Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
kota
Baca Juga:
Bangka | Sumut24.co
Aksi perusakan terhadap kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Bangka Belitung menuai kecaman keras dari berbagai kalangan insan pers. Salah satunya datang dari Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia (MSI), Dar Edi Yoga.
Ia menilai insiden yang dilakukan oleh orang tak dikenal tersebut tidak bisa dianggap sebagai tindak kriminal biasa. Menurutnya, peristiwa tersebut mengandung indikasi kuat sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers di Indonesia.
"Ini bukan sekadar perusakan fasilitas. Ada indikasi kuat bahwa ini merupakan upaya teror terhadap kerja-kerja jurnalistik. Jika hal seperti ini dibiarkan, maka ini bisa menjadi ancaman nyata bagi kehidupan demokrasi di Indonesia," tegas Dar Edi Yoga dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Dar Edi Yoga meminta aparat penegak hukum untuk bergerak cepat dan serius mengusut peristiwa tersebut. Ia secara khusus mendesak Polresta Pangkalpinang agar tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap pihak yang diduga menjadi dalang di balik aksi tersebut.
Menurutnya, sejumlah fakta di lokasi kejadian, mulai dari kerusakan fasilitas kantor, dugaan pencurian, hingga ditemukannya tulisan bernada ancaman, mengindikasikan adanya motif yang lebih besar dibanding sekadar aksi kriminal biasa.
"Kasus ini harus diusut sampai tuntas. Tidak cukup hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga harus menemukan siapa aktor intelektual di balik kejadian ini," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh tindakan premanisme yang mencoba membungkam kebebasan pers.
"Jika tindakan seperti ini tidak direspons secara tegas, maka ini akan menjadi preseden buruk bagi perlindungan jurnalis di Indonesia," tambahnya.
Lebih jauh, Dar Edi Yoga menilai bahwa perusakan kantor organisasi wartawan bukan sekadar serangan terhadap sebuah bangunan, tetapi merupakan serangan langsung terhadap kebebasan pers.
Menurutnya, pers memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi yang berfungsi menyampaikan informasi kepada publik, mengawasi kekuasaan, serta memastikan transparansi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Karena itu, segala bentuk intimidasi terhadap wartawan maupun lembaga pers harus dilawan bersama.
"Pers adalah salah satu pilar demokrasi. Jika kebebasan pers terganggu, maka masyarakat juga akan kehilangan haknya untuk mendapatkan informasi yang benar dan independen," katanya.
Ia juga menyoroti aspek keamanan bagi para jurnalis yang setiap hari bekerja di lapangan.
"Kalau kantor organisasi wartawan saja bisa dirusak dan diteror, bagaimana dengan jurnalis yang bekerja di lapangan? Ini jelas persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele," ungkapnya.
Di tengah situasi tersebut, Dar Edi Yoga mengajak seluruh insan pers di Indonesia untuk tetap solid dan tidak takut menghadapi berbagai bentuk tekanan atau intimidasi.
Ia menegaskan bahwa kekuatan pers terletak pada solidaritas antarjurnalis dan komitmen untuk tetap menyampaikan kebenaran kepada publik.
"Pers tidak boleh gentar. Justru di saat seperti inilah kita harus semakin kuat, semakin kompak, dan semakin solid dalam menjaga kebebasan pers," pungkasnya.
Peristiwa perusakan kantor PWI Bangka Belitung sendiri saat ini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. Berbagai pihak berharap kasus tersebut dapat segera diungkap secara transparan demi menjaga keamanan serta kebebasan kerja para jurnalis di tanah air.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
kota
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
kota
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Seleb
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
kota
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
kota
Jakarta, Musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di GrahaBhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hing
Wisata
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sepakat memperkuat
News
Jakarta, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) terus memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan satu rute internasional baru J
News
Jakarta, SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia dengan m
Ekbis