<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Mon, 17 Aug 2026 17:25:44 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">81 Tahun Merdeka, Saatnya Gotong Royong Mengubah Semangat Kemerdekaan Menjadi Kesejahteraan</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 17:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[81 Tahun Merdeka, Saatnya Gotong Royong Mengubah Semangat Kemerdekaan Menjadi Kesejahteraan]]></title>
            <description><![CDATA[81 Tahun Merdeka, Saatnya Gotong Royong Mengubah Semangat Kemerdekaan Menjadi Kesejahteraan]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padangsidimpuan | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semestinya berhenti pada seremoni dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan. Momentum kemerdekaan juga menjadi pengingat tentang tanggung jawab seluruh elemen bangsa untuk melanjutkan perjuangan melalui kerja nyata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan merupakan amanah yang harus dijaga dan diisi dengan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan rakyat menjadi salah satu bentuk nyata dalam meneruskan cita-cita perjuangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Kota Padangsidimpuan, semangat mengisi kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Pendidikan yang semakin baik, pelayanan publik yang mudah dan cepat, pertumbuhan ekonomi, terbukanya lapangan kerja, serta terciptanya lingkungan yang aman dan adil menjadi bagian penting dari cita-cita tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemerdekaan sejatinya akan semakin bermakna ketika masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anak-anak dan generasi muda Padangsidimpuan diharapkan memiliki ruang yang luas untuk belajar, mengembangkan kemampuan, berkarya, dan mengejar cita-cita. Kemajuan daerah tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, kreativitas, dan kepedulian terhadap daerahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Generasi muda juga diharapkan tidak kehilangan keterikatan dengan kampung halaman. Dengan kesempatan pendidikan dan pekerjaan yang semakin terbuka, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang mampu membawa perubahan sekaligus ikut membangun Padangsidimpuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mewujudkan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat tentu bukan pekerjaan yang dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen daerah menjadi kunci.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semangat gotong royong yang menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia perlu terus dipelihara. Perbedaan pandangan maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk menciptakan Padangsidimpuan yang semakin maju, aman, dan sejahtera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam memaknai kemerdekaan. Para orang tua diharapkan dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang, pelaku usaha memperoleh ruang untuk berkembang, sementara petani dan pekerja mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sisi lain, pelayanan pemerintah juga dituntut semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran pemerintah bukan sekadar dalam bentuk program dan kebijakan, tetapi juga melalui pelayanan yang responsif, mudah diakses, serta mampu menjawab kebutuhan warga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan di tengah perbedaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masyarakat memiliki hak untuk berbeda pendapat, berbeda pilihan, maupun memiliki latar belakang yang beragam. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan rasa persaudaraan sebagai sesama warga Padangsidimpuan dan bagian dari bangsa Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Persatuan menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan. Dengan kebersamaan, berbagai persoalan daerah dapat dihadapi melalui dialog, kerja sama, dan semangat saling mendukung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peringatan kemerdekaan akhirnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga menatap masa depan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semangat para pahlawan perlu diterjemahkan dalam bentuk kerja keras, kepedulian, integritas, dan keberanian untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh masyarakat Padangsidimpuan untuk terus bergerak dan mengambil peran dalam pembangunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebab, kemerdekaan akan semakin berarti ketika setiap warga dapat merasakan keamanan, memperoleh kesempatan untuk berkembang, mendapatkan pelayanan yang layak, serta memiliki harapan terhadap masa depan yang lebih baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, tetapi tanggung jawab bersama untuk memastikan kesejahteraan benar-benar dirasakan seluruh rakyat.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_1079_81-Tahun-Merdeka--Saatnya-Gotong-Royong-Mengubah-Semangat-Kemerdekaan-Menjadi-Kesejahteraan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285339/81-tahun-merdeka-saatnya-gotong-royong-mengubah-semangat-kemerdekaan-menjadi-kesejahteraan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">HUT RI di Gerindra Sumut, Sugiat Ingatkan Kader Siapkan Diri Raih Indonesia Emas</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 17:08:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[HUT RI di Gerindra Sumut, Sugiat Ingatkan Kader Siapkan Diri Raih Indonesia Emas]]></title>
            <description><![CDATA[HUT RI di Gerindra Sumut, Sugiat Ingatkan Kader Siapkan Diri Raih Indonesia Emas]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>MEDAN &mdash; Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumatera Utara menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara tersebut dipimpin oleh Sekretaris DPD Gerindra Sumut, Sugiat Santoso.<br>Dalam amanatnya, Sugiat mengajak seluruh kader Gerindra untuk menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja dan aksi nyata untuk membawa Indonesia menuju cita-cita Indonesia <a href="https://www.sumut24.co/tag/emas/" target="_blank">Emas</a> 2045.<br>Menurut Sugiat, pembangunan Indonesia menuju 2045 membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk kader Partai Gerindra. Karena itu, kader diminta tidak hanya memperingati kemerdekaan secara seremonial, tetapi juga mengambil bagian dalam mendukung berbagai program pemerintah.<br>"Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini harus kita isi dengan aksi nyata. Kita harus mempersiapkan diri dan mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia <a href="https://www.sumut24.co/tag/emas/" target="_blank">Emas</a> 2045," ujar Sugiat dalam pidatonya, Senin (17/8/2026). <br>Sugiat mengatakan, sejumlah program pemerintah yang saat ini dijalankan, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi pembangunan nasional. Dia pun meminta kader Gerindra di Sumatera Utara untuk ikut mendukung dan menyukseskan program-program tersebut di tengah masyarakat.<br>"Program-program pemerintah seperti makan bergizi gratis dan Koperasi Merah Putih harus kita dukung. Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi negara dan menyiapkan generasi serta ekonomi masyarakat menuju Indonesia <a href="https://www.sumut24.co/tag/emas/" target="_blank">Emas</a> 2045," katanya.<br>Lebih lanjut, Sugiat mengingatkan seluruh kader agar tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.<br>Menurutnya, perjuangan para pahlawan tidak hanya tercatat dalam sejarah, tetapi juga menjadi fondasi bagi generasi saat ini untuk melanjutkan pembangunan bangsa.<br>"Kita jangan pernah melupakan jasa para pahlawan kemerdekaan. Mereka yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan maupun para pahlawan yang gugur dan berjuang di berbagai daerah, semuanya telah memberikan pengorbanan bagi bangsa ini," ujar Sugiat.<br>Dia menegaskan, penghormatan terbaik kepada para pahlawan bukan hanya dengan upacara dan ziarah, tetapi juga dengan melanjutkan cita-cita perjuangan mereka melalui kerja nyata untuk bangsa dan negara.<br>"Kalau para pahlawan dahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka tugas kita hari ini adalah mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, menjaga persatuan, dan memastikan Indonesia menjadi negara yang maju, kuat, dan sejahtera," pungkasnya.<br>Selain upacara bendera, peringatan HUT ke-81 RI di Partai Gerindra Sumut juga dimeriahkan sejumlah agenda mulai dari lomba hingga donor darah.(...)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_6137_HUT-RI-di-Gerindra-Sumut--Sugiat-Ingatkan-Kader-Siapkan-Diri-Raih-Indonesia-Emas.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285338/hut-ri-di-gerindra-sumut-sugiat-ingatkan-kader-siapkan-diri-raih-indonesia-emas/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gubernur Bobby Nasution Pimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Deliserdang</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 14:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gubernur Bobby Nasution Pimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Deliserdang]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  DeliserdangGubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa pengendalian inflasi dan pemerataan pe]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Deliserdang</p>Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa pengendalian inflasi dan pemerataan pembangunan menjadi bagian dari upaya mengisi makna 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Langkah tersebut diwujudkan melalui kebijakan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mempercepat pembangunan di wilayah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih, khususnya Kepulauan Nias.</p><br></p>Pernyataan tersebut disampaikan Bobby Nasution usai mengikuti Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Astaka, Jalan Willem Iskandar, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Senin (17/8/2026). Upacara dihadiri unsur Forkopimda Sumut, organisasi kemasyarakatan, pelajar, ASN, serta tamu kehormatan dari negara sahabat.</p><br></p>Usai upacara, Gubernur menjawab pertanyaan wartawan terkait harga bahan pokok yang memengaruhi inflasi, terutama di sejumlah daerah. Menurutnya, pengendalian harga pangan, khususnya beras, menjadi perhatian pemerintah agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.</p><br></p>Bobby Nasution juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk mempercepat pembangunan di Kepulauan Nias. Momentum Hari Kemerdekaan, menurutnya, menjadi pengingat bahwa wilayah yang masuk kategori Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T) harus terus didorong menuju kemajuan yang lebih merata.</p>"Terkait inflasi, ya kita berupaya agar bagaimana harga bahan terutama kebutuhan pokok di semua daerah itu sama. Khususnya di Kepulauan Nias, kita akan membangun Gudang Pangan di sana. Tujuannya, supaya harga di sana dan di Pulau Sumatera, sama," ujar Bobby Nasution.</p><br></p>Menurutnya, pembangunan gudang pangan di Kepulauan Nias merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan disparitas harga kebutuhan pokok antara wilayah kepulauan dan daratan Sumatera.</p><br></p>"Sebagaimana arahan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto untuk memastikan ketahanan pangan di seluruh daerah. Karenanya kita ingin hadirkan itu di sana (Kepulauan Nias)," ungkapnya.</p>Dalam rangkaian upacara tersebut, Gubernur Bobby Nasution juga menyematkan tanda kehormatan Satyalencana kepada sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang telah mengabdi selama 20 hingga 30 tahun. Selain itu, diserahkan pula remisi dan pengurangan masa pidana kepada narapidana yang memenuhi syarat.</p><br></p>Usai upacara, Bobby Nasution menyapa seluruh peserta dan pasukan upacara serta berfoto bersama Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan para pelajar. Selanjutnya, ia bersama rombongan mengikuti pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia secara virtual dari Kantor Gubernur Sumatera Utara. Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_336_Gubernur-Bobby-Nasution-Pimpin-Upacara-Pengibaran-Bendera-Merah-Putih-di-Deliserdang.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/285337/gubernur-bobby-nasution-pimpin-upacara-pengibaran-bendera-merah-putih-di-deliserdang/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Rico Waas: Pembangunan Harus Berdampak dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 13:54:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Rico Waas: Pembangunan Harus Berdampak dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanSuasana khidmat dan haru terasa saat pengibaran Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Suasana khidmat dan haru terasa saat pengibaran Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Merdeka Medan, Senin (17/8/2026).</p>Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bertindak sebagai inspektur upacara. Mengenakan busana adat tradisional Jawa, Rico Waas memimpin jalannya upacara. Upacara ini juga diikuti Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap yang mengenakan busana adat Melayu, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas, Staf Ahli TP PKK Kota Medan Martinijal Zakiyuddin Harahap, unsur Forkopimda, Pj. Sekda Medan Erfin Fahrurrazi, pimpinan perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, OKP, veteran, serta segenap ASN di lingkungan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a>.</p><br></p>Upacara ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila oleh Rico Waas, Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, serta pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen.</p><br></p>Ditemui usai upacara, Rico Waas mengatakan peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa masih banyak hal yang perlu diperjuangkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p><br></p>"Makna ini jangan menjadi hanya sekadar seremonial, tapi menjadi momentum penting bagi kita mengingat bahwasanya masih banyak yang harus diperjuangkan. Masih banyak masyarakat kita yang membutuhkan perhatian kita," ujar Rico Waas.</p><br></p>Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kebijakan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Hal itu juga harus menjadi perhatian dalam pembahasan KUA-PPAS yang saat ini tengah dilakukan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> sebagai bagian dari proses penyusunan RAPBD 2027.</p><br></p>Ia meminta perencanaan pembangunan dan keuangan daerah diarahkan pada program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat, mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan hingga penguatan ekonomi kerakyatan.</p><br></p>"Pembangunan infrastruktur, lalu bagaimana penguatan kesehatan dan pendidikan kita seperti sesuai dengan apa yang disampaikan Pak Presiden kemarin. Bagaimana penguatan puskesmas, sekolah-sekolah kita, sekolah-sekolah yang terintegrasi, bahkan teknologinya semakin baik, ada juga smart class," katanya.</p><br></p>Rico Waas juga mendorong pemberian stimulus ekonomi agar ekonomi kerakyatan semakin kuat. Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p><br></p>"Perencanaan kita di 2027 mendatang yang sedang kita rancang hari ini harus benar-benar dilaksanakan pembangunannya dan benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat," tegasnya.