sumut24.co -BALIGE, Berbekal ilmu pariwisata, mahasiswa Politeknik Pariwisata (
Poltekpar) Medan hadir untuk mengabdi di tengah masyarakat Kelurahan
Pardede Onan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba impelmentasikan pembangunan sumber daya manusia, alam dan budaya.
Baca Juga:
"Kami ambil ke kelurahan
Pardede Onan karena mereka mempublish bersedia menjadi destinasi wisata dengan artian mereka bersedia ikut dari pariwisata itu menjadi desa wisata binaan dari Kemenparekraf", sebut Roro Purwanti mewakili rekan satu tim nya.Pengabdian selama 40 hari melalui berbagai program kerja merujuk pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemahaman kepariwisataan.
"Kami ada 7 orang bersama dosen pembimbing, kami mengabdi selama 40 hari dengan tujuan membantu sumber daya manusia, alam dan budayanya. Kami disini bukan hanya berdampak terhadap warga sekitar tempat kami tinggal tetapi kepada seluruh warga di kelurahan
Pardede Onan.Harapan kami dengan adanya kegiatan kami ini, masyarakat di desa wisata
Pardede onan bisa lebih mengetahui tentang pariwisata bukan hanya mengetahui Danau Toba sebagai objek wisata atau sebagai Geopark, tetapi mereka menjadi bagian dari Geopark itu dan menjalankan pariwisata yang baik menurut Kemenparekraf", terang Roro lebih lanjut.
Beberapa program kerja kami yang dilaksanakan diantaranya, sosialisasi sadar wisata dan Sapta Pesona di sekolah-sekolah, pembuatan papan Sapta Pesona, Jedesta dan pembuatan buklet."Membuat papan Sapta Pesona agar generasi muda paham apa itu Sapta Pesona sebagai komponen atau modal utama untuk mengetahui pariwisata yang baik seperti apa.
Selanjutnya kami juga punya program sosialisasi Sadar
Wisata dan sosialisasi Sapta Pesona kepada 2 SD di kelurahan
Pardede onan yaitu SD negeri dan SD katolik, kami membuat mini games agar mereka tertarik dengan apa yang kami sampaikan. Setelah kami melakukan nya lebih dari 3 kali mereka antusias dan ketika mereka melihat kami mereka ingatnya sadar wisata dan Sapta pesona.Lalu selanjutnya di Jedesta, ini gunanya untuk memperbaharui informasi dari
Pardede Onan untuk pemerintah pusat. Kami juga ada pembuatan buklet, tidak hanya untuk database kelurahan
Pardede Onan tapi database untuk setiap apa yang mau dilakukan pemerintah melalui pariwisata di desa wisata
Pardede onan", jelasnya.
Kegiatan Field Project Studi (
FPS) yang dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari 7 orang mahasiswa Program Studi (Prodi) Destinasi Pariwisata bersama 1 dosen pembimbing ini memetakan potensi wisata yang dimiliki Kelurahan
Pardede Onan."Menyangkut SDM, alam dan budaya maka
Pardede Onan ini cocoknya didorong menjadi desa budaya yang digambarkan ketika masuk dari Balige kita sudah melihat ornamen Batak yang sangat kental dimana
Pardede onan memiliki budaya Batak yang lebih modern", simpulnya dijumpai usai pemasangan papan Sapta Pesona, Selasa (12/05/2026).
Berbagai pengalaman hasil riset selama berada di lingkungan Kelurahan
Pardede Onan menggambarkan kondisi pariwisata di daerah tersebut."Kendala pasti ada terutama dari beberapa pihak yang kami temui, para stakeholder itu memiliki visi misi yang sama tetapi ketika berembuk di satu meja yang sama mereka memiliki pandangan yang berbeda.
Kendala lainnya mungkin di karang taruna karena visi misi kita di awal datang kesini ketemu dengan generasi muda yang sama dengan kami dan bersinergi untuk memajukan pariwisata di sekitaran Danau Toba, ternyata tidak.Seharusnya stakeholder bisa membantu untuk membuat dusun kreatif untuk mewadahi anak muda. Disini belum nampak siapa-siapa saja yang menjadi tokoh pelaku wisata meski sebenarnya ada namun mungkin tidak ada wadahnya seperti itu", pungkasnya. (Des)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News