<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Mon, 27 Apr 2026 20:13:21 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Super Kawaii! UNIQLO Hadirkan Kolaborasi UT Pertama dengan Monchhichi T-shirt dengan karakter boneka monyet Jepang ikonik, tersedia mulai 25 Mei 2026</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 18:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Super Kawaii! UNIQLO Hadirkan Kolaborasi UT Pertama dengan Monchhichi T-shirt dengan karakter boneka monyet Jepang ikonik, tersedia mulai 25 Mei 2026]]></title>
            <description><![CDATA[Super Kawaii! UNIQLO Hadirkan Kolaborasi UT Pertama dengan MonchhichiTshirt dengan karakter boneka monyet Jepang ikonik, tersedia mulai 25 ]]></description>
            <content><![CDATA[Super Kawaii! UNIQLO Hadirkan Kolaborasi UT Pertama dengan Monchhichi<br>T-shirt dengan karakter boneka monyet Jepang ikonik, tersedia mulai 25 Mei 2026&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jakarta|sumut24.co</p>27 April 2026 &ndash; Siap-siap jatuh hati! UNIQLO segera merilis koleksi kolaborasi UT (UNIQLO T-shirt) pertamanya bersama Monchhichi, karakter boneka monyet ikonik asal Jepang yang telah memikat hati lintas generasi di seluruh dunia. Koleksi ini akan mulai tersedia pada Senin, 25 Mei 2026 di toko UNIQLO Indonesia dan online melalui UNIQLO.com.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>Penuh warna, playful, dan irresistibly cute, koleksi ini menampilkan berbagai ekspresi Monchhichi dalam rangkaian T-shirt untuk wanita. Setiap desain menghadirkan sentuhan fun yang mudah dipadukan untuk gaya sehari-hari, menjadikannya pilihan yang menyenangkan untuk segala usia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Monchhichi, Ikon Menggemaskan dengan Ikatan Emosional Lintas Generasi<br>Sejak pertama kali diperkenalkan pada 1974 oleh Sekiguchi Co., Ltd., Monchhichi dikenal bukan sekadar karakter klasik, tetapi juga sebagai bagian dari gelombang nostalgia yang kembali menguat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan ciri khas seperti tubuh mungil dengan wajah chubby, ekspresi lembut dengan mata besar, serta kebiasaan mengisap jempolnya yang menggemaskan, Monchhichi memberi kesat hangat dan menenangkan, yang membuatnya terasa dekat secara emosional bagi banyak orang.<br>Di Indonesia sendiri, Monchhichi menjadi bagian dari memori masa kecil bagi sebagian generasi, terutama di era 80an hingga 90an, sekaligus menemukan penggemar baru melalui eksposur budaya pop Jepang yang semakin luas. Monchhichi berhasil menjangkau generasi baru sebagai collectible items yang unik, playful, dan berbeda. Popularitasnya pun semakin terlihat seiring dengan maraknya collectible toys dan blind box, yang turut mendorong minat terhadap karakter-karakter dengan identitas visual yang kuat. <br>Melalui koleksi UT ini, Monchhichi diterjemahkan ke dalam format yang lebih wearable, memungkinkan penggemar untuk tidak hanya mengoleksi, tetapi juga mengekspresikan kedekatan mereka dengan karakter ini dalam keseharian. Lebih dari itu, UT Monchhichi juga bisa menjadi pilihan seru untuk dikenakan bersama orang orang tersayang, mulai dari gaya kembar ibu dan anak, hingga &quot;seragam&quot; santai bersama sahabat. Sentuhan visual yang fun membuatnya tetap standout, sekaligus terasa dekat dan wearable untuk berbagai aktivitas.<br>Rincian Koleksi UT Monchhichi <br>Tgl Peluncuran 	: Senin, 25 Mei 2026<br>Produk			: Kaos wanita, 4 desain, ukuran XS-3XL (Rp199.000)<br>			  *Ukuran XS, XXL, 3XL hanya tersedia di toko online.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketersediaan			: Seluruh toko UNIQLO Indonesia dan UNIQLO.COM	<br>Hak cipta: &copy; 2026 Sekiguchi Co., Ltd.<br>Situs khusus: <a href="https://www.uniqlo.com/id/en/spl/ut-collection/monchhichi">https://www.uniqlo.com/id/en/spl/ut-collection/monchhichi</a></p>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_8077_Super-Kawaii--UNIQLO-Hadirkan-Kolaborasi-UT-Pertama-dengan-Monchhichi-T-shirt-dengan-karakter-boneka-monyet-Jepang-ikonik--tersedia-mulai-25-Mei-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/281638/super-kawaii-uniqlo-hadirkan-kolaborasi-ut-pertama-dengan-monchhichi-tshirt-dengan-karakter-boneka-monyet-jepang-ikonik-tersedia-mulai-25-mei-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">TOKOH MASYARAKAT SUMUT RUSLAN, NILAI ACHMAD DANIEL CHARDIN LAYAK MEMIMPIN SUMUT</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 18:27:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[TOKOH MASYARAKAT SUMUT RUSLAN, NILAI ACHMAD DANIEL CHARDIN LAYAK MEMIMPIN SUMUT]]></title>
            <description><![CDATA[TOKOH MASYARAKAT SUMUT RUSLAN, NILAI ACHMAD DANIEL CHARDIN LAYAK MEMIMPIN SUMUTSumatera Utarasumut24.co Mantan Pangdam I/Bukit Barisan, May]]></description>
            <content><![CDATA[TOKOH MASYARAKAT SUMUT RUSLAN, NILAI ACHMAD DANIEL CHARDIN LAYAK MEMIMPIN SUMUT</p>Sumatera Utara|sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mantan Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI (Purn) Achmad Daniel Chardin, merupakan figur potensial yang layak dipertimbangkan untuk memimpin Provinsi Sumatera Utara. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pandangan tersebut disampaikan oleh Dr. H. Ruslan, SE, SH, MH selaku tokoh masyarakat sekaligus akademisi Hukum Administrasi Negara dan Hukum Agraria di Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan pengamatan langsung, beliau mengenal Achmad Daniel Chardin sebagai pribadi religius yang konsisten mengamalkan nilai-nilai keislaman. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa Achmad Daniel bukan hanya figur yang tegas dalam kepemimpinan militer, melainkan juga memiliki kedalaman spiritual yang teruji. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Achmad Daniel bukan sekadar pemimpin dalam struktur formal, melainkan teladan dalam pengamalan nilai-nilai agama. Beliau aktif dalam kegiatan keagamaan dan konsisten menampilkan karakter religius dalam kehidupan bermasyarakat,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, karakter religius tersebut tercermin dari kehadiran Achmad Daniel dalam berbagai forum keislaman, mulai dari pengajian rutin hingga kegiatan sosial berbasis masjid. Hal tersebut merupakan nilai lebih yang jarang ditemukan pada figur publik berlatar belakang militer.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih lanjut, beliau menilai bahwa pendekatan humanis yang diterapkan Achmad Daniel menunjukkan keseimbangan antara ketegasan komando dan kelembutan dalam memimpin. &quot;Beliau mampu berbaur dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa kehilangan jati diri sebagai pribadi yang menjunjung tinggi nilai agama. Inilah kekuatan moral yang esensial bagi seorang kepala daerah,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari perspektif akademis, beliau menyatakan bahwa perpaduan antara pengalaman kepemimpinan strategis, kecerdasan, serta landasan religius yang kokoh menjadikan Achmad Daniel Chardin figur yang patut diperhitungkan untuk jabatan strategis di masa mendatang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menegaskan, Sumatera Utara membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cakap secara manajerial, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat. &quot;Religiusitas bukan sekadar simbol. Religiusitas harus tercermin dalam sikap, kebijakan, dan keberpihakan kepada rakyat. Semua itu saya lihat ada pada diri Saudara Achmad Daniel,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menutup pernyataannya, beliau mengimbau masyarakat untuk mencermati secara objektif rekam jejak figur-figur potensial, dengan tetap menjaga persatuan dan kondusivitas daerah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Sumatera Utara ke depan memerlukan pemimpin yang kuat dan berakhlak. Figur dengan kualifikasi demikian harus dikenali sejak dini,&quot; pungkasnya.</p><br></p>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_6996_TOKOH-MASYARAKAT-SUMUT-RUSLAN--NILAI-ACHMAD-DANIEL-CHARDIN-LAYAK-MEMIMPIN-SUMUT.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/281637/tokoh-masyarakat-sumut-ruslan-nilai-achmad-daniel-chardin-layak-memimpin-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Semarak Peringatan Hari Kartini ke-147 di Medan, Perempuan Dari Berbagai Latar Tampil Menginsipirasi</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 17:35:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Semarak Peringatan Hari Kartini ke-147 di Medan, Perempuan Dari Berbagai Latar Tampil Menginsipirasi]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanPeringatan Hari Kartini ke147 tingkat Kota yang digelar  TP PKK Kota Medan berlangsung semarak dan penuh inspirasi di Ged]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Peringatan Hari Kartini ke-147 tingkat Kota yang digelar  TP PKK Kota Medan berlangsung semarak dan penuh inspirasi di Gedung Werenhuis, Jalan Hindu, Senin (27/4/2026). Suasana hangat dan meriah pun mewarnai kegiatan yang dihadiri puluhan perempuan dengan mengenakan seragam kebaya dari berbagai elemen, mulai dari organisasi wanita, TP PKK, Jajaran perangkat daerah hingga Kaukus Perempuan Parlemen DPRD Medan dan Istri Konsul negara sahabat serta driver Ojol perempuan.</p>Kemeriahan peringatan hari Kartini semakin bertambah dengan hadirnya Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Ny Airin Rico Waas di tengah-tengah kaum perempuan- perempuan hebat. Tidak hanya sekedar seremonial, peringatan hari Kartini di kota Medan yang penuh makna ini dengan diisi kisah inspirasi dari sosok wanita hebat dan kuat yakni Vionita Sinaga. Beliau merupakan salah satu wanita yang bisa bangkit dari titik terendah dalam hidupnya.</p><br></p>Selain itu, peringatan hari Kartini diisi dengan penampilan warga binaan dari Lapas perempuan Kelas II A Medan dengan menyanyikan beberapa lagu yang menginsipirasi dan penampilan pebiola (violis) Qiara Asqa yang merupakan peraih Gold Award mewakili Indonesia di ajang Asia All Stars Festival.</p><br></p>Dalam sambutannya, Wali Kota Medan Rico Waas, menyampaikan bahwa momentum Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat pentingnya membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkarya, memimpin, dan berdaya secara mandiri.</p><br></p>Menurut Rico Waas perempuan masa kini adalah &quot;Kartini-Kartini&quot; baru yang memiliki kapasitas besar, bukan hanya sebagai pendamping hidup, tetapi juga sebagai penggerak keluarga, penguat ekonomi rumah tangga, hingga pengambil keputusan di ruang publik.</p><br></p>&quot;Kami meyakini perempuan bukan hanya sekadar pendamping. Perempuan adalah tempat laki-laki mencari ketenangan, sekaligus sosok yang mampu melahirkan gagasan dan ide-ide besar,&quot; kata Rico Waas yang hadir didampingi Sekda Wiriya Alrahman dan segenap Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a>.</p><br></p>Dijelaskan Rico Waas, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan terus mendorong peningkatan akses pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi perempuan. Berbagai pelatihan seperti menjahit, kriya, pembuatan tas, busana, hingga desain fesyen telah rutin dilaksanakan.</p><br></p>Langkah ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi perempuan sekaligus menopang ketahanan ekonomi keluarga melalui sektor UMKM.