<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Mon, 07 Sep 2026 12:54:00 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Polresta Deli Serdang Pantau Keamanan dan Berikan Pelayanan Kesehatan Kepada Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan di Bandara Kualanamu</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 12:35:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Polresta Deli Serdang Pantau Keamanan dan Berikan Pelayanan Kesehatan Kepada Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan di Bandara Kualanamu]]></title>
            <description><![CDATA[Polresta Deli Serdang Pantau Keamanan dan Berikan Pelayanan Kesehatan Kepada Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan di Bandara Kualanamu]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Deliserdang- <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a>ta Deli Serdang meningkatkan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat di Bandara Internasional Kualanamu menyusul terjadinya penundaan sejumlah penerbangan menuju Jakarta yang berdampak terhadap aktivitas dan mobilitas para penumpang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan pengamanan dan pelayanan tersebut dilaksanakan pada Minggu (06/09/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan melibatkan personel <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a>ta Deli Serdang, personel BKO Dit Samapta Polda Sumut, BKO Dit Pam Obvit Polda Sumut serta unsur terkait lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., bersama jajaran Pejabat Utama <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a>ta Deli Serdang kemudian melakukan monitoring langsung terhadap situasi di area terminal keberangkatan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kehadiran personel Polri ditujukan untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan tertib serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada para penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan.<br>Dalam kegiatan tersebut, personel Polri juga memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada penumpang yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang terdampak pembatalan penerbangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan dan pelayanan dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif. <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a>ta Deli Serdang memastikan personel tetap melakukan pemantauan situasi serta memberikan pelayanan kepada masyarakat selama kondisi di Bandara Kualanamu masih membutuhkan kehadiran petugas.<br>Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa Polri hadir untuk memastikan keamanan sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami memastikan kehadiran personel Polri di Bandara Kualanamu untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus memberikan pelayanan kepada para penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak bandara, maskapai dan stakeholder terkait agar setiap perkembangan situasi dapat direspons dengan cepat dan tepat."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami juga mengimbau kepada seluruh penumpang untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pihak maskapai dan petugas bandara, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a>ta Deli Serdang akan terus hadir memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_3095_Polresta-Deli-Serdang-Pantau-Keamanan-dan-Berikan-Pelayanan-Kesehatan-Kepada-Penumpang-Terdampak-Pembatalan-Penerbangan-di-Bandara-Kualanamu.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285999/polresta-deli-serdang-pantau-keamanan-dan-berikan-pelayanan-kesehatan-kepada-penumpang-terdampak-pembatalan-penerbangan-di-bandara-kualanamu/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Estafet Kepemimpinan, PLN UIP SBU Sambut Manager Baru UPP SBU 4</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 12:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Estafet Kepemimpinan, PLN UIP SBU Sambut Manager Baru UPP SBU 4]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (PLN UIP SBU) melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) ]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (PLN UIP SBU) melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) <a href="https://www.sumut24.co/tag/manager/" target="_blank">Manager</a> Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Utara 4 (UPP SBU 4) di Aula Kantor PLN UIP SBU, Medan, Jumat (4/9/2026).</p>Dalam kesempatan tersebut, Parlindungan mendapat amanah baru sebagai <a href="https://www.sumut24.co/tag/manager/" target="_blank">Manager</a> UPP JBT 4, sementara Doni Emmeri dipercaya mengemban tugas sebagai <a href="https://www.sumut24.co/tag/manager/" target="_blank">Manager</a> UPP SBU 4.</p>Prosesi Sertijab ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan (BA Sertijab) yang disaksikan langsung oleh General <a href="https://www.sumut24.co/tag/manager/" target="_blank">Manager</a> PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto. Kegiatan dilanjutkan dengan serah terima memori jabatan dari pejabat sebelumnya kepada pejabat yang baru sebagai bagian dari proses pengalihan amanah dan kesinambungan pelaksanaan tugas di UPP SBU 4.</p>General <a href="https://www.sumut24.co/tag/manager/" target="_blank">Manager</a> PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, menyampaikan apresiasi kepada Parlindungan atas dedikasi dan kontribusinya selama mengemban amanah sebagai <a href="https://www.sumut24.co/tag/manager/" target="_blank">Manager</a> UPP SBU 4. Ia juga menyampaikan selamat atas amanah baru sebagai <a href="https://www.sumut24.co/tag/manager/" target="_blank">Manager</a> UPP JBT 4 serta menyambut Doni Emmeri sebagai <a href="https://www.sumut24.co/tag/manager/" target="_blank">Manager</a> UPP SBU 4.</p>&quot;Terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Parlindungan atas dedikasi dan kontribusinya selama bertugas di UPP SBU 4. Selamat mengemban amanah baru sebagai <a href="https://www.sumut24.co/tag/manager/" target="_blank">Manager</a> UPP JBT 4. Kepada Bapak Doni Emmeri, selamat datang dan selamat bertugas. Mari lanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun, perkuat kolaborasi dan pastikan setiap pekerjaan berjalan aman, berkualitas, serta mencapai target tepat waktu,&quot; ujar Rizki.</p>Rizki menambahkan, UPP SBU 4 memiliki rekam jejak penting dalam mendukung penyelesaian proyek energi baru terbarukan (EBT) di Sumatera Bagian Utara. Sebelumnya, UPP SBU 4 yang berkedudukan di wilayah Desa Meranti Utara, Kabupaten Toba, berhasil menyelesaikan pembangunan PLTA Asahan 3 berkapasitas 2 x 87 MW pada 2024 secara tepat waktu. Proyek tersebut kemudian diresmikan pada Januari 2025.</p>&quot;Capaian UPP SBU 4 dalam menyelesaikan PLTA Asahan 3 menjadi pengalaman dan standar yang harus terus dipertahankan. Saat ini, UPP SBU 4 melanjutkan estafet pembangunan EBT melalui proyek PLTA Kumbih berkapasitas 3 x 15 MW yang berlokasi di Desa Jontor, Kota Subulussalam. Harapannya, keberhasilan dalam menyelesaikan PLTA Asahan 3 dapat kembali diterapkan pada proyek PLTA Kumbih, sehingga proyek dapat diselesaikan secara tepat waktu, berkualitas, aman dan memberikan manfaat bagi sistem kelistrikan Nasional serta masyarakat,&quot; tegas Rizki.</p>Parlindungan turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan serta sinergi yang telah terjalin bersama jajaran manajemen dan seluruh pegawai PLN UIP SBU selama menjalankan tugas di UPP SBU 4.</p>&quot;Terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh tim selama saya menjalankan amanah di UPP SBU 4. Amanah baru di UPP JBT 4 menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi PLN. Saya berharap sinergi dan silaturahmi yang telah terbangun tetap terjaga,&quot; ungkap Parlindungan.</p>Sementara itu, Doni Emmeri menyampaikan kesiapan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dan menjaga keberlanjutan kinerja UPP SBU 4.</p>&quot;Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Saya siap melanjutkan estafet kepemimpinan di UPP SBU 4 dengan dukungan seluruh tim. Mari bersama-sama menjaga kinerja, memperkuat kolaborasi, mengutamakan keselamatan dan integritas, serta memberikan kontribusi terbaik bagi PLN,&quot; tutur Doni.</p>Serah terima jabatan ini menjadi bagian dari penguatan organisasi dan estafet kepemimpinan PLN UIP SBU untuk memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas, menjaga kinerja unit, serta mendukung percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal dan berkelanjutan di Sumatera Bagian Utara. (C04)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_9648_Estafet-Kepemimpinan--PLN-UIP-SBU-Sambut-Manager-Baru-UPP-SBU-4.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285998/estafet-kepemimpinan-pln-uip-sbu-sambut-manager-baru-upp-sbu-4/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Satres Narkoba Polres Asahan Gagalkan Pengiriman 5 Kg Sabu dan 285 Ekstasi ke Madura, Satu Kurir Diamankan</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 11:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Satres Narkoba Polres Asahan Gagalkan Pengiriman 5 Kg Sabu dan 285 Ekstasi ke Madura, Satu Kurir Diamankan]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.coASAHAN, Keberhasilan kembali ditorehkan jajaran kepolisian di Kabupaten Asahan. Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres As]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b>-ASAHAN, Keberhasilan kembali ditorehkan jajaran kepolisian di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>. Satuan Reserse <a href="https://www.sumut24.co/tag/narkoba/" target="_blank">Narkoba</a> (<a href="https://www.sumut24.co/tag/satres/" target="_blank">Satres</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/narkoba/" target="_blank">Narkoba</a>) <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> berhasil membongkar dan menggagalkan pengiriman narkotika jenis sabu dan ekstasi dalam jumlah besar yang diduga hendak diselundupkan menuju wilayah Madura, Jawa Timur. Satu orang kurir berinisial J (23) warga Kabupaten Sampang berhasil diamankan beserta seluruh barang bukti yang disiapkan.</p>Penindakan tegas ini berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, bermula dari laporan masyarakat yang diterima Unit Opsnal <a href="https://www.sumut24.co/tag/satres/" target="_blank">Satres</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/narkoba/" target="_blank">Narkoba</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> sekitar pukul 09.05 Wib. Informasi tersebut menyebutkan adanya seseorang yang diduga menguasai narkotika di kawasan Desa Binjai Serbangan, Lingkungan VII, Kecamatan Air Joman, Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>.</p>Merespons cepat informasi tersebut, Kasat Res <a href="https://www.sumut24.co/tag/narkoba/" target="_blank">Narkoba</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> AKP Gunawan Effendi, S.H., segera memerintahkan Kanit 2 IPDA Eko P.U. Sianipar bersama tim opsnal untuk turun melakukan penyelidikan dan pemantauan di lokasi yang dimaksud. Hasil pantauan di lapangan, petugas menemukan seorang pria yang ciri-cirinya sesuai keterangan saksi sedang duduk santai di sebuah kedai di wilayah tersebut.</p>Tanpa membuang waktu dan tetap berhati-hati, petugas langsung mengamankan pria tersebut dan melakukan penggeledahan badan maupun barang bawaannya. Hasilnya, polisi menemukan sejumlah paket tersembunyi yang diduga berisi narkotika siap kirim.</p>Berdasarkan rincian barang bukti yang diamankan, terdapat empat bungkus plastik kemasan teh Cina merek Chinese Pin Wei yang berisi sabu dengan berat bruto sekitar 3.600 gram. Selain itu, ditemukan pula dua bungkus plastik bening berisi sabu dengan berat bruto sekitar 1.400 gram. Sehingga total sabu yang disita mencapai sekitar 5 kilogram.</p>Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan tiga bungkus plastik klip bening berisi 285 butir ekstasi dengan berat bruto sekitar 176,6 gram. Seluruh barang bukti tersebut disita untuk proses hukum selanjutnya.</p>Saat pemeriksaan awal di lokasi, pria yang mengaku bernama J ini menyatakan bahwa narkotika tersebut bukan miliknya. Ia mengaku hanya menjalankan perintah seseorang yang berada di wilayah Madura untuk mengantar paket berbahaya itu ke tujuan. Sebagai imbalan jika berhasil sampai dan diterima pengirim, ia dijanjikan upah sebesar Rp80 juta. Namun, nasib berkata lain, sebelum berangkat ia lebih dahulu digerebek petugas.</p>"Selanjutnya, tersangka beserta seluruh barang bukti dibawa ke Mapolres <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi kini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut, termasuk menelusuri asal-usul dan tujuan akhir narkotika," jelas keterangan kepolisian.</p>Terkait hal ini, Kapolres <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> AKBP Adi Dharma Pramudhita, S.H., S.I.K., M.Sc.IT., Senin (7/9/2026) menegaskan bahwa pengungkapan jaringan narkoba ini merupakan bagian dari upaya terus-menerus pihak kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkotika serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> tetap kondusif dan bersih dari ancaman narkotika.</p>Pihaknya juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang telah berani memberikan informasi sehingga kejahatan narkotika ini dapat digagalkan sejak dini sebelum beredar lebih luas. (tec)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_212_Satres-Narkoba-Polres-Asahan-Gagalkan-Pengiriman-5-Kg-Sabu-dan-285-Ekstasi-ke-Madura--Satu-Kurir-Diamankan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285997/satres-narkoba-polres-asahan-gagalkan-pengiriman-5-kg-sabu-dan-285-ekstasi-ke-madura-satu-kurir-diamankan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Perjalanan Sederhana Menuju Pertemuan dengan Crown Princess Victoria</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 11:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Perjalanan Sederhana Menuju Pertemuan dengan Crown Princess Victoria]]></title>
