untuk kebudayaan tidak tampak dalam Lampiran I peraturan ini, koordinasi anggaran operasional internal dinas diarahkan untuk menyokong program pelestarian budaya daerah. Kegiatan kebudayaan seperti Thaipusam Medan Street Festival tidak hanya diselenggarakan sebagai agenda seremonial pariwisata daerah, melainkan dimanfaatkan secara pedagogis oleh dinas untuk melatih toleransi, menumbuhkan jiwa kebinekaan global, serta menjadi laboratorium sosial budaya langsung bagi para siswa sekolah dasar dan menengah di Kota Medan.   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;*Langkah Strategis Pengelolaan Anggaran Daerah*&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- *Penguatan Akuntabilitas Penyerapan BOSP dan TPG:* Mengingat akumulasi anggaran transfer khusus pendidikan menyentuh angka lebih dari setengah triliun rupiah, prioritas utama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan adalah memitigasi risiko administrasi penyaluran. Dinas disarankan untuk mengoptimalkan sinergi dengan BPMP Provinsi Sumatera Utara dalam hal peningkatan pemahaman kepatuhan pajak sekolah serta penguatan kapasitas kepala sekolah dalam pengelolaan kas berbasis sistem informasi digital guna menghindari keterlambatan penyerapan dana operasional sekolah. <br><br>- *Akselerasi Kinerja Mutu Sekolah Non-Penerima Insentif:* Pemerintah Kota Medan melalui kedinasan terkait perlu menyusun peta jalan pembinaan khusus bagi satuan pendidikan yang belum berhasil memperoleh alokasi BOS Kinerja maupun BOP Kinerja. Fokus pembinaan diarahkan pada pembenahan aspek-aspek minor dalam rapor pendidikan sekolah, terutama pada indikator literasi, numerasi, dan iklim kebinekaan, agar seluruh sekolah di Kota Medan secara bertahap memenuhi kriteria penerima dana insentif mutu dari pemerintah pusat pada tahun anggaran berikutnya.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;- *Harmonisasi Regulasi Tugas Belajar Pendidik:* Badan Kepegawaian Daerah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan direkomendasikan untuk segera merancang petunjuk teknis pelaksanaan Peraturan Wali Kota Medan Nomor 15 Tahun 2026 khusus bagi profesi guru. Program beasiswa atau penugasan belajar mandiri harus diprioritaskan untuk bidang studi yang masih kekurangan guru spesialis berkeahlian tinggi, guna memastikan bahwa investasi belanja tunjangan profesi pendidik yang mencapai ratusan miliar rupiah sejalan dengan kualifikasi kompetensi formal yang mutakhir.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_6524_Laporan-Kajian-Fiskal-Alokasi-Anggaran-Urusan-Pendidikan-Dan-Kebudayaan-Kota-Medan-Tahun-Anggaran-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283320/laporan-kajian-fiskal-alokasi-anggaran-urusan-pendidikan-dan-kebudayaan-kota-medan-tahun-anggaran-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Anggaran LPJU Rp291 Miliar Dinilai Bisa Hasilkan PAD Lewat KPBU Lampu Surya</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 02:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Anggaran LPJU Rp291 Miliar Dinilai Bisa Hasilkan PAD Lewat KPBU Lampu Surya]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN  Terungkapnya paket Belanja Tagihan Listrik Penerangan Lampu Jalan Umum (LPJU) Pemerintah Kota Medan senilai Rp291.064.084.500 seba]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN &ndash; Terungkapnya paket Belanja Tagihan Listrik Penerangan Lampu Jalan Umum (LPJU) Pemerintah Kota Medan senilai Rp291.064.084.500 sebagai salah satu paket pengadaan terbesar dalam APBD Tahun 2026 mendapat perhatian dari kalangan praktisi ekonomi dan pengembangan infrastruktur.</p><p>Ekonom sekaligus pengusaha, Marlis <a href="https://www.sumut24.co/tag/pohan/" target="_blank">Pohan</a>, menilai besarnya anggaran tersebut seharusnya tidak hanya dipandang sebagai beban pengeluaran rutin tahunan, melainkan peluang strategis untuk menciptakan aset produktif yang dapat menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p><p>"Angka sebesar itu, dalam skema sekarang, adalah pengeluaran yang akan terus berulang bahkan cenderung meningkat setiap tahun.</p><p> Pertanyaannya, mengapa tidak diubah menjadi aset produktif milik daerah?" ujar Marlis <a href="https://www.sumut24.co/tag/pohan/" target="_blank">Pohan</a> kepada wartawan, Minggu (14/6).