Rabu, 23 September 2026

Pusat MRO Turbin Dibangun di Cilegon, Bidik Pasar Nasional dan ASEAN

Administrator - Rabu, 23 September 2026 20:55 WIB
Pusat MRO Turbin Dibangun di Cilegon, Bidik Pasar Nasional dan ASEAN
Ist
Jakarta | Sumut24.co

Baca Juga:
PT PLN Indonesia Power Services, PT Barata Indonesia (Persero), dan Technofit Sdn Bhd Malaysia sepakat mengembangkan pusat perawatan turbin atau Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di Cilegon, Banten.


Kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Direktur PT Barata Indonesia (Persero) Hertyoso Nursasongko, Group Managing Director Technofit Sdn Bhd Datuk Mohd Izuddin bin Mohd Ilias, serta Direktur Utama PT PLN Indonesia Power Services.


Penandatanganan MoU disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Direktur Utama PT PLN. Kegiatan berlangsung dalam rangkaian Enlit Asia & Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Banten, 22–24 September 2026.


Gagasan pengembangan pusat MRO tersebut diprakarsai Marlis Pohan, pemrakarsa independen di bidang model bisnis. Dari gagasan itu, para pihak dipertemukan dengan memanfaatkan aset Pabrik Komponen Turbin (PKT) Cilegon milik Barata Indonesia yang merupakan fasilitas eks Siemens.


Pengembangan fasilitas ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan turbin global. Salah satu pemicunya adalah melonjaknya kebutuhan listrik dari pusat data untuk pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).


Di saat kebutuhan turbin baru meningkat, turbin yang sudah beroperasi tetap membutuhkan perawatan. Kondisi ini membuka peluang pengembangan bisnis MRO, terutama karena kapasitas produsen turbin global saat ini banyak terserap untuk memenuhi permintaan unit baru.


Pembangunan pembangkit baru bahkan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Waktu tunggu dapat mencapai sekitar lima tahun, sementara sejumlah produsen menyebut waktu tunggu hingga tujuh sampai delapan tahun.


Selama ini, pemain besar industri turbin antara lain GE, Siemens dan Mitsubishi. Meningkatnya permintaan turbin baru, khususnya untuk pasar Amerika, membuat kapasitas produsen terserap untuk memenuhi kebutuhan tersebut.


Sementara itu, kebutuhan perawatan armada turbin lama tidak ikut hilang. Kebutuhan tersebut justru terus bertambah seiring bertambahnya usia pembangkit yang beroperasi.


Punya Fasilitas Berat


PKT Cilegon dinilai memiliki fasilitas yang mendukung pengembangan pusat MRO turbin berskala nasional dan regional.
Fasilitas tersebut antara lain memiliki mesin bubut vertikal dengan kapasitas hingga 7,6 meter, bor horizontal hingga 14,5 meter, fasilitas perlakuan panas hingga 800 derajat Celsius, serta fasilitas pengujian tak-rusak atau non-destructive testing (NDT).


Selain kemampuan perawatan, PKT memiliki latar belakang sebagai pabrik komponen. Artinya, fasilitas tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk memperbaiki komponen turbin, tetapi juga membuat komponen.


Status PKT sebagai kawasan berikat juga menjadi salah satu faktor pendukung. Fasilitas tersebut dinilai sesuai untuk dikembangkan sebagai basis ekspor jasa MRO.


Di kawasan ASEAN sendiri telah terdapat sejumlah fasilitas perawatan turbin. Namun, fasilitas berkapasitas besar umumnya dimiliki produsen turbin seperti GE dan Mitsubishi. Di sisi lain, terdapat pula pemain independen seperti Sulzer.
Pusat MRO Cilegon diarahkan untuk mengisi peluang sebagai fasilitas independen yang mampu menangani komponen berukuran besar sekaligus melayani kebutuhan pasar ekspor.


Tiga Pihak Berbagi Peran


Dalam kerja sama ini, PLN Indonesia Power Services akan membuka akses pasar, baik di lingkungan Grup PLN maupun di luar PLN.
Barata Indonesia menyediakan fasilitas PKT Cilegon sekaligus mendorong peningkatan kandungan dalam negeri.
Sementara Technofit Sdn Bhd dari Malaysia berperan sebagai mitra teknologi dan ikut mendukung pendanaan.


Untuk memperluas kemampuan layanan, Technofit juga akan menggandeng mitra yang memiliki keahlian khusus turbin gas. Dengan demikian, pusat MRO Cilegon nantinya ditargetkan dapat menangani turbin uap dan turbin gas dalam satu fasilitas.


Sementara Marlis Pohan berperan sebagai pemrakarsa yang menyusun model bisnis dan mempertemukan para pihak. Ia tidak berada dalam posisi sebagai operator fasilitas.


Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan


Pusat MRO turbin Cilegon ditargetkan mulai beroperasi paling lambat tahun depan. Sasaran pasarnya mencakup kebutuhan dalam negeri sekaligus pasar luar negeri, terutama kawasan ASEAN.


Pada tahun pertama, nilai order diperkirakan berada pada kisaran US$20 juta hingga US$55 juta, atau sekitar Rp320 miliar sampai Rp880 miliar.
Nilai tersebut masih merupakan estimasi awal dan akan disesuaikan dengan data serta kondisi di lapangan.


Potensi nilai bisnis juga diperkirakan meningkat setelah fasilitas semakin matang dan layanan turbin gas mulai berjalan.


Pengembangan pusat MRO ini diharapkan memberikan manfaat bagi industri nasional. Pekerjaan overhaul turbin yang selama ini dilakukan di luar negeri dapat dikerjakan di dalam negeri sehingga devisa dapat dipertahankan di Indonesia.


Selain itu, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan teknisi lokal melalui transfer pengetahuan dan teknologi, menghidupkan kembali pelatihan tenaga las, serta memperkuat rantai pasok industri di Cilegon dan Banten.
Pengembangan pusat MRO ini juga memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia sehingga tidak harus membangun pabrik baru dari awal.


Perangkat dan teknologi akan didukung oleh para mitra, sementara pemrakarsa berperan menyusun skema kerja sama serta mempertemukan pihak yang memiliki aset, pasar, teknologi dan kemampuan pendanaan.


Setelah fasilitas beroperasi, kegiatan bisnis dan operasional akan dijalankan oleh masing-masing pihak sesuai dengan peran dalam kerja sama tersebut. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
GREAT Institute: ASEAN Perlu Rangkul Korea Utara untuk Dorong Pembangunan dan Ciptakan Stabilitas Kawasan
PLN Dorong Interkoneksi ASEAN Power Grid Untuk Akselerasi Transisi Energi Bersih
Pekerjaan Drainase Tak Siap Tepat Waktu, Kadis Janso : CV Asean Group Kena Denda
komentar
beritaTerbaru