<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Sun, 09 Aug 2026 13:40:16 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sisa Makanan Berubah Jadi Pakan Ternak, Inovasi KKN UGM di Asahan Raih Apresiasi Wakil Bupati</guid>
            <pubDate>Sun, 09 Aug 2026 13:27:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sisa Makanan Berubah Jadi Pakan Ternak, Inovasi KKN UGM di Asahan Raih Apresiasi Wakil Bupati]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN, Limbah makanan yang selama ini kerap menjadi masalah lingkungan, kini berhasil diubah menjadi sesuatu yang bernilai guna]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN, Limbah makanan yang selama ini kerap menjadi masalah lingkungan, kini berhasil diubah menjadi sesuatu yang bernilai guna dan ekonomi. <a href="https://www.sumut24.co/tag/inovasi/" target="_blank">Inovasi</a> cerdas tersebut lahir dari tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (<a href="https://www.sumut24.co/tag/kkn/" target="_blank">KKN</a>) Universitas Gadjah Mada (<a href="https://www.sumut24.co/tag/ugm/" target="_blank">UGM</a>) yang bertugas di Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan.</p>Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., menyambangi Pesantren Darul Falah di Kecamatan Aek Songsongan pada Sabtu (8/8/2026) guna melihat langsung hasil kegiatan pengabdian mahasiswa <a href="https://www.sumut24.co/tag/kkn/" target="_blank">KKN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/ugm/" target="_blank">UGM</a>. Turut mendampingi kunjungan tersebut sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah lingkungan Pemkab Asahan, jajaran pengurus Pesantren Darul Falah, perwakilan PT Inalum, serta para mahasiswa <a href="https://www.sumut24.co/tag/kkn/" target="_blank">KKN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/ugm/" target="_blank">UGM</a>.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/2723d092b63885e0d7c260cc007e8b9d_IMG-20260809-WA0027.jpg"><br></p>Di lokasi, Wakil Bupati menyaksikan secara nyata bagaimana sisa makanan dari lingkungan pesantren yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah, kini dikelola dan dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot. Selanjutnya, maggot yang dihasilkan dijadikan sumber pakan alternatif bagi ternak bebek. Langkah cerdas ini sekaligus menjawab dua persoalan sekaligus: mengurangi limbah makanan dan menekan biaya pakan ternak.</p>Muhammad Ghazalah Anwar, salah satu mahasiswa <a href="https://www.sumut24.co/tag/kkn/" target="_blank">KKN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/ugm/" target="_blank">UGM</a> yang ditempatkan di Desa Aek Songsongan, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi sederhana namun berkelanjutan atas persoalan limbah makanan sekaligus mendukung pengembangan sektor peternakan masyarakat. "<a href="https://www.sumut24.co/tag/sisa/" target="_blank">Sisa</a> makanan tidak harus menjadi sampah. Melalui pengelolaan yang tepat, ia dapat berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Kami berharap konsep ini dapat terus dikembangkan oleh masyarakat setempat setelah masa <a href="https://www.sumut24.co/tag/kkn/" target="_blank">KKN</a> berakhir," ujarnya.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/b73ce398c39f506af761d2277d853a92_IMG-20260809-WA0026.jpg"><br></p>Mendengar penjelasan tersebut, Wakil Bupati Asahan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inovasi yang diterapkan para mahasiswa. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Gadjah Mada atas pelaksanaan <a href="https://www.sumut24.co/tag/kkn/" target="_blank">KKN</a>-PPM <a href="https://www.sumut24.co/tag/ugm/" target="_blank">UGM</a> Tahun 2026 yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Asahan, serta penghargaan kepada PT Inalum yang telah memfasilitasi dan mendukung kehadiran <a href="https://www.sumut24.co/tag/kkn/" target="_blank">KKN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/ugm/" target="_blank">UGM</a> di daerah ini.</p>"Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiswa <a href="https://www.sumut24.co/tag/kkn/" target="_blank">KKN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/ugm/" target="_blank">UGM</a>. <a href="https://www.sumut24.co/tag/sisa/" target="_blank">Sisa</a> makanan yang selama ini dianggap limbah, ternyata dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini adalah inovasi yang sederhana, namun memiliki nilai manfaat yang luar biasa besar apabila dikembangkan secara berkelanjutan," tegas Rianto.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/9fc3d7152ba9336a670e36d0ed79bc43_IMG-20260809-WA0024.jpg"><br></p>Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap ilmu pengetahuan dan inovasi yang dibawa para mahasiswa dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat luas. Sehingga kehadiran <a href="https://www.sumut24.co/tag/kkn/" target="_blank">KKN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/ugm/" target="_blank">UGM</a> di Kabupaten Asahan tidak hanya meninggalkan program sesaat, melainkan juga meninggalkan pengetahuan dan manfaat yang abadi bagi kemajuan masyarakat. (dre)</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_1040_Sisa-Makanan-Berubah-Jadi-Pakan-Ternak--Inovasi-KKN-UGM-di-Asahan-Raih-Apresiasi-Wakil-Bupati.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285074/sisa-makanan-berubah-jadi-pakan-ternak-inovasi-kkn-ugm-di-asahan-raih-apresiasi-wakil-bupati/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Asahan Desak IPDN Tambah Kuota Penerimaan Putra-Putri Daerah</guid>
            <pubDate>Sun, 09 Aug 2026 13:19:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Asahan Desak IPDN Tambah Kuota Penerimaan Putra-Putri Daerah]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara khusus mendorong Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) unt]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara khusus mendorong Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk memperluas peluang pendidikan kedinasan bagi putra-putri Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> melalui penambahan kuota penerimaan calon praja. Harapan tersebut disampaikan saat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Politik Pemerintahan IPDN yang berkolaborasi dengan Anggota Komisi II DPR RI dan Pemerintah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, berlangsung di Pendopo Rumah Dinas <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Sabtu (8/8/2026).</p>Kegiatan yang mengangkat tema &quot;Anatomi Komunikasi Dewan: Mengembalikan Makna Substantif Wakil Rakyat dalam Demokrasi Perwakilan&quot; ini dihadiri oleh Wakil <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Anggota Komisi II DPR RI, Ketua DPRD Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Wakil Dekan Bidang Administrasi Fakultas Ilmu Politik dan Pemerintahan IPDN, Sekretaris Daerah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, para Asisten, Staf Ahli <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a>, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Camat serta tamu undangan lainnya.</p>Dalam sambutannya, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Taufik menyambut baik kehadiran jajaran IPDN dan Anggota Komisi II DPR RI di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>. Menurutnya, kehadiran tersebut membuka peluang berharga bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperoleh informasi mendalam mengenai pendidikan kedinasan, khususnya jalur penerimaan calon praja IPDN.</p>&quot;IPDN merupakan sekolah kedinasan yang memiliki peran sangat penting dalam mencetak Sumber Daya Manusia di bidang pemerintahan. Di sana, para putra-putri kita tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga ditempa kemampuan tata kelola pemerintahan sekaligus ditanamkan semangat pengabdian kepada masyarakat,&quot; ujar <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a>.</p>Oleh karena itu, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> meminta perhatian khusus dari pihak IPDN agar putra-putri <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk mengikuti pendidikan di lembaga tersebut. &quot;Kita berharap kepada Wakil Dekan Bidang Administrasi Fakultas Ilmu Politik dan Pemerintahan IPDN agar dapat menambah kuota anak-anak <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> untuk masuk ke IPDN. Lulusan IPDN diharapkan kelak dapat berkontribusi nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,&quot; tegasnya.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/84d9ee44e457ddef7f2c4f25dc8fa865_IMG-20260809-WA0019.jpg"><br></p>Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Ia menilai kegiatan ini membuka ruang komunikasi yang baik antara IPDN, pemerintah daerah, lembaga perwakilan rakyat dan masyarakat luas.</p>&quot;Mengelola Negara Kesatuan Republik Indonesia yang wilayahnya sangat luas bukanlah pekerjaan ringan. Diperlukan tata kelola pemerintahan yang baik serta sumber daya manusia yang berkualitas agar roda pemerintahan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Di sinilah peran strategis IPDN dalam mencetak generasi muda yang mampu mengelola negara dengan baik,&quot; jelas Ahmad Doli.</p>Ia juga turut mendorong IPDN agar memberikan peluang lebih besar bagi putra-putri <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> untuk menempuh pendidikan kedinasan. &quot;Kita bersama-sama meminta kepada pihak IPDN agar menambah kuota bagi anak-anak <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>. Sosialisasi yang dilakukan hari ini diharapkan semakin membuka wawasan masyarakat, sehingga generasi muda kita semakin berpeluang masuk dan mengabdi melalui IPDN,&quot; tambahnya.</p>Di akhir kegiatan, dilaksanakan pertukaran cendera mata berupa plakat antara <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Taufik Zainal Abidin dengan Wakil Dekan Bidang Administrasi Fakultas Ilmu Politik dan Pemerintahan IPDN sebagai tanda silaturahmi dan kerjasama yang erat. (dre)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_9734_Bupati-Asahan-Desak-IPDN-Tambah-Kuota-Penerimaan-Putra-Putri-Daerah.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285073/bupati-asahan-desak-ipdn-tambah-kuota-penerimaan-putraputri-daerah/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Industri Keuangan Syariah Terus Tumbuh Positif, Aset Tembus Rekor Rp3.131 Triliun</guid>
            <pubDate>Sun, 09 Aug 2026 11:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Industri Keuangan Syariah Terus Tumbuh Positif, Aset Tembus Rekor Rp3.131 Triliun]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co  JakartaIndustri keuangan syariah nasional mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan total nilai aset menembus Rp 3.1]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> - Jakarta</p>Industri keuangan syariah nasional mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan total nilai aset menembus Rp 3.131,02 triliun pada 2025. Capaian ini tumbuh 8,56 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian dan dinamika geopolitik global.</p><br></p>Pertumbuhan positif tersebut tertuang dalam Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) Tahun 2025 yang resmi dirilis Otoritas Jasa Keuangan (<a href="https://www.sumut24.co/tag/ojk/" target="_blank">OJK</a>) di Jakarta, Kamis (6/8/2026).</p><br></p>Laporan tahunan bertema "Penguatan Daya Saing Industri Keuangan Syariah dalam Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional" tersebut menegaskan komitmen <a href="https://www.sumut24.co/tag/ojk/" target="_blank">OJK</a> dalam memperkuat ekosistem syariah melalui kebijakan adaptif dan terintegrasi, khususnya pasca-berlakunya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).</p><br></p>Ketua Dewan Komisioner <a href="https://www.sumut24.co/tag/ojk/" target="_blank">OJK</a> Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, pertumbuhan sektor syariah tidak hanya terlihat dari sisi angka, tetapi juga kualitas dan daya saing industri.</p>"Sejalan dengan implementasi berbagai arah kebijakan yang telah ditetapkan, industri keuangan syariah nasional terus melangkah ke arah yang lebih baik. Tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga semakin meningkat dari sisi kualitas dan daya saing," kata Friderica dalam keterangan resminya, Kamis.</p><br></p>Friderica menambahkan, pencapaian ini didorong oleh kuatnya fundamental ekonomi nasional yang mampu tumbuh 5,11 persen pada 2025, naik dari tahun sebelumnya sebesar 5,03 persen.</p><br></p>Pertumbuhan aset terjadi secara merata di berbagai sektor jasa keuangan syariah sepanjang 2025:</p>- Perbankan Syariah: Menghimpun aset sebesar Rp 1.067,73 triliun, tumbuh 8,92 persen (yoy).</p><br></p>- Pasar Modal Syariah: Membukukan aset Rp 1.875,25 triliun (di luar kapitalisasi saham syariah), atau tumbuh 8,18 persen (yoy).</p><br></p>- IKNB Syariah (PPDP): Sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun syariah mencatat aset Rp 74,27 triliun, melonjak 10,59 persen (yoy).</p><br></p>- IKNB Syariah (PVML): Sektor pembiayaan, modal ventura, LKM, dan LJK lainnya mengumpulkan aset Rp 124,51 triliun, naik 10,29 persen (yoy).</p><br></p>Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan <a href="https://www.sumut24.co/tag/ojk/" target="_blank">OJK</a> sekaligus Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) Dian Ediana Rae menegaskan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/ojk/" target="_blank">OJK</a> akan terus mengawal industri melalui roadmap sektoral dan penguatan regulasi.</p>Ia menyoroti pentingnya pembentukan KPKS sejak Juni 2025 sebagai wadah strategis akselerasi industri syariah tanah air.</p>"Pembentukan KPKS menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan, mempercepat pertukaran informasi, serta mendorong penyusunan kebijakan yang lebih terintegrasi," jelas Dian.</p>Melalui rilis LPKSI 2025 ini, <a href="https://www.sumut24.co/tag/ojk/" target="_blank">OJK</a> berharap laporan berkala tersebut dapat menjadi rujukan utama bagi regulator, pelaku industri, akademisi, hingga investor. Langkah sinergis ini ditujukan untuk mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan syariah terkemuka di dunia. Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_6359_Industri-Keuangan-Syariah-Terus-Tumbuh-Positif--Aset-Tembus-Rekor-Rp3-131-Triliun.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/ekbis/285071/industri-keuangan-syariah-terus-tumbuh-positif-aset-tembus-rekor-rp3131-triliun/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Antonius Tumanggor Dorong Warga Aktifkan IKD untuk Perkuat Akurasi Data Bantuan Sosial</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 21:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Antonius Tumanggor Dorong Warga Aktifkan IKD untuk Perkuat Akurasi Data Bantuan Sosial]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co MEDAN  Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyaraka]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -MEDAN &ndash; Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyarakat miskin dan kurang mampu</p><p>Menurutnya, keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan merupakan salah satu bentuk nyata pengamalan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.</p><p>Hal itu disampaikan Antonius saat melaksanakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Jalan Karya Mesjid Ujung No.50, Gedung Opo ATRestorasi, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (8/8/2026).</p><p>Dalam kegiatan tersebut, warga yang hadir banyak mempertanyakan mengenai aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta mekanisme penerima bantuan sosial, termasuk program PKH Medan Makmur.</p><p>Salah satu kekhawatiran warga adalah beredarnya informasi atau hoaks yang menyebutkan data pribadi dalam IKD berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.</p><p>Menanggapi hal tersebut, Antonius meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia justru mendorong warga untuk segera melakukan aktivasi IKD karena pendataan kependudukan berbasis digital dinilai semakin penting di era teknologi saat ini.</p><p>&quot;Saya mengajak masyarakat untuk mendukung program IKD, khususnya warga Kelurahan Sei Agul. Kecamatan Medan Barat juga masih berada di peringkat 15 di Kota Medan. Saya mendorong agar masyarakat dapat segera mendaftarkan IKD,&quot; ujar Antonius.</p><p>Politisi Partai NasDem ini menegaskan, kegiatan Wasbang tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial.</p><p>Menurutnya, kegiatan tersebut harus mampu memberikan pemahaman sekaligus mendorong masyarakat untuk memperkuat persaudaraan, kerukunan antarumat beragama serta kepedulian terhadap lingkungan.</p><p>Ia juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan. Antonius mengatakan para kepala lingkungan (kepling) selama ini telah melakukan kegiatan gotong royong, namun upaya tersebut harus diikuti kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.</p><p>&quot;Gotong royong bukan hanya tugas kepling. Masyarakat juga harus memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing,&quot; tegasnya</p><p>Ia juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan. Antonius mengatakan para kepala lingkungan (kepling) selama ini telah melakukan kegiatan gotong royong, namun upaya tersebut harus diikuti kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.</p><p>&quot;Gotong royong bukan hanya tugas kepling. Masyarakat juga harus memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing,&quot; tegasnya.</p><p>Antonius mengaku sengaja menghadirkan pihak-pihak yang berkompeten dalam kegiatan tersebut untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai manfaat IKD, termasuk kaitannya dengan pendataan masyarakat yang berhak menerima bantuan pemerintah berdasarkan desil kesejahteraan</p><p>Antonius mengaku sengaja menghadirkan pihak-pihak yang berkompeten dalam kegiatan tersebut untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai manfaat IKD, termasuk kaitannya dengan pendataan masyarakat yang berhak menerima bantuan pemerintah berdasarkan desil kesejahteraan.</p><p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/0aa1883c6411f7873cb83dacb17b0afc_IMG-20260808-WA0048.jpg"><br></p><p>Sementara itu, Lurah Sei Agul, Ade Kurniawan, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Wasbang yang digelar Antonius Tumanggor. Ia menilai program IKD sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung akurasi data penerima bantuan sosial.</p><p>Ade meminta masyarakat tidak berpikiran negatif terhadap program IKD.</p><p>&quot;Tidak ada kata terlambat untuk mengaktivasi IKD karena ini merupakan program yang dapat membantu warga agar terdata secara resmi, termasuk dalam proses pendataan penerima bantuan,&quot; katanya.</p><p>Siti juga menyampaikan bahwa program PKH Medan Makmur yang merupakan program Pemerintah Kota Medan telah disampaikan hingga tingkat kelurahan. Data calon penerima juga telah melalui proses verifikasi, termasuk pengecekan desil dan verifikasi lapangan.</p><p>Ia menyebutkan sekitar 368 warga Kecamatan Medan Barat telah terealisasi sebagai penerima bantuan sesuai dengan kriteria dan desil yang ditetapkan.</p><p>&quot;Senin akan ada pembukaan rekening bagi warga penerima bantuan yang telah menggunakan KTP elektronik. Nantinya kepling akan mengumumkan sekaligus memandu warga penerima bantuan dalam proses pembukaan rekening pribadi,&quot; ungkap Siti.</p><p>Dalam sesi tanya jawab, seorang warga, Sri Wahyuni, mempertanyakan program beasiswa berprestasi khusus mahasiswa. Ia mengaku telah menanyakan program tersebut kepada salah satu universitas, namun mendapat jawaban bahwa bantuan lebih diprioritaskan bagi warga kurang mampu.</p><p>Antonius kemudian menanggapi persoalan tersebut dengan mengatakan bahwa kondisi ekonomi masyarakat sangat beragam. Tidak sedikit warga yang secara administratif memiliki tempat tinggal, namun sebenarnya masih menumpang di rumah orang tua atau saudara dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan.</p><p>&quot;Inilah perlunya dilakukan aktivasi IKD dan pendataan yang benar. Jangan sampai masyarakat yang memang membutuhkan justru tidak terdata, sementara yang sebenarnya mampu malah mendapatkan bantuan,&quot; tegasnya.</p><p>Di akhir kegiatan, Lurah Sei Agul Ade Kurniawan kembali mengingatkan warga bahwa proses aktivasi IKD relatif mudah. Masyarakat cukup menyiapkan KTP, Kartu Keluarga (KK), serta telepon seluler Android.</p><p>&quot;Karena pendaftarannya menggunakan aplikasi IKD yang tersedia di Play Store. Kami berharap bapak dan ibu segera melakukan aktivasi identitas melalui aplikasi IKD,&quot; pungkasnya.(R02<br><p></p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_3210_Antonius-Tumanggor-Dorong-Warga-Aktifkan-IKD-untuk-Perkuat-Akurasi-Data-Bantuan-Sosial.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285066/antonius-tumanggor-dorong-warga-aktifkan-ikd-untuk-perkuat-akurasi-data-bantuan-sosial/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso Rangkul Wartawan, Kritik Jadi Bahan Evaluasi</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 20:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso Rangkul Wartawan, Kritik Jadi Bahan Evaluasi]]></title>
            <description><![CDATA[Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso Rangkul Wartawan, Kritik Jadi Bahan Evaluasi]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Tapsel | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolres/" target="_blank">Kapolres</a> Tapanuli Selatan (Tapsel), AKBP Anton Santoso, S.I.K., M.M., menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dengan insan pers dalam mendukung keterbukaan informasi publik serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Komitmen tersebut disampaikan AKBP Anton Santoso saat menggelar silaturahmi bersama sejumlah insan pers di Aula Polres Tapanuli Selatan, Jumat (7/8/2026). Dalam kegiatan itu, <a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolres/" target="_blank">Kapolres</a> didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Tapsel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertemuan tersebut menjadi salah satu langkah awal AKBP Anton Santoso dalam memperkuat hubungan kelembagaan dengan media sejak dirinya dipercaya memimpin Polres Tapanuli Selatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut AKBP Anton, media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, komunikasi antara kepolisian dan wartawan perlu dibangun secara berkelanjutan agar informasi yang diterima publik dapat disampaikan secara cepat, akurat dan berimbang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Tentu saya ingin membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk rekan-rekan media,&quot; ujar AKBP Anton Santoso.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;AKBP Anton Santoso menjelaskan, hubungan antara kepolisian dan insan pers bukan sekadar hubungan kerja, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai komunikasi yang baik dapat membantu menghindari kesalahpahaman sekaligus mempercepat penyampaian informasi ketika terjadi berbagai persoalan di tengah masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kalau komunikasi kita baik, berbagai informasi yang berkembang di masyarakat juga bisa dikomunikasikan dengan cepat sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan berimbang,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, perkembangan informasi di tengah masyarakat berlangsung sangat cepat. Dalam kondisi tersebut, sinergitas antara aparat kepolisian dan media menjadi penting agar informasi yang beredar tidak menimbulkan keresahan maupun kesimpangsiuran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, Polres Tapanuli Selatan berkomitmen membuka jalur komunikasi yang lebih intensif dengan wartawan dan perusahaan media yang menjalankan tugas jurnalistik di wilayah hukum Polres Tapsel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, <a href="https://www.sumut24.co/tag/kapolres/" target="_blank">Kapolres</a> Tapsel juga menekankan bahwa tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, diperlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan serta pemangku kepentingan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Rekan-rekan media memiliki peran yang sangat besar karena apa yang kami kerjakan dan apa yang terjadi di tengah masyarakat dapat diketahui publik melalui pemberitaan,&quot; ucapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;AKBP Anton menilai pemberitaan media dapat menjadi jembatan antara kepolisian dan masyarakat. Berbagai program, kegiatan pelayanan, penanganan gangguan kamtibmas hingga perkembangan situasi keamanan dapat diketahui masyarakat melalui pemberitaan yang disajikan secara profesional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sisi lain, media juga dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik maupun berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah dan aparat penegak hukum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak hanya membangun komunikasi, AKBP Anton Santoso juga menyatakan keterbukaannya terhadap kritik dan masukan dari insan pers.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai kritik yang disampaikan secara konstruktif dapat menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Polres Tapanuli Selatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami tentu terbuka terhadap kritik dan masukan dan kalau ada yang perlu diperbaiki, sampaikan kepada kami. Bagi saya, kritik yang konstruktif menjadi bagian dari evaluasi agar pelayanan Polres Tapsel kepada masyarakat semakin baik,&quot; tuturnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sikap tersebut menunjukkan bahwa komunikasi antara kepolisian dan media diharapkan tidak hanya berlangsung ketika ada kegiatan seremonial atau peristiwa tertentu. Sebaliknya, hubungan tersebut diharapkan dapat terus berjalan secara terbuka dan profesional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Silaturahmi ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya penyampaian informasi publik yang bertanggung jawab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ke depan, sinergitas kepolisian dan media diharapkan mampu mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Tapanuli Selatan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_4105_Kapolres-Tapsel-AKBP-Anton-Santoso-Rangkul-Wartawan--Kritik-Jadi-Bahan-Evaluasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285065/kapolres-tapsel-akbp-anton-santoso-rangkul-wartawan-kritik-jadi-bahan-evaluasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Madina Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran, Data Warga Miskin Bakal Diverifikasi Langsung</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 20:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Madina Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran, Data Warga Miskin Bakal Diverifikasi Langsung]]></title>
