Kamis, 07 Mei 2026

Bukan Sekadar FOMO, Reksa Dana Menjadi Gaya Hidup Kekinian Gen Z

"Berinvestasi bisa dimulai hanya dengan modal harga segelas kopi"
Administrator - Kamis, 07 Mei 2026 22:41 WIB
Bukan Sekadar FOMO, Reksa Dana Menjadi Gaya Hidup Kekinian Gen Z
Jumpa pers tim Reksa Dana yang turut hadir Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI), Lolita Liliana beserta rekan bertempat di Kantor Regional 1 OJK Sumut (14/4). Foto ist

sumut24.co - Medan

Baca Juga:

Selama puluhan tahun, gedung bursa saham identik dengan kerumunan orang tua berpakaian formal dan deretan grafik rumit yang hanya dimengerti segelintir elit. Namun, di sudut-sudut kafe di perkotaan hingga ruang di pemukiman, sebuah revolusi senyap sedang berlangsung. Pelakunya bukan pialang kawakan, melainkan anak muda dengan ponsel pintar di tangan.

Berdasarkan data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), struktur investor di wilayah ini mengalami pergeseran usia. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2020–2025), pasar modal tidak lagi sekadar menjadi tempat singgah uang "dingin", melainkan telah menjadi gaya hidup baru bagi Generasi Z dan Milenial.


​Data tidak berbohong. Hingga awal tahun 2025, jumlah investor pasar modal di Sumatera Utara terus menunjukkan tren positif yang signifikan. Total Single Investor Identification (SID) telah menyentuh angka 634.644, tumbuh sekitar 9,82% dibandingkan tahun sebelumnya.


​Yang paling mengejutkan adalah komposisi demografisnya. Jika dijumlahkan secara akumulatif, lebih dari 57% investor di Sumatera Utara kini berada di bawah usia 30 tahun. Rincian persentase kepemilikan SID berdasarkan kelompok usia menunjukkan dominasi yang kontrassebagai berikut :​


- Usia 18 – 25 Tahun: 33,92% (Tertinggi)

- ​Usia 26 – 30 Tahun: 23,52%

- Usia 31 – 40 Tahun: 24,19%

- ​Usia 41 Tahun ke Atas: 18,37%


​Secara nilai, transaksi saham kumulatif di Sumut menyentuh angka fantastis, yakni Rp37,72 triliun. Sementara itu, instrumen Reksa Dana mencatat pertumbuhan nasabah sebesar 20,89% (yoy) dengan nilai penjualan mencapai Rp1,51 triliun.

​Pergeseran struktural ini berawal dipicu oleh residu pandemi COVID-19 yang mengubah lanskap finansial global. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan digitalisasi paksa membuat internet menjadi kebutuhan primer.


​"Uang yang biasanya habis untuk bensin, parkir, dan kopi di luar kantor, kini beralih menjadi modal investasi. Anak muda sekarang paham bahwa kontrol atas uang berarti kontrol atas kebebasan masa depan," ungkap pengamatan tren gaya hidup saat ini.

​Kehadiran aplikasi investasi seperti Bibit dan Stockbit, serta bank digital (Neo Bank) dan dompet digital (DANA, OVO), telah meruntuhkan hambatan masuk ke bursa saham. Kini, berinvestasi bisa dimulai hanya dengan modal seharga segelas kopi.


​Antara Cinta dan Bahaya FOMO


Ada fenomena sosiologis menarik yang muncul dari kalangan Gen Z. Terjadi pergeseran pola pikir untuk memberi porsi lebih pada "Kualitas Hidup" dibandingkan sekadar "Status". Uang yang biasanya habis untuk biaya mobilitas seperti bensin, parkir, dan gaya hidup "ngopi" di luar kantor, kini dialokasikan sebagai modal investasi.



Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien (tengah). red


Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, menilai fenomena ini bermula dari Fear of Missing Out (FOMO). Namun, ia mencatat adanya evolusi positif.

​"Dari sekadar coba-coba, kini menjadi bagian dari identitas diri sebagai generasi yang melek finansial. Memiliki saham bukan cuma soal gaya, tapi soal kepemilikan masa depan," ujar Khoirul. ​Meski begitu, ia memperingatkan bahwa tanpa literasi yang kuat, tren FOMO bisa menjerumuskan anak muda ke jurang investasi bodong atau pinjaman online ilegal.

​​Reksadana Paling Diminati Gen Z


Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI), Lolita Liliana memberikan paparan terkait peningkatan jumlah investor (SID) mencapai 19,2 juta, di mana 54,24% di antaranya merupakan investor berusia di bawah 30 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa investasi kini telah menjadi bagian dari gaya hidup dan aktivitas harian generasi milenial dan Gen Z di wilayah ini.


Lolita menyatakan Reksadana menjadi instrumen yang paling diminati calon investor, khususnya Gen Z karena kemudahan akses dan nominal yang terjangkau yakni mulai dari Rp10.000 atau harga segelas kopi.

