<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Sat, 11 Jul 2026 01:55:43 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">PERANG IDEOLOGI DI BALIK LAYAR: KETIKA MEDIA SOSIAL MENENTUKAN SIAPA YANG DIDENGAR</guid>
            <pubDate>Sat, 11 Jul 2026 00:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PERANG IDEOLOGI DI BALIK LAYAR: KETIKA MEDIA SOSIAL MENENTUKAN SIAPA YANG DIDENGAR]]></title>
            <description><![CDATA[Medan  Linimasa media sosial Indonesia kembali dipenuhi perdebatan. Kali ini, sorotan mengarah pada isu LGBTQ setelah munculnya berbagai ]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Medan &ndash; Linimasa media sosial Indonesia kembali dipenuhi perdebatan. Kali ini, sorotan mengarah pada isu LGBTQ setelah munculnya berbagai unggahan yang menanggapi kebijakan pemerintah yang mengategorikan penyebaran budaya LGBTQ sebagai salah satu ancaman nonmiliter. Dalam hitungan jam, tagar, potongan video, hingga opini dari berbagai kalangan memenuhi beranda pengguna dan memunculkan perdebatan yang kian tajam.<p></p> Fenomena seperti ini tentu bukan menjadi hal yang baru. Hampir setiap isu yang berkaitan dengan politik, agama, maupun identitas selalu berkembang menjadi pertarungan narasi di media sosial. Masing-masing kelompok berlomba menyampaikan argumentasi, membangun dukungan, sekaligus memengaruhi cara publik memandang suatu persoalan. Besarnya pengaruh media sosial juga tidak terlepas dari tingginya jumlah penggunanya.<p></p> Berdasarkan laporan Digital 2025 Indonesia dari DataReportal, Indonesia tercatat memiliki sekitar 143 juta identitas pengguna media sosial. Angka tersebut menjadikan ruang ini sebagai salah satu arena utama publik dalam memperoleh informasi sekaligus membentuk opini terhadap berbagai isu yang sedang berkembang. <p></p><p>Perdebatan mengenai posisi LGBTQ menjadi contoh nyata bagaimana media sosial mampu mengubah sebuah isu menjadi pembicaraan publik. Di satu sisi, terdapat kelompok yang menilai isu tersebut sebagai bagian dari demokrasi yang menjunjung kebebasan ekspresi dan hak asasi manusia sehingga perlu dilindungi. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang berpandangan bahwa LGBTQ bertentangan dengan nilai agama, budaya, dan norma sosial yang selama ini dijunjung di Indonesia. </p>Menurut sosiolog Pierre Bourdieu, kondisi seperti itu menunjukkan adanya konflik simbolik, yaitu pertarungan untuk memengaruhi cara publik memaknai suatu realitas. Artinya, dalam media sosial, pertarungan tidak dilakukan melalui kekuatan fisik, melainkan lewat kata-kata, gambar, video, maupun simbol yang mampu membentuk persepsi.  Pandangan tersebut juga diperkuat oleh Manuel Castells yang menyebut bahwa kekuasaan saat ini tidak lagi hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki sumber daya ekonomi atau politik, tetapi juga oleh pihak yang mampu mengendalikan arus informasi dan membangun narasi yang dipercaya banyak orang. <p></p>Sementara itu, pakar komunikasi digital, Zeynep Tufekci menilai algoritma media sosial turut memperbesar konflik, di mana konten yang memancing emosi, kontroversi, atau kemarahan cenderung memperoleh jangkauan lebih luas dibandingkan konten yang bersifat informatif.<p></p> Akibatnya, perbedaan pendapat lebih mudah berkembang menjadi polarisasi yang berkepanjangan. Bukan hanya isu LGBTQ, pola serupa juga dapat dilihat dalam berbagai perdebatan lain, mulai dari pemilu, kebijakan pemerintah, hingga isu keagamaan. Ketika sebuah topik menjadi viral, ruang diskusi sering kali berubah menjadi arena saling menguatkan keyakinan masing-masing, bukan lagi mencari titik temu. <p></p>Oleh sebab itu, peran media sosial tidak lagi terbatas sebagai sarana komunikasi, melainkan juga sebagai arena perebutan pengaruh. Siapa yang mampu membangun narasi paling kuat berpeluang lebih besar memengaruhi cara publik melihat sebuah persoalan. Itulah sebabnya, perang ideologi hari ini tidak selalu berlangsung di ruang sidang atau mimbar politik, melainkan juga di layar ponsel yang setiap hari berada di genggaman jutaan orang.</p><p>Oleh: Armelia Agustina.</p><p><p></p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_8592_PERANG-IDEOLOGI-DI-BALIK-LAYAR--KETIKA-MEDIA-SOSIAL-MENENTUKAN-SIAPA-YANG-DIDENGAR.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284191/perang-ideologi-di-balik-layar-ketika-media-sosial-menentukan-siapa-yang-didengar/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dinkes Sumut Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Jiwa Lewat Program Cek Kesehatan Gratis</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 23:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dinkes Sumut Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Jiwa Lewat Program Cek Kesehatan Gratis]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanProgram Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tidak hanya me]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tidak hanya mendeteksi penyakit fisik, tetapi juga mengidentifikasi indikasi gangguan kesehatan jiwa masyarakat sejak dini. Dari sekitar 2,8 juta warga yang telah mengikuti skrining kesehatan, ditemukan indikasi Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) yang mengalami gejala kecemasan dan stres.</p><br></p>&quot;Saat skrining kesehatan, kita menemukan masyarakat yang mengalami cemas dan stres yang masih dalam tahap rentang awal. Semua orang bisa mengalami hal ini, tapi harus dikendalikan agar tidak menjadi gangguan jiwa berat,&quot; ujar Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Hery Valona Bonatua Ambarita pada temu pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (10/7/2026).</p><br></p>Menurut Hery, Kementerian Kesehatan RI memperkirakan sekitar 1,2% populasi Indonesia mengalami gejala kecemasan dan stres yang berpotensi menjadi masalah kesehatan jiwa apabila tidak ditangani dengan baik.</p><br></p>&quot;Kementerian Kesehatan telah mengambil rata-rata 1,2% dari populasi penduduk Indonesia mengalami cemas dan stres. Artinya, dari 10 orang terdapat satu hingga dua orang ODMK. Kondisi ini masih situasional, makanya harus dikendalikan dengan meningkatkan pertahanan diri juga edukasi dan terapi,&quot; terang Hery.</p><br></p>Ia menjelaskan, hasil skrining menunjukkan kelompok remaja menjadi yang paling banyak terindikasi mengalami kecemasan dan stres. Faktor penyebabnya antara lain beban tugas sekolah yang tinggi. Selain itu, orang dewasa juga banyak mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi, seperti kebutuhan biaya pendidikan anak dan tuntutan hidup lainnya.</p><br></p>Untuk menangani persoalan tersebut, pemerintah menjalankan dua pendekatan. Pertama, melakukan deteksi dan penanganan dini terhadap ODMK agar tidak berkembang menjadi gangguan jiwa berat. Kedua, memberikan pelayanan komprehensif bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang membutuhkan penanganan dokter spesialis jiwa, terapi intensif, hingga perawatan di rumah sakit.</p><br></p>&quot;Saat ini kami diberi target untuk melakukan skrining terhadap 22 ribu orang terkait dengan kesehatan jiwa. Sekarang sudah mencapai 13 ribu lebih atau 67% yang sudah diskrining. Kami yakin pada Desember nanti kita dapat mencapai target,&quot; kata Hery.</p><br></p>Selain skrining, Dinkes Sumut juga menjalankan program bebas pasung bagi masyarakat yang mengalami gangguan jiwa berat. Hingga saat ini, sebanyak 186 ODGJ di 33 kabupaten/kota telah mendapatkan penanganan.</p><br></p>Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Dinkes Sumut, dinas kesehatan kabupaten/kota, serta rumah sakit jiwa. Layanan ini menjadi bagian dari implementasi Universal Health Coverage (UHC) dan Program Berobat Gratis (PROBIS), yang termasuk Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumatera Utara. Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan jiwa secara gratis.</p><br></p>&quot;Minggu depan kita akan uji coba kerjasama yang sudah kita lakukan. Masyarakat yang terpasung akan kita bawa ke RS Jiwa, seperti di Tanjung Balai dari lima orang yang terpasung masih ada dua orang lagi yang keluarganya belum bersedia. Padahal, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) harus dibawa ke RS Jiwa untuk mendapatkan pelayanan yang standar,&quot; papar Hery.</p><br></p>Menurutnya, penanganan ODGJ harus dilakukan secara medis melalui diagnosis dokter spesialis jiwa, pemberian obat, serta perawatan intensif apabila diperlukan.</p><br></p>&quot;Kalau dulu sebelum ada program UHC, kalau masyarakat tidak ada BPJS tidak bisa berobat, hanya dibawa ke puskesmas dan diberikan obat penenang, masalah gangguan jiwanya tidak ditangani. Kalau sekarang dengan UHC masyarakat sudah dapat berobat gratis,&quot; katanya.</p><br></p>Melalui Program Berobat Gratis, lanjut Hery, pasien ODGJ dapat memperoleh pelayanan di rumah sakit jiwa, mulai dari pemeriksaan oleh dokter spesialis jiwa, pemberian obat, hingga menjalani rawat inap selama 42 hari sesuai kebutuhan medis.</p><br></p>&quot;Kalau sudah dirawat inap maka dia bisa patuh minum obat. Kalau sudah rutin minum obat ODGJ bisa beraktivitas sehari-hari. Gangguan jiwa sama dengan penyakit lain seperti hipertensi ataupun diabetes yang harus dikendalikan dengan makan obat. Di sinilah kami imbau kalau ada masyarakat yang mengalami gangguan jiwa jangan dipasung lagi tapi bawalah berobat ke RS Jiwa,&quot; terangnya.**(Rel)</p><br></p><br></p><br></p><br></p><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_2696_Dinkes-Sumut-Deteksi-Dini-Gangguan-Kesehatan-Jiwa-Lewat-Program-Cek-Kesehatan-Gratis.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284190/dinkes-sumut-deteksi-dini-gangguan-kesehatan-jiwa-lewat-program-cek-kesehatan-gratis/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Petugas Paviliun Taput Merasa Bangga dan Senang Ikuti PRSU ke-50, Ragam Produknya Mendapat Simpati Pengunjung</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 23:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Petugas Paviliun Taput Merasa Bangga dan Senang Ikuti PRSU ke-50, Ragam Produknya Mendapat Simpati Pengunjung]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanKeriaan para petugas paviliun di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 tahun 2026 saat ini terlihat sedang tinggitinggin]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Keriaan para petugas paviliun di Pekan Raya Sumatera Utara (<a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a>) ke-50 tahun 2026 saat ini terlihat sedang tinggi-tingginya, merasa bangga dan bersenang hati melayani para pengunjung. Para penjaga paviliun dari 33 kabupaten/kota di Sumut sibuk menyambut antusiasme pengunjung lokal hingga turis asing yang ingin melihat produk UMKM serta budaya daerah.</p><br></p>Halnya dua petugas Paviliun Pemkab Tapanuli Utara, Raiza Purba dan Fajar mengungkapkan rasa bangga dan senangnya petugas kesehariannya melayani para pengunjung.</p><br></p>"Saya merasa bangga dan senang meski berhubungan dengan banyak pelanggan dengan berbagai karakter, tapi kami banyak kenal dengan pengunjung seakan bagi saya <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> juga sebagai ajang silaturrahmi, "ujarnya.</p><br></p>Selain itu, kata Fajar menambahkan, dengan bertugas di Paviliun, kami juga tahu produk-produk UMKM daerah lain dan budayanya. Sehingga wawasan dan pengetahuan bertambah.</p><br></p>"Di <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> ini , budaya, kreativitas, UMKM, hingga berbagai potensi unggulan daerah berpadu dalam satu perhelatan yang penuh warna dan makna,karenanya bagi kami penyelenggaran <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> sangat berguna dan hendaknya berkelanjutan,"harap Raiza.</p><br></p>Di Paviliun Tapanuli Utara terlihat ragam Produk UMKM yang dipamerkan, bahkan mencapai ratusan, sehingga menjadi salah satu tujuan favorit pengunjung pada gelaran Pekan Raya Sumatera Utara (<a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a>) ke-50 tahun 2026 di Medan.</p><br></p>Berbagai potensi unggulan  seperti Prodak unggulan Kopi Arabika dan berbagai prodak lainya berupa kacang tanah sihobuk dan juga kerajinan tangan pembuatan gitar,pembuatan tenun ulos Batak, dan juga lonceng Gereja yang di produksi di Desa Sitappurung Kecamatan Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara dan juga produk makanan UMKM yang menjadi kebanggaan masyarakat Taput berupa Kacang goreng Sihobuk .</p><br></p>Di dalam paviliun, pengunjung juga dapat melihat beragam produk unggulan seperti hasil aneka makanan khas manisan Haluan kudapan tradisional khas Batak , keripik, serta berbagai kerajinan kreativitas pelaku UMKM Kabupaten Taput.