<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Fri, 10 Jul 2026 20:06:27 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Teater Koma Kembali Tampilkan Rumah Sakit Jiwa, Lakon yang Tetap Relevan Setelah 35 Tahun</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 17:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Teater Koma Kembali Tampilkan Rumah Sakit Jiwa, Lakon yang Tetap Relevan Setelah 35 Tahun]]></title>
            <description><![CDATA[Teater Koma Kembali Tampilkan Rumah Sakit Jiwa, Lakon yang Tetap Relevan Setelah 35 Tahun Jakartasumut24.co10 Juli 2026  Setelah 35 tahu]]></description>
            <content><![CDATA[Teater Koma Kembali Tampilkan Rumah Sakit Jiwa, Lakon yang Tetap Relevan Setelah 35 Tahun&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jakarta|sumut24.co</p>10 Juli 2026 &ndash; Setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan, Rumah Sakit Jiwa, salah satu karya penting Teater Koma, kembali hadir melalui kolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation. Dipentaskan pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, produksi ke-237 Teater Koma ini mengajak penonton merefleksikan berbagai persoalan kemanusiaan, relasi kuasa, dan dinamika sosial yang tetap relevan hingga kini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Di tengah begitu banyak pilihan hiburan saat ini, seni pertunjukan teater tetap memiliki tempat yang istimewa karena menghadirkan pengalaman yang hanya dapat dirasakan ketika penonton dan pemain berbagi ruang dan waktu yang sama. Kedekatan itulah yang membuat teater terus relevan. Karena itu, Bakti Budaya Djarum Foundation terus mendukung karya-karya seperti Rumah Sakit Jiwa yang tidak hanya menawarkan kualitas artistik, tetapi juga mengajak penonton merefleksikan berbagai persoalan yang masih dekat dengan kehidupan kita. Harapannya, semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal teater sebagai pengalaman budaya yang bermakna dan layak dinikmati,&quot; ujar Billy Gamaliel, Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rumah Sakit Jiwa berkisah tentang Rogusta, seorang dokter baru di sebuah rumah sakit jiwa yang dipimpin Profesor Sidarita. Berbekal keyakinan bahwa pendekatan yang penuh persahabatan mampu membantu proses penyembuhan pasien, Rogusta mulai menerapkan metode yang perlahan mengubah kehidupan di rumah sakit tersebut. Namun, perubahan itu justru memicu konflik dengan sistem yang telah lama berjalan dan mereka yang merasa posisinya terancam. Melalui kisah tersebut, Teater Koma menghadirkan refleksi mengenai upaya seseorang untuk mengubah sistem yang telah mengakar, sekaligus mengajak penonton mempertanyakan, apakah benar bahwa dunia sedang berubah menjadi sebuah &#039rumah sakit jiwa&#039;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Sejak pertama kali dipentaskan pada tahun 1991, Rumah Sakit Jiwa bukan semata-mata bercerita tentang sebuah institusi, tetapi tentang manusia dan berbagai persoalan yang mengitarinya. Itulah sebabnya kami merasa lakon ini masih relevan hari ini. Dari segi proses, hal yang sama dengan 35 tahun lalu adalah para pemain tidak hanya membaca naskah dan berlatih di ruang latihan, tetapi juga melakukan observasi ke rumah sakit jiwa serta berdiskusi dengan psikolog klinis dan psikiater. Proses tersebut menjadi bagian penting agar para pemain memahami setiap karakter, sehingga apa yang disaksikan penonton lahir dari empati dan pemahaman yang utuh,&quot; ujar Rangga Riantiarno, Sutradara Rumah Sakit Jiwa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain pendalaman karakter, identitas visual setiap tokoh juga menjadi perhatian dalam pementasan ini. Perancang busana Samuel Wattimena dan Rima Ananda merancang kostum yang tidak hanya merepresentasikan profesi para tokoh, tetapi juga membantu mempertegas karakter, dinamika psikologis, dan perjalanan masing-masing tokoh di atas panggung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami tidak ingin kostum hanya menjadi pelengkap visual. Setiap rancangan dibuat untuk membantu penonton mengenali karakter, latar belakang, hingga perubahan yang dialami masing-masing tokoh sepanjang cerita. Karena itu, prosesnya melibatkan diskusi yang cukup panjang dengan sutradara agar setiap detail kostum benar-benar mendukung penceritaan," ujar Samuel Wattimena, perancang busana Rumah Sakit Jiwa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rumah Sakit Jiwa ditulis oleh N. Riantiarno dan disutradarai oleh Rangga Riantiarno. Pementasan ini turut didukung oleh tim kreatif lintas disiplin yang menghadirkan tata artistik, musik, tata cahaya, tata suara, kostum, multimedia, serta puluhan pemain lintas generasi yang bersama-sama menghidupkan kembali salah satu karya penting dalam perjalanan Teater Koma. Pementasan kali ini juga didukung tata musik garapan Fero A. Stefanus yang dirancang mengikuti dinamika emosi setiap adegan. Melalui komposisi yang dibangun khusus untuk Rumah Sakit Jiwa, musik menjadi elemen yang memperkuat atmosfer sekaligus mengiringi perjalanan emosional para tokohnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kembali menjadi Ibu dr. Rogusta setelah 35 tahun rasanya seperti bertemu kembali dengan seorang sahabat lama. Naskahnya tetap sama, namun pengalaman hidup selama puluhan tahun membuat saya melihat Rogusta dengan sudut pandang yang berbeda dan menemukan banyak lapisan baru dalam karakternya. Di saat yang sama, sebagai produser saya juga melihat bagaimana seluruh tim bekerja dengan dedikasi yang luar biasa untuk menghadirkan kembali lakon ini. Semua proses itu membuat Rumah Sakit Jiwa menjadi pertunjukan yang istimewa bagi saya, baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari perjalanan Teater Koma," ujar Ratna Riantiarno, pendiri Teater Koma, produser, sekaligus pemeran Ibu dr. Rogusta dalam Rumah Sakit Jiwa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pementasan Rumah Sakit Jiwa akan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, setiap pukul 19.30 WIB. Khusus Sabtu (1 Agustus), pertunjukan akan digelar dua kali pada pukul 13.30 WIB dan 19.30 WIB, sedangkan Minggu (2 Agustus) pukul 13.30 WIB. Tiket pertunjukan dapat diperoleh melalui situs resmi Teater Koma dan platform penjualan tiket yang telah ditentukan.</p>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_5290_Teater-Koma-Kembali-Tampilkan-Rumah-Sakit-Jiwa--Lakon-yang-Tetap-Relevan-Setelah-35-Tahun.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284177/teater-koma-kembali-tampilkan-rumah-sakit-jiwa-lakon-yang-tetap-relevan-setelah-35-tahun/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bertekad Sejahterakan Petani, OK. Awaluddin diunjuk Ketua Kelompok Tani &ldquo;Citra Sejahtera</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 17:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bertekad Sejahterakan Petani, OK. Awaluddin diunjuk Ketua Kelompok Tani “Citra Sejahtera]]></title>
            <description><![CDATA[Bertekad Sejahterakan Petani, OK. Awaluddin diunjuk Ketua Kelompok Tani &ldquoCitra Sejahtera]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medan -OK. Awaluddin akrab disapa Awel ini didaulat secara aklamasi menjadi Ketua Kelompok Tani &quot;Citra Sejahtera&quot; pada musyawarah pembentukan Kelompok Tani di Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli (9/7/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Acara musyawarah dilaksanakan di Pondok &quot;Medan Tanah Melayu&quot; ini berlangsung hikmat dan penuh persaudaraan dihadiri 20 petani lokal, tokoh masyarakat, Babinkamtibmas Kelurahan Titi Papan Bapak Aiptu J. Sembiring dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kementerian Pertanian Bapak Endy Turman Sinaga, SP.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Saya mengucapkan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan sebagai Kelompok Tani &quot;Citra Sejahtera&quot; yang sama-sama kita bentuk&quot; Kata OK. Awaluddin saat memberikan sambutan perdanya. &quot;Kelompok Tani ini kedepan kita jadikan sebagai wadah petani untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan tentu saja akses seluruh anggota untuk mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Medan berupa Penyuluhan, bibit pertanian, pupuk subsidi dan alat pertanian yang selama bertahun tahun belum mendapatkannya, kedepan tidak ada lagi anggota Kelompok Tani &quot;Citra Sejahtera&quot; yang tidak sejahtera&quot; sambung tokoh Pemuda Melayu Medan Utara ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelaksanaan musyawarah dari awal dipandu oleh Bapak Endy Turman Sinaga, SP selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kementerian Pertanian  ini mengharapkan dengan terbentuknya Kepengurusan Kelompok Tani &quot;Citra Sejahtera&quot; ini bisa berjalan dengan baik dan efektif sehingga mendukung mensukseskan program program pertanian dan membawa kesejahteraan bagi anggotanya, kelompok tani ini dibentuk atas dasar kesamaan, kepentingan dan tujuan yang ingin dicapai bersama. Fungsi dari kelompok tani sebagai wahana belajar, wahana kerjasama dan wahana produksi, kepengurusan dibentuk terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Seksi Seksi sesuai dengan kebutuhan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari hasil musyawarah terpilih sebagai Ketua OK. Awaluddin, Sekretaris Toni dan Bendahara Jeu Hok Seng.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Acara diakhiri dengan berbagi pengalaman selama bertani dan foto bersama. (Awel)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_7566_Bertekad-Sejahterakan-Petani--OK--Awaluddin-diunjuk-Ketua-Kelompok-Tani--ldquo-Citra-Sejahtera.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284176/bertekad-sejahterakan-petani-ok-awaluddin-diunjuk-ketua-kelompok-tani-ldquocitra-sejahtera/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Avip Priatna Bersama Paduan Suara Anak The Resonanz Children&rsquo;s Choir Menjadi Juara Umum di Kompetisi Paduan Suara Kontemporer Bergengsi di Eropa</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 17:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Avip Priatna Bersama Paduan Suara Anak The Resonanz Children’s Choir Menjadi Juara Umum di Kompetisi Paduan Suara Kontemporer Bergengsi di Eropa]]></title>
            <description><![CDATA[Avip Priatna Bersama Paduan Suara Anak The Resonanz Childrens Choir Menjadi Juara Umum di Kompetisi Paduan Suara Kontemporer Bergengsi di E]]></description>