            <description><![CDATA[Bupati Madina Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran, Data Warga Miskin Bakal Diverifikasi Langsung]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (<a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a>), Sumatera Utara, memperketat pengawasan penyaluran bantuan sosial (bansos) agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> H. Saipullah Nasution menegaskan, penyaluran bantuan tidak boleh didasarkan pada kedekatan maupun kepentingan tertentu. Data penerima harus menggambarkan kondisi ekonomi warga yang sebenarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penegasan itu disampaikan Saipullah saat menyerahkan bantuan paket sembako kepada keluarga kurang mampu, lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas di Aula Kantor Camat Siabu, Kelurahan Siabu, Jumat (7/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan yang berlangsung di wilayah kerja Kampung Siaga Bencana (KSB) Saroha tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada 40 anak yatim se-Kecamatan Siabu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam arahannya, Saipullah meminta seluruh aparatur desa dan kelurahan lebih serius melakukan pendataan masyarakat. Proses verifikasi dan validasi harus dilakukan berdasarkan kondisi nyata warga di lapangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, akurasi data menjadi bagian penting dalam menentukan kebijakan bantuan sosial. Data tersebut nantinya menjadi salah satu dasar bagi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah dalam menentukan program intervensi bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengingatkan agar warga yang benar-benar berada dalam kondisi miskin, termasuk masyarakat miskin ekstrem, tidak sampai kehilangan hak hanya karena persoalan administrasi atau data yang tidak diperbarui.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jangan sampai masyarakat miskin ekstrem justru terabaikan hanya karena pendataan yang tidak valid. Kebiasaan oknum aparat desa yang memprioritaskan kerabat dekat dan mengabaikan warga lain yang lebih berhak harus dihentikan," tegas Saipullah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bupati juga menekankan agar aparatur desa tidak memasukkan masyarakat yang tergolong mampu sebagai penerima bantuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mencontohkan warga yang memiliki kendaraan roda empat atau lahan pertanian produktif harus menjadi bagian dari penilaian dalam menentukan kelayakan penerima bantuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk memastikan data penerima bansos semakin akurat, Pemkab <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> berencana melibatkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu (PW) di setiap desa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka nantinya akan membantu melakukan pendataan dan verifikasi faktual secara langsung dengan mendatangi rumah-rumah warga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan kesalahan data sekaligus memastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat dari program perlindungan sosial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah daerah juga mendorong agar proses pendataan dilakukan secara objektif dan transparan. Dengan begitu, penyaluran bansos tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala Dinas Sosial Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> Ahmad Duroni Nasution mengatakan, penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari penguatan program Kampung Siaga Bencana (KSB) Saroha.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program tersebut telah dibentuk sejak April 2026 sebagai salah satu upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana dengan melibatkan kekuatan masyarakat di tingkat lokal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ahmad Duroni menjelaskan, pada tahap awal bantuan disalurkan kepada 28 penerima manfaat. Penyaluran kemudian akan dilanjutkan secara bertahap kepada 122 penerima lainnya di sejumlah wilayah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, total terdapat 150 penerima yang menjadi sasaran bantuan dalam rangkaian program tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, penerima bantuan diprioritaskan kepada masyarakat miskin yang selama ini belum mendapatkan bantuan dari program sosial lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dinas Sosial <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> juga tengah melakukan pembenahan terhadap basis data kesejahteraan sosial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ahmad Duroni menyebutkan, sebanyak 6.800 jiwa telah dikeluarkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah daerah untuk kembali melakukan verifikasi dan pemutakhiran data secara menyeluruh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Re-verifikasi diperlukan agar data penerima bantuan benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat terbaru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saat ini tercatat sebanyak 6.800 jiwa telah dikeluarkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dinas Sosial akan segera melakukan re-verifikasi dan pemutakhiran data secara menyeluruh agar porsi bantuan benar-benar mengandalkan data terbaru yang valid," ujar Ahmad Duroni.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain menyerahkan sembako, Bupati Saipullah juga memberikan santunan kepada 40 anak yatim dari seluruh Kecamatan Siabu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, ia meminta para penerima santunan memanfaatkan bantuan untuk mendukung kebutuhan pendidikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saipullah mendorong anak-anak tersebut tetap bersemangat menempuh pendidikan dan tidak menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai penghalang untuk meraih cita-cita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya untuk kepentingan sekolah. Rajinlah belajar dan gantungkan cita-cita setinggi mungkin," pesan Saipullah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi Pemkab <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a>, penyaluran bansos bukan hanya berkaitan dengan pemberian bantuan secara langsung. Pembenahan data, pengawasan penerima, serta verifikasi kondisi ekonomi masyarakat menjadi bagian penting untuk membangun sistem perlindungan sosial yang lebih adil.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_4487_Bupati-Madina-Tegaskan-Bansos-Harus-Tepat-Sasaran--Data-Warga-Miskin-Bakal-Diverifikasi-Langsung.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285064/bupati-madina-tegaskan-bansos-harus-tepat-sasaran-data-warga-miskin-bakal-diverifikasi-langsung/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Lahan Tidur 6 Hektare Disulap Jadi Kebun Hidroponik, Wabup Basri Bidik Paluta Jadi Pemasok MBG</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 20:56:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Lahan Tidur 6 Hektare Disulap Jadi Kebun Hidroponik, Wabup Basri Bidik Paluta Jadi Pemasok MBG]]></title>
            <description><![CDATA[Lahan Tidur 6 Hektare Disulap Jadi Kebun Hidroponik, Wabup Basri Bidik Paluta Jadi Pemasok MBG]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Paluta | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mendorong masyarakat untuk semakin serius mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah. Dorongan itu disampaikan Wakil Bupati Paluta H. Basri Harahap saat menghadiri panen perdana sayuran di Alpha Hydrofarm, Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Jumat (7/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panen perdana tersebut merupakan hasil budidaya Kelompok Tani Maju Bahal yang mengembangkan tanaman sayuran, khususnya selada, menggunakan sistem hidroponik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Paluta Mula Rotua Siregar, S.Sos., Kapolres Paluta AKBP Dhery Fajariandono, S.I.K., M.H., perwakilan Kejaksaan Negeri Paluta Yunita Pasaribu, S.H., Danramil 05/Padang Bolak, Dankipan C 123/Rajawali, sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Paluta, para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Paluta serta sejumlah tamu undangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, Basri Harahap memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Maju Bahal yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi pertanian di tengah masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi kawasan pertanian merupakan langkah yang patut dikembangkan. Terlebih, lahan yang digarap kelompok tani tersebut memiliki luas sekitar lima hingga enam hektare.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Basri menilai pemanfaatan teknologi hidroponik untuk membudidayakan selada menunjukkan bahwa petani di Paluta mulai berani mencoba pola pertanian yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengakui, selada belum menjadi jenis sayuran yang umum dikonsumsi masyarakat di sejumlah wilayah Paluta. Namun, kondisi tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk menghentikan inovasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaliknya, menurut Basri, petani perlu melihat peluang pasar dan membangun kebiasaan baru dalam menghasilkan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Basri juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan persoalan hama sebagai alasan untuk enggan mengembangkan usaha pertanian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mencontohkan keberhasilan seorang petani bernama Sahban Siregar yang mengembangkan lahan pertanian di kawasan Batang Pane dan Aek Siala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Basri, lokasi lahan yang berada di kawasan yang dikenal memiliki banyak monyet ternyata tidak menghalangi Sahban untuk menghasilkan komoditas pertanian berkualitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Selama ini selalu kita katakan, ayo kalian bersayur-mayur. Jawabannya selalu tidak bisa, &#039;ada kera, ada monyet&#039; katanya. Tapi ternyata Bang Sahban, yang ladangnya di sarang monyet, dia berhasil. Hasil cabainya bahkan masuk kelas supermarket. Mari kita belajar ilmunya," kata Basri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi petani lainnya bahwa berbagai persoalan di lapangan tetap dapat diatasi dengan pengetahuan, teknologi, serta kemauan untuk mencoba.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakil Bupati Paluta juga memberikan apresiasi terhadap langkah jajaran Polres Padang Lawas Utara yang turut terlibat dalam pengembangan kegiatan pertanian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, kegiatan bercocok tanam yang dilakukan jajaran kepolisian selama sekitar delapan bulan terakhir merupakan bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan dan kelompok masyarakat dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih produktif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Basri berharap berbagai inisiatif tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panen perdana Alpha Hydrofarm juga memiliki kaitan dengan persiapan Kabupaten Paluta dalam mendukung pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program nasional yang menjadi salah satu agenda pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut membutuhkan dukungan rantai pasok pangan yang kuat, termasuk ketersediaan sayuran, ikan dan berbagai bahan pangan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Basri menyebut Kabupaten Paluta diproyeksikan memiliki sekitar 30 dapur MBG. Jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah hingga sekitar 70 dapur pada tahun berikutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan skala program tersebut, kebutuhan bahan pangan diperkirakan akan sangat besar. Karena itu, ia meminta para petani lokal mempersiapkan diri agar mampu menjadi pemasok kebutuhan pangan bagi dapur-dapur MBG di wilayah Paluta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Basri menekankan, besarnya kebutuhan logistik untuk program MBG harus menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia tidak ingin kebutuhan pangan untuk program tersebut justru didatangkan dari luar daerah apabila komoditasnya sebenarnya dapat diproduksi oleh petani Paluta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jangan lagi nanti uang yang ratusan miliar setahun itu pergi ke luar. Pergi beli sayur ke Siborong-borong, ke tempat lain, beli ikan ke Pasaman. Maunya kita, uang ratusan miliar itu berputar di Paluta," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Basri, perputaran ekonomi di dalam daerah akan memberikan dampak berantai bagi masyarakat. Petani mendapatkan pasar, pelaku usaha memperoleh peluang, sementara kebutuhan pangan untuk program pemerintah dapat dipenuhi dari produksi lokal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, ia mengajak kelompok tani untuk mulai menghitung kebutuhan pasar, meningkatkan kualitas produksi, menjaga kontinuitas pasokan dan memperkuat kemampuan pengelolaan usaha tani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih lanjut, pemerintah Kabupaten Paluta berharap momentum panen perdana Alpha Hydrofarm dapat menjadi pemicu munculnya lebih banyak inovasi pertanian di berbagai wilayah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petani tidak hanya didorong meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga menyesuaikan komoditas dengan kebutuhan pasar. Dengan demikian, hasil pertanian memiliki kepastian penyerapan dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Basri menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus diarahkan pada terciptanya kemandirian pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Maunya kita, uang ratusan miliar itu berputar di Paluta. Inilah tujuan Bapak Prabowo bikin sekolah rakyat, koperasi, supaya masyarakat di pelosok ini benar-benar terjangkau dan sejahtera," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemkab Paluta pun berharap kelompok tani, pemerintah daerah, aparat serta seluruh pemangku kepentingan dapat membangun kerja sama yang lebih kuat. Dengan produksi yang berkualitas dan pasokan yang berkelanjutan, Paluta diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari besarnya kebutuhan pangan program pemerintah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panen perdana di Alpha Hydrofarm akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya kurang produktif dapat diubah menjadi sumber pangan sekaligus sumber pendapatan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika gerakan serupa terus berkembang, Paluta berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang mampu membangun ketahanan pangan berbasis potensi masyarakat lokal.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_5418_Lahan-Tidur-6-Hektare-Disulap-Jadi-Kebun-Hidroponik--Wabup-Basri-Bidik-Paluta-Jadi-Pemasok-MBG.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285063/lahan-tidur-6-hektare-disulap-jadi-kebun-hidroponik-wabup-basri-bidik-paluta-jadi-pemasok-mbg/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Menuju Jambore Nasional XII 2026, Kapolres Paluta Titip Pesan Khusus kepada Kontingen Pramuka</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 20:55:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Menuju Jambore Nasional XII 2026, Kapolres Paluta Titip Pesan Khusus kepada Kontingen Pramuka]]></title>