</p><br></p>Demikian juga Wine Stroberi dari kecamatan Pasaran dan Strawbery Hutagalung, bawang dan berbagai sambal, berbagai jenis keripik beras hitam dengan berbagai jenisnya, Chicken dan berbagai jenisnya, kopi dengan berbagai jenisnya.</p><br></p>Bahkan Kopi Taput, kata Raiza terkenal dengan kopi Arabika berkualitas dunia, terutama yang berasal dari daerah Siborong-borong. Kopi ini memiliki cita rasa khas, yakni pahit yang gurih dengan sentuhan asam dan sepat yang seimbang. Kualitasnya diakui secara global dan bahkan diekspor ke berbagai negara, termasuk menjadi pemasok untuk Starbucks.</p><br></p>Berkualitas di tingkat dunia, karena tanaman komiditas unggulan dari perkebunan rakyat tersebut dipetik dengan baik. Begitu pula cara penjemuran yang dilakukan petani.Masa panen dan pemetikan kopi sesuai dengan prosedur sehingga kualitasnya tetap terjamin, awet dan masih segar ketika diambil dari batang. Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9571_Petugas-Paviliun-Taput-Merasa-Bangga-dan-Senang-Ikuti-PRSU-ke-50--Ragam-Produknya-Mendapat-Simpati-Pengunjung.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284186/petugas-paviliun-taput-merasa-bangga-dan-senang-ikuti-prsu-ke50-ragam-produknya-mendapat-simpati-pengunjung/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wali Kota Medan: Toleransi Adalah Modal Sosial dan Motor Penggerak Pembangunan</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 23:06:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wali Kota Medan: Toleransi Adalah Modal Sosial dan Motor Penggerak Pembangunan]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menekankan pentingnya menjaga toleransi dan merawat keberagaman yang menjadi mod]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menekankan pentingnya menjaga toleransi dan merawat keberagaman yang menjadi modal sosial dan motor penggerak pembangunan Kota Medan.</p><br></p>Hal ini disampaikannya saat membuka acara Sosialisasi Pengukuran E-Survey Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Kota Medan yang berlangsung di Gedung PKK Kota Medan, Jumat (10/7/2026).</p><br></p>Dalam arahannya, Rico Waas mengatakan Indonesia bukanlah satu ragam, bukan pula satu suku dan agama. Dari ujung timur hingga barat, selatan ke utara semuanya berbeda-beda. Bahkan Kota Medan sendiri bisa dibilang miniaturnya Indonesia, karena memiliki banyak keberagaman suku, budaya dan agama. Rico Waas mengibaratkan keberagaman di kota Medan layaknya sebuah taman bunga yang indah.</p><br></p>"Bayangkan kalau sebuah taman hanya punya satu bunga yang sama dari ujung ke ujung. Awalnya mungkin indah, tapi lama-lama kita bosan. Tapi bayangkan jika sebuah taman yang di dalamnya ada warna hijau, biru, kuning, ada rumput, ada bunga dengan tekstur berbeda. Itulah sebuah taman yang indah dan enak dipandang karena ada harmoni," kata Rico Waas.</p><br></p>Lebih lanjut, Rico Waas juga menjelaskan bahwa sikap toleransi dan saling menghargai telah diajarkan dari sejak di bangku Sekolah Dasar. Maka dari itu, diperlukan komitmen yang kuat untuk terus menjaga sikap toleransi ditengah keberagaman.</p><br></p>Rico Waas tidak ingin kedamaian yang telah terbangun sejak dahulu, hanya sampai di generasi saat ini saja, melainkan harus terus ditanamkan hingga ke generasi muda. Untuk itu, Rico Waas meminta para Camat dan seluruh elemen masyarakat yang hadir untuk menjadi agen harmoni dan mensosialisasikan e-survey ini secara masif di wilayah kerja masing-masing.</p><br></p>"Kita hari ini mungkin sepakat di dalam ruangan ini, tetapi kita harus cek bagaimana dengan Gen Z dan Gen Alpha kita? Apakah mereka berpikir hal yang sama? Kita harus melakukan transfer knowledge kepada anak-anak kita agar perbedaan ini tidak menjadi pembatas, melainkan menjadi kekuatan yang memajukan ekonomi dan pembangunan kota kedepannya," tegasnya.</p><br></p>Sesuai dengan semboyan dalam Mars Kota Medan, Rico Waas menegaskan prinsip "Medan Untuk Semua dan Semua Untuk Medan" Artinya, kota dengan sejarah panjang ini adalah milik semua suku, agama, dan ras yang wajib berkontribusi penuh dalam menjaga kerukunan.</p><br></p>"Mari terus kita jaga harmonisasi ini. Perbedaan yang ada bukan menjadi problem, tapi justru harus dijadikan kekuatan untuk kita membangun bersama kota Medan," ajaknya.</p><br></p>Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Kota Medan, Andi Mario Siregar, dalam laporannya menyampaikan bahwa survey ini dilaksanakan di 19 provinsi yang ada di Indonesia, dimana Provinsi Sumatera Utara terpilih dalam pengukuran indeks ini.</p><br></p>"Antusiasme warga Medan pun terbukti sangat tinggi. Kami lihat sampai tadi pagi jam 08.00 WIB, jumlah penduduk Kota Medan yang sudah mengisi e-survey ini telah melampaui target, yaitu sebanyak 2.020 orang. Harapan kita ke depan adalah sebaran data yang merata di seluruh wilayah," ungkap Andi Mario.</p><br></p>Tujuan dari pengisian e-survey ini sendiri, bilang Andi Mario, ialah untuk memperoleh gambaran tingkat harmoni masyarakat sebagai dasar evaluasi perencanaan dan penyusunan kebijakan pembangunan daerah berbasis data, yang mencakup dimensi ekonomi, sosial, budaya, dan keberagaman. Selain itu guna memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga harmoni sosial sehingga menciptakan suasana yang kondusif, aman, dan damai.</p><br></p>"Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10, 13 dan 14 Juli 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 500 orang," pungkasnya.</p><br></p>Turut hadir dalam pembukaan sosialisasi tersebut, unsur Forkopimda kota Medan, Pimpinan Perangkat Daerah, serta para Camat. Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_826_Wali-Kota-Medan--Toleransi-Adalah-Modal-Sosial-dan-Motor-Penggerak-Pembangunan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284184/wali-kota-medan-toleransi-adalah-modal-sosial-dan-motor-penggerak-pembangunan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wali Kota Medan Mengajak Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) Menjadi Mitra Strategis Pemerintah</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 23:03:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wali Kota Medan Mengajak Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) Menjadi Mitra Strategis Pemerintah]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) menjadi mitra strategis pemerintah]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak Persatuan Wartawan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> (<a href="https://www.sumut24.co/tag/pwpm/" target="_blank">PWPM</a>) menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan informasi yang sehat, akurat, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran hoaks, Rico menilai peran jurnalis semakin vital dalam menjaga kualitas informasi yang diterima publik.</p><br></p>Ajakan tersebut disampaikan Rico saat menerima audiensi jajaran Pengurus <a href="https://www.sumut24.co/tag/pwpm/" target="_blank">PWPM</a> periode 2026&ndash;2029 di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman, Jumat (10/7/2026). Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Medan dengan insan pers yang meliput aktivitas pemerintahan.</p><br></p>"Yang terpenting, informasi yang disampaikan benar, sehat, dan tidak membuat masyarakat tersesat. Kita harus saling memberikan masukan selama itu bermanfaat bagi masyarakat," tegas Rico Waas.</p><br></p>Didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Arrahman Pane serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Arafat Syam, Rico menegaskan pembangunan Kota Medan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Menurutnya, kolaborasi dengan media menjadi bagian penting dalam mengawal berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.</p><br></p>Ia menyebut berbagai persoalan perkotaan, seperti penanganan banjir, pelaksanaan agenda pembangunan hingga peningkatan kualitas layanan publik, membutuhkan masukan yang konstruktif sekaligus penyampaian informasi yang objektif kepada masyarakat.</p><br></p>Selain itu, Rico juga mendorong <a href="https://www.sumut24.co/tag/pwpm/" target="_blank">PWPM</a> terus menghadirkan program-program yang mampu meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan. Menurutnya, pengembangan kompetensi dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti lomba karya tulis, fotografi jurnalistik, baca puisi, penulisan sejarah dan geografi Kota Medan, hingga promosi seni dan budaya lokal.</p><br></p>"Jurnalis saat ini tidak hanya dituntut menghasilkan tulisan yang berkualitas, tetapi juga mampu menyajikan karya visual yang menarik, artistik, dan memiliki makna sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima masyarakat," ujarnya.</p><br></p>Ketua <a href="https://www.sumut24.co/tag/pwpm/" target="_blank">PWPM</a> Muhammad Edison Ginting menjelaskan audiensi tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru organisasi kepada Wali Kota Medan.</p><br></p><a href="https://www.sumut24.co/tag/pwpm/" target="_blank">PWPM</a> turut memaparkan rencana pelaksanaan rapat kerja organisasi sebagai langkah menyusun program kerja yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan yang bertugas di lingkungan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a>.</p><br></p>Ginting menegaskan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pwpm/" target="_blank">PWPM</a> siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Medan melalui pemberitaan yang objektif, berimbang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.</p><br></p>"Kami siap menjadi mitra strategis <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> dalam mendukung penyebarluasan informasi yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya. Rel</p><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_6475_Wali-Kota-Medan-Mengajak-Persatuan-Wartawan-Pemko-Medan--PWPM--Menjadi-Mitra-Strategis-Pemerintah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284182/wali-kota-medan-mengajak-persatuan-wartawan-pemko-medan-pwpm-menjadi-mitra-strategis-pemerintah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Menyicip &#039;Martabe Cokelat&#039;, Karya UMKM Tapanuli Selatan yang Memikat Pengunjung PRSU 2026</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 22:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Menyicip 'Martabe Cokelat', Karya UMKM Tapanuli Selatan yang Memikat Pengunjung PRSU 2026]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanGelaran Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 kembali menjadi panggung bagi potensi lokal dari berbagai daerah. Salah satu]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Gelaran Pekan Raya Sumatera Utara (<a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a>) 2026 kembali menjadi panggung bagi potensi lokal dari berbagai daerah. Salah satu yang paling mencuri perhatian di Paviliun Tapanuli Selatan adalah kehadiran "Martabe Cokelat", sebuah produk cokelat bar premium hasil olahan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Tambang Emas Martabe (PT Agincourt Resources).</p><br></p>Meski terhitung baru, produk signature asal Kecamatan Batang Toru ini sukses memikat lidah warga Medan dan pengunjung domestik selama pekan pertama pada event pameran terbesar di Sumatera Utara tersebut.</p><br></p>Martabe Cokelat merupakan wujud nyata pemanfaatan potensi komoditas perkebunan di Tapanuli Selatan. Proses budidaya tanaman kakao sepenuhnya dilakukan oleh para petani lokal di daerah Sayur Matinggi. Setelah dipanen, biji kakao tersebut dibawa ke Rumah Cokelat yang terletak di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, untuk diolah menjadi cokelat batangan siap konsumsi.</p><br></p>Martabe Cokelat merupakan wujud nyata pemanfaatan potensi komoditas perkebunan di Tapanuli Selatan. Proses budidaya tanaman kakao sepenuhnya dilakukan oleh para petani lokal di daerah Sayur Matinggi. Setelah dipanen, biji kakao tersebut dibawa ke Rumah Cokelat yang terletak di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, untuk diolah menjadi cokelat batangan siap konsumsi.</p><br></p>Senior Supervisor Small Medium Enterprise (SME) Development Tambang Emas Martabe, Nurlaila, menjelaskan bahwa produk ini melewati fase uji coba yang matang sejak akhir tahun 2025.</p><br></p>"Awal mula uji coba produksi itu sekitar akhir 2025. Kami membutuhkan waktu 3 hingga 4 bulan untuk pendampingan bersama tenaga ahli demi mendapatkan formula yang sesuai standar. Setelah siap, baru kami launching resmi sekitar dua bulan lalu," ujar Nurlaila saat ditemui langsung di area pameran <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a>.