<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Mon, 27 Apr 2026 13:54:38 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rapat Paripurna DPRD Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar, di Gedung Harungguan</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 11:44:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rapat Paripurna DPRD Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar, di Gedung Harungguan]]></title>
            <description><![CDATA[Rapat Paripurna DPRD Peringatan Hari Jadi ke155 Kota Pematangsiantar, di Gedung Harungguan]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>P.Siantar l Sumut24.co<br>Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar dengan tema "Siantar Rumah Kita" mengandung makna Kota Pematangsiantar adalah rumah bagi kita semua, tempat kita tumbuh, berkarya, dan membangun masa depan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn, dalam pidatonya di <a href="https://www.sumut24.co/tag/rapat/" target="_blank">Rapat</a> Paripurna DPRD Kota Pematangsiantar Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar, di Gedung Harungguan DPRD Pematangsiantar, Jumat (24/04/2026) pagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Wesly, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar akan terus berupaya untuk menyusun kebijakan demi pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan tata kelola pemerintahan, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif guna membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pematangsiantar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami juga berupaya untuk mempertahankan, meningkatkan, dan meraih prestasi sebagai tanggung jawab kami kepada masyarakat," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wesly juga memaparkan pencapaian Indikator Kinerja Daerah di tahun 2025, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia mencapai 81,71; dan usia harapan hidup 75,42 tahun, berada di atas capaian provinsi dan nasional; tingkat pengangguran terbuka juga menurun menjadi 7,74 persen; dan berbagai prestasi serta pencapaian lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dilanjutkannya, Kota Pematangsiantar dibangun di atas fondasi yang kokoh oleh Raja Sang Naualuh Damanik, dengan 8 Poda atau sufat-sifat luhur yang menjadi kearifan lokal masyarakat Kota Pematangsiantar. Sifat-sifat luhur yang diwariskan oleh Raja Sang Naualuh Damanik akan senantiasa menjadi pedoman moral untuk bersama-sama menjaga dan membangun Kota Pematangsiantar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankan kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepala ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik, masyarakat, forkopimda, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Pematangsiantar atas dukungan dan kerja sama yang baik. Sehingga kita bisa meningkatkan keharmonisan dan kondusivitas di Kota Pematangsiantar," sebutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Implementasi atas keharmonisan dan kondusivitas dimaksud semakin nyata dengan naiknya peringkat Kota Pematangsiantar ke peringkat 4 secara nasional dalam kategori Kota Toleran pada tahun 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Semoga pencapaian ini dapat kita gunakan sebagai momentum untuk meningkatkan motivasi dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan bagi stakeholder yang turut berkontribusi bagi Kota Pematangsiantar," kata Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, Wesly mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Dengan tema &quot;Siantar Rumah Kita&quot;. Saya bangga menjadi orang Siantar. Mari berkolaborasi, bekerja sama, dan saling mendukung demi mewujudkan Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,&quot; tukasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga SH dalam sambutannya menyampaikan, Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk melihat masa lalu sebagai rangkaian sejarah yang bernilai, menjadi referensi dalam menapaki masa kini, serta menatap masa depan. Peringatan hendaknya menjadi sarana introspeksi demi kemajuan Kota Pematangsiantar yang lebih baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kita patut bersyukur atas hari kelahiran Kota Pematangsiantar pada 24 April 1871, yang juga berkaitan dengan kelahiran Raja Sang Naualuh. Beliau adalah putra daerah yang berjuang melawan penjajahan Belanda, hingga akhirnya diasingkan ke Bengkalis dan wafat di sana,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peringatan, lanjutnya, harus mampu meneladani nilai-nilai yang dimiliki Raja Sang Naualuh, yaitu: pengasih, melayani, jujur, berani, saling menghormati, dan membangun. Ia juga dikenal memiliki iman yang kuat, rendah hati, konsisten antara perkataan dan perbuatan, berpihak kepada rakyat, menentang penindasan, serta dekat dengan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas sifat-sifat tersebut, beliau dikenal sebagai Sang Naualuh, sosok pemimpin yang memiliki delapan prinsip hidup yang menjadi kearifan lokal masyarakat Pematangsiantar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Peringatan Hari Jadi ke-155 ini hendaknya menjadi refleksi terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kota Pematangsiantar. Pemimpin dan aparatur harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut: memiliki kasih tanpa membedakan suku dan agama, memberikan pelayanan yang baik, menjunjung kejujuran, berani menegakkan kebenaran, bertanggung jawab, teguh dalam prinsip,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;saling menghormati, serta membangun demi kesejahteraan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nilai-nilai tersebut sejalan dengan kearifan lokal seperti &quot;Habonaron do Bona&quot; dan &quot;Sapangambei Manoktok Hitei Haganupan Simadasi.&quot;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasa cinta terhadap Kota Pematangsiantar harus tertanam dalam diri setiap warga, tercermin dalam sikap, serta diwujudkan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Kota ini adalah rumah kita bersama, yang harus dijaga melalui kolaborasi, kepedulian, dan semangat gotong royong.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pancasila menjadi fondasi utama dalam mempersatukan keberagaman, serta menjadi pedoman dalam mewujudkan cita-cita pembangunan Kota Pematangsiantar yang lebih maju dan sejahtera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya, melalui rapat paripurna ini, atas nama DPRD Kota Pematangsiantar, kami mengucapkan: Selamat Hari Ulang Tahun Ke-155 Kota Pematangsiantar. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan rahmat dan berkah-nya kepada kita semua,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/rapat/" target="_blank">Rapat</a> Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga, didampingi Wakil Ketua Ir Daud Simanjuntak MM dan Frengky Boy Saragih ST.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Turut hadir, Wakil Wali Kota Pematangsiantar Herlina, Unsur Forkopimda Plus Kota Pematangsiantar, anggota DPRD, Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi, pimpinan OPD, camat, lurah, tokoh agama, tokoh adat, dan lainnya. (LP)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_4162_Rapat-Paripurna-DPRD-Peringatan-Hari-Jadi-ke-155-Kota-Pematangsiantar--di-Gedung-Harungguan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281628/rapat-paripurna-dprd-peringatan-hari-jadi-ke155-kota-pematangsiantar-di-gedung-harungguan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wali Kota bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 11:43:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wali Kota bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026]]></title>
            <description><![CDATA[Wali Kota bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke30 Tahun 2026]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>P.Siantar l Sumut24.co<br>Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. Upacara berlangsung  di halaman Balai Kota Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Senin (27/04/2026) pagi, dengan Komandan Upacara Hendra TP Simamora SSTP MSi, yang merupakan Kabag Pemerintahan Setdako Pemko Pematangsiantar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Upacara diisi dengan pembacaan sejarah singkat Hari Otonomi Daerah oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dra  Happy Oikumenis Daely. Kemudian, Wesly selaku inspektur upacara membacakan amanat tertulis Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian terkait Peringatan Hari Otonomi Daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tito dalam amanat tertulisnya menyatakan peringatan Hari Otonomi Daerah merupakan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran pemerintah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyelenggaraan otonomi daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Otonomi daerah adalah instrumen dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air,&quot; demikian kutipan sambutan Tito.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peringatan Hari Otonomi Daerah yang mengusung tema &quot;Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita&quot;, kata Tito, menegaskan keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada sinkronisasi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih lanjut Tito menjelaskan, masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan otonomi daerah. Seperti belum optimalnya integrasi perencanaan dan penganggaran, birokrasi yang belum sepenuhnya berorientasi pada hasil, hingga tingginya ketergantungan fiskal daerah terhadap pemerintah pusat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, kurangnya kolaborasi antar daerah serta ketimpangan akses layanan dasar juga menjadi perhatian, terutama di wilayah tertinggal, terluar, dan terpencil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk itu, Tito mendorong pemerintah daerah agar fokus pada peningkatan kualitas layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, dan perlindungan sosial, sekaligus memperkuat stabilitas dan ketahanan daerah dalam menghadapi tantangan global.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala daerah juga diimbau menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air, serta pengembangan kewirausahaan guna membuka lapangan kerja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tito menegaskan, pelaksanaan otonomi daerah harus tetap berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan menjaga keseimbangan antara kemandirian daerah dan kepentingan nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di akhir amanatnya, Tito  mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk menjalankan kegiatan secara efisien dan tidak berlebihan, serta memastikan penggunaan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Upacara diikuti pimpinan OPD, camat, dan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Pematangsiantar. (LP)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_2065_Wali-Kota-bertindak-sebagai-Inspektur-Upacara-Peringatan-Hari-Otonomi-Daerah-ke-30-Tahun-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281627/wali-kota-bertindak-sebagai-inspektur-upacara-peringatan-hari-otonomi-daerah-ke30-tahun-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wali Kota melepas Karnaval dalam memeriahkan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar Tahun 2026</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 11:42:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wali Kota melepas Karnaval dalam memeriahkan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar Tahun 2026]]></title>