            <description><![CDATA[Perjalanan Sederhana Menuju Pertemuan dengan Crown Princess Victoria]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jakarta - Putri Mahkota Swedia, Crown Princess Victoria, telah tiba di Jakarta. Beliau merupakan Dewan Kehormatan International Paralympic Committee (IPC) dan sosok yang memiliki perhatian besar terhadap perjuangan olahraga paralimpik dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan hati yang begitu beautiful, Crown Princess Victoria menjadi salah satu generasi awal yang memberikan dukungan kepada IPC sejak tahun 2003. Dedikasinya terhadap gerakan Paralimpik telah berlangsung panjang dan konsisten hingga hari ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi saya, perjalanan ini menjadi sangat berarti karena pada tanggal 11 Juli 2026, dalam peringatan satu tahun 100 CTFP, Presiden IPC Andrew Parsons secara resmi telah menyampaikan kepada dunia bahwa merupakan sebuah kehormatan bagi beliau untuk mendukung 100 CTFP dan Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Presiden Andrew Parsons dan tim IPC menerima saya apa adanya. Bagi saya, hal tersebut merupakan sebuah kehormatan dari Tuhan yang tidak dapat diukur dengan apa pun. Presiden Andrew Parsons juga menjadi satu-satunya orang yang berbicara kepada dunia untuk mendukung 100 CTFP dan MMLWF, dan diliput oleh media-media di seluruh dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kini, saya merasakan sebuah kedamaian yang luar biasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari Senin ini, saya akan berkesempatan bertemu dengan Crown Princess Victoria. Ada rasa haru ketika menyadari bahwa saya berada satu lantai dengan seorang Dewan Kehormatan IPC yang telah mendukung perjuangan Presiden Andrew Parsons sejak pertama ia menjadi Presiden hingga sekarang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi saya, ini adalah bagian dari perjalanan yang Tuhan atur dengan cara-Nya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terima kasih, Tuhan, atas keajaiban-keajaiban yang terus terjadi setelah saya memutuskan untuk hidup lebih rileks, tidak membuat acara besar dan tidak hadir di acara besar, serta hanya menyiapkan empat sandal sederhana bermanik-manik yang saya beli di Bangkok.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan hari ini, saya melihat bagaimana Tuhan membuka jalan dengan cara yang tidak pernah saya bayangkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Thank God always.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_8027_Perjalanan-Sederhana-Menuju-Pertemuan-dengan-Crown-Princess-Victoria.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285996/perjalanan-sederhana-menuju-pertemuan-dengan-crown-princess-victoria/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wakil Bupati Asahan Pimpin Apel Gabungan Bulan September, Perkuat Kerjasama Tim dan Pelayanan Terbaik Masyarakat</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 11:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wakil Bupati Asahan Pimpin Apel Gabungan Bulan September, Perkuat Kerjasama Tim dan Pelayanan Terbaik Masyarakat]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., memimpin pelaksanaan Apel Gabungan lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan yan]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN, <a href="https://www.sumut24.co/tag/wakil/" target="_blank">Wakil</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Rianto, S.H., M.A.P., memimpin pelaksanaan <a href="https://www.sumut24.co/tag/apel/" target="_blank">Apel</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/gabungan/" target="_blank">Gabungan</a> lingkungan Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> yang berlangsung tertib dan lancar di halaman Kantor <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Senin (07/09/2026). Kegiatan ini menjadi momen pengingat dan pemacu semangat bagi seluruh jajaran aparatur untuk tetap fokus dan disiplin dalam menjalankan tugas pelayanan publik.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/apel/" target="_blank">Apel</a> gabungan ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, para Asisten, Staf Ahli <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a>, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, termasuk Direktur PDAM Silau Piasa.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/a5e00132373a7031000fd987a3c9f87b_IMG-20260907-WA0017.jpg"><br></p>Dalam amanatnya, <a href="https://www.sumut24.co/tag/wakil/" target="_blank">Wakil</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> mengawali dengan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen pemerintah atas dedikasi yang telah diberikan selama ini. Khususnya atas keberhasilan pelaksanaan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada bulan Agustus lalu, mulai dari kegiatan gotong royong, penataan kebersihan lingkungan hingga pelaksanaan upacara bendera yang berjalan dengan penuh semangat kebersamaan.</p>Namun, pencapaian tersebut tidak membuat jajaran pemerintah boleh berpuas diri atau melalaikan kewajiban. Menurutnya, tanggung jawab pelayanan masyarakat masih panjang dan harus segera diselesaikan dengan cepat dan tepat.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/47d1e990583c9c67424d369f3414728e_IMG-20260907-WA0014.jpg"><br></p>"Kita ini adalah pelayan masyarakat. Oleh karena itu, mari kita bekerja sebaik-baiknya dan berikan pelayanan yang terbaik bagi warga Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>," tegas Rianto.<br></p>Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan rasa syukur dalam menjalankan tugas harian. Seluruh jajaran diminta menyadari bahwa mereka merupakan satu kesatuan kerja yang utuh. Kerjasama tim yang solid serta pemahaman yang baik terhadap tugas pokok dan fungsi masing-masing dinilai menjadi kunci keberhasilan mewujudkan visi dan misi daerah.</p>"Kita ini satu kesatuan, satu tim kerja. Jika kita memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing, Insyaallah seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan hasil yang maksimal," ujarnya.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/2a79ea27c279e471f4d180b08d62b00a_IMG-20260907-WA0016.jpg"><br></p>Selain aspek kedisiplinan dan kekompakan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/wakil/" target="_blank">Wakil</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> juga menyoroti dua hal krusial: kebersihan lingkungan dan kualitas pelayanan publik. Ia meminta perhatian khusus terhadap kebersihan di wilayah Kecamatan Kisaran Barat dan Kisaran Timur. Seluruh elemen diminta peka terhadap kondisi lingkungan serta aktif berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup guna menjaga keindahan dan kebersihan wilayah ibu kota kabupaten.</p>"Kisaran adalah wajah kita semua. Mari kita jaga lingkungan dan terus berkoordinasi agar kebersihan menjadi perhatian bersama," imbaunya.</p>Di sektor pelayanan publik, Rianto mengapresiasi kinerja yang telah terjalin cukup baik, terutama pada pelayanan administrasi kependudukan, rumah sakit, dan puskesmas. Ia berharap standar pelayanan tersebut terus ditingkatkan agar masyarakat benar-benar merasa nyaman dan terlayani dengan prima.</p>Di akhir amanatnya, ia mengajak seluruh pegawai untuk tetap menjaga semangat positif. "Bekerjalah dengan senang hati. Tidak ada yang hebat secara pribadi, namun kebersamaanlah yang menjadikan kita hebat. Kita adalah satu korps pegawai negeri yang berbakti," pungkasnya.</p>Secara keseluruhan, pelaksanaan <a href="https://www.sumut24.co/tag/apel/" target="_blank">Apel</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/gabungan/" target="_blank">Gabungan</a> Bulan <a href="https://www.sumut24.co/tag/september/" target="_blank">September</a> ini berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini menjadi landasan kuat bagi jajaran Pemkab <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> untuk memulai kinerja bulan <a href="https://www.sumut24.co/tag/september/" target="_blank">September</a> dengan semangat baru dan fokus pelayanan yang lebih baik. (dre)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_6803_Wakil-Bupati-Asahan-Pimpin-Apel-Gabungan-Bulan-September--Perkuat-Kerjasama-Tim-dan-Pelayanan-Terbaik-Masyarakat.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285995/wakil-bupati-asahan-pimpin-apel-gabungan-bulan-september-perkuat-kerjasama-tim-dan-pelayanan-terbaik-masyarakat/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Laksanakan Sosperda Tentang Adminduk, Antonius Tumanggor Soroti Soal Parlinsos</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 09:36:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Laksanakan Sosperda Tentang Adminduk, Antonius Tumanggor Soroti Soal Parlinsos]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co Medan  Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi NasDem, Antonius Devolis Tumanggor, menyoroti keberlanjutan program Perlindungan S]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -Medan &ndash; Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi NasDem, <a href="https://www.sumut24.co/tag/antonius/" target="_blank">Antonius</a> Devolis <a href="https://www.sumut24.co/tag/tumanggor/" target="_blank">Tumanggor</a>, menyoroti keberlanjutan program Perlindungan Sosial (<a href="https://www.sumut24.co/tag/parlinsos/" target="_blank">Parlinsos</a>) Kemensos di Kota Medan yang hingga kini menjadi perhatian masyarakat.</p>Menurutnya, kebijakan terkait <a href="https://www.sumut24.co/tag/parlinsos/" target="_blank">Parlinsos</a> perlu dilihat secara utuh, terutama dengan adanya program perlindungan sosial lain yang dijalankan Pemerintah Kota Medan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).</p>Karena itu, ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa program yang dibiayai APBD memiliki karakter dan kebijakan yang berbeda dengan program bantuan sosial yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).</p>&quot;Kenapa belum diperpanjang Pak Wali?, Karena mereka punya program PKH Makmur. Memang program PKH Makmur ini didanai oleh APBD Medan,&quot; ujar <a href="https://www.sumut24.co/tag/antonius/" target="_blank">Antonius</a> saat Sosialisasi Perda yang dilangsungkan di Jalan Mataram No.21 Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Baru, Sabtu (5/9) pukul 16.00 Wib sampai selesai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut wakil ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Medan ini, Pemerintah Kota Medan tentu memiliki ruang untuk menentukan kebijakan dan program yang dianggap sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah. Kehadiran PKH Makmur menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.</p>&quot;Harapan kita selaku anggota dewan, janganlah disamakan anggaran yang berasal dari APBD dengan APBN,&quot; tegasnya.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/2723d092b63885e0d7c260cc007e8b9d_IMG-20260907-WA0008.jpg"><br></p><a href="https://www.sumut24.co/tag/antonius/" target="_blank">Antonius</a> menilai, perbedaan sumber anggaran tersebut penting dipahami agar masyarakat tidak melihat seluruh program bantuan pemerintah sebagai satu kebijakan yang sama. Pemerintah pusat memiliki program yang bersumber dari APBN, sementara pemerintah daerah juga memiliki program sendiri yang dibiayai melalui APBD.</p>Dengan demikian, ketika terdapat perubahan atau keberlanjutan sebuah program, menurut <a href="https://www.sumut24.co/tag/antonius/" target="_blank">Antonius</a>, pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai kebijakan tersebut, termasuk program pengganti atau program lain yang tetap dapat diakses masyarakat.</p>a juga berharap program PKH Medan Makmur yang menjadi program Pemko Medan dapat benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.</p>DPRD Kota Medan, kata <a href="https://www.sumut24.co/tag/antonius/" target="_blank">Antonius</a>, tentunya memiliki fungsi pengawasan untuk memastikan program yang menggunakan anggaran daerah tersebut berjalan sesuai sasaran.</p>Di tengah pembahasan mengenai program perlindungan sosial, <a href="https://www.sumut24.co/tag/antonius/" target="_blank">Antonius</a> juga menyoroti persoalan data desil masyarakat yang belakangan menjadi perhatian. Menurutnya, persoalan desil cukup kompleks karena masih banyak masyarakat yang mempertanyakan dasar penentuan tingkat kesejahteraan mereka.</p>&quot;Ini sebenarnya persoalan desil lagi hangat-hangatnya atau sangat kompleks, karena acuannya desil ini kan masih belum valid, apa dasarnya,&quot; katanya.</p>Ia mencontohkan masyarakat yang tinggal di rumah milik orangtua. Kondisi tersebut belum tentu menunjukkan yang bersangkutan memiliki kemampuan ekonomi yang baik. Bisa saja warga tersebut memang tidak mampu dan hanya menumpang di rumah orangtuanya, tetapi dalam pendataan justru masuk dalam desil yang relatif tinggi.</p>Kondisi seperti itu, menurut <a href="https://www.sumut24.co/tag/antonius/" target="_blank">Antonius</a>, sebelumnya membuat masyarakat kesulitan menyampaikan keberatan. Namun, dengan adanya Identitas Kependudukan Digital (IKD), warga kini memiliki ruang untuk menyanggah dan memperbarui data apabila ditemukan ketidaksesuaian.</p>&quot;Misalnya dia tinggal di rumah orangtuanya dan memang betul-betul tidak mampu, terus desilnya tinggi. Awalnya dia tidak bisa menyanggah. Dengan adanya IKD ini dia bisa menyanggah,&quot; jelasnya.