<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Wed, 30 Sep 2026 03:24:31 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Enam Unit Rumah Terbakar Dilalap Sijago Merah Di Desa Majanggut 1 Natam Julu</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 23:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Enam Unit Rumah Terbakar Dilalap Sijago Merah Di Desa Majanggut 1 Natam Julu]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi kor]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran di dusun Natam Julu,  desa Majanggut I, kecamatan Kerajaan.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/38b3eff8baf56627478ec76a704e9b52_IMG-20260929-WA0016.jpg"><br></p>Bantuan berupa terpal, kasur dan makanan siap saji sudah kami salurkan, jelas Kepala Dinas Sosial, Supardi Padang, SP, MM.</p>Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Pakpak Bharat Augusman Harapan Padang, ST, M.Si mengungkapkan, pihaknya saat ini sudah bergerak kelokasi dengan membawa berbagai bantuan bagi para korban bencana kebakaran ini.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/f0935e4cd5920aa6c7c996a5ee53a70f_IMG-20260929-WA0015.jpg"><br></p>Kami sudah menuju lokasi, bantuan sembako, pakaian, sandang pangan, matras dan lainnya akan kita salurkan sore ini. Tim kami juga akan melakukan penghitungan kerugian untuk menentukan langkah selanjutnya, jelas Augusman Padang.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/5ef059938ba799aaa845e1c2e8a762bd_IMG-20260929-WA0014.jpg"><br></p>Peristiwa kebakaran menghanguskan enam unit rumah di dusun Natam Julu hari ini (29/09) sekitar pukul 10.30 WIB. Selain enam unit rumah terbakar, satu unit lainnya juga terdampak akibat peristiwa ini.<br> Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pakpak Bharat mengerahkan lima unit Armada pemadam kebakaran dari pos Salak, Sukaramai dan Sibande untuk segera menjinakkan kobaran api.(rbm)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_6066_Enam-Unit-Rumah-Terbakar-Dilalap-Sijago-Merah-Di-Desa-Majanggut-1-Natam-Julu.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286834/enam-unit-rumah-terbakar-dilalap-sijago-merah-di-desa-majanggut-1-natam-julu/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dukung Ketahanan Pangan, Wali Kota Mahyaruddin Tanam Padi Perdana di Sei Raja</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 23:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dukung Ketahanan Pangan, Wali Kota Mahyaruddin Tanam Padi Perdana di Sei Raja]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, perikanan dan pe]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, perikanan dan peternakan.</p>Komitmen itu ditunjukkan Wali Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Mahyaruddin Salim saat menghadiri Gebyar Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan melalui kegiatan tanam padi perdana, vaksinasi hewan serta restocking benih ikan di Kelurahan Sei Raja, Senin (28/9/2026).</p>Didampingi Ketua TP-PKK Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Mashadayani Mahyaruddin, Mahyaruddin mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan di Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a>.</p>&quot;Rangkaian kegiatan yang kita laksanakan hari ini adalah langkah awal yang penting untuk mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan, khususnya di Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a>,&quot; kata Mahyaruddin.</p>Menurutnya, terdapat tiga pilar strategis yang diperkuat dalam kegiatan tersebut, yakni pertanian, perikanan dan peternakan.</p>Di sektor pertanian, Pemko <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> melakukan tanam padi perdana di lahan persawahan baru seluas 43 hektare sekaligus mencanangkan pembukaan lahan jagung seluas 30 hektare.</p>Sementara di sektor perikanan dilakukan restocking dengan menebarkan sekitar 5.000 ekor benih ikan nila berukuran 1-3 inci. Sedangkan sektor peternakan diperkuat melalui vaksinasi untuk mencegah penyakit menular pada hewan ternak maupun peliharaan.</p>Mahyaruddin menyebut, pembukaan lahan persawahan baru seluas 43 hektare di Kelurahan Sei Raja turut menambah luas existing lahan baku sawah (LBS) di Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> menjadi 116 hektare.</p>&quot;Dengan menggunakan indeks pertanaman 2 (IP 200), berarti produksi padi domestik ke depannya mencapai lebih kurang 1.531 ton padi dalam setahun,&quot; jelasnya.</p>Ia menambahkan, jika jumlah penduduk Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> diasumsikan sekitar 190 ribu jiwa dengan kebutuhan konsumsi langsung rumah tangga sedikitnya 16.500 ton beras per tahun, maka produksi padi tersebut diproyeksikan dapat memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan konsumsi langsung rumah tangga.</p>&quot;Ini merupakan pencapaian yang sangat signifikan untuk mendukung ketahanan pangan lokal, mengingat Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> memiliki karakteristik urban dengan keterbatasan lahan maupun sarana dan prasarana pertanian,&quot; ujarnya.</p>Selain pertanian, kata Mahyaruddin, penguatan ketahanan pangan juga dilakukan melalui sektor perikanan.</p>Sebanyak 5.000 ekor benih ikan nila ditebar untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan sekaligus mendukung ketersediaan sumber protein hewani masyarakat.</p>Sedangkan di sektor peternakan, Pemko <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> memberikan layanan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) sebanyak 100 dosis serta vaksinasi rabies sebanyak 250 dosis.</p>&quot;Program vaksinasi ini didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> yang mencakup enam kecamatan,&quot; katanya.</p>Mahyaruddin menegaskan, keberhasilan menjaga ketahanan pangan tidak terlepas dari kerja keras para petani, peternak, pembudidaya ikan serta seluruh pihak yang terlibat.</p>&quot;Tanpa kerja keras kita semua, roda perekonomian dan ketahanan pangan kota ini tidak akan bisa berputar. Pemerintah Kota akan terus berupaya hadir memberikan stimulus, dukungan dan pendampingan agar usaha Anda semua dapat maju dan berkembang,&quot; tambahnya.</p>Ia juga meminta Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan bersama para penyuluh lapangan terus melakukan pendampingan kepada petani dan peternak.</p>&quot;Dampingi terus saudara-saudara kita ini. Pastikan teknologi pertanian terapan dapat diserap dengan baik dan pastikan keluhan peternak segera mendapat solusi,&quot; pesannya.</p>Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota bersama Ketua TP-PKK dan Forkopimda atau yang mewakili turut melakukan tanam padi perdana di lahan pertanian Kelurahan Sei Raja, pelepasan benih ikan, serta penyerahan bantuan bahan pertanian dan kartu BPJS Ketenagakerjaan.</p>Turut hadir Sekretaris Daerah Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Nurmalini Marpaung, Kepala Cabang Bank Sumut <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Teuku Irmensyah, pimpinan OPD, camat, lurah, pengurus kelompok tani, organisasi tani dan tamu undangan lainnya. (eko)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_7222_Dukung-Ketahanan-Pangan--Wali-Kota-Mahyaruddin-Tanam-Padi-Perdana-di-Sei-Raja.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286833/dukung-ketahanan-pangan-wali-kota-mahyaruddin-tanam-padi-perdana-di-sei-raja/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Malam Hari, Wali Kota Mahyaruddin Tinjau LPJU, Ruas Jalan dan Sarana UMKM</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 23:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Malam Hari, Wali Kota Mahyaruddin Tinjau LPJU, Ruas Jalan dan Sarana UMKM]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai terus melakukan pembenahan terhadap infrastruktur dan sarana prasarana kota. ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> terus melakukan pembenahan terhadap infrastruktur dan sarana prasarana kota. Bahkan, peninjauan dilakukan langsung pada malam hari untuk memastikan fasilitas publik yang telah dibangun dapat berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>Senin malam (28/9/2026), Wali Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Mahyaruddin Salim turun langsung meninjau sejumlah titik Lampu Penerangan Jalan Umum (<a href="https://www.sumut24.co/tag/lpju/" target="_blank">LPJU</a>) di Jalan Sudirman.</p>Dalam kegiatan tersebut, Mahyaruddin didampingi Kepala Dinas Perhubungan Elvandia, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andri Ginting, Kasatpol PP Pahala Zulfikar Panjaitan dan Kepala Dinas Dukcapil Heri Antoni.</p>Selain mengecek <a href="https://www.sumut24.co/tag/lpju/" target="_blank">LPJU</a>, rombongan juga meninjau ruas Jalan S. Parman dan Jalan Sutomo yang telah selesai diperbaiki. Peninjauan dilanjutkan ke sejumlah sarana UMKM di Jalan S. Parman serta kawasan Batu 7, Jalan Sudirman.</p>Mahyaruddin mengatakan, peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemko <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> melakukan pembenahan dan penataan kota secara berkelanjutan.</p>Menurutnya, keberadaan <a href="https://www.sumut24.co/tag/lpju/" target="_blank">LPJU</a> tidak hanya mempercantik kawasan kota, tetapi juga berkaitan dengan keamanan dan keselamatan masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.</p>&quot;Infrastruktur pencahayaan yang selama ini kurang, dengan telah dipasangnya sejumlah <a href="https://www.sumut24.co/tag/lpju/" target="_blank">LPJU</a> sangat berpengaruh untuk meminimalisir potensi kriminalitas malam hari dan menekan angka kecelakaan lalu lintas,&quot; kata Mahyaruddin.</p>Dijelaskannya, Pemko <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> melalui Dinas Perhubungan sebelumnya menerima bantuan 25 unit <a href="https://www.sumut24.co/tag/lpju/" target="_blank">LPJU</a> bertenaga surya dari Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Utara.</p>Seluruh <a href="https://www.sumut24.co/tag/lpju/" target="_blank">LPJU</a> tersebut telah dipasang di sejumlah titik di Jalan Sudirman. Untuk memastikan fasilitas tersebut berfungsi dengan baik, Wali Kota bersama jajaran terkait turun langsung melakukan pengecekan.</p>&quot;Untuk itu, hari ini kita terjun langsung meninjau dan mengecek kondisinya ke lapangan,&quot; ujarnya.</p>Tak hanya persoalan penerangan jalan, Mahyaruddin juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap sarana UMKM yang telah disediakan pemerintah.</p>Dishub, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian diminta bersinergi dalam melakukan pengawasan, pemeliharaan dan edukasi kepada para pedagang.</p>Menurutnya, keberadaan sarana UMKM harus ditata dengan baik, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>&quot;Yang pasti kita ingin pemerintah hadir benar-benar untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan masyarakat. Saya ingin sarana dan prasarana jalan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/lpju/" target="_blank">LPJU</a> dan penataan UMKM akan terus kita benahi dan dapat ditangani dengan baik,&quot; pungkasnya. (eko)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_4473_Malam-Hari--Wali-Kota-Mahyaruddin-Tinjau-LPJU--Ruas-Jalan-dan-Sarana-UMKM.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286832/malam-hari-wali-kota-mahyaruddin-tinjau-lpju-ruas-jalan-dan-sarana-umkm/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Srikandi PLN UID Sumut Dukung 35 Perempuan Kembangkan Usaha Opak di Desa Suka Raya</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 23:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Srikandi PLN UID Sumut Dukung 35 Perempuan Kembangkan Usaha Opak di Desa Suka Raya]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co Deliserdang, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Rizky Mochamad, meresmikan Program Sri]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -Deliserdang, General Manager PT <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> (Persero) Unit Induk Distribusi (<a href="https://www.sumut24.co/tag/uid/" target="_blank">UID</a>) Sumatera Utara, Rizky Mochamad, meresmikan Program <a href="https://www.sumut24.co/tag/srikandi/" target="_blank">Srikandi</a> Women Support Women di Dusun Amal, Desa Suka Raya, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (29/9/2026). Program bertema &quot;Perempuan Berdaya untuk Kemandirian <a href="https://www.sumut24.co/tag/usaha/" target="_blank">Usaha</a> dan Ketahanan Pangan&quot; ini melibatkan 35 perempuan anggota Kelompok <a href="https://www.sumut24.co/tag/opak/" target="_blank">Opak</a> Sejahtera untuk mengembangkan usaha olahan ubi lokal.</p>Melalui program tersebut, kelompok menerima dukungan sarana usaha serta pelatihan pengembangan produk dan pengelolaan bisnis. Materi yang diberikan mencakup perhitungan harga pokok produksi (HPP), akuntansi dasar, pemasaran digital, dan pengembangan varian opak. Pembekalan ini diharapkan membantu anggota kelompok meningkatkan kualitas produk, menetapkan harga jual, memperbaiki kemasan, dan memperluas pemasaran.</p>Dalam sambutannya, Rizky menyampaikan bahwa manfaat kehadiran <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> juga perlu dirasakan melalui tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat.<br>&quot;Bagi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a>, listrik bukan hanya untuk menyalakan lampu. Listrik harus mampu menyalakan produktivitas, membuka peluang usaha, dan menghadirkan kesejahteraan,&quot; ujar Rizky.</p>Ia berharap peresmian program menjadi awal pengembangan usaha Kelompok <a href="https://www.sumut24.co/tag/opak/" target="_blank">Opak</a> Sejahtera. Rizky mendorong para peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh agar peningkatan keterampilan dapat diikuti dengan bertambahnya produktivitas dan pendapatan keluarga.