</p><br></p>Saat ini, pemasaran Martabe Cokelat sudah merambah ke berbagai daerah strategis. Selain tersedia di outlet oleh-oleh khusus binaan tambang bernama Bagasi Toru di Batang Toru, produk ini telah mengular ke Kota Padang Sidempuan, Sipirok, Sibolga, hingga menembus 5 outlet di Bandara Internasional Kualanamu dan gerai Bolu Napoleon di Kota Medan.</p><br></p><br></p>Kualitas premium dengan harga yang sangat terjangkau yakni Rp25.000 untuk kemasan 70 gram&mdash;menjadi daya tarik utama. Terbukti, dari 400 pieces persediaan yang dibawa langsung dari Tapanuli Selatan untuk <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> 2026, setengahnya langsung ludes terjual hanya dalam waktu satu minggu dengan rata-rata penjualan mencapai 20 pieces per hari. Guna memanjakan pengunjung, stan ini juga memberikan promo menarik berupa bonus camilan tradisional untuk setiap pembelian dua batang cokelat.</p><br></p>Saat ini, Martabe Cokelat baru memiliki satu varian rasa manis (milk chocolate) yang memiliki ketahanan konsumsi hingga 10 bulan (atau 1 tahun jika disimpan dalam lemari pendingin). Namun, merespons tingginya permintaan pasar terhadap produk kesehatan, pihak manajemen tengah bersiap meluncurkan varian baru.</p><br></p>"Kami berencana mengembangkan varian dark chocolate dengan komposisi kakao murni sebesar 50%, 70%, hingga 80% dalam satu atau dua bulan ke depan. Varian ini memiliki kandungan gula yang sangat rendah, sehingga aman dan bahkan disarankan bagi penderita diabetes," tambah Nurlaila.</p><br></p>Selain rasa yang autentik, cokelat juga dikenal luas kaya akan kandungan yang dapat menstimulasi hormon kebahagiaan (endorfin), menjadikannya camilan sehat yang digemari masyarakat.</p><br></p>Selain sektor kuliner, Tambang Emas Martabe juga memamerkan ragam produk kreatif mitra binaan lainnya di lantai dua stan pameran, seperti</p><br></p>- Batik Tapsel, kain batik dengan motif khas kebudayaan Tapanuli Selatan.</p><br></p>- Kerajinan Ulos, tas, pouch, dan aksesori berbahan dasar kain ulos.</p><br></p>- Kain Ecoprint, produk tekstil ramah lingkungan yang memanfaatkan pewarna alami dari tanin daun dan bunga.</p><br></p>- Komunitas "Martabe", yaitu wadah jasa kreatif yang menghimpun talenta lokal seperti Make Up Artist (MUA) dan fotografer profesional.</p><br></p>"Tambang itu tidak ada selamanya. Karena itu, melalui program pemberdayaan ini, kami berkomitmen menyiapkan unit-unit usaha masyarakat yang tangguh. Ketika operasional tambang selesai di masa depan, masyarakat Tapanuli Selatan sudah sepenuhnya mandiri secara ekonomi," tutup Nurlaila. (W04)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_1615_Menyicip---039-Martabe-Cokelat--039---Karya-UMKM-Tapanuli-Selatan-yang-Memikat-Pengunjung-PRSU-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284181/menyicip-039martabe-cokelat039-karya-umkm-tapanuli-selatan-yang-memikat-pengunjung-prsu-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bawa Wahana Baru ke PRSU, Biestro Indonesia Jadi Primadona Pengunjung dari Berbagai Generasi</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 22:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bawa Wahana Baru ke PRSU, Biestro Indonesia Jadi Primadona Pengunjung dari Berbagai Generasi]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanKemeriahan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) tahun ini semakin berwarna dengan kehadiran booth Biestro Indonesia. Mengusung]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Kemeriahan Pekan Raya Sumatera Utara (<a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a>) tahun ini semakin berwarna dengan kehadiran booth Biestro Indonesia. Mengusung konsep one-stop entertainment, wahana hiburan yang berpusat di Jalan Diponegoro, Binjai (tepat di depan Masjid Ar-Rahman) ini sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.</p><br></p>Tak tanggung-tanggung, Biestro Indonesia memboyong ke <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> sederet permainan seru yang memacu adrenalin sekaligus menghibur. Pengunjung dapat menikmati sensasi Dino train berkeliling wilayah <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a>, menonton Virtual Reality (VR), hingga fotobox yang selalu menjadi favorit para gen Z.</p><br></p>Salah satu daya tarik utama yang paling diminati, khususnya oleh generasi muda, adalah wahana Virtual Reality (VR) 4 Dimensi. Teknologi ini memungkinkan pemain merasakan sensasi nyata seolah-olah masuk ke dalam dunia film.</p><br></p>Menariknya, selama gelaran <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a>, Biestro Indonesia menyajikan harga khusus di bawah tarif normal, serta fasilitas gratis yang memanjakan pengunjung yaitu,</p><br></p>- Wahana VR 4D, hanya Rp15.000 (harga normal Rp20.000) dengan durasi permainan 3, 5, hingga 7 menit tergantung film yang dipilih.</p><br></p>- Wahana 360, berupa fasilitas gratis langsung dari Biestro Indonesia.</p><br></p>- Foto Box &amp; Dino Game, menjadi spot paling hits dan digandrungi anak muda untuk bersenang-senang dan berfoto selfie.</p><br></p>Koin Wahana dimulai dari harga Rp10.000 hingga Rp20.000 per koin/orang untuk menikmati berbagai permainan lainnya.</p><br></p>Diana, Branch Ambasador perwakilan dari Biestro Indonesia, mengungkapkan rasa optimisnya melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi selama pergelaran <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a>.</p><br></p>"Sejauh ini yang saya rasakan, masyarakat cukup tertarik dengan wahana-wahana yang kami bawa kemari. Responnya sangat baik," ujar Diana.</p><br></p>Ia menjelaskan bahwa pada hari biasa (weekday), jumlah pengunjung berkisar antara 60 hingga 80 orang per hari. Angka ini diprediksi akan melonjak tajam saat akhir pekan (weekend), terlebih dengan adanya agenda penampilan artis ibu kota.</p><br></p>"Untuk akhir pekan ini kita targetkan pengunjung bisa di atas 100 orang. Apalagi momentumnya pas dan hiburannya lengkap untuk semua kalangan," tambahnya.</p><br></p>Biestro Indonesia bukanlah pemain baru di industri hiburan Sumatra Utara. Memulai kiprahnya sekitar 7 tahun lalu, bisnis ini awalnya berfokus pada wisata edukasi berkuda. Seiring berjalannya waktu dan tingginya permintaan pasar, Biestro Indonesia terus bertransformasi dan berekspansi dengan menghadirkan berbagai wahana modern tanpa menghilangkan identitas awalnya.</p><br></p>Bagi warga Medan, Binjai dan sekitarnya yang ingin merasakan keseruan ini dengan harga miring, pastikan untuk mengunjungi booth Biestro Indonesia sebelum pergelaran <a href="https://www.sumut24.co/tag/prsu/" target="_blank">PRSU</a> berakhir. (W04)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_1913_Bawa-Wahana-Baru-ke-PRSU--Biestro-Indonesia-Jadi-Primadona-Pengunjung-dari-Berbagai-Generasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284180/bawa-wahana-baru-ke-prsu-biestro-indonesia-jadi-primadona-pengunjung-dari-berbagai-generasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PBTI Gratiskan Biaya Pendaftaran Atlet Indonesia di Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 22:48:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PBTI Gratiskan Biaya Pendaftaran Atlet Indonesia di Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN, SUMUT24.CO Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) membebaskan biaya pendaftaran (registration fee) bagi seluruh atlet Indonesia ya]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN, SUMUT24.CO </p>Pengurus Besar <a href="https://www.sumut24.co/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Indonesia (PBTI) membebaskan biaya pendaftaran (registration fee) bagi seluruh atlet Indonesia yang akan mengikuti 8th Asian <a href="https://www.sumut24.co/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Indonesia Open Championships (G2) Tahun 2026. Kejuaraan internasional tersebut akan berlangsung pada 1&ndash;5 Agustus 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.</p><br>Ketua Umum Pengda <a href="https://www.sumut24.co/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Indonesia Sumatera Utara, H. Hamdani Syaputra, SE, didampingi Sekretaris Tulus Ardiansyah, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan PBTI agar semakin banyak atlet Indonesia mendapat kesempatan tampil dan menambah pengalaman di level internasional.</p><br>"Seluruh atlet Indonesia yang didaftarkan melalui Pengurus Provinsi maupun Pengurus Cabang <a href="https://www.sumut24.co/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> Indonesia dibebaskan dari biaya pendaftaran," ujar Hamdani kepada wartawan di Medan, kemarin.</p><br>Meski demikian, seluruh atlet dan ofisial tetap diwajibkan memiliki lisensi World <a href="https://www.sumut24.co/tag/taekwondo/" target="_blank">Taekwondo</a> (WT) yang masih berlaku. Atlet harus memiliki Global Athlete License (GAL), sedangkan pelatih maupun ofisial wajib memiliki Global Official License (GOL).<br>Bagi atlet yang belum memiliki GAL, pengurusannya dapat dilakukan melalui Sekretariat PBTI dengan biaya sebesar USD 40 atau sekitar Rp750 ribu per atlet.</p><br>Hamdani menambahkan, pendaftaran peserta dilakukan melalui Simply WT GMS dan akan ditutup pada 25 Juli 2026. Sementara batas akhir pengurusan lisensi GAL/GOL ditetapkan hingga 17 Juli 2026.</p><br>Ia mengimbau seluruh Pengprov, Pengcab, klub, dan atlet di Sumatera Utara agar segera melengkapi persyaratan administrasi sehingga dapat mengikuti kejuaraan tersebut tanpa kendala.</p><br>"Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh atlet-atlet kita untuk menambah jam terbang dan mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional," pungkasnya.Red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9406_PBTI-Gratiskan-Biaya-Pendaftaran-Atlet-Indonesia-di-Asian-Taekwondo-Indonesia-Open-Championships-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/sport/284179/pbti-gratiskan-biaya-pendaftaran-atlet-indonesia-di-asian-taekwondo-indonesia-open-championships-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pengawasan WNA Terkesan Lemah, LSM PENJARA Sumut : Evaluasi Kinerja Kanwil Imigrasi Sumut</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 20:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pengawasan WNA Terkesan Lemah, LSM PENJARA Sumut : Evaluasi Kinerja Kanwil Imigrasi Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[Medan sumut24.co Ketua DPD LSM PENJARA Sumatera Utara, Iqbal Alfansyuri, menyampaikan keprihatinannya atas belum adanya keterangan resmi d]]></description>
            <content><![CDATA[<b>Medan |<a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b><p></p>Ketua DPD LSM PENJARA Sumatera Utara, Iqbal Alfansyuri, menyampaikan keprihatinannya atas belum adanya keterangan resmi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara terkait mencuatnya dugaan keterlibatan seorang warga negara asing (WNA) asal Singapura dalam perkara industri rumahan (home industry) vape yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika di Kota Medan.<p></p><p>Menurut Iqbal, masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang transparan mengenai bagaimana sistem pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas WNA di Sumatera Utara dijalankan. Ia menilai, jika informasi yang beredar nantinya terbukti benar berdasarkan proses hukum, maka hal tersebut patut menjadi bahan evaluasi serius terhadap mekanisme pengawasan keimigrasian.</p><p>"Publik menunggu penjelasan resmi dari <a href="https://www.sumut24.co/tag/kanwil/" target="_blank">Kanwil</a> Imigrasi Sumatera Utara. Transparansi sangat penting agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat," ujar Iqbal.</p><p>Ia menambahkan bahwa Sumatera Utara selama ini gencar menggaungkan semangat pemberantasan narkoba. Namun, menurutnya, apabila terdapat dugaan WNA dapat menjalankan aktivitas yang melanggar hukum tanpa terdeteksi sejak awal, maka efektivitas pengawasan perlu dievaluasi secara menyeluruh.</p><p>"Semangat pemberantasan narkoba jangan hanya menjadi slogan. Semua institusi yang memiliki kewenangan, termasuk dalam aspek pengawasan terhadap lalu lintas dan keberadaan WNA, harus terus memperkuat sistem pengawasannya agar kejadian serupa tidak terulang," katanya.</p><p>Iqbal juga meminta kementerian terkait untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja jajaran <a href="https://www.sumut24.co/tag/kanwil/" target="_blank">Kanwil</a> Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya kelalaian atau kelemahan dalam pelaksanaan tugas.</p><p>"Apabila nantinya hasil evaluasi internal maupun pemeriksaan dari instansi yang berwenang menemukan adanya kelalaian, kami meminta Menteri terkait untuk mengambil langkah tegas, termasuk melakukan pergantian pimpinan <a href="https://www.sumut24.co/tag/kanwil/" target="_blank">Kanwil</a> Imigrasi Sumatera Utara sebagai bentuk pertanggungjawaban," tegasnya.</p><p>Di akhir pernyataannya, Iqbal mengajak seluruh aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan pengawasan keimigrasian tetap terjaga.(W02)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_8536_Pengawasan-WNA-Terkesan-Lemah--LSM-PENJARA-Sumut---Evaluasi-Kinerja-Kanwil-Imigrasi-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/hukum-kriminal/284178/pengawasan-wna-terkesan-lemah-lsm-penjara-sumut-evaluasi-kinerja-kanwil-imigrasi-sumut/</link>
