Selasa, 22 September 2026

Ratusan Ikan Jurung Bergelimpangan di Tambangan Jae, Bupati Madina Saipullah Akan Siapkan Bendung

Administrator - Selasa, 22 September 2026 00:40 WIB
Ratusan Ikan Jurung Bergelimpangan di Tambangan Jae, Bupati Madina Saipullah Akan Siapkan Bendung
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Kematian ratusan ikan jurung di Lubuk Larangan Anak Yatim, Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Madina.

Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, turun langsung meninjau kondisi lubuk larangan tersebut pada Minggu, 20 September 2026. Peninjauan dilakukan setelah muncul laporan mengenai kematian ikan secara massal yang terjadi sejak Rabu pekan sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang diterima di lapangan, sedikitnya 700 ekor ikan jurung ditemukan mati. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan menurunnya debit air di aliran sungai yang menjadi habitat ikan di kawasan lubuk larangan.

Saipullah mengatakan, Pemkab Madina menyiapkan sejumlah langkah untuk menangani persoalan tersebut. Salah satunya adalah rencana pembangunan bendung atau bronjong untuk membantu menjaga ketersediaan air di kawasan lubuk larangan.

"Ke depan, Pemkab Madina berencana melakukan upaya penanganan jangka menengah dengan membuat bronjong atau bendung agar debit air di lokasi lubuk larangan lebih banyak dan ekosistem kembali normal," ujar Saipullah saat berada di Tambangan Jae.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi jangka menengah, khususnya jika berkurangnya debit air memang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kondisi habitat ikan terganggu.

Namun, pemerintah daerah tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian ikan.

Untuk memastikan penyebab kematian ratusan ikan jurung tersebut, Dinas Perikanan Madina akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan mengambil sampel air dan ikan dari lokasi.

Sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa di laboratorium. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan data yang lebih akurat mengenai kondisi air dan faktor yang kemungkinan menyebabkan ikan mengalami kematian secara massal.

Saipullah menjelaskan, hasil pengamatan sementara di lapangan menunjukkan terdapat sejumlah kemungkinan yang perlu diteliti.

Salah satunya adalah penurunan debit air. Kondisi sungai yang semakin dangkal dinilai dapat memengaruhi habitat ikan, termasuk ketersediaan sumber makanan alami.

"Kondisi sungai yang dangkal dikhawatirkan mengganggu kehidupan ikan dan pertumbuhan lumut yang tidak normal. Lumut merupakan salah satu pakan alamiah ikan," jelasnya.

Selain persoalan debit air, pemerintah juga menemukan adanya sejumlah saluran pembuangan yang mengarah langsung ke sungai.

Saluran tersebut berasal dari lingkungan permukiman dan musala. Pemerintah akan mendalami kemungkinan pengaruh aliran limbah tersebut terhadap kualitas air di kawasan Lubuk Larangan Anak Yatim.

"Faktor ini juga akan kami dalami," kata Saipullah.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, Dinas Perikanan Madina telah melakukan langkah penanganan awal di lokasi.

Salah satu tindakan yang dilakukan adalah pemberian obat untuk membantu mencegah bertambahnya jumlah ikan yang mati.

Pemerintah daerah juga akan memantau kondisi air dan ikan di kawasan tersebut secara berkala untuk melihat perkembangan situasi di lapangan.

Saipullah menegaskan, langkah tersebut diperlukan agar penanganan tidak hanya didasarkan pada dugaan, tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi faktual di lokasi.

Kedatangan Bupati Madina ke Lubuk Larangan Anak Yatim juga berawal dari informasi yang disampaikan sejumlah wartawan mengenai kematian ikan secara massal.

Setelah menerima laporan tersebut, Saipullah langsung menuju Tambangan Jae setelah menyelesaikan agenda dinas dari luar daerah.

"Begitu dapat laporan dari wartawan, saya langsung ke sini bersama OPD, camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat. Kami ingin mengetahui penyebab pasti kematian ikan-ikan ini," ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, pemerintah daerah bersama unsur kecamatan, pemerintahan desa, organisasi perangkat daerah (OPD), serta tokoh masyarakat melihat langsung kondisi lubuk larangan.

Persoalan kematian ikan di Lubuk Larangan Anak Yatim tidak hanya menyangkut lingkungan dan keberlangsungan ekosistem sungai.

Keberadaan lubuk larangan tersebut juga memiliki nilai sosial bagi masyarakat setempat. Pendapatan yang diperoleh dari pengelolaan lubuk larangan diperuntukkan bagi anak yatim di desa tersebut.

Karena itu, Saipullah memastikan Pemkab Madina akan memperhatikan dampak ekonomi yang mungkin muncul akibat berkurangnya ikan di lubuk larangan.

Ia menyebut Dinas Sosial bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Madina akan disiapkan untuk memberikan bantuan apabila kondisi tersebut berdampak terhadap berkurangnya pendapatan yang selama ini diterima anak yatim.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk perlindungan sementara bagi penerima manfaat selama pemerintah melakukan penanganan terhadap kondisi lubuk larangan.

Saipullah berharap pemeriksaan terhadap sampel air dan ikan dapat segera memberikan gambaran mengenai penyebab utama kematian ikan jurung.

Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut penting untuk menentukan langkah berikutnya, baik dari sisi lingkungan, infrastruktur maupun pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memengaruhi kualitas air sungai.

Ia juga menilai Lubuk Larangan Anak Yatim memiliki nilai penting bagi masyarakat Tambangan Jae. Selain menjadi bagian dari tradisi masyarakat Mandailing, kawasan tersebut juga telah berkembang sebagai salah satu lokasi wisata.

"Lubuk larangan ini adalah kekayaan budaya Mandailing di kawasan Tambangan yang telah menjadi tempat wisata. Kami harap kondisi ini bisa teratasi dan lubuk larangan bisa kembali normal," kata Saipullah.

Pemkab Madina kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sembari menjalankan langkah penanganan sementara. Rencana pembangunan bendung atau bronjong menjadi salah satu opsi yang akan dikaji untuk menjaga debit air dan membantu memulihkan kondisi ekosistem di kawasan lubuk larangan tersebut.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
IKANAS Sumut Gelar Maulid Nabi 1448 H Sekaligus Rayakan HUT ke-63 Erwan Rosadi Nasution
Bupati Asahan Tandatangani Komitmen Perbaikan Tata Kelola dan Pencegahan Korupsi Bersama Pemda Se-Sumut
Perkuat Ketahanan Energi, PLN Dan Kodam I/Bukit Barisan Tingkatkan Sinergi Kelistrikan Sumatera Utara
Wakil Bupati Asahan Dorong Gerakan Gemar Makan Ikan sebagai Bentuk Pencegahan Stunting
Dari Selangor Ke Medan,  TPI dan SK Kebun Baharu Satukan Langkah Membangun Pendidikan Berkualitas
Bupati Pakpak Bharat Bersama Dandim 0206 Dairi Resmikan Jembatan Gantung
komentar
beritaTerbaru