</p>&quot;Kami ingin para perempuan di sini tidak hanya semakin terampil dalam memproduksi, tetapi juga memahami biaya produksi, menentukan harga jual, mengemas produk, dan memasarkannya kepada pasar yang lebih luas. Dengan kualitas dan pemasaran yang terus diperkuat, opak dari Desa Suka Raya berpeluang dikenal sebagai produk unggulan Deli Serdang,&quot; katanya.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/srikandi/" target="_blank">Srikandi</a> Champion <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uid/" target="_blank">UID</a> Sumatera Utara, Dwita A. Syafitri, berharap kehadiran <a href="https://www.sumut24.co/tag/srikandi/" target="_blank">Srikandi</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> dapat memacu semangat para anggota kelompok untuk terus belajar dan mengembangkan usahanya.</p>&quot;Kami berharap dukungan dan pendampingan dari <a href="https://www.sumut24.co/tag/srikandi/" target="_blank">Srikandi</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> menjadi pemacu semangat bagi ibu-ibu Kelompok <a href="https://www.sumut24.co/tag/opak/" target="_blank">Opak</a> Sejahtera untuk meningkatkan produktivitas. Semoga usaha opak ini terus berkembang, menjangkau lebih banyak pembeli, dan membantu meningkatkan pendapatan keluarga,&quot; ujar Dwita.</p>Kepala Desa Suka Raya, Faisal Amry, menyampaikan terima kasih atas dukungan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> kepada kelompok perempuan di desanya. Ia berharap pelatihan dan pendampingan tersebut membantu warga mengembangkan potensi ubi lokal menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.</p>&quot;Kami berterima kasih kepada <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uid/" target="_blank">UID</a> Sumatera Utara dan seluruh <a href="https://www.sumut24.co/tag/srikandi/" target="_blank">Srikandi</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> yang telah mendukung ibu-ibu di Desa Suka Raya. Program ini memberi mereka kesempatan untuk belajar mengelola usaha, meningkatkan kualitas opak, dan memperluas pemasarannya. Kami berharap Kelompok <a href="https://www.sumut24.co/tag/opak/" target="_blank">Opak</a> Sejahtera terus berkembang dan manfaatnya dirasakan oleh semakin banyak keluarga,&quot; ujar Faisal.</p>Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Pancur Batu dan Pemerintah Desa Suka Raya, Ketua Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) Shinta Rizky Mochamad, serta anggota kelompok dan masyarakat setempat.</p>Melalui Women Support Women, <a href="https://www.sumut24.co/tag/srikandi/" target="_blank">Srikandi</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uid/" target="_blank">UID</a> Sumatera Utara mendorong para perempuan saling berbagi pengetahuan dan memperkuat usaha bersama. Pengolahan ubi lokal menjadi produk bernilai tambah diharapkan dapat mendukung kemandirian ekonomi keluarga dan ketahanan pangan masyarakat. (C04)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_8125_Srikandi-PLN-UID-Sumut-Dukung-35-Perempuan-Kembangkan-Usaha-Opak-di-Desa-Suka-Raya.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286831/srikandi-pln-uid-sumut-dukung-35-perempuan-kembangkan-usaha-opak-di-desa-suka-raya/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Asahan Resmi Buka Festival Seni Qasidah 2026 : Pelestarian Seni Budaya Islam Sejak Dini Guna Bangun SDM Berkualitas</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 23:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Asahan Resmi Buka Festival Seni Qasidah 2026 : Pelestarian Seni Budaya Islam Sejak Dini Guna Bangun SDM Berkualitas]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten A]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka <a href="https://www.sumut24.co/tag/festival/" target="_blank">Festival</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/seni/" target="_blank">Seni</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/qasidah/" target="_blank">Qasidah</a> (FSQ) Tingkat Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Tahun 2026, yang berlangsung di Aula Melati Kantor <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> pada Selasa (29/09/2026). Kegiatan ini digelar selama empat hari, mulai tanggal 29 September hingga 2 Oktober 2026.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/47d1e990583c9c67424d369f3414728e_IMG-20260929-WA0024.jpg"><br></p>Mengusung tema &quot;Dengan <a href="https://www.sumut24.co/tag/festival/" target="_blank">Festival</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/seni/" target="_blank">Seni</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/qasidah/" target="_blank">Qasidah</a> Tingkat Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Tahun 2026, Mari Kita Bangun Sumber Daya Manusia melalui Pelestarian <a href="https://www.sumut24.co/tag/seni/" target="_blank">Seni</a> Budaya Islam Sejak Dini&quot;, ajang ini menjadi wadah penyaluran bakat sekaligus pelestarian warisan budaya islami di tengah masyarakat.</p>Hadir dalam acara pembukaan Ketua Pengadilan Negeri Kisaran, perwakilan Kejaksaan Negeri <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Kapolres <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Dandim 0208/<a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Danlanal Tanjung Balai <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Danyonif 126/Kala Cakti, para Asisten Setda, Staf Ahli <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a>, Kepala OPD, Camat se-Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, ketua MUI dan Imtaq Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh undangan lainnya.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/2b24d495052a8ce66358eb576b8912c8_IMG-20260929-WA0027.jpg"><br></p>Dalam laporannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Mohammad Azmy Ismail, A.P., M.Si., menyampaikan FSQ diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga ke tingkat provinsi dan nasional. Pelaksanaan tahun ini berpedoman pada Keputusan <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Nomor 100.3.3.2-90.2-1.3 Tahun 2026.</p>&quot;Sebanyak 626 peserta dari 25 kecamatan turut berpartisipasi, terdiri dari 280 peserta putra dan 346 peserta putri,&quot; ujarnya.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/7ef605fc8dba5425d6965fbd4c8fbe1f_IMG-20260929-WA0025.jpg"><br></p>Tiga cabang yang diperlombakan meliputi Rebana Klasik, Bintang Vokalis, dan Pop Religi. Peserta yang meraih prestasi terbaik akan mewakili Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> pada ajang FSQ Tingkat Provinsi Sumatera Utara.</p>Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Taufik Zainal Abidin menegaskan FSQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan cerminan hasil pembinaan yang dilakukan secara berjenjang di seluruh wilayah.</p>&quot;FSQ sejalan dengan visi Pemkab <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> mewujudkan daerah yang Sejahtera, Religius, Maju dan Berkelanjutan. Religius berarti masyarakat mampu memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan benar, dan seni qasidah menjadi salah satu sarana nyata untuk mewujudkannya,&quot; tegas <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a>.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/84d9ee44e457ddef7f2c4f25dc8fa865_IMG-20260929-WA0028.jpg"><br></p>Ia mengajak seluruh peserta tampil dengan semangat terbaik, menjaga persaudaraan, serta menjadikan momen ini sebagai sarana silaturahmi antarpeserta yang memiliki minat dan bakat sama.</p>Pembukaan ditandai dengan penabuhan rebana oleh <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a>, menyusul rangkaian acara mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur&#039;an, doa, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars LASQI, bai&#039;at dewan juri, pelantikan dewan pengawas, dewan juri serta panitera FSQ, hingga penandatanganan naskah bai&#039;at dan pelantikan. (dre)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_7854_Bupati-Asahan-Resmi-Buka-Festival-Seni-Qasidah-2026---Pelestarian-Seni-Budaya-Islam-Sejak-Dini-Guna-Bangun-SDM-Berkualitas.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286830/bupati-asahan-resmi-buka-festival-seni-qasidah-2026-pelestarian-seni-budaya-islam-sejak-dini-guna-bangun-sdm-berkualitas/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">UNPRI Sajikan Pengalaman Tak Terlupakan bagi Mahasiswa Baru di PKKMB 2026</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 23:04:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[UNPRI Sajikan Pengalaman Tak Terlupakan bagi Mahasiswa Baru di PKKMB 2026]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co MEDAN, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kembali menghadirkan warna baru dalam penyambutan mahasiswa baru melalui Pengenalan K]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -MEDAN, Universitas Prima Indonesia (<a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a>) kembali menghadirkan warna baru dalam penyambutan mahasiswa baru melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Bukan sekadar seremoni, PKKMB <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a> dikemas menjadi sebuah pengalaman kampus yang meriah, inspiratif, dan penuh energi  bagi mahasiswa baru.</p>Puncak rangkaian PKKMB berlangsung pada 26 September 2026, setelah sebelumnya seluruh fakultas di lingkungan <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a> melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan sejak awal September. Atmosfer kegiatan terasa semarak di berbagai titik kampus, mulai dari Hall Utama, Mini Hall, hingga Lobby Universitas Prima Indonesia. Dengan mengusung semangat kampus internasional dan multietnis, PKKMB <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a> menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih jauh kehidupan akademik, peluang karier, pengembangan diri, hingga ruang kreativitas yang dapat dinikmati mahasiswa selama menempuh pendidikan di <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a>.</p>Rangkaian acara puncak diawali dengan Pedang Pora yang ditampilkan oleh mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Pertanian <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a>. Prosesi ini memberikan nuansa istimewa sekaligus menjadi simbol penyambutan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Prima Indonesia.</p>Semangat tersebut kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a>, Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes.  Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan, Selamat datang di <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a>, sebagai tempat belajar, bertumbuh, berkarya, dan menembus batas.</p>Rektor mengajak untuk memanfaatkan seluruh fasilitas dan ekosistem kampus <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a> untuk mengukir prestasi terbaik.         Hadir juga pada acara tersebut Wakil Rektor  (WR) I Dr.Abdi Dharma S.Kom, M.Kom, WR II Prof Dr.Ermi Girsang MKes, M.Biomed, AIFO, WR III Dr Refi Ihtiari S.Si, MSc, PhD. WR IV Dr dr Ali Napiah Nasution MKT, MKM, Sp.K.K.L.P(K), Subsp.COPC dan para dekan serta jajarannya.<br>PKKMB <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a> 2026/2027 tidak hanya menghadirkan hiburan. Mahasiswa baru juga mendapatkan berbagai informasi strategis yang berkaitan dengan perjalanan pendidikan dan masa depan karier.</p>Salah satunya melalui pengenalan Migrant Center, yang hadir untuk memberikan fasilitasi dan membuka akses pengembangan karier mahasiswa secara lebih luas, termasuk peluang profesional di luar negeri. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan Altissia, platform pembelajaran bahasa yang menyediakan akses pembelajaran hingga 26 bahasa, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan komunikasi internasional mahasiswa <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a>.<br><a href="https://www.sumut24.co/tag/tidak/" target="_blank">Tidak</a> kalah penting, <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a> juga memperkenalkan Komite Etik sebagai bagian dari komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menghargai seluruh mahasiswa, termasuk dalam upaya pencegahan kekerasan di lingkungan kampus. Pesan yang dibangun sangat jelas. kuliah bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi juga tentang membangun kompetensi, karakter, jejaring, dan masa depan.</p>Suasana semakin meriah ketika dua band kebanggaan Kota Medan, The Fame dan Sandwich, tampil di hadapan ribuan mahasiswa baru. Penampilan keduanya sukses mengubah atmosfer PKKMB menjadi semakin hidup. Musik, sorak mahasiswa, dan energi positif memenuhi venue hingga acara berlangsung dengan suasana yang sangat dinamis. Sebelum acara memasuki bagian akhir, mahasiswa juga disuguhkan penampilan para Grand Finalis Mr. &amp; Mrs <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a> 2026. Para finalis tersebut dipersiapkan untuk kembali tampil dalam <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a> FIESTA 2026 yang akan digelar pada Oktober mendatang.</p>Puncak hiburan kemudian ditutup dengan penampilan DJ Kirabei, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a>. Kehadiran talenta-talenta mahasiswa tersebut sekaligus membawa pesan penting: prestasi akademik dan kreativitas tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Keduanya dapat tumbuh bersama untuk melahirkan mahasiswa yang berprestasi, percaya diri, kreatif, dan siap bersaing.</p>PKKMB Juga Jadi Ruang Kolaborasi Bersama Mitra. Semarak PKKMB semakin lengkap dengan hadirnya bazar eksklusif dari berbagai mitra yang mendukung kegiatan. Sejumlah mitra dari Prima Group maupun mitra profesional lainnya turut membuka booth di area kampus, antara lain Pegadaian, Grab, Coca-Cola, JNE, Bank Mandiri, BRI, Wardah, Make Over, RS Royal Marelan, RS Prima Medan, RS Gigi dan Mulut Prima, RS Prima Vision, Prima Fitness Club, serta Apartemen De Prima.