Pemprov Sumut Terbitkan 1.337 Izin, Perkuat Layanan dan Kemudahan Investasi
sumut24.co MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPT
Umum
Baca Juga:
Medan – Desakan publik terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan untuk membuka seluruh tabir dugaan korupsi dalam penyelenggaraan Medan Fashion Festival (MFF) 2024 semakin menguat. Kali ini, desakan datang dari Kornas KAMAK Azmi Hadly, yang meminta agar penyidik tidak hanya fokus pada pejabat Dinas Pariwisata, tetapi juga memeriksa pejabat terkait di Dekranasda Kota Medan.
Azmi Hadly menegaskan, penyidikan yang sedang berjalan tidak boleh berhenti pada satu atau dua nama. Ia menyebut, pola penggunaan anggaran di MFF patut didalami lebih jauh, terutama karena event tersebut melibatkan banyak pihak, termasuk struktur Dekranasda.
> "Kejari Medan jangan tebang pilih. Jika ada aliran anggaran atau kewenangan Dekranasda dalam pelaksanaan MFF, pejabatnya wajib diperiksa. Kami minta Kejari transparan dan berani menyentuh semua pihak," tegas Azmi Hadly.
Menurutnya, kasus MFF tidak bisa dipandang sebagai kesalahan individual semata, melainkan bisa menjadi pintu masuk mengungkap dugaan penyimpangan yang lebih luas. Ia juga mengapresiasi langkah cepat Kejari dalam menetapkan Beni Iskandar sebagai tersangka, namun menilai penyidikan masih setengah jalan.
Azmi menambahkan bahwa dugaan korupsi dalam event MFF terkait erat dengan proses penganggaran, penunjukan vendor, serta dugaan markup kegiatan. Karena itu, ujar dia, Dekranasda yang ikut tampil sebagai mitra kegiatan tidak mungkin dilepaskan dari pemeriksaan.
> "Jika Kejari sungguh-sungguh ingin membersihkan praktik kotor di Pemko Medan, semua pejabat yang terlibat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan MFF harus diperiksa, termasuk pejabat Dekranasda. Jangan sampai ada yang dilindungi," katanya.
Kornas KAMAK juga mengingatkan bahwa keberanian Kejari Medan dalam mengusut kasus ini akan menjadi tolok ukur komitmen penegakan hukum di Sumatera Utara, terutama setelah banyak kasus besar sebelumnya dinilai stagnan.
Ia menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus MFF hingga tuntas, termasuk mendorong pengungkapan aliran dana, pertanggungjawaban kegiatan, sampai keterlibatan aktor-aktor yang selama ini berada di lingkaran kekuasaan Pemko Medan.
"Publik menunggu ketegasan Kejari Medan. Jangan berhenti di level teknis, bongkar sampai siapa pun yang menikmati anggaran. Kita ingin penegakan hukum yang bersih, tanpa intervensi," tutup Azmi Hadly.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
sumut24.co MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPT
Umum
sumut24.co MedanDinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumatera Utara (Sumut) mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan i
Umum
sumut24.co MEDAN, Riset Universitas Sumatera Utara mengungkap potensi tanaman obat lokal melalui teknologi ekstraksi ramah lingkungan, iden
kota
sumut24.co KISARAN, Bunda PAUD Kabupaten Asahan secara resmi membuka kegiatan Peragaan Manasik Haji Cilik Tingkat PAUD Kabupaten Asahan Tah
News
sumut24.co MEDAN, Harapan dapat hadir melalui hal sederhana bantuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau darah yang tersedia saat seseor
kota
sumut24.co MEDAN, Universitas Sumatera Utara (USU) meraih Mandaya Awards 2026 kategori Perguruan Tinggi berkat program pengembangan Agrowis
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., memimpin langsung pelaksanaan Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) Kabupa
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Peredaran barang ilegal di wilayah pesisir Sumatera Utara kembali menjadi perhatian aparat penegak hukum.Sebanyak
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan resmi membuka Festival Jajanan Kuliner dan Produk Lokal Kabupaten Asahan Tahun 2026
News
Patroli KOMPAK Polres Padang Lawas Diperketat, Timsus Serigala Sakti Sasar Premanisme hingga Kejahatan Jalanan
News