HPN 2026, Bank Sumut Buka Ruang Kompetisi Opini Jurnalis dan Apresiasi Media
Medan Di tengah percepatan transformasi digital dan meningkatnya kompleksitas industri perbankan, PT Bank Sumut (Perseroda) membuka ruang
Ekbis
Baca Juga:
Penyerahan dilakukan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Selasa (25/3) lalu dipimpin langsung oleh Gubernur Sumut Bobby Nasution. Bobby menyebut bonus ini sebagai komitmen apresiasi daerah terhadap perjuangan atlet.
"Ini tanggung jawab kami di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, termasuk tanggung jawab saya sebagai Gubernur hari ini," ujar Bobby didampingi Wakil Gubernur Surya.
Rincian Besaran Bonus yang Dibayarkan
Rp250 juta-Medali emas perorangan.
Rp125 juta-Medali perak. Rp75 juta- Medali perunggu. Nomor beregu- Disesuaikan berdasarkan jumlah atlet dalam tim.
Selain itu, Bobby membebaskan pajak atas bonus atlet sehingga jumlah yang diterima atlet adalah nilai bersih. Dalam penyerahan bonus ini, Bobby juga mengambil keputusan menambah alokasi sekitar Rp10 miliar untuk menyeimbangkan bonus kategori beregu yang selama ini nilainya lebih kecil dibanding nomor perorangan.
"Kami ingin perlakuan yang adil. Beregu juga berjuang membawa nama Sumut, maka bonusnya harus proporsional," tegas Bobby.
Namun baru-baru ini, Bobby telah mengakui bahwa pembayaran bonus ini menggunakan dana dari Belanja Tak Terduga (BTT) pos yang semestinya dialokasikan untuk keadaan darurat, termasuk bencana.
Hal ini disampaikan Bobby menjawab soal kritikan soal adanya pemangkasan anggaran BTT menjadi hanya Rp98,3 miliar dari nilai semula yang mencapai Rp843,1 miliar.
"BTT yang dianggarkan dari awal sudah digunakan untuk PON, pembayaran atlet yang saat itu tidak semua dialokasikan," ungkap Bobby, Senin (10/12).
Analis FITRA Sumut, Elfanda Ananda menilai penggunaan BTT untuk kebutuhan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 dinilai bertentangan dengan sejumlah regulasi keuangan daerah, misalanya Permendagri 77/2020.
Kata Aflanda, BTT hanya diperuntukkan bagi, Keadaan darurat/bencana, keadaan luar biasa yang tidak dapat diprediksi dan pengeluaran mendesak yang tidak dapat ditunda
"Bonus atau honor atlet bukan keadaan darurat dan bukan belanja tak terduga," ujar Elfanda, kepada wartawan, Jumat (12/12).
Apalagi, bonus atlet merupakan belanja terencana, pembayaran penghargaan bagi atlet sudah dapat diprediksi sebelum pelaksanaan PON.
"Maka anggarannya harus disiapkan melalui Dispora atau hibah ke KONI, bukan melalui BTT," pungkasnya.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Medan Di tengah percepatan transformasi digital dan meningkatnya kompleksitas industri perbankan, PT Bank Sumut (Perseroda) membuka ruang
Ekbis
Dompet Dhuafa Waspada Gelar Rangkaian Kegiatan Sambut Ramadan Berzakat Itu KalcerDeli Serdangsumut24.co Dompet Dhuafa Waspada menggelar ra
News
Kekuasaan Tanpa Integritas Awal Mulai Datangnya Murka Allah
kota
Nikita Willy dan Indra Priawan Bagikan Solusi Berpakaian Cerdas untuk Keseharian di Acara UNIQLO Spring/Summer 2026 Season PreviewJakartasu
News
sumut24.co ASAHAN, Sebagai wujud kedekatan Polri dengan masyarakat serta komitmen dalam pemberantasan narkoba, Kapolres Asahan AKBP Revi Nu
News
Mahkota Peradaban adalah Kemanusiaan
kota
Medan Sumut24.co Musa Arjianshah, S.H., putra dari Dr. H. Musa Rajekshah (Mas Arjie), resmi meraih gelar Sarjana Hukum (S1) usai mengi
News
Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho Resmi Pimpin Polda Sumsel, Bawa Visi Baru untuk Keamanan dan Pelayanan Publik
kota
Akademisi Puji Pidato Prabowo di Davos, Pertegas Beda Prabowonomics Vs Greedynomics
kota
Medan sumut24.co Pengangkatan Kepala Lingkungan (Kepling) harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan mengutamakan kepentingan warga
kota