Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
kota
Baca Juga:
- Peringatan HUT ke-436 Kota Medan, Hadi Suhendra : Pemko Medan Harus Mampu Wujudkan "Maju untuk Semua"
- Anggota DPRD Medan Kritik Penataan Kota Jelang APEKSI, Jangan Bersih Hanya Karena Ada Tamu, Rakyat Jadi Korban
- Refleksi HUT ke-436 Kota Medan 2026 Ahmad Afandi Harahap: Medan Harus Tumbuh Bukan Hanya Secara Fisik, Tapi Juga Meningkatkan Kualitas Hidup Warga
Hadi Suhendra menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat Belawan. "Pendapatan warga ada yang nol rupiah per hari. Kadang hanya cukup untuk beli makan sepiring. Sudah miskin, ditambah kawasan kumuh, dan perhatian dari pemerintah pun minim. Ini bukan cerita fiksi. Ini kenyataan di depan mata kita," ungkap Hadi Suhendra yang akrab disapa Hendra, kepada wartawan, Minggu (15/6/2025).
Sebagai legislator dari Dapil II yang mencakup wilayah Medan Utara, Hendra kerap tampil vokal dalam menyuarakan berbagai ketimpangan, terutama dalam hal lingkungan. Ia mengecam keras maraknya penimbunan mangrove di kawasan pesisir Belawan. "Kalau sudah bicara lingkungan, saya tidak bisa diam. Tak ada negosiasi! Penimbunan mangrove bukan hanya merusak alam, tapi merampas masa depan anak cucu kita," tegasnya.
Tak hanya itu, Politisi Partai Golkar ini juga mengungkap pernah ditawari kompensasi agar tidak bersuara lantang. "Ada yang datang dengan iming-iming. Saya tolak mentah-mentah. Jangan pernah main-main dengan komitmen saya untuk masyarakat," ujarnya dengan nada geram.
Komitmen itu kemudian diwujudkan melalui sejumlah program nyata. Salah satunya, inisiatif pengelolaan sampah berbasis komunitas yang akan digerakkan melalui kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan seperti Pemuda Pancasila (PP) bersama Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP. Program ini, nantinya akan menjangkau hingga tingkat ranting dengan tujuan membangun kesadaran lingkungan dari bawah.
Selain isu lingkungan, Hendra juga menaruh perhatian serius pada bidang pendidikan dan pengangguran. Dirinya menyoroti kenyataan bahwa banyak anak di Belawan kesulitan mengenyam pendidikan hingga SMA karena faktor ekonomi. "Syarat kerja sekarang minimal SMA. Tapi, untuk tamat SMA saja susah di Belawan. Maka saya mendorong pemerintah untuk pembangunan SD, SMP, hingga SMA/SMK gratis," jelasnya.
Dia menegaskan, bahwa dirinya sudah mengajukan permintaan kepada sejumlah BUMN dan Kementerian Perhubungan untuk membuka akses kerja bagi anak-anak Belawan, khususnya di sektor buruh pelabuhan dan transportasi laut. "Saya ingin ini selesai sebelum masa jabatan saya berakhir," tegasnya.
Mirisnya, katanya, minimnya peluang kerja di kampung halaman memaksa banyak warga Belawan merantau ke luar daerah, bahkan ke luar negeri.
"Banyak yang ke Batam, Jakarta, bahkan Kamboja. Saya ingin anak-anak Belawan bisa jadi raja di kampung sendiri, bukan di negeri orang," ucapnya penuh keprihatinan.
Tak hanya masalah ekonomi, Hendra juga menyoroti tingginya angka tawuran antar-lorong yang berdampak pada dunia pendidikan. "Anak-anak takut ke sekolah karena sering terjadi tawuran. Ini harus dihentikan. Kalau terus dibiarkan, kita sendiri yang rugi," ujarnya.
Meski konsisten menyuarakan kepentingan rakyat, Hendra mengaku perjuangannya tak selalu berjalan mulus. Dia mengungkap kerap menjadi sasaran serangan di media sosial, bahkan mendapat ancaman terhadap keluarganya. "Kalau saya yang diancam, silahkan. Tapi kalau sudah menyentuh keluarga, saya tidak akan diam. Ini bukan sekadar jabatan. Ini bentuk pengabdian saya," tegasnya.
Hadi Suhendra menyerukan agar seluruh pihak, baik masyarakat maupun stakeholder, ikut mendukung langkah-langkah yang dia tempuh demi perubahan nyata di Belawan. "Saya sadar, banyak yang tidak suka saya karena suara saya keras. Tapi saya tidak sedang mencari popularitas. Saya hanya ingin masyarakat Belawan punya harapan baru, dan benar-benar merasakan perubahan," pungkasnya. (Rel)
Kantor Koptan Mandiri Bak "Gubuk Derita" di Tengah HTR 1.266 Hektar yang Beralih Jadi Lahan Sawit
kota
Rukun Sembiring Satukan Kader, Mada LMP Sumut Percepat Penguatan Organisasi
kota
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Seleb
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
kota
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
kota
Jakarta, Musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di GrahaBhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hing
Wisata
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sepakat memperkuat
News
Jakarta, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) terus memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan satu rute internasional baru J
News
Jakarta, SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia dengan m
Ekbis