Gerebek Markas Narkoba Mencirim Kampung, Bandar Disergap dan Pistol Hingga Sejumlah Sajam Disita
Medan sumut24.co Tim Gabungan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan BNNP Sumut Ditresnarkoba Polda Sumut dan Satpol PP, Jumat (16/1
Hukum
Tokoh Masyarakat Madina Waspadai Isu Kerja Sama Pengusaha Tambang dengan Oknum Pejabat
Mandailing Natal– Pasca razia terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal yang berhasil mengamankan puluhan alat berat jenis beko serta sejumlah pihak yang diduga terlibat, kini muncul isu baru yang menjadi perhatian masyarakat.
Beredar kabar bahwa akan ada pengusaha pertambanganjuga pemilik hiburan malam terbesar di Medan "As" akan bekerja sama dengan pejabat Sumut "Bo"yangbekerja sama dengan oknum pejabat daerah untuk membuka aktivitas pertambangan secara legal di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Gordang Sambilan.
Baca Juga:
- Jemput Program Pusat di Tengah Efisiensi Anggaran, Bupati Madina Perjuangkan Revitalisasi 10 Sekolah Tambahan
- Lindungi Kesehatan Siswa, Disdikbud Madina Terapkan PJJ 15–17 Oktober 2026
- 3 Ekskavator Dibakar, Kapolda Sumut Brigjen Sonny Irawan Pernah Turun Langsung Tindak PETI Madina-Tapsel, Kini Kotanopan Menanti Ketegasan
Tokoh masyarakat Mandailing Natal, H Syahrir Nasution, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai isu tersebut. Menurutnya, jangan sampai penertiban tambang ilegal justru menjadi pintu masuk bagi kepentingan kelompok tertentu untuk menguasai sumber daya alam daerah.
"Belakangan berkembang isu bahwa akan ada pengusaha pertambangan bekerja sama dengan pejabat daerah untuk membuka pertambangan secara legal. Masyarakat harus waspada, jangan sampai ini hanya menjadi modus untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu," ujar H Syahrir Nasution kepada wartawan.
Ia bahkan menyinggung adanya dugaan bahwa razia PETI yang dilakukan sebelumnya bisa saja dimanfaatkan sebagai momentum untuk membuka jalan bagi pengusaha tertentu masuk dan mengeksplorasi sumber daya alam di Mandailing Natal.
"Jangan sampai razia PETI kemarin justru menjadi pesanan agar ada pengusaha tertentu yang kemudian mendapat kesempatan mengeksplorasi kekayaan alam di Bumi Gordang Sambilan," katanya.
Meski demikian, Syahrir menegaskan bahwa masyarakat pada prinsipnya tidak menolak investasi selama dilakukan secara transparan, sesuai aturan, serta benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Ia juga meminta pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait untuk bersikap terbuka serta memastikan tidak ada praktik kolusi dalam pengelolaan sumber daya alam di Mandailing Natal.
"Masyarakat Madina ingin kekayaan alam daerah ini dikelola secara adil dan bertanggung jawab, bukan hanya untuk keuntungan segelintir orang," tegasnya.
Syahrir juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawasi kebijakan terkait pengelolaan pertambangan agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan maupun konflik sosial di tengah masyarakat Bumi Gordang Sambilan.red
Medan sumut24.co Tim Gabungan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan BNNP Sumut Ditresnarkoba Polda Sumut dan Satpol PP, Jumat (16/1
Hukum
Tim Kuasa Hukum PT Tun Sewindu Bantah Jokowi Laporkan Kepala Satpol PP Deli Serdang ke Polda Sumut
News
Kunjungi Labusel, Bobby Nasution Bantu Pembangunan Rumah Tahfiz dan Percepat Program Bedah Rumah
News
Kejagung Jemput Paksa Direktur PT TPL, Dugaan Korupsi Transfer Pricing Rugikan Negara Rp2 Triliun
News
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah melatih 1.041 penyandang disabilitas selama Januari hingga Oktober 2026. Sebagian be
News
sumut24.co MedanPekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Medan mendapat perhatian serius dari
Umum
sumut24.co JakartaPT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan tindakan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada sistem perdagangan
Ekbis
Bupati Klaten Hamenang Ditahan KPK, Uang Rp1,9 Miliar Disita
News
sumut24.co MedanDinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumatera Utara (Sumut) memastikan tidak ada lagi titik api (hotspot) kebakaran
Umum
Kabar Gembira bagi Warga Pesisir Labuhanbatu, Bobby Nasution Targetkan Pengaspalan 16 Km Jalan pada 2027
News