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/antonius/" target="_blank">Antonius</a> menilai pemutakhiran data menjadi hal penting karena penentuan desil berkaitan dengan akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan pemerintah. Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru kehilangan kesempatan memperoleh bantuan hanya karena data yang dimiliki pemerintah tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.</p>Namun di sisi lain, ia juga melihat sistem desil memiliki manfaat dalam mengidentifikasi penerima bantuan yang sudah tidak sesuai dengan kriteria.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/antonius/" target="_blank">Antonius</a> menyebut masih ditemukan penerima bantuan yang memiliki persoalan lain, seperti kredit kendaraan yang bermasalah hingga keterlibatan dalam judi online. Kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari proses pemadanan dan verifikasi data pemerintah.</p>&quot;Dari desil ini ketahuan. Makanya dengan adanya desil ini terbantu sebenarnya. Akhirnya bantuannya dicabut,&quot; ujarnya.</p>Karena itu, ia menilai pembenahan data harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat. Pemerintah juga diminta memberikan ruang yang mudah bagi warga untuk melakukan koreksi apabila terdapat kesalahan dalam data sosial ekonominya.</p>Sementara itu, Lurah Petisah Hulu, Affandi Syahputra mengucapkan terimakasih atas pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) yang dilaksanakan oleh anggota DPRD Kota Medan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/antonius/" target="_blank">Antonius</a> Devolis <a href="https://www.sumut24.co/tag/tumanggor/" target="_blank">Tumanggor</a>. Dia berharap agar warga masyarakat di wilayah kecamatan Medan Baru yang diundang hadir mendapat pemahaman dan tidak canggung saat hendak ikut program Perlinsos.</p>Ia juga mendorong warga untuk peduli terhadap Adminduk keluarga masing-masing, dan segera mengurus Adminduk bilamana ada ketidaksesuaian data.</p>Kegiatan Sosperda ini diakhiri dengan pembagian suvenir, kue dan nasi kotak serta foto bersama.</p>Turut hadir, Sekcam Medan Baru, Surya, Kasi Sarpras Suhadi, Nurul Hajni kepala lingkungan V kelurahan Petisah Hulu. (R02)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_7787_Laksanakan-Sosperda-Tentang-Adminduk--Antonius-Tumanggor-Soroti-Soal-Parlinsos.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285994/laksanakan-sosperda-tentang-adminduk-antonius-tumanggor-soroti-soal-parlinsos/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Menembus Ilusi Kolonialitas Agraria: UMSU Academic Viewpoint atas Rekonstruksi Papua 1828&ndash;2026</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 08:39:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Menembus Ilusi Kolonialitas Agraria: UMSU Academic Viewpoint atas Rekonstruksi Papua 1828–2026]]></title>
            <description><![CDATA[Menembus Ilusi Kolonialitas Agraria UMSU Academic Viewpoint atas Rekonstruksi Papua 1828&ndash2026]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN &mdash; Sejarah panjang Papua tidak boleh dibaca sekadar sebagai garis linear kesinambungan dari era kolonial menuju tata kelola pemerintahan Indonesia modern. Di balik narasi pembangunan yang digembar-gemborkan selama ini, terjadi pergantian rezim berulang yang tetap melestarikan mekanisme lama: territorialisasi, klasifikasi administratif, perizinan sumber daya (resource licensing), hingga marjinalisasi institusi lokal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat sosial politik sekaligus dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Shohibul Anshor Siregar (Siregar), dalam telaah kritisnya terkait rekonstruksi sosio-historis agraria Papua rentang tahun 1828 hingga 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Siregar, tesis mengenai "colonial continuity" (kesinambungan kolonial) tidak bisa diasumsikan secara dangkal pada level identitas negara semata, melainkan harus diuji secara ketat pada level mekanisme strukturalnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Literatur tentang politik kehutanan (political forest) secara empiris membuktikan bahwa otoritas negara atas hutan adalah produk historis. Dalam konteks Papua, standardisasi pemerintahan dan rezim sumber daya terbukti menggeser legitimasi serta kontrol dari institusi lokal kepada kekuasaan negara," ujar Siregar di Medan, Senin (7/9).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Urgensi Kasus Papua Barat Daya dan Posisi Subnasional<br>Dalam kerangka teoretis tersebut, dinamika yang mengitari figur kepemimpinan di Provinsi Papua Barat Daya menjadi objek studi yang sangat krusial. Kehadiran kepemimpinan lokal di wilayah otonom baru (DOB) ini tidak lahir dalam vacuum historis tahun 1828, melainkan muncul setelah dua abad gelombang perubahan rezim. DOB sendiri secara hukum dibentuk dengan mandat konstitusional yang jelas: menjamin pemerataan, kesejahteraan, hak-hak Orang Asli Papua (OAP), dan pelaksanaan otonomi khusus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, pertanyaan mendasarnya kini bergeser dari sekadar wacana teoretis apakah seorang pemimpin daerah bersikap dekolonial, menuju pertanyaan praksis yang lebih tajam: Apa yang terjadi ketika seorang pemimpin subnasional mencoba menggunakan institusi resmi negara&mdash;yang dibentuk oleh sejarah panjang kolonialitas&mdash;untuk melawan arus dan mengubah distribusi kapasitas dalam menentukan wilayah, sumber daya, serta masa depan rakyatnya sendiri?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menguji Klaim Material Lewat Resource&ndash;Territory&ndash;Authority Atlas<br>Siregar menegaskan bahwa untuk membuktikan validitas klaim substantif di lapangan&mdash;termasuk kritik pedas yang menyebut bahwa "orang Papua hanya numpang"&mdash;pendekatan normatif semata tidak akan memadai. Diperlukan sebuah instrumen analitis yang komprehensif, yakni pembangunan Resource&ndash;Territory&ndash;Authority Atlas (Atlas Sumber Daya, Wilayah, dan Kewenangan) untuk wilayah Papua Barat Daya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atlas ini dirancang untuk memetakan dan menghubungkan enam wilayah pembentuk Papua Barat Daya secara holistis:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kawasan hutan dan wilayah adat (indigenous territories)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaran konsesi pertambangan, perkebunan, dan korporasi ekstraktif&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pusat-pusat pertumbuhan ekonomi regional&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Struktur kewenangan birokrasi pemerintahan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Melalui instrumen atlas komparatif tersebut, seluruh klaim ketimpangan struktural dan alienasi agraria dapat diuji secara material dan empiris, bukan sekadar berhenti sebagai tafsir teoretis di atas kertas," pungkas Siregar.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_6685_Menembus-Ilusi-Kolonialitas-Agraria--UMSU-Academic-Viewpoint-atas-Rekonstruksi-Papua-1828-ndash-2026.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285993/menembus-ilusi-kolonialitas-agraria-umsu-academic-viewpoint-atas-rekonstruksi-papua-1828ndash2026/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tak Jera!! Residivis Ks Pencurian Jadi Bandar Narkoba Diringkus saat akan Pasok 141 Paket Ganja.</guid>
            <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 08:08:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tak Jera!! Residivis Ks Pencurian Jadi Bandar Narkoba Diringkus saat akan Pasok 141 Paket Ganja.]]></title>
            <description><![CDATA[Tak Jera!! Residivis Ks Pencurian Jadi Bandar NarkobaDiringkus saat akan Pasok 141 Paket Ganja.]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN I SUMUT24.CO<br>Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Senin (31/8/2026) sore, meringkus seorang bandar sekaligus pengedar narkotika jenis ganja yang kerap beroperasi di kawasan Medan Tembung. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari tangan pelaku yang tercatat sebagai residivis kasus pencurian itu, polisi menyita 141 paket ganja mulai dari ukuran siap pakai, hingga ukuran besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ditangkapnya MA (21), warga Jalan Pukat I, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung di rumahnya setelah personel Unit 1 Satresnarkoba Polrestabes Medan mendapat informasi dari warga, perihal aktivitas terlarang yang dilakukan pelaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petugas meringkus pelaku yang saat hendak mengedarkan narkoba.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pengungkapan kasus ini berkat kerjasama kami dengan masyarakat. Dari tangan pelaku, kami menyita 141 paket daun ganja kering beragam ukuran, mulai dari yang siap edar, hingga ukuran besar yang siap untuk dipasok ke pengedar lain,&quot; ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Minggu (06/09/26) pagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rafli menjelaskan, MA bukan kali pertama terjerat hukum. Di tahun 2023, MA pernah dipenjara karena kasus pencurian, sebelum akhirnya bebas di tahun 2025.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usia bebas, MA sempat menjalani kehidupan normal dengan bekerja di Pasar Malam. Namun, MA yang terkena PHK, kemudian memilih jalan singkat untuk mendapatkan uang, dengan menjadi bandar sekaligus pengedar narkotika jenis ganja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pelaku ini residivis kasus pencurian, menjalankan bisnis haram ini sejak dua bulan lalu usai di PHK dari pekerjaannya,&quot; terang Rafli.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rafli menambahkan, MA biasanya memasok dan mengedarkan narkoba di kawasan Medan Tembung dan Tembung, Kabupaten Deli Serdang. MA, mampu menjual lebih dari 100 paket ganja, hanya dalam kurun waktu satu pekan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pelaku kami pastikan bandar sekaligus pengedar untuk kawasan Tembung. Saat ini, kami sedang mengejar pemasok narkoba kepada pelaku yang identitasnya sudah kami kantongi. Kami pastikan, apapun itu narkoba akan kami usut tuntas dan akan kami berantas,&quot; pungkas Rafli.(W05)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teks foto : <br>Polisi amankan pengedar narkoba bersama barang bukti(W05)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_1101_Tak-Jera---Residivis-Ks-Pencurian-Jadi-Bandar-Narkoba-Diringkus-saat-akan-Pasok-141-Paket-Ganja-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285992/tak-jera-residivis-ks-pencurian-jadi-bandar-narkoba-diringkus-saat-akan-pasok-141-paket-ganja/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, Resmikan Gedung Baru Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kampung Jawa</guid>
            <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 23:49:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, Resmikan Gedung Baru Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kampung Jawa]]></title>
            <description><![CDATA[Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, Resmikan Gedung Baru Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kampung Jawa]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> I Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wali Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Sumatera Barat, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM,  Sabtu (5/9/2026) meresmikan gedung baru Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kampung Jawa yang dibangun oleh Yayasan Darianis Yatim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peresmian dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Kepala Kantor Kementerian Agama Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Ketua Baznas Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Ketua Yayasan Darianis Yatim, Camat Tanjung Harapan, Lurah Kampung Jawa, serta tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wali Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> menyampaikan apresiasi mendalam kepada Yayasan Darianis Yatim atas inisiatif dan kepeduliannya membangun fasilitas pendidikan.Dengan hadirnya sarana dan prasarana yang lebih layak dan memadai diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, serta mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dikatakan Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, peran pihak swasta dan masyarakat sangat penting sebagai mitra pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan yang baik bagi seluruh warga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keberadaan gedung baru ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan di lingkungan Kampung Jawa, serta menjadi contoh kolaborasi yang baik dalam membangun sarana pendidikan yang berkualitas.(YOSE,)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_5583_Wali-Kota-Solok-Dr--H--Ramadhani-Kirana-Putra--SE--MM--Resmikan-Gedung-Baru-Madrasah-Ibtidaiyah-Swasta--MIS--Kampung-Jawa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285991/wali-kota-solok-dr-h-ramadhani-kirana-putra-se-mm-resmikan-gedung-baru-madrasah-ibtidaiyah-swasta-mis-kampung-jawa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kabupaten Solok Bersama APKASI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Kabupaten Sikka NTT</guid>
            <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 18:31:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kabupaten Solok Bersama APKASI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Kabupaten Sikka NTT]]></title>
