<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Sun, 21 Jun 2026 21:05:09 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Propam Polres Asahan Usut Isu Viral, Anggota Sat Narkoba Dinyatakan Tidak Terlibat Peredaran Pod Getar</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 21:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Propam Polres Asahan Usut Isu Viral, Anggota Sat Narkoba Dinyatakan Tidak Terlibat Peredaran Pod Getar]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN , Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Asahan bertindak cepat menanggapi maraknya informasi dan rekaman video yan]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN , Seksi Profesi dan Pengamanan (<a href="https://www.sumut24.co/tag/propam/" target="_blank">Propam</a>) <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> bertindak cepat menanggapi maraknya informasi dan rekaman video yang tersebar luas di media sosial. Isu tersebut sempat mengaitkan seorang personel Satuan Reserse Narkoba dengan dugaan keterlibatan dalam peredaran pod getar.</p>Langkah pengecekan dilakukan pada malam Sabtu, 20 Juni 2026. Dipimpin langsung oleh Kepala Seksi <a href="https://www.sumut24.co/tag/propam/" target="_blank">Propam</a>, IPTU P.S. Naibaho, S.E., tim bersama Kepala Unit Pembinaan dan Pengamanan Internal (Paminal) melakukan pemeriksaan mendalam terhadap Brigadir Dimas Abhimanyu Sunandar. Proses klarifikasi juga melibatkan istri yang juga anggota Polri, Brigadir Asmida Winta, serta saksi bernama Fahira Sihombing.</p>Dari hasil penelusuran terungkap fakta bahwa foto yang menjadi dasar isu tersebut sesungguhnya diambil pada 20 Mei 2026. Saat itu Brigadir Dimas beserta istri menghadiri acara pemberian kue ulang tahun di kediaman Fahira Sihombing di wilayah Siumbut-umbut. Kegiatan itu murni merupakan pertemuan pertemanan biasa, bukan aktivitas yang melanggar hukum.</p>Sementara itu, terkait video yang memperlihatkan seseorang menggunakan pod getar, tim pemeriksa memastikan bahwa sosok dalam rekaman tersebut adalah seorang perempuan bernama Vina Sihombing. Tidak ditemukan bukti fisik maupun keterangan saksi yang menghubungkan Brigadir Dimas dengan isi maupun aktivitas yang terekam dalam video tersebut.</p>Sebagai langkah verifikasi tambahan, tim juga melakukan tes urine terhadap Brigadir Dimas, dan hasilnya menyatakan negatif dari kandungan zat narkotika. Penelusuran lebih lanjut juga menunjukkan bahwa Vina Sihombing saat ini sedang menjalani program pemulihan di Panti Rehabilitasi Narkoba Amanah.</p>Berdasarkan seluruh rangkaian pemeriksaan, keterangan saksi, serta hasil tes kesehatan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/propam/" target="_blank">Propam</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> mengambil kesimpulan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi maupun bukti yang mengaitkan Brigadir Dimas Abhimanyu Sunandar dengan peredaran pod getar maupun aktivitas dalam video yang beredar.</p>Meskipun demikian, proses pendalaman masih berlanjut. Tim akan meminta keterangan langsung dari Vina Sihombing untuk melengkapi data dan memastikan seluruh informasi yang berkembang di masyarakat dapat dijelaskan secara objektif, transparan, dan bertanggung jawab.</p>Pihak <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> menegaskan komitmennya untuk selalu menangani setiap informasi atau laporan yang masuk dengan sungguh-sungguh. Institusi Polri tidak akan melindungi anggotanya jika terbukti bersalah, namun juga akan melindungi nama baik personel yang tidak terlibat, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kepolisiaan. (tec)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_9655_Propam-Polres-Asahan-Usut-Isu-Viral--Anggota-Sat-Narkoba-Dinyatakan-Tidak-Terlibat-Peredaran-Pod-Getar.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/283562/propam-polres-asahan-usut-isu-viral-anggota-sat-narkoba-dinyatakan-tidak-terlibat-peredaran-pod-getar/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dunia Pendidikan Asahan Menangis, Gedung Sekolah Lapuk Bertahun-Tahun Belum Ada Perbaikan</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 20:52:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dunia Pendidikan Asahan Menangis, Gedung Sekolah Lapuk Bertahun-Tahun Belum Ada Perbaikan]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN, Ketimpangan kondisi sarana pendidikan di Kabupaten Asahan semakin terasa nyata. Sekolahsekolah di kawasan perkotaan tam]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN, Ketimpangan kondisi sarana pendidikan di Kabupaten Asahan semakin terasa nyata. <a href="https://www.sumut24.co/tag/sekolah/" target="_blank">Sekolah</a>-sekolah di kawasan perkotaan tampak megah, tertata rapi, dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Sebaliknya, nasib sekolah di wilayah pedesaan justru memprihatinkan, bangunan rusak parah, berisiko membahayakan keselamatan, dan bertahun-tahun tak tersentuh bantuan perbaikan.</p>Salah satu contoh nyata terjadi di SD Negeri 015893 yang berlokasi di Desa Air Putih, Kecamatan Meranti. Menurut keterangan Kepala <a href="https://www.sumut24.co/tag/sekolah/" target="_blank">Sekolah</a>, Hamidah, kepada wartawan pada Jumat (19/6/2026), kerusakan bangunan sudah bermula sejak tahun 2020. Awalnya hanya satu ruang kelas yang mengalami kerusakan, namun karena tidak ada penanganan lanjutan, kerusakan perlahan meluas ke ruang-ruang lain.</p>Kini, kondisi atap dan plafon sudah sangat rapuh, lapuk dimakan usia, dan sewaktu-waktu dikhawatirkan bisa runtuh. Bahkan ruang perpustakaan yang dibangun sejak lama juga rusak parah dan tidak pernah dilengkapi fasilitas pendukung seperti buku-buku pelajaran. Selama hampir enam tahun, sekolah ini belum pernah menerima bantuan perbaikan dari pemerintah daerah.</p>Pihak sekolah sudah berkali-kali melaporkan kondisi ini ke Dinas Pendidikan setempat, namun hingga saat ini belum ada tanggapan atau tindak lanjut yang nyata. Tahun lalu pun sempat ada seseorang yang mengaku sebagai ajudan Bupati datang meminta dokumen usulan perbaikan, namun hingga kini tidak ada kejelasan mengenai kelanjutan permohonan tersebut.</p>Di tengah keterbatasan ini, para guru tetap melaksanakan tugas mengajar meski diselimuti rasa cemas. Saat hujan turun, air merembes masuk ke ruang kelas dan memaksa siswa berpindah tempat belajar. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar tidak berjalan efektif, baik bagi siswa maupun pengajar.</p>Juliana Gultom, salah satu siswa, mengaku merasa tidak tenang saat belajar. &quot;Saat hujan kita harus menghindari tempat yang bocor, dan setiap hari khawatir plafon di atas kepala bisa jatuh kapan saja,&quot; ujarnya.</p>Akibat kondisi bangunan yang tidak layak, jumlah siswa baru di sekolah ini pun terus menurun drastis. Banyak orang tua yang enggan menyekolahkan anaknya di tempat yang dianggap tidak aman.</p>Kondisi ini menjadi cerminan bahwa pemerataan kualitas pendidikan di Asahan masih jauh dari harapan. Jika tidak segera ditangani, keselamatan siswa dan masa depan pendidikan di daerah pedesaan akan terus terancam. (tec)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_5848_Dunia-Pendidikan-Asahan-Menangis--Gedung-Sekolah-Lapuk-Bertahun-Tahun-Belum-Ada-Perbaikan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/283561/dunia-pendidikan-asahan-menangis-gedung-sekolah-lapuk-bertahuntahun-belum-ada-perbaikan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Viral! Massa Aniaya Orang Diduga Mencuri, Korban Meninggal Dunia, Polres Asahan Usut Tuntas Kasusnya</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 20:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Viral! Massa Aniaya Orang Diduga Mencuri, Korban Meninggal Dunia, Polres Asahan Usut Tuntas Kasusnya]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN, Seorang pria berusia 22 tahun bernama Dahlan Panjaitan, warga Kabupaten Simalungun, meninggal dunia setelah diduga menda]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN, Seorang pria berusia 22 tahun bernama Dahlan Panjaitan, warga Kabupaten Simalungun, meninggal dunia setelah diduga mendapat penganiayaan dari sekelompok orang di Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan. Peristiwa bermula dari laporan adanya percobaan pencurian yang kemudian berujung pada tindakan main hakim sendiri oleh warga.</p>Kejadian berlangsung pada Kamis malam, 4 Juni 2026 sekitar pukul 22.27 WIB di Dusun IX Raya Dolok, Desa Silau Jawa. Berdasarkan keterangan Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, informasi pertama kali diterima pihak kepolisian melalui layanan darurat Call Center 110.</p>Setibanya petugas di lokasi, ditemukan korban sudah tergeletak dengan luka-luka di sekujur tubuhnya. Korban segera dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tenaga medis.</p>Guna mengungkap fakta lengkap peristiwa ini, tim penyidik gabungan dari Polsek Bandar Pasir Mandoge dan Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan telah melakukan serangkaian langkah hukum. Mulai dari olah tempat kejadian perkara, pengamanan barang bukti, pemeriksaan saksi mata, hingga pelaksanaan autopsi jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Tebing Tinggi dengan persetujuan keluarga.</p>&quot;Kami berkomitmen mengusut kasus ini secara profesional dan transparan sesuai hukum. Semua pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban, tidak ada yang dikecualikan,&quot; tegas Kapolres.</p>Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dalam bentuk apa pun. Jika menemukan dugaan tindak pidana, segera laporkan ke aparat agar proses penyelesaiannya berjalan adil dan sesuai peraturan yang berlaku.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/hingga/" target="_blank">Hingga</a> berita ini diturunkan, kasus masih dalam tahap pengembangan dan pengumpulan alat bukti lebih lanjut untuk menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban. (tec)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_9720_Viral--Massa-Aniaya-Orang-Diduga-Mencuri--Korban-Meninggal-Dunia--Polres-Asahan-Usut-Tuntas-Kasusnya.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/283560/viral-massa-aniaya-orang-diduga-mencuri-korban-meninggal-dunia-polres-asahan-usut-tuntas-kasusnya/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wasbang, Antonius Tumanggor: Pancasila Jangan Hanya Hafal di Mulut</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 20:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wasbang, Antonius Tumanggor: Pancasila Jangan Hanya Hafal di Mulut]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co MEDAN, Ada yang menarik ketika anggota DPRD Medan Antonius Tumanggor menggelar acara Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Ke]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -MEDAN, Ada yang menarik ketika anggota DPRD Medan Antonius <a href="https://www.sumut24.co/tag/tumanggor/" target="_blank">Tumanggor</a> menggelar acara Pembinaan Ideologi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> dan Wawasan Kebangsaan di Sopo ATRestorasi Jalan Karya Masjid Ujung, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Minggu (18/6/2026).</p>Mengawali sosialisasinya, Antonius <a href="https://www.sumut24.co/tag/tumanggor/" target="_blank">Tumanggor</a> menantang seratusan warga yang hadir akan memberikan hadiah jika ada yang tidak hafal butir-butir <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a>. Tidak satupun warga yang hadir bisa menjawab tantangan itu.