Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
kota
Baca Juga:
Deli Serdang –Proyek rehabilitasi aula Kantor Camat Batang Kuis yang menelan anggaran sekitar Rp397,6 juta dari APBD Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 kini menjadi sorotan tajam publik.
Pasalnya, di lapangan ditemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah pada dugaan kuat penyimpangan teknis dan penggunaan material di bawah standar.
Proyek dengan masa kerja 60 hari kalender ini dikerjakan oleh CV. Elia Pangestu Jaya sebagai pelaksana. Namun setelah hampir enam minggu berjalan, hasil pekerjaan dinilai jauh dari layak untuk proyek pemerintah bernilai ratusan juta rupiah.
Pantauan langsung wartawan di lokasi pada Sabtu (8/11/2025) menunjukkan, material bangunan seperti batu bata, pasir timbun, semen hingga keramik tampak murahan dan tidak memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) konstruksi. Bahkan, sumber di lapangan menyebut, para pekerja beberapa kali terlihat menggunakan air comberan untuk mencampur pasir dan semen — praktik yang tidak hanya menyalahi etika kerja, tetapi juga berpotensi mengurangi daya tahan struktur bangunan.
Ketika wartawan mencoba mengonfirmasi hal tersebut kepada Juntak, pengawas proyek yang seharusnya bertanggung jawab memastikan kualitas pekerjaan, yang bersangkutan tidak berada di lokasi.
Upaya lanjutan untuk meminta klarifikasi keesokan harinya pun tidak membuahkan hasil. Juntak memilih bungkam tanpa memberikan penjelasan sedikit pun.
Sikap diam pengawas ini justru mempertebal dugaan adanya sesuatu yang sengaja ditutupi di balik proyek bernilai hampir Rp400 juta tersebut.
Lebih ironis lagi, Camat Batang Kuis juga terkesan menutup mata. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kecamatan belum memberikan tanggapan resmi, padahal proyek tersebut berada langsung di bawah pengawasan dan tanggung jawab administratifnya.
Sejumlah warga sekitar lokasi proyek menilai bahwa pekerjaan yang berlangsung terlihat tidak maksimal dan terkesan asal jadi.
"Kalau kami lihat, pekerjaannya asal-asalan. Batu bata tipis, semen kayaknya kebanyakan pasir. Kalau proyek pemerintah, mestinya dikerjakan dengan baik. Ini malah kayak proyek pribadi," ujar seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan.
Dugaan penyimpangan dalam proyek rehabilitasi ini kian menjadi perhatian publik, mengingat besarnya dana yang digunakan. Rp397,6 juta uang rakyat seharusnya mampu menghasilkan aula yang kokoh, representatif, dan tahan lama.
Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan kualitas memprihatinkan.
Pihak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Deli Serdang didesak untuk segera melakukan audit teknis dan investigasi menyeluruh terhadap proyek ini. Jika terbukti ada pelanggaran spesifikasi atau penyimpangan anggaran, langkah hukum harus segera ditempuh terhadap pihak pelaksana maupun pejabat pengawas yang lalai.
Publik berhak tahu ke mana uang pajak mereka mengalir. Jangan sampai proyek yang seharusnya bermanfaat bagi masyarakat justru menjadi ajang bancakan dan permainan kotor segelintir pihak.
Kasus ini menjadi potret buram lemahnya pengawasan proyek pemerintah di daerah. Jika dibiarkan, bukan hanya merusak kepercayaan publik terhadap aparat, tetapi juga mengancam keselamatan bangunan publik dan menambah daftar panjang kebocoran anggaran.tim
Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
kota
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
kota
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Seleb
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
kota
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
kota
Jakarta, Musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di GrahaBhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hing
Wisata
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sepakat memperkuat
News
Jakarta, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) terus memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan satu rute internasional baru J
News
Jakarta, SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia dengan m
Ekbis