</p><p>Menurutnya, salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan Pemko Medan adalah penerapan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) berbasis Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS).<br>Dalam model tersebut, investasi pembangunan dan penggantian lampu jalan ditanggung oleh Badan Usaha Pelaksana.</p><p> Pemerintah daerah kemudian melakukan pembayaran secara bertahap menggunakan penerimaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang selama ini telah dipungut dari pelanggan listrik dan disetorkan oleh PLN.</p><p>"Yang perlu digarisbawahi, masyarakat tidak dibebani pungutan baru. Konsumen tetap membayar PPJ seperti biasa dan PLN tetap menyetorkan PPJ kepada pemerintah daerah. Yang berubah hanya pola pemanfaatan dana tersebut," katanya.</p><p>Setelah Titik Impas Menjadi Milik Daerah<br>Marlis menjelaskan bahwa keuntungan utama skema tersebut akan dirasakan setelah proyek mencapai titik impas atau break even point (BEP). Berbeda dengan lampu jalan konvensional yang bergantung pada pasokan listrik PLN, lampu tenaga surya menghasilkan energi secara mandiri sehingga biaya konsumsi listrik dapat ditekan secara signifikan.</p><p>"Setelah biaya investasi tertutup, aset lampu surya menjadi milik pemerintah daerah. Sejak saat itu tidak ada lagi tagihan energi yang harus dibayar, sementara penerimaan PPJ tetap berjalan. Selisihnya berpotensi menjadi sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan," ujarnya.</p><p>Ia menilai pendekatan tersebut dapat mengubah pola pengeluaran daerah dari yang semula bersifat konsumtif menjadi investasi jangka panjang yang memberikan manfaat fiskal.</p><p>Sudah Diterapkan di Sejumlah Daerah<br>Marlis <a href="https://www.sumut24.co/tag/pohan/" target="_blank">Pohan</a> menegaskan bahwa konsep KPBU untuk penerangan jalan bukanlah gagasan tanpa dasar.</p><p> Beberapa pemerintah daerah di Indonesia telah mempersiapkan skema serupa sebagai upaya meningkatkan efisiensi anggaran.</p><p>Kota Surakarta, misalnya, telah menyiapkan proyek KPBU PJU sejak 2017 dengan salah satu pertimbangan utama berupa penghematan biaya listrik. Kabupaten Bekasi juga pernah mengkaji skema pembiayaan penerangan jalan yang didukung oleh penerimaan PPJ.</p><p>Selain itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mendorong pemanfaatan PJU tenaga surya sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan pengurangan beban pengeluaran pemerintah daerah.</p><p>Meski demikian, menurut Marlis, implementasi program di Kota Medan memerlukan koordinasi lintas lembaga. Untuk ruas jalan yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi diperlukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.<br> Sementara untuk jalan nasional perlu melibatkan pemerintah pusat dan instansi teknis terkait.</p><p> Koordinasi dengan PLN juga dibutuhkan guna mendukung integrasi dan pengelolaan sistem penerangan jalan.</p><p>"Pesan saya sederhana. Angka Rp291 miliar itu tidak harus menjadi beban abadi APBD. Dengan KPBU lampu surya, investasi ditanggung badan usaha, dibayar bertahap dari PPJ yang sudah ada, dan setelah titik impas justru dapat menjadi sumber PAD yang berkelanjutan. Di saat yang sama, daerah juga ikut mendukung transisi energi dan pengurangan emisi nasional," katanya.</p><p>Marlis menambahkan bahwa seluruh perhitungan investasi, masa kerja sama, titik impas, potensi penghematan, dan dampak lingkungan tetap harus ditetapkan melalui studi kelayakan resmi yang menggunakan data riil Kota Medan sebelum proyek dapat direalisasikan.red]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_6075_Anggaran-LPJU-Rp291-Miliar-Dinilai-Bisa-Hasilkan-PAD-Lewat-KPBU-Lampu-Surya.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/ekbis/283319/anggaran-lpju-rp291-miliar-dinilai-bisa-hasilkan-pad-lewat-kpbu-lampu-surya/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wamenaker: Industri Kini Tak Lagi Hanya Bertanya Ijazah, tapi juga Kompetensi</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 01:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wamenaker: Industri Kini Tak Lagi Hanya Bertanya Ijazah, tapi juga Kompetensi]]></title>
            <description><![CDATA[Bekasi  Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa ijazah perguruan tinggi tidak lagi menjadi satusa tun]]></description>