</p>Antonius memberikan apresiasi, karena seratusan warga yang hadir seluruhnya hafal butir-butir <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a>. "Berarti semua yang hadir di sini hafal butir-butir <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a>. Saya berikan apresiasi," ujarnya.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/5ef059938ba799aaa845e1c2e8a762bd_IMG-20260621-WA0010.jpg"><br></p>Namun Antonius berharap <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> tidak sebatas menjadi hafalan di mulut, tapi harus dijadikan landasan dalam berfikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.</p>Menurut politikus Partai Nasdem ini, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> merupakan harga mati yang harus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia, lanjutnya, berdiri di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa sehingga semangat persatuan serta gotong royong harus terus dirawat oleh seluruh elemen masyarakat.</p>&quot;<a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> bukan sekadar dasar negara, tetapi ideologi bangsa yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilai-nilai luhur <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> harus diwariskan kepada generasi muda agar memiliki karakter kebangsaan yang kuat dan tidak mudah terpengaruh paham yang bertentangan dengan jati diri bangsa,&quot; tegas Antonius</p>Kepada warga yang menghadiri kegiatan, Antonius mengajak untuk mengamalkan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> melalui kegiatan sehari-hari, seperti melaksanakan kegiatan gotong royong tidak hanya dalam menjaga kebersihan, tapi juga keamanan lingkungan.</p>Sebagai budaya warisan leluhur, ujarnya, <a href="https://www.sumut24.co/tag/pancasila/" target="_blank">Pancasila</a> sudah terbukti menjadi perekat persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa.</p>"Gotong royong juga dapat dijadikan wadah silaturahmi untuk mempererat kerukunan. Melalui kegiatan gotong royong, pekerjaan seberat apapun akan menjadi ringan," ujarnya.</p>Antonius berharap kegiatan Wasbang dapat semakin meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat, memperkuat persatuan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah keberagaman yang ada. (R02)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_8305_Gelar-Pembinaan-Ideologi-Pancasila-dan-Wasbang--Antonius-Tumanggor--Pancasila-Jangan-Hanya-Hafal-di-Mulut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283559/gelar-pembinaan-ideologi-pancasila-dan-wasbang-antonius-tumanggor-pancasila-jangan-hanya-hafal-di-mulut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pelantikan LPM Kabupaten Deli Serdang, Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Berkelanjutan</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 19:48:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pelantikan LPM Kabupaten Deli Serdang, Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Berkelanjutan]]></title>
            <description><![CDATA[Deli Serdang,  Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Deli Serdang resmi melantik jajaran kepengurusan baru dalam sebuah acara y]]></description>
            <content><![CDATA[Deli Serdang, &ndash; Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Deli Serdang resmi melantik jajaran kepengurusan baru dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, Minggu sore.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/pelantikan/" target="_blank">Pelantikan</a> tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum LPM Republik Indonesia, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, serta Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan. Kehadiran kedua tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan peran LPM sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Momentum pelantikan ini dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat eksistensi dan fungsi LPM dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat, meningkatkan program pemberdayaan, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Deli Serdang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, seluruh pengurus yang dilantik diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan berbagai inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat. Sinergi antara LPM, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat juga menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di bawah kepemimpinan Ketua LPM Kabupaten Deli Serdang, Wildan, organisasi ini diharapkan semakin aktif berkontribusi dalam menjembatani aspirasi masyarakat serta mendukung berbagai program pembangunan daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Semoga kepengurusan LPM Kabupaten Deli Serdang yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta terus berperan dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Deli Serdang,&quot; demikian harapan yang disampaikan dalam acara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/pelantikan/" target="_blank">Pelantikan</a> ini menjadi awal baru bagi LPM Kabupaten Deli Serdang untuk terus bergerak, berinovasi, dan hadir sebagai wadah pemberdayaan masyarakat yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.red]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_5840_Pelantikan-LPM-Kabupaten-Deli-Serdang--Perkuat-Sinergi-untuk-Pembangunan-Berkelanjutan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/283558/pelantikan-lpm-kabupaten-deli-serdang-perkuat-sinergi-untuk-pembangunan-berkelanjutan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Pakpak Bharat Mendukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 19:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Pakpak Bharat Mendukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026]]></title>
            <description><![CDATA[Bupati Pakpak Bharat Mendukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026]]></description>
            <content><![CDATA[<br>PAKPAK BHARAT | SUMUT24.co<br>Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a> Bharat Franc Bernhard Tumanggor menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a> Bharat oleh Kantor Badan Pusat Statistik <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a> Bharat. Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berlangsung dari Mei hingga Agustus 2026. Pendataan ini mencakup seluruh skala usaha di Indonesia, mulai dari usaha rumah tangga, pedagang kaki lima, UMKM, hingga perusahaan besar.<br>Franc menjelaskan, sangat pentingnya data yang akurat dalam menentukan arah kebijakan pembangunan, memetakan perioritas dan program Pemerintah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Maka untuk tujuan itu Badan Pusat Statistik perlu melakukan pengumpulan data yang akurat secara berkala melalui pelaksanaan sensus.<br>Adanya pembangunan diberbagai sektor, jalan parbuluan (Kuta Jungak), delleng simpoon, dan lainnya itu karena data dari BPS, tanpa itu kita tidak bisa bergerak. Termasuk pembangunan UMKM kita, semua berawal dari data BPS, kata Bupati dalam sambutannya.<br>Bupati mengatakan dia selaku Kepala Daerah mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ini, serta mengajak segenap pemangku kepentingan didalamnya untuk turut mengambil peran dalam upaya mendapatkan data ekonomi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a> Bharat yang akurat.<br>Atas nama Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a> Bharat saya menyatakan dukungan penuh terhadap Sensus Ekonomi 2026. Kami siap bersinerge dengan Badan Pusat Statistik dan seluruh pihak terkait agar setiap tahapan Sensus Ekonomi dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib dan sukses. Saya juga mengajak para kepala desa, camat, perangkat daerah, para tokoh masyarakat, dunia usaha dans eluruh elemen masyarakat untuk bisa bersama-sama mensukseskan kegiatan ini, karena keberhasilan Sensus Ekonomi bukan keberhasilan BPS semata, melainkan adalah keberhasilan kira semua. Kepada seluruh masyarakat <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a> Bharat saya menitipkan pesan ini, apabila petugas sensus datang kerumah, toko, kios atau tempat usaha bapak ibu sekalian, terimalah dengan baik, berikan jawaban yang lengkap, jujur dan sesuai kondisi sebenarnya. Tidak perlu khawatir karena data yang diberikan dijamin kerahasiaannya dan hanya dipergunakan untuk kebutuhan statistik, pesan Bupati dalam sambutannya.<br>Kepala BPS <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a> Bharat Lontung Sabungan Situmorang mengungkapkan, pencanangan Sensus Ekonomi Tahun 2026 pada hari ini dilaksanakan secara serentak di seluruh provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia sebagai tanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 pada bulan Juni 2026.<br>Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/pakpak/" target="_blank">Pakpak</a> Bharat sendiri, berbagai persiapan telah kami lakukan sejak awal tahun. Kami melaksanakan berbagai kegiatan komunikasi, koordinasi, dan diseminasi kepada para pemangku kepentingan melalui kegiatan Koordinasi dan Konsolidasi Daerah (KKD). Kami juga melaksanakan kegiatan NGIBAR atau Ngisi Bareng kepada berbagai kelompok masyarakat. Sampai dengan hari ini, kami telah melaksanakan 14 kali kegiatan NGIBAR. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih kepada BPKPD; Kementerian Agama; Dinas Pendidikan; Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan; serta Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; Dinas Pariwisata; Dinas PUPR; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan; Dinas PMDPPA dan KB; Dinas Kesehatan; pemerintah daerah, instansi vertikal, Perbankan (Pimpinan BRI, Bank Sumut, BPR); organisasi masyarakat, media massa, serta berbagai pihak lainnya yang mungkin tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Terima kasih telah menjadi sahabat BPS dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026, ucap Lontung Sabungan dalam isi laporannya.(rbm)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_1034_Bupati-Pakpak-Bharat-Mendukung-Penuh-Pelaksanaan-Sensus-Ekonomi-Tahun-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283557/bupati-pakpak-bharat-mendukung-penuh-pelaksanaan-sensus-ekonomi-tahun-2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wabup Menghadiri Pisah Sambut Kepala BPN Pakpak Bharat</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 19:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wabup Menghadiri Pisah Sambut Kepala BPN Pakpak Bharat]]></title>
            <description><![CDATA[PAKPAK BHARAT  SUMUT24.coWakil Bupati Pakpak Bharat H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd menghadiri Pisah Sambut Kepala Kantor Badan Pertanahan Kab]]></description>