</p><br></p>Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan setiap anggaran yang direncanakan memiliki manfaat yang jelas. Pj. Sekda Medan Erfin Fahrurrazi diminta mengawasi secara ketat proses penganggaran di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).</p><br></p>"Jangan kita lalai, tidak terlihat, akhirnya terlihatnya menjadi pemborosan. Jadi itu betul-betul harus efektif, efisien, berdampak, dan berguna," ujarnya.</p><br></p>Usai upacara, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pemko-medan/" target="_blank">Pemko Medan</a> menyerahkan paket bingkisan kepada tujuh veteran kemerdekaan Indonesia. Penyerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi atas perjuangan para veteran dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.</p><br></p>Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan melalui hal-hal sederhana yang dapat memperkuat persatuan, mulai dari keluarga, lingkungan hingga kehidupan bermasyarakat.</p><br></p>"Mari kita maknai dengan kita semakin mencintai. Dari apa dulu? Keluarga, lingkungan, gotong royong, pembangunan masyarakatnya, kedekatan dengan masyarakatnya, bagaimana toleransi tetap bisa dijaga, saling kita menguatkan," katanya.</p><br></p>Ia menekankan, kekuatan bangsa dibangun dari sikap saling menjaga dan menghormati. Karena itu, mengisi kemerdekaan tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar.</p><br></p>"Bersahabat dengan satu dengan yang lainnya, mencintai satu dengan yang lainnya, menghormati satu dengan yang lainnya. Hal-hal itu kita bangun dengan gotong royong bersama. Mudah-mudahan kota kita makin baik," ucapnya.</p><br></p>Pada kesempatan tersebut, Rico Waas juga menyampaikan doa untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah berduka. Ia berharap masyarakat yang terdampak segera pulih dan mereka yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.</p><br></p>"Kita mendoakan mudah-mudahan bisa segera pulih untuk NTT. Kita mendoakan juga untuk yang wafat, mudah-mudahan diberikan sisi terbaik di sisi Tuhan," ujarnya.</p><br></p>Rico Waas juga berharap tidak ada lagi bencana yang terjadi di daerah lain di Indonesia.</p><br></p>"Kita berdoa juga tidak ada lagi bencana-bencana di tempat lain di Indonesia. Kita bermohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya Tuhan yang bisa memberikan perlindungan kepada kita," ucapnya. Rel</p><br></p><br></p><br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_6584_Pimpin-Upacara-HUT-ke-81-RI--Rico-Waas--Pembangunan-Harus-Berdampak-dan-Tingkatkan-Kesejahteraan-Masyarakat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285336/pimpin-upacara-hut-ke81-ri-rico-waas-pembangunan-harus-berdampak-dan-tingkatkan-kesejahteraan-masyarakat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wisata Petik Melon dan Re-Opening Kafe Inklusi, Pertamina Perkuat Pemulihan Mitra Binaan Pascabanjir</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 13:34:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wisata Petik Melon dan Re-Opening Kafe Inklusi, Pertamina Perkuat Pemulihan Mitra Binaan Pascabanjir]]></title>
            <description><![CDATA[Wisata Petik Melon dan ReOpening Kafe Inklusi, Pertamina Perkuat Pemulihan Mitra Binaan Pascabanjir]]></description>
            <content><![CDATA[</p><p><br>ACEH TAMIANG - Pertamina EP Rantau Field menggelar wisata petik melon di Kampung Kebun Tanjung Seumantoh dan re-opening Kafe Inklusi, Karang Baru, Aceh Tamiang. Kegiatan ini merupakan komitmen perusahaan melanjutkan pemulihan melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dirancang membantu mitra binaan kembali mandiri. </p><p>Melalui berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan, upaya pemulihan tidak berhenti ketika bantuan selesai disalurkan. Pertamina EP Rantau Field terus melakukan pendampingan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk membangun kembali kehidupan sekaligus pondasi ekonomi dan sosial mereka. </p><p>Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah mengatakan, bantuan yang disalurkan perusahaan pascabanjir bandang November 2025 menjadi langkah awal membantu masyarakat untuk pulih. Akan tetapi, perusahaan perlu mendorong agar warga sekitar operasional terus tumbuh dan mandiri lewat berbagai program pemberdayaan. </p><p>"Berbagai program pemberdayaan masyarakat yang sudah direalisasikan ini sebagai wujud nyata perusahaan memberikan manfaat secara berkelanjutan," ujarnya. </p><p>Ia menambahkan, Kelompok Tani <a href="https://www.sumut24.co/tag/melon/" target="_blank">Melon</a> Mutiara dan Kafe Inklusi harus menjaga semangat untuk belajar dan mengembangkan usahanya. Keberhasilan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) membutuhkan kolaborasi dengan stakeholder seperti pemerintah, akademisi dan berbagai pihak lainnya. </p><p>"Kami berharap mitra binaan bisa berkembang dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Jadi program PPM dibangun bersama masyarakat bukan dibangun oleh Pertamina sendiri," katanya. </p><p>Pertamina EP Rantau Field bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 mengawali Program Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui social mapping dan potential mapping untuk mengindentifikasi kebutuhan. Dan, potensi yang dimiliki masyarakat masing-masing. </p><p>Hasil pemetaan akan menjadi dasar penyusunan program sekaligus pendampingan selama tiga sampai lima tahun. Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan bisa mengelola dan mengembangkan program secara mandiri setelah masa pendampingannya berakhir. </p><p>Sementara itu, Ketua Kelompok Tani <a href="https://www.sumut24.co/tag/melon/" target="_blank">Melon</a> Mutiara menuturkan sangat mustahil bisa pulih lebih cepat tanpa bantuan dari Pertamina EP Rantau Field. Sebab, banjir setinggi lima meter meninggalkan endapan lumpur setinggi 70 sentimeter. Kala itu, seluruh media tanam sudah hancur. </p><p>"Jujur saja kalau secara mandiri kami mustahil bisa bangkit kembali. Semua yang kami miliki sudah hancur. Modal habis, peralatan pertanian juga hancur. Banjir ini membuat kami banyak kehilangan harta benda," ujarnya. </p><p>Tidak lama setelah banjir, Pertamina EP Rantau Field menyokong seluruh kebutuhan mulai dari pengolahan kembali media tanam yang rusak, penyediaan bibit <a href="https://www.sumut24.co/tag/melon/" target="_blank">Melon</a> Golden Alisha. Bahkan, seluruh sarana dan prasarana turut didukung. </p><p>Lebih lanjut ia bilang, target produksi melon Golden Alisha naik dibandingkan tahun lalu. Mereka memprediksi panen melon akan mencapai 2,5 hingga 3 ton. </p><p>"Tahun lalu kita panen 1,8 ton tetapi tahun ini lebih tinggi yakni 2,5 sampai 3 ton. Kami terus belajar teknologi pertanian agar hasil panen bisa terus lebih baik. Bagi masyarakat yang ingin belajar tentang melon bisa datang ke kebun," ungkapnya. </p><p>Kelompok Tani <a href="https://www.sumut24.co/tag/melon/" target="_blank">Melon</a> Mutiara memanfaatkan lahan tiga rante (sekitar 1200 meter persegi) untuk menanam melon golden dengan sistem polybag ukuran 50x60 sentimeter. Adapun jarak tanam rapat dan jalur antar bari selebar 1,5 meter. </p><p>Menurutnya, inovasi teknik pengelolaan media tanam polybag ini bisa digunakan hingga 22 kali masa tanam. Dengan biaya media tanam Rp 8.000 per-polybag, penggunaan berulang membuat media tanam per-sirklus budidaya hanya berkisar 400-500 rupiah. </p><p><br>Tentang Pertamina EP Field Rantau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PT Pertamina EP Field Rantau merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan  Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Aceh. Kegiatan operasional PEP Rantau berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) dan Badan Pengawasan Migas Aceh (BPMA). Area operasional PEP Rantau tersebar di empat kabupaten/kota yang mencakup empat kecamatan dan 20 desa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PEP Rantau menjalankan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang inovatif pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan tanggap bencana guna mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.</p><p></p><p>(*)</p><p></p><p></p><p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_3856_Wisata-Petik-Melon-dan-Re-Opening-Kafe-Inklusi--Pertamina-Perkuat-Pemulihan-Mitra-Binaan-Pascabanjir.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285335/wisata-petik-melon-dan-reopening-kafe-inklusi-pertamina-perkuat-pemulihan-mitra-binaan-pascabanjir/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kemerdekaan yang Harus Dirasakan, Kemerdekaan yang Belum Selesai</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 13:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kemerdekaan yang Harus Dirasakan, Kemerdekaan yang Belum Selesai]]></title>
            <description><![CDATA[Kemerdekaan yang Harus Dirasakan, Kemerdekaan yang Belum Selesai]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh Abdullah Rasyid<br>Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI dan Kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sehabis mengikuti upacara bendera pagi di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, Tangerang, kami turut menyaksikan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana melalui layar televisi. Seperti setiap 17 Agustus, ada rasa haru ketika Merah Putih perlahan naik diiringi Indonesia Raya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, pada usia republik yang sudah 81 tahun, kemerdekaan semestinya membawa kita melampaui rasa haru. Ada pertanyaan yang perlu dijawab lebih jujur: seberapa jauh kemerdekaan itu telah dirasakan rakyat dalam kehidupan sehari-hari?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu kalimat Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan 14 Agustus 2026 relevan untuk direnungkan: kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan, tetapi apa yang dirasakan rakyat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalimat itu sederhana, tetapi ukurannya berat. Sebab rakyat tidak hidup di dalam teks pidato, grafik pertumbuhan ekonomi, ataupun laporan tahunan kementerian. Mereka merasakan negara dari harga kebutuhan pokok, kesempatan mendapatkan pekerjaan, sekolah anak-anaknya, pelayanan rumah sakit, kepastian hukum, keamanan, dan kemudahan berurusan dengan birokrasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, setelah delapan dasawarsa lebih merdeka, persoalan kita bukan lagi apakah Indonesia berdaulat. Itu sudah dijawab pada 17 Agustus 1945. Pertanyaannya sekarang: bagaimana kedaulatan itu digunakan dan siapa yang paling merasakan manfaatnya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa arti kemerdekaan jika rakyat masih sulit memperoleh keadilan? Apa maknanya apabila kekayaan negeri menumpuk pada sedikit orang, sementara sebagian lainnya bekerja dari pagi sampai malam sekadar untuk bertahan hidup? Dan apa gunanya kekuasaan yang bersumber dari rakyat apabila setelah diberikan justru menjauh dari rakyat?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para pendiri bangsa tidak mempertaruhkan hidup hanya untuk mengganti penguasa asing dengan penguasa yang lahir dari tanah yang sama. Mereka membangun republik yang harus melindungi segenap bangsa, mencerdaskan kehidupan rakyat, menghadirkan keadilan sosial, dan menggunakan kekayaan negeri bagi kemakmuran bersama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Angka Harus Sampai ke Rumah Rakyat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintahan Presiden Prabowo membawa agenda besar untuk memperkuat kemandirian bangsa. Dalam 21 bulan pemerintahan, Presiden menyebut telah ditempuh 121 kebijakan transformatif dengan empat pegangan: menjalankan UUD 1945, melindungi kepentingan nasional yang vital, mengatasi kesulitan rakyat, serta menjaga kepentingan generasi mendatang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada satu penegasan yang seharusnya menjadi ukuran bagi seluruh penyelenggara negara: kekuasaan tidak diberikan untuk menjelaskan mengapa sebuah masalah tidak dapat diselesaikan. Kekuasaan diberikan untuk menyelesaikannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbagai indikator memang memberi alasan untuk optimistis. Pertumbuhan ekonomi tetap berada di atas lima persen. Investasi mencapai sekitar Rp1.010 triliun dan diklaim menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja. Pemerintah menyebut delapan komoditas pangan telah mencapai swasembada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penerapan B50 sejak 1 Juli 2026 diproyeksikan menghemat devisa sekitar Rp170 triliun per tahun. Revitalisasi sekolah berlangsung dalam skala besar. Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau puluhan juta warga, sementara negara menanggung iuran Jaminan Kesehatan Nasional bagi 96,8 juta masyarakat tidak mampu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itu semua penting. Tetapi statistik bukan tempat kebijakan berakhir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Investasi harus terlihat pada pekerjaan yang lebih baik dan nilai tambah yang tinggal di Indonesia. Swasembada pangan baru menemukan maknanya jika petani ikut sejahtera. Sekolah yang diperbaiki harus bertemu dengan guru berkualitas dan kesempatan belajar yang setara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Angka harus menemukan jalannya sampai ke rumah rakyat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemerdekaan di Pintu Masuk Negara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi kami yang bekerja di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, makna kemerdekaan mempunyai dimensi yang sangat konkret.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imigrasi berada di pintu depan republik. Di bandara, pelabuhan, dan perlintasan batas, negara menentukan siapa yang boleh masuk, siapa yang harus diawasi, siapa yang tidak boleh diberi ruang karena mengancam keamanan atau ketertiban, sekaligus bagaimana warga negara Indonesia memperoleh pelayanan ketika hendak melintasi dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sanalah kedaulatan tidak boleh berhenti sebagai konsep.