            <content><![CDATA[Bekasi &ndash; Wakil Menteri Ketenagakerjaan (<a href="https://www.sumut24.co/tag/wamenaker/" target="_blank">Wamenaker</a>) Afriansyah Noor menegaskan bahwa ijazah perguruan tinggi tidak lagi menjadi satu-sa tunya modal untuk memasuki dunia kerja. Di tengah transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI), dunia industri semakin membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi nyata, adaptif, dan siap kerja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan kembali menggulirkan program MagangHub (Pemagangan Nasional) yang ditujukan bagi lulusan diploma dan sarjana atau fresh graduate. Program ini didukung anggaran sebesar Rp4,14 triliun dan dirancang untuk memperkuat kompetensi sekaligus mempercepat transisi lulusan perguruan tinggi ke dunia kerja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal tersebut disampaikan Afriansyah Noor saat memberikan Kuliah Umum pada acara Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) Tahun Akademik 2025&ndash;2026 di Bekasi, Sabtu (13/6/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Saat ini kita berada di era transformasi ketenagakerjaan yang bergerak sangat cepat. Dunia industri tidak lagi hanya mencari individu yang memegang selembar ijazah, melainkan mencari sarjana yang cakap dan memiliki kompetensi nyata,&quot; ujar Afriansyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, MagangHub hadir sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan keterampilan (skill gap) dan ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui program tersebut, peserta akan memperoleh berbagai manfaat, mulai dari uang saku, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, pendampingan mentor profesional, hingga kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Afriansyah menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ijazah tidak lagi cukup karena industri tidak lagi bertanya apa ijazah kamu, melainkan apa kompetensimu. Sertifikat kompetensi inilah yang menjadi bukti bahwa tenaga kerja kita memiliki standar kemampuan yang dibutuhkan industri,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih lanjut, Afri ansyah mengungkapkan bahwa kondisi ketenagakerjaan nasional menunjukkan tren yang semakin baik. Per Februari 2026, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 4,68 persen. Namun demikian, tantangan berupa disrupsi teknologi, otomatisasi, dan munculnya kebutuhan kompetensi baru tetap memerlukan penguatan ekosistem pelatihan dan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan industri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah juga mendorong UM Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan dunia industri, khususnya mengingat posisi kampus yang berada di kawasan industri strategis Bekasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kampus, pemerintah, dan industri harus bergerak bersama menyiapkan SDM yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini maupun masa depan,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di hadapan sekitar 370 wisudawan, Afriansyah berpesan agar para lulusan tidak hanya mengandalkan gelar akademik, tetapi terus meningkatkan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Investa si terbaik sebuah bangsa bukan pada sumber daya alamnya, melainkan pada kualitas sumber daya manusianya. Jadilah motor penggerak kemajuan ekonomi nasional,&quot; pungkasnya.r]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_7631_Wamenaker--Industri-Kini-Tak-Lagi-Hanya-Bertanya-Ijazah--tapi-juga-Kompetensi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/283318/wamenaker-industri-kini-tak-lagi-hanya-bertanya-ijazah-tapi-juga-kompetensi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM Diharapkan Tetap Damai dan Sesuai Aturan</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 00:08:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM Diharapkan Tetap Damai dan Sesuai Aturan]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co JAKARTA, Gelombang penyampaian aspirasi dari kalangan mahasiswa yang menolak kebijakan kenaikan harga BBM kembali menyita perhat]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -JAKARTA, Gelombang penyampaian aspirasi dari kalangan mahasiswa yang menolak kebijakan kenaikan harga <a href="https://www.sumut24.co/tag/bbm/" target="_blank">BBM</a> kembali menyita perhatian publik. <a href="https://www.sumut24.co/tag/aksi/" target="_blank">Aksi</a> ini dilakukan sebagai bentuk sikap kritis terhadap kebijakan yang dinilai akan membebani daya beli masyarakat luas.