Kamis, 05 November 2026

Tinggalkan Cara Lama, Bupati Madina Andalkan Teknologi Modern Kejar Panen 11 Ton Padi

Administrator - Kamis, 05 November 2026 20:05 WIB
Tinggalkan Cara Lama, Bupati Madina Andalkan Teknologi Modern Kejar Panen 11 Ton Padi

Madina | Sumut24.co

Baca Juga:

Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, mendorong transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas padi.

Melalui metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS), pemerintah daerah menargetkan hasil panen mencapai 11 ton per hektare.

Penerapan teknologi pertanian tersebut ditandai dengan penanaman padi perdana di Kelurahan Siabu, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (5/11/2026).

Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Madina dalam mengubah pola pertanian konvensional menuju sistem pertanian modern yang lebih efisien, hemat biaya, dan mampu menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, penanaman dilakukan menggunakan metode PM-AAS dengan dukungan alat penabur benih. Teknologi ini memungkinkan petani melakukan penanaman secara langsung tanpa harus melalui proses penyemaian bibit dan pemindahan tanaman seperti pada metode pertanian konvensional.

Bupati Saipullah Nasution menjelaskan, penggunaan teknologi modern memberikan sejumlah keuntungan, terutama dalam mempercepat proses penanaman dan mengurangi kebutuhan tenaga kerja.

"Selain lebih efisien, waktu pengerjaannya juga lebih cepat. Penanaman hanya membutuhkan tenaga kerja sebanyak dua orang. Tanaman langsung tumbuh dan tidak perlu dipindah-pindah lagi," kata Saipullah.

Menurutnya, penerapan sistem PM-AAS diharapkan mampu menjadi solusi bagi petani dalam menghadapi tantangan peningkatan produksi pangan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap metode pertanian yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

Saipullah mengungkapkan, salah satu keunggulan metode PM-AAS terletak pada penggunaan benih. Dalam sistem pertanian konvensional, kebutuhan benih padi umumnya berkisar 20 hingga 25 kilogram per hektare.

Sementara itu, pada sistem pertanian modern yang diterapkan di Siabu, kapasitas penggunaan benih dapat mencapai sekitar 70 kilogram per hektare. Penanaman dilakukan secara langsung sehingga petani tidak lagi harus melalui tahapan penyemaian dan pemindahan bibit.

Selain mempercepat pekerjaan, penggunaan teknologi pertanian modern juga dinilai dapat menekan biaya produksi. Proses penanaman yang lebih singkat dan kebutuhan tenaga kerja yang lebih sedikit menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi usaha tani.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berharap penerapan sistem PM-AAS mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Jika melalui metode konvensional produksi padi biasanya berada pada kisaran lima hingga tujuh ton per hektare, maka penggunaan teknologi modern ini diharapkan dapat mendorong produktivitas hingga mencapai 11 ton per hektare.

"Dengan penerapan sistem modern ini, diharapkan produktivitas dapat mencapai target 11 ton per hektare, meningkat dari cara konvensional yang biasanya hanya memperoleh lima sampai tujuh ton per hektare," harap Saipullah.

Bupati Madina itu juga menyampaikan bahwa penerapan teknologi pertanian modern di wilayahnya mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

Bantuan peralatan pertanian tersebut merupakan bagian dari program Asta Cita kedua Presiden Republik Indonesia yang dijabarkan melalui kebijakan Kementerian Pertanian.

"Alat-alat pertanian modern dibantu melalui program Asta Cita kedua Presiden Republik Indonesia yang dijabarkan oleh Menteri Pertanian," tambahnya.

Saipullah menegaskan, penggunaan teknologi modern bukan sekadar upaya mempercepat proses penanaman, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sektor pertanian di Mandailing Natal.

Melalui program ini, Pemkab Madina berharap para petani dapat beralih dari pola pertanian konvensional menuju sistem yang lebih modern dan produktif.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Saipullah Nasution Kucurkan 20 Ribu Bibit Kakao untuk Petani Madina, Ekonomi Warga Jadi Target
Wakil Bupati Asahan Resmi Tutup Turnamen Minisoccer Piala Bupati 2026, Lahirkan Bibit Atlet Berprestasi dan Tanam Nilai Sportivitas
Bupati Saipullah Nasution Apresiasi Sportivitas Final MSL 2026, Siapkan Talenta Sepak Bola Madina Menuju Porprov
Bupati Asahan Serahkan 77 Unit Alsintan, Genjot Produktivitas Demi Swasembada Pangan
Wakil Bupati Asahan Rianto Terima Lencana Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65 Sumut : Dukungan Penuh untuk Cetak Generasi Berkualitas
Aek Kitang Meluap, Bupati Saipullah Turun Tangan! Dua Alat Berat Dikerahkan Tangani Banjir Madina
komentar
beritaTerbaru