<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.sumut24.co/</link>
        <description>Sumut24.co Berani Tampil Beda</description>
        <lastBuildDate>Fri, 21 Aug 2026 03:24:04 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Gembong Narkoba Buron Bareskrim Basri Lewaimang Ditangkap Interpol di Kuala Lumpur</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 22:54:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Gembong Narkoba Buron Bareskrim Basri Lewaimang Ditangkap Interpol di Kuala Lumpur]]></title>
            <description><![CDATA[KUALA LUMPUR  Buronan kasus narkoba, Basri Lewaimang (50), yang disebut sebagai pengendali peredaran narkoba di sejumlah tempat hiburan m]]></description>
            <content><![CDATA[KUALA LUMPUR &mdash; Buronan kasus narkoba, Basri Lewaimang (50), yang disebut sebagai pengendali peredaran narkoba di sejumlah tempat hiburan malam di Batam, Kepulauan Riau, akhirnya ditangkap aparat Interpol di Kuala Lumpur, Malaysia.</p><br>Basri ditangkap pada Rabu (19/8/2026) sore waktu setempat dalam operasi gabungan yang melibatkan Interpol. Pria kelahiran Alor, 1 Oktober 1975, tersebut sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Direktorat Tindak Pidana <a href="https://www.sumut24.co/tag/narkoba/" target="_blank">Narkoba</a> Bareskrim Polri.</p><br>Penangkapan Basri dikonfirmasi oleh Humas Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia. Setelah diamankan di sebuah kawasan permukiman di Kuala Lumpur, Basri dibawa ke KBRI untuk mendapatkan pendampingan dan menjalani pemeriksaan awal.</p><br>&quot;Ditangkap kemarin. Tadi malam dibawa ke Kedutaan untuk sementara. Kami ikut menyaksikan. Hari ini rencananya akan dibawa, diterbangkan ke Jakarta,&quot; ujar petugas KBRI saat dihubungi, Kamis (20/8/2026) pagi.</p><br>Basri dijadwalkan dipulangkan ke Indonesia pada Kamis (20/8/2026). Ia akan diterbangkan ke Jakarta sebelum diserahkan kepada Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk menjalani proses hukum.<br>Nama Basri tercantum dalam dokumen DPO Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dengan nomor DPO/134/VIII/2026/Dittipidnarkoba. Dalam dokumen tersebut, Basri disebut berperan sebagai pengendali jaringan peredaran narkoba yang menyasar sejumlah tempat hiburan malam di Batam.</p><br>Penangkapan ini menjadi titik penting dalam pengungkapan jaringan narkoba yang diduga dikendalikan Basri. Aparat kini memiliki kesempatan untuk mengorek lebih jauh struktur jaringan, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat dalam distribusi narkoba di Batam dan wilayah sekitarnya.<br>Sebelumnya, informasi mengenai keberadaan Basri sempat simpang siur. Bahkan, beredar kabar bahwa dia menyerahkan diri kepada aparat. Namun, berdasarkan keterangan yang diterima, Basri justru ditangkap dalam operasi intelijen lintas negara di Kuala Lumpur.</p><br>Setelah dipulangkan ke Indonesia, Basri akan menghadapi proses hukum terkait dugaan perannya sebagai pengendali peredaran narkoba. Penyidik Bareskrim juga berpeluang mengembangkan kasus tersebut untuk membongkar jaringan yang lebih luas.red</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_2227_Gembong-Narkoba-Buron-Bareskrim-Basri-Lewaimang-Ditangkap-Interpol-di-Kuala-Lumpur.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285470/gembong-narkoba-buron-bareskrim-basri-lewaimang-ditangkap-interpol-di-kuala-lumpur/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">KPK Amankan Uang Rp1,5 Miliar di Bogor, Sejumlah Pejabat Diperiksa</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 22:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[KPK Amankan Uang Rp1,5 Miliar di Bogor, Sejumlah Pejabat Diperiksa]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta  Sumut24.co Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan mengamankan uang sekitar Rp1,5 miliar dalam kegiatan yang berlangsung di ]]></description>
            <content><![CDATA[Jakarta | Sumut24.co</p> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan mengamankan uang sekitar Rp1,5 miliar dalam kegiatan yang berlangsung di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026).</p><br>Informasi awal menyebutkan kegiatan tersebut merupakan operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Bogor, termasuk beberapa kepala dinas, disebut turut diamankan untuk dimintai keterangan.</p><br></p><br>&quot;Barang bukti Rp1,5 miliar,&quot; ujar sumber internal KPK kepada CNNIndonesia.com melalui pesan tertulis, Kamis (20/8).</p><br>Namun, KPK kemudian memberikan klarifikasi terkait kabar OTT tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa tidak ada peristiwa tertangkap tangan di wilayah Kabupaten Bogor.</p><br>&quot;Menanggapi informasi yang berkembang di masyarakat, terkait kabar peristiwa tertangkap tangan di wilayah Kabupaten Bogor, kami klarifikasi, bahwa informasi tersebut tidak benar,&quot; kata Budi.</p><br>Menurut Budi, tim KPK memang melakukan kegiatan di wilayah tersebut, namun berupa permintaan keterangan terhadap sejumlah pihak sebagai tindak lanjut laporan masyarakat.</p><br>&quot;Adapun kegiatan lain oleh KPK di wilayah tersebut, benar ada, namun untuk saat ini secara detail kami belum dapat sampaikan,&quot; ujarnya.</p><br>Sementara itu, informasi yang beredar menyebut terdapat enam pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Bogor yang dimintai keterangan. Kabar tersebut juga menyebut adanya uang sekitar Rp1,5 miliar yang diamankan.</p><br>Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatmika sebelumnya memastikan roda pemerintahan di lingkungan Pemkab Bogor tetap berjalan normal. Sejumlah pejabat yang namanya beredar disebut masih menjalankan tugas kedinasan masing-masing.<br>Hingga berita ini diturunkan, KPK belum menjelaskan secara rinci asal-usul uang Rp1,5 miliar tersebut maupun kaitannya dengan laporan masyarakat yang sedang ditindaklanjuti.</p><br>KPK menyatakan akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik setelah proses yang dilakukan di Kabupaten Bogor memiliki perkembangan yang dapat disampaikan secara resmi.rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285469/kpk-amankan-uang-rp15-miliar-di-bogor-sejumlah-pejabat-diperiksa/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dies Natalis ke-74, USU Catat Lompatan Prestasi dan Reputasi Global</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 22:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dies Natalis ke-74, USU Catat Lompatan Prestasi dan Reputasi Global]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co MEDAN, Universitas Sumatera Utara (USU) mencatat sejumlah capaian penting di tengah upayanya memperkuat posisi sebagai perguruan]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -MEDAN, Universitas Sumatera Utara (<a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a>) mencatat sejumlah capaian penting di tengah upayanya memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi berdaya saing global. Hingga Agustus 2026, <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> menempati peringkat 268 dalam QS World University Rankings: Asia dan masuk kelompok 401&ndash;600 dunia dalam THE Impact Rankings 2026.</p>Capaian tersebut disampaikan Rektor <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si dalam Laporan Rektor pada Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-74 <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> mengusung tema &quot;Listening to Science for Global Impact&quot;, di Auditorium <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a>, Kamis (20/8/2026).</p>Dalam laporannya, Prof. Muryanto menyebut pergerakan peringkat tersebut menjadi bagian dari transformasi <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> menuju fase baru bertajuk The Era of Ultimate Excellence untuk periode 2026&ndash;2031.</p>&quot;Inilah makna Listening to Science: membaca data, belajar dari pengalaman, dan menggunakan ilmu pengetahuan untuk mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat,&quot; kata Prof. Muryanto dalam pidatonya.</p>Ia menegaskan, ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di ruang kuliah, laboratorium maupun publikasi ilmiah. Riset harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dan menghasilkan manfaat nyata.</p>&quot;Global impact tidak berarti meninggalkan persoalan di sekitar kita, tetapi dimulai dari kemampuan menyelesaikan persoalan yang terjadi di masyarakat dan mengubah pengetahuan menjadi manfaat serta dampak langsung bagi masyarakat,&quot; ujarnya.</p>Selain reputasi institusi, capaian mahasiswa juga menjadi salah satu hal yang disampaikan Prof. Muryanto Amindalam laporan tersebut.</p>Sampai Agustus 2026, mahasiswa <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> mencatat 792 prestasi yang masuk dalam indikator pemeringkatan kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.</p>Rinciannya, 102 prestasi diraih di tingkat provinsi, 427 tingkat nasional dan 263 tingkat internasional. Dari jumlah tersebut, 347 merupakan Juara I, 231 Juara II dan 214 Juara III.</p>Di bidang akademik, <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> juga memiliki 182 program studi yang tercatat di PDDikti per 11 Agustus 2026. Sebanyak 50,55 persen di antaranya berstatus Unggul dan A. Tahun ini, 29 program studi <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> telah memperoleh akreditasi internasional.</p>Penguatan kualitas sumber daya manusia juga terlihat dari jumlah dosen berkualifikasi doktor yang kini mencapai 701 orang. Jumlah guru besar meningkat menjadi 233 orang pada Agustus 2026, dari 173 orang pada 2024.</p>Dari sisi penelitian, sepanjang 2022&ndash;2025 <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> mencatat 3.236 penelitian dengan dukungan dana Rp223,1 miliar dari berbagai sumber termasuk DPRM, DRTPM, BRIN, hingga program Equity <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a>.</p>Untuk kolaborasi internasional, <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> mencatat 267 riset kolaboratif dengan total pendanaan Rp26,6 miliar sepanjang 2021&ndash;2026. Sementara publikasi internasional bereputasi yang terindeks Scopus telah mencapai 14.710 publikasi.</p>Sejumlah hasil riset juga mulai diarahkan ke kebutuhan masyarakat. Salah satunya pengembangan varietas kedelai <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> yang telah dan diperoleh Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) untuk tiga calon varietas yaitu Athelia <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a>, Soya <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> dan G1 <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a>. <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> juga mengembangkan teknologi pengolahan sampah, inovasi material, hingga pengujian bahan bakar B-50 untuk mendukung ketahanan energi.</p>Prof. Muryanto mengatakan, arah pengembangan <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> ke depan tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga memastikan kampus mampu memberikan dampak yang terukur.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a>, katanya, harus menjadi ruang pertemuan antara ilmu pengetahuan, inovasi, masyarakat dan dunia usaha.</p>&quot;Kampus <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru karena berada di kawasan business district di Kota Medan,&quot; kata Rektor.</p>Konsep tersebut akan dikembangkan melalui kawasan terintegrasi yang mencakup pendidikan, kesehatan, hospitality, kuliner dan olahraga. Dalam rencana itu, UMKM Square ditargetkan mulai diluncurkan pada Desember 2026, Sport Science difungsikan pada pertengahan 2027, sedangkan Rumah Sakit Pendidikan Internasional dan hostel ditargetkan pada 2028.</p>Sidang Terbuka Dies Natalis ke-74 <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> turut dihadiri sejumlah pejabat penting. Di antaranya Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sekaligus Ketua Majelis Wali Amanat <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> Jenderal Polisi (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H, Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang menyampaikan orasi ilmiah.</p>Dalam sambutannnya Ketua MWA <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a> Jenderal Polisi (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H mengucapkan selamat Dies Natalis Ke 74 kepada seluruh civitas akademika <a href="https://www.sumut24.co/tag/usu/" target="_blank">USU</a>.</p>"Semoga diusia ke 74 ini menjadi penguat semangat untuk terus melangkah, lebih ke intigritas, lebih inovatif dan lebih berdampak kepada masyarakat" katanya.</p>Hadir pula Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, B.Sc., jajaran Forkopimda Sumut, para kepala daerah, konsul jenderal dan konsul kehormatan negara sahabat, pimpinan perguruan tinggi. (C04)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_1516_Dies-Natalis-ke-74--USU-Catat-Lompatan-Prestasi-dan-Reputasi-Global.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285468/dies-natalis-ke74-usu-catat-lompatan-prestasi-dan-reputasi-global/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rayakan HUT ke-81 RI, PLN UID Sumut Hadirkan Diskon Tambah Daya 50 Persen Hingga 25 Agustus</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 22:05:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rayakan HUT ke-81 RI, PLN UID Sumut Hadirkan Diskon Tambah Daya 50 Persen Hingga 25 Agustus]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co MEDAN, Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distr]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -MEDAN, Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> (Persero) Unit Induk Distribusi (<a href="https://www.sumut24.co/tag/uid/" target="_blank">UID</a>) Sumatera Utara menghadirkan program &quot;Merdeka Daya&quot;, berupa diskon biaya tambah daya listrik sebesar 50 persen yang dapat dimanfaatkan pelanggan hingga 25 Agustus 2026.