</p><br></p>&quot;Suami mencari nafkah, tetapi bukan berarti istri tidak bisa membantu. Perempuan juga bisa berkarya dan memperkuat ekonomi keluarga,&quot; jelas Rico Waas.</p><br></p>Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti masih adanya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan diskriminasi terhadap perempuan yang kerap tidak terlaporkan karena korban merasa takut.</p><br></p>Atas dasar itu Rico Waas meminta jajaran TP PKK hingga tingkat kecamatan untuk proaktif melakukan pendampingan dan advokasi, agar perempuan tidak merasa sendirian saat menghadapi persoalan tersebut.</p><br></p>&quot;Perempuan bukan tempat pelampiasan kekerasan. Perempuan harus dilindungi dan diberikan porsi yang tepat,&quot; ujar Rico Waas.</p><br></p>Selanjutnya Rico Waas menekankan pentingnya peningkatan peran perempuan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Dirinya pun mengapresiasi semakin banyaknya perempuan yang menduduki jabatan strategis, baik di legislatif, pemerintahan, maupun organisasi.</p><br></p>Selain itu, Rico Waas menilai ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan masyarakat sangat bergantung pada peran perempuan di rumah tangga.</p><br></p>&quot;Ademnya rumah, kuatnya keluarga, banyak ditentukan oleh peran istri dalam menciptakan suasana yang baik di dalam keluarga,&quot; ungkap Rico Waas</p><br></p>Di akhir sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh perempuan Kota Medan yang terus berkontribusi dalam berbagai bidang.</p><br></p>&quot;Selamat Hari Kartini. Perempuan Kota Medan adalah perempuan-perempuan hebat yang menjadi kekuatan bagi keluarga, masyarakat, dan pembangunan kota,&quot; ucap Rico Waas.</p><br></p>Sementara itu Ketua TP PKK Kota Medan, Ny Airin Rico Waas menyampaikan bahwa sosok Kartini masa kini adalah perempuan yang penuh kemampuan dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman. Dirinya mengajak seluruh perempuan di Kota Medan untuk terus mengasah kemampuan dalam belajar dan berkarya.</p><br></p>"Peringatan Hari Kartini menjadi momentum untuk meneguhkan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Semangat Kartini mengajarkan bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk belajar, bekerja, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa," kata Airin.</p><br></p>Suasana peringatan tahun ini terasa lebih inklusif dengan kehadiran tamu undangan istimewa. Airin Rico Waas secara khusus memberikan apresiasi kepada perempuan kuat dan hebat Vionita Sinaga dan grup musik binaan Lapas Perempuan Medan serta para pengemudi perempuan dari layanan transportasi daring (Gojek dan Grab) dan pebiola Qiara Asqa.</p><br></p>"Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kepedulian sosial dan membangun keluarga yang sejahtera. Saya percaya perempuan Kota Medan mampu menjadi sosok yang tangguh dan berdaya," Sebut Airin Rico Waas.</p><br></p>Di akhir sambutannya, Airin Rico Waas menyampaikan ucapan selamat Hari Kartini kepada seluruh perempuan di Kota Medan, terutama bagi para kader PKK yang menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan keluarga. Ia berharap semangat perjuangan R.A. Kartini tetap menyala dalam setiap karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.</p><br></p>Dalam peringatan hari Kartini ke- 147 ini juga dimeriahkan dengan bazar dan pameran UMKM dan pemberian hadiah kepada pemenang lomba merangkai bunga yang diikuti 21 TP PKK Kecamatan se-Kota Medan. (Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_9012_Semarak-Peringatan-Hari-Kartini-ke-147-di-Medan--Perempuan-Dari-Berbagai-Latar-Tampil-Menginsipirasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281636/semarak-peringatan-hari-kartini-ke147-di-medan-perempuan-dari-berbagai-latar-tampil-menginsipirasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Prabowo Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 16:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Prabowo Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik]]></title>
            <description><![CDATA[Prabowo Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p>Jakarta - <a href="https://www.sumut24.co/tag/presiden/" target="_blank">Presiden</a> Prabowo Subianto melantik sejumlah tokoh dan pejabat di bawah kepemimpinannya hari ini. Tokoh yang dilantik oleh Prabowo mulai dari aktivis buruh hingga penasihat khusus <a href="https://www.sumut24.co/tag/presiden/" target="_blank">Presiden</a> RI.</p><p><br>Acara pelantikan Menteri hingga Kepala Badan ini terselenggara di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Keenam tokoh ini dilantik langsung oleh <a href="https://www.sumut24.co/tag/presiden/" target="_blank">Presiden</a> Prabowo.</p><p>Acara diawali dengan menyanyikan lagu &#039;Indonesia Raya&#039;. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan keputusan presiden tentang pengangkatan para pejabat tersebut.</p><p>Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan sumpah jabatan. Prabowo memandu pembacaan sumpah jabatan tersebut yang diikuti oleh keenam tokoh tersebut.</p><p>"Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Prabowo memandu sumpah.</p><p>Acara pelantikan ini juga dihadiri Wapres Gibran Rakabuming, Ketua MPR Ahmad Muzani dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Selain itu, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Hukum, HAM, dan Imipas Yusril Ihza Mahendra, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Pratikno, Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menkomdigi Meutya Hafid, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir.</p><p>Jumhur Hidayat Resmi Dilantik Jadi Menteri LH, Hanif Faisol Wamenko Pangan<br>Berikut daftar pejabat negara/pemerintah yang dilantik oleh <a href="https://www.sumut24.co/tag/presiden/" target="_blank">Presiden</a> Prabowo, Senin (27/4/2026):</p><p>1. Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup<br>2. Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan<br>3. Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan<br>4. Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah<br>5. Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus <a href="https://www.sumut24.co/tag/presiden/" target="_blank">Presiden</a> bidang Komunikasi<br>6. Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.red</p><p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_5565_Prabowo-Reshuffle-Kabinet--Ini-Daftar-Lengkap-Pejabat-yang-Dilantik.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/281633/prabowo-reshuffle-kabinet-ini-daftar-lengkap-pejabat-yang-dilantik/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">KAMAK Soroti Kinerja Kadis Perkim Medan Terkait PBG dan Potensi Kebocoran PAD</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 16:27:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[KAMAK Soroti Kinerja Kadis Perkim Medan Terkait PBG dan Potensi Kebocoran PAD]]></title>
            <description><![CDATA[KAMAK Soroti Kinerja Kadis Perkim Medan Terkait PBG dan Potensi Kebocoran PAD]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN &mdash; Koordinator Nasional Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK), Azmi Hadly, menyoroti kinerja Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Cikataru) Kota Medan, John Ester Lase, terkait pengelolaan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).<br>Azmi menilai, hingga saat ini masih terjadi persoalan dalam pengawasan dan penerbitan PBG yang berpotensi menimbulkan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.<br>&quot;Belum lama ini sudah ada peringatan dari Wali Kota Medan, namun kembali muncul bangunan dapur MBG yang tidak memiliki PBG. Ini menunjukkan pengawasan belum berjalan optimal,&quot; ujar Azmi, Senin (27/4/2026).<br>Ia menyebut, apabila tidak mampu menjalankan tugas secara maksimal, seharusnya ada evaluasi terhadap jabatan tersebut. Menurut dia, posisi strategis seperti Kepala Dinas Perkim Cikataru perlu diisi oleh pihak yang mampu mengelola dan mengawasi sektor perizinan bangunan dengan baik.<br>Lebih lanjut, Azmi mengatakan bahwa potensi kebocoran PAD dari sektor PBG sebenarnya dapat diminimalisasi jika dilakukan penanganan secara serius dan konsisten.<br>&quot;Jika ada keseriusan, kebocoran PAD dari PBG bisa diatasi. Namun yang terjadi saat ini menunjukkan belum adanya langkah yang efektif,&quot; katanya.<br>Azmi juga menyoroti keberadaan bangunan dapur MBG yang disebut tidak memiliki PBG. Ia menjelaskan, meskipun pembangunan dapat dilakukan melalui revitalisasi bangunan rumah, tetap harus memenuhi ketentuan dan perizinan yang berlaku.<br>Ia pun meminta Pemerintah Kota Medan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Dinas Perkim Cikataru guna memastikan optimalisasi penerimaan daerah serta kepatuhan terhadap regulasi pembangunan.red]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_7615_KAMAK-Soroti-Kinerja-Kadis-Perkim-Medan-Terkait-PBG-dan-Potensi-Kebocoran-PAD.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281632/kamak-soroti-kinerja-kadis-perkim-medan-terkait-pbg-dan-potensi-kebocoran-pad/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ngaku Alami Pelecehan, Petugas Kebersihan Pusat Kebugaran Tertangkap Tangan Curi Uang Member di Fitness Center</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 16:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ngaku Alami Pelecehan, Petugas Kebersihan Pusat Kebugaran Tertangkap Tangan Curi Uang Member di Fitness Center]]></title>
            <description><![CDATA[Medan sumut24.co Tertangkap tangan mencuri uang milik member (pelanggan) salah satu pusat kebugaran (fitness center) di Kota Medan petugas]]></description>
            <content><![CDATA[<b>Medan |<a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -</p><br>Tertangkap tangan mencuri uang milik member (pelanggan) salah satu pusat kebugaran (fitness center) di Kota Medan petugas kebersihan (cleaning service) diamankan Satreskrim Polrestabes Medan. Modus tersangka IAS (22) yang kini sedang menjalani masa persidangan di PN Medan meminjam kunci master loker khusus wanita kepada resepsionis. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Aksi pelaku, IAS terbongkar setelah<br>para member sering kehilangan uang di dalam loker khusus wanita. Member kemudian berupaya untuk menjebak pelaku dengan cara mendokumentasikan (foto) uang miliknya sebesar Rp 600 ribu di dalam loker pada, Jumat  2 Januari 2026 sekira pukul 14.00 WIB sebelum melaksanakan latihan. Setelah 1 jam melaksanakan latihan sekira pukul 15.00 WIB salah seorang member kembali lagi ke loker dan mendapati uang tersebut telah hilang, kemudian mendokumentasikan kondisi loker,"ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis didampingi, Kasi Propam Kompol Raymond Hutagalung dan Kasi Humas, AKP Nover Gultom kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026) di Mapolrestabes Medan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Loker, sambung Kasat Reskrim, hanya bisa dibuka dengan 2 (dua) kunci yaitu kunci yang di pegang oleh member dan master key yang di simpan di resepsionis gym. Berdasarkan keterangan tersangka, jumlah korban pencurian mencapai 10 (sepuluh) orang dengan total kerugian mencapai Rp 16 juta. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tersangka IAS (22), kata Kasat, diketahui sudah setahun bekerja di pusat kebugaran tersebut. Aksi pencurian tersebut, sambung Kasat, berlangsung sekitar Oktober sampai Desember 2025. "Untuk motifnya ekonomi dan gaya hidup. Pencurian yang dilakukan pelaku berlangsung sejak Oktober sampai Desember 2025 dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 15 sampai Rp 16 juta,"ungkap Kasat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam perkembangan penyidikan di Mapolrestabes Medan, tersangka IAS (22) mengaku mengalami perbuatan asusila oleh oknum penyidik Resmob. "Untuk informasi tersebut kini sedang dilakukan audit investigasi di Wabprof Bidpropam Poldasu. Dan salah seorang oknum penyidik juga sudah dilakukan penempatan khusus (Patsus) di ruang Patsus Dit Tahti Poldasu,"ungkap Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Raymond Hutagalung. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara salah seorang pengelolah pusat kebugaran, Andre menambahkan, terungkapnya kasus pencurian uang milik member ini, bermula adanya laporan dari beberapa member yang sering kehilangan uang. Puncaknya saat salah seorang member kami menangkap tangan pelaku, IAS (22) saat mencuri uang di loker salah satu member.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saat tertangkap tangan kita langsung interogasi dan buat surat pernyataan bahwa dia memang melakukan perbuatan tersebut. Pelaku juga mengakui pernah mencuri uang para member lainnya dengan total kerugian mencapai Rp 16 juta," urai Andri.(W02)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_1092_Ngaku-Alami-Pelecehan--Petugas-Kebersihan-Pusat-Kebugaran-Tertangkap-Tangan-Curi-Uang-Member-di-Fitness-Center.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/hukum-kriminal/281631/ngaku-alami-pelecehan-petugas-kebersihan-pusat-kebugaran-tertangkap-tangan-curi-uang-member-di-fitness-center/</link>
            <author><![CDATA[darma]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tani Merdeka Sumut Gelar Festival Pasar Hewan &ldquo;Bobot Extreme&rdquo; ke-V di Pematang Siantar</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 15:07:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tani Merdeka Sumut Gelar Festival Pasar Hewan “Bobot Extreme” ke-V di Pematang Siantar]]></title>
            <description><![CDATA[Tani Merdeka Sumut Gelar Festival Pasar Hewan &ampldquoBobot Extreme&amprdquo keV di Pematang Siantar]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Pematang Siantar | <a href="https://www.sumut24.co/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Merdeka Indonesia wilayah Sumatera Utara kembali menggelar Festival Pasar Hewan bertajuk "Bobot Extreme". Memasuki pelaksanaan ke-V, kegiatan ini akan digelar pada Minggu, 10 Mei 2026 di Lakerkam, Blok III Bah Sorma.</p><p>Ketua <a href="https://www.sumut24.co/tag/tani/" target="_blank">Tani</a> Merdeka Sumut, Gusmiyadi, mengatakan festival tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan membantu peternak meningkatkan penjualan hewan kurban.<br>"Ini sudah yang ke-V dan rutin kita laksanakan setiap tahun. Tujuannya jelas, untuk membantu penjualan hewan kurban peternak," ujar Gusmiyadi.<br>Selain sebagai ajang transaksi, lanjutnya, festival ini juga menjadi sarana edukasi bagi peternak dan masyarakat terkait kualitas hewan ternak yang layak kurban.</p><p>Gusmiyadi yang juga anggota DPRD Sumut Komisi A menambahkan, dalam kegiatan ini akan dilakukan penilaian untuk kategori sapi, kambing, dan domba dengan sejumlah kriteria, mulai dari kesehatan, kepatuhan standar, hingga performa fisik hewan.</p><p>"Termasuk juga ada fokus pada jenis sapi PO Brahman yang memiliki <br>kualitas unggul," jelasnya.</p><p>Ia berharap kegiatan ini dapat mempertemukan langsung peternak dan pembeli, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat menjelang momentum Idul Adha.</p><p>Panitia pun mengajak masyarakat untuk hadir dan meramaikan Festival Pasar Hewan "Bobot Extreme" yang memadukan unsur edukasi, ekonomi, dan hiburan tersebut.red]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_358_Tani-Merdeka-Sumut-Gelar-Festival-Pasar-Hewan--ldquo-Bobot-Extreme-rdquo--ke-V-di-Pematang-Siantar.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281630/tani-merdeka-sumut-gelar-festival-pasar-hewan-ldquobobot-extremerdquo-kev-di-pematang-siantar/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Seleksi Pramuka Kabupaten Solok Menuju Jambore Nasional 2026 Dimulai</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 14:31:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Seleksi Pramuka Kabupaten Solok Menuju Jambore Nasional 2026 Dimulai]]></title>
            <description><![CDATA[Seleksi Pramuka Kabupaten Solok Menuju Jambore Nasional 2026 Dimulai]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabupaten Solok - Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seleksi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pramuka/" target="_blank">Pramuka</a> Kabupaten Solok, Sumatra Barat,  menuju Jambore Nasional 2026 dimulai Sabtu (25/4/2026) di  GOR Batu Batu Batu Batupang Koto Baru, Kecamatan Kubung,  yang diikuti  Ratusan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pramuka/" target="_blank">Pramuka</a> Penggalang dari berbagai sekolah berkumpul, mengikuti seleksi tahap pertama calon peserta Jambore Nasional XII Tahun 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebanyak 160 siswa dari 48 SMP dan MTs se-Kabupaten Solok ambil bagian dalam proses ini. Mereka datang dengan satu tujuan: menjadi bagian dari 32 peserta terpilih yang akan mewakili daerah pada ajang nasional.<br>Seleksi ini bukan sekadar proses penyaringan, melainkan juga ruang pembinaan karakter. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua Kwartir Cabang 0302 Kabupaten Solok, H. Candra, menjelaskan  bahwa keikutsertaan dalam Jambore Nasional membutuhkan persiapan yang tidak hanya teknis, tetapi juga mental dan nilai-nilai kepramukaan.<br>&quot;Kita ingin peserta yang terpilih benar-benar siap, baik dari segi kemampuan maupun sikap. Ini adalah representasi Kabupaten Solok di tingkat nasional. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panitia telah menyiapkan mekanisme seleksi yang terstruktur dengan melibatkan tim khusus agar proses berjalan objektif dan profesional.<br>Sejak pagi, para peserta telah menjalani rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi hingga berbagai tahapan uji kemampuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Ketua panitia seleksi, Afrizal M. Zen, menjelaskan bahwa setiap peserta harus melewati lima tahap seleksi yang dirancang untuk mengukur keterampilan dan kesiapan mereka sebagai <a href="https://www.sumut24.co/tag/pramuka/" target="_blank">Pramuka</a> Penggalang.<br>&quot;Seleksi ini dilakukan dalam dua fase. Tahap awal akan menyaring sekitar 70 peserta, sebelum akhirnya dipilih 32 orang terbaik, terdiri dari 16 putra dan 16 putri,&quot; tutur Afrizal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah keseriusan proses seleksi, terselip suasana hangat. Afrizal yang akrab disapa Kak Kumis, pada hari yang sama juga merayakan ulang tahunnya yang ke-63. Momen tersebut ditandai dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah seorang pengurus, menambah nuansa kekeluargaan dalam kegiatan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi para peserta, seleksi ini menjadi langkah awal menuju pengalaman yang lebih luas. Jambore Nasional bukan hanya ajang pertemuan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pramuka/" target="_blank">Pramuka</a> dari seluruh Indonesia, tetapi juga ruang belajar tentang kebersamaan, kemandirian, dan kepemimpinan.<br>Melalui proses ini, Kabupaten Solok berharap dapat mengirimkan duta-duta terbaik yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai kepramukaan dalam setiap langkah mereka.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_5274_Seleksi-Pramuka-Kabupaten-Solok-Menuju-Jambore-Nasional-2026-Dimulai.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281629/seleksi-pramuka-kabupaten-solok-menuju-jambore-nasional-2026-dimulai/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rapat Paripurna DPRD Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar, di Gedung Harungguan</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 11:44:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rapat Paripurna DPRD Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar, di Gedung Harungguan]]></title>
            <description><![CDATA[Rapat Paripurna DPRD Peringatan Hari Jadi ke155 Kota Pematangsiantar, di Gedung Harungguan]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>P.Siantar l Sumut24.co<br>Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar dengan tema "Siantar Rumah Kita" mengandung makna Kota Pematangsiantar adalah rumah bagi kita semua, tempat kita tumbuh, berkarya, dan membangun masa depan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn, dalam pidatonya di <a href="https://www.sumut24.co/tag/rapat/" target="_blank">Rapat</a> Paripurna DPRD Kota Pematangsiantar Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar, di Gedung Harungguan DPRD Pematangsiantar, Jumat (24/04/2026) pagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Wesly, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar akan terus berupaya untuk menyusun kebijakan demi pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan tata kelola pemerintahan, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif guna membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pematangsiantar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami juga berupaya untuk mempertahankan, meningkatkan, dan meraih prestasi sebagai tanggung jawab kami kepada masyarakat," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wesly juga memaparkan pencapaian Indikator Kinerja Daerah di tahun 2025, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia mencapai 81,71; dan usia harapan hidup 75,42 tahun, berada di atas capaian provinsi dan nasional; tingkat pengangguran terbuka juga menurun menjadi 7,74 persen; dan berbagai prestasi serta pencapaian lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dilanjutkannya, Kota Pematangsiantar dibangun di atas fondasi yang kokoh oleh Raja Sang Naualuh Damanik, dengan 8 Poda atau sufat-sifat luhur yang menjadi kearifan lokal masyarakat Kota Pematangsiantar. Sifat-sifat luhur yang diwariskan oleh Raja Sang Naualuh Damanik akan senantiasa menjadi pedoman moral untuk bersama-sama menjaga dan membangun Kota Pematangsiantar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankan kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepala ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik, masyarakat, forkopimda, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Pematangsiantar atas dukungan dan kerja sama yang baik. Sehingga kita bisa meningkatkan keharmonisan dan kondusivitas di Kota Pematangsiantar," sebutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Implementasi atas keharmonisan dan kondusivitas dimaksud semakin nyata dengan naiknya peringkat Kota Pematangsiantar ke peringkat 4 secara nasional dalam kategori Kota Toleran pada tahun 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Semoga pencapaian ini dapat kita gunakan sebagai momentum untuk meningkatkan motivasi dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan bagi stakeholder yang turut berkontribusi bagi Kota