<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Fri, 07 Aug 2026 12:13:51 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Duta Genre Harus Jadi Penggerak Remaja, Rico Waas: Jangan Hanya Aktif Saat Ada Acara</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 11:31:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Duta Genre Harus Jadi Penggerak Remaja, Rico Waas: Jangan Hanya Aktif Saat Ada Acara]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas berpesan kepada para finalis Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Medan 2026 agar]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas berpesan kepada para finalis Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Medan 2026 agar tidak hanya menjadikan gelar sebagai sebuah prestise, tetapi mampu menjadi penggerak remaja yang hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, Duta Genre harus aktif memberikan edukasi, menjadi konselor sebaya, serta mengajak generasi muda menjauhi berbagai perilaku berisiko.</p><br></p>Pesan tersebut disampaikan Rico Waas melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Laksamana Putra Siregar pada perhelatan Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Medan Tahun 2026 di Hotel Grand Mercure, Kamis (6/8/2026). Acara ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Medan yang juga Bunda Genre Kota Medan, Airin Rico Waas, bersama jajaran perangkat daerah dan para undangan.</p><br></p>Menurut Rico Waas, pemilihan Duta Genre ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus keteladanan dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat.</p><br></p>Pada ajang tersebut, Dhafa Khairi dan Syifa Bunga Caesarilya terpilih sebagai Duta Utama Genre Kota Medan 2026. Sementara Galih Hadi Prawira dan Alifah Dzatil Izzah dinobatkan sebagai Runner Up I, disusul Deni Prana dan Agnes Nataneila Lim sebagai Runner Up II. Adapun Faturrohman Al Gozi Harahap dan Raisya Kanya Lethizia terpilih sebagai Juara Favorit. Bunda Genre Medan, Airin Rico Waas, menyematkan selempang juga menyerahkan trofi dan berbagai hadiah lainnya kepada para Duta Genre terpilih.</p><br></p>Rico Waas mengatakan, para pemenang mengemban tanggung jawab besar sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menyosialisasikan pentingnya perencanaan kehidupan bagi remaja. Mereka diharapkan mampu mengedukasi teman sebaya tentang perencanaan pendidikan, karier, hingga kehidupan berkeluarga yang sehat dan berkualitas.</p><br></p>"Duta Genre harus hadir di tengah remaja dengan pesan yang jelas, dekat, dan mudah dipahami. Sebagai konselor sebaya, kalian harus mampu menjadi tempat berbagi, memberikan informasi yang benar, dan mengarahkan kawan-kawan sebaya kepada pilihan hidup yang sehat. Jangan hanya aktif ketika ada acara, tetapi harus terus bergerak di sekolah, lingkungan, dan komunitas," kata Rico Waas.</p><br></p>Ia menjelaskan, Duta Genre juga memiliki peran penting mengajak remaja menghindari pernikahan dini, hubungan seksual di luar pernikahan, serta penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.</p><br></p>Rico Waas menegaskan kemampuan berbicara saja tidak cukup. Seorang Duta Genre harus mampu menunjukkan sikap, perilaku, dan keteladanan yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.</p><br></p>"Duta yang terpilih harus mampu menjadi contoh dalam merencanakan pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga. Masyarakat memerlukan anak-anak muda yang berani menyampaikan pentingnya mencegah pernikahan dini, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, serta perilaku berisiko lainnya," ujarnya.</p><br></p>Selain itu, Rico Waas mengingatkan seluruh remaja Kota Medan agar tidak mudah terpengaruh narkotika, judi online, tindakan kekerasan, bullying, maupun bentuk pergaulan negatif lainnya yang dapat merusak masa depan.</p><br></p>"Beranilah menolak ajakan yang salah, walaupun ajakan itu datang dari kawan sendiri. Rencanakan masa depan dengan matang dan jangan biarkan keputusan sesaat merusak cita-cita yang sudah kalian bangun," pesannya.</p><br></p>Rico Waas juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, ayah dan ibu memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan arahan, pengawasan, serta membangun komunikasi yang sehat sehingga keluarga menjadi tempat pertama bagi anak memperoleh perlindungan dan dukungan untuk merencanakan masa depan. Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_6812_Duta-Genre-Harus-Jadi-Penggerak-Remaja--Rico-Waas--Jangan-Hanya-Aktif-Saat-Ada-Acara.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285002/duta-genre-harus-jadi-penggerak-remaja-rico-waas-jangan-hanya-aktif-saat-ada-acara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">M. Raihan Taekwondoin Sumut Melenggang ke Asian Games</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 10:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[M. Raihan Taekwondoin Sumut Melenggang ke Asian Games]]></title>
            <description><![CDATA[M. Raihan Taekwondoin Sumut Melenggang ke Asian Games]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan - Setelah menumbangkan atlet India Akshay Hooda dengan nilai 2-0 di laga final yang berlangsung di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Muhammad Raihan Fadila, atlet asal Sumut ini membuktikan ketangguhannya.<br>Menurut ketua Pengprov TI Sumut H. Hamdani Syahputra S.sos, MH, kepada media, Jumat (7/8) pukul 10.00 wib, dengan berhasilnya Raihan meraih medali emas di kejuaraan G2 ini poinnya bertambah 20 point.<br>&quot;Insya Allah, dengan berhasil meraih emas di Indonesia Open ini, M. Raihan harapannya bisa mendapat line up untuk bermain di <a href="https://www.sumut24.co/tag/asian/" target="_blank">Asian</a> Games di Nagoya, Jepang,&quot;ungkap wakil ketua DPRD Deli Serdang ini.<br>Ia juga mengucapkan terima kasih kepada penasehat DR. H. Musa Rajekshah yang selalu mensuport baik moril maupun materil kepada atlit-atlit di Sumut.<br>Pria yang akrab disapa bang Danny ini juga mengucapkan terima kasih kepada ketua umum PBTI bapak Letjen TNI TP. Ricard Tampubolon yang selalu mendukung atlit Sumut, M. Raihan.<br>&quot;Saat Raihan berhasil mengalahkan atlit India, Ketum begitu terlihat gembira, karena dari 33 atlit pelatnas yang ikut bertanding dari kelas Kyorugi M. Raihan satu-satunya yang memperoleh emas. Sedangkan satu lagi medali emas disumbangkan kelas putri kyorugi dari Jabar. Kemudian 3 emas lagi disumbangkan dari kelas Poomsae,&quot;ungkap Hamdani seraya mengucapkan atlit-atlit Sumut yang ikut dikejuaraan internasional Indonesia Open ini bisa mengambil pelajaran dan pengalaman. (Iza)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_207_M--Raihan-Taekwondoin-Sumut-Melenggang-ke-Asian-Games.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284990/m-raihan-taekwondoin-sumut-melenggang-ke-asian-games/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gubernur Bobby Nasution Soroti Harga Beras, Pemprov Sumut Gelar GPM</guid>
            <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 08:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gubernur Bobby Nasution Soroti Harga Beras, Pemprov Sumut Gelar GPM]]></title>
            <description><![CDATA[Gubernur Bobby Nasution Soroti Harga Beras, Pemprov Sumut Gelar GPM]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah pasar. Langkah ini sebagai upaya mengendalikan harga pangan, khususnya beras, dan bahan pokok lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Diatanpang) Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung melalui Sekretaris Dinas Yusfahri Perangin-angin menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan operasi Gerakan Pangan Murah di beberapa tempat. Seperti di Pasar Sukaramai Kota Medan, bahan pokok seperti beras, minyak goreng dan gula dijual dengan harga lebih murah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Hari ini kita melaksanakan Gerakan Pangan Murah, tujuannya untuk menyediakan pasokan bahan pangan dan juga mejaga stabilitas harga di tingkat konsumen, seperti beras, minyak goreng dan cabai. Kemudian yang paling penting adalah dalam rangka mengendalikan inflasi," ujar Fahri saat menggelar GPM di Pasar Sukaramai, Medan, Kamis (6/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gerakan Pangam Murah ini lanjut Fahri, merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral dengan mengundang BI, BPS, Bulog, BUMD dan pihak terkait lainnya. Serta berdasarkan arahan Gubernur Sumut, Bobby Nasution untuk melakukan langkah pengendalian harga pangan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dan kita akan laksanakan Gerakan Pangan Murah ini secara berkelanjutan. Jadi setiap Senin kita buka di Pasar Sukaramai dan setiap Selasa kita buka di Pasar Sei Sikambing Medan," katanya yang melibatkan pihak Bulog langsung dalam GPM tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution telah menyoroti kenaikan harga sejumlah komoditi pangan, khususnya beras yang naik perlahan. Karenanya ia meminta seluruh pihak terkait, berkolaborasi untuk mengendalikan harga komoditi pangan, terutama yang memengaruhi inflasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Hari ini banyak yang mengeluhkan tentang harga pangan, yang terus beranjak naik. <br>Contohnya beras, kenaikannya mungkin pelan. Tetapi sampai dengan hari ini, mungkin sudah sampai ke titik ketidaksanggupan masyarakat," ujar Gubernur Bobby Nasution beberapa waktu lalu menyoroti beberapa komoditas pangan sebagai penyumbang inflasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Gubernur Bobby Nasution, kenaikan harga beras secara perlahan ini mungkin tidak begitu terasa bagi sejumlah kalangan. Namun ia meyakini, kenaikan sebesar Rp2.000 per kilogram itu sangat terasa bagi masyarakat kecil. (*)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_9666_Gubernur-Bobby-Nasution-Soroti-Harga-Beras--Pemprov-Sumut-Gelar-GPM.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284989/gubernur-bobby-nasution-soroti-harga-beras-pemprov-sumut-gelar-gpm/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 20:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA]]></title>
            <description><![CDATA[Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA]]></description>
