Pemilihan Kepling Lingkungan 3 Kelurahan Gaharu Disorot, Warga Nilai Proses Terkesan Dipaksakan
Pemilihan Kepling Lingkungan 3 Kelurahan Gaharu Disorot, Warga Nilai Proses Terkesan Dipaksakan
kota
MEDAN | SUMUT24 Pengusaha diminta beri data dan informasi dengan jujur dan akurat kepada petugas sensus ekonomi (SE). Sebab hasil SE ini menjadi acuan untuk perencanaan pembangunan kota Medan.
Baca Juga:
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sumut Tongariodjo Angkasa Ginting mengatakan, sebenarnya SE ini tidak hanya penting bagi pemerintah tetapi juga pengusaha untuk mengetahui peta perekonomian ke depan. Dengan peta itu nantinya pelaku usaha bisa menyusun rencana pengembangan usahanya.
“Sebenarnya pengusaha juga menunggu (SE) ini untuk menentukan pengembangan perusahaannya. Namun karena hasil pendataan tidak diberikan kembali kepada pelaku usaha membuat pelaksanaan ekonomi tidak selaras dengan tujuan pemerintah,†katanya selain Ketua PSMTI adalah salah satu pengusaha di Sumut, Senin (25/4).
Sebab hal itu membuat pengusaha merasa tidak mendapat feedback dari pelaksanaan SE. Jadi kegiatan yang sebenarnya penting ini dianggap remeh dengan sikap memberikan data kurang akurat. Belum lagi jika melihat dari waktu pelaksanaan setiap 10 tahun sekali dinilai terlalu lama sehingga tidak relevan lagi dengan kondisi di lapangan.
“Seharusnya waktu pelaksanaan diperpendek menjadi lima tahun sekali supaya masih relevan dengan kondisi di lapangan. Dalam waktu setahun saja banyak perubahan jadi kalau dibuat 10 tahun sekali, kebijakan yang dibuat pemerintah pun sudah tidak sesuai,†ujarnya.
Sebelumnya Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengatakan, masyarakat khususnya pelaku usaha diharapkan memberikan data dan informasi akurat kepada petugas sensus untuk pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.
“Pelaku usaha harus sadar bahwa SE ini penting untuk mendorong ekonomi yang lebih baik. Karena itu diminta aktif memberikan jawaban atas daftar pertanyaan kepada petugas dengan jujur dan bisa dipercaya,†katanya pada acara Sosialisasi SE 2016 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Medan di Hotel Emerald Garden Medan, Kamis (21/4) kemarin.
Dikatakannya, saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Medan sedang giat membangun sesuai potensi yang dimiliki sekaligus juga selaras dengan kepentingan masyarakat luas. Namun pada sisi lain, pemerintah seringkali dihadapi dengan ketersediaan data dan informasi pembangunan yang masih terbatas. Akibatnya kebijakan, perencanaan dan evaluasi pembangunan menjadi kurang efektif dan fokus bahkan kurang tepat sasaran.
“Padahal masyarakat mengharapkan agar program kerja pembangunan semakin baik yang selaras dengan kepentingan masyarkat luas. Dari hasil SE ini diharapkan bisa digunakan untuk melengkapi penyusunan kebijakan, perencanaan dan evaluasi pembangunan lebih terpadu,†pungkasnya. (W04)
Pemilihan Kepling Lingkungan 3 Kelurahan Gaharu Disorot, Warga Nilai Proses Terkesan Dipaksakan
kota
Polsek Tanjung Morawa Berhasil Amankan Pelaku Bobol Rumah
kota
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menolak usulan proyek pembangunan gedung senilai Rp 484 miliar yang diajukan di lingkunga
kota
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Ta&rsquoaruf MTQ XIV Paluta, Syiar Islam Bergema di Simangambat
kota
Pria Pengangguran di Tapsel Ditangkap Saat Duduk di Depan Gerobak Es Tebu, Polisi Temukan Sabu dan Timbangan Elektrik
kota
Tabagsel Bersatu! Kepala Daerah seTabagsel Kompak Buka Jalur Udara Baru, Bandara Aek Godang dan AH Nasution Siap Mengudara Juni 2026
kota
Sentuh Hati Warga Ulu Sosa, Bupati dan Wabup Padang Lawas Berbagi Santunan Anak Yatim
kota
Jembatan Aek Siabu Akhirnya Dibangun, Bupati Palas Pastikan Proyek Dimulai Tahun 2026
kota
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan perlu mengambil peran lebih sentral sebagai mo
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan Program Magang Nasional menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memper
News