Maharawaty Manfaatkan Imlek untuk Edukasi Publik
sumut24.co MedanPerayaan Tahun Baru Imlek 2026 dimanfaatkan Direktur Yayasan Gracia Ecolab Garden, Maharawaty, untuk menggelar open house
Ekbis
Baca Juga:
- Tokoh Masyarakat Madina Waspadai Isu Kerja Sama Pengusaha Tambang dengan Oknum Pejabat
- TNI Amankan 6 Excavator Tambang Emas Ilegal di Batang Natal dan Lingga Bayu Madina, Gebrakan Menjaga Kelestarian Lingkungan
- Wakapolda Sumut Tinjau Lokasi, Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina Masuk Tahap Pendalaman
Madina | Sumut24.co
Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal kembali menjadi sorotan. Setelah dilakukan penertiban di kawasan Pantai Barat oleh aparat TNI pada Rabu (24/3/2026), masyarakat kini berharap operasi serupa juga menyasar wilayah lain yang masih dipenuhi aktivitas tambang ilegal.
Sejumlah kawasan seperti Kotanopan dan Ulupungkut disebut masih menjadi lokasi maraknya praktik pertambangan emas menggunakan alat berat. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait dampak kerusakan lingkungan serta potensi gangguan keamanan.
Ketua Ikatan Pemuda Mandailing (IPM), Tan Gozali Nasution, memberikan apresiasi atas langkah aparat dalam menertibkan aktivitas PETI di wilayah Pantai Barat Mandailing Natal. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menegakkan hukum.
Sebelumnya, aparat dari Polda Sumatera Utara juga diketahui telah mengamankan 14 unit ekskavator yang diduga digunakan untuk kegiatan tambang emas ilegal di wilayah Mandailing Godang, tepatnya di perbatasan Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, dengan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Namun demikian, Tan menilai upaya penertiban tersebut harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya terfokus pada satu wilayah saja. Ia menegaskan bahwa aparat negara perlu bersinergi untuk memberantas aktivitas tambang ilegal di seluruh kawasan yang masih beroperasi.
"Penertiban ini harus murni dilakukan demi menjaga hutan dan ekosistem sungai. Jangan sampai muncul kesan bahwa ada persaingan kekuatan atau wilayah pengamanan antara aparat," ujar Tan Gozali Nasution, Kamis (5/3/2026).
Ia juga menyoroti adanya persepsi di tengah masyarakat terkait dugaan adanya pihak tertentu yang melindungi aktivitas tambang ilegal. Karena itu, Tan meminta agar TNI dan Polri bekerja bersama dalam menindak para pelaku dan pemilik alat berat yang digunakan dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, di kawasan Kotanopan hingga Simpang Banyak Ulupungkut, yang berada di bagian hulu Sungai Batang Gadis, masih terdapat puluhan ekskavator yang beroperasi di lokasi tambang ilegal.
"Diperkirakan ada sekitar 25 unit ekskavator yang masih beroperasi di kawasan itu. Aparat harus turun bersama untuk menertibkan alat berat dan menindak pemilik tambang ilegal tersebut," tegasnya.
Tan juga mengingatkan bahwa aktivitas pertambangan emas ilegal menggunakan alat berat hanya memberikan keuntungan bagi segelintir pihak. Sementara itu, masyarakat luas justru harus menanggung dampak negatif yang ditimbulkan, terutama kerusakan lingkungan dan potensi bencana.
Selain merusak hutan dan aliran sungai, aktivitas PETI juga dinilai berpotensi memicu berbagai persoalan sosial lainnya. Kawasan tambang ilegal sering kali menjadi tempat berkembangnya berbagai penyakit masyarakat, termasuk peredaran narkoba.
Tidak hanya itu, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas tambang di hulu sungai juga berpotensi merugikan masyarakat yang tinggal di wilayah hilir.
"Tambang ilegal dengan ekskavator ini tidak hanya merusak alam, tetapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat di hilir sungai. Jika tidak segera ditertibkan, dampaknya akan semakin luas," kata Tan.
Karena itu, ia berharap pemerintah bersama aparat penegak hukum dapat mengambil langkah tegas dan terkoordinasi dalam memberantas aktivitas pertambangan emas ilegal di Mandailing Natal.
Penertiban yang konsisten dan menyeluruh dinilai menjadi kunci untuk menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus meredam berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait penegakan hukum di wilayah tersebut.zal
sumut24.co MedanPerayaan Tahun Baru Imlek 2026 dimanfaatkan Direktur Yayasan Gracia Ecolab Garden, Maharawaty, untuk menggelar open house
Ekbis
Bangun Pagi, Toyota Innova Hilang! Tim Resmob Polres Padangsidimpuan Ungkap Modus Aksi Pencurian
kota
Belum Masuk Daftar Huntap, Empat Keluarga Korban Longsor Tapsel Harap Perhatian Pemerintah
kota
Wabup Atika Tinjau CT Scan 64 Slice dan Cath Lab RSUD Panyabungan, Layanan Kesehatan Madina Makin Modern
kota
Wabup Padang Lawas Sambut Tim Kemenkes, RSUD Sibuhuan Bersiap Hadirkan Layanan Cuci Darah
kota
SPS Prihatin Perjanjian Perdagangan RI&ndashAS Berpotensi Hilangkan Kedaulatan Digital dan Media Nasional
kota
Safari Ramadan di Halongonan Timur, Bupati Padang Lawas Utara Resmikan Jalan dan Salurkan Bantuan untuk Warga
kota
Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Disorot, Pemuda Mandailing Minta TNI&ndashPolri Bersatu Bertindak
kota
Ramadan Penuh Kebersamaan, Polres Padangsidimpuan Shalat Tarawih Berjamaah dengan Masyarakat
kota
Jelang Idul Fitri 2026, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Pasar Cek Harga Sembako
kota