Enam Unit Rumah Terbakar Dilalap Sijago Merah Di Desa Majanggut 1 Natam Julu
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi kor
News
Baca Juga:
Paluta | Sumut24.co
Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mendorong masyarakat untuk semakin serius mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah. Dorongan itu disampaikan Wakil Bupati Paluta H. Basri Harahap saat menghadiri panen perdana sayuran di Alpha Hydrofarm, Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Jumat (7/8/2026).
Panen perdana tersebut merupakan hasil budidaya Kelompok Tani Maju Bahal yang mengembangkan tanaman sayuran, khususnya selada, menggunakan sistem hidroponik.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Paluta Mula Rotua Siregar, S.Sos., Kapolres Paluta AKBP Dhery Fajariandono, S.I.K., M.H., perwakilan Kejaksaan Negeri Paluta Yunita Pasaribu, S.H., Danramil 05/Padang Bolak, Dankipan C 123/Rajawali, sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Paluta, para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Paluta serta sejumlah tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, Basri Harahap memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Maju Bahal yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi pertanian di tengah masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi kawasan pertanian merupakan langkah yang patut dikembangkan. Terlebih, lahan yang digarap kelompok tani tersebut memiliki luas sekitar lima hingga enam hektare.
Basri menilai pemanfaatan teknologi hidroponik untuk membudidayakan selada menunjukkan bahwa petani di Paluta mulai berani mencoba pola pertanian yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya.
Ia mengakui, selada belum menjadi jenis sayuran yang umum dikonsumsi masyarakat di sejumlah wilayah Paluta. Namun, kondisi tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk menghentikan inovasi.
Sebaliknya, menurut Basri, petani perlu melihat peluang pasar dan membangun kebiasaan baru dalam menghasilkan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi.
Basri juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan persoalan hama sebagai alasan untuk enggan mengembangkan usaha pertanian.
Ia mencontohkan keberhasilan seorang petani bernama Sahban Siregar yang mengembangkan lahan pertanian di kawasan Batang Pane dan Aek Siala.
Menurut Basri, lokasi lahan yang berada di kawasan yang dikenal memiliki banyak monyet ternyata tidak menghalangi Sahban untuk menghasilkan komoditas pertanian berkualitas.
"Selama ini selalu kita katakan, ayo kalian bersayur-mayur. Jawabannya selalu tidak bisa, 'ada kera, ada monyet' katanya. Tapi ternyata Bang Sahban, yang ladangnya di sarang monyet, dia berhasil. Hasil cabainya bahkan masuk kelas supermarket. Mari kita belajar ilmunya," kata Basri.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi petani lainnya bahwa berbagai persoalan di lapangan tetap dapat diatasi dengan pengetahuan, teknologi, serta kemauan untuk mencoba.
Wakil Bupati Paluta juga memberikan apresiasi terhadap langkah jajaran Polres Padang Lawas Utara yang turut terlibat dalam pengembangan kegiatan pertanian.
Menurutnya, kegiatan bercocok tanam yang dilakukan jajaran kepolisian selama sekitar delapan bulan terakhir merupakan bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan dan kelompok masyarakat dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih produktif.
Basri berharap berbagai inisiatif tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Panen perdana Alpha Hydrofarm juga memiliki kaitan dengan persiapan Kabupaten Paluta dalam mendukung pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Program nasional yang menjadi salah satu agenda pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut membutuhkan dukungan rantai pasok pangan yang kuat, termasuk ketersediaan sayuran, ikan dan berbagai bahan pangan lainnya.
Basri menyebut Kabupaten Paluta diproyeksikan memiliki sekitar 30 dapur MBG. Jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah hingga sekitar 70 dapur pada tahun berikutnya.
Dengan skala program tersebut, kebutuhan bahan pangan diperkirakan akan sangat besar. Karena itu, ia meminta para petani lokal mempersiapkan diri agar mampu menjadi pemasok kebutuhan pangan bagi dapur-dapur MBG di wilayah Paluta.
Basri menekankan, besarnya kebutuhan logistik untuk program MBG harus menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Ia tidak ingin kebutuhan pangan untuk program tersebut justru didatangkan dari luar daerah apabila komoditasnya sebenarnya dapat diproduksi oleh petani Paluta.
"Jangan lagi nanti uang yang ratusan miliar setahun itu pergi ke luar. Pergi beli sayur ke Siborong-borong, ke tempat lain, beli ikan ke Pasaman. Maunya kita, uang ratusan miliar itu berputar di Paluta," ujarnya.
Menurut Basri, perputaran ekonomi di dalam daerah akan memberikan dampak berantai bagi masyarakat. Petani mendapatkan pasar, pelaku usaha memperoleh peluang, sementara kebutuhan pangan untuk program pemerintah dapat dipenuhi dari produksi lokal.
Karena itu, ia mengajak kelompok tani untuk mulai menghitung kebutuhan pasar, meningkatkan kualitas produksi, menjaga kontinuitas pasokan dan memperkuat kemampuan pengelolaan usaha tani.
Lebih lanjut, pemerintah Kabupaten Paluta berharap momentum panen perdana Alpha Hydrofarm dapat menjadi pemicu munculnya lebih banyak inovasi pertanian di berbagai wilayah.
Petani tidak hanya didorong meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga menyesuaikan komoditas dengan kebutuhan pasar. Dengan demikian, hasil pertanian memiliki kepastian penyerapan dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.
Basri menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus diarahkan pada terciptanya kemandirian pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
"Maunya kita, uang ratusan miliar itu berputar di Paluta. Inilah tujuan Bapak Prabowo bikin sekolah rakyat, koperasi, supaya masyarakat di pelosok ini benar-benar terjangkau dan sejahtera," katanya.
Pemkab Paluta pun berharap kelompok tani, pemerintah daerah, aparat serta seluruh pemangku kepentingan dapat membangun kerja sama yang lebih kuat. Dengan produksi yang berkualitas dan pasokan yang berkelanjutan, Paluta diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari besarnya kebutuhan pangan program pemerintah.
Panen perdana di Alpha Hydrofarm akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya kurang produktif dapat diubah menjadi sumber pangan sekaligus sumber pendapatan masyarakat.
Jika gerakan serupa terus berkembang, Paluta berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang mampu membangun ketahanan pangan berbasis potensi masyarakat lokal.zal
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi kor
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, perikanan dan pe
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai terus melakukan pembenahan terhadap infrastruktur dan sarana prasarana kota.
News
sumut24.co Deliserdang, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Rizky Mochamad, meresmikan Program Sri
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten A
News
sumut24.co MEDAN, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kembali menghadirkan warna baru dalam penyambutan mahasiswa baru melalui Pengenalan K
kota
sumut24.co ASAHAN, Kasus penerbitan ratusan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang diduga berada di kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi
News
Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila 2026, MPW PP Sumut Kembali Kobarkan Semangat Kebangsaan di Tugu Ampera
News
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan kerja sama perdagangan antardaerah sebagai salah
Ekbis
Minggu Tak Jadi Alasan, Bupati Palas Turun ke Desa Panarian dan Cek Jalan Menuju Hapung
News