Antonius Tumanggor Dorong Warga Aktifkan IKD untuk Perkuat Akurasi Data Bantuan Sosial
sumut24.co MEDAN Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyaraka
kota
Baca Juga:
- Bocah 6 Tahun Tewas di Galian Sumur Tapsel, Polisi Tangkap Kerabat Korban
- Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso Sambut Hangat PP Polri, Tegaskan Purnawirawan adalah Teladan bagi Generasi Polri
- Polres Tapsel Raih Predikat Pelayanan Prima dari Kapolri, AKBP Anton Santoso Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat Tanpa Diskriminasi
Perselisihan mengenai pembagian harta warisan keluarga diduga menjadi pemicu penganiayaan yang menewaskan seorang pria berinisial SS (58) di Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.
Korban diduga dianiaya oleh adik kandungnya sendiri, GS (53). Polisi menyebut persoalan pembagian harta peninggalan keluarga menjadi salah satu dugaan motif yang sedang didalami dalam kasus tersebut.
Kapolsek Sipirok, AKP Aswin Manurung, mengungkapkan, GS disebut tidak memperoleh bagian dari harta peninggalan keluarga. Kondisi tersebut membuat GS selama ini tinggal di sebuah gubuk untuk bertahan hidup.
Hal itu disampaikan Aswin dalam konferensi pers di Aula Mapolres Tapanuli Selatan, Jumat (7/8/2026).
"Persoalan warisan menjadi salah satu pemicu pertengkaran antara korban dan terduga pelaku," ujar Aswin.
Menurut polisi, harta peninggalan yang menjadi persoalan berupa sebuah rumah dan lahan yang selama ini dimanfaatkan sebagai area perkebunan.
Dalam pembagian harta tersebut, SS sebagai abang GS disebut memperoleh bagian berupa lahan. Sementara rumah peninggalan keluarga saat ini ditempati oleh paman mereka.
GS disebut tidak mendapatkan bagian dari harta peninggalan tersebut.
Kondisi itu diduga menjadi sumber ketegangan di antara kedua bersaudara tersebut. Perselisihan kemudian kembali terjadi ketika keduanya berada di kawasan perkebunan.
Pertengkaran yang terjadi diduga berubah menjadi tindakan kekerasan. Akibatnya, SS mengalami luka parah.
Warga yang berada di sekitar lokasi sempat memberikan pertolongan kepada korban. Namun, kondisi korban memburuk akibat mengalami pendarahan hebat.
"Korban sempat ditolong oleh warga, namun karena pendarahan yang cukup hebat, korban meninggal dunia," jelas Aswin.
Setelah kejadian, GS diduga melarikan diri ke kawasan perbukitan yang dipenuhi semak belukar dan berada cukup jauh dari permukiman warga.
Mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, personel Polsek Sipirok langsung melakukan pengejaran.
Tim dipimpin Kapolsek Sipirok bersama Kanit Reskrim Polsek Sipirok, Ipda Lukman M Aruan. Petugas menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian GS.
Proses pencarian berlangsung cukup menantang. Polisi harus menyusuri medan berbukit dengan akses sempit dan sulit dilalui kendaraan.
Penyelidikan kemudian mendapat bantuan dari informasi masyarakat. Petugas akhirnya memperoleh petunjuk mengenai lokasi persembunyian GS.
Terduga pelaku ditemukan bersembunyi di sebuah pondok tua yang berada di kawasan perkebunan.
"Dalam waktu sekitar delapan jam sejak laporan diterima, terduga pelaku berhasil diamankan. Medan yang sulit tidak menghalangi personel untuk mengungkap kasus ini," kata Aswin.
Dalam proses penangkapan, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Barang bukti yang diamankan antara lain dua bilah parang, satu sekop, satu cangkul, satu tas sandang, pakaian yang diduga dikenakan GS saat kejadian, serta satu sarung pisau.
Seluruh barang tersebut kini diamankan oleh penyidik untuk kepentingan proses hukum dan pendalaman perkara.
Sementara itu, pemeriksaan medis terhadap korban telah dilakukan di RSUD Sipirok.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami sejumlah luka yang diduga akibat benda tajam. Luka tersebut antara lain terdapat pada bagian pipi kiri di bawah mata serta luka memanjang dari bagian rahang hingga telinga dengan kedalaman sekitar dua sentimeter.
Polisi masih menunggu dan mendalami hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban serta mencocokkannya dengan barang bukti yang telah diamankan.
Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, Iptu BD Sitorus, mengatakan, penyidik sementara menduga persoalan pembagian warisan berkaitan dengan terjadinya penganiayaan tersebut.
Meski demikian, polisi belum menetapkan persoalan warisan sebagai satu-satunya motif.
Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang turut memicu pertengkaran antara kedua bersaudara tersebut.
"Pemeriksaan terhadap saksi, keluarga, dan pihak terkait masih terus dilakukan agar seluruh fakta terungkap secara utuh," ujar BD Sitorus.
Penyidik juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk menyusun rangkaian peristiwa secara lengkap.
Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Anton Santoso, mengapresiasi langkah cepat personel Polsek Sipirok dan Polres Tapsel dalam mengamankan terduga pelaku.
Menurutnya, keberhasilan mengamankan GS dalam waktu relatif singkat menunjukkan respons cepat kepolisian dalam menangani perkara yang meresahkan masyarakat.
Namun, ia menegaskan bahwa proses hukum harus tetap berjalan sesuai prosedur.
Kapolres meminta penyidik menangani perkara tersebut secara profesional, objektif, dan transparan hingga seluruh rangkaian penyidikan selesai.
Polisi saat ini masih mendalami keterangan saksi, hasil pemeriksaan medis, serta barang bukti yang telah diamankan untuk memastikan peran GS dan motif sebenarnya di balik kematian SS.
Kasus tersebut kini ditangani Polres Tapanuli Selatan dan proses penyidikan masih berlangsung.zal
sumut24.co MEDAN Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyaraka
kota
Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso Rangkul Wartawan, Kritik Jadi Bahan Evaluasi
kota
Bupati Madina Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran, Data Warga Miskin Bakal Diverifikasi Langsung
kota
Lahan Tidur 6 Hektare Disulap Jadi Kebun Hidroponik, Wabup Basri Bidik Paluta Jadi Pemasok MBG
kota
Menuju Jambore Nasional XII 2026, Kapolres Paluta Titip Pesan Khusus kepada Kontingen Pramuka
kota
Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Kembali Bergerak, 8 Potongan Ganja Disita dari Pria 47 Tahun
kota
Garagara Teguran soal Wanita Lain, Pria di Padang Lawas Diduga Hantam Istri Pakai Batu
kota
GaraGara soal Ternak Babi, Berujung Penembakan Warga Tapsel Tewas dengan Dua Luka Peluru
kota
Tak Kebagian Warisan, Adik Diduga Habisi Abang di Kebun Tapsel
kota
Bocah 6 Tahun Tewas di Galian Sumur Tapsel, Polisi Tangkap Kerabat Korban
kota