            <author><![CDATA[darma]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Teater Koma Kembali Tampilkan Rumah Sakit Jiwa, Lakon yang Tetap Relevan Setelah 35 Tahun</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 17:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Teater Koma Kembali Tampilkan Rumah Sakit Jiwa, Lakon yang Tetap Relevan Setelah 35 Tahun]]></title>
            <description><![CDATA[Teater Koma Kembali Tampilkan Rumah Sakit Jiwa, Lakon yang Tetap Relevan Setelah 35 Tahun Jakartasumut24.co10 Juli 2026  Setelah 35 tahu]]></description>
            <content><![CDATA[Teater Koma Kembali Tampilkan Rumah Sakit Jiwa, Lakon yang Tetap Relevan Setelah 35 Tahun&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jakarta|sumut24.co</p>10 Juli 2026 &ndash; Setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan, Rumah Sakit Jiwa, salah satu karya penting Teater Koma, kembali hadir melalui kolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation. Dipentaskan pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, produksi ke-237 Teater Koma ini mengajak penonton merefleksikan berbagai persoalan kemanusiaan, relasi kuasa, dan dinamika sosial yang tetap relevan hingga kini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Di tengah begitu banyak pilihan hiburan saat ini, seni pertunjukan teater tetap memiliki tempat yang istimewa karena menghadirkan pengalaman yang hanya dapat dirasakan ketika penonton dan pemain berbagi ruang dan waktu yang sama. Kedekatan itulah yang membuat teater terus relevan. Karena itu, Bakti Budaya Djarum Foundation terus mendukung karya-karya seperti Rumah Sakit Jiwa yang tidak hanya menawarkan kualitas artistik, tetapi juga mengajak penonton merefleksikan berbagai persoalan yang masih dekat dengan kehidupan kita. Harapannya, semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal teater sebagai pengalaman budaya yang bermakna dan layak dinikmati,&quot; ujar Billy Gamaliel, Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rumah Sakit Jiwa berkisah tentang Rogusta, seorang dokter baru di sebuah rumah sakit jiwa yang dipimpin Profesor Sidarita. Berbekal keyakinan bahwa pendekatan yang penuh persahabatan mampu membantu proses penyembuhan pasien, Rogusta mulai menerapkan metode yang perlahan mengubah kehidupan di rumah sakit tersebut. Namun, perubahan itu justru memicu konflik dengan sistem yang telah lama berjalan dan mereka yang merasa posisinya terancam. Melalui kisah tersebut, Teater Koma menghadirkan refleksi mengenai upaya seseorang untuk mengubah sistem yang telah mengakar, sekaligus mengajak penonton mempertanyakan, apakah benar bahwa dunia sedang berubah menjadi sebuah &#039rumah sakit jiwa&#039;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Sejak pertama kali dipentaskan pada tahun 1991, Rumah Sakit Jiwa bukan semata-mata bercerita tentang sebuah institusi, tetapi tentang manusia dan berbagai persoalan yang mengitarinya. Itulah sebabnya kami merasa lakon ini masih relevan hari ini. Dari segi proses, hal yang sama dengan 35 tahun lalu adalah para pemain tidak hanya membaca naskah dan berlatih di ruang latihan, tetapi juga melakukan observasi ke rumah sakit jiwa serta berdiskusi dengan psikolog klinis dan psikiater. Proses tersebut menjadi bagian penting agar para pemain memahami setiap karakter, sehingga apa yang disaksikan penonton lahir dari empati dan pemahaman yang utuh,&quot; ujar Rangga Riantiarno, Sutradara Rumah Sakit Jiwa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain pendalaman karakter, identitas visual setiap tokoh juga menjadi perhatian dalam pementasan ini. Perancang busana Samuel Wattimena dan Rima Ananda merancang kostum yang tidak hanya merepresentasikan profesi para tokoh, tetapi juga membantu mempertegas karakter, dinamika psikologis, dan perjalanan masing-masing tokoh di atas panggung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami tidak ingin kostum hanya menjadi pelengkap visual. Setiap rancangan dibuat untuk membantu penonton mengenali karakter, latar belakang, hingga perubahan yang dialami masing-masing tokoh sepanjang cerita. Karena itu, prosesnya melibatkan diskusi yang cukup panjang dengan sutradara agar setiap detail kostum benar-benar mendukung penceritaan," ujar Samuel Wattimena, perancang busana Rumah Sakit Jiwa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rumah Sakit Jiwa ditulis oleh N. Riantiarno dan disutradarai oleh Rangga Riantiarno. Pementasan ini turut didukung oleh tim kreatif lintas disiplin yang menghadirkan tata artistik, musik, tata cahaya, tata suara, kostum, multimedia, serta puluhan pemain lintas generasi yang bersama-sama menghidupkan kembali salah satu karya penting dalam perjalanan Teater Koma. Pementasan kali ini juga didukung tata musik garapan Fero A. Stefanus yang dirancang mengikuti dinamika emosi setiap adegan. Melalui komposisi yang dibangun khusus untuk Rumah Sakit Jiwa, musik menjadi elemen yang memperkuat atmosfer sekaligus mengiringi perjalanan emosional para tokohnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kembali menjadi Ibu dr. Rogusta setelah 35 tahun rasanya seperti bertemu kembali dengan seorang sahabat lama. Naskahnya tetap sama, namun pengalaman hidup selama puluhan tahun membuat saya melihat Rogusta dengan sudut pandang yang berbeda dan menemukan banyak lapisan baru dalam karakternya. Di saat yang sama, sebagai produser saya juga melihat bagaimana seluruh tim bekerja dengan dedikasi yang luar biasa untuk menghadirkan kembali lakon ini. Semua proses itu membuat Rumah Sakit Jiwa menjadi pertunjukan yang istimewa bagi saya, baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari perjalanan Teater Koma," ujar Ratna Riantiarno, pendiri Teater Koma, produser, sekaligus pemeran Ibu dr. Rogusta dalam Rumah Sakit Jiwa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pementasan Rumah Sakit Jiwa akan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, setiap pukul 19.30 WIB. Khusus Sabtu (1 Agustus), pertunjukan akan digelar dua kali pada pukul 13.30 WIB dan 19.30 WIB, sedangkan Minggu (2 Agustus) pukul 13.30 WIB. Tiket pertunjukan dapat diperoleh melalui situs resmi Teater Koma dan platform penjualan tiket yang telah ditentukan.</p>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_5290_Teater-Koma-Kembali-Tampilkan-Rumah-Sakit-Jiwa--Lakon-yang-Tetap-Relevan-Setelah-35-Tahun.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284177/teater-koma-kembali-tampilkan-rumah-sakit-jiwa-lakon-yang-tetap-relevan-setelah-35-tahun/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bertekad Sejahterakan Petani, OK. Awaluddin diunjuk Ketua Kelompok Tani &ldquo;Citra Sejahtera</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 17:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bertekad Sejahterakan Petani, OK. Awaluddin diunjuk Ketua Kelompok Tani “Citra Sejahtera]]></title>
            <description><![CDATA[Bertekad Sejahterakan Petani, OK. Awaluddin diunjuk Ketua Kelompok Tani &ldquoCitra Sejahtera]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medan -OK. Awaluddin akrab disapa Awel ini didaulat secara aklamasi menjadi Ketua Kelompok Tani &quot;Citra Sejahtera&quot; pada musyawarah pembentukan Kelompok Tani di Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli (9/7/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Acara musyawarah dilaksanakan di Pondok &quot;Medan Tanah Melayu&quot; ini berlangsung hikmat dan penuh persaudaraan dihadiri 20 petani lokal, tokoh masyarakat, Babinkamtibmas Kelurahan Titi Papan Bapak Aiptu J. Sembiring dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kementerian Pertanian Bapak Endy Turman Sinaga, SP.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Saya mengucapkan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan sebagai Kelompok Tani &quot;Citra Sejahtera&quot; yang sama-sama kita bentuk&quot; Kata OK. Awaluddin saat memberikan sambutan perdanya. &quot;Kelompok Tani ini kedepan kita jadikan sebagai wadah petani untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan tentu saja akses seluruh anggota untuk mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Medan berupa Penyuluhan, bibit pertanian, pupuk subsidi dan alat pertanian yang selama bertahun tahun belum mendapatkannya, kedepan tidak ada lagi anggota Kelompok Tani &quot;Citra Sejahtera&quot; yang tidak sejahtera&quot; sambung tokoh Pemuda Melayu Medan Utara ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelaksanaan musyawarah dari awal dipandu oleh Bapak Endy Turman Sinaga, SP selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kementerian Pertanian  ini mengharapkan dengan terbentuknya Kepengurusan Kelompok Tani &quot;Citra Sejahtera&quot; ini bisa berjalan dengan baik dan efektif sehingga mendukung mensukseskan program program pertanian dan membawa kesejahteraan bagi anggotanya, kelompok tani ini dibentuk atas dasar kesamaan, kepentingan dan tujuan yang ingin dicapai bersama. Fungsi dari kelompok tani sebagai wahana belajar, wahana kerjasama dan wahana produksi, kepengurusan dibentuk terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Seksi Seksi sesuai dengan kebutuhan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari hasil musyawarah terpilih sebagai Ketua OK. Awaluddin, Sekretaris Toni dan Bendahara Jeu Hok Seng.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Acara diakhiri dengan berbagi pengalaman selama bertani dan foto bersama. (Awel)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_7566_Bertekad-Sejahterakan-Petani--OK--Awaluddin-diunjuk-Ketua-Kelompok-Tani--ldquo-Citra-Sejahtera.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284176/bertekad-sejahterakan-petani-ok-awaluddin-diunjuk-ketua-kelompok-tani-ldquocitra-sejahtera/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Avip Priatna Bersama Paduan Suara Anak The Resonanz Children&rsquo;s Choir Menjadi Juara Umum di Kompetisi Paduan Suara Kontemporer Bergengsi di Eropa</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 17:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Avip Priatna Bersama Paduan Suara Anak The Resonanz Children’s Choir Menjadi Juara Umum di Kompetisi Paduan Suara Kontemporer Bergengsi di Eropa]]></title>
            <description><![CDATA[Avip Priatna Bersama Paduan Suara Anak The Resonanz Childrens Choir Menjadi Juara Umum di Kompetisi Paduan Suara Kontemporer Bergengsi di E]]></description>
