Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
kota
Baca Juga:
Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Polda Sumut) mengamankan dua unit ekskavator yang diduga digunakan untuk aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Senin (03/03/2026).
Penindakan tersebut menjadi sorotan publik. Di satu sisi, langkah aparat diapresiasi sebagai bentuk komitmen penegakan hukum terhadap tambang ilegal. Namun di sisi lain, muncul kritik dari sejumlah tokoh masyarakat yang menilai tindakan tersebut belum menyentuh seluruh titik aktivitas PETI yang masih beroperasi.
Ketua Ikatan Pemuda Mandailing, Tan Gozali Nasution, menyampaikan bahwa penertiban terhadap dua ekskavator di Siabu belum mencerminkan upaya yang komprehensif.
Menurutnya, aktivitas tambang ilegal dengan alat berat masih ditemukan di berbagai wilayah di Mandailing Natal. Ia memaparkan sejumlah kecamatan yang diduga masih menjadi lokasi operasi PETI, seperti Muara Batang Gadis, Lingga Bayu, Batang Natal, Ranto Baek, Ulu Pungkut, hingga Kotanopan.
Tan menyebutkan, di beberapa wilayah tersebut jumlah ekskavator yang beroperasi diduga mencapai puluhan unit. Ia pun meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan menyeluruh tanpa pandang bulu.
"Kami berharap penindakan dilakukan secara serius dan merata, demi menjaga kelestarian lingkungan serta keselamatan masyarakat," ujarnya.
Selain menyoroti belum meratanya penindakan, Tan juga mengungkap dugaan adanya praktik setoran dari aktivitas tambang ilegal kepada oknum tertentu. Ia meminta aparat penegak hukum melakukan evaluasi internal jika ingin membuktikan keseriusan dalam memberantas PETI.
Ia menilai, transparansi dan pengawasan yang ketat menjadi kunci untuk menghapus persepsi publik terkait dugaan tebang pilih dalam penegakan hukum.
Aktivitas PETI dengan alat berat dinilai tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial. Tan menyoroti dampak jangka panjang seperti kerusakan hutan, sedimentasi sungai, hingga ancaman banjir dan longsor di wilayah yang tergolong rawan bencana.
Selain itu, ia juga mengaitkan maraknya aktivitas tambang ilegal dengan persoalan sosial lain, termasuk dugaan meningkatnya peredaran narkoba di wilayah-wilayah penghasil emas tersebut.
Menurutnya, jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan akan semakin luas dan sulit dikendalikan di masa mendatang.
Tan Gozali berharap aparat tidak berhenti pada satu atau dua titik penindakan saja. Ia menegaskan bahwa pemberantasan PETI harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, agar tidak hanya menjadi operasi sesaat.
"Penertiban harus menyeluruh. Jangan sampai ada kesan hukum tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas," tegasnya.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Sumut, Rantau Isnur Eka, menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan Polri menyusul beredarnya video viral aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut.
"Ini perintah langsung Bapak Kapolri melalui Bapak Kapolda Sumut. Kami juga mendapat arahan dari Komandan Korps Brimob untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait tambang liar di perbatasan Madina dan Tapsel," ujarnya di lokasi.
Ia mengungkapkan medan menuju lokasi cukup ekstrem. Tim harus berjalan kaki selama kurang lebih 12 jam, sementara tim pendobrak menggunakan sepeda motor selama 3,5 jam. Akses kendaraan roda empat sangat terbatas dan hanya bisa dilalui kendaraan spesifikasi off-road.
"Sebanyak 14 unit ekskavator kami amankan. Ada juga beberapa pihak yang diamankan untuk didalami perannya masing-masing. Penanganan lebih lanjut akan dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Sumut," tegasnya.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
kota
Sekda Medison Lantik Direksi Perumda Tirta Solok Nan Indah,
kota
Gerak Cepat! Laporan Call Center 110 Ditindak, Terduga Pelaku Pencurian Diamankan Polres Padangsidimpuan
kota
Gerak Cepat Resmob Padangsidimpuan, Sindikat Curanmor di Padangsidimpuan Berhasil Dibekuk
kota
PKK Sumut Turun ke Paluta, Program Keluarga Sejahtera Digeber Jelang Indonesia Emas 2045
kota
Curanmor Dini Hari Terungkap Kilat! Dua Pelaku Pencurian HP di Batangtoru Ditangkap Polres Tapsel Tanpa Perlawanan
kota
Sigap! Polres Tapsel Amankan TKP Kebakaran di Sayurmatinggi, Kerugian Capai Ratusan Juta
kota
MEDAN Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar, kembali dipercaya memimpin partai untuk periode terbaru
kota
Begal Adalah Fenomena Nyata Bukan Mitos, TNI AL Turun Tangan. Bukan Intervensi.
kota
Stafsus Menteri Koperasi Dorong Bos Teri Medan Bermitra dengan Koperasi Merah Putih dan Dapur MBG
kota