            <content><![CDATA[<br>PAKPAK BHARAT | SUMUT24.co<br>Wakil Bupati Pakpak Bharat H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd menghadiri Pisah Sambut Kepala Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Pakpak Bharat.<br>Mutsyuhito menyampaikan selamat kepada Mindo Desima Sianturi, SH, MH, Kepala Kantor BPN Pakpak Bharat yang kini digantikan oleh Naslahuddin Asla Meuraksa, S.Hut, MH sebagai Kepala Kantor yang baru.<br>Selamat kepada ibu Mindo, terimakasih telah mengabdikan diri di Kabupaten Pakpak Bharat dan selamat bertugas di tempat yang baru sebagai Kepala Kantor Badan Pertanahan di Kota Tanjung Balai. Selamat datang kepada bapak Naslahuddin, selamat bertugas di Kabupaten Pakpak Bharat. Sistem pengaturan kepemilikan tanah di Pakpak Bharat cukup unik, dimana sangat bertalian erat dengan sukut ni talun, sehingga harus ada sinkronisasi antara BPN, kami yakin bapak akan bisa memahami hal ini, ucap Mutsyuhito Solin dalam sambutannya.<br>Terjadi pergeseran kepemimpinan di Kantor Badan Pertanahan Pakpak Bharat dimana Naslahuddin Asla Meuraksa, S.Hut, MH kini menggantikan Mindo Desima Sianturi, SH, MH sebagai Kepala Kantor yang baru. Mindo Desima Sianturi selanjutnya akan memegang jabatan baru sebagai Kepala Kantor Badan Pertanahan di Kota Tanjung Balai.(rbm)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_9131_Wabup-Menghadiri-Pisah-Sambut-Kepala-BPN-Pakpak-Bharat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283556/wabup-menghadiri-pisah-sambut-kepala-bpn-pakpak-bharat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sekda Pakpak Bharat Bersama Batalyon TP 906/ Sanalenggam,Panen Perna Jagung Di Desa Penanggalan</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 19:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sekda Pakpak Bharat Bersama Batalyon TP 906/ Sanalenggam,Panen Perna Jagung Di Desa Penanggalan]]></title>
            <description><![CDATA[Sekda Pakpak Bharat Bersama Batalyon TP 906/ Sanalenggam,Panen Perna Jagung Di Desa Penanggalan]]></description>
            <content><![CDATA[<br>PAKPAK BHARAT | SUMUT24.co<br>Batalyon TP 906/Sanalenggam menggelar panen perdana jagung di lahan seluas 6 ha di desa Penanggalen Binanga Boang, kecamatan Salak pada Minggu yang lewat.<br> Komandan Brigade TP 37/Hujur Siringgis, Kolonel Inf. Saiful Rizal, S.Hub.Int, M.HI yang hadir pada kesempatan ini menjelaskan, kegiatan pertanian oleh Batalyon TP 906 ini dilaksanakan dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional di Kabupaten Pakpak Bharat.<br>Perlu kami sampaikan kepada kita semua, keberadaan Yon TP memang adalah sebagai fungsi ketahanan pangan, namun Batalyon secara umum adalah untuk mendukung pertahanan keamanan. Kenapa ketahanan pangan,karena pangan ini adalah kebutuhan krusial yang perlu kita siapkan baik secara regional untuk mendukung ketahanan nasional. Saya lihat jagung disini sangat bagus. wilayah disini cukup subur untuk mendukung ketahanan pangan, kita akan bentuk Pakpak Bharat ini menjadi daerah yang betul-betul tahan dalam sisi pangan, jelas Kolonel Saiful Rizal.<br>Kami menyampaikan terimakasih atas dukungan bapak dan ibu semua terutama dari Pemerintah kabupaten Pakpak Bharat yang sangat antusias dalam mendukung keberadaan Batalyon TP, Pakpak Bharat salah satu Pemda yang sangat antusias dalam mendukung keberadaan Yon TP, ucap dia kemudian.<br>Dari lahan seluas 6 hektar yang kami kelola ini, dapat memanen jagung sebanyak lebih kurang 40 Ton. Capaian ini adalah hasil kerja keras, keringat, dan doa kita semua. Tentu semua ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, pendampingan para Penyuluh Pertanian Lapangan, serta restu dari orang tua kami para Tokoh Adat dan Tokoh Agama, jelas Rahmat Saleh dalam laporannya.<br>Sekretaris Daerah (<a href="https://www.sumut24.co/tag/sekda/" target="_blank">Sekda</a>) Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM yang hadir mewakili Bupati mengungkapkan, dukungan Pemerintah Daerah terhadap upaya perwujudan ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh Batalyon TP 906 akan terus ditingkatkan.<br>Kami sangat mendukung upaya ketahanan pangan ini, sejalan dengan upaya bapak Bupati juga dalam mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Pakpak Bharat, jelas Jalan Berutu.<br>Batalyon Infanteri TP 906/Sanalenggam merupakan salahsatu Batalyon pada Brigade Infanteri TP 37/Hujur Siringgis. Batalyon ini bermarkas di Kabupaten Pakpak Bharat. Amerupakan satuan tempur TNI Angkatan Darat yang berfokus pada pertahanan teritorial dan percepatan pembangunan wilayah.(rbm)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_3366_Sekda-Pakpak-Bharat-Bersama-Batalyon-TP-906--Sanalenggam-Panen-Perna-Jagung-Di-Desa-Penanggalan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283555/sekda-pakpak-bharat-bersama-batalyon-tp-906-sanalenggampanen-perna-jagung-di-desa-penanggalan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">&lrm;Bupati Solok Dukung Kebangkitan Olahraga, Motivasi Atlet Sepak Bola dan Shorinji Kempo Menuju Prestasi</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 18:38:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[‎Bupati Solok Dukung Kebangkitan Olahraga, Motivasi Atlet Sepak Bola dan Shorinji Kempo Menuju Prestasi]]></title>
            <description><![CDATA[&lrmBupati Solok Dukung Kebangkitan Olahraga, Motivasi Atlet Sepak Bola dan Shorinji Kempo Menuju Prestasi]]></description>
            <content><![CDATA[&lrm;Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> Dukung Kebangkitan Olahraga, Motivasi Atlet Sepak Bola dan Shorinji Kempo Menuju Prestasi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> - Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam mendukung kemajuan olahraga daerah Minggu (21/06/2026), Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Sumatera Barat, Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> <br>dengan menghadiri kegiatan Seleksi Terbuka Pemain Sepak Bola Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> sebagai persiapan menghadapi PORPROV Sumatera Barat 2026, yang berlangsung di GOR Batubatupang, Kotobaru.<br>&lrm;<br>&lrm;Turut hadir, Asisten I Sekretariat Daerah, Staf Ahli Bupati, serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>.<br>&lrm;<br>&lrm;Sebelum membuka kegiatan seleksi, Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> juga menyempatkan diri bertemu dan memberikan semangat kepada para atlet Shorinji Kempo Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> yang tengah menjalani pemusatan latihan menjelang Kejuaraan Nasional Shorinji Kempo Piala Ketua Umum Pengprov PERKEMI Sumbar antar Kabupaten/Kota se-Sumatera, yang akan berlangsung pada 22&ndash;27 Juni 2026.<br>&lrm;<br>&lrm;Sekretaris Umum Askab PSSI Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Riki Rizo Namzah, S.Pd.I, dalam laporannya,  menyampaikan bahwa seleksi terbuka dilaksanakan secara menyeluruh dari wilayah utara, tengah hingga selatan Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> untuk menjaring pemain-pemain terbaik secara objektif. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan Ketua Umum KONI Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Doni Zulkifli, ST, menegaskan bahwa seleksi terbuka merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan guna melahirkan atlet-atlet potensial yang siap mengharumkan nama daerah.<br>&lrm;<br>&lrm; Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, dalam sambutannya  menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir dan berkomitmen mendukung perkembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan generasi muda Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>.<br>&lrm;<br>&lrm;"Anak-anak muda memiliki peran penting bagi masa depan Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>. Melalui olahraga, kita membangun karakter, disiplin, dan semangat kebersamaan. Pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan dukungan terbaik agar olahraga Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> semakin maju dan mampu bersaing di tingkat Sumatera Barat," ujar Bupati.<br>&lrm;<br>&lrm;Dia juga mengingatkan seluruh peserta seleksi agar menjaga kesehatan, disiplin dalam berlatih, serta memanfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya. Ia menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh putra terbaik Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>.<br>&lrm;<br>&lrm;Bupati juga menargetkan prestasi terbaik bagi kontingen Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> pada PORPROV Sumbar 2026 dan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangkitkan kejayaan olahraga daerah.<br>&lrm;<br>&lrm;Kegiatan ini menjadi momentum penting kebangkitan olahraga Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> sekaligus menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, KONI, Askab PSSI, serta seluruh stakeholder dalam mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> semakin diperhitungkan di tingkat provinsi.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_1649_-lrm-Bupati-Solok-Dukung-Kebangkitan-Olahraga--Motivasi-Atlet-Sepak-Bola-dan-Shorinji-Kempo-Menuju-Prestasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283554/lrmbupati-solok-dukung-kebangkitan-olahraga-motivasi-atlet-sepak-bola-dan-shorinji-kempo-menuju-prestasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polresta Deli Serdang Gelar Olahraga Bersama Sambut Hari Bhayangkara Ke-80</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 16:32:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polresta Deli Serdang Gelar Olahraga Bersama Sambut Hari Bhayangkara Ke-80]]></title>
            <description><![CDATA[Polresta Deli Serdang Gelar Olahraga Bersama Sambut Hari Bhayangkara Ke80]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Deliserdang - Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a>ta Deli Serdang menggelar kegiatan olahraga bersama yang berlangsung di Mapolresta Deli Serdang, Minggu (21/6/2026) pagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., ini diikuti juga oleh Pejabat Utama <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a>ta Deli Serdang, Bhayangkari Cabang Kota Deli Serdang, personel <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a>ta Deli Serdang dan keluarga besar <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a>ta Deli Serdang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai yang dilepas langsung oleh Kapolresta Deli Serdang, kemudian dilanjutkan dengan senam bersama. Selanjutnya, peserta mengikuti berbagai kegiatan olahraga dan kebersamaan, di antaranya pertandingan bola voli antara Bhayangkari melawan Polwan <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a>ta Deli Serdang serta pertandingan voli antara Pejabat Utama <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a>ta Deli Serdang melawan Kapolsek jajaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, kegiatan juga diisi dengan lomba tarik tambang, pergelaran Bakti Kesehatan yakni pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat, serta hiburan yang melibatkan seluruh peserta. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada kesempatan tersebut, Kapolresta Deli Serdang memberikan piagam penghargaan kepada tenaga medis sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam mendukung pelayanan kesehatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan olahraga bersama ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang bertujuan untuk mempererat soliditas dan kebersamaan seluruh keluarga besar <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a>ta Deli Serdang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kesehatan dan kebugaran personel, serta mempererat hubungan kekeluargaan antara personel, Bhayangkari, dan keluarga besar <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a>ta Deli Serdang. Dengan semangat Hari Bhayangkara Ke-80, kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Kapolresta.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_6383_Polresta-Deli-Serdang-Gelar-Olahraga-Bersama-Sambut-Hari-Bhayangkara-Ke-80.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283553/polresta-deli-serdang-gelar-olahraga-bersama-sambut-hari-bhayangkara-ke80/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Patroli Gabungan KRYD Polres Pelabuhan Belawan Sasar Premanisme hingga Tawuran</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 15:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Patroli Gabungan KRYD Polres Pelabuhan Belawan Sasar Premanisme hingga Tawuran]]></title>