            <description><![CDATA[Menuju Jambore Nasional XII 2026, Kapolres Paluta Titip Pesan Khusus kepada Kontingen Pramuka]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Paluta | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres Padang Lawas Utara (Paluta) AKBP Dhery Fajariandono, S.I.K., M.H., melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Padang Lawas Utara yang akan mengikuti <a href="https://www.sumut24.co/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prosesi pelepasan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Padang Lawas Utara, Jumat (7/8/2026). Kontingen Pramuka Paluta selanjutnya akan bertolak menuju Cibubur, Jakarta, untuk mengikuti rangkaian <a href="https://www.sumut24.co/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> Nasional XII yang dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 20 Agustus 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> Nasional XII 2026 mengangkat tema &quot;Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.&quot; Kegiatan nasional tersebut menjadi wadah bagi Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperluas pengalaman, membangun kemandirian, sekaligus memperkuat karakter generasi muda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, AKBP Dhery Fajariandono memberikan apresiasi kepada para anggota kontingen Pramuka Paluta yang dinilai telah berhasil menunjukkan kemampuan terbaik hingga terpilih mewakili Kabupaten Padang Lawas Utara di tingkat nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, keikutsertaan dalam <a href="https://www.sumut24.co/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> Nasional bukan sekadar mengikuti kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengembangkan karakter, kedisiplinan, kreativitas, kemampuan bekerja sama dan rasa tanggung jawab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres menilai pilihan para peserta untuk aktif dalam kegiatan Pramuka merupakan langkah positif di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penggunaan gadget yang berlebihan hingga ancaman penyalahgunaan narkoba dan pengaruh negatif lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, ia mendorong para peserta agar memanfaatkan kegiatan <a href="https://www.sumut24.co/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> Nasional sebagai ruang untuk belajar, membangun pertemanan dan mengembangkan potensi diri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang selama ini memberikan dukungan serta pendidikan kepada anak-anak mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Jaga nama baik Padang Lawas Utara. Ikuti aturan yang ada, dengarkan arahan Kakak-kakak pembina dan tetap jaga kesehatan. Kalian membawa nama daerah yang kita cintai dan kita banggakan,&quot; pesan Dhery kepada seluruh anggota kontingen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin dan tanggung jawab. Selain membawa nama baik daerah, para peserta juga diharapkan mampu menyerap berbagai pengalaman selama berada di Cibubur untuk kemudian diterapkan di lingkungan masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres juga mendoakan agar seluruh rombongan diberikan kesehatan, kelancaran dan keselamatan sejak keberangkatan hingga kembali ke Padang Lawas Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua Kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Padang Lawas Utara, Kasman, S.Pd., menjelaskan bahwa peserta yang diberangkatkan merupakan Pramuka Penggalang terbaik yang sebelumnya telah melalui proses seleksi dalam <a href="https://www.sumut24.co/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> Daerah (Jamda) 2026 di Sibolangit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara keseluruhan, kontingen Pramuka Paluta berjumlah 46 orang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jumlah tersebut terdiri atas 28 peserta, empat Pembina Pendamping, dua orang Pimpinan dan Staf Kontingen, satu orang Tim Medis, serta lima orang Peninjau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasman mengatakan keikutsertaan kontingen Paluta pada <a href="https://www.sumut24.co/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> Nasional XII 2026 menjadi kesempatan penting bagi para Pramuka Penggalang untuk mendapatkan pengalaman baru sekaligus membawa nama Kabupaten Padang Lawas Utara ke tingkat nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan itu, Kasman juga menyampaikan undangan dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka kepada Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) dan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Padang Lawas Utara untuk menghadiri Upacara Pembukaan <a href="https://www.sumut24.co/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> Nasional XII di Cibubur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelepasan kontingen tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Padang Lawas Utara Dr. Patuan Rahmat Syukur P Hasibuan, S.STP., M.M., para asisten, staf ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Padang Lawas Utara, para Kamabigus, pembina dan pendamping.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejumlah orang tua peserta serta anggota kontingen juga hadir memberikan dukungan sebelum rombongan berangkat mengikuti agenda Pramuka tingkat nasional tersebut.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_4457_Menuju-Jambore-Nasional-XII-2026--Kapolres-Paluta-Titip-Pesan-Khusus-kepada-Kontingen-Pramuka.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285062/menuju-jambore-nasional-xii-2026-kapolres-paluta-titip-pesan-khusus-kepada-kontingen-pramuka/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Kembali Bergerak, 8 Potongan Ganja Disita dari Pria 47 Tahun</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 20:52:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Kembali Bergerak, 8 Potongan Ganja Disita dari Pria 47 Tahun]]></title>
            <description><![CDATA[Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Kembali Bergerak, 8 Potongan Ganja Disita dari Pria 47 Tahun]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padangsidimpuan | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satuan Reserse <a href="https://www.sumut24.co/tag/narkoba/" target="_blank">Narkoba</a> (Satresnarkoba) Polres Padangsidimpuan kembali mengungkap dugaan peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Kali ini, polisi mengamankan seorang pria berinisial IH (47) yang diduga menguasai narkotika golongan I jenis ganja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;IH merupakan warga Jalan Sudirman, Kelurahan Sadabuan, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan. Ia diamankan petugas pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 20.30 WIB di kawasan Jalan Sudirman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari tangan IH, polisi menemukan delapan potongan narkotika jenis ganja dengan berat bruto 53,82 gram. Selain ganja, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barang bukti yang diamankan antara lain satu plastik hitam, satu plastik putih, satu unit telepon seluler merek Oppo berwarna biru, serta satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna merah dengan nomor polisi BB 5601 FH.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengungkapan kasus tersebut bermula ketika personel Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan memperoleh informasi dari masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran ganja di kawasan Jalan Sudirman, Kelurahan Sadabuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan di sekitar lokasi. Setelah mengumpulkan informasi dan memastikan ciri-ciri orang yang dicurigai, petugas bergerak melakukan penindakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekitar pukul 20.30 WIB, polisi mendatangi rumah IH. Saat itu, IH disebut baru turun dari sepeda motor Honda Scoopy warna merah yang kemudian turut diamankan sebagai barang bukti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam proses penggeledahan yang dilakukan dengan pendampingan Kepala Lingkungan II Jalan Sudirman, petugas menemukan sebuah plastik hitam. Di dalamnya terdapat plastik putih yang berisi delapan potongan narkotika golongan I jenis ganja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Total berat bruto ganja yang ditemukan mencapai 53,82 gram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah diamankan, IH menjalani pemeriksaan awal oleh penyidik Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari hasil interogasi awal, IH disebut mengaku memperoleh ganja tersebut dari seseorang berinisial MB. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap keberadaan MB serta mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengungkapan kasus narkotika merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah Kota Padangsidimpuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami akan terus melakukan upaya pemberantasan terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti melalui proses penyelidikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,&quot; ujar AKBP Noval.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan dalam membantu kepolisian mengungkap aktivitas peredaran narkotika yang terjadi di lingkungan masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan narkotika. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari peredaran narkoba,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usai penindakan, IH bersama seluruh barang bukti dibawa ke Kantor Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan personel yang terlibat dalam penindakan. Selain itu, penyidik melakukan pengembangan untuk mengetahui jaringan maupun pihak lain yang diduga berkaitan dengan peredaran ganja tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan juga telah melaksanakan gelar awal perkara sebagai bagian dari proses penyidikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepolisian memastikan penanganan perkara akan dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengungkapan ini sekaligus menjadi peringatan bahwa peredaran narkotika masih menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Polres Padangsidimpuan menyatakan akan terus meningkatkan upaya penindakan sekaligus mendorong masyarakat berperan aktif dalam mencegah peredaran narkoba di lingkungannya.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_1291_Satresnarkoba-Polres-Padangsidimpuan-Kembali-Bergerak--8-Potongan-Ganja-Disita-dari-Pria-47-Tahun.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285061/satresnarkoba-polres-padangsidimpuan-kembali-bergerak-8-potongan-ganja-disita-dari-pria-47-tahun/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gara-gara Teguran soal Wanita Lain, Pria di Padang Lawas Diduga Hantam Istri Pakai Batu</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 20:51:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gara-gara Teguran soal Wanita Lain, Pria di Padang Lawas Diduga Hantam Istri Pakai Batu]]></title>
            <description><![CDATA[Garagara Teguran soal Wanita Lain, Pria di Padang Lawas Diduga Hantam Istri Pakai Batu]]></description>
            <content><![CDATA[<br><a href="https://www.sumut24.co/tag/palas/" target="_blank">Palas</a> | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di wilayah Pasar Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas. Seorang pria berinisial Z (36) kini harus berurusan dengan hukum setelah diduga menganiaya istrinya, UHH, hingga mengalami luka serius pada bagian kepala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Z yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Padang Lawas untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yulianto melalui Kasat Reskrim Polres Padang Lawas AKP Irwansah Sitorus membenarkan penanganan perkara dugaan KDRT tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Irwansah, tersangka Z merupakan warga Lingkungan III, Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun. Ia disangkakan melanggar Pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Tersangka saat ini telah kami amankan dan menjalani penahanan untuk proses hukum lebih lanjut," kata AKP Irwansah Sitorus, Jumat (7/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Selasa, 3 Februari 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Lokasinya berada di rumah kontrakan yang ditempati korban dan tersangka di Lingkungan I, Pasar Sibuhuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kejadian bermula ketika korban menegur suaminya yang diduga menghubungi perempuan lain. Teguran tersebut kemudian berkembang menjadi pertengkaran antara keduanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Situasi semakin memanas hingga tersangka diduga berusaha memukul korban. Korban yang merasa terancam kemudian berupaya menyelamatkan diri dengan berlari ke halaman depan rumah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, upaya tersebut tidak menghentikan tersangka. Z diduga mengejar korban hingga berhasil menangkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kondisi emosi, tersangka kemudian diduga mengambil batu dan menghantamkannya ke bagian belakang kepala sebelah kanan korban sebanyak dua kali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian kepala disertai pendarahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aksi tersebut akhirnya berhenti setelah seorang saksi berinisial T datang dan berusaha melerai pertengkaran antara korban dan tersangka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, saksi lainnya, Wanda, disebut langsung memberikan pertolongan kepada korban setelah melihat kondisi luka yang dialaminya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan korban kepada pihak kepolisian. UHH mendatangi Mapolres Padang Lawas untuk membuat laporan resmi terkait dugaan penganiayaan yang dialaminya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/69/III/2026/SPKT/POLRES PADANG LAWAS/POLDA SUMATERA UTARA.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menindaklanjuti laporan tersebut, penyidik Satreskrim Polres Padang Lawas melakukan serangkaian proses penyelidikan dan penyidikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tim yang dipimpin Aiptu Sahminan Siregar bersama Bripda Miduk Saragi dan Bripda Laura Siregar melakukan pemeriksaan terhadap korban sebagai pelapor serta sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyidik kemudian melaksanakan gelar perkara. Dari hasil rangkaian penyidikan itu, polisi menetapkan Z sebagai tersangka dalam perkara dugaan KDRT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tersangka selanjutnya berhasil diamankan polisi pada Senin, 3 Agustus 2026 sekitar pukul 23.45 WIB.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Z ditangkap di kawasan Lingkungan II, Kelurahan Pasar Sibuhuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah diamankan, tersangka menjalani proses pemeriksaan dan kemudian dilakukan penahanan guna kepentingan penyidikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;AKP Irwansah Sitorus mengatakan, penyidik saat ini terus melengkapi administrasi dan berkas perkara sebelum dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Penyidik telah melengkapi administrasi penyidikan dan melakukan penahanan terhadap tersangka. Rencana tindak lanjut saat ini adalah melengkapi berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)," ujar Irwansah.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_1155_Gara-gara-Teguran-soal-Wanita-Lain--Pria-di-Padang-Lawas-Diduga-Hantam-Istri-Pakai-Batu.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285060/garagara-teguran-soal-wanita-lain-pria-di-padang-lawas-diduga-hantam-istri-pakai-batu/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gara-Gara soal Ternak Babi, Berujung Penembakan: Warga Tapsel Tewas dengan Dua Luka Peluru</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 20:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gara-Gara soal Ternak Babi, Berujung Penembakan: Warga Tapsel Tewas dengan Dua Luka Peluru]]></title>