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Paspor yang mudah diperoleh melalui pelayanan yang bersih adalah bentuk kemerdekaan. Perlindungan warga agar tidak menjadi korban perdagangan orang adalah bagian dari kemerdekaan. Pengawasan terhadap orang asing yang menyalahgunakan izin tinggal, melakukan kejahatan, atau meremehkan hukum Indonesia adalah cara negara menjaga martabat kemerdekaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Negara yang merdeka tentu terbuka terhadap dunia. Kita membutuhkan wisatawan, investor, ilmuwan, pekerja profesional, dan talenta global. Tetapi keterbukaan tidak berarti kehilangan kendali. Keramahan tidak sama dengan membiarkan kedaulatan dinegosiasikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imigrasi karena itu bukan sekadar urusan stempel, visa, dan paspor. Ia adalah salah satu instrumen negara untuk menentukan bagaimana Indonesia berhubungan dengan dunia tanpa kehilangan kepentingan nasionalnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun wajah negara tidak hanya terlihat pada bagaimana kita memperlakukan orang yang datang dari luar. Ia juga terlihat pada bagaimana kita memperlakukan mereka yang sedang kehilangan kebebasannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sinilah pemasyarakatan memperoleh makna yang sama pentingnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/merdeka/" target="_blank">Merdeka</a> Tidak Berarti Kehilangan Kemanusiaan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seseorang yang menjalani pidana memang kehilangan sebagian kebebasannya berdasarkan putusan hukum. Tetapi ia tidak kehilangan martabatnya sebagai manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Negara hukum diuji justru ketika berhadapan dengan mereka yang berada dalam posisi paling lemah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lembaga pemasyarakatan tidak boleh hanya menjadi tempat seseorang menjalani waktu sampai masa pidananya selesai. Pemasyarakatan harus mengembalikan manusia kepada masyarakat dalam keadaan lebih siap menjalani kehidupan yang benar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pendidikan, keterampilan kerja, kesehatan, pembinaan mental, dan kesempatan memperbaiki diri bukan hadiah kepada warga binaan. Semua itu bagian dari tugas negara untuk memastikan hukuman tidak berubah menjadi penghancuran masa depan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa artinya seseorang bebas dari penjara jika tidak memiliki keterampilan, tidak diterima masyarakat, dan akhirnya kembali kepada kejahatan karena tidak mempunyai jalan lain?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemerdekaan bagi mereka justru dimulai ketika pintu penjara terbuka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu ukuran keberhasilan pemasyarakatan tidak cukup dihitung dari berapa orang yang selesai menjalani pidana. Pertanyaan yang lebih penting adalah berapa banyak yang mampu kembali kepada keluarga, bekerja, hidup mandiri, dan tidak mengulangi kejahatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masyarakat yang aman bukan hanya masyarakat yang mampu memenjarakan pelaku kejahatan. Masyarakat yang lebih aman adalah masyarakat yang mampu mencegah seseorang kembali melakukan kejahatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekuasaan adalah Utang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemerdekaan juga mempunyai musuh dari dalam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika hukum berani terhadap rakyat kecil tetapi ragu di hadapan mereka yang kuat, cita-cita kemerdekaan terluka. Ketika kekayaan alam hanya menghasilkan kemewahan bagi segelintir orang sementara masyarakat di sekitarnya tetap miskin, mandat konstitusi belum selesai dilaksanakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengkhianatan terhadap kemerdekaan bahkan dapat datang dari orang yang lahir dan dibesarkan oleh republik ini sendiri: ketika kepercayaan rakyat digunakan untuk kepentingan pribadi, kelompok, atau pemilik modal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekuasaan bukan hadiah. Kekuasaan adalah utang kepada rakyat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu tanda tangan pejabat dapat mengubah hidup seseorang. Sebuah keputusan dapat menentukan apakah warga memperoleh pelayanan atau dipingpong oleh birokrasi. Karena itulah jabatan publik selalu membawa konsekuensi moral.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka seharusnya menjadi kesempatan untuk bangga tanpa kehilangan kemampuan mengoreksi diri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tugas generasi 1945 adalah merebut kemerdekaan dari penjajahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tugas generasi hari ini jauh berbeda: membuat orang Indonesia tidak merasa asing di negerinya sendiri; menjaga pintu negara tanpa kehilangan keterbukaan; melindungi warga tanpa memandang status sosial; menegakkan hukum tanpa kehilangan kemanusiaan; dan memastikan mereka yang pernah tersesat tetap mempunyai jalan pulang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika itu dapat dilakukan, kemerdekaan tidak hanya berkibar di tiang bendera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia hadir di perbatasan. Di kantor imigrasi. Di ruang pelayanan publik. Di lembaga pemasyarakatan. Di rumah petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, dan keluarga-keluarga Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena kemerdekaan yang paling bermakna bukan hanya kemerdekaan yang kita peringati setiap 17 Agustus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemerdekaan adalah ketika rakyat benar-benar merasakannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/merdeka/" target="_blank">Merdeka</a>!]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_5184_Kemerdekaan-yang-Harus-Dirasakan--Kemerdekaan-yang-Belum-Selesai.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285334/kemerdekaan-yang-harus-dirasakan-kemerdekaan-yang-belum-selesai/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Asahan Pimpin Upacara Malam Renungan Suci di Makam Pahlawan Kisaran, Lanjutkan Semangat Juang Para Pendahulu</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 12:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Asahan Pimpin Upacara Malam Renungan Suci di Makam Pahlawan Kisaran, Lanjutkan Semangat Juang Para Pendahulu]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.coASAHAN, Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b>-ASAHAN, Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., memimpin langsung upacara Malam <a href="https://www.sumut24.co/tag/renungan/" target="_blank">Renungan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/suci/" target="_blank">Suci</a> yang berlangsung khidmat di Makam Pahlawan Kisaran, Minggu (16/08/2026) tepat pukul 00.00 Wib.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/07e1cd7dca89a1678042477183b7ac3f_IMG-20260817-WA0033.jpg"><br></p>Kegiatan yang sarat makna ini bukan sekadar seremonial penghormatan kepada jasa para pahlawan, melainkan menjadi momentum penguatan tekad bersama untuk melanjutkan perjuangan mewujudkan cita-cita kemerdekaan.</p>Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Ketua DPRD Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Ketua Pengadilan Negeri Kisaran, Kepala Kejaksaan Negeri <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Kapolres <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Dandim 0208/<a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, perwakilan Danlanal Tanjung Balai <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, perwakilan Danyon 126/KC, Sekretaris Daerah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, para Asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran TNI&ndash;Polri, ASN lingkup Pemkab <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, anggota Pramuka, para pejuang, serta tamu undangan lainnya.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/eb160de1de89d9058fcb0b968dbbbd68_IMG-20260817-WA0034.jpg"><br></p>Dalam arahannya, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Taufik Zainal Abidin menegaskan bahwa <a href="https://www.sumut24.co/tag/renungan/" target="_blank">Renungan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/suci/" target="_blank">Suci</a> menjelang HUT Kemerdekaan RI memiliki makna yang mendalam. &quot;Kegiatan ini bukan hanya untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi momentum bersama untuk menguatkan tekad, semangat, dan melanjutkan perjuangan para pendahulu bangsa demi meraih cita-cita kemerdekaan,&quot; ujarnya.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar semangat juang dan nilai-nilai pengorbanan para pahlawan terus dijaga dan digelorakan, khususnya diwariskan kepada generasi penerus. &quot;Perjuangan para pahlawan adalah perjuangan kita juga. Jalan kebajikan yang mereka tempuh adalah jalan kita juga. Semangat juang dan pengorbanan mereka wajib kita lanjutkan melalui pengabdian dan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa,&quot; tambahnya.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/02522a2b2726fb0a03bb19f2d8d9524d_IMG-20260817-WA0032.jpg"><br></p>Rangkaian upacara Malam <a href="https://www.sumut24.co/tag/renungan/" target="_blank">Renungan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/suci/" target="_blank">Suci</a> berjalan dengan tertib dan khidmat, dimulai dari laporan Komandan <a href="https://www.sumut24.co/tag/upacara/" target="_blank">Upacara</a> kepada Inspektur <a href="https://www.sumut24.co/tag/upacara/" target="_blank">Upacara</a>, pembacaan Laporan <a href="https://www.sumut24.co/tag/renungan/" target="_blank">Renungan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/suci/" target="_blank">Suci</a>, mengheningkan cipta, penyalaan seluruh obor sebagai simbol harapan dan penerus semangat, doa bersama, hingga penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan.</p>Kegiatan resmi berakhir sekitar pukul 00.30 Wib (dini hari, red), atau tepatnya Senin (17/08/2026), dan dinyatakan berjalan aman, lancar, serta sukses.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/37a749d808e46495a8da1e5352d03cae_IMG-20260817-WA0030.jpg"><br></p>Malam <a href="https://www.sumut24.co/tag/renungan/" target="_blank">Renungan</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/suci/" target="_blank">Suci</a> di Makam Pahlawan Kisaran ini menjadi bukti bahwa penghormatan terhadap jasa pahlawan tidak berhenti di masa lalu, melainkan terus hidup dalam setiap langkah pembangunan Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> hari ini dan di masa depan. (dre)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_2945_Bupati-Asahan-Pimpin-Upacara-Malam-Renungan-Suci-di-Makam-Pahlawan-Kisaran--Lanjutkan-Semangat-Juang-Para-Pendahulu.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285333/bupati-asahan-pimpin-upacara-malam-renungan-suci-di-makam-pahlawan-kisaran-lanjutkan-semangat-juang-para-pendahulu/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wakil Bupati Asahan Dorong Pembinaan Talenta Muda Lewat Mini Soccer Championship Kapolres Asahan Cup 2026</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 12:48:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wakil Bupati Asahan Dorong Pembinaan Talenta Muda Lewat Mini Soccer Championship Kapolres Asahan Cup 2026]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN, Stadion Mutiara Kisaran berubah menjadi panggung semangat dan kebersamaan pada Minggu, 16 Agustus 2026. Wakil Bupati Asa]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN, Stadion Mutiara Kisaran berubah menjadi panggung semangat dan kebersamaan pada Minggu, 16 Agustus 2026. <a href="https://www.sumut24.co/tag/wakil/" target="_blank">Wakil</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Rianto, S.H., M.A.P., hadir langsung untuk memimpin sekaligus menyampaikan pesan penting dalam acara penutupan Mini Soccer Championship Kapolres <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Cup 2026, yang mempertandingkan bakat-bakat sepak bola tingkat SD, SMP, dan SMA/sederajat se-Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>.</p>Turnamen yang diselenggarakan oleh Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> ini berlangsung meriah selama lima hari berturut-turut, mulai tanggal 12 hingga 16 Agustus 2026. Sebanyak 121 tim dari berbagai jenjang pendidikan turun ke lapangan, membuktikan besarnya antusiasme generasi muda <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> terhadap kegiatan olahraga yang positif dan membangun.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/c9e1074f5b3f9fc8ea15d152add07294_IMG-20260817-WA0022.jpg"><br></p>Turut hadir memeriahkan acara penutupan antara lain Ketua DPRD Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, perwakilan Dandim 0208/<a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, perwakilan Kapolres <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Ketua KSMI Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, serta seluruh jajaran panitia penyelenggara.</p>Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Siddik, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan ini. Ia menegaskan bahwa turnamen bukan sekadar ajang adu kemampuan di lapangan, melainkan bagian dari upaya pembinaan generasi muda sekaligus wadah menyalurkan bakat dan energi anak-anak ke kegiatan yang positif.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/8f53295a73878494e9bc8dd6c3c7104f_IMG-20260817-WA0026.jpg"><br></p>"Kolaborasi antara KSMI dan Polres <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> ini menjadi langkah nyata bersama-sama memutus mata rantai kriminalitas, serta menjauhkan generasi muda dari kegiatan negatif termasuk maraknya geng motor," ujar Siddik.</p>Sementara itu, sambutan Kapolres <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> yang disampaikan oleh Kapolsek Kota Kisaran, Iptu Riki Hamdany, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, official, wasit, dan panitia. Kejuaraan ini dinilai bukan hanya untuk meraih prestasi semata, melainkan juga sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, kedisiplinan, dan semangat kerja sama antar-sesama.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/0a09c8844ba8f0936c20bd791130d6b6_IMG-20260817-WA0025.jpg"><br></p>"Kepada tim yang meraih juara, selamat dan teruslah berkarya. Bagi yang belum beruntung, jangan berkecil hati &mdash; jadikan ini motivasi untuk berlatih lebih giat. Semoga semangat kebersamaan dan sportivitas yang telah terbangun terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari," pesannya, sebelum secara resmi menyatakan Mini Soccer Championship Kapolres <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Cup 2026 ditutup.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/wakil/" target="_blank">Wakil</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Rianto, S.H., M.A.P., dalam sambutannya memberikan apresiasi yang besar kepada seluruh panitia dan peserta yang telah mengikuti turnamen dengan semangat dan sportivitas tinggi. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti di sini, melainkan terus dikembangkan agar semakin banyak anak muda yang dapat menyalurkan bakatnya.</p>"Ke depan, pelaksanaan kompetisi dapat dikembangkan dengan sistem pembagian zona atau dilaksanakan di wilayah masing-masing, sehingga proses penjaringan talenta muda dapat dilakukan secara lebih merata dan efektif," ujar <a href="https://www.sumut24.co/tag/wakil/" target="_blank">Wakil</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a>.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/084b6fbb10729ed4da8c3d3f5a3ae7c9_IMG-20260817-WA0029.jpg"><br></p>Lebih jauh, Rianto menyampaikan harapan besar bahwa dari lapangan-lapangan di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> ini akan lahir bakat-bakat terbaik yang suatu saat mampu memperkuat tim Nasional Indonesia. Ia juga mengajak seluruh generasi muda untuk berprestasi di bidang yang diminati, sekaligus menjauhi segala bentuk perbuatan merugikan diri sendiri maupun masyarakat.</p>"Berprestasilah di bidang apa saja yang kalian sukai. Semoga kegiatan positif seperti ini menjauhkan anak-anak kita dari bahaya narkoba maupun kenakalan remaja termasuk geng motor. Pembinaan generasi muda harus dilakukan secara berkelanjutan, agar Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> terus melahirkan putra-putri yang berprestasi, disiplin, dan berkarakter kuat," tegasnya.