Pematangsiantar," kata Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, Wesly mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Dengan tema &quot;Siantar Rumah Kita&quot;. Saya bangga menjadi orang Siantar. Mari berkolaborasi, bekerja sama, dan saling mendukung demi mewujudkan Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,&quot; tukasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga SH dalam sambutannya menyampaikan, Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk melihat masa lalu sebagai rangkaian sejarah yang bernilai, menjadi referensi dalam menapaki masa kini, serta menatap masa depan. Peringatan hendaknya menjadi sarana introspeksi demi kemajuan Kota Pematangsiantar yang lebih baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kita patut bersyukur atas hari kelahiran Kota Pematangsiantar pada 24 April 1871, yang juga berkaitan dengan kelahiran Raja Sang Naualuh. Beliau adalah putra daerah yang berjuang melawan penjajahan Belanda, hingga akhirnya diasingkan ke Bengkalis dan wafat di sana,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peringatan, lanjutnya, harus mampu meneladani nilai-nilai yang dimiliki Raja Sang Naualuh, yaitu: pengasih, melayani, jujur, berani, saling menghormati, dan membangun. Ia juga dikenal memiliki iman yang kuat, rendah hati, konsisten antara perkataan dan perbuatan, berpihak kepada rakyat, menentang penindasan, serta dekat dengan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas sifat-sifat tersebut, beliau dikenal sebagai Sang Naualuh, sosok pemimpin yang memiliki delapan prinsip hidup yang menjadi kearifan lokal masyarakat Pematangsiantar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Peringatan Hari Jadi ke-155 ini hendaknya menjadi refleksi terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kota Pematangsiantar. Pemimpin dan aparatur harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut: memiliki kasih tanpa membedakan suku dan agama, memberikan pelayanan yang baik, menjunjung kejujuran, berani menegakkan kebenaran, bertanggung jawab, teguh dalam prinsip,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;saling menghormati, serta membangun demi kesejahteraan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nilai-nilai tersebut sejalan dengan kearifan lokal seperti &quot;Habonaron do Bona&quot; dan &quot;Sapangambei Manoktok Hitei Haganupan Simadasi.&quot;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasa cinta terhadap Kota Pematangsiantar harus tertanam dalam diri setiap warga, tercermin dalam sikap, serta diwujudkan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Kota ini adalah rumah kita bersama, yang harus dijaga melalui kolaborasi, kepedulian, dan semangat gotong royong.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pancasila menjadi fondasi utama dalam mempersatukan keberagaman, serta menjadi pedoman dalam mewujudkan cita-cita pembangunan Kota Pematangsiantar yang lebih maju dan sejahtera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya, melalui rapat paripurna ini, atas nama DPRD Kota Pematangsiantar, kami mengucapkan: Selamat Hari Ulang Tahun Ke-155 Kota Pematangsiantar. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan rahmat dan berkah-nya kepada kita semua,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/rapat/" target="_blank">Rapat</a> Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga, didampingi Wakil Ketua Ir Daud Simanjuntak MM dan Frengky Boy Saragih ST.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Turut hadir, Wakil Wali Kota Pematangsiantar Herlina, Unsur Forkopimda Plus Kota Pematangsiantar, anggota DPRD, Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi, pimpinan OPD, camat, lurah, tokoh agama, tokoh adat, dan lainnya. (LP)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_4162_Rapat-Paripurna-DPRD-Peringatan-Hari-Jadi-ke-155-Kota-Pematangsiantar--di-Gedung-Harungguan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281628/rapat-paripurna-dprd-peringatan-hari-jadi-ke155-kota-pematangsiantar-di-gedung-harungguan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wali Kota bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 11:43:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wali Kota bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026]]></title>
            <description><![CDATA[Wali Kota bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke30 Tahun 2026]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>P.Siantar l Sumut24.co<br>Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. Upacara berlangsung  di halaman Balai Kota Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Senin (27/04/2026) pagi, dengan Komandan Upacara Hendra TP Simamora SSTP MSi, yang merupakan Kabag Pemerintahan Setdako Pemko Pematangsiantar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Upacara diisi dengan pembacaan sejarah singkat Hari Otonomi Daerah oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dra  Happy Oikumenis Daely. Kemudian, Wesly selaku inspektur upacara membacakan amanat tertulis Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian terkait Peringatan Hari Otonomi Daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tito dalam amanat tertulisnya menyatakan peringatan Hari Otonomi Daerah merupakan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran pemerintah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyelenggaraan otonomi daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Otonomi daerah adalah instrumen dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air,&quot; demikian kutipan sambutan Tito.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peringatan Hari Otonomi Daerah yang mengusung tema &quot;Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita&quot;, kata Tito, menegaskan keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada sinkronisasi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih lanjut Tito menjelaskan, masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan otonomi daerah. Seperti belum optimalnya integrasi perencanaan dan penganggaran, birokrasi yang belum sepenuhnya berorientasi pada hasil, hingga tingginya ketergantungan fiskal daerah terhadap pemerintah pusat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, kurangnya kolaborasi antar daerah serta ketimpangan akses layanan dasar juga menjadi perhatian, terutama di wilayah tertinggal, terluar, dan terpencil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk itu, Tito mendorong pemerintah daerah agar fokus pada peningkatan kualitas layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, dan perlindungan sosial, sekaligus memperkuat stabilitas dan ketahanan daerah dalam menghadapi tantangan global.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala daerah juga diimbau menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air, serta pengembangan kewirausahaan guna membuka lapangan kerja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tito menegaskan, pelaksanaan otonomi daerah harus tetap berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan menjaga keseimbangan antara kemandirian daerah dan kepentingan nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di akhir amanatnya, Tito  mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk menjalankan kegiatan secara efisien dan tidak berlebihan, serta memastikan penggunaan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Upacara diikuti pimpinan OPD, camat, dan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Pematangsiantar. (LP)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_2065_Wali-Kota-bertindak-sebagai-Inspektur-Upacara-Peringatan-Hari-Otonomi-Daerah-ke-30-Tahun-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281627/wali-kota-bertindak-sebagai-inspektur-upacara-peringatan-hari-otonomi-daerah-ke30-tahun-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wali Kota melepas Karnaval dalam memeriahkan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar Tahun 2026</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 11:42:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wali Kota melepas Karnaval dalam memeriahkan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar Tahun 2026]]></title>
            <description><![CDATA[Wali Kota melepas Karnaval dalam memeriahkan Hari Jadi ke155 Kota Pematangsiantar Tahun 2026]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;P.Siantar l Sumut24.co<br>Karnaval memeriahkan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar Tahun 2026 berlangsung meriah, Jumat (24/04/2026) sore. Peserta karnaval dilepas Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn, dari depan Lapangan Parkir Pariwisata, Jalan Merdeka. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa, karnaval dalam rangka Hari Jadi ke-155 Tahun Kota Pematangsiantar, dengan ini resmi saya lepas," kata Wesly seraya mengangkat bendera start.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah dilepas, satu per satu peserta karnaval berjalan dan melintasi panggung tempat Wesly bersama Unsur Forkopimda Plus dan tamu lainnya duduk. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para peserta karnaval berjalan melintasi Jalan Merdeka-Jalan Sutomo-Jalan Sudiman-dan finish di Lapangan Adam Malik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karnaval mendapat perhatian dari masyarakat Kota Pematangsiantar. Mereka memadati lokasi start, dan berdiri di sepanjang Jalan Merdeka-Jalan Sutomo menunggu peserta karnaval melintas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wali Kota Wesly Silalahi memberikan apresiasi kepada panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras untuk memersiapkan kegiatan karnaval. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Sama-sama kita lihat, para peserta bersemangat. Warga juga ramai menyaksikan," kata Wesly.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wesly berharap, karnaval tidak sekadar tontonan, namun menjadi ajang pemersatu warga dari berbagai etnis dan latar belakang di kota dengan motto Sapangambei Manoktok Hitei ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kesuksesan acara ini diharapkan menjadi momentum bagi Kota Pematangsiantar untuk terus berbenah, meningkatkan pelayanan publik, serta semakin mempererat tali persaudaraan antarwarga dalam menyongsong masa depan yang lebih baik," tukasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski terik matahari menyengat, tidak menyurutkan semangat ribuan warga yang ingin menyaksikan deretan atraksi seni, pawai budaya, hingga kendaraan hias yang menampilkan kekayaan kearifan lokal Kota Pematangsiantar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah seorang warga, Riska, mengaku bangga dengan kegiatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Senang melihat ulang tahun Siantar semeriah ini. Sudah seharusnya perayaan HUT kota dibuat spektakuler seperti ini, supaya kita warga merasa bangga. Kerja jadi lebih semangat setelah lihat pawai yang kreatif tadi," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Senada dengan Riska, pelaku UMKM di sekitar rute karnaval merasakan dampak ekonomi yang nyata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jujur, hari ini dagangan saya ludes terjual dalam waktu singkat. Acara karnaval seperti ini sangat membantu kami, para pedagang kecil. Semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan karena sangat mendongkrak omzet kami," ucap Sari (42), pedagang makanan ringan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masyarakat yang datang bersama keluarga pun memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya sengaja bawa anak-anak. Ini juga kesempatan edukasi budaya yang bagus untuk mereka. Karnaval ke-155 ini sangat menghibur kami warga kota," tutur Syifa, warga Kecamatan Siantar Martoba.