            <description><![CDATA[Wali Kota melepas Karnaval dalam memeriahkan Hari Jadi ke155 Kota Pematangsiantar Tahun 2026]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;P.Siantar l Sumut24.co<br>Karnaval memeriahkan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar Tahun 2026 berlangsung meriah, Jumat (24/04/2026) sore. Peserta karnaval dilepas Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn, dari depan Lapangan Parkir Pariwisata, Jalan Merdeka. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa, karnaval dalam rangka Hari Jadi ke-155 Tahun Kota Pematangsiantar, dengan ini resmi saya lepas," kata Wesly seraya mengangkat bendera start.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah dilepas, satu per satu peserta karnaval berjalan dan melintasi panggung tempat Wesly bersama Unsur Forkopimda Plus dan tamu lainnya duduk. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para peserta karnaval berjalan melintasi Jalan Merdeka-Jalan Sutomo-Jalan Sudiman-dan finish di Lapangan Adam Malik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karnaval mendapat perhatian dari masyarakat Kota Pematangsiantar. Mereka memadati lokasi start, dan berdiri di sepanjang Jalan Merdeka-Jalan Sutomo menunggu peserta karnaval melintas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wali Kota Wesly Silalahi memberikan apresiasi kepada panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras untuk memersiapkan kegiatan karnaval. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Sama-sama kita lihat, para peserta bersemangat. Warga juga ramai menyaksikan," kata Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wesly berharap, karnaval tidak sekadar tontonan, namun menjadi ajang pemersatu warga dari berbagai etnis dan latar belakang di kota dengan motto Sapangambei Manoktok Hitei ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kesuksesan acara ini diharapkan menjadi momentum bagi Kota Pematangsiantar untuk terus berbenah, meningkatkan pelayanan publik, serta semakin mempererat tali persaudaraan antarwarga dalam menyongsong masa depan yang lebih baik," tukasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski terik matahari menyengat, tidak menyurutkan semangat ribuan warga yang ingin menyaksikan deretan atraksi seni, pawai budaya, hingga kendaraan hias yang menampilkan kekayaan kearifan lokal Kota Pematangsiantar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah seorang warga, Riska, mengaku bangga dengan kegiatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Senang melihat ulang tahun Siantar semeriah ini. Sudah seharusnya perayaan HUT kota dibuat spektakuler seperti ini, supaya kita warga merasa bangga. Kerja jadi lebih semangat setelah lihat pawai yang kreatif tadi," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Senada dengan Riska, pelaku UMKM di sekitar rute karnaval merasakan dampak ekonomi yang nyata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jujur, hari ini dagangan saya ludes terjual dalam waktu singkat. Acara karnaval seperti ini sangat membantu kami, para pedagang kecil. Semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan karena sangat mendongkrak omzet kami," ucap Sari (42), pedagang makanan ringan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masyarakat yang datang bersama keluarga pun memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya sengaja bawa anak-anak. Ini juga kesempatan edukasi budaya yang bagus untuk mereka. Karnaval ke-155 ini sangat menghibur kami warga kota," tutur Syifa, warga Kecamatan Siantar Martoba.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Humas PT STTC Erdy Winata, mengatakan, pihaknya mengerahkan segala potensi untuk menyukseskan acara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Sekitar 2 ribu lebih karyawan PT STTC sangat antusias berpartisipasi. Kami mengerahkan parade satpam, drum band, barongsai, mobil hias, hingga damkar. Bahkan, kami juga menghadirkan pengisi acara seperti penari, penyanyi, grup band, hingga stand jualan, sebagai bentuk kolaborasi nyata dengan Pemko Pematangsiantar," ujar Erdy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih lanjut, Erdy menjelaskan makna di balik mobil hias yang ditampilkan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Mobil hias kami mengusung tema: Siantar Kota Pendidikan, Siantar Kota Wisata, Kota Industri, dan Siantar Kota Perdagangan. Namun, inti dari segala inti yang kami bawa adalah filosofi &#039;Sapangambe Manoktok Hitei&#039;," tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain STTC, kemeriahan karnaval semakin lengkap dengan kehadiran kontingen dari berbagai kecamatan se-Kota Pematangsiantar, penampilan seni Reog Suro Menggolo, serta partisipasi berbagai OPD Pemko Pematangsiantar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada juga TP PKK, perbankan, perhotelan, jajaran Direksi dan Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Uli, Siantar Zoo (Taman Hewan), Rumah Sakit (RS) Murni Teguh, dan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar Hamzah Fanshuri Damanik SSTP MSi memberikan apresiasi terhadap kesuksesan acara ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Acara karnaval ini dimeriahkan puluhan kontingen atau peserta, mulai mobil hias, marching band, dan berbagai atraksi seni budaya lainnya. Ini adalah bukti kekompakan masyarakat kita. Harapannya, di usia yang ke-155 tahun, Pematangsiantar semakin maju, semakin berbudaya, dan menjadi kota yang nyaman bagi pendidikan serta pariwisata sesuai visi kita bersama," ungkap Hamzah. (LP)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_1196_Wali-Kota-melepas-Karnaval-dalam-memeriahkan-Hari-Jadi-ke-155-Kota-Pematangsiantar-Tahun-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281626/wali-kota-melepas-karnaval-dalam-memeriahkan-hari-jadi-ke155-kota-pematangsiantar-tahun-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ketua Senat Unimed Prof. Syawal Gultom Wafat</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 10:06:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ketua Senat Unimed Prof. Syawal Gultom Wafat]]></title>
            <description><![CDATA[Ketua Senat Unimed Prof. Syawal Gultom Wafat]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;p&gt;Medan - Kabarduka datang dari dunia pendidikan Sumatera Utara. Ketua Senat Universitas Negeri Medan (<a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a>), Prof. Dr. Syawal Gultom, meninggal dunia pada Senin dinihari, 27 April 2026, sekitar pukul 02.50 WIB.<br>Almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Pelajar Timur, Komplek Griya <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a> No. 2, Kota Medan.<br>Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a> serta masyarakat pendidikan. Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai sosok akademisi yang berdedikasi dalam memajukan dunia pendidikan.<br>Masyarakat dan kerabat diimbau untuk turut mendoakan agar almarhum diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.<br>Innalillahi wa inna ilaihi raji&#039;un.red&lt;/p&gt;]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_9571_Ketua-Senat-Unimed-Prof--Syawal-Gultom-Wafat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281625/ketua-senat-unimed-prof-syawal-gultom-wafat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tanpa Dasar Hukum Kuat Hingga Diduga Pakai Insentif Pegawai: Gebyar Pajak Sumut Berisiko Jadi Temuan BPK</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 08:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tanpa Dasar Hukum Kuat Hingga Diduga Pakai Insentif Pegawai: Gebyar Pajak Sumut Berisiko Jadi Temuan BPK]]></title>
            <description><![CDATA[Tanpa Dasar Hukum Kuat Hingga Diduga Pakai Insentif Pegawai Gebyar Pajak Sumut Berisiko Jadi Temuan BPK]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>MEDAN &mdash; Pelaksanaan program Gebyar <a href="https://www.sumut24.co/tag/pajak/" target="_blank">Pajak</a> Sumatera Utara 2026 menuai sorotan tajam. Kegiatan yang digadang-gadang sebagai upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu diduga dibiayai dari dana insentif atau upah pungut pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta berjalan tanpa landasan hukum yang tuntas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Analis Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumatera Utara, Elfenda Ananda, menilai pelaksanaan program tersebut berpotensi melanggar prinsip tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan transparan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Secara tata kelola, ini bermasalah. Regulasi seharusnya hadir lebih dulu sebelum program dijalankan. Kalau petunjuk teknis (juknis) belum rampung tapi kegiatan sudah berjalan, itu indikasi cacat prosedural,&quot; ujarnya kepada wartawan, Senin (27/4/2026). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Elfenda, ketiadaan juknis dan Surat Keputusan (SK) gubernur sebagai dasar hukum program bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyentuh prinsip good governance. Tanpa landasan tersebut, penggunaan anggaran dinilai tidak memiliki alat ukur yang jelas, baik dari sisi output, outcome, maupun mekanisme pengendalian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;SK gubernur itu penting sebagai legitimasi, rambu pertanggungjawaban, sekaligus dasar audit. Kalau ini tidak ada, siapa yang menjamin belanja puluhan miliar ini sah dan bisa dipertanggungjawabkan?