Nama Sulaiman Disorot, Bobby Nasution Murka, Dugaan ‘Main Belakang’ Orang Dalam Mulai Terkuak
Medan Aroma panas di lingkaran elite Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai menyeruak ke publik. Proyek pembangunan gedung senilai fan
News
MEDAN | SUMUT24 Perekonomian Sumatera Utara triwulan IV 2015 tercatat sebesar 5,32%, meningkat signifikan dari triwulan sebelumnya yang sebesar 5,08%. Hal ini dikatakan oleh kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Sumatera Utara Difi. A Johansah di Medan Senin (15/2), menurutnya perkembangan tersebut mengkonfirmasi tren perbaikan ekonomi meski diindikasikan belum kuat.
Baca Juga:
“Peningkatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2015 terutama didorong oleh pertumbuhan konsumsi lembaga non profit terkait dengan pelaksanaan pilkada serentak. Sementara itu, permintaan domestik khususnya konsumsi rumah tangga belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Kondisi tersebut dikonfirmasi oleh pertumbuhan impor yang relatif rendah,â€katanya.
Ditambahkannya bahwa konsumsi pemerintah yang diharapkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di triwulan terakhir 2015 justru tumbuh melambat. Pada triwulan IV 2015 hanya tumbuh 1,39%Â dari 3,05%Â pada triwulan sebelumnya. Realisasi ini jauh lebih rendah dari historisnya yang berada di atas 3%. Gejolak politik diharapkan dapat lebih stabil sehingga belanja Pemerintah dapat direalisasikan pada waktunya untuk mendukung perbaikan ekonomi Sumatera Utara.
“Di sisi eksternal, ditengah penurunan harga komoditas dan permintaan yang masih cenderung terbatas, ekspor justru menunjukkan perbaikan setelah tiga periode lalu mencatat angka negatif. Harga CPO masih turun dari 509 USD/metric ton pada triwulan lalu menjadi 504 USD/metrik ton pada triwulan IV 2015. Ekspor luar negeri membaik dari 0,40% pada triwulan lalu menjadi 1,06%,â€ujarnya.
Dari sisi sektoral, akselerasi perekonomian Sumatera Utara terutama didorong oleh peningkatan kinerja sektor tersier. Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor jasa keuangan 11,14% dan sektor pendidikan 9,79%. Perkembangan sektor tersier diharapkan mendukung perkembangan sektor lainnya. Sementara itu, kinerja sektor utama di triwulan IV 2015 juga masih cukup baik, yaitu kategori Pertanian 6,98% dan kategori Industri Pengolahan 5,52%. Kinerja kategori Pertanian yang cukup baik menunjukkan produksi CPO masih dapat dijaga dengan baik ditengah menurunnya permintaan luar negeri.
“Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara untuk keseluruhan tahun 2015 tercatat sebesar 5,10%. Pertumbuhan ekonomi tersebut melambat dibanding tahun sebelumnya 5,23%), dengan laju perlambatan yang semakin menurun dibanding perlambatan ekonomi yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,â€katanya.
Kondisi ini mengindikasikan kinerja ekonomi Sumatera Utara yang membaik. Permintaan domestik diperkirakan masih menjadi pendorong utama di tahun 2016, khususnya investasi sejalan dengan perbaikan infrastruktur Pemerintah. Konsumsi Rumah Tangga akan tetap kuat dan membaik sejalan dengan terjaganya daya beli masyarakat. (nis)
Medan Aroma panas di lingkaran elite Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai menyeruak ke publik. Proyek pembangunan gedung senilai fan
News
Pemilihan Kepling Lingkungan 3 Kelurahan Gaharu Disorot, Warga Nilai Proses Terkesan Dipaksakan
kota
Polsek Tanjung Morawa Berhasil Amankan Pelaku Bobol Rumah
kota
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menolak usulan proyek pembangunan gedung senilai Rp 484 miliar yang diajukan di lingkunga
kota
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Ta&rsquoaruf MTQ XIV Paluta, Syiar Islam Bergema di Simangambat
kota
Pria Pengangguran di Tapsel Ditangkap Saat Duduk di Depan Gerobak Es Tebu, Polisi Temukan Sabu dan Timbangan Elektrik
kota
Tabagsel Bersatu! Kepala Daerah seTabagsel Kompak Buka Jalur Udara Baru, Bandara Aek Godang dan AH Nasution Siap Mengudara Juni 2026
kota
Sentuh Hati Warga Ulu Sosa, Bupati dan Wabup Padang Lawas Berbagi Santunan Anak Yatim
kota
Jembatan Aek Siabu Akhirnya Dibangun, Bupati Palas Pastikan Proyek Dimulai Tahun 2026
kota
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan perlu mengambil peran lebih sentral sebagai mo
News