</p>Program yang berlangsung pada 17&ndash;25 Agustus 2026 tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas daya listrik dengan biaya lebih terjangkau guna mendukung kebutuhan rumah tangga maupun berbagai aktivitas produktif.</p>General Manager <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uid/" target="_blank">UID</a> Sumatera Utara, Rizky Mochamad, Rabu (19/8/2026) mengatakan Merdeka Daya merupakan bentuk apresiasi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> kepada pelanggan dalam momentum Hari Kemerdekaan sekaligus upaya menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin mudah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.</p>&quot;Semangat kemerdekaan kami maknai dengan menghadirkan kemudahan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui Merdeka Daya, pelanggan memiliki kesempatan meningkatkan kapasitas listrik dengan biaya yang lebih ringan untuk mendukung kenyamanan rumah tangga maupun berbagai aktivitas produktif,&quot; ujar Rizky.</p>Melalui program ini, pelanggan memperoleh potongan sebesar 50 persen dari biaya penyambungan tambah daya. Sebagai ilustrasi, pelanggan dengan daya awal 900 Volt Ampere (VA) yang ingin meningkatkan daya menjadi 2.200 VA cukup membayar Rp609.050, atau separuh dari biaya normal sebesar Rp1.218.100.</p>Promo berlaku bagi pelanggan tegangan rendah 1 fasa dari seluruh golongan tarif, dengan daya awal mulai 450 VA hingga 5.500 VA dan penambahan daya hingga maksimal 7.700 VA. Pelanggan harus telah terdaftar sebagai pelanggan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> sebelum 1 Agustus 2026 serta melunasi seluruh tagihan listrik maupun kewajiban lainnya.</p>Untuk memperoleh e-voucher diskon tambah daya, pelanggan cukup melakukan minimal satu kali pembelian token bagi pelanggan prabayar atau pembayaran tagihan listrik bagi pelanggan pascabayar melalui aplikasi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> Mobile selama periode promo.</p>Setelah transaksi berhasil, pelanggan dapat mengklaim e-voucher melalui fitur &quot;Klaim Voucher&quot; pada banner promo tambah daya di <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> Mobile. Voucher tersebut selanjutnya digunakan saat mengajukan permohonan tambah daya melalui aplikasi yang sama.</p>Setiap akun <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> Mobile dapat memperoleh maksimal empat e-voucher, dengan ketentuan setiap ID Pelanggan hanya dapat menggunakan promo satu kali selama periode program.</p>Rizky menambahkan, kemudahan layanan melalui <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> Mobile merupakan bagian dari transformasi pelayanan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> untuk memberikan pengalaman yang semakin praktis, cepat, dan transparan bagi pelanggan.</p>&quot;Kami mengajak masyarakat Sumatera Utara yang membutuhkan tambahan kapasitas listrik untuk memanfaatkan kesempatan ini sesuai kebutuhan. Dengan daya listrik yang memadai, masyarakat dapat menggunakan berbagai perangkat berbasis listrik secara lebih nyaman sekaligus mendukung produktivitas,&quot; kata Rizky.</p>Dalam program Merdeka Daya, Biaya Penyambungan (BP) dibayarkan penuh di muka, sedangkan Uang Jaminan Langganan (UJL) bagi pelanggan pascabayar dapat dicicil hingga 12 kali sesuai ketentuan.</p>Program ini berlaku sepanjang pelaksanaan tambah daya tidak memerlukan penguatan jaringan, perubahan fasa, tarif, maupun jenis layanan. Pelanggan yang telah memanfaatkan program juga tidak dapat melakukan penurunan daya sekurang-kurangnya selama satu tahun setelah realisasi tambah daya. Promo Merdeka Daya tidak dapat digabungkan dengan keringanan biaya penyambungan lainnya.</p><a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/uid/" target="_blank">UID</a> Sumatera Utara mengajak pelanggan yang membutuhkan tambahan kapasitas listrik untuk memanfaatkan program Merdeka Daya sebelum periode promo berakhir pada 25 Agustus 2026. Informasi dan pengajuan tambah daya dapat diakses secara resmi melalui aplikasi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pln/" target="_blank">PLN</a> Mobile. (C04)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_4802_Rayakan-HUT-ke-81-RI--PLN-UID-Sumut-Hadirkan-Diskon-Tambah-Daya-50-Persen-Hingga-25-Agustus.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285467/rayakan-hut-ke81-ri-pln-uid-sumut-hadirkan-diskon-tambah-daya-50-persen-hingga-25-agustus/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Sambangi Kontingen Jamnas XII di Cibubur, Wali Kota Tanjungbalai Beri Motivasi</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 22:01:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Sambangi Kontingen Jamnas XII di Cibubur, Wali Kota Tanjungbalai Beri Motivasi]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menyambangi Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tanju]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -TANJUNGBALAI, Wali Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Mahyaruddin Salim menyambangi Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> yang tengah mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (20/8).</p>Kedatangan Mahyaruddin yang didampingi Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Hamdani tersebut menjadi suntikan semangat bagi para peserta.</p>Mahyaruddin yang juga selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a>, berdialog langsung dengan para peserta dan menanyakan kondisi mereka selama mengikuti kegiatan Jamnas.</p>Dalam kesempatan itu, Mahyaruddin berpesan agar seluruh peserta tetap menjaga kesehatan, semangat, disiplin serta kekompakan.</p>&quot;Jaga kesehatan dan kekompakan. Ikuti seluruh kegiatan dengan penuh semangat. Tunjukkan karakter Pramuka sejati dan tetap jaga nama baik Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a>,&quot; ujar Mahyaruddin.</p>Ia juga meminta para peserta tidak hanya mengejar prestasi, namun menjadikan Jamnas sebagai kesempatan untuk menambah pengalaman dan memperluas persahabatan dengan Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia.</p>&quot;Jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga. Bangun persahabatan dan belajar dari peserta daerah lain. Kalian adalah duta Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a>,&quot; katanya.</p>Mahyaruddin berharap para peserta dapat kembali ke <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> membawa pengalaman positif serta menjadi generasi muda yang tangguh, mandiri dan berkarakter.</p>&quot;Kami bangga dengan kalian. Tunjukkan bahwa Pramuka <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> mampu menjaga nama baik daerah dan memberikan yang terbaik,&quot; pungkasnya. (eko)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_9057_Sambangi-Kontingen-Jamnas-XII-di-Cibubur--Wali-Kota-Tanjungbalai-Beri-Motivasi.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285466/sambangi-kontingen-jamnas-xii-di-cibubur-wali-kota-tanjungbalai-beri-motivasi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wali Kota Tanjungbalai Dorong Alur Pelayaran Diperlebar, Jangan Ganggu Nelayan Tradisional</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 21:57:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wali Kota Tanjungbalai Dorong Alur Pelayaran Diperlebar, Jangan Ganggu Nelayan Tradisional]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co TANJUNG BALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi Teknis Rencana Penetapa]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -TANJUNG BALAI, Wali Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Mahyaruddin Salim menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi Teknis Rencana Penetapan <a href="https://www.sumut24.co/tag/alur/" target="_blank">Alur</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/pelayaran/" target="_blank">Pelayaran</a> Masuk Pelabuhan <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Asahan, Provinsi Sumatera Utara, yang digelar Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Bogor, 19&ndash;21 Agustus 2026.</p>Rakor tersebut membahas berbagai aspek teknis terkait rencana penetapan alur pelayaran, mulai dari penyelarasan data, hasil kajian hingga aspek keselamatan navigasi dan kebutuhan pengembangan pelabuhan ke depan.</p>Kegiatan ini turut melibatkan kementerian/lembaga terkait, Pemerintah Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a>, Pemerintah Kabupaten Asahan serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.</p>Direktur Kenavigasian Hernadi Tri Cahyanto mengatakan, alur pelayaran merupakan salah satu instrumen penting dalam menjamin keselamatan navigasi dan keteraturan lalu lintas kapal.</p>Menurutnya, meningkatnya aktivitas pelayaran membutuhkan alur yang mampu memberikan kepastian navigasi sekaligus menjamin keselamatan pelayaran secara berkelanjutan.</p>&quot;Pelabuhan <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Asahan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah Sumatera Utara,&quot; ujar Hernadi.</p>Ia menjelaskan, proses penyusunan dokumen penetapan alur pelayaran telah melalui sejumlah tahapan teknis, di antaranya survei hidro-oseanografi, penyusunan desain teknis alur, kajian risiko navigasi serta penyelarasan rencana penyediaan Sarana Bantu Navigasi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pelayaran/" target="_blank">Pelayaran</a>.</p>Sementara itu, Kepala Biro Hukum Kementerian Perhubungan F. Budi Prayitno menegaskan, penetapan alur pelayaran tidak hanya membutuhkan kajian teknis, tetapi juga harus memiliki dasar hukum yang kuat.</p>&quot;Penetapan alur pelayaran pada hakikatnya merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keselamatan pelayaran,&quot; katanya.</p>Dalam sesi diskusi, Wali Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Mahyaruddin Salim menyampaikan sejumlah masukan penting terkait rencana penetapan alur pelayaran tersebut.</p>Mahyaruddin meminta agar penetapan area alur pelayaran tidak mengganggu wilayah yang selama ini menjadi lokasi penangkapan ikan nelayan tradisional.</p>&quot;Pendampingan area jangan sampai berada di daerah penangkapan ikan nelayan tradisional. Kita harus tetap memperhatikan aktivitas masyarakat pesisir,&quot; tegas Mahyaruddin.</p>Selain itu, Mahyaruddin mengusulkan agar rencana pengerukan alur pelayaran dibuat lebih lebar dari 80 meter.</p>Menurutnya, pengerukan juga perlu dilakukan sepanjang kawasan Pelindo. Hal ini dinilai penting untuk mengantisipasi pengembangan Pelabuhan <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Asahan di masa mendatang.</p>&quot;Kalau ke depan Pelindo mengembangkan pelabuhan, alurnya sudah cukup dalam dan tidak perlu lagi melakukan pengerukan dari awal,&quot; jelasnya.</p>Mahyaruddin menegaskan, Pemko <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> mendukung penuh kebijakan penetapan alur pelayaran masuk Pelabuhan Teluk Nibung Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a>.</p>Dukungan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya mendorong investasi dan inovasi, khususnya dalam pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru.</p>&quot;Kami mendukung sepenuhnya penetapan alur pelayaran masuk Pelabuhan <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Asahan dalam mendorong investasi dan inovasi ekonomi hijau dan ekonomi biru untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan ekonomi,&quot; ungkapnya.</p>Ia berharap penetapan alur pelayaran tersebut nantinya mampu memberikan dampak positif terhadap sektor perikanan di Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a>.</p>&quot;Harapannya, dengan penetapan alur pelayaran masuk Pelabuhan <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> Asahan, produktivitas perikanan dan nilai tambah perikanan meningkat. Termasuk peningkatan infrastruktur yang mendukung hilirisasi perikanan sebagaimana tercantum dalam RPJMD Kota <a href="https://www.sumut24.co/tag/tanjungbalai/" target="_blank">Tanjungbalai</a> 2025&ndash;2029,&quot; pungkas Mahyaruddin. (eko)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_1712_Wali-Kota-Tanjungbalai-Dorong-Alur-Pelayaran-Diperlebar--Jangan-Ganggu-Nelayan-Tradisional.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285465/wali-kota-tanjungbalai-dorong-alur-pelayaran-diperlebar-jangan-ganggu-nelayan-tradisional/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Satu Data Tunggal Kunci Bantuan Sosial Tepat Sasaran, Bupati Asahan Tegaskan Pentingnya Akurasi Data Parlinsos Digital</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 21:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Satu Data Tunggal Kunci Bantuan Sosial Tepat Sasaran, Bupati Asahan Tegaskan Pentingnya Akurasi Data Parlinsos Digital]]></title>
            <description><![CDATA[sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan berkomitmen memastikan penyaluran bantuan sosial benarbenar sampai kepada yang ber]]></description>