&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih jauh, ia menyoroti dugaan penggunaan dana insentif pegawai untuk membiayai kegiatan tersebut. Jika benar, kata dia, hal itu merupakan persoalan serius karena insentif bukan dana fleksibel yang bisa dialihkan untuk program lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Insentif itu hak pegawai dengan peruntukan spesifik. Kalau dialihkan tanpa dasar hukum jelas, berpotensi menjadi penyimpangan anggaran dan pelanggaran asas spesifikasi belanja. Bahkan bisa masuk ranah pidana jika menimbulkan kerugian negara,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menegaskan, setiap program, termasuk Gebyar <a href="https://www.sumut24.co/tag/pajak/" target="_blank">Pajak</a>, seharusnya memiliki pos anggaran tersendiri, bukan &quot;menumpang&quot; dari hak pegawai. Kepala dan Sekretaris Bapenda Sumut, Sutan Tolang Lubis dan Rudi Hadian Siregar, dinilai merupakan pejabat terkait yang bertanggungjawab atas kegiatan tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini berpotensi merugikan pegawai. Jangan sampai insentif mereka dijadikan bancakan pembiayaan program,&quot; tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;**Tidak Diukur dari Kemeriahan Acara<br>Di sisi lain, efektivitas Gebyar <a href="https://www.sumut24.co/tag/pajak/" target="_blank">Pajak</a> dalam meningkatkan PAD juga dipertanyakan. Elfenda menilai keberhasilan program tidak bisa diukur dari kemeriahan acara atau banyaknya hadiah yang diberikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ukuran utamanya adalah peningkatan riil penerimaan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pajak/" target="_blank">Pajak</a> Kendaraan Bermotor (PKB). Harus dihitung, berapa tambahan PAD dibanding biaya program. Kalau anggaran Rp28 miliar tidak menghasilkan peningkatan signifikan, ini berpotensi jadi pemborosan,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga menilai pelaksanaan kegiatan yang hanya dipusatkan di Aula Bapenda dengan frekuensi terbatas sulit memberikan dampak luas terhadap kepatuhan wajib pajak. Tak hanya itu, keterlambatan pembayaran insentif pegawai dinilai dapat berdampak langsung pada kinerja aparatur pajak daerah. Menurut Elfenda, kondisi tersebut berpotensi menurunkan motivasi, produktivitas, hingga loyalitas pegawai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kalau hak mereka tertahan sementara anggaran dipakai untuk program seremonial, akan muncul rasa ketidakadilan. Ini bisa berdampak pada kualitas penerimaan daerah,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Elfenda mengingatkan, Bapenda Sumut tidak seharusnya mempertentangkan antara program publik dan pemenuhan hak pegawai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ironinya, kepatuhan wajib pajak didorong dengan hadiah, sementara hak aparat pemungut pajaknya sendiri belum dituntaskan,&quot; sindirnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sorotan lain mengarah pada dugaan adanya pengondisian penerima hadiah dalam program tersebut. Jika benar terjadi, Elfenda menilai hal itu sebagai bentuk moral hazard serius.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini bisa membuka peluang rekayasa pemenang, konflik kepentingan, hingga ketergantungan pada pihak tertentu. Program seperti ini harus dilakukan secara transparan, misalnya melalui undian terbuka dan diawasi ketat,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karenanya FITRA Sumut merekomendasikan agar program tersebut diawasi oleh inspektorat, BPKP, serta DPRD, dan disertai audit manfaat yang terukur. Tanpa itu, publik berpotensi menilai Gebyar <a href="https://www.sumut24.co/tag/pajak/" target="_blank">Pajak</a> hanya sebagai program populis yang minim dampak fiskal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Di tengah tekanan fiskal daerah, belanja puluhan miliar untuk kegiatan seremonial layak dipertanyakan. Pemerintah harus jujur mengevaluasi apakah ini benar kebutuhan fiskal atau sekadar pencitraan,&quot; pungkasnya. (***)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_2654_Tanpa-Dasar-Hukum-Kuat-Hingga-Diduga-Pakai-Insentif-Pegawai--Gebyar-Pajak-Sumut-Berisiko-Jadi-Temuan-BPK.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281624/tanpa-dasar-hukum-kuat-hingga-diduga-pakai-insentif-pegawai-gebyar-pajak-sumut-berisiko-jadi-temuan-bpk/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rekor Baru! UKT Taekwondo Sumut Diserbu Ratusan Peserta</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 21:51:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rekor Baru! UKT Taekwondo Sumut Diserbu Ratusan Peserta]]></title>
            <description><![CDATA[Rekor Baru! UKT Taekwondo Sumut Diserbu Ratusan Peserta]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mengaku terkejut dengan membludaknya jumlah peserta Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) DAN dan High Kukkiwon yang digelar Pengprov TI Sumatera Utara, Ahad (26/4), di Politeknik Penerbangan (Poltekbang) kawasan Jalan Jamin Ginting.<br>Penguji PBTI, Master Harikus Wahyudi, menyebut jumlah peserta kali ini mencetak rekor di luar Pulau Jawa.<br>&quot;Ini pecah rekor di luar Pulau Jawa. Jumlah peserta UKT DAN mencapai 317 orang, angka yang sangat fantastis. Biasanya tidak sampai 200 peserta,&quot; ujarnya.<br>Menurutnya, tingginya antusiasme ini menjadi indikator positif bagi perkembangan taekwondo di Sumatera Utara. Dengan semakin banyaknya peserta UKT, diharapkan pembinaan atlet dapat berjalan lebih cepat dan merata.<br>Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut yang diwakili Maimun menyatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan taekwondo.<br>&quot;Cabang olahraga ini sangat aktif dalam berbagai kegiatan. Semoga melalui UKT ini lahir lebih banyak atlet berprestasi,&quot; katanya.<br>Hal senada disampaikan perwakilan Ketua KONI Sumut, Prof. Indra Kasih. Ia berharap peningkatan jumlah atlet dapat berdampak pada prestasi di ajang nasional.<br>&quot;Kita berharap ke depan, khususnya di PON mendatang, Sumut bisa menyumbangkan lebih banyak medali emas,&quot; ujarnya.<br>Ketua Pengprov TI Sumut, H. Hamdani Syahputra, didampingi Ketua Panitia Sanim Sumarno, merinci jumlah peserta UKT. Dari total 317 peserta, sebanyak 211 mengikuti DAN 1, 62 peserta DAN 2, 25 peserta DAN 3, lima peserta DAN 4, dan 14 peserta DAN 5.<br>&quot;Kami sangat bersyukur dengan antusiasme ini. Ada 14 daerah yang berpartisipasi, di antaranya Medan, Deli Serdang, Binjai, Labuhan Batu, dan Langkat,&quot; ungkapnya.<br>Rangkaian Program PBTI Series<br>Sekretaris Pengprov TI Sumut, Tulus Abdiansyah, menjelaskan bahwa kegiatan UKT ini merupakan bagian dari rangkaian program PBTI di Sumatera Utara.<br>&quot;Sebelumnya, PBTI telah menggelar event PBTI Series Satria Nusantara bertaraf internasional pada 17&ndash;19 April. Kali ini dilanjutkan dengan ujian kenaikan tingkat,&quot; jelasnya.<br>Ia menambahkan, ajang PBTI Series tersebut diikuti ribuan peserta, termasuk atlet dari beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina.<br>&quot;Semoga atlet Sumatera Utara bisa belajar dari gaya bertanding negara lain, sehingga ke depan tidak canggung saat menghadapi lawan dari luar negeri,&quot; pungkasnya.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_4472_Rekor-Baru--UKT-Taekwondo-Sumut-Diserbu-Ratusan-Peserta.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281623/rekor-baru-ukt-taekwondo-sumut-diserbu-ratusan-peserta/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison ,S.Sos, M.Si Buka Rapat Koordinasi dan Evaluasi sekaligus Sosialisasi BPBL.</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 21:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison ,S.Sos, M.Si Buka Rapat Koordinasi dan Evaluasi sekaligus Sosialisasi BPBL.]]></title>
            <description><![CDATA[Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison ,S.Sos, M.Si Buka Rapat Koordinasi dan Evaluasi sekaligus Sosialisasi BPBL.]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> - Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekretaris Daerah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Sumatera Barat  Medison ,S.Sos, M.Si, Kamis, 23 April 2026, di Gedung C Setda<br>buka Rapat Koordinasi dan Evaluasi sekaligus Sosialisasi BPBL. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dalam arahannya, Medison menekankan tiga pilar percepatan program, yaitu sinergi, akurasi, dan eksekusi disiplin. Bahwa kedepannya dalam pengusulan BPBL, rumah tangga yang tidak memenuhi syarat administrasi awal, seperti jarak rumah dengan tiang terdekat lebih dari 50 meter, tidak boleh diinput di aplikasi, karena otomatis nantinya akan ditolak pihak PT PLN (Persero), sehingga kuota BPBL menjadi hangus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dijelaskan Medison, untuk mendapatkan bantuan BPBL dari pemerintah pusat, maka diperlukan data yang bagus dan reliable sehingga pemerintah pusat dapat dengan mudah memvalidasi data yang diberikan dan bantuan pun akan turun dengan mudah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Rakor hari ini adalah sebagai titik tolak perbaikan sistem pendataan, penguatan koordinasi, dan percepatan realisasi. Saya percaya, dengan kolaborasi yang solid dan disiplin data yang ketat, Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> akan segera mencapai target elektrifikasi 100%&quot;, tegas Medison.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diungkapkannya, Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> bersama PT PLN (Persero) UP3 <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> berhasil merealisasikan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2025 sebanyak 1.395 rumah tangga (RT) dari target 1.399 RT, atau mencapai 99,7%. Program BPBL ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dan PT PLN (Persero) untuk mencapai target rasio elektrifikasi 100% serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak mampu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Capaian impresif terkait realisasi sebesar 99,7% tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi BPBL 2025 dan Sinkronisasi Data Usulan BPBL 2026 Sebanyak 2.778 Akan Dilakukan Validasi Data oleh PT PLN (Persero) yang digelar Kamis, 23 April 2026.<br><br>Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jefrizal, S.Pt., M.T., menjelaskan bahwa terdapat beberapa kriteria untuk penerima BPBL ini diantaranya adalah rumah tangga tidak mampu, belum memiliki akses listrik, dan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;  Bahwa elektrifikasi bukan sekadar pemasangan kabel dan meteran, melainkan pintu akses menuju pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi masyarakat. "Listrik adalah infrastruktur dasar pemerataan pembangunan. Dengan rasio elektrifikasi yang terus meningkat, kita membuka peluang bagi UMKM, pendidikan digital, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>," tuturnya.<br><br>Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah, Dr. Anthony Saliza, S.E., M.Ec.Dev., mengatakan  bahwa, dari total 4.247 RT yang diusulkan sejak Tahun 2024, sebanyak 2.080 RT telah disurvei dan divalidasi oleh PLN UP3 <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> sepanjang Tahun 2025. Berdasarkan hasil validasi tersebut, 1.467 RT dinyatakan valid dan siap sambung (70,5%), sementara 613 RT lainnya belum memenuhi kriteria teknis (29,5%). Dari 1.467 RT tersebut, yang telah menyala sebanyak 1.395 RT sisanya akan dinyalakan di tahun 2026 ini. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Bahwa dalam rangka mengantisipasi data yang tidak valid, maka untuk Tahun 2026 ini, Bagian SDA memiliki inovasi berupa aplikasi untuk evaluasi BPBL 2026, dimana fitur utama aplikasi adalah berupa inputan 16 kolom wajib terstruktur, validasi otomatis dan integrasi GPS, serta dapat melakukan generate surat secara otoamtis.<br><br>Perwakilan PT PLN (Persero) UP3 <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>,  Dito Nusa Putra, menjelaskan bahwa untuk Tahun 2025, berdasarkan data PLN UP3 <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, penerima BPBL tersebar di 13 kecamatan dan 31 nagari di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk tahapan pelaksanaan BPBL Tahun 2026,  terdapat beberapa tahapan, mulai dari tahapan penerbitan keputusan Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM terkait alokasi dan jumlah penerima, survei pemadanan data dan validasi lapangan, dan tahapan-tahapan selanjutnya sampai dengan terakhir penyalaan listrik di rumah penerima BPBL. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan data awal dari Kementerian ESDM untuk alokasi BPBL Tahun 2026, Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> memperoleh alokasi sebanyak 2.778 RT, dan data ini masih akan melalui proses verifikasi dan survei lapangan oleh PLN sebelum ditetapkan sebagai penerima manfaat. "Timeline pelaksanaan BPBL untuk Tahun 2026 masih menunggu keputusan final dari Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dan PLN Pusat. Kami sangat berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh tahapan tepat waktu," ujar Dito.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diungkapkan Dito,  bahwa pihak PT PLN (Persero) membutuhkan dukungan data yang akurat dan mutakhir dari pemerintah daerah, termasuk alamat detail dan titik koordinat rumah calon penerima. &quot;Kami sangat mengapresiasi kegiatan oleh Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> ini, dimana sejauh ini hanya Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> yang sangat concern dan serius menangani masalah BPBL, sehingga tidaklah mengherankan Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> mendapatkan porsi terbanyak BPBL di Provinsi Sumatera Barat untuk tahun 2025 dan 2026 ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kami mengharapkan kedepannya sinergi antara PT PLN (Persero), pemerintah daerah, kecamatan, dan pemerintah nagari di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> akan semakin solid, karena sinergi tersebut sangat penting untuk keberhasilan program ini", pungkas Dito Nusa Putra.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_1703_Sekretaris-Daerah-Kabupaten-Solok--Medison--S-Sos--M-Si-Buka-Rapat-Koordinasi-dan-Evaluasi-sekaligus-Sosialisasi-BPBL-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281622/sekretaris-daerah-kabupaten-solok-medison-ssos-msi-buka-rapat-koordinasi-dan-evaluasi-sekaligus-sosialisasi-bpbl/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Patroli Skala Besar Brimob Polda Sumut Sasar Titik Rawan Belawan, Ciptakan Rasa Aman Masyarakat</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 20:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Patroli Skala Besar Brimob Polda Sumut Sasar Titik Rawan Belawan, Ciptakan Rasa Aman Masyarakat]]></title>
            <description><![CDATA[Patroli Skala Besar Brimob Polda Sumut Sasar Titik Rawan Belawan, Ciptakan Rasa Aman Masyarakat]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;BELAWAN I UMUT24.CO<br>Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat terus diperkuat jajaran kepolisian di Sumatera Utara. Personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli skala besar di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, Sabtu malam hingga Minggu dini hari (25&ndash;26 April 2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan yang dimulai pukul 22.00 WIB tersebut melibatkan 22 personel Brimob yang dipimpin oleh Danton II Kompi 3 Batalyon A Sat Brimob Polda Sumut, IPDA Agus Gunawan. Patroli ini dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari yang dinilai rawan terhadap potensi gangguan kamtibmas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pelaksanaannya, personel bergerak menyisir sejumlah titik strategis dan rawan di kawasan Medan Belawan. Rute patroli meliputi Jalan Utama Medan Belawan, kawasan Kampung Kolam, Jalan Bandeng Pajak Baru, Jalan Selebes, pintu keluar Tol Labuhan Belawan, hingga Jalan Yong Panah Hijau di Kelurahan Labuhan Deli. Patroli kemudian dilanjutkan ke Jalan Yos Sudarso Simpang Tanjung Mulia sebelum ditutup dengan apel konsolidasi pada pukul 02.50 WIB.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain patroli mobile, personel juga melakukan peninjauan pos keamanan lingkungan (poskamling) sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah secara mandiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan patroli skala besar ini dilaksanakan di bawah koordinasi Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan, KOMPOL Jan Piter Napitupulu. Dukungan sarana dan prasarana turut dikerahkan secara optimal, mulai dari kendaraan operasional hingga perlengkapan taktis guna menunjang efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan situasi wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan dalam keadaan aman dan kondusif. Seluruh rangkaian patroli berjalan tertib dan sesuai dengan arahan pimpinan, tanpa ditemukan gangguan menonjol.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa kegiatan patroli skala besar ini merupakan langkah konkret Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kegiatan KRYD melalui patroli skala besar ini adalah bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing serta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Dengan sinergi yang baik, situasi kamtibmas yang kondusif dapat terus terjaga,&quot; tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usai pelaksanaan patroli, seluruh personel tetap disiagakan untuk melakukan monitoring situasi sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika keamanan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(W05)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Foto:]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_1209_Patroli-Skala-Besar-Brimob-Polda-Sumut-Sasar-Titik-Rawan-Belawan--Ciptakan-Rasa-Aman-Masyarakat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281621/patroli-skala-besar-brimob-polda-sumut-sasar-titik-rawan-belawan-ciptakan-rasa-aman-masyarakat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 20:55:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma]]></title>
            <description><![CDATA[JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh: Dr. <a href="https://www.sumut24.co/tag/teguh/" target="_blank">Teguh</a> Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)*&lt;/p&gt; &lt;p&gt;KITA hidup di era ketika kecepatan mengalahkan kedalaman, dan sensasi mengalahkan substansi. Disrupsi digital yang semula dijanjikan sebagai demokratisasi informasi justru melahirkan paradoks: ruang publik semakin bising, tetapi semakin miskin makna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dominasi algoritma media sosial telah mengubah cara masyarakat Indonesia memproduksi dan mengonsumsi informasi. Algoritma tidak peduli pada kebenaran. Ia hanya peduli pada engagement: klik, komentar, dan share.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akibatnya, muncul fenomena yang saya sebut &quot;budak algoritma&quot;. Kita bukan lagi pengguna platform, melainkan pekerja sukarela yang terus memberi makan mesin dengan emosi, amarah, dan drama. Sebab hanya itulah yang membuat algoritma menghujani kita dengan spotlight di atas panggung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam logika algoritma, yang viral belum tentu benar. Yang benar belum tentu viral. Dan perlahan, masyarakat kita mulai percaya bahwa yang viral itulah kebenaran. Dramatisasi menjadi mata uang baru diskursus publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus pemotongan pernyataan Jusuf Kalla tentang konflik Poso adalah contoh terbaru tentang hal ini. Dalam sebuah forum rekonsiliasi, JK menjelaskan akar konflik Poso yang kompleks: ada faktor politik, ekonomi, ketimpangan, dan provokasi. Beliau menegaskan konflik itu bukan semata-mata agama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalimat JK dipotong. Diambil hanya bagian saat beliau menyebut &quot;ada kelompok dari luar yang membawa simbol agama&quot;. Potongan 11 detik itu kemudian dijahit dengan gambar kerusuhan lama. Narasi baru yang dikembangkan: &quot;JK tuduh umat agama tertentu biang kerusuhan Poso&quot;. Tentu ini menyesatkan lagi membahayakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Potongan itu viral. Akun-akun anonim menyebarkannya dengan tagar provokatif. JK diframe sebagai tokoh yang melahirkan kebencian berdasarkan agama. Padahal konteks utuh pidato JK justru mengajak belajar dari kisah buruk di masa lalu untuk mempertahankan rekonsiliasi dan menolak stigmatisasi agama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang dilakukan penyebar &quot;narasi baru&quot; kisah kerusuhan Poso bukan sekadar misinformasi. Ini malinformasi yang disengaja: mengambil fakta parsial untuk menciptakan kebohongan utuh. Tujuannya bukan mencari kebenaran, tapi menciptakan musuh bersama demi trafik dan mobilisasi kebencian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pakar komunikasi Marshall McLuhan pernah mengingatkan, &quot;The medium is the message&quot;. Di era algoritma, kalau kita pertajam pesannya jadi begini: &quot;The algorithm is the message&quot;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata Profesor University of Toronto, Kanada ini, bentuk lebih menentukan daripada isi. Video 15 detik yang memancing marah mengalahkan esai 1.500 kata yang membuka diskursus dan mengajak berpikir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Filsuf Harry Frankfurt dalam esai &quot;On Bullshit&quot; (2005) pernah menulis perbedaan antara &quot;pembohong&quot; dan &quot;pembual&quot;. Tulis Profesor Emeritus Princeton University itu kira-kira &quot;pembohong&quot; masih peduli pada kebenaran, karena ia harus tahu yang benar untuk menyembunyikannya. Sementara &quot;pembual&quot; tidak peduli sama sekali pada kebenaran. Ia hanya peduli efek. Dalam konteks inilah, kesetiaan pada algoritma dapat kita katakan telah melahirkan jutaan pembual digital.