            <content><![CDATA[Avip Priatna Bersama Paduan Suara Anak The Resonanz Children&#039;s Choir Menjadi Juara Umum di Kompetisi Paduan Suara Kontemporer Bergengsi di Eropa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Debrecen, Hungaria|sumut24.co</p>Paduan suara anak Indonesia, The Resonanz Children&#039;s Choir (TRCC), dengan konduktor Avip Priatna, kembali mengharumkan nama Indonesia, kali ini pada ajang 30th B&eacute;la Bart&oacute;k International Choir Competition, di kota Debrecen, Hungaria, dengan meraih:<br>Grand Prize Winner (Juara Umum) <br>Juara Satu Kategori Children&#039;s Choir dengan perolehan nilai 95,5 points<br>Juara Satu Kategori Free Program dengan perolehan nilai 98 points<br>Conductor Prize for Outstanding Interpretation of Contemporary Pieces and Expressive Choral Sounding untuk konduktor Avip Priatna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kompetisi paduan suara B&eacute;la Bart&oacute;k ini adalah salah satu ajang kompetisi paduan suara bergengsi di dunia dan tergabung dalam konsorsium European Grand Prix for Choral Singing (EGP) yang terkenal dengan liga kompetisi paduan suaranya yang sangat kompetitif dan prestisius. Dengan kemenangan TRCC sebagai juara umum kompetisi B&eacute;la Bart&oacute;k ini, maka TRCC mendapatkan tiket untuk berkompetisi pada babak final European Grand Prix for Choral Singing 2027 di Arezzo, Italia, melawan para juara umum 2026 dari kompetisi-kompetisi bergengsi lain di Eropa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kompetisi paduan suara B&eacute;la Bart&oacute;k diadakan setiap dua tahun sekali di kota Debrecen, bergantian dengan kompetisi untuk instrumen musik, Zolt&aacute;n Kod&aacute;ly international music competition. Kompetisi paduan suara B&eacute;la Bart&oacute;k ini berorientasi pada karya-karya paduan suara acapella kontemporer abad ke 20 dan 21. Pada kompetisi B&eacute;la Bart&oacute;k ini, para kontestan hanya diperbolehkan untuk menampilkan karya yang diciptakan setelah tahun 1945 kecuali apabila karya tersebut adalah karya dari komposer B&eacute;la Bart&oacute;k. B&eacute;la Bart&oacute;k sendiri adalah nama dari salah satu komposer legendaris asal Hungaria yang banyak menghasilkan karya-karya modern untuk musik vokal. Menyesuaikan dengan aturan khusus serta nafas dari acara kompetisi ini, TRCC menyusun program lagu yang semua mengarah pada nuansa modern kontemporer. Hal ini merupakan penyesuaian dari kebiasaan TRCC yang umumnya selalu menampilkan lagu tradisional atau lagu daerah Indonesia di berbagai panggung internasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua Dewan Juri, Georg Gr&uuml;n asal Jerman, dalam pidatonya saat pengumuman pemenang, menggambarkan betapa sulitnya kompetisi dengan lagu-lagu kontemporer modern, baik bagi para penyanyi dalam mempelajari dan menghafalkan lagu ini, bagi para konduktor dalam menginterpretasi dan juga bagi para juri dalam menilai. Para juri lain yang juga menilai kompetisi ini adalah Zsuzsanna Gr&aacute;f (Hungary), Tristan Caliston Ignacio (Philippines), Csaba Somos (Hungary) dan Philippos Tsalahouris (Greece).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua rekaman babak pertandingan termasuk pertandingan Grand Prix serta acara pengumuman pemenang dapat ditonton melalui kanal Youtube @PapagenoLive. Youtube playlist: https://youtube.com/playlist?list=PLIP_90KwhxaI&amp;si=x2NdsG5kYb4b19-A &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan berkekuatan 40 penyanyi, TRCC berkompetisi pada dua kategori, yaitu kategori Children&#039;s Choir dan kategori Free Program, dimana pada kategori Free Program ini, TRCC juga bersaing melawan paduan suara dewasa. Pada kategori Children&#039;s Choir, TRCC membawakan empat buah lagu berjudul O Sapientia karya komposer Slovenia Tadeja Vulc, lalu lagu Laudate Pueri Dominum karya komposer Italia Mattia Culmone, Home at Night karya komposer Hungaria M&aacute;t&eacute; Bella, dan Deus Ultionum karya komposer Hungaria Levente Gy&ouml;ngy&ouml;si. Sementara itu untuk kategori Free Program, TRCC membawakan empat buah lagu lain berjudul Magnus Maior Maximus karya komposer Hungaria P&eacute;ter T&oacute;th, Vir&aacute;gsirat&oacute; karya komposer Hungaria J&oacute;zsef Karai, Spiritus Domini karya komposer Italia Michele Josia dan 137 Hip-Street karya komposer muda Indonesia Fero Aldiansya Stefanus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk dapat diterima berkompetisi di B&eacute;la Bart&oacute;k International Choir Competition, calon peserta harus mengirimkan pendaftaran dan video penampilan untuk kemudian dinilai apakah layak untuk berkompetisi di kompetisi tersebut. Pada edisi spesial yang ke 30 ini, hanya sebelas kontestan dari berbagai negara yang terpilih, yaitu: &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Riverside City College Chamber Singers (USA)<br>Coralia - Concert Choir of the University of Puerto Rico (Puerto Rico)  <br>The Resonanz Children&#039;s Choir (Indonesia)  <br>Cape Town Camerata (South Africa)  <br>Santinig-Bonn (Germany)  <br>MASKA Mixed Choir of the Babite Cultural Education Centre (Latvia)  <br>Alegria Choir (Turkey)  <br>Jazzberry Tunes (Turkey)  <br>Bela Bartok Women&#039;s Choir (Hungary)  <br>Zoltan Kodaly Youth Mixed Choir (Hungary)  <br>Vantus Boys&#039; Choir (Hungary)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;TRCC bersama tiga peserta lain terpilih untuk tampil pada babak Grand Prize untuk memperebutkan gelar Juara Umum/Grand Prize B&eacute;la Bart&oacute;k International Choir Competition. Selain TRCC, ketiga kontestan yang turut bertanding pada babak final tersebut adalah Riverside City College Chamber Singers (USA); Coralia-Concert Choir of the University of Puerto Rico (Puerto Rico); dan Maska Mixed Choir (Latvia). TRCC tampil dengan nomor undi pertama. Pada babak Grand Prize ini, TRCC membawakan tiga buah lagu, yaitu Hodie Christus Natus Est karya komposer Hungaria J&oacute;zsef Karai, lalu kembali membawakan lagu Spiritus Domini karya komposer Michele Josia, dan lagu A Poem to the Mother of the Gods karya komposer kontemporer Jepang, Takatomi Nobunaga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menanggapi kemenangan ini, konduktor Avip Priatna menyampaikan, "Membawakan repertoar musik kontemporer abad ke-20 dan 21 merupakan tantangan yang sangat besar. Saya sangat bangga melihat kerja keras anak-anak ini. Mereka tidak hanya berhasil mengatasi tingkat kesulitan musik yang tinggi, tetapi juga mampu menyampaikannya dengan sangat baik di panggung internasional."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Turut hadir menyaksikan kompetisi pada babak Grand Prize secara langsung, Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Hungaria, Ibu Penny Dewi Herasati. Beliau menyampaikan kesan dan rasa bangganya terhadap penampilan anak-anak TRCC.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saat menyaksikan penampilan TRCC yang tampil pertama, dalam bayangan saya sebuah paduan suara akan menghasilkan suara yang besar, bulat, dan penuh. Namun, ketika TRCC mulai bernyanyi, yang terdengar justru suara anak-anak yang ringan dan jernih, dengan talenta serta keahlian tinggi," ungkap Ibu Penny.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau menambahkan, "Setelah menyaksikan kelompok lainnya yang memiliki karakter suara besar dan kuat, saya baru menyadari bahwa teknik yang ditampilkan anak-anak TRCC jauh lebih menantang. Mereka tidak sekadar menyanyikan lagu, tetapi juga menampilkan penguasaan teknik vokal, dinamika, artikulasi, serta musikalitas yang membutuhkan disiplin tinggi. Bangga sekali dan haru mendengar nama TRCC dipanggil sebagai pemenang. Selamat kepada TRCC, teruslah berkarya dan berprestasi mengharumkan nama Indonesia di kancah global."<br></p>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_4135_Avip-Priatna-Bersama-Paduan-Suara-Anak-The-Resonanz-Children-rsquo-s-Choir-Menjadi-Juara-Umum-di-Kompetisi-Paduan-Suara-Kontemporer-Bergengsi-di-Eropa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284175/avip-priatna-bersama-paduan-suara-anak-the-resonanz-childrenrsquos-choir-menjadi-juara-umum-di-kompetisi-paduan-suara-kontemporer-bergengsi-di-eropa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">5 Trik Styling T-Shirt biar Nggak Terlihat Terlalu Monoton</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 17:39:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[5 Trik Styling T-Shirt biar Nggak Terlihat Terlalu Monoton]]></title>
            <description><![CDATA[5 Trik Styling TShirt biar Nggak Terlihat Terlalu Monoton Jakartasumut24.coTshirt memang jadi salah satu item yang paling banyak dimiliki]]></description>
            <content><![CDATA[5 Trik Styling T-Shirt biar Nggak Terlihat Terlalu Monoton&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>Jakarta|sumut24.co</p>T-shirt memang jadi salah satu item yang paling banyak dimiliki hampir semua orang karena alasan yang sederhana: nyaman dipakai, mudah dikombinasikan, dan bisa menemani hampir semua aktivitas sehari-hari. Tapi ada satu tantangan klasik yang sering muncul, yaitu seringkali cara stylingnya berhenti di kombinasi kaos dan jeans saja. Padahal, kaos basic menyimpan potensi yang jauh lebih luas dari yang terlihat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan sedikit sentuhan padu padan yang tepat, satu T-shirt yang sama bisa berpindah karakter mengikuti suasananya. Dari look santai buat nongkrong, smart casual buat ngantor, sampai semi-formal buat dinner atau meeting. Kuncinya bukan di berapa banyak warna kaos yang kamu punya, tapi di cara mix-and-matchnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, biar tampilan sehari-hari nggak berhenti di padu padan yang itu-itu saja, coba lima formula styling ini. Simpel, gampang ditiru, dan bikin tampilan sehari-hari terasa naik kelas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tips 1: Look Santai untuk Weekend Hangout<br>Untuk agenda santai seperti hangout atau jalan di akhir pekan, pilih styling sederhana dengan kombinasi statement accessories. T-shirt oversized berpotongan longgar bertemu dengan denim shorts di atas lutut untuk kesan proporsi yang lebih seimbang, hindari shorts yang terlalu panjang yang justru bikin look terlihat "tenggelam".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk pelengkap, sneakers putih tetap jadi kombinasi paling aman, tapi kalau mau sedikit playful, coba sneakers dengan warna kontras di sol atau tali. Tambahkan aksesoris seperti headphone, topi, atau crossbody bag kecil. Item-item ini tak hanya fungsional saat kamu jalan-jalan, tapi juga jadi statement piece yang bikin look terlihat lebih stand out.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tips 2: Smart Casual untuk Kampus atau Kantor<br>Untuk outfit ke kampus atau kantor, T-shirt bisa dikreasikan jadi look yang lebih rapi. Formulanya: pilih T-shirt dengan potongan yang lebih fitted atau regular fit, hindari yang terlalu oversized biar kesannya tetap refined. Kombinasikan dengan celana berpotongan lurus atau tapered warna netral seperti hitam, navy, atau khaki. Trik andalannya ada di layering. Tambahkan T-shirt long sleeve tipis sebagai lapisan dalam untuk kesan yang lebih dimensional. Lengkapi dengan sneakers minimalis warna putih atau monochrome sebagai sentuhan akhir yang melengkapi gaya smart casual ini.<br>Tips 3: Semi Formal untuk Meeting atau Dinner<br>Untuk agenda yang sedikit lebih formal seperti coffee meeting atau makan malam, T-shirt juga bisa tetap jadi andalan dan terlihat elevated. Kuncinya: posisikan T-shirt sebagai inner yang dipadukan dengan overshirt atau work jacket. Pilih T-shirt polos berwarna netral seperti hitam, putih, atau navy dengan potongan fitted, agar tetap terlihat rapi saat dikombinasikan dengan outer. Outer menjadi piece yang paling menentukan keseluruhan tampilan. Padankan dengan blouson atau blazer berpotongan structured yang dapat langsung mengubah karakter T-shirt dari kasual menjadi semi formal. Lengkapi dengan celana tailored, sabuk, dan sepatu suede untuk menciptakan tampilan yang lebih polished.<br>Tips 4: Functional Wear untuk Traveling<br>Bagi yang gemar traveling, T-shirt jadi item wajib dan paling anti-gagal buat masuk di list packing. Selain ringan dan nggak makan tempat, T-shirt juga gampang dipadupadankan dengan macam-macam item lain yang kamu bawa, sehingga bisa tampil beda tiap hari tanpa harus overpacking. <br>Buat kegiatan traveling yang lagi banyak agenda outdoor, kombinasi T-shirt dan celana pendek jadi duo yang enak banget dipakai jalan-jalan seharian. Pilihlah potongan T-shirt yang reguler atau slightly oversized dengan bahan yang breathable agar tetap nyaman meski cuaca panas. Mainkan sedikit kontras antara warna T-shirt dan celana pendeknya biar look-nya nggak terasa flat. Tambahkan sedikit aksen lewat jaket yang dililit di pinggang.<br>Tips 4: Retro-Modern untuk Cafe Hopping<br>T-shirt bisa dipadu jadi look retro-modern yang effortless tanpa terkesan overdone. Kuncinya ada di teknik layering: kenakan dua T-shirt dengan potongan fitted, lalu gulung sedikit area lengannya agar T-shirt bagian dalam terlihat "mengintip". Pilih dua warna yang saling kontras, karena trik kecil ini yang bikin look-mu terasa lebih dimensional tanpa perlu banyak effort.<br>Untuk bawahannya, padukan dengan jorts atau celana tanggung selutut. Potongan celana yang lebih longgar ini memberikan siluet yang lagi banyak diadopsi di scene fashion belakangan ini. Trik kecilnya: mainkan proporsi, atasan yang ringkas dengan bawahan yang lebih volume bikin siluet look-mu terlihat lebih menarik dan modern. Tambahkan detail kecil seperti sabuk, scarf di leher, atau sneakers minimalis. Kalau mau lebih fashion-forward, sedikit aksesori seperti cincin, kalung tipis, atau tote bag kanvas bisa jadi finishing touch yang bikin outfit sore kamu terasa lebih statement.