            <description><![CDATA[Kabupaten Solok Bersama APKASI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Kabupaten Sikka NTT]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/sikka/" target="_blank">Sikka</a> - Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat bersama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Jum&#039;at ( 04/09/26) menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/sikka/" target="_blank">Sikka</a>, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dijelaskan Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas Pemerintah Kabupaten Solok terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat bencana. Melalui bantuan ini,  diharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta membantu memenuhi kebutuhan mereka dalam masa penanganan dan pemulihan pascabencana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyaluran bantuan dilakukan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Solok dengan APKASI sebagai bentuk semangat gotong royong antar pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH,  mengatakankan bahwa bencana merupakan musibah yang dapat terjadi di berbagai daerah dan membutuhkan kepedulian serta dukungan bersama. Karena itu, solidaritas antar daerah menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan dari Pemerintah Kabupaten Solok bersama APKASI kepada saudara-saudara kita di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/sikka/" target="_blank">Sikka</a>. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga menyampaikan apresiasi kepada APKASI serta seluruh pihak yang telah ikut mendukung terlaksananya penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong dan solidaritas antardaerah di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen untuk terus membangun kepedulian sosial serta hadir dalam berbagai aksi kemanusiaan sebagai bagian dari semangat bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.<br>Pemkab Solok Peduli, Bersama APKASI Hadir untuk Kemanusiaan.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_3281_Kabupaten-Solok-Bersama-APKASI-Salurkan-Bantuan-Kemanusiaan-untuk-Korban-Bencana-di-Kabupaten-Sikka-NTT.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285990/kabupaten-solok-bersama-apkasi-salurkan-bantuan-kemanusiaan-untuk-korban-bencana-di-kabupaten-sikka-ntt/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Finalisasi Konsinyering Buku Strategi Pemenangan Partai Golkar Menuju Indonesia Emas 2045, Balitbang Golkar Rumuskan Gagasan Strategis</guid>
            <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 17:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Finalisasi Konsinyering Buku Strategi Pemenangan Partai Golkar Menuju Indonesia Emas 2045, Balitbang Golkar Rumuskan Gagasan Strategis]]></title>
            <description><![CDATA[Finalisasi Konsinyering Buku Strategi Pemenangan Partai Golkar Menuju Indonesia Emas 2045, Balitbang Golkar Rumuskan Gagasan Strategis]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jakarta&mdash; Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) DPP Partai <a href="https://www.sumut24.co/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> menggelar konsinyering finalisasi penyusunan buku Pemikiran Strategis Partai <a href="https://www.sumut24.co/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> Mencapai Indonesia Emas 2045 di Hotel Horison Tirta Sanita, Kuningan, Jawa Barat, 5&ndash;6 September 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi intelektual para penulis untuk mematangkan berbagai gagasan dan konsep strategis yang akan dituangkan dalam buku sebagai bagian dari pemikiran Partai <a href="https://www.sumut24.co/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakil Ketua Balitbang DPP Partai <a href="https://www.sumut24.co/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a>, Prof. Dr. Drs. Adv. Ganjar Razuni, SH, M.Si., mengatakan konsinyering tersebut merupakan bentuk gotong royong secara intelektual dalam menyelesaikan pemikiran dan konsep-konsep strategis bagi bangsa dan negara menuju 2045.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Konsinyering ini merupakan bentuk gotong royong secara intelektual di dalam menyelesaikan pemikiran konsep-konsep strategis untuk bangsa dan negara RI 2045,&quot; ujar Prof. Ganjar Razuni.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, gagasan yang dirumuskan dalam buku tersebut mencakup delapan bidang strategis yang berkaitan dengan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Konsep-konsep strategis ini meliputi delapan bidang dari Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo, yang merupakan peletakan landasan strategis menuju Indonesia,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prof. Ganjar menjelaskan, buku yang sedang difinalisasi tersebut diarahkan untuk memuat pemikiran yang strategis, kontekstual, sekaligus solutif mengenai langkah-langkah yang diperlukan Indonesia dalam mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Insyaallah buku ini berisi pemikiran-pemikiran strategis, kontekstual dan solutif bagaimana mencapai Indonesia Emas 2045 berdasarkan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran yang diperlukan negeri ini dalam rangka membentuk Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konsinyering diikuti oleh sejumlah penulis yang terlibat dalam penyusunan buku tersebut, yakni Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi, SH, ME; Prof. Dr. Bomer Pasaribu; Prof. Dr. Drs. Adv. Ganjar Razuni, SH, M.Si.; Dr. Rosmita Rustam; Dr. Natalis Situmorang, MT; Dr. Rinaldi Rustam, ME; Dr. (c) H. Amir A. Gofur, M. Si; A. Notrida GB Mandica, PhD; Dr. Safrizal, SIP, M.Si.; Wahyu Agung Permana, SE, MM ; Ir. Bambang Sutrisno; dan Mega Oktaviany, PhD.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh panitia yang terdiri atas Ir. Agus Wahyudiono, SM, Febi Imam Permana, SH dan Leriadi, S. Sos,M.Sos&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melalui konsinyering tersebut, Balitbang DPP Partai <a href="https://www.sumut24.co/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> mematangkan substansi buku sebelum memasuki tahap akhir penerbitan. Buku Pemikiran Strategis Partai <a href="https://www.sumut24.co/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> Mencapai Indonesia Emas 2045 diharapkan menjadi salah satu dokumentasi pemikiran strategis Partai <a href="https://www.sumut24.co/tag/golkar/" target="_blank">Golkar</a> mengenai arah pembangunan Indonesia menuju 2045.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_7423_Finalisasi-Konsinyering-Buku-Strategi-Pemenangan-Partai-Golkar-Menuju-Indonesia-Emas-2045--Balitbang-Golkar-Rumuskan-Gagasan-Strategis.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285989/finalisasi-konsinyering-buku-strategi-pemenangan-partai-golkar-menuju-indonesia-emas-2045-balitbang-golkar-rumuskan-gagasan-strategis/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bravo Satresnarkoba Polres Labuhanbatu atas tangkapan 4 Kg Garam China di Bus ALS</guid>
            <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 13:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bravo Satresnarkoba Polres Labuhanbatu atas tangkapan 4 Kg Garam China di Bus ALS]]></title>
            <description><![CDATA[Bravo Satresnarkoba Polres Labuhanbatu atas tangkapan 4 Kg Garam China di Bus ALS]]></description>
            <content><![CDATA[Bravo Satresnarkoba <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu atas tangkapan 4 Kg Garam China di Bus ALS &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medan - Imam Marpaung aktivis dan juga pengamat Sosial di Sumatera Utara memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan Satresnarkoba <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu dibawah Kepimpinan AKP. Hardiyanto, S.H., M.H dan Kapten Inf. Aswin dari Kodim 0209 Labuhanbatu yang berhasil menggagalkan peredaran Narkoba Jenis sabu-sabu sebanyak 4 Kg yang dibawa oleh seorang Pria berinisial MRY. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengungkapan dan penggagalan perederan Narkoba jaringan Internasional tersebut merupakan sebuah kolaborasi yang sangat prestisius yang harus terus digaungkan di wilayah Hukum <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu dan Wilayah Kodim 0209 Labuhanbatu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dinamika dan kompleksitas didalam wilayah Hukum <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu amat sangat berbeda dari daerah lain yang ada di Sumatera Utara, dikarenakan Wilayah Hukumnya yang melingkupi dua Kabupaten, luasnya wilayah pesisir dan pegunungan, serta kultur masyarakat yang sangat berbeda dengan daerah lain yang ada di Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai pria yang lahir di Labuhanbatu Utara, Imam mengatakan tantangan yang dihadapi oleh AKP. Hardiyanto dan Satresnarkoba <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu tentu sangat berat. Banyaknya pelabuhan tikus yang menjadi tempat transit perederan Narkoba, wilayah pegunungan dengan akses jalan yang belum begitu baik, hingga kultur masyarakat yang berbeda. Oleh karena itu peran serta masyarakat dalam pemberantasan Narkoba sangat dibutuhkan demi memudahkan <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu melalui Satresnarkoba <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu untuk memberantas peredaran Narkoba. Hanya saja kadang kita jangan lupa mengkritisi kinerja Satresnarkoba <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu sebagai upaya check and balance agar memacu kinerja Satresnarkoba <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu agar lebih baik dibawa kepimpinan AKP. Hardiyanto, S.H.,M.H. tapi kritik itu karena kita benar - benar cinta dan support <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu, bukan karena ada kepentingan satu dan lain hal. Pungkas Imam Marpaung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekali lagi selamat buat Satreskoba <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Labuhanbatu, AKP. Hardiyanto, S.H., M.H, tutup Imam Marpaung]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_7761_Bravo-Satresnarkoba-Polres-Labuhanbatu-atas-tangkapan-4-Kg-Garam-China-di-Bus-ALS.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285988/bravo-satresnarkoba-polres-labuhanbatu-atas-tangkapan-4-kg-garam-china-di-bus-als/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Agus Dwi Handaya Kembali Pimpin IKAFEBUSU Periode 2026&ndash;2030</guid>
            <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 12:29:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Agus Dwi Handaya Kembali Pimpin IKAFEBUSU Periode 2026–2030]]></title>
            <description><![CDATA[Agus Dwi Handaya Kembali Pimpin IKAFEBUSU Periode 20262030Medansumut24.co Agus Dwi Handaya kembali dipercaya menjadi Ketua Umum Ikatan A]]></description>
            <content><![CDATA[Agus Dwi Handaya Kembali Pimpin IKAFEBUSU Periode 2026&ndash;2030</p>Medan|sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agus Dwi Handaya kembali dipercaya menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (IKAFEBUSU) periode 2026&ndash;2030. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) XII IKAFEBUSU yang digelar di Aula Sihaji Hadibroto FEB USU, Medan, Sabtu (5/9/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Munas XII dihadiri sekitar 250 alumni FEB USU dari berbagai jenjang pendidikan, mulai D3, S1, S2 hingga S3. Para peserta berasal dari berbagai angkatan, dengan rentang stambuk 1977 hingga 2021.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dekan FEB USU Dr. Abdilaz Arif Nasution dan Pengurus Pusat IKA USU yang diwakili Prof. Dr. Hasim Purba, S.H., M.Hum., turut hadir dalam kegiatan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Munas XII mengangkat tema "Mengakselerasi Transformasi IKAFEBUSU melalui Sinergi Alumni, Inovasi Berkelanjutan dan Jejaring Global.&quot; Tema tersebut menjadi arah bagi kepengurusan IKAFEBUSU periode 2026&ndash;2030 untuk memperkuat kolaborasi alumni, mendorong inovasi, serta memperluas jejaring organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usai kembali dipercaya memimpin IKAFEBUSU, Agus menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan alumni merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja dan manfaat nyata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kepercayaan bukanlah untuk dinikmati, kepercayaan adalah tanggung jawab yang harus dijawab melalui manfaat,&quot; ujar Agus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Agus, IKAFEBUSU memiliki kekuatan besar melalui jejaring alumni yang tersebar di berbagai profesi dan sektor. Potensi tersebut, kata dia, perlu dihimpun melalui sinergi lintas generasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Potensi alumni yang tersebar di berbagai profesi dan sektor merupakan kekuatan IKAFEBUSU. Karena itu, sinergi lintas generasi, inovasi dan penguatan jejaring menjadi modal penting untuk membangun organisasi alumni yang semakin berdampak,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Munas XII juga menjadi momentum konsolidasi alumni FEB USU untuk memperkuat kebersamaan dan melanjutkan transformasi organisasi. IKAFEBUSU diarahkan menjadi organisasi alumni yang solid, profesional, inovatif, kolaboratif, serta memiliki jejaring yang lebih luas di tingkat nasional maupun global.</p>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_6327_Agus-Dwi-Handaya-Kembali-Pimpin-IKAFEBUSU-Periode-2026-ndash-2030.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285987/agus-dwi-handaya-kembali-pimpin-ikafebusu-periode-2026ndash2030/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dr. Kaswinata Terpilih sebagai Ketua IAEI Sumut Periode 2026&ndash;2031</guid>
