Sabtu, 23 Mei 2026

Pasatama Institute Cetak SDM Tata Boga Bersertifikat HACCP

Administrator - Sabtu, 23 Mei 2026 17:16 WIB
Pasatama Institute Cetak SDM Tata Boga Bersertifikat HACCP
Istimewa

MEDAN – Pasatama Institute menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Penyusunan Dokumentasi Sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) di Grandhika Stiabudi Hotel Medan, Sabtu (23/5). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 90 peserta yang terdiri dari tenaga ahli gizi dan relawan MBG/SPPG dari Medan dan sekitarnya.
Direktur Pasatama Institute, Coach Dwi Arsyam, mengatakan pelatihan dan sertifikasi profesi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang tata boga dan keamanan pangan.
Menurutnya, seluruh tenaga yang bekerja di dapur harus memiliki kompetensi yang jelas agar standar keamanan pangan dapat diterapkan secara optimal.
"SDM yang terlibat di dapur harus memiliki kompetensi dan keahlian. Untuk dapur yang ingin diakui memiliki sertifikat HACCP," ujar Dwi.
Ia menjelaskan, sistem HACCP mencakup seluruh proses keamanan pangan mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan hingga distribusi makanan kepada konsumen.
Karena itu, pihaknya mendorong tenaga dapur dan penjamah makanan memiliki sertifikasi profesi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) agar diakui sebagai tenaga profesional sesuai standar nasional.
"Kalau sudah diakui negara sebagai profesi, tentu ada standarnya. Karena itu kami ingin mendorong seluruh pemangku kepentingan bersama menggerakkan food safety hygiene melalui sertifikasi nasional," katanya.
Dwi mencontohkan pentingnya pemeriksaan bahan baku seperti beras untuk memastikan tidak terdapat kontaminasi batu, plastik, kaca maupun bakteri yang dapat membahayakan konsumen.
Melalui kegiatan tersebut, Pasatama Institute menargetkan lahirnya tenaga tata boga profesional yang memiliki legalitas, kompetensi serta daya saing tinggi guna mendukung penerapan standar ISO 22000:2018 dan ISO 45001:2018 di berbagai dapur industri dan layanan pangan.
Sementara itu, Direktur Pasatama Institute Cabang Medan, Syamsul Adha, menilai pengelolaan dapur dan keamanan pangan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Menurut dia, sertifikasi HACCP dan kompetensi profesi menjadi syarat penting dalam menjamin pelayanan makanan yang aman dan higienis.
"Dalam sistem HACCP ada banyak kompetensi yang wajib dikuasai, mulai dari penyusunan dokumen, pelaksanaan penjamahan makanan, manajemen praktis dapur, audit internal hingga strategi keamanan pangan," jelasnya.
Kegiatan itu juga menghadirkan akademisi dan praktisi industri kuliner, salah satunya Dr Rita Patriasih, S.Pd., M.Si dari Program Studi Pendidikan Tata Boga FPTI Universitas Pendidikan Indonesia.
Dalam pemaparannya, Rita menegaskan pentingnya penerapan standar keamanan pangan dalam penyelenggaraan makanan massal guna mencegah kasus keracunan makanan.
"HACCP bertujuan menganalisis titik-titik kritis yang berpotensi menimbulkan bahaya pada makanan, lalu mengendalikannya agar tidak menimbulkan masalah kesehatan," pungkasnya.red

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru