sumut24.co -MEDAN,
Ketua BPD Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (
PHRI)
Sumut Melkhy Waas mengatakan "
Sumatera Connect 2026" mendorong sinergi antarprovinsi di
Sumatera demi kemajuan sektor pariwisata yang lebih terintegrasi.
Kegiatan sehari penuh yang diselenggarakan
PHRI Sumut bersama Bank Indonesia (B) di Hotel Aryaduta, Selasa 19 Mei
2026 ini diikuti pemda se
Sumatera, asosiasi ASITA, Astindo, ASPI, dan 10 pelaku industri pariwisata dari Aceh,
Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumsel, Lampung, juga maskapai penerbangan dan investor di Hotel Aryaduta, Selasa 19 Mei
2026.
Baca Juga:
"Sselama ini destinasi wisata biasanya digelar masing-masing provinsi, nah di
Sumatera Connect 2026 kemarin kita mencoba menjalin kolaborasi dengan seluruh provinsi di
Sumatera yang berjumlah 10 provinsi untuk melaksanakan paket perjalanan wisata overland (antar provinsi). Untuk itu kita mengundang seluruh Kepala Dinas
Pariwisata masing-masing provinsi, Kementerian
Pariwisata RI dan pihak terkait lain agar kita mendapatkan masukan-masukan pariwisata saat ini dan juga sebaai forecasting untuk 2027 dan 2028 karena dari Bank Indonesia sendiri akan me-launching Visit
Sumatera 2028," ungkap
Ketua BPD
PHRI Sumut Melkhy Waas didampingi Kabid Media & Komunikasi
PHRI Sumut, DIurnanta di Medan, Kamis petang (21/5/
2026).Menurut
Melkhy, ini yang perlu diantisipasi sekaligus melihat peluang-peluang pariwisata ke depannya. Untuk itu dibangunlah
Sumatera Connect.
" Ini langkah awal menuju Visit
Sumatera 2028. Kita ingin mengembalikan evnt-event besar seperti
Sumatera Internasional Travel Fair yang pernah diselenggarakan. Ini juga sebagai satu langkah awal dari
PHRI Sumatera Utara. Tentu saja kita sangat bersyukur bahwa kita dibantu dan ditopang rekan-rekan dari asosiasi pariwisata yang juga sama-sama bangkit untuk pariwisata di Pulau
Sumatera serta disupport Bank Indonesia," ujar pengusaha restoran dan kuliner ini.
Mewujudkan
Sumatera tujuan utama wisata
Di bagian lain keterangannya,
Melkhy Waas menegaskan usai event
Sumatera Connect 2026 diharapkan pariwisata di
Sumatera bukan lagi hanya sebagai transit destination (tujuan persinggahan) tetapi menjadi tujuan utama para wisatawan yang datang ke Indonesia. Lagipula, potensi wisatawan dari luar negeri ke Indonesia sangat besar. "Untuk itu kita mencoba menjahit dan merajut ini dari ujung
Sumatera bagian Utara hingga ke bagian Selatan untuk kebangkitan pariwisata di
Sumatera," pungkasnya.DI kesempatan yang sama, Kepala Bidang Media & Komunikasi
PHRI Sumut, Diurnanta, menerangkan kegiatan
Sumatera Connect 2026 sebagai rangkaian
Sumatera Investment Day
2026 mengangkat tema "From Provincial Destinations to One Island Journey".
Prosesi pembukaan ditandai penabuhan Taganing oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI)
Sumut Iman Gunandi, Ka. Dispar Provsu, Pejabat Kemenpar, tokoh pariwisata
Sumut Hendry Hutabarat, didampingi
Ketua PHRI Sumut Melkhy Waas. Usai upacara pembukaaan dilanjutan 3 sesi Panel dengan topik Tren
Pariwisata Global,Tren
Pariwisata Indonesia dan From Provincial Destinations to One Island Journey (Tantangan dan Potensi di
Sumatera) menghadirkan narasumber Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut
Pariwisata Trisakti (IP Trisakti) Agus Riyadi, S.ST.Par., M.Sc., Ph.D., CHIA., QCRO ,
Ketua Tim Pendampingan Pengembangan Produk
Pariwisata BPO & KEK Kementerian
Pariwisata Putra Anindita serta Ekonom Ahli BI
Sumut Darius Tirtosuharto, Ph.D.
Setelah itu dilanjutkan presentasi Destinasi Unggulan oleh setiap Dispar Provinsi se-
Sumatera, Diskusi Kelompok dan Penyusunan Paket Wisata Lintas Provinsi."Ada beberapa hasil rumusan, apa yang dihasilkan workshop hari ini akan diimplementasikan ke depan sampai terwujudnya kegiatan Visit
Sumatera 2028," imbuh
Melkhy Waas mengakhiri. (R02/rel)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News