            <description><![CDATA[Patroli Gabungan KRYD Polres Pelabuhan Belawan Sasar Premanisme hingga Tawuran]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;BELAWAN I SUMUT24.CO<br>Polres Pelabuhan Belawan bersama personel Dit Samapta Polda Sumut, Sat Brimob Polda Sumut, dan Satpol PP Kota Medan melaksanakan patroli gabungan dalam rangka Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna mengantisipasi berbagai bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Patroli yang dilaksanakan pada Sabtu (20/6/2026) malam hingga Minggu (21/6/2026) pagi tersebut dipimpin jajaran Polres Pelabuhan Belawan dengan melibatkan puluhan personel gabungan. Kegiatan diawali dengan apel kesiapan di Posko PAM Terpadu Depo PT JIU, Jalan Stasiun, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, yang dipimpin oleh Wakapolres Pelabuhan Belawan Kompol Dedy Dharma, S.H.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam arahannya, personel diingatkan untuk melaksanakan tugas secara profesional, mengedepankan SOP dan buddy system, serta membangun komunikasi dengan masyarakat guna bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya, personel bergerak menyisir sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas seperti Jalan Yos Sudarso, Simpang Pajak Baru, Jalan Paus, Jalan Alu-Alu, Jalan Belanak, Jalan T.M. Pahlawan, Gudang Arang, Jalan Sumatera, Jalan Selebes, hingga kawasan Bagan Deli.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sasaran patroli meliputi pencegahan aksi premanisme, pungutan liar, pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor (3C), aksi begal, geng motor, penyalahgunaan narkoba, pelemparan terhadap kendaraan, hingga antisipasi tawuran serta upaya menjaga stabilitas keamanan pasca terjadinya bentrokan antarormas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama pelaksanaan patroli, personel juga melakukan sambang dan dialog dengan masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak warga agar berperan aktif dalam memberikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan di lingkungannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan KRYD merupakan bentuk komitmen Polda Sumut dan jajaran dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menekan potensi gangguan kamtibmas, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Polda Sumut melalui Polres Pelabuhan Belawan bersama seluruh unsur yang terlibat terus melakukan langkah preventif melalui patroli rutin. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk nyata negara hadir untuk melindungi masyarakat dan memastikan situasi keamanan tetap terjaga,&quot; ujar Kombes Ferry.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menambahkan, keberhasilan patroli bukan hanya diukur dari penindakan, tetapi juga dari kemampuan kepolisian mencegah terjadinya kejahatan melalui kehadiran personel dan sinergi dengan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama menjaga lingkungan masing-masing. Apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,&quot; tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasil kegiatan menunjukkan situasi wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan tetap aman dan kondusif. Selama patroli berlangsung, tidak ditemukan adanya aksi premanisme, pungli, kejahatan jalanan, pelemparan kendaraan, maupun aksi tawuran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polda Sumut menegaskan akan terus mengintensifkan patroli dan langkah-langkah preventif sebagai upaya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.(W05)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Foto:]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_3106_Patroli-Gabungan-KRYD-Polres-Pelabuhan-Belawan-Sasar-Premanisme-hingga-Tawuran.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283552/patroli-gabungan-kryd-polres-pelabuhan-belawan-sasar-premanisme-hingga-tawuran/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Saat Ribuan Warga Sulit Mencari Kerja, Kepala SPPG MBG Saentis Diduga Rangkap Jabatan, Publik Minta Klarifikasi BGN</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 15:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Saat Ribuan Warga Sulit Mencari Kerja, Kepala SPPG MBG Saentis Diduga Rangkap Jabatan, Publik Minta Klarifikasi BGN]]></title>
            <description><![CDATA[Saat Ribuan Warga Sulit Mencari Kerja, Kepala SPPG MBG Saentis Diduga Rangkap Jabatan, Publik Minta Klarifikasi BGN]]></description>
            <content><![CDATA[</p><p>DELI SERDANG &mdash; Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menjadi sorotan publik.</p><p>Abdul Fattah, S.H., M.H., yang diketahui menjabat sebagai Kepala SPPG MBG Saentis, diduga juga masih aktif sebagai tenaga pengajar atau dosen di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.</p><p>Informasi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kemungkinan adanya rangkap jabatan dan penerimaan penghasilan dari dua institusi yang sama-sama berada dalam lingkup pemerintah.</p><p>Sejumlah warga menilai persoalan ini perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik. Terlebih, di tengah kondisi sulitnya lapangan pekerjaan, muncul persepsi ketidakadilan apabila satu orang dinilai memegang beberapa posisi sekaligus.</p><p>"Banyak masyarakat yang sampai sekarang kesulitan mencari pekerjaan. Kalau memang satu orang bisa memegang beberapa jabatan yang dibiayai negara, tentu publik berhak meminta penjelasan," ujar seorang warga berinisial DF kepada wartawan.</p><p>Jabatan Kepala SPPG Masuk Skema PPPK</p><p>Berdasarkan penjelasan resmi Badan Gizi Nasional (BGN), Kepala SPPG merupakan salah satu dari tiga jabatan inti yang dapat diangkat melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).</p><p>Selain Kepala SPPG, dua jabatan lain yang termasuk dalam skema tersebut adalah Ahli Gizi dan Akuntan. Ketentuan itu merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.</p><p>Apabila benar Abdul Fattah telah berstatus PPPK melalui penugasan tersebut, maka muncul pertanyaan mengenai kesesuaian status tersebut dengan aktivitas profesi lain yang dijalankannya.</p><p>Publik mempertanyakan apakah seorang PPPK diperbolehkan menjalankan pekerjaan lain yang juga memperoleh penghasilan dari lembaga negara atau institusi pendidikan negeri.</p><p>Publik Minta Penjelasan Resmi</p><p>Sejumlah pihak menilai polemik ini tidak cukup dijawab dengan asumsi atau opini publik semata, melainkan membutuhkan klarifikasi resmi dari instansi terkait.</p><p>Beberapa pertanyaan yang berkembang di masyarakat antara lain:</p><p>Apakah Kepala SPPG yang berstatus PPPK diperbolehkan merangkap jabatan pada institusi lain?</p><p>Apakah status dan aktivitas rangkap jabatan tersebut telah diketahui oleh atasan langsung yang berwenang melakukan pembinaan?</p><p>Apakah PPPK dapat menerima penghasilan dari dua institusi pemerintah secara bersamaan?</p><p>Apakah kondisi tersebut telah sesuai dengan ketentuan kepegawaian ASN dan regulasi Badan Gizi Nasional?</p><p><br>Menurut warga, transparansi diperlukan agar tidak muncul persepsi adanya perlakuan berbeda dalam penerapan aturan kepegawaian.</p><p>"Kalau memang tidak ada aturan yang dilanggar, jelaskan kepada masyarakat. Tetapi kalau ada ketentuan yang harus dievaluasi, juga perlu disampaikan secara terbuka," kata DF.</p><p>Belum Beri Tanggapan</p><p>Hingga berita ini ditulis, Abdul Fattah belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang disampaikan wartawan.</p><p>Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada pejabat Badan Gizi Nasional wilayah Sumatera Utara, termasuk Agung selaku pihak yang disebut membidangi program MBG di Sumatera Utara. Namun hingga berita ini diterbitkan belum diperoleh tanggapan resmi.</p><p>Media ini masih berupaya mendapatkan klarifikasi dari Abdul Fattah, Badan Gizi Nasional, pihak Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, serta instansi terkait lainnya guna memperoleh penjelasan dan hak jawab atas informasi yang berkembang.</p><p>Di tengah perhatian publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang dibiayai APBN, masyarakat kini menunggu penjelasan resmi pemerintah: apakah dugaan rangkap jabatan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku, atau terdapat aspek tata kelola yang perlu dievaluasi lebih lanjut.red]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_3812_Saat-Ribuan-Warga-Sulit-Mencari-Kerja--Kepala-SPPG-MBG-Saentis-Diduga-Rangkap-Jabatan--Publik-Minta-Klarifikasi-BGN.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/hukum-kriminal/283551/saat-ribuan-warga-sulit-mencari-kerja-kepala-sppg-mbg-saentis-diduga-rangkap-jabatan-publik-minta-klarifikasi-bgn/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wagub Jihan Dorong PJ91 Wujudkan Semangat Bersatu, Berbaur, dan Berdampak</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 13:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wagub Jihan Dorong PJ91 Wujudkan Semangat Bersatu, Berbaur, dan Berdampak]]></title>
            <description><![CDATA[Wagub Jihan Dorong PJ91 Wujudkan Semangat Bersatu, Berbaur, dan Berdampak]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Bandar Lampung &ndash;&ndash; Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Purna Jambore Nasional 1991 (PJ91) dengan tema "Nengah Nyappur Dalam Aksi: Bersatu, Berbaur, Berdampak", di Gedung Dekranasda Provinsi Lampung, Sabtu (20/6/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tersebut menjadi momentum berkumpulnya kembali keluarga besar Purna Jambore Nasional 1991 dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi dalam merumuskan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi atas terjaganya ikatan persaudaraan para purna peserta jambore yang telah terbentuk sejak puluhan tahun lalu. Menurutnya, semangat kebersamaan yang terus terpelihara hingga saat ini merupakan salah satu warisan paling berharga dari Gerakan Pramuka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wagub Jihan menilai, pengalaman yang paling membekas dari sebuah jambore bukan semata-mata lokasi kegiatan ataupun rangkaian acaranya, melainkan hubungan persahabatan, kebersamaan, serta nilai-nilai kehidupan yang tumbuh selama proses tersebut berlangsung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Ketika orang mengenang pengalaman jambore, yang paling diingat biasanya adalah kebersamaan yang terjalin, sahabat yang ditemui, dan pengalaman yang dijalani bersama. Itulah yang kemudian menjadi ikatan kuat hingga puluhan tahun kemudian," ujar Wagub yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Wagub, Rakernas PJ91 memiliki makna yang lebih besar dibandingkan sekadar agenda organisasi. Pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa nilai persaudaraan yang ditanamkan sejak Jambore Nasional 1991 masih terus hidup, dirawat, dan menjadi kekuatan yang menyatukan para anggotanya hingga saat ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun para peserta telah menempuh perjalanan hidup yang berbeda selama lebih dari tiga dekade, semangat untuk tetap terhubung dalam satu keluarga besar tetap terjaga dengan baik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai kepramukaan tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan kegiatan jambore, melainkan terus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bekerja, bermasyarakat, maupun