Lengkapi Mobilitas Kota Medan, Bluebird Prime Hadirkan Pengalaman "Next-Level Comfort"
sumut24.co MedanSebagai salah satu metropolitan terbesar di Indonesia yang terus berkembang pesat, Medan memiliki ritme mobilitas yang sang
Ekbis
Baca Juga:
- Propam Polres Asahan Usut Isu Viral, Anggota Sat Narkoba Dinyatakan Tidak Terlibat Peredaran Pod Getar
- Alisansi CS KERAS Geruduk Kejatisu dan Bakar Foto Walikota, Goklif Manurung: Kajati SUMUT SEGERA Periksa & Tangkap Wesly Silalahi Terkait Gurita Korup
- Vonis Bebas Terdakwa Korupsi Lahan PTPN II Diajukan Banding, Dugaan Kebocoran Ratusan Miliar PAD Deliserdang Kian Mengemuka
Medan – Desakan publik terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan untuk membuka seluruh tabir dugaan korupsi dalam penyelenggaraan Medan Fashion Festival (MFF) 2024 semakin menguat. Kali ini, desakan datang dari Kornas KAMAK Azmi Hadly, yang meminta agar penyidik tidak hanya fokus pada pejabat Dinas Pariwisata, tetapi juga memeriksa pejabat terkait di Dekranasda Kota Medan.
Azmi Hadly menegaskan, penyidikan yang sedang berjalan tidak boleh berhenti pada satu atau dua nama. Ia menyebut, pola penggunaan anggaran di MFF patut didalami lebih jauh, terutama karena event tersebut melibatkan banyak pihak, termasuk struktur Dekranasda.
> "Kejari Medan jangan tebang pilih. Jika ada aliran anggaran atau kewenangan Dekranasda dalam pelaksanaan MFF, pejabatnya wajib diperiksa. Kami minta Kejari transparan dan berani menyentuh semua pihak," tegas Azmi Hadly.
Menurutnya, kasus MFF tidak bisa dipandang sebagai kesalahan individual semata, melainkan bisa menjadi pintu masuk mengungkap dugaan penyimpangan yang lebih luas. Ia juga mengapresiasi langkah cepat Kejari dalam menetapkan Beni Iskandar sebagai tersangka, namun menilai penyidikan masih setengah jalan.
Azmi menambahkan bahwa dugaan korupsi dalam event MFF terkait erat dengan proses penganggaran, penunjukan vendor, serta dugaan markup kegiatan. Karena itu, ujar dia, Dekranasda yang ikut tampil sebagai mitra kegiatan tidak mungkin dilepaskan dari pemeriksaan.
> "Jika Kejari sungguh-sungguh ingin membersihkan praktik kotor di Pemko Medan, semua pejabat yang terlibat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan MFF harus diperiksa, termasuk pejabat Dekranasda. Jangan sampai ada yang dilindungi," katanya.
Kornas KAMAK juga mengingatkan bahwa keberanian Kejari Medan dalam mengusut kasus ini akan menjadi tolok ukur komitmen penegakan hukum di Sumatera Utara, terutama setelah banyak kasus besar sebelumnya dinilai stagnan.
Ia menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus MFF hingga tuntas, termasuk mendorong pengungkapan aliran dana, pertanggungjawaban kegiatan, sampai keterlibatan aktor-aktor yang selama ini berada di lingkaran kekuasaan Pemko Medan.
"Publik menunggu ketegasan Kejari Medan. Jangan berhenti di level teknis, bongkar sampai siapa pun yang menikmati anggaran. Kita ingin penegakan hukum yang bersih, tanpa intervensi," tutup Azmi Hadly.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
sumut24.co MedanSebagai salah satu metropolitan terbesar di Indonesia yang terus berkembang pesat, Medan memiliki ritme mobilitas yang sang
Ekbis
2.000 Bungkus Vape Getar asal Malaysia Gagal Beredar di Medan
kota
Begal Sadis Bacok Korban 8 Kali, Rampas Uang Rp.900 Ribu
kota
Medan Sumut24.coGubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumatera Utara untuk terus menj
Politik
Tim Sembilan Kejaksaan Agung Panggil 9 Saksi Terkait Tiga Perkara TPPU Tersangka FA, Enam Mangkir
kota
Kejati Kalbar Lakukan Pemeriksaan Internal Terkait Dugaan Keterlibatan Pegawai Kejari Sekadau
kota
Asahan sumut24.co Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani SH SIK MH menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus Pondok Pesantren Tuan Guru Sy
News
Asahan sumut24.co Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan kembali mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Kali ini, dua pri
Hukum
Asahan sumut24.co Komitmen Satres Narkoba Polres Asahan dalam memberantas peredaran narkotika kembali dibuktikan melalui pemusnahan barang
Hukum
SPBU di Depan Lapangan Segitiga Diduga Jual BBM Subsidi Menggunakan Jerigen Dalam Karung Beras
kota