IMIGRASI DIGITAL, DARI LOKET PELAYANAN HINGGA PAGAR NEGARA
IMIGRASI DIGITAL, DARI LOKET PELAYANAN HINGGA PAGAR NEGARA
News
Baca Juga:
hidup yang kita jalani. Bahwa di dalam diri kita ada cinta besarnya Arah yang akan melakukan
apapun untuk orang yang disayanginya. Dalam diri kita pula ada Kala, yang berani berpikir kritis akan
apa itu benar dan salah. Dan kita semua adalah Pasukan Pelita yang terus bertahan dan berjuang
merawat kehidupan."
Sekitar 20 lagu MALIQ & D'Essentials, termasuk Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang,
hingga lagu dari album baru Begini Begitu, diinterpretasikan menjadi bagian dari perjalanan
emosional para tokohnya.
Angga Puradiredja, mewakili MALIQ & D'Essentials, mengungkapkan, "Hari ini, lewat Musikal Senja
Teduh Pelita, lagu-lagu kami menemukan rumah baru. Mereka tidak lagi hanya hadir untuk didengar,
tapi juga untuk dilihat, dirasakan, dan dihidupkan dalam sebuah dunia yang baru. Mungkin memang
begitulah seharusnya karya hidup. Ia tidak berhenti di bentuk pertamanya. Semoga pertunjukan ini
menjadi ruang yang hangat untuk bertemu kembali dengan lagu-lagu yang mungkin sudah kita kenal,
melalui pengalaman yang berbeda. Dan semoga, setelah pertunjukan ini selesai, lagu-lagu itu pulang
bersama kalian dengan cara dan rasa yang baru."
Keunikan lain dari pertunjukan ini hadir melalui tokoh utama Arah, yang diperankan dalam dua
interpretasi berbeda, yaitu versi laki-laki dan perempuan. Keduanya menjalani perjalanan cerita yang
sama, namun menghadirkan pengalaman emosional yang berbeda bagi penonton.
Alf Elijah Sigarlaki, pemeran Arah versi laki-laki mengatakan, "Arah mengajarkan saya bahwa
menjadi pemimpin bukan berarti selalu memiliki jawaban. Yang terpenting adalah tetap membawa
harapan ketika semua orang kehilangan arah."
Sementara itu, Daria Lakshmi Algamar, pemeran Arah versi perempuan menambahkan, "Bagi saya,
Arah mengajarkan bahwa harapan dan kasih sayang adalah kekuatan yang membuat kita terus
melangkah. Saya berharap setiap penonton bisa menemukan dirinya sendiri dalam perjalanan Arah."
Musikal Senja Teduh Pelita melibatkan 32 pemeran, di mana 11 di antaranya adalah anak-anak,
serta 200 insan kreatif yang bersama-sama membangun pengalaman teater musikal yang imersif.
Pertunjukan ini memadukan tata panggung, multimedia, tata cahaya, tata kostum, koreografi, dan
tata musik yang dirancang untuk menghidupkan dunia Pasukan Pelita di atas panggung. Seluruh
musik dalam pertunjukan diaransemen dan dibawakan secara langsung oleh Wishnu Dewanta
Orchestra, dengan pendekatan musikal yang disesuaikan untuk mendukung karakter, alur cerita, dan
dinamika para tokoh anak di atas panggung.
Dari sisi visual, pertunjukan ini mengeksplorasi penggunaan projection mapping, permainan laser,
serta set panggung modular yang dapat berubah dan bertransformasi mengikuti perpindahan ruang
dan perjalanan cerita. Dunia Musikal Senja Teduh Pelita juga dihidupkan melalui teknik puppetry
yang menghadirkan berbagai satwa eksotis Indonesia seperti rusa, burung camar, dan elang,
sementara adegan laut divisualisasikan lewat laser, efek visual, dan koreografi ensemble yang
membentuk ikan-ikan serta kunang-kunang.
Sejalan dengan pesan yang diangkat dalam pertunjukan, Musikal Senja Teduh Pelita juga mengajak
penonton untuk mengambil langkah nyata dalam menjaga bumi melalui kolaborasi dengan Remind
Indonesia, pengelola sampah elektronik. Selama periode pertunjukan, penonton dapat membawa
sampah elektronik seperti handphone, headset, kabel, dan perangkat elektronik kecil lainnya untuk
didaur ulang secara bertanggung jawab.
Menutup keterangannya, Nuya Susantono mengatakan, "Kami berharap setiap orang pulang dari
pertunjukan ini dengan satu pertanyaan sederhana: dunia seperti apa yang ingin kita wariskan
kepada generasi masa depan? Semoga karya ini tidak hanya menghibur, tapi juga menggerakkan
hati dan pikiran kita ke arah yang luhur."
Musikal Senja Teduh Pelita masih dapat disaksikan hingga 12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya,
Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Tiket pertunjukan masih tersedia dan dapat diperoleh melalui
website maupun aplikasi tiket.com.
Pementasan ini juga terselenggara berkat dukungan Light+ by Wardah, myBCA, Simpati, Sarinah,
MilkLife, dan Argo Visual. Apresiasi turut disampaikan kepada seluruh media partner OPPAL,
Localfest, Cretivox, Pop Asia, Place To Go Concert, Info Panggung, Info Ordal, Volix, The Maple, IDN
Times, Popbela, Popmama, Female Radio, dan Prambors yang telah mendukung penyebarluasan
informasi mengenai Musikal Senja Teduh Pelita kepada masyarakat.rel
IMIGRASI DIGITAL, DARI LOKET PELAYANAN HINGGA PAGAR NEGARA
News
Mantan Pj Sekda Tapteng Yetti Sembiring Jabat Kepala Bappedalitbang Deli Serdang
News
JAKARTA Sumut24.co PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) akan memindahkan seluruh operasional penerbangannya di Singapura ke Singapore
News
MEDAN Rencana pengerukan area kolam pelabuhan dan alur pelayaran di kawasan Pelabuhan Belawan mendapat perhatian serius dari Dewan Pimpi
News
Bupati Solok Lepas Kontingen Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026
News
GEMA SANTRI NUSA SAATNYA NU BANGKIT, BERSATU DAN KEMBALI KE MARWAH KHITTAH MUASSIS,Dukung Kepemimpinan KH. Miftahul Akhyar dan KH. Abdul H
News
MEDAN Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan menegaskan bahwa pemungutan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kota
News
Perang Melawan Narkoba Makin Panas, 403 Kasus Diungkap Polresta Deli Serdang Januari&ndashAgustus 2026
kota
sumut24.co Medan Wali Kota Medan resmi menjatuhkan hukuman disiplin berat kepada Camat Medan Timur, Fernanda, S.S.T.P., dan Lurah Aur, Efr
kota
Randai hingga Gordang Sambilan Meriahkan HUT IKM, Wabup Atika Soroti Peran Orang Minang
kota