            <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 12:28:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dr. Kaswinata Terpilih sebagai Ketua IAEI Sumut Periode 2026–2031]]></title>
            <description><![CDATA[Dr. Kaswinata Terpilih sebagai Ketua IAEI Sumut Periode 20262031Medansumut24.co Dr. Kaswinata, SE., Ak., CA., MSP., terpilih sebagai Ket]]></description>
            <content><![CDATA[Dr. Kaswinata Terpilih sebagai Ketua IAEI Sumut Periode 2026&ndash;2031</p>Medan|sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dr. Kaswinata, SE., Ak., CA., MSP., terpilih sebagai Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Sumatera Utara periode 2026&ndash;2031 melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) IAEI Sumatera Utara yang digelar di Ruang Rapat Rektorat Universitas Dharmawangsa, Jalan Yos Sudarso, Medan, Jumat (4/9/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemilihan dilakukan melalui mekanisme voting tertutup setelah sejumlah nama diusulkan oleh peserta Muswil yang memiliki hak suara. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pemilihan tersebut, Dr. Kaswinata memperoleh kepercayaan untuk memimpin IAEI Sumatera Utara selama lima tahun ke depan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Muswil turut menetapkan Dr. Kaswinata sebagai Ketua Formatur. Ia didampingi Dr. Sugianto dan Dr. Yuliaty Tety sebagai anggota formatur yang selanjutnya bertugas menyusun struktur organisasi dan keanggotaan IAEI Sumatera Utara periode 2026&ndash;2031.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Muswil dihadiri perwakilan dari 12 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) di Sumatera Utara serta satu komisariat aktif, yakni Politeknik Negeri Medan (Polmed), sebagai peserta sekaligus pemilik hak suara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Dharmawangsa Dr. Amri Nasution, Koordinator Barat IAEI Prof. M. Yafiz, serta Sekretaris Jenderal IAEI Pusat Dr. Sutan Emir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Dharmawangsa Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc., M.A., Wakil Rektor III Umar Hamdan Nasution, SE., MM., serta pihak Yayasan Universitas Dharmawangsa, Dr. Eddi Iskandar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakil Rektor III Universitas Dharmawangsa Umar Hamdan Nasution mengatakan pihaknya merasa bangga karena kampus tersebut menjadi tempat pelaksanaan Muswil IAEI Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami merasa bangga karena Muswil ini dapat dilaksanakan di Kampus Dharmawangsa. Ini akan tercatat menjadi sejarah bahwa Muswil IAEI untuk periode 2026&ndash;2031 dilaksanakan di kampus kami,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pihak Yayasan Universitas Dharmawangsa juga menyambut baik pelaksanaan Muswil tersebut. Selain menjadi bagian dari penguatan kembali organisasi IAEI di Sumatera Utara, pihak yayasan berharap Universitas Dharmawangsa ke depan dapat membentuk komisariat IAEI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Sekretaris Jenderal IAEI Pusat Dr. Sutan Emir menyebut Muswil tersebut merupakan bagian dari upaya reaktivasi organisasi di Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Muswil ini merupakan bentuk reaktivasi dari pusat untuk menghidupkan kembali IAEI di Sumatera Utara,&quot; kata Sutan Emir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Musyawarah kemudian dipimpin oleh Dr. Sugianto dengan agenda pembentukan presidium sidang yang terdiri atas dua orang. Seluruh rangkaian musyawarah berlangsung lancar, khidmat, dan demokratis hingga proses pemilihan ketua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usai terpilih, Dr. Kaswinata menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa IAEI Sumatera Utara menjadi organisasi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Mari kita bawa IAEI menjadi organisasi yang inklusif sehingga mampu berjalan secara produktif dan berkelanjutan untuk membawa dan meningkatkan share ekonomi syariah di Sumatera Utara dari tahun-tahun sebelumnya,&quot; ujar Kaswinata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, penguatan ekonomi syariah di Sumatera Utara membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, IAEI Sumatera Utara akan mendorong kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, perbankan syariah, serta pelaku pasar modal syariah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami akan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan seperti OJK, Bank Indonesia, bank-bank syariah, dan pasar modal syariah,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terpilihnya kepengurusan baru melalui Muswil ini menjadi momentum untuk memperkuat peran IAEI dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sumatera Utara sekaligus meningkatkan kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian daerah.</p>(Red)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_3173_Dr--Kaswinata-Terpilih-sebagai-Ketua-IAEI-Sumut-Periode-2026-ndash-2031.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285986/dr-kaswinata-terpilih-sebagai-ketua-iaei-sumut-periode-2026ndash2031/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Negara Menjemput Warganya di Semenyih</guid>
            <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 11:26:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Negara Menjemput Warganya di Semenyih]]></title>
            <description><![CDATA[Negara Menjemput Warganya di Semenyih]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh Abdullah Rasyid<br>Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>Di Depot Imigresen Semenyih, Selangor, 46 warga negara Indonesia menunggu kepastian untuk pulang. Mereka bukan sekadar angka dalam laporan keimigrasian. Masing-masing memiliki nama, keluarga, dan kehidupan yang tertahan oleh persoalan hukum serta administrasi di negeri orang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, kunjungan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto ke Semenyih pada 4 September 2026 patut dilihat lebih dari agenda diplomatik. Menteri datang untuk memeriksa langsung kondisi para tahanan Indonesia sekaligus membahas percepatan pemulangan, penerbitan dokumen perjalanan, pemeriksaan kesehatan, dan pemenuhan hak-hak dasar mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam koordinasi dengan Ketua Pengarah Imigresen Malaysia, Dato&#039; Zakaria bin Shaaban, proses administrasi kepulangan 46 pekerja migran Indonesia tersebut ditargetkan selesai dalam sepuluh hari. Target ini penting karena bagi orang yang sedang berada dalam tahanan, satu hari bukan sekadar hitungan kalender. Di dalamnya ada kecemasan, ketidakpastian, dan kerinduan keluarga yang menunggu di Tanah Air.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada hari yang sama, di KBRI Kuala Lumpur, pemerintah Indonesia meluncurkan program PASTI ADA SOLUSI. Forum pelayanan terpadu ini mempertemukan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Hukum, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Dukcapil, serta Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Republik Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program tersebut juga menjangkau Kota Kinabalu, Tawau, dan Johor Bahru. Persoalan kewarganegaraan, keimigrasian, administrasi kependudukan, ketenagakerjaan, serta pelindungan hukum dibawa ke dalam satu ruang penyelesaian. Warga tidak lagi diminta berjalan sendiri dari satu pintu birokrasi ke pintu lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dua peristiwa itu&mdash;kunjungan ke Semenyih dan peluncuran PASTI ADA SOLUSI&mdash;menyampaikan pesan yang sama: tanggung jawab negara tidak berhenti di perbatasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Amanat tersebut bersumber dari Pembukaan UUD 1945 yang memerintahkan negara melindungi segenap bangsa Indonesia. Perlindungan tidak cukup tinggal sebagai rumusan konstitusional. Ia harus tampak dalam petugas yang bekerja, data yang diperiksa, dokumen yang segera diterbitkan, kondisi kesehatan yang diperhatikan, serta kepulangan warga yang dipastikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Makna kehadiran negara semakin terasa ketika pemerintah memberikan penegasan status kewarganegaraan dan menyerahkan dokumen kepada 1.512 anak pekerja migran Indonesia di Malaysia. Angka ini tidak boleh dibaca hanya sebagai capaian administrasi. Di balik setiap dokumen terdapat seorang anak yang membutuhkan sekolah, pelayanan kesehatan, perlindungan hukum, dan kepastian mengenai masa depannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kewarganegaraan memang dibuktikan melalui dokumen, tetapi maknanya jauh melampaui selembar kertas. Ia adalah identitas, kepastian hukum, sekaligus ikatan konstitusional antara seseorang dan negaranya. Anak-anak pekerja migran tidak memilih tempat mereka dilahirkan. Mereka juga tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas perkawinan orang tua yang belum tercatat, keterlambatan pelaporan kelahiran, perbedaan data, atau prosedur yang tidak dipahami keluarganya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanpa status dan dokumen yang jelas, seorang anak dapat hidup di pinggir sistem. Ia kesulitan masuk sekolah, memperoleh layanan dasar, mengurus perjalanan, bahkan membuktikan siapa dirinya. Dalam keadaan seperti itu, negara bukan sedang memberikan belas kasihan ketika membantu mereka. <a href="https://www.sumut24.co/tag/negara/" target="_blank">Negara</a> sedang menunaikan kewajibannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelindungan pekerja migran memang tidak dapat dibatasi pada hubungan kerja, kontrak, dan upah. Kehidupan seorang pekerja tidak berhenti di tempat kerja. Di belakangnya ada anak, pasangan, dan orang tua. Ada urusan paspor, izin tinggal, pencatatan perkawinan, akta kelahiran, pendidikan, kesehatan, serta berbagai kerentanan sosial yang saling berkaitan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu persoalan administratif dapat melahirkan persoalan berikutnya. Anak yang tidak mempunyai akta kelahiran akan kesulitan memperoleh paspor. Ketidakjelasan status perkawinan orang tua dapat menghambat pencatatan anak. Izin tinggal yang bermasalah membuat sebagian keluarga takut mendatangi kantor pelayanan. Ketakutan dan ketidaktahuan tersebut kemudian dimanfaatkan calo, perekrut ilegal, dan jaringan perdagangan orang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sinilah pelindungan PMI harus dibangun sebagai sebuah ekosistem. Kementerian P2MI menangani dimensi ketenagakerjaan dan pelindungan. Kementerian Hukum memastikan kepastian status kewarganegaraan. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menangani paspor, dokumen perjalanan, serta pengawasan perlintasan. Dukcapil menguatkan identitas kependudukan, sedangkan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI menjadi garis depan pelayanan di negara penempatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masyarakat tidak melihat negara berdasarkan pembagian kewenangan antarkementerian. Seorang pekerja migran tidak seharusnya dipaksa memahami instansi mana yang menangani setiap lembar dokumennya. Ia hanya ingin persoalannya didengar, diperiksa, dan diselesaikan. Karena itu, kolaborasi lintas kementerian tidak boleh berhenti sebagai seremoni atau forum sesaat. Ia harus tumbuh menjadi cara kerja permanen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langkah di Malaysia juga relevan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama penguatan hak asasi manusia, keamanan, pembangunan sumber daya manusia, serta reformasi hukum dan birokrasi. Pelindungan pekerja migran berada di persimpangan agenda tersebut karena menyangkut martabat manusia, kepastian hukum, keamanan lintas negara, dan hubungan diplomatik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kerangka itu, 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 memperoleh konteks yang nyata. Penguatan layanan digital, misalnya, harus memungkinkan data identitas, perjalanan, dan dokumen warga diverifikasi lebih cepat. Pemeriksaan di bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas juga tidak cukup hanya mencocokkan wajah dengan paspor. Petugas perlu mengenali pola perjalanan berisiko, terutama warga yang diduga akan bekerja secara nonprosedural atau berpotensi menjadi korban perdagangan orang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pencegahan bahkan harus dimulai jauh sebelum seseorang tiba di perbatasan. Melalui Petugas Imigrasi Pembina Desa atau PIMPASA dan Desa Binaan Imigrasi, masyarakat perlu memperoleh informasi mengenai jalur resmi, persyaratan, hak, serta risiko bekerja di luar negeri. Banyak calon pekerja migran berasal dari desa yang jauh dari akses informasi dan mudah tergoda janji keberangkatan cepat. Mencegah warga masuk ke jaringan ilegal tentu lebih baik daripada menyelamatkan mereka setelah ditahan di negara lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, imbauan agar masyarakat menempuh prosedur resmi harus diikuti dengan jalur legal yang mudah, terjangkau, dan dapat dipahami. Pemerintah tidak cukup mengatakan, &quot;Jangan berangkat secara ilegal,&quot; apabila proses resmi masih terasa rumit dan jauh dari tempat tinggal warga. Ketertiban hanya dapat diminta jika pelayanan juga diperbaiki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiap kasus pekerja migran semestinya memiliki penanggung jawab, batas waktu, dan informasi perkembangan yang dapat diakses keluarga. Setelah pulang, mereka juga membutuhkan pendampingan, pelatihan, kesempatan kerja, serta reintegrasi sosial agar tidak kembali masuk ke jaringan yang sama. Pemulangan bukan akhir pelindungan, melainkan awal dari proses pemulihan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kunjungan ke Semenyih memperlihatkan dua fungsi imigrasi yang tidak boleh dipisahkan: menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi warga negara. Pengawasan harus tegas terhadap jaringan yang mengambil keuntungan dari migrasi ilegal, tetapi tetap manusiawi terhadap warga yang menjadi korban atau sedang menghadapi kesulitan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keberhasilan kunjungan tersebut tidak diukur dari banyaknya pemberitaan. Ukurannya sederhana dan konkret: apakah 46 warga Indonesia dapat pulang dengan selamat dan sehat; apakah 1.512 anak memperoleh kepastian identitas; serta apakah persoalan serupa dapat dicegah agar tidak terus berulang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika target sepuluh hari itu terpenuhi, yang kembali bukan hanya 46 pekerja migran. Bersama mereka, pulang pula kepercayaan bahwa negara bekerja, hadir, dan tidak meninggalkan warganya di negeri seberang.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_6631_Negara-Menjemput-Warganya-di-Semenyih.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285985/negara-menjemput-warganya-di-semenyih/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Ahli Pers Nurhalim Tanjung: AI Harus Jadi Asisten, Bukan Pengganti Wartawan</guid>