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Humas PT STTC Erdy Winata, mengatakan, pihaknya mengerahkan segala potensi untuk menyukseskan acara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Sekitar 2 ribu lebih karyawan PT STTC sangat antusias berpartisipasi. Kami mengerahkan parade satpam, drum band, barongsai, mobil hias, hingga damkar. Bahkan, kami juga menghadirkan pengisi acara seperti penari, penyanyi, grup band, hingga stand jualan, sebagai bentuk kolaborasi nyata dengan Pemko Pematangsiantar," ujar Erdy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih lanjut, Erdy menjelaskan makna di balik mobil hias yang ditampilkan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Mobil hias kami mengusung tema: Siantar Kota Pendidikan, Siantar Kota Wisata, Kota Industri, dan Siantar Kota Perdagangan. Namun, inti dari segala inti yang kami bawa adalah filosofi &#039;Sapangambe Manoktok Hitei&#039;," tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain STTC, kemeriahan karnaval semakin lengkap dengan kehadiran kontingen dari berbagai kecamatan se-Kota Pematangsiantar, penampilan seni Reog Suro Menggolo, serta partisipasi berbagai OPD Pemko Pematangsiantar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada juga TP PKK, perbankan, perhotelan, jajaran Direksi dan Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Uli, Siantar Zoo (Taman Hewan), Rumah Sakit (RS) Murni Teguh, dan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar Hamzah Fanshuri Damanik SSTP MSi memberikan apresiasi terhadap kesuksesan acara ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Acara karnaval ini dimeriahkan puluhan kontingen atau peserta, mulai mobil hias, marching band, dan berbagai atraksi seni budaya lainnya. Ini adalah bukti kekompakan masyarakat kita. Harapannya, di usia yang ke-155 tahun, Pematangsiantar semakin maju, semakin berbudaya, dan menjadi kota yang nyaman bagi pendidikan serta pariwisata sesuai visi kita bersama," ungkap Hamzah. (LP)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_1196_Wali-Kota-melepas-Karnaval-dalam-memeriahkan-Hari-Jadi-ke-155-Kota-Pematangsiantar-Tahun-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281626/wali-kota-melepas-karnaval-dalam-memeriahkan-hari-jadi-ke155-kota-pematangsiantar-tahun-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ketua Senat Unimed Prof. Syawal Gultom Wafat</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 10:06:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ketua Senat Unimed Prof. Syawal Gultom Wafat]]></title>
            <description><![CDATA[Ketua Senat Unimed Prof. Syawal Gultom Wafat]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;p&gt;Medan - Kabarduka datang dari dunia pendidikan Sumatera Utara. Ketua Senat Universitas Negeri Medan (<a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a>), Prof. Dr. Syawal Gultom, meninggal dunia pada Senin dinihari, 27 April 2026, sekitar pukul 02.50 WIB.<br>Almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Pelajar Timur, Komplek Griya <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a> No. 2, Kota Medan.<br>Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar <a href="https://www.sumut24.co/tag/unimed/" target="_blank">Unimed</a> serta masyarakat pendidikan. Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai sosok akademisi yang berdedikasi dalam memajukan dunia pendidikan.<br>Masyarakat dan kerabat diimbau untuk turut mendoakan agar almarhum diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.<br>Innalillahi wa inna ilaihi raji&#039;un.red&lt;/p&gt;]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_9571_Ketua-Senat-Unimed-Prof--Syawal-Gultom-Wafat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281625/ketua-senat-unimed-prof-syawal-gultom-wafat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tanpa Dasar Hukum Kuat Hingga Diduga Pakai Insentif Pegawai: Gebyar Pajak Sumut Berisiko Jadi Temuan BPK</guid>
            <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 08:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tanpa Dasar Hukum Kuat Hingga Diduga Pakai Insentif Pegawai: Gebyar Pajak Sumut Berisiko Jadi Temuan BPK]]></title>
            <description><![CDATA[Tanpa Dasar Hukum Kuat Hingga Diduga Pakai Insentif Pegawai Gebyar Pajak Sumut Berisiko Jadi Temuan BPK]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>MEDAN &mdash; Pelaksanaan program Gebyar <a href="https://www.sumut24.co/tag/pajak/" target="_blank">Pajak</a> Sumatera Utara 2026 menuai sorotan tajam. Kegiatan yang digadang-gadang sebagai upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu diduga dibiayai dari dana insentif atau upah pungut pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta berjalan tanpa landasan hukum yang tuntas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Analis Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumatera Utara, Elfenda Ananda, menilai pelaksanaan program tersebut berpotensi melanggar prinsip tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan transparan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Secara tata kelola, ini bermasalah. Regulasi seharusnya hadir lebih dulu sebelum program dijalankan. Kalau petunjuk teknis (juknis) belum rampung tapi kegiatan sudah berjalan, itu indikasi cacat prosedural,&quot; ujarnya kepada wartawan, Senin (27/4/2026). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Elfenda, ketiadaan juknis dan Surat Keputusan (SK) gubernur sebagai dasar hukum program bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyentuh prinsip good governance. Tanpa landasan tersebut, penggunaan anggaran dinilai tidak memiliki alat ukur yang jelas, baik dari sisi output, outcome, maupun mekanisme pengendalian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;SK gubernur itu penting sebagai legitimasi, rambu pertanggungjawaban, sekaligus dasar audit. Kalau ini tidak ada, siapa yang menjamin belanja puluhan miliar ini sah dan bisa dipertanggungjawabkan?&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih jauh, ia menyoroti dugaan penggunaan dana insentif pegawai untuk membiayai kegiatan tersebut. Jika benar, kata dia, hal itu merupakan persoalan serius karena insentif bukan dana fleksibel yang bisa dialihkan untuk program lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Insentif itu hak pegawai dengan peruntukan spesifik. Kalau dialihkan tanpa dasar hukum jelas, berpotensi menjadi penyimpangan anggaran dan pelanggaran asas spesifikasi belanja. Bahkan bisa masuk ranah pidana jika menimbulkan kerugian negara,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menegaskan, setiap program, termasuk Gebyar <a href="https://www.sumut24.co/tag/pajak/" target="_blank">Pajak</a>, seharusnya memiliki pos anggaran tersendiri, bukan &quot;menumpang&quot; dari hak pegawai. Kepala dan Sekretaris Bapenda Sumut, Sutan Tolang Lubis dan Rudi Hadian Siregar, dinilai merupakan pejabat terkait yang bertanggungjawab atas kegiatan tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini berpotensi merugikan pegawai. Jangan sampai insentif mereka dijadikan bancakan pembiayaan program,&quot; tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;**Tidak Diukur dari Kemeriahan Acara<br>Di sisi lain, efektivitas Gebyar <a href="https://www.sumut24.co/tag/pajak/" target="_blank">Pajak</a> dalam meningkatkan PAD juga dipertanyakan. Elfenda menilai keberhasilan program tidak bisa diukur dari kemeriahan acara atau banyaknya hadiah yang diberikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ukuran utamanya adalah peningkatan riil penerimaan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pajak/" target="_blank">Pajak</a> Kendaraan Bermotor (PKB). Harus dihitung, berapa tambahan PAD dibanding biaya program. Kalau anggaran Rp28 miliar tidak menghasilkan peningkatan signifikan, ini berpotensi jadi pemborosan,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga menilai pelaksanaan kegiatan yang hanya dipusatkan di Aula Bapenda dengan frekuensi terbatas sulit memberikan dampak luas terhadap kepatuhan wajib pajak. Tak hanya itu, keterlambatan pembayaran insentif pegawai dinilai dapat berdampak langsung pada kinerja aparatur pajak daerah. Menurut Elfenda, kondisi tersebut berpotensi menurunkan motivasi, produktivitas, hingga loyalitas pegawai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kalau hak mereka tertahan sementara anggaran dipakai untuk program seremonial, akan muncul rasa ketidakadilan. Ini bisa berdampak pada kualitas penerimaan daerah,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Elfenda mengingatkan, Bapenda Sumut tidak seharusnya mempertentangkan antara program publik dan pemenuhan hak pegawai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ironinya, kepatuhan wajib pajak didorong dengan hadiah, sementara hak aparat pemungut pajaknya sendiri belum dituntaskan,&quot; sindirnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sorotan lain mengarah pada dugaan adanya pengondisian penerima hadiah dalam program tersebut. Jika benar terjadi, Elfenda menilai hal itu sebagai bentuk moral hazard serius.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini bisa membuka peluang rekayasa pemenang, konflik kepentingan, hingga ketergantungan pada pihak tertentu. Program seperti ini harus dilakukan secara transparan, misalnya melalui undian terbuka dan diawasi ketat,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karenanya FITRA Sumut merekomendasikan agar program tersebut diawasi oleh inspektorat, BPKP, serta DPRD, dan disertai audit manfaat yang terukur. Tanpa itu, publik berpotensi menilai Gebyar <a href="https://www.sumut24.co/tag/pajak/" target="_blank">Pajak</a> hanya sebagai program populis yang minim dampak fiskal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Di tengah tekanan fiskal daerah, belanja puluhan miliar untuk kegiatan seremonial layak dipertanyakan. Pemerintah harus jujur mengevaluasi apakah ini benar kebutuhan fiskal atau sekadar pencitraan,&quot; pungkasnya. (***)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_2654_Tanpa-Dasar-Hukum-Kuat-Hingga-Diduga-Pakai-Insentif-Pegawai--Gebyar-Pajak-Sumut-Berisiko-Jadi-Temuan-BPK.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281624/tanpa-dasar-hukum-kuat-hingga-diduga-pakai-insentif-pegawai-gebyar-pajak-sumut-berisiko-jadi-temuan-bpk/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rekor Baru! UKT Taekwondo Sumut Diserbu Ratusan Peserta</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 21:51:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rekor Baru! UKT Taekwondo Sumut Diserbu Ratusan Peserta]]></title>
            <description><![CDATA[Rekor Baru! UKT Taekwondo Sumut Diserbu Ratusan Peserta]]></description>