</p>Kehadiran para mitra tidak hanya menambah kemeriahan acara, tetapi juga memperluas pengalaman mahasiswa baru untuk mengenal berbagai layanan, industri, dan peluang yang berada di sekitar kehidupan profesional mereka.<br>Lebih dari sekadar menyambut mahasiswa baru, PKKMB 2026/2027 menjadi representasi bagaimana <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a> ingin membangun pengalaman pendidikan yang akademis, inklusif, internasional, dan dinamis. Dengan mahasiswa yang berasal dari beragam latar belakang, <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a> terus menegaskan identitasnya sebagai kampus multietnis dan internasional, tempat berbagai budaya, perspektif, talenta, dan cita-cita dapat bertemu dalam satu ruang pendidikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari ruang kuliah menuju panggung seni. Dari pembelajaran bahasa menuju peluang karier internasional. Dari organisasi mahasiswa menuju pengembangan talenta.<br>Semua menjadi bagian dari perjalanan di <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a>.<br>PKKMB 2026/2027 pun menjadi awal dari perjalanan baru bagi mahasiswa baru,  yang kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a>.</p>Sementara itu, ditempat terpisah Ketua BPH <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a> Prof.Dr.Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, Selasa (29/9/2026) menyatakan pihaknya menyambut gembira kehadiran mahasiswa baru 2026 di kampus <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a> Medan.<br>Dan Prof Tommy juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada para orang tua yang telah mempercayakan  putra/putrinya untuk menempuh pendidikan di <a href="https://www.sumut24.co/tag/unpri/" target="_blank">UNPRI</a>. (C04)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_2332_UNPRI-Sajikan-Pengalaman-Tak-Terlupakan-bagi-Mahasiswa-Baru-di-PKKMB-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/286829/unpri-sajikan-pengalaman-tak-terlupakan-bagi-mahasiswa-baru-di-pkkmb-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">SKT Ratusan Lembar Terbit di Kawasan Hutan, Mantan Camat Pulau Rakyat Diperiksa, Dokumen Cacat Hukum, Sanksi Pidana Mengintai</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 22:58:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[SKT Ratusan Lembar Terbit di Kawasan Hutan, Mantan Camat Pulau Rakyat Diperiksa, Dokumen Cacat Hukum, Sanksi Pidana Mengintai]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN, Kasus penerbitan ratusan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang diduga berada di kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN, Kasus penerbitan ratusan Surat Keterangan Tanah (<a href="https://www.sumut24.co/tag/skt/" target="_blank">SKT</a>) yang diduga berada di kawasan <a href="https://www.sumut24.co/tag/hutan/" target="_blank">Hutan</a> Produksi yang Dapat <a href="https://www.sumut24.co/tag/di/" target="_blank">Di</a>konversi (HPK) di Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, semakin terungkap. Mantan Camat Pulau Rakyat yang menjabat pada tahun 2010 ini telah dipanggil dan diperiksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang menerbitkan dokumen penguasaan tanah di areal yang masih berstatus kawasan hutan negara.</p>Saat dikonfirmasi Wartawan di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2026), Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Asahan, Rahman Halim, AP yang juga mantan Camat Pulau Rakyat tersebut mengakui telah menjalani pemeriksaan. Ia juga menyebutkan adanya perubahan status kawasan melalui terbitnya SK 579/Menhut-II/2015 yang membatalkan SK 44/Menhut-II/2005.</p>"Dengan terbitnya SK 579, SK 44 Menhut ini dibatalkan. Ya dulunya saja Kantor Kecamatan Pulau Rakyat itu kawasan hutan," ujarnya. Ketika ditanya jumlah pasti <a href="https://www.sumut24.co/tag/skt/" target="_blank">SKT</a> yang diterbitkan, Rahman mengaku lupa, menyebut peristiwa itu sudah berlalu lama sejak tahun 2010. Soal pemeriksaan di Kejari, ia hanya tersenyum dan mengamini., "Kalau pula kata orang itu sudah diperiksa ya sudahlah mau apalagi."</p>Ketua Lembaga Anak Bangsa Anti Korupsi (Labak) Asahan, Syarifuddin Harahap, mengungkapkan bahwa mantan camat tersebut diduga menerbitkan lebih dari 100 <a href="https://www.sumut24.co/tag/skt/" target="_blank">SKT</a> di kawasan yang dikelola PT. Param (kini berubah nama PT. Sapta Tama Bie Persada), Desa Bangun, Kecamatan Pulau Rakyat. Luas lahan perkebunan sekitar 500 hektar, dan sekitar 250 hektar di antaranya diduga masih masuk kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi.</p>"Proses penerbitan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Sapta Tama Bie Persada seluas lebih dari 500 hektar ini juga perlu dipertanyakan statusnya. Kami minta kasus ini segera dituntaskan Kejaksaan," tegas Syarifuddin.</p>Kepala Seksi Intelijen Kejari Asahan, Fahri Rahmadhani, S.H., M.H., membenarkan pemeriksaan tersebut. "Laporannya soal penerbitan <a href="https://www.sumut24.co/tag/skt/" target="_blank">SKT</a> di kawasan hutan, kami sudah bentuk tim. Sejumlah pihak dipanggil dan diperiksa, penyelidikan masih berjalan serta kami sudah turun ke lokasi," katanya.</p>Secara hukum, penerbitan <a href="https://www.sumut24.co/tag/skt/" target="_blank">SKT</a> oleh Kepala Desa maupun Camat di kawasan hutan tidak sah selama belum ada Keputusan Pelepasan dari Menteri Kehutanan. Hal ini ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, tanah di kawasan hutan dikuasai langsung oleh Negara dan tidak dapat diterbitkan surat penguasaan perorangan secara sepihak. <a href="https://www.sumut24.co/tag/kawasan/" target="_blank">Kawasan</a> HPK meskipun dicadangkan untuk pembangunan di luar kehutanan, tetap berstatus hutan negara sampai ada SK pelepasan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Peraturan Menteri LHK Nomor 7 Tahun 2021, pelepasan kawasan harus melalui permohonan resmi dan prosedur yang ditetapkan kementerian.</p>Dokumen seperti <a href="https://www.sumut24.co/tag/skt/" target="_blank">SKT</a>/<a href="https://www.sumut24.co/tag/skt/" target="_blank">SKT</a>P yang terbit sebelum ada SK pelepasan kawasan dinyatakan cacat hukum administratif dan dapat dibatalkan.</p>Adapun Sanksi seperti, Sanksi Administratif : Pembatalan dokumen, denda dihitung per hektar, penghentian kegiatan sampai izin dan kewajiban diselesaikan. Sanksi Pidana Bagi Penerbit Dokumen : Jika terbukti ada unsur kesengajaan, suap, atau penyalahgunaan wewenang, dapat dijerat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atau Pemalsuan Dokumen Otentik Pasal 263/264 KUHP. Bagi Pengguna Lahan: Menduduki, mengerjakan, atau memanen hasil hutan secara tidak sah diancam pidana berdasarkan UU Kehutanan juncto UU Cipta Kerja, dengan ancaman penjara dan denda hingga miliaran rupiah.</p>Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kepastian hukum tanah masyarakat sekaligus potensi kerugian negara yang besar. Masyarakat berharap penegak hukum dapat mengungkap seluruh pihak yang terlibat dan menindak tegas sesuai peraturan yang berlaku. (tec)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_4193_SKT-Ratusan-Lembar-Terbit-di-Kawasan-Hutan--Mantan-Camat-Pulau-Rakyat-Diperiksa--Dokumen-Cacat-Hukum--Sanksi-Pidana-Mengintai.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286828/skt-ratusan-lembar-terbit-di-kawasan-hutan-mantan-camat-pulau-rakyat-diperiksa-dokumen-cacat-hukum-sanksi-pidana-mengintai/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila 2026, MPW PP Sumut Kembali Kobarkan Semangat Kebangsaan di Tugu Ampera</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 22:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila 2026, MPW PP Sumut Kembali Kobarkan Semangat Kebangsaan di Tugu Ampera]]></title>
            <description><![CDATA[Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila 2026, MPW PP Sumut Kembali Kobarkan Semangat Kebangsaan di Tugu Ampera]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Medan | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara kembali menyiapkan agenda Malam Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, di Tugu <a href="https://www.sumut24.co/tag/ampera/" target="_blank">Ampera</a>, Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malam Renungan Suci menjadi salah satu agenda rutin MPW PP Sumut setiap tahun. Kegiatan ini tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat semangat persatuan dan wawasan kebangsaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelaksanaan kegiatan tahun 2026 ditetapkan melalui Surat Keputusan MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara Nomor 119.E1/MPW-PP/SUMUT/VIII/2026 tentang Penetapan Panitia Pelaksana Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila MPW Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SK tersebut ditandatangani Ketua MPW PP Sumut H. Musa Rajekshah dan Sekretaris Ikbal Hanafi Hasibuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kepanitiaan yang telah ditetapkan, Dr. H. Sugiat Santoso, S.E., S.H., M.SP., dipercaya sebagai Ketua Panitia. Ia didampingi Zainuddin, S.E., sebagai Wakil Ketua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara posisi Sekretaris dipercayakan kepada Irwansyah, S.Pd., M.Pd., dengan Youlanda Amelia, S.H., M.H., sebagai Wakil Sekretaris.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk bagian keuangan, Bendahara dijabat Dr. Hepy Krisman Laia, S.H., M.H., CLA., didampingi Saiful Amri atau Kelang sebagai Wakil Bendahara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepanitiaan juga melibatkan sejumlah unsur MPW serta Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila di Sumatera Utara. Mereka ditempatkan pada berbagai bidang, mulai dari acara, perlengkapan, konsumsi, hubungan masyarakat, kesehatan, dokumentasi hingga kepanitiaan lokal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;*Sugiat: Bukan Sekadar Agenda Organisasi*&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua Panitia Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila 2026, Dr. H. Sugiat Santoso, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan MPW PP Sumut yang telah memberikan kepercayaan kepadanya bersama jajaran panitia untuk mempersiapkan kegiatan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sugiat mengatakan, seluruh panitia akan berupaya memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar. Menurutnya, Malam Renungan Suci merupakan salah satu program unggulan yang secara konsisten dipertahankan oleh PP Sumut setiap tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga menilai kegiatan tersebut memiliki nilai penting karena menjadi kesempatan untuk mengajak generasi muda kembali memahami sejarah bangsa dan makna Pancasila dalam kehidupan bernegara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Malam renungan ini menjadi ruang bagi kami keluarga besar PP Sumut, juga para generasi muda yang ikut, untuk mengenang sejarah, mengambil pelajaran dari perjalanan bangsa dan meneguhkan kembali semangat persatuan, wawasan kebangsaan serta kecintaan terhadap Pancasila," ujar Sugiat kepada wartawan di Medan, 9 September 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut dia, semangat memperingati Hari Kesaktian Pancasila tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai Pancasila perlu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;*Ijeck: Nilai Pancasila Harus Hidup dalam Kehidupan Generasi Muda*&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara, Dr. H. Musa Rajekshah, M. Hum atau yang akrab disapa Ijeck, menekankan pentingnya menjadikan Malam Renungan Suci sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap bangsa dan menjaga nilai-nilai Pancasila.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Ijeck, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi untuk terus mengingatkan generasi muda bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara yang perlu diketahui, tetapi juga nilai yang harus tercermin dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Malam Renungan Suci ini bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi bagaimana kita mengambil pelajaran dari perjalanan bangsa untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila harus terus hidup dalam sikap, tindakan dan semangat persatuan generasi muda," ujar Ijeck.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menambahkan, perkembangan zaman membawa berbagai tantangan baru bagi generasi muda. Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan dinilai penting agar kemajuan teknologi dan perubahan sosial tetap berjalan seiring dengan nilai persatuan, gotong royong dan kecintaan terhadap Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kita ingin generasi muda tidak hanya mengenal Pancasila secara teori, tetapi memahami maknanya dan mampu mengamalkannya. Perbedaan jangan menjadi alasan untuk terpecah, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ijeck juga mengajak seluruh keluarga besar Pemuda Pancasila Sumatera Utara untuk menjaga semangat kebangsaan dan menjadikan momentum Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengingat akan pentingnya persatuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;*Digelar di Tugu <a href="https://www.sumut24.co/tag/ampera/" target="_blank">Ampera</a>*&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara 2026 dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, di kawasan Tugu <a href="https://www.sumut24.co/tag/ampera/" target="_blank">Ampera</a>, Kampung Kolam, Percut Sei Tuan, Deli Serdang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemilihan lokasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dipersiapkan panitia untuk menghadirkan suasana reflektif dan penuh makna dalam memperingati momentum Hari Kesaktian Pancasila.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panitia juga mengusung semangat "Sekali layar terkembang, surut kita berpantang" dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semangat tersebut menjadi pesan bahwa agenda Malam Renungan Suci tidak berhenti pada kegiatan mengenang sejarah, tetapi diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh peserta untuk menjaga persatuan, memperkokoh wawasan kebangsaan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi MPW PP Sumut, keberlanjutan agenda tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan agar tetap relevan di tengah perubahan zaman dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_2481_Malam-Renungan-Suci-Hari-Kesaktian-Pancasila-2026--MPW-PP-Sumut-Kembali-Kobarkan-Semangat-Kebangsaan-di-Tugu-Ampera.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286827/malam-renungan-suci-hari-kesaktian-pancasila-2026-mpw-pp-sumut-kembali-kobarkan-semangat-kebangsaan-di-tugu-ampera/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bobby Nasution Dorong UMKM Sumut Perluas Pasar Lewat Misi Dagang Jatim</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 19:03:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bobby Nasution Dorong UMKM Sumut Perluas Pasar Lewat Misi Dagang Jatim]]></title>
            <description><![CDATA[MEDAN  Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan kerja sama perdagangan antardaerah sebagai salah ]]></description>
            <content><![CDATA[MEDAN &ndash; Gubernur Sumatera Utara (<a href="https://www.sumut24.co/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a>) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan kerja sama perdagangan antardaerah sebagai salah satu langkah menghadapi tantangan ekonomi global. Menurutnya, potensi ekonomi dalam negeri, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), perlu menjadi prioritas untuk memperkuat perekonomian daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim)-<a href="https://www.sumut24.co/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a> bertema &quot;Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Jawa Timur dan Sumatera Utara&quot; di Ballroom Hotel Grand Mercure, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta puluhan pelaku usaha dari kedua provinsi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bobby Nasution mengapresiasi perhatian Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terhadap <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a>. Sebelumnya, Khofifah hadir di <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a> saat bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a> pada November 2025 lalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Selamat datang kembali Gubernur Jatim, Ibu Khofifah Indar Parawansa. Sebelumnya hadir di sini membawa bantuan kepedulian untuk Sumatera Utara yang terdampak bencana. Tetapi kali ini datang membawa pedagang, di mana ini merupakan terobosan luar biasa dan mengangkat perekonomian masyarakat," ujar Bobby Nasution.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Bobby, misi dagang yang bermuara pada kerja sama perdagangan antardaerah merupakan salah satu langkah antisipatif dalam menghadapi tantangan perekonomian global yang saat ini masih menghadapi tekanan. Kondisi tersebut, menurutnya, turut menjadi tantangan dalam upaya menarik investasi dari luar negeri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Oleh karena itu, hari ini yang punya potensi besar adalah sektor UMKM. Karenanya Sumatera Utara mencoba mengganti pendekatan kepada para pelaku UMKM," sebut Bobby Nasution.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, Bobby Nasution mendorong agar misi dagang dan investasi tidak berhenti pada transaksi perdagangan, tetapi dilanjutkan dengan kerja sama usaha yang lebih luas. Dengan demikian, produk-produk UMKM dari <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a> dan Jatim diharapkan mampu memperluas pasar hingga tingkat nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Tadi Pak Kadis (Perindag-ESDM) menyampaikan hitungan untuk angka transaksinya hingga Pukul 10.00 WIB tadi, sudah mencapai Rp2,288 Triliun. Jadi kalau saya pidato dan di belakang masih ramai, berarti transaksinya bisa meningkat. Namun ini menjadi tantangan bagi Sumatera Utara, bagaimana mengkurasi (pemenuhan standar) para pelaku UMKM," jelas Bobby Nasution yang akan membawa misi dagang dan investasi dari <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a> ke Jatim dalam waktu dekat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bobby juga menilai proses kurasi terhadap pelaku usaha, mulai dari seleksi, pelatihan hingga pemahaman terhadap pasar, merupakan bagian penting dari pengembangan UMKM. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi pelaku usaha, khususnya di <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a>.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jadi bagaimana nanti misi dagang kita perkenalan produk-produk kita, pesan kepada Pak Kadis agar neraca perdagangannya bisa naik, stabil. Jadi kalau bisa berikutnya, angka Rp2 Triliun bisa meningkat menjadi Rp4 Triliun," ungkap Bobby Nasution.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menilai kegiatan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi kedua provinsi, terutama dalam memperkuat jejaring antarpelaku usaha. Karena itu, Jatim menunggu kunjungan balasan dari <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a> dengan membawa misi yang sama untuk memperluas kerja sama perdagangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya rasa kita bisa membangun keseimbangan antara Jatim dan Sumatera Utara. Seperti pelaku usaha dari Jawa Timur, ada yang menjual kopi, ada yang membeli. Bayangan saya, itu Kopi Sidikalang yang brand-nya luar biasa. Nah, PR kita sama-sama Pak Gub, bagaimana produksi kita ditingkatkan," sebut Khofifah yang memuji berbagai kualitas produk dari <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a>.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hingga sekitar pukul 12.30 WIB, nilai transaksi dalam kegiatan tersebut mencapai Rp2,5 triliun. Sebelumnya, telah dilakukan penandatanganan kerja sama perdagangan antara Jatim dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a> yang melibatkan instansi pemerintah, organisasi perdagangan, serta pelaku usaha dari kedua provinsi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta perwakilan organisasi dan pelaku usaha lainnya dari kedua provinsi. Turut hadir Bupati Probolinggo Muhamad Haris Damanhuri. Red&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_17_Bobby-Nasution-Dorong-UMKM-Sumut-Perluas-Pasar-Lewat-Misi-Dagang-Jatim.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/ekbis/286826/bobby-nasution-dorong-umkm-sumut-perluas-pasar-lewat-misi-dagang-jatim/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Minggu Tak Jadi Alasan, Bupati Palas Turun ke Desa Panarian dan Cek Jalan Menuju Hapung</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 18:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Minggu Tak Jadi Alasan, Bupati Palas Turun ke Desa Panarian dan Cek Jalan Menuju Hapung]]></title>
            <description><![CDATA[Minggu Tak Jadi Alasan, Bupati Palas Turun ke Desa Panarian dan Cek Jalan Menuju Hapung]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/palas/" target="_blank">Palas</a> | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bupati Padang Lawas (<a href="https://www.sumut24.co/tag/palas/" target="_blank">Palas</a>) Putra Mahkota Alam Hasibuan, SE, memilih memanfaatkan hari libur dengan turun langsung menyapa masyarakat di pelosok daerah. Kali ini, Bupati mengunjungi Desa Panarian, Kecamatan Barumun Selatan, sekaligus meninjau kondisi Jalan Lintas Kecamatan Barumun Selatan menuju Desa Hapung, Kecamatan Ulu Sosa, Minggu (27/9/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Bupati untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama menyangkut infrastruktur dan kebutuhan dasar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suasana silaturahmi berlangsung dalam nuansa kekeluargaan. Bupati berdialog dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda hingga warga Desa Panarian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak datang sendiri, Putra Mahkota Alam juga mengajak sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Langkah itu dilakukan agar persoalan yang disampaikan masyarakat dapat langsung diteruskan kepada perangkat daerah yang memiliki kewenangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya sengaja membawa Organisasi Perangkat Daerah terkait agar aspirasi masyarakat cepat terselesaikan dan tersampaikan langsung kepada pimpinan OPD terkait. Jangan sampai aspirasi masyarakat hanya dicatat, tapi harus langsung dijawab dan ditindaklanjuti di tempat," tegas Bupati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan beragam kebutuhan yang dinilai penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan perekonomian desa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain kondisi infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga dukungan terhadap sektor pertanian dan perkebunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dialog secara langsung dinilai menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mengetahui kondisi lapangan secara lebih nyata. Selain mendengar keluhan, kehadiran pimpinan OPD di lokasi juga diharapkan membuat proses tindak lanjut terhadap aspirasi masyarakat dapat dilakukan lebih cepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah bersilaturahmi dengan masyarakat, Bupati bersama rombongan melanjutkan perjalanan untuk melihat secara langsung kondisi Jalan Lintas Kecamatan Barumun Selatan menuju Desa Hapung, Kecamatan Ulu Sosa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ruas jalan tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu akses penghubung antara wilayah Barumun Selatan dan Ulu Sosa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain digunakan untuk mobilitas warga, akses tersebut juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk distribusi dan pengangkutan hasil pertanian serta perkebunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bupati kemudian meminta OPD teknis terkait segera melakukan inventarisasi terhadap kondisi ruas jalan tersebut. Penanganan diminta dilakukan dengan melihat tingkat kebutuhan dan menentukan bagian yang menjadi prioritas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jalan ini adalah urat nadi ekonomi masyarakat Barsel dan Ulu Sosa. Insya Allah akan menjadi perhatian prioritas kita. Kita ingin masyarakat merasakan kehadiran pemerintah," ujar Putra Mahkota Alam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kehadiran Bupati bersama jajaran OPD di tengah masyarakat pada hari Minggu mendapat sambutan positif dari warga Desa Panarian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masyarakat mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang datang langsung ke desa dan membuka ruang komunikasi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi masyarakat, dialog langsung dengan kepala daerah dan perangkat pemerintah memberikan ruang untuk menyampaikan kebutuhan secara terbuka, khususnya persoalan yang berkaitan dengan infrastruktur dan pelayanan publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan kunjungan tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan sembako oleh Bupati Putra Mahkota Alam bersama rombongan kepada masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kunjungan ke Desa Panarian dan peninjauan jalan menuju Hapung menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus melihat secara langsung kebutuhan pembangunan di wilayah pedesaan.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_9489_Minggu-Tak-Jadi-Alasan--Bupati-Palas-Turun-ke-Desa-Panarian-dan-Cek-Jalan-Menuju-Hapung.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286825/minggu-tak-jadi-alasan-bupati-palas-turun-ke-desa-panarian-dan-cek-jalan-menuju-hapung/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tak Perlu 10-12 Jam ke Kualanamu, Wabup Atika Ajak Travel Umrah Manfaatkan Bandara JHN</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 18:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tak Perlu 10-12 Jam ke Kualanamu, Wabup Atika Ajak Travel Umrah Manfaatkan Bandara JHN]]></title>