            <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 10:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Ahli Pers Nurhalim Tanjung: AI Harus Jadi Asisten, Bukan Pengganti Wartawan]]></title>
            <description><![CDATA[Ahli Pers Nurhalim Tanjung AI Harus Jadi Asisten, Bukan Pengganti Wartawan]]></description>
            <content><![CDATA[<br>LANGKAT &mdash; Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar terhadap dunia jurnalistik. Teknologi tersebut dapat membantu mempercepat produksi berita, namun wartawan tetap dituntut mempertahankan kemampuan menulis, berpikir kritis, melakukan verifikasi dan bertanggung jawab terhadap setiap karya jurnalistik yang dihasilkan.<p></p><p>Hal itu disampaikan ahli pers Nurhalim Tanjung dalam kegiatan <a href="https://www.sumut24.co/tag/media/" target="_blank">Media</a> Gathering Penguatan Kapasitas Wartawan <a href="https://www.sumut24.co/tag/media/" target="_blank">Media</a> Siber Menghadapi Tantangan di Era AI yang digelar Forum Jurnalis militan (FJM) di Pantai Citra, Desa Namo Sialang, Kabupaten Langkat, 5&ndash;6 September 2026.</p><p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/9766527f2b5d3e95d4a733fcfb77bd7e_1001389865.jpg"><br></p><p>Kegiatan tersebut diikuti wartawan media siber sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme jurnalis dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.</p><p>Menurut Nurhalim, wartawan tidak perlu menutup diri terhadap perkembangan AI. Sebaliknya, insan pers harus memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut secara proporsional.</p><p>Namun, AI tidak boleh mengambil alih peran manusia dalam proses jurnalistik.</p><p>"AI itu kita anggap sebagai alternatif atau asisten. Bukan prioritas. Kita tetap menjadi penentunya," kata Nurhalim.</p><p>Ia menjelaskan, wartawan dapat menggunakan AI untuk membantu mengolah bahan, menyusun struktur tulisan, melakukan penyuntingan awal maupun mempercepat pekerjaan redaksi. Namun, seluruh informasi tetap harus diperiksa kembali oleh wartawan.</p><p>"Kita tidak menyerahkan 100 persen kepada AI. Kita edit lagi, kita periksa datanya, kita pastikan faktanya. Ada bahasa-bahasa yang kaku dan ada konteks yang tidak bisa begitu saja diserahkan kepada mesin," ujarnya.<img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/a3c65c2974270fd093ee8a9bf8ae7d0b_1001389864.jpg"></p><p><br></p><p><br></p><p>Wartawan Harus Tetap Bisa Menulis</p><p>Nurhalim menilai kemampuan dasar jurnalistik justru semakin penting di tengah perkembangan AI.</p><p>Menurutnya, wartawan yang sepenuhnya bergantung kepada mesin berisiko kehilangan kemampuan berpikir dan menulis secara mandiri.</p><p>Ia mencontohkan pengalamannya ketika menjadi juri festival seni dan lomba penulisan feature bagi pelajar SMA. Dalam perlombaan tersebut, sejumlah peserta diketahui menggunakan AI untuk membuat karya.</p><p>Penggunaan AI itu dapat diketahui oleh juri karena terdapat karakter tertentu dalam tulisan yang berbeda dengan kemampuan peserta ketika mengikuti proses wawancara.</p><p>"Ketahuan. Kita yang biasa menulis bisa merasakan. Ada bagian wawancara juga. Ketika ditanya, akhirnya anak itu mengaku menggunakan AI," katanya.</p><p>Meski peserta tersebut meminta maaf, karya yang dibuat dengan bantuan AI tersebut tidak diloloskan dalam perlombaan.</p><p>Sebaliknya, terdapat peserta yang memang memiliki pengalaman mengikuti kegiatan jurnalistik atau ekstrakurikuler di sekolah dan mampu menghasilkan tulisan yang kuat.</p><p>"Yang memang biasa menulis justru bagus-bagus. Mereka punya pengalaman, punya cara melihat persoalan dan punya gaya sendiri," ujarnya.</p><p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/6cdd60ea0045eb7a6ec44c54d29ed402_1001389877.jpg"><br></p><p>Menurut Nurhalim, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa teknologi tidak serta-merta dapat menggantikan kemampuan manusia.</p><p>Karya Manusia Harus Tetap Menjadi Prioritas</p><p>Dalam menghadapi era AI, Nurhalim juga menilai perlu adanya kesepakatan di kalangan media mengenai batas penggunaan teknologi tersebut.</p><p>Jika terdapat dua berita mengenai peristiwa yang sama dengan kualitas yang relatif sama, namun satu ditulis manusia dan satu lagi sangat bergantung pada AI, maka karya yang dibuat manusia semestinya mendapatkan prioritas.</p><p>"Kalau ada berita dari peristiwa yang sama, satu dibuat AI dan satu dibuat manusia, maka prioritaskan yang dibuat manusia," tegasnya.</p><p>Alasannya, wartawan memiliki tanggung jawab langsung terhadap produk jurnalistik yang diterbitkan.</p><p>"Kalau terjadi masalah, lebih mudah mempertanggungjawabkannya karena itu karya manusia. Wartawan yang melakukan wawancara, melihat langsung peristiwa dan memahami konteksnya," jelasnya.</p><p>Karena itu, menurutnya, penggunaan AI dalam jurnalistik harus ditempatkan dalam kerangka etika dan tanggung jawab profesi.</p><p>Jangan Sampai Wartawan Kehilangan Kemampuan Berpikir</p><p>Nurhalim juga menyoroti kebiasaan wartawan yang semakin bergantung pada perangkat digital.</p><p>Padahal, kegiatan sederhana seperti mencatat poin-poin hasil wawancara tetap memiliki fungsi penting dalam melatih daya ingat dan kemampuan berpikir.</p><p>"Kenapa kita tetap disuruh menulis? Karena itu melatih otak. Saya sendiri masih membuat notes dan bullet point. Poin-poin itu kita tulis, kemudian kita ingat kembali," katanya.</p><p>Menurut dia, proses mencatat, mengingat, mengolah informasi dan kemudian menyusunnya menjadi berita merupakan bagian penting dari kerja jurnalistik.</p><p>Karena itu, wartawan tidak boleh hanya menjadi operator teknologi.</p><p>"Kita yang menentukan. AI hanya alat bantu," katanya.</p><p>Industri <a href="https://www.sumut24.co/tag/media/" target="_blank">Media</a> Tidak Bisa Menghindari AI</p><p>Meski menekankan pentingnya kemampuan manusia, Nurhalim mengakui bahwa industri media tidak mungkin menghindari perkembangan AI.</p><p>Tekanan produksi berita yang semakin tinggi membuat sejumlah ruang redaksi mulai menggunakan AI untuk membantu pekerjaan editor.</p><p>Jika sebelumnya seorang editor hanya mampu menyunting sekitar 20&ndash;30 berita dalam sehari, teknologi AI dapat membantu mempercepat proses tersebut hingga puluhan bahkan sekitar 50&ndash;100 berita, tentunya dengan tetap membutuhkan pemeriksaan manusia.</p><p>"Ini tuntutan zaman. Editor juga banyak yang menggunakan AI. Tapi tetap harus ada manusia yang mengedit dan memutuskan," ujarnya.</p><p>Karena itu, persoalannya bukan lagi menggunakan atau tidak menggunakan AI, tetapi bagaimana teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab.</p><p>Perlu Kesepakatan Bersama <a href="https://www.sumut24.co/tag/media/" target="_blank">Media</a></p><p>Nurhalim menilai organisasi wartawan dan perusahaan media perlu membangun kesepakatan yang jelas mengenai penggunaan AI dalam proses jurnalistik.</p><p>Kesepakatan itu penting agar perkembangan teknologi tidak justru menggerus standar profesionalisme dan kredibilitas pers.</p><p>"Kalau kita mau memikirkan masa depan media dan profesi kita, harus ada kesepakatan yang tegas. Tidak bisa hanya satu media yang sepakat, sementara media lain menggunakan AI tanpa batas," katanya.</p><p>Kegiatan <a href="https://www.sumut24.co/tag/media/" target="_blank">Media</a> Gathering Penguatan Kapasitas Wartawan <a href="https://www.sumut24.co/tag/media/" target="_blank">Media</a> Siber Menghadapi Tantangan di Era AI yang digelar FJM tersebut menjadi salah satu ruang untuk mendiskusikan perubahan tersebut.</p><p>Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Jurnalis militan (FJM) dan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, PDAM Tirtanadi Sumatera Utara, Bank Sumut, Telkomsel dan Indosat.</p><p>Melalui forum tersebut, wartawan didorong tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memperkuat kembali fondasi utama jurnalistik: kemampuan berpikir, kemampuan menulis, verifikasi fakta, independensi dan tanggung jawab terhadap publik.</p><p>Sebab, di tengah semakin canggihnya mesin menghasilkan tulisan, nilai seorang wartawan justru semakin ditentukan oleh kemampuannya menemukan fakta, memahami persoalan dan memberikan konteks yang tidak dapat digantikan hanya dengan perintah kepada mesin.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_2908_Ahli-Pers-Nurhalim-Tanjung--AI-Harus-Jadi-Asisten--Bukan-Pengganti-Wartawan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285984/ahli-pers-nurhalim-tanjung-ai-harus-jadi-asisten-bukan-pengganti-wartawan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jembatan Tak Kunjung Dibangun, Warga Keluhkan Akses Bukit Lawang-Tangkahan Rusak dan Ancam Demo ke PU</guid>
            <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 10:12:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jembatan Tak Kunjung Dibangun, Warga Keluhkan Akses Bukit Lawang-Tangkahan Rusak dan Ancam Demo ke PU]]></title>
            <description><![CDATA[Jembatan Tak Kunjung Dibangun, Warga Keluhkan Akses Bukit LawangTangkahan Rusak dan Ancam Demo ke PU]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;LANGKAT &ndash; Kondisi infrastruktur jalan lintas Bukit Lawang&ndash;Tangkahan atau yang dikenal dengan jalur Bulangta di Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali dikeluhkan masyarakat. Kerusakan jalan dan belum terealisasinya pembangunan sejumlah jembatan dinilai telah menghambat aktivitas warga, terutama petani, sekaligus berdampak terhadap sektor pariwisata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tokoh masyarakat Desa Sei Musam, Bob Haranta Perangin-angin, mengatakan masyarakat hingga kini masih menunggu realisasi perbaikan jalan dan pembangunan jembatan yang sebelumnya telah dibicarakan bersama pihak terkait.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Bob, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Desa Sei Musam, masyarakat mendapatkan penjelasan bahwa perbaikan melalui program perkuatan jalan lintas Bukit Lawang&ndash;Tangkahan akan direncanakan pada 2027. Alasannya, anggaran untuk tahun 2026 disebut telah habis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Waktu pertemuan di Desa Mei Musam, Pak Bobi Nasution menyampaikan akan ada perkuatan untuk jalan lintas Bukit Lawang&ndash;Tangkahan pada tahun 2027, karena anggaran 2026 ini sudah habis,&quot; ujar Bob saat ditemui, Sabtu (5/9/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengatakan, dalam pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa rencana tersebut akan diteruskan kepada pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Namun, hingga saat ini masyarakat mengaku belum melihat adanya tindak lanjut konkret di lapangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Katanya akan disampaikan kepada gubernur, kepada Ibu Tiorita selaku Wakil Bupati Langkat saat itu. Tapi sampai sekarang tindak lanjutnya belum ada,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bob menuturkan, kondisi jalan saat ini semakin memprihatinkan. Sejumlah titik mengalami kerusakan parah, bahkan terdapat bagian badan jalan yang runtuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga menyebut sebuah mobil sempat terjatuh di kawasan Desa Sei Musam. Kondisi tersebut semakin menambah kekhawatiran masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk beraktivitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Sekarang kondisi jalannya sangat rusak. Ada mobil yang jatuh di Desa Sei Musam. Di depan rumah saya sendiri, badan jalannya sudah runtuh,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Bob, pihak terkait sebelumnya juga telah turun meninjau lokasi, termasuk titik jembatan sementara atau jalur alternatif di kawasan Simpang 2 yang mengalami persoalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, masyarakat mempertanyakan mengapa pembangunan jembatan baru yang sebelumnya dikerjakan hingga kini belum juga selesai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bob mengatakan, sebenarnya terdapat jembatan lama yang menurut masyarakat masih cukup kuat untuk digunakan. Namun, jembatan tersebut mengalami kerusakan setelah adanya pekerjaan pembangunan jembatan baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Jembatan yang lama itu sebenarnya masih kuat. Tapi waktu pembangunan jembatan baru, jembatan lama itu dirusak oleh pihak provinsi, yakni oleh Dinas PU,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena pembangunan jembatan baru belum juga selesai, masyarakat berharap pemerintah dapat mencari solusi sementara. Bahkan, menurut Bob, jika pemerintah provinsi belum mampu menyelesaikan pembangunan jembatan baru, masyarakat siap memperbaiki jembatan lama agar akses warga kembali normal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kalau memang provinsi belum mampu membangun yang baru, kami berharap jembatan lama itu bisa diperbaiki. Yang penting masyarakat punya akses untuk lewat,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kerusakan jalan tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga mulai memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bob menjelaskan, mayoritas masyarakat di kawasan tersebut menggantungkan hidup dari sektor pertanian, salah satunya perkebunan kelapa sawit. Kondisi jalan yang rusak membuat kendaraan pengangkut hasil panen kesulitan keluar-masuk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Mayoritas masyarakat di sini petani sawit. Kalau jalan rusak seperti ini, bagaimana kami mau mengeluarkan hasil panen?