            <content><![CDATA[Medan &ndash; Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mengaku terkejut dengan membludaknya jumlah peserta Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) DAN dan High Kukkiwon yang digelar Pengprov TI Sumatera Utara, Ahad (26/4), di Politeknik Penerbangan (Poltekbang) kawasan Jalan Jamin Ginting.<br>Penguji PBTI, Master Harikus Wahyudi, menyebut jumlah peserta kali ini mencetak rekor di luar Pulau Jawa.<br>&quot;Ini pecah rekor di luar Pulau Jawa. Jumlah peserta UKT DAN mencapai 317 orang, angka yang sangat fantastis. Biasanya tidak sampai 200 peserta,&quot; ujarnya.<br>Menurutnya, tingginya antusiasme ini menjadi indikator positif bagi perkembangan taekwondo di Sumatera Utara. Dengan semakin banyaknya peserta UKT, diharapkan pembinaan atlet dapat berjalan lebih cepat dan merata.<br>Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut yang diwakili Maimun menyatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan taekwondo.<br>&quot;Cabang olahraga ini sangat aktif dalam berbagai kegiatan. Semoga melalui UKT ini lahir lebih banyak atlet berprestasi,&quot; katanya.<br>Hal senada disampaikan perwakilan Ketua KONI Sumut, Prof. Indra Kasih. Ia berharap peningkatan jumlah atlet dapat berdampak pada prestasi di ajang nasional.<br>&quot;Kita berharap ke depan, khususnya di PON mendatang, Sumut bisa menyumbangkan lebih banyak medali emas,&quot; ujarnya.<br>Ketua Pengprov TI Sumut, H. Hamdani Syahputra, didampingi Ketua Panitia Sanim Sumarno, merinci jumlah peserta UKT. Dari total 317 peserta, sebanyak 211 mengikuti DAN 1, 62 peserta DAN 2, 25 peserta DAN 3, lima peserta DAN 4, dan 14 peserta DAN 5.<br>&quot;Kami sangat bersyukur dengan antusiasme ini. Ada 14 daerah yang berpartisipasi, di antaranya Medan, Deli Serdang, Binjai, Labuhan Batu, dan Langkat,&quot; ungkapnya.<br>Rangkaian Program PBTI Series<br>Sekretaris Pengprov TI Sumut, Tulus Abdiansyah, menjelaskan bahwa kegiatan UKT ini merupakan bagian dari rangkaian program PBTI di Sumatera Utara.<br>&quot;Sebelumnya, PBTI telah menggelar event PBTI Series Satria Nusantara bertaraf internasional pada 17&ndash;19 April. Kali ini dilanjutkan dengan ujian kenaikan tingkat,&quot; jelasnya.<br>Ia menambahkan, ajang PBTI Series tersebut diikuti ribuan peserta, termasuk atlet dari beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina.<br>&quot;Semoga atlet Sumatera Utara bisa belajar dari gaya bertanding negara lain, sehingga ke depan tidak canggung saat menghadapi lawan dari luar negeri,&quot; pungkasnya.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_4472_Rekor-Baru--UKT-Taekwondo-Sumut-Diserbu-Ratusan-Peserta.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281623/rekor-baru-ukt-taekwondo-sumut-diserbu-ratusan-peserta/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison ,S.Sos, M.Si Buka Rapat Koordinasi dan Evaluasi sekaligus Sosialisasi BPBL.</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 21:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison ,S.Sos, M.Si Buka Rapat Koordinasi dan Evaluasi sekaligus Sosialisasi BPBL.]]></title>
            <description><![CDATA[Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison ,S.Sos, M.Si Buka Rapat Koordinasi dan Evaluasi sekaligus Sosialisasi BPBL.]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> - Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekretaris Daerah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Sumatera Barat  Medison ,S.Sos, M.Si, Kamis, 23 April 2026, di Gedung C Setda<br>buka Rapat Koordinasi dan Evaluasi sekaligus Sosialisasi BPBL. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dalam arahannya, Medison menekankan tiga pilar percepatan program, yaitu sinergi, akurasi, dan eksekusi disiplin. Bahwa kedepannya dalam pengusulan BPBL, rumah tangga yang tidak memenuhi syarat administrasi awal, seperti jarak rumah dengan tiang terdekat lebih dari 50 meter, tidak boleh diinput di aplikasi, karena otomatis nantinya akan ditolak pihak PT PLN (Persero), sehingga kuota BPBL menjadi hangus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dijelaskan Medison, untuk mendapatkan bantuan BPBL dari pemerintah pusat, maka diperlukan data yang bagus dan reliable sehingga pemerintah pusat dapat dengan mudah memvalidasi data yang diberikan dan bantuan pun akan turun dengan mudah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Rakor hari ini adalah sebagai titik tolak perbaikan sistem pendataan, penguatan koordinasi, dan percepatan realisasi. Saya percaya, dengan kolaborasi yang solid dan disiplin data yang ketat, Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> akan segera mencapai target elektrifikasi 100%&quot;, tegas Medison.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diungkapkannya, Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> bersama PT PLN (Persero) UP3 <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> berhasil merealisasikan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2025 sebanyak 1.395 rumah tangga (RT) dari target 1.399 RT, atau mencapai 99,7%. Program BPBL ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dan PT PLN (Persero) untuk mencapai target rasio elektrifikasi 100% serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak mampu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Capaian impresif terkait realisasi sebesar 99,7% tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi BPBL 2025 dan Sinkronisasi Data Usulan BPBL 2026 Sebanyak 2.778 Akan Dilakukan Validasi Data oleh PT PLN (Persero) yang digelar Kamis, 23 April 2026.<br><br>Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jefrizal, S.Pt., M.T., menjelaskan bahwa terdapat beberapa kriteria untuk penerima BPBL ini diantaranya adalah rumah tangga tidak mampu, belum memiliki akses listrik, dan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;  Bahwa elektrifikasi bukan sekadar pemasangan kabel dan meteran, melainkan pintu akses menuju pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi masyarakat. "Listrik adalah infrastruktur dasar pemerataan pembangunan. Dengan rasio elektrifikasi yang terus meningkat, kita membuka peluang bagi UMKM, pendidikan digital, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>," tuturnya.<br><br>Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah, Dr. Anthony Saliza, S.E., M.Ec.Dev., mengatakan  bahwa, dari total 4.247 RT yang diusulkan sejak Tahun 2024, sebanyak 2.080 RT telah disurvei dan divalidasi oleh PLN UP3 <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> sepanjang Tahun 2025. Berdasarkan hasil validasi tersebut, 1.467 RT dinyatakan valid dan siap sambung (70,5%), sementara 613 RT lainnya belum memenuhi kriteria teknis (29,5%). Dari 1.467 RT tersebut, yang telah menyala sebanyak 1.395 RT sisanya akan dinyalakan di tahun 2026 ini. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Bahwa dalam rangka mengantisipasi data yang tidak valid, maka untuk Tahun 2026 ini, Bagian SDA memiliki inovasi berupa aplikasi untuk evaluasi BPBL 2026, dimana fitur utama aplikasi adalah berupa inputan 16 kolom wajib terstruktur, validasi otomatis dan integrasi GPS, serta dapat melakukan generate surat secara otoamtis.<br><br>Perwakilan PT PLN (Persero) UP3 <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>,  Dito Nusa Putra, menjelaskan bahwa untuk Tahun 2025, berdasarkan data PLN UP3 <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, penerima BPBL tersebar di 13 kecamatan dan 31 nagari di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk tahapan pelaksanaan BPBL Tahun 2026,  terdapat beberapa tahapan, mulai dari tahapan penerbitan keputusan Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM terkait alokasi dan jumlah penerima, survei pemadanan data dan validasi lapangan, dan tahapan-tahapan selanjutnya sampai dengan terakhir penyalaan listrik di rumah penerima BPBL. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan data awal dari Kementerian ESDM untuk alokasi BPBL Tahun 2026, Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> memperoleh alokasi sebanyak 2.778 RT, dan data ini masih akan melalui proses verifikasi dan survei lapangan oleh PLN sebelum ditetapkan sebagai penerima manfaat. "Timeline pelaksanaan BPBL untuk Tahun 2026 masih menunggu keputusan final dari Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dan PLN Pusat. Kami sangat berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh tahapan tepat waktu," ujar Dito.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diungkapkan Dito,  bahwa pihak PT PLN (Persero) membutuhkan dukungan data yang akurat dan mutakhir dari pemerintah daerah, termasuk alamat detail dan titik koordinat rumah calon penerima. &quot;Kami sangat mengapresiasi kegiatan oleh Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> ini, dimana sejauh ini hanya Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> yang sangat concern dan serius menangani masalah BPBL, sehingga tidaklah mengherankan Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> mendapatkan porsi terbanyak BPBL di Provinsi Sumatera Barat untuk tahun 2025 dan 2026 ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kami mengharapkan kedepannya sinergi antara PT PLN (Persero), pemerintah daerah, kecamatan, dan pemerintah nagari di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> akan semakin solid, karena sinergi tersebut sangat penting untuk keberhasilan program ini", pungkas Dito Nusa Putra.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_1703_Sekretaris-Daerah-Kabupaten-Solok--Medison--S-Sos--M-Si-Buka-Rapat-Koordinasi-dan-Evaluasi-sekaligus-Sosialisasi-BPBL-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281622/sekretaris-daerah-kabupaten-solok-medison-ssos-msi-buka-rapat-koordinasi-dan-evaluasi-sekaligus-sosialisasi-bpbl/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Patroli Skala Besar Brimob Polda Sumut Sasar Titik Rawan Belawan, Ciptakan Rasa Aman Masyarakat</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 20:59:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Patroli Skala Besar Brimob Polda Sumut Sasar Titik Rawan Belawan, Ciptakan Rasa Aman Masyarakat]]></title>