mengabdi kepada bangsa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih lanjut, Wagub juga mengapresiasi tema Rakernas tahun ini yang dinilai selaras dengan nilai budaya Lampung. Konsep Nengah Nyappur, menurutnya, mengandung makna penting tentang kehadiran di tengah masyarakat, membangun hubungan yang harmonis, menghargai keberagaman, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wagub menambahkan bahwa berbagai persoalan di masyarakat sering kali dapat diselesaikan melalui semangat kebersamaan, kepedulian, dan kemauan untuk saling mendengar serta membantu satu sama lain. Oleh karena itu, budaya gotong royong harus terus dijaga sebagai kekuatan sosial yang mendukung pembangunan daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&#039;Ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, ketika lingkungan memerlukan perhatian, atau ketika generasi muda membutuhkan pendampingan, yang dibutuhkan adalah kepedulian dan kemauan untuk bergerak bersama," ucapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menutup arahannya, Wagub berharap Rakernas PJ91 mampu melahirkan berbagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, memperkuat kepedulian sosial, meningkatkan partisipasi generasi muda, serta mempererat persatuan dan persaudaraan yang telah terbangun selama puluhan tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya percaya apabila semangat bersatu, berbaur, dan berdampak terus dijaga, maka keluarga besar Purna Jambore Nasional akan senantiasa menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang harmonis, peduli, dan berdaya," pungkasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Ketua Umum Purna Jambore Nasional 1991 Teguh Santosa berharap Rakernas dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memperkokoh komitmen organisasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus mewariskan nilai-nilai persatuan, persaudaraan, dan pengabdian kepada generasi muda sebagai bagian dari semangat yang telah dibangun sejak Jambore Nasional 1991.(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_5422_Wagub-Jihan-Dorong-PJ91-Wujudkan-Semangat-Bersatu--Berbaur--dan-Berdampak.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283550/wagub-jihan-dorong-pj91-wujudkan-semangat-bersatu-berbaur-dan-berdampak/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Fachrul Razi: Revisi UUPA Ancam Perdamaian dan Perpanjang Kemiskinan Aceh</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 12:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Fachrul Razi: Revisi UUPA Ancam Perdamaian dan Perpanjang Kemiskinan Aceh]]></title>
            <description><![CDATA[Fachrul Razi Revisi UUPA Ancam Perdamaian dan Perpanjang Kemiskinan Aceh]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;JAKARTA &ndash; Pendiri International Institute for Aceh Studies sekaligus mantan anggota DPD RI periode 2014-2024, Dr. H. Fachrul Razi, M.I.P., menilai revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) yang tidak memperkuat kewenangan Aceh dalam mengelola sumber daya alam (SDA) berpotensi memperpanjang kemiskinan di Aceh hingga 20 tahun ke depan dan mengancam keberlangsungan perdamaian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernyataan itu disampaikan Fachrul Razi di Jakarta, Kamis (18/6/2026), menyusul bergulirnya pembahasan revisi UUPA yang dinilainya justru mengurangi kewenangan Aceh, khususnya di bidang pengelolaan minyak, gas, mineral, dan sumber daya kelautan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Fachrul, pemerintah pusat selama ini menyampaikan narasi bahwa Aceh diberikan kekhususan dan keleluasaan pasca-perdamaian. Namun, dalam praktiknya, kewenangan strategis Aceh di bidang ekonomi justru terus dipersempit melalui berbagai regulasi nasional dan draf revisi UUPA.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini adalah bentuk penjajahan ekonomi gaya baru. Aceh dipertahankan secara politik, tetapi dilemahkan secara ekonomi. Jika kewenangan pengelolaan SDA terus dipangkas, maka kemiskinan dan ketergantungan Aceh kepada pusat akan terus berlanjut,&quot; kata Fachrul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mantan Ketua Komite I DPD RI itu menegaskan, revisi UUPA seharusnya mengembalikan semangat dan substansi perdamaian sebagaimana tertuang dalam perjanjian damai Helsinki, termasuk memberikan kewenangan yang lebih luas kepada Aceh dalam mengelola kekayaan alamnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai, pembatasan pengelolaan wilayah laut Aceh hanya sampai 12 mil serta pengaturan bagi hasil SDA yang masih bergantung pada regulasi turunan menunjukkan adanya kecenderungan sentralisasi kewenangan oleh pemerintah pusat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fachrul juga mengingatkan bahwa perdamaian Aceh tidak cukup dijaga melalui pendekatan keamanan dan politik semata, tetapi harus dibangun melalui keadilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, ketidakadilan dalam pengelolaan sumber daya alam merupakan salah satu faktor yang melahirkan ketidakpuasan di masa lalu. Karena itu, apabila revisi UUPA justru mengurangi hak-hak ekonomi Aceh, maka kondisi tersebut berpotensi memunculkan ketidakpercayaan baru antara Aceh dan pemerintah pusat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui International Institute for Aceh Studies, Fachrul mendesak seluruh elemen masyarakat, akademisi, parlemen, dan Pemerintah Aceh untuk mengawal proses revisi UUPA agar tidak menjadi instrumen yang memperpanjang ketergantungan ekonomi Aceh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Perjuangan hari ini adalah perjuangan intelektual dan politik agar kekayaan alam Aceh benar-benar memberikan kesejahteraan bagi rakyat Aceh, bukan hanya menjadi sumber penerimaan bagi pusat,&quot; pungkasnya. (R)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_2327_Fachrul-Razi--Revisi-UUPA-Ancam-Perdamaian-dan-Perpanjang-Kemiskinan-Aceh.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283549/fachrul-razi-revisi-uupa-ancam-perdamaian-dan-perpanjang-kemiskinan-aceh/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dari Autogate ke Nusakambangan: Kemenimipas dan Ujian Konkret Asta Cita</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 12:52:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dari Autogate ke Nusakambangan: Kemenimipas dan Ujian Konkret Asta Cita]]></title>
            <description><![CDATA[Dari Autogate ke Nusakambangan Kemenimipas dan Ujian Konkret Asta Cita]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh Abdullah <a href="https://www.sumut24.co/tag/rasyid/" target="_blank">Rasyid</a><br>Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asta Cita tidak boleh berhenti sebagai slogan besar pemerintahan. Ia harus turun menjadi pengalaman nyata warga ketika bertemu negara: saat mengurus paspor, melewati bandara, berangkat haji, melihat orang asing diawasi, menyaksikan pegawai negara didisiplinkan, atau melihat warga binaan diberi kesempatan memperbaiki masa depan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di titik itulah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menemukan posisi strategisnya. Kemenimipas berada di dua gerbang penting negara. Imigrasi menjaga pintu masuk dan keluar wilayah kedaulatan. Pemasyarakatan menjaga pintu pemulihan manusia setelah berhadapan dengan hukum. Yang satu berbicara tentang mobilitas global, yang lain berbicara tentang reintegrasi sosial. Yang satu menjaga batas negara, yang lain menjaga harapan manusia agar tidak putus di balik tembok.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, membaca kinerja Kemenimipas tidak cukup hanya dengan menghitung berapa autogate dipasang, berapa layanan paspor dibuka, berapa warga negara asing ditindak, berapa pegawai dibina, atau berapa warga binaan dilatih. Semua itu penting. Tetapi makna lebih besarnya adalah bagaimana kementerian ini menerjemahkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto ke dalam kerja nyata birokrasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asta Cita berbicara tentang kemandirian bangsa, ketahanan pangan, reformasi hukum dan birokrasi, pembangunan sumber daya manusia, pemberantasan korupsi dan kejahatan lintas negara, hilirisasi, ekonomi hijau-biru, serta harmoni manusia dengan lingkungan. Di atas kertas, itu agenda besar. Di lapangan, ia membutuhkan institusi yang sanggup bekerja konkret. Kemenimipas, melalui imigrasi dan pemasyarakatan, sedang mencoba menjawab tantangan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari sisi imigrasi, agenda Asta Cita tentang kedaulatan, keamanan, dan kemandirian bangsa terlihat melalui penguatan pintu perbatasan. Penggunaan 311 unit autogate di enam bandara dan pelabuhan internasional bukan sekadar modernisasi layanan. Ia adalah cara negara menghadirkan kedaulatan yang lebih cepat, presisi, dan berbasis data.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di era mobilitas global, ancaman tidak selalu datang dalam bentuk kapal perang atau pasukan asing. Ia bisa hadir melalui jaringan scamming, penyalahgunaan izin tinggal, perdagangan orang, kejahatan lintas negara, sponsor fiktif, atau eksploitasi celah administratif. Karena itu, imigrasi modern tidak cukup menjadi tukang stempel paspor. Imigrasi harus menjadi radar kedaulatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aplikasi All Indonesia, layanan autogate, dan integrasi pemeriksaan kedatangan merupakan bagian dari upaya menjadikan perbatasan sebagai sistem cerdas. Negara tidak boleh lambat membaca pergerakan orang. Negara juga tidak boleh gagap membedakan antara orang asing yang membawa investasi, ilmu, pariwisata, dan manfaat, dengan orang asing yang membawa risiko keamanan, kejahatan digital, atau gangguan sosial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sinilah prinsip selective policy menemukan relevansinya. Indonesia bukan negara tertutup. Tetapi keterbukaan harus dikendalikan oleh kepentingan nasional. Yang bermanfaat dipermudah. Yang merugikan ditindak. Yang berisiko diawasi. Yang melanggar dideportasi atau diproses hukum. Itulah bentuk konkret kedaulatan dalam dunia yang semakin terbuka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tindakan terhadap 670 warga negara asing pelaku scamming melalui kerja Tim Pengawasan Orang Asing menunjukkan bahwa pelayanan cepat tidak boleh berarti pengawasan longgar. Justru semakin digital layanan, semakin kuat pula kemampuan negara membaca risiko. Kedaulatan abad ke-21 bukan hanya soal pagar fisik, melainkan soal data, intelijen, integrasi sistem, dan keberanian bertindak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemenimipas juga menerjemahkan Asta Cita dalam bentuk reformasi pelayanan publik. Hadirnya 10 Immigration Lounge di berbagai mal besar, Campus Immigration Point seperti di Universitas Diponegoro, serta program Pasporia di area car free day memperlihatkan perubahan filosofi birokrasi: negara mendekat kepada warga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini bukan hal kecil. Selama bertahun-tahun, birokrasi sering dibayangkan sebagai gedung, loket, antrean, map, nomor panggilan, dan rasa canggung warga di hadapan petugas. Padahal reformasi birokrasi sejati bukan hanya memindahkan formulir ke aplikasi. Reformasi birokrasi berarti mengubah pengalaman warga ketika berhadapan dengan negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Warga tidak boleh dibuat merasa kecil di depan loket. Mahasiswa tidak perlu kehilangan banyak waktu hanya untuk urusan administratif. Keluarga tidak