            <description><![CDATA[GaraGara soal Ternak Babi, Berujung Penembakan Warga Tapsel Tewas dengan Dua Luka Peluru]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapsel | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perselisihan soal ternak babi berujung tragis di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Seorang petani berinisial IG (39) diduga menembak tetangganya, AG (40), menggunakan senapan angin hingga korban meninggal dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Sabtu malam, 11 Juli 2026. Polisi menyebut konflik antara kedua warga itu diduga dipicu persoalan babi milik korban yang berulang kali masuk ke kebun pelaku dan merusak tanaman kelapa sawit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakapolres Tapanuli Selatan, Kompol Muslim Amin, mengungkapkan bahwa persoalan ternak tersebut telah membuat IG merasa sakit hati. Menurut pengakuan pelaku, babi milik korban beberapa kali masuk ke area perkebunannya dan memakan tanaman yang ada di dalam kebun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pelaku mengaku sakit hati karena babi milik korban berulang kali merusak dan memakan tanaman buah kelapa sawit di kebun miliknya,&quot; ujar Muslim dalam konferensi pers di Mapolres Tapsel, Jumat (7/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 20.30 WIB ketika AG bertemu dengan IG di depan warung milik Ama Wisi Giawa, Lingkungan V Palang, Desa Gunung Baringin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat berpapasan, korban disebut menyenggol bahu kiri IG sembari menanyakan persoalan ternak babinya yang mati. Percakapan tersebut kemudian berubah menjadi pertengkaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut keterangan polisi, korban kemudian mengambil sebilah pisau yang diselipkan di pinggangnya dan mengancam IG.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Sudah kau bunuh babiku, kubunuh kau!&quot; kata korban sebagaimana disampaikan Muslim berdasarkan hasil penyelidikan polisi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam situasi tersebut, IG yang berada sekitar dua meter dari korban disebut mundur sembari mengarahkan senapan angin PCP yang dibawanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;IG kemudian melepaskan tembakan pertama. Peluru mengenai bagian dada AG.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski telah terkena tembakan, korban masih sempat berlari menuju rumah Ama Wisi yang pintunya dalam keadaan terbuka. Namun, IG disebut mengejar korban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelaku kemudian kembali mengisi peluru senapan anginnya dan melepaskan tembakan kedua. Kali ini, peluru mengenai bagian punggung korban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah melakukan penembakan, IG meninggalkan lokasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian menghubungi istri korban, Yunima Zebua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yunima yang tiba di lokasi mendapati suaminya sudah tergeletak dalam kondisi kritis dan bersimbah darah di area kandang babi yang berada di belakang rumah Ama Wisi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Istri korban sempat memberikan air minum kepada AG. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Istri korban sempat memberi air minum sebelum akhirnya meninggal dunia,&quot; kata Muslim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam perkembangan penyidikan, pihak keluarga IG sempat mempertanyakan kondisi pelaku setelah diamankan polisi. Keluarga mengaku mengetahui bahwa IG sebelumnya menyerahkan diri dalam keadaan baik, tetapi kemudian mendapati adanya luka tembak pada bagian kaki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, Iptu BD Sitorus, memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengatakan, sebelum IG diamankan, polisi terlebih dahulu melakukan pencarian terhadap pelaku. Dalam proses tersebut, penyidik memperoleh informasi bahwa IG telah menyerahkan diri ke Polres Padangsidimpuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi kemudian membawa IG untuk menunjukkan lokasi senapan angin yang menurut pengakuan awalnya dibuang ke sungai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, ketika polisi tiba di lokasi yang dimaksud, senapan tersebut tidak ditemukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut penyidik, keterangan IG kemudian berubah. Polisi menyebut pelaku berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan saat proses pengamanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Jadi, saat itu kita bawa tersangka ini. Penyidik mencari senjatanya, yang katanya dibuang ke sungai di desa itu. Saat sampai di sungai, tidak ada senjatanya. Kemudian berubah pengakuannya, tiba-tiba tersangka mau melarikan diri dan melawan petugas,&quot; jelas BD Sitorus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena pelaku disebut melakukan perlawanan dan berupaya melarikan diri, petugas kemudian melakukan tindakan terukur dengan menembak bagian kaki IG.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyidik selanjutnya kembali melakukan pendalaman terhadap keterangan pelaku. Hasilnya, polisi menemukan fakta bahwa senapan angin yang digunakan dalam penembakan ternyata tidak dibuang ke sungai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Senjata tersebut ditemukan di rumah seorang warga bernama Ama Meta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti dalam perkara tersebut, termasuk satu pucuk senapan angin PCP (Pre-Charged Pneumatic) merek Apache 4000 berwarna hitam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, penyidik menyita enam butir peluru senapan angin serta dua butir peluru yang berhasil diangkat dari tubuh korban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejumlah pakaian dan barang milik korban yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian juga turut diamankan sebagai barang bukti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas kasus penembakan yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut, IG kini harus berhadapan dengan proses hukum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polres Tapanuli Selatan menjerat IG dengan Pasal 458 Ayat (1) KUHP tentang pembunuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika terbukti bersalah, IG terancam hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan antarwarga, termasuk konflik mengenai ternak dan kerusakan tanaman, dapat berujung fatal apabila tidak diselesaikan secara kepala dingin.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_1449_Gara-Gara-soal-Ternak-Babi--Berujung-Penembakan--Warga-Tapsel-Tewas-dengan-Dua-Luka-Peluru.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285059/garagara-soal-ternak-babi-berujung-penembakan-warga-tapsel-tewas-dengan-dua-luka-peluru/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tak Kebagian Warisan, Adik Diduga Habisi Abang di Kebun Tapsel</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 20:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tak Kebagian Warisan, Adik Diduga Habisi Abang di Kebun Tapsel]]></title>
            <description><![CDATA[Tak Kebagian Warisan, Adik Diduga Habisi Abang di Kebun Tapsel]]></description>
            <content><![CDATA[<br><a href="https://www.sumut24.co/tag/tapsel/" target="_blank">Tapsel</a> | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perselisihan mengenai pembagian harta warisan keluarga diduga menjadi pemicu penganiayaan yang menewaskan seorang pria berinisial SS (58) di Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (<a href="https://www.sumut24.co/tag/tapsel/" target="_blank">Tapsel</a>), Sumatera Utara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Korban diduga dianiaya oleh adik kandungnya sendiri, GS (53). Polisi menyebut persoalan pembagian harta peninggalan keluarga menjadi salah satu dugaan motif yang sedang didalami dalam kasus tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolsek Sipirok, AKP Aswin Manurung, mengungkapkan, GS disebut tidak memperoleh bagian dari harta peninggalan keluarga. Kondisi tersebut membuat GS selama ini tinggal di sebuah gubuk untuk bertahan hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu disampaikan Aswin dalam konferensi pers di Aula Mapolres Tapanuli Selatan, Jumat (7/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Persoalan warisan menjadi salah satu pemicu pertengkaran antara korban dan terduga pelaku,&quot; ujar Aswin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut polisi, harta peninggalan yang menjadi persoalan berupa sebuah rumah dan lahan yang selama ini dimanfaatkan sebagai area perkebunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pembagian harta tersebut, SS sebagai abang GS disebut memperoleh bagian berupa lahan. Sementara rumah peninggalan keluarga saat ini ditempati oleh paman mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;GS disebut tidak mendapatkan bagian dari harta peninggalan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kondisi itu diduga menjadi sumber ketegangan di antara kedua bersaudara tersebut. Perselisihan kemudian kembali terjadi ketika keduanya berada di kawasan perkebunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertengkaran yang terjadi diduga berubah menjadi tindakan kekerasan. Akibatnya, SS mengalami luka parah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Warga yang berada di sekitar lokasi sempat memberikan pertolongan kepada korban. Namun, kondisi korban memburuk akibat mengalami pendarahan hebat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Korban sempat ditolong oleh warga, namun karena pendarahan yang cukup hebat, korban meninggal dunia,&quot; jelas Aswin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah kejadian, GS diduga melarikan diri ke kawasan perbukitan yang dipenuhi semak belukar dan berada cukup jauh dari permukiman warga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, personel Polsek Sipirok langsung melakukan pengejaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tim dipimpin Kapolsek Sipirok bersama Kanit Reskrim Polsek Sipirok, Ipda Lukman M Aruan. Petugas menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian GS.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proses pencarian berlangsung cukup menantang. Polisi harus menyusuri medan berbukit dengan akses sempit dan sulit dilalui kendaraan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyelidikan kemudian mendapat bantuan dari informasi masyarakat. Petugas akhirnya memperoleh petunjuk mengenai lokasi persembunyian GS.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terduga pelaku ditemukan bersembunyi di sebuah pondok tua yang berada di kawasan perkebunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Dalam waktu sekitar delapan jam sejak laporan diterima, terduga pelaku berhasil diamankan. Medan yang sulit tidak menghalangi personel untuk mengungkap kasus ini,&quot; kata Aswin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam proses penangkapan, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barang bukti yang diamankan antara lain dua bilah parang, satu sekop, satu cangkul, satu tas sandang, pakaian yang diduga dikenakan GS saat kejadian, serta satu sarung pisau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seluruh barang tersebut kini diamankan oleh penyidik untuk kepentingan proses hukum dan pendalaman perkara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, pemeriksaan medis terhadap korban telah dilakukan di RSUD Sipirok.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami sejumlah luka yang diduga akibat benda tajam. Luka tersebut antara lain terdapat pada bagian pipi kiri di bawah mata serta luka memanjang dari bagian rahang hingga telinga dengan kedalaman sekitar dua sentimeter.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi masih menunggu dan mendalami hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban serta mencocokkannya dengan barang bukti yang telah diamankan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, Iptu BD Sitorus, mengatakan, penyidik sementara menduga persoalan pembagian warisan berkaitan dengan terjadinya penganiayaan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski demikian, polisi belum menetapkan persoalan warisan sebagai satu-satunya motif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang turut memicu pertengkaran antara kedua bersaudara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pemeriksaan terhadap saksi, keluarga, dan pihak terkait masih terus dilakukan agar seluruh fakta terungkap secara utuh,&quot; ujar BD Sitorus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyidik juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk menyusun rangkaian peristiwa secara lengkap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Anton Santoso, mengapresiasi langkah cepat personel Polsek Sipirok dan Polres <a href="https://www.sumut24.co/tag/tapsel/" target="_blank">Tapsel</a> dalam mengamankan terduga pelaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, keberhasilan mengamankan GS dalam waktu relatif singkat menunjukkan respons cepat kepolisian dalam menangani perkara yang meresahkan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, ia menegaskan bahwa proses hukum harus tetap berjalan sesuai prosedur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres meminta penyidik menangani perkara tersebut secara profesional, objektif, dan transparan hingga seluruh rangkaian penyidikan selesai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi saat ini masih mendalami keterangan saksi, hasil pemeriksaan medis, serta barang bukti yang telah diamankan untuk memastikan peran GS dan motif sebenarnya di balik kematian SS.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus tersebut kini ditangani Polres Tapanuli Selatan dan proses penyidikan masih berlangsung.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_3371_Tak-Kebagian-Warisan--Adik-Diduga-Habisi-Abang-di-Kebun-Tapsel.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285058/tak-kebagian-warisan-adik-diduga-habisi-abang-di-kebun-tapsel/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bocah 6 Tahun Tewas di Galian Sumur Tapsel, Polisi Tangkap Kerabat Korban</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 20:49:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bocah 6 Tahun Tewas di Galian Sumur Tapsel, Polisi Tangkap Kerabat Korban]]></title>