            <description><![CDATA[Patroli Skala Besar Brimob Polda Sumut Sasar Titik Rawan Belawan, Ciptakan Rasa Aman Masyarakat]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;BELAWAN I UMUT24.CO<br>Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat terus diperkuat jajaran kepolisian di Sumatera Utara. Personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli skala besar di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, Sabtu malam hingga Minggu dini hari (25&ndash;26 April 2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan yang dimulai pukul 22.00 WIB tersebut melibatkan 22 personel Brimob yang dipimpin oleh Danton II Kompi 3 Batalyon A Sat Brimob Polda Sumut, IPDA Agus Gunawan. Patroli ini dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari yang dinilai rawan terhadap potensi gangguan kamtibmas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pelaksanaannya, personel bergerak menyisir sejumlah titik strategis dan rawan di kawasan Medan Belawan. Rute patroli meliputi Jalan Utama Medan Belawan, kawasan Kampung Kolam, Jalan Bandeng Pajak Baru, Jalan Selebes, pintu keluar Tol Labuhan Belawan, hingga Jalan Yong Panah Hijau di Kelurahan Labuhan Deli. Patroli kemudian dilanjutkan ke Jalan Yos Sudarso Simpang Tanjung Mulia sebelum ditutup dengan apel konsolidasi pada pukul 02.50 WIB.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain patroli mobile, personel juga melakukan peninjauan pos keamanan lingkungan (poskamling) sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah secara mandiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan patroli skala besar ini dilaksanakan di bawah koordinasi Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan, KOMPOL Jan Piter Napitupulu. Dukungan sarana dan prasarana turut dikerahkan secara optimal, mulai dari kendaraan operasional hingga perlengkapan taktis guna menunjang efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan situasi wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan dalam keadaan aman dan kondusif. Seluruh rangkaian patroli berjalan tertib dan sesuai dengan arahan pimpinan, tanpa ditemukan gangguan menonjol.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa kegiatan patroli skala besar ini merupakan langkah konkret Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kegiatan KRYD melalui patroli skala besar ini adalah bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing serta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Dengan sinergi yang baik, situasi kamtibmas yang kondusif dapat terus terjaga,&quot; tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usai pelaksanaan patroli, seluruh personel tetap disiagakan untuk melakukan monitoring situasi sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika keamanan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(W05)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Foto:]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_1209_Patroli-Skala-Besar-Brimob-Polda-Sumut-Sasar-Titik-Rawan-Belawan--Ciptakan-Rasa-Aman-Masyarakat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281621/patroli-skala-besar-brimob-polda-sumut-sasar-titik-rawan-belawan-ciptakan-rasa-aman-masyarakat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 20:55:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma]]></title>
            <description><![CDATA[JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh: Dr. <a href="https://www.sumut24.co/tag/teguh/" target="_blank">Teguh</a> Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)*&lt;/p&gt; &lt;p&gt;KITA hidup di era ketika kecepatan mengalahkan kedalaman, dan sensasi mengalahkan substansi. Disrupsi digital yang semula dijanjikan sebagai demokratisasi informasi justru melahirkan paradoks: ruang publik semakin bising, tetapi semakin miskin makna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dominasi algoritma media sosial telah mengubah cara masyarakat Indonesia memproduksi dan mengonsumsi informasi. Algoritma tidak peduli pada kebenaran. Ia hanya peduli pada engagement: klik, komentar, dan share.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akibatnya, muncul fenomena yang saya sebut &quot;budak algoritma&quot;. Kita bukan lagi pengguna platform, melainkan pekerja sukarela yang terus memberi makan mesin dengan emosi, amarah, dan drama. Sebab hanya itulah yang membuat algoritma menghujani kita dengan spotlight di atas panggung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam logika algoritma, yang viral belum tentu benar. Yang benar belum tentu viral. Dan perlahan, masyarakat kita mulai percaya bahwa yang viral itulah kebenaran. Dramatisasi menjadi mata uang baru diskursus publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus pemotongan pernyataan Jusuf Kalla tentang konflik Poso adalah contoh terbaru tentang hal ini. Dalam sebuah forum rekonsiliasi, JK menjelaskan akar konflik Poso yang kompleks: ada faktor politik, ekonomi, ketimpangan, dan provokasi. Beliau menegaskan konflik itu bukan semata-mata agama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalimat JK dipotong. Diambil hanya bagian saat beliau menyebut &quot;ada kelompok dari luar yang membawa simbol agama&quot;. Potongan 11 detik itu kemudian dijahit dengan gambar kerusuhan lama. Narasi baru yang dikembangkan: &quot;JK tuduh umat agama tertentu biang kerusuhan Poso&quot;. Tentu ini menyesatkan lagi membahayakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Potongan itu viral. Akun-akun anonim menyebarkannya dengan tagar provokatif. JK diframe sebagai tokoh yang melahirkan kebencian berdasarkan agama. Padahal konteks utuh pidato JK justru mengajak belajar dari kisah buruk di masa lalu untuk mempertahankan rekonsiliasi dan menolak stigmatisasi agama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang dilakukan penyebar &quot;narasi baru&quot; kisah kerusuhan Poso bukan sekadar misinformasi. Ini malinformasi yang disengaja: mengambil fakta parsial untuk menciptakan kebohongan utuh. Tujuannya bukan mencari kebenaran, tapi menciptakan musuh bersama demi trafik dan mobilisasi kebencian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pakar komunikasi Marshall McLuhan pernah mengingatkan, &quot;The medium is the message&quot;. Di era algoritma, kalau kita pertajam pesannya jadi begini: &quot;The algorithm is the message&quot;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata Profesor University of Toronto, Kanada ini, bentuk lebih menentukan daripada isi. Video 15 detik yang memancing marah mengalahkan esai 1.500 kata yang membuka diskursus dan mengajak berpikir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Filsuf Harry Frankfurt dalam esai &quot;On Bullshit&quot; (2005) pernah menulis perbedaan antara &quot;pembohong&quot; dan &quot;pembual&quot;. Tulis Profesor Emeritus Princeton University itu kira-kira &quot;pembohong&quot; masih peduli pada kebenaran, karena ia harus tahu yang benar untuk menyembunyikannya. Sementara &quot;pembual&quot; tidak peduli sama sekali pada kebenaran. Ia hanya peduli efek. Dalam konteks inilah, kesetiaan pada algoritma dapat kita katakan telah melahirkan jutaan pembual digital.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dilema komunikasi publik hari ini adalah ketika publik lebih nyaman dengan ilusi yang memuaskan biasnya daripada kebenaran yang menuntutnya berpikir. Dengan sendirinya demokrasi deliberatif menjadi mustahil. Ruang publik berubah jadi arena gladiator emosi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Media arus utama pun terkadang tidak imun. Tekanan trafik memaksa sebagian redaksi ikut dalam perlombaan dramatisasi. Judul dibuat menjebak. Potongan video diunggah tanpa verifikasi konteks. Fungsi jurnalisme bergeser dari watchdog menjadi clickdog.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal, menurut Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam buku mereka yang kerap kita jadikan rujukan, &quot;The Elements of Journalism (2001, 2014), kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebenaran di sini jelas bukan kebenaran versi algoritma, tapi kebenaran faktual yang diusahakan diketahui melalui disiplin verifikasi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Filsuf Jerman J&uuml;rgen Habermas yang baru meninggalkan kita mengatakan bahwa ruang publik idealnya adalah arena di mana warga negara berdebat secara rasional demi kepentingan bersama. Sementara hari ini, bila memakai ukuran Profesor Emeritus dari Goethe University Frankfurt itu, ruang dibajak oleh filter bubble dan echo chamber. Dalam praktiknya, kita hanya mendengar apa yang ingin kita dengar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akibatnya, diskursus tidak lagi membangun pemahaman, tapi memperkuat polarisasi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus pelintiran cerita tentang kerusuhan Poso di atas menunjukkan bagaimana satu kalimat yang dipelintir bisa memantik ulang luka lama. Yang dirugikan bukan hanya JK, tapi perdamaian yang sudah susah payah dibangun di Sulawesi Tengah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjadi &quot;budak algoritma&quot; berarti kita rela kehilangan otonomi berpikir. Kita bereaksi, bukan merefleksi. Kita meneruskan, bukan memeriksa. Kita menghakimi, bukan memahami. Ini krisis epistemik yang serius bagi kebangsaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peran Pers Semakin Krusial&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di titik inilah pers harus mengambil posisi. Pers tidak boleh menjadi bagian dari masalah. Pers harus kembali menjadi penjernih ruang publik. Fungsi kurasi, verifikasi, dan klarifikasi adalah vaksin terhadap pandemi disinformasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Profesor Emeritus Wharton School, University of Pennsylvania, Edward S. Herman dan Profesor Emeritus MIT Noam Chomsky  dalam &quot;Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media&quot; (1988, 2002) pernah mengkritik media yang tunduk pada kuasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari ini tantangan yang dihadapi media semakin bertambah: algoritma menjasi bentuk kuasa baru. Tunduk pada algoritma berarti tunduk pada logika pasar amarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;JMSI sejak awal menegaskan bahwa media siber anggota wajib berpegang pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Media Siber. Tidak ada toleransi bagi media yang sengaja memotong konteks demi dramatisasi. Itu bukan jurnalisme. Itu propaganda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memulihkan ruang publik butuh keberanian. Keberanian untuk tidak ikut viral, ketika viral itu dibangun di atas kebohongan. Keberanian untuk kalah cepat, asal menang benar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Filsuf kelahiran Hannah Arendt pernah berpesan dalam &quot;Truth and Politics&quot; (1967): &quot;Kebenaran faktual, jika hilang, maka hilang pula ruang bersama kita&quot;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika pers menyerah, dan ikut menjadi budak algoritma, maka tidak ada lagi benteng terakhir bagi akal sehat bangsa. []]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_3912_JK--Kerusuhan-Poso--dan-Dramatisasi-di-Era-Algoritma.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281620/jk-kerusuhan-poso-dan-dramatisasi-di-era-algoritma/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Di Women Leader Festival 2026, Airin Rico Waas : Perempuan Adalah Penggerak Perubahan, Bukan Sekadar Pengikut Keadaan</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Di Women Leader Festival 2026, Airin Rico Waas : Perempuan Adalah Penggerak Perubahan, Bukan Sekadar Pengikut Keadaan]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanPerempuan hari ini tidak lagi hanya menjadi pengikut keadaan, tetapi menjadi penggerak perubahan dalam setiap krisis yang ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Perempuan hari ini tidak lagi hanya menjadi pengikut keadaan, tetapi menjadi penggerak perubahan dalam setiap krisis yang dihadapi masyarakat.</p><br></p>Demikian disampaikan Ketua TP PKK Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas saat menghadiri acara Women Leader Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Perempuan Pemimpin Indonesia (Perpina) Sumut, di Manhattan Atrium Medan, Minggu (26/4/2026).</p><br></p>"Ditengah dinamika perkembangan zaman yang penuh tantangan saat ini, sosok perempuan kini membuktikan diri bukan lagi sebagai penonton, melainkan menjadi pilar ketangguhan yang mampu mengubah krisis menjadi solusi,"ujar Airin Rico Waas.