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dilema komunikasi publik hari ini adalah ketika publik lebih nyaman dengan ilusi yang memuaskan biasnya daripada kebenaran yang menuntutnya berpikir. Dengan sendirinya demokrasi deliberatif menjadi mustahil. Ruang publik berubah jadi arena gladiator emosi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Media arus utama pun terkadang tidak imun. Tekanan trafik memaksa sebagian redaksi ikut dalam perlombaan dramatisasi. Judul dibuat menjebak. Potongan video diunggah tanpa verifikasi konteks. Fungsi jurnalisme bergeser dari watchdog menjadi clickdog.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal, menurut Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam buku mereka yang kerap kita jadikan rujukan, &quot;The Elements of Journalism (2001, 2014), kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebenaran di sini jelas bukan kebenaran versi algoritma, tapi kebenaran faktual yang diusahakan diketahui melalui disiplin verifikasi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Filsuf Jerman J&uuml;rgen Habermas yang baru meninggalkan kita mengatakan bahwa ruang publik idealnya adalah arena di mana warga negara berdebat secara rasional demi kepentingan bersama. Sementara hari ini, bila memakai ukuran Profesor Emeritus dari Goethe University Frankfurt itu, ruang dibajak oleh filter bubble dan echo chamber. Dalam praktiknya, kita hanya mendengar apa yang ingin kita dengar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akibatnya, diskursus tidak lagi membangun pemahaman, tapi memperkuat polarisasi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus pelintiran cerita tentang kerusuhan Poso di atas menunjukkan bagaimana satu kalimat yang dipelintir bisa memantik ulang luka lama. Yang dirugikan bukan hanya JK, tapi perdamaian yang sudah susah payah dibangun di Sulawesi Tengah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjadi &quot;budak algoritma&quot; berarti kita rela kehilangan otonomi berpikir. Kita bereaksi, bukan merefleksi. Kita meneruskan, bukan memeriksa. Kita menghakimi, bukan memahami. Ini krisis epistemik yang serius bagi kebangsaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peran Pers Semakin Krusial&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di titik inilah pers harus mengambil posisi. Pers tidak boleh menjadi bagian dari masalah. Pers harus kembali menjadi penjernih ruang publik. Fungsi kurasi, verifikasi, dan klarifikasi adalah vaksin terhadap pandemi disinformasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Profesor Emeritus Wharton School, University of Pennsylvania, Edward S. Herman dan Profesor Emeritus MIT Noam Chomsky  dalam &quot;Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media&quot; (1988, 2002) pernah mengkritik media yang tunduk pada kuasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari ini tantangan yang dihadapi media semakin bertambah: algoritma menjasi bentuk kuasa baru. Tunduk pada algoritma berarti tunduk pada logika pasar amarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;JMSI sejak awal menegaskan bahwa media siber anggota wajib berpegang pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Media Siber. Tidak ada toleransi bagi media yang sengaja memotong konteks demi dramatisasi. Itu bukan jurnalisme. Itu propaganda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memulihkan ruang publik butuh keberanian. Keberanian untuk tidak ikut viral, ketika viral itu dibangun di atas kebohongan. Keberanian untuk kalah cepat, asal menang benar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Filsuf kelahiran Hannah Arendt pernah berpesan dalam &quot;Truth and Politics&quot; (1967): &quot;Kebenaran faktual, jika hilang, maka hilang pula ruang bersama kita&quot;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika pers menyerah, dan ikut menjadi budak algoritma, maka tidak ada lagi benteng terakhir bagi akal sehat bangsa. []]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_3912_JK--Kerusuhan-Poso--dan-Dramatisasi-di-Era-Algoritma.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281620/jk-kerusuhan-poso-dan-dramatisasi-di-era-algoritma/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Di Women Leader Festival 2026, Airin Rico Waas : Perempuan Adalah Penggerak Perubahan, Bukan Sekadar Pengikut Keadaan</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Di Women Leader Festival 2026, Airin Rico Waas : Perempuan Adalah Penggerak Perubahan, Bukan Sekadar Pengikut Keadaan]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanPerempuan hari ini tidak lagi hanya menjadi pengikut keadaan, tetapi menjadi penggerak perubahan dalam setiap krisis yang ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Perempuan hari ini tidak lagi hanya menjadi pengikut keadaan, tetapi menjadi penggerak perubahan dalam setiap krisis yang dihadapi masyarakat.</p><br></p>Demikian disampaikan Ketua TP PKK Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas saat menghadiri acara Women Leader Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Perempuan Pemimpin Indonesia (Perpina) Sumut, di Manhattan Atrium Medan, Minggu (26/4/2026).</p><br></p>"Ditengah dinamika perkembangan zaman yang penuh tantangan saat ini, sosok perempuan kini membuktikan diri bukan lagi sebagai penonton, melainkan menjadi pilar ketangguhan yang mampu mengubah krisis menjadi solusi,"ujar Airin Rico Waas.</p><br></p>Dalam acara itu, Airin Rico Waas menilai kekuatan perempuan terletak pada kombinasi unik antara empati dan ketangguhan. Dalam situasi sulit, perempuan sering kali menjadi sosok yang menjaga keseimbangan hidup di sekitarnya.</p><br></p>"Kita mampu berdiri di garis depan dan mengambil peran strategis, baik dalam lingkup keluarga maupun kehidupan sosial," ujar Airin Rico Waas menambahkan.</p><br></p>Pesan yang disampaikan Airin Rico Waas ini semakin diperkuat dengan diadakannya sesi talkshow yang mengangkat tema perempuan kuat dan anak berkebutuhan khusus. Melalui talkshow tersebut, Airin Rico Waas mengingatkan bahwa setiap anak adalah anugerah.</p><br></p>"Disini peran ibu menjadi sangat sentral dalam membangun kepercayaan diri anak-anak istimewa tersebut, bukan hanya dari segi fisik, melainkan melalui ketulusan dan kesabaran dalam mendampingi anak,"bilang Airin Rico Waas.</p><br></p>Tak hanya itu saja, Airin Rico Waas juga menyoroti pentingnya edukasi kesehatan, khususnya dalam melawan kanker. Ia berpesan agar perempuan tidak abai terhadap kesehatan diri sendiri agar bisa menjadi pelindung bagi keluarganya.</p><br></p>"Pengetahuan adalah kunci pencegahan. Kita harus berani mengubah ketakutan menjadi kekuatan. Ingatlah, kecantikan sejati bukan hanya dari penampilan, melainkan dari kekuatan hati dan pikiran," tegasnya.</p><br></p>Dibagian akhir sambutannya, Airin Rico Waas mengatakan "Medan Untuk Semua"adalah wujud komitmen bahwa setiap orang berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Maka dari itu, dirinya berharap tidak ada lagi perempuan yang merasa berjuang sendirian.</p><br></p>"Dengan semangat sinergi, setiap perempuan di Kota Medan diharapkan memiliki ruang seluas-luasnya untuk tumbuh, bersinar, dan berdaya. Langkah nyata ini diharapkan mampu membawa Kota Medan menjadi kota yang lebih inklusif, maju, dan berkelanjutan,"pungkasnya.(Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_3084_Di-Women-Leader-Festival-2026--Airin-Rico-Waas---Perempuan-Adalah-Penggerak-Perubahan--Bukan-Sekadar-Pengikut-Keadaan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281618/di-women-leader-festival-2026-airin-rico-waas-perempuan-adalah-penggerak-perubahan-bukan-sekadar-pengikut-keadaan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dari Kentongan ke Edukasi Warga, Pesan Tegas Zakiyuddin Harahap di Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:27:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dari Kentongan ke Edukasi Warga, Pesan Tegas Zakiyuddin Harahap di Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanWakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap memimpin Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Lapangan Avros, Kecamata]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap memimpin Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Lapangan Avros, Kecamatan Medan Maimun, Minggu (26/4/2026). Dalam amanatnya, Zakiyuddin menegaskan bahwa Medan harus belajar serius dari dua tahun banjir berturut-turut dan menjadikan kesiapsiagaan sebagai gerakan nyata, bukan sekadar seremonial.</p><br></p>Apel HKB yang dihadiri Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, Pimpinan Perangkat Daerah, Kadis Damkarmat, Wandro Malau, Kepala DLH Melvi Marlabayana, Kabag Tapem Rudi, dan Camat se- Kota Medan ini diikuti stakeholder dan berbagai unsur diantaranya Personel TNI dan Polri, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a>, Anggota Kwarcab Pramuka Kota Medan, Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) dan Relawan dari STIKes Mitra Husada serta Palang Merah Indonesia (PMI).</p><br></p>Disampaikan Zakiyuddin, banjir besar yang melanda pada November 2025 merupakan peristiwa terparah yang ia saksikan sepanjang hidupnya. Meski 2024 tidak separah itu, pola kejadian di bulan yang sama menjadi peringatan keras bahwa potensi serupa bisa terulang pada November 2026.</p><br></p>&quot;Kita harus betul-betul merenungkan kenapa ini terjadi. Dari tiga provinsi yang terdampak, hanya kota besar di Sumatera Utara, yakni Medan, yang terendam. Artinya ada yang salah pada sistem aliran sungai kita,&quot; Kata Zakiyuddin.</p><br></p>Menurut Zakiyuddin, Medan yang dikelilingi sungai justru menghadapi persoalan aliran yang terputus, drainase tersumbat, serta parit yang tak berfungsi. Dirinya menduga persoalan tak hanya berada di dalam kota, tetapi juga di wilayah hulu yang memengaruhi aliran air menuju Medan.</p><br></p>Dalam apel tersebut, Zakiyuddin memberi penekanan khusus pada peran Kepala Lingkungan (Kepling). Ia meminta seluruh Kepling wajib terlibat aktif dalam edukasi kebencanaan karena merekalah yang paling memahami kondisi riil lingkungan masing-masing.</p><br></p>"Masih banyak parit kita tersumbat. Bagaimana air mau mengalir ke sungai kalau paritnya saja tidak beres. Kepling inilah yang paling tahu kondisi itu,&quot; Jelas Zakiyuddin.</p><br></p>Kemudian  Zakiyuddin juga menyoroti minimnya pemahaman warga saat banjir besar terjadi. Banyak warga yang tidak percaya air akan naik sedemikian tinggi karena belum pernah mengalami sebelumnya, sehingga proses evakuasi menjadi sulit.</p><br></p>Karena itu, ia mendorong adanya sistem peringatan dini sederhana yang dipahami warga, seperti kentongan atau sirene. Seperti pada HKB 2026 ini, tepat pukul 10.00 WIB, dilakukan pemukulan kentongan sebagai simbol kesiapsiagaan, dan ia meminta setiap Kepling memiliki alat tersebut sebagai penanda bahaya di lingkungan masing-masing.