<br>T-shirt: Fondasi Sederhana untuk Membangun Capsule Wardrobe<br>Kelima inspirasi styling di atas menunjukkan satu hal: satu T-shirt yang sama dapat menemani berbagai aktivitas hanya dengan padu padan yang berbeda. Dan tanpa disadari, konsep ini sangat dekat dengan prinsip capsule wardrobe yang belakangan makin banyak diadopsi.<br>Prinsip capsule wardrobe sendiri cukup sederhana: punya beberapa item esensial sebagai fondasi, lalu memaksimalkan padu padannya untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Bukan soal punya banyak pakaian, tapi soal punya item yang fleksibel dan mudah dikombinasikan untuk berbagai kesempatan.<br>Di antara berbagai pilihan yang bisa jadi titik awal, T-shirt hampir selalu masuk daftar item yang wajib dimiliki. T-shirt bisa jadi atasan utama, jadi inner di balik overshirt atau blazer, menciptakan look kasual hingga semi formal. Satu item, banyak opsi gaya. Inilah yang bikin T-shirt bukan sekadar pakaian basic, tapi jadi fondasi wardrobe yang bisa mengikuti ritme keseharianmu.<br>Kemampuan beradaptasi inilah yang bikin T-shirt jadi andalan buat mereka dengan rutinitas yang super dinamis, termasuk Hector Souto, pelatih Tim Nasional Futsal Indonesia. Dengan jadwal yang terus berpindah dari sesi latihan, pertandingan, konferensi pers, perjalanan kerja, hingga agenda personal, Hector membutuhkan pakaian yang dapat mengikuti berbagai situasi tanpa mengorbankan kenyamanan maupun tampilan yang tetap rapi agar ia bisa tetap berfokus pada kegiatannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>"Saya memakainya saat latihan, konferensi pers, bahkan makan malam. Pakaiannya tidak berubah, yang berubah hanyalah situasinya. Bagi saya, itulah arti versatile yang sebenarnya," ungkap Hector.<br>Menjawab kebutuhan gaya hidup yang dinamis, UNIQLO menghadirkan koleksi T-shirt yang dirancang untuk mengikuti berbagai ritme aktivitas keseharian. Untuk look kasual sehari-hari yang berkesan clean, AIRism Katun T-Shirt Oversize Kerah Bulat jadi andalan dengan potongan oversized yang jatuhnya rapi dan bahan yang adem, ideal untuk agenda santai maupun sebagai inner. Untuk kebutuhan tampilan yang lebih refined, T-shirt Kerah Bulat dan T-Shirt SUPIMA Katun hadir dengan siluet yang lebih fitted, T-Shirt Boxy Crop untuk kamu yang suka bermain dengan siluet trendy dan streetstyle, hingga AIRism Katun T-Shirt Kerah Bulat Lengan Panjang untuk aksen layering. Seluruh koleksi dirancang dengan filosofi LifeWear, nyaman dikenakan sekaligus mudah dipadupadankan dalam keseharian.</p>&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>AIRism Katun T-Shirt Oversize Kerah Bulat <br>T-Shirt Kerah Bulat  <br>T-Shirt SUPIMA Katun</p>&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>T-Shirt Boxy Crop <br>AIRism Katun T-Shirt Kerah Bulat Lengan Panjang</p>&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Temukan beragam koleksi T-shirt UNIQLO di seluruh toko UNIQLO di Indonesia maupun secara online melalui UNIQLO.com. Untuk melihat pilihan lengkap koleksi T-shirt, kunjungi:<br>&bull; <a href="https://www.uniqlo.com/id/en/men/tops/t-shirts">https://www.uniqlo.com/id/en/men/tops/t-shirts</a></p>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_3497_5-Trik-Styling-T-Shirt-biar-Nggak-Terlihat-Terlalu-Monoton.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284174/5-trik-styling-tshirt-biar-nggak-terlihat-terlalu-monoton/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polrestabes Medan Ungkap Rumah Kos Jadi Gudang Pod Getar 2 Warga Aceh Ditangkap</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 17:32:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polrestabes Medan Ungkap Rumah Kos Jadi Gudang Pod Getar 2 Warga Aceh Ditangkap]]></title>
            <description><![CDATA[Polrestabes Medan Ungkap Rumah Kos Jadi Gudang Pod Getar2 Warga Aceh Ditangkap]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN I SUMUT24.CO<br>Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan kembali mengungkap kasus narkoba jenis pod getar setelah menggerebek rumah kos di Jalan Pasundan, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (09/07/26).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi menyita barang bukti sebanyak 680 vape narkoba berbagai merk asal Malaysia dan meringkus dua pria warga Aceh,  yakni inisial MY (35) dan MI (28).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Jum&#039;at (10/07/26) menjelaskan, awalnya kedua tersangka ditangkap di warung kopi kawasan Jalan Wahidin, Medan, dengan dengan barang bukti 30 vape narkoba. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petugas kemudian melakukan pengembangan ke rumah kos keduanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dari pengeledahan di kamar kos keduanya ditemukan lebih dari 600 vape narkoba,&quot; jelas AKBP Rafli Yusuf Nugraha.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barang bukti vape narkoba itu disimpan pelaku dalam tas ransel dan disembunyikan di bawah tempat tidur. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rafli menyatakan, pihaknya sedang mengejar pemasok narkoba kepada kedua pelaku, yang identitasnya sudah diketahui. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami pastikan pemasok narkoba kepada kedua pelaku akan terus kami kejar sampai kapan pun," tegasnya(W05)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_4661_Polrestabes-Medan-Ungkap-Rumah-Kos-Jadi-Gudang-Pod-Getar-2-Warga-Aceh-Ditangkap.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284173/polrestabes-medan-ungkap-rumah-kos-jadi-gudang-pod-getar-2-warga-aceh-ditangkap/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polsek Medan Area Amankan 2 Jambret Sempat Dihajar Massa</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 17:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polsek Medan Area Amankan 2 Jambret Sempat Dihajar Massa]]></title>
            <description><![CDATA[Polsek Medan Area Amankan 2 Jambret Sempat Dihajar Massa]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN I SUMUT24.CO<br><a href="https://www.sumut24.co/tag/polsek/" target="_blank">Polsek</a> Medan Area mengamankan dua pelaku jambret yang sempat dihajar massa, Kamis (09/07/26) malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keduanya beraksi di Jalan Jermal IV, Kecamatan Medan Denai dan sempat kabur hingga akhirnya tertangkap di Jalan Bromo Medan Denai &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tersangka adalah, Sukriadi alias Badak (31), warga Dusun Kenanga Gang Langgar dan M Fauzi Padilah (21), warga Jalan Datuk Kabu, Pasar III Tembung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kedua tersangka merampas handphone (HP) milik korban yang diletakkan di dashboard sepeda motor," terang Kapolsek Medan Area, AKP M Ainul Yaqin, Jum&#039;at (10/07/26).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Awalnya, kata Yaqin, korban Rani Puspita (20), warga Jalan Panglima Denai menaiki sepeda motor bersama temannya Desi (44) hendak ke rumah neneknya, tak jauh dari kediamannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai di Jalan Jermal IV, korban dipepet dua pria naik sepeda motor Honda Beat putih dan HP miliknya yang diletakkan di dashboard langsung dirampas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua tersangka kemudian kabur. Namun, korban berteriak sambil melakukan pengejaran dan akhirnya tersangka berhasil dihentikan warga di Jalan Bromo, Medan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya, kedua tersangka berikut barang bukti 1 unit HP Oppo A 38 milik korban, 1 HP Oppo RENO 4 milik tersangka M Fauji, dan 1 unit sepeda motor Honda nomor polisi BK 2811 AIE, milik M Fauji.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kedua tersangka mengakui perbuatannya. Tersangka Sukriadi berperan sebagai eksekutor," pungkas Kapolsek Medan Area, AKP M Ainul Yaqin.(W05)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_8190_Polsek-Medan-Area-Amankan-2-Jambret-Sempat-Dihajar-Massa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284172/polsek-medan-area-amankan-2-jambret-sempat-dihajar-massa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PRSU Sepi, DPRD Sumut Semprot Panitia: Jangan Cari Untung dari Tiket, UMKM Jadi Korban</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 16:33:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PRSU Sepi, DPRD Sumut Semprot Panitia: Jangan Cari Untung dari Tiket, UMKM Jadi Korban]]></title>
            <description><![CDATA[PRSU Sepi, DPRD Sumut Semprot Panitia Jangan Cari Untung dari Tiket, UMKM Jadi Korban]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medan - Harapan ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan melalui Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 justru berubah menjadi kekecewaan. Sepinya pengunjung akibat mahalnya harga tiket masuk membuat banyak stan hanya dipenuhi penjaga, sementara transaksi jual beli jauh dari harapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ironisnya, para pelaku UMKM telah mengeluarkan biaya untuk menyewa stan, menyiapkan stok barang, hingga menanggung biaya operasional selama pameran berlangsung. Namun investasi yang mereka keluarkan belum berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh karena rendahnya minat masyarakat datang ke arena PRSU.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kondisi tersebut menuai kritik keras dari Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Rudi Alfahri Rangkuti. Ia menilai kebijakan harga tiket masuk PRSU telah menyimpang dari tujuan utama penyelenggaraan pesta rakyat yang sejak awal digagas sebagai wadah promosi produk unggulan daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Rudi, tidak tepat apabila keberhasilan PRSU diukur dari besarnya pendapatan tiket masuk, sementara pelaku UMKM yang menjadi roh utama penyelenggaraan justru mengalami kerugian akibat minimnya pembeli.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"PRSU itu adalah ajang promosi. Kita harus memahami dulu apa tujuan sebuah ajang promosi. Sebagian besar penyelenggaraannya juga menggunakan anggaran APBD. Jadi target utamanya bukan mengejar pendapatan dari tiket, tetapi bagaimana UMKM Sumatera Utara bisa dipromosikan dan dikenal masyarakat seluas-luasnya," katanya, Jumat (10/7/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menegaskan, mahalnya tiket masuk telah menjadi penghalang masyarakat untuk datang sehingga tujuan promosi produk lokal menjadi gagal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dengan diberikannya harga tiket yang cukup mahal, itu sudah tidak sesuai lagi dengan tujuan PRSU. Memang kita menginginkan adanya pendapatan daerah, tetapi itu bukan target utama. Ketika masyarakat enggan datang karena tiket mahal, artinya kita bukan lagi mempromosikan UMKM, tetapi justru menghambat perkembangan UMKM di Sumatera Utara," tegas Rudi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rudi menilai para pelaku UMKM menjadi pihak yang paling dirugikan. Mereka telah membayar biaya sewa stan, membawa produk terbaik, dan berharap mendapatkan pasar baru. Namun kenyataannya, banyak pengunjung memilih mengurungkan niat datang karena harus mengeluarkan biaya yang dinilai terlalu tinggi hanya untuk masuk ke area PRSU.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"UMKM itu tidak mendapatkan stan secara gratis. Mereka sudah membayar. Mereka sudah mengeluarkan modal. Kalau orang tidak datang karena tiket mahal, bagaimana mereka bisa mendapatkan hasil? Mereka datang untuk berdagang, tetapi pembelinya sangat sedikit," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia meminta panitia penyelenggara tidak menutup mata terhadap jeritan para pelaku usaha. Menurutnya, evaluasi harga tiket harus dilakukan sebelum pelaksanaan PRSU berakhir agar para pedagang masih memiliki kesempatan memperbaiki omzet.