</p>Terpisah, Ketua KSMI Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Iwa Risfa Lubis, menyatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan matang tim KSMI <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> untuk mengikuti kejuaraan tingkat Provinsi Sumatera Utara yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 mendatang. "Kami ingin memastikan talenta terbaik <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi," ujarnya.</p>Dalam kesempatan yang sama, turut diserahkan uang pembinaan dari Anggota DPR RI, Doli Kurnia Tanjung, kepada para pemain terbaik tingkat SD, SMP, dan SMA/sederajat sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi dan potensi olahraga generasi muda <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>.</p>Daftar Juara Mini Soccer Championship Kapolres <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Cup 2026, Kelompok Sekolah Dasar (SD).</p>1. Juara I &mdash; SDN 014684 Dadimulyo<br>2. Juara II &mdash; SDN 017125 Binjai Serbangan<br>3. Juara III &mdash; SDN 018439 Sentang<br>4. Harapan I &mdash; SDN 014688 Sidomukti.</p>Kelompok Sekolah Menengah Pertama (SMP)</p>1. Juara I &mdash; SMPN 2 Kisaran<br>2. Juara II &mdash; SMPN 4 Kisaran<br>3. Juara III &mdash; SMPN 1 Pulau Rakyat<br>4. Harapan I &mdash; SMPN 3 Kisaran</p>Kelompok Sekolah Menengah Atas (SMA)</p>1. Juara I &mdash; SMAN 3 Kisaran<br>2. Juara II &mdash; SMAN 1 Aek Songsongan<br>3. Juara III &mdash; SMAN 2 Kisaran<br>4. Harapan I &mdash; SMA Al-Masyhud Kisaran.</p>Acara penutupan berjalan dengan lancar, aman, dan penuh semangat, ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, pejabat, dan panitia sebagai bukti kebersamaan yang terjalin. Semangat yang ditunjukkan anak-anak di Stadion Mutiara Kisaran ini menjadi bukti bahwa melalui olahraga, kita tidak hanya membangun prestasi, tetapi juga membangun masa depan Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> yang lebih sehat, disiplin, dan berprestasi. (dre)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_5676_Wakil-Bupati-Asahan-Dorong-Pembinaan-Talenta-Muda-Lewat-Mini-Soccer-Championship-Kapolres-Asahan-Cup-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285332/wakil-bupati-asahan-dorong-pembinaan-talenta-muda-lewat-mini-soccer-championship-kapolres-asahan-cup-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kompak Berantas Narkoba, Warga Bersama Polisi Amankan Terduga BD Sabu di Tiga Juhar</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 12:41:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kompak Berantas Narkoba, Warga Bersama Polisi Amankan Terduga BD Sabu di Tiga Juhar]]></title>
            <description><![CDATA[Kompak Berantas Narkoba, Warga Bersama Polisi Amankan Terduga BD Sabu di Tiga Juhar]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;DELI SERDANG -  Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan kembali membuahkan hasil dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika. Seorang pria berinisial AG (21) diamankan warga dan selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian setelah diduga memiliki dan menguasai narkotika jenis sabu di Dusun I, Desa Ranggitgit, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengungkapan tersebut terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Informasi awal mengenai keberadaan terduga pelaku diperoleh personel Subnit II Unit II Satresnarkoba Polresta Deli Serdang dari laporan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendapat informasi tersebut, personel Satresnarkoba bergerak menuju lokasi. Saat tiba di Polsek Tiga Juhar, petugas mendapati terduga pelaku telah diamankan masyarakat dan kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari hasil pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika, yakni 3 plastik klip transparan berisi sabu dengan berat bruto 3,73 gram, 5 bong plastik, 3 unit telepon genggam Android, 1 timbangan elektrik, serta sejumlah perlengkapan plastik klip.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petugas juga mengamankan 1 dompet berisi KTP atas nama AG dan uang tunai Rp400.000, satu blok plastik klip transparan berukuran kecil kosong, satu blok plastik klip berukuran sedang kosong, serta satu kotak rokok kaleng DJI SAM SOE.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui bahwa barang bukti narkotika tersebut merupakan miliknya. Ia juga menyebut memperoleh barang tersebut dari seseorang yang disebut beralamat di kawasan Gang Sekolah, Dusun IV, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya, terduga pelaku beserta seluruh barang bukti dibawa ke Kantor Satresnarkoba Polresta Deli Serdang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasat Resnarkoba Polresta Deli Serdang Kompol Dr. Fery Kusnadi, didampingi Kanit Idik II Satresnarkoba Iptu Suyadi, S.H., M.H., membenarkan adanya pengungkapan tersebut. Senin (17/8/2026) pagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fery Kusnadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang berani peduli dan turut mengambil peran dalam menjaga lingkungannya dari ancaman narkoba.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang memberikan informasi dan turut membantu mengamankan terduga pelaku. Pemberantasan narkoba harus dimulai dari akar paling bawah, yakni lingkungan tempat kita tinggal. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting untuk mempersempit ruang gerak para pelaku peredaran narkotika. Masyarakat diharapkan tidak takut memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengungkapan ini sekaligus menjadi bukti bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan keberanian seluruh elemen masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi dan masyarakat kompak, lingkungan semakin aman. Bersama lawan narkoba, selamatkan generasi muda. Pungkasnya.rel]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_5968_Kompak-Berantas-Narkoba--Warga-Bersama-Polisi-Amankan-Terduga-BD-Sabu-di-Tiga-Juhar.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285331/kompak-berantas-narkoba-warga-bersama-polisi-amankan-terduga-bd-sabu-di-tiga-juhar/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kado Kemerdekaan Indonesia Satresnarkoba Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 622 Pod Getar Dalam Kemasan Permen Beraksara Cina</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 12:32:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kado Kemerdekaan Indonesia Satresnarkoba Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 622 Pod Getar Dalam Kemasan Permen Beraksara Cina]]></title>
            <description><![CDATA[Kado Kemerdekaan IndonesiaSatresnarkoba Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 622 Pod Getar Dalam Kemasan Permen Beraksara Cina]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN I SUMUT24.CO<br>Satresnarkoba Polrestabes Medan, berhasil menggagalkan upaya peredaran 622 rokok elektrik dengan kandungan narkotika, atau yang lebih dikenal dengan sebutan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pod/" target="_blank">Pod</a> Getar, Minggu (16/08/26) malam. Untuk mengelabui petugas, pelaku yang ditangkap di Jalan Iskandar Muda Medan, menyimpan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pod/" target="_blank">Pod</a> Getar yang dikemas dalam kemasan permen bekasara Tiongkok ke dalam tote bag makanan ternama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengungkapan kasus ini, berawal dari penyelidikan yang dilakukan Tim 7 dan 8 Unit II Satrenarkoba Polrestabes Medan, menyusul adanya upaya peredaran <a href="https://www.sumut24.co/tag/pod/" target="_blank">Pod</a> Getar yang diduga dari Malaysia ke kota Medan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petugas pun, kemudian mendeteksi keberadaan DF (35) warga Desa Tanjong Kleng, Aceh Utara, yang tengah mengendarai sepeda motor, melintas di Jalan Iskandar Muda Medan, untuk kemudian ditangkap, dengan barang bukti 622 pcs <a href="https://www.sumut24.co/tag/pod/" target="_blank">Pod</a> Getar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini merupakan kado kemerdekaan Republik Indonesia, karena dengan diamankannya 622 pcs <a href="https://www.sumut24.co/tag/pod/" target="_blank">Pod</a> Getar ini, lebih dari 2.000 jiwa terselamatkan,&quot; ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, Senin (17/08/26) siang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rafli menambahkan, 622 pcs <a href="https://www.sumut24.co/tag/pod/" target="_blank">Pod</a> Getar yang disita, dikemas dalam kemasan permen beraksara Cina, dan disimpan ke dalam tote bag restoran ayam goreng ternama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/pod/" target="_blank">Pod</a> Getar yang disita, rencananya akan diedarkan di kota Medan, setelah sebelumnya dipasok diduga dari Malaysia melalui Aceh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;<a href="https://www.sumut24.co/tag/pod/" target="_blank">Pod</a> Getar ini, dikemas dalam kemasan permen dengan aksara Cina dan kemudian disimpan dalam tote bag makanan ternama. <a href="https://www.sumut24.co/tag/pod/" target="_blank">Pod</a> Getar ini, kami duga dipasok dari Malaysia lewat Aceh. Namun, pelaku tidak mengambil ataupun membawa sendiri narkoba dari Aceh, karena narkoba didapat pelaku di kota Medan, untuk kemudian diserahkan ke seseorang guna diedarkan,&quot; tambah Rafli.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proses transaksi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pod/" target="_blank">Pod</a> Getar yang dijalankan pelaku sendiri, terbilang cukup unik. Sebab, antara pelaku dengan pelaku lain tidak saling ketemu. Narkoba, diletakkan di suatu tempat, dan kemudian diambil pelaku lalu diletakkan lagi ke tempat lain sebelum nantinya dijemput.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kasus ini, Polisi kini masih mengejar beberapa pelaku lagi, termasuk yang berperan sebagai pengendali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pelaku yang kami amankan ini merupakan kurir, dan mengaku baru kali pertama menjalankan bisnis haram ini karena tergiur dengan janji upah jutaan Rupiah. Kami pastikan untuk pelaku - pelaku lain akan terus kami kejar, tidak akan ada tempat bagi pengedar terlebih bandar di wilayah hukum Polrestabes Medan,&quot; pungkas Rafli.(W05)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Foto:]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_2627_Kado-Kemerdekaan-Indonesia-Satresnarkoba-Polrestabes-Medan-Gagalkan-Peredaran-622-Pod-Getar-Dalam-Kemasan-Permen-Beraksara-Cina.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285330/kado-kemerdekaan-indonesia-satresnarkoba-polrestabes-medan-gagalkan-peredaran-622-pod-getar-dalam-kemasan-permen-beraksara-cina/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Panyabungan Dibanjiri Warga! Kostum 80-an hingga Busana Adat Nusantara Warnai Karnaval HUT RI ke-81 di Madina</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 12:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Panyabungan Dibanjiri Warga! Kostum 80-an hingga Busana Adat Nusantara Warnai Karnaval HUT RI ke-81 di Madina]]></title>
            <description><![CDATA[Panyabungan Dibanjiri Warga! Kostum 80an hingga Busana Adat Nusantara Warnai Karnaval HUT RI ke81 di Madina]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suasana Kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (<a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a>), Sumatera Utara, berubah semarak pada Minggu (16/8/2026). Ribuan warga memadati ruas jalan protokol untuk menyaksikan Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> itu melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA, kelompok masyarakat, organisasi, hingga jajaran instansi pemerintah ikut ambil bagian dalam parade budaya tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya puluhan kelompok marching band dan drum band. Mereka mengiringi barisan peserta sepanjang rute yang dimulai dari kawasan Pasar Hilir hingga Bank Sumut di Panyabungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak pagi, masyarakat telah berdatangan dan memenuhi sisi jalan. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya penonton yang bertahan untuk menyaksikan beragam atraksi, kostum, serta kreativitas peserta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panggung kehormatan menjadi salah satu pusat perhatian dalam kegiatan tersebut. Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> H. Saipullah Nasution bersama Ketua TP PKK <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution tampil mengenakan pakaian adat Mandailing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keduanya mengenakan busana adat lengkap dengan Ampu dan Bulang, yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Mandailing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Wakil Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> Atika Azmi Utammi Nasution tampil berbeda dengan mengenakan Daro Baro, pakaian adat perempuan Aceh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penampilan para pimpinan daerah tersebut sekaligus memperlihatkan pesan bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan bangsa, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan dan menjaga keberagaman budaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak hanya Bupati dan Wakil Bupati, unsur Forkopimda serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga tampil menggunakan beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kreativitas peserta menjadi daya tarik tersendiri dalam karnaval tersebut. Setiap kelompok berusaha menghadirkan penampilan yang berbeda untuk menarik perhatian dewan juri sekaligus menghibur masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu penampilan yang cukup mencuri perhatian datang dari siswa SDN 083 Pidoli.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbeda dari peserta lain yang tampil dengan kostum penuh warna, para siswa tersebut justru menggunakan pakaian hitam putih. Namun, kesederhanaan itu dibalut dengan pesan sejarah yang kuat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka berjalan dalam barisan dengan membawa peti jenazah yang dihiasi foto para pahlawan di bagian ujungnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aksi tersebut menggambarkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh secara cuma-cuma. Di balik kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini terdapat pengorbanan para pejuang yang mempertaruhkan tenaga, harta, bahkan nyawa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kreativitas berbeda ditampilkan jajaran Dinas Pertanian <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a>. Barisan mereka membawa identitas serai wangi, salah satu komoditas yang tengah dikembangkan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya petani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemilihan serai wangi sebagai tema karnaval bukan sekadar ornamen. Penampilan tersebut sekaligus menjadi cara untuk memperkenalkan potensi pertanian daerah kepada masyarakat luas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karnaval akhirnya tidak hanya menjadi ajang mempertontonkan pakaian adat dan kesenian, tetapi juga menjadi ruang promosi berbagai potensi lokal yang dimiliki <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a>.