&quot; ucapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menyebut kejadian mobil pengangkut sawit yang terjatuh baru-baru ini menjadi gambaran nyata betapa berbahayanya kondisi jalur tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Baru-baru ini ada mobil pengangkut sawit yang jatuh. Ini bukan lagi sekadar mengganggu, tetapi sudah membahayakan masyarakat,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, kerusakan jalan juga membuat biaya dan waktu pengangkutan hasil pertanian menjadi lebih besar. Apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, masyarakat khawatir aktivitas ekonomi di desa-desa yang berada di sepanjang jalur Bulangta semakin terhambat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain berdampak terhadap masyarakat dan petani, Bob menilai kerusakan jalur Bulangta juga berpotensi mencoreng wajah pariwisata Kabupaten Langkat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jalur tersebut merupakan salah satu akses yang menghubungkan kawasan wisata Bukit Lawang dan Tangkahan. Kedua kawasan tersebut dikenal sebagai tujuan wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bob mengatakan, periode kunjungan wisatawan biasanya meningkat pada sekitar Juli hingga November. Karena itu, kondisi jalan yang rusak dinilai sangat memprihatinkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini kan jalur wisata menuju Bukit Lawang dan Tangkahan. Wisatawan mancanegara banyak datang, terutama sekitar Juli sampai November,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengaku prihatin apabila wisatawan yang datang justru harus melewati jalan dengan kondisi rusak parah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Terus terang kami malu. Wisatawan datang ke sini, tapi melihat kondisi jalan seperti ini. Ini bisa merusak citra pariwisata kita,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bob berharap pemerintah tidak hanya melihat persoalan jalan Bulangta sebagai masalah infrastruktur biasa. Menurutnya, akses tersebut berkaitan langsung dengan perekonomian masyarakat dan keberlangsungan sektor pariwisata di kawasan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bob juga menyoroti aktivitas pengukuran lokasi jembatan yang menurutnya sudah beberapa kali dilakukan. Namun, masyarakat belum melihat adanya pembangunan fisik sebagai tindak lanjut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Tim ukur jembatan sudah berkali-kali datang. Diukur lagi, diukur lagi. Tapi kapan dibangunnya?&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai masyarakat membutuhkan kepastian, bukan sekadar pengukuran atau rencana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Yang kami tunggu itu bukan lagi pengukuran. Kami ingin ada pekerjaan nyata. Kalau memang mau dibangun, ya dibangun,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bob menambahkan, masyarakat sebenarnya tidak ingin mempersoalkan siapa yang membuat janji atau dari pihak mana pernyataan tersebut disampaikan. Yang terpenting bagi warga adalah adanya penyelesaian terhadap persoalan yang sudah berlangsung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam diskusi dengan masyarakat, juga muncul sejumlah nama dusun yang disebut berkaitan dengan rencana penanganan infrastruktur, yakni Dusun Batu Sembah 2, Dusun Namo Kedai 1, Dusun Ujung Juhar 1, Dusun Kuala Kerapu 1, Dusun Bandar Tengah, hingga kawasan Simpang 2.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut keterangan yang berkembang, penanganan tersebut diharapkan dapat dilakukan sekaligus sehingga persoalan akses di sejumlah dusun tidak terjadi secara terpisah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, Bob menegaskan dirinya tidak berada pada posisi membela pihak tertentu. Ia mengatakan masyarakat hanya menyampaikan apa yang mereka rasakan dan melihat kondisi yang terjadi di lapangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami tidak berpihak kepada Pak Bobi. Kami hanya menyampaikan kondisi yang dirasakan masyarakat,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia bahkan menyinggung unggahan di media sosial miliknya yang sempat viral terkait kondisi jalan sebagai bentuk bahwa dirinya memang menyuarakan persoalan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kalau kami berpihak, tidak mungkin kami mengangkat persoalan jalan ini sampai viral di TikTok. Kami tetap mempertanyakan setiap persoalan, mau suka atau tidak suka,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bob juga mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah menerima janji secara langsung dari Pak Bobi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kalau secara pribadi, Pak Bobi tidak pernah berjanji langsung kepada saya. Kami pernah bicara empat mata dan kami hanya mendesak supaya pekerjaan ini segera diselesaikan,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masyarakat kini berharap adanya langkah konkret dari pemerintah, khususnya instansi yang memiliki kewenangan menangani infrastruktur jalan dan jembatan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bob mengatakan masyarakat sudah cukup lama menunggu dan mulai merasa kecewa karena kondisi jalan semakin rusak sementara pembangunan yang dinantikan belum juga terealisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kalau bulan ini tidak ada juga tindak lanjut, masyarakat sudah berencana melakukan aksi,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aksi tersebut, lanjut Bob, rencananya akan diarahkan ke kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum (PU) di Binjai sebagai bentuk desakan agar persoalan jalan dan jembatan di kawasan Bulangta segera mendapat perhatian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami sebenarnya tidak ingin demo. Kami maunya jalan ini diperbaiki. Tapi kalau tidak ada tindak lanjut, masyarakat sudah sangat kesal. Jangan sampai masyarakat turun ke kantor PU di Binjai,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap pemerintah tidak menunggu hingga masyarakat melakukan aksi terlebih dahulu. Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya dapat segera diselesaikan mengingat jalur Bulangta memiliki fungsi penting bagi masyarakat sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata unggulan Langkat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami hanya meminta pemerintah serius. Jangan hanya datang mengukur, setelah itu tidak ada pekerjaan. Masyarakat butuh jalan yang layak, petani butuh akses untuk mengeluarkan hasil panen, dan wisatawan juga butuh akses yang aman,&quot; pungkas Bob.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_5083_Jembatan-Tak-Kunjung-Dibangun--Warga-Keluhkan-Akses-Bukit-Lawang-Tangkahan-Rusak-dan-Ancam-Demo-ke-PU.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285983/jembatan-tak-kunjung-dibangun-warga-keluhkan-akses-bukit-lawangtangkahan-rusak-dan-ancam-demo-ke-pu/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kades Sei Musam Akui Terbatas Tangani Jalan dan Jembatan Rusak: Kami Sudah Berupaya</guid>
            <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 10:08:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kades Sei Musam Akui Terbatas Tangani Jalan dan Jembatan Rusak: Kami Sudah Berupaya]]></title>
            <description><![CDATA[Kades Sei Musam Akui Terbatas Tangani Jalan dan Jembatan Rusak Kami Sudah Berupaya]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Langkat -;Kondisi ruas jalan dan jembatan di jalur Bukit Lawang-Tangkahan atau yang dikenal dengan jalur Bulangta, khususnya di wilayah Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, kembali menjadi sorotan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kerusakan infrastruktur tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas warga sekaligus mengancam keselamatan pengguna jalan. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan maupun jembatan yang kondisinya semakin memprihatinkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala Desa Sei Musam, Bahagia Ginting, mengatakan keluhan yang disampaikan masyarakat merupakan persoalan yang juga menjadi perhatian pemerintah desa. Menurutnya, pemerintah desa memahami keresahan warga karena kondisi jalan dan jembatan tersebut memang membutuhkan penanganan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Keluhan masyarakat itu sebenarnya juga keluhan kami. Kami dari pemerintah desa sudah berupaya semaksimal mungkin, tetapi kami juga terbatas," ujar Bahagia saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahagia menjelaskan, pemerintah desa telah berusaha menyampaikan kondisi infrastruktur tersebut kepada pihak-pihak yang dinilai dapat membantu mendorong percepatan pembangunan. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah memberikan dokumentasi kondisi jalan dan jembatan serta proposal kepada organisasi masyarakat GRIB Jaya di tingkat Kecamatan Batang Serangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dokumen tersebut, kata Bahagia, diharapkan dapat diteruskan kepada pihak legislatif di tingkat provinsi sehingga persoalan infrastruktur di jalur Bulangta mendapat perhatian dan dapat diperjuangkan dalam program pembangunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami sudah memberikan foto dan proposal kepada GRIB Kecamatan untuk diteruskan ke DPR Provinsi. Tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan ataupun solusi yang kami terima," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Persoalan yang paling dikeluhkan masyarakat bukan hanya kondisi badan jalan yang rusak, tetapi juga keberadaan jembatan yang hingga kini belum mendapatkan penyelesaian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan keterangan yang disampaikan, persoalan tersebut bermula dari rencana pembangunan jembatan baru. Jembatan lama yang sebelumnya masih dapat digunakan kemudian mengalami kerusakan setelah bagian sampingnya dibongkar atau dirusak dalam proses persiapan pembangunan jembatan baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, pembangunan jembatan baru yang diharapkan masyarakat tidak kunjung terwujud. Akibatnya, kondisi yang terjadi justru membuat akses masyarakat semakin sulit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masyarakat mengaku tidak memiliki tuntutan yang berlebihan. Mereka hanya menginginkan jembatan yang layak dan dapat digunakan dengan aman untuk menunjang aktivitas sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami ini sebenarnya tidak ada tuntutan apa-apa. Kami cuma mau jembatan kami bagus, bisa dilewati dan masyarakat tidak susah," demikian keluhan masyarakat yang disampaikan dalam pembahasan mengenai kondisi jembatan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kondisi itu menjadi persoalan serius karena jalur tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat di kawasan sekitar Sei Musam. Kerusakan jalan dan jembatan juga dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan, terutama ketika kendaraan dengan muatan berat melintas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masyarakat bahkan mengkhawatirkan kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut dapat menimbulkan kecelakaan yang lebih parah dan berujung pada korban jiwa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam keterangan yang diperoleh, pembangunan jembatan tersebut disebut mulai dikerjakan pada 2023. Saat itu masyarakat berharap pembangunan tersebut menjadi solusi atas kebutuhan akses penghubung di wilayah mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, proses pembangunan tidak berjalan sesuai harapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jembatan lama yang sebelumnya masih tersedia kemudian terdampak akibat adanya persiapan pembangunan jembatan baru. Bagian sisi jembatan lama disebut telah dirusak dengan tujuan mendukung rencana pembangunan jembatan baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Persoalannya, jembatan baru yang dijanjikan tersebut tidak kunjung selesai atau bahkan tidak terealisasi sebagaimana yang diharapkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kondisi tersebut akhirnya membuat masyarakat berada dalam situasi sulit. Jembatan lama sudah mengalami kerusakan, sementara jembatan baru yang diharapkan menjadi pengganti tidak tersedia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jembatan lama itu sebenarnya masih ada. Kemudian datang rencana mau membangun jembatan baru di sampingnya. Bagian samping jembatan lama dirusak untuk persiapan, tetapi jembatan barunya tidak jadi dibangun," demikian gambaran persoalan yang disampaikan dalam transkrip.