harus menempuh jarak jauh hanya untuk memperoleh layanan paspor. Ketika imigrasi hadir di kampus, mal, dan ruang publik, pesan yang muncul jelas: birokrasi modern adalah birokrasi yang melayani, bukan yang menunggu dilayani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Layanan haji memberi contoh lain. Pre-clearance melalui Makkah Route dan pemindaian cepat biometrik lewat Immigration Seamless Process Corridor Gate memperlihatkan bahwa urusan keimigrasian juga dapat menjadi bagian dari diplomasi pelayanan negara. Jemaah haji tidak hanya diberangkatkan. Mereka dimuliakan melalui sistem yang lebih cepat, tertib, dan manusiawi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak memberi ukuran fiskal atas transformasi layanan itu. Pada 2025, sektor keimigrasian mencatat PNBP Rp10,4 triliun per Desember. Angka ini setara 155 persen dari target Rp6,55 triliun, sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Imigrasi. Dibandingkan capaian 2024 sebesar Rp8,62 triliun, realisasi tersebut tumbuh sekitar 18 persen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Data ini penting karena menunjukkan bahwa pelayanan publik yang cepat, digital, dan terkelola baik dapat sekaligus menjadi sumber penerimaan negara. Layanan paspor, visa, izin tinggal, pengawasan, dan kemudahan mobilitas bukan hanya urusan administratif. Ia berkaitan dengan pariwisata, investasi, diplomasi, pergerakan manusia, dan kontribusi fiskal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun PNBP tidak boleh dibaca semata-mata sebagai angka penerimaan. Ia harus dibaca sebagai indikator kepercayaan dan kualitas layanan. PNBP besar hanya bermakna jika lahir dari pelayanan yang sah, transparan, cepat, bersih, dan memberi kepastian. Negara boleh mengoptimalkan penerimaan, tetapi tidak boleh mengorbankan integritas layanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sinilah Asta Cita tentang reformasi hukum dan birokrasi memperoleh ujian paling nyata. Reformasi bukan hanya soal aplikasi. Reformasi juga soal mental aparat. Sistem digital bisa mempercepat layanan, tetapi integritaslah yang menjaga negara tidak diperjualbelikan. Autogate bisa memangkas antrean, tetapi disiplin pegawai yang menentukan apakah institusi dipercaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, pengiriman 360 pegawai bermasalah ke Nusakambangan untuk pembinaan disiplin harus dibaca sebagai pesan keras ke dalam tubuh birokrasi. Negara tidak cukup menuntut masyarakat patuh. Aparat negara sendiri harus lebih dulu tertib. Birokrasi tidak akan dihormati jika orang-orang di dalamnya memperlakukan kewenangan sebagai komoditas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun pembinaan disiplin pegawai tidak boleh berhenti sebagai tindakan simbolik. Ia harus diikuti audit sistem, pengawasan berlapis, rotasi jabatan yang sehat, kanal pengaduan yang aman, hukuman yang adil, dan pembenahan budaya kerja. Pegawai bermasalah memang harus dibina atau ditindak. Tetapi sistem yang memungkinkan penyimpangan berulang juga harus dibongkar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari sisi pemasyarakatan, hubungan Kemenimipas dengan Asta Cita menjadi lebih dalam. Kunjungan Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, ke Nusakambangan pada 20 Juni 2026 memperlihatkan perubahan citra yang kuat. Nusakambangan yang selama ini dibayangkan seram seperti Alcatraz kini tampil sebagai kawasan produktif: ada workshop Fly Ash Bottom Ash, pertanian, peternakan, pupuk organik, Balai Latihan Kerja konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini bukan sekadar pemandangan baru di pulau penjara. Ini adalah tafsir lapangan atas Asta Cita tentang ketahanan pangan, pembangunan sumber daya manusia, ekonomi hijau, ekonomi biru, produktivitas lokal, dan reintegrasi sosial. Nusakambangan tidak lagi hanya diposisikan sebagai ruang pengamanan. Ia sedang dibangun menjadi ruang produksi, pembelajaran, dan pemulihan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketahanan pangan dalam Asta Cita tidak harus selalu dibaca hanya dari sawah besar, bendungan, pupuk, atau korporasi pangan. Ia juga bisa tumbuh dari ruang-ruang yang selama ini tidak dibayangkan sebagai simpul produksi: lapas, rutan, lahan tidur, kolam, tambak, kandang, rumah kompos, dan bengkel kerja warga binaan. Ketahanan pangan bukan hanya urusan kementerian teknis pangan. Ia adalah kerja lintas sektor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nusakambangan memberi contoh bahwa pemasyarakatan dapat mengambil peran. Warga binaan dilatih bertani, beternak, mengolah sampah, memproduksi pupuk, membudidayakan ikan, mengelola tambak, dan menjahit. Mereka tidak hanya menjalani pidana. Mereka belajar bekerja, bertanggung jawab, dan menghasilkan sesuatu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sinilah paradigma pemasyarakatan modern menjadi penting. Negara memang berhak menghukum orang yang melanggar hukum. Tetapi negara tidak boleh mematikan masa depan manusia. Hukuman tanpa pembinaan hanya melahirkan dendam sosial. Pembinaan tanpa disiplin kehilangan wibawa. Pemasyarakatan yang sehat harus mempertemukan keduanya: keamanan dan harapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Angka PNBP pemasyarakatan memberi dimensi lain dari perubahan itu. Hingga November 2025, sektor pemasyarakatan mencatat PNBP Rp49,7 miliar, jauh melampaui target Rp10,3 miliar atau sekitar 482 persen. Secara nominal, angka ini memang kecil jika dibandingkan dengan PNBP keimigrasian. Tetapi secara simbolik, ia penting.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama ini, lapas dan rutan lebih sering dibaca sebagai beban anggaran negara: tempat yang harus dijaga, diberi makan, diawasi, dan dibiayai. Dengan capaian PNBP pemasyarakatan, ada pesan baru bahwa pemasyarakatan dapat bergerak menjadi ruang produktif. Pemanfaatan sarana dan prasarana, sewa aset, kegiatan kerja, serta pengelolaan sumber daya di lingkungan pemasyarakatan dapat menghasilkan nilai, sepanjang tetap berada dalam koridor hukum, transparansi, dan pembinaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun angka PNBP pemasyarakatan tidak boleh membuat orientasi pembinaan bergeser menjadi komersialisasi warga binaan. Negara harus tegas membedakan antara pembinaan produktif dan eksploitasi. Warga binaan boleh dilatih bekerja, diberi keterampilan, dan dilibatkan dalam kegiatan produktif. Tetapi hak mereka, keselamatan kerja, kelayakan pembinaan, dan tujuan reintegrasi sosial harus tetap menjadi pusat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan kata lain, PNBP pemasyarakatan harus menjadi akibat dari pembinaan yang berhasil, bukan tujuan yang mengalahkan kemanusiaan. Jika dikelola benar, angka Rp49,7 miliar itu bukan sekadar penerimaan negara, melainkan tanda awal bahwa lapas dan rutan dapat menjadi ruang pembinaan yang produktif, bermartabat, dan memberi nilai tambah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program FABA memperlihatkan sisi lain dari Asta Cita: ekonomi hijau dan nilai tambah. Limbah tidak hanya dilihat sebagai beban, tetapi sebagai bahan yang bisa diolah. Sampah tidak hanya dibuang, tetapi dikelola. Kotoran hewan tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi diubah menjadi pupuk organik. Tambak udang vaname dan budidaya sidat memperkuat sisi ekonomi biru. Konveksi membuka jalan keterampilan kerja. Pertanian dan peternakan menopang pangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, Nusakambangan menjadi miniatur kebijakan lintas sektor. Ada pemasyarakatan, pangan, lingkungan, perikanan, pelatihan kerja, ekonomi sirkular, dan keamanan. Justru di sinilah kekuatan narasinya. Ia menunjukkan bahwa Asta Cita tidak harus selalu diterjemahkan melalui proyek raksasa. Kadang ia tampak paling kuat ketika hadir dalam perubahan konkret pada manusia dan ruang yang selama ini dilupakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Transformasi Nusakambangan juga berkaitan dengan Asta Cita tentang pembangunan sumber daya manusia. Selama ini, warga binaan kerap dipandang sebagai beban negara. Mereka diberi makan, dijaga, diawasi, dan dihitung sebagai masalah kapasitas hunian. Padahal mereka juga manusia yang masih memiliki tenaga, akal, keterampilan, dan kemungkinan untuk berubah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika pemasyarakatan hanya mengurung, negara kehilangan kesempatan memperbaiki manusia. Tetapi jika pemasyarakatan membina dengan serius, negara sedang berinvestasi pada keamanan sosial jangka panjang. Warga binaan yang keluar dengan keterampilan lebih mungkin bekerja. Warga binaan yang keluar dengan harapan lebih mungkin tidak mengulangi kesalahan. Warga binaan yang keluar dengan pengalaman produktif lebih mungkin diterima kembali oleh masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di titik ini, pembinaan warga binaan adalah bagian dari pembangunan manusia. Bukan pembangunan manusia dalam pengertian sempit yang hanya berbicara sekolah formal atau pelatihan kerja umum, melainkan pembangunan manusia yang berani menyentuh kelompok paling rentan secara sosial: mereka yang pernah jatuh, salah, dan tersisih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asta Cita akan kehilangan roh kemanusiaannya jika hanya berbicara tentang angka pertumbuhan, hilirisasi, atau swasembada, tetapi lupa pada manusia yang berada di pinggir sistem. Justru keberhasilan negara dapat diukur dari kemampuannya membangun mereka yang paling sulit dibangun. Warga binaan adalah ujian itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apresiasi Titiek Soeharto sebagai Ketua Komisi IV DPR RI penting karena memperluas cara membaca pemasyarakatan. Komisi IV berkaitan dengan pangan, pertanian, kelautan, perikanan, kehutanan, dan lingkungan hidup. Ketika Ketua Komisi IV mengapresiasi transformasi Nusakambangan, pesan politiknya jelas: pemasyarakatan dapat menjadi mitra agenda ketahanan pangan dan lingkungan, bukan hanya urusan hukum dan keamanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini membuka ruang kolaborasi baru. Lapas dan rutan dapat dipetakan berdasarkan potensi lokal. Yang dekat kawasan pesisir bisa mengembangkan perikanan atau budidaya. Yang memiliki lahan dapat memperkuat pertanian dan peternakan. Yang berada di perkotaan bisa diarahkan ke konveksi, industri kreatif, jasa, pengolahan sampah, atau ekonomi digital sederhana. Yang memiliki akses pasar dapat bekerja sama dengan koperasi, BUMN, pemerintah daerah, dan sektor swasta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun replikasi tidak boleh sekadar menyalin Nusakambangan. Tidak semua lapas memiliki lahan luas. Tidak semua rutan punya akses air, pasar, atau tenaga pelatih. Yang harus ditiru bukan bentuk fisiknya, melainkan prinsipnya: pembinaan harus produktif, terukur, berkelanjutan, sesuai potensi lokal, dan terhubung dengan kebutuhan pasar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada akhirnya, seluruh agenda ini akan menentukan apakah Kemenimipas hanya menjadi kementerian baru secara nomenklatur, atau benar-benar menjadi institusi baru secara cara kerja. Kementerian baru tidak otomatis berarti paradigma baru. Struktur bisa berubah, tetapi budaya lama bisa tetap hidup. Karena itu, ukuran keberhasilan Kemenimipas bukan hanya jumlah program atau besarnya PNBP, melainkan perubahan rasa publik terhadap negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah warga merasa lebih mudah mengurus paspor? Apakah WNI dan WNA merasakan layanan yang cepat tetapi tetap aman? Apakah jemaah haji merasa lebih dimudahkan? Apakah