Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Baca Juga:
hidup yang kita jalani. Bahwa di dalam diri kita ada cinta besarnya Arah yang akan melakukan
apapun untuk orang yang disayanginya. Dalam diri kita pula ada Kala, yang berani berpikir kritis akan
apa itu benar dan salah. Dan kita semua adalah Pasukan Pelita yang terus bertahan dan berjuang
merawat kehidupan."
Sekitar 20 lagu MALIQ & D'Essentials, termasuk Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang,
hingga lagu dari album baru Begini Begitu, diinterpretasikan menjadi bagian dari perjalanan
emosional para tokohnya.
Angga Puradiredja, mewakili MALIQ & D'Essentials, mengungkapkan, "Hari ini, lewat Musikal Senja
Teduh Pelita, lagu-lagu kami menemukan rumah baru. Mereka tidak lagi hanya hadir untuk didengar,
tapi juga untuk dilihat, dirasakan, dan dihidupkan dalam sebuah dunia yang baru. Mungkin memang
begitulah seharusnya karya hidup. Ia tidak berhenti di bentuk pertamanya. Semoga pertunjukan ini
menjadi ruang yang hangat untuk bertemu kembali dengan lagu-lagu yang mungkin sudah kita kenal,
melalui pengalaman yang berbeda. Dan semoga, setelah pertunjukan ini selesai, lagu-lagu itu pulang
bersama kalian dengan cara dan rasa yang baru."
Keunikan lain dari pertunjukan ini hadir melalui tokoh utama Arah, yang diperankan dalam dua
interpretasi berbeda, yaitu versi laki-laki dan perempuan. Keduanya menjalani perjalanan cerita yang
sama, namun menghadirkan pengalaman emosional yang berbeda bagi penonton.
Alf Elijah Sigarlaki, pemeran Arah versi laki-laki mengatakan, "Arah mengajarkan saya bahwa
menjadi pemimpin bukan berarti selalu memiliki jawaban. Yang terpenting adalah tetap membawa
harapan ketika semua orang kehilangan arah."
Sementara itu, Daria Lakshmi Algamar, pemeran Arah versi perempuan menambahkan, "Bagi saya,
Arah mengajarkan bahwa harapan dan kasih sayang adalah kekuatan yang membuat kita terus
melangkah. Saya berharap setiap penonton bisa menemukan dirinya sendiri dalam perjalanan Arah."
Musikal Senja Teduh Pelita melibatkan 32 pemeran, di mana 11 di antaranya adalah anak-anak,
serta 200 insan kreatif yang bersama-sama membangun pengalaman teater musikal yang imersif.
Pertunjukan ini memadukan tata panggung, multimedia, tata cahaya, tata kostum, koreografi, dan
tata musik yang dirancang untuk menghidupkan dunia Pasukan Pelita di atas panggung. Seluruh
musik dalam pertunjukan diaransemen dan dibawakan secara langsung oleh Wishnu Dewanta
Orchestra, dengan pendekatan musikal yang disesuaikan untuk mendukung karakter, alur cerita, dan
dinamika para tokoh anak di atas panggung.
Dari sisi visual, pertunjukan ini mengeksplorasi penggunaan projection mapping, permainan laser,
serta set panggung modular yang dapat berubah dan bertransformasi mengikuti perpindahan ruang
dan perjalanan cerita. Dunia Musikal Senja Teduh Pelita juga dihidupkan melalui teknik puppetry
yang menghadirkan berbagai satwa eksotis Indonesia seperti rusa, burung camar, dan elang,
sementara adegan laut divisualisasikan lewat laser, efek visual, dan koreografi ensemble yang
membentuk ikan-ikan serta kunang-kunang.
Sejalan dengan pesan yang diangkat dalam pertunjukan, Musikal Senja Teduh Pelita juga mengajak
penonton untuk mengambil langkah nyata dalam menjaga bumi melalui kolaborasi dengan Remind
Indonesia, pengelola sampah elektronik. Selama periode pertunjukan, penonton dapat membawa
sampah elektronik seperti handphone, headset, kabel, dan perangkat elektronik kecil lainnya untuk
didaur ulang secara bertanggung jawab.
Menutup keterangannya, Nuya Susantono mengatakan, "Kami berharap setiap orang pulang dari
pertunjukan ini dengan satu pertanyaan sederhana: dunia seperti apa yang ingin kita wariskan
kepada generasi masa depan? Semoga karya ini tidak hanya menghibur, tapi juga menggerakkan
hati dan pikiran kita ke arah yang luhur."
Musikal Senja Teduh Pelita masih dapat disaksikan hingga 12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya,
Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Tiket pertunjukan masih tersedia dan dapat diperoleh melalui
website maupun aplikasi tiket.com.
Pementasan ini juga terselenggara berkat dukungan Light+ by Wardah, myBCA, Simpati, Sarinah,
MilkLife, dan Argo Visual. Apresiasi turut disampaikan kepada seluruh media partner OPPAL,
Localfest, Cretivox, Pop Asia, Place To Go Concert, Info Panggung, Info Ordal, Volix, The Maple, IDN
Times, Popbela, Popmama, Female Radio, dan Prambors yang telah mendukung penyebarluasan
informasi mengenai Musikal Senja Teduh Pelita kepada masyarakat.rel
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Seleb
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
kota
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
kota
Jakarta, Musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di GrahaBhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hing
Wisata
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sepakat memperkuat
News
Jakarta, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) terus memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan satu rute internasional baru J
News
Jakarta, SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia dengan m
Ekbis
Lombok Tengah Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak perusahaanperusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bergabung dalam
Politik
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa setiap investasi harus memberikan dampak nyata bagi penciptaan lapangan kerja ber
News