            <content><![CDATA[Medan&ndash; Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang akademik. Program <a href="https://www.sumut24.co/tag/studi/" target="_blank">Studi</a> Diploma Tiga (D3) Perpajakan, Fakultas Sosial Sains, resmi memperoleh Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Predikat ini menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan yang telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi terbaik di Indonesia.<p></p><p>Penetapan Akreditasi Unggul tersebut berdasarkan Keputusan LAMEMBA Nomor 199/DE/A.5/LAMEMBA-U/VII/2026 yang diterbitkan pada 24 Juli 2026. Sertifikat akreditasi menyatakan bahwa Program <a href="https://www.sumut24.co/tag/studi/" target="_blank">Studi</a> Perpajakan Program Diploma III Universitas Pembangunan Panca Budi, Kota Medan memperoleh status Terakreditasi Unggul, dengan masa berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 24 Juli 2026 hingga 24 Juli 2031.</p><p>Capaian ini merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan UNPAB dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas melalui penguatan tata kelola, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penyempurnaan kurikulum berbasis kebutuhan industri, serta pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama dengan berbagai mitra strategis.</p><p>Di bawah kepemimpinan Ketua Program <a href="https://www.sumut24.co/tag/studi/" target="_blank">Studi</a> D3 Perpajakan, Noviani, S.E., M.Si., berbagai program peningkatan mutu akademik terus diimplementasikan secara konsisten. Mulai dari pengembangan pembelajaran yang adaptif terhadap dinamika regulasi perpajakan, peningkatan kompetensi dosen, hingga penguatan hubungan dengan dunia usaha, dunia industri, dan instansi pemerintah sebagai mitra pembelajaran mahasiswa.</p><p>Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan dan pembinaan Dekan Fakultas Sosial Sains, Assoc. Prof. Dr. E. Rusiadi, S.E., M.Si., yang terus mendorong budaya mutu di lingkungan fakultas. Raihan Akreditasi Unggul menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Sosial Sains UNPAB dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.</p><p>Status Akreditasi Unggul memberikan nilai tambah bagi Program <a href="https://www.sumut24.co/tag/studi/" target="_blank">Studi</a> D3 Perpajakan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja. Selain itu, pencapaian ini semakin mempertegas posisi UNPAB sebagai perguruan tinggi yang konsisten menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas, relevan dengan perkembangan zaman, serta berorientasi pada kebutuhan dunia profesional.</p><p>Melalui capaian ini, Universitas Pembangunan Panca Budi akan terus memperkuat budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_9868_Program-Studi-D3-Perpajakan-Fakultas-Sosial-Sains-UNPAB-Resmi-Raih-Akreditasi-Unggul-dari-LAMEMBA.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/284988/program-studi-d3-perpajakan-fakultas-sosial-sains-unpab-resmi-raih-akreditasi-unggul-dari-lamemba/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">1,2 Kg Sabu Dimusnahkan Polresta Deli Serdang, Tiga Tersangka Gagal Edarkan Ribuan Dosis Narkoba&quot;.</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 19:35:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[1,2 Kg Sabu Dimusnahkan Polresta Deli Serdang, Tiga Tersangka Gagal Edarkan Ribuan Dosis Narkoba".]]></title>
            <description><![CDATA[1,2 Kg Sabu Dimusnahkan Polresta Deli Serdang, Tiga Tersangka Gagal Edarkan Ribuan Dosis Narkoba&quot.]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;DELI SERDANG &ndash; Komitmen Polresta Deli Serdang dalam memerangi peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan. Sebanyak 1.266,04 gram sabu dimusnahkan dengan cara direbus menggunakan air panas dan dibakar dalam kegiatan pemusnahan barang bukti yang digelar di Aula Satlantas Polresta Deli Serdang, Kamis (6/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemusnahan tersebut merupakan tindak lanjut dari pengungkapan dua kasus narkotika menonjol yang melibatkan tiga tersangka, berinisial HM, ADH dan LS alias Gaweng.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kasus pertama, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang menyita 817,24 gram sabu dari dua orang tersangka HM dan ADH. Sementara pada kasus kedua, polisi mengamankan 495,76 gram sabu dari tangan LS alias Gaweng.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara keseluruhan, aparat berhasil menyita 1.326,2 gram sabu. Setelah sebagian disisihkan untuk kepentingan pembuktian di persidangan, sebanyak 1.266,04 gram dimusnahkan sesuai ketentuan hukum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi memperkirakan keberhasilan pengungkapan dua kasus tersebut telah menyelamatkan sedikitnya 5.304 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Nilai ekonomis barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai Rp265,2 juta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., melalui Wakapolresta Deli Serdang AKBP Juliani Prihartini, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bukti nyata keseriusan Polri dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami akan terus melakukan pemberantasan narkotika secara berkelanjutan. Tidak hanya menangkap para pelaku di lapangan, tetapi juga memburu jaringan yang berada di balik peredaran narkoba, baik di dalam maupun luar daerah. Pemusnahan ini juga menjadi bagian dari percepatan proses hukum terhadap para tersangka," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif membantu aparat kepolisian dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar Deli Serdang benar-benar terbebas dari ancaman narkoba," tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Kasatresnarkoba Polresta Deli Serdang Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa sabu yang berhasil diamankan tersebut diduga akan diedarkan di wilayah Kabupaten Deli Serdang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Pengungkapan ini berhasil menggagalkan rencana peredaran sabu di Deli Serdang. Saat ini proses penyidikan terhadap para tersangka terus berjalan. Untuk tersangka yang berstatus pengguna, penanganannya dilakukan sesuai mekanisme asesmen bersama BNN Kabupaten Deli Serdang," jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kompol Dr. Fery Kusnadi menegaskan, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang akan terus meningkatkan upaya penindakan terhadap jaringan narkotika yang menjadikan Deli Serdang sebagai daerah pemasaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami mengimbau masyarakat agar tidak takut melapor apabila mengetahui adanya peredaran narkoba. Setiap informasi yang diberikan akan kami tindak lanjuti. Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama," tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan pemusnahan barang bukti turut dihadiri perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Kejaksaan Negeri Deli Serdang, BNN Kabupaten Deli Serdang, Bidang Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang, PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Kualanamu, para Pejabat Utama Polresta Deli Serdang, serta penasihat hukum Lihardo Sinaga, S.H., M.H., CPArb., CPM &amp; Partners.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemusnahan barang bukti ini menjadi penegasan bahwa Polresta Deli Serdang tidak memberi ruang bagi peredaran narkotika. Selain memastikan seluruh barang bukti dimusnahkan secara transparan sesuai prosedur hukum, kegiatan ini juga menjadi pesan tegas bahwa setiap jaringan narkoba yang berupaya merusak generasi bangsa akan terus diburu dan ditindak tanpa kompromi.rel]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_7087_1-2-Kg-Sabu-Dimusnahkan-Polresta-Deli-Serdang--Tiga-Tersangka-Gagal-Edarkan-Ribuan-Dosis-Narkoba-quot--.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284987/12-kg-sabu-dimusnahkan-polresta-deli-serdang-tiga-tersangka-gagal-edarkan-ribuan-dosis-narkobaquot/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 19:32:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau]]></title>
            <description><![CDATA[Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau]]></description>
            <content><![CDATA[<br>PANGKALPINANG &ndash; Asisten Intelijen (Asintel) Satlap Tricakti, Kolonel Inf Rudi Firmansyah, memberikan penjelasan mengenai pemberitaan yang berkembang terkait penanganan 53 ton pasir timah di salah satu rumah di kawasan Air Merbau, Kabupaten Belitung. Menurutnya, terdapat sejumlah hal yang perlu diluruskan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh.<br>Rudi menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki Satlap Tricakti, material tersebut merupakan milik mitra PT <a href="https://www.sumut24.co/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> yang telah tercatat dalam pengawasan Satlap. Ia mengatakan salah satu tugas Satlap Tricakti adalah melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap tata kelola timah, termasuk menertibkan aktivitas yang diduga ilegal.<br>&quot;Kami mendata barang-barang milik mitra PT <a href="https://www.sumut24.co/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> agar tidak terjadi penyelewengan. Setelah didata, jumlahnya akan dicek secara berkala. Jika ada perubahan jumlah, tentu akan dimintai penjelasan,&quot; ujarnya.<br>Ia menerangkan, sejumlah mitra PT <a href="https://www.sumut24.co/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> untuk sementara menyimpan material di gudang atau rumah pribadi karena kapasitas gudang yang tersedia disebut sedang penuh. Menurutnya, penyimpanan tersebut dilakukan dengan mekanisme wajib lapor kepada Satlap Tricakti, sehingga keberadaan dan jumlah barang tetap berada dalam pengawasan.<br>Rudi menyebut Satlap Tricakti sebelumnya telah menyampaikan informasi tersebut kepada Kapolres Belitung. Dalam penjelasannya, Satlap menyampaikan bahwa material tersebut telah didata sebagai milik mitra PT <a href="https://www.sumut24.co/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> dan berada dalam pengawasan.<br>Namun, kata dia, pihaknya kemudian mengetahui adanya tindakan lanjutan berupa pengamanan barang oleh personil Ditreskrimsus Polda Babel. Kondisi itu, menurut Rudi, menimbulkan kesan adanya perbedaan pemahaman di lapangan.<br>&quot;Kami menganggap ini lebih kepada miskomunikasi. Sebelumnya kami sudah menjelaskan status barang yang kami awasi, tetapi kemudian ada tindakan lanjutan sehingga muncul dugaan ilegal. Karena itu kami merasa perlu memberikan penjelasan,&quot; katanya.<br>Terkait dugaan pelanggaran hukum, Rudi menegaskan Satlap Tricakti tidak pernah menghalangi proses penegakan hukum. Ia mengatakan saat barang diamankan, personel Satlap tidak melakukan intervensi dan membiarkan aparat kepolisian menjalankan tugasnya.<br>&quot;Silakan dilakukan pemeriksaan. Kalau memang terbukti ilegal, katakan ilegal. Tetapi apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ilegal, maka sampaikan juga apa adanya. Kami tidak menghalangi maupun mengintimidasi siapa pun,&quot; ujarnya.<br>Rudi juga menjelaskan bahwa keberadaan material di lokasi penyimpanan bukan berarti terdapat indikasi penyelundupan. Menurutnya, dugaan penyelundupan harus dibuktikan melalui proses hukum dan fakta-fakta yang ditemukan dalam penyidikan.<br>Ia menambahkan, Satlap Tricakti bersama PT <a href="https://www.sumut24.co/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> terus berupaya mengoptimalkan kapasitas gudang agar material milik mitra yang telah terdata dapat dipindahkan ke lokasi penyimpanan resmi.<br>Lebih lanjut, Rudi menyebut kerja sama yang menjadi dasar penyimpanan material tersebut berkaitan dengan Surat Perintah Kerja (SPK) CV Heiro Jaya Persada yang berada di wilayah Belitung dan Belitung Timur.<br>Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan koordinasi antarlembaga agar tidak terjadi perbedaan persepsi dalam penanganan perkara. Menurutnya, klarifikasi mengenai status material juga dapat diperoleh melalui PT <a href="https://www.sumut24.co/tag/timah/" target="_blank">Timah</a> terkait kemitraan maupun data pengawasan yang telah dilakukan Satlap Tricakti.<br>Sementara itu, status hukum atas 53 ton pasir timah yang telah diamankan saat ini masih berada dalam proses penanganan aparat kepolisian. Penentuan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum sepenuhnya akan bergantung pada hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_3782_Asintel-Satlap-Tricakti-Beri-Penjelasan-Terkait-Penanganan-53-Ton-Pasir-Timah-di-Air-Merbau.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284986/asintel-satlap-tricakti-beri-penjelasan-terkait-penanganan-53-ton-pasir-timah-di-air-merbau/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">HOME SWEET LOAN THE MUSICAL HADIRKAN PERJALANAN KALUNA KE ATAS PANGGUNG DENGAN LIMA LAGU BARU KARYA IDGITAF</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 18:23:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[HOME SWEET LOAN THE MUSICAL HADIRKAN PERJALANAN KALUNA KE ATAS PANGGUNG DENGAN LIMA LAGU BARU KARYA IDGITAF]]></title>
