Marlis Pohan Usulkan "Tiang Utilitas Bersama" Atasi Kabel Semrawut di Medan
MEDAN Praktisi dan pemrakarsa proyek infrastruktur, Marlis Pohan (MP), mengusulkan konsep Tiang Utilitas Bersama (shared multiutility p
News
Baca Juga:
- Whell Loader Milik PT Belawan Indah (BI) Diduga Melakukan Pengerusakan Pembangunan Tembok Milik PT SBP
- RMPG Tegaskan Tak Terlibat Pengelolaan SPPG, Keterlibatan Hanief Adrian Bersifat Pribadi
- PLN UIP SBU Peringati Hari Raya Idul Adha 1447 H Dengan Pemotongan Hewan Kurban, Wujudkan Semangat Berbagi Dan Kepedulian Sosial
MEDAN – Mantan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara, Abyadi Siregar, menanggapi rencana Gubernur Sumut Bobby Nasution yang akan menerapkan sistem sekolah lima hari dengan gelak tawa. Ia menilai alasan penerapan kebijakan tersebut sangat tidak serius dan jauh dari semangat peningkatan kualitas pendidikan.
"Hahaha, kayaknya Pak Bobby ingin bikin kebijakan populer seperti Dedy Mulyadi di Jawa Barat. Tapi sayangnya, kebijakan ini tidak menarik. Alasannya juga lawak-lawak," ujar Abyadi kepada wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (5/6/2025).
Abyadi menyatakan bahwa meskipun dalam sistem otonomi daerah pemerintah provinsi memang memiliki kewenangan di bidang pendidikan, kewenangan itu tidak boleh ditafsirkan secara semena-mena. Ia menekankan pentingnya kajian matang yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
"Dinas Pendidikan punya peran strategis. Harus bisa memberi masukan yang benar kepada gubernur agar tidak keliru mengambil keputusan," tegas Abyadi, yang kini menjabat Direktur MATA Pelayanan Publik — sebuah NGO yang fokus pada isu pelayanan publik.
Abyadi menyindir beberapa alasan yang disebutkan untuk mendukung sekolah lima hari, seperti agar murid punya lebih banyak waktu bersama orang tua dan untuk meningkatkan pariwisata Sumut.
"Saya baca, salah satu alasannya agar murid lebih banyak waktu dengan orang tua. Bahkan ada yang bilang ini akan berdampak pada pariwisata. Lucu sekali. Maksudnya apa? Anak-anak sekolah diliburkan hari Sabtu supaya bisa berwisata?" kata Abyadi sambil tertawa.
Ia menilai alasan-alasan tersebut tidak mencerminkan orientasi peningkatan mutu pendidikan, bahkan justru mendorong murid untuk lebih santai dan bermain, bukan belajar.
"Orang tua justru ingin anaknya lebih banyak di sekolah agar waktu mereka lebih terkontrol. Kalau sekolah cuma lima hari, waktu luang anak-anak jadi lebih banyak dan tak terpantau. Ini justru bisa menimbulkan kekhawatiran," tambahnya.
Menurutnya, lebih konyol lagi jika kebijakan ini dikaitkan dengan pariwisata. "Kalau ini alasannya, berarti program pendidikan kita benar-benar gagal. Ini bukan kebijakan pendidikan, tapi lawakan," ujarnya tajam.
Minta Dikaji Ulang
Abyadi meminta agar kebijakan ini dikaji ulang sebelum dituangkan ke dalam Peraturan Gubernur (Pergub). Dinas Pendidikan Sumut diminta segera menginisiasi forum diskusi dengan melibatkan semua pemangku kepentingan pendidikan.
Ia juga menekankan agar kewenangan otonomi daerah digunakan untuk mendorong prestasi murid, bukan untuk kebijakan yang tidak relevan.
"Gunakan kewenangan itu untuk memperkuat kualitas pendidikan lokal. Misalnya, dengan mengembangkan kurikulum berbasis potensi daerah, meningkatkan sarana prasarana, atau memberantas pungli yang kerap muncul saat tahun ajaran baru," kata Abyadi.
Ia juga menyoroti masih adanya sekolah yang menerapkan sistem masuk pagi dan sore karena kekurangan ruang belajar. Menurutnya, itu adalah masalah yang lebih layak menjadi prioritas kebijakan pendidikan daerah.
Menutup pernyataannya, Abyadi berharap kebijakan sekolah lima hari tidak dijadikan dalih terselubung untuk efisiensi anggaran.
"Kalau tujuannya mengurangi anggaran pendidikan untuk dialihkan ke sektor lain, itu salah besar. Jangan korbankan masa depan anak-anak demi kepentingan lain," pungkasnya.red2
MEDAN Praktisi dan pemrakarsa proyek infrastruktur, Marlis Pohan (MP), mengusulkan konsep Tiang Utilitas Bersama (shared multiutility p
News
Dipimpin Rahudman Harahap, Muktamar VIII IPHI di Bali Kembali Percayakan Erman Suparno Nahkodai Organisasi
kota
sumut24.co ASAHAN, Aliansi Masyarakat dan Pemuda Bandar Pulau (AMPB) melaksanakan aksi penyampaian aspirasi secara damai di halaman Kantor
News
sumut24.co Medan, Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung SKM S Keb (Partai Golkar) mengaku peduli dan mendukung penuh program Pemko Medan terk
kota
Medan sumut24.co Ketua Perkumpulan Dosen Indonesia Sorak Gema Intelektual, Imanuel Tarigan, menegaskan bahwa pelayanan publik pada hakikat
kota
sumut24.co ASAHAN , Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polres Asahan melangkah lebih dekat ke tengah masyarakat melalui kegia
News
sumut24.co ASAHAN , Keberhasilan pengembangan kasus yang dimulai dari penemuan sejumlah butir etomidate akhirnya mengantarkan tim kepolisia
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan secara resmi mencanangkan seka
News
KH. Akhmad Khambali Kenaikan Harga BBM dan Gejolak Ekonomi Global Jangan Sampai Membebani Rakyat Kecil
kota
MEDAN Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, diduga mendapat intervensi politik terkait penanganan aset Pemerintah
kota