            <description><![CDATA[Tak Perlu 1012 Jam ke Kualanamu, Wabup Atika Ajak Travel Umrah Manfaatkan Bandara JHN]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Madina | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution, mendorong seluruh pengelola travel umrah di daerah tersebut memanfaatkan keberadaan Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (JHN) sebagai pintu keberangkatan jemaah menuju Tanah Suci.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dorongan itu disampaikan Atika dalam rapat koordinasi bersama Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Madina Ahmad Zainul Khobir, perwakilan 25 travel umrah, pengelola Bandara JHN, serta jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Madina.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertemuan berlangsung di Aula Kantor Bupati Madina, Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Senin (28/9/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam rapat tersebut, Atika menyoroti potensi Bandara JHN yang dinilai dapat memberikan pilihan transportasi yang lebih efisien bagi masyarakat Madina yang hendak menunaikan ibadah umrah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Atika, selama ini jemaah dari Madina yang akan berangkat melalui Bandara Internasional Kualanamu harus menempuh perjalanan darat dengan waktu yang relatif panjang. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi pertimbangan untuk mengoptimalkan penerbangan dari Bandara JHN menuju Kualanamu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atika mengatakan keberadaan penerbangan Wings Air pada rute JHN-Kualanamu maupun sebaliknya membuka peluang bagi travel umrah untuk mengatur perjalanan jemaah dengan waktu tempuh yang lebih singkat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika menggunakan jalur penerbangan dari Bandara JHN, waktu perjalanan menuju Kualanamu diperkirakan hanya sekitar 1,5 jam. Angka tersebut jauh lebih singkat dibandingkan perjalanan darat yang selama ini dapat memakan waktu sekitar 10 hingga 12 jam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Harapannya, kita benar-benar memanfaatkan keberadaan JHN dan maskapai Wings Air untuk transportasi jemaah umrah," kata Atika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemanfaatan jalur penerbangan tersebut, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan efisiensi waktu perjalanan jemaah. Langkah itu juga diharapkan dapat memperkuat keberadaan Bandara JHN sebagai salah satu infrastruktur transportasi udara yang melayani kebutuhan masyarakat Madina.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atika juga meminta hasil pertemuan tersebut tidak berhenti pada pembahasan awal. Ia mendorong adanya rapat lanjutan dengan menghadirkan langsung pihak maskapai untuk membicarakan skema pengangkutan jemaah umrah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu hal yang dinilai perlu dibahas adalah kemungkinan penyesuaian tarif penerbangan bagi jemaah yang diberangkatkan melalui Bandara JHN.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, pembahasan bersama antara pemerintah daerah, travel umrah, pengelola bandara, Kemenhaj, dan maskapai diperlukan agar pemanfaatan rute penerbangan tersebut dapat berjalan secara lebih efektif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan adanya koordinasi tersebut, travel umrah diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai pilihan transportasi udara yang dapat digunakan dalam mengatur keberangkatan jemaah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wabup Atika menyampaikan apresiasi kepada Kakan Kemenhaj Madina serta para pengurus travel umrah yang telah ikut dalam diskusi tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap komunikasi lintas pihak dapat terus dilanjutkan sehingga keberadaan Bandara JHN dan layanan penerbangan Wings Air dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemkab Madina, lanjut Atika, ingin penguatan transportasi udara tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat dimanfaatkan secara nyata, termasuk untuk mendukung mobilitas masyarakat yang akan melaksanakan ibadah umrah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertemuan bersama 25 travel umrah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari pola kerja sama dan solusi transportasi yang lebih efisien bagi calon jemaah umrah asal Mandailing Natal.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_9134_Tak-Perlu-10-12-Jam-ke-Kualanamu--Wabup-Atika-Ajak-Travel-Umrah-Manfaatkan-Bandara-JHN.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286824/tak-perlu-1012-jam-ke-kualanamu-wabup-atika-ajak-travel-umrah-manfaatkan-bandara-jhn/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polda Sumut Tetapkan Eks Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan Tersangka Kasus Pasar Ikan Rp22,5 M</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 18:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polda Sumut Tetapkan Eks Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan Tersangka Kasus Pasar Ikan Rp22,5 M]]></title>
            <description><![CDATA[Mantan Wali Kota Sibolga Jadi Tersangka Korupsi Pasar Ikan Modern Rp22,5 Miliar]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p>MEDAN | SUMUT24 </p><p>Mantan Wali Kota Sibolga periode 2021&ndash;2025, Jamaluddin Pohan, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Ikan Modern Kota Sibolga yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun Anggaran 2022.<br>Jamaluddin ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara pada 21 Juli 2026. Namun, status hukum tersebut baru disampaikan Polda Sumut pada Selasa (29/9/2026).<br>Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan membenarkan penetapan mantan orang nomor satu di Kota Sibolga tersebut sebagai tersangka.</p><p><br>&quot;Sudah kita tetapkan tersangka, mantan Wali Kota Sibolga,&quot; ujar Ferry saat dikonfirmasi, Selasa (29/9/2026).</p><p><br>Dalam perkara ini, Jamaluddin bukan satu-satunya tersangka. Polisi menetapkan total empat orang sebagai tersangka.</p><p><br>Tiga tersangka lainnya masing-masing berinisial AS yang disebut sebagai PA/KPA/PPK, ISL selaku PPK/DIRTEK, serta SP selaku penyedia jasa, pemilik kegiatan, pelaksana dan pemodal.<br>&quot;Totalnya ada empat orang yang jadi tersangka,&quot; kata Ferry.</p><p><br>Proyek Rp22,5 Miliar</p><p><br>Pembangunan Pasar Ikan Modern Kota Sibolga menggunakan anggaran sekitar Rp22,5 miliar yang bersumber dari Program PEN Tahun Anggaran 2022.<br>Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Jamaluddin telah beberapa kali diperiksa penyidik Polda Sumut terkait proyek tersebut.</p><p><br>Pada pemeriksaan 10 Maret 2026, status Jamaluddin masih sebagai saksi. Ketika itu, ia membenarkan pemeriksaan dirinya berkaitan dengan pembangunan Pasar Ikan Kota Sibolga Tahun Anggaran 2022.<br>&quot;Diperiksa statusnya sebagai saksi,&quot; ujar Jamaluddin saat itu.</p><p><br>Jamaluddin juga menyebut nilai proyek mencapai Rp22,5 miliar dan mengatakan pembangunan pasar tersebut telah selesai serta sudah difungsikan.<br>Dalam pemeriksaan tersebut, Jamaluddin sempat mengungkapkan bahwa pihak yang berada di belakang pemenang tender proyek merupakan adiknya.</p><p><br>&quot;Nilainya Rp22,5 miliar. Pemenangnya bukan orang terdekat, di belakangnya adik saya,&quot; kata Jamaluddin.<br>Berkas Perkara Sempat Dikembalikan<br>Kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Ikan Modern Sibolga ini kini masih berproses di Polda Sumut.</p><p><br>Ferry mengatakan penyidik sebelumnya telah melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan pada 26 Agustus 2026. Namun, berkas tersebut dikembalikan pada 10 September 2026 karena dinilai belum lengkap.</p><p><br>Saat ini penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut masih melengkapi berkas perkara tersebut untuk kembali dilimpahkan ke kejaksaan.<br>&quot;Sudah sempat dilimpahkan, kini sedang dilengkapi untuk dilimpahkan kembali,&quot; ujar Ferry.</p><p><br>Dugaan Kerugian Negara Belum Diungkap</p><p><br>Hingga penetapan tersangka diumumkan, Polda Sumut belum menyampaikan secara resmi berapa nilai kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut.<br>Nilai proyek sebesar Rp22,5 miliar merupakan nilai anggaran pembangunan dan tidak serta-merta dapat disebut sebagai kerugian negara. Besaran kerugian negara harus berdasarkan hasil pemeriksaan atau perhitungan yang menjadi bagian dari pembuktian perkara.</p><p><br>Selain dugaan penyimpangan dalam proyek, penyidik sebelumnya juga disebut mendalami persoalan terkait proses tender dan penyelesaian pembangunan pasar.<br>Lokasi pembangunan Pasar Ikan Modern di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, juga sebelumnya pernah menjadi objek sengketa antara Pemerintah Kota Sibolga dengan pihak pemilik usaha UD Budi Jaya.</p><p><br>Namun, berbagai dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum yang berjalan.<br>Wakil Wali Kota Sibolga Pernah Diperiksa<br>Dalam perkara yang sama, penyidik Polda Sumut juga telah memeriksa Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumbantobing pada April 2026.</p><p><br>Pantas diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi. Pemeriksaan tersebut masih berkaitan dengan dugaan korupsi pembangunan Pasar Ikan Modern Sibolga.</p><p><br>Pasar Ikan Modern Sibolga sendiri telah diresmikan dan mulai difungsikan pada Juli 2024. Saat itu, Pemerintah Kota Sibolga menyebut keberadaan pasar tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sektor perikanan dan menjadi salah satu ikon Kota Sibolga.</p><p><br>Dengan ditetapkannya Jamaluddin Pohan bersama tiga orang lainnya sebagai tersangka, penyidikan perkara pembangunan Pasar Ikan Modern Sibolga memasuki tahapan lanjutan.<br>Polda Sumut masih melengkapi berkas perkara sebelum kembali melimpahkannya ke kejaksaan.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_9738_Polda-Sumut-Tetapkan-Eks-Wali-Kota-Sibolga-Jamaluddin-Pohan-Tersangka-Kasus-Pasar-Ikan-Rp22-5-M.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286823/polda-sumut-tetapkan-eks-wali-kota-sibolga-jamaluddin-pohan-tersangka-kasus-pasar-ikan-rp225-m/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bhakti TNI AD, Kodim 0201/Medan Salurkan Air Bersih Untuk Warga Belawan</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 16:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bhakti TNI AD, Kodim 0201/Medan Salurkan Air Bersih Untuk Warga Belawan]]></title>
            <description><![CDATA[Medan sumut24.co Sebagai wujud kepedulian TNI AD terhadap kesulitan rakyat kembali ditunjukan oleh Koramil 020109/MB Kodim 0201/Medan dal]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> |<a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -</p><br>Sebagai wujud kepedulian TNI AD terhadap kesulitan rakyat kembali ditunjukan oleh Koramil <a href="https://www.sumut24.co/tag/0201/" target="_blank">0201</a>-09/MB <a href="https://www.sumut24.co/tag/kodim/" target="_blank">Kodim</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/0201/" target="_blank">0201</a>/<a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> dalam program Bhakti TNI AD di wilayah Belawan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>Momentum HUT ke-81 TNI Tahun 2026 pun tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>Kali ini,Selasa 29 September 2026 Koramil <a href="https://www.sumut24.co/tag/0201/" target="_blank">0201</a>-09/MB melaksanakan kegiatan Bhakti TNI -AD, Penyaluran air bersih untuk warga Lorong Pemancar, Kampung Baru Lingkungan 29 ,warga lingkungan 25 Kelurahan Belawan Satu, dan warga Jl Ketang,lingkungan 7,Kelurahan Belawan Bahagia,Kecamatan <a href="https://www.sumut24.co/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> Belawan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus upaya membantu masyarakat yang mengalami kekurangan dan keterbatasan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>Kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan air di tengah keterbatasan, tetapi juga membawa pesan bahwa TNI senantiasa hadir dan berupaya berada di tengah masyarakat ketika menghadapi kesulitan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br><a href="https://www.sumut24.co/tag/air/" target="_blank">Air</a> bersih yang disalurkan diharapkan dapat membantu meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok seperti memasak, minum, serta keperluan rumah tangga lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aksi sosial tersebut dihadiri Danramil <a href="https://www.sumut24.co/tag/0201/" target="_blank">0201</a>-09/.MB, Kapten INF Sofyan,Babinsa Koramil <a href="https://www.sumut24.co/tag/0201/" target="_blank">0201</a>-09 /MB, Kepling 29, Kelurahan Belawan Satu,dan Kepling 7, Kelurahan Belawan Bahagia,Toga, Kelurahan Belawan Satu,dan Ust Mansyur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kegiatan ini jumlah air bersih yang di distribusikan untuk warga adalah sebanyak 14.000 L (Dua Tangki,@ 7.000 L ).(W02)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_146_Bhakti-TNI-AD--Kodim-0201-Medan-Salurkan-Air-Bersih-Untuk-Warga-Belawan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/286822/bhakti-tni-ad-kodim-0201medan-salurkan-air-bersih-untuk-warga-belawan/</link>
            <author><![CDATA[darma]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bakti TNI AD, Kodim 0210/TU Salurkan Bantuan Air Bersih Secara Serentak</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 16:17:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bakti TNI AD, Kodim 0210/TU Salurkan Bantuan Air Bersih Secara Serentak]]></title>
            <description><![CDATA[Taput sumut24.co  Kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat kembali diwujudkan Kodim 0210/TU melalui kegiatan pembagian air bersih kepa]]></description>
            <content><![CDATA[<b>Taput |<a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -</p>&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepedulian <a href="https://www.sumut24.co/tag/tni/" target="_blank">TNI</a> terhadap kesulitan masyarakat kembali diwujudkan Kodim 0210/TU melalui kegiatan pembagian air bersih kepada warga Desa Simamora Sioulompu dan SMAN 3 Tarutung, Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (29/9/2026)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus upaya membantu masyarakat yang mengalami kekurangan dan keterbatasan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan air di tengah keterbatasan, tetapi juga membawa pesan bahwa <a href="https://www.sumut24.co/tag/tni/" target="_blank">TNI</a> senantiasa hadir dan berupaya berada di tengah masyarakat ketika menghadapi kesulitan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/air/" target="_blank">Air</a> bersih yang disalurkan diharapkan dapat membantu meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok seperti memasak, minum, serta keperluan rumah tangga lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dandim 0210/TU, Letkol Arm Kiky Hardian, S.Sos melalui Pasiter Kapten Inf L Napitupulu menjelaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian integral dari tugas kewilayahan <a href="https://www.sumut24.co/tag/tni/" target="_blank">TNI</a>.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kehadiran <a href="https://www.sumut24.co/tag/tni/" target="_blank">TNI</a> di tengah masyarakat bukan hanya dalam konteks tugas pertahanan, tetapi juga bagaimana kita dapat hadir dan membantu masyarakat ketika menghadapi kesulitan. Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan <a href="https://www.sumut24.co/tag/tni/" target="_blank">TNI</a> bersama rakyat,&quot; ujar Kapten Inf L Napitupulu &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menambahkan, sinergi antara Babinsa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan di wilayah binaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi sosial dan kemanunggalan <a href="https://www.sumut24.co/tag/tni/" target="_blank">TNI</a> dengan rakyat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Momentum HUT ke-81 <a href="https://www.sumut24.co/tag/tni/" target="_blank">TNI</a> Tahun 2026 pun tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Bersama Rakyat, <a href="https://www.sumut24.co/tag/tni/" target="_blank">TNI</a> Kuat&quot; menjadi<br>semangat dalam pelaksanaan kegiatan<br>kemanusiaan tersebut, khususnya membantu masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih selama musim kemarau.(W02)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_3322_Bakti-TNI-AD--Kodim-0210-TU-Salurkan-Bantuan-Air-Bersih-Secara-Serentak.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286821/bakti-tni-ad-kodim-0210tu-salurkan-bantuan-air-bersih-secara-serentak/</link>