            <description><![CDATA[HOME SWEET LOAN THE MUSICAL HADIRKAN PERJALANAN KALUNA KE ATAS PANGGUNG DENGAN LIMA LAGU BARU KARYA IDGITAFJakartasumut24.coAdaptasi musika]]></description>
            <content><![CDATA[HOME SWEET LOAN THE MUSICAL HADIRKAN PERJALANAN KALUNA KE ATAS PANGGUNG DENGAN LIMA LAGU BARU KARYA IDGITAF</p>&lt;p&gt;Jakarta|sumut24.co&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adaptasi musikal dari novel dan film populer ini akan dipentaskan dalam 23 pertunjukan dengan dua interpretasi Kaluna yang diperankan Kalya Islamadina dan Chintana Jo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6 Agustus 2026 &ndash; Setelah sukses diadaptasi ke layar lebar dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat, Home Sweet Loan, novel karya Almira Bastari, kini akan hadir di panggung musikal. Sebelumnya, kisah Kaluna telah diperkenalkan dalam format pertunjukan singkat bertajuk Aku Kaluna di Galeri Indonesia Kaya, yang kemudian menginisiasi awal perjalanan adaptasi ini. Kali ini,  Visinema bersama Indonesia Kaya berkolaborasi dengan Jakarta Art House menghadirkan Home Sweet Loan The Musical yang akan dipentaskan dalam 23 kali pertunjukan pada 30 September-18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada produksi musikal penuh ini, kisah Kaluna dihidupkan sebagai sebuah pertunjukan musikal yang memperluas pengalaman emosional penonton melalui perpaduan lagu, akting, dan koreografi. Home Sweet Loan The Musical mengajak penonton kembali merefleksikan dinamika keluarga, tekanan kehidupan urban, serta perjuangan menemukan ruang bagi diri sendiri di tengah besarnya tanggung jawab terhadap orang-orang yang dicintai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya, mengatakan, &quot;Indonesia Kaya percaya seni pertunjukan memiliki kekuatan untuk menghadirkan cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus membuka ruang lahirnya karya-karya baru yang relevan dengan zamannya. Melalui kolaborasi dengan Visinema dan Jakarta Art House dalam menghadirkan Home Sweet Loan The Musical, kami ingin terus memperkuat ekosistem teater musikal Indonesia melalui kolaborasi lintas industri, pengembangan talenta, dan hadirnya karya-karya berkualitas yang dapat dinikmati masyarakat luas. Kami juga bangga karena produksi ini melibatkan alumni Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya Indonesia Kaya sebagai bagian dari tim kreatif maupun pemain. Keterlibatan mereka menunjukkan bahwa ruang pembinaan talenta dapat berkembang menjadi karya pertunjukan berskala besar. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus membuka lebih banyak peluang bagi talenta Indonesia untuk bertumbuh, berkarya, dan menghadirkan semakin banyak karya yang menjangkau audiens lebih luas.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Home Sweet Loan The Musical ini mengangkat perjalanan Kaluna, seorang perempuan yang memimpikan sebuah rumah di tengah berbagai tanggung jawab yang ia emban terhadap keluarganya. Namun, pertunjukan ini bukan hanya tentang seseorang yang ingin memiliki rumah. Ini adalah kisah tentang seseorang yang terlalu lama menjadi rumah bagi semua orang, lalu belajar menyediakan ruang bagi dirinya sendiri. Di tengah meningkatnya biaya hidup, harga properti yang semakin sulit dijangkau, serta realitas sandwich generation dan beban sebagai tulang punggung keluarga, perjalanan Kaluna menjadi cerminan banyak generasi muda Indonesia saat ini. Sepanjang pertunjukan, penonton akan mengikuti perjalanan Kaluna yang perlahan belajar menetapkan batas dan memilih hidupnya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cristian Imanuell, Produser Visinema, menyampaikan, &quot;Sejak awal kami percaya bahwa Home Sweet Loan bukan sekadar tentang membeli rumah, tetapi tentang banyak orang yang selama ini memikul tanggung jawab tanpa pernah benar-benar bertanya apakah dirinya sendiri baik-baik saja. Ketika berkembang menjadi musikal, kami tidak ingin sekadar memindahkan cerita ke atas panggung. Kami ingin membuka ruang-ruang batin Kaluna yang sebelumnya belum sepenuhnya terdengar. Ketika dialog tidak lagi cukup menampung apa yang dirasakan, karakter menyanyikannya. Musikal ini juga mengajukan satu pertanyaan sederhana: apakah mencintai keluarga harus selalu berarti mengorbankan seluruh diri sendiri?&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Home Sweet Loan The Musical disutradarai oleh Dinda Lisa Reideka, dengan naskah musikal yang ditulis oleh Widya Arifianti bersama Yemima Krisantina. Melalui adaptasi ini, kisah ini dikembangkan ke dalam struktur pertunjukan musikal tanpa kehilangan kedekatan emosi yang menjadi kekuatan kisahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dinda Lisa Reideka, Sutradara Home Sweet Loan The Musical, mengatakan, &quot;Bagi saya, tantangan terbesar dalam mengadaptasi kisah ini ke panggung musikal adalah memastikan setiap elemen di atas panggung berbicara dengan bahasa yang sama. Akting, musik, koreografi, hingga tata artistik tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bersama-sama membawa penonton masuk ke perjalanan batin Kaluna. Harapannya, penonton bukan hanya mengikuti kisahnya, tetapi benar-benar merasakan setiap keputusan, keraguan, dan keberanian yang membentuk perjalanan hidupnya.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Almira Bastari, Penulis Novel Home Sweet Loan, adaptasi ini menjadi perjalanan baru bagi kisah yang pertama kali ia tuliskan sebagai potret perjuangan generasi muda dalam mencari tempat untuk pulang. &quot;Sejak awal saya menulis Home Sweet Loan, saya ingin bercerita tentang seseorang yang berjuang menemukan tempat yang benar-benar bisa disebut rumah. Bukan hanya rumah secara fisik, tetapi juga rumah yang memberi rasa aman dan memeluk dirinya. Lewat Kaluna, saya ingin menunjukkan bahwa menjadi anak bungsu bukan berarti hidupnya selalu lebih mudah. Ia justru menjadi sosok yang paling banyak memikul tanggung jawab. Saya berharap Home Sweet Loan The Musical dapat menghadirkan pelukan yang terasa lebih dekat, sehingga setiap orang selama ini terus bekerja keras dan berjuang untuk keluarganya bisa merasa bahwa cerita ini juga tentang mereka,&quot; ungkap Almira.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu pembaruan terbesar dalam adaptasi ini adalah hadirnya lima lagu orisinal baru karya Idgitaf, yang secara khusus diciptakan untuk membuka ruang batin Kaluna dan memperluas perjalanan emosionalnya. Lagu-lagu tersebut menjadi bagian dari narasi pertunjukan dan melengkapi pengalaman penonton dalam mengikuti perjalanan Kaluna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Idgitaf, yang bertindak sebagai Komposer, mengungkapkan, &quot;Menulis lagu untuk Home Sweet Loan The Musical menjadi pengalaman yang sangat berbeda karena setiap lagu harus menjadi bagian dari cerita, bukan sekadar mengiringi cerita. Saya mencoba menerjemahkan hal-hal yang mungkin tidak selalu bisa diucapkan Kaluna menjadi lagu. Semoga lagu-lagu ini bisa menjadi suara bagi banyak orang yang mungkin selama ini menyimpan perasaan yang sama.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Home Sweet Loan The Musical menghadirkan Kalya Islamadina dan Chintana Jo sebagai dua pemeran Kaluna. Kehadiran dua pemain ini merepresentasikan bahwa Kaluna bukan hanya milik satu wajah, melainkan banyak cara dalam menyimpan lelah, mencintai keluarganya, dan memperjuangkan dirinya sendiri. Pertunjukan ini juga dibintangi oleh 11 pemeran lainnya, didukung oleh 24 pemeran ensemble serta lebih dari 50 insan kreatif yang bekerja sama menghadirkan pengalaman teater musikal yang hangat, intim, dan menggetarkan hati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari sisi artistik,  koreografi garapan El Haq Latief dan Nudiandra Sarasvati merepresentasikan ritme kehidupan Jakarta serta tekanan kehidupan urban yang dihadapi para tokohnya. Sementara itu, Yandi Brownsu sebagai vocal director membimbing para pemain dalam membangun interpretasi vokal yang mampu menyampaikan emosi dan pergulatan batin setiap karakter. Keseluruhan elemen tersebut kemudian dipadukan dengan tata musik di bawah arahan Ivan Tangkulung yang mengembangkan aransemen dan struktur musikal yang menyatukan lima lagu orisinal karya Idgitaf dengan perjalanan dramatik pertunjukan, yang dibawakan secara live orchestra.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui pertunjukan ini, Home Sweet Loan The Musical mengajak penonton merefleksikan satu pertanyaan sederhana: kapan sebuah rumah masih layak disebut rumah jika seseorang tidak lagi merasa aman di dalamnya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk menyaksikan pertunjukan ini, tiket Home Sweet Loan The Musical telah tersedia di loket.com/homesweetloanthemusical. Informasi terbaru mengenai pertunjukan ini dapat diikuti melalui media sosial resmi @homesweetloanthemusical.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Red)&lt;/p&gt;</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_7916_HOME-SWEET-LOAN-THE-MUSICAL-HADIRKAN-PERJALANAN-KALUNA-KE-ATAS-PANGGUNG-DENGAN-LIMA-LAGU-BARU-KARYA-IDGITAF.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284985/home-sweet-loan-the-musical-hadirkan-perjalanan-kaluna-ke-atas-panggung-dengan-lima-lagu-baru-karya-idgitaf/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gandeng Komisi Informasi, Pemko Medan Sosialisasi Permendagri No. 2 Tahun 2026</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 18:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gandeng Komisi Informasi, Pemko Medan Sosialisasi Permendagri No. 2 Tahun 2026]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  Medan Pemko Medan melalui Dinas Kominfo Kota Medan menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 T]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p>&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> melalui Dinas Kominfo Kota Medan menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi di Lingkungan Kemendagri, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langkah strategis ini dilakukan guna memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik sekaligus memitigasi risiko sengketa informasi di jajaran aparatur daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;​Kegiatan tersebut dibuka oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Plh Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi, di Balai Kota Medan, Kamis (6/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sosialisasi yang berlangsung interaktif itu menghadirkan narasumber Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumut Abdul Harris Nasution dan Kadis Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane, serta diikuti oleh para sekretaris dari Perangkat Daerah, Kecamatan, Kelurahan, hingga Perusahaan Daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Plh Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi, menekankan bahwa seluruh kegiatan, khususnya yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan, bersumber dari masyarakat. Oleh sebab itu, transparansi serta akuntabilitas penggunaan anggaran menjadi kewajiban mutlak bagi aparatur pemerintah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;​"Masyarakat berhak mendapatkan kejelasan informasi. Namun kita juga harus memahami kriteria dan batasan informasi. Jangan sampai timbul persepsi subjektif dari pengelola yang justru memicu sengketa informasi publik," kata Erfin Fahrurrazi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka dari itu, Erfin Fahrurrazi mengatakan dengan hadirnya Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 ini, menjadi panduan resmi agar tidak ada keraguan dalam memilah mana informasi yang dapat dibuka dan dikecualikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;" Seluruh proses telah diatur dalam regulasi yang jelas. Jangan sampai semangat keterbukaan informasi ini salah dipahami, baik oleh kita selaku pengelola maupun oleh masyarakat selaku pemohon informasi," ujar Erfin Fahrurrazi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Erfin Farrurrazi juga mendorong percepatan pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) hingga ke tingkat Kelurahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane menghimbau kepada seluruh jajaran Perangkat Daerah, kecamatan, hingga kelurahan untuk memperkuat koordinasi dan merespons cepat setiap permintaan informasi publik, baik yang datang dari masyarakat, media, maupun LSM. Langkah ini guna menjaga kinerja dan reputasi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> dan Wali Kota Medan, sekaligus mempertahankan predikat Kota Informatif yang telah diraih lima kali berturut-turut dari Provinsi Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;​"Ini bukan tentang kita atau jabatan kita, tetapi tentang kinerja Pemko dan Wali Kota Medan. Jangan sampai kekhawatiran yang tidak perlu membuat kita takut membuka data, sehingga penilaian daerah kita justru menurun," ujar Arrahmaan Pane.