Bagi banyak anak muda di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Medan, Reksa Dana sering dianggap sebagai "pintu masuk" terbaik sebelum terjun langsung ke bursa saham. Alasannya adalah Reksa Dana dikelola secara profesional. Para investor tidak perlu pusing memantau grafik setiap jam. Ada Manajer Investasi (MI) bersertifikat yang bekerja untuk melaporkan seara rutin.


Selain itu terdapat sistem "Diversifikasi Otomatis" yaitu dengan uang Rp10.000, dana kamu sudah disebar ke berbagai perusahaan besar. Jika satu saham turun, portofoliomu masih terlindungi oleh saham lainnya.

Ini adalah solusi bagi anak muda yang ingin punya "hobi" investasi namun tidak memiliki waktu banyak untuk menganalisis pasar setiap hari. Dengan Reksa Dana, investor tetap bisa menjadi "pemilik" perusahaan-perusahaan besar di Indonesia dengan cara yang jauh lebih tenang dan terukur.


Pesatnya kenaikan total nasabah Reksa Dana di Sumut per awal 2025 tercatat sebanyak 39.636 investor dengan nilai penjualan mencapai Rp1,51 triliun. Mencatat pertumbuhan rekening tertinggi sebesar 20,89% (yoy). Nilai transaksi saham secara kumulatif di Sumatera Utara menyentuh angka Rp37,72 triliun.


Hingga periode awal 2025, jumlah investor pasar modal di Sumatera Utara terus menunjukkan tren positif yang signifikan yaitu Total Investor (SID) mencapai sekitar 634.644, Single Investor Identification (SID), tumbuh sekitar 9,82% dibandingkan tahun sebelumnya.

Program PINTAR (Program Investasi Terencana dan Berkala) Reksa Dana


Menanggapi dominasi pelaku saham dari kalangan generasi muda ini, Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI) bersama OJK dan SRO meluncurkan program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026). Rangkaian kegiatan ini meliputi roadshow di lima kota besar yaitu Surabaya, Semarang, Makassar & Bandung. Adapun target peserta dari kalangan generasi muda mahasiswa (melalui Galeri Investasi), jurnalis/media (Media Gathering), dan komunitas lokal.


Program SOSEDU APRDI 2026 ini bertujuan untuk memperdalam literasi keuangan dan mendorong inklusi investasi yang lebih sehat di Indonesia. Salah satu output penting dari SOSEDU 2026 adalah peresmian program PINTAR (Program Investasi Terencana dan Berkala) Reksa Dana. Yaitu program edukasi keuangan dirancang untuk membangun kebiasaan investasi yang sehat dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga pekerja, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal seperti investasi bodong dan pinjaman online ilegal".


Felicia Putri Tjiasaka, Figur Sukses Gen Z Reksa Dana




Dalam prakteknya, salah satu figur Gen Z yang sering menjadi referensi dalam dunia investasi Reksa Dana dan saham di Indonesia adalah Felicia Putri Tjiasaka. Ia dikenal sebagai "Investment Storyteller" yang berhasil mengubah pandangan anak muda bahwa investasi itu rumit menjadi sesuatu yang menyenangkan dan bisa menjadi hobi. Dengan berbekal sertifikasi CFA (Chartered Financial Analyst) level II, Felicia kerap aktif mengedukasi dengan bahasa yang sangat sederhana bagi pemula.


Menurutnya, Reksa Dana adalah tempat latihan terbaik. Ia berpendapat bahwa Gen Z tidak perlu langsung terjun ke saham gorengan yang berisiko tinggi. "Jangan mulai dari yang paling susah. Mulailah dari Reksa Dana pasar uang atau indeks yang risikonya terukur, biar mentalnya terbentuk dulu sebelum menghadapi fluktuasi saham yang liar", ujarnya.


Felicia sangat vokal mengenai bahaya FOMO. Pendapatnya adalah "Jangan beli apa yang kamu tidak mengerti." Jika ingin menjadikan investasi sebagai hobi, maka hobinya adalah belajar, bukan sekadar klik tombol "beli" karena ikut-ikutan tren di media sosial.


Sehingga bisa disimpulkan bahwa Reksa Dana merupakan media terbaik bagi penyaham pemula. Kunci sukses bagi Gen Z di Sumatera Utara atau daerah lainnya dalam bermain saham bukan pada seberapa besar modalnya, melainkan pada seberapa konsisten mereka menjadikan riset pasar sebagai bagian dari rutinitas harian serta menyalurkan hobby. (Laura K Silalahi.red)


Penulis : Laura Katarina Silalahi (www.sumut24.co)
Tema tulisan : Reksa Dana Pasar Uang, Solusi Investasi Praktis dan Terpercaya


Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
OJK Memperkuat Langkah Antisipatif Guna Menjaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Nasional
Memperkuat Sinergi Kemitraan, OJK Sumut Gelar Media Gathering di Batam
OJK Sumatera Utara dan TNI AU di Komando Sektor I Perkuat Literasi Keuangan Prajurit
OJK Perkuat Kapasitas Ketahanan Siber Industri Keuangan Digital
Satgas PASTI Perkuat Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal
OJK dan Pemko Medan Gelar Edukasi Pelindungan Konsumen bagi ASN se-Sumut
komentar
beritaTerbaru