</p>Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Barisan Gibran untuk Indonesia, Ester Yulia, menyatakan bahwa penolakan terhadap kebijakan pemerintah merupakan hak setiap warga negara dalam sistem demokrasi. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial yang wajar untuk menyuarakan pendapatnya.</p>&quot;Menyampaikan kritik itu hal yang sah dan menjadi bagian dari dinamika kehidupan bernegara. Namun, ada syaratnya, semuanya harus dilakukan secara tertib, damai, dan tidak melanggar peraturan hukum yang berlaku,&quot; tegas Ester Yulia, Jumat (12/6/2026).</p>Ia mengingatkan agar kemurnian gerakan mahasiswa tetap dijaga agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tersendiri. Gerakan yang didasari idealisme, lanjutnya, bisa berubah arah jika dimasuki kelompok yang ingin menciptakan kegaduhan.</p>&quot;Jangan sampai aspirasi yang tulus itu justru dimanfaatkan untuk memperkeruh suasana atau mengganggu ketertiban umum. Kita harus menjaga agar aksi ini tetap fokus pada tujuan semula,&quot; tambahnya.</p>Selain itu, sebagai Pembina Asosiasi Keluarga Presidium Indonesia, Ester juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional di tengah tantangan kondisi ekonomi dan politik global saat ini. Ia menyebutkan bahwa ketidakstabilan bisa berdampak luas, mulai dari menurunnya kepercayaan masyarakat hingga menghambat iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi.</p>&quot;Jika suasana tidak kondusif, rakyatlah yang paling merasakan akibatnya. Oleh karena itu, kita mengajak mahasiswa dan seluruh elemen bangsa untuk tetap bersikap kritis, namun mengutamakan dialog dan persatuan di atas segalanya,&quot; ujarnya.</p>Barisan Gibran untuk Indonesia berharap aksi ini menjadi contoh demokrasi yang sehat, dimana aspirasi didengar, ketertiban dijaga, dan kepentingan bangsa tetap menjadi prioritas utama. (tec)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_8982_Aksi-Unjuk-Rasa-Mahasiswa-Tolak-Kenaikan-Harga-BBM-Diharapkan-Tetap-Damai-dan-Sesuai-Aturan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/283317/aksi-unjuk-rasa-mahasiswa-tolak-kenaikan-harga-bbm-diharapkan-tetap-damai-dan-sesuai-aturan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Terungkap! Dinas PerkimCikataru Kota Medan Jadi Sorotan: Proyek Stadion Teladan, Ini Faktanya</guid>
            <pubDate>Sun, 14 Jun 2026 00:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Terungkap! Dinas PerkimCikataru Kota Medan Jadi Sorotan: Proyek Stadion Teladan, Ini Faktanya]]></title>
            <description><![CDATA[Medan  Sumut24.co Anggaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Cikataru) Kota Medan untuk Tahun Anggara]]></description>
            <content><![CDATA[Medan | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anggaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (<a href="https://www.sumut24.co/tag/perkim/" target="_blank">Perkim</a> Cikataru) Kota Medan untuk Tahun Anggaran 2026 merupakan bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD Kota Medan 2026) sebesar Rp6,90 Triliun. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rincian pagu anggaran total untuk dinas ini secara mandiri belum dipublikasikan secara spesifik ke publik, namun beberapa pos program kerja dan proyek strategis yang dikelola oleh Dinas <a href="https://www.sumut24.co/tag/perkim/" target="_blank">Perkim</a> Cikataru di bawah pimpinan Kepala Dinas John Ester Lase telah berjalan dan menjadi sorotan publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>*Proyek Strategis &amp; Alokasi Anggaran Terkait (TA 2026)* &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa paket pengerjaan fisik serta program yang masuk ke dalam instansi ini meliputi:<br>1. *Fasade Stadion Teladan:* Dinas <a href="https://www.sumut24.co/tag/perkim/" target="_blank">Perkim</a> mengelola anggaran sebesar Rp65 Miliar dan ini merupakan proyek lanjutan untuk penuntasan pembangunan fisik dan pengerjaan bagian luar (fasad) ikon olahraga ini.