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nuansa nostalgia juga hadir dalam parade tersebut. Salah satu kelompok masyarakat tampil menggunakan busana khas era 1980-an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kostum bergaya jadul itu menghadirkan suasana berbeda di tengah dominasi pakaian adat Nusantara. Penampilan tersebut seolah mengingatkan bahwa setiap generasi memiliki tren dan gaya masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menariknya, berbagai gaya lama kini kembali populer dan bahkan menjadi inspirasi dalam dunia fashion. Hal itu membuat penampilan peserta bernuansa 1980-an mampu mencuri perhatian masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski tampil dengan konsep yang beragam, mayoritas barisan tetap mengedepankan kekayaan budaya Indonesia melalui pakaian adat dari berbagai daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di balik kemeriahan parade, kegiatan tersebut juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Momen berkumpulnya ribuan warga dimanfaatkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan. Pedagang makanan, minuman, hingga berbagai produk lokal ikut merasakan ramainya aktivitas masyarakat di sekitar lokasi acara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dampak ekonomi juga dirasakan pelaku ekonomi kreatif. Jasa makeup artist (MUA), penyedia pakaian adat, penyewaan kostum, fotografer, hingga sejumlah usaha pendukung lainnya mendapatkan peluang dari tingginya kebutuhan peserta selama rangkaian kegiatan.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_6892_Panyabungan-Dibanjiri-Warga--Kostum-80-an-hingga-Busana-Adat-Nusantara-Warnai-Karnaval-HUT-RI-ke-81-di-Madina.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285329/panyabungan-dibanjiri-warga-kostum-80an-hingga-busana-adat-nusantara-warnai-karnaval-hut-ri-ke81-di-madina/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">27 Pelajar Dikukuhkan Jadi Paskibra Madina, Bupati Saipullah: Jadilah Generasi Berkarakter Pancasila</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 12:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[27 Pelajar Dikukuhkan Jadi Paskibra Madina, Bupati Saipullah: Jadilah Generasi Berkarakter Pancasila]]></title>
            <description><![CDATA[27 Pelajar Dikukuhkan Jadi Paskibra Madina, Bupati Saipullah Jadilah Generasi Berkarakter Pancasila]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Madina | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebanyak 27 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) untuk Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengukuhan Paskibra Madina berlangsung di Aula Kantor Bupati Madina, Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Sabtu (15/8/2026). Prosesi tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta orang tua dan keluarga para anggota Paskibra.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengukuhan menjadi momentum penting bagi 27 pelajar yang telah menjalani rangkaian seleksi dan latihan sebelum dipercaya menjalankan tugas pada upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sambutannya, Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution menyampaikan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi awal bagi para anggota Paskibra untuk terus mengembangkan karakter, nasionalisme, dan jiwa kepemimpinan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pengukuhan ini awal dari adik-adik sekalian untuk terus melaju untuk Indonesia Maju. Jiwa nasionalisme, patriotisme, kepeloporan serta kepemimpinan yang terbentuk harus dijadikan bagian dari kepribadian dan senantiasa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,&quot; ujar Saipullah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, pengalaman selama mengikuti proses pembinaan dan latihan Paskibra harus memberikan dampak positif bagi kehidupan para pelajar. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, serta semangat cinta Tanah Air diharapkan tidak berhenti ketika tugas pengibaran bendera selesai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saipullah juga berharap 27 anggota Paskibra Madina dapat menjadi bagian dari generasi penerus yang memiliki kualitas sekaligus karakter kuat. Mereka dinilai memiliki kesempatan untuk menjadi teladan bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Jiwa kepeloporan dan semangat bela negara yang telah ditanamkan selama proses latihan ini dapat tumbuh pada diri adik-adik,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Paskibra memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Selama menjalani latihan, para anggota tidak hanya dipersiapkan secara teknis untuk menjalankan tugas pengibaran bendera, tetapi juga ditempa melalui kedisiplinan dan kerja sama tim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi para pelajar yang terpilih, kepercayaan tersebut sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam membangun rasa tanggung jawab dan kepemimpinan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semangat tersebut sejalan dengan harapan pemerintah daerah agar generasi muda Madina tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga mempunyai kepedulian terhadap bangsa, daerah, dan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan dikukuhkannya 27 anggota Paskibra tersebut, seluruh rangkaian persiapan menuju pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Mandailing Natal memasuki tahap akhir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut nama-nama anggota Paskibra Kabupaten Mandailing Natal beserta asal sekolah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Dava Alvan Firdaus &mdash; SMAN 1 Natal<br>2. Mhd Fathan Hifzillah Mtd &mdash; SMAN 1 Tambangan<br>3. Abdul Aziz Simatupang &mdash; SMAN 3 Panyabungan<br>4. Rezky Ademartua Daulay &mdash; SMAN 2 Plus Panyabungan<br>5. Indra Halomoan Ray &mdash; SMAN 2 Plus Panyabungan<br>6. Muhammad Qhory Gimnastiar &mdash; SMAN 2 Plus Panyabungan<br>7. Muhammad Zaky Ilham Rangkuti &mdash; SMAN 1 Panyabungan<br>8. Ahmad Fadhil Dalimunthe &mdash; MAN 1 Mandailing Natal<br>9. Sawqy Himada &mdash; SMA IT Alhusnayain<br>10. Muhammad Gilang Hariansyah &mdash; SMAN 1 Panyabungan<br>11. Khairil Fazlan Lubis &mdash; MAN 1 Mandailing Natal<br>12. Vania Jegesia Batubara &mdash; SMAN 2 Plus Panyabungan<br>13. Juni Yuliana Lubis &mdash; MAN 1 Mandailing Natal<br>14. Glori Maranatha Tampubolon &mdash; SMAN 1 Natal<br>15. Adinda Syafia Basla Lubis &mdash; SMAN 2 Plus Panyabungan<br>16. Aira Zeevana Mora &mdash; SMAN 1 Panyabungan<br>17. Nayla Maritza &mdash; SMAN 3 Panyabungan<br>18. Yusna Dewi Nasution &mdash; SMAN 2 Plus Panyabungan<br>19. Ahyana Maulida Nasution &mdash; MAN 1 Mandailing Natal<br>20. Husni Halimah Lbs &mdash; SMKN 1 Lembah Sorik Marapi<br>21. Sri Nur Hafizha Lbs &mdash; MAN 3 Mandailing Natal<br>22. Luthfa Annisa &mdash; SMAN 2 Plus Panyabungan<br>23. Dea Sintia Alfarah &mdash; MAN 1 Mandailing Natal<br>24. Dwi Cinta Lestari &mdash; SMAN 1 Batang Natal<br>25. Luluk Fauziah &mdash; SMA IT Alhusnayain<br>26. Rizki Hermina Pratama Nasution &mdash; MAN 1 Mandailing Natal<br>27. Yasila Rahmi &mdash; SMAN 1 Panyabungan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengukuhan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi para anggota Paskibra untuk terus menjaga semangat persatuan, memperkuat rasa cinta Tanah Air, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi Kabupaten Mandailing Natal, keberadaan para pelajar tersebut juga menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat terus diwariskan melalui generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat untuk berkontribusi bagi Indonesia.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_4907_27-Pelajar-Dikukuhkan-Jadi-Paskibra-Madina--Bupati-Saipullah--Jadilah-Generasi-Berkarakter-Pancasila.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285328/27-pelajar-dikukuhkan-jadi-paskibra-madina-bupati-saipullah-jadilah-generasi-berkarakter-pancasila/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">HUT Kemerdekaan RI ke-81, Rusydi Nasution: Perjuangan Sekarang Bukan Angkat Senjata, Tapi Bangun Kesejahteraan</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 12:27:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[HUT Kemerdekaan RI ke-81, Rusydi Nasution: Perjuangan Sekarang Bukan Angkat Senjata, Tapi Bangun Kesejahteraan]]></title>
            <description><![CDATA[HUT Kemerdekaan RI ke81, Rusydi Nasution Perjuangan Sekarang Bukan Angkat Senjata, Tapi Bangun Kesejahteraan]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padangsidimpuan | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemerdekaan Republik Indonesia tidak cukup hanya diperingati dengan upacara, pengibaran bendera Merah Putih, maupun berbagai kegiatan seremonial setiap 17 Agustus. Lebih dari itu, kemerdekaan merupakan amanah yang harus terus diisi melalui kerja nyata, pengabdian, persatuan, serta perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pesan tersebut disampaikan salah seorang Pimpinan DPRD Padangsidimpuan, Rusydi Nasution, dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Rusydi, kemerdekaan yang dirasakan masyarakat Indonesia saat ini merupakan buah dari perjuangan panjang para pahlawan yang rela mengorbankan tenaga, pikiran, harta benda, bahkan nyawa demi mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Hari ini kita berdiri sebagai bangsa yang merdeka karena pengorbanan para pahlawan. Mereka memberikan jiwa, raga, bahkan kehidupan mereka demi satu cita-cita, yaitu Indonesia yang berdaulat, bersatu dan memiliki masa depan yang lebih baik,&quot; ujar Rusydi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menegaskan, bentuk perjuangan generasi saat ini tentu berbeda dengan perjuangan para pendahulu bangsa. Jika dahulu para pahlawan berjuang mengusir penjajah dengan senjata, maka tantangan bangsa Indonesia hari ini hadir dalam bentuk persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, ketimpangan, kemiskinan, hingga persoalan tata kelola pemerintahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, Rusydi menilai semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi keberanian untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Perjuangan kita hari ini bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah. Perjuangan kita adalah melawan kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, korupsi, kesenjangan dan berbagai persoalan yang masih menjadi tantangan bangsa,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pimpinan Partai Gerindra Padangsidimpuan itu mengatakan, masa depan Indonesia tidak boleh berhenti sebagai sebuah harapan. Masa depan harus dibangun secara bersama-sama melalui kerja keras, keberanian mengambil keputusan, persatuan dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap semangat tersebut juga tumbuh dari daerah, termasuk Kota Padangsidimpuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, kemerdekaan akan memiliki makna yang lebih besar apabila masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Dari Kota Padangsidimpuan, mari kita teguhkan semangat bahwa kemerdekaan harus menghadirkan kesejahteraan. Anak-anak kita harus mendapatkan pendidikan yang layak. Para pemuda harus memiliki kesempatan untuk berkarya. Para petani, pedagang, nelayan, pekerja dan seluruh masyarakat harus merasakan bahwa negara hadir dan bekerja untuk mereka,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rusydi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah. Perbedaan pilihan politik, pandangan maupun latar belakang merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baginya, persatuan menjadi modal utama dalam menjaga keberlangsungan pembangunan, khususnya di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Boleh berbeda pilihan dan pandangan, bahkan berbeda latar belakang. Tetapi ketika Merah Putih berkibar, kita adalah satu Indonesia,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain mengajak masyarakat menjaga persatuan, Rusydi juga mengingatkan pentingnya merawat demokrasi. Menurut dia, demokrasi harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menjadi sarana bersama dalam mencari solusi atas berbagai persoalan daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah persaudaraan, terlebih di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rusydi mendorong masyarakat untuk membangun daerah melalui semangat gotong royong. Pemerintah, wakil rakyat, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha dan seluruh elemen masyarakat dinilai memiliki peran masing-masing dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Persatuan harus kita rawat. Demokrasi harus kita jaga. Dan pembangunan daerah harus kita kerjakan bersama dengan semangat gotong royong,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan itu, Rusydi turut menyinggung peran politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menegaskan bahwa politik semestinya ditempatkan sebagai sarana untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar arena untuk mengejar kekuasaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, jabatan politik memiliki tanggung jawab besar karena setiap kebijakan yang diambil dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Politik harus menjadi jalan untuk menghadirkan pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rusydi optimistis Indonesia mampu melangkah menuju masa depan yang lebih maju apabila seluruh elemen bangsa memiliki komitmen yang sama untuk membangun negeri dan memastikan pembangunan tidak meninggalkan kelompok masyarakat mana pun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Saya percaya Indonesia hari ini sedang menapaki perjalanan besar menuju masa depan yang lebih maju. Tugas kita adalah memastikan perjalanan itu tidak meninggalkan rakyat,&quot; imbuhnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menutup pesannya dalam momentum HUT Kemerdekaan RI, Rusydi mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai energi dalam menghadapi tantangan masa kini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menekankan bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah yang dirayakan setiap tahun, melainkan tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui karya dan pengabdian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Dirgahayu Republik Indonesia. Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan karya, pengabdian dan keberanian. Merdeka bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk diisi dengan kerja nyata,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Merdeka! Merdeka! Merdeka!.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_260_HUT-Kemerdekaan-RI-ke-81--Rusydi-Nasution--Perjuangan-Sekarang-Bukan-Angkat-Senjata--Tapi-Bangun-Kesejahteraan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285327/hut-kemerdekaan-ri-ke81-rusydi-nasution-perjuangan-sekarang-bukan-angkat-senjata-tapi-bangun-kesejahteraan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pesan Kemerdekaan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky Noval di HUT RI ke-81: Jaga Kamtibmas, Tolak Hoaks dan Perkuat Persatuan</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 12:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pesan Kemerdekaan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky Noval di HUT RI ke-81: Jaga Kamtibmas, Tolak Hoaks dan Perkuat Persatuan]]></title>
