sumut24.co -
Medan, Wali
KotaMedan, Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (
LP3KD)
KotaMedan di Ruang Khusus Wali
KotaMedan, Jalan Balai
KotaMedan, Jumat (22/5).
Baca Juga:
Dalam pertemuan tersebut, hadir Ketua
LP3KDKotaMedan Antonius Tumanggor bersama Sekretaris Pinta Omastri Pandiangan dan jajaran pengurus lainnya.
Audiensi dilakukan sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru
LP3KDKotaMedan yang Surat Keputusannya telah ditandatangani sejak 25 Oktober 2025.
Dalam suasana penuh keakraban, Antonius Tumanggor menyampaikan rencana pelantikan pengurus
LP3KDKotaMedan yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang. Selain itu, pihaknya juga tengah mempersiapkan kontingen
KotaMedan untuk menghadapi Pesparani tingkat Provinsi Sumatera Utara di Pematangsiantar serta Pesparani Nasional di Manado pada November 2026."Kami berharap pelantikan dapat segera dilaksanakan karena banyak program pembinaan yang ingin dijalankan. Mulai dari pembentukan paduan suara hingga tingkat kecamatan, sosialisasi ke paroki-paroki, sampai persiapan Pesparani
KotaMedan yang direncanakan berlangsung pada Agustus mendatang," ujar Antonius.
LP3KDKotaMedan juga berharap adanya dukungan hibah dari Pemerintah
KotaMedan guna menunjang program pembinaan dan kegiatan keagamaan Katolik di
KotaMedan.Menanggapi hal tersebut, Rico Waas menyambut baik kehadiran serta berbagai program yang dipaparkan pengurus
LP3KDKotaMedan. Menurutnya, kegiatan pembinaan seni paduan suara keagamaan sangat positif karena mampu menjadi wadah pengembangan kreativitas sekaligus mempererat persaudaraan antarumat beragama.
"Pelantikan kapan saja bisa dilaksanakan, kalau bisa di bulan Juli. Kami tentu ingin kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar," kata Rico Waas didampingi Kadis Damkarmat Wandro Malau, Plt BKAD Suluh, serta Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prayogi.Rico Waas juga berharap Pesparani dapat menjadi agenda tahunan bergengsi di
KotaMedan, layaknya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Bahkan, menurutnya kegiatan tersebut dapat dipadukan dengan Pesparawi sebagai bentuk penguatan toleransi dan harmonisasi antarumat beragama di
KotaMedan.
"Perlombaan paduan suara ini bisa menjadi ajang bergengsi
KotaMedan seperti MTQ. Potensi paduan suara di
KotaMedan sangat besar dan tidak kalah dengan daerah lain," ujarnya.Terkait usulan hibah, Rico Waas menyebut Pemerintah
KotaMedan akan mempelajarinya lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia pun menegaskan, kegiatan seperti Pesparani dan Pesparawi sejalan dengan semangat "
Medan untuk Semua" yang terus digaungkan Pemerintah
KotaMedan.
"Bisa dibuat menjadi agenda rutin tahunan, bahkan digelar bersamaan antara Pesparani dan Pesparawi. Pemko
Medan sangat mendukung kegiatan seperti ini mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota. Ini menunjukkan bahwa
KotaMedan terbuka untuk semua," pungkasnya.(R02)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News