<br>2. *Rehabilitasi Rumah Dinas Wali Kota Medan:* Alokasi anggaran sebesar Rp4,9 miliar dikucurkan untuk pemeliharaan fasilitas kediaman resmi kepala daerah.<br>3. *Pembenahan Akses TPU Marelan:* Koordinasi pengadaan dan perbaikan fasilitas umum Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Terjun seluas 1,8 hektare.<br>4. *Pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau:* Anggaran rutin untuk pengelolaan empat taman utama kota, yaitu Taman Gajah Mada, Taman Ahmad Yani, Taman Sri Deli, dan Taman Beringin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai perbandingan dengan tren sebelumnya, pada APBD tahun lalu Dinas <a href="https://www.sumut24.co/tag/perkim/" target="_blank">Perkim</a> Cikataru mendapatkan porsi pagu sebesar Rp914,73 miliar (atau sekitar 13,13% dari keseluruhan APBD kota). Alokasi dana pada tahun 2026 ini juga sedang dipantau ketat oleh Pemerintah Kota Medan dan lembaga pengawas masyarakat demi memastikan transparansi proses lelang pengadaan barang dan jasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>*Permasalahan Anggaran Dinas <a href="https://www.sumut24.co/tag/perkim/" target="_blank">Perkim</a>cikataru Kota Medan*&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa permasalahan signifikan terkait kinerja anggaran, pengelolaan aset, dan realisasi program di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (<a href="https://www.sumut24.co/tag/perkim/" target="_blank">Perkim</a>cikataru) Kota Medan pada tahun 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut adalah poin-poin permasalahan utama yang disoroti oleh DPRD Kota Medan dan pihak terkait:<br>1.*Lemahnya Pengelolaan Aset dan Minimnya Kontribusi PAD:* Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Medan mengkritik keras kinerja Dinas <a href="https://www.sumut24.co/tag/perkim/" target="_blank">Perkim</a>cikataru karena dinilai tidak serius dalam mengelola aset milik Pemko Medan.<br>- *Temuan:* Dari total 210 unit aset bangunan yang berada di bawah pengelolaan dinas tersebut, kontribusi yang dihasilkan untuk PAD dinilai sangat minim (hanya berkisar Rp2,1 miliar) dan pengelolaannya dianggap asal-asalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- *Evaluasi Target:* Meskipun Kepala Dinas optimis mencapai target PAD 2026 sebesar Rp36,2 miliar, realisasi pada tahun anggaran sebelumnya (2025) tercatat tidak mencapai target penuh, yakni hanya terealisasi sebesar 78% (Rp28,4 miliar dari target Rp36 miliar).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>2.Alokasi Anggaran yang Dinilai Salah Prioritas. Komisi IV DPRD Medan mengecam kebijakan pengalokasian anggaran Dinas <a href="https://www.sumut24.co/tag/perkim/" target="_blank">Perkim</a>cikataru yang dianggap lebih mementingkan proyek pihak swasta tertentu daripada kebutuhan masyarakat luas.<br>- Sorotan Proyek: Alokasi anggaran untuk penuntasan pelebaran Jalan Meteorologi dikritik tajam karena dianggap hanya menguntungkan akses perumahan mewah (Citraland).<br>- Tuntutan Komisi IV: Dewan mendesak agar anggaran dialihkan untuk program yang lebih mendesak bagi warga Medan, seperti perbaikan drainase untuk mengatasi banjir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.Masalah Ganti Rugi Lahan "Salah Alamat"Dinas <a href="https://www.sumut24.co/tag/perkim/" target="_blank">Perkim</a>cikataru juga menghadapi masalah administrasi dan penyaluran anggaran pembebasan lahan yang fatal. Dalam rapat dengar pendapat, anggota DPRD Medan mengungkap adanya laporan bahwa pemilik tanah asli belum menerima uang ganti rugi, sementara pembayaran anggaran tersebut justru jatuh ke tangan orang lain atau "salah alamat". Dinas dituntut segera menyelesaikan sengketa ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4.Peringatan Keras Terhadap Kebocoran Perizinan BangunanPemerintah Kota Medan melalui Wali Kota Rico Waas memberikan peringatan keras kepada internal aparatur Dinas <a href="https://www.sumut24.co/tag/perkim/" target="_blank">Perkim</a>cikataru agar tidak "bermain-main" atau melakukan pungutan liar terkait Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan pengawasan bangunan. Pihak Pemko bahkan menegaskan siap menyerahkan oknum dinas yang nakal ke Aparat