            <content><![CDATA[Avip Priatna Bersama Paduan Suara Anak The Resonanz Children&#039;s Choir Menjadi Juara Umum di Kompetisi Paduan Suara Kontemporer Bergengsi di Eropa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Debrecen, Hungaria|sumut24.co</p>Paduan suara anak Indonesia, The Resonanz Children&#039;s Choir (TRCC), dengan konduktor Avip Priatna, kembali mengharumkan nama Indonesia, kali ini pada ajang 30th B&eacute;la Bart&oacute;k International Choir Competition, di kota Debrecen, Hungaria, dengan meraih:<br>Grand Prize Winner (Juara Umum) <br>Juara Satu Kategori Children&#039;s Choir dengan perolehan nilai 95,5 points<br>Juara Satu Kategori Free Program dengan perolehan nilai 98 points<br>Conductor Prize for Outstanding Interpretation of Contemporary Pieces and Expressive Choral Sounding untuk konduktor Avip Priatna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kompetisi paduan suara B&eacute;la Bart&oacute;k ini adalah salah satu ajang kompetisi paduan suara bergengsi di dunia dan tergabung dalam konsorsium European Grand Prix for Choral Singing (EGP) yang terkenal dengan liga kompetisi paduan suaranya yang sangat kompetitif dan prestisius. Dengan kemenangan TRCC sebagai juara umum kompetisi B&eacute;la Bart&oacute;k ini, maka TRCC mendapatkan tiket untuk berkompetisi pada babak final European Grand Prix for Choral Singing 2027 di Arezzo, Italia, melawan para juara umum 2026 dari kompetisi-kompetisi bergengsi lain di Eropa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kompetisi paduan suara B&eacute;la Bart&oacute;k diadakan setiap dua tahun sekali di kota Debrecen, bergantian dengan kompetisi untuk instrumen musik, Zolt&aacute;n Kod&aacute;ly international music competition. Kompetisi paduan suara B&eacute;la Bart&oacute;k ini berorientasi pada karya-karya paduan suara acapella kontemporer abad ke 20 dan 21. Pada kompetisi B&eacute;la Bart&oacute;k ini, para kontestan hanya diperbolehkan untuk menampilkan karya yang diciptakan setelah tahun 1945 kecuali apabila karya tersebut adalah karya dari komposer B&eacute;la Bart&oacute;k. B&eacute;la Bart&oacute;k sendiri adalah nama dari salah satu komposer legendaris asal Hungaria yang banyak menghasilkan karya-karya modern untuk musik vokal. Menyesuaikan dengan aturan khusus serta nafas dari acara kompetisi ini, TRCC menyusun program lagu yang semua mengarah pada nuansa modern kontemporer. Hal ini merupakan penyesuaian dari kebiasaan TRCC yang umumnya selalu menampilkan lagu tradisional atau lagu daerah Indonesia di berbagai panggung internasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua Dewan Juri, Georg Gr&uuml;n asal Jerman, dalam pidatonya saat pengumuman pemenang, menggambarkan betapa sulitnya kompetisi dengan lagu-lagu kontemporer modern, baik bagi para penyanyi dalam mempelajari dan menghafalkan lagu ini, bagi para konduktor dalam menginterpretasi dan juga bagi para juri dalam menilai. Para juri lain yang juga menilai kompetisi ini adalah Zsuzsanna Gr&aacute;f (Hungary), Tristan Caliston Ignacio (Philippines), Csaba Somos (Hungary) dan Philippos Tsalahouris (Greece).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua rekaman babak pertandingan termasuk pertandingan Grand Prix serta acara pengumuman pemenang dapat ditonton melalui kanal Youtube @PapagenoLive. Youtube playlist: https://youtube.com/playlist?list=PLIP_90KwhxaI&amp;si=x2NdsG5kYb4b19-A &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan berkekuatan 40 penyanyi, TRCC berkompetisi pada dua kategori, yaitu kategori Children&#039;s Choir dan kategori Free Program, dimana pada kategori Free Program ini, TRCC juga bersaing melawan paduan suara dewasa. Pada kategori Children&#039;s Choir, TRCC membawakan empat buah lagu berjudul O Sapientia karya komposer Slovenia Tadeja Vulc, lalu lagu Laudate Pueri Dominum karya komposer Italia Mattia Culmone, Home at Night karya komposer Hungaria M&aacute;t&eacute; Bella, dan Deus Ultionum karya komposer Hungaria Levente Gy&ouml;ngy&ouml;si. Sementara itu untuk kategori Free Program, TRCC membawakan empat buah lagu lain berjudul Magnus Maior Maximus karya komposer Hungaria P&eacute;ter T&oacute;th, Vir&aacute;gsirat&oacute; karya komposer Hungaria J&oacute;zsef Karai, Spiritus Domini karya komposer Italia Michele Josia dan 137 Hip-Street karya komposer muda Indonesia Fero Aldiansya Stefanus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk dapat diterima berkompetisi di B&eacute;la Bart&oacute;k International Choir Competition, calon peserta harus mengirimkan pendaftaran dan video penampilan untuk kemudian dinilai apakah layak untuk berkompetisi di kompetisi tersebut. Pada edisi spesial yang ke 30 ini, hanya sebelas kontestan dari berbagai negara yang terpilih, yaitu: &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Riverside City College Chamber Singers (USA)<br>Coralia - Concert Choir of the University of Puerto Rico (Puerto Rico)  <br>The Resonanz Children&#039;s Choir (Indonesia)  <br>Cape Town Camerata (South Africa)  <br>Santinig-Bonn (Germany)  <br>MASKA Mixed Choir of the Babite Cultural Education Centre (Latvia)  <br>Alegria Choir (Turkey)  <br>Jazzberry Tunes (Turkey)  <br>Bela Bartok Women&#039;s Choir (Hungary)  <br>Zoltan Kodaly Youth Mixed Choir (Hungary)  <br>Vantus Boys&#039; Choir (Hungary)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;TRCC bersama tiga peserta lain terpilih untuk tampil pada babak Grand Prize untuk memperebutkan gelar Juara Umum/Grand Prize B&eacute;la Bart&oacute;k International Choir Competition. Selain TRCC, ketiga kontestan yang turut bertanding pada babak final tersebut adalah Riverside City College Chamber Singers (USA); Coralia-Concert Choir of the University of Puerto Rico (Puerto Rico); dan Maska Mixed Choir (Latvia). TRCC tampil dengan nomor undi pertama. Pada babak Grand Prize ini, TRCC membawakan tiga buah lagu, yaitu Hodie Christus Natus Est karya komposer Hungaria J&oacute;zsef Karai, lalu kembali membawakan lagu Spiritus Domini karya komposer Michele Josia, dan lagu A Poem to the Mother of the Gods karya komposer kontemporer Jepang, Takatomi Nobunaga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menanggapi kemenangan ini, konduktor Avip Priatna menyampaikan, "Membawakan repertoar musik kontemporer abad ke-20 dan 21 merupakan tantangan yang sangat besar. Saya sangat bangga melihat kerja keras anak-anak ini. Mereka tidak hanya berhasil mengatasi tingkat kesulitan musik yang tinggi, tetapi juga mampu menyampaikannya dengan sangat baik di panggung internasional."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Turut hadir menyaksikan kompetisi pada babak Grand Prize secara langsung, Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Hungaria, Ibu Penny Dewi Herasati. Beliau menyampaikan kesan dan rasa bangganya terhadap penampilan anak-anak TRCC.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saat menyaksikan penampilan TRCC yang tampil pertama, dalam bayangan saya sebuah paduan suara akan menghasilkan suara yang besar, bulat, dan penuh. Namun, ketika TRCC mulai bernyanyi, yang terdengar justru suara anak-anak yang ringan dan jernih, dengan talenta serta keahlian tinggi," ungkap Ibu Penny.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau menambahkan, "Setelah menyaksikan kelompok lainnya yang memiliki karakter suara besar dan kuat, saya baru menyadari bahwa teknik yang ditampilkan anak-anak TRCC jauh lebih menantang. Mereka tidak sekadar menyanyikan lagu, tetapi juga menampilkan penguasaan teknik vokal, dinamika, artikulasi, serta musikalitas yang membutuhkan disiplin tinggi. Bangga sekali dan haru mendengar nama TRCC dipanggil sebagai pemenang. Selamat kepada TRCC, teruslah berkarya dan berprestasi mengharumkan nama Indonesia di kancah global."<br></p>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_4135_Avip-Priatna-Bersama-Paduan-Suara-Anak-The-Resonanz-Children-rsquo-s-Choir-Menjadi-Juara-Umum-di-Kompetisi-Paduan-Suara-Kontemporer-Bergengsi-di-Eropa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284175/avip-priatna-bersama-paduan-suara-anak-the-resonanz-childrenrsquos-choir-menjadi-juara-umum-di-kompetisi-paduan-suara-kontemporer-bergengsi-di-eropa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">5 Trik Styling T-Shirt biar Nggak Terlihat Terlalu Monoton</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 17:39:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[5 Trik Styling T-Shirt biar Nggak Terlihat Terlalu Monoton]]></title>
            <description><![CDATA[5 Trik Styling TShirt biar Nggak Terlihat Terlalu Monoton Jakartasumut24.coTshirt memang jadi salah satu item yang paling banyak dimiliki]]></description>
            <content><![CDATA[5 Trik Styling T-Shirt biar Nggak Terlihat Terlalu Monoton&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>Jakarta|sumut24.co</p>T-shirt memang jadi salah satu item yang paling banyak dimiliki hampir semua orang karena alasan yang sederhana: nyaman dipakai, mudah dikombinasikan, dan bisa menemani hampir semua aktivitas sehari-hari. Tapi ada satu tantangan klasik yang sering muncul, yaitu seringkali cara stylingnya berhenti di kombinasi kaos dan jeans saja. Padahal, kaos basic menyimpan potensi yang jauh lebih luas dari yang terlihat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan sedikit sentuhan padu padan yang tepat, satu T-shirt yang sama bisa berpindah karakter mengikuti suasananya. Dari look santai buat nongkrong, smart casual buat ngantor, sampai semi-formal buat dinner atau meeting. Kuncinya bukan di berapa banyak warna kaos yang kamu punya, tapi di cara mix-and-matchnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, biar tampilan sehari-hari nggak berhenti di padu padan yang itu-itu saja, coba lima formula styling ini. Simpel, gampang ditiru, dan bikin tampilan sehari-hari terasa naik kelas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tips 1: Look Santai untuk Weekend Hangout<br>Untuk agenda santai seperti hangout atau jalan di akhir pekan, pilih styling sederhana dengan kombinasi statement accessories. T-shirt oversized berpotongan longgar bertemu dengan denim shorts di atas lutut untuk kesan proporsi yang lebih seimbang, hindari shorts yang terlalu panjang yang justru bikin look terlihat "tenggelam".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk pelengkap, sneakers putih tetap jadi kombinasi paling aman, tapi kalau mau sedikit playful, coba sneakers dengan warna kontras di sol atau tali. Tambahkan aksesoris seperti headphone, topi, atau crossbody bag kecil. Item-item ini tak hanya fungsional saat kamu jalan-jalan, tapi juga jadi statement piece yang bikin look terlihat lebih stand out.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tips 2: Smart Casual untuk Kampus atau Kantor<br>Untuk outfit ke kampus atau kantor, T-shirt bisa dikreasikan jadi look yang lebih rapi. Formulanya: pilih T-shirt dengan potongan yang lebih fitted atau regular fit, hindari yang terlalu oversized biar kesannya tetap refined. Kombinasikan dengan celana berpotongan lurus atau tapered warna netral seperti hitam, navy, atau khaki. Trik andalannya ada di layering. Tambahkan T-shirt long sleeve tipis sebagai lapisan dalam untuk kesan yang lebih dimensional. Lengkapi dengan sneakers minimalis warna putih atau monochrome sebagai sentuhan akhir yang melengkapi gaya smart casual ini.<br>Tips 3: Semi Formal untuk Meeting atau Dinner<br>Untuk agenda yang sedikit lebih formal seperti coffee meeting atau makan malam, T-shirt juga bisa tetap jadi andalan dan terlihat elevated. Kuncinya: posisikan T-shirt sebagai inner yang dipadukan dengan overshirt atau work jacket. Pilih T-shirt polos berwarna netral seperti hitam, putih, atau navy dengan potongan fitted, agar tetap terlihat rapi saat dikombinasikan dengan outer. Outer menjadi piece yang paling menentukan keseluruhan tampilan. Padankan dengan blouson atau blazer berpotongan structured yang dapat langsung mengubah karakter T-shirt dari kasual menjadi semi formal. Lengkapi dengan celana tailored, sabuk, dan sepatu suede untuk menciptakan tampilan yang lebih polished.<br>Tips 4: Functional Wear untuk Traveling<br>Bagi yang gemar traveling, T-shirt jadi item wajib dan paling anti-gagal buat masuk di list packing. Selain ringan dan nggak makan tempat, T-shirt juga gampang dipadupadankan dengan macam-macam item lain yang kamu bawa, sehingga bisa tampil beda tiap hari tanpa harus overpacking. <br>Buat kegiatan traveling yang lagi banyak agenda outdoor, kombinasi T-shirt dan celana pendek jadi duo yang enak banget dipakai jalan-jalan seharian. Pilihlah potongan T-shirt yang reguler atau slightly oversized dengan bahan yang breathable agar tetap nyaman meski cuaca panas. Mainkan sedikit kontras antara warna T-shirt dan celana pendeknya biar look-nya nggak terasa flat. Tambahkan sedikit aksen lewat jaket yang dililit di pinggang.<br>Tips 4: Retro-Modern untuk Cafe Hopping<br>T-shirt bisa dipadu jadi look retro-modern yang effortless tanpa terkesan overdone. Kuncinya ada di teknik layering: kenakan dua T-shirt dengan potongan fitted, lalu gulung sedikit area lengannya agar T-shirt bagian dalam terlihat "mengintip". Pilih dua warna yang saling kontras, karena trik kecil ini yang bikin look-mu terasa lebih dimensional tanpa perlu banyak effort.<br>Untuk bawahannya, padukan dengan jorts atau celana tanggung selutut. Potongan celana yang lebih longgar ini memberikan siluet yang lagi banyak diadopsi di scene fashion belakangan ini. Trik kecilnya: mainkan proporsi, atasan yang ringkas dengan bawahan yang lebih volume bikin siluet look-mu terlihat lebih menarik dan modern. Tambahkan detail kecil seperti sabuk, scarf di leher, atau sneakers minimalis. Kalau mau lebih fashion-forward, sedikit aksesori seperti cincin, kalung tipis, atau tote bag kanvas bisa jadi finishing touch yang bikin outfit sore kamu terasa lebih statement.