Selasa, 22 September 2026

Jenazah Warga Padangsidimpuan Meninggal di Kamboja Belum Dipulangkan, Polres Bantu Koordinasi dengan KBRI

Administrator - Selasa, 22 September 2026 00:41 WIB
Jenazah Warga Padangsidimpuan Meninggal di Kamboja Belum Dipulangkan, Polres Bantu Koordinasi dengan KBRI
Baca Juga:

Padangsidimpuan | Sumut24.co

Kabar duka datang dari keluarga Mahmul Hartopan, warga Kota Padangsidimpuan yang diketahui bekerja di Poipet, Kamboja. Mahmul dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Poipet pada Kamis, 17 September 2026.

Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu kepastian mengenai proses pemulangan jenazah ke Kota Padangsidimpuan. Keterbatasan biaya serta komunikasi dengan pihak terkait di Kamboja menjadi salah satu kendala yang dihadapi keluarga.

Informasi mengenai kondisi tersebut dihimpun Sat Intelkam Polres Padangsidimpuan pada Minggu, 20 September 2026. Petugas melakukan pengumpulan bahan keterangan dengan meminta penjelasan dari pihak keluarga almarhum.

Ayah kandung Mahmul, Ijon Tanjung, menjelaskan bahwa putranya berangkat ke Kamboja pada Oktober 2025 setelah sebelumnya mengurus paspor di Padang. Keberangkatan tersebut disebut atas ajakan seseorang bernama Wahyu yang diketahui warga Samora.

Menurut keluarga, keberangkatan Mahmul sebelumnya sempat dilarang. Namun, almarhum tetap berangkat dan tidak menjelaskan secara terbuka mengenai pekerjaan yang akan dijalaninya di Kamboja.

Selama berada di negara tersebut, keluarga mengetahui Mahmul bekerja di sebuah gedung dan menggunakan komputer. Informasi itu diketahui keluarga melalui komunikasi video call. Namun, hingga kini pihak keluarga belum mengetahui secara pasti jenis pekerjaan maupun perusahaan tempat almarhum bekerja.

Sebelum meninggal, Mahmul diketahui memiliki riwayat keluhan sesak napas sejak masih berada di Padangsidimpuan.

Keluhan tersebut kembali kambuh pada Agustus 2026 ketika berada di Kamboja. Saat itu, Mahmul sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit di Poipet dan kondisinya kemudian dilaporkan membaik.

Namun, pada Selasa, 15 September 2026, Mahmul kembali mengalami sesak napas. Keluarga telah menyarankan agar dirinya segera mendapatkan pengobatan, tetapi pada hari pertama dan berikutnya Mahmul disebut belum bersedia menjalani pemeriksaan.

Kondisinya kemudian memburuk pada Kamis, 17 September 2026. Mahmul akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Pihak keluarga masih sempat berkomunikasi dengannya melalui video call hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu, komunikasi terputus. Dalam komunikasi terakhir tersebut, Mahmul terlihat dalam kondisi tenang dan seperti sedang tertidur.

Sekitar pukul 16.00 WIB, keluarga tidak lagi mendapatkan respons. Dua jam kemudian, atau sekitar pukul 18.00 WIB, keluarga memperoleh kabar bahwa Mahmul telah meninggal dunia.

Keluarga juga sempat melihat kondisi almarhum melalui sambungan video call ketika berada di ruang jenazah.

*Jenazah Masih Menunggu Proses Pemulangan*

Setelah menerima kabar duka, keluarga kemudian berupaya mendapatkan informasi mengenai mekanisme pemulangan jenazah dari Kamboja ke Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, proses tersebut membutuhkan koordinasi dengan kepolisian setempat sebelum jenazah dapat dibawa dari Poipet menuju Phnom Penh untuk selanjutnya berkoordinasi dengan KBRI Phnom Penh atau pihak funeral home.

Perjalanan dari Poipet menuju Phnom Penh sendiri diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan jam.

Informasi terakhir yang diterima keluarga menyebutkan jenazah telah keluar dari rumah sakit dan berada di rumah duka atau funeral home. Namun, keluarga mengaku masih kesulitan memperoleh perkembangan terbaru mengenai tahapan penanganan dan pemulangan jenazah.

Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas turut menjadi persoalan. Keluarga berharap pemerintah Indonesia melalui KBRI Phnom Penh dapat membantu memfasilitasi proses pemulangan jenazah Mahmul agar dapat dibawa kembali ke Padangsidimpuan dan dimakamkan di tanah kelahirannya.

*Polres Padangsidimpuan Bantu Koordinasi*

Kasat Intelkam Polres Padangsidimpuan, IPTU Eko Bertom J.C. Panjaitan, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pengumpulan informasi dari keluarga untuk mengetahui kronologi meninggalnya Mahmul serta perkembangan proses pemulangan jenazah.

Menurut Eko, perhatian utama saat ini adalah memastikan komunikasi dan koordinasi antara keluarga, pemerintah daerah, KBRI Phnom Penh, serta pihak terkait di Kamboja dapat berjalan dengan baik.

"Kami melakukan pengumpulan bahan keterangan untuk mengetahui kronologi kejadian dan perkembangan penanganan jenazah. Polres Padangsidimpuan juga terus memantau komunikasi keluarga dengan pihak terkait, termasuk KBRI Phnom Penh, agar proses pemulangan jenazah dapat memperoleh kepastian," ujar IPTU Eko Bertom J.C. Panjaitan.

Ia menjelaskan, Kapolres Padangsidimpuan juga telah menghubungi pihak keluarga sebagai bentuk perhatian sekaligus upaya membantu komunikasi dalam proses pemulangan jenazah.

"Yang paling penting saat ini adalah adanya koordinasi yang jelas dan informasi yang dapat dipastikan kepada keluarga. Kami akan terus memantau perkembangan sesuai kewenangan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," lanjutnya.

Pihak keluarga sendiri telah menghubungi KBRI Phnom Penh untuk meminta informasi dan bantuan mengenai proses pemulangan Mahmul.

Sementara itu, unsur pemerintah daerah, termasuk Dinas Ketenagakerjaan Kota Padangsidimpuan, disebut telah mendatangi dan berkomunikasi dengan keluarga. Namun, hingga saat ini keluarga masih menunggu kepastian lanjutan mengenai mekanisme serta waktu pemulangan jenazah.

Keluarga juga telah melaksanakan salat gaib untuk Mahmul di Masjid Raya Lama pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pengajian pada malam harinya.

Keluarga menyampaikan bahwa mereka menerima meninggalnya Mahmul sebagai sebuah musibah. Dari informasi yang diterima keluarga, tidak ditemukan dugaan tanda-tanda kekerasan pada almarhum.

Keluarga berharap seluruh pihak terkait dapat membantu mempercepat proses administrasi dan koordinasi sehingga jenazah Mahmul Hartopan dapat segera dipulangkan ke Kota Padangsidimpuan.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, dukungan pemerintah dan koordinasi dengan KBRI Phnom Penh menjadi hal yang sangat dibutuhkan.

Polres Padangsidimpuan melalui Sat Intelkam juga terus memantau perkembangan kasus tersebut, termasuk komunikasi antara keluarga dengan pihak terkait di Kamboja.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KBRI Teheran Keluarkan Imbauan Resmi, WNI di Iran Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Program PMI Skema G to G Pemerintah RI, Kematian Reza Simamora Terkesan Dikaburkan
komentar
beritaTerbaru