</p><br></p>Pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, Zakiyuddin juga menyinggung persoalan klasik yang memperparah banjir dimana kebiasaan masyarakat yang membuang sampah ke sungai dan parit. Zakiyuddin mengakui masih kerap menyaksikan langsung warga membuang sampah dalam jumlah besar ke aliran air. Selain itu, ia menyoroti keberadaan bangunan liar di bantaran sungai dan parit, bahkan hingga menutup jalan inspeksi.</p><br></p>&quot;Jangankan sungai, jalan inspeksi saja sudah tertutup rumah. Tidak mungkin mereka tidak membuang sampah ke sungai,&quot; ujar Zakiyuddin sembari menyampaikan kondisi sungai, gorong-gorong, dan parit yang kotor  sebagai fakta yang bisa dilihat langsung di lapangan, dan harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah.</p><br></p>Di akhir amanatnya, Zakiyuddin menegaskan bahwa HKB tidak boleh berhenti pada kegiatan apel semata. Ia berharap momentum ini menjadi awal pembenahan serius dan edukasi masif kepada masyarakat agar banjir tidak menjadi kejadian tahunan yang diterima sebagai hal biasa.</p><br></p>"Peringatan HKB bukan berarti mengharapkan terjadinya musibah, melainkan sebagai pengingat bahwa bencana dapat datang kapan saja tanpa diduga. Saya menghimbau kepada masyarakat kiranya untuk menjaga kebersihan, minimal jangan membuang sampah di parit atau di sungai. Itu saja sudah sangat membantu untuk menghadapi bencana ke depan," ucap Zakiyuddin.</p><br></p>Zakiyuddin kembali menginstruksikan agar para Kepala Lingkungan (Kepling) terlibat aktif dalam menyebarkan informasi mitigasi, bekerjasama dengan BPBD yang gencar mengedukasi hingga ke tingkat lingkungan terkait bencana maupun peringatan dini.</p><br></p>"Kita berharap kentongan-kentongan ini ada di setiap lingkungan. Begitu ada bencana, kita bisa (beritahu) melalui corong suara di masjid-masjid, bisa juga melalui kentongan. Dengan begitu, masyarakat tahu bahwasanya bencana akan datang," pungkasnya.</p><br></p>Sebelumnya Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema "Siap Untuk Selamat" dengan subtema "Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana".</p>Berbeda dengan apel seremonial biasa, HKB 2026 diisi dengan aksi nyata berupa gotong royong pembersihan Sungai Deli. tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membangun kesadaran kolektif dan kewaspadaan dini masyarakat. (Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_9472_Dari-Kentongan-ke-Edukasi-Warga--Pesan-Tegas-Zakiyuddin-Harahap-di-Hari-Kesiapsiagaan-Bencana-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281617/dari-kentongan-ke-edukasi-warga-pesan-tegas-zakiyuddin-harahap-di-hari-kesiapsiagaan-bencana-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  JakartaPT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan Koperasi Swadharma Pematangsiantar bukan merupakan bagian dar]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Jakarta</p><br></p>PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a> menegaskan Koperasi Swadharma Pematangsiantar bukan merupakan bagian dari perseroan. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik terkait kasus yang melibatkan koperasi tersebut. </p>Corporate Secretary <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a> Okki Rushartomo menjelaskan Koperasi Swadharma didirikan pada 2007 melalui akta pendirian tersendiri serta memiliki struktur kepengurusan dan manajemen operasional yang independen di luar <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a>.</p><br></p>"Koperasi tersebut diperuntukkan bagi pegawai internal, bukan untuk masyarakat umum. Seluruh aktivitas dan keputusan operasionalnya menjadi tanggung jawab pengurus koperasi," ujar Okki dalam keterangan tertulis.</p><br></p>Dalam praktiknya kemudian, koperasi tersebut diduga menawarkan produk simpanan kepada pihak di luar anggota dengan imbal hasil berkisar 1,5% hingga 2% per bulan. Aktivitas tersebut tidak sejalan dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi. Selain itu, dalam perkara ini juga ditemukan indikasi pemalsuan dokumen.</p><br></p>Kondisi tersebut, ditambah dengan keberadaan koperasi yang sebelumnya beroperasi di lingkungan kantor <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a>, turut memicu kesimpangsiuran persepsi di masyarakat. Untuk mencegah hal serupa, sejak 2016 <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a> telah mengambil langkah dengan melarang koperasi beroperasi di area kantor <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a>.</p><br></p>Sejak awal mencuatnya kasus, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a> secara konsisten menegaskan bahwa hubungan hukum para deposan adalah dengan koperasi sebagai pihak yang menawarkan dan mengelola produk simpanan tersebut.</p><br></p><a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a> memahami bahwa proses penyelesaian kasus ini memerlukan waktu dan turut merasakan kekhawatiran masyarakat yang terdampak.</p><br></p>Dalam konteks perlindungan nasabah, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a> memastikan seluruh dana nasabah tetap aman dan layanan perbankan berjalan normal sesuai ketentuan regulator.</p><br></p><a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a> juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa memverifikasi legalitas setiap produk keuangan melalui kanal resmi bank atau otoritas yang berwenang sebelum melakukan penempatan dana.</p><br></p>"Kami menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan dan berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini sesuai putusan hukum yang berlaku," tutup Okki. (Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_1032_BNI-Tegaskan-Koperasi-Swadharma-Bukan-Bagian-dari-Bank.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/ekbis/281616/bni-tegaskan-koperasi-swadharma-bukan-bagian-dari-bank/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Women Leader Festival 2026, Menggaungkan &quot;She Power The Crisis&quot; di Medan</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Women Leader Festival 2026, Menggaungkan "She Power The Crisis" di Medan]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanAtrium Manhattan Times Square Medan menjadi saksi bangkitnya semangat kepemimpinan perempuan Sumatera Utara pada Minggu, 2]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Atrium Manhattan Times Square Medan menjadi saksi bangkitnya semangat kepemimpinan perempuan Sumatera Utara pada Minggu, 26 April 2026. Melalui perhelatan Women Leader Festival 2026 bertema "She Power The Crisis", ratusan perempuan berkumpul untuk memperkuat peran strategis mereka dalam menghadapi tantangan zaman.</p>Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh inspiratif, di antaranya Airin Rico Waas (Ketua TP PKK <a href="https://www.sumut24.co/tag/kota-medan/" target="_blank">Kota Medan</a>), Endrawasi Savitri (Ketua Umum DPP Perpina), Ika Purnama Dewi (Ketua DPD Perpina Sumut), Dwi Endah Purwanti, S.Si, M.Si (Kadis P3AKB Provsu), Ir. Hj. Purnama Dewi, MM (Ketua DPD IWAPI Sumut), Amalia Meutia, M.Psi (Dosen Fakultas Psikologi USU), Yunita Daulay (CEO PT Empowerment Academy) dan Cynthia (Owner Sirup Markisa Sarang Tawon &amp; Anggota Lions Club).</p>Dalam sambutannya, Ketua DPD Perpina Sumut, Ika Purnama Dewi, menekankan pentingnya resiliensi perempuan. Ia menyatakan bahwa di tengah krisis, perempuan harus mampu berdaya dan menjadi penopang utama bagi keluarga.</p>Senada dengan hal tersebut, Ketua TP PKK <a href="https://www.sumut24.co/tag/kota-medan/" target="_blank">Kota Medan</a> Airin Rico Waas memberikan pesan yang kuat yaitu "<a href="https://www.sumut24.co/tag/perempuan/" target="_blank">Perempuan</a> hari ini tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi harus mampu menjadi penggerak perubahan di masyarakat. Kita harus berani mengambil posisi strategis, baik dalam keluarga maupun kehidupan sosial. <a href="https://www.sumut24.co/tag/perempuan/" target="_blank">Perempuan</a> adalah sumber harapan untuk menjaga keseimbangan kehidupan sehari-hari," tegasnya.</p><br></p><b>Rangkaian Talkshow: Ekonomi, Keluarga, hingga Kesehatan</b></p>Festival ini menghadirkan diskusi mendalam melalui tiga sesi talkshow yang relevan dengan isu terkini yaitu :</p>1. <a href="https://www.sumut24.co/tag/perempuan/" target="_blank">Perempuan</a>, Ekonomi, dan Harapan: Membedah strategi bertahan dan bertumbuh di tengah dunia yang bergolak.</p>2. <a href="https://www.sumut24.co/tag/perempuan/" target="_blank">Perempuan</a> Kuat dan Anak Berkebutuhan Khusus: Memberikan penguatan bagi para ibu dalam mendampingi buah hati dengan penuh cinta dan ketangguhan.</p>3. Kenali, Cegah, Lawan Cancer: Edukasi kesehatan sekaligus aksi nyata melalui sesi donasi untuk mendukung pejuang kanker.</p>Kemeriahan acara mencapai puncaknya pada sore hari dengan Lomba Fashion Show Kreasi Kebaya. Diikuti oleh peserta kategori usia 7&ndash;12 tahun, panggung Atrium Manhattan dipenuhi oleh tunas-tunas muda yang dengan bangga mengenakan kebaya&mdash;simbol keanggunan sekaligus kekuatan perempuan Indonesia. Lomba ini menjadi cara efektif untuk mewariskan nilai-nilai luhur budaya kepada generasi alpha.</p><br></p>Keberhasilan penyelenggaraan Women Leader Festival 2026 merupakan hasil sinergi berbagai organisasi besar yang memiliki visi searah dalam pemberdayaan perempuan, antara lain KADIN Sumut, PERPINA (<a href="https://www.sumut24.co/tag/perempuan/" target="_blank">Perempuan</a> Pemimpin Indonesia), IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia), Aura Indonesia, Lions Club, PT Empowerment Academy. </p>Melalui perhelatan ini, pesan yang dibawa sangat jelas bahwa krisis mungkin tidak bisa dihindari, namun dengan kekuatan "She Power", perempuan Sumatera Utara siap menjadi garda terdepan dalam menjaga harapan dan menciptakan perubahan nyata bagi masa depan yang lebih cerah. (W04)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_6186_Women-Leader-Festival-2026--Menggaungkan--quot-She-Power-The-Crisis-quot--di-Medan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281615/women-leader-festival-2026-menggaungkan-quotshe-power-the-crisisquot-di-medan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Peringatan HKBN 2026, Musa Rajekshah: Kesiapsiagaan Kunci Hadapi Bencana</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 18:52:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Peringatan HKBN 2026, Musa Rajekshah: Kesiapsiagaan Kunci Hadapi Bencana]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN  Hari ini, 26 April 2026, masyarakat Indonesia kembali memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN). Momentum tahunan in]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN &ndash; Hari ini, 26 April 2026, masyarakat Indonesia kembali memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN). Momentum tahunan ini dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya kesiapan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.