<br>T-shirt: Fondasi Sederhana untuk Membangun Capsule Wardrobe<br>Kelima inspirasi styling di atas menunjukkan satu hal: satu T-shirt yang sama dapat menemani berbagai aktivitas hanya dengan padu padan yang berbeda. Dan tanpa disadari, konsep ini sangat dekat dengan prinsip capsule wardrobe yang belakangan makin banyak diadopsi.<br>Prinsip capsule wardrobe sendiri cukup sederhana: punya beberapa item esensial sebagai fondasi, lalu memaksimalkan padu padannya untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Bukan soal punya banyak pakaian, tapi soal punya item yang fleksibel dan mudah dikombinasikan untuk berbagai kesempatan.<br>Di antara berbagai pilihan yang bisa jadi titik awal, T-shirt hampir selalu masuk daftar item yang wajib dimiliki. T-shirt bisa jadi atasan utama, jadi inner di balik overshirt atau blazer, menciptakan look kasual hingga semi formal. Satu item, banyak opsi gaya. Inilah yang bikin T-shirt bukan sekadar pakaian basic, tapi jadi fondasi wardrobe yang bisa mengikuti ritme keseharianmu.<br>Kemampuan beradaptasi inilah yang bikin T-shirt jadi andalan buat mereka dengan rutinitas yang super dinamis, termasuk Hector Souto, pelatih Tim Nasional Futsal Indonesia. Dengan jadwal yang terus berpindah dari sesi latihan, pertandingan, konferensi pers, perjalanan kerja, hingga agenda personal, Hector membutuhkan pakaian yang dapat mengikuti berbagai situasi tanpa mengorbankan kenyamanan maupun tampilan yang tetap rapi agar ia bisa tetap berfokus pada kegiatannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>"Saya memakainya saat latihan, konferensi pers, bahkan makan malam. Pakaiannya tidak berubah, yang berubah hanyalah situasinya. Bagi saya, itulah arti versatile yang sebenarnya," ungkap Hector.<br>Menjawab kebutuhan gaya hidup yang dinamis, UNIQLO menghadirkan koleksi T-shirt yang dirancang untuk mengikuti berbagai ritme aktivitas keseharian. Untuk look kasual sehari-hari yang berkesan clean, AIRism Katun T-Shirt Oversize Kerah Bulat jadi andalan dengan potongan oversized yang jatuhnya rapi dan bahan yang adem, ideal untuk agenda santai maupun sebagai inner. Untuk kebutuhan tampilan yang lebih refined, T-shirt Kerah Bulat dan T-Shirt SUPIMA Katun hadir dengan siluet yang lebih fitted, T-Shirt Boxy Crop untuk kamu yang suka bermain dengan siluet trendy dan streetstyle, hingga AIRism Katun T-Shirt Kerah Bulat Lengan Panjang untuk aksen layering. Seluruh koleksi dirancang dengan filosofi LifeWear, nyaman dikenakan sekaligus mudah dipadupadankan dalam keseharian.</p>&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>AIRism Katun T-Shirt Oversize Kerah Bulat <br>T-Shirt Kerah Bulat  <br>T-Shirt SUPIMA Katun</p>&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>T-Shirt Boxy Crop <br>AIRism Katun T-Shirt Kerah Bulat Lengan Panjang</p>&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Temukan beragam koleksi T-shirt UNIQLO di seluruh toko UNIQLO di Indonesia maupun secara online melalui UNIQLO.com. Untuk melihat pilihan lengkap koleksi T-shirt, kunjungi:<br>&bull; <a href="https://www.uniqlo.com/id/en/men/tops/t-shirts">https://www.uniqlo.com/id/en/men/tops/t-shirts</a></p>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_3497_5-Trik-Styling-T-Shirt-biar-Nggak-Terlihat-Terlalu-Monoton.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/284174/5-trik-styling-tshirt-biar-nggak-terlihat-terlalu-monoton/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polrestabes Medan Ungkap Rumah Kos Jadi Gudang Pod Getar 2 Warga Aceh Ditangkap</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 17:32:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polrestabes Medan Ungkap Rumah Kos Jadi Gudang Pod Getar 2 Warga Aceh Ditangkap]]></title>
            <description><![CDATA[Polrestabes Medan Ungkap Rumah Kos Jadi Gudang Pod Getar2 Warga Aceh Ditangkap]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN I SUMUT24.CO<br>Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan kembali mengungkap kasus narkoba jenis pod getar setelah menggerebek rumah kos di Jalan Pasundan, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (09/07/26).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi menyita barang bukti sebanyak 680 vape narkoba berbagai merk asal Malaysia dan meringkus dua pria warga Aceh,  yakni inisial MY (35) dan MI (28).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Jum&#039;at (10/07/26) menjelaskan, awalnya kedua tersangka ditangkap di warung kopi kawasan Jalan Wahidin, Medan, dengan dengan barang bukti 30 vape narkoba. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petugas kemudian melakukan pengembangan ke rumah kos keduanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dari pengeledahan di kamar kos keduanya ditemukan lebih dari 600 vape narkoba,&quot; jelas AKBP Rafli Yusuf Nugraha.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barang bukti vape narkoba itu disimpan pelaku dalam tas ransel dan disembunyikan di bawah tempat tidur. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rafli menyatakan, pihaknya sedang mengejar pemasok narkoba kepada kedua pelaku, yang identitasnya sudah diketahui. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami pastikan pemasok narkoba kepada kedua pelaku akan terus kami kejar sampai kapan pun," tegasnya(W05)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_4661_Polrestabes-Medan-Ungkap-Rumah-Kos-Jadi-Gudang-Pod-Getar-2-Warga-Aceh-Ditangkap.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284173/polrestabes-medan-ungkap-rumah-kos-jadi-gudang-pod-getar-2-warga-aceh-ditangkap/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polsek Medan Area Amankan 2 Jambret Sempat Dihajar Massa</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 17:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polsek Medan Area Amankan 2 Jambret Sempat Dihajar Massa]]></title>
            <description><![CDATA[Polsek Medan Area Amankan 2 Jambret Sempat Dihajar Massa]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN I SUMUT24.CO<br><a href="https://www.sumut24.co/tag/polsek/" target="_blank">Polsek</a> Medan Area mengamankan dua pelaku jambret yang sempat dihajar massa, Kamis (09/07/26) malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keduanya beraksi di Jalan Jermal IV, Kecamatan Medan Denai dan sempat kabur hingga akhirnya tertangkap di Jalan Bromo Medan Denai &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tersangka adalah, Sukriadi alias Badak (31), warga Dusun Kenanga Gang Langgar dan M Fauzi Padilah (21), warga Jalan Datuk Kabu, Pasar III Tembung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kedua tersangka merampas handphone (HP) milik korban yang diletakkan di dashboard sepeda motor," terang Kapolsek Medan Area, AKP M Ainul Yaqin, Jum&#039;at (10/07/26).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Awalnya, kata Yaqin, korban Rani Puspita (20), warga Jalan Panglima Denai menaiki sepeda motor bersama temannya Desi (44) hendak ke rumah neneknya, tak jauh dari kediamannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai di Jalan Jermal IV, korban dipepet dua pria naik sepeda motor Honda Beat putih dan HP miliknya yang diletakkan di dashboard langsung dirampas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua tersangka kemudian kabur. Namun, korban berteriak sambil melakukan pengejaran dan akhirnya tersangka berhasil dihentikan warga di Jalan Bromo, Medan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya, kedua tersangka berikut barang bukti 1 unit HP Oppo A 38 milik korban, 1 HP Oppo RENO 4 milik tersangka M Fauji, dan 1 unit sepeda motor Honda nomor polisi BK 2811 AIE, milik M Fauji.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kedua tersangka mengakui perbuatannya. Tersangka Sukriadi berperan sebagai eksekutor," pungkas Kapolsek Medan Area, AKP M Ainul Yaqin.(W05)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_8190_Polsek-Medan-Area-Amankan-2-Jambret-Sempat-Dihajar-Massa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284172/polsek-medan-area-amankan-2-jambret-sempat-dihajar-massa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">PRSU Sepi, DPRD Sumut Semprot Panitia: Jangan Cari Untung dari Tiket, UMKM Jadi Korban</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 16:33:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[PRSU Sepi, DPRD Sumut Semprot Panitia: Jangan Cari Untung dari Tiket, UMKM Jadi Korban]]></title>
            <description><![CDATA[PRSU Sepi, DPRD Sumut Semprot Panitia Jangan Cari Untung dari Tiket, UMKM Jadi Korban]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medan - Harapan ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan melalui Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 justru berubah menjadi kekecewaan. Sepinya pengunjung akibat mahalnya harga tiket masuk membuat banyak stan hanya dipenuhi penjaga, sementara transaksi jual beli jauh dari harapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ironisnya, para pelaku UMKM telah mengeluarkan biaya untuk menyewa stan, menyiapkan stok barang, hingga menanggung biaya operasional selama pameran berlangsung. Namun investasi yang mereka keluarkan belum berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh karena rendahnya minat masyarakat datang ke arena PRSU.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kondisi tersebut menuai kritik keras dari Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Rudi Alfahri Rangkuti. Ia menilai kebijakan harga tiket masuk PRSU telah menyimpang dari tujuan utama penyelenggaraan pesta rakyat yang sejak awal digagas sebagai wadah promosi produk unggulan daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Rudi, tidak tepat apabila keberhasilan PRSU diukur dari besarnya pendapatan tiket masuk, sementara pelaku UMKM yang menjadi roh utama penyelenggaraan justru mengalami kerugian akibat minimnya pembeli.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"PRSU itu adalah ajang promosi. Kita harus memahami dulu apa tujuan sebuah ajang promosi. Sebagian besar penyelenggaraannya juga menggunakan anggaran APBD. Jadi target utamanya bukan mengejar pendapatan dari tiket, tetapi bagaimana UMKM Sumatera Utara bisa dipromosikan dan dikenal masyarakat seluas-luasnya," katanya, Jumat (10/7/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menegaskan, mahalnya tiket masuk telah menjadi penghalang masyarakat untuk datang sehingga tujuan promosi produk lokal menjadi gagal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dengan diberikannya harga tiket yang cukup mahal, itu sudah tidak sesuai lagi dengan tujuan PRSU. Memang kita menginginkan adanya pendapatan daerah, tetapi itu bukan target utama. Ketika masyarakat enggan datang karena tiket mahal, artinya kita bukan lagi mempromosikan UMKM, tetapi justru menghambat perkembangan UMKM di Sumatera Utara," tegas Rudi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rudi menilai para pelaku UMKM menjadi pihak yang paling dirugikan. Mereka telah membayar biaya sewa stan, membawa produk terbaik, dan berharap mendapatkan pasar baru. Namun kenyataannya, banyak pengunjung memilih mengurungkan niat datang karena harus mengeluarkan biaya yang dinilai terlalu tinggi hanya untuk masuk ke area PRSU.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"UMKM itu tidak mendapatkan stan secara gratis. Mereka sudah membayar. Mereka sudah mengeluarkan modal. Kalau orang tidak datang karena tiket mahal, bagaimana mereka bisa mendapatkan hasil? Mereka datang untuk berdagang, tetapi pembelinya sangat sedikit," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia meminta panitia penyelenggara tidak menutup mata terhadap jeritan para pelaku usaha. Menurutnya, evaluasi harga tiket harus dilakukan sebelum pelaksanaan PRSU berakhir agar para pedagang masih memiliki kesempatan memperbaiki omzet.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami berharap panitia segera meninjau ulang harga tiket. Berikan kemudahan kepada masyarakat untuk datang. Kalau pengunjung ramai, otomatis UMKM juga mendapatkan manfaat karena barang dagangannya terjual," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Politisi Komisi B DPRD Sumut itu mengingatkan bahwa penyelenggaraan PRSU semestinya berpihak kepada ekonomi kerakyatan, bukan justru membebani masyarakat dengan tarif yang sulit dijangkau di tengah kondisi ekonomi yang masih lesu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jangan hanya mementingkan kepentingan panitia, tetapi mengabaikan kepentingan para pelaku usaha. Keberhasilan PRSU bukan diukur dari berapa banyak uang yang masuk dari tiket, melainkan dari seberapa besar transaksi yang tercipta di dalam arena pameran," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, daya beli masyarakat saat ini belum sepenuhnya pulih sehingga kebijakan tiket mahal menjadi kontraproduktif. Ketika masyarakat harus memilih antara memenuhi kebutuhan rumah tangga atau membeli tiket masuk PRSU, pilihan mereka tentu lebih mengutamakan kebutuhan pokok.