pelaku kejahatan lintas negara lebih cepat terdeteksi? Apakah pegawai bermasalah benar-benar berubah atau ditindak? Apakah warga binaan keluar dengan keterampilan? Apakah Nusakambangan menjadi model yang bisa diukur, bukan sekadar panggung kunjungan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan-pertanyaan itu penting karena Asta Cita membutuhkan bukti. Agenda besar Presiden Prabowo tidak akan dinilai dari indahnya dokumen, tetapi dari kerja kementerian dan lembaga di lapangan. Dalam negara besar seperti Indonesia, visi nasional hanya akan hidup jika diterjemahkan oleh birokrasi menjadi layanan, disiplin, produksi, perlindungan, dan kepercayaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari autogate ke Nusakambangan, Kemenimipas sedang membangun satu garis narasi: negara harus cepat melayani, kuat menjaga kedaulatan, tegas menindak pelanggaran, disiplin membersihkan diri, dan manusiawi membina warga binaan. PNBP Rp10,4 triliun dari sektor imigrasi menunjukkan bahwa layanan yang semakin modern dapat memberi kontribusi fiskal besar. PNBP Rp49,7 miliar dari pemasyarakatan menunjukkan bahwa ruang pembinaan juga dapat mulai menghasilkan nilai produktif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi angka hanyalah pintu masuk. Yang lebih penting adalah arah perubahan di balik angka itu. Imigrasi menjaga agar keterbukaan Indonesia tidak berubah menjadi kerentanan. Pemasyarakatan menjaga agar hukuman tidak berubah menjadi keputusasaan. Digitalisasi menjaga agar layanan tidak tersandera antrean dan tatap muka. Pembinaan disiplin menjaga agar birokrasi tidak dikuasai mental transaksional. Nusakambangan menjaga agar pulau hukuman dapat berubah menjadi pulau produktivitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika transformasi ini konsisten, maka Kemenimipas dapat menjadi salah satu wajah paling konkret dari Asta Cita Presiden Prabowo. Bukan karena ia paling banyak berbicara tentang visi besar, tetapi karena ia menunjukkan bahwa visi besar itu bisa hidup dalam pelayanan paspor, pengawasan orang asing, keberangkatan haji, pembinaan pegawai, tambak vaname, pupuk organik, konveksi warga binaan, dan wajah baru Nusakambangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tempat yang dulu hanya dibayangkan sebagai pulau hukuman, kini tumbuh pangan, keterampilan, disiplin, dan harapan. Di pintu perbatasan yang dulu identik dengan antrean, kini bergerak sistem digital dan pengawasan berbasis risiko. Di tubuh birokrasi yang sering diuji godaan penyimpangan, kini dikirim pesan bahwa aparat juga harus dibina dan ditertibkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah ujian konkret Asta Cita: bukan sekadar cita-cita di langit politik, tetapi kerja negara di bumi pelayanan. Tegas menjaga kedaulatan. Cepat melayani rakyat. Bersih membenahi birokrasi. Produktif membina warga binaan. Dan manusiawi dalam memperlakukan masa depan.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_5659_Dari-Autogate-ke-Nusakambangan--Kemenimipas-dan-Ujian-Konkret-Asta-Cita.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283548/dari-autogate-ke-nusakambangan-kemenimipas-dan-ujian-konkret-asta-cita/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pemkab Madina Diapresiasi Gelar Seminar Willem Iskander dan Sutan Takdir Alisjahbana</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 09:58:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pemkab Madina Diapresiasi Gelar Seminar Willem Iskander dan Sutan Takdir Alisjahbana]]></title>
            <description><![CDATA[Pemkab Madina Diapresiasi Gelar Seminar Willem Iskander dan Sutan Takdir Alisjahbana]]></description>
            <content><![CDATA[<br></p><br>Medan- Akademisi sekaligus Wakil Ketua Himpunan Keluarga Mandailing (HIKMA) Sumatera Utara, H. Syahrir Nasution, SE, MM, Gelar Sutan Kumala Bulan, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang telah menyelenggarakan seminar tentang pemikiran dan perjuangan serta .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Syahrir, kegiatan tersebut merupakan langkah positif dalam mengangkat kembali peran tokoh-tokoh besar asal Mandailing yang telah memberikan kontribusi penting bagi perkembangan pendidikan, kebudayaan, dan pemikiran bangsa Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kita mengapresiasi seminar yang digelar Pemkab Madina karena menjadi momentum penting untuk mengingatkan generasi muda terhadap warisan intelektual tokoh-tokoh besar Mandailing yang kiprahnya diakui secara nasional," ujar Syahrir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menjelaskan bahwa Willem Iskander merupakan pelopor pendidikan modern pribumi yang mendirikan Kweekschool atau Sekolah Guru di Tanobato pada tahun 1862. Sementara Sutan Takdir Alisjahbana dikenal sebagai sastrawan, budayawan, dan pemikir bangsa yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan bahasa dan kebudayaan Indonesia modern.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, kedua tokoh tersebut layak menjadi inspirasi bagi generasi muda karena pemikiran dan karya-karyanya telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syahrir berharap seminar serupa tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga dapat ditindaklanjuti melalui program konkret seperti pengembangan pusat studi, penelitian, penerbitan buku, hingga penguatan materi sejarah lokal di lingkungan pendidikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Seminar ini hendaknya menjadi titik awal untuk memperkuat kesadaran sejarah dan kebanggaan generasi muda terhadap tokoh-tokoh intelektual daerah yang telah berkontribusi bagi Indonesia," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menambahkan bahwa penghargaan terhadap tokoh pendidikan dan kebudayaan merupakan bagian penting dari upaya membangun karakter bangsa yang berakar pada nilai-nilai ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Pemkab Madina telah menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian warisan pemikiran anak bangsa. Langkah ini patut diapresiasi dan diharapkan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan," pungkas Syahrir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_5166_Pemkab-Madina-Diapresiasi-Gelar-Seminar-Willem-Iskander-dan-Sutan-Takdir-Alisjahbana.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283547/pemkab-madina-diapresiasi-gelar-seminar-willem-iskander-dan-sutan-takdir-alisjahbana/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Menghidupkan Kembali &ldquo;Kompas Intelektual&rdquo; yang Lahir di Tanah Mandailing</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 09:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Menghidupkan Kembali “Kompas Intelektual” yang Lahir di Tanah Mandailing]]></title>
            <description><![CDATA[Menghidupkan Kembali &ldquoKompas Intelektual&rdquo yang Lahir di Tanah Mandailing]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh: H. Syahrir Nasution, SE, MM, Gelar Sutan Kumala Bulan</p><br>Di tengah derasnya arus perubahan zaman, masyarakat Mandailing patut kembali menengok sosok besar yang telah menyalakan obor pendidikan jauh sebelum Indonesia merdeka. Sosok itu adalah Willem Iskander, putra terbaik Mandailing yang lahir dengan nama asli Sutan Sati Nasution.<br>Willem Iskander bukan sekadar seorang guru atau tokoh pendidikan biasa. Ia merupakan "kompas intelektual" yang lahir dari Tanah Mandailing dan berhasil menunjukkan arah masa depan bangsanya melalui pendidikan. Pada masa penjajahan Belanda, ketika sebagian besar rakyat masih terkungkung oleh keterbelakangan, kemiskinan, dan sistem feodalisme, Willem Iskander telah berpikir jauh melampaui zamannya.<br>Ia menyadari bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya diperoleh melalui perlawanan fisik, tetapi juga melalui pembebasan pikiran. Pendidikan menjadi jalan yang diyakininya mampu mengangkat martabat manusia dari belenggu kebodohan dan ketertinggalan.<br>Dari sudut pandang masyarakat awam pada masa itu, perjuangan Willem Iskander mungkin terlihat luar biasa bahkan sulit dipahami. Banyak orang terheran-heran melihat kegigihan dan semangatnya yang begitu besar untuk mengubah nasib anak-anak Mandailing. Namun di balik semua itu, tersimpan cita-cita mulia agar generasi penerus tidak terus-menerus menjadi korban sistem feodalisme dan penjajahan yang mengekang perkembangan intelektual masyarakat.<br>Berangkat dari niat yang tulus dan keikhlasan yang mendalam, Willem Iskander menempuh pendidikan ke Belanda. Langkah tersebut bukan untuk mengejar kemegahan pribadi, melainkan sebagai bekal untuk membangun tanah kelahirannya. Ia memahami bahwa ilmu pengetahuan merupakan modal utama dalam membangun peradaban yang maju.<br>Sekembalinya dari Belanda, Willem Iskander mendirikan Kweekschool atau Sekolah Guru di Tanah Mandailing. Lembaga pendidikan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan Sumatera dan Indonesia. Melalui sekolah tersebut, lahir guru-guru yang kemudian menyebarkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat luas.<br>Peran inilah yang menjadikan Willem Iskander layak disebut sebagai "Ompung dari Ompung Guru-Guru". Sebab, melalui gagasan dan dedikasinya, ia telah melahirkan generasi pendidik yang kemudian menjadi mata rantai kemajuan bangsa.<br>Jejak perjuangannya menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya proses transfer ilmu, melainkan gerakan peradaban. Ia ingin memastikan bahwa anak-anak bangsa tidak selamanya hidup dalam kebodohan dan kemiskinan. Pendidikan harus menjadi alat pembebasan sosial dan jalan menuju kemajuan.<br>Karena itu, sudah sepantasnya bangsa Indonesia memberikan penghormatan yang lebih besar kepada Willem Iskander. Secara moral dan historis, banyak kalangan menilai bahwa beliau telah memenuhi syarat sebagai pahlawan pendidikan nasional. Jika saat ini masyarakat telah mengakui jasa-jasanya secara de facto, maka pengakuan secara de jure sebagai Pahlawan Nasional menjadi harapan yang masih terus diperjuangkan.<br>Ironisnya, di luar negeri, khususnya Belanda yang pernah menjajah Indonesia, nama Willem Iskander justru mendapat perhatian dalam sejarah pemikiran pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa gagasan dan karya-karyanya memiliki nilai universal yang melampaui batas ruang dan waktu.<br>Hari ini, ketika dunia pendidikan menghadapi berbagai tantangan baru, semangat Willem Iskander kembali relevan untuk dihidupkan. Mandailing tidak boleh kehilangan kompas intelektual yang pernah diwariskan oleh putra terbaiknya. Generasi muda harus mengenal sejarah perjuangannya, memahami pemikirannya, dan melanjutkan cita-citanya untuk membangun masyarakat yang cerdas, berkarakter, serta berdaya saing.<br>Sebagai salah satu keturunan dari almarhum Guru Madong Lubis, penulis memandang bahwa warisan terbesar Willem Iskander bukanlah bangunan sekolah atau catatan sejarah semata, melainkan semangat untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan perubahan. Semangat itulah yang harus terus dijaga agar Tanah Mandailing tetap menjadi rahim yang melahirkan pemikir, pendidik, dan pemimpin bangsa di masa depan.<br>Willem Iskander telah menyalakan pelita. Tugas generasi hari ini adalah memastikan cahaya itu tidak pernah padam.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_6178_Menghidupkan-Kembali--ldquo-Kompas-Intelektual-rdquo--yang-Lahir-di-Tanah-Mandailing.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283546/menghidupkan-kembali-ldquokompas-intelektualrdquo-yang-lahir-di-tanah-mandailing/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Solok Meninjau Sekaligus Menyerahkan Bantuan Kepada Keluarga Korban Kebakaran</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 09:39:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Solok Meninjau Sekaligus Menyerahkan Bantuan Kepada Keluarga Korban Kebakaran]]></title>