</p><br></p>Dalam acara itu, Airin Rico Waas menilai kekuatan perempuan terletak pada kombinasi unik antara empati dan ketangguhan. Dalam situasi sulit, perempuan sering kali menjadi sosok yang menjaga keseimbangan hidup di sekitarnya.</p><br></p>"Kita mampu berdiri di garis depan dan mengambil peran strategis, baik dalam lingkup keluarga maupun kehidupan sosial," ujar Airin Rico Waas menambahkan.</p><br></p>Pesan yang disampaikan Airin Rico Waas ini semakin diperkuat dengan diadakannya sesi talkshow yang mengangkat tema perempuan kuat dan anak berkebutuhan khusus. Melalui talkshow tersebut, Airin Rico Waas mengingatkan bahwa setiap anak adalah anugerah.</p><br></p>"Disini peran ibu menjadi sangat sentral dalam membangun kepercayaan diri anak-anak istimewa tersebut, bukan hanya dari segi fisik, melainkan melalui ketulusan dan kesabaran dalam mendampingi anak,"bilang Airin Rico Waas.</p><br></p>Tak hanya itu saja, Airin Rico Waas juga menyoroti pentingnya edukasi kesehatan, khususnya dalam melawan kanker. Ia berpesan agar perempuan tidak abai terhadap kesehatan diri sendiri agar bisa menjadi pelindung bagi keluarganya.</p><br></p>"Pengetahuan adalah kunci pencegahan. Kita harus berani mengubah ketakutan menjadi kekuatan. Ingatlah, kecantikan sejati bukan hanya dari penampilan, melainkan dari kekuatan hati dan pikiran," tegasnya.</p><br></p>Dibagian akhir sambutannya, Airin Rico Waas mengatakan "Medan Untuk Semua"adalah wujud komitmen bahwa setiap orang berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Maka dari itu, dirinya berharap tidak ada lagi perempuan yang merasa berjuang sendirian.</p><br></p>"Dengan semangat sinergi, setiap perempuan di Kota Medan diharapkan memiliki ruang seluas-luasnya untuk tumbuh, bersinar, dan berdaya. Langkah nyata ini diharapkan mampu membawa Kota Medan menjadi kota yang lebih inklusif, maju, dan berkelanjutan,"pungkasnya.(Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_3084_Di-Women-Leader-Festival-2026--Airin-Rico-Waas---Perempuan-Adalah-Penggerak-Perubahan--Bukan-Sekadar-Pengikut-Keadaan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281618/di-women-leader-festival-2026-airin-rico-waas-perempuan-adalah-penggerak-perubahan-bukan-sekadar-pengikut-keadaan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dari Kentongan ke Edukasi Warga, Pesan Tegas Zakiyuddin Harahap di Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:27:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dari Kentongan ke Edukasi Warga, Pesan Tegas Zakiyuddin Harahap di Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanWakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap memimpin Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Lapangan Avros, Kecamata]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap memimpin Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Lapangan Avros, Kecamatan Medan Maimun, Minggu (26/4/2026). Dalam amanatnya, Zakiyuddin menegaskan bahwa Medan harus belajar serius dari dua tahun banjir berturut-turut dan menjadikan kesiapsiagaan sebagai gerakan nyata, bukan sekadar seremonial.</p><br></p>Apel HKB yang dihadiri Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, Pimpinan Perangkat Daerah, Kadis Damkarmat, Wandro Malau, Kepala DLH Melvi Marlabayana, Kabag Tapem Rudi, dan Camat se- Kota Medan ini diikuti stakeholder dan berbagai unsur diantaranya Personel TNI dan Polri, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a>, Anggota Kwarcab Pramuka Kota Medan, Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) dan Relawan dari STIKes Mitra Husada serta Palang Merah Indonesia (PMI).</p><br></p>Disampaikan Zakiyuddin, banjir besar yang melanda pada November 2025 merupakan peristiwa terparah yang ia saksikan sepanjang hidupnya. Meski 2024 tidak separah itu, pola kejadian di bulan yang sama menjadi peringatan keras bahwa potensi serupa bisa terulang pada November 2026.</p><br></p>&quot;Kita harus betul-betul merenungkan kenapa ini terjadi. Dari tiga provinsi yang terdampak, hanya kota besar di Sumatera Utara, yakni Medan, yang terendam. Artinya ada yang salah pada sistem aliran sungai kita,&quot; Kata Zakiyuddin.</p><br></p>Menurut Zakiyuddin, Medan yang dikelilingi sungai justru menghadapi persoalan aliran yang terputus, drainase tersumbat, serta parit yang tak berfungsi. Dirinya menduga persoalan tak hanya berada di dalam kota, tetapi juga di wilayah hulu yang memengaruhi aliran air menuju Medan.</p><br></p>Dalam apel tersebut, Zakiyuddin memberi penekanan khusus pada peran Kepala Lingkungan (Kepling). Ia meminta seluruh Kepling wajib terlibat aktif dalam edukasi kebencanaan karena merekalah yang paling memahami kondisi riil lingkungan masing-masing.</p><br></p>"Masih banyak parit kita tersumbat. Bagaimana air mau mengalir ke sungai kalau paritnya saja tidak beres. Kepling inilah yang paling tahu kondisi itu,&quot; Jelas Zakiyuddin.</p><br></p>Kemudian  Zakiyuddin juga menyoroti minimnya pemahaman warga saat banjir besar terjadi. Banyak warga yang tidak percaya air akan naik sedemikian tinggi karena belum pernah mengalami sebelumnya, sehingga proses evakuasi menjadi sulit.</p><br></p>Karena itu, ia mendorong adanya sistem peringatan dini sederhana yang dipahami warga, seperti kentongan atau sirene. Seperti pada HKB 2026 ini, tepat pukul 10.00 WIB, dilakukan pemukulan kentongan sebagai simbol kesiapsiagaan, dan ia meminta setiap Kepling memiliki alat tersebut sebagai penanda bahaya di lingkungan masing-masing.</p><br></p>Pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, Zakiyuddin juga menyinggung persoalan klasik yang memperparah banjir dimana kebiasaan masyarakat yang membuang sampah ke sungai dan parit. Zakiyuddin mengakui masih kerap menyaksikan langsung warga membuang sampah dalam jumlah besar ke aliran air. Selain itu, ia menyoroti keberadaan bangunan liar di bantaran sungai dan parit, bahkan hingga menutup jalan inspeksi.</p><br></p>&quot;Jangankan sungai, jalan inspeksi saja sudah tertutup rumah. Tidak mungkin mereka tidak membuang sampah ke sungai,&quot; ujar Zakiyuddin sembari menyampaikan kondisi sungai, gorong-gorong, dan parit yang kotor  sebagai fakta yang bisa dilihat langsung di lapangan, dan harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah.</p><br></p>Di akhir amanatnya, Zakiyuddin menegaskan bahwa HKB tidak boleh berhenti pada kegiatan apel semata. Ia berharap momentum ini menjadi awal pembenahan serius dan edukasi masif kepada masyarakat agar banjir tidak menjadi kejadian tahunan yang diterima sebagai hal biasa.</p><br></p>"Peringatan HKB bukan berarti mengharapkan terjadinya musibah, melainkan sebagai pengingat bahwa bencana dapat datang kapan saja tanpa diduga. Saya menghimbau kepada masyarakat kiranya untuk menjaga kebersihan, minimal jangan membuang sampah di parit atau di sungai. Itu saja sudah sangat membantu untuk menghadapi bencana ke depan," ucap Zakiyuddin.</p><br></p>Zakiyuddin kembali menginstruksikan agar para Kepala Lingkungan (Kepling) terlibat aktif dalam menyebarkan informasi mitigasi, bekerjasama dengan BPBD yang gencar mengedukasi hingga ke tingkat lingkungan terkait bencana maupun peringatan dini.</p><br></p>"Kita berharap kentongan-kentongan ini ada di setiap lingkungan. Begitu ada bencana, kita bisa (beritahu) melalui corong suara di masjid-masjid, bisa juga melalui kentongan. Dengan begitu, masyarakat tahu bahwasanya bencana akan datang," pungkasnya.</p><br></p>Sebelumnya Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema "Siap Untuk Selamat" dengan subtema "Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana".</p>Berbeda dengan apel seremonial biasa, HKB 2026 diisi dengan aksi nyata berupa gotong royong pembersihan Sungai Deli. tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membangun kesadaran kolektif dan kewaspadaan dini masyarakat. (Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_9472_Dari-Kentongan-ke-Edukasi-Warga--Pesan-Tegas-Zakiyuddin-Harahap-di-Hari-Kesiapsiagaan-Bencana-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/281617/dari-kentongan-ke-edukasi-warga-pesan-tegas-zakiyuddin-harahap-di-hari-kesiapsiagaan-bencana-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank</guid>
            <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  JakartaPT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan Koperasi Swadharma Pematangsiantar bukan merupakan bagian dar]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Jakarta</p><br></p>PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a> menegaskan Koperasi Swadharma Pematangsiantar bukan merupakan bagian dari perseroan. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik terkait kasus yang melibatkan koperasi tersebut. </p>Corporate Secretary <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a> Okki Rushartomo menjelaskan Koperasi Swadharma didirikan pada 2007 melalui akta pendirian tersendiri serta memiliki struktur kepengurusan dan manajemen operasional yang independen di luar <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a>.</p><br></p>"Koperasi tersebut diperuntukkan bagi pegawai internal, bukan untuk masyarakat umum. Seluruh aktivitas dan keputusan operasionalnya menjadi tanggung jawab pengurus koperasi," ujar Okki dalam keterangan tertulis.</p><br></p>Dalam praktiknya kemudian, koperasi tersebut diduga menawarkan produk simpanan kepada pihak di luar anggota dengan imbal hasil berkisar 1,5% hingga 2% per bulan. Aktivitas tersebut tidak sejalan dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi. Selain itu, dalam perkara ini juga ditemukan indikasi pemalsuan dokumen.</p><br></p>Kondisi tersebut, ditambah dengan keberadaan koperasi yang sebelumnya beroperasi di lingkungan kantor <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a>, turut memicu kesimpangsiuran persepsi di masyarakat. Untuk mencegah hal serupa, sejak 2016 <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a> telah mengambil langkah dengan melarang koperasi beroperasi di area kantor <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a>.</p><br></p>Sejak awal mencuatnya kasus, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a> secara konsisten menegaskan bahwa hubungan hukum para deposan adalah dengan koperasi sebagai pihak yang menawarkan dan mengelola produk simpanan tersebut.</p><br></p><a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a> memahami bahwa proses penyelesaian kasus ini memerlukan waktu dan turut merasakan kekhawatiran masyarakat yang terdampak.</p><br></p>Dalam konteks perlindungan nasabah, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a> memastikan seluruh dana nasabah tetap aman dan layanan perbankan berjalan normal sesuai ketentuan regulator.</p><br></p><a href="https://www.sumut24.co/tag/bni/" target="_blank">BNI</a> juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa memverifikasi legalitas setiap produk keuangan melalui kanal resmi bank atau otoritas yang berwenang sebelum melakukan penempatan dana.</p><br></p>"Kami menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan dan berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini sesuai putusan hukum yang berlaku," tutup Okki. (Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/04/_1032_BNI-Tegaskan-Koperasi-Swadharma-Bukan-Bagian-dari-Bank.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/ekbis/281616/bni-tegaskan-koperasi-swadharma-bukan-bagian-dari-bank/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>