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami berharap panitia segera meninjau ulang harga tiket. Berikan kemudahan kepada masyarakat untuk datang. Kalau pengunjung ramai, otomatis UMKM juga mendapatkan manfaat karena barang dagangannya terjual," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Politisi Komisi B DPRD Sumut itu mengingatkan bahwa penyelenggaraan PRSU semestinya berpihak kepada ekonomi kerakyatan, bukan justru membebani masyarakat dengan tarif yang sulit dijangkau di tengah kondisi ekonomi yang masih lesu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jangan hanya mementingkan kepentingan panitia, tetapi mengabaikan kepentingan para pelaku usaha. Keberhasilan PRSU bukan diukur dari berapa banyak uang yang masuk dari tiket, melainkan dari seberapa besar transaksi yang tercipta di dalam arena pameran," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, daya beli masyarakat saat ini belum sepenuhnya pulih sehingga kebijakan tiket mahal menjadi kontraproduktif. Ketika masyarakat harus memilih antara memenuhi kebutuhan rumah tangga atau membeli tiket masuk PRSU, pilihan mereka tentu lebih mengutamakan kebutuhan pokok.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Perekonomian masyarakat masih stagnan. Untuk membeli kebutuhan sehari-hari saja banyak yang kesulitan. Bagaimana mereka mau datang ke PRSU kalau tiketnya mahal? Akibatnya yang menanggung kerugian adalah para pedagang UMKM," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rudi bahkan mengusulkan agar harga tiket diturunkan secara signifikan, bahkan bila memungkinkan digratiskan. Menurutnya, keramaian pengunjung akan menghasilkan perputaran ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan mengejar pendapatan dari tiket masuk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kalau bisa memang digratiskan. Kalau belum memungkinkan, paling tidak buatlah harga yang sangat terjangkau. Yang terpenting masyarakat datang. Kalau pengunjung ramai, UMKM bisa berjualan dan ekonomi bergerak," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga mengingatkan agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak memberikan kesan bahwa penyelenggaraan PRSU lebih berorientasi pada bisnis dibandingkan menjalankan fungsi pemberdayaan ekonomi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kita berharap pemerintah provinsi jangan berbisnis dengan masyarakat. Ini adalah ajang promosi. Kalau memang tujuannya mempromosikan produk daerah, maka masyarakat harus diberi kemudahan untuk datang, bukan dipersulit dengan harga tiket yang tinggi," tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rudi menilai sudah banyak contoh penyelenggaraan pekan raya di daerah lain yang mampu menarik jutaan pengunjung karena menerapkan harga tiket yang terjangkau serta menghadirkan hiburan yang menarik. Model seperti itu, menurutnya, layak dijadikan bahan evaluasi bagi penyelenggara PRSU.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan PRSU seharusnya bukan besarnya pendapatan dari loket tiket, melainkan seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan para pelaku UMKM.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Yang kita inginkan adalah transaksi jual beli yang besar. Produk-produk unggulan Sumatera Utara, mulai dari kuliner, kerajinan, ulos, hingga berbagai produk khas daerah benar-benar laku dan dikenal masyarakat. Kalau pedagang tetap sepi karena pengunjung sedikit, berarti tujuan PRSU sebagai pesta rakyat dan ajang promosi belum tercapai," pungkasnya.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_1866_PRSU-Sepi--DPRD-Sumut-Semprot-Panitia--Jangan-Cari-Untung-dari-Tiket--UMKM-Jadi-Korban.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284171/prsu-sepi-dprd-sumut-semprot-panitia-jangan-cari-untung-dari-tiket-umkm-jadi-korban/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jampidsus Tegaskan Dirinya Tak Miliki Kaitan Bisnis dengan Kafe di Cipete yang Digeledah Polri</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 15:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jampidsus Tegaskan Dirinya Tak Miliki Kaitan Bisnis dengan Kafe di Cipete yang Digeledah Polri]]></title>
            <description><![CDATA[Jampidsus Tegaskan Dirinya Tak Miliki Kaitan Bisnis dengan Kafe di Cipete yang Digeledah Polri]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;JAKARTA - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (<a href="https://www.sumut24.co/tag/jampidsus/" target="_blank">Jampidsus</a>) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, menegaskan dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan penggeledahan oleh penyidik Polri pada sebuah kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, yang belakangan ramai dikaitkan dengan namanya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Febrie meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik yang tengah menangani perkara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Untuk terkait pemberitaan-pemberitaan tersebut makanya kita tunggu ya bagaimana nanti proses hasil penyidikan dan sekali lagi dapat saya jelaskan bahwa <a href="https://www.sumut24.co/tag/jampidsus/" target="_blank">Jampidsus</a> tidak ada keterkaitan dalam bisnis yang apa yang telah diberitakan di medsos seperti di Cipete," kata Febrie dalam konferensi pers di Kejagung, Jakarta, Jumat (10/7/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut dia, seluruh informasi sebaiknya menunggu hasil penyidikan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Febrie membantah kabar yang mengaitkan dirinya dengan aktivitas bisnis yang disebut-sebut berada di balik penggeledahan kafe di Cipete. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jadi yang pertama tentunya semua proses penegakan hukum kita akan menghargai dan menghormati, sesama rekan penegak hukum tentunya saling mendukung bagaimana ini menjadi terang, menjadi jelas dan bisa kita jelaskan kepada masyarakat," ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, Febrie turut menyinggung temuan uang di sebuah rumah di kawasan Sentul yang juga ramai menjadi sorotan publik. Ia mengatakan, uang tersebut memiliki pemilik dan berkaitan dengan suatu kegiatan yang nantinya akan dijelaskan melalui mekanisme hukum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Bagaimana ada uang yang ditemukan di rumah Sentul itu ada yang punya, ada kegiatannya, orang-orang kegiatan bisa ditanya ya ada bangunannya bisa nanti dicek, tetapi tentunya tentunya ini tidak akan dijelaskan saat ini. Namun akan dijelaskan dalam satu proses acara yang benar," kata dia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (<a href="https://www.sumut24.co/tag/jampidsus/" target="_blank">Jampidsus</a>) Febrie Adriansyah kembali menjadi sorotan publik, setelah kediamannya mendapat pengamanan dari personel Tentara Nasional Indonesia (TNI).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rumah Febrie yang berada di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tampak dijaga prajurit TNI pada Rabu (8/7/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diketahui, Polda Metro Jaya dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri menggeledah sebuah Cafe bernama de&#039;Clan di Cipete, Jakarta Selatan pada Rabu (8/7/2026). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penggeledahan kemudian beruntun dilakukan di sejumlah lokasi lain. Secara keseluruhan, penyidik menggeledah 13 lokasi di Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Kabupaten Bogor dan menemukan sejumlah barang yang kini menjadi barang bukti penyidikan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun penggeledahan ini antara lain terkait kasus Asabri dan Jiwasraya hingga Batu Bara. (red)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_440_Jampidsus-Tegaskan-Dirinya-Tak-Miliki-Kaitan-Bisnis-dengan-Kafe-di-Cipete-yang-Digeledah-Polri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284170/jampidsus-tegaskan-dirinya-tak-miliki-kaitan-bisnis-dengan-kafe-di-cipete-yang-digeledah-polri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wali Kota bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 14:51:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wali Kota bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA]]></title>
            <description><![CDATA[Wali Kota bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA ]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;P.Siantar l Sumut24.co<br>Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA Institute. SETARA Institute merupakan lembaga riset dan advokasi kebijakan yang bertujuan mewujudkan masyarakat setara, plural, dan bermartabat dalam tata sosial politik demokratis. Pertemuan berlangsung di rumah dinas Wali Kota Pematangsiantar, Jalan MH Sitorus Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat, Kamis (09/07/2026) siang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wali Kota Wesly dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar memandang Indeks Kota Toleran (IKT) bukan semata-mata sebuah penilaian atau pemeringkatan. Tetapi menjad instrument evaluasi yang penting untuk mengukur sejauh mana kebijakan, tata Kelola pemerintahan, serta kehidupan sosial masyarakat mampu menciptakan ruang yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena itu, katanya, Pemko Pematangsiantar menyambut baik kunjungan dan penelitian yang dilakukan oleh SETARA Institute.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami berharap hasil penelitian dapat memberikan masukan, rekomendasi, dan perspektif yang konstruktif bagi Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam memperkuat kebijakan, program, dan strategi pembangunan yang berorientasi pada penguatan toleransi, kerukunan, dan perlindungan hak-hak seluruh masyarakat,&quot; kata Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih kata Wesly, dalam penilaian IKT Tahun 2025, Kota Pematangsiantar berada pada peringkat empat secara nasional. Sebelumnya tahun 2024 berada di peringkat lima. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Tentu ini membuktikan komitmen kuat dari pemerintah daerah dalam pengembangan dan Pembangunan toleransi di Kota Pematangsiantar,&quot; sebutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat ini, lanjut Wesly, rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang penyelanggaraan toleransi kehidupan bermasyarakat telah diajukan pemerintah daerah ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Pematangsiantar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Dan harapan kami, di tahun ini peraturan daerah tersebut dapat di-undangkan. Kemudian kita juga mendorong OPD teknis untuk membuat kegiatan yang mendorong kemajuan toleransi,&quot; terang Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal tersebut, katanya, membuktikan masih banyak ruang untuk berbenah guna meningkatkan serta membangun ekosistem toleransi yang lebih ideal guna peningkatan kesejahteraan masyarakat luas. Untuk itu diperlukan inovasi dan pendekatan yang inklusif sehingga pesan toleransi tetap terjaga dan terpelihara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Wesly, pencapaian tersebut bukan hanya kerja pemerintah daerah. Namun hasil kolaborasi semua pihak di daerah, baik itu elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, Forum Kerukunan Umat Beragama, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini terus menjaga harmoni sosial dan menjadi teladan dalam merawat keberagaman di Kota Pematangsiantar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, Wesly mengajak semua untuk menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan Pematangsiantar sebagai kota yang semakin toleran, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, ras, etnis, maupun budaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami ucapkan terima kasih, dan terkhusus kepada peneliti SETARA Institute semoga kunjungan ke Kota Pematangsiantar ini dapat memberikan manfaat untuk penelitan dan pengembangan toleransi ke depannya,&quot; pungkas Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar Drs HM Ali Lubis menerangkan, FKUB di Pematangsiantar sangat berwarna dan lengkap. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Setelah menjadi Ketua FKUB, maka saya pernah satu kamar hotel dengan pendeta,&quot; katanya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Ali, di Kota Pematangsiantar tidak ada konflik agama. Kerukunan antar umat beragama di Kota Pematangsiantar sangat luar biasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Apalagi, kegiatan FKUB tidak pernah ditolak oleh wali kota. Termasuk berkunjung ke rumah-rumah ibadah,&quot; sebut Ali, yang sudah empat periode menjabat Ketua FKUB Kota Pematangsiantar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ali juga mengatakan, Kota Pematangsiantar merupakan Indonesia mini. Namun masyarakatnya hidup rukun dan tidak ada sikut- menyikut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Tim dari SETARA Institute bisa merasakan langsung kerukunan di Kota Pematangsiantar. Semoga IKT Kota Pematangsiantar bisa naik lagi,&quot; tandasnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tim Peneliti SETARA Institute, Sayyidatul Insiyah didampingi Okki Kawasa mengatakan, pihaknya sengaja datang ke Kota Pematangsiantar dan secara khusus ingin beraudiensi dengan Wali Kota Wesly Silalahi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ingin ingin melihat dampak research kami sejauh mana di Kota Pemaangsiantar, termasuk dalam pembangunan ekonomi,&quot; terangnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayyidatul berharap bisa diskusi lebih mendalam tentang dampak IKT. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang sudah menerima kami,&quot; sebutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Acara dilanjutkan penyerahan cenderamata dari Pemko Pematangsianatr oleh Wesly didampingi Ketua FKUB Ali Lubis kepada Tim SETARA Institute. Kemudian, Tim SETARA Institute juga menyerahkan cenderamata kepada Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Turut hadir, asisten, staf ahli, OPD, dan camat, serta mewakili Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pematangsiantar. (LP)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_1788_Wali-Kota-bersama-sejumlah-tokoh-agama-menerima-kunjungan-tim-peneliti-dari-SETARA.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284169/wali-kota-bersama-sejumlah-tokoh-agama-menerima-kunjungan-tim-peneliti-dari-setara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wali Kota menghadiri acara Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar PRSU ke-50 Tahun 2026, yang di PRSU</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 14:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wali Kota menghadiri acara Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar PRSU ke-50 Tahun 2026, yang di PRSU]]></title>
            <description><![CDATA[Wali Kota menghadiri acara Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar PRSU ke50 Tahun 2026, yang di PRSU]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;P.Siantar l Sumut24.co<br>Kota Pematangsiantar memiliki keberagaman seni, budaya, kuliner, serta kreativitas masyarakat yang menjadi identitas. Keberagaman ini menjadi kekuatan yang harus dirawat sebagai modal membangun daerah yang maju, harmonis, dan berdaya saing. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn dalam sambutannya di acara Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026, yang digelar di Komplek PRSU, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kota Medan, Rabu (08/07/2026) malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, Wesly terlebih dahulu berkunjung ke Paviliun Kota Pematangsiantar yang berada di komplek PRSU. Di paviliun tersebut, ditampilkan produk ikonik Kota Pematangsiantar yang cocok untuk wisata keluarga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Wesly dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dan panitia PRSU yang telah memberi ruang kepada seluruh kabupaten/kota untuk menampilkan potensi terbaik daerah masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wesly menilai PRSU bukan sekadar pameran dan hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat persaudaraan, memperkokoh budaya, mendorong promosi pariwisata, serta membuka peluang investasi dan pembangunan ekonomi kreatif. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui pagelaran tersebut, lanjutnya, Kota Pematangsiantar ingin memperkenalkan keberagaman seni, budaya, kuliner, serta kreativitas masyarakat yang menjadi identitas. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Keberagaman ini menjadi kekuatan yang harus kita rawat, sebagai modal membangun daerah yang maju, harmonis, dan berdaya saing," sebut Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap penampilan para seniman dapat menjadi duta budaya yang memperkenalkan wajah Kota Pematangsiantar, kepada masyarakat Sumut, maupun para pengunjung dari berbagai daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wesly juga mengajak seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal, agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Budaya adalah jati diri bangsa, dan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga warisan tersebut agar tetap lestari," ujarnya &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara khusus, Wesly mengucapkan terima kasih kepada kontingen Kota Pematangsiantar atas dedikasi dan kerja keras dalam mempersiapkan kegiatan tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Tampilkanlah yang terbaik dengan penuh semangat, percaya diri, dan tetap menjunjung tinggi serta persaudaraan," tutup Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar pada PRSU ke-50 Tahun 2026 diisi dengan sejumlah penampilan  menarik yang menyedot perhatian pengunjung. Seperti penampilan tarian Sanggar Himapsi, Sanggar PT STTC, Siantar Zoo, dan sejumlah band asal Kota Pematangsiantar. Serta dimeriahkan lucky draw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Turut hadir, Direktur PT STTC Edwin Bingei Purba Siboro, pimpinan Siantar Zoo, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan OPD, Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tirta Uli Arianto ST MM, dan Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Uli Ilal Mahdi SHI. (LP)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9946_Wali-Kota-menghadiri-acara-Pagelaran-Seni-dan-Budaya-Kota-Pematangsiantar-PRSU-ke-50-Tahun-2026--yang-di-PRSU.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284168/wali-kota-menghadiri-acara-pagelaran-seni-dan-budaya-kota-pematangsiantar-prsu-ke50-tahun-2026-yang-di-prsu/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dana Banpres Sebesar Rp. 2.888.240.000 Di DPUPR Kota Solok Sudah Terealisasi 100 Persen.</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 14:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dana Banpres Sebesar Rp. 2.888.240.000 Di DPUPR Kota Solok Sudah Terealisasi 100 Persen.]]></title>
            <description><![CDATA[Dana Banpres Sebesar Rp. 2.888.240.000 Di DPUPR Kota Solok Sudah Terealisasi 100 Persen.]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Kota Solok I Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rentetan bencana hidrometeorologi, mulai dari kekeringan hingga banjir bandang, telah memberikan ujian berat bagi ketahanan Kota Solok. Sawah yang gagal panen, ruas jalan yang terputus, dan jembatan yang rusak tidak hanya mengganggu mobilitas ekonomi, tetapi juga mengancam kesejahteraan ribuan warga. Di tengah tantangan ini, kehadiran Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat menjadi instrumen penyelamat yang sangat krusial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Solok mendapatkan dukungan dana TKD yang signifikan yang ditujukan untuk penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana. Alokasi ini secara cerdas dan strategis telah diarahkan oleh pemerintah daerah, mulai dari perbaikan fasilitas publik, normalisasi saluran air, hingga penyaluran dana rehabilitasi bagi kelompok tani yang sawahnya mengalami gagal panen akibat banjir.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/85d8ce590ad8981ca2c8286f79f59954_1001211840.jpg">&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, mendapatkan kucuran dana segar hanyalah langkah awal. Tantangan yang sesungguhnya terletak pada eksekusi di lapangan. Proses pencairan dana, baik untuk infrastruktur maupun bantuan langsung kepada masyarakat terdampak (seperti petani), kerap kali terbentur oleh rumitnya verifikasi data dan birokrasi administrasi. Oleh karena itu, ketepatan sasaran dan kecepatan realisasi anggaran mutlak diperlukan. Masyarakat tidak boleh dibiarkan terlalu lama menunggu bantuan pemulihan di saat roda ekonomi mereka terhenti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ke depan, penggunaan dana TKD tidak boleh hanya bersifat reaktif&mdash;hanya berfokus pada perbaikan setelah bencana terjadi. Pemerintah Kota Solok harus menjadikan momentum ini untuk berinvestasi pada langkah-langkah mitigasi. Dengan mengalokasikan sebagian dana TKD untuk penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), peningkatan kapasitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan normalisasi drainase, kita dapat membangun ketahanan kota yang lebih permanen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala Dinas PUPR Kota Solok Afrizal, M.Eng melalui Sekretaris PUPR Dahwirman di ruang kerjanya ,  di PUPR  secara umum Penganggaran di usulkan secara kebutuhan dan perencanaan dari bidang Bina marga dan PSDA, dan pengerjaannya Allhamdulilah  sampai saat ini sudah terealisasi 100 persen dengan anggaran Rp. 2.888.240.000</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/3636638817772e42b59d74cff571fbb3_1001211831.jpg"> &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun peruntukan anggaran sebagai berikut :  Ada 5 sub kegiatan yang masing masing kegiatan di uraikan sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Sub kegiatan operasi dan Pemeliharaan Tanggul dan tebing sungai. Diantaranya seperti pemeliharaan rutin rehap dan pembangunan sendimen Banda Taratak Tanah Garam dan Belanja pemeliharaan bagunan air -Bangunan Pengaman Sungai dan penanggulangan &lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Sub Kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Permukaan yaitu  <br>- berupa Rehap dan pembangunan Banda buang sawah Solok.<br>-  Peninggian Pasangan saluran  Buang irigasi Nampa di Gawan .<br>- Pembangunan Dinding Penahan Tebing dan pembersihan sendimen saluran bandar ulu .<br>- Pembangunan Dinding Penahan Tebing Saluran Bandar Imang Payo dan terakhir untuk Biaya Penunjang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Sub Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan jaringan irigasi pemukaan adalah  pembuangan sendimen irigasi belakang SD 19 Gawan &lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Sub kegiatan Rehabilitasi Ruas jalan Depag - Gawan dan Rehabilitas jalan dan perbaikan Dinding Penahan Tanah Ruas jalan Payo. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Pengadaan Kendaraan dinas operasional dan lapangan &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak hanya anggaran   sebesar .Rp. 2.888.240.000 Dalam bantuan untuk Kota Solok untuk pasca bencana dan mitigasi Kota Solok juga di dukung dari dana banpres selain fisik adalah mobil Tanki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter yang akan di gunakan oleh PDAM pincuran makmur kedepannya.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/02522a2b2726fb0a03bb19f2d8d9524d_1001211830.jpg">&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara prinsip Dana banpres atau BKK di dinas PUPR  telah terealisasi 100 persen, oleh DPUPR Kota Solok sesuai perencanaan dan target Realisasi yang mana akan di laporkan oleh Kepala Daerah Ke Presiden RI &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan pengerjaan tersebut sesuai yg di harapkan karena harapan dari walikota Solok  Ramadhani Kirana Putra adalah pelayanan publik yang maksimum serta mewujudkan kota Solok kota Tujuan, Kota yang di berkahi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah seorang warga kota Solok yang kerap dipanggil Nel, saat diminta tanggapannya tentang penggunaan dana TKD, mengatakan Pemerintah Kota Solok harus memastikan tambahan kucuran dana TKD disalurkan secara transparan, akurat, dan tepat sasaran. Prioritas pertama harus diberikan pada rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur vital.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pemda tidak boleh hanya berfokus pada perbaikan fisik semata, melainkan juga harus mengalokasikan anggaran untuk pemulihan ekonomi. Dukungan modal, benih, dan normalisasi saluran irigasi mutlak dipercepat agar para petani dapat kembali menggarap lahan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kota Solok juga harus memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana TKD ini. Setiap rupiahnya adalah amanah rakyat yang harus dikawal agar tepat sasaran, tanpa celah penyimpangan. Pengawasan ketat oleh DPRD dan partisipasi aktif masyarakat melalui kanal pelaporan seperti SP4N-LAPOR! sangat krusial. Hanya dengan sinergi yang kuat antara pemerintah yang responsif dan masyarakat yang peduli lingkungan, Kota Solok dapat bangkit menjadi kota yang tangguh dan berkelanjutan, ujar Nel.((YOSE)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_407_Dana-Banpres-Sebesar-Rp--2-888-240-000-Di-DPUPR-Kota-Solok-Sudah-Terealisasi-100-Persen-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284167/dana-banpres-sebesar-rp-2888240000-di-dpupr-kota-solok-sudah-terealisasi-100-persen/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">UNPAB Perkuat Komitmen Melestarikan Budaya Melayu Melalui Dialog Kebangsaan ISMI Edisi IV</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 14:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[UNPAB Perkuat Komitmen Melestarikan Budaya Melayu Melalui Dialog Kebangsaan ISMI Edisi IV]]></title>
