FABEM Desak Presiden Prabowo Redam Potensi Gesekan Kejagung dan Kortastipidkor Polri
JAKARTA SUMUT24.CO Dinamika penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Kejaksaan Agung RI dan Korps Pemberantasan Tindak Pida
Politik
Baca Juga:
- Bupati Madina Bongkar Dampak Efisiensi Anggaran: Proyek Jalan, Sekolah hingga Irigasi Terpaksa Dibatalkan
- Alisansi CS KERAS Geruduk Kejatisu dan Bakar Foto Walikota, Goklif Manurung: Kajati SUMUT SEGERA Periksa & Tangkap Wesly Silalahi Terkait Gurita Korup
- Vonis Bebas Terdakwa Korupsi Lahan PTPN II Diajukan Banding, Dugaan Kebocoran Ratusan Miliar PAD Deliserdang Kian Mengemuka
MEDAN – Desakan agar Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) turun tangan memeriksa manajemen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi kian menguat. Pasalnya, muncul dugaan kerugian besar akibat kehilangan air (water loss) yang mencapai hampir setengah triliun rupiah.
Sejumlah pihak menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya tata kelola perusahaan pelat merah milik Pemprov Sumut itu, tegas Johan Merdeka, Koordinator Lapangan GM-PAM.
Ia menyebut bahwa selain masalah water loss, ada dugaan praktik pilih kasih dan jual beli proyek di internal Tirtanadi.
"Pak Kajatisu mohon periksa manajemen Tirtanadi terkait loses air yang mencapai hampir setengah triliun. Periksa juga Kadiv Umum yang membagi proyek PL, karena diduga pilih kasih dan ada jual beli pekerjaan," tegas Johan, Kamis (6/11).
Johan juga meminta aparat penegak hukum menelusuri keberadaan seorang oknum berinisial D, yang disebut-sebut memonopoli berbagai proyek di lingkungan Tirtanadi.
> "Coba telusuri oknum D yang diduga memonopoli pekerjaan proyek di Perumda Tirtanadi. Ini harus dibuka terang-benderang agar publik tahu siapa yang bermain di balik semua ini," ujarnya.
Selain itu, kritik juga dialamatkan kepada Plt Direktur Air Minum Tirtanadi yang dinilai tidak mampu mengatasi persoalan pasokan air bersih di masyarakat.
> "Air masih sering macet dan kotor. Jangankan untuk diminum, untuk mandi saja tidak layak. Ini bentuk kegagalan manajemen," tambahnya.
Lebih jauh, Johan juga menyoroti Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang dianggap salah memilih Direktur Utama Perumda Tirtanadi.
> "Dirut sekarang dianggap tidak mampu menangani pelayanan air minum masyarakat. Padahal, saat menjabat Dirut PUD Pembangunan Kota Medan dulu, dia juga gagal dan akhirnya mengundurkan diri," pungkasnya.
JAKARTA SUMUT24.CO Dinamika penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Kejaksaan Agung RI dan Korps Pemberantasan Tindak Pida
Politik
sumut24.co MEDAN , Kehadiran Paviliun Kabupaten Asahan dalam ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 mencuri perhatian kalangan pemangk
kota
Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan di Desa Paya Gambar Telan Anggaran Rp17,8 Juta, Rincian Belanja Dipertanyakan
kota
sumut24.co BATUBARA, Jajaran Direksi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) melakukan kunjungan silaturahmi ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Ut
News
Jelang Tugas Baru di Bareskrim, JMSI TABAGSEL selalu Support AKBP Wira Prayatna
kota
AKBP Dr Wira Prayatna SH SIK MH Ngopi ( Ngobrol Inspirasi ) Dengan JMSI Tabagsel
kota
Tanggapi Penggeledahan Penyidik Polri, Kejaksaan Agung Hormati Proses Hukum dan Junjung Asas Praduga Tak Bersalah
News
Polsek Medan Kota Ungkap Pencurian Nmax Diotaki Pacar
kota
101 Bungkus Liquid Pod Getar Gagal Dikirim ke Jakarta
Hukum
Bibit Kultur Jaringan Jadi Andalan, PT Hijau Surya Biotechindo Tawarkan Tanaman Bebas Penyakit dan Panen Lebih Seragam
kota