            <content><![CDATA[<b><a href="https://www.sumut24.co">sumut24.co</a></b> -ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> berkomitmen memastikan penyaluran bantuan sosial benar-benar sampai kepada yang berhak melalui penyatuan data menjadi satu acuan tunggal. Hal itu ditegaskan <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Program Digitalisasi Bantuan Sosial (Parlinsos Digital) Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> Tahun 2026, yang digelar di Aula Melati Kantor <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Kamis (20/08/2026) pukul 09.00 Wib.</p>Dalam arahannya, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> menekankan bahwa satu data tunggal menjadi fondasi utama agar bantuan sosial tidak lagi meleset dari sasaran. "Kita harus menetapkan satu data tunggal sebagai acuan bersama. Ke depannya, hal yang berkaitan dengan data sangatlah penting, karena data inilah yang menjadi acuan utama pemberian bantuan kepada masyarakat," ujar Taufik.</p>Ia meminta Dinas terkait yang menangani <a href="https://www.sumut24.co/tag/data/" target="_blank">Data</a> Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk segera menyelaraskan data mulai dari desil 1 hingga desil 5, mengingat hal ini berkaitan langsung dengan ketepatan sasaran bantuan bagi masyarakat kurang mampu. Kesalahan pendataan, kata dia, justru akan merugikan warga yang seharusnya menerima bantuan.</p>Kepada para Camat yang hadir, <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> berpesan agar berperan aktif dan teliti dalam melakukan pendataan di wilayah masing-masing. Camat diminta memahami data yang telah diverifikasi, berkoordinasi dengan dinas terkait, dan tidak lagi mengacu pada data yang sudah usang. "Kita bekerja harus berlandaskan data, karena dengan data yang akurat, kita dapat mengetahui sejauh mana kinerja kita berjalan," tegasnya.</p><img src="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/3636638817772e42b59d74cff571fbb3_IMG-20260820-WA0037.jpg"><br></p>Rakor ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala BPS Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, para Camat, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa.</p>Dalam sesi ekspos, Kepala BPS Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Rahmat Gustiar, S.Si., M.Si., menyampaikan materi mengenai peran BPS dalam perluasan uji coba digitalisasi Parlinsos. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>, Jutawan Sinaga, S.STP., M.A.P., memaparkan kesiapan dan pelaksanaan Parlinsos Digital di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>. Plt. Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> juga menjelaskan langkah-langkah percepatan aktivitas kependudukan digital melalui Integrasi Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a>.</p>Kegiatan berjalan lancar dan berakhir pada pukul 11.30 Wib. Dengan digelarnya rapat ini, diharapkan program digitalisasi bantuan sosial di Kabupaten <a href="https://www.sumut24.co/tag/asahan/" target="_blank">Asahan</a> dapat berjalan optimal, transparan, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. (dre)<br></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_9191_Satu-Data-Tunggal-Kunci-Bantuan-Sosial-Tepat-Sasaran--Bupati-Asahan-Tegaskan-Pentingnya-Akurasi-Data-Parlinsos-Digital.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285464/satu-data-tunggal-kunci-bantuan-sosial-tepat-sasaran-bupati-asahan-tegaskan-pentingnya-akurasi-data-parlinsos-digital/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jaga Daya Beli Warga, Sekda Padangsidimpuan Pantau Harga Sembako di Dua Pasar</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:53:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jaga Daya Beli Warga, Sekda Padangsidimpuan Pantau Harga Sembako di Dua Pasar]]></title>
            <description><![CDATA[Jaga Daya Beli Warga, Sekda Padangsidimpuan Pantau Harga Sembako di Dua Pasar]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Padangsidimpuan | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kota Padangsidimpuan memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan turun langsung memantau harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional, Kamis (20/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padangsidimpuan, H. Rahmat Marzuki Nasution, S.H., M.H., CGCAE, memimpin inspeksi mendadak (sidak) bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Pemantauan dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia sekaligus mengantisipasi gejolak harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sidak tersebut, tim Pemko Padangsidimpuan mendatangi <a href="https://www.sumut24.co/tag/pasar/" target="_blank">Pasar</a> Pajak Batu dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pasar/" target="_blank">Pasar</a> Saroha Padangmatinggi. Petugas melihat langsung perkembangan harga berbagai komoditas kebutuhan pokok serta kondisi pasokan yang tersedia di tingkat pedagang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rahmat Marzuki Nasution mengatakan, pemantauan langsung ke pasar menjadi salah satu cara pemerintah memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi harga dan distribusi bahan pangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami bersama tim yang hadir hari ini memantau ke <a href="https://www.sumut24.co/tag/pasar/" target="_blank">Pasar</a> Pajak Batu dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/pasar/" target="_blank">Pasar</a> Saroha Padangmatinggi untuk mengecek harga komoditas. Ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi,&quot; ujar Rahmat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari hasil pemantauan, pemerintah menemukan adanya pergerakan harga pada sejumlah komoditas. Sebagian kebutuhan pokok tercatat mengalami kenaikan, sementara komoditas lainnya justru mengalami penurunan harga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski demikian, Rahmat menyebut kenaikan yang ditemukan dalam pemantauan tersebut masih berada pada kondisi yang relatif terkendali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ada harga yang naik, ada juga yang turun. Kita bisa melihat bahwa kenaikan yang terjadi masih dalam batas normal,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Rahmat, kondisi tersebut tetap perlu dipantau secara berkala. Pemerintah tidak ingin kenaikan harga yang awalnya masih terkendali berkembang menjadi lonjakan yang dapat membebani masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, monitoring pasar dilakukan bukan hanya untuk mengetahui harga pada satu waktu, tetapi juga menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan langkah pengendalian berikutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sidak pasar tersebut tidak dilakukan secara sendiri-sendiri. Sekda didampingi Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Padangsidimpuan bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Turut terlibat Kepala Bulog, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Dinas Ketahanan Pangan, serta Kabag Perekonomian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keterlibatan lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan tidak hanya berkaitan dengan perdagangan, tetapi juga menyangkut ketersediaan pasokan, distribusi, produksi pertanian hingga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rahmat menegaskan Pemko Padangsidimpuan akan terus berupaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. Pemerintah, kata dia, harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan bahan pangan dengan harga yang wajar dan pasokan yang mencukupi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang terjangkau. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci utama,&quot; tegas Rahmat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menambahkan, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan akan terus dilakukan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat, khususnya ketika terjadi perubahan harga komoditas yang dapat berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_8677_Jaga-Daya-Beli-Warga--Sekda-Padangsidimpuan-Pantau-Harga-Sembako-di-Dua-Pasar.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285463/jaga-daya-beli-warga-sekda-padangsidimpuan-pantau-harga-sembako-di-dua-pasar/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Setahun Pindah Gedung, RSUD Panyabungan Genjot Layanan CT Scan, Kanker hingga Jantung, Wabup Atika: Rumah Sakit Harus Makin Maju</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:47:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Setahun Pindah Gedung, RSUD Panyabungan Genjot Layanan CT Scan, Kanker hingga Jantung, Wabup Atika: Rumah Sakit Harus Makin Maju]]></title>
            <description><![CDATA[Setahun Pindah Gedung, RSUD Panyabungan Genjot Layanan CT Scan, Kanker hingga Jantung, Wabup Atika Rumah Sakit Harus Makin Maju]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Madina | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mendorong RSUD Panyabungan terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pesan tersebut disampaikan Atika saat menghadiri peringatan satu tahun RSUD Panyabungan menempati gedung baru di Komplek Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, Rabu (19/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Atika, keberadaan gedung dan fasilitas yang semakin lengkap harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Ia berharap RSUD Panyabungan mampu menjadi rumah sakit yang semakin dipercaya masyarakat, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan tenaga medis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Rumah sakit harus semakin maju, semakin bagus. Semakin banyak orang datang berobat, dan pulang dalam keadaan sembuh. Itu harapan kita semua,&quot; ujar Atika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain peningkatan pelayanan, Atika juga menyoroti persoalan kepatuhan masyarakat terhadap aturan kunjungan pasien.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengatakan, jumlah pengunjung yang terlalu banyak dalam satu waktu dapat membuat kondisi ruang perawatan menjadi padat, bahkan berpotensi menyebabkan kapasitas ruangan melebihi kondisi ideal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, ia meminta keluarga maupun kerabat pasien memahami bahwa pembatasan jumlah penjenguk bukan sekadar aturan administratif, melainkan bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan keselamatan pasien.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atika mengimbau agar ketentuan maksimal dua orang penjenguk untuk setiap pasien dapat dipatuhi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini demi kenyamanan pasien, keluarga, dan kelancaran pelayanan di rumah sakit,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap aturan rumah sakit menjadi bagian penting agar tenaga medis dapat bekerja secara optimal dan pasien memperoleh suasana perawatan yang lebih nyaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Direktur RSUD Panyabungan, dr. Evi Desvita, memaparkan perkembangan pelayanan rumah sakit selama satu tahun setelah perpindahan ke gedung baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu indikator meningkatnya aktivitas pelayanan terlihat dari tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR). Dalam enam bulan terakhir, okupasi tempat tidur RSUD Panyabungan tercatat mencapai 83,99 persen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan, manajemen RSUD Panyabungan juga terus melakukan penguatan fasilitas dan layanan spesialis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejumlah fasilitas dan layanan baru maupun pengembangan layanan telah dilakukan selama satu tahun terakhir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, layanan CT Scan 64 Slice telah dioperasikan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu dokter melakukan pemeriksaan dan diagnosis secara lebih cepat serta akurat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada layanan kanker, mammografi sudah mulai beroperasi. Sementara pembangunan gedung kemoterapi ditargetkan dapat rampung pada tahun ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;RSUD Panyabungan juga tengah mempersiapkan layanan jantung melalui Cathlab. Peralatan utama telah tersedia, sedangkan proses kredensialing BPJS serta pengadaan FFR, BMHP dan stent masih berjalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di bidang hemodialisa, kapasitas pelayanan mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya tersedia enam mesin, kini jumlahnya bertambah menjadi 12 mesin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengembangan juga dilakukan pada layanan stroke. Rumah sakit berencana mengirim dokter spesialis untuk mengikuti fellowship trombolisis serta mengikutsertakan perawat dalam pelatihan di RS Pusat Otak Nasional Palembang pada September mendatang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk layanan PONEK, peningkatan kompetensi tenaga medis terus dilakukan melalui berbagai pelatihan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, perangkat endoskopi telah tersedia dan kini memasuki tahap uji fungsi sebelum proses kredensialing BPJS JKN.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada layanan mata, RSUD Panyabungan saat ini didukung dua dokter spesialis mata aktif. Manajemen juga menyiapkan rencana untuk kembali mengoperasikan layanan operasi mata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dr. Evi menegaskan, seluruh pengembangan tersebut merupakan bagian dari komitmen RSUD Panyabungan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih lengkap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manajemen, kata dia, ingin menjadikan RSUD Panyabungan sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat Madina dan wilayah sekitarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami berkomitmen menjadikan RSUD Panyabungan sebagai rumah sakit rujukan yang lengkap dan terpercaya bagi masyarakat Madina dan sekitarnya,&quot; tegas dr. Evi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan bertambahnya fasilitas, layanan spesialis, tenaga kesehatan serta kapasitas perawatan, RSUD Panyabungan diharapkan tidak hanya mampu menangani kebutuhan pasien dari Madina, tetapi juga menjadi pilihan rujukan bagi masyarakat di daerah sekitar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peringatan satu tahun pasca-perpindahan gedung tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Wakil Bupati Atika kepada para pemenang berbagai perlombaan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus satu tahun RSUD Panyabungan menempati gedung baru.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_806_Setahun-Pindah-Gedung--RSUD-Panyabungan-Genjot-Layanan-CT-Scan--Kanker-hingga-Jantung--Wabup-Atika--Rumah-Sakit-Harus-Makin-Maju.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285462/setahun-pindah-gedung-rsud-panyabungan-genjot-layanan-ct-scan-kanker-hingga-jantung-wabup-atika-rumah-sakit-harus-makin-maju/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Wabup Atika Kejar Tuntas Persiapan Sekolah Rakyat Madina, Seluruh Dokumen Ditarget Rampung Akhir Agustus</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:46:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Wabup Atika Kejar Tuntas Persiapan Sekolah Rakyat Madina, Seluruh Dokumen Ditarget Rampung Akhir Agustus]]></title>