            <description><![CDATA[UNPAB Perkuat Komitmen Melestarikan Budaya Melayu Melalui Dialog Kebangsaan ISMI Edisi IV]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medan &ndash; Universitas Pembangunan Panca Budi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya bangsa dengan menjadi tuan rumah Dialog Kebangsaan Ikatan Sarjana Melayu Indonesia ISMI Edisi IV yang mengangkat tema Menjemput Tuah Meninggi Marwah Mengukuhkan Seni Tanjak Tengkuluk Sumatera Utara dalam Peta Budaya Nasional. Kegiatan yang berlangsung di Gedung A Ruang Al Huda Kampus I UNPAB ini menghadirkan akademisi, budayawan, tokoh Melayu, serta civitas akademika untuk memperkuat upaya pelestarian warisan budaya Melayu Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dialog Kebangsaan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, lembaga budaya, dan masyarakat dalam mendorong penguatan identitas budaya Melayu. Melalui forum ilmiah tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai sejarah, filosofi, ragam, serta pentingnya pelestarian tanjak dan tengkuluk sebagai identitas masyarakat Melayu sekaligus mendorong pengusulannya sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan menghadirkan Dr. Tengku Mira Sinar, MA sebagai Ahli Cagar Budaya dan Warisan Budaya Tak Benda yang menyampaikan materi mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya serta proses pengusulan Warisan Budaya Tak Benda Nasional. Sementara itu, Abu Abdillah Fahmi ST selaku Ketua Balai Seni Tanjak Tengkuluk Kesultanan Serdang membahas sejarah, ragam, filosofi, dan makna tanjak serta tengkuluk sebagai simbol kehormatan masyarakat Melayu. Sesi dialog berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai perguruan tinggi yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya, Universitas Pembangunan Panca Budi terus membuka ruang kolaborasi akademik yang menghubungkan dunia pendidikan dengan nilai nilai kearifan lokal. Kehadiran kegiatan ini mempertegas peran UNPAB sebagai institusi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif menjaga dan mengembangkan warisan budaya Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dekan Fakultas Agama Islam dan Humaniora Universitas Pembangunan Panca Budi menyampaikan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama yang harus didukung oleh dunia pendidikan melalui kajian ilmiah, edukasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau menyampaikan bahwa UNPAB merasa bangga dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan Dialog Kebangsaan ISMI Edisi IV. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga identitas budaya Melayu agar tetap lestari dan semakin dikenal di tingkat nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain sesi dialog, kegiatan juga diisi dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para tokoh dan lembaga yang telah berkontribusi dalam pelestarian budaya Melayu, kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai simbol sinergi antara dunia akademik, organisasi profesi, dan pemerhati budaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui penyelenggaraan Dialog Kebangsaan ISMI Edisi IV, Universitas Pembangunan Panca Budi kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga nilai nilai luhur budaya Melayu dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_3356_UNPAB-Perkuat-Komitmen-Melestarikan-Budaya-Melayu-Melalui-Dialog-Kebangsaan-ISMI-Edisi-IV.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284166/unpab-perkuat-komitmen-melestarikan-budaya-melayu-melalui-dialog-kebangsaan-ismi-edisi-iv/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dukung Sukses Rakerda dan Family Gathering JMSI Sumut, Bank Sumut Cabang Stabat Titipkan Souvenir untuk Peserta</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 12:08:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dukung Sukses Rakerda dan Family Gathering JMSI Sumut, Bank Sumut Cabang Stabat Titipkan Souvenir untuk Peserta]]></title>
            <description><![CDATA[Langkat  Dukungan terhadap pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkai dengan Family Gathering (FG) Jaringan Media Siber Indo]]></description>
            <content><![CDATA[Langkat &ndash; Dukungan terhadap pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkai dengan Family Gathering (FG) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara terus mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Bank Sumut Cabang Stabat yang turut berpartisipasi dengan memberikan sejumlah souvenir untuk para peserta kegiatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rakerda dan Family Gathering JMSI Sumut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Pantai Romantis, Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tersebut akan diikuti pengurus dan anggota JMSI dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya kegiatan tersebut, Pimpinan Cabang Bank Sumut Stabat, Baran Enda Harahap, melalui jajaran manajemen menitipkan sejumlah cendera mata yang nantinya akan dibagikan kepada peserta Rakerda dan Family Gathering JMSI Sumut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyerahan souvenir dilakukan pada Jumat (10/7/2026) di Kantor Bank Sumut Cabang Stabat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cendera mata tersebut diserahkan oleh Pinsie Operasional Bank Sumut Cabang Stabat, Ayen Herny Watty, kepada Ketua Bidang Organisasi Pengda JMSI Sumut, <a href="https://www.sumut24.co/tag/don/" target="_blank">Don</a>y Syahputra, yang hadir didampingi rekannya sesama pengurus, Ariswan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, Ayen Herny Watty menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk perhatian dan dukungan Bank Sumut terhadap kegiatan JMSI Sumut serta wujud kemitraan yang selama ini terjalin baik antara insan pers dan Bank Sumut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jangan dilihat dari bentuk maupun nilainya. Ini adalah bentuk dukungan dan apresiasi kami karena selama ini hubungan kemitraan antara media dan Bank Sumut telah terjalin dengan baik," ujar Ayen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga menyampaikan salam hormat dari Pimpinan Cabang Bank Sumut Stabat, Baran Enda Harahap, yang berhalangan hadir secara langsung karena padatnya agenda pekerjaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Pak Pimpinan Cabang menitipkan salam hormat kepada seluruh pengurus dan anggota JMSI Sumut. Beliau berharap pelaksanaan Rakerda dan Family Gathering JMSI Sumut dapat berjalan lancar, sukses, dan semakin mempererat tali silaturahmi antaranggota," tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, <a href="https://www.sumut24.co/tag/don/" target="_blank">Don</a>y Syahputra menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bank Sumut Cabang Stabat atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, perhatian dari mitra kerja seperti Bank Sumut menjadi motivasi tersendiri bagi JMSI Sumut untuk terus membangun organisasi yang profesional serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Cabang Bank Sumut Stabat beserta jajaran atas dukungan yang diberikan. Semoga hubungan baik dan kemitraan yang telah terjalin selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang," pungkasnya.rel]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_7711_Dukung-Sukses-Rakerda-dan-Family-Gathering-JMSI-Sumut--Bank-Sumut-Cabang-Stabat-Titipkan-Souvenir-untuk-Peserta.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/284165/dukung-sukses-rakerda-dan-family-gathering-jmsi-sumut-bank-sumut-cabang-stabat-titipkan-souvenir-untuk-peserta/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Mahasiswa UMPAB Ikuti Program Pertukaran Pelajar Internasional di UNIRAZAK Malaysia, Wujudkan Generasi Berdaya Saing Global</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 12:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Mahasiswa UMPAB Ikuti Program Pertukaran Pelajar Internasional di UNIRAZAK Malaysia, Wujudkan Generasi Berdaya Saing Global]]></title>
            <description><![CDATA[Mahasiswa UMPAB Ikuti Program Pertukaran Pelajar Internasional di UNIRAZAK Malaysia, Wujudkan Generasi Berdaya Saing Global]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medan &ndash; Universitas Pembangunan Panca Budi UMPAB kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring pendidikan internasional melalui Program Pertukaran Pelajar International Kampus Berdampak yang bekerja sama dengan Universiti Tun Abdul Razak UNIRAZAK Malaysia. Program ini menjadi salah satu langkah strategis universitas dalam memberikan pengalaman belajar bertaraf internasional sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program pertukaran pelajar ini diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas Sains Komputasi dan Kecerdasan Digital UMPAB. Selama mengikuti kegiatan, para mahasiswa akan menjalani proses pembelajaran, diskusi akademik, pertukaran budaya, serta berbagai aktivitas kolaboratif bersama sivitas akademika UNIRAZAK. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperkuat komunikasi lintas budaya, serta membangun jejaring internasional yang bermanfaat bagi pengembangan karier di masa depan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata dari semangat Kampus Berdampak, yaitu menghadirkan pendidikan tinggi yang mampu memberikan pengalaman belajar di luar ruang kelas, memperkuat kolaborasi internasional, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, dan karakter yang unggul. Kehadiran mahasiswa UMPAB di lingkungan akademik internasional menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan yang dimiliki universitas mampu bersaing dan diterima di tingkat global.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, program ini turut memperkuat hubungan kerja sama antara UMPAB dan UNIRAZAK dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, serta pertukaran pengetahuan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program internasional lainnya yang mampu memberikan dampak positif bagi kedua institusi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui Program Pertukaran Pelajar International Kampus Berdampak, Universitas Pembangunan Panca Budi terus memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi internasional dan membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik di tingkat global. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang inovatif, kompetitif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa di era global.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9708_Mahasiswa-UMPAB-Ikuti-Program-Pertukaran-Pelajar-Internasional-di-UNIRAZAK-Malaysia--Wujudkan-Generasi-Berdaya-Saing-Global.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284164/mahasiswa-umpab-ikuti-program-pertukaran-pelajar-internasional-di-unirazak-malaysia-wujudkan-generasi-berdaya-saing-global/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Saksi Ungkap Dugaan Commitment Fee Rp600 Juta di Sidang Smartboard, Moettaqien: Saya Tidak Pernah Terima Uang</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 11:54:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Saksi Ungkap Dugaan Commitment Fee Rp600 Juta di Sidang Smartboard, Moettaqien: Saya Tidak Pernah Terima Uang]]></title>
