91 ASN Tapsel Tuntaskan Diklat BPKP, Bupati Gus Irawan Targetkan Dokumen Manajemen Risiko Rampung Sepekan
91 ASN Tapsel Tuntaskan Diklat BPKP, Bupati Gus Irawan Targetkan Dokumen Manajemen Risiko Rampung Sepekan
kota
Baca Juga:
- Sekda Tanjungbalai: ASN Jangan Hanya Rutinitas, Saatnya Berinovasi dan Jaga Integritas
- ASN Pemkab Simalungun Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026: Refleksi Memastikan Pancasila Tetap Menyala
- Oknum ASN Ikut Garap Lahan Eks HGU PT BSP di Asahan, Bupati Taufik : Siap-Siap Ditindak Tegas!
Medan | Sumut24.co
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, secara resmi menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Risiko (MR) yang diikuti sebanyak 91 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Kamis (9/7/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai 6 hingga 9 Juli 2026, menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam memperkuat sistem tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pencapaian target pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut diikuti ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang mendapatkan pembekalan mengenai penerapan manajemen risiko sebagai salah satu instrumen penting dalam penyelenggaraan pemerintahan modern.
Turut hadir dalam penutupan kegiatan, Inspektur Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Hamdy Saleh Pulungan, Sekretaris Inspektorat Ahmad Fikri, para instruktur dari BPKP Perwakilan Sumatera Utara, serta seluruh peserta diklat.
Dalam sambutannya, Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi setiap instansi pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan secara efektif dan profesional.
Menurutnya, setiap program pemerintah selalu memiliki potensi risiko, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi. Karena itu, setiap aparatur dituntut memiliki kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, hingga mengendalikan berbagai risiko yang dapat menghambat pencapaian target pembangunan.
"Risiko memang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat diminimalkan melalui penerapan manajemen risiko yang tepat. Oleh karena itu, manajemen risiko tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban administratif atau sekadar penyusunan dokumen, tetapi harus menjadi alat strategis dalam memastikan setiap program pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran," tegas Gus Irawan.
Ia menambahkan, penerapan manajemen risiko yang baik akan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, memperkuat akuntabilitas kinerja pemerintah, sekaligus memberikan kepastian bahwa setiap kebijakan yang dijalankan telah mempertimbangkan berbagai potensi tantangan yang mungkin muncul.
Sebagai tindak lanjut hasil pelatihan, Bupati juga memberikan target kepada seluruh peserta agar segera menyelesaikan Dokumen Manajemen Risiko Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2025–2029.
Menurutnya, selama mengikuti diklat seluruh peserta telah menyusun draft awal dokumen tersebut dengan pendampingan langsung dari para instruktur BPKP. Karena itu, penyempurnaan dokumen diharapkan dapat diselesaikan paling lambat satu minggu setelah pelatihan berakhir.
"Dokumen ini harus segera dituntaskan agar dapat menjadi pedoman dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang lebih terarah, akuntabel, serta mampu mengantisipasi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang," ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berharap seluruh ASN mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan kerja masing-masing sehingga budaya sadar risiko dapat diterapkan dalam setiap proses penyelenggaraan pemerintahan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Tapanuli Selatan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik yang semakin berkualitas.zal
91 ASN Tapsel Tuntaskan Diklat BPKP, Bupati Gus Irawan Targetkan Dokumen Manajemen Risiko Rampung Sepekan
kota
Drainase Jalinsum Tersumbat, Satlantas Polres Padangsidimpuan Bergerak Cepat Selamatkan Pengguna Jalan
kota
Tinggalkan Open Dumping, Pemkab Madina Siapkan Sistem Controlled Landfill untuk Wujudkan Pengelolaan Sampah Modern
kota
PAD Madina Baru Capai 85,78 Persen, Bupati Saipullah Beberkan Strategi Tingkatkan Pendapatan dan Lindungi Guru
kota
Janji Gandakan Uang dalam 7 Hari, Wanita Ini Dibekuk Polres Padangsidimpuan Usai Rugikan 51 Korban Rp400 Juta
kota
Sat Reskrim Polres Padang Lawas Intensif Patroli Malam, Cegah Begal, Balap Liar hingga Tawuran Remaja
kota
Hadiri Puncak HKG PKK ke54, Ketua TP PKK Simalungun Komit Perkuat Pemberdayaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045
kota
Kontingen Simalungun Raih Terbaik III di Jamdasu XI 2026, Bupati "Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan kekompakan"
kota
MAS TPI Plus Keterampilan Medan Sambut Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2026/2027
kota
Hari Pertama Sekolah, TPI Medan Sambut Hangat Peserta Didik Baru TA 2026/2027 dengan Tradisi Marhaban dan Tepung Tawar
kota