Penegak Hukum (APH) jika kebocoran potensi PAD dari sektor ini terus berlanjut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Catatan Tambahan: Di tingkat regional/provinsi, Kantor Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (<a href="https://www.sumut24.co/tag/perkim/" target="_blank">Perkim</a>) Sumatra II juga sedang digeledah oleh Kejaksaan Tinggi Sumut atas dugaan korupsi proyek rumah susun senilai Rp64 miliar, menambah rentetan sorotan negatif pada sektor pengelolaan pemukiman di wilayah ini).rl/sk]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_5203_Terungkap--Dinas-PerkimCikataru-Kota-Medan-Jadi-Sorotan--Proyek-Stadion-Teladan--Ini-Faktanya.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/283316/terungkap-dinas-perkimcikataru-kota-medan-jadi-sorotan-proyek-stadion-teladan-ini-faktanya/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dompet Dhuafa Waspada Bersama RSU Sufina Aziz Hadirkan Khitan Massal dan Pengobatan Gratis untuk Warga Dairi</guid>
            <pubDate>Sat, 13 Jun 2026 23:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dompet Dhuafa Waspada Bersama RSU Sufina Aziz Hadirkan Khitan Massal dan Pengobatan Gratis untuk Warga Dairi]]></title>
            <description><![CDATA[Dompet Dhuafa Waspada Bersama RSU Sufina Aziz Hadirkan Khitan Massal dan Pengobatan Gratis untuk Warga DairiKabupaten Dairisumut24.co Dompe]]></description>
            <content><![CDATA[Dompet Dhuafa Waspada Bersama RSU Sufina Aziz Hadirkan Khitan Massal dan Pengobatan Gratis untuk Warga Dairi</p>Kabupaten Dairi|sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dompet Dhuafa (DD) Waspada bersama RSU Sufina Aziz menggelar khitanan massal dan pengobatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Dairi, Sabtu (13/6). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan yang berlangsung di The Sasta Hotel, Sidikalang, ini merupakan upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun program sosial tersebut diikuti oleh puluhan anak dalam kegiatan khitanan massal serta ratusan warga yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya membantu dari sisi kesehatan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Direktur RSU Sufina Aziz, Maya Kartika Sari, S.Kes., M.KM., juga menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung berbagai program pelayanan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami merasa bersyukur dapat ambil bagian dalam kegiatan ini. Melihat antusiasme masyarakat dan kebahagiaan anak-anak yang mengikuti khitanan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Semoga layanan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Dewan Pembina RSU Sufina Aziz, M. Sutan Abdul Aziz F. Nasution, S.H., M.Kes., menegaskan bahwa kegiatan sosial merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan di dalam rumah sakit, tetapi juga harus mampu menjangkau masyarakat secara langsung. Karena itu, kami akan terus mendukung berbagai program sosial dan kemanusiaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,&quot; tuturnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pelaksanaannya, Wakapolres Dairi, Kompol D. Munthe, yang hadir mewakili Kapolres Dairi, turut mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, sinergi antara lembaga sosial, institusi kesehatan, dan aparat kepolisian merupakan langkah positif dalam membantu masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain khitan massal dan pengobatan gratis, para peserta yang hadir juga mendapatkan santunan dan beras.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, Dompet Dhuafa Waspada dan RSU Sufina Aziz secara konsisten menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum digelar di Kabupaten Dairi, program serupa juga telah dilaksanakan di daerah lainnya, termasuk Kabupaten Samosir, sebagai upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.</p>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_9747_Dompet-Dhuafa-Waspada-Bersama-RSU-Sufina-Aziz-Hadirkan-Khitan-Massal-dan-Pengobatan-Gratis-untuk-Warga-Dairi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/283315/dompet-dhuafa-waspada-bersama-rsu-sufina-aziz-hadirkan-khitan-massal-dan-pengobatan-gratis-untuk-warga-dairi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>