            <description><![CDATA[Saksi Ungkap Dugaan Commitment Fee Rp600 Juta di Sidang Smartboard, Moettaqien Saya Tidak Pernah Terima Uang]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN &ndash; Nama Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (<a href="https://www.sumut24.co/tag/kasatpol/" target="_blank">Kasatpol</a> PP) Sumatera Utara, Moettaqien Hasrimi, mencuat dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan 93 unit smartboard di Kota Tebing Tinggi yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam persidangan tersebut, saksi Fatimah yang merupakan perwakilan PT Gunung Mas selaku perusahaan penyedia mengungkap adanya dugaan permintaan uang yang disebut sebagai commitment fee dalam proyek pengadaan smartboard senilai sekitar Rp14 miliar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut keterangan saksi, terdapat aliran dana sebesar Rp600 juta yang dikaitkan dengan "Pj" atau Penjabat Wali Kota Tebing Tinggi yang menjabat saat proyek berlangsung. Pada periode tersebut, jabatan Penjabat Wali Kota Tebing Tinggi dipegang oleh Moettaqien Hasrimi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski demikian, Moettaqien Hasrimi membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah menerima uang sebagaimana disebut dalam persidangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya tidak pernah menerima uang Rp600 juta ataupun meminta commitment fee dalam proyek tersebut," tegas Moettaqien saat dimintai tanggapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga menyatakan siap memberikan keterangan apabila diperlukan oleh aparat penegak hukum dan menghormati proses persidangan yang sedang berjalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus dugaan korupsi pengadaan smartboard di Kota Tebing Tinggi sendiri masih bergulir di Pengadilan Tipikor Medan. Keterangan para saksi yang disampaikan di persidangan merupakan bagian dari proses pembuktian dan akan dinilai bersama alat bukti lainnya oleh majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan yang berkekuatan hukum.red&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9654_Saksi-Ungkap-Dugaan-Commitment-Fee-Rp600-Juta-di-Sidang-Smartboard--Moettaqien--Saya-Tidak-Pernah-Terima-Uang.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284163/saksi-ungkap-dugaan-commitment-fee-rp600-juta-di-sidang-smartboard-moettaqien-saya-tidak-pernah-terima-uang/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">SAPA: Kapolda Baru Harus Tuntaskan Dugaan Korupsi Beasiswa, PON dan Aceh Hebat</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 09:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[SAPA: Kapolda Baru Harus Tuntaskan Dugaan Korupsi Beasiswa, PON dan Aceh Hebat]]></title>
            <description><![CDATA[BANDA ACEH  Pergantian kepemimpinan di Polda Aceh dinilai menjadi momentum penting untuk membuktikan keseriusan penegakan hukum di Tanah ]]></description>
            <content><![CDATA[BANDA ACEH &ndash; Pergantian kepemimpinan di Polda Aceh dinilai menjadi momentum penting untuk membuktikan keseriusan penegakan hukum di Tanah Rencong. Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) meminta Kapolda Aceh yang baru, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, segera menjadikan pemberantasan korupsi dan kejahatan lingkungan sebagai agenda prioritas, terutama terhadap sejumlah perkara yang hingga kini masih menjadi sorotan publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami berharap Kapolda Aceh yang baru dapat menuntaskan berbagai dugaan tindak pidana korupsi yang selama ini menjadi perhatian publik. Kasus-kasus yang belum selesai harus ditindaklanjuti secara serius dan transparan agar kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum semakin meningkat," kata Ketua SAPA, Fauzan Adami, Kamis (9/7/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Fauzan, masyarakat telah terlalu lama menunggu kepastian hukum atas berbagai dugaan penyimpangan anggaran yang nilainya besar. Penanganan yang berlarut-larut tanpa kejelasan hanya akan memperkuat persepsi bahwa pemberantasan korupsi belum berjalan secara maksimal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Perkara dugaan penyimpangan dana beasiswa, anggaran PON XXI, proyek multiyears, hingga pengadaan tiga unit Kapal Aceh Hebat harus menjadi perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui sejauh mana proses penegakan hukumnya," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain perkara korupsi, SAPA juga mengingatkan Polda Aceh agar tidak mengabaikan kejahatan lingkungan yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Praktik pertambangan ilegal, perambahan hutan, dan galian C tanpa izin disebut masih marak terjadi di berbagai daerah serta berdampak langsung terhadap kerusakan lingkungan dan meningkatnya risiko bencana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan lingkungan harus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu. Kerusakan alam yang terjadi hari ini akan menjadi beban besar bagi masyarakat di masa depan jika terus dibiarkan," tegas Fauzan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SAPA juga meminta Polda Aceh mengawal penggunaan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang bersumber dari pemerintah pusat agar tepat sasaran. Di saat yang sama, aparat penegak hukum didorong menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Pemerintah Aceh maupun pemerintah kabupaten/kota Tahun Anggaran 2025 yang mengindikasikan adanya potensi kerugian negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami berharap setiap laporan masyarakat diproses secara serius sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum yang tegas, transparan, dan tuntas akan menjadi bukti nyata bahwa negara benar-benar hadir dalam memberikan keadilan serta melindungi kepentingan masyarakat Aceh," pungkas Fauzan. Muktar]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9599_SAPA--Kapolda-Baru-Harus-Tuntaskan-Dugaan-Korupsi-Beasiswa--PON-dan-Aceh-Hebat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/284162/sapa-kapolda-baru-harus-tuntaskan-dugaan-korupsi-beasiswa-pon-dan-aceh-hebat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">FABEM Desak Presiden Prabowo Redam Potensi Gesekan Kejagung dan Kortastipidkor Polri</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 09:27:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[FABEM Desak Presiden Prabowo Redam Potensi Gesekan Kejagung dan Kortastipidkor Polri]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA  SUMUT24.CO Dinamika penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Kejaksaan Agung RI dan Korps Pemberantasan Tindak Pida]]></description>
            <content><![CDATA[JAKARTA | SUMUT24.CO</p> Dinamika penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Kejaksaan Agung RI dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri mendapat perhatian dari Forum Alumni Badan Eksekutif dan Senat Mahasiswa (FABEM).<br>Wakil Ketua Umum DPP FABEM Bidang Hukum dan Antar Lembaga, <a href="https://www.sumut24.co/tag/tody/" target="_blank">Tody</a> Ardiansyah Prabu, S.H., meminta Presiden RI Prabowo Subianto segera mengambil langkah untuk menjaga sinergi kedua institusi penegak hukum tersebut agar tidak terjadi gesekan yang dapat mengganggu kepercayaan publik.<br>"Presiden perlu memanggil Jaksa Agung dan Kapolri agar koordinasi tetap berjalan baik. Jangan sampai muncul konflik antarlembaga. Bila ada dugaan korupsi yang didukung alat bukti yang cukup, proses hukum harus berjalan profesional tanpa pandang bulu," ujar <a href="https://www.sumut24.co/tag/tody/" target="_blank">Tody</a> dalam keterangannya, Jumat.<br>Menurut <a href="https://www.sumut24.co/tag/tody/" target="_blank">Tody</a>, seluruh aparat penegak hukum maupun pejabat negara harus menjunjung tinggi prinsip equality before the law, sehingga siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum.<br>Ia menegaskan masyarakat saat ini membutuhkan kepastian hukum dan langkah nyata pemerintah dalam pemberantasan korupsi di tengah kondisi ekonomi dan situasi nasional yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan.<br>Ketua Umum DPP FABEM, Zainuddin Asryad, S.IP., juga mengingatkan agar tidak terjadi konflik antarinstitusi penegak hukum.<br>"Kami berharap Presiden bersikap tegas dan konsisten dalam mengawal penegakan hukum serta mengusut setiap dugaan korupsi besar secara transparan dan profesional," katanya.<br>Sementara itu, Ketua DPW FABEM Sumatera Utara, Rinno Hadinata, meminta Kortastipidkor Polri bekerja secara profesional dalam mengembangkan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di sektor mineral dan batu bara (minerba), termasuk yang berkaitan dengan PT BRA dan PT OBP apabila didukung alat bukti yang cukup.<br>Rinno menyebut, berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan aparat penegak hukum, penyidik Kortastipidkor Bareskrim Polri telah melakukan penggeledahan di Restoran D&#039;Clan Signature dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait batu bara yang disebut berkaitan dengan kasus blackout PLN.<br>Dari penggeledahan tersebut, penyidik dilaporkan menyita barang bukti berupa uang senilai hampir Rp60 miliar, terdiri atas 130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar Amerika Serikat, serta uang tunai sebesar Rp259.159.000.<br>Menurut FABEM, proses penanganan perkara harus dilakukan secara independen, transparan, serta tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Seluruh dugaan tindak pidana harus dibuktikan melalui mekanisme penyelidikan, penyidikan, hingga persidangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.<br>Di sisi lain, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menegaskan pihaknya menghormati proses penyidikan yang dilakukan Polri.<br>"Kami menghormati seluruh proses penyidikan yang sedang berjalan saat ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Anang.<br>Ia menambahkan, Kejaksaan Agung tidak akan memberikan penilaian di luar fakta hukum yang sedang didalami penyidik dan masih menunggu perkembangan resmi hasil penyidikan, termasuk mengenai objek penggeledahan, barang bukti yang disita, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut.<br>FABEM berharap seluruh proses penegakan hukum berjalan objektif, profesional, dan bebas dari intervensi sehingga dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum serta komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_1608_FABEM-Desak-Presiden-Prabowo-Redam-Potensi-Gesekan-Kejagung-dan-Kortastipidkor-Polri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/politik/284161/fabem-desak-presiden-prabowo-redam-potensi-gesekan-kejagung-dan-kortastipidkor-polri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ketua Tim Komisi VII DPR RI dan Gubernur Sumut Kunjungi Paviliun Asahan di PRSU 2026, Sepatu Bunut Raih Apresiasi Luar Biasa</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 08:58:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ketua Tim Komisi VII DPR RI dan Gubernur Sumut Kunjungi Paviliun Asahan di PRSU 2026, Sepatu Bunut Raih Apresiasi Luar Biasa]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co MEDAN , Kehadiran Paviliun Kabupaten Asahan dalam ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 mencuri perhatian kalangan pemangk]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -MEDAN , Kehadiran <a href="https://www.sumut24.co/tag/paviliun/" target="_blank">Paviliun</a> Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> dalam ajang Pekan Raya Sumatera Utara (<a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a>) 2026 mencuri perhatian kalangan pemangku kepentingan tingkat pusat dan daerah. Kamis (9/7/2026) sekira pukul 16.45 Wib, <a href="https://www.sumut24.co/tag/ketua/" target="_blank">Ketua</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/tim/" target="_blank">Tim</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/komisi-vii/" target="_blank">Komisi VII</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/dpr-ri/" target="_blank">DPR RI</a>, Dr. Evita Nursanty, M.Sc., didampingi langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., mengunjungi stan yang menjadi rumah bagi berbagai potensi unggulan daerah tersebut.