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Arrahmaan Pane juga menyebutkan Dinas Kominfo Kota Medan saat ini sedang memetakan data dan membentuk tim khusus di setiap unit kerja guna memilah informasi yang bersifat terbuka dan mana yang dikecualikan sesuai standar aturan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami juga berkomitmen memberikan pendampingan bila adanya sengketa di komisi informasi, mulai dari tahap koordinasi hingga penanganan teknis sengekat," sebut Arrahmaan Pane.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Sinergi dan komunikasi adalah kunci. Begitu ada permintaan data atau dinamika di lapangan, segera koordinasikan dengan Dinas Kominfo. Kita cari solusinya bersama agar keterbukaan informasi publik di Kota Medan tetap berjalan transparan, akuntabel, dan terproteksi sesuai regulasi," tutupnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ditempat yang sama, Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumut Abdul Harris Nasution, dalam paparanya menjelaskan bahwa implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi di Lingkungan Kemendagri, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa, masih menghadapi sejumlah kendala. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Regulasi ini bila tidak dipahami secara menyeluruh, maka dikhawatirkan dapat meningkatan sengketa informasi antara institusi pemerintah dan insan pers.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;​"Maka dari itu dibutuhkan penguatan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di masing - masing instansi pemerintah,"ucap Abdul Harris.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak hanya itu saja, Abdul Harris juga memaparkan mengenai informasi apa saja yang boleh diberikan dan informasi apa yang harus melalui prosedur uji konsekuensi untuk menentukan kelayakannya dipublikasikan. (Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_2990_Gandeng-Komisi-Informasi--Pemko-Medan-Sosialisasi-Permendagri-No--2-Tahun-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284984/gandeng-komisi-informasi-pemko-medan-sosialisasi-permendagri-no-2-tahun-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dompet Dhuafa Waspada Gelar Ekselensia Leadership Camp untuk Penerima Beasiswa YES Angkatan V</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 18:17:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dompet Dhuafa Waspada Gelar Ekselensia Leadership Camp untuk Penerima Beasiswa YES Angkatan V]]></title>
            <description><![CDATA[Dompet Dhuafa Waspada Gelar Ekselensia Leadership Camp untuk Penerima Beasiswa YES Angkatan VLangkatsumut24.co Dompet Dhuafa Waspada mengge]]></description>
            <content><![CDATA[Dompet Dhuafa Waspada Gelar Ekselensia Leadership Camp untuk Penerima Beasiswa YES Angkatan V</p>Langkat|sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dompet Dhuafa Waspada menggelar Ekselensia Leadership Camp (ELC) bagi penerima Youth Ekselensia Scholarship (YES) Angkatan V di Taman Wisata Lyza, Stabat, Kabupaten Langkat, pada 25&ndash;26 Juli 2026. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan ini menjadi bagian dari masa orientasi program beasiswa yang bertujuan membentuk karakter, kepemimpinan, serta meningkatkan kapasitas penerima manfaat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ELC YES Angkatan V dilaksanakan secara serentak di 11 wilayah program, yakni Langkat, Aceh Utara, Pidie Jaya, Padang, Yogyakarta, Surabaya, Bogor, Palembang, Pekanbaru, Dumai, dan Sinjai. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembukaan kegiatan dilakukan secara hybrid pada 24 Juli 2026 dan diikuti sebanyak 106 penerima beasiswa dari seluruh Indonesia, kemudian dilanjutkan secara luring di masing-masing wilayah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Kabupaten Langkat, kegiatan mengusung tema "Lead Yourself, Impact Others" dan diikuti oleh penerima beasiswa, mentor, serta panitia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari pembekalan materi, pembiasaan ibadah, unjuk bakat, malam keakraban dan muhasabah, berbagi pengalaman bersama alumni, hingga outbound.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk membekali para peserta agar mampu mengembangkan potensi diri sejak dini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kesuksesan sebenarnya bisa diraih oleh semua orang yang mau memperbaiki diri, meningkatkan potensi, dan memahami peluang. Jika ketiga hal itu dijalankan dengan baik, lima hingga sepuluh tahun ke depan adik-adik akan mendapatkan karier yang sesuai dengan potensinya. Karena itu, manfaatkan proses dalam program beasiswa ini sebaik-baiknya," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, PIC Youth Ekselensia Scholarship Dompet Dhuafa Waspada, Putri, menjelaskan bahwa program YES tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Program Beasiswa YES dirancang oleh GreatEdunesia dan dijalankan di wilayah oleh Dompet Dhuafa Waspada untuk melahirkan generasi yang tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga di akhirat. Kami berharap seluruh peserta mengikuti arahan mentor sehingga mampu mencapai target pengembangan diri dan menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi masyarakat," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama kegiatan, peserta juga memperoleh materi mengenai dunia perkuliahan, organisasi, dan pengembangan prestasi yang disampaikan oleh Syahroni, guru SMAN 2 Besitang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, As&#039;ad Saifullah, Dewan Hakim MTQ Kabupaten Langkat, memberikan pembekalan motivasi serta teknik menghafal Al-Qur&#039;an untuk memperkuat kualitas ibadah dan akhlak peserta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Materi lainnya mengenai Individual Development Plan dan Mind Mapping disampaikan oleh mentor wilayah Langkat, Intan Mayasari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengajak peserta mengenali potensi diri, menyusun perencanaan hidup, serta menjadikan setiap target sebagai bentuk ikhtiar yang disertai doa kepada Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah seorang penerima beasiswa, Rayhan Firzatullah Harahap, mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami belajar memimpin diri sendiri dan bekerja sama dalam kelompok. Materi yang diberikan sangat bermanfaat karena langsung dipraktikkan. Pembiasaan ibadah dan sesi muhasabah juga memberikan semangat baru bagi kami. Semoga semakin banyak pelajar yang dapat merasakan manfaat program beasiswa ini," ungkapnya.</p>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_1440_Dompet-Dhuafa-Waspada-Gelar-Ekselensia-Leadership-Camp-untuk-Penerima-Beasiswa-YES-Angkatan-V.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284983/dompet-dhuafa-waspada-gelar-ekselensia-leadership-camp-untuk-penerima-beasiswa-yes-angkatan-v/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Perkuat Hubungan Bilateral, Konjen India di Medan Gelar Acara Promosi Pariwisata Sumatra&ndash;India</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 18:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Perkuat Hubungan Bilateral, Konjen India di Medan Gelar Acara Promosi Pariwisata Sumatra–India]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanKonsulat Jenderal (Konjen) India di Medan akan menggelar Acara Promosi Pariwisata IndiaSumatra di Grand Mercure Hotel, ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br>Konsulat Jenderal (Konjen) India di Medan akan menggelar Acara Promosi Pariwisata India&ndash;Sumatra di Grand Mercure Hotel, Medan, pada 10 Agustus 2026. Forum ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di sektor pariwisata, mulai dari perwakilan pemerintah, otoritas pariwisata, maskapai penerbangan, hingga asosiasi perjalanan dari kedua negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inisiatif tersebut dirancang sebagai wadah strategis untuk memperkuat kerja sama pariwisata, meningkatkan konektivitas, serta mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people exchanges) antara India dan wilayah Sumatra, Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Goel, menyampaikan bahwa pertemuan ini diharapkan dapat membuka ruang diskusi yang produktif bagi para pelaku industri tur dan perjalanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Acara ini akan mempertemukan para operator tur dari India dan Sumatra sehingga mereka dapat memahami peluang dan tantangan yang ada, dengan tujuan untuk mendorong pariwisata bilateral," ujar Ravi Goel. Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_5532_Perkuat-Hubungan-Bilateral--Konjen-India-di-Medan-Gelar-Acara-Promosi-Pariwisata-Sumatra-ndash-India.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284982/perkuat-hubungan-bilateral-konjen-india-di-medan-gelar-acara-promosi-pariwisata-sumatrandashindia/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Apartemen Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 17:48:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Apartemen Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar]]></title>