            <author><![CDATA[darma]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Leriadi Ajak Kader AMPI Perkuat Soliditas dan Kebersamaan Usai Munas X</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 16:05:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Leriadi Ajak Kader AMPI Perkuat Soliditas dan Kebersamaan Usai Munas X]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta  Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Leriadi, M.Sos., mengajak seluruh keluarga besar AMPI memperkua]]></description>
            <content><![CDATA[Jakarta &mdash; Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Leriadi, M.Sos., mengajak seluruh keluarga besar AMPI memperkuat komitmen, soliditas, dan kebersamaan setelah pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X AMPI Tahun 2026.</p><p>Menurut Leriadi, Munas X AMPI tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk melakukan refleksi, memperkuat persaudaraan, menyatukan langkah, serta meneguhkan kembali jati diri AMPI sebagai organisasi kepemudaan.</p><p>Ia menyampaikan bahwa AMPI perlu kembali pada khittah organisasi dengan memperkuat persatuan, kaderisasi, pengabdian, serta menghadirkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.</p><p>"Perbedaan pandangan dalam musyawarah adalah bagian dari dinamika organisasi. Namun, setelah keputusan diambil, seluruh kader harus kembali dalam satu barisan, satu semangat, dan satu komitmen," ujar Leriadi dalam refleksinya terkait Munas X AMPI 2026.</p><p>Leriadi menekankan pentingnya menghilangkan sekat di antara kader setelah proses musyawarah selesai. Menurutnya, seluruh kader merupakan bagian dari keluarga besar AMPI yang memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan organisasi.</p><p>Dalam refleksinya, Leriadi juga menyoroti semangat Make Over AMPI yang menurutnya tidak sebatas perubahan wajah organisasi, tetapi juga pembaruan dalam cara berpikir, bekerja, dan mengabdi.</p><p>Ia menyebut AMPI perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, membangun kedekatan dengan generasi muda, terbuka terhadap gagasan, serta menghadirkan berbagai karya dan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.</p><p>"Satukan komitmen. Kuatkan soliditas. Rawat kebersamaan. Perbesar karya. Hadirkan dampak," katanya.</p><p>Leriadi juga mengajak seluruh kader untuk menjadikan Munas X sebagai momentum memperkuat kembali rumah besar AMPI melalui semangat persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan.</p><p>"Karena kemenangan yang sesungguhnya bukan kemenangan satu kelompok, melainkan kemenangan bersama seluruh keluarga besar AMPI," ujar Leriadi.</p><p>Ia kemudian menegaskan semangat yang diusungnya melalui pesan, "AMPI Bersatu, AMPI Berkarya, AMPI Berdampak."</p><p>Refleksi tersebut menjadi ajakan kepada seluruh keluarga besar AMPI untuk melanjutkan perjalanan organisasi setelah Munas X dengan mengedepankan persatuan, karya, dan pengabdian.rel]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_546_Leriadi-Ajak-Kader-AMPI-Perkuat-Soliditas-dan-Kebersamaan-Usai-Munas-X.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/profil/286820/leriadi-ajak-kader-ampi-perkuat-soliditas-dan-kebersamaan-usai-munas-x/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 16:04:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku]]></title>
            <description><![CDATA[Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku Oleh Tundra Meliala           Pegiat Media ADA satu jenis berita yang nyaris tak pernah absen dari hala]]></description>
            <content><![CDATA[<a href="https://www.sumut24.co/tag/korupsi/" target="_blank">Korupsi</a> Tak Pernah Kehabisan Pelaku&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh: Tundra Meliala<br>           Pegiat Media&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ADA satu jenis berita yang nyaris tak pernah absen dari halaman hukum media di Indonesia: korupsi. Pagi menangkap pejabat, siang mengumumkan tersangka, sore menggeledah kantor, malam mengabarkan persidangan. Besoknya muncul kasus baru. Begitu seterusnya. Seolah-olah negeri ini tidak pernah kehabisan koruptor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/korupsi/" target="_blank">Korupsi</a> bahkan telah menjadi tontonan yang akrab. Operasi tangkap tangan diumumkan, barang bukti uang dipamerkan, tersangka digiring ke ruang konferensi pers, lalu kamera berpindah ke kasus berikutnya. Publik memperoleh kesan bahwa mesin pemberantasan bekerja karena penangkapan terus terjadi. Tetapi ada pertanyaan yang lebih mengganggu: jika penangkapan terus dilakukan, mengapa korupsi tidak juga berhenti?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Data menunjukkan masalahnya memang tidak kecil. Dalam Indeks Persepsi <a href="https://www.sumut24.co/tag/korupsi/" target="_blank">Korupsi</a> 2025, Transparency International memberi Indonesia skor 34 dari 100 dan menempatkannya pada peringkat 109 dari 182 negara. Skor itu turun tiga poin dibandingkan tahun sebelumnya. Transparency International menilai kemajuan pemberantasan korupsi di kawasan Asia-Pasifik mengalami stagnasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di dalam negeri, angka perkara juga memperlihatkan betapa luasnya persoalan. Direktori Putusan Mahkamah Agung mencatat ribuan putusan perkara yang diklasifikasikan sebagai korupsi pada 2025. Pada saat yang sama, KPK dalam Renstra 2025-2029 mencatat bahwa sepanjang 2020-2024 terdapat perkara yang melibatkan kementerian/lembaga, BUMN/BUMD, pemerintah provinsi, komisi, hingga DPR. Artinya, korupsi bukan kejahatan yang tumbuh di satu sudut birokrasi. Ia mengikuti jalur kekuasaan dan uang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu siapa yang melakukan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sinilah anggapan bahwa korupsi terutama lahir dari kemiskinan menjadi tidak memadai. <a href="https://www.sumut24.co/tag/korupsi/" target="_blank">Korupsi</a> kelas kakap justru sering dilakukan oleh orang yang memiliki jabatan, penghasilan, akses, pendidikan, dan kekuasaan. Mereka bukan orang yang mencuri karena tidak mampu membeli makan malam. Mereka mempunyai pintu ke anggaran, perizinan, pengadaan, proyek, jabatan, atau keputusan yang bernilai ekonomi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus korupsi pengadaan, misalnya, memperlihatkan pertemuan kepentingan pejabat dan pengusaha. KPK sendiri menyebut pengadaan barang dan jasa sebagai salah satu area berisiko tinggi. Dalam kajiannya, KPK mencatat 68 kasus pengadaan barang dan jasa pada 2024, sementara pada 2025 tercatat 21 kasus dalam data yang digunakan untuk kajian tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Operasi tangkap tangan di Sumatera Utara pada Juni 2025 memberikan gambaran yang gamblang. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang berkaitan dengan enam proyek jalan dengan nilai total sekitar Rp231,8 miliar. Di antara mereka terdapat Kepala Dinas PUPR Sumatera Utara, pejabat pembuat komitmen, serta dua direktur perusahaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Sulawesi Tenggara, sebulan lebih kemudian, pola serupa kembali terlihat. Dalam OTT terkait Bupati Kolaka Timur, KPK menetapkan lima tersangka. Uang tunai Rp200 juta disita sebagai barang bukti. Kasus-kasus semacam ini menunjukkan bahwa korupsi bukan sekadar soal seseorang membutuhkan uang. Ia berkaitan dengan kekuasaan yang dapat ditukar dengan keuntungan pribadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, korupsi sesungguhnya lebih dekat dengan penyalahgunaan kesempatan daripada kekurangan kebutuhan. Ada jabatan. Ada kewenangan. Ada celah. Ada uang. Lalu ada keputusan moral untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Persoalannya kemudian bukan sekadar mengapa orang korupsi. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: mengapa sistem terus menyediakan orang baru untuk menggantikan mereka yang sudah ditangkap?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sinilah pemberantasan korupsi perlu keluar dari perangkap statistik penindakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penangkapan tentu penting. OTT penting. Penyidikan penting. Persidangan penting. Penjara penting. Tetapi semuanya adalah bagian dari hilir. Jika hulu tetap terbuka, penangkapan hanya seperti menimba air dari perahu yang bocor tanpa menutup lubangnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;KPK sendiri dalam strategi 2025-2029 tidak hanya menempatkan penindakan, tetapi juga pendidikan dan pencegahan sebagai bagian dari pemberantasan korupsi. KPK mencatat pemulihan aset pada 2020-2024 masing-masing mencapai ratusan miliar rupiah per tahun, dengan realisasi 2024 sebesar Rp739,61 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi seharusnya tidak berhenti pada menghukum orang, tetapi juga mengejar kembali hasil kejahatannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun justru di titik inilah efektivitas hukuman patut dipersoalkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Indonesia Corruption Watch, dari 1.768 putusan perkara korupsi yang mereka kumpulkan untuk 2024, rata-rata vonis penjara terdakwa korupsi hanya 3 tahun 3 bulan. ICW juga menghitung pengembalian kerugian negara hanya sekitar 4,78 persen dari total kerugian yang mereka identifikasi sebesar Rp330,9 triliun. Data itu tentu merupakan hasil pemantauan ICW, bukan keseluruhan populasi putusan, tetapi cukup untuk menunjukkan persoalan serius mengenai beratnya hukuman dan pemulihan aset.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka jangan heran jika penjara tidak selalu menjadi akhir dari kehidupan nyaman seorang koruptor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Vonis yang panjang di atas kertas dapat menyusut melalui mekanisme hukum yang tersedia. Setelah bebas, sebagian terpidana kembali memiliki sumber daya, jaringan, dan pengaruh. Uang hasil kejahatan yang berhasil disembunyikan bahkan dapat membuat hukuman kehilangan sebagian daya paksa sosialnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sinilah gagasan memiskinkan koruptor memperoleh relevansinya. Bukan dalam arti menghukum kemiskinan, melainkan memastikan bahwa kejahatan tidak pernah menjadi investasi yang menguntungkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Koruptor harus kehilangan hasil kejahatannya. Aset yang berasal dari tindak pidana harus ditelusuri. Rekening harus diperiksa. Kepemilikan perusahaan harus dibuka. Aliran uang harus diikuti. Orang yang menikmati hasil korupsi harus diperiksa sesuai bukti hukum. Hukuman badan dan perampasan hasil kejahatan semestinya bekerja sebagai satu kesatuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebab hukuman penjara saja bisa menciptakan paradoks: negara kehilangan uang, kemudian membiayai penjara bagi pelakunya, sementara sebagian hasil kejahatan mungkin tetap berada di luar jangkauan negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masalah lain lebih mengkhawatirkan: bagaimana jika penjaga pintu hukum sendiri ikut menjual kuncinya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/korupsi/" target="_blank">Korupsi</a> di lingkungan aparat penegak hukum bukan cerita baru. Catatan ICW mengenai tren korupsi hakim menunjukkan adanya perkara yang melibatkan hakim Mahkamah Agung maupun hakim pengadilan negeri. Dalam daftar yang dihimpun ICW, antara lain tercantum perkara Gazalba Saleh dan Sudrajad Dimyati serta hakim Pengadilan Negeri Surabaya dalam perkara suap vonis Ronald Tannur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika aparat penegak hukum menerima suap, masalahnya berubah. Yang rusak bukan hanya anggaran negara. Yang diperdagangkan adalah keadilan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jaksa dapat disuap. Hakim dapat disuap. Pengacara dapat menjadi bagian dari jaringan transaksi. Pejabat dapat membeli perlindungan. Dalam situasi seperti itu, hukum tidak lagi menjadi pagar. Ia berubah menjadi pintu yang dapat dibuka bagi siapa pun yang mempunyai uang dan akses.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka pemberantasan korupsi menghadapi musuh yang lebih berbahaya daripada sekadar koruptor: korupsi terhadap hukum itu sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sinilah publik perlu berhati-hati terhadap ukuran keberhasilan pemberantasan korupsi. Banyaknya orang yang ditangkap memang menunjukkan adanya penindakan. Tetapi banyaknya penangkapan tidak otomatis membuktikan bahwa korupsi berkurang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi tidak akan disebut berhasil memberantas pencurian hanya karena setiap hari menangkap pencuri baru. Keberhasilan sesungguhnya baru terlihat ketika lingkungan yang memungkinkan pencurian menyempit dan jumlah kejahatan menurun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu pula dengan KPK.