</p><br>Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, Dr. H. Musa Rajekshah, menegaskan bahwa peringatan HKBN harus menjadi pengingat kolektif bagi masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman bencana, baik yang bersifat alam maupun non-alam.</p><br>Dalam keterangannya kepada pers, ia menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, kebakaran, hingga bencana hidrometeorologi lainnya. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk terus meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"<a href="https://www.sumut24.co/tag/peringatan/" target="_blank">Peringatan</a> HKBN ini mengingatkan kita untuk meningkatkan kesadaran dan membangun budaya siaga di tengah masyarakat Indonesia dalam menghadapi potensi bencana," ujar Anggota DPR dari Fraksi Golkar ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menambahkan, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, edukasi sejak dini, pelatihan kebencanaan, serta simulasi evakuasi harus terus digencarkan agar masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai saat menghadapi situasi darurat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PMI Kota Medan, lanjutnya, secara konsisten melakukan berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat, seperti pelatihan pertolongan pertama, manajemen bencana berbasis komunitas, hingga pembentukan relawan siaga di tingkat kelurahan.<br>Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan juga menjadi kunci dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif dan terintegrasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Sinergi semua pihak sangat penting agar upaya mitigasi dan respons bencana dapat berjalan cepat dan tepat," kata Ijeck sapaan yang juga Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut ini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada peringatan HKBN tahun ini, berbagai kegiatan juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran publik, seperti simulasi evakuasi mandiri, kampanye edukasi kebencanaan, serta penyebaran informasi terkait langkah-langkah keselamatan saat terjadi bencana.</p><br>Ia berharap, melalui peringatan HKBN, masyarakat tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi juga mampu mengambil langkah preventif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kita ingin masyarakat tidak panik saat bencana terjadi, tetapi justru mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi," pungkasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan semangat Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, diharapkan budaya siaga bencana semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia, sehingga mampu menciptakan komunitas yang tangguh dan siap menghadapi berbagai ancaman di masa depan.red/ag</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_456_Peringatan-HKBN-2026--Musa-Rajekshah--Kesiapsiagaan-Kunci-Hadapi-Bencana.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/281614/peringatan-hkbn-2026-musa-rajekshah-kesiapsiagaan-kunci-hadapi-bencana/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PAN Sumut Mantapkan Konsolidasi, Targetkan Zulhas Jadi Wapres 2029</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 17:34:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PAN Sumut Mantapkan Konsolidasi, Targetkan Zulhas Jadi Wapres 2029]]></title>
            <description><![CDATA[Medan  Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara memperkuat konsolidasi internal melalui pelaksanaan Musya]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara memperkuat konsolidasi internal melalui pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak yang digelar secara daring di Kantor DPW PAN Sumut, Minggu (26/4/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua DPW PAN Sumut, Syah Afandin, menegaskan bahwa langkah konsolidasi ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendorong Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, menjadi Wakil Presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang.<br>"Pemanta<a href="https://www.sumut24.co/tag/pan/" target="_blank">pan</a> konsolidasi ini dilaksanakan demi memperjuangkan ketua umum menjadi pimpinan nasional (wapres) pada Pilpres 2029," ujar Syah Afandin dalam sambutannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, seluruh kader PAN di berbagai tingkatan harus solid dan satu komando dalam memperjuangkan target tersebut. Ia menilai peluang tersebut terbuka, mengingat posisi PAN saat ini sebagai bagian dari pemerintahan, dengan Zulkifli Hasan yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syah Afandin yang juga menjabat sebagai Bupati Langkat, optimistis target PAN masuk tiga besar pada Pemilu 2029 dapat tercapai jika konsolidasi partai berjalan efektif hingga ke tingkat akar rumput.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai langkah awal, DPW PAN Sumut telah melaksanakan Muscab serentak yang diikuti oleh 25 DPD PAN kabupaten/kota se-Sumatera Utara melalui platform daring. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan langsung dari ketua umum partai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga mengingatkan para pengurus DPD yang baru menerima surat keputusan (SK) agar segera aktif menjalankan program kerja dan memperkuat struktur organisasi partai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Mesin partai harus terus bergerak. Para pimpinan DPD harus aktif dalam konsolidasi dan realisasi program kerja," tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ke de<a href="https://www.sumut24.co/tag/pan/" target="_blank">pan</a>, DPW PAN Sumut berencana melanjutkan agenda konsolidasi melalui pelantikan pengurus wilayah serta pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelaksanaan Muscab serentak ini dipimpin oleh Ketua Panitia Organizing Committee (POK) DPW PAN Sumut, Yahdi Khoir Harahap, bersama Bendahara DPW Mora Harahap dan Suartono. Sejumlah pengurus harian turut hadir dalam kegiatan tersebut, yang berlangsung lancar dan sukses.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui rangkaian konsolidasi ini, PAN Sumut menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur partai sekaligus mengamankan target politik menuju 2029.red]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_5041_PAN-Sumut-Mantapkan-Konsolidasi--Targetkan-Zulhas-Jadi-Wapres-2029.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/politik/281613/pan-sumut-mantapkan-konsolidasi-targetkan-zulhas-jadi-wapres-2029/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Perjuangkan Ketum Zulhas Jadi Pimpinan Nasional, PAN Sumut Mantapkan Konsolidasi Lewat Muscab Serentak</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 16:49:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Perjuangkan Ketum Zulhas Jadi Pimpinan Nasional, PAN Sumut Mantapkan Konsolidasi Lewat Muscab Serentak]]></title>
            <description><![CDATA[Medan  DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara memantapkan konsolidasi partai melalui pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) serent]]></description>
            <content><![CDATA[Medan | DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara memantapkan konsolidasi partai melalui pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak se-Sumut yang dilakukan secara daring di Kantor DPW PAN Sumut, Minggu (26/4/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Pemantapan konsolidasi ini dilaksanakan demi memperjuangkan ketua umum DPP PAN Zulkifli Hasan menjadi pimpinan nasional (wapres) pada Pilpres 2029 mendatang," kata Ketua DPW PAN Sumut, H Syah Afandin SH dalam sambutannya saat membuka perhelatan Muscab tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dikatakannya, segenap kader Partai Amanat Nasional di semua tingkatan di manapun berada, harus kompak dan satu komando dalam membela dan memperjuangkan ketua umum menjadi pimpinan nasional, karena saat ini sudah menjadi bahagian dari kekuasaan, yang diamanahkan menjadi Menko Pangan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk itu, kata Bupati Langkat yang akrab disapa Ondim ini mengatakan, target untuk meraih tiga besar pada Pemilu 2029 bukan sesuatu yang mustahil untuk digapai, jika konsolidasi partai bisa dilaksanakan dengan baik, mulai dari tingkat cabang hingga ranting.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langkah awal yang dilaksanakan DPW PAN Sumut sesuai dengan arahan dan petunjuk ketum Zulhas, yaitu menuntaskan konsolidasi melalui pelaksanaan Muscab serentak yang diikuti lewat zoom oleh 25 DPD PAN kabupaten/ kota se-Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih jauh dalam sambutannya, Ondim mengingatkan mesin partai harus terus bergerak. "Kepada para pimpinan DPD PAN yang barusan sudah menerima SK sebagai ketua, sekretaris dan bendahara supaya lebih aktif dalam melaksanakan konsolidasi dan realisasi program kerja," harapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ondim menambahkan, pasca perhelatan Muscab serentak gelombang 1 ini, DPW PAN Sumut juga akan segera melaksanakan pelantikan DPW dan rapat kerja wilayah (Rakerwil).&lt;/p&gt; &lt;p&gt; "Sesuai arahan ketua umum, DPW akan terus meningkatkan penguatan infrastruktur dan konsolidasi partai, demi mewujudkan target membawa Pak Zulhas menduduki kepemimpinan nasional," tegas Ondim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelaksanaan Muscab serentak yang berlangsung lancar dan sukses ini, dipimpin Ketua POK DPW PAN Sumut Ir H Yahdi Khoir Harahap MBA bersama Bendahara DPW Mora Harahap dan Suartono. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadir pengurus harian Hermansyah Lubis, Zuraida Ghina, Agus Salim Ujung, Jahidin Hidayat Daulay, Nasrullah, Dini Nasution, Ahmad Khairuddin, Welly Susanto, Muhammad Gusti, Tengku Elfina dan Eva Lariyanti.red]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_9411_Perjuangkan-Ketum-Zulhas-Jadi-Pimpinan-Nasional--PAN-Sumut-Mantapkan-Konsolidasi-Lewat-Muscab-Serentak.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/politik/281612/perjuangkan-ketum-zulhas-jadi-pimpinan-nasional-pan-sumut-mantapkan-konsolidasi-lewat-muscab-serentak/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Andar Amin Harahap Nahkodai IKA SMAN 2 Padang Sidempuan, Terpilih di Munas Jakarta</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 16:48:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Andar Amin Harahap Nahkodai IKA SMAN 2 Padang Sidempuan, Terpilih di Munas Jakarta]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA  Andar Amin Harahap Nahkodai IKA SMAN 2 Padang Sidempuan, Terpilih di Munas JakartaMunas tersebut dihadiri perwakilan Dewan Pimpi]]></description>