            <description><![CDATA[Bupati Solok Meninjau Sekaligus Menyerahkan Bantuan Kepada Keluarga Korban Kebakaran ]]></description>
            <content><![CDATA[&lrm;<br>.</p><p>Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> I Sumut24.co<br>&lrm;<br>&lrm; Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Sumatera Barat,  Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H., Sabtu (20/6) didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., bersama Kasat Pol PP dan Damkar, Asril serta perwakilan Dinas Sosial Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, meninjau sekaligus menyerahkan bantuan kepada Keluarga korban kebakaran di Jorong Rimbo Data, Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti.<br>&lrm;<br>&lrm;Kedatangan rombongan diterima oleh Camat Lembah Gumanti bersama Wali Nagari Sungai Nanam. Dijelaskan kebakaran yang terjadi pada Jumat sore tersebut menghanguskan rumah milik warga hingga rata dengan tanah. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun satu orang mengalami luka bakar, saat ini keluarga korban sementara tinggal di rumah kerabat.<br>&lrm;<br>&lrm;Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> bersama Ketua TP-PKK Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> menyerahkan bantuan secara pribadi berupa kompor gas, rice cooker, dan bantuan uang tunai untuk membantu meringankan kebutuhan keluarga korban.<br>&lrm;<br>&lrm;Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> melalui Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan tanggap darurat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah tersebut.<br>&lrm;<br>&lrm;Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> juga  menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> akan memberikan bantuan bedah rumah bagi keluarga korban agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.<br>&lrm;<br>&lrm;"Pemerintah hadir dan akan terus memberikan dukungan kepada keluarga yang tertimpa musibah kebakaran ini. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," ujar Bupati.<br>&lrm;<br>&lrm;Usai meninjau lokasi kebakaran di Nagari Sungai Nanam, Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> beserta rombongan melanjutkan kunjungan serupa ke Nagari Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, untuk menyerahkan bantuan kepada warga yang juga terdampak musibah kebakaran. Kunjungan tersebut diterima  langsung oleh Wali Nagari Air Dingin dan keluarga korban kebakaran.<br>&lrm;<br>&lrm;Kehadiran Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan dukungan serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_8702_Bupati-Solok-Meninjau-Sekaligus-Menyerahkan-Bantuan-Kepada-Keluarga-Korban-Kebakaran.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283545/bupati-solok-meninjau-sekaligus-menyerahkan-bantuan-kepada-keluarga-korban-kebakaran/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wabup Solok Apresiasi Peran Sekolah Islam dalam Membangun Generasi Quran</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 09:38:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wabup Solok Apresiasi Peran Sekolah Islam dalam Membangun Generasi Quran]]></title>
            <description><![CDATA[Wabup Solok Apresiasi Peran Sekolah Islam dalam Membangun Generasi Quran]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> I Sumut24.co</p><p>Sabtu (20/06/2026) di Gedung Kubuang 13, Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Sumatera Barat, suasana khidmat dan penuh haru mewarnai pelaksanaan Wisuda Tahfizh ke-8 sekaligus pelepasan siswa kelas VI Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Sa&#039;adiah, dengan mengusung tema "Menghafal dengan Cinta, Mengamalkan Sepanjang Usia".</p><p>Acara dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten solok yg di wakili oleh Wakil Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Candra, Ketua Yayasan Wakaf Bunda Sa&#039;adiah Ustadz Boy Ihsan, jajaran ustadz dan ustadzah, para orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.</p><p> Wakil Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> Candra dalam sambutannya  menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang diwisuda tahfizh dan dilepas sebagai lulusan kelas VI SDIT Sa&#039;adiah. Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di lembaga pendidikan Islam.</p><p>"Dia mengucapkan selamat kepada para wali murid yang anak-anaknya diwisuda hari ini, khususnya kepada ananda yang mengikuti wisuda tahfizh dan pelepasan siswa kelas VI SDIT Sa&#039;adiah. Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dan semangat, sehingga anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah terbaik, baik di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> maupun di luar daerah," tuturnya.</p><p>Juga memberikan penghargaan tinggi kepada Yayasan Wakaf Bunda Sa&#039;adiah beserta seluruh tenaga pendidik yang telah berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan Islam di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>.</p><p>Kami memberikan apresiasi kepada pimpinan yayasan dan para ustadz serta ustadzah yang telah menyumbangkan karya terbaiknya untuk daerah dan bangsa melalui pendirian SDIT Sa&#039;adiah. Dalam Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa pendidikan merupakan tugas negara. Kehadiran sekolah swasta yang berkualitas seperti SDIT Sa&#039;adiah menjadi bentuk nyata dukungan kepada pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya.</p><p>Dikatakannya, tantangan pendidikan karakter dan keagamaan saat ini semakin besar. Berdasarkan berbagai evaluasi yang dilakukan, masih banyak siswa yang belum mampu membaca dan menulis Al-Qur&#039;an dengan baik, bahkan belum terbiasa melaksanakan shalat lima waktu secara konsisten.</p><p>"Ini tentu menjadi perhatian bersama. Karena itu, kami terus menekankan kepada guru-guru agama agar memastikan anak-anak kita mampu membaca dan menulis Al-Qur&#039;an serta melaksanakan shalat lima waktu. Alhamdulillah, di SDIT Sa&#039;adiah anak-anak tidak hanya diajarkan membaca dan menulis Al-Qur&#039;an, tetapi juga didorong untuk menghafalnya," ungkapnya.</p><p><br>Wakil Bupatipun mengajak para orang tua untuk bersyukur karena telah memilih pendidikan berbasis Islam bagi putra-putri mereka, mengingat pendidikan agama menjadi pondasi penting dalam menghadapi tantangan zaman.</p><p>Ketua Yayasan Wakaf Bunda Sa&#039;adiah, Ustadz Boy Ihsan, dalam sambutan nya menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa dalam program tahfizh Al-Qur&#039;an. Menurutnya, pada wisuda tahun ini terdapat siswa yang telah berhasil menghafal hingga 15 juz Al-Qur&#039;an, disusul hafalan 8 juz, 7 juz, dan berbagai capaian lainnya yang membanggakan.</p><p>"Prestasi ini merupakan anugerah yang patut disyukuri. Kami berharap anak-anak yang telah mencapai hafalan tertentu tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus melanjutkan dan menjaga hafalan Al-Qur&#039;annya di jenjang pendidikan berikutnya," ujarnya.</p><p>Bahwa program tahfizh yang dijalankan SDIT Sa&#039;adiah bukan hanya bertujuan melahirkan penghafal Al-Qur&#039;an, tetapi juga generasi yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur&#039;an dalam kehidupan sehari-hari.</p><p>Melalui tema *&#039;Menghafal dengan Cinta, Mengamalkan Sepanjang Usia&#039;*, SDIT Sa&#039;adiah berkomitmen untuk terus membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia, berprestasi, serta mampu menjadi penerus bangsa yang membawa manfaat bagi agama, masyarakat, dan negara.</p><p>Acara wisuda dan pelepasan siswa berlangsung dengan penuh khidmat, ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para wisudawan tahfizh dan siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar mereka di SDIT Sa&#039;adiah.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_9028_Wabup-Solok-Apresiasi-Peran-Sekolah-Islam-dalam-Membangun-Generasi-Quran.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283544/wabup-solok-apresiasi-peran-sekolah-islam-dalam-membangun-generasi-quran/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Padangsidimpuan Gencarkan Gerakan Hidup Sehat, Wali Kota Turun Langsung di Gebyar IVA Test dan Senam Prolanis</guid>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 09:35:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Padangsidimpuan Gencarkan Gerakan Hidup Sehat, Wali Kota Turun Langsung di Gebyar IVA Test dan Senam Prolanis]]></title>
            <description><![CDATA[Padangsidimpuan Gencarkan Gerakan Hidup Sehat, Wali Kota Turun Langsung di Gebyar IVA Test dan Senam Prolanis]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padangsidimpuan | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kota Padangsidimpuan terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui berbagai program terpadu yang menyentuh langsung kebutuhan warga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal tersebut terlihat dari kehadiran Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, didampingi Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan, H. Rahmat Marzuki Nasution, dalam kegiatan Gerakan Indonesia Asri, Senam Prolanis, serta <a href="https://www.sumut24.co/tag/gebyar/" target="_blank">Gebyar</a> IVA Test yang digelar di Puskesmas Pokenjior, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, Kamis (19/6/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan, mulai dari pencegahan penyakit kronis hingga deteksi dini kanker serviks.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Acara ini juga dihadiri oleh Staf Ahli I TP PKK Kota Padangsidimpuan, Ny. Apipah Pahlevi, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga kesehatan, kader TP PKK, kader Posyandu, kader kesehatan, serta masyarakat dari berbagai desa di wilayah Angkola Julu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Warga tampak antusias mengikuti Senam Prolanis yang menjadi bagian dari program pengelolaan penyakit kronis, dengan tujuan meningkatkan kebugaran fisik serta kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi penderita penyakit tidak menular.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, <a href="https://www.sumut24.co/tag/gebyar/" target="_blank">Gebyar</a> IVA Test menjadi salah satu fokus utama kegiatan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesehatan perempuan. Program ini memberikan layanan pemeriksaan dini kanker serviks, sehingga potensi penyakit dapat terdeteksi lebih cepat dan ditangani secara tepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, kader Posyandu, kader TP PKK, serta seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mendukung layanan kesehatan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh tenaga kesehatan dan kader di lapangan yang terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup bersih dan sehat, sekaligus membangun lingkungan yang lebih asri dan berkelanjutan.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/06/_175_Padangsidimpuan-Gencarkan-Gerakan-Hidup-Sehat--Wali-Kota-Turun-Langsung-di-Gebyar-IVA-Test-dan-Senam-Prolanis.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/283543/padangsidimpuan-gencarkan-gerakan-hidup-sehat-wali-kota-turun-langsung-di-gebyar-iva-test-dan-senam-prolanis/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>