            <description><![CDATA[Pesan Kemerdekaan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky Noval di HUT RI ke81 Jaga Kamtibmas, Tolak Hoaks dan Perkuat Persatuan]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padangsidimpuan | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semangat kemerdekaan Republik Indonesia tidak cukup hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai kegiatan seremonial. Bagi Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky, kemerdekaan harus diisi dengan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, tertib, damai, serta menjunjung tinggi persatuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Noval, kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan. Lebih dari itu, kemerdekaan merupakan kesempatan bagi seluruh elemen bangsa untuk membangun kehidupan yang lebih baik dengan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai, rasa aman menjadi salah satu fondasi penting dalam mengisi kemerdekaan. Sebab, kemerdekaan akan kehilangan maknanya apabila masyarakat masih dihantui rasa takut, mudah terpecah akibat perbedaan, maupun kehilangan kepercayaan terhadap sesama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,&quot; ujar AKBP Noval.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres Padangsidimpuan menyebut tantangan dalam menjaga persatuan dan keamanan masyarakat saat ini semakin beragam. Perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga dapat menjadi celah munculnya berbagai gangguan kamtibmas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ancaman terhadap persatuan bangsa, kata dia, tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan. Penyalahgunaan narkoba, kejahatan siber, penipuan digital, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi hingga provokasi di ruang digital juga berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Sikap kritis dan bijak dalam menggunakan media sosial dinilai penting untuk mencegah munculnya konflik yang berawal dari informasi palsu atau provokatif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Di tengah perkembangan zaman, kita harus semakin bijak menggunakan teknologi. Jangan sampai media sosial justru menjadi ruang untuk menyebarkan kebencian dan memecah persatuan,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Noval menegaskan bahwa nilai-nilai luhur bangsa harus terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari. Gotong royong, toleransi, musyawarah, kepedulian, kejujuran serta sikap saling menghormati menjadi modal sosial yang penting untuk menjaga keutuhan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kita harus kembali memperkuat nilai-nilai luhur bangsa, seperti gotong royong, toleransi, musyawarah, kepedulian, kejujuran, rasa hormat terhadap perbedaan, serta semangat persatuan dan kesatuan,&quot; tuturnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, keberagaman bukan alasan untuk saling menjauh. Justru perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun Padangsidimpuan sebagai kota yang harmonis dan memiliki kehidupan sosial yang kuat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semangat tersebut juga perlu ditanamkan kepada generasi muda. Di tengah derasnya pengaruh budaya global dan banjir informasi, anak-anak muda harus memiliki kemampuan untuk memilah informasi sekaligus memiliki karakter yang kuat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres menilai generasi muda tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik dan penguasaan teknologi. Mereka juga perlu memiliki integritas, rasa cinta tanah air, kepedulian sosial, serta kesadaran untuk menghargai perbedaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, kemerdekaan memberikan ruang yang luas kepada generasi penerus untuk berkreasi, berprestasi dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Generasi muda harus dibekali bukan hanya kecerdasan dan kemampuan teknologi, tetapi juga karakter, integritas, rasa cinta tanah air dan kepedulian terhadap sesama,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menambahkan, menjaga kemerdekaan pada masa kini memiliki bentuk yang jauh lebih luas. Tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan wilayah negara, tetapi juga menjaga persatuan di tengah masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai upaya yang dapat memecah belah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, AKBP Noval mengajak seluruh masyarakat Kota Padangsidimpuan untuk memperkuat kebersamaan dan berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat dapat terus ditingkatkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Mari kita bangun Padangsidimpuan sebagai kota yang aman, tertib, toleran dan penuh semangat kebersamaan. Aparatur negara hadir untuk menjaga keamanan, tetapi keamanan akan menjadi kuat apabila masyarakat ikut berpartisipasi aktif menjaganya,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Noval menekankan bahwa mengisi kemerdekaan bukan sekadar mengenang jasa para pahlawan. Semangat perjuangan harus diterjemahkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Cara kita mengisi kemerdekaan bukan sekadar mengenang perjuangan para pahlawan melalui acara yang sifatnya seremonial, tetapi meneruskan perjuangan itu dengan menciptakan lingkungan yang aman, masyarakat yang bersatu, generasi yang berkarakter, dan masa depan Indonesia yang lebih maju,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai pengingat untuk terus memperkuat persatuan dan menjaga kedamaian di Kota Padangsidimpuan.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_6769_Pesan-Kemerdekaan-AKBP-Noval-Nanusa-Gegoh-Desky-Noval-di-HUT-RI-ke-81--Jaga-Kamtibmas--Tolak-Hoaks-dan-Perkuat-Persatuan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285326/pesan-kemerdekaan-akbp-noval-nanusa-gegoh-desky-noval-di-hut-ri-ke81-jaga-kamtibmas-tolak-hoaks-dan-perkuat-persatuan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dwi-Kewarganegaraan dan Gagasan Besar Presiden Prabowo tentang Indonesia Global</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 09:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dwi-Kewarganegaraan dan Gagasan Besar Presiden Prabowo tentang Indonesia Global]]></title>
            <description><![CDATA[DwiKewarganegaraan dan Gagasan Besar Presiden Prabowo tentang Indonesia Global]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p>Jakarta | S24&lt;/p&gt; &lt;p&gt;</p><p>Ada satu gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di hadapan DPR/MPR yang layak dibaca melampaui soal paspor: kemungkinan Indonesia membuka kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi talenta tertentu yang dibutuhkan negara.</p><p>Gagasan itu menarik karena menyentuh sesuatu yang selama bertahun-tahun nyaris dianggap tabu dalam politik kewarganegaraan kita. Indonesia pada prinsipnya menganut kewarganegaraan tunggal. Pengecualian diberikan secara terbatas kepada anak dalam keadaan tertentu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.</p><p>Kini Presiden membuka ruang untuk memikirkan kembali batas tersebut.</p><p>Menurut saya, kata terpenting dari gagasan Presiden bukan "ganda", melainkan selektif. Di sanalah kepentingan nasional harus diletakkan. Indonesia tidak sedang menuju liberalisasi kewarganegaraan yang memungkinkan siapa saja mengoleksi paspor. Yang perlu dibangun justru sebuah rezim baru yang memungkinkan negara mempertahankan hubungan dengan manusia-manusia Indonesia yang tersebar di berbagai belahan dunia.</p><p>Dunia memang telah berubah.</p><p>Ilmuwan Indonesia bekerja di laboratorium terbaik di Amerika dan Eropa. Dokter spesialis berkarier di berbagai sistem kesehatan maju. Ahli kecerdasan artifisial, insinyur, akademisi, pengusaha, seniman, atlet, dan pesepak bola berdarah Indonesia berkembang di luar negeri. Sebagian masih WNI. Sebagian telah menjadi warga negara lain. Ada pula generasi kedua dan ketiga yang mempunyai hubungan darah dan kebudayaan dengan Indonesia, tetapi hubungan hukumnya semakin jauh.</p><p>Kita dapat memandang keadaan tersebut sebagai brain drain. Namun negara yang percaya diri seharusnya mempunyai strategi yang lebih cerdas: mengubah brain drain menjadi brain circulation, lalu brain gain.</p><p>Tidak semua diaspora harus dipaksa pulang.</p><p>Seorang ahli teknologi Indonesia yang bekerja di Silicon Valley dapat tetap memberi manfaat kepada Indonesia tanpa harus pindah ke Jakarta. Ilmuwan di Oxford dapat membangun kolaborasi dengan universitas Indonesia. Pengusaha diaspora dapat membawa investasi, jaringan pasar, dan teknologi. Atlet berdarah Indonesia dapat memperkuat prestasi nasional. Yang perlu dijaga adalah hubungan mereka dengan Republik.</p><p>Dalam perspektif itulah dwi-kewarganegaraan terbatas memiliki relevansi strategis.</p><p>Tetapi kewarganegaraan tidak boleh berubah menjadi hadiah bagi orang sukses. Negara harus mempunyai kriteria yang terang: talenta, kepentingan nasional, integritas, keamanan, dan kontribusi.</p><p>Talenta saja tidak cukup. Seorang profesional yang sangat pintar tetapi memiliki persoalan integritas tentu tidak layak memperoleh hak istimewa. Demikian pula seseorang yang mempunyai kapasitas luar biasa tetapi menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional.</p><p>Karena itu dibutuhkan pemeriksaan rekam jejak, integrity test, security clearance, ukuran kontribusi yang objektif, serta mekanisme evaluasi. Negara juga perlu memiliki kewenangan mencabut fasilitas jika diperoleh melalui manipulasi atau kemudian disalahgunakan.</p><p>Namun pintu yang dibuka Presiden sebaiknya tidak berhenti pada talenta.</p><p>Reformasi UU Kewarganegaraan dapat sekaligus menyelesaikan persoalan yang telah lama dihadapi keluarga Indonesia, terutama anak hasil perkawinan campuran.</p><p>Anak dari ayah WNI dan ibu WNA, atau sebaliknya, memiliki persoalan yang berbeda dengan diaspora profesional. Ikatannya dengan Indonesia tidak perlu dibuktikan melalui nilai investasi atau kemampuan teknologi. Hubungan itu lahir melalui darah, keluarga, bahasa, pengasuhan, dan identitas.</p><p>UU Nomor 12 Tahun 2006 telah memberikan kewarganegaraan ganda terbatas kepada kelompok anak tertentu. Setelah memasuki usia yang ditentukan undang-undang, mereka harus memilih salah satu kewarganegaraan.</p><p>Ketentuan ini pantas dievaluasi.</p><p>Kita perlu bertanya apakah negara masih harus memaksa seorang anak meninggalkan salah satu bagian identitas hukumnya hanya karena ia telah dewasa. Apalagi usia ketika kewajiban memilih muncul justru berdekatan dengan fase ketika seseorang mulai kuliah, memasuki dunia profesional, membangun jaringan, dan menemukan kapasitas terbaiknya.</p><p>Jangan sampai Indonesia melindungi mereka ketika kecil, lalu kehilangan mereka ketika mulai produktif.</p><p>Ada pula kelompok yang sering luput dari percakapan publik: anak dari ayah dan ibu yang sama-sama WNI tetapi lahir di negara yang memberikan kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran.</p><p>Anak semacam ini memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui hubungan darah atau ius sanguinis. Pada saat bersamaan, hukum negara tempat ia lahir dapat memberinya kewarganegaraan berdasarkan ius soli.</p><p>Kewarganegaraan gandanya bukan akibat perkawinan campuran. Ia lahir dari pertemuan dua sistem hukum.</p><p>Masuk akalkah jika seorang anak yang ayahnya WNI, ibunya WNI, keluarganya Indonesia, kemudian harus kehilangan hubungan hukum dengan Indonesia ketika dewasa hanya karena tempat kelahirannya memberinya kewarganegaraan lain?</p><p>Pertanyaan ini harus mendapatkan jawaban dalam reformasi mendatang.</p><p>Tetapi kita juga jangan terjebak menganggap kewarganegaraan sebagai solusi bagi seluruh hubungan manusia dengan Indonesia. Tidak semua pasangan WNA dari WNI, eks-WNI, atau keturunan Indonesia memerlukan paspor Indonesia.</p><p>Sebagian hanya membutuhkan kepastian bahwa mereka dapat tinggal bersama keluarganya di Indonesia secara mudah, legal, dan berkelanjutan.</p><p>Di sinilah instrumen keimigrasian seperti Global Citizen of Indonesia menjadi penting.</p><p>GCI dan dwi-kewarganegaraan harus ditempatkan pada ruang yang berbeda. GCI adalah jembatan keimigrasian. <a href="https://www.sumut24.co/tag/dwi/" target="_blank">Dwi</a>-kewarganegaraan merupakan reformasi hukum kewarganegaraan. Seseorang dapat mempunyai hubungan sangat kuat dengan Indonesia tanpa harus menjadi warga negara.</p><p>Dengan cara pandang demikian, Indonesia dapat membangun arsitektur yang lebih masuk akal: jalur kewarganegaraan ganda bagi talenta strategis; perlindungan berbeda bagi anak perkawinan campuran; kepastian bagi anak dua orang tua WNI yang memperoleh kewarganegaraan lain karena kelahiran; serta izin tinggal jangka panjang dan penyatuan keluarga bagi kelompok yang tidak memerlukan status WNI.</p><p>Tentu ada soal sensitif yang harus dibereskan.</p><p>Bagaimana hak memilih dan dipilih? Bagaimana jika pemegang kewarganegaraan ganda ingin menjadi pejabat publik? Apakah ia dapat bekerja di sektor pertahanan, intelijen, atau bidang yang memberikan akses terhadap rahasia negara? Bagaimana perpajakan, kepemilikan aset, perlindungan diplomatik, serta kemungkinan kewajiban militer kepada negara lain?</p><p>Semua itu harus dirumuskan sebelum kebijakan berlaku.</p><p>Untuk jabatan tertentu yang langsung bersentuhan dengan kedaulatan dan keamanan, negative list dapat dipertimbangkan. Tetapi pembatasannya harus proporsional, mempunyai alasan yang dapat diuji, serta tetap tunduk kepada konstitusi. Selektivitas jangan berubah menjadi ruang diskresi tanpa ukuran.</p><p>Gagasan Presiden Prabowo akhirnya memberi kita kesempatan melihat kewarganegaraan dari sudut yang lebih luas.</p><p>Selama ini kita terlalu mudah mengidentikkan nasionalisme dengan keberadaan fisik. Seolah-olah menjadi bagian Indonesia mensyaratkan seseorang harus tinggal di Indonesia sepanjang hidupnya. Padahal zaman telah melahirkan manusia dengan mobilitas yang jauh lebih tinggi.</p><p>Seorang anak Indonesia dapat lahir di New York, belajar di London, bekerja di Singapura, menikah di Melbourne, tetapi tetap menjadikan Indonesia sebagai bagian penting dari identitas dan masa depannya.</p><p>Indonesia tidak perlu takut terhadap kenyataan itu.</p><p>Justru tantangannya adalah menciptakan hukum yang mampu mengikuti mobilitas manusianya tanpa mengendurkan kedaulatan negara.</p><p>Pidato Presiden telah membuka sebuah pintu. Jangan mempersempitnya menjadi sekadar urusan naturalisasi pesepak bola atau cara memulangkan talenta diaspora. Ini dapat menjadi kesempatan menata kembali hubungan Indonesia dengan jutaan manusia yang hidup dalam keluarga dan jaringan global.</p><p>Pada abad ke-21, kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh manusia yang berada di dalam wilayahnya. Ia juga ditentukan oleh kemampuan negara mempertahankan ikatan dengan manusianya di seluruh dunia.</p><p>Indonesia harus mampu menjadi global tanpa kehilangan Indonesia.</p><p>Terbuka, tetapi selektif. Memberikan ruang, tetapi tetap mempunyai pagar. Menjaga keluarga sekaligus menjaga kedaulatan.</p><p><a href="https://www.sumut24.co/tag/dwi/" target="_blank">Dwi</a>-kewarganegaraan terbatas, jika dirancang dengan tepat, bukan cerita tentang dua paspor. Ia adalah cerita tentang bagaimana Republik mempertahankan manusia-manusia terbaiknya agar, sejauh apa pun mereka pergi, Indonesia tetap menjadi bagian dari rumah mereka.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_4509_Dwi-Kewarganegaraan-dan-Gagasan-Besar-Presiden-Prabowo-tentang-Indonesia-Global.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285324/dwikewarganegaraan-dan-gagasan-besar-presiden-prabowo-tentang-indonesia-global/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Peringati HUT Kemerdekaan RI ke 81,  TPI Medan Berdiri Sejak 1 Mei 1950, Terus Berjuang Mencerdaskan Generasi Bangsa</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 09:44:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Peringati HUT Kemerdekaan RI ke 81,  TPI Medan Berdiri Sejak 1 Mei 1950, Terus Berjuang Mencerdaskan Generasi Bangsa]]></title>