            <description><![CDATA[Bocah 6 Tahun Tewas di Galian Sumur Tapsel, Polisi Tangkap Kerabat Korban]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/tapsel/" target="_blank">Tapsel</a> | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Misteri kematian seorang anak perempuan berusia enam tahun di Kabupaten Tapanuli Selatan (<a href="https://www.sumut24.co/tag/tapsel/" target="_blank">Tapsel</a>), Sumatera Utara, akhirnya terungkap. Polisi menetapkan seorang pria berinisial MH alias P (37) sebagai tersangka dalam kasus yang diduga diawali tindak kekerasan seksual dan berujung pada kematian korban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus tersebut diungkap Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoso, S.I.K., M.M. dalam konferensi pers di Mapolres <a href="https://www.sumut24.co/tag/tapsel/" target="_blank">Tapsel</a>, Jumat (7/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Korban yang dalam pemberitaan ini disebut Bunga ditemukan meninggal dunia di dalam galian sumur yang belum selesai dibangun di salah satu desa di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/tapsel/" target="_blank">Tapsel</a>.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres mengatakan, proses pengungkapan perkara berlangsung relatif cepat. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, mengamankan barang bukti, serta melakukan pemeriksaan medis dan forensik terhadap korban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu fakta yang menjadi perhatian penyidik adalah tindakan tersangka ketika korban ditemukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MH disebut menjadi orang pertama yang menemukan korban di dalam galian sumur pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat itu, warga yang berada di sekitar lokasi meminta agar jasad korban tidak terlebih dahulu dievakuasi sebelum petugas kepolisian tiba. Namun, tersangka disebut tetap masuk ke dalam sumur dan mengangkat jasad korban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres <a href="https://www.sumut24.co/tag/tapsel/" target="_blank">Tapsel</a> AKBP Anton Santoso mengatakan, tindakan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang dianalisis penyidik dalam rangkaian pengungkapan kasus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Tersangka ini juga orang yang pertama kali menemukan korban di sumur. Warga sekitar sudah melarang agar jasad korban jangan diambil sampai polisi datang, tetapi tersangka memaksa masuk dan mengangkat korban,&quot; ujar Anton.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut polisi, tindakan tersebut diduga berkaitan dengan upaya mengubah kondisi tempat kejadian perkara atau menghilangkan jejak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Analisa kita sementara, untuk menghilangkan semua apa yang ada di TKP dan mengelabui polisi,&quot; kata Anton.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peristiwa tragis tersebut bermula pada Sabtu (1/8/2026). Saat itu, korban meminta izin kepada orangtuanya untuk menemui orangtua angkatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Permintaan tersebut kemudian diizinkan. Namun, sehari berselang, warga justru dikejutkan dengan penemuan jasad korban di dalam galian sumur yang berada di dekat sebuah rumah yang masih dalam proses pembangunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;TKP-nya sendiri berada di salah satu desa di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/tapsel/" target="_blank">Tapsel</a>, tepatnya di dalam sumur yang belum selesai dibangun di samping sebuah rumah yang masih dalam proses pembangunan,&quot; jelas Anton.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Keluarga korban yang menemukan sejumlah kejanggalan juga membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyidik kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk meminta keterangan saksi serta mengamankan sejumlah barang bukti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas persetujuan keluarga, terhadap korban dilakukan autopsi dan visum et repertum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari pemeriksaan dokter forensik, ditemukan luka pada sejumlah bagian tubuh korban. Polisi juga menyebut korban telah meninggal dunia ketika berada di dalam galian sumur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, pemeriksaan medis menemukan adanya cairan pada tubuh korban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi kemudian mendalami seluruh temuan tersebut untuk mengungkap bagaimana korban meninggal dan siapa pihak yang bertanggung jawab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres menjelaskan, salah satu hal penting dalam pengungkapan perkara berasal dari keterangan seorang saksi berinisial RS.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saksi tersebut diketahui sempat berinteraksi dengan tersangka pada malam kejadian. Keterangan yang diperoleh penyidik kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan temuan lain yang telah dikumpulkan selama proses penyelidikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari rangkaian informasi tersebut, polisi akhirnya mengarah kepada MH alias P.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tersangka kemudian diamankan oleh Tim Jatanras Satreskrim Polres <a href="https://www.sumut24.co/tag/tapsel/" target="_blank">Tapsel</a> yang dipimpin Kanit I Pidum, Ipda Bambang Rahmadi, pada Senin (3/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penangkapan dilakukan tidak jauh dari kediaman tersangka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam konferensi pers, polisi juga mengungkap hubungan antara korban dan tersangka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anton mengatakan, keduanya masih memiliki hubungan keluarga, tetapi hanya sebatas kerabat jauh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut penyidik, korban diduga diajak pergi oleh tersangka dengan cara dipaksa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kalau untuk hubungan keluarga, korban dan tersangka kerabat jauh. Dengan pemaksaan tersangka mengajak korban untuk pergi bersamanya,&quot; ungkap Anton.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi menduga, setelah melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap korban, tersangka kemudian panik dan melakukan tindakan yang menyebabkan korban meninggal dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tersangka disebut kemudian berusaha menyembunyikan korban dengan memindahkannya ke sejumlah lokasi sebelum akhirnya jasad korban berada di dalam galian sumur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pemeriksaan, tersangka disebut mengaku memiliki obsesi setelah menonton film porno.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi juga melakukan pemeriksaan urine terhadap tersangka. Hasilnya, MH dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis sabu-sabu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Dapat kami jelaskan bahwa dari hasil pengakuan, tersangka terobsesi dari nonton blue film. Yang kedua, dari hasil tes urine yang dilakukan, tersangka positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu,&quot; kata Anton.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kendati demikian, seluruh keterangan tersangka tetap menjadi bagian dari proses penyidikan dan pembuktian perkara oleh kepolisian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pengusutan kasus tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di antaranya satu kaos singlet anak berwarna putih, satu celana pendek anak berwarna hitam, satu kain sarung berwarna hitam-putih dengan motif kotak-kotak, serta satu unit sepeda motor berwarna hitam dengan lis hijau tanpa pelat nomor kendaraan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barang-barang tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses penyidikan untuk memperkuat konstruksi perkara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas perkara tersebut, polisi menerapkan sejumlah pasal terhadap MH alias P.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres menyebut tersangka dijerat ketentuan dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, termasuk Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76 C.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, tersangka juga dikenakan pasal dalam KUHP terkait tindak pidana yang menyebabkan kematian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76 C UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun,&quot; ujar Anton.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi juga menyampaikan penerapan pasal KUHP dengan ancaman pidana hingga 15 tahun, seumur hidup, maupun hukuman berat lainnya sesuai konstruksi perkara yang disangkakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengungkapan kasus ini menjadi perhatian serius karena korban masih berusia enam tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polres <a href="https://www.sumut24.co/tag/tapsel/" target="_blank">Tapsel</a> memastikan penyidikan terus dilakukan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa, mulai dari saat korban meninggalkan rumah, dugaan tindak kekerasan seksual, hingga penyebab kematian dan tindakan tersangka setelah kejadian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres <a href="https://www.sumut24.co/tag/tapsel/" target="_blank">Tapsel</a> AKBP Anton Santoso didampingi Waka Polres <a href="https://www.sumut24.co/tag/tapsel/" target="_blank">Tapsel</a> Kompol Muslim Amin, Kasat Reskrim Iptu BD Sitorus, Kapolsek Batang Angkola AKP Saiful Syam, serta Kasi Humas Ipda Agam Parlindungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus ini kini berlanjut ke proses hukum. Penyidik akan mendalami seluruh alat bukti dan keterangan saksi untuk memastikan setiap fakta dalam perkara tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_1692_Bocah-6-Tahun-Tewas-di-Galian-Sumur-Tapsel--Polisi-Tangkap-Kerabat-Korban.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285057/bocah-6-tahun-tewas-di-galian-sumur-tapsel-polisi-tangkap-kerabat-korban/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Peredaran Ganja Dibongkar, MB Diamankan Polres Padangsidimpuan Bersama Barang Bukti</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 20:48:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Peredaran Ganja Dibongkar, MB Diamankan Polres Padangsidimpuan Bersama Barang Bukti]]></title>
            <description><![CDATA[Peredaran Ganja Dibongkar, MB Diamankan Polres Padangsidimpuan Bersama Barang Bukti]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Padangsidimpuan | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Padangsidimpuan kembali mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis ganja di wilayah hukumnya. Dalam penindakan yang dilakukan pada Jumat malam, 7 Agustus 2026, polisi mengamankan seorang pria berinisial MB (36).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pria yang diketahui berprofesi sebagai wiraswasta itu diamankan sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan Sutan Parlaungan Harahap, Kelurahan Kayu Ombun, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari penindakan tersebut, petugas menemukan barang bukti berupa satu plastik berwarna putih yang diduga berisi narkotika golongan I jenis ganja dengan berat bruto 31,87 gram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain ganja, polisi turut mengamankan satu unit sepeda motor Honda Supra warna hitam tanpa nomor polisi dan uang tunai sebesar Rp300 ribu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus tersebut terungkap setelah personel Satresnarkoba melakukan pengembangan dari penindakan narkotika sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari informasi yang diperoleh petugas, seorang tersangka yang telah diamankan sebelumnya menyebut ganja yang dimilikinya diduga diperoleh dari seorang pria berinisial MB. Transaksi atau pertemuan disebut berlangsung di kawasan Jalan Sutan Parlaungan Harahap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan di sekitar lokasi pada Jumat malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekitar pukul 21.20 WIB, personel Satresnarkoba mulai melakukan pemantauan. Sepuluh menit kemudian, polisi melihat seorang pria dengan ciri-ciri yang sesuai dengan informasi yang telah diperoleh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petugas kemudian melakukan penindakan dan penggeledahan terhadap pria tersebut. Dalam pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan satu plastik berwarna putih berisi ganja yang berada di bangku dekat terduga pelaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MB selanjutnya diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pemeriksaan awal, MB mengaku ganja tersebut diperoleh dari seorang pria berinisial J. Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap keberadaan J yang disebut berdomisili di wilayah Kecamatan Sigalangan, Kabupaten Tapanuli Selatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Informasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan yang dilakukan Satresnarkoba untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat dalam peredaran narkotika tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terduga pelaku bersama seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Kantor Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan guna menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam penanganan perkara ini, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta personel yang terlibat dalam proses penangkapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemberantasan terhadap peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba, termasuk melakukan pengembangan untuk mencari pihak lain yang diduga terlibat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami akan terus melakukan upaya pemberantasan narkotika di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan. Setiap informasi yang berkaitan dengan peredaran narkoba akan kami tindak lanjuti dan kembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,&quot; ujar AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres juga mengajak masyarakat agar tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pemberantasan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Dukungan dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan. Mari bersama-sama kita wujudkan Padangsidimpuan yang bebas dari narkoba,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan saat ini masih melakukan pengembangan terhadap perkara tersebut. Polisi juga akan melaksanakan gelar awal perkara dan melanjutkan proses penyidikan sesuai ketentuan perundang-undangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengembangan dilakukan untuk mengetahui asal-usul barang haram tersebut sekaligus mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam rantai peredarannya.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_6143_Peredaran-Ganja-Dibongkar--MB-Diamankan-Polres-Padangsidimpuan-Bersama-Barang-Bukti.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285056/peredaran-ganja-dibongkar-mb-diamankan-polres-padangsidimpuan-bersama-barang-bukti/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gerak Cepat Polres Tapsel Bongkar Kasus Bocah 6 Tahun, Anggota Komisi III DPR Soedeson Minta Pelaku Dihukum Maksimal</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 20:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gerak Cepat Polres Tapsel Bongkar Kasus Bocah 6 Tahun, Anggota Komisi III DPR Soedeson Minta Pelaku Dihukum Maksimal]]></title>
            <description><![CDATA[Gerak Cepat Polres Tapsel Bongkar Kasus Bocah 6 Tahun, Anggota Komisi III DPR Soedeson Minta Pelaku Dihukum Maksimal]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jakarta | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengungkapan kasus dugaan kekerasan seksual dan pembunuhan terhadap seorang anak perempuan berusia enam tahun di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Soedeson menilai kecepatan jajaran <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Tapanuli Selatan dalam mengungkap kasus tersebut patut diapresiasi. Polisi disebut berhasil mengungkap perkara hanya dalam waktu sekitar 2x24 jam setelah jasad korban ditemukan di sebuah galian sumur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Soedeson, kecepatan tersebut menunjukkan keseriusan aparat kepolisian dalam menangani perkara yang melibatkan anak sebagai korban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Tapsel beserta jajaran Satreskrim yang bergerak cepat dan responsif. Pengungkapan kasus dalam waktu 2x24 jam ini menunjukkan tingkat profesionalitas yang luar biasa dari institusi Polri di daerah,&quot; ujar Soedeson dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain mengapresiasi kecepatan pengungkapan perkara, Soedeson juga menyoroti ketelitian penyidik <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Tapsel dalam mengungkap fakta di balik kematian korban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai proses penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) menjadi salah satu bagian penting yang membantu polisi membongkar perkara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah dugaan upaya tersangka MH alias P (37) untuk mengaburkan jejak. Tersangka disebut sempat berpura-pura sebagai orang yang pertama kali menemukan jasad korban di dalam galian sumur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, penyidik tidak begitu saja mempercayai keterangan tersebut. Polisi kemudian mengembangkan informasi dari berbagai sumber, memeriksa saksi, mencermati barang bukti serta berkoordinasi dengan tim medis dan forensik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kerja keras penyidik dalam merangkai keterangan saksi kunci, mencocokkan barang bukti, hingga berkoordinasi dengan tim medis forensik patut kita acungi jempol. Ini adalah bentuk kerja penegakan hukum yang komprehensif,&quot; kata Soedeson.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Soedeson selanjutnya meminta seluruh proses hukum terhadap tersangka dilakukan secara tegas dan transparan. Ia juga mendorong aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, untuk memberikan perhatian serius terhadap perkara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut dia, hukuman maksimal perlu diberikan apabila seluruh unsur pidana yang disangkakan terbukti di persidangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Saya meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya, bila perlu dijatuhkan hukuman maksimal atau seumur hidup. Perbuatannya sangat biadab, keji, dan di luar batas kemanusiaan,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai kasus tersebut menjadi perhatian serius karena korban masih berusia enam tahun dan berada dalam posisi yang sangat rentan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Soedeson, anak-anak seharusnya mendapatkan perlindungan dari lingkungan sekitarnya. Karena itu, kasus kekerasan terhadap anak harus menjadi perhatian bersama dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Apalagi ini korbannya anak di bawah umur. Anak-anak seharusnya mendapatkan perlindungan yang aman dari orang-orang dewasa di sekitarnya, bukan malah menjadi korban kekerasan seksual dan pembunuhan,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, <a href="https://www.sumut24.co/tag/polres/" target="_blank">Polres</a> Tapanuli Selatan menetapkan MH alias P sebagai tersangka dalam kasus kematian anak perempuan berusia enam tahun tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tersangka diduga membuang jasad korban ke dalam galian sumur setelah korban meninggal dunia. Berdasarkan penyelidikan kepolisian, peristiwa tersebut diduga bermula dari tindakan kekerasan seksual terhadap korban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi menduga tersangka panik setelah melakukan perbuatannya sehingga kemudian berupaya menghilangkan jejak dengan membuang jasad korban ke dalam galian sumur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas perkara tersebut, tersangka dijerat dengan pasal berlapis terkait Undang-Undang Perlindungan Anak dan KUHP. Tersangka terancam hukuman berat, termasuk pidana penjara seumur hidup sesuai dengan pasal yang nantinya terbukti dalam proses hukum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengungkapan kasus dalam waktu singkat ini sekaligus menjadi perhatian publik terhadap pentingnya perlindungan anak. Proses hukum selanjutnya diharapkan dapat berjalan secara profesional dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarga yang ditinggalkan.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_4325_Gerak-Cepat-Polres-Tapsel-Bongkar-Kasus-Bocah-6-Tahun--Anggota-Komisi-III-DPR-Soedeson-Minta-Pelaku-Dihukum-Maksimal.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285055/gerak-cepat-polres-tapsel-bongkar-kasus-bocah-6-tahun-anggota-komisi-iii-dpr-soedeson-minta-pelaku-dihukum-maksimal/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">&lrm;Baru Grand Opening, Bingchun Tanjung Morawa Langsung Punya 5 Franchise Baru!  &lrm;</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 19:49:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[‎Baru Grand Opening, Bingchun Tanjung Morawa Langsung Punya 5 Franchise Baru!  ‎]]></title>
            <description><![CDATA[&amplrmBaru Grand Opening, Bingchun Tanjung Morawa Langsung Punya 5 Franchise Baru!&amplrm]]></description>
            <content><![CDATA[<p>DELI SERDANG &ndash; Antusiasme warga mewarnai Grand <a href="https://www.sumut24.co/tag/opening/" target="_blank">Opening</a> Bingchun Tanjung Morawa, Sabtu (8/8/2026). Berlokasi di Jalan Irian, Bandar Labuhan, Tanjung Morawa, gerai dessert dan minuman kekinian itu resmi dibuka melalui pertunjukan barongsai yang meriah, dilanjutkan prosesi pemotongan pita sebagai tanda dimulainya operasional.</p><p>&lrm;<br>&lrm;Suasana semakin semarak saat Bingchun membagikan 1.000 cup gratis kepada para pengunjung yang telah memadati lokasi sejak pagi. Momen tersebut menjadi penanda langkah awal Bingchun sebagai pelopor pengembangan jaringan usahanya di Sumatera Utara.<br>&lrm;<br>&lrm;Tak hanya merayakan pembukaan gerai, Bingchun juga membawa kabar baik bagi dunia usaha. Pada hari yang sama, tiga mitra franchise baru resmi bergabung, ditandai dengan penandatanganan kerja sama. Dari tiga cabang tersebut, dua akan dibuka di Kota Medan, sementara satu cabang lainnya berada di luar Kota Medan.<br>&lrm;<br>&lrm;Manager Development Bisnis Bingchun Tanjung Morawa, Subari, mengatakan kehadiran Bingchun tidak hanya menawarkan minuman dan dessert berkualitas dengan harga terjangkau, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui sistem franchise yang mudah diakses.<br>&lrm;<br>&lrm;"Kami ingin mengajak masyarakat Sumatera Utara untuk tumbuh bersama Bingchun. Siapa pun yang ingin memiliki usaha sendiri tidak perlu khawatir soal modal besar. Kami siap memberikan pendampingan agar para mitra bisa berkembang bersama kami," ujarnya.<br>&lrm;<br>&lrm;Dengan semangat "Modal Terjangkau &bull; Peluang Terbuka &bull; Tumbuh Bersama", Bingchun menargetkan perluasan jaringan di berbagai daerah di Sumatera Utara sekaligus menciptakan lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_1435_-lrm-Baru-Grand-Opening--Bingchun-Tanjung-Morawa-Langsung-Punya-5-Franchise-Baru----lrm-.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/info/285054/lrmbaru-grand-opening-bingchun-tanjung-morawa-langsung-punya-5-franchise-baru-lrm/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jambore Anak TK/RA Bandar Khalipah Jadi Contoh Kolaborasi Desa</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 19:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jambore Anak TK/RA Bandar Khalipah Jadi Contoh Kolaborasi Desa]]></title>
            <description><![CDATA[Jambore Anak TK/RA Bandar Khalipah Jadi Contoh Kolaborasi Desa]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>PERCUT SEI TUAN &mdash; Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendorong kegiatan yang lahir dari aspirasi masyarakat dan dikelola secara kolaboratif seperti <a href="https://www.sumut24.co/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> Anak TK/RA Se-Desa Bandar Khalipah dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu disampaikan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, saat menghadiri <a href="https://www.sumut24.co/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> Anak TK/RA Se-Desa Bandar Khalipah di Lapangan Kata Bima, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (8/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> yang diikuti sekitar 1.000 anak PAUD tersebut melibatkan 24 kontingen dari 30 TK/RA yang ada di Desa Bandar Khalipah. Diawali dengan pawai budaya dan kreasi, berbagai busana adat dan berbagai kostum unik digunakan &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan ini merupakan pelaksanaan ketiga, setelah sebelumnya digelar secara sederhana dan terus dikembangkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bupati yang hadir bersama Ketua TP PKK, Jelita Asri Ludin Tambunan, mengapresiasi Pemerintah Desa Bandar Khalipah yang mampu mengembangkan kegiatan melalui kolaborasi dan tidak hanya mengandalkan dukungan dana desa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Saya ingin acara ini bisa dijadikan contoh di desa masing-masing. Ke depan kalau ada di 21 kecamatan, kegiatan inilah yang harus ditiru. Meskipun ada dukungan dana desa, tapi mereka tetap berkolaborasi bersama para sponsor,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, semangat kolaborasi tersebut penting agar kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkarya, bersosialisasi dan mengembangkan potensi dapat terus tumbuh di setiap desa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta dan memberikan dukungan pembinaan bagi sekolah yang meraih prestasi. Juara pertama mendapatkan pembinaan sebesar Rp5 juta, sedangkan juara kedua dan ketiga masing-masing memperoleh Rp2 juta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terkait permohonan Pemerintah Desa Bandar Khalipah untuk pengembangan lapangan sepak bola, Bupati menyatakan Pemkab Deli Serdang akan mengkaji kebutuhan yang diperlukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kita akan lihat apa saja yang bisa diperbaiki atau dikembangkan untuk lapangan ini. Sebab saya ingin lapangan ini bisa menjadi tempat berkumpul warga desa. Kepada anak-anak saya tetaplah berkarya. Kepada guru, teruslah mendampingi dan membimbing anak-anak kita,&quot; pesannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, Kepala Desa Bandar Khalipah, Suparyo, menyampaikan, <a href="https://www.sumut24.co/tag/jambore/" target="_blank">Jambore</a> Anak TK/RA merupakan salah satu kegiatan yang lahir dari hasil Musrenbang dan aspirasi bunda PAUD. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana silaturahmi akbar bagi anak-anak PAUD di Desa Bandar Khalipah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami rasa berbahagia karena Bapak Bupati dan Ibu bisa menyempatkan waktunya kepada kami. Semoga apa yang kita kerjakan mendapat balasan dari Allah SWT,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menjelaskan, kegiatan tersebut mulai dirintis sejak tiga tahun lalu dan terus dikembangkan. Untuk pelaksanaan tahun depan, kegiatan serupa juga telah dimasukkan dalam rencana kegiatan desa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Turut hadir anggota DPRD Sumut fraksi Demokrat, Anita Lubis; Camat Percut Sei Tuan, perangkat daerah terkait, unsur Forkopimcam, jajaran Pemerintah Desa Bandar Khalipah, guru dan pengelola TK/RA, bunda PAUD, serta para orang tua dan peserta jambore.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_6481_Jambore-Anak-TK-RA-Bandar-Khalipah-Jadi-Contoh-Kolaborasi-Desa.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285053/jambore-anak-tkra-bandar-khalipah-jadi-contoh-kolaborasi-desa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gebyar Kemerdekaan, 240 Atlet Ikuti Pertandingan Cabor Renang</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 19:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gebyar Kemerdekaan, 240 Atlet Ikuti Pertandingan Cabor Renang]]></title>