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk mengatasi akses yang terputus, sempat dibuat jalur alternatif. Namun, solusi sementara tersebut dinilai belum mampu memberikan jaminan keamanan dan ketahanan bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan disebutkan, dari sejumlah jalur alternatif yang direncanakan, hanya sebagian kecil yang terealisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahagia Ginting menegaskan bahwa pemerintah desa tidak tinggal diam menghadapi keluhan masyarakat. Namun, kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah desa tentu memiliki keterbatasan, terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut pembangunan infrastruktur berskala besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, pemerintah desa memilih menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak yang dinilai memiliki kewenangan lebih besar, termasuk melalui pengajuan proposal dan dokumentasi kondisi lapangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, pemerintah desa akan terus berupaya menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, realisasi pembangunan tetap membutuhkan keputusan dan dukungan dari pemerintah pada tingkatan yang memiliki kewenangan terhadap pembangunan jalan dan jembatan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Kami sampaikan kondisi di lapangan, kami berikan foto dan proposal. Tetapi kami memang terbatas," ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap persoalan tersebut tidak hanya menjadi keluhan yang berulang, tetapi segera mendapatkan perhatian dan solusi konkret dari pemerintah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masyarakat berharap kerusakan jalan dan jembatan tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan serius baru kemudian mendapat perhatian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut mereka, infrastruktur yang aman merupakan kebutuhan dasar karena jalan tersebut digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, termasuk bekerja, membawa hasil pertanian, berdagang, maupun melakukan aktivitas lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekhawatiran semakin besar ketika kendaraan berat melintasi jalur yang kondisinya rusak. Jika tidak segera ditangani, masyarakat khawatir risiko kecelakaan akan semakin tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Harapan warga sederhana, yakni jalan diperbaiki dan jembatan dibangun secara layak sehingga akses antara wilayah Bukit Lawang dan Tangkahan dapat kembali aman dan nyaman dilalui.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terkait kemungkinan adanya konsekuensi terhadap dirinya sebagai kepala desa akibat persoalan tersebut, Bahagia menyatakan dirinya menyerahkan hal tersebut kepada ketentuan yang berlaku dan takdir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kalau masalah dipecat atau tidak, itu takdir," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur di Desa Sei Musam bukan hanya menjadi keluhan masyarakat, tetapi juga menjadi tantangan bagi pemerintah desa dalam memperjuangkan kebutuhan warganya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kini, masyarakat berharap aspirasi mengenai perbaikan jalan dan pembangunan jembatan di jalur Bukit Lawang-Tangkahan benar-benar mendapat perhatian pemerintah. Mereka tidak ingin akses yang rusak dibiarkan berlarut-larut hingga akhirnya menimbulkan kerugian yang lebih besar maupun korban jiwa.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_1712_Kades-Sei-Musam-Akui-Terbatas-Tangani-Jalan-dan-Jembatan-Rusak--Kami-Sudah-Berupaya.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285982/kades-sei-musam-akui-terbatas-tangani-jalan-dan-jembatan-rusak-kami-sudah-berupaya/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kesepakatan Menjadi Salah Satu Tahapan Penting Dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah</guid>
            <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 10:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kesepakatan Menjadi Salah Satu Tahapan Penting Dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah]]></title>
            <description><![CDATA[Kesepakatan Menjadi Salah Satu Tahapan Penting Dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> - Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wali Kota (Wako) <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Sumatera Barat, Ramadhani Kirana Putra di <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Sabtu mengatakan kesepakatan  menjadi salah satu tahapan penting dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> tahun anggaran 2027.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dijelaskan, Pemerintah Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>, Sumatera Barat, menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp 476.542.464.911 pada 2027, sementara belanja daerah direncanakan mencapai Rp Rp536.980.626.552,29<br>dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang disepakati bersama DPRD kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesepakatan KUA-PPAS merupakan salah satu tahapan penting dalam rangka penyusunan dan penetapan APBD Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> Tahun Anggaran 2027,  ujar Ramadhani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesepakatan tersebut menjadi wujud sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menyusun arah kebijakan anggaran dengan mempertimbangkan prioritas pembangunan serta kemampuan keuangan daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> dan DPRD selanjutnya akan menindaklanjuti kesepakatan tersebut dalam proses penyusunan APBD 2027 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengenai perbedaan  antara target pendapatan dan rencana belanja tersebut selanjutnya menjadi bagian dari struktur pembiayaan daerah dalam proses penyusunan APBD Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> Tahun Anggaran 2027.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ramadhani Kirana Putra, juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> atas dukungan serta sinergi selama proses pembahasan KUA-PPAS hingga tercapainya kesepakatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan arah kebijakan anggaran yang telah disepakati, program dan kegiatan yang direncanakan diharapkan dapat dilaksanakan secara terarah serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a>.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua DPRD Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/solok/" target="_blank">Solok</a> Fauzi Rusli mengatakan KUA dan PPAS merupakan instrumen penting dalam tahapan penyusunan APBD karena menjadi landasan pemerintah daerah bersama DPRD dalam menentukan arah kebijakan dan prioritas pembangunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dokumen tersebut menjadi landasan bagi pemerintah daerah bersama DPRD dalam menentukan arah kebijakan, prioritas pembangunan, serta alokasi anggaran selama satu tahun anggaran, kata Fauzi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembahasan KUA-PPAS diperlukan untuk menyelaraskan rencana program pembangunan dengan kemampuan keuangan daerah sehingga anggaran yang nantinya ditetapkan dapat diarahkan pada kebutuhan prioritas.(YOSE)]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_6932_Kesepakatan-Menjadi-Salah-Satu-Tahapan-Penting-Dalam-Penyusunan-Anggaran-Pendapatan-dan-Belanja-Daerah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285981/kesepakatan-menjadi-salah-satu-tahapan-penting-dalam-penyusunan-anggaran-pendapatan-dan-belanja-daerah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Teater, Pembangunan, dan Sikap Kritis</guid>
            <pubDate>Sat, 05 Sep 2026 21:49:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Teater, Pembangunan, dan Sikap Kritis]]></title>
            <description><![CDATA[Teater, Pembangunan, dan Sikap Kritis]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN &ndash; <a href="https://www.sumut24.co/tag/teater/" target="_blank">Teater</a> bukan sekadar panggung hiburan, apalagi hanya ruang rekreasi estetis belaka. Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, seni pertunjukan semestinya mampu berdiri sebagai salah satu pilar kontrol sosial yang ikut mengawal arah pembangunan bangsa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pandangan tersebut disampaikan pegiat teater sekaligus penulis puisi Sumatra Utara, Khairuddin Ibrahim Harahap, saat ditemui di Medan, Sabtu (5/9).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Khairuddin, teater memiliki kekuatan inheren untuk menumbuhkan sikap kritis di tengah masyarakat. Panggung teater, katanya, dapat menjadi ruang dialog yang mempertemukan realitas kehidupan dengan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terlebih ketika pembangunan hanya diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi, pembangunan fisik dan proyek infrastruktur, sementara dimensi kemanusiaan, kebudayaan dan keadilan sosial justru terpinggirkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menggugat Pembangunan yang "Kehilangan Jiwa"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Khairuddin menilai pembangunan modern tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Jalan, gedung, jembatan dan berbagai infrastruktur memang penting, tetapi pembangunan yang sesungguhnya harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup dan martabat manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;<a href="https://www.sumut24.co/tag/teater/" target="_blank">Teater</a> itu cermin yang jujur. Ketika pembangunan justru melahirkan ketimpangan, penggusuran, atau hilangnya ruang publik bagi seniman, teater wajib hadir menyuarakan kritik tersebut. Kita tidak boleh membiarkan pembangunan berjalan tanpa jiwa,&quot; ujar Khairuddin di sela-sela aktivitas sastranya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut dia, komunitas teater mempunyai posisi strategis untuk melakukan intervensi budaya. Kritik yang lahir dari panggung tidak harus selalu hadir dalam bentuk demonstrasi atau slogan politik. Ia dapat disampaikan melalui karakter, dialog, konflik dan simbol-simbol artistik yang membuat penonton berhadapan dengan kenyataan sosial secara lebih manusiawi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Naskah yang berani dan penyutradaraan yang tajam, lanjutnya, dapat menjadi instrumen penyadaran masyarakat atau conscientization. Penonton tidak semestinya diposisikan sebagai objek pasif yang hanya datang untuk menikmati pertunjukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaliknya, mereka harus diajak bertanya: Apa yang sedang terjadi di sekitar kita? Siapa yang diuntungkan dan siapa yang tertinggal? Ke mana pembangunan diarahkan? Dan yang paling penting, apakah pembangunan tersebut benar-benar menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seni yang Membangun Manusia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai sastrawan yang aktif menulis puisi, Khairuddin melihat adanya hubungan erat antara kedalaman rasa dalam puisi dengan daya dobrak teater.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Puisi mengasah kepekaan batin, sementara teater menghadirkan pengalaman sosial secara kolektif. Ketika keduanya bertemu, seni tidak hanya menjadi persoalan estetika, tetapi juga dapat menjadi medium untuk membangun empati, kepekaan sosial dan kecerdasan emosional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam konteks generasi muda, fungsi tersebut menjadi semakin penting. Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak, membaca realitas, berdialog dan mempertanyakan berbagai persoalan secara kritis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi Khairuddin, inilah esensi tertinggi konsep Theater for Development atau teater untuk pembangunan. Pembangunan tidak hanya menciptakan kota yang lebih modern, tetapi juga manusia yang lebih beradab, kritis dan humanis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Manusia-manusia berkarakter inilah yang nantinya akan menjadi penggerak utama pembangunan nasional yang berkeadilan,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kritik sebagai Bentuk Cinta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Khairuddin menegaskan, sikap kritis teater terhadap pembangunan tidak boleh dipahami sebagai sikap anti-kemajuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Justru sebaliknya, kritik merupakan bentuk kecintaan terhadap bangsa. Ketika seniman mempertanyakan sebuah kebijakan, menampilkan ketimpangan atau mengangkat suara kelompok yang terpinggirkan, sesungguhnya mereka sedang mengingatkan negara agar pembangunan tidak kehilangan orientasi kemanusiaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Mengkritik bukan berarti menolak kemajuan. <a href="https://www.sumut24.co/tag/teater/" target="_blank">Teater</a> bersikap kritis justru karena mencintai bangsa ini. Kita ingin memastikan bahwa pembangunan yang berjalan adalah pembangunan yang memanusiakan manusia,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada akhirnya, pembangunan yang besar bukan hanya pembangunan yang meninggalkan gedung-gedung megah atau infrastruktur yang membentang. Pembangunan yang sejati adalah pembangunan yang meninggalkan manusia-manusia yang lebih bermartabat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan di situlah panggung teater menemukan alasan keberadaannya: bukan sekadar untuk ditonton, tetapi untuk membuat masyarakat melihat, berpikir, merasa, lalu bertindak.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/09/_486_Teater--Pembangunan--dan-Sikap-Kritis.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285976/teater-pembangunan-dan-sikap-kritis/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>