Minggu, 27 September 2026

Kasus Korupsi 52,5 Milyar : Kajatisu Baru Buka Suara, Kasus Hibah KONI Asahan Bakal Diusut Lagi ?

Administrator - Kamis, 07 Mei 2026 18:12 WIB
Kasus Korupsi 52,5 Milyar : Kajatisu Baru Buka Suara, Kasus Hibah KONI Asahan Bakal Diusut Lagi ?
Sumut24
sumut24.co -ASAHAN, Kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Asahan yang bernilai fantastis mencapai Rp52,5 miliar selama kurun waktu 2019-2025 kembali memanas. Setelah sempat meredup dan tak jelas kelanjutannya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajatisu) Sumatera Utara yang baru menjabat akhirnya memberikan sinyal tegas.

Baca Juga:
Kajatisu Sumut, Muhibuddin, SH, MH, menegaskan komitmennya untuk menelusuri kembali laporan yang masuk. Ia menegaskan, penanganan kasus ini akan sangat bergantung pada kekuatan bukti yang ada.

"Saya cek dulu laporannya. Jika cukup alat bukti, kita tindaklanjuti. Jika sebaliknya, kita hentikan," tegas Muhibuddin kepada awak media, Kamis (7/5/2026).

Pernyataan ini menjadi angin segar sekaligus pertanda besarnya perubahan penanganan kasus yang sempat 'hilang' dari permukaan.

Dana Mencapai 52,5 Miliar, Publik Menuntut Kejelasan

Kasus ini bermula dari laporan Lembaga Penegakan Supremasi Hukum (LPSH) Cabang Asahan yang menyoroti aliran dana APBD Kabupaten Asahan ke KONI selama tujuh tahun. Rinciannya cukup mencengangkan, mulai dari Rp9,5 miliar (2019), hingga mencapai Rp8 miliar pada 2024-2025, dengan total akumulasi tembus di angka Rp52,5 miliar.

Dana tersebut diduga disalurkan kepada 37 Cabang Olahraga (Cabor), namun pengelolaannya dianggap tidak transparan dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Sempat "Mati Suri", Kini Diharapkan Hidup Kembali

Yang menjadi sorotan publik adalah nasib penyelidikan yang sebelumnya ditangani oleh jajaran lama. Padahal, sebelumnya Aspidsus Kejatisu, Mochamad Jefry, sempat mengaku sedang mendalami kasus ini dengan pendekatan "makan bubur panas dari pinggir". Namun, seiring berjalannya waktu, kasus ini justru tak kunjung menemukan titik terang dan seolah redup.

Hingga April 2026 lalu, LPSH kembali mendesak melalui surat resmi agar kasus ini segera ditindaklanjuti, mengingat tidak ada kejelasan status maupun jawaban tertulis dari pihak kejaksaan selama berbulan-bulan.

Pelapor Minta Tim Khusus Dibentuk

Merespons pernyataan Kajatisu yang baru, Ketua LPSH Cabang Asahan, Tumpak Nainggolan, SH, menyampaikan apresiasi tinggi. Ia berharap komitmen ini bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata.

Tumpak menuntut agar Kejati Sumut segera bersikap tegas (primus inter pares) dengan membentuk tim penyelidik khusus. Menurutnya, semua pihak yang terlibat mulai dari pengurus KONI, bendahara, hingga perwakilan 37 Cabor wajib diperiksa tuntas untuk mempertanggungjawabkan penggunaan uang rakyat tersebut.

"Mereka harus dan wajib diperiksa secara menyeluruh sebagai bentuk pertanggungjawaban keuangan yang mereka kelola," tegas Tumpak.

Sementara itu, kalangan aktivis dan LSM seperti PUKAT Sumut dan JK3 Kota Kisaran juga menyambut baik langkah baru ini. Mereka berharap kasus yang hampir berjalan setahun ini bisa segera diangkat kembali dan diusut sampai tuntas tanpa ada intervensi maupun hambatan birokrasi.

Kini, mata masyarakat Asahan tertuju pada langkah selanjutnya Kejati Sumut. Apakah kasus "besar" ini akan benar-benar dibuka kembali, atau justru akan ditutup karena dinilai tidak cukup bukti? Kita tunggu perkembangannya. (tec)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wakil Bupati Asahan Resmi Buka Silaturahmi Pimpinan Baznas Se-Sumut : Perkuat Sinergi, Wujudkan Zakat yang Berdampak Nyata
Bupati Asahan Buka Jambore Posyandu ke-XIII, Kader Terampil Kunci Masyarakat Sehat dan Tekan Stunting
Wagubsu Resmi Membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria
Antonius Tumanggor: Wali kota Medan Bukan Superman atau Aladin di Negeri Dongeng, Mari Dukung dan Beri Masukan Positip
Bupati Taufik Zainal Abidin Resmi Buka Festival Sungai Asahan, Jaga Kelestarian dan Angkat Potensi Wisata Serta Ekonomi Kreatif Daerah
Wakil Bupati Asahan Buka Festival Layang-Layang, Kreativitas dan Budaya Tradisional Terbang Tinggi di Silo Baru
komentar
beritaTerbaru