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Perekonomian masyarakat masih stagnan. Untuk membeli kebutuhan sehari-hari saja banyak yang kesulitan. Bagaimana mereka mau datang ke PRSU kalau tiketnya mahal? Akibatnya yang menanggung kerugian adalah para pedagang UMKM," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rudi bahkan mengusulkan agar harga tiket diturunkan secara signifikan, bahkan bila memungkinkan digratiskan. Menurutnya, keramaian pengunjung akan menghasilkan perputaran ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan mengejar pendapatan dari tiket masuk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kalau bisa memang digratiskan. Kalau belum memungkinkan, paling tidak buatlah harga yang sangat terjangkau. Yang terpenting masyarakat datang. Kalau pengunjung ramai, UMKM bisa berjualan dan ekonomi bergerak," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga mengingatkan agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak memberikan kesan bahwa penyelenggaraan PRSU lebih berorientasi pada bisnis dibandingkan menjalankan fungsi pemberdayaan ekonomi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kita berharap pemerintah provinsi jangan berbisnis dengan masyarakat. Ini adalah ajang promosi. Kalau memang tujuannya mempromosikan produk daerah, maka masyarakat harus diberi kemudahan untuk datang, bukan dipersulit dengan harga tiket yang tinggi," tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rudi menilai sudah banyak contoh penyelenggaraan pekan raya di daerah lain yang mampu menarik jutaan pengunjung karena menerapkan harga tiket yang terjangkau serta menghadirkan hiburan yang menarik. Model seperti itu, menurutnya, layak dijadikan bahan evaluasi bagi penyelenggara PRSU.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan PRSU seharusnya bukan besarnya pendapatan dari loket tiket, melainkan seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan para pelaku UMKM.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Yang kita inginkan adalah transaksi jual beli yang besar. Produk-produk unggulan Sumatera Utara, mulai dari kuliner, kerajinan, ulos, hingga berbagai produk khas daerah benar-benar laku dan dikenal masyarakat. Kalau pedagang tetap sepi karena pengunjung sedikit, berarti tujuan PRSU sebagai pesta rakyat dan ajang promosi belum tercapai," pungkasnya.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_1866_PRSU-Sepi--DPRD-Sumut-Semprot-Panitia--Jangan-Cari-Untung-dari-Tiket--UMKM-Jadi-Korban.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284171/prsu-sepi-dprd-sumut-semprot-panitia-jangan-cari-untung-dari-tiket-umkm-jadi-korban/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jampidsus Tegaskan Dirinya Tak Miliki Kaitan Bisnis dengan Kafe di Cipete yang Digeledah Polri</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 15:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jampidsus Tegaskan Dirinya Tak Miliki Kaitan Bisnis dengan Kafe di Cipete yang Digeledah Polri]]></title>
            <description><![CDATA[Jampidsus Tegaskan Dirinya Tak Miliki Kaitan Bisnis dengan Kafe di Cipete yang Digeledah Polri]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;JAKARTA - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (<a href="https://www.sumut24.co/tag/jampidsus/" target="_blank">Jampidsus</a>) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, menegaskan dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan penggeledahan oleh penyidik Polri pada sebuah kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, yang belakangan ramai dikaitkan dengan namanya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Febrie meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik yang tengah menangani perkara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Untuk terkait pemberitaan-pemberitaan tersebut makanya kita tunggu ya bagaimana nanti proses hasil penyidikan dan sekali lagi dapat saya jelaskan bahwa <a href="https://www.sumut24.co/tag/jampidsus/" target="_blank">Jampidsus</a> tidak ada keterkaitan dalam bisnis yang apa yang telah diberitakan di medsos seperti di Cipete," kata Febrie dalam konferensi pers di Kejagung, Jakarta, Jumat (10/7/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut dia, seluruh informasi sebaiknya menunggu hasil penyidikan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Febrie membantah kabar yang mengaitkan dirinya dengan aktivitas bisnis yang disebut-sebut berada di balik penggeledahan kafe di Cipete. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jadi yang pertama tentunya semua proses penegakan hukum kita akan menghargai dan menghormati, sesama rekan penegak hukum tentunya saling mendukung bagaimana ini menjadi terang, menjadi jelas dan bisa kita jelaskan kepada masyarakat," ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, Febrie turut menyinggung temuan uang di sebuah rumah di kawasan Sentul yang juga ramai menjadi sorotan publik. Ia mengatakan, uang tersebut memiliki pemilik dan berkaitan dengan suatu kegiatan yang nantinya akan dijelaskan melalui mekanisme hukum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Bagaimana ada uang yang ditemukan di rumah Sentul itu ada yang punya, ada kegiatannya, orang-orang kegiatan bisa ditanya ya ada bangunannya bisa nanti dicek, tetapi tentunya tentunya ini tidak akan dijelaskan saat ini. Namun akan dijelaskan dalam satu proses acara yang benar," kata dia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (<a href="https://www.sumut24.co/tag/jampidsus/" target="_blank">Jampidsus</a>) Febrie Adriansyah kembali menjadi sorotan publik, setelah kediamannya mendapat pengamanan dari personel Tentara Nasional Indonesia (TNI).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rumah Febrie yang berada di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tampak dijaga prajurit TNI pada Rabu (8/7/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diketahui, Polda Metro Jaya dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri menggeledah sebuah Cafe bernama de&#039;Clan di Cipete, Jakarta Selatan pada Rabu (8/7/2026). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penggeledahan kemudian beruntun dilakukan di sejumlah lokasi lain. Secara keseluruhan, penyidik menggeledah 13 lokasi di Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Kabupaten Bogor dan menemukan sejumlah barang yang kini menjadi barang bukti penyidikan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun penggeledahan ini antara lain terkait kasus Asabri dan Jiwasraya hingga Batu Bara. (red)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_440_Jampidsus-Tegaskan-Dirinya-Tak-Miliki-Kaitan-Bisnis-dengan-Kafe-di-Cipete-yang-Digeledah-Polri.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284170/jampidsus-tegaskan-dirinya-tak-miliki-kaitan-bisnis-dengan-kafe-di-cipete-yang-digeledah-polri/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wali Kota bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 14:51:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wali Kota bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA]]></title>
            <description><![CDATA[Wali Kota bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA ]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;P.Siantar l Sumut24.co<br>Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA Institute. SETARA Institute merupakan lembaga riset dan advokasi kebijakan yang bertujuan mewujudkan masyarakat setara, plural, dan bermartabat dalam tata sosial politik demokratis. Pertemuan berlangsung di rumah dinas Wali Kota Pematangsiantar, Jalan MH Sitorus Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat, Kamis (09/07/2026) siang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wali Kota Wesly dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar memandang Indeks Kota Toleran (IKT) bukan semata-mata sebuah penilaian atau pemeringkatan. Tetapi menjad instrument evaluasi yang penting untuk mengukur sejauh mana kebijakan, tata Kelola pemerintahan, serta kehidupan sosial masyarakat mampu menciptakan ruang yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena itu, katanya, Pemko Pematangsiantar menyambut baik kunjungan dan penelitian yang dilakukan oleh SETARA Institute.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami berharap hasil penelitian dapat memberikan masukan, rekomendasi, dan perspektif yang konstruktif bagi Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam memperkuat kebijakan, program, dan strategi pembangunan yang berorientasi pada penguatan toleransi, kerukunan, dan perlindungan hak-hak seluruh masyarakat,&quot; kata Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih kata Wesly, dalam penilaian IKT Tahun 2025, Kota Pematangsiantar berada pada peringkat empat secara nasional. Sebelumnya tahun 2024 berada di peringkat lima. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Tentu ini membuktikan komitmen kuat dari pemerintah daerah dalam pengembangan dan Pembangunan toleransi di Kota Pematangsiantar,&quot; sebutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat ini, lanjut Wesly, rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang penyelanggaraan toleransi kehidupan bermasyarakat telah diajukan pemerintah daerah ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Pematangsiantar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Dan harapan kami, di tahun ini peraturan daerah tersebut dapat di-undangkan. Kemudian kita juga mendorong OPD teknis untuk membuat kegiatan yang mendorong kemajuan toleransi,&quot; terang Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal tersebut, katanya, membuktikan masih banyak ruang untuk berbenah guna meningkatkan serta membangun ekosistem toleransi yang lebih ideal guna peningkatan kesejahteraan masyarakat luas. Untuk itu diperlukan inovasi dan pendekatan yang inklusif sehingga pesan toleransi tetap terjaga dan terpelihara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Wesly, pencapaian tersebut bukan hanya kerja pemerintah daerah. Namun hasil kolaborasi semua pihak di daerah, baik itu elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, Forum Kerukunan Umat Beragama, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini terus menjaga harmoni sosial dan menjadi teladan dalam merawat keberagaman di Kota Pematangsiantar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, Wesly mengajak semua untuk menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan Pematangsiantar sebagai kota yang semakin toleran, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, ras, etnis, maupun budaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami ucapkan terima kasih, dan terkhusus kepada peneliti SETARA Institute semoga kunjungan ke Kota Pematangsiantar ini dapat memberikan manfaat untuk penelitan dan pengembangan toleransi ke depannya,&quot; pungkas Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar Drs HM Ali Lubis menerangkan, FKUB di Pematangsiantar sangat berwarna dan lengkap. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Setelah menjadi Ketua FKUB, maka saya pernah satu kamar hotel dengan pendeta,&quot; katanya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Ali, di Kota Pematangsiantar tidak ada konflik agama. Kerukunan antar umat beragama di Kota Pematangsiantar sangat luar biasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Apalagi, kegiatan FKUB tidak pernah ditolak oleh wali kota. Termasuk berkunjung ke rumah-rumah ibadah,&quot; sebut Ali, yang sudah empat periode menjabat Ketua FKUB Kota Pematangsiantar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ali juga mengatakan, Kota Pematangsiantar merupakan Indonesia mini. Namun masyarakatnya hidup rukun dan tidak ada sikut- menyikut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Tim dari SETARA Institute bisa merasakan langsung kerukunan di Kota Pematangsiantar. Semoga IKT Kota Pematangsiantar bisa naik lagi,&quot; tandasnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tim Peneliti SETARA Institute, Sayyidatul Insiyah didampingi Okki Kawasa mengatakan, pihaknya sengaja datang ke Kota Pematangsiantar dan secara khusus ingin beraudiensi dengan Wali Kota Wesly Silalahi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ingin ingin melihat dampak research kami sejauh mana di Kota Pemaangsiantar, termasuk dalam pembangunan ekonomi,&quot; terangnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayyidatul berharap bisa diskusi lebih mendalam tentang dampak IKT. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang sudah menerima kami,&quot; sebutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Acara dilanjutkan penyerahan cenderamata dari Pemko Pematangsianatr oleh Wesly didampingi Ketua FKUB Ali Lubis kepada Tim SETARA Institute. Kemudian, Tim SETARA Institute juga menyerahkan cenderamata kepada Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Turut hadir, asisten, staf ahli, OPD, dan camat, serta mewakili Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pematangsiantar. (LP)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_1788_Wali-Kota-bersama-sejumlah-tokoh-agama-menerima-kunjungan-tim-peneliti-dari-SETARA.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284169/wali-kota-bersama-sejumlah-tokoh-agama-menerima-kunjungan-tim-peneliti-dari-setara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wali Kota menghadiri acara Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar PRSU ke-50 Tahun 2026, yang di PRSU</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 14:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wali Kota menghadiri acara Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar PRSU ke-50 Tahun 2026, yang di PRSU]]></title>