            <description><![CDATA[Gebyar Kemerdekaan, 240 Atlet Ikuti Pertandingan Cabor Renang]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>LUBUK PAKAM - Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, bersama Staf Ahli I TP PKK Kabupaten Deli Serdang, Asniar Lom Lom Suwondo, membuka Gebyar Kemerdekaan Olahraga Cabang Renang yang digelar Federasi Akuatik Indonesia (FAI) Kabupaten Deli Serdang di Kolam Renang Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Lubuk Pakam, Sabtu (8/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ajang dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini diikuti sekitar 240 atlet pelajar dan klub renang se-Kabupaten Deli Serdang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami mengucapkan terima kasih kepada Federasi Akuatik Indonesia Kabupaten Deli Serdang yang telah menghadirkan kegiatan yang meriah dan semarak. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membina atlet-atlet muda sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas dan cinta tanah air,&quot; ujar Lom Lom.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap kompetisi ini melahirkan atlet renang berprestasi yang mampu mengharumkan nama Deli Serdang. Ia juga mengingatkan dewan juri menjaga objektivitas dalam penilaian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Saya berpesan kepada seluruh dewan juri untuk menjaga objektivitas dalam menilai. <a href="https://www.sumut24.co/tag/atlet/" target="_blank">Atlet</a>-atlet yang telah berlatih keras setiap hari harus mendapatkan penghargaan sesuai dengan prestasi yang mereka raih,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemkab Deli Serdang, lanjutnya, berkomitmen mendukung pembinaan olahraga melalui berbagai program dan event, termasuk EVORIA (Event Olahraga, Seni Budaya, dan Keagamaan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Melalui kegiatan ini kita berharap lahir atlet-atlet yang berdedikasi tinggi, mampu mengangkat harkat dan martabat Kabupaten Deli Serdang, serta menumbuhkan semangat perjuangan, sportivitas dan kebersamaan di kalangan generasi muda,&quot; tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua FAI Kabupaten Deli Serdang, M Rinaldi Miraza, mengatakan kegiatan ini merupakan penyelenggaraan perdana dan diikuti sekitar 240 peserta dari jenjang SD, SMP, SMA serta klub renang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seluruh 11 klub renang di Deli Serdang turut ambil bagian. Panitia juga menyiapkan hadiah satu unit sepeda listrik bagi juara umum berdasarkan perolehan medali terbanyak, yang disumbangkan Bupati Deli Serdang dan Ketua Dewan Pembina FAI Kabupaten Deli Serdang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rinaldi mengapresiasi dukungan orang tua atlet dalam mendampingi anak-anak berlatih dan berkompetisi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Semoga para orang tua atlet selalu diberikan kesehatan sehingga dapat terus mendampingi putra-putrinya dalam menjalani latihan dan meraih prestasi,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembukaan kegiatan turut dihadiri pejabat Pemkab Deli Serdang, pengurus FAI, pelatih, atlet, dan orang tua peserta.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_8203_Gebyar-Kemerdekaan--240-Atlet-Ikuti-Pertandingan-Cabor-Renang.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285052/gebyar-kemerdekaan-240-atlet-ikuti-pertandingan-cabor-renang/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pekan Budaya Permainan Tradisional Dorong Anak Kenali Budaya dan Kurangi Ketergantungan Gadget</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 19:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pekan Budaya Permainan Tradisional Dorong Anak Kenali Budaya dan Kurangi Ketergantungan Gadget]]></title>
            <description><![CDATA[Pekan Budaya Permainan Tradisional Dorong Anak Kenali Budaya dan Kurangi Ketergantungan Gadget]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<br>PERCUT SEI TUAN &mdash; Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendukung pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari upaya mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda sekaligus mendorong anak-anak mengurangi ketergantungan terhadap gawai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu disampaikan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, saat menghadiri <a href="https://www.sumut24.co/tag/pekan/" target="_blank">Pekan</a> Budaya Permainan Tradisional yang digelar Yayasan Laskar Pelangi Tanjung Rejo, di Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan, Desa Saentis, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan berlangsung selama dua hari, 8-9 Agustus 2026, dengan berbagai permainan tradisional seperti tarik tambang, terompah, pecah piring dan lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Di siang terik ini ternyata tidak menyurutkan kegembiraan anak-anak kita. Saya juga cukup bangga, bahwa anak-anak Tanjung Rejo bisa menggerakkan dan membuat kegiatan yang cukup besar ini untuk permainan tradisional,&quot; kata Bupati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, antusiasme masyarakat dan anak-anak dalam mengikuti kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk menjadikan permainan tradisional sebagai agenda budaya yang berkelanjutan di Deli Serdang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kalau antusiasnya besar, kita akan kaji dan memasukkannya ke anggaran APBD. Saya titip, ajarkan anak-anak ini kebanggaan dengan Deli Serdang dan bawa pada kegiatan yang positif. Saya harap acara ini ke depan menjadi ikon Deli Serdang, tiap tahun diadakan pertandingan permainan tradisional,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bupati yang hadir bersama Ketua TP PKK, Jelita Asri Ludin Tambunan, berharap permainan tradisional dapat terus hidup di tengah perkembangan teknologi dan masuknya berbagai budaya dari luar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Semoga budaya bangsa bisa menjadi tuan rumah kita di tengah masuknya perkembangan teknologi dari dunia luar,&quot; tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga melihat keberadaan Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan yang terus berkembang dapat menjadi ruang publik yang semakin banyak dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan positif, termasuk pelestarian budaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/pekan/" target="_blank">Pekan</a> Budaya Permainan Tradisional turut mendapat dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara melalui Dana Indonesiana. Pamong Budaya Ahli Pertama BPK Wilayah II Sumut, Windra Adi Purba, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelestarian kebudayaan, khususnya permainan tradisional yang mulai tergerus perkembangan zaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini salah satu kegiatan pelestarian kebudayaan khususnya di permainan tradisional. Perkembangan zaman membuat budaya semakin terkikis khususnya permainan tradisional yang mulai dilupakan,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menjelaskan, Yayasan Laskar Pelangi mendapat mandat sebagai penerima stimulus Dana Indonesiana untuk mendorong pengembangan permainan tradisional. Menurutnya, masih banyak potensi budaya yang dapat dikembangkan dan dilestarikan, termasuk di Deli Serdang yang memiliki 168 cagar budaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Ketua Yayasan Laskar Pelangi Tanjung Rejo, Siddik Zailani, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Deli Serdang atas dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia mengatakan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pekan/" target="_blank">Pekan</a> Budaya Permainan Tradisional merupakan kegiatan tahunan yang digelar untuk mendorong pelestarian permainan tradisional sekaligus mengurangi penggunaan gawai pada anak-anak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Siddik turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi serta permohonan maaf atas kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Turut hadir, Sekretaris Daerah Kabupaten Deli Serdang beserta jajaran perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat dan peserta <a href="https://www.sumut24.co/tag/pekan/" target="_blank">Pekan</a> Budaya Permainan Tradisional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_8658_Pekan-Budaya-Permainan-Tradisional-Dorong-Anak-Kenali-Budaya-dan-Kurangi-Ketergantungan-Gadget.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285051/pekan-budaya-permainan-tradisional-dorong-anak-kenali-budaya-dan-kurangi-ketergantungan-gadget/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Aliansi Pengamat Lingkungan Demo di Medan, Desak Dugaan Peredaran Narkotika Diusut</guid>
            <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 19:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Aliansi Pengamat Lingkungan Demo di Medan, Desak Dugaan Peredaran Narkotika Diusut]]></title>
            <description><![CDATA[Aliansi Pengamat Lingkungan Demo di Medan, Desak Dugaan Peredaran Narkotika Diusut]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MEDAN&ndash; Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Pengamat Lingkungan menggelar unjuk rasa di depan Yanglim Building, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (6/8/2026). Massa membawa tiga tuntutan, salah satunya mendesak aparat menindak dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam aksinya, massa meminta peredaran narkotika segera ditindak, meminta aparat memeriksa pihak yang mereka sebut berinisial MK selaku pemilik tempat hiburan malam yang mereka maksud serta HS yang disebut sebagai humas. Massa juga menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan meminta aparat menegakkan hukum secara adil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Koordinator aksi Aliansi Pengamat Lingkungan Pablo Saragih mengatakan maraknya dugaan peredaran narkotika di Kota Medan telah menimbulkan keresahan masyarakat, terutama karena dampaknya terhadap generasi muda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Pablo, pihaknya menerima informasi mengenai dugaan peredaran dan penggunaan narkotika di salah satu tempat hiburan malam yang berada di Yanglim Building. Ia menyebut tempat tersebut sebelumnya menggunakan nama X3 dan kini menggunakan nama MODS.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami Aliansi Pengamat Lingkungan turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi. Diduga ada peredaran dan penggunaan narkotika di MODS," kata Pablo dalam orasinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pablo juga merujuk pada sejumlah pemberitaan dan unggahan media sosial yang menurut dia memuat dugaan tersebut. Namun, informasi mengenai dugaan peredaran narkotika itu masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam aksi tersebut, massa juga mengaku mengalami upaya penghalangan ketika menyampaikan aspirasi. Menurut Pablo, sejumlah orang yang disebut sebagai anggota organisasi kemasyarakatan dan mengaku bertugas menjaga kawasan Yanglim Building mendatangi lokasi demonstrasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Massa menilai kehadiran kelompok tersebut berpotensi mengganggu penyampaian aspirasi. Pablo mengatakan pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan mengenai rencana aksi kepada kepolisian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Kami menyayangkan adanya percobaan penghalangan aksi yang dilakukan oleh oknum OKP yang mengaku bagian dari pengamanan Yanglim Building. Padahal, kami juga sudah menyurati kepolisian terkait pemberitahuan aksi kami," ujar Pablo.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aliansi Pengamat Lingkungan meminta kepolisian memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung sesuai ketentuan hukum. Mereka juga meminta aparat menindaklanjuti dugaan peredaran narkotika yang disampaikan dalam aksi tersebut secara profesional dan berdasarkan bukti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiga tuntutan yang dibawa massa dalam aksi itu adalah meminta penghentian dugaan peredaran narkotika, meminta pihak yang mereka sebut berinisial MK dan HS diperiksa, serta menyatakan akan mengawal persoalan tersebut hingga tuntas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan dari pihak yang disebut dalam tuntutan massa mengenai tuduhan tersebut. Demikian pula belum diperoleh keterangan resmi dari kepolisian mengenai ada atau tidaknya penyelidikan terkait dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam yang disebut demonstran.]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_9378_Aliansi-Pengamat-Lingkungan-Demo-di-Medan--Desak-Dugaan-Peredaran-Narkotika-Diusut.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285050/aliansi-pengamat-lingkungan-demo-di-medan-desak-dugaan-peredaran-narkotika-diusut/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>