Siap Ruang, Si Petarung dan BPHTB Perkuat Layanan Digital Deli Serdang
Siap Ruang, Si Petarung dan BPHTB Perkuat Layanan Digital Deli Serdang
News
Baca Juga:
- Rakor SPPG Se-Sumut Memanas, Ombudsman: SPPG Tak Punya SLHS, IPAL dan Sebabkan Keracunan Harus Ditutup
- BARAPAKSI Soroti Kelayakan SPPG di Medan: Diduga 80 Persen Tak Penuhi Syarat Pengelolaan Limbah
- Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky Cek Dapur SPPG, Pastikan Makanan Aman dan Higienis
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution angkat bicara merespons insiden tersebut usai mendengarkan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan di Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (14/8).
Bobby mengakui kejadian ini sebagai insiden fatal yang berdampak luas terhadap anak-anak. "Kejadian fatal yang terdampak kepada anak-anak kita ada 260 lebih, sekarang total ada 353," ujar Bobby.
Ia menjelaskan, sebagian reaksi keracunan muncul langsung saat jam belajar, namun sebagian lainnya baru terdeteksi hingga malam hari sehingga jumlah korban terus bertambah.
"Yang fatal sampai harus dirujuk ke Kota Medan ada satu. Kemarin ada yang sempat masuk ICU, namun hari ini sudah mulai membaik," kata Bobby.
Bobby mengapresiasi langkah tegas Badan Gizi Nasional (BGN) yang langsung menjatuhkan sanksi kepada penyelenggara dapur MBG terkait.
"Kepala BGN sudah sangat tegas memberikan sanksi. Setahu saya hari ini dari BGN sudah memberikan surat pemberhentian sementara," ungkap Bobby.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi sumber dugaan keracunan disebut merupakan salah satu SPPG besar dengan lebih dari 2.900 penerima manfaat. Sampel makanan yang dikonsumsi korban telah dibawa ke laboratorium milik pemerintah provinsi untuk diteliti lebih lanjut.
"Makanan yang kemarin dikonsumsi sudah dibawa ke lab provinsi untuk diteliti apa persoalannya," katanya.
Ditanya soal hasil pemeriksaan laboratorium, Bobby menegaskan hasilnya belum keluar. Ia menyebut proses penelaahan membutuhkan waktu bervariasi, mulai satu hari hingga paling lama dua hari.
"Nanti dilihat dulu, jangan diduga-duga. Itu harus dipastikan dulu dari sumbernya dari mana," tegas Bobby.
Ia juga mengungkapkan SPPG tersebut memiliki dua kali waktu memasak dalam sehari. Menurut laporan yang diterimanya, sesi memasak untuk kebutuhan ibu hamil pada jam tertentu dilaporkan tidak bermasalah, sementara dugaan sumber keracunan mengarah ke sesi memasak lainnya. Meski demikian, Bobby menekankan kepastian sumber persoalan baru bisa ditentukan usai hasil lab keluar.
Menjawab pertanyaan wartawan soal pengawasan ke depan terhadap seluruh SPPG di Sumatera Utara pascakejadian ini, Bobby menyatakan pihaknya berharap insiden serupa tidak terulang.
"Makanya tadi kita harapkan tidak terjadi lagi. Ini menjadi pembelajaran," ujarnya.
Ia menegaskan status suspend terhadap SPPG terkait sudah berjalan, dan ke depan Pemprov Sumut akan terus berkoordinasi dengan BGN untuk memperketat pengawasan.
"Ini kan sudah di-suspend, nanti bagaimana ke depannya akhirnya terus berkolaborasi dengan BGN," pungkas Bobby.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Siap Ruang, Si Petarung dan BPHTB Perkuat Layanan Digital Deli Serdang
News
Pemkab Deli Serdang Konsultasikan Perubahan KUAPPAS 2026 ke Kemendagri
News
Sumut Deklarasikan Bebas Rabies 2030, Pemprov Pastikan Ketersediaan Vaksin
News
Gubernur Bobby Nasution Siapkan Dua Hadiah untuk UMSU, Beasiswa hingga Dukungan Pembangunan Kampus
News
Terlelap di Dalam L300, Pria Diduga Pelaku Pencurian Sawit PT Barapala Diciduk Polres Padang Lawas
News
Rumah Dibobol, Motor hingga Jam Tangan Raib, Resmob Polres Padangsidimpuan Ungkap Kasus Curat
News
Usai Wapres Gibran Datang, Wabup Candra Bergerak R3P Solok Dikebut untuk Percepat Pembangunan Pascabencana
News
MEDAN S24 Dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Medan yang diberangkatka
News
Medan sumut24.co Kodam I/Bukit Barisan menggelar Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) tingkat pelajar dan mahasiswa dalam rangka memperin
News
Ketua Dewan Dekranasda menghadiri Pameran Kerajinan Nusantara bertajuk Kriyanusa Tahun 2026. Kegiatan dengan tema &ldquoCipta Kriya Berkelanjutan
News