Tim Cara’de BEM KMF TP UH Dorong Masyarakat Desa Tinggimae Optimalkan Media Sosial untuk Promosi Produk
Tim Cara&rsquode BEM KMF TP UH Dorong Masyarakat Desa Tinggimae Optimalkan Media Sosial untuk Promosi Produk
kota
Baca Juga:
Medan – AMMI (Advokat Muda Muslim Indonesia) menegaskan melalui siaran pers dari Jakarta bahwa amar putusan kasasi yang menilai dr. Aris Yudhariansyah, MM., Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, bersalah secara "bersama-sama melakukan korupsi" dalam proyek pengadaan APD COVID-19 di Provinsi Sumatera Utara tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan, apalagi di tengah situasi pandemi yang darurat dan penuh tekanan. Dr. Aris, yang menjadi juru bicara resmi penanganan COVID-19 di provinsi itu, juga ditunjuk sebagai PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), setelah PPTK sebelumnya mendadak mengundurkan diri pada saat kegiatan akan dilaksanakan. Penunjukan dr. Aris dilakukan karena keterbatasan personil dan urgensi situasi, sehingga beliau mengambil tanggung jawab ganda untuk memastikan proyek vital tetap berjalan dan masyarakat terlindungi.
Menurut Ali Yusuf, pendiri AMMI, amar putusan kasasi yang menuduh dr. Aris 'bersama-sama melakukan korupsi' mengabaikan fakta nyata dan konteks darurat. "Dr. Aris bertindak untuk kepentingan publik, bukan untuk keuntungan pribadi. Beliau melaksanakan tanggung jawab saat PPTK sebelumnya mengundurkan diri, dan memastikan penanganan COVID-19 berjalan lancar. Jika memori PK diperiksa objektif dan berdasarkan fakta - fakta baru yang diajukan, saya yakin Majelis Hakim Agung akan mengabulkan PK dan dr. Aris akan segera dibebaskan," ujar Ali Yusuf.
Peninjauan Kembali (PK) telah diajukan oleh dr. Aris melalui kuasa hukumnya, Prof. Dr. Yuspar, SH., M.Hum dan Dr. Fitrah Suriadi,SH.,M.H. dengan tujuan meminta Majelis Hakim Agung meninjau ulang putusan kasasi. PK menekankan tanggung jawab ganda, niat baik, dan kepentingan publik, serta diharapkan dikabulkan sehingga putusan hukum mencerminkan keadilan substantif bagi pejabat publik yang bekerja di garis depan dalam kondisi darurat.
AMMI menekankan bahwa kasus ini bukan sekadar persoalan hukum individu, tetapi juga menjadi sorotan publik tentang bagaimana pejuang COVID-19 diperlakukan dalam sistem hukum. Banyak keputusan harus diambil dengan cepat, risiko besar, dan dalam keterbatasan sumber daya. Dr. Aris menunjukkan kepemimpinan, keberanian, dan dedikasi tinggi, bangsa dan negara membutuhkan sosok seperti dia untuk menjaga keselamatan masyarakat, terutama dalam situasi darurat kesehatan nasional.
Siaran pers AMMI sekaligus menjadi pengingat publik dan pengambil kebijakan bahwa penilaian terhadap pejabat publik harus memperhitungkan konteks darurat, tanggung jawab ganda, dan kontribusi nyata, bukan sekadar formalitas hukum. Dengan PK ini, diharapkan keadilan bagi dr. Aris ditegakkan, sekaligus memberikan pesan bahwa negara menghargai para pejuang pandemi yang bekerja demi kepentingan rakyat.red
Tim Cara&rsquode BEM KMF TP UH Dorong Masyarakat Desa Tinggimae Optimalkan Media Sosial untuk Promosi Produk
kota
KETUM PNPI SYAMSUL RIZAL BERIKAN APRESIASI TINGGI KEPADA MENKO POLKAM DJAMARI CHANIAGO
kota
GANNAS Jabar Apresiasi Razia Narkoba di THM Bandung, Serukan Perlawanan Bersama
News
sumut24.co Medan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia Medan terus meningkatkan pelayanan sebagai wujud nyata ditengah masyarakat yang keter
kota
Dana RDN Rp2,58 Miliar Dipersoalkan, Paramitra Alfa Sekuritas Gugat BCA ke PN Jakarta Pusat
kota
Simpan Shabu di Kantong Celana, 2 Warga Sergai Ditangkap Sat Narkoba Polresta Deli Serdang
kota
MEDAN SUMUT24.CO Perjalanan kepemimpinan duet Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap telah
News
Musa Rajekshah&ndashHervian Soejono Juara APRC 2026 di Tobasari, Bupati Simalungun Apresiasi Semua Pihak
kota
Rico Waas Lantik Erfin Fachrur Razi Jadi Pj Sekda Medan, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
News
Bupati Tinjau Pasar Rakyat Tanjung Morawa, Kaji Penataan Pedagang di Jalan Perintis
kota