Sumut Gelap, Harta Dirut PLN Rp110 Miliar Jadi Sorotan Publik
MEDAN Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi hingga Aceh membuat publik m
News
Baca Juga:
- Bupati Saipullah Nasution Sentil Pengelolaan SDA Madina, Ajak Santri Kuasai Ilmu dan Selamatkan Kekayaan Alam
- Bupati Madina Lantik 166 Pejabat, Saipullah Nasution: Jabatan Bukan Hadiah, Tapi Amanah untuk Rakyat
- Muhammad Furqan Alfaruqiy, USU Dorong Penguatan Narasi Besar Indonesia Untuk Menyiapkan SDM Masa Depan Bangsa
Madina | Sumut24.co
Sebuah momen langka penuh keakraban terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Sabtu, 18 Oktober 2025.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, yang tengah berkunjung, berbagi panggung dengan Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, dalam sebuah pertunjukan budaya yang memukau.
Keduanya menunjukkan kebolehan mereka menabuh Gordang Sambilan, alat musik tradisional sakral kebanggaan masyarakat Mandailing.
Peristiwa yang jarang tersaji ini berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Desa Parbangunan, Panyabungan, sebagai bagian dari acara penyambutan hangat bagi Menteri Pigai dan rombongan di daerah yang dijuluki "Bumi Gordang Sambilan" ini.
Bupati Saipullah Nasution menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan Menteri Natalius Pigai. Menurutnya, ini adalah sebuah kehormatan luar biasa yang membawa harapan besar bagi Madina.
"Ini adalah suatu kehormatan yang luar biasa. Kami sangat senang dan tentu kami, besar harapan, dapat melaksanakan hal-hal yang bisa kami dukung dalam rangka menyukseskan tugas pokok dan fungsi yang Bapak laksanakan," ujar Bupati Saipullah.
Dalam sambutannya, Bupati Saipullah tidak hanya memaparkan kondisi geografis, potensi ekonomi, dan sosial masyarakat Madina, tetapi juga menekankan peranan sentral adat dalam proses pembangunan daerah.
Beliau memperkenalkan filosofi hidup masyarakat Madina yang mengedepankan kekerabatan, yaitu Dalihan na Tolu.
Menurut Bupati, pengakuan terhadap Hak Asasi Manusia telah lama tertanam dalam jiwa masyarakat Madina, yang sangat lekat dengan nilai-nilai agama dan budaya sejak usia dini.
"Sehingga perhatian atau gagasan maupun fokus kami terhadap Hak Asasi Manusia, insyaallah, akan sejalan dengan tugas yang Bapak pandu," pungkasnya, menegaskan komitmen daerahnya terhadap nilai-nilai HAM yang terintegrasi dengan kearifan lokal.
Menteri Natalius Pigai merespons dengan antusias. Ia mengungkapkan bahwa Madina bukanlah daerah asing baginya.
Jauh sebelum menjabat menteri, ia sering melintasi Madina dalam perjalanan dinasnya.
Bahkan, ia sempat berbagi kisah unik tentang pengalamannya bersembunyi di kawasan Tanah Batak, tepatnya di Pahae Julu, sekitar tahun 1999 saat masih menjadi aktivis dan tengah dicari oleh pihak pemerintah.
Menteri Pigai kemudian menyambungkan isu HAM dengan filosofi hidup masyarakat Mandailing.
Ia menjelaskan bahwa hak-hak dasar manusia telah termaktub dalam pedoman hidup yang dikenal sebagai Poda na Lima. Khususnya, ia menyoroti poin pertama dari Poda na Lima, yaitu "Paias Rohamu" yang berarti membersihkan hati atau jiwa.
"HAM itu dimulai dari kebersihan hati. 'Paias rohamu.' Itu, kan, di Poda na Lima," tanya Menteri Pigai, yang disambut tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.
Menteri Natalius Pigai juga menyatakan kesepakatannya dengan Bupati Saipullah mengenai pentingnya Dalihan na Tolu. Ia melihat filosofi ini sebagai "pohon kehidupan" yang menjadi akar kuat bagi kehidupan bermasyarakat di Bumi Gordang Sambilan.
"Dalihan na Tolu itu artinya pohon kehidupan. Ada akarnya, ada batangnya, dan ada rantingnya, dan ada daunnya," jelasnya, menganalogikan bagaimana sistem kekerabatan ini menjadi fondasi yang menopang tatanan sosial.
Dalam kesempatan itu, Menteri Natalius Pigai juga memberikan kabar baik. Ia menyampaikan bahwa Kementerian HAM memiliki alokasi anggaran yang dapat diakses oleh masyarakat.
Anggaran ini difokuskan untuk program pelatihan dan pendidikan yang ditujukan bagi komunitas-komunitas yang aktif bergerak di bidang advokasi dan perlindungan hak-hak dasar manusia.
Acara penyambutan ini ditutup dengan pertukaran kenang-kenangan. Pemerintah Kabupaten Madina menyerahkan cendera mata kepada Kementerian HAM, dan sebaliknya, Pemkab Madina menerima piagam penghargaan.
Sejumlah tokoh penting turut hadir menyaksikan perpaduan antara budaya dan isu HAM ini, termasuk Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, unsur Forkopimda seperti Dandim 0212 Tapanuli Selatan dan Kapolres Madina, Ketua TP PKK Madina, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Kunjungan ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia, yang berpadu harmonis dengan kekayaan adat Mandailing.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
MEDAN Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi hingga Aceh membuat publik m
News
Pasatama Institute Cetak SDM Tata Boga Bersertifikat HACCP
kota
sumut24.co KABUPATEN LANGKAT, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) melalui Unit Pelaksana Proyek Sumater
News
sumut24.co ASAHAN, Praktik pembalakan liar atau illegal logging berskala besar kembali mencoreng wajah pengelolaan hutan di Sumatera Utara.
News
sumut24.co Medan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik
kota
Mohd Tondi Rais Lubis Gelar Bisa Ditoreh, Adab Tetap yang Utama
kota
MENJAGA BUMI, MENJAGA REPUBLIK PIDATO PRABOWO, KEDAULATAN EKONOMI, DAN MASA DEPAN INDONESIA HIJAU Oleh Abdullah RasyidMahasiswa Doktoral I
News
Medan Aroma panas di lingkaran elite Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai menyeruak ke publik. Proyek pembangunan gedung senilai fan
News
Pemilihan Kepling Lingkungan 3 Kelurahan Gaharu Disorot, Warga Nilai Proses Terkesan Dipaksakan
kota
Polsek Tanjung Morawa Berhasil Amankan Pelaku Bobol Rumah
kota