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;OTT seharusnya dipandang sebagai alat untuk membongkar jaringan, bukan sekadar peristiwa yang selesai ketika tersangka mengenakan rompi oranye. Bahkan dalam perkara Sumatera Utara, KPK sendiri menegaskan bahwa OTT merupakan pintu awal untuk mendalami proyek-proyek pengadaan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernyataan itu penting. Sebab yang harus dicari bukan hanya tangan yang menerima uang, tetapi kepala dari tangan itu: siapa yang mengatur, siapa yang memerintah, siapa yang menikmati, siapa yang melindungi, bagaimana uang dipindahkan, dan mengapa sistem memungkinkan transaksi itu terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/korupsi/" target="_blank">Korupsi</a> juga tidak akan selesai hanya dengan pendidikan antikorupsi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bangsa ini sudah terlalu lama mengetahui bahwa korupsi itu buruk. Anak sekolah tahu. Pegawai tahu. Pejabat tahu. Pengusaha tahu. Pemuka agama tahu. Bahkan orang yang akhirnya tertangkap pun biasanya tahu bahwa yang dilakukannya melanggar hukum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi persoalannya bukan kekurangan pengetahuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Persoalannya adalah keberanian untuk menolak ketika kesempatan datang, dan kepastian bahwa jika seseorang tetap memilih mencuri uang negara, seluruh keuntungan yang diperolehnya akan dikejar sampai habis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Moralitas juga tidak cukup jika sistem memberi imbalan kepada perilaku buruk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seseorang bisa mengenakan simbol agama, berbicara tentang kesalehan, mengutip ayat, menghadiri forum keagamaan, dan pada saat yang sama tergoda memperjualbelikan kewenangannya. Karena itu, agama tidak boleh berhenti menjadi identitas. Moral tidak boleh berhenti menjadi pidato.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/korupsi/" target="_blank">Korupsi</a> adalah ujian paling nyata terhadap integritas: apa yang dilakukan seseorang ketika tidak ada kamera, ketika peluang tersedia, dan ketika ia merasa tidak akan tertangkap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, resep pemberantasan korupsi sebenarnya bukan rahasia. Pencegahan diperkuat. Transparansi diperluas. Konflik kepentingan diawasi. Pengadaan dibuka. Beneficial ownership ditelusuri. Pembiayaan politik diperketat. Penegakan hukum independen. Perampasan aset diperkuat. Hukuman konsisten. Pengawasan internal tidak menjadi formalitas. Dan aparat yang menyalahgunakan kewenangan harus menghadapi konsekuensi yang nyata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mahkamah Agung sendiri mencatat bahwa sepanjang 2025 seluruh badan peradilan menangani lebih dari tiga juta perkara dan menyelesaikan sekitar 97,11 persen di antaranya. Angka produktivitas ini menunjukkan kapasitas sistem peradilan yang besar. Tantangannya bukan semata-mata kemampuan memproses perkara, tetapi memastikan perkara korupsi diputus dengan integritas dan menghasilkan keadilan serta pemulihan kerugian negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada akhirnya, persoalan Indonesia bukan kekurangan aturan. Bukan pula kekurangan lembaga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indonesia memiliki KPK, kepolisian, kejaksaan, pengadilan tipikor, PPATK, BPK, BPKP, inspektorat, Ombudsman, Komisi Yudisial, dan berbagai perangkat pengawasan lainnya. Tetapi banyaknya lembaga tidak otomatis menghasilkan negara yang bersih apabila masing-masing pagar dapat dilompati, dibeli, atau dinegosiasikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah sebabnya perang melawan korupsi tidak boleh berhenti pada pertanyaan: berapa orang yang ditangkap?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan yang lebih penting adalah: berapa banyak uang yang berhasil dikembalikan, berapa banyak jaringan yang dibongkar, berapa banyak celah yang ditutup, berapa banyak aset yang dirampas melalui proses hukum, dan apakah orang yang menyaksikan hukuman itu kemudian berpikir ulang sebelum melakukan hal yang sama?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika jawabannya belum meyakinkan, maka ada sesuatu yang keliru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan karena Indonesia kekurangan koruptor untuk ditangkap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melainkan karena sistem belum cukup membuat korupsi menjadi kejahatan yang tidak menguntungkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan selama korupsi masih menjanjikan uang, kekuasaan, jaringan, dan kemungkinan hidup nyaman setelah hukuman, penangkapan seorang koruptor hanya akan menciptakan ruang bagi koruptor berikutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu masuk penjara, yang lain antre.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka ukuran keberhasilan pemberantasan korupsi pada akhirnya bukan panjangnya daftar tersangka. Bukan pula banyaknya konferensi pers dengan uang sitaan di atas meja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ukuran keberhasilannya sederhana: suatu hari nanti, orang yang mempunyai kesempatan mencuri uang negara memilih tidak melakukannya&mdash;bukan karena ia tiba-tiba menjadi malaikat, melainkan karena ia tahu hukum pasti datang, uangnya pasti dikejar, asetnya dapat dirampas, jabatannya tidak menyelamatkannya, dan tidak ada pintu belakang untuk membeli kebebasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di situlah hukum mulai menjerakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum itu terjadi, perang melawan korupsi masih seperti memukul bayangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bayangannya hilang sebentar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu muncul lagi di tempat lain. Rel]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_8122_Korupsi-Tak-Pernah-Kehabisan-Pelaku.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/hukum-kriminal/286819/korupsi-tak-pernah-kehabisan-pelaku/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kejatisu Harus Tangkap Akuang, Jangan Ada Kesan Permainan</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 14:39:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kejatisu Harus Tangkap Akuang, Jangan Ada Kesan Permainan]]></title>
            <description><![CDATA[Kejatisu Harus Tangkap Akuang, Jangan Ada Kesan Permainan]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN &mdash; Ketua Barisan Rakyat Pemerhati Korupsi (Barapaksi), Otti S. Batubara, mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) segera menangkap dan mengeksekusi terpidana Alexander Halim alias <a href="https://www.sumut24.co/tag/akuang/" target="_blank">Akuang</a> sesuai putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Otti menegaskan, Kejatisu harus bertindak tegas agar tidak muncul kesan adanya permainan dalam proses penegakan hukum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&gt; &quot;Kejatisu harus segera menangkap <a href="https://www.sumut24.co/tag/akuang/" target="_blank">Akuang</a>. Jangan seolah-olah ada permainan. Putusan pengadilan wajib dilaksanakan dan semua pihak harus sama di hadapan hukum,&quot; tegas Otti S. Batubara di Medan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, keterlambatan eksekusi hanya akan memperbesar ketidakpercayaan publik terhadap aparat penegak hukum. Karena itu, Barapaksi meminta Kejatisu menelusuri keberadaan <a href="https://www.sumut24.co/tag/akuang/" target="_blank">Akuang</a> serta mengeksekusi seluruh pidana, termasuk kewajiban pembayaran uang pengganti sebagaimana amar putusan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, Kejatisu menyatakan proses pemanggilan terhadap <a href="https://www.sumut24.co/tag/akuang/" target="_blank">Akuang</a> masih berjalan setelah panggilan pertama tidak dipenuhi, dan jaksa akan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barapaksi menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut hingga eksekusi benar-benar terlaksana secara transparan dan tanpa tebang pilih.red<br>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_4875_Kejatisu-Harus-Tangkap-Akuang--Jangan-Ada-Kesan-Permainan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286818/kejatisu-harus-tangkap-akuang-jangan-ada-kesan-permainan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dari Huntap hingga Jembatan Gantung, Kapolres Tapsel dan Bupati Cek Langsung Kondisi Warga</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 13:51:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dari Huntap hingga Jembatan Gantung, Kapolres Tapsel dan Bupati Cek Langsung Kondisi Warga]]></title>
            <description><![CDATA[Dari Huntap hingga Jembatan Gantung, Kapolres Tapsel dan Bupati Cek Langsung Kondisi Warga]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Tapsel | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatian terhadap masyarakat terdampak bencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama jajaran Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Selatan. Pemulihan warga dinilai tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tempat tinggal, tetapi juga menyangkut keamanan, aktivitas sosial, hingga pemulihan ekonomi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Turun ke Desa-desa (Turdes) yang dilakukan Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoso, S.I.K., M.M. bersama Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, Minggu (27/9/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam agenda tersebut, rombongan menyambangi sejumlah kawasan yang menjadi lokasi Hunian Tetap (<a href="https://www.sumut24.co/tag/huntap/" target="_blank">Huntap</a>) dan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi warga sekaligus memastikan proses pemulihan terus berjalan. Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang masih menjalani kehidupan di kawasan hunian pascabencana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso mengatakan, warga yang berada di <a href="https://www.sumut24.co/tag/huntap/" target="_blank">Huntap</a> maupun Huntara masih membutuhkan perhatian dan pendampingan selama proses pemulihan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, kunjungan langsung menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi masyarakat sekaligus mendengar kebutuhan mereka secara nyata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kita datang langsung untuk melihat kondisi mereka, mendengar apa yang menjadi kebutuhan dan memberikan dukungan sesuai kemampuan yang dapat kita lakukan bersama,&quot; ujar Anton.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anton menegaskan, proses pemulihan pascabencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Penyediaan hunian harus dibarengi dengan upaya mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai masyarakat membutuhkan kepastian bahwa kehidupan mereka dapat kembali berjalan secara bertahap setelah mengalami dampak bencana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pemulihan pascabencana bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi bagaimana masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitasnya, merasa aman dan perlahan bangkit. Karena itu, sinergi semua pihak sangat diperlukan,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pelaksanaan Turdes, Kapolres bersama Bupati Tapanuli Selatan juga melakukan peninjauan terhadap sejumlah kondisi di lapangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah perbaikan jembatan gantung serta kawasan <a href="https://www.sumut24.co/tag/huntap/" target="_blank">Huntap</a> Tandihat di Kecamatan Angkola Selatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat langsung perkembangan infrastruktur dan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi Polres Tapanuli Selatan, pendampingan terhadap masyarakat pascabencana juga memiliki kaitan dengan terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kondisi sosial yang aman dan stabil dinilai penting agar warga dapat menjalani proses pemulihan tanpa tambahan persoalan keamanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anton menyampaikan bahwa jajaran kepolisian akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya mereka yang masih membutuhkan dukungan setelah bencana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Tentunya kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak berjalan sendiri dalam menghadapi proses pemulihan ini. Keamanan, kenyamanan dan kebutuhan masyarakat akan terus menjadi perhatian kami,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan Turdes tersebut turut diikuti Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan H. Sofyan Adil Siregar, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat utama Polres Tapanuli Selatan, unsur Forkopimcam serta personel Polres Tapanuli Selatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kehadiran lintas unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Tapanuli Selatan.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_4520_Dari-Huntap-hingga-Jembatan-Gantung--Kapolres-Tapsel-dan-Bupati-Cek-Langsung-Kondisi-Warga.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286817/dari-huntap-hingga-jembatan-gantung-kapolres-tapsel-dan-bupati-cek-langsung-kondisi-warga/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wabup Basri Buka Muscab FSPTSI-KSPSI Paluta, Target 6.000 Lapangan Kerja Dicanangkan</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 13:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wabup Basri Buka Muscab FSPTSI-KSPSI Paluta, Target 6.000 Lapangan Kerja Dicanangkan]]></title>