            <description><![CDATA[Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Apartemen Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN I SUMUT24.CO<br>Direktorat Reserse Siber <a href="https://www.sumut24.co/tag/polda/" target="_blank">Polda</a> Sumatera Utara membongkar jaringan penipuan daring (online scamming) berskala internasional yang beroperasi di salah satu unit Apartemen di Medan. Dalam kasus ini, polisi menetapkan seorang pria berinisial FM sebagai tersangka yang diduga berperan sebagai salah satu otak sindikat tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Direktur Reserse Siber <a href="https://www.sumut24.co/tag/polda/" target="_blank">Polda</a> Sumut, Kombes Pol. Dr. Bayu Wicaksono, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari penyelidikan yang dilakukan pada Selasa (28/7/2026). Dari lokasi penggerebekan, penyidik menyita dua unit mobil mewah yang diduga berasal dari hasil kejahatan, satu unit sepeda motor, sejumlah telepon genggam berbagai merek, laptop, serta perangkat komunikasi lain yang digunakan para pelaku dalam menjalankan aksinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jaringan penipuan online ini merupakan jaringan internasional. Pelaku dan rekan-rekannya pernah bekerja di Kamboja hampir satu tahun dan selama di sana juga melakukan aksi online scamming," kata Bayu saat konferensi pers di Mapolda Sumut, Kamis (06/08/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan lima orang. Selain FM yang telah ditetapkan sebagai tersangka, turut diamankan dua warga negara Pakistan, seorang warga negara India, serta seorang perempuan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Mereka masing-masing berinisial Tiara, Mujahid, Ayub Zain, dan Karandeb Singh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Bayu, seluruhnya diketahui pernah tinggal dan menjalankan aktivitas penipuan daring di Kamboja sebelum akhirnya kembali ke negara masing-masing pada akhir 2025. Pada Februari 2026, mereka kembali berkomunikasi dan sepakat berkumpul di Kota Medan untuk melanjutkan aktivitas kejahatan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Modus operandi mereka berbeda-beda. Khusus FM berperan sebagai petugas OJK, sedangkan yang lain berpura-pura menjadi anggota kepolisian dan petugas Kominfo," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain menjalankan modus penipuan dengan mengaku sebagai aparat dan pejabat pemerintah, sindikat ini juga melakukan love scamming untuk mencari calon korban. Para pelaku membuat akun Facebook menggunakan identitas perempuan guna membangun hubungan dan memperoleh kepercayaan target.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Mereka membuat akun Facebook seolah-olah seorang perempuan untuk berteman dengan calon korbannya," ujar Bayu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aksi tersebut berlangsung sejak Februari hingga Juli 2026. Karena belum menemukan target yang sesuai di Indonesia, para pelaku kemudian memperluas sasaran ke India.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/polda/" target="_blank">Polda</a> Sumut menduga terdapat sejumlah korban di India yang menjadi sasaran sindikat tersebut. Untuk itu, penyidik akan berkoordinasi dengan Konsulat India dan Konsulat Kamboja guna menindaklanjuti dugaan tindak pidana lintas negara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, korban yang dapat diproses berdasarkan yurisdiksi hukum Indonesia adalah seorang perempuan berinisial Bunga (nama samaran), warga Kalimantan, yang mengalami kerugian hingga Rp6,7 miliar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam menjalankan aksinya, FM menghubungi korban dengan mengaku sebagai petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia menyampaikan bahwa korban sedang dipantau kepolisian terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"FM mengaku sebagai petugas OJK dan mengatakan korban sedang dipantau polisi terkait TPPU. Setelah itu, rekan FM menghubungi korban dengan mengaku sebagai anggota kepolisian dan petugas Kominfo. Karena panik, korban akhirnya mentransfer uang secara bertahap hingga total Rp6,7 miliar," jelas Bayu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bayu mengungkapkan, korban sempat tidak menyadari dirinya menjadi sasaran penipuan. Bahkan ketika penyidik mencoba menghubungi korban saat proses penyelidikan, informasi tersebut justru diteruskan kepada para pelaku karena korban telanjur mempercayai mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saat penyelidikan, korban sempat kami hubungi. Namun pesan kami diteruskan kepada tersangka karena korban sangat percaya. Setelah pelaku berhasil diamankan, barulah kasus ini dapat diungkap," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terkait tiga warga negara asing yang turut diamankan, Bayu menjelaskan bahwa ketiganya masih berstatus sebagai saksi. Hal itu karena dugaan tindak pidana yang melibatkan mereka berkaitan dengan korban di India dan Kamboja sehingga berada di luar yurisdiksi penegakan hukum Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyidik masih terus mendalami jaringan tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain dan aliran dana hasil kejahatan yang diduga melibatkan lintas negara.(W05)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;FOTO:]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_9421_Polda-Sumut-Bongkar-Sindikat-Scamming-Internasional-di-Apartemen-Medan--Korban-Rugi-Rp6-7-Miliar.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284981/polda-sumut-bongkar-sindikat-scamming-internasional-di-apartemen-medan-korban-rugi-rp67-miliar/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 15:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan]]></title>
            <description><![CDATA[Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indramayu &ndash; Sejumlah mahasiswa dari Taiwan melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Juntiweden, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sebagai bagian dari MOE Overseas &amp; New Southbound Internship Program. Program ini merupakan upaya pemerintah Taiwan untuk mempererat hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melalui kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, Migrant CARE Indramayu bertindak sebagai tuan rumah yang memfasilitasi seluruh rangkaian aktivitas para mahasiswa selama berada di Indonesia. Indramayu dipilih karena dikenal sebagai salah satu daerah pengirim pekerja migran terbesar di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala Desa Juntiweden, Carsudi, menyambut hangat kedatangan rombongan mahasiswa asal Taiwan. Menurutnya, kehadiran mereka menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat desa untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya berharap warga dan komunitas di Desa Juntiweden bisa belajar banyak dari teman-teman Taiwan ini. Semoga para mahasiswa betah dan kerasan tinggal di sini," ujar Carsudi saat penyambutan di Balai Desa Juntiweden.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, pembimbing kegiatan, Prof. Li-fang Liang dari National Dong Hwa University (NDHU), berharap para mahasiswa memperoleh pengalaman berharga selama tinggal bersama masyarakat Indonesia selama hampir satu bulan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Terlepas dari berbagai kegiatan yang akan kami lakukan di sini, kesempatan ini sangat berharga bagi kami untuk belajar langsung dari masyarakat Indonesia," kata Li-fang. Dosen NDHU tersebut telah puluhan tahun meneliti isu migrasi, termasuk kehidupan pekerja migran Indonesia di Taiwan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program pengabdian masyarakat ini terbagi dalam dua fokus utama, yakni pemberdayaan masyarakat dan pendidikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada sektor pemberdayaan masyarakat, sasaran kegiatan meliputi komunitas pekerja migran, mantan pekerja migran yang tergabung dalam Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI), calon pekerja migran, hingga anak-anak pekerja migran yang ditinggalkan orang tuanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbagai kegiatan disiapkan, di antaranya workshop migrasi aman yang membahas hak-hak pekerja migran di Taiwan, perbedaan budaya Indonesia dan Taiwan, serta sosialisasi mengenai kesehatan mental.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu menjadi agen edukasi bagi calon pekerja migran Indonesia, khususnya yang akan bekerja di Taiwan. Mereka dibekali pemahaman agar tidak mudah terjebak bujuk rayu calo, menghindari praktik kerja paksa, memahami hak-haknya sebagai pekerja, serta mengetahui langkah yang harus ditempuh ketika menghadapi persoalan di negara tujuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program ini disusun berdasarkan berbagai temuan yang menunjukkan masih banyak pekerja migran belum memahami perbedaan antara memperjuangkan hak dan dianggap melawan majikan. Akibatnya, tidak sedikit yang menerima upah di bawah standar, dipaksa mengerjakan pekerjaan di luar kontrak, hingga memilih jalur keberangkatan ilegal karena kurangnya informasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, mahasiswa Taiwan juga akan memberikan pelatihan mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diterapkan di Taiwan. Mereka turut dijadwalkan berpartisipasi dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus bersama masyarakat Desa Juntiweden.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di bidang pendidikan, program dilaksanakan bekerja sama dengan SDN Juntiweden II. Para siswa diperkenalkan dengan budaya Taiwan melalui kegiatan membuat kaligrafi Mandarin, membaca buku berbahasa Mandarin, hingga bermain board game edukatif bersama mahasiswa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui interaksi tersebut, diharapkan para pelajar memiliki motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk membuka peluang belajar ke luar negeri, bukan semata-mata bekerja di sektor informal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program ini juga menjadi respons atas fenomena menurunnya minat sebagian pelajar di Indramayu untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Banyak di antara mereka lebih memilih bekerja ke luar negeri karena dianggap menawarkan penghasilan lebih besar meski tanpa pendidikan tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui kolaborasi ini, mahasiswa Taiwan tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun pertukaran budaya dan memperkuat hubungan masyarakat Indonesia&ndash;Taiwan melalui pendekatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan pekerja migran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penulis: Vanny El Rahman, Peneliti Doktoral Asia-Pacific Regional Studies, National Dong Hwa University (NDHU), Taiwan.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_3802_Mahasiswa-Taiwan-Gelar-Pengabdian-Masyarakat-di-Indramayu--Perkuat-Edukasi-Migrasi-Aman-dan-Pendidikan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284980/mahasiswa-taiwan-gelar-pengabdian-masyarakat-di-indramayu-perkuat-edukasi-migrasi-aman-dan-pendidikan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sosok Gus Irawan Pasaribu di Mata Anto Genk: Dari Anak Pedagang Beras Menjadi Bankir, Legislator, hingga Bupati Tapanuli Selatan</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 13:48:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sosok Gus Irawan Pasaribu di Mata Anto Genk: Dari Anak Pedagang Beras Menjadi Bankir, Legislator, hingga Bupati Tapanuli Selatan]]></title>