            <description><![CDATA[Peringati HUT Kemerdekaan RI ke 81, TPI Medan Berdiri Sejak 1 Mei 1950, Terus Berjuang Mencerdaskan Generasi Bangsa]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN &mdash; Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam perjuangan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia melalui pendidikan, pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan dan pengabdian kepada masyarakat.<p></p><p>Pesan tersebut disampaikan Ketua I dan II TPI Medan, H. Ikrom Helmi Nasution, dalam rangkaian pe<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a>ngatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar keluarga besar TPI Medan, Senin (17/8).</p><p>Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur&#039;an oleh siswa sebelum pelaksanaan upacara. Nuansa religius tersebut menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan harus berjalan be<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a><a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a>ngan dengan penguatan iman, ilmu pengetahuan dan akhlak generasi muda.</p><p>Dalam Amanat Kemenag RI, H. Ikrom Helmi Nasution membacakan,  bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan buah perjuangan panjang para pahlawan yang mengorbankan tenaga, pikiran, harta, bahkan jiwa dan raga.</p><p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/82aa4b0af34c2313a562076992e50aa3_1001327828.jpg"><br></p><p>Karena itu, generasi saat ini memiliki kewajiban moral untuk meneruskan perjuangan tersebut melalui karya, pendidikan dan pengabdian yang membe<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a>kan manfaat bagi masyarakat.</p><p>"Tugas kita ha<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a> ini bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah, tetapi bagaimana mengisi kemerdekaan dengan pendidikan, ilmu pengetahuan, akhlak dan karya nyata," ujarnya.</p><p>TPI Berdi<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a> Sejak 1 Mei 1950</p><p>H. Ikrom juga mengingatkan sejarah panjang Taman Pendidikan Islam yang berdi<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a> pada 1 Mei 1950. Kehadiran TPI sejak masa awal kemerdekaan menunjukkan bahwa perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa juga dilakukan melalui jalur pendidikan.</p><p>Menurutnya, pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk manusia yang be<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a>man, berakhlak dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.</p><p>"Pendidikan adalah salah satu jalan utama untuk mengisi kemerdekaan. Kemerdekaan harus mampu melahirkan manusia yang cerdas, berkarakter, berakhlak dan mampu membe<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a>kan manfaat bagi bangsa," katanya.</p><p>Ia menegaskan, makna kemerdekaan tidak boleh berhenti pada terbebasnya bangsa da<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a> penjajahan fisik. Kemerdekaan juga harus menjadi perjuangan untuk membebaskan masyarakat da<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a> kebodohan, keterbelakangan dan berbagai persoalan sosial.</p><p>Teknologi Harus Memperkuat Persatuan</p><p>Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, H. Ikrom mengingatkan pentingnya membangun kemampuan literasi sekaligus karakter generasi muda.</p><p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/7e7757b1e12abcb736ab9a754ffb617a_1001327826.jpg"><br></p><p>Menurutnya, teknologi seharusnya menjadi alat untuk mendekatkan manusia, memperluas ilmu pengetahuan dan meningkatkan kesejahteraan.</p><p>Namun, teknologi tidak boleh disalahgunakan menjadi sarana penyebaran kebencian, kebohongan, fitnah maupun informasi yang memecah persatuan.</p><p>"Jangan sampai teknologi yang seharusnya mendekatkan manusia justru menyebarkan kebencian dan kebohongan," tegasnya.</p><p>Karena itu, penguatan pendidikan agama dinilai semakin penting sebagai benteng moral generasi muda.</p><p>Anak-anak, katanya, harus mampu menguasai teknologi, tetapi tetap memiliki hati nurani, akhlak dan tanggung jawab dalam menggunakannya.</p><p><br>Dalam upacara tersebut, H. Ikrom Helmi Nasution juga membacakan amanat Mente<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a> Agama Republik Indonesia sebagai bagian da<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a> rangkaian pe<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a>ngatan kemerdekaan.</p><p>Pesan tersebut menekankan bahwa pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga membutuhkan penguatan nilai agama, kemanusiaan, persatuan dan karakter.</p><p>H. Ikrom mengajak seluruh keluarga besar TPI Medan menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai sarana memperkuat komitmen dalam membe<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a>kan pendidikan terbaik kepada generasi penerus.</p><p>Kepada para siswa, ia berpesan agar belajar sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, mencintai agama dan tanah air, serta menggunakan teknologi untuk hal-hal positif.</p><p>"Jadilah generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga benar. Tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak. Dan tidak hanya mengejar keberhasilan p<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a>badi, tetapi mampu membe<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a>kan manfaat bagi masyarakat," pesannya.</p><p>Kemerdekaan Harus Membe<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a>kan Manfaat bagi Rakyat</p><p>Lebih jauh, H. Ikrom menekankan bahwa kemerdekaan harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat.</p><p>Pembangunan, pendidikan dan pelayanan publik, menurutnya, harus benar-benar bero<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a>entasi pada kepentingan rakyat.</p><p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/069059b7ef840f0c74a814ec9237b6ec_1001327813.jpg"><br></p><p>Sebab, kemerdekaan akan kehilangan makna apabila masih ada masyarakat yang tertinggal dalam pendidikan, kesulitan memperoleh pelayanan yang layak atau tidak mendapatkan kesempatan meningkatkan kesejahteraannya.</p><p>Untuk itu, dunia pendidikan harus menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa.</p><p>TPI Medan, kata H. Ikrom, akan terus mengambil bagian dalam perjuangan tersebut dengan memperkuat pendidikan Islam dan membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu, iman, akhlak, nasionalisme dan kepedulian sosial.</p><p>Pe<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a>ngatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi momentum bagi keluarga besar TPI Medan untuk kembali meneguhkan semangat perjuangan.</p><p>Kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni. Kemerdekaan harus diisi dengan ilmu, iman, persatuan dan karya nyata yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.</p><p>"Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Ma<a href="https://www.sumut24.co/tag/ri/" target="_blank">ri</a> kita isi kemerdekaan dengan pendidikan dan karya. Merdeka!" pungkas H. Ikrom Helmi Nasution.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_2715_Peringati-HUT-Kemerdekaan-RI-ke-81---TPI-Medan-Berdiri-Sejak-1-Mei-1950--Terus-Berjuang-Mencerdaskan-Generasi-Bangsa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285321/peringati-hut-kemerdekaan-ri-ke-81-tpi-medan-berdiri-sejak-1-mei-1950-terus-berjuang-mencerdaskan-generasi-bangsa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Renungan Suci HUT Ke-81 RI, Bobby Nasution Tegaskan Semangat Pahlawan Jadi Kompas Pembangunan Sumut</guid>
            <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 08:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Renungan Suci HUT Ke-81 RI, Bobby Nasution Tegaskan Semangat Pahlawan Jadi Kompas Pembangunan Sumut]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  MedanGubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan semangat, keberanian, dan ketulusan para pahlawan ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Medan</p><br></p>Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan semangat, keberanian, dan ketulusan para pahlawan harus menjadi kompas dalam melanjutkan pembangunan di Sumatera Utara. Hal itu disampaikannya usai menghadiri Upacara Kehormatan Ziarah Nasional dan Renungan Suci dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.</p><br></p>Menurut Bobby Nasution, nilai-nilai perjuangan para pahlawan harus terus menjadi inspirasi untuk bekerja keras, menjaga persatuan, serta memberikan yang terbaik demi kebahagiaan dan kemajuan nusa serta bangsa.</p><br></p>"Upacara kehormatan, ziarah nasional, dan renungan suci ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum bagi kita untuk merenungkan kembali besarnya pengorbanan para pahlawan bangsa," katanya.</p><br></p>Upacara yang berlangsung khidmat di Taman Makam Pahlawan, Jalan SM Raja, Medan, Senin (17/8/2026) dini hari itu dipimpin Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa selaku Inspektur Upacara.</p><br></p>Dalam naskah renungan suci yang dibacakannya, ditegaskan komitmen bersama untuk melanjutkan cita-cita perjuangan para pendahulu demi kebahagiaan nusa dan bangsa. Perjuangan para pahlawan menjadi teladan sekaligus jalan pengabdian yang harus terus dilanjutkan oleh generasi penerus. Upacara diakhiri dengan doa bersama agar arwah para pahlawan diterima dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.</p><br></p>Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sumut, serta instansi terkait lainnya. (Rel)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_4264_Renungan-Suci-HUT-Ke-81-RI--Bobby-Nasution-Tegaskan-Semangat-Pahlawan-Jadi-Kompas-Pembangunan-Sumut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/umum/285308/renungan-suci-hut-ke81-ri-bobby-nasution-tegaskan-semangat-pahlawan-jadi-kompas-pembangunan-sumut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Inflasi Sumut Tinggi, Tanggung Jawab Siapa? Sutrisno Pangaribuan Soroti Pencopotan Kabiro Perekonomian</guid>
            <pubDate>Sun, 16 Aug 2026 22:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Inflasi Sumut Tinggi, Tanggung Jawab Siapa? Sutrisno Pangaribuan Soroti Pencopotan Kabiro Perekonomian]]></title>
            <description><![CDATA[Inflasi Sumut Tinggi, Tanggung Jawab Siapa? Sutrisno Pangaribuan Soroti Pencopotan Kabiro Perekonomian]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN &mdash; Tingginya tingkat inflasi di Sumatera Utara kembali menjadi sorotan. Direktur Indonesian Government Watch (IGoWa) yang juga Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, mempertanyakan pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kinerja pengendalian inflasi di Sumut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sorotan itu disampaikan Sutrisno menyusul pencopotan Poppy Marulita Hutagalung dari jabatan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut. Menurutnya, menjadikan Kepala Biro Perekonomian sebagai pihak yang bertanggung jawab tunggal atas persoalan inflasi merupakan langkah yang tidak tepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sutrisno merujuk pada Perda Nomor 10 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Perda Nomor 8 Tahun 2022 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Sumatera Utara. Dalam regulasi tersebut, Biro Perekonomian berada di bawah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kalau persoalannya adalah pengendalian inflasi, harus dilihat secara utuh bagaimana struktur, kewenangan dan mekanisme kerja Tim Pengendalian <a href="https://www.sumut24.co/tag/inflasi/" target="_blank">Inflasi</a> Daerah (TPID). Jangan kemudian satu pejabat dijadikan kambing hitam," kata Sutrisno.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Sutrisno, TPID Sumut memiliki struktur kepemimpinan yang menempatkan Gubernur Sumatera Utara sebagai pembina/pengarah utama, sementara Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah menjalankan fungsi koordinasi. Kepala Biro Perekonomian berperan sebagai unsur pelaksana harian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, kata dia, keberhasilan maupun kegagalan pengendalian inflasi tidak dapat dibebankan hanya kepada Kepala Biro Perekonomian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kalau kinerja TPID dianggap buruk, maka evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh. Gubernur sebagai pembina dan pengarah utama TPID tentu memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar dalam memastikan seluruh perangkat daerah bekerja secara terpadu," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan Jadikan Pejabat Sebagai Kambing Hitam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sutrisno juga mengingatkan bahwa tugas Kepala Biro Perekonomian bukan mengambil alih seluruh kewenangan kepala daerah dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabiro Perekonomian, jelasnya, bertugas membantu Asisten Perekonomian dan Pembangunan dalam mengoordinasikan perumusan kebijakan, pembinaan, pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di bidang perekonomian daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jadi harus dipahami tupoksinya. Kabiro adalah bagian dari sistem birokrasi. Ia bukan pengambil keputusan tunggal mengenai kebijakan ekonomi daerah," tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia meminta Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution memberikan penjelasan objektif kepada publik mengenai alasan pencopotan Poppy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Sutrisno, istilah "penilaian akumulatif" harus disertai indikator dan hasil evaluasi yang jelas agar tidak menimbulkan kesan bahwa pergantian pejabat dilakukan berdasarkan penilaian subjektif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kalau memang ada kinerja yang buruk, buka indikatornya. Apa target yang tidak tercapai, apa evaluasinya, apa pelanggarannya dan apa rekomendasi tim penilai. Publik berhak mendapatkan penjelasan yang objektif," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Poppy Dinilai Memiliki Kapasitas Perencana&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sutrisno mengaku pernah bermitra dengan Poppy ketika yang bersangkutan masih menjadi staf di Bappeda Sumut. Ia menilai Poppy memiliki kemampuan dalam bidang perencanaan pembangunan dan tata ruang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia bahkan menyebut Poppy pernah menjadi salah satu personel yang diandalkan Pemprov Sumut dalam pembahasan Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dalam rapat-rapat bersama legislatif saat itu, Poppy yang masih staf Bappeda mampu menjadi juru bicara Bappeda. Itu menunjukkan kapasitas teknis dan penguasaan materi yang dimilikinya," ujar Sutrisno.