Jumat, 30 Oktober 2026

Aek Kitang Meluap, Bupati Saipullah Turun Tangan! Dua Alat Berat Dikerahkan Tangani Banjir Madina

Administrator - Jumat, 30 Oktober 2026 17:00 WIB
Aek Kitang Meluap, Bupati Saipullah Turun Tangan! Dua Alat Berat Dikerahkan Tangani Banjir Madina
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Desa Gunung Manaon dan Desa Manyabar, Kecamatan Panyabungan. Sejumlah langkah penanganan langsung dilakukan, mulai dari pengerahan dua unit alat berat, mobil pemadam kebakaran, hingga pendirian dapur umum bagi warga terdampak.

Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, turun langsung meninjau kondisi warga dan wilayah terdampak banjir di Desa Gunung Manaon, Jumat (30/10/2026).

Banjir tersebut terjadi setelah aliran Sungai Aek Kitang meluap akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.

Dalam peninjauan itu, Saipullah mengatakan pengerahan dua unit alat berat dilakukan untuk mempercepat penanganan material yang menghambat aliran air sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.

Pemkab Madina menargetkan pekerjaan penanganan dapat diselesaikan secepatnya agar aliran air kembali terkendali, terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi pada malam hari.

"Kami berharap hari ini bisa diselesaikan supaya nanti malam kalau hujan turun lebih deras itu sudah bisa teratasi," ujar Saipullah.

Selain mengerahkan alat berat, Pemkab Madina juga menurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu membersihkan masjid yang terdampak banjir. Langkah tersebut dilakukan agar tempat ibadah itu dapat segera kembali digunakan masyarakat untuk melaksanakan aktivitas keagamaan.

Tidak hanya fokus pada penanganan infrastruktur dan pembersihan lingkungan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.

Sebagai bentuk penanganan lanjutan, Pemkab Madina mendirikan dapur umum di sejumlah titik untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan warga selama kondisi rumah mereka belum sepenuhnya pulih dan aman untuk ditempati.

Saipullah berharap keberadaan dapur umum tersebut dapat meringankan beban masyarakat, khususnya warga yang aktivitas sehari-harinya terganggu akibat banjir.

"Ada beberapa titik tadi yang kami siapkan, mudah-mudahan dapur umum itu bisa dimanfaatkan masyarakat sampai banjir ini bisa ditangani," katanya.

Dalam keterangannya, Saipullah turut menjelaskan sejumlah faktor yang menyebabkan banjir menggenangi permukiman warga.

Menurutnya, potongan-potongan kayu yang terbawa arus dari kawasan hulu diduga menumpuk dan menyumbat bagian bawah jembatan. Kondisi tersebut menghambat kelancaran aliran air sehingga volume air meningkat dan meluap ke kawasan sekitarnya.

Selain itu, terdapat tanggul sungai yang jebol sehingga air mengalir deras keluar dari jalur semestinya dan masuk ke kawasan permukiman penduduk.

"Ada satu aliran sungai yang jebol tanggulnya sehingga air itu mengalir deras dengan tidak lagi mengikuti jalurnya dan masuk ke perkampungan," jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan di titik-titik yang mengalami kerusakan maupun penyumbatan aliran sungai.

Di tengah proses penanganan banjir, Bupati Saipullah mengingatkan masyarakat Mandailing Natal agar meningkatkan kewaspadaan memasuki musim penghujan.

Imbauan terutama ditujukan kepada warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan kawasan rawan banjir. Masyarakat diminta memperhatikan perubahan kondisi aliran sungai, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Ia juga meminta para orang tua untuk mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar sungai yang berpotensi mengalami peningkatan debit air secara tiba-tiba.

"Kami imbau untuk tetap waspada dan mengingatkan keluarga, terutama anak-anak. Jangan sampai dibiarkan bermain di sekitaran sungai untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tutup Saipullah.

Pemkab Madina terus melakukan langkah penanganan terhadap dampak banjir di wilayah Kecamatan Panyabungan. Kesiapsiagaan masyarakat dan koordinasi penanganan di lapangan menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko bencana, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu hujan deras.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Asahan Resmi Buka Mini Soccer Championship 2026, 120 Tim Pelajar Siap Berlaga
Bupati Asahan Tekankan Sinergi Antar Daerah dalam Penyusunan Revisi UU Pemerintahan Daerah
GEMPPAR Geruduk Kantor Bupati Asahan, Minta Kadis dan Kabid PMD Dicopot — Bupati Berjanji : Jika Terbukti Langgar, Langsung Copot
Bupati Asahan Lepas Atlet Renang Giony Ruben Dwinov Siahaan Berlaga di Indonesia Open 2026
Wakil Bupati Asahan Buka Program Kemitraan, Produk UMKM Lokal Siap Masuk Rak Indomaret
Bupati Paluta Gandeng Kejari dan Polres, Aduan Pemerintahan Tak Boleh Salah Penanganan
komentar
beritaTerbaru