            <description><![CDATA[Sosok Gus Irawan Pasaribu di Mata Anto Genk Dari Anak Pedagang Beras Menjadi Bankir, Legislator, hingga Bupati Tapanuli Selatan]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN | Di mata Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara sekaligus CEO Sumut24 Group, Rianto, SH., MH., yang akrab disapa Anto Genk, sosok H. Gus Irawan Pasaribu, SE., Ak., MM., CA. merupakan figur pemimpin yang lahir dari proses panjang, bukan dari jalan pintas. Perjalanan hidupnya dimulai dari keluarga sederhana, meniti karier dari bawah di dunia perbankan, dipercaya memimpin Bank Sumut selama tiga periode, menjadi anggota DPR RI dua periode, hingga akhirnya mendapat amanah sebagai Bupati Tapanuli Selatan.<p></p><p>Menurut Anto Genk, keberhasilan Gus Irawan bukan hanya karena kecerdasan akademik, tetapi juga kedisiplinan, integritas, dan kemampuannya membangun hubungan baik dengan semua kalangan.</p><p>"Saya mengenal Pak Gus Irawan sebagai pribadi yang sangat menghargai semua orang. Beliau tidak pernah membedakan media besar maupun media kecil, media nasional maupun lokal. Siapa pun wartawannya tetap dilayani dengan ramah, santun, dan penuh penghormatan. Itu karakter yang hari ini mulai langka dimiliki seorang pejabat," ujar Anto Genk yang jiga dikenal sebagai advokat ini.</p><p>Lahir dari Keluarga yang Menjunjung Pendidikan</p><p>Gus Irawan Pasaribu lahir di Padang Sidempuan pada 31 Juli 1964. Ia merupakan anak keenam dari pasangan almarhum H. Hasan Pinayungan Pasaribu dan almarhumah Hj. Alimah Pakpahan. Ayahnya dikenal sebagai pedagang beras yang mendidik anak-anaknya dengan disiplin tinggi. </p><p>Keluarga besar Pasaribu dikenal melahirkan banyak tokoh nasional. Di antaranya Dr. H. Bomer Pasaribu, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Duta Besar RI, Syahrul M. Pasaribu, mantan Bupati Tapanuli Selatan dua periode, serta sejumlah tokoh birokrasi dan profesional lainnya. </p><p>Pendidikan Gus Irawan dimulai di SD Negeri 7 Padang Sidempuan, kemudian SMP Negeri 1 Medan, SMA Negeri 1 Medan, melanjutkan S-1 Akuntansi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dan meraih gelar Magister Manajemen Universitas Sumatera Utara (USU). </p><p>Memulai Karier dari Pegawai Biasa</p><p>Berbekal ilmu akuntansi, Gus Irawan memulai karier di Bank Sumut (saat itu BPDSU) pada 1990 sebagai pegawai biro personalia. Kariernya berkembang menjadi Kepala Seksi Administrasi, Wakil Pemimpin Cabang Tebing Tinggi, Pemimpin Cabang, hingga dipercaya menjadi Direktur Utama Bank Sumut pada usia yang relatif muda.</p><p>Di bawah kepemimpinannya selama sekitar tiga periode (2000&ndash;2012), Bank Sumut berkembang menjadi salah satu bank pembangunan daerah yang diperhitungkan di Indonesia. </p><p>Anto Genk menilai pengalaman panjang di dunia perbankan membentuk Gus Irawan menjadi pemimpin yang terbiasa bekerja dengan perencanaan, tata kelola, dan kehati-hatian.</p><p>"Beliau bukan lahir sebagai politisi. Beliau lahir sebagai profesional. Karena itu cara berpikirnya selalu berbasis data, perencanaan, dan hasil kerja."</p><p>Dari Dunia Perbankan ke Senayan</p><p>Setelah menyelesaikan pengabdiannya di Bank Sumut, Gus Irawan memasuki dunia politik melalui Partai Gerindra. Pada Pemilu 2014 ia terpilih menjadi Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara II.</p><p>Di parlemen, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk di Komisi XI dan Komisi VII DPR RI, yang membidangi keuangan, energi, sumber daya mineral, riset, teknologi, dan lingkungan hidup. Ia kembali terpilih untuk periode 2019&ndash;2024 sebelum memutuskan maju dalam Pilkada Tapanuli Selatan. </p><p>Memimpin Tapanuli Selatan</p><p>Pada Pilkada 2024, Gus Irawan memperoleh kepercayaan masyarakat menjadi Bupati Tapanuli Selatan periode 2025&ndash;2030.</p><p>Ia membawa visi pembangunan:</p><p>"Tapanuli Selatan yang Maju, Berkarakter Unggul, Sehat, Cerdas, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045."</p><p>Visi tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai program pembangunan yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, reformasi birokrasi, dan pelayanan publik yang lebih baik. </p><p>Menghadapi Ujian Banjir Bandang</p><p>Salah satu ujian terbesar pada awal masa kepemimpinannya adalah bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Tapanuli Selatan.</p><p>Dalam situasi tersebut, Gus Irawan turun langsung ke lokasi terdampak, mengoordinasikan penanganan darurat bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, TNI, Polri, Basarnas, BNPB, serta berbagai relawan.</p><p>Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan kemudian memfokuskan penanganan pada evakuasi warga, penyaluran bantuan, pemulihan infrastruktur, hingga mendorong pembangunan hunian tetap dan mitigasi bencana agar kejadian serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang. </p><p>Pemimpin yang Dekat dengan Wartawan</p><p>Bagi Anto Genk, salah satu kelebihan Gus Irawan adalah kemampuannya membangun komunikasi yang baik dengan insan pers.</p><p>"Beliau tidak pernah alergi terhadap kritik. Wartawan diterima dengan baik. Mau media nasional, televisi, media online, media lokal, semua diperlakukan sama. Itu menunjukkan beliau memahami bahwa pers adalah mitra pembangunan."</p><p>Menurut Anto Genk, sikap rendah hati dan keterbukaan terhadap media menjadi modal penting dalam membangun pemerintahan yang transparan dan akuntabel.</p><p>"Saya berharap kepemimpinan Pak Gus Irawan terus membawa perubahan nyata bagi masyarakat Tapanuli Selatan. Dengan pengalaman sebagai bankir, legislator, dan kepala daerah, saya optimistis beliau mampu mewujudkan visi besar Tapanuli Selatan yang maju, berkarakter unggul, sehat, cerdas, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045," tutup Anto Genk.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_8519_Sosok-Gus-Irawan-Pasaribu-di-Mata-Anto-Genk--Dari-Anak-Pedagang-Beras-Menjadi-Bankir--Legislator--hingga-Bupati-Tapanuli-Selatan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/politik/284979/sosok-gus-irawan-pasaribu-di-mata-anto-genk-dari-anak-pedagang-beras-menjadi-bankir-legislator-hingga-bupati-tapanuli-selatan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pererat Ikatan, Polres Asahan Bagikan 100 Jaket untuk Da&rsquo;i, Tokoh Agama dan Pelatih Polisi Siswa</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 11:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pererat Ikatan, Polres Asahan Bagikan 100 Jaket untuk Da’i, Tokoh Agama dan Pelatih Polisi Siswa]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN, Keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat tidak bisa diemban sendirian oleh kepolisian semata. Menyadari hal itu, Pol]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN, Keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat tidak bisa diemban sendirian oleh kepolisian semata. Menyadari hal itu, <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> memperkokoh jalinan kerja sama dengan berbagai elemen melalui kegiatan pembagian bantuan <a href="https://www.sumut24.co/tag/100/" target="_blank">100</a> jaket khusus untuk Da&#039;i Kamtibmas, Pemuka Agama Mitra Kamtibmas (PAMK), serta Pelatih Polisi Siswa.</p>Kegiatan penuh makna ini berlangsung di Halaman Apel <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Senin (3/8/2026), mulai pukul 09.00 hingga 11.00 Wib, dipimpin langsung oleh Kapolres <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H. Turut hadir Wakapolres <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Kompol Slamet Riyadi, S.H., M.H., para pejabat utama, personel kepolisian, beserta para perwakilan mitra strategis tersebut.</p>Rangkaian acara berjalan khidmat, diawali dengan pembukaan dan doa yang dipimpin sendiri oleh Ketua Da&#039;i Kamtibmas <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>. Sebelum penyerahan simbolis jaket, Kapolres menyampaikan arahan yang menegaskan pentingnya peran bersama dalam menjaga situasi wilayah tetap kondusif.</p>Bantuan seragam ini bukan sekadar barang materi, melainkan tanda penghargaan mendalam atas dedikasi para da&#039;i dan tokoh agama yang senantiasa menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta para pelatih yang membimbing generasi muda. Kehadiran jaket ini diharapkan semakin melancarkan tugas mereka di tengah masyarakat sekaligus menjadi lambang persatuan.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/07e1cd7dca89a1678042477183b7ac3f_IMG-20260806-WA0020.jpg"><br></p>Fokus penguatan sinergi ini juga meluas ke pembinaan kaum muda. Tercatat ada 303 pelajar yang kini tergabung dalam wadah Polisi Siswa binaan <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>. Melalui bimbingan rutin, mereka diarahkan untuk tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, mandiri, disiplin dan berprestasi. Langkah ini pun bertujuan menjauhkan mereka dari jeratan tawuran, perkelahian, perundungan hingga bahaya narkoba.</p>&quot;Keamanan adalah urusan kita bersama, bukan hanya milik Polri. Jika komunikasi berjalan baik dan kepedulian tumbuh di mana-mana, lingkungan aman akan tercipta dan anak-anak muda kita pun bisa tumbuh menjadi tunas bangsa yang berkualitas,&quot; ujar Kapolres dengan tegas.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> berkomitmen terus merawat jalinan kemitraan ini, berharap setiap langkah kecil yang dilakukan bersama akan membawa dampak besar bagi terwujudnya Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> yang damai, tertib dan sejahtera. (tec)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_3890_Pererat-Ikatan--Polres-Asahan-Bagikan-100-Jaket-untuk-Da-rsquo-i--Tokoh-Agama-dan-Pelatih-Polisi-Siswa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/284978/pererat-ikatan-polres-asahan-bagikan-100-jaket-untuk-darsquoi-tokoh-agama-dan-pelatih-polisi-siswa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ketua BAKOPAM Sumut Ibnu Hajar Ajak Masyarakat Kibarkan Merah Putih, Teguhkan Semangat Nasionalisme</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 11:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ketua BAKOPAM Sumut Ibnu Hajar Ajak Masyarakat Kibarkan Merah Putih, Teguhkan Semangat Nasionalisme]]></title>
            <description><![CDATA[Ketua BAKOPAM Sumut Ibnu Hajar Ajak Masyarakat Kibarkan Merah Putih, Teguhkan Semangat Nasionalisme]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medan &ndash; Ketua Badan Koordinasi Pemuda Muslim (BAKOPAM) Sumatera Utara, Ibnu Hajar, SE, mengimbau seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak di rumah, perkantoran, tempat usaha, lembaga pendidikan, hingga fasilitas umum dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Ibnu Hajar, mengibarkan Bendera Merah Putih bukan sekadar memenuhi tradisi tahunan, tetapi merupakan bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Merah Putih adalah lambang kehormatan bangsa. Mari kita kibarkan dengan penuh rasa bangga sebagai bukti cinta kepada NKRI sekaligus mengenang pengorbanan para pejuang kemerdekaan," ujar Ibnu Hajar, Kamis (6/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tokoh pemuda Sumatera Utara yang juga mantan Ketua GP Ansor Kota Medan, mantan Wakil Ketua PCNU Kota Medan, serta mantan Wakil Ketua KNPI Sumatera Utara itu mengatakan, bulan kemerdekaan harus menjadi momentum memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, tokoh agama, pelajar, mahasiswa, hingga dunia usaha untuk bersama-sama memeriahkan Hari Kemerdekaan dengan kegiatan yang bernilai positif dan membangun semangat kebangsaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jangan biarkan Merah Putih hanya menjadi simbol. Jadikan semangat kemerdekaan sebagai motivasi untuk bekerja, berkarya, menjaga persaudaraan, dan mengisi kemerdekaan dengan prestasi nyata demi Indonesia yang semakin maju," tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Hajar juga mengingatkan bahwa menjaga persatuan bangsa merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa. Menurutnya, perbedaan suku, agama, budaya, maupun pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah belah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Indonesia dibangun di atas keberagaman. Karena itu, mari kita rawat persatuan, hormati perbedaan, dan terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kibarkan Merah Putih sebagai simbol bahwa kita tetap satu, tetap kuat, dan tetap Indonesia," pungkasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;BAKOPAM Sumatera Utara berharap semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI mampu membangkitkan optimisme masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional, sekaligus memperkokoh nilai-nilai kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_133_Ketua-BAKOPAM-Sumut-Ibnu-Hajar-Ajak-Masyarakat-Kibarkan-Merah-Putih--Teguhkan-Semangat-Nasionalisme.