Ribuan Umat Katolik Paroki St.Padre Pio Hadiri Pesta Sinodal Paroki Santo Padre Pio Helvetia 2026
sumut24.co MEDAN, Ribuan umat katolik menghadiri Pesta Sinodal Paroki Santo Padre Pio Medan Helvetia di Lapangan Biara Kapusin Emmaus Jalan
kota
Baca Juga:
- Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, Wabup Achmad Fauzan: Right Priority, Right Budget, Right Impact Harus Jadi Pegangan
- Wabup Atika Resmikan Kantor Cabang Mizan Haromaen, Travel Umrah di Madina Diminta Pastikan Legalitas
- Korban Kebakaran Panyabungan Julu Segera Dapat Bantuan, Wabup Atika Minta Data Rampung 1 Hari
Madina | Sumut24.co
Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution membuka Pekan Olahraga dan Seni Antardiniyah (Porsadin) VII Kabupaten Madina di Pondok Pesantren Al Munawwaroh, Desa Manambin, Kecamatan Kotanopan, Sabtu (26/9/2026).
Porsadin VII Madina tahun 2026 mengangkat tema "Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti Menuju Diniyah yang Berprestasi." Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 430 peserta yang berasal dari 14 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal.
Pembukaan Porsadin menjadi momentum untuk memperkuat peran pendidikan madrasah diniyah dalam membentuk karakter generasi muda di Kabupaten Madina. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan di bidang keagamaan, seni, sekaligus membangun kepercayaan diri.
Dalam sambutannya, Wabup Atika menegaskan bahwa madrasah diniyah memiliki posisi penting dalam mendukung pendidikan anak-anak di Madina. Pendidikan diniyah dinilai tidak hanya memberikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membantu membentuk akhlak dan karakter sejak usia dini.
"Melalui madrasah, anak-anak dibekali ilmu pengetahuan dan akhlakul karimah sejak dini," ujar Atika.
Menurut Atika, pelaksanaan Porsadin tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki para santri.
Ia menyebut Porsadin menjadi wadah untuk mempertemukan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, serta kemampuan jasmani peserta dalam sebuah kegiatan yang positif.
"Porsadin ini bukan sekadar ajang perlombaan biasa. Ini adalah wadah strategis untuk menyinergikan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, serta kesehatan jasmani para santri," katanya.
Atika berharap ajang Porsadin VII Madina dapat membantu menemukan santri-santri potensial yang nantinya mampu membawa nama baik daerah dalam kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Menurutnya, para peserta yang tampil dalam Porsadin telah membawa nama kecamatan maupun madrasah masing-masing. Karena itu, keberanian untuk tampil dan berkompetisi juga patut diapresiasi.
"Anak-anakku, peserta Porsadin yang saya cintai dan saya banggakan, kalian semua adalah pemenang karena telah berani tampil dan mewakili kecamatan atau madrasah kalian masing-masing," ucapnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan sportivitas, kejujuran, kedisiplinan dan rasa percaya diri sebagai bagian penting selama mengikuti perlombaan.
"Juara sejati adalah mereka yang mampu meraih prestasi dengan kejujuran dan menghormati sesama lawan," pesan Atika.
Selain memberikan motivasi kepada peserta, Wabup Madina tersebut turut menyampaikan penghargaan kepada para ustaz dan ustazah yang selama ini berperan dalam pendidikan madrasah diniyah.
Ia menilai dedikasi para tenaga pendidik MDTA memiliki kontribusi penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
"Terima kasih atas keikhlasan, dedikasi, dan kerja keras para ustaz dan ustazah dalam mendidik anak-anak, menjadi benteng moral generasi muda, serta turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa di Madina," tutur Atika.
Sementara itu, Ketua Panitia Porsadin VII Madina, Ali Mulki, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Porsadin 2026 berlangsung selama dua hari dan dipusatkan di Desa Manambin, Kecamatan Kotanopan.
Sebanyak 14 cabang perlombaan dipertandingkan dalam kegiatan tersebut. Cabang yang dilombakan antara lain tahfiz Juz 30 Al-Qur'an, Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), kaligrafi, selawat, puisi dan azan.
Dengan jumlah peserta mencapai 430 orang dari 14 kecamatan, Porsadin VII Madina diharapkan menjadi ruang pembinaan sekaligus kompetisi yang mendorong para santri untuk terus mengembangkan kemampuan mereka.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan peran madrasah diniyah dalam memberikan ruang pendidikan keagamaan, pembentukan karakter dan pengembangan potensi generasi muda di Kabupaten Mandailing Natal.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
sumut24.co MEDAN, Ribuan umat katolik menghadiri Pesta Sinodal Paroki Santo Padre Pio Medan Helvetia di Lapangan Biara Kapusin Emmaus Jalan
kota
430 Santri Meriahkan Porsadin VII Madina, Wabup Atika Tekankan Sportivitas dan Akhlak
News
Polres Tapsel Kawal Sosialisasi Bahaya PETI di Angkola Selatan, Imbauan Dipasang di 3 Desa
News
Polri Jembatan Penghubung Antarwilayah di Tapsel Rampung, Polsek Batangtoru Buktikan Kepedulian ke Warga
News
Bukan Cuma Padangsidimpuan, Peserta dari Sumut hingga Aceh Ikut RAP Marlojong Fun Run Bhayangkara 2026
News
Ribuan Pelari Kepung Alaman Bolak! Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Desky Buka RAP Marlojong Fun Run Bhayangkara 2026
News
Empat SPBU di Padang Lawas Diperiksa, Polisi Pastikan Nozzle BBM Tak Dimanipulasi
News
Bawa 26 Ball Ganja, SSS Diciduk Polres Padangsidimpuan di Pijorkoling
Hukum
MTS Al Manar Gelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM, Layaknya Seperti Pemilu, Reyval dan Nazwa Unggul
News
MEDAN Kota Medan dan sejumlah wilayah di sekitarnya diprediksi diramaikan berbagai aktivitas masyarakat pada Senin (28/9/2026). Mulai da
Info