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, apabila Poppy dianggap kurang sesuai menduduki jabatan Kepala Biro Perekonomian, Sutrisno menyarankan agar kompetensinya tetap dimanfaatkan untuk posisi yang sesuai dengan latar belakang dan pengalamannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kalau dianggap kurang tepat sebagai Kabiro Perekonomian, mestinya ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kompetensinya. Misalnya pada bidang perencanaan pembangunan, bukan justru ditempatkan sebagai Kepala Bidang Peternakan," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sutrisno bahkan membandingkan dengan kebijakan pada era Gubernur Edy Rahmayadi yang pernah menempatkan Dr. Naslindo Sirait sebagai Kepala Biro Perekonomian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diduga Bersih-bersih Pejabat Era Edy&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih jauh, Sutrisno menduga pencopotan Poppy tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan kinerja pengendalian inflasi. Ia menduga terdapat kecenderungan untuk melakukan pergantian terhadap pejabat yang berasal dari era pemerintahan sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Poppy bisa saja menjadi sasaran antara dari sebuah skenario yang lebih besar, yakni membersihkan pejabat yang dianggap sebagai warisan pemerintahan sebelumnya," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, ia menegaskan dugaan tersebut harus dibuktikan dengan fakta dan mekanisme pemerintahan yang transparan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, pergantian pejabat merupakan kewenangan kepala daerah sepanjang dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, berbasis evaluasi yang objektif, serta tidak didasarkan pada suka atau tidak suka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kalau pergantian hanya berdasarkan like or dislike, ini berbahaya bagi birokrasi. Pemerintahan membutuhkan profesionalisme, bukan loyalitas personal," tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sutrisno juga meminta Bobby Nasution tidak menjadikan persoalan kecil sebagai panggung pencitraan, tetapi lebih fokus membenahi persoalan substansial seperti stabilitas harga pangan, distribusi komoditas, daya beli masyarakat dan koordinasi lintas daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jangan sampai pemerintah sibuk dengan gimik, sementara masyarakat menghadapi harga kebutuhan pokok yang tinggi. Yang dibutuhkan rakyat adalah harga yang stabil dan kebijakan ekonomi yang nyata," pungkas Sutrisno.rel&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_778_Inflasi-Sumut-Tinggi--Tanggung-Jawab-Siapa--Sutrisno-Pangaribuan-Soroti-Pencopotan-Kabiro-Perekonomian.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285303/inflasi-sumut-tinggi-tanggung-jawab-siapa-sutrisno-pangaribuan-soroti-pencopotan-kabiro-perekonomian/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Apresiasi Pelanggan Setia MyPertamina Lewat Aktivasi Menarik di SPBU</guid>
            <pubDate>Sun, 16 Aug 2026 20:37:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Apresiasi Pelanggan Setia MyPertamina Lewat Aktivasi Menarik di SPBU]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co MEDAN, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke81 Republik Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menghadir]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -MEDAN, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, PT <a href="https://www.sumut24.co/tag/pertamina/" target="_blank">Pertamina</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/patra/" target="_blank">Patra</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/niaga/" target="_blank">Niaga</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/regional/" target="_blank">Regional</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumbagut/" target="_blank">Sumbagut</a> menghadirkan rangkaian program apresiasi pelanggan di SPBU melalui Promo Tarik Benang dan Aktivasi Tebus Murah. Program ini diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan kepada pelanggan setia <a href="https://www.sumut24.co/tag/pertamina/" target="_blank">Pertamina</a> sekaligus untuk menyemarakkan suasana kemerdekaan di berbagai wilayah operasional <a href="https://www.sumut24.co/tag/regional/" target="_blank">Regional</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumbagut/" target="_blank">Sumbagut</a>.</p>Area Manager Communication, Relations &amp; CSR <a href="https://www.sumut24.co/tag/pertamina/" target="_blank">Pertamina</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/patra/" target="_blank">Patra</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/niaga/" target="_blank">Niaga</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/regional/" target="_blank">Regional</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumbagut/" target="_blank">Sumbagut</a>, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan bahwa kedua program tersebut merupakan bagian dari upaya <a href="https://www.sumut24.co/tag/pertamina/" target="_blank">Pertamina</a> untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dekat, menyenangkan, dan bermanfaat bagi pelanggan di momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.</p>"HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi momen yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dan memberikan apresiasi kepada pelanggan yang telah setia menggunakan produk dan layanan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pertamina/" target="_blank">Pertamina</a>. Melalui Promo Tarik Benang dan Aktivasi Tebus Murah, kami ingin menghadirkan suasana kemerdekaan yang lebih meriah di SPBU sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ujar Fahrougi.</p>Promo Tarik Benang akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 di 6 SPBU yang berada di Kota Banda Aceh, Kota Medan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Pekanbaru, Kota Batam, dan Kota Padang. <a href="https://www.sumut24.co/tag/pelanggan/" target="_blank">Pelanggan</a> yang melakukan transaksi pembelian Pertamax Series dan Dex Series menggunakan aplikasi My<a href="https://www.sumut24.co/tag/pertamina/" target="_blank">Pertamina</a> di SPBU akan berkesempatan untuk mengikuti permainan tarik benang dan memperoleh berbagai hadiah menarik secara langsung.</p>Sementara itu, Aktivasi Tebus Murah juga akan digelar pada 17 Agustus 2026 di 11 titik yang tersebar di Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh paket sembako dengan harga khusus menggunakan aplikasi My<a href="https://www.sumut24.co/tag/pertamina/" target="_blank">Pertamina</a>, sebagai bentuk dukungan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pertamina/" target="_blank">Pertamina</a> dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi pelanggan.</p>Fahrougi menambahkan bahwa kedua program tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga merupakan upaya <a href="https://www.sumut24.co/tag/pertamina/" target="_blank">Pertamina</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/patra/" target="_blank">Patra</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/niaga/" target="_blank">Niaga</a> dalam mendorong pemanfaatan layanan digital melalui aplikasi My<a href="https://www.sumut24.co/tag/pertamina/" target="_blank">Pertamina</a> serta penggunaan produk-produk berkualitas <a href="https://www.sumut24.co/tag/pertamina/" target="_blank">Pertamina</a>. <br>"Kami berharap rangkaian program ini dapat memperkuat kedekatan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pertamina/" target="_blank">Pertamina</a> dengan pelanggan dan masyarakat. Selain memberikan pengalaman yang menyenangkan, kami ingin masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari berbagai layanan dan program yang dihadirkan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pertamina/" target="_blank">Pertamina</a> di SPBU," tutup Fahrougi.</p>Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme program, lokasi SPBU peserta, serta syarat dan ketentuan masing-masing program dapat diakses melalui aplikasi My<a href="https://www.sumut24.co/tag/pertamina/" target="_blank">Pertamina</a> dan media sosial resmi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pertamina/" target="_blank">Pertamina</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/patra/" target="_blank">Patra</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/niaga/" target="_blank">Niaga</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/regional/" target="_blank">Regional</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/sumbagut/" target="_blank">Sumbagut</a>. (C04)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_3031_Pertamina-Patra-Niaga-Regional-Sumbagut-Apresiasi-Pelanggan-Setia-MyPertamina-Lewat-Aktivasi-Menarik-di-SPBU.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285302/pertamina-patra-niaga-regional-sumbagut-apresiasi-pelanggan-setia-mypertamina-lewat-aktivasi-menarik-di-spbu/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT</guid>
            <pubDate>Sun, 16 Aug 2026 20:33:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co DEPOK, PT PLN (Persero) terus memperkuat sistem kelistrikan nasional guna mendukung seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahu]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -DEPOK, PT <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> (Persero) terus memperkuat sistem kelistrikan nasional guna mendukung seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Direktur Utama <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a>, Darmawan Prasodjo, bersama jajaran Direksi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> turun langsung mengawal kesiapan kelistrikan di berbagai lokasi Indonesia.</p>Dalam konferensi pers yang dilakukan dari <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> Unit Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Barat, Manggarai Barat, yang juga terhubung secara _online_ dengan jajaran Direksi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> di <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat, pada Sabtu malam (15/8/2026), Darmawan mengatakan bahwa <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> melaksanakan pengamanan sistem kelistrikan secara menyeluruh.</p>&quot;Sejak awal Agustus, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> sudah bergerak _full_. Kami sudah cek satu per satu, mulai dari pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, sampai jaringan distribusi dan jalur di sekitar lokasi kegiatan. Kami kerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk memastikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan lancar,&quot; tutur Darmawan.</p>Darmawan menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. Menurutnya, dukungan dan koordinasi lintas kementerian serta lembaga menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan kelistrikan nasional.</p>&quot;Dukungan penuh dari Pemerintah membuat kami bisa bergerak lebih kuat. Kami ingin memastikan setiap titik yang mendukung upacara dan rangkaian peringatan kemerdekaan, baik di tingkat nasional maupun daerah, listriknya andal dan tercukupi,&quot; katanya.</p>Secara nasional, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> memproyeksikan beban puncak kelistrikan pada 17 Agustus 2026 mencapai 42,6 gigawatt (GW). Sementara itu, daya mampu pembangkit mencapai 51,6 GW, sehingga tersedia cadangan daya yang mencukupi sebesar 9 GW atau sekitar 21,1 persen.</p>"Saat ini seluruh unit <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus," tegas Darmawan.</p>Kesiapan tersebut diperkuat dengan 1.517 unit genset, 559 unit _Uninterruptible Power Supply_ (UPS), dan 1.286 unit gardu bergerak sebagai cadangan pasokan listrik. Untuk mempercepat penanganan di lokasi, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> juga menyiagakan 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk _crane_, 3.424 mobil operasional, serta 3.583 motor operasional.</p>"Seluruh sumber daya dipersiapkan dengan matang di berbagai titik. Khusus untuk rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkat, yang meliputi pembangkit, penyulang, sistem digital _Supervisory Control and Data Acquisition_ (SCADA), UPS, hingga genset," tambahnya.</p>Darmawan menegaskan, kesiapsiagaan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> tidak hanya difokuskan pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga mencakup respons cepat terhadap kondisi kelistrikan di berbagai wilayah. Salah satunya, sistem kelistrikan Kalimantan yang sebelumnya mengalami gangguan pada sisi pembangkit, kini telah pulih bertahap.</p>&quot;Untuk sistem Kalimantan yang sempat mengalami gangguan pembangkit, hari ini sudah berangsur pulih. Ada tambahan pasokan dari dua pembangkit sehingga sistem Kalimantan semakin kuat dan membaik, kami akan terus kawal,&quot; kata Darmawan.</p>Di sisi lain, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> juga bergerak cepat melakukan pemulihan pascagempa yang terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Begitu gempa terjadi, petugas <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> langsung diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap infrastruktur kelistrikan yang terdampak.</p>&quot;Begitu gempa terjadi di Flores, NTT, tim <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> langsung bergerak. Tidak menunggu. Apa yang bisa langsung diperbaiki, baik gardu induk, jaringan distribusi, maupun fasilitas lainnya, langsung kami kerjakan. Pemulihan terus kami kejar. Alhamdulillah, sore tadi 11 gardu induk yang terdampak sudah kembali bertegangan, selanjutnya proses penormalan dilakukan secara bertahap hingga ke pelanggan,&quot; ujar Darmawan.</p>Dalam proses pemulihan tersebut, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri. Sejumlah lokasi masih menghadapi kendala akses akibat kondisi pascagempa, namun <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> mengupayakan pemulihan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat.</p>&quot;Ini adalah momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan itu kami lanjutkan melalui pengabdian kami. <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> hari ini _all out_, fokus total. Kami siap mengawal kelistrikan HUT ke-81 RI di seluruh tanah air,&quot; pungkas Darmawan. (C04)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_5275_Dirut-PLN-Kawal-Langsung-Kelistrikan-Nasional-Jelang-HUT-ke-81-Kemerdekaan-RI-dari-Posko-NTT.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285301/dirut-pln-kawal-langsung-kelistrikan-nasional-jelang-hut-ke81-kemerdekaan-ri-dari-posko-ntt/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>