Jatanras Polres Asahan Sisir Rawan, Tiga Remaja Diamankan : Dua Celurit Disembunyikan di Atap Rumah
sumut24.co ASAHAN, Guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, Tim Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan menggelar patro
News
MEDAN | SUMUT24 Plt Gubsu Ir HT Erry Nuradi MSi mengatakan produk halal daerah dan nasional punya potensi besar untuk berkompetensi di pasar global. Industri halal bisa menjadi harapan masa depan perekonomian karenanya perlu terus dikembangkan.
Baca Juga:
Hal itu disampaikannya pada acara pembukaan Seminar Sehari Sumatera Utara mempersiapkan produk Halal dalam Rangka Kompetensi Global, Kamis (21/4) di Hotel Grand Kanaya Medan.
Hadir pada acara tersebut Ketua MUI Pusat Dr (Hc) KH Makruf Amin, Anggota DPR RI (Komisi III) Romo Raden Syafi’i, Wakil Direktur LPPOM MUI Pusat H Osmena Gunawan, BPPOM Medan Alibata Harahap.
Plt Gubsu mengungkapkan sejak disahkan Undang-undang no 3 tahun 2014 tentang jaminan produk halal, produk halal menjadi harapan baru perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.
“Produk halal membuat rasa aman dan terlindung bagi konsumen dalam mengkonsumsi produk,”katanya.Selain itu, Undang-undang menunjukkan bahwa pemerintah telah menyadari bahwa peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam menggerakkan ekonomi syariah yang potensinya sangat menjanjikan. “Seiring dengan meningkatnya industri halal, dengan begitu ekonomi syariah akan berkembang, “jelasnya.
Hal ini dibenarkan oleh Ketua MUI Pusat Makruf Amin, tak hanya dibutuhkan konsumen dalam negeri juga luar negeri, bahkan 4 negara yakni Amerika Serikat, Australia, Eropa dan Korea yang keseluruhannya memakai standarisasi halal MUI Republik Indonesia. “Bahkan Korea kini sedang gencar-gencarnya melakukan sertifikasi halal karena memberi keuntungan bagi dunia pariwisata mereka,” jelasnya.
Terlebih lagi sertifikasi halal tak hanya dilakukan pada produk makanan dan minuman melainkan mulai dari pelabuhan hingga pengangkutan juga pabrik, “Bila sebelumnya memakai produk non halal, akan dilakukan pembersihan sesuai syariat Islam yaitu disamak. Bahkan salah seorang gubernur di Korea antusias untuk mendapatkan sertifikat halal di wilayahnya,” paparnya.
Sedangkan untuk dalam negeri, produk makanann minuman dan kosmetik sertifikasi halal juga diterapkan seluruh tanah air. Sejumlah daerah melabel daerahnya sebagai provinsi halal diantaranya Jakarta, Jawa Barat, Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Barat.Dengan sertifikasi halal ini tak hanya menguntungkan konsumen melainkan juga pelaku usaha. Dia mencontohkan ada perusahaan yang terkena isu minyak babi beberapa tahun silam sehingga membuat produksi menurun hingga 70 persen.
“Setelah label halal diberikan baik pada produk makanan-minuman juga pada produk non makanan seperti bahan pakaian, sepatu dan lainnya ternyata dapat meningkatkan penjualan,” ujarnya. (W03)
?
sumut24.co ASAHAN, Guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, Tim Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan menggelar patro
News
Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
News
Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
News
Ternate Kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan di Kota Ternate, Maluku Utara, mengembangkan produk olahan pangan berbasis bahan lo
Tips
Abu Dhabi, UEA Etihad Airways, maskapai nasional Uni Emirat Arab, memperkenalkanEtihad Wellbeing, sebuah program terbaru yang menghadirk
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026 dapat menjadi acuan bersam
kota
Jakarta PT Federal International Finance (PT FIF) terus berupaya memperkuat komitmennya dalam membangun bisnis yang berintegritas, patuh,
News
Purwokerto Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyiapkan tindak lanjut kerja sama untuk
Tips
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meraih penghargaan Terbaik II atas Penilaian Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Keme
News
Pangandaran, PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PTAstra dan bagian dari Astra Financial, terus memperluas manfaat
Umum