Minggu, 17 Mei 2026

Bursa Calon Sekda Medan Menghangat, Enam Nama Senior Mulai Jadi Perbincangan

Administrator - Minggu, 17 Mei 2026 19:11 WIB
Bursa Calon Sekda Medan Menghangat, Enam Nama Senior Mulai Jadi Perbincangan
Ilustrasi
MEDAN, SUMUT24.CO

Baca Juga:
Menjelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, dinamika birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan mulai menjadi perhatian. Sejumlah nama pejabat senior kini santer diperbincangkan masuk dalam bursa calon Sekda Kota Medan.


Sekda Kota Medan saat ini, Wiriya Alrahman, diketahui akan memasuki masa pensiun pada Juli 2026 mendatang. Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi terkait sosok yang nantinya dipercaya mengisi posisi strategis tersebut.
Informasi yang berkembang di lingkungan Pemko Medan menyebutkan sedikitnya ada enam nama pejabat yang mulai ramai dibicarakan, baik di kalangan aparatur sipil negara (ASN) maupun pengamat pemerintahan daerah.


Mereka di antaranya Dr. Adlan, Benny Iskandar, Benny Sinomba, Mhd. Sofyan, Laksamana Putra Siregar, serta Ahmad Fadli yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara.


Munculnya nama-nama tersebut dinilai tidak terlepas dari kebutuhan Pemko Medan terhadap figur birokrat senior yang mampu memperkuat koordinasi pemerintahan sekaligus mempercepat realisasi program pembangunan daerah.


Posisi Sekda sendiri dikenal sebagai jabatan strategis karena menjadi pusat koordinasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan. Karena itu, figur yang nantinya dipercaya menduduki jabatan tersebut diharapkan memiliki pengalaman birokrasi yang matang serta mampu menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam program kerja yang konkret.


"Wali Kota tentu membutuhkan sosok yang memahami birokrasi, punya pengalaman, dan mampu mengawal visi misi pembangunan agar berjalan maksimal," ujar salah seorang sumber di lingkungan Pemko Medan, belum lama ini.


Menurutnya, tantangan birokrasi Kota Medan saat ini semakin kompleks. Selain dituntut mempercepat pelayanan publik, Pemko Medan juga harus mampu menjaga stabilitas pemerintahan, meningkatkan kualitas pembangunan, serta memperkuat tata kelola administrasi yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Karena itu, sosok Sekda dinilai harus memiliki kemampuan komunikasi dan koordinasi yang baik agar seluruh OPD dapat bergerak selaras dengan arah kebijakan kepala daerah.


Dari sejumlah nama yang berkembang, masing-masing disebut memiliki pengalaman dan kapasitas birokrasi yang berbeda. Dr. Adlan misalnya dikenal memiliki kemampuan administratif dan pengalaman teknokratis yang cukup kuat.


Sementara Benny Iskandar disebut memiliki pengalaman panjang dalam tata kelola pemerintahan dan dikenal mampu membangun komunikasi internal birokrasi dengan baik.


Kemudian Benny Sinomba dinilai memahami dinamika reformasi birokrasi dan penguatan sistem pemerintahan daerah yang saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat.


Nama Mhd. Sofyan juga turut diperhitungkan karena dianggap memiliki pengalaman dalam menangani berbagai program strategis pemerintahan daerah.
Begitu pula dengan Laksamana Putra Siregar yang dinilai memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan birokrasi yang cukup baik dalam mendukung efektivitas pemerintahan.


Sedangkan Ahmad Fadli disebut memiliki nilai tambah karena pengalaman koordinasinya di tingkat provinsi dinilai dapat membantu memperkuat hubungan antara Pemko Medan dan Pemprov Sumut.


Meski berbagai nama mulai bermunculan, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Pemko Medan terkait tahapan maupun mekanisme pengisian jabatan Sekda definitif tersebut.
Namun demikian, dinamika yang berkembang menunjukkan posisi Sekda Kota Medan menjadi perhatian banyak pihak karena dinilai akan sangat menentukan arah dan efektivitas birokrasi Pemko Medan ke depan. (red/antogenk)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tantangan Edukasi BEI Sumut di Skala Kabupaten, Saat Saham Berbenturan dengan Tradisi dan Mindset Investasi
Pasar Modal Syariah Indonesia Cetak Rekor Pertumbuhan di 2025
Pasar Modal 2025 : Aktivitas Penerbitan Efek Meningkat, Kualitas Perusahaan Tercatat Semakin Solid
IHSG Anjlok Persen, Bursa Efek Indonesia Resmi Bekukan Sementara Perdagangan
Pasar Modal Syariah, Investasi Produktif, Bukan Ajang Spekulasi
Distribusi Data Akhir Sesi I BEI Dorong Likuiditas dan Efisiensi Perdagangan Pasar Modal
komentar
beritaTerbaru