            <description><![CDATA[Wabup Atika Kejar Tuntas Persiapan Sekolah Rakyat Madina, Seluruh Dokumen Ditarget Rampung Akhir Agustus]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Madina | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus mempercepat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, meminta seluruh persyaratan administrasi dan teknis yang masih tersisa segera dituntaskan agar proses pembangunan tidak mengalami hambatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu disampaikan Atika saat memimpin rapat koordinasi percepatan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Aula Kantor Bupati Madina, Komplek Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kamis (20/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam rapat tersebut, Atika mengevaluasi perkembangan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi Pemkab Madina sebelum pembangunan Sekolah Rakyat dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atika mengatakan, sejumlah dokumen penting sudah berhasil disiapkan. Salah satunya sertifikat lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski demikian, ia menyebut masih terdapat sejumlah dokumen dan persyaratan lain yang harus segera diselesaikan. Pemkab Madina menargetkan seluruh kelengkapan tersebut dapat dirampungkan paling lambat pada akhir Agustus 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Beberapa persyaratan sudah kita penuhi, seperti sertifikat lahan. Tapi, ada juga yang belum. Kami upayakan semuanya selesai secepatnya, maksimal akhir Agustus 2026,&quot; ujar Atika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain memastikan kelengkapan administrasi, Pemkab Madina juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atika menjelaskan, lahan yang disiapkan pemerintah daerah memiliki luas sekitar 6,1 hektare. Luasan tersebut telah melampaui persyaratan minimal yang ditetapkan Kementerian Sosial, yakni lima hektare.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, kondisi lahan secara umum sudah memenuhi kebutuhan pembangunan. Lokasinya juga dinilai strategis karena mempertimbangkan kemudahan akses bagi para calon siswa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kondisi lahan sudah oke. Luasnya 6,1 hektar. Ini sudah melebihi standar minimal dan lokasinya strategis untuk akses anak-anak,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan kesiapan lahan tersebut, Pemkab Madina kini berfokus menyelesaikan berbagai dokumen pendukung agar tidak ada kendala administratif yang dapat memperlambat tahapan pembangunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atika menegaskan, tidak semua persyaratan berada dalam kewenangan pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Madina terus membangun koordinasi dengan pemerintah di tingkat atas untuk mempercepat proses yang membutuhkan dukungan atau persetujuan dari instansi terkait.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah proses perizinan lingkungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Atika, setiap persyaratan yang menjadi kewenangan Pemkab Madina akan segera dikebut penyelesaiannya. Sementara untuk hal-hal yang membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat maupun instansi lainnya, Pemkab Madina akan segera melakukan pelaporan dan koordinasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan Sekolah Rakyat di Madina tidak tertahan hanya karena persoalan administrasi yang belum selesai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &quot;Untuk hal yang bisa diselesaikan di daerah akan dikebut. Sementara, yang butuh dukungan pusat akan kami laporkan. Jangan sampai karena satu berkas, pembangunan SR di Madina tertunda,&quot; tegas Atika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Percepatan ini menunjukkan komitmen Pemkab Madina untuk memastikan program Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan. Selain kesiapan lahan, kelengkapan dokumen menjadi bagian penting agar pembangunan dapat berjalan sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah daerah pun kini mengejar target penyelesaian seluruh persyaratan pada akhir Agustus 2026. Dengan koordinasi lintas instansi yang terus dilakukan, persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Madina diharapkan dapat segera memasuki tahapan selanjutnya.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_2001_Wabup-Atika-Kejar-Tuntas-Persiapan-Sekolah-Rakyat-Madina--Seluruh-Dokumen-Ditarget-Rampung-Akhir-Agustus.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285461/wabup-atika-kejar-tuntas-persiapan-sekolah-rakyat-madina-seluruh-dokumen-ditarget-rampung-akhir-agustus/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Dukung Program Prabowo, Wabup Atika Tanam Bawang Putih di Ulupungkut Madina</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Dukung Program Prabowo, Wabup Atika Tanam Bawang Putih di Ulupungkut Madina]]></title>
            <description><![CDATA[Dukung Program Prabowo, Wabup Atika Tanam Bawang Putih di Ulupungkut Madina]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Madina | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution turun langsung ke lahan pertanian untuk ikut menanam bibit bawang putih. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap program ketahanan pangan dan target swasembada bawang putih yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penanaman berlangsung di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Harapan Baru, Desa Habincaran, Kecamatan Ulupungkut, Madina, Rabu (19/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tersebut digelar secara serentak di 17 provinsi di Indonesia. Di Sumatera Utara, terdapat tujuh kabupaten yang ditetapkan sebagai lokasi penanaman bawang putih, termasuk Kabupaten Mandailing Natal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atika mengapresiasi langkah Satgas Polri yang telah memilih Madina sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus memberikan dampak nyata bagi petani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia meminta para anggota Poktan Harapan Baru tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga memastikan bibit bawang putih mendapatkan perawatan secara optimal hingga masa panen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Bibit yang sudah ditanam harus dijaga dan dirawat dengan baik agar hasil panennya maksimal,&quot; ujar Atika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atika juga meminta Dinas Pertanian Madina melakukan pendampingan secara langsung kepada petani. Pendampingan dinilai penting untuk memastikan proses budidaya berjalan sesuai standar dan menghasilkan komoditas bawang putih yang berkualitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami minta Kadis Pertanian turun langsung ke lapangan. Petani harus didampingi agar hasilnya benar-benar berkualitas dan bisa meningkatkan kesejahteraan mereka,&quot; pesannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy mengatakan, penanaman bawang putih tersebut merupakan salah satu bentuk nyata keterlibatan Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor ketahanan pangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, kegiatan penanaman dilakukan secara serentak di 17 provinsi sebagai bagian dari program pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat produksi pangan nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Hari ini kita melaksanakan penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi dan untuk Madina dilakukan di Desa Habincaran. Ini merupakan program langsung dari Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap budidaya bawang putih di Desa Habincaran dapat menghasilkan panen yang melimpah dengan kualitas yang baik. Keberhasilan program tersebut, kata dia, membutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini adalah kerja sama antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait. Semoga memberikan manfaat besar bagi masyarakat,&quot; ujar Bagus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua Poktan Harapan Baru, Saipul Anwar Daulay, menyambut positif pelaksanaan program penanaman bawang putih di wilayahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia memastikan kelompok tani akan berupaya merawat tanaman tersebut dengan sebaik mungkin agar dapat memberikan hasil sesuai harapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami siap merawat. Mudah-mudahan hasilnya bagus dan bisa jadi contoh untuk kelompok tani lain,&quot; kata Saipul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dukungan juga disampaikan tokoh masyarakat Ulupungkut, Syafruddin Lubis. Ia berharap pengembangan bawang putih di wilayah tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman saja, tetapi dapat berlanjut hingga menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, apabila budidaya berhasil, kegiatan tersebut berpotensi menjadi contoh bagi masyarakat dan kelompok tani lain untuk mengembangkan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain penanaman bawang putih, kegiatan tersebut juga diisi dengan sejumlah kegiatan sosial. Di antaranya bakti sosial dan pemberian santunan kepada anak yatim serta lanjut usia (lansia).zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_3017_Dukung-Program-Prabowo--Wabup-Atika-Tanam-Bawang-Putih-di-Ulupungkut-Madina.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285460/dukung-program-prabowo-wabup-atika-tanam-bawang-putih-di-ulupungkut-madina/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">HUT ke-81 RI di Madina, Bupati Saipullah Serukan Perjuangan Baru Melawan Kemiskinan dan Ketertinggalan</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:17:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[HUT ke-81 RI di Madina, Bupati Saipullah Serukan Perjuangan Baru Melawan Kemiskinan dan Ketertinggalan]]></title>
            <description><![CDATA[HUT ke81 RI di Madina, Bupati Saipullah Serukan Perjuangan Baru Melawan Kemiskinan dan Ketertinggalan]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mandailing Natal (<a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a>) menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk kembali menegaskan arah pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, mengatakan kemerdekaan tidak cukup diperingati melalui upacara dan berbagai kegiatan seremonial. Menurutnya, makna kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata yang mampu memberikan perubahan dan manfaat bagi masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu disampaikan Saipullah saat memberikan sambutan dalam Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar di Rumah Dinas Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a>, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Senin (17/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, Saipullah mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan panjang para pahlawan. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka. Kemerdekaan dibayar dengan air mata, ditebus dengan darah, diwariskan melalui pengorbanan, dan harus dijaga dengan kerja keras,&quot; ujar Saipullah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pidatonya, Saipullah menyoroti pentingnya sumber daya manusia (SDM) dalam menentukan masa depan Mandailing Natal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut dia, kekayaan alam, hutan, laut, maupun kekayaan budaya memang menjadi aset penting daerah. Namun, seluruh potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa dukungan masyarakat yang berkualitas dan memiliki semangat membangun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Modal terbesar <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> adalah manusianya. Masyarakat yang religius, memiliki akar adat, menghargai pendidikan, tradisi gotong royong, dan memiliki daya juang,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menyebut pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen. Pemerintah, ulama, tokoh adat, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat harus memiliki visi yang sama dalam mendorong kemajuan <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a>.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saipullah meyakini, apabila kualitas SDM dibarengi dengan tata kelola pemerintahan yang baik, pendidikan yang kuat serta perekonomian yang produktif, berbagai potensi daerah dapat diolah menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perkembangan teknologi juga menjadi perhatian Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a>. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengambil peran sebagai pencipta dan penggerak inovasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, tantangan generasi saat ini berbeda dengan perjuangan para pahlawan pada masa lalu. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan, maka tugas generasi sekarang adalah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan menghadapi berbagai persoalan sosial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kalau dulu para pejuang mengusir penjajahan, maka tugas kita hari ini adalah melawan kebodohan, melawan kemiskinan, melawan ketertinggalan, melawan korupsi, melawan intoleransi, dan melawan narkoba,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pesan tersebut, kata Saipullah, menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut kualitas kehidupan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saipullah juga menekankan pentingnya pemerintah memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Menurutnya, data dan ilmu pengetahuan harus menjadi dasar dalam mengambil kebijakan, tetapi tetap harus disertai kepekaan terhadap kondisi sosial dan kearifan lokal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Bekerja dengan data tetapi tidak kehilangan rasa, menggunakan ilmu tetapi tidak meninggalkan kearifan lokal,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak semestinya hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun, jumlah gedung yang berdiri, maupun banyaknya proyek fisik yang diselesaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih jauh, keberhasilan pembangunan harus dilihat dari sejauh mana masyarakat merasakan perubahan dalam kehidupannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Pembangunan bukan hanya tentang berapa kilometer jalan yang kita bangun. Tetapi tentang apakah anak di pelosok <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> punya masa depan yang lebih baik dari orang tuanya. Itulah ukuran keberhasilan sesungguhnya,&quot; pungkas Saipullah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bupati kemudian mengajak seluruh masyarakat <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai titik untuk memperkuat semangat bekerja dan memberikan kontribusi bagi daerah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menegaskan, semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti setelah rangkaian acara peringatan selesai. Semangat tersebut harus diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Guru kembali mendidik di sekolah, petani kembali menggarap sawah, aparatur sipil negara (ASN) kembali memberikan pelayanan publik, sementara seluruh elemen masyarakat menjalankan perannya masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Resepsi Kenegaraan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> Atika Azmi Utammi Nasution, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK <a href="https://www.sumut24.co/tag/madina/" target="_blank">Madina</a> Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, keluarga veteran, serta berbagai elemen masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba Mars PKK dan Tari Tortor yang diselenggarakan TP PKK Kabupaten Mandailing Natal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, piagam penghargaan juga diberikan kepada anggota Paskibraka Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas tugas dan pengabdian mereka dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_2910_HUT-ke-81-RI-di-Madina--Bupati-Saipullah-Serukan-Perjuangan-Baru-Melawan-Kemiskinan-dan-Ketertinggalan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285459/hut-ke81-ri-di-madina-bupati-saipullah-serukan-perjuangan-baru-melawan-kemiskinan-dan-ketertinggalan/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Saipullah Dorong RSUD Panyabungan Jadi Rumah Sakit Rujukan Utama di Tabagsel</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Saipullah Dorong RSUD Panyabungan Jadi Rumah Sakit Rujukan Utama di Tabagsel]]></title>
            <description><![CDATA[Bupati Saipullah Dorong RSUD Panyabungan Jadi Rumah Sakit Rujukan Utama di Tabagsel]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Madina | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu tahun setelah menempati gedung baru di Komplek Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, RSUD Panyabungan terus melakukan evaluasi dan pembenahan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menargetkan rumah sakit milik daerah tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat fasilitas kesehatan untuk menjadi salah satu rumah sakit rujukan utama di kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu disampaikan <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Mandailing Natal H. Saipullah Nasution saat menghadiri rangkaian kegiatan satu tahun perpindahan RSUD Panyabungan, Selasa (18/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perpindahan RSUD Panyabungan dari gedung lama di Kelurahan Kayujati ke lokasi baru dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Madina. Momentum satu tahun tersebut dimanfaatkan pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit untuk melihat berbagai hal yang masih perlu diperbaiki, baik dari sisi pelayanan maupun sarana dan prasarana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Saipullah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Madina bersama Badan Layanan Umum (BLU) RSUD Panyabungan terus berupaya melakukan pembenahan secara bertahap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, peningkatan kualitas rumah sakit tidak hanya bergantung pada keberadaan gedung dan fasilitas, tetapi juga menyangkut kualitas pelayanan serta profesionalisme tenaga kesehatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Perbaikan ini terus berjalan guna memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar pelayanan yang optimal bagi masyarakat,&quot; ujar Saipullah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemkab Madina memiliki target agar RSUD Panyabungan terus berkembang hingga mampu menjadi rumah sakit hub atau pusat rujukan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Tabagsel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk mencapai target tersebut, sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, penyempurnaan standar operasional pelayanan, hingga penguatan sumber daya manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saipullah menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, tenaga kesehatan yang ramah dan responsif, serta sumber daya medis yang profesional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut dia, masyarakat tidak hanya membutuhkan fasilitas kesehatan yang lengkap, tetapi juga pelayanan yang memberikan rasa aman, nyaman, dan percaya ketika mendapatkan perawatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, pembenahan pelayanan di RSUD Panyabungan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Direktur RSUD Panyabungan Evi Desvita mengatakan, pihak manajemen telah meluncurkan program Sijeges sebagai pedoman sekaligus komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas pelayanan sehari-hari di lingkungan rumah sakit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Janji itu harus dilaksanakan dan diaktualisasikan dalam bentuk nyata, baik dari sisi pelayanan maupun sarana prasarana,&quot; kata Evi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai penerapan Sijeges menjadi salah satu langkah untuk membangun budaya pelayanan yang lebih baik. Menurutnya, pelayanan prima harus ditopang oleh fasilitas yang memadai serta tenaga kesehatan dan seluruh pegawai rumah sakit yang memiliki sikap profesional dan berorientasi pada kebutuhan pasien.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Evi menegaskan, peningkatan mutu pelayanan akan tetap menjadi prioritas manajemen RSUD Panyabungan ke depan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kerja sama seluruh unsur yang berada di lingkungan rumah sakit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Ini menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima dan tepercaya bagi masyarakat,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peringatan satu tahun perpindahan RSUD Panyabungan juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manajemen rumah sakit menggelar sejumlah perlombaan yang diikuti pegawai, baik secara kelompok maupun perorangan. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membangun kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antarkaryawan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain perlombaan, manajemen juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pegawai dan unit kerja yang dinilai menunjukkan kinerja terbaik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penghargaan tersebut antara lain diberikan kepada petugas customer service (CS) terbaik, petugas keamanan atau satpam terbaik, tenaga kesehatan terbaik, serta ruangan yang dinilai paling bersih dan rapi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Puncak pemberian penghargaan dijadwalkan berlangsung pada Rabu (19/8/2026).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Momentum satu tahun menempati gedung baru ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan rumah sakit bukan hanya soal perpindahan lokasi dan penambahan fasilitas. Lebih dari itu, keberadaan RSUD Panyabungan dituntut mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, profesional, ramah, dan terpercaya bagi masyarakat Madina.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_6557_Bupati-Saipullah-Dorong-RSUD-Panyabungan-Jadi-Rumah-Sakit-Rujukan-Utama-di-Tabagsel.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285458/bupati-saipullah-dorong-rsud-panyabungan-jadi-rumah-sakit-rujukan-utama-di-tabagsel/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bupati Palas Putra Mahkota Alam Buka Konsultasi Publik RDTR Sibuhuan, Dorong Ibu Kota Kabupaten Lebih Tertata</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bupati Palas Putra Mahkota Alam Buka Konsultasi Publik RDTR Sibuhuan, Dorong Ibu Kota Kabupaten Lebih Tertata]]></title>
            <description><![CDATA[Bupati Palas Putra Mahkota Alam Buka Konsultasi Publik RDTR Sibuhuan, Dorong Ibu Kota Kabupaten Lebih Tertata]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Palas | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Padang Lawas (Palas) Putra Mahkota Alam Hasibuan, SE., resmi membuka Konsultasi Publik II penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kota Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Padang Lawas, Rabu (19/8/2026), sebagai bagian dari proses penyusunan arah pembangunan kawasan pusat ibu kota Kabupaten Padang Lawas agar lebih terencana, tertib, dan berkelanjutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam forum tersebut, pemaparan materi disampaikan oleh Tim Ahli Tata Ruang Rama Sanjaya serta tenaga ahli Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), Adep Priatna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konsultasi publik ini menjadi ruang bagi pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan dan kelurahan/desa, serta unsur masyarakat untuk memberikan masukan terhadap rencana penataan ruang Kota Sibuhuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Padang Lawas, Ir. Sarlen Ibrahim Harahap, ST., MM., mengatakan penyusunan RDTR Kecamatan Barumun merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mengarahkan pembangunan kawasan perkotaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, RDTR dibutuhkan agar pemanfaatan ruang dapat memiliki kepastian, baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Melalui Konsultasi Publik II ini, kami berharap mendapatkan kepastian ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha sehingga pembangunan dapat berlangsung secara tertib dan berkelanjutan,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai masukan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar dokumen RDTR yang nantinya disusun benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan perkembangan kawasan Kota Sibuhuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;<a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Padang Lawas Putra Mahkota Alam Hasibuan dalam sambutannya mengatakan konsultasi publik kedua tersebut merupakan kelanjutan dari tahapan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada akhir 2025.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menyebut penyusunan RDTR Kota Sibuhuan akan menjadi salah satu instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan kawasan ibu kota Kabupaten Padang Lawas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejumlah rencana pembangunan yang menjadi bagian dari pembahasan antara lain pembangunan pasar Kabupaten Padang Lawas, ruang terbuka hijau, rumah adat, stadion, hingga fasilitas pelayanan publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Rencana kita dalam RDTR salah satunya pembangunan pasar Kabupaten Padang Lawas, pembangunan ruang terbuka hijau, rumah adat, stadion dan pelayanan publik,&quot; kata Putra Mahkota.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, Kecamatan Barumun memiliki posisi strategis karena menjadi pusat pemerintahan sekaligus ibu kota Kabupaten Padang Lawas. Karena itu, penataan wilayah tersebut harus dilakukan secara matang dan memiliki arah pembangunan yang jelas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Karena Kecamatan Barumun merupakan ibu kota Kabupaten Padang Lawas, tentu perlu kita buatkan perencanaan yang sebagus dan sebaik mungkin. Nantinya ini juga menjadi acuan untuk kecamatan lainnya,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Putra Mahkota juga meminta seluruh pihak yang terlibat memberikan masukan secara konstruktif selama proses penyusunan RDTR berlangsung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, keterlibatan lintas sektor menjadi penting agar rencana tata ruang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, kebutuhan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta perkembangan kawasan dalam jangka panjang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kita berharap mendapatkan masukan dari semua sektor dan masing-masing OPD untuk kebaikan kita bersama,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia kemudian mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membahas rancangan tata ruang tersebut sehingga pembangunan Padang Lawas ke depan dapat berjalan lebih terarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Mari sama-sama kita diskusikan RDTR ini supaya kita bisa membuat pembangunan Kabupaten Padang Lawas lebih tertata dan terarah,&quot; ucapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dukungan terhadap penyusunan RDTR juga disampaikan jajaran pemerintahan di Kecamatan Barumun. Camat Barumun, Lurah Pasar Sibuhuan, kepala lingkungan se-Kelurahan Pasar Sibuhuan, serta kepala desa se-Kecamatan Barumun hadir dan menyatakan dukungan terhadap proses penataan ruang di kawasan pusat ibu kota Kabupaten Padang Lawas tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keterlibatan pemerintah tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa dinilai penting karena mereka memiliki pemahaman langsung mengenai kondisi wilayah serta kebutuhan masyarakat di lapangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan Konsultasi Publik II RDTR dan KLHS Kota Sibuhuan tersebut turut dihadiri Wakil <a href="https://www.sumut24.co/tag/bupati/" target="_blank">Bupati</a> Padang Lawas H. Achmad Fauzan Nasution, S.H.I., M.Pd.I., Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Lawas Dr. H. Panguhum Nasution, S.Sos., M.AP., para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD terkait, Kepala Seksi Badan Pertanahan Kabupaten Padang Lawas, Camat Barumun, Lurah Pasar Sibuhuan, kepala lingkungan se-Kelurahan Pasar Sibuhuan, serta kepala desa se-Kecamatan Barumun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Padang Lawas berharap proses penyusunan RDTR dan KLHS tersebut dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang mampu menjadi pedoman pembangunan Kota Sibuhuan sekaligus memberikan kepastian dalam pemanfaatan ruang.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_8645_Bupati-Palas-Putra-Mahkota-Alam-Buka-Konsultasi-Publik-RDTR-Sibuhuan--Dorong-Ibu-Kota-Kabupaten-Lebih-Tertata.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285457/bupati-palas-putra-mahkota-alam-buka-konsultasi-publik-rdtr-sibuhuan-dorong-ibu-kota-kabupaten-lebih-tertata/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pria 41 Tahun Tak Jerah Ditangkap Polres Padangsidimpuan di Sitamiang, Temukan 11 Bungkus Diduga Ganja</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:15:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pria 41 Tahun Tak Jerah Ditangkap Polres Padangsidimpuan di Sitamiang, Temukan 11 Bungkus Diduga Ganja]]></title>
            <description><![CDATA[Pria 41 Tahun Tak Jerah Ditangkap Polres Padangsidimpuan di Sitamiang, Temukan 11 Bungkus Diduga Ganja]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padangsidimpuan | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Padangsidimpuan mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis ganja di wilayah Kota Padangsidimpuan. Seorang pria berinisial MS (41) kembali lagi diamankan petugas untuk kesekian kalinya, saat berada di Jalan S.M. Raja, Kelurahan Sitamiang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Rabu (19/8/2026) malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam penindakan tersebut, polisi menyita sejumlah bungkusan yang diduga berisi ganja dengan total berat bruto mencapai 10,11 gram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima jajaran Satresnarkoba terkait dugaan aktivitas peredaran ganja di kawasan Jalan S.M. Raja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat yang turut membantu kepolisian dalam mengungkap dugaan peredaran narkotika. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti melalui proses penyelidikan sesuai ketentuan hukum,&quot; ujar AKBP Noval.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, Polres Padangsidimpuan berkomitmen untuk terus melakukan pemberantasan peredaran narkotika, termasuk menindak jaringan yang berada di balik peredaran barang terlarang tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku peredaran narkotika. Penindakan akan terus dilakukan untuk menjaga Kota Padangsidimpuan agar tetap aman dan kondusif,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengungkapan kasus ini bermula sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, personel Opsnal Satresnarkoba memperoleh informasi masyarakat mengenai seorang pria yang diduga kerap mengedarkan narkotika jenis ganja di kawasan Jalan S.M. Raja, Kelurahan Sitamiang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan di lokasi. Tidak lama kemudian, petugas melihat seorang pria dewasa yang dinilai mencurigakan sedang berdiri di depan sebuah rumah yang tidak berpagar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petugas selanjutnya mengamankan pria tersebut. Dari pemeriksaan awal, pria itu diketahui berinisial MS dan berdomisili di kawasan Jalan S.M. Raja, Kelurahan Batunadua Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu bungkusan kertas warna putih yang diduga berisi ganja dari kantong celana bagian depan sebelah kanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petugas kemudian menemukan sebuah kotak rokok merek Surya di kantong belakang sebelah kiri. Di dalam kotak tersebut terdapat sejumlah bungkusan yang diduga berisi narkotika jenis ganja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari penggeledahan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa enam bungkusan kertas warna cokelat berisi diduga ganja dengan berat bruto 5,75 gram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, ditemukan lima bungkusan kertas warna putih yang juga diduga berisi ganja dengan berat bruto 4,36 gram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, keseluruhan barang bukti yang diamankan memiliki berat bruto sekitar 10,11 gram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Polisi juga menyita satu kotak rokok merek Surya yang digunakan untuk menyimpan sejumlah bungkusan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pemeriksaan awal, MS diduga mengaku memperoleh barang tersebut dari seorang pria berinisial R yang saat ini masih dalam penyelidikan. Barang tersebut disebut diperoleh dengan harga Rp150.000 dan rencananya akan dijual kembali secara eceran dengan harga sekitar Rp15.000 per bungkus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut, MS bersama seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Kantor Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proses penangkapan dan penggeledahan turut didampingi Kepala Lingkungan III Kelurahan Sitamiang, Sulaiman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres Padangsidimpuan menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah hukumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungannya. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam memutus peredaran narkoba,&quot; kata Noval.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat ini, tersangka dan barang bukti masih menjalani proses pemeriksaan di Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, termasuk mendalami asal-usul barang dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_663_Pria-41-Tahun-Tak-Jerah-Ditangkap-Polres-Padangsidimpuan-di-Sitamiang--Temukan-11-Bungkus-Diduga-Ganja.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285456/pria-41-tahun-tak-jerah-ditangkap-polres-padangsidimpuan-di-sitamiang-temukan-11-bungkus-diduga-ganja/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Propam Polres Tapsel Tegas! Anggota Diingatkan Jauhi Judi Online dan Pinjol Ilegal</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:14:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Propam Polres Tapsel Tegas! Anggota Diingatkan Jauhi Judi Online dan Pinjol Ilegal]]></title>
            <description><![CDATA[Propam Polres Tapsel Tegas! Anggota Diingatkan Jauhi Judi Online dan Pinjol Ilegal]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Tapsel | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali memperkuat pengawasan internal terhadap seluruh personel. Langkah tersebut dilakukan melalui Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktiblin) yang digelar pada Kamis, 20 Agustus 2026.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kegiatan ini tidak hanya menyasar kedisiplinan dan kelengkapan personel, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan anggota <a href="https://www.sumut24.co/tag/polri/" target="_blank">Polri</a> agar menjauhi berbagai aktivitas digital yang berpotensi merusak citra pribadi maupun institusi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut adalah pencegahan keterlibatan personel dalam judi online (judol) serta pinjaman online ilegal (pinjol).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Plt. Kasi Propam Polres Tapsel, Ipda Afran Praja Siregar, S.H., menegaskan bahwa Gaktiblin merupakan bagian dari pengawasan dan pembinaan internal untuk memastikan setiap anggota tetap menjalankan tugas sesuai aturan serta menjaga kehormatan institusi <a href="https://www.sumut24.co/tag/polri/" target="_blank">Polri</a>.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Kami mengingatkan seluruh anggota agar tidak terlibat dalam judi online maupun pinjaman online ilegal yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, hingga mencoreng nama baik institusi,&quot; ujar Afran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, kemajuan teknologi digital harus dimanfaatkan secara positif oleh personel. Penggunaan media sosial maupun berbagai platform digital, kata dia, perlu dilakukan secara bertanggung jawab karena setiap tindakan anggota dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat kepada kepolisian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Setiap personel harus bijak dalam bermedia sosial dan selalu menjaga etika sebagai anggota <a href="https://www.sumut24.co/tag/polri/" target="_blank">Polri</a> di ruang publik maupun dunia digital,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pelaksanaan Gaktiblin, Propam Polres Tapsel juga melakukan pemeriksaan terhadap sikap tampang, kelengkapan personel, serta aspek kedisiplinan anggota.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan personel tetap tampil profesional sekaligus mematuhi ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Afran menegaskan, pengawasan terhadap personel tidak berhenti pada kegiatan Gaktiblin. Pembinaan dan pemeriksaan akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen Polres Tapsel dalam membangun sumber daya manusia <a href="https://www.sumut24.co/tag/polri/" target="_blank">Polri</a> yang disiplin, profesional dan memiliki integritas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Setiap anggota harus mampu menjaga perilaku, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Langkah Propam tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kedisiplinan anggota <a href="https://www.sumut24.co/tag/polri/" target="_blank">Polri</a> tidak hanya diukur ketika mengenakan seragam dan menjalankan tugas di lapangan. Perilaku di luar kedinasan, termasuk aktivitas di ruang digital, juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_1503_Propam-Polres-Tapsel-Tegas--Anggota-Diingatkan-Jauhi-Judi-Online-dan-Pinjol-Ilegal.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285455/propam-polres-tapsel-tegas-anggota-diingatkan-jauhi-judi-online-dan-pinjol-ilegal/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel, Hairul Iman &quot;Jangan Mendahului Keputusan Forum</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel, Hairul Iman "Jangan Mendahului Keputusan Forum]]></title>
            <description><![CDATA[Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel, Hairul Iman &quotJangan Mendahului Keputusan Forum]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tabagsel | Sumut24.co&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjelang pelaksanaan Konferensi IX PWI Tabagsel Tahun 2026, sorotan terhadap kesiapan dan independensi panitia mulai mengemuka. Mantan Ketua PWI Tabagsel periode kelima dan keenam yang kini dipercaya sebagai Penasehat PWI Tabagsel, Hairul Iman Hasibuan, M.IKom., meminta seluruh panitia bekerja secara profesional dan tidak melampaui batas kewenangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hairul menilai, konferensi bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang untuk menentukan arah organisasi melalui mekanisme yang demokratis dan sesuai aturan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, menurutnya, setiap tahapan harus dijalankan secara tertib. Termasuk dalam persoalan pencalonan Ketua PWI Tabagsel yang dinilai tidak boleh diputuskan secara sepihak sebelum konferensi berlangsung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hairul menegaskan, panitia memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan dan menyukseskan pelaksanaan konferensi. Namun, posisi tersebut tidak otomatis memberikan kewenangan kepada panitia untuk menentukan siapa yang sah menjadi calon Ketua PWI Tabagsel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menjelaskan, persyaratan calon memang telah diatur dalam PD/PRT PWI. Akan tetapi, pemenuhan persyaratan dan pengesahan seseorang sebagai calon tetap harus mengikuti mekanisme persidangan konferensi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Persyaratan memang diatur dalam PD/PRT PWI, tetapi penetapan siapa yang memenuhi syarat sebagai calon secara sah dilakukan dalam forum konferensi, bukan sebelum konferensi,&quot; ujar Hairul Iman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, hal tersebut penting diperjelas sejak awal agar tidak muncul kesan bahwa hasil konferensi telah ditentukan sebelum peserta memasuki ruang persidangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hairul juga mengingatkan para bakal calon agar tidak terlalu dini membangun klaim mengenai siapa yang akan menjadi Ketua maupun susunan kepengurusan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menilai, pernyataan yang seolah-olah memastikan hasil konferensi sebelum pemilihan justru dapat memunculkan persepsi negatif dan mengganggu suasana demokratis organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Tidak tepat jika sebelum konferensi sudah ada pihak yang menyatakan, &#039hanya saya dan dia yang memenuhi syarat, saya jadi ketua dan dia jadi sekretaris, selesai&#039;. Menurut saya, itu terlalu percaya diri,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan nada santai namun tegas, Hairul mengingatkan bahwa keputusan akhir tidak berada di tangan kandidat maupun kelompok tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Yang menentukan bukan klaim pribadi, tetapi forum konferensi dan suara peserta. Iya kalau ada yang memilih, kalau tidak ada bagaimana?&quot; ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa dukungan politik organisasi sebelum konferensi belum dapat dipandang sebagai keputusan final.