Pemilihan Kepling Lingkungan 3 Kelurahan Gaharu Disorot, Warga Nilai Proses Terkesan Dipaksakan
Pemilihan Kepling Lingkungan 3 Kelurahan Gaharu Disorot, Warga Nilai Proses Terkesan Dipaksakan
kota
Medan | Sumut24 Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara (Sumut) optimis penyaluran kredit tahun ini pada triwulan I akan lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu. Salah satu pendorongnya adalah rendahnya suku bunga kredit terutama pada program kredit usaha rakyat (KUR). Berdasarkan data BI Sumut penyaluran kredit pada Februari 2016 tercatat sebesar Rp173,84 triliun atau naik 5,38% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp164,96 triliun. Sementara pada tahun ini BI memperkirakan penyaluran kredit bisa tumbuh berkisar 14%. Dengan kucuran kredit sebesar itu, tingkat loan to deposite ratio (LDR) meningkat 1,27% menjadi 93,43% pada Februari 2016 sedangkan periode sama tahun lalu sebesar 92,26%. Begitu juga dengan non performing loan (NPL) atau kredit macet turun 0,80% menjadi 2,48% dari periode sama pada tahun lalu sebesar 2,50%. Angka ini masih jauh dari ketentuan BI sebesar 5%. Kepala BI Perwakilan Wilayah Sumut Difi A Johansyah mengatakan, masih rendahnya nilai penyaluran kredit pada awal tahun merupakan hal yang wajar karena biasanya saat ini pengusaha lebih wait and see. Begitu juga dengan masyarakat masih terkena dampak akhir tahun. “Pengusaha belum mau terlalu ekspansi sehingga bank pun belum jor-joran menyalurkan kredt. Intinya kalau awal tahun (kredit) masih rendah adalah hal wajar, tidak perlu dikhawatirkan akan terjadi hingga akhir tahun,” katanya di Medan, Rabu (13/4). Setelah triwulan I, lanjut dia, BI optimis penyaluran kredit akan lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu karena perekonomian tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Selain itu dampak kebijakan pemerintah dalam hal perbaikan infrastruktur diyakini akan menumbuhkan rasa optimis pengusaha. Dari sisi perbankan, penurunan BI Rate juga mendorong pihak bank untuk menurunkan suku bunga kredit pinjaman termasuk juga suku bunga program kredit usaha rakyat (KUR) menjadi 9%. Kebijakan-kebijakan tersebut membuat bank semakin mudah menyalurkan kredit. “Jadi kalau ditanya bagaimana realisasi penyaluran kredit tahun ini, BI optimis akan lebih baik dari tahun lalu. Pihak perbankan juga menyatakan hal sama karena memang banyak indikator pendukung,” ucapnya. Pimpinan Wilayah PT BRI (Persero) Wilayah Medan, Frans H Sistiyasa sebelumnya mengatakan, pihaknya optimis penyaluran kredit pada tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu karena membaiknya ekonomi global. “Kami melihat pada tahun ini perekonomian mulai membaik jadi kami lebih optimis menjalankan program terutama dalam hal penyaluran kredit,” katanya. Adapun fokus bisnis bank ini adalah KUR mikro disamping produk lainnya yang ada pada BRI. Untuk program KUR mikro, BRI targetkan bisa menyalurkan Rp3,4 triliun dengan target debitur 152.152 orang. “Kami memang akan fokus pada KUR mikro karena bunganya yang sudah semakin kecil yakni 9% sehingga akan semakin banyak bisa menjangkau masyarakat dari berbagai elemen. Karenanya target ditetapkan tinggi yakni Rp3,4 triliun dengan jumlah debitur 152.152 orang,” pungkasnya.(nis)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Pemilihan Kepling Lingkungan 3 Kelurahan Gaharu Disorot, Warga Nilai Proses Terkesan Dipaksakan
kota
Polsek Tanjung Morawa Berhasil Amankan Pelaku Bobol Rumah
kota
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menolak usulan proyek pembangunan gedung senilai Rp 484 miliar yang diajukan di lingkunga
kota
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Ta&rsquoaruf MTQ XIV Paluta, Syiar Islam Bergema di Simangambat
kota
Pria Pengangguran di Tapsel Ditangkap Saat Duduk di Depan Gerobak Es Tebu, Polisi Temukan Sabu dan Timbangan Elektrik
kota
Tabagsel Bersatu! Kepala Daerah seTabagsel Kompak Buka Jalur Udara Baru, Bandara Aek Godang dan AH Nasution Siap Mengudara Juni 2026
kota
Sentuh Hati Warga Ulu Sosa, Bupati dan Wabup Padang Lawas Berbagi Santunan Anak Yatim
kota
Jembatan Aek Siabu Akhirnya Dibangun, Bupati Palas Pastikan Proyek Dimulai Tahun 2026
kota
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan perlu mengambil peran lebih sentral sebagai mo
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan Program Magang Nasional menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memper
News