Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Baca Juga:
Medan - Dunia teknologi dan rangkaian kode biner mungkin terdengar kaku bagi sebagian orang, namun tidak bagi Bella Olivia Putrisanni dan Fahdi Saidi Lubis. Di balik untaian algoritma komputer yang rumit, takdir sedang menenun sebuah cerita yang jauh lebih indah daripada baris pemrograman mana pun.
Bella adalah seorang wanita cerdas bergelar Sarjana Komputer (S.Kom.). Sebagai putri sulung dari tiga bersaudara, ia tumbuh dalam kehangatan keluarga Bapak Rianto, S.H., M.H., seorang praktisi hukum yang tegas namun penyayang dan juga tokoh pers terkenal di Sumatera Utara yang juga CEO Sumut 24 Group, dan Ibu Marlina Eliyanti, S.E.
Bella menjadi teladan bagi kedua adik kandungnya, Gandhis Dwi Febrian SP dan Dimas Dafa Fahreza yang masih kuliah di USU serta juga menyaksika Keluarga diantarnya Drs Sugito ( Pakdeh), Hj Moncowati ( Budehnya). Di mata keluarganya, Bella adalah perpaduan sempurna antara kecerdasan modern dan keanggunan budi pekerti.
Di seberang takdirnya, berdiri Fahdi Saidi Lubis. Fahdi bukanlah pria biasa; ia adalah seorang akademisi murni yang mendedikasikan hidupnya pada ilmu pengetahuan. Gelar S.Kom. dan M.Kom. telah diraihnya, dan kini ia tengah berjuang menyelesaikan babak akhir pendidikannya sebagai Calon Doktor atau Ph.D. (Cand.) .
Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara dari pasangan H. dr. Asmin Lubis, DAF.Sp.An KAP, KMN. dan Hj. Arneny Abdullah, Fahdi dibesarkan dalam keluarga besar yang penuh dengan pencapaian intelektual tinggi. Abang kandungnya, Dr. dr. Bastian Lubis, Sp.An-TI, serta saudaranya yang lain seperti Muharman Lubis, B.IT., B.Sc., senantiasa mendampingi langkahnya.
Namun, di balik semua gelar mentereng itu, Fahdi tetaplah sosok pria yang rendah hati, tenang, dan memiliki kesabaran yang luar biasa.
Menenun Rasa dari Meja Kuliah
Pertemuan awal mereka dimulai dari bangku sekolah SMA Negeri 1 Medan, tapi saat itu benih-benih percintaan belum terajut di hati Bella.
Benih kasih sayang diantara Bela dan Fahdi tumbuh bersemi di koridor kampus di lingkungan Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi, Fakultas
Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Sumatera Utara (USU) bertahun-tahun lalu, saat keduanya sama-sama berstatus sebagai mahasiswa ilmu komputer.
Pertemuan yang awalnya hanya seputar diskusi tugas, proyek pemrograman, dan ujian akhir, perlahan-lahan berubah warna. Di ruang perpustakaan yang tenang, di antara tumpukan buku tebal dan layar laptop yang menyala hingga larut malam, Fahdi menemukan pesona tersendiri dalam diri Bella.
Kecepatan berpikir Bella dan senyum manisnya yang selalu hadir saat berhasil memecahkan error pada sistem komputer membuat Fahdi jatuh hati.
Bagi Bella, Fahdi adalah oasis di tengah kepenatan dunia perkuliahan. Ketika Bella merasa buntu dengan dunianya, Fahdi selalu datang dengan segelas kopi dan kesabaran yang tiada habisnya untuk membantu. Karakter Fahdi yang sangat sabar, penuh pengertian, dan taat dalam ibadah membuat Bella merasa aman. Dari sana, benih-benih cinta tumbuh, bertransformasi dari sekadar teman satu jurusan menjadi sepasang kekasih yang saling mendukung mimpi masing-masing. Fahdi terus melesat hingga ke jenjang S-3, sementara Bella setulus hati mendampingi setiap proses jatuh bangun kekasihnya itu.
Detak Jantung Sabtu Pagi
Waktu bergulir membawa mereka pada hari Sabtu yang cerah, 4 Juli 2026. Pukul sepuluh pagi, kediaman keluarga besar Bella di daerah kawasan Pasar 5 Tembung, Kabupaten Deli Serdang telah disulap menjadi taman bunga yang indah.
Tangga melingkar di tengah rumah dihiasi dengan untaian bunga-bunga segar berwarna merah jambu dan kuning cerah yang menjuntai anggun. Udara dipenuhi aroma harum dan ketegangan yang mendebarkan.
Saat yang ditunggu tiba keluarga besar Fahdi datang membawa seserahan sebagai simbol kesungguhan niat baik mereka untuk melamar Bella sang putri pujaan hati Fahdi.
Fahdi, sang putra bungsu dari enam bersaudara pasangan Bapak H. dr. Asmin Lubis, DAF.Sp.An KAP, KMN. dan Ibu Hj. Arneny Abdullah, melangkah dengan mantap namun penuh debaran di dada. Ia didampingi oleh kakak-kakaknya tercinta: Dr. dr. Bastian Lubis beserta Dr. dr. Putri Amelia; Muharman Lubis beserta Siti Rahmah; Dr. Arif Ridho Lubis beserta dr. Dira Wahyuni Siregar; Rahmat Yusuf Lubis beserta Miftah; serta sang kakak perempuan dr. Rahmah Evelin Lubis.
Di ambang pintu rumah, keluarga besar Bella menyambut hangat, Bapak Rianto dan Ibu Marlina, didampingi kedua adik kandung Bella, Gandhis Dwi Febrian dan Dimas Dafa Fahreza, menyapa kehadiran keluarga besar Lubis dengan penuh senyum ketulusan.
Ketika seluruh tamu telah memenuhi ruangan, pemandu acara (MC) Datuk Afifuddin mengambil mikrofon, memecah keheningan dengan suara yang menggema penuh wibawa:
_"Bapak, Ibu sekalian, inilah dia anak gadis kita di rumah ini, Bella Olivia Putrisanni, datang dan hadir"_
Dari lantai atas, Bella perlahan muncul. Ia melangkah menuruni anak tangga dengan sangat anggun, mengenakan kebaya elegan bercorak kuning keemasan yang serasi dengan dekorasi bunga di sekelilingnya. Senyum tipis menghiasi wajahnya yang merona, sementara matanya tertuju pada satu pria yang berdiri tegak di ujung tangga memegang seikat bunga bertuliskan Fahdi.
Untaian Janji Sang Pencinta
Fahdi berdiri di hadapan Bella, menjabat mikrofon dengan jemari yang sedikit bergetar, namun tatapan matanya memancarkan keyakinan mutlak. Di hadapan kedua orang tua Bella, ia mengutarakan maksud hatinya yang paling dalam:
_"Dengan izin Allah dan restu kedua orang tua Fahdi, Fahdi ingin melamar Bella sebagai istri. Kepada Om Anti dan Tante Marlina , saya memohon izin dan restunya. Bella, bersediakah Bella menerima lamaran Abang dan melangkah bersama Abang menuju pernikahan?"_
Suasana mendadak hening seketika. Pertanyaan itu menggantung di udara, melintasi ingatan masa-masa kuliah mereka yang penuh perjuangan, hingga tiba di titik ini.
Jawaban Sang Gadis Pilihan
Bella memandang pria di hadapannya. Segala rasa syukur buncah di dalam dadanya. Dengan senyuman manis dan nada suara yang penuh ketulusan, ia menjawab pinangan tersebut:
_"Abang, Bang Fahdi... insya Allah Bella siap menerima lamaran Abang. Terima kasih sudah sayang sama Bella, insya Allah bisa seperti kasih sayang yang kayak Mama dan Papa berikan sama Bella. Terima kasih juga kepada Om dan Tante yang sudah membesarkan Bang Fahdi menjadi laki-laki yang sangat sabar, pengertian, dan insya Allah taat sama Allah, sehingga bisa membimbing Bella ke depannya. Maka dari itu, dengan izin Allah dan restu Mama, Papa, dan keluarga yang hadir di sini, Bella menerima khitbah dan lamaran Abang untuk meniti hidup Abang dunia dan akhirat."_
Tawa kecil Bella di akhir kalimat mencairkan ketegangan, disusul oleh gemuruh tepuk tangan dan seruan bahagia dari seluruh keluarga besar yang menyaksikan momen sakral tersebut.