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hairul menjelaskan, proses menuju pemilihan Ketua PWI Tabagsel tidak berhenti pada pendaftaran bakal calon.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam mekanisme konferensi, peserta akan terlebih dahulu mengikuti rangkaian persidangan, termasuk pembahasan program kerja organisasi melalui sidang komisi. Setelah tahapan tersebut, proses kemudian berlanjut pada pencalonan Ketua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para bakal calon harus memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk memperoleh dukungan minimal lima suara dari anggota biasa sebagaimana mekanisme yang disebutkan dalam aturan organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, pemenuhan persyaratan tersebut tetap harus diuji dan diputuskan melalui forum persidangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, seseorang baru dapat dinyatakan sebagai calon setelah mekanisme konferensi menyatakan yang bersangkutan memenuhi seluruh ketentuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Jadi, jangan mendahului keputusan forum,&quot; tegas Hairul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Hairul, keberadaan panitia sangat penting karena menjadi bagian dari persiapan teknis pelaksanaan konferensi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panitia bertugas menyiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari administrasi, teknis kegiatan, tempat pelaksanaan, hingga aspek seremonial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, persoalan yang menyangkut kebijakan organisasi perlu dikoordinasikan oleh Ketua PWI Tabagsel dan jajaran pengurus dengan struktur organisasi di atasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Panitia pada prinsipnya bertugas menyiapkan dan melaksanakan aspek teknis serta seremonial konferensi. Panitia bukan pihak yang menetapkan atau mengesahkan siapa yang memenuhi syarat menjadi calon Ketua,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hairul berharap batas antara tugas teknis panitia dan kewenangan organisasi benar-benar dijaga. Sebab, menurut dia, tumpang tindih kewenangan justru berpotensi melahirkan polemik baru menjelang konferensi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai Penasehat PWI Tabagsel, Hairul menyatakan mendukung pelaksanaan konferensi yang terbuka, objektif dan demokratis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, ia memberikan catatan penting: transparansi tidak boleh ditafsirkan sebagai kebebasan untuk mengambil keputusan di luar kewenangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Saya mendukung proses yang transparan dan objektif. Namun, jangan sampai panitia mengambil kewenangan yang bukan menjadi tugasnya,&quot; katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berharap seluruh peserta memperoleh informasi yang sama mengenai tahapan konferensi, persyaratan pencalonan, hingga mekanisme pemilihan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keterbukaan tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kecurigaan, prasangka maupun tudingan bahwa proses konferensi telah diarahkan kepada kepentingan tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain persoalan pencalonan, Hairul juga menyoroti mengenai waktu pelaksanaan Konferensi IX PWI Tabagsel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, terbentuknya panitia belum otomatis berarti seluruh jadwal konferensi dapat langsung ditetapkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Persiapan sebuah konferensi organisasi, kata dia, membutuhkan waktu dan koordinasi yang tidak singkat. Bahkan, prosesnya bisa berlangsung dua hingga tiga bulan, tergantung kesiapan teknis serta agenda organisasi pada tingkat provinsi maupun pusat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Apalagi PWI Sumut sendiri sedang mempersiapkan Konferensi PWI Sumut yang dijadwalkan November ini. Jadi, semua harus melalui koordinasi dan penjadwalan organisasi secara berjenjang,&quot; jelas Hairul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan kondisi tersebut, ia meminta seluruh pihak tidak terburu-buru membuat kesimpulan mengenai waktu pelaksanaan sebelum ada keputusan resmi dari struktur organisasi terkait.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih lanjut, Hairul menilai, tantangan terbesar menjelang konferensi bukan hanya memastikan siapa yang akan maju sebagai kandidat, tetapi menjaga agar proses demokrasi organisasi tetap berjalan sehat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, jika konferensi hanya dipandang sebagai arena perebutan kursi ketua, maka tujuan organisasi yang lebih besar berpotensi terabaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengingatkan seluruh bakal calon untuk menawarkan gagasan, program dan kapasitas kepemimpinan, bukan sekadar membangun klaim kemenangan sebelum bertanding.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Jangan membangun opini seolah-olah hasil konferensi sudah ditentukan sebelum konferensi berlangsung. Konferensi adalah forum demokrasi organisasi. Yang menentukan adalah aturan, forum persidangan dan suara peserta, bukan klaim atau pernyataan sepihak,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih jauh, Hairul berharap Konferensi IX PWI Tabagsel dapat menjadi momentum memperbaiki sekaligus memperkuat organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, siapa pun yang nantinya memperoleh mandat harus mampu merangkul seluruh anggota, meningkatkan kompetensi wartawan, memperkuat solidaritas serta memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan anggota.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&quot;Yang paling penting, jangan kita rusak proses konferensi hanya karena kepentingan sesaat. Berkompetisilah secara sehat, ikuti tahapan, hormati forum, dan serahkan keputusan kepada mekanisme organisasi,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pesan tersebut menjadi relevan di tengah meningkatnya dinamika menjelang konferensi. Sebab, semakin dekat sebuah kontestasi organisasi, semakin besar pula potensi munculnya manuver, klaim dukungan dan tarik-menarik kepentingan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, Konferensi IX PWI Tabagsel 2026 semestinya tidak hanya diuji dari siapa yang akhirnya terpilih, tetapi juga dari seberapa fair proses menuju keputusan tersebut dijalankan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi Hairul Iman, kepentingan pribadi dan kelompok tidak boleh ditempatkan di atas marwah organisasi. Kursi ketua hanya merupakan hasil akhir. Yang jauh lebih penting adalah memastikan proses konferensi berlangsung sesuai aturan, terbuka, demokratis dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh anggota.zal]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_9301_Jelang-Konferensi-IX-PWI-Tabagsel--Hairul-Iman--quot-Jangan-Mendahului-Keputusan-Forum.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285454/jelang-konferensi-ix-pwi-tabagsel-hairul-iman-quotjangan-mendahului-keputusan-forum/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 18:22:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta]]></title>
            <description><![CDATA[Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p><p>Jakarta | Sumut24.co</p><p>TIAP tanggal 20 Agustus, Maroko seperti berhenti sejenak. Berdoa. Mengenang. Merayakan sebuah peristiwa besar bernama Thawrat al-Malik wa al-Sya&#039;b atau Revolusi Raja dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/rakyat/" target="_blank">Rakyat</a>. Bagi orang luar, mungkin ini terbaca seperti hari libur nasional biasa. Seremoni. Upacara. </p><p>Tapi bagi orang Maroko, dan bagi saya yang memimpin Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko, ini bukan sekadar urusan kalender merah. Ini urusan darah, air mata, dan kontrak batin antara takhta dan rakyatnya.</p><p>Saya merayakan Revolusi Raja dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/rakyat/" target="_blank">Rakyat</a> bersama Duta Besar Kerajaan Maroko, Redouane Houssaini, di kediamannya di Taman Mataram, Jakarta, pagi tadi, Kamis, 20 Agustus 2026. Sambil menikmati kopi pagi dan kudapan khas negeri senja, kami berbagi cerita. </p><p>Akar cerita Revolusi Raja dan rakyat ini dahsyat juga. Mundur ke 20 Agustus 1953. Pagi itu, penguasa kolonial Prancis mengambil keputusan yang mereka kira cerdas: membuang Sultan Mohammed V beserta keluarganya jauh-jauh ke Korsika, lalu dipindah lagi ke Madagaskar. Prancis jengkel. Sang Sultan bandel: menolak tunduk pada dekrit penjajah dan terang-terangan membela partai kemerdekaan Istiqlal. Logika penjajah sederhana: kalau kepalanya disingkirkan, tubuh perlawanannya pasti layu.</p><p>Keliru besar. Teori kolonial itu ambyar seketika. Dibuangnya sang Raja justru menyalakan sumbu dinamit perlawanan. Maroko meledak. Dari Casablanca sampai Fez, rakyat turun ke jalan. Mogok massal. Angkat senjata. Melakukan sabotase. Muncul tentara pembebasan di mana-mana. <a href="https://www.sumut24.co/tag/rakyat/" target="_blank">Rakyat</a> Maroko kirim pesan benderang: kami tidak butuh raja boneka bentukan asing; pulangkan Raja kami, atau negeri ini tidak akan pernah damai!</p><p>Dua tahun Prancis babak belur menghadapi kemarahan rakyat. Mau tidak mau, Prancis menyerah. Tanggal 16 November 1955, Sultan Mohammed V dipulangkan ke negerinya. Disambut bak pahlawan besar. Begitu mendarat, sang Sultan langsung berpidato.</p><p>Kalimatnya menjadi legenda hingga detik ini:</p><p>"Kita baru saja kembali dari jihad kecil, perjuangan meraih kemerdekaan, menuju jihad besar, yaitu perjuangan membangun bangsa dan kemakmuran rakyat." </p><p>Empat bulan setelahnya, Maret 1956, Maroko resmi merdeka penuh.</p><p>Bagi kita di Indonesia, cerita seperti ini bikin bulu kuduk merinding. Sangat akrab. Sangat nyambung. Dulu, Bung Karno getol membela kemerdekaan bangsa-bangsa di Afrika Utara.</p><p>Di Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung 1955, Bung Karno berseru lantang membakar ruangan: </p><p>"Kolonialisme belum mati... ia belum melepaskan cengkeramannya pada bagian-bagian dunia kita!"</p><p>Delegasi Maroko hadir di Bandung, menghirup udara kebebasan, lalu membawanya pulang sebagai amunisi moral membebaskan negeri mereka. Sejak itulah, Jakarta dan Rabat diikat oleh benang merah persaudaraan yang amat tebal.</p><p>Nilai revolusi 1953 itu tidak mati di museum. Di era kepemimpinan cucu beliau, Yang Mulia Raja Mohammed VI, ruh perlawanan itu diubah jadi etos kerja keras. Dari jihad senjata menjadi jihad pembangunan infrastruktur, industrialisasi, hingga energi hijau.</p><p>Saya sudah berkali-kali ke Maroko. Bukan cuma duduk di lobi hotel mewah di Casablanca atau jalan-jalan santai menikmati eksotisme Rabat dan Fez. Saya terbang jauh ke selatan. Mendarat di Laayoune. Menyusuri Dakhla. Menatap langsung hamparan Sahara Maroko yang luar biasa luasnya.</p><p>Di Sahara itulah saya terperangah. Dulu banyak orang membayangkan wilayah selatan Maroko hanyalah padang pasir gersang yang sepi. Nyatanya tidak! Di sana pelabuhan raksasa dibangun, jalan tol membentang mulus, jaringan logistik ditata rapi, dan sentra-sentra ekonomi lokal bergerak kencang. Warganya antusias. Ada rasa bangga yang menyala-nyala di mata anak-anak muda Sahara yang saya ajak ngobrol santai di warung kopi.</p><p>Dari obrolan demi obrolan dengan wartawan senior, profesor kampus, menteri, sampai sopir taksi di jalanan, saya menangkap satu pola yang sama: mereka bangga pada negerinya dan loyal pada rajanya. Ikatan itu bukan doktrin bikinan negara. Itu adalah memori kolektif yang mengalir di urat nadi sejak 1953. Raja melindungi rakyat, rakyat menjaga marwah takhta.</p><p>Soal integritas wilayah, Raja Mohammed VI pernah berpidato sangat tegas tanpa tedeng aling-aling:</p><p>"Isu Sahara adalah tolak ukur integritas Maroko; ini adalah prisma yang melaluinya Maroko memandang lingkungan internasionalnya."</p><p>Tegas. Jelas. Dan rakyat berdiri kokoh tepat di belakang sang Raja mengawal kalimat tersebut.</p><p>Bagi kami di Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko, modal historis dan sosiologis semacam ini adalah harta karun diplomasi. Sayang sekali kalau persahabatan sehangat ini cuma mentok jadi rilis berita diplomatik formal. Makanya, kami terus dorong pertukaran media, kolaborasi kampus, hingga jembatan dagang yang konkret antara pelaku usaha Indonesia dan Maroko. Dua negara yang sama-sama lahir dari kawah candradimuka anti-penjajahan mestinya bisa jalan bareng memimpin kerja sama Global South.</p><p>Dunia hari ini bisa belajar banyak dari apa yang terjadi di Maroko tiap tanggal 20 Agustus. Kekuatan suatu negara itu ternyata bukan semata-mata dihitung dari seberapa canggih tank dan jet tempurnya, atau seberapa tebal cadangan devisanya. Kekuatan sejati itu ada pada tingginya tingkat saling percaya (mutual trust) antara pemimpin dan rakyatnya. Kalau pemimpin dan rakyat sudah sehati sejiwa, badai geopolitik seganas apa pun pasti bisa dilewati.</p><p>Dari Jakarta untuk Rabat, saya ucapkan selamat memperingati Hari Revolusi Raja dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/rakyat/" target="_blank">Rakyat</a> kepada Yang Mulia Raja Mohammed VI dan seluruh rakyat Maroko. Dirgahayu persaudaraan Indonesia-Maroko. Persahabatan yang bermula dari keringat dan air mata sejarah, kini saatnya berbuah kemakmuran bersama.</p><p>Oleh: Dr. Teguh Santosa, Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko</p><p>Rel</p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_6363_Revolusi-Raja-dan-Rakyat--dari-Sahara-ke-Jakarta.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285453/revolusi-raja-dan-rakyat-dari-sahara-ke-jakarta/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kedaulatan Dimulai dari Perut Bumi: Hilirisasi Mineral sebagai Senjata Industri Indonesia</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 18:18:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kedaulatan Dimulai dari Perut Bumi: Hilirisasi Mineral sebagai Senjata Industri Indonesia]]></title>