            <description><![CDATA[Wali Kota menghadiri acara Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar PRSU ke50 Tahun 2026, yang di PRSU]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;P.Siantar l Sumut24.co<br>Kota Pematangsiantar memiliki keberagaman seni, budaya, kuliner, serta kreativitas masyarakat yang menjadi identitas. Keberagaman ini menjadi kekuatan yang harus dirawat sebagai modal membangun daerah yang maju, harmonis, dan berdaya saing. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn dalam sambutannya di acara Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026, yang digelar di Komplek PRSU, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kota Medan, Rabu (08/07/2026) malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, Wesly terlebih dahulu berkunjung ke Paviliun Kota Pematangsiantar yang berada di komplek PRSU. Di paviliun tersebut, ditampilkan produk ikonik Kota Pematangsiantar yang cocok untuk wisata keluarga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Wesly dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dan panitia PRSU yang telah memberi ruang kepada seluruh kabupaten/kota untuk menampilkan potensi terbaik daerah masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wesly menilai PRSU bukan sekadar pameran dan hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat persaudaraan, memperkokoh budaya, mendorong promosi pariwisata, serta membuka peluang investasi dan pembangunan ekonomi kreatif. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui pagelaran tersebut, lanjutnya, Kota Pematangsiantar ingin memperkenalkan keberagaman seni, budaya, kuliner, serta kreativitas masyarakat yang menjadi identitas. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Keberagaman ini menjadi kekuatan yang harus kita rawat, sebagai modal membangun daerah yang maju, harmonis, dan berdaya saing," sebut Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap penampilan para seniman dapat menjadi duta budaya yang memperkenalkan wajah Kota Pematangsiantar, kepada masyarakat Sumut, maupun para pengunjung dari berbagai daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wesly juga mengajak seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal, agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Budaya adalah jati diri bangsa, dan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga warisan tersebut agar tetap lestari," ujarnya &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara khusus, Wesly mengucapkan terima kasih kepada kontingen Kota Pematangsiantar atas dedikasi dan kerja keras dalam mempersiapkan kegiatan tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Tampilkanlah yang terbaik dengan penuh semangat, percaya diri, dan tetap menjunjung tinggi serta persaudaraan," tutup Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar pada PRSU ke-50 Tahun 2026 diisi dengan sejumlah penampilan  menarik yang menyedot perhatian pengunjung. Seperti penampilan tarian Sanggar Himapsi, Sanggar PT STTC, Siantar Zoo, dan sejumlah band asal Kota Pematangsiantar. Serta dimeriahkan lucky draw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Turut hadir, Direktur PT STTC Edwin Bingei Purba Siboro, pimpinan Siantar Zoo, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan OPD, Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tirta Uli Arianto ST MM, dan Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Uli Ilal Mahdi SHI. (LP)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_9946_Wali-Kota-menghadiri-acara-Pagelaran-Seni-dan-Budaya-Kota-Pematangsiantar-PRSU-ke-50-Tahun-2026--yang-di-PRSU.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284168/wali-kota-menghadiri-acara-pagelaran-seni-dan-budaya-kota-pematangsiantar-prsu-ke50-tahun-2026-yang-di-prsu/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dana Banpres Sebesar Rp. 2.888.240.000 Di DPUPR Kota Solok Sudah Terealisasi 100 Persen.</guid>
            <pubDate>Fri, 10 Jul 2026 14:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dana Banpres Sebesar Rp. 2.888.240.000 Di DPUPR Kota Solok Sudah Terealisasi 100 Persen.]]></title>
            <description><![CDATA[Dana Banpres Sebesar Rp. 2.888.240.000 Di DPUPR Kota Solok Sudah Terealisasi 100 Persen.]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Kota Solok I Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rentetan bencana hidrometeorologi, mulai dari kekeringan hingga banjir bandang, telah memberikan ujian berat bagi ketahanan Kota Solok. Sawah yang gagal panen, ruas jalan yang terputus, dan jembatan yang rusak tidak hanya mengganggu mobilitas ekonomi, tetapi juga mengancam kesejahteraan ribuan warga. Di tengah tantangan ini, kehadiran Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat menjadi instrumen penyelamat yang sangat krusial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Solok mendapatkan dukungan dana TKD yang signifikan yang ditujukan untuk penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana. Alokasi ini secara cerdas dan strategis telah diarahkan oleh pemerintah daerah, mulai dari perbaikan fasilitas publik, normalisasi saluran air, hingga penyaluran dana rehabilitasi bagi kelompok tani yang sawahnya mengalami gagal panen akibat banjir.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/85d8ce590ad8981ca2c8286f79f59954_1001211840.jpg">&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, mendapatkan kucuran dana segar hanyalah langkah awal. Tantangan yang sesungguhnya terletak pada eksekusi di lapangan. Proses pencairan dana, baik untuk infrastruktur maupun bantuan langsung kepada masyarakat terdampak (seperti petani), kerap kali terbentur oleh rumitnya verifikasi data dan birokrasi administrasi. Oleh karena itu, ketepatan sasaran dan kecepatan realisasi anggaran mutlak diperlukan. Masyarakat tidak boleh dibiarkan terlalu lama menunggu bantuan pemulihan di saat roda ekonomi mereka terhenti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ke depan, penggunaan dana TKD tidak boleh hanya bersifat reaktif&mdash;hanya berfokus pada perbaikan setelah bencana terjadi. Pemerintah Kota Solok harus menjadikan momentum ini untuk berinvestasi pada langkah-langkah mitigasi. Dengan mengalokasikan sebagian dana TKD untuk penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), peningkatan kapasitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan normalisasi drainase, kita dapat membangun ketahanan kota yang lebih permanen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala Dinas PUPR Kota Solok Afrizal, M.Eng melalui Sekretaris PUPR Dahwirman di ruang kerjanya ,  di PUPR  secara umum Penganggaran di usulkan secara kebutuhan dan perencanaan dari bidang Bina marga dan PSDA, dan pengerjaannya Allhamdulilah  sampai saat ini sudah terealisasi 100 persen dengan anggaran Rp. 2.888.240.000</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/3636638817772e42b59d74cff571fbb3_1001211831.jpg"> &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun peruntukan anggaran sebagai berikut :  Ada 5 sub kegiatan yang masing masing kegiatan di uraikan sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Sub kegiatan operasi dan Pemeliharaan Tanggul dan tebing sungai. Diantaranya seperti pemeliharaan rutin rehap dan pembangunan sendimen Banda Taratak Tanah Garam dan Belanja pemeliharaan bagunan air -Bangunan Pengaman Sungai dan penanggulangan &lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Sub Kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Permukaan yaitu  <br>- berupa Rehap dan pembangunan Banda buang sawah Solok.<br>-  Peninggian Pasangan saluran  Buang irigasi Nampa di Gawan .<br>- Pembangunan Dinding Penahan Tebing dan pembersihan sendimen saluran bandar ulu .<br>- Pembangunan Dinding Penahan Tebing Saluran Bandar Imang Payo dan terakhir untuk Biaya Penunjang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Sub Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan jaringan irigasi pemukaan adalah  pembuangan sendimen irigasi belakang SD 19 Gawan &lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Sub kegiatan Rehabilitasi Ruas jalan Depag - Gawan dan Rehabilitas jalan dan perbaikan Dinding Penahan Tanah Ruas jalan Payo. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Pengadaan Kendaraan dinas operasional dan lapangan &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak hanya anggaran   sebesar .Rp. 2.888.240.000 Dalam bantuan untuk Kota Solok untuk pasca bencana dan mitigasi Kota Solok juga di dukung dari dana banpres selain fisik adalah mobil Tanki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter yang akan di gunakan oleh PDAM pincuran makmur kedepannya.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/02522a2b2726fb0a03bb19f2d8d9524d_1001211830.jpg">&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara prinsip Dana banpres atau BKK di dinas PUPR  telah terealisasi 100 persen, oleh DPUPR Kota Solok sesuai perencanaan dan target Realisasi yang mana akan di laporkan oleh Kepala Daerah Ke Presiden RI &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan pengerjaan tersebut sesuai yg di harapkan karena harapan dari walikota Solok  Ramadhani Kirana Putra adalah pelayanan publik yang maksimum serta mewujudkan kota Solok kota Tujuan, Kota yang di berkahi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah seorang warga kota Solok yang kerap dipanggil Nel, saat diminta tanggapannya tentang penggunaan dana TKD, mengatakan Pemerintah Kota Solok harus memastikan tambahan kucuran dana TKD disalurkan secara transparan, akurat, dan tepat sasaran. Prioritas pertama harus diberikan pada rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur vital.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pemda tidak boleh hanya berfokus pada perbaikan fisik semata, melainkan juga harus mengalokasikan anggaran untuk pemulihan ekonomi. Dukungan modal, benih, dan normalisasi saluran irigasi mutlak dipercepat agar para petani dapat kembali menggarap lahan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kota Solok juga harus memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana TKD ini. Setiap rupiahnya adalah amanah rakyat yang harus dikawal agar tepat sasaran, tanpa celah penyimpangan. Pengawasan ketat oleh DPRD dan partisipasi aktif masyarakat melalui kanal pelaporan seperti SP4N-LAPOR! sangat krusial. Hanya dengan sinergi yang kuat antara pemerintah yang responsif dan masyarakat yang peduli lingkungan, Kota Solok dapat bangkit menjadi kota yang tangguh dan berkelanjutan, ujar Nel.((YOSE)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/07/_407_Dana-Banpres-Sebesar-Rp--2-888-240-000-Di-DPUPR-Kota-Solok-Sudah-Terealisasi-100-Persen-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/284167/dana-banpres-sebesar-rp-2888240000-di-dpupr-kota-solok-sudah-terealisasi-100-persen/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>