Pesan Menyentuh H. Purnadi untuk 23 Santri Al-Shoulatiyah: Jangan Berhenti Belajar!
Pesan Menyentuh H. Purnadi untuk 23 Santri AlShoulatiyah Jangan Berhenti Belajar!
kota
Baca Juga:
- PLN UID Sumut Dorong Kemandirian Generasi Muda Melalui Pelatihan Desain Grafis Dan Pemberdayaan Digital
- Perkuat Dunia Pendidikan, PLN UIP SBU Hadir Melalui Program Srikandi Goes To School, PLN Mengajar di SMK Setia Budi Binjai
- Perayaan Waisak 2570 BE di Candi Bahal I Berlangsung Khidmat, Wabup Paluta Ajak Rawat Kerukunan
Padang - Sumut24.co
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, Selasa (16/09/2025). melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat dan menyerahkan alokasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sektor pertanian tahun 2025 berupa bantuan bibit untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan komoditas unggulan daerah.
Kehadiran Menteri Pertanian di Sumbar disambut langsung oleh Oleh Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi dan Wakil Bupati Solok, H. Candra, serta Kepala Daerah lainnya di Bandara Internasional Minangkabau. Wabup menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor pertanian di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Solok.
Juga dihadiri sejumlah kepala daerah turut hadir mendampingi, di antaranya Bupati Agam Beni Warlis, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni. Dari jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tampak hadir Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Sumbar Adib Alfikri serta Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Afniwirman.
Dijelaskan melalui program ini, Sumatera Barat menerima bantuan berupa bibit jagung untuk 5.000 hektar lahan, bibit kopi untuk 2.000 hektar, serta bibit kelapa untuk 100 hektar. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Solok mendapatkan alokasi khusus seluas 2.000 hektar lahan kopi yang diharapkan dapat mendorong pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu andalan perkebunan di daerah itu.
Wakil Bupati Solok, H. Candra atas nama masyarakat Kabupaten Solok, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Menteri. Alokasi 2.000 hektar untuk kopi akan menjadi energi baru bagi petani kita untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas pasar kopi Solok yang sudah terkenal di tingkat nasional maupun internasional.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, dalam kesempatan yang sama mengusulkan agar Kementerian Pertanian mendukung program hilirisasi gambir di Sumbar. Menurutnya, komoditas gambir merupakan salah satu potensi besar daerah yang sudah diakui dunia.
"Berdasarkan data BPS 2025, terdapat tujuh kabupaten/kota di Sumbar yang menjadi sentra penghasil gambir terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 26.912,18 ton pada 2024. Sumatera Barat bahkan menjadi pemasok utama kebutuhan gambir dunia," ujar Mahyeldi.
Menteri Pertanian menyambut baik usulan tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah pusat terus berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui bantuan bibit, peningkatan produktivitas, serta pengembangan hilirisasi komoditas unggulan daerah.(YOSE)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Pesan Menyentuh H. Purnadi untuk 23 Santri AlShoulatiyah Jangan Berhenti Belajar!
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menerima kunjungan kerja dari jajaran PLN Unit Pelayanan dan Pengaturan Pembangkita
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan menyerahkan bantuan keuangan sebesar Rp 30 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen. Penye
News
sumut24.co ASAHAN, Dalam suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan, Polres Asahan menggelar kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka
News
Dari Amsterdam, Seruan Membangun Politik Alternatif untuk Indonesia
kota
Bimtek Berulang di Brastagi Cottage Disorot, Barapaksi Pertanyakan Transparansi dan Kepatutan Penggunaan Anggaran Daerah
kota
Polsek Medan Area Perkenalkan Program "BANG JAGA"
kota
Rakernis Humas Polda Sumut, Penguatan Komunikasi Publik Jadi Kunci Kepercayaan Masyarakat
kota
lTransformasi Mutu Layanan Pasatama Institute Dorong Peningkatan Kapasitas SDM dan Infrastruktur SPPG Berstandar Internasional
kota
Kebun PTPN Cot Girek Diokupasi dan Dijarah Pekerja Menderita Negara Rugi Miliaran
kota