Gerebek Markas Narkoba Mencirim Kampung, Bandar Disergap dan Pistol Hingga Sejumlah Sajam Disita
Medan sumut24.co Tim Gabungan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan BNNP Sumut Ditresnarkoba Polda Sumut dan Satpol PP, Jumat (16/1
Hukum
Baca Juga:
Madina | Sumut24.co
Sebuah momen langka penuh keakraban terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Sabtu, 18 Oktober 2025.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, yang tengah berkunjung, berbagi panggung dengan Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, dalam sebuah pertunjukan budaya yang memukau.
Keduanya menunjukkan kebolehan mereka menabuh Gordang Sambilan, alat musik tradisional sakral kebanggaan masyarakat Mandailing.
Peristiwa yang jarang tersaji ini berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Desa Parbangunan, Panyabungan, sebagai bagian dari acara penyambutan hangat bagi Menteri Pigai dan rombongan di daerah yang dijuluki "Bumi Gordang Sambilan" ini.
Bupati Saipullah Nasution menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan Menteri Natalius Pigai. Menurutnya, ini adalah sebuah kehormatan luar biasa yang membawa harapan besar bagi Madina.
"Ini adalah suatu kehormatan yang luar biasa. Kami sangat senang dan tentu kami, besar harapan, dapat melaksanakan hal-hal yang bisa kami dukung dalam rangka menyukseskan tugas pokok dan fungsi yang Bapak laksanakan," ujar Bupati Saipullah.
Dalam sambutannya, Bupati Saipullah tidak hanya memaparkan kondisi geografis, potensi ekonomi, dan sosial masyarakat Madina, tetapi juga menekankan peranan sentral adat dalam proses pembangunan daerah.
Beliau memperkenalkan filosofi hidup masyarakat Madina yang mengedepankan kekerabatan, yaitu Dalihan na Tolu.
Menurut Bupati, pengakuan terhadap Hak Asasi Manusia telah lama tertanam dalam jiwa masyarakat Madina, yang sangat lekat dengan nilai-nilai agama dan budaya sejak usia dini.
"Sehingga perhatian atau gagasan maupun fokus kami terhadap Hak Asasi Manusia, insyaallah, akan sejalan dengan tugas yang Bapak pandu," pungkasnya, menegaskan komitmen daerahnya terhadap nilai-nilai HAM yang terintegrasi dengan kearifan lokal.
Menteri Natalius Pigai merespons dengan antusias. Ia mengungkapkan bahwa Madina bukanlah daerah asing baginya.
Jauh sebelum menjabat menteri, ia sering melintasi Madina dalam perjalanan dinasnya.
Bahkan, ia sempat berbagi kisah unik tentang pengalamannya bersembunyi di kawasan Tanah Batak, tepatnya di Pahae Julu, sekitar tahun 1999 saat masih menjadi aktivis dan tengah dicari oleh pihak pemerintah.
Menteri Pigai kemudian menyambungkan isu HAM dengan filosofi hidup masyarakat Mandailing.
Ia menjelaskan bahwa hak-hak dasar manusia telah termaktub dalam pedoman hidup yang dikenal sebagai Poda na Lima. Khususnya, ia menyoroti poin pertama dari Poda na Lima, yaitu "Paias Rohamu" yang berarti membersihkan hati atau jiwa.
"HAM itu dimulai dari kebersihan hati. 'Paias rohamu.' Itu, kan, di Poda na Lima," tanya Menteri Pigai, yang disambut tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.
Menteri Natalius Pigai juga menyatakan kesepakatannya dengan Bupati Saipullah mengenai pentingnya Dalihan na Tolu. Ia melihat filosofi ini sebagai "pohon kehidupan" yang menjadi akar kuat bagi kehidupan bermasyarakat di Bumi Gordang Sambilan.
"Dalihan na Tolu itu artinya pohon kehidupan. Ada akarnya, ada batangnya, dan ada rantingnya, dan ada daunnya," jelasnya, menganalogikan bagaimana sistem kekerabatan ini menjadi fondasi yang menopang tatanan sosial.
Dalam kesempatan itu, Menteri Natalius Pigai juga memberikan kabar baik. Ia menyampaikan bahwa Kementerian HAM memiliki alokasi anggaran yang dapat diakses oleh masyarakat.
Anggaran ini difokuskan untuk program pelatihan dan pendidikan yang ditujukan bagi komunitas-komunitas yang aktif bergerak di bidang advokasi dan perlindungan hak-hak dasar manusia.
Acara penyambutan ini ditutup dengan pertukaran kenang-kenangan. Pemerintah Kabupaten Madina menyerahkan cendera mata kepada Kementerian HAM, dan sebaliknya, Pemkab Madina menerima piagam penghargaan.
Sejumlah tokoh penting turut hadir menyaksikan perpaduan antara budaya dan isu HAM ini, termasuk Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, unsur Forkopimda seperti Dandim 0212 Tapanuli Selatan dan Kapolres Madina, Ketua TP PKK Madina, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Kunjungan ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia, yang berpadu harmonis dengan kekayaan adat Mandailing.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Medan sumut24.co Tim Gabungan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan BNNP Sumut Ditresnarkoba Polda Sumut dan Satpol PP, Jumat (16/1
Hukum
Tim Kuasa Hukum PT Tun Sewindu Bantah Jokowi Laporkan Kepala Satpol PP Deli Serdang ke Polda Sumut
News
Kunjungi Labusel, Bobby Nasution Bantu Pembangunan Rumah Tahfiz dan Percepat Program Bedah Rumah
News
Kejagung Jemput Paksa Direktur PT TPL, Dugaan Korupsi Transfer Pricing Rugikan Negara Rp2 Triliun
News
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah melatih 1.041 penyandang disabilitas selama Januari hingga Oktober 2026. Sebagian be
News
sumut24.co MedanPekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Medan mendapat perhatian serius dari
Umum
sumut24.co JakartaPT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan tindakan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada sistem perdagangan
Ekbis
Bupati Klaten Hamenang Ditahan KPK, Uang Rp1,9 Miliar Disita
News
sumut24.co MedanDinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumatera Utara (Sumut) memastikan tidak ada lagi titik api (hotspot) kebakaran
Umum
Kabar Gembira bagi Warga Pesisir Labuhanbatu, Bobby Nasution Targetkan Pengaspalan 16 Km Jalan pada 2027
News