Restu, Doa, dan Air Mata Kebahagiaan
Mendengar jawaban dari putri sulungnya, Bapak Rianto, S.H., M.H., tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Sebagai seorang ayah yang mengawal tumbuh kembang Bella sejak kecil, matanya berkaca-kaca saat berbicara:
_"Alhamdulillah hari ini... Papa teringat kembali kisah kalian saat kuliah dulu. Jadi saat kuliah itu ada cerita beberapa tahun lalu tentang awal mula kedekatan kalian... Dan hari ini, Papa menyaksikan sendiri bagaimana Bella dan Fahdi mengikat janji untuk masa depan..."_
Di samping Bapak Rianto, sang ibu, Marlina Eliyanti, memandang putrinya dengan tatapan penuh keibuan. Sambil menggenggam jemari Bella, ia membisikkan narasi kalbunya yang penuh kehangatan:
_"Bella, putri sulung Mama, rasanya baru kemarin Mama menimangmu dan mengantarmu ke sekolah. Hari ini, di ujung tangga ini, Mama melihatmu telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang siap menjadi seorang istri. Melihat ketulusan dan kesabaran Fahdi yang sudah Mama kenal sejak masa kuliah kalian, runtuh sudah kekhawatiran Mama. Perjalanan menjadi istri tidaklah selalu mudah, Nak, tetapi dengan pria sesabar Fahdi di sisimu, Mama ikhlas melepaskanmu. Jadilah pakaian yang meneduhkan bagi suamimu kelak."_
Dari sisi keluarga pria, H. dr. Asmin Lubis dan Hj. Arneny Abdullah, kedua orang tua Fahdi, menatap putra bungsu mereka dengan rasa bangga yang tak terkira. Sang ibu, Arneny, mewakili rasa syukur suaminya, memberikan petuah indah bagi menantu barunya:
_"Fahdi anak bungsu kebanggaan Papa dan Ibu. Perjalanan akademikmu telah membawamu melangkah jauh menuntut ilmu, tetapi hari ini, langkahmu menemukan pelabuhan terindahnya di hati Bella.
_"Kepada Bella, putriku yang kini menjelma menjadi permata baru di hati kami, terima kasih karena telah memilih dan menerima Fahdi dengan segala apa adanya. Mulai hari ini, engkau bukan lagi orang lain, melainkan putri kandung kami sendiri yang akan kami sayangi, kami jaga, dan kami dekap dalam setiap doa. Semoga Allah SWT senantiasa melapangkan jalan kalian berdua, menyatukan langkah kalian hingga hari pernikahan di bulan Oktober nanti. Kami titipkan Fahdi kepadamu, dan kami percayakan dirimu untuk dibimbing olehnya menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah."_
BelLangkah Baru Menuju Masa Depan Gerbang Ikatan Abadi
​Kebahagiaan yang utuh kian terpancar saat prosesi dilanjutkan dengan pemasangan cincin di jari manis kedua calon mempelai sebagai lambang ikatan yang suci, disusul dengan penyerahan seserahan secara simbolis dari keluarga pria kepada keluarga wanita sebagai tanda keseriusan dan ketulusan niat baik. Pembicaraan hangat seputar persiapan mahar dan kelancaran acara pernikahan suci yang direncanakan pada bulan Oktober pun berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan.
​Hari bersejarah yang penuh dengan untaian romansa ini ditutup dengan penuh kekhusyukan melalui doa bersama yang dipimpin oleh KH. Akhmad Khambali, SE., MM.. Semua kepala tertunduk, memohon kepada Sang Pemilik Hati agar seluruh langkah Bella dan Fahdi menuju pelaminan senantiasa dipenuhi kelancaran, keberkahan, dan cinta yang takkan pernah habis dimakan waktu.
Sesi foto bersama dan ramah tamah menjadi penutup yang manis, menandai awal dari menyatunya dua keluarga besar dalam jalinan kasih yang abadi.
Acara di hari penuh hikmat tersebut serasa sempurna dan mendapat berkah dan ridho dari Allah SWT dengan kehadiran sanak famili dan keluarga besar Bapak Rianto, SH.,MH dan Ibu Marlina Eliyanti, SE.
Kehadiran para tamu penting di acara ini diantaranya dua mantan Walikota Medan; Bapak Abdillah, Ak.,MBA dan Bapak Akhyar Nasution serta Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Bapak Akhmad Munir, Ketua PWI Sumatera Utara Bapak H. Farianda Putra Sinik Tanjung, SE dan Pemimpin Redaksi Waspada.id yang juga menjabat sebagai Manajer Umum Harian Waspada Bapak Hendra DS dan tokoh pers lainnya serta jajaran awak pers Sumut 24 Group juga menambah kebahagian keluarga besar Bapak Rianto (Anto Genk) sebagai salah satu tokoh pers yang diperhitungkan di Sumatera Utara.
Kemeriahan acara terasa sempurna dengan banyaknya kiriman papan bunga dari tokoh-tokoh publik, tokoh pers, pengusaha, politisi yang memberikan atensi penuh untuk acara yang penuh berkah ini.red
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Seleb
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
kota
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
kota
Jakarta, Musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di GrahaBhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hing
Wisata
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sepakat memperkuat
News
Jakarta, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) terus memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan satu rute internasional baru J
News
Jakarta, SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia dengan m
Ekbis
Lombok Tengah Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak perusahaanperusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bergabung dalam
Politik
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa setiap investasi harus memberikan dampak nyata bagi penciptaan lapangan kerja ber
News