Niat Edarkan Sabu, Malah Dapat Kamar Gratis di Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
Niat Edarkan Sabu, Malah Dapat Kamar Gratis di Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
kota
Baca Juga:
- Anggaran Melonjak 7 Kali Lipat Jadi Rp 3,7 Miliar, Dugaan Korupsi dan Pelanggaran Lingkungan di Dinkes Asahan Memanas
- Tuntutan Ringan Kasus Korupsi Aset PTPN II Senilai 263 Miliar: Tanda Tanya Besar di Balik Langkah Penegak Hukum
- JPU Tuntut 5 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Pertamina Jilid II Hingga 12 Tahun Penjara
Medan – Desakan publik terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan untuk membuka seluruh tabir dugaan korupsi dalam penyelenggaraan Medan Fashion Festival (MFF) 2024 semakin menguat. Kali ini, desakan datang dari Kornas KAMAK Azmi Hadly, yang meminta agar penyidik tidak hanya fokus pada pejabat Dinas Pariwisata, tetapi juga memeriksa pejabat terkait di Dekranasda Kota Medan.
Azmi Hadly menegaskan, penyidikan yang sedang berjalan tidak boleh berhenti pada satu atau dua nama. Ia menyebut, pola penggunaan anggaran di MFF patut didalami lebih jauh, terutama karena event tersebut melibatkan banyak pihak, termasuk struktur Dekranasda.
> "Kejari Medan jangan tebang pilih. Jika ada aliran anggaran atau kewenangan Dekranasda dalam pelaksanaan MFF, pejabatnya wajib diperiksa. Kami minta Kejari transparan dan berani menyentuh semua pihak," tegas Azmi Hadly.
Menurutnya, kasus MFF tidak bisa dipandang sebagai kesalahan individual semata, melainkan bisa menjadi pintu masuk mengungkap dugaan penyimpangan yang lebih luas. Ia juga mengapresiasi langkah cepat Kejari dalam menetapkan Beni Iskandar sebagai tersangka, namun menilai penyidikan masih setengah jalan.
Azmi menambahkan bahwa dugaan korupsi dalam event MFF terkait erat dengan proses penganggaran, penunjukan vendor, serta dugaan markup kegiatan. Karena itu, ujar dia, Dekranasda yang ikut tampil sebagai mitra kegiatan tidak mungkin dilepaskan dari pemeriksaan.
> "Jika Kejari sungguh-sungguh ingin membersihkan praktik kotor di Pemko Medan, semua pejabat yang terlibat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan MFF harus diperiksa, termasuk pejabat Dekranasda. Jangan sampai ada yang dilindungi," katanya.
Kornas KAMAK juga mengingatkan bahwa keberanian Kejari Medan dalam mengusut kasus ini akan menjadi tolok ukur komitmen penegakan hukum di Sumatera Utara, terutama setelah banyak kasus besar sebelumnya dinilai stagnan.
Ia menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus MFF hingga tuntas, termasuk mendorong pengungkapan aliran dana, pertanggungjawaban kegiatan, sampai keterlibatan aktor-aktor yang selama ini berada di lingkaran kekuasaan Pemko Medan.
"Publik menunggu ketegasan Kejari Medan. Jangan berhenti di level teknis, bongkar sampai siapa pun yang menikmati anggaran. Kita ingin penegakan hukum yang bersih, tanpa intervensi," tutup Azmi Hadly.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Niat Edarkan Sabu, Malah Dapat Kamar Gratis di Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
kota
Diskominfo Sumut BukaBukaan Soal Anggaran Seleksi KI Sumut 20262030, Capai Rp409,7 Juta
kota
Rehabilitasi Sawah Tangga Bosi Tuntas, Pemkab Madina Kejar Target Panen Padi 4 Bulan ke Depan
kota
Madina Ditargetkan Jadi Zona Aman Narkoba, BNN Genjot Program Pemberdayaan Ekonomi Desa
kota
BNN RI Sambangi Madina, Bupati Saipullah Tegaskan Tak Bisa Sendiri Lawan Narkoba, Butuh Sinergi Forkopimda
kota
Monitoring Desa Binaan PKK di Padang Lawas, Wabup Achmad Fauzan Tertib Administrasi Wujud Tata Kelola yang BerkualitasMeta Deskripsi
kota
Peternak Puyuh di Padangsidimpuan Menjerit, Program MBG Diharapkan Jadi Nafas Baru Usaha Rakyat
kota
Perang Melawan Narkoba Terus Berlanjut, Polres Padangsidimpuan Ringkus Dua Residivis Pembawa Sabu
kota
Wali Kota menghadiri acara Pisah Sambut Dandim 0207/Simalungun dari Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana SSos MMAS MHan kepada Letkol Inf Agu
kota
Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Mapolres Pematangsiantar
kota