            <description><![CDATA[Wabup Basri Buka Muscab FSPTSIKSPSI Paluta, Target 6.000 Lapangan Kerja Dicanangkan]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Paluta | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), H. Basri Harahap, secara resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) III Pimpinan Cabang (PC) Federasi Serikat Pekerja Transportasi Seluruh Indonesia&ndash;Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTSI-KSPSI) Kabupaten Padang Lawas Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Mitra, Gunungtua, Senin (28/9/2026), dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, legislatif, kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta pengurus dan anggota FSPTSI-KSPSI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sambutannya, Basri Harahap mengapresiasi kontribusi FSPTSI-KSPSI dalam membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Berdasarkan laporan organisasi, jumlah pekerja yang berhasil diserap melalui jaringan serikat pekerja tersebut telah mencapai ribuan orang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, Basri mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi pekerja tidak cukup hanya diukur berdasarkan jumlah tenaga kerja yang berhasil ditempatkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, aspek perlindungan dan pemenuhan hak dasar pekerja harus menjadi perhatian utama, termasuk kepastian kepesertaan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pencapaian dari segi kuantitas memang luar biasa, tetapi kualitas pekerja jauh lebih penting. Perjuangan serikat harus diarahkan pada pemenuhan hak-hak esensial,&quot; ujar Basri dalam sambutannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga meminta agar keberadaan pekerja di perusahaan maupun sektor perkebunan benar-benar mendapatkan perlindungan sebagaimana ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Basri menekankan pentingnya memastikan para pekerja memperoleh jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga mereka tidak hanya dipandang sebagai tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan produksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua PC FSPTSI-KSPSI Kabupaten Padang Lawas Utara, Hendra Sutan Rambe, S.Pd., dalam kesempatan tersebut memaparkan capaian organisasi selama periode kepengurusannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menyebut buruh bongkar muat memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki sejumlah perusahaan dan pabrik perkebunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Hendra, aktivitas sembilan pabrik perkebunan di Padang Lawas Utara juga tidak terlepas dari keberadaan buruh bongkar muat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengatakan, target awal organisasi dalam membuka lapangan pekerjaan ditetapkan sebanyak 2.000 orang. Namun, hingga pelaksanaan Muscab III, angka tersebut disebut telah terlampaui.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Target awal kepemimpinan kami adalah membuka 2.000 lapangan pekerjaan. Alhamdulillah saat ini telah melampaui target dengan terealisasinya 2.731 pekerja,&quot; kata Hendra.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hendra mengatakan capaian tersebut menjadi modal bagi organisasi untuk terus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Paluta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila kembali mendapat kepercayaan memimpin organisasi, ia menyampaikan target yang lebih besar, yakni membuka hingga 6.000 lapangan pekerjaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Target tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan penguatan ekonomi keluarga para buruh di Kabupaten Padang Lawas Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dukungan terhadap agenda Muscab III FSPTSI-KSPSI juga disampaikan Anggota DPRD Padang Lawas Utara, Gusman Efendi Siregar, S.Pt., yang hadir mewakili pimpinan DPRD.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gusman menilai perkembangan gerakan buruh saat ini menunjukkan perubahan paradigma. Menurutnya, pekerja tidak lagi semata-mata ditempatkan sebagai objek dalam proses pembangunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menyebut buruh memiliki posisi dalam hubungan industrial bersama pemerintah dan pengusaha.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Di masa lalu, buruh sering dipandang sebelah mata dan hanya dijadikan objek pembangunan. Namun saat ini, posisi kaum buruh sudah sejajar dalam posisi tripartit dengan pengusaha dan pemerintah,&quot; ungkap Gusman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, ia mendorong organisasi pekerja agar terus meningkatkan kapasitas dan mengambil peran konstruktif dalam pembangunan daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Ketua PD FSPTSI-KSPSI Sumatera Utara, H. Febri Dalimunte, ST, MM, meminta adanya sinergi yang lebih kuat antara organisasi pekerja, Pemkab Paluta dan DPRD.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu yang didorong adalah peningkatan kapasitas pekerja melalui program Bimbingan Teknis (Bimtek).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Febri menilai kemampuan negosiasi atau negotiation skill menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki pekerja dalam menghadapi dinamika hubungan industrial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami meminta agar pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk Bimtek agar pekerja kita dibekali negotiation skill yang baik,&quot; kata Febri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga mengajak seluruh kader FSPTSI-KSPSI meninggalkan pola-pola lama yang tidak sejalan dengan profesionalisme organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, transformasi organisasi pekerja harus diarahkan pada terbentuknya serikat yang modern, profesional dan berintegritas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Febri juga menekankan pentingnya etika dalam menjalankan aktivitas organisasi maupun menyampaikan aspirasi pekerja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kita harus bertransformasi menjadi organisasi yang modern, profesional, dan berakhlak. Budaya lama harus ditinggalkan, tidak boleh ada lagi kekerasan fisik, pekerja harus beretika di lapangan,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Muscab III FSPTSI-KSPSI Kabupaten Padang Lawas Utara menjadi momentum bagi organisasi untuk mengevaluasi capaian kepengurusan sekaligus menyusun agenda kerja ke depan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain membahas program organisasi, forum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara pekerja, pemerintah daerah, DPRD dan pihak terkait lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolres Padang Lawas Utara AKBP Dhery Fajariandono, S.I.K., M.H., perwakilan Kajari Padang Lawas Utara Yunita Pasaribu, S.H., Anggota DPRD Paluta Habibi P. Harahap, tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta jajaran pengurus dan anggota FSPTSI-KSPSI Kabupaten Padang Lawas Utara.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_5609_Wabup-Basri-Buka-Muscab-FSPTSI-KSPSI-Paluta--Target-6-000-Lapangan-Kerja-Dicanangkan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286816/wabup-basri-buka-muscab-fsptsikspsi-paluta-target-6000-lapangan-kerja-dicanangkan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">SE2026 Disorot, Sekda Padangsidimpuan Rahmat Marzuki: Kalau Datanya Benar, Kita Bisa Ambil Keputusan yang Benar</guid>
            <pubDate>Tue, 29 Sep 2026 13:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[SE2026 Disorot, Sekda Padangsidimpuan Rahmat Marzuki: Kalau Datanya Benar, Kita Bisa Ambil Keputusan yang Benar]]></title>
            <description><![CDATA[SE2026 Disorot, Sekda Padangsidimpuan Rahmat Marzuki Kalau Datanya Benar, Kita Bisa Ambil Keputusan yang Benar]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Padangsidimpuan | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekretaris Daerah (<a href="https://www.sumut24.co/tag/sekda/" target="_blank">Sekda</a>) Kota Padangsidimpuan, H. Rahmat Marzuki Nasution, SH, MH, CGCAE, mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar memperkuat kedisiplinan, memberikan data yang benar dalam Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), serta meningkatkan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pesan tersebut disampaikan Rahmat Marzuki saat memimpin upacara bendera di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Padangsidimpuan, Senin (25/9/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam amanatnya, <a href="https://www.sumut24.co/tag/sekda/" target="_blank">Sekda</a> menekankan bahwa pemerintahan yang efektif tidak cukup hanya mengandalkan program dan anggaran. Menurutnya, kebijakan pembangunan juga membutuhkan dukungan data yang akurat serta aparatur yang mampu bekerja secara disiplin dan kolaboratif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu perhatian utama <a href="https://www.sumut24.co/tag/sekda/" target="_blank">Sekda</a> adalah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padangsidimpuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rahmat meminta ASN yang belum mengikuti SE2026 agar segera menyampaikan data sesuai kondisi sebenarnya. Ia menilai partisipasi aparatur menjadi bagian penting dalam mendukung tersedianya data ekonomi yang berkualitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga mengingatkan agar masyarakat maupun aparatur tidak memberikan informasi yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Sampai saat ini masih ada di antara kita yang belum melaksanakan SE2026. Mari Bapak dan Ibu, berikan data yang sebenarnya. Jangan memberikan data yang tidak sesuai dengan kondisi kita, karena data yang benar akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan,&quot; tegas Rahmat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, data memiliki peran penting dalam proses perencanaan pembangunan. Pemerintah membutuhkan informasi yang valid untuk mengetahui kondisi di lapangan sebelum menetapkan berbagai kebijakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rahmat menegaskan, data yang keliru berpotensi memengaruhi proses pemerintah dalam membaca persoalan dan menentukan langkah pembangunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kalau datanya benar, kita bisa mengambil keputusan yang benar. Kalau datanya tidak benar, tentu akan memengaruhi kebijakan yang kita susun,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain SE2026, <a href="https://www.sumut24.co/tag/sekda/" target="_blank">Sekda</a> Padangsidimpuan juga menyoroti kedisiplinan ASN. Ia mengingatkan bahwa disiplin aparatur tidak semata-mata berkaitan dengan kehadiran atau ketepatan waktu masuk dan pulang kerja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih dari itu, disiplin harus tercermin melalui kesungguhan ASN dalam menjalankan tugas, menyelesaikan pekerjaan dan memenuhi tanggung jawab yang telah diberikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rahmat meminta seluruh aparatur menjaga komitmen terhadap pekerjaan serta menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Disiplin itu bukan hanya soal hadir dan pulang tepat waktu. Disiplin juga berarti bagaimana kita menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada kita,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, ASN memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari penyelenggaraan pemerintahan sekaligus memiliki tanggung jawab dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam amanat yang sama, Rahmat Marzuki meminta seluruh OPD menghindari pola kerja yang terlalu sektoral.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengingatkan bahwa perbedaan tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah tidak boleh menjadi alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Seluruh OPD, kata dia, merupakan bagian dari satu kesatuan Pemerintah Kota Padangsidimpuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Jangan ada ego sektoral. Kita ini satu pemerintahan. Jangan merasa bahwa urusan kita hanya urusan OPD kita. Ketika ada persoalan di masyarakat, kita harus melihatnya sebagai persoalan bersama dan menyelesaikannya secara bersama-sama,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, komunikasi dan koordinasi lintas perangkat daerah dinilai perlu terus diperkuat. Kolaborasi antarlembaga pemerintah diharapkan dapat membuat pelaksanaan program lebih terintegrasi dan respons terhadap berbagai persoalan masyarakat menjadi lebih cepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rahmat juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk saling mendukung dalam menjalankan tugas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Tidak boleh ada yang berjalan sendiri-sendiri. Kita harus saling mendukung, saling menguatkan dan bekerja sebagai satu kesatuan,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pesan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat pembangunan Kota Padangsidimpuan yang MANTAP, dengan mendorong seluruh unsur pemerintahan bergerak dalam arah dan tujuan yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Upacara bendera tersebut diikuti para pejabat serta ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Padangsidimpuan.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_3275_SE2026-Disorot--Sekda-Padangsidimpuan-Rahmat-Marzuki--Kalau-Datanya-Benar--Kita-Bisa-Ambil-Keputusan-yang-Benar.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/286815/se2026-disorot-sekda-padangsidimpuan-rahmat-marzuki-kalau-datanya-benar-kita-bisa-ambil-keputusan-yang-benar/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>