Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
News
Baca Juga:
Tersangka ke-6, Glory Harimas Sihombing,. Ia Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review. Ditangkap Kamis malam 18 Juni 2026 ke Kejagung. Pria dengan latar belakang pendidikan Biologi ITB angkatan 2010-2014 ini ternyata bukan pejuang pangan, melainkan broker titik dapur paling keji yang pernah ada.
Bayangkan betapa busuknya otak orang ini. Lulusan ITB yang pernah kerja di McKinsey, LinkAja, SYSTEMIQ, Global Founders Capital, bahkan jadi Founding Partner Global Green Capital dan CEO Carbon Offset Asia. Semua prestasi hijau dan sustainability itu ternyata hanya kedok untuk menutupi nafsu rakusnya.
Diminta langsung oleh Dadan Hindayana, Glory diberi akses penuh ke informasi titik-titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Padahal aturan jelas. Dapur-dapur itu seharusnya didirikan yayasan sekolah penerima manfaat yang lolos verifikasi resmi BGN. Tapi apa yang dilakukan si Glory? Dia mengumpulkan titik-titik berharga itu lewat yayasannya, lalu menjualnya secara gelap kepada siapa saja yang mau bayar mahal untuk jadi mitra MBG!
Skema jual beli titik dapur ini benar-benar ibarat pasar malam korupsi. Satu titik SPPG dijual dengan harga rata-rata ratusan juta rupiah, minimal Rp100 juta per titik. Uang dari hasil penjualan itu, baik dalam rupiah maupun mata uang asing, lalu mengalir deras secara rutin sejak tahun 2025 ke kantong Dadan Hindayana. Tunai, tanpa malu-malu.
Glory dapat akses komunikasi dengan tim verifikator BGN, bisa atur-atur siapa yang lolos verifikasi, siapa yang ditolak, dan siapa yang boleh menguasai dapur-dapur strategis. Akibatnya? Jumlah SPPG meledak di luar kendali. Anggaran negara terkuras habis-habisan. Sementara anak-anak miskin di daerah 3T mungkin masih makan seadanya atau bahkan tidak bergizi sama sekali. Ini bukan korupsi biasa, ini pembunuhan massal terhadap harapan bangsa!
Lebih parah lagi, skandal ini bukan cuma soal jual beli titik. Ada klaster mark-up gila-gilaan. Pembelian 20.801 motor listrik yang dibengkakkan hingga Rp1,1 triliun, mark-up puluhan ribu televisi 75 inci, dan ribuan sepatu. Semua demi menggemukkan kantong gerombolan manusia yang pura-pura peduli rakyat.
Si lae Glory dengan pengalaman bisnisnya yang "internasional" itu ternyata cuma jadi penghubung yang lihai antara pejabat BGN haus duit dan para investor lapar proyek. Dadan kasih akses, Glory atur pasar gelap, uang suap mengalir balik, lingkaran setan yang membuat darah kita mendidih.
Kejagung memang sedang gencar membersihkan, tapi rasanya masih kurang. Berapa banyak lagi tikus-tikus besar yang belum ketahuan? Berapa banyak yayasan bodong yang kini kaya mendadak dari penderitaan anak bangsa? Program yang digadang-gadang sebagai unggulan Prabowo ini malah jadi ladang korupsi paling memalukan di era ini. Glory dan gerombolannya bukan hanya mencuri uang, mereka mencuri masa depan jutaan anak Indonesia yang seharusnya bisa makan bergizi gratis tanpa harus jadi korban keserakahan elite.
Kita harus marah. Sangat marah. Karena setiap rupiah yang dikorupsi itu adalah air susu anak yatim, gizi balita kurus, dan mimpi orang tua miskin yang putus asa. Glory masuk kandang adalah awal yang baik. Jangan berhenti di situ. Bongkar semuanya sampai ke akar-akarnya, agar tidak ada lagi penjahat muka malaikat, terlihat intelek yang berani main-main dengan perut rakyat kecil.
Sementara itu, mahasiswa terus mendesak Program MBG dihentikan. Muhammadiyah menilai, MBG lebih banyak mudharatnya. Di sidang MK juga sedang berlangsung gugatan memastikan anggaran MBG tidak masuk Pendidikan. Dari semua itu, ada pihak yang sangat rakus mendesak MBG tetap jalan. Gunakan mahasiswa misterius dan demo tandingan dari emak-emak. Tunggu drama berikutnya.(SS68)
Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
News
1,2 Kg Sabu Dimusnahkan Polresta Deli Serdang, Tiga Tersangka Gagal Edarkan Ribuan Dosis Narkoba".
kota
Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau
kota
HOME SWEET LOAN THE MUSICAL HADIRKAN PERJALANAN KALUNA KE ATAS PANGGUNG DENGAN LIMA LAGU BARU KARYA IDGITAFJakartasumut24.coAdaptasi musika
Umum
sumut24.co Medan Pemko Medan melalui Dinas Kominfo Kota Medan menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 T
kota
Dompet Dhuafa Waspada Gelar Ekselensia Leadership Camp untuk Penerima Beasiswa YES Angkatan VLangkatsumut24.co Dompet Dhuafa Waspada mengge
Umum
sumut24.co MedanKonsulat Jenderal (Konjen) India di Medan akan menggelar Acara Promosi Pariwisata IndiaSumatra di Grand Mercure Hotel,
Umum
Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Apartemen Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar
kota
Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan
kota
Sosok Gus Irawan Pasaribu di Mata Anto Genk Dari Anak Pedagang Beras Menjadi Bankir, Legislator, hingga Bupati Tapanuli Selatan
Politik