            <description><![CDATA[Dari Perut Bumi untuk Negeri Menguji Janji Hilirisasi Menuju Kedaulatan Mineral Indonesia]]></description>
            <content><![CDATA[<br>Oleh: Ismail Nasution<p><br><br>Kedaulatan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari batas wilayah di peta, tidak hanya dari bendera yang berkibar atau lagu kebangsaan yang dikumandangkan. Kedaulatan sejati berakar pada kemampuan bangsa itu berdiri di atas kakinya sendiri&mdash;menguasai sumber daya, mengendalikan industri, dan menentukan nasib ekonominya sendiri. Bagi Indonesia, langkah pertama menuju kedaulatan itu dimulai dari tempat yang paling mendasar: dari kedalaman perut bumi. Di sana tersimpan nikel, bauksit, tembaga, timah, dan tanah jarang&mdash;bahan baku yang menjadi urat nadi peradaban modern. Selama puluhan tahun, kita membiarkannya pergi dalam bentuk mentah, hanya untuk kembali dengan harga berkali lipat. Kini, Indonesia mengangkat senjata paling ampuh: hilirisasi. Bukan sekadar kebijakan ekonomi, melainkan pernyataan kemerdekaan yang tegas: kekayaan alam ini adalah milik rakyat, dan nilainya harus bertahan di tanah air, menjadi fondasi industri nasional, serta menjadi benteng kedaulatan bangsa.<br> &lt;/p&gt; &lt;p&gt; <br>I. Luka Lama: Kekayaan yang Menjadi Ketergantungan<br><br>Sejak lama, Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya raya. Peta cadangan mineral dunia menempatkan kita di posisi teratas untuk nikel, bauksit, timah, dan tembaga. Namun di balik kemewahan itu tersimpan luka yang tak kunjung sembuh: kita kaya alam, namun miskin nilai. Selama puluhan tahun, bijih tambang digali, dimuat ke kapal-kapal besar, dan dikirim ke luar negeri dalam bentuk mentah. Kita hanya menjual "batu berharga" dengan harga murah, sementara negara pengolahnya mendapatkan keuntungan puluhan hingga ratusan kali lipat dari produk jadi yang kemudian dijual kembali ke kita.<br><br>Pada 2019, sebelum kebijakan hilirisasi diberlakukan, nilai ekspor bijih nikel Indonesia hanya sekitar US$ 1,3 miliar. Namun setelah diolah menjadi baja tahan karat di negeri orang, nilainya melonjak menjadi US$ 21 miliar. Belum lagi jika diolah lebih lanjut menjadi bahan katoda baterai yang nilainya bisa berkali lipat lebih tinggi. Artinya, setiap tahun kita kehilangan ratusan triliun rupiah potensi pendapatan, kesempatan kerja, dan kemajuan teknologi yang seharusnya menjadi milik anak bangsa.<br><br>Lebih pahit lagi: daerah penghasil tambang justru sering menjadi daerah tertinggal. Jalan rusak, sungai tercemar, hutan gundul, namun kesejahteraan masyarakat tak kunjung datang. Kekayaan perut bumi hanya lewat sebentar, lalu pergi meninggalkan luka dan kerusakan. Kita bukan tuan atas tanah sendiri&mdash;kita hanyalah pengantar barang untuk industri negara lain. Inilah bentuk ketergantungan yang paling menyakitkan: kaya raya, namun tetap tunduk pada harga dan kehendak pihak asing. Jika kedaulatan itu berarti bebas menentukan nasib sendiri, maka selama ini kita belum benar-benar merdeka. Karena kita tidak menguasai apa yang ada di bawah tanah, apalagi apa yang menjadi produk di atasnya.<br> &lt;/p&gt; &lt;p&gt; <br>II. Senjata Baru: Hilirisasi sebagai Pernyataan Merdeka<br><br>Pada 2020, pemerintah Indonesia mengambil keputusan yang mengubah peta ekonomi dunia: melarang ekspor bijih nikel. Kebijakan itu kemudian diperluas&mdash;bauksit mulai 2024, tembaga dan timah pada 2025, serta komoditas lainnya secara bertahap. Tujuannya sederhana namun radikal: jika ingin mengambil mineral dari bumi Indonesia, Anda harus mengolahnya di sini.<br><br>Keputusan ini bukan tanpa risiko. Saat pertama kali diumumkan, banyak pihak meragukan kemampuan Indonesia. Kita belum punya teknologi memadai, belum punya tenaga ahli, dan infrastruktur pendukung masih banyak kekurangan. Namun keraguan itu perlahan runtuh digantikan oleh kenyataan yang luar biasa. Dalam waktu kurang dari lima tahun, Indonesia bertransformasi dari pengekspor bijih mentah menjadi pusat pengolahan nikel terbesar di dunia. Lebih dari 50 smelter berdiri di Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua. Kawasan Industri Morowali dan Halmahera kini menjadi nama yang diketahui oleh setiap pelaku industri global.<br><br>Nilai ekspor produk olahan nikel melonjak dari US$ 13 miliar pada 2020 menjadi lebih dari US$ 38 miliar pada 2025. Itu bukan sekadar angka. Itu adalah bukti bahwa kita mampu berdiri sendiri. Bahwa kita tidak lagi harus menjual kekayaan dengan murah. Bahwa perut bumi kita bisa menjadi mesin industri, bukan sekadar gudang bahan baku bagi negara lain.<br><br>Hilirisasi bukan sekadar soal menambah nilai jual. Ia adalah senjata kedaulatan. Dengan menguasai hulu industri&mdash;bahan baku&mdash;dan membangun pengolahan di dalam negeri, Indonesia kini memegang kendali atas rantai pasok global. Dunia butuh nikel untuk baterai kendaraan listrik, untuk panel surya, untuk teknologi masa depan. Dan sebagian besar cadangannya ada di tangan kita. Itu bukan sekadar keuntungan ekonomi. Itu adalah kekuatan tawar yang belum pernah dimiliki Indonesia sebelumnya. Kekuatan untuk menentukan harga, untuk menarik investasi, untuk menuntut alih teknologi, dan untuk berbicara setara dengan bangsa-bangsa maju di dunia.<br> &lt;/p&gt; &lt;p&gt; <br>III. Dari Tambang hingga Teknologi: Membangun Kekuatan yang Tak Tergoyahkan<br><br>Namun hilirisasi baru berfungsi sebagai senjata jika ia tidak berhenti di satu titik. Membangun smelter hanyalah langkah pertama. Tujuan sejatinya jauh lebih besar: membangun rantai industri yang utuh, dari hulu hingga hilir, sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada negara lain dalam hal apa pun.<br><br>Hingga pertengahan 2026, Indonesia sudah tidak hanya mengolah bijih menjadi logam. Kita sudah mulai masuk ke industri turunan: pembuatan bahan katoda baterai, perakitan paket baterai, hingga perakitan kendaraan listrik. Rantai pasok mulai terbentuk di dalam negeri&mdash;sesuatu yang hanya dimiliki oleh sedikit negara di dunia. Artinya, kekayaan perut bumi kita tidak lagi berhenti di pelabuhan ekspor, tetapi berlanjut menjadi produk jadi yang bernilai tinggi, yang bisa digunakan untuk kepentingan bangsa sendiri maupun diekspor ke seluruh dunia.<br><br>Lapangan kerja pun berubah sifatnya. Dulu, yang tersedia hanyalah pekerjaan kasar di tambang. Kini, ada posisi insinyur, peneliti, teknisi manufaktur, pengendali kualitas, hingga pengembang teknologi. Sumber daya manusia Indonesia mulai dilatih untuk menguasai teknologi tinggi, bukan sekadar mengangkat beban berat. Ini adalah investasi jangka panjang: mengubah bangsa yang hanya bisa mengambil dari bumi, menjadi bangsa yang mampu menciptakan sesuatu dari bumi itu sendiri.<br><br>Namun di sini pula letak tantangan terbesarnya. Sebagian besar teknologi inti masih dikuasai investor asing. Posisi pengambil keputusan dan ahli teknologi masih didominasi tenaga asing. Jika ini terus berlanjut, kita hanya menjadi "tuan rumah yang menyewakan tanah", tanpa benar-benar menguasai alat dan ilmu pengetahuan. Senjata yang kita pegang bisa saja berbalik menyerang kita sendiri jika kita tidak tahu cara menggunakannya. Oleh karena itu, alih teknologi dan penguasaan ilmu pengetahuan harus menjadi syarat mutlak bagi setiap investasi. Kita tidak hanya menginginkan pabrik berdiri&mdash;kita menginginkan otak di balik pabrik itu juga menjadi milik kita.<br> &lt;/p&gt; &lt;p&gt; <br>IV. Ujian Berat: Kedaulatan Harus Berarti Keadilan dan Kelestarian<br><br>Kekuatan senjata hilirisasi tidak hanya diukur dari seberapa besar devisa yang masuk, tetapi juga dari seberapa adil dan berkelanjutan penggunaannya. Di tengah kemajuan yang pesat, ada tiga tantangan besar yang harus dihadapi dengan jujur dan berani, jika tidak ingin kedaulatan itu menjadi kosong dan berarti.<br><br>Pertama, kedaulatan harus berarti keadilan bagi rakyat. Daerah penghasil tambang belum merasakan keadilan yang nyata. Dana bagi hasil memang mengalir, namun penyerapannya belum optimal, pembangunan infrastruktur masih tertinggal, dan kesenjangan antara masyarakat lokal dengan pendatang serta tenaga kerja asing semakin terlihat. Kekayaan yang diambil dari tanah leluhur harus dikembalikan dalam bentuk pembangunan yang nyata: jalan, rumah layak, pendidikan berkualitas, kesehatan terjamin, dan kesempatan berusaha yang setara bagi semua. Jika hanya segelintir pihak yang menikmati hasilnya, maka kedaulatan itu hanyalah kata-kata kosong.<br><br>Kedua, kedaulatan harus berarti tanggung jawab terhadap bumi. Ekspansi tambang dan industri pengolahan yang masif membawa risiko nyata: kerusakan hutan, pencemaran sungai, gangguan pada mata air, dan perubahan lanskap yang merugikan masyarakat adat. Kemajuan ekonomi tidak boleh dibayar dengan merusak bumi yang memberi kita hidup. Pengawasan harus diperketat, sanksi harus tegas, dan kewajiban pemulihan lingkungan harus dijalankan dengan serius. Kekayaan yang kita ambil hari ini tidak boleh merampas hak generasi mendatang. Karena kedaulatan sejati bukan hanya milik generasi sekarang&mdash;ia juga milik anak cucu kita yang belum lahir.<br><br>Ketiga, kedaulatan harus berarti keteguhan menghadapi tekanan dunia. Kebijakan hilirisasi sempat digugat beberapa negara ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Meskipun Indonesia menang di tingkat banding, tekanan terus datang dalam berbagai bentuk: aturan perdagangan yang ketat, tekanan diplomatik, hingga upaya negara lain mencari sumber mineral alternatif demi mengurangi ketergantungan pada kita. Ini pelajaran berharga: kemerdekaan ekonomi harus dijaga dengan keteguhan hati. Kita tidak boleh bergantung pada satu pasar, satu negara, atau satu jalur perdagangan. Kita harus terus memperluas pasar, membangun kemitraan yang setara, dan tidak takut berdiri sendiri jika itu demi kepentingan rakyat.<br> &lt;/p&gt; &lt;p&gt; <br>V. Penutup: Perut Bumi adalah Akar Kedaulatan<br><br>Kita sedang berada di persimpangan sejarah yang menentukan arah bangsa ini untuk puluhan tahun ke depan. Pilihan ada di tangan kita: kembali menjadi pengekspor bijih mentah yang murah dan bergantung pada kehendak negara lain&mdash;atau terus melangkah maju, membangun industri yang mandiri, menguasai teknologi, dan menjadikan kekayaan alam ini sebagai fondasi kedaulatan yang sesungguhnya.<br><br>Hilirisasi bukanlah tujuan akhir. Ia adalah jalan. Ia adalah senjata. Dan seperti senjata apa pun, ia hanya bermanfaat jika dipegang dengan tangan yang kuat, diarahkan dengan tujuan yang benar, dan dijaga dengan kesetiaan pada kepentingan rakyat.<br><br>Kedaulatan dimulai dari perut bumi. Ia dimulai ketika kita berani berkata: "ini milik kami, dan kami akan mengelolanya untuk kebaikan kami sendiri." Namun ia tidak berakhir di sana. Ia berlanjut ketika kita mampu mengubah batu menjadi logam, logam menjadi mesin, mesin menjadi teknologi, dan teknologi menjadi kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.<br><br>Mari kita junjung tinggi semangat itu. Bahwa kekayaan alam bukan untuk dijual lari ke luar negeri. Bahwa perut bumi bukan gudang sementara bagi orang asing. Bahwa ia adalah akar dari pohon kedaulatan kita&mdash;yang jika dirawat dengan bijak, akan tumbuh menjadi bangsa yang kuat, merdeka, dan dihormati di tengah dunia.<br><br>Kedaulatan dimulai dari perut bumi. Namun ia berakhir di tangan kita&mdash;di tangan rakyat Indonesia.</p><p><br></p><p></p>Untuk Lomba Karya TulisMediaMIND 2026<p></p>]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_9463_Dari-Perut-Bumi-untuk-Negeri--Menguji-Janji-Hilirisasi-Menuju-Kedaulatan-Mineral-Indonesia.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/news/285452/kedaulatan-dimulai-dari-perut-bumi-hilirisasi-mineral-sebagai-senjata-industri-indonesia/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">GPIB Immanuel Kunjungan Ke Masjid Agung</guid>
            <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 18:05:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[GPIB Immanuel Kunjungan Ke Masjid Agung]]></title>
            <description><![CDATA[GPIB Immanuel Kunjungan Ke Masjid Agung]]></description>
            <content><![CDATA[<br>MEDAN - Pengurus Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Majelis Jemaat Immanuel Medan yang berada di Jalan  Pangeran Diponegoro melakukan kunjungan seraya memperkenalkan Ketua Majelis jemaat yang baru ke  <a href="https://www.sumut24.co/tag/masjid/" target="_blank">Masjid</a> Agung Medan, Kamis (20/8/2026).<br>Kunjungan pengurus GPIB yang dipimpin pendeta Salmon Leatimia itu diterima Ketua BKM Agung Medan DR Impun Siregar beserta jajaran pengurus BKM. Seperti diketahui Gereja Immanuel dan <a href="https://www.sumut24.co/tag/masjid/" target="_blank">Masjid</a> Agung lokasinya berhadap-hadapan di Jalan P Diponegoro Medan.<br>Dalam pertemuan yang penuh keakraban itu pendeta Salmon memperkenalkan diri sebagai ketua majelis jemaat yang baru seraya memperkenalkan kepengurusan yang dibawanya.<br>Selain memperkenalkan pengurus yang baru, dia juga mengajak jajaran BKM Agung Medan untuk melakukan kegiatan di luar bidang agama, yakni program peningkatan ekonomi rakyat. <br>Mereka juga  berharap dapat ikut serta dalam kolaborasi kegiatan sosial untuk membantu warga miskin di kota ini.<br>Ketua BKM DR Impun Siregar pada kesempatan itu menyambut baik  apa yang direncanakan dan berharap kerjasama ini bisa terlaksana.<br>Dia juga menjelaskan tentang pentingnya menjaga kerukunan beragama di kota ini yang sudah terjalin sangat baik.<br>Katanya dalam kehidupan beragama jangan membeda-bedakan yang sama dan jangan menyamakan yang berbeda-beda.<br>Kunjungan itu juga diakhiri dengan melihat  ruang  utama masjid dimana pendeta Salmon ditemani Ketua BKM DR Impun Siregar, Bendahara H Darwin, H Abdulah Matondang dan Sekum H Hendra DS .rel]]></content>
            <enclosure url="https://sumut24.co/cdn/uploads/images/2026/08/_9134_GPIB-Immanuel-Kunjungan-Ke-Masjid-Agung.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.sumut24.co/Berita/285451/gpib-immanuel-kunjungan-ke-masjid-agung/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>