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284977/ketua-bakopam-sumut-ibnu-hajar-ajak-masyarakat-kibarkan-merah-putih-teguhkan-semangat-nasionalisme/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gandeng Komisi Informasi, Pemko Medan Sosialisasi Permendagri No. 2 Tahun 2026</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 11:32:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gandeng Komisi Informasi, Pemko Medan Sosialisasi Permendagri No. 2 Tahun 2026]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanPemko Medan melalui Dinas Kominfo Kota Medan menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Ta]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p><a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> melalui Dinas Kominfo Kota Medan menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi di Lingkungan Kemendagri, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa.</p><br></p>Langkah strategis ini dilakukan guna memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik sekaligus memitigasi risiko sengketa informasi di jajaran aparatur daerah.</p><br></p>Kegiatan tersebut dibuka oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Plh Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi, di Balai Kota Medan, Kamis (6/8/2026).</p><br></p>Sosialisasi yang berlangsung interaktif itu menghadirkan narasumber Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumut Abdul Harris Nasution dan Kadis Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane, serta diikuti oleh para sekretaris dari Perangkat Daerah, Kecamatan, Kelurahan, hingga Perusahaan Daerah.</p><br></p>Plh Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi, menekankan bahwa seluruh kegiatan, khususnya yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan, bersumber dari masyarakat. Oleh sebab itu, transparansi serta akuntabilitas penggunaan anggaran menjadi kewajiban mutlak bagi aparatur pemerintah.</p><br></p>"Masyarakat berhak mendapatkan kejelasan informasi. Namun kita juga harus memahami kriteria dan batasan informasi. Jangan sampai timbul persepsi subjektif dari pengelola yang justru memicu sengketa informasi publik," kata Erfin Fahrurrazi.</p><br></p>Maka dari itu, Erfin Fahrurrazi mengatakan dengan hadirnya Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 ini, menjadi panduan resmi agar tidak ada keraguan dalam memilah mana informasi yang dapat dibuka dan dikecualikan.</p><br></p>" Seluruh proses telah diatur dalam regulasi yang jelas. Jangan sampai semangat keterbukaan informasi ini salah dipahami, baik oleh kita selaku pengelola maupun oleh masyarakat selaku pemohon informasi," ujar Erfin Fahrurrazi.</p><br></p>Erfin Farrurrazi juga mendorong percepatan pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) hingga ke tingkat Kelurahan.</p><br></p>Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane menghimbau kepada seluruh jajaran Perangkat Daerah, kecamatan, hingga kelurahan untuk memperkuat koordinasi dan merespons cepat setiap permintaan informasi publik, baik yang datang dari masyarakat, media, maupun LSM. Langkah ini guna menjaga kinerja dan reputasi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> dan Wali Kota Medan, sekaligus mempertahankan predikat Kota Informatif yang telah diraih lima kali berturut-turut dari Provinsi Sumatera Utara.</p><br></p>"Ini bukan tentang kita atau jabatan kita, tetapi tentang kinerja Pemko dan Wali Kota Medan. Jangan sampai kekhawatiran yang tidak perlu membuat kita takut membuka data, sehingga penilaian daerah kita justru menurun," ujar Arrahmaan Pane.</p><br></p>Arrahmaan Pane juga menyebutkan Dinas Kominfo Kota Medan saat ini sedang memetakan data dan membentuk tim khusus di setiap unit kerja guna memilah informasi yang bersifat terbuka dan mana yang dikecualikan sesuai standar aturan.</p><br></p>"Kami juga berkomitmen memberikan pendampingan bila adanya sengketa di komisi informasi, mulai dari tahap koordinasi hingga penanganan teknis sengekat," sebut Arrahmaan Pane.</p><br></p>"Sinergi dan komunikasi adalah kunci. Begitu ada permintaan data atau dinamika di lapangan, segera koordinasikan dengan Dinas Kominfo. Kita cari solusinya bersama agar keterbukaan informasi publik di Kota Medan tetap berjalan transparan, akuntabel, dan terproteksi sesuai regulasi," tutupnya.</p><br></p>Ditempat yang sama, Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumut Abdul Harris Nasution, dalam paparanya menjelaskan bahwa implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi di Lingkungan Kemendagri, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa, masih menghadapi sejumlah kendala.</p><br></p>Regulasi ini bila tidak dipahami secara menyeluruh, maka dikhawatirkan dapat meningkatan sengketa informasi antara institusi pemerintah dan insan pers.</p><br></p>"Maka dari itu dibutuhkan penguatan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di masing - masing instansi pemerintah,"ucap Abdul Harris.</p><br></p>Tidak hanya itu saja, Abdul Harris juga memaparkan mengenai informasi apa saja yang boleh diberikan dan informasi apa yang harus melalui prosedur uji konsekuensi untuk menentukan kelayakannya dipublikasikan. Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_5160_Gandeng-Komisi-Informasi--Pemko-Medan-Sosialisasi-Permendagri-No--2-Tahun-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285003/gandeng-komisi-informasi-pemko-medan-sosialisasi-permendagri-no-2-tahun-2026-2/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Carut Marut PKH Medan Makmur, Zulkarnaen Pertanyakan Keseriusan Pemko Medan Salurkan Bansos</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 11:06:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Carut Marut PKH Medan Makmur, Zulkarnaen Pertanyakan Keseriusan Pemko Medan Salurkan Bansos]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanWakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Zulkarnaen S.K.M, mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam mendistrib]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Zulkarnaen S.K.M, mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam mendistribusikan (bansos) kepada masyarakat, khususnya bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Medan Makmur yang menjadi janji kampanye Wali Kota Medan, Rico Waas.</p><br></p>Pasalnya, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan menjadikan status tingkatan desil kesejahteraan (Desil 1 - Desil 3) sebagai syarat menerima bantuan PKH Medan Makmur.</p><br></p>"Penerima PKH Medan Makmur tetap berdasarkan desil, bahkan yang berhak mendapatkan PKH Medan Makmur hanya yang berada di rentang Desil 1 sampai Desil 3. Tentu ini bertolak belakang dengan semangat diciptakannya program PKH Medan Makmur. Kita mempertanyakan keseriusan Pemko Medan dalam menyalurkan bansos kepada masyarakat," ucap Zulkarnaen, Kamis (6/8/2026).</p><br></p>Dikatakan politisi Partai Gerindra itu, sejatinya PKH Medan Makmur diciptakan untuk mengakomodir masyarakat Kota Medan yang selama ini tidak mendapatkan PKH dari Kementerian Sosial (Kemensos). Sementara, PKH Kemensos sendiri diberikan kepada masyarakat yang berada dalam rentang Desil 1 hingga Desil 5. Walaupun demikian, tidak semua masyarakat di rentang Desil 1 hingga Desil 5 mendapatkan PKH Kemensos karena keterbatasan kuota.</p><br></p>"Kalau PKH Kemensos memberikan syarat rentang Desil 1 sampai Desil 5, harusnya paling tidak PKH Medan Makmur bisa memberikan syarat rentang Desil 1 sampai Desil 6, bukan justru hanya sampai Desil 3. Karena semangat PKH Medan Makmur ini untuk masyarakat miskin yang belum mendapatkan PKH dari Kemensos. Jadi, seharusnya syarat untuk mendapatkan PKH Medan Makmur itu lebih mudah dari PKH Kemensos, bukan justru lebih sulit," ujarnya.</p><br></p>Diterangkan Zulkarnaen, masih banyak warga miskin di Kota Medan yang berada di atas Desil 5. Artinya, masyarakat miskin yang belum mendapatkan bantuan bukan hanya masyarakat yang berada di rentang Desil 1 hingga Desil 5, tetapi juga masyarakat miskin yang berada di Desil 6. Untuk itulah, <a href="https://www.sumut24.co/tag/dprd-medan/" target="_blank">DPRD Medan</a> berharap penerima PKH Medan Makmur dapat diperlonggar hingga Desil 6.</p><br></p>"Kalau PKH Medan Makmur hanya untuk Desil 1 sampai Desil 3, lantas bagaimana nasib masyarakat miskin Desil 4, Desil 5 dan Desil 6 yang belum mendapatkan PKH Kemensos. Sekali lagi mohon diingat, semangat diciptakannya PKH Medan Makmur adalah untuk mengakomodir masyarakat miskin di Kota Medan yang belum mendapatkan PKH Kemensos. Terlepas masyarakat tersebut berada di Desil mana," ujarnya.</p><br></p>Oleh sebab itu, Zulkarnaen meminta Pemko Medan melalui Dinas Sosial untuk membenahi persyaratan masyarakat miskin yang berhak mendapatkan PKH Medan Makmur.</p><br></p>"Pertama, PKH Medan Makmur jangan hanya berpedoman pada Desil, tetapi lebih kepada kenyataan di lapangan. Dinsos bersama pihak kecamatan, kelurahan dan kepala lingkungan harus turun langsung meninjau kondisi masyarakat miskin yang belum mendapatkan PKH dari Kemensos tanpa melihat status desilnya. Bila terbukti miskin, berikan PKH Medan Makmur tersebut," tegasnya.</p><br></p>Kedua, lanjut Zulkarnaen, pihak kecamatan dan kelurahan harus terus memperbaiki proses pendataan Perlindungan Sosial (perlinsos) agar pendistribusian bansos PKH, baik yang bersumber dari Kemensos maupun Pemko Medan bisa tepat sasaran.</p><br></p>"Kita melihat, sampai saat ini pendataan Perlinsos di Kota Medan masih carut-marut. Kita minta Pemko Medan melalui Dinas Sosial beserta seluruh perangkat kewilayahan untuk membenahi semua ini. Segera selesaikan pendataan Perlinsos secara faktual dan objektif," pungkasnya. Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_6730_Carut-Marut-PKH-Medan-Makmur--Zulkarnaen-Pertanyakan-Keseriusan-Pemko-Medan-Salurkan-Bansos.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284994/carut-marut-pkh-medan-makmur-zulkarnaen-pertanyakan-keseriusan-pemko-medan-salurkan-bansos/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polemik Penebangan Pohon Dampak Pembangunan BRT Terus Berlanjut, Rizki Lubis : DLH Medan Jangan Suka Buang Badan</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 11:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polemik Penebangan Pohon Dampak Pembangunan BRT Terus Berlanjut, Rizki Lubis : DLH Medan Jangan Suka Buang Badan]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanWakil Ketua Komisi 4 DPRD Kota Medan, Dr M Afri Rizki Lubis SM M.IP, memberikan perhatian serius terhadap banyaknya pohon ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Kota Medan, Dr M Afri Rizki Lubis SM M.IP, memberikan perhatian serius terhadap banyaknya pohon yang ditebang akibat pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Medan.</p><br></p>Pasalnya, meskipun polemik ini sudah menjadi perhatian banyak pihak sejak beberapa waktu yang lalu, namun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan terkesan acuh dan tidak mengambil langkah cepat dalam melakukan penanganan.</p><br></p>"Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan jangan suka &#039;buang badan&#039; setiap kali masyarakat mempersoalkan pohon yang ditebang akibat dampak pembangunan BRT. DLH Kota Medan harus bertanggungjawab dan transparan," ucap Rizki Lubis, Kamis (6/8/2026).