Rabu, 24 Juni 2026

Terkait Minyak Goreng Subsidi Langka,Kadis Perindag Madina Sidak Ke Pasar, Ini Penjelasan nya

Administrator - Jumat, 03 Februari 2023 03:50 WIB
Terkait Minyak Goreng Subsidi Langka,Kadis Perindag Madina Sidak Ke Pasar, Ini Penjelasan nya

Madina I Sumut24.co

Baca Juga:

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) Drs Parlin Lubis, AP, MSi melakukan Sidak ke pasar untuk memastikan tak ada penumpukan oleh pihak-pihak tertentu terkait langkanya minyak goreng subsidi

Kesimpulan itu didapat setelah Dinas Perdagangan Madina melakukan pengecekan secara mendadak ke pihak distributor pada, Kamis (2/2/23).

Berdasarkan hasil pengecekan mereka ke beberapa gudang distributor, diketahui kelangkaan minyak makan bersubsidi merek Minyak Kita disebabkan pasokan dari produsen tidak ada.

“Kami sudah mengecek ke tempat distributor secara langsung, kata Parlin, kepala Dinas Perindag, ketika ditemui di ruang kerjanya Komplek Perkantoran Payaloting.

Parlin Lubis selalu kadis perindag Madina, memastikan kelangkaan bukan disebabkan ada pihak-pihak yang melakukan penumpukan barang. “Tidak ada penumpukan di distributor,” tegasnya.

Meski demikian, Parlin memastikan kelangkaan minyak makan hanya yang disubsidi pemerintah. Minyak curah dan merk lain tanpa subsidi pemerintah, tidak ada masalah. Ketersediaan stok di pasaran tetap normal.

“Merek Minyak Kita ini, subsidi pemerintah. Harga eceran tertinggi Rp14 ribu. Ini yang langka, untuk jenis lain seperti minyak curah atau merek lain tetap tersedia di pasaran,” terangnya.

Sebagai upaya awal dalam mengendalikan kelangkaan minyak tersebut, pihak Disperindag Madina telah koordinasi dengan pemerintah provinsi.

“Kami sudah koordinasi dengan pemprov. Pada dasarnya kelangkaan terjadi akibat tidak ada barang dari produsen,” katanya.

Menurut Parlin, pendistribusian minyak makan subsidi tidak sama dengan distribusi BBM yang ditentukan sesuai kuota. Tetapi tergantung ketentuan produsen dalam menentukan jumlah yang dipasarkan di daerah.

Berdasarkan perhitungan kepala Dinas Perindag Madina sesuai data konsumsi nasional, mereka memperkirakan per bulan daerah ini membutuhkan sekitar 1,6 ton minyak makan.

“Itu untuk seluruh jenis. Bukan hanya jenis yang disubsidi. Mengenai ketersediaan merek Minyak Kita di pasar, sesuai survei jumlahnya bervariasi di setiap distrubutor. Ada 300 kotak, 100, 50, 30, dan ada juga yang hanya 20 kotak,” jelas Parlin.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PT.Japfa aksi Peduli Penanganan Sampah Bersama Masyarakat Di Danau Toba.
Penyidik Polres Batubara Diduga Alergi Wartawan Ditanya Soal Junaini Ditetapkan Tersangka, Halomoan Gultom : Gak Ada Hak Bapak Tanyakan Itu
Kadis Kesehatan drg Irma Suryani MKM mencanangkan Kesatuan Gerak PKK KB
Kejatisu Pastikan Soal Dugaan Korupsi PUPR Sumut Tuntas,   Mulai Kepemimpinan Bambang Pardede & Marlindo Harahap jadi sorotan
Ketua Pewarta Berikan Baju Kebesaran ke Kasi Humas dan Kanit Paminal Polrestabes Medan
Jumat Barokah dan Sambut HUT ke-7 Pewarta.co, Ketua Pewarta Bagi-bagi Sembako ke Pengemudi Betor dan Jukir
komentar
beritaTerbaru