            <content><![CDATA[JAKARTA &ndash; <a href="https://www.sumut24.co/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> Amin Harahap Nahkodai IKA SMAN 2 Padang Sidempuan, Terpilih di Munas Jakarta<br>Munas tersebut dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari sejumlah wilayah, di antaranya Padang Sidempuan, Sumatera Utara, Bali, Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, hingga Riau-Kepulauan Riau. Kehadiran para alumni dari berbagai daerah ini menegaskan soliditas dan komitmen memperkuat jaringan alumni.<p></p><p>Dalam proses pemilihan, terdapat tiga kandidat yang maju sebagai calon Ketua Umum, yakni M. Kahfi Siregar, M. Syahril Harahap, dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> Amin Harahap. Setelah melalui mekanisme musyawarah, forum akhirnya menetapkan <a href="https://www.sumut24.co/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> Amin Harahap sebagai ketua terpilih.</p><p>Ketua Umum sebelumnya, Komjen Pol (Purn) Usman Nasution, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin maju dan berkontribusi bagi alumni.</p><p>Apresiasi juga disampaikan Novan Efendy Siregar atas terpilihnya <a href="https://www.sumut24.co/tag/andar/" target="_blank">Andar</a>. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan antar alumni.</p><p>"Kita ucapkan selamat dan sukses. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik serta semakin mempererat silaturahmi sesama alumni," ujar Novan Siregar yang juga dikenal sebagai Ketua Gabsi ( Gabungan Bridge Seluruh Indonesia ) Sumatera Utara.</p><p>Sementara itu, jalannya persidangan dipimpin oleh Raja Siregar, Taty Ariani Tambunan, dan Soleh Purba.</p><p>Dengan terpilihnya <a href="https://www.sumut24.co/tag/andar/" target="_blank">Andar</a> Amin Harahap, diharapkan IKA SMAN 2 Padang Sidempuan semakin solid serta mampu menjadi wadah kolaborasi alumni dalam berbagai bidang ke depan.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_3707_Andar-Amin-Harahap-Nahkodai-IKA-SMAN-2-Padang-Sidempuan--Terpilih-di-Munas-Jakarta.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/281611/andar-amin-harahap-nahkodai-ika-sman-2-padang-sidempuan-terpilih-di-munas-jakarta/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polsek Beringin Bongkar Kasus Penculikan Anak, LPA: Negara Tak Boleh Kalah dari Pelaku Kejahatan</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 15:51:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polsek Beringin Bongkar Kasus Penculikan Anak, LPA: Negara Tak Boleh Kalah dari Pelaku Kejahatan]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co Deliserdang, Gerak cepat jajaran Polsek Beringin mengungkap kasus penculikan anak yang sempat mengguncang rasa aman publik menda]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -Deliserdang, Gerak cepat jajaran Polsek Beringin mengungkap kasus penculikan anak yang sempat mengguncang rasa aman publik mendapat apresiasi keras dari Lembaga Perlindungan Anak (<a href="https://www.sumut24.co/tag/lpa/" target="_blank">LPA</a>) Kabupaten Deli Serdang. Keberhasilan ini dinilai bukan sekadar penegakan hukum, melainkan ujian nyata kehadiran negara dalam melindungi anak dari ancaman kejahatan serius.</p>Ketua <a href="https://www.sumut24.co/tag/lpa/" target="_blank">LPA</a> Deli Serdang, Junaidi Malik, menegaskan bahwa respons sigap aparat kepolisian telah mencegah dampak yang lebih buruk terhadap korban sekaligus memutus rantai kejahatan yang berpotensi meluas.</p>&quot;Ini bukan kasus biasa. Penculikan anak adalah kejahatan serius yang mengancam masa depan generasi. <a href="https://www.sumut24.co/tag/negara/" target="_blank">Negara</a> tidak boleh kalah dari pelaku kejahatan. Apa yang dilakukan Polsek Beringin adalah bukti negara hadir dan bertindak,&quot; tegas Junaidi Malik, Sabtu (25/4/2026).</p>Ia mengingatkan, kasus ini harus menjadi alarm keras bagi seluruh elemen, karena fakta di lapangan menunjukkan anak-anak masih menjadi target empuk pelaku kejahatan akibat lemahnya pengawasan dan rendahnya literasi perlindungan diri.</p>&quot;Jangan tunggu korban berikutnya. Orang tua harus lebih waspada, lingkungan harus peduli, dan anak-anak harus dibekali pengetahuan dasar untuk melindungi diri. Ini tanggung jawab kolektif,&quot; ujarnya.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/lpa/" target="_blank">LPA</a> juga menyoroti bahwa penanganan kasus tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku. Pemulihan korban, baik secara psikologis maupun sosial, menjadi tahap krusial yang kerap terabaikan.</p>&quot;Trauma anak tidak selesai saat pelaku ditangkap. <a href="https://www.sumut24.co/tag/negara/" target="_blank">Negara</a> dan semua pihak harus memastikan korban benar-benar pulih dan kembali merasa aman,&quot; katanya.</p>Menutup pernyataannya, Junaidi menegaskan bahwa kepedulian publik adalah benteng pertama perlindungan anak.</p>&quot;Kalau kita abai, pelaku akan selalu punya ruang. Melindungi anak bukan pilihan, tapi kewajiban bersama,&quot; pungkasnya. (Sopian/Rodes)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_3745_Polsek-Beringin-Bongkar-Kasus-Penculikan-Anak--LPA--Negara-Tak-Boleh-Kalah-dari-Pelaku-Kejahatan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/281610/polsek-beringin-bongkar-kasus-penculikan-anak-lpa-negara-tak-boleh-kalah-dari-pelaku-kejahatan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Musda HDCI Sumut 2026: Bro Tengku Rinel Terpilih Aklamasi, Siap Perkuat Soliditas Organisasi</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 14:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Musda HDCI Sumut 2026: Bro Tengku Rinel Terpilih Aklamasi, Siap Perkuat Soliditas Organisasi]]></title>
            <description><![CDATA[Musda HDCI Sumut 2026 Bro Tengku Rinel Terpilih Aklamasi, Siap Perkuat Soliditas Organisasi]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medan &mdash; Musyawarah Daerah (Musda) Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Sumatera Utara yang digelar pada 25 April 2026 berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Dalam forum tersebut, Bro Tengku Rinel resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua HDCI Sumut, menggantikan Bro Ijeck yang telah memimpin selama 27 tahun.<br>Ketua HDCI Sumut terpilih, Tengku Rinel, mengatakan amanah yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar untuk melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus menjaga marwah organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Terima kasih atas kepercayaan seluruh anggota. Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi kemenangan kita bersama. Saya berkomitmen untuk menjaga soliditas, memperkuat persaudaraan (brotherhood), serta membawa HDCI Sumut semakin aktif dan bermanfaat bagi masyarakat,&quot; ujarnya.<br>Ia juga menegaskan akan melanjutkan program-program positif yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya, sekaligus membuka ruang inovasi agar organisasi semakin adaptif dan relevan.<br>&quot;Saya menghormati dan mengapresiasi kepemimpinan Bro Ijeck selama 27 tahun. Ke depan, kita akan melanjutkan yang sudah baik dan meningkatkan peran HDCI, baik di bidang sosial maupun kegiatan otomotif,&quot; tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain Musda tingkat provinsi, kegiatan juga dirangkai dengan Musyawarah Cabang (Muscab). Untuk HDCI Medan, Bro Musa Arjianshah terpilih sebagai ketua, sementara HDCI Deli Serdang dipimpin oleh Bro Simon.<br>Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan pusat HDCI, yakni Bro Arbain, Bro Alken, dan Bro Dadan, yang memberikan dukungan terhadap kepengurusan baru.<br>Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan lancar, mencerminkan kuatnya solidaritas dan semangat kebersamaan di tubuh HDCI Sumatera Utara.rel]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_9560_Musda-HDCI-Sumut-2026--Bro-Tengku-Rinel-Terpilih-Aklamasi--Siap-Perkuat-Soliditas-Organisasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281609/musda-hdci-sumut-2026-bro-tengku-rinel-terpilih-aklamasi-siap-perkuat-soliditas-organisasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Walimatul Safar Haji Jamaah Masjid Assyakirin, Tiga Calon Haji Dilepas dengan Doa Bersama</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 13:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Walimatul Safar Haji Jamaah Masjid Assyakirin, Tiga Calon Haji Dilepas dengan Doa Bersama]]></title>
            <description><![CDATA[Walimatul Safar Haji Jamaah Masjid Assyakirin, Tiga Calon Haji Dilepas dengan Doa Bersama]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>Medan &mdash; Suasana haru dan khidmat menyelimuti kegiatan Walimatul Safar <a href="https://www.sumut24.co/tag/haji/" target="_blank">Haji</a> yang digelar oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan jamaah Masjid Assyakirin, Ahad (26/4/2026). Acara ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama bagi jamaah yang akan berangkat menunaikan ibadah haji.<br>Tiga calon jamaah haji yang dilepas dalam kegiatan tersebut yakni Miranda Lubis, Roslila Lubis, dan Farida Irawati Siregar. Ketiganya merupakan bagian dari rombongan haji Kloter 8 yang dijadwalkan berangkat pada Rabu, 29 April 2026 pukul 09.00 WIB.<br>Kegiatan diawali dengan pengajian rutin yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi upah-upah dan doa bersama. Dalam suasana penuh kekeluargaan, para jamaah dan masyarakat sekitar turut memberikan doa agar seluruh calon haji diberikan kesehatan, kelancaran selama perjalanan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.<br>Pengurus BKM Assyakirin Asren Nasution menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi yang terus dijaga sebagai bentuk kebersamaan dan dukungan moral kepada jamaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud kepedulian dan doa dari seluruh jamaah agar saudara-saudara kita dimudahkan dalam menjalankan rukun Islam kelima,&quot; ujarnya.<br>Acara ditutup dengan salam-salaman dan pemberian ucapan selamat dari para jamaah kepada calon haji, yang tampak terharu menerima doa dan dukungan dari masyarakat.<br>Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para calon jamaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta membawa keberkahan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.red]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_4069_Walimatul-Safar-Haji-Jamaah-Masjid-Assyakirin--Tiga-Calon-Haji-Dilepas-dengan-Doa-Bersama.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281608/walimatul-safar-haji-jamaah-masjid-assyakirin-tiga-calon-haji-dilepas-dengan-doa-bersama/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>