Misteri Data Judol Penerima Bansos di Tabagsel: Madina dan Paluta Terungkap, Bagaimana Padangsidimpuan, Palas dan Tapsel?
Misteri Data Judol Penerima Bansos di Tabagsel Madina dan Paluta Terungkap, Bagaimana Padangsidimpuan, Palas dan Tapsel?
News
Baca Juga:
- Fee 25% Rp 2,7 Miliar Disunat Sejak Awal, Proyek Irigasi Rp11 Miliar di Asahan Diduga Jadi Sapi Perah Oknum Ketua Partai
- Ketua TP Posyandu Asahan Tinjau Posyandu Manggis, Integrasikan Tracing TBC dan CKG demi Kesehatan Masyarakat
- Ketua TP PKK Asahan Salurkan Kepedulian Lewat Bhakti Sosial Keagamaan, Peluk Anak Yatim dan Lansia
Dalam pertemuan hangat tersebut, Sultan menyampaikan dukungan penuhnya terhadap agenda besar tersebut. Konvensi yang akan dihadiri oleh lebih dari 500 peserta dari 23 negara ini dinilai sebagai momentum penting dalam mempererat kerja sama antarnegara serumpun Melayu dan beridentitas Islam.
"Kehadiran peserta Konvensi DMDI ke-23 di Jakarta adalah bentuk nyata kerja sama yang perlu terus dilanjutkan dan diperkuat," ujar Sultan.
Konvensi ini, lanjut Sultan, akan menjadi wadah strategis untuk membahas berbagai kerja sama konkret di sektor pendidikan, investasi, kesehatan, hingga pariwisata antarnegara anggota DMDI. Tidak hanya itu, Sultan juga akan menjadi tuan rumah dalam jamuan kehormatan bagi seluruh peserta konvensi di Gedung Nusantara V DPR RI.
"Ini bukan sekadar forum seremonial, tetapi akan menjadi ruang kolaborasi nyata antarbangsa Melayu Muslim. Kita ingin pastikan kerja sama ini memberikan manfaat langsung, khususnya dalam pembangunan dan penguatan SDM," tegasnya.
DMDI Indonesia Optimis, Indonesia Jadi Pusat Dunia Melayu-Islam
Sementara itu, Ketua Umum DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari DPD RI dan pribadi Sultan B. Najamudin. Menurutnya, Konvensi DMDI ke-23 merupakan salah satu pertemuan terbesar dalam sejarah DMDI dan menjadi langkah penting bagi Indonesia untuk memperkuat peran strategisnya di dunia Melayu-Islam.
"Kerja sama yang akan dijalin sangat tepat waktunya, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pariwisata. Semua ini sejalan dengan program kerja DMDI Indonesia," ujar Said.
Ia menambahkan bahwa kekayaan budaya dan destinasi pariwisata di Indonesia menjadikan negeri ini sebagai pusat daya tarik bagi negara-negara anggota DMDI. Potensi ini harus dioptimalkan sebagai perekat hubungan antarbangsa Melayu yang tersebar di berbagai belahan dunia.
"DMDI hadir untuk memperkuat jalinan ukhuwah Islamiyah dan mempererat bangsa-bangsa Melayu Muslim. Dan Indonesia adalah negara yang sangat strategis untuk menjadi pemersatu," tambah Said.
Tentang DMDI
Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) adalah organisasi internasional yang dibentuk di Malaka, Malaysia, pada tahun 2000. Organisasi ini memiliki visi menyatukan umat Islam dari bangsa Melayu yang tersebar di seluruh dunia melalui kegiatan sosial, budaya, dan dakwah.
DMDI saat ini telah beranggotakan lebih dari 23 negara, termasuk Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina, Sri Lanka, Afrika Selatan, hingga negara-negara di Timur Tengah dan Eropa. Fokus utama DMDI adalah memperkuat nilai-nilai Islam melalui pendekatan budaya dan mempererat hubungan antarmasyarakat Melayu Muslim global.
Di Indonesia sendiri, DMDI aktif menjalankan berbagai program, termasuk pelatihan kepemudaan, dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, dan pengembangan pariwisata berbasis syariah dan budaya Melayu.
Diharapkan Bawa Dampak Positif untuk Sumut dan Wilayah Melayu Lainnya
Sebagai tokoh asal Sumatera, Sultan Bachtiar Najamudin dan Said Aldi Al Idrus sama-sama berharap agar Konvensi DMDI ke-23 ini juga membawa dampak langsung bagi kemajuan daerah-daerah Melayu di Indonesia, khususnya Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, hingga Kalimantan Barat yang selama ini menjadi basis kebudayaan Melayu yang kuat.
"Kami ingin Sumatera, khususnya Sumatera Utara, bisa mendapatkan manfaat dari kerja sama lintas negara ini. Apalagi banyak daerah kita yang kaya akan budaya, sejarah, dan pariwisata yang bisa dikembangkan," ujar Said.
Konvensi DMDI ke-23 ini direncanakan akan menghadirkan tokoh-tokoh penting dari berbagai negara, termasuk pejabat pemerintahan, akademisi, ulama, serta pelaku usaha. Diharapkan konvensi ini akan melahirkan berbagai kesepakatan yang dapat ditindaklanjuti melalui proyek-proyek konkret di berbagai daerah Indonesia.red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Misteri Data Judol Penerima Bansos di Tabagsel Madina dan Paluta Terungkap, Bagaimana Padangsidimpuan, Palas dan Tapsel?
News
Bobby Nasution Genjot PAD Sumut, Ini Data PAD dan DBH 5 Daerah Tabagsel 2026
News
Bupati Saipullah Nasution Hidupkan Kembali Pisang Kepok Madina, 5 Hektare Lahan Mulai Digarap
News
Dua BBI Madina Rusak Parah, Bupati Saipullah Siapkan Anggaran Rehabilitasi di APBDP 2026
News
Maga Dolok Jadi Kandidat Desa Antikorupsi, Pemkab Madina Bidik Role Model untuk 377 Desa
News
Kebijakan Afirmasi TNI untuk Suku Dayak Harus Jadi Gerakan Emansipatif, Bukan Belas Kasihan
News
M Safrizal Almalik Bertemu Gus Kikin di Tebuireng, Sampaikan Selamat atas Amanah sebagai Ketum PBNU
News
Gunung Sinabung Naik Status Siaga, Bobby Nasution Perintahkan Evakuasi Warga di Zona Bahaya
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan resmi menggelar Deklarasi Pilkades Damai dalam rangka Pemilihan Kepala Desa Serenta
News
Erupsi Gunung Sinabung Gagalkan Lawatan 51 Guru dan Staf Malaysia ke Medan, LOI TPISKKB Ditunda
News