Bobby Nasution : Korban Keracunan MBG Karo Tembus 353, SPPG Besar Disuspend BGN
Bobby Nasution Korban Keracunan MBG Karo Tembus 353, SPPG Besar Disuspend BGN
kota
Baca Juga:
- Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky Cek Dapur SPPG, Pastikan Makanan Aman dan Higienis
- Saat Ribuan Warga Sulit Mencari Kerja, Kepala SPPG MBG Saentis Diduga Rangkap Jabatan, Publik Minta Klarifikasi BGN
- Transformasi Mutu Layanan: Pasatama Institute Dorong Peningkatan Kapasitas SDM dan Infrastruktur SPPG Berstandar Internasional
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution angkat bicara merespons insiden tersebut usai mendengarkan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan di Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (14/8).
Bobby mengakui kejadian ini sebagai insiden fatal yang berdampak luas terhadap anak-anak. "Kejadian fatal yang terdampak kepada anak-anak kita ada 260 lebih, sekarang total ada 353," ujar Bobby.
Ia menjelaskan, sebagian reaksi keracunan muncul langsung saat jam belajar, namun sebagian lainnya baru terdeteksi hingga malam hari sehingga jumlah korban terus bertambah.
"Yang fatal sampai harus dirujuk ke Kota Medan ada satu. Kemarin ada yang sempat masuk ICU, namun hari ini sudah mulai membaik," kata Bobby.
Bobby mengapresiasi langkah tegas Badan Gizi Nasional (BGN) yang langsung menjatuhkan sanksi kepada penyelenggara dapur MBG terkait.
"Kepala BGN sudah sangat tegas memberikan sanksi. Setahu saya hari ini dari BGN sudah memberikan surat pemberhentian sementara," ungkap Bobby.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi sumber dugaan keracunan disebut merupakan salah satu SPPG besar dengan lebih dari 2.900 penerima manfaat. Sampel makanan yang dikonsumsi korban telah dibawa ke laboratorium milik pemerintah provinsi untuk diteliti lebih lanjut.
"Makanan yang kemarin dikonsumsi sudah dibawa ke lab provinsi untuk diteliti apa persoalannya," katanya.
Ditanya soal hasil pemeriksaan laboratorium, Bobby menegaskan hasilnya belum keluar. Ia menyebut proses penelaahan membutuhkan waktu bervariasi, mulai satu hari hingga paling lama dua hari.
"Nanti dilihat dulu, jangan diduga-duga. Itu harus dipastikan dulu dari sumbernya dari mana," tegas Bobby.
Ia juga mengungkapkan SPPG tersebut memiliki dua kali waktu memasak dalam sehari. Menurut laporan yang diterimanya, sesi memasak untuk kebutuhan ibu hamil pada jam tertentu dilaporkan tidak bermasalah, sementara dugaan sumber keracunan mengarah ke sesi memasak lainnya. Meski demikian, Bobby menekankan kepastian sumber persoalan baru bisa ditentukan usai hasil lab keluar.
Menjawab pertanyaan wartawan soal pengawasan ke depan terhadap seluruh SPPG di Sumatera Utara pascakejadian ini, Bobby menyatakan pihaknya berharap insiden serupa tidak terulang.
"Makanya tadi kita harapkan tidak terjadi lagi. Ini menjadi pembelajaran," ujarnya.
Ia menegaskan status suspend terhadap SPPG terkait sudah berjalan, dan ke depan Pemprov Sumut akan terus berkoordinasi dengan BGN untuk memperketat pengawasan.
"Ini kan sudah di-suspend, nanti bagaimana ke depannya akhirnya terus berkolaborasi dengan BGN," pungkas Bobby.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Bobby Nasution Korban Keracunan MBG Karo Tembus 353, SPPG Besar Disuspend BGN
kota
Selangkah Lagi ke Istana, Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar Sidiq Masuk Kandidat Komandan Upacara HUT RI ke81
kota
Dari Lapas kelas 1 Medan untuk Indonesia Pramuka gudep 14.1387 Tegaskan dukungan terhadap Agenda Swasembada Pangan dan Indonesia Emas 2045
kota
Jum&rsquoat Berkah Konco Ngopi Dari Masjid Al Ma&rsquosum Tebar Kepedulian,Konco Ngopi Jum&rsquoat Berkah Bukan Sekadar Berbagi, Tapi Membangun Kebersama
kota
Lensa Energi di Kabupaten Langkat Membuka Cakrawala Lewat Kacamata
kota
Bupati Simalungun Bersama Forkopimda Hadiri Peresmian Jembatan Garuda dan Air Bersih oleh Presiden RI
kota
Maksimalkan Persiapan HUT RI ke81, Pemkab Simalungun Gelar Rakor di Dolok Batu Nanggar
kota
Makna Berbagi Berkah di Hari Jum&rsquoat
kota
sumut24.co MedanKetika penyakit sudah masuk ke dalam kategori serius dan kompleks, pertanyaan di benak pasien maupun keluarga biasanya tid
Profil
Investigasi SEMATA Hulu Sungai Sumut Terancam, Sawit dan Galian C Diduga Tekan Sumber Air
kota