PLN UID Sumut-MKI Perkuat Sinergi Transisi Energi Lewat Green Energy Golf Tournament
TANGERANG SUMUT24.CO Rangkaian pameran akbar Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City resmi ditutup. Momentum tersebut
News
Baca Juga:
Penundaan dilakukan menyusul mencuatnya dugaan kecurangan pada tahap penyaringan tiga calon rektor dari delapan kandidat yang direkomendasikan kepada MWA. Dugaan tersebut kian menguat setelah beredarnya foto seorang anggota Senat Akademik berbaju batik biru yang memotret surat suara di bilik pemilihan pada 25 September lalu.
Foto itu cepat menyebar di media sosial dan memantik kontroversi, terlebih sebelumnya media GoSumut.com sempat menurunkan laporan dengan judul "Jelang Pemilihan Rektor, Isu Politik Uang Semakin Santer di USU".
Nama Prof. Mohammad Basyuni, S.Hut., M.Si., Ph.D., dosen Fakultas Kehutanan USU yang juga dikenal sebagai ilmuwan berprestasi internasional, terseret karena disebut-sebut sebagai sosok berbaju batik dalam foto tersebut. Hingga kini, Prof. Basyuni belum memberikan klarifikasi meski sudah dihubungi berbagai media.
Humas USU, Amalia Meutia, menyatakan bahwa tidak ada aturan yang secara eksplisit melarang pemotretan surat suara. "Keputusan untuk memotret merupakan pilihan personal dari masing-masing pemilih," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Namun, sumber internal menyebutkan perdebatan soal tata tertib memang sempat mencuat dalam rapat yang dipimpin Ketua Panitia Pemilihan, Doli Dalimunthe. Meski sebagian pihak menolak keras, Doli dikabarkan memberi kebebasan anggota senat untuk melakukan dokumentasi pribadi. Upaya konfirmasi media kepada Doli hingga kini belum mendapat respons.
Seharusnya, usai tahap penyaringan tiga calon, MWA bersama Mendiktisaintek akan memilih satu nama untuk ditetapkan sebagai rektor definitif. Dalam mekanisme tersebut, MWA memegang 65 persen hak suara, sedangkan Mendiktisaintek 35 persen.
Namun, dengan adanya dugaan kecurangan dan isu politik uang, Mendiktisaintek meminta agar pemilihan dijadwalkan ulang. "Pemilihan ini penting bagi keberlangsungan demokrasi di kampus. Karena itu, hasilnya harus sah, legitimate, dan tidak menimbulkan perdebatan," tegas Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.
Sementara itu, Forum Penyelamat USU (FPSU) juga melayangkan somasi kepada MWA agar memastikan pemilihan rektor berjalan bersih dan transparan. "Jika dibiarkan, praktik curang akan merusak marwah akademik USU," demikian bunyi pernyataan FPSU.
Dengan penundaan ini, USU masih menunggu jadwal baru pemilihan rektor, sembari menanti hasil investigasi atas dugaan pelanggaran yang mencoreng proses demokrasi kampus terbesar di Sumatera Utara tersebut.tim
TANGERANG SUMUT24.CO Rangkaian pameran akbar Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City resmi ditutup. Momentum tersebut
News
Exit Meeting BPK Digelar, Pemko Padangsidimpuan Mantapkan Langkah Pembenahan RSUD
News
PUPR Kota Solok, Sumatera Barat, Pantau Pembangunan Pasar Kuliner di Jalan Cengkeh
News
Koperasi Pers Indonesia dan IMAC Medan Bersinergi Gelar Pelatihan Sertifikasi Mediator bagi Gerakan Koperasi Sumatera Utara
News
Medan sumut24.co Bertemakan Bersatu Dalam Adat, Berjamaah Dalam Syarak Maju Bersama IKM, Andre Rosiade Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat I
News
Wali Kota Letnan Dalimunthe Sampaikan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Rp121 Miliar
News
Ditsamapta Polda Sumut tingkatkan patroli malam antisipasi Gangguan Kamtibmas
News
Temuan Ombudsman, Aktivis 98 Desak Presiden Prabowo Serius Tertibkan Kementerian Imipas
News
sumut24.co MedanPrestasi membanggakan kembali ditorehkan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Medan. Tiga pejabat Pemko Medan berha
kota
sumut24.co MedanGotong royong membersihkan kawasan Islamic Center, Medan Labuhan, tidak ingin berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemko
kota