<p></p><a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> 2026 sendiri merupakan ajang promosi budaya, perdagangan, investasi, dan ekonomi kreatif terbesar di wilayah Sumatera Utara yang mengusung tema "Harmoni Emas dengan Semangat Kolaborasi Tradisi, Bangkitkan Inspirasi". Berlangsung sejak 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Area <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> Kota Medan, kegiatan ini menampilkan ragam pameran produk UMKM, pertunjukan seni budaya, hingga kolaborasi lintas pelaku industri kreatif dari seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Utara.<p></p>Kedatangan rombongan pimpinan tingkat pusat dan provinsi tersebut disambut hangat oleh Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pejabat terkait dan tamu undangan lainnya.<p></p>Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Dr. Evita Nursanty beserta rombongan meninjau secara langsung berbagai produk unggulan yang ditampilkan, mulai dari ikon andalan daerah Sepatu Bunut, bibit kultur jaringan produksi PT Hijau Surya Biotechindo, hingga beragam karya kreatif hasil jerih payah pelaku UMKM Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>.</p><p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/698d51a19d8a121ce581499d7b701668_IMG-20260710-WA0006.jpg"><br></p><p><p></p>Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> dalam kesempatan itu memaparkan perkembangan industri Sepatu Bunut yang kini telah menjadi kebanggaan daerah dan memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional. Dr. Evita Nursanty pun memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas produk tersebut. Menurutnya, Sepatu Bunut memiliki desain yang menarik, kerapian jahitan yang memukau, serta daya saing yang kuat untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Sebagai tanda dukungan nyata terhadap produk lokal, beliau turut membeli satu pasang Sepatu Bunut ukuran 38.<p></p>"Kami berharap Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> terus konsisten memberikan pembinaan, pendampingan, dan dukungan menyeluruh kepada para pelaku UMKM. Agar mereka senantiasa meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, dan terus berinovasi demi menguatkan perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Dr. Evita Nursanty.<p></p>Sementara itu, Bupati Taufik Zainal Abidin menjelaskan bahwa industri Sepatu Bunut telah tumbuh dan berkembang sejak tahun 1998, berpusat di sepanjang Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Bunut dan Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kisaran Barat, yang berjarak sekitar 3,5 kilometer dari Kantor Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>. Produk ini memiliki ciri khas unik berupa model tanpa tali dan tanpa tumit yang dikenal dengan sebutan pansus, tersedia bagi kalangan pria maupun wanita dengan beragam pilihan desain, kualitas tahan lama, serta harga yang sangat terjangkau.<p></p>Keistimewaan Sepatu Bunut juga terletak pada teknik pembuatannya yang berbeda dari sepatu pada umumnya, yaitu pemasangan kulit dilakukan mulai dari bagian tapak naik ke arah bagian atas, sehingga menghasilkan produk yang jauh lebih kokoh dan awet. Hingga kini, para pengrajin tetap mempertahankan teknik tradisional ini sekaligus mengelola pemasaran secara mandiri melalui rumah produksi dan toko masing-masing.<p></p>"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu <a href="https://www.sumut24.co/tag/ketua/" target="_blank">Ketua</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/tim/" target="_blank">Tim</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/komisi-vii/" target="_blank">Komisi VII</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/dpr-ri/" target="_blank">DPR RI</a> beserta rombongan dan Bapak Gubernur Sumatera Utara atas kunjungan berharga ini. Semoga perhatian ini menjadi motivasi tambahan bagi kami dan seluruh pelaku UMKM di <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas, dan memperluas jangkauan pasar," tambah Bupati Taufik.<p></p>Melalui keikutsertaan dalam <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> 2026, Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> menaruh harapan besar agar produk-produk unggulan daerah semakin dikenal luas oleh masyarakat, pangsa pasar UMKM semakin meluas, daya saing produk lokal semakin menguat, dan pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> secara menyeluruh.<p></p>Sekira pukul 17.15 Wib, seluruh rangkaian kegiatan kunjungan berjalan lancar dan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. (dre)<br><p></p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_4310_Ketua-Tim-Komisi-VII-DPR-RI-dan-Gubernur-Sumut-Kunjungi-Paviliun-Asahan-di-PRSU-2026--Sepatu-Bunut-Raih-Apresiasi-Luar-Biasa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284160/ketua-tim-komisi-vii-dpr-ri-dan-gubernur-sumut-kunjungi-paviliun-asahan-di-prsu-2026-sepatu-bunut-raih-apresiasi-luar-biasa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan di Desa Paya Gambar Telan Anggaran Rp17,8 Juta, Rincian Belanja Dipertanyakan</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 07:37:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan di Desa Paya Gambar Telan Anggaran Rp17,8 Juta, Rincian Belanja Dipertanyakan]]></title>
            <description><![CDATA[Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan di Desa Paya Gambar Telan Anggaran Rp17,8 Juta, Rincian Belanja Dipertanyakan]]></description>
            <content><![CDATA[<br>DELI SERDANG &ndash; Anggaran sebesar Rp17.800.000 untuk kegiatan sosialisasi atau penyuluhan pemberdayaan perempuan di <a href="https://www.sumut24.co/tag/desa/" target="_blank">Desa</a> Paya Gambar, Kecamatan Batang Kuis, menjadi sorotan. Sejumlah warga mempertanyakan rincian penggunaan dana tersebut karena dinilai cukup besar untuk sebuah kegiatan sosialisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat dikonfirmasi, Kepala <a href="https://www.sumut24.co/tag/desa/" target="_blank">Desa</a> Paya Gambar Harmaini menjelaskan bahwa anggaran digunakan untuk berbagai kebutuhan pelaksanaan kegiatan, di antaranya transportasi narasumber, konsumsi (makan dan minum), transportasi peserta, serta seminar kit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Transport narasumber, makan minum, transport peserta dan seminar kit," ujar Kepala <a href="https://www.sumut24.co/tag/desa/" target="_blank">Desa</a>, Kamis (9/7/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala <a href="https://www.sumut24.co/tag/desa/" target="_blank">Desa</a> juga menyatakan bahwa nilai anggaran Rp17,8 juta tersebut belum sepenuhnya menjadi biaya operasional karena telah dipotong pajak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Uang tersebut juga dipotong pajak," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menambahkan bahwa potongan pajak sekitar 12 persen dari nilai anggaran. Namun, hingga kini belum dijelaskan secara rinci berapa nominal masing-masing komponen belanja, jumlah peserta, besaran honor narasumber, biaya seminar kit, maupun nilai pajak yang benar-benar disetorkan kepada negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiadaan rincian tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai efisiensi dan kewajaran penggunaan dana desa. Pasalnya, setiap rupiah yang bersumber dari keuangan negara semestinya dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, rinci, dan mudah diakses masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Transparansi bukan sekadar menyebutkan pos pengeluaran secara umum, melainkan juga menyajikan rincian anggaran yang memungkinkan masyarakat menilai apakah biaya yang dikeluarkan telah sesuai dengan kebutuhan riil kegiatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, masyarakat berharap Pemerintah <a href="https://www.sumut24.co/tag/desa/" target="_blank">Desa</a> Paya Gambar membuka dokumen pertanggungjawaban kegiatan, termasuk rincian belanja, daftar peserta, bukti pembayaran, honor narasumber, pengadaan seminar kit, biaya konsumsi, biaya transportasi, serta bukti penyetoran pajak. Keterbukaan tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan pengelolaan Dana <a href="https://www.sumut24.co/tag/desa/" target="_blank">Desa</a> dilakukan secara akuntabel, efisien, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.red&lt;/p&gt; &lt;p&gt;]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_6413_Sosialisasi-Pemberdayaan-Perempuan-di-Desa-Paya-Gambar-Telan-Anggaran-Rp17-8-Juta--Rincian-Belanja-Dipertanyakan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284158/sosialisasi-pemberdayaan-perempuan-di-desa-paya-gambar-telan-anggaran-rp178-juta-rincian-belanja-dipertanyakan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Perkuat Tata Kelola Perusahaan, Direksi Inalum Temui Kejati Sumut</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 01:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Perkuat Tata Kelola Perusahaan, Direksi Inalum Temui Kejati Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co BATUBARA, Jajaran Direksi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) melakukan kunjungan silaturahmi ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Ut]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -BATUBARA, Jajaran <a href="https://www.sumut24.co/tag/direksi/" target="_blank">Direksi</a> PT Indonesia Asahan Aluminium (<a href="https://www.sumut24.co/tag/inalum/" target="_blank">Inalum</a>) melakukan kunjungan silaturahmi ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) sebagai langkah memperkuat sinergi, harmoni, dalam membangun negeri melalui tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan berintegritas.</p>Rombongan <a href="https://www.sumut24.co/tag/direksi/" target="_blank">Direksi</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/inalum/" target="_blank">Inalum</a> diterima langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, Muhibuddin, di ruang kerjanya.</p>Pertemuan tersebut juga mempererat kolaborasi antara BUMN dan aparat penegak hukum dalam mendukung operasional perusahaan yang akuntabel serta sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>Direktur Utama <a href="https://www.sumut24.co/tag/inalum/" target="_blank">Inalum</a>, Melati Sarnita, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kejati Sumut yang selama ini aktif memberikan pendampingan hukum, pengawalan proyek strategis nasional, hingga penguatan kepatuhan di lingkungan perusahaan.</p>"Kami mengapresiasi Kejati Sumut atas dukungan yang selama ini diberikan, khususnya melalui pendampingan hukum, pengawalan proyek strategis, serta upaya pencegahan dan penindakan tindak pidana korupsi di lingkungan BUMN,"ujar Melati.</p>Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat operasional perusahaan, mendukung pembangunan nasional, serta meningkatkan kontribusi <a href="https://www.sumut24.co/tag/inalum/" target="_blank">Inalum</a> sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagi negara dan masyarakat.</p>Sementara itu, Head of Corporate Communication <a href="https://www.sumut24.co/tag/inalum/" target="_blank">Inalum</a>, Utrich Farzah menjelaskan, kolaborasi dengan Kejaksaan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang profesional, bersih, dan berintegritas.</p>"Kerja sama ini menjadi salah satu bentuk sinergi Kejaksaan dengan BUMN melalui pemberian legal opinion, legal assistance, serta pendampingan hukum, sehingga dapat memperkuat tata kelola perusahaan yang baik," kata Utrich kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).</p>Ia menambahkan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/inalum/" target="_blank">Inalum</a> terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk aparat penegak hukum, guna memastikan setiap proses bisnis berjalan sesuai prinsip good corporate governance serta memberikan manfaat yang optimal bagi negara dan masyarakat.(Jo)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_1236_Perkuat-Tata-Kelola-Perusahaan--Direksi-Inalum-Temui-Kejati-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/284157/perkuat-tata-kelola-perusahaan-direksi-inalum-temui-kejati-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>