</p><br></p>Dikatakan Politisi  Partai NasDem itu, awalnya DLH Kota Medan menegaskan bahwa penebangan 2.788 pohon tersebut dilakukan oleh pihak kontraktor pelaksana proyek BRT, bukan oleh DLH Kota Medan. Nantinya, pohon-pohon yang ditebang tersebut akan diganti dengan 61.170 batang pohon yang baru, yang akan tersebar di sejumlah lokasi di Kota Medan.</p><br></p>DLH Kota Medan juga menjelaskan bahwa penanaman 61.170 pohon tersebut merupakan tanggungjawab pihak kontraktor pelaksana proyek BRT. Kemudian, pihak kontraktor pelaksana proyek BRT juga wajib merawat pohon tersebut selama satu tahun pasca ditanam.</p><br></p>Akan tetapi, teranyar, DLH Kota Medan juga baru menyampaikan bahwa hingga Juli 2026, pihaknya telah menanam 1.792 pohon pengganti bersama pihak terkait. Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana mengatakan bahwa penanaman pohon pengganti itu merupakan bentuk tanggungjawab Pemko Medan.</p><br></p>"Jadi sebenarnya penanaman pohon pengganti itu tanggungjawab siapa, tanggungjawab Pemko Medan atau kontraktor pelaksana proyek BRT. Ini harus jelas, jangan justru memberikan keterangan yang kontradiksi. Giliran penebangan pohon DLH Medan &#039;buang badan&#039;, tetapi giliran penanaman pohon pengganti DLH Medan merasa paling bertanggungjawab terhadap lingkungan," tegasnya.</p><br></p>Rizki Lubis pun meminta agar DLH Kota Medan bisa memberikan penjelasan yang mencerahkan masyarakat luas. Mengingat, penebangan pohon-pohon tersebut telah cukup lama menjadi polemik di Kota Medan.</p><br></p>"Masyarakat juga bertanya-bertanya, itu pohon-pohon yang ditebang kayunya dikemanakan semua. Apakah kayu-kayu dari pohon tersebut dijual, lantas kemana PAD nya. DLH Kota Medan harus transparan, jangan suka buang badan setiap kali ada masalah," tutupnya.</p><br></p>Seperti diketahui, pasca penebangan pohon-pohon di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Sisingamangaraja, saat ini pohon-pohon di Jalan TB Simatupang juga sudah mulai ditebang untuk memperlancar pembangunan moda transportasi modern tersebut. Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_9410_Polemik-Penebangan-Pohon-Dampak-Pembangunan-BRT-Terus-Berlanjut--Rizki-Lubis---DLH-Medan-Jangan-Suka-Buang-Badan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284992/polemik-penebangan-pohon-dampak-pembangunan-brt-terus-berlanjut-rizki-lubis-dlh-medan-jangan-suka-buang-badan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Keluarga Bantah WLG Mati Bunuh Diri, DPRD Medan : Polisi Harus Usut Tuntas Seluruh Indikasi Kejanggalan</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 10:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Keluarga Bantah WLG Mati Bunuh Diri, DPRD Medan : Polisi Harus Usut Tuntas Seluruh Indikasi Kejanggalan]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanAnggota Komisi 1 DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP, meminta pihak kepolisian untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpu]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Anggota Komisi 1 DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP, meminta pihak kepolisian untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan atas kematian Winda Lorenza Gowasa (WLG) di Komplek Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia yang disebut akibat tindakan bunuh diri dengan menggunakan senjata api (senpi).</p><br></p>Ditegaskan Robi Barus, kepolisian harus mendalami sejumlah indikasi kejanggalan yang ditemukan pihak keluarga WLG. Apalagi, bukti-bukti indikasi kejanggalan tersebut diunggah secara langsung oleh pihak keluarga WLG di media sosial.</p><br></p>"Meskipun sudah dilakukan otopsi resmi oleh tim dokter forensik, tetapi kita menilai masalah ini perlu ditinjau ulang. Indikasi kejanggalan yang ditemukan pihak keluarga korban pada jenazah patut untuk menjadi dasar bagi kepolisian untuk mendalami kasus ini. Intinya, polisi harus usut tuntas seluruh indikasi kejanggalan dan jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan," ucap Robi Barus, Kamis (6/8/2026).</p><br></p>Dijelaskan Robi Barus, pihak keluarga WLG telah mengunggah beberapa foto bagian tubuh jenazah di media sosial. Pada unggahan tersebut, terdapat luka lebam pada beberapa bagian tubuh WLG. Kondisi tersebut menjadi indikasi dugaan adanya tindak penganiayaan sebelum WLG meninggal dunia akibat proyektil peluru yang menembus kepalanya.</p><br></p>"Kita menilai secara netral saja, memang kita juga tidak bisa memastikan apakah foto itu benar atau tidak. Akan tetapi, foto-foto itu saya rasa cukup menjadi dasar bagi pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini lebih dalam. Usut saja secara tuntas dan transparan, biar tidak ada teka-teki di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.</p><br></p>Menurut Robi, pihak kepolisian perlu melakukan otopsi ulang terhadap jenazah yang terlihat mengalami sejumlah luka lebam bila merujuk pada foto-foto yang diunggah keluarga korban di media sosial.</p><br></p>"Perlu juga memeriksa kembali seluruh saksi dan TKP. Apapun nanti hasil pemeriksaannya, saya rasa semua pihak akan bisa menerimanya," katanya.</p><br></p>Akan tetapi, tegas Robi, bila nantinya hasil pemeriksaan ulang menyatakan benar adanya luka lebam pada jenazah WLG, maka pihak kepolisian harus segera menangkap pelaku dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.</p><br></p>"Terlepas ini bunuh diri atau tidak, kalau ada penganiayaan, tentu disitu ada tindak pidananya. Kemudian pihak kepolisian dapat mengembangkan perkara ini dan mengusut lebih jauh tentang benar tidaknya kematian WLG akibat bunuh diri atau karena hal lainnya. Kita percayakan hal ini kepada teman-teman di kepolisian," tutupnya.</p><br></p>Sebelumnya diberitakan, beredar di media sosial pihak keluarga WLG, perempuan berusia 35 tahun yang tewas di Komplek Bumi Asri, Medan Helvetia, membantah kesimpulan sementara kepolisian yang menyebut korban meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api.</p><br></p>Melalui unggahan di media sosial yang dibuat salah seorang anggota keluarga, mereka meyakini kematian WLG diduga bukan murni bunuh diri, melainkan terdapat dugaan penganiayaan sebelum korban meninggal.</p><br></p>Dalam unggahan tersebut, keluarga menyatakan menemukan sejumlah kejanggalan pada kondisi jasad korban, di antaranya lebam pada beberapa bagian tubuh, termasuk leher, serta perubahan bentuk pada bagian kepala yang menurut mereka diduga akibat benturan.</p><br></p>Keluarga juga mengunggah video yang memperlihatkan kondisi jenazah korban. Dalam video itu disebutkan terdapat bagian kepala korban yang dinilai mengalami perubahan bentuk sehingga menimbulkan dugaan adanya benturan sebelum korban meninggal.</p><br></p>Selain itu, pihak keluarga mengklaim terdapat lebam di bagian leher yang diduga menyerupai bekas cekikan. Mereka menyebut pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah turut disaksikan oleh salah seorang anggota keluarga yang berprofesi sebagai dokter.</p><br></p>Menurut keluarga, temuan tersebut semakin menguatkan keyakinan mereka bahwa penyebab kematian korban perlu didalami lebih lanjut. Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_5671_Keluarga-Bantah-WLG-Mati-Bunuh-Diri--DPRD-Medan---Polisi-Harus-Usut-Tuntas-Seluruh-Indikasi-Kejanggalan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284991/keluarga-bantah-wlg-mati-bunuh-diri-dprd-medan-polisi-harus-usut-tuntas-seluruh-indikasi-kejanggalan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rapat finalisasi seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI</guid>
            <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 09:51:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rapat finalisasi seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI]]></title>
            <description><![CDATA[Rapat finalisasi seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT ke81 Kemerdekaan RI]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;P.Siantar l Sumut24.co<br>Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi memimpin rapat finalisasi seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). <a href="https://www.sumut24.co/tag/rapat/" target="_blank">Rapat</a> berlangsung di Ruang Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Rabu (05/08/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/rapat/" target="_blank">Rapat</a> membahas berbagai kegiatan yang dipersiapkan secara matang. Dimulai pelaksanaan Taptu dan Renungan Suci yang dipusatkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nagur, Upacara Pengukuhan Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pematangsiantar Tahun 2026, Festival Merah Putih, Pekan Olahraga Merah Putih, Karnaval Mobil Hias, Festival Kuliner Merah Putih, Konser Merah Putih, hingga Upacara Detik-detik Proklamasi yang menjadi puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak hanya kegiatan seremonial, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar juga akan melaksanakan kegiatan sosial seperti donor darah, hingga bakti sosial lainnya sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mewakili Wali Kota Wesly, Sekda Junaedi Sitanggang menuturkan telah disiapkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Di antaranya perlombaan dan pertandingan olahraga, permainan rakyat, Car Free Day (CFD), serta berbagai agenda hiburan dan kebersamaan, yang diharapkan mampu mempererat persatuan serta menumbuhkan semangat nasionalisme.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk Upacara Detik-detik Proklamasi, Junaedi mengarahkan agar dilakukan sterilisasi Lapangan Adam Malik. Sehingga upacara berlangsung khidmat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Junaedi juga berharap agar masyarakat diimbau untuk ikut serta menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan berbagai kegiatan di Kota Pematangsiantar.<br>&quot;Saya berharap seluruh perangkat daerah, panitia pelaksana, TNI-Polri, serta seluruh pihak terkait agar bekerja sama dan berkoordinasi secara maksimal demi menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan. Semoga peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Pematangsiantar dapat berlangsung aman, lancar, meriah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,&quot; sebutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Fidelis Edy Suranta Sembiring SSTP MSi meminta Dinas Perhubungan dan Satpol PP agar terus berkoordinasi dalam mitigasi lalu lintas hingga imbauan kepada pedagang secara humanis agar tidak berdagang di areal acara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fidelis juga menyampaikan agar seluruh Forkopimda hingga instansi vertikal disurati secara administrasi agar tidak ada komunikasi yang tertinggal. Ia menyarankan agar setiap kegiatan setiap OPD yang terlibat berkoordinasi dengan baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dandim 0207/Simalungun diwakili Plh Pasipers Kodim 0207/Simalungun Kapten Inf Rudianto memaparkan persiapan Renungan Suci, Senin (17/08/2026) pukul 00.00 WIB, hingga persiapan teknis peralatan hingga obor, serta kesiapan personel TNI-Polri hingga ASN.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak SH SIK MH yang diwakili Kabag Ops AKP Ilham Harahap meminta Dinas Perhubungan dan Satpol PP berkoordinasi dengan Satlantas Polres Pematangsiantar serta berkolaborasi untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses. (LP)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_2369_Rapat-finalisasi-seluruh-rangkaian-kegiatan-peringatan-HUT-ke-81-Kemerdekaan-RI.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284976/rapat-finalisasi-seluruh-rangkaian-kegiatan-peringatan-hut-ke81-kemerdekaan-ri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>