Selasa, 04 Agustus 2026

Tak Sekadar Jalan Rusak, Akses Menuju Wisata Sibio-bio Dinilai Hambat Kemajuan Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan

Administrator - Selasa, 04 Agustus 2026 20:23 WIB
Tak Sekadar Jalan Rusak, Akses Menuju Wisata Sibio-bio Dinilai Hambat Kemajuan Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan

Tapsel | Sumut24.co

Baca Juga:

Kondisi memprihatinkan Jalan Provinsi Rimba Soping–Joring Natobang yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata Sibio-bio, Desa Aek Sabaon, Kabupaten Tapanuli Selatan, mendapat sorotan serius dari rombongan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara.

Kerusakan jalan yang telah berlangsung bertahun-tahun itu membuat Ketua JMSI Sumatera Utara, Rianto, SH., MH, yang akrab disapa Anto Genk, mengaku terkejut saat melintasi jalur tersebut bersama rombongan JMSI Sumut dalam agenda Rakercab JMSI Tabagsel 2026 di ke kawasan wisata Syakira views and Resto, Aek Sabaon, Sibio-bio, pada Senin, 3 Agustus 2026.

Sepanjang perjalanan, rombongan harus melewati jalan yang dipenuhi lubang besar, permukaan aspal yang mengelupas, serta sejumlah titik yang dipenuhi genangan air. Kondisi itu membuat perjalanan berlangsung lambat dan membutuhkan kehati-hatian ekstra.

Padahal, ruas Jalan Rimba Soping–Joring Natobang merupakan jalan provinsi yang memiliki peran strategis sebagai penghubung wilayah Kecamatan Angkola Julu, Batunadua, hingga Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan.

Selain menjadi akses mobilitas masyarakat, jalan tersebut juga menjadi jalur utama menuju salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Tapanuli Selatan, yakni Sibio-bio.

Melihat kondisi tersebut, Anto Genk menilai kerusakan jalan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

"Infrastruktur seperti ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut perekonomian, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga sektor pariwisata," ujar Anto Genk.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera turun tangan melakukan perbaikan secara menyeluruh agar masyarakat dapat menikmati akses jalan yang layak.

"Kalau akses jalannya baik, investasi akan lebih mudah masuk, wisatawan akan semakin banyak berkunjung, dan ekonomi masyarakat sekitar tentu ikut bergerak," tambahnya.

Sementara itu, Pembina JMSI Tabagsel yang juga Tokoh Pers Tabagsel, Manaon Lubis, menilai perbaikan ruas Jalan Rimba Soping–Joring Natobang merupakan kebutuhan mendesak apabila pemerintah ingin mengoptimalkan potensi pariwisata sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, kawasan Angkola Julu memiliki kekayaan wisata alam yang sangat menjanjikan, termasuk objek wisata Sibio-bio yang memiliki panorama alam yang masih asri dan berpotensi menjadi destinasi unggulan di Sumatera Utara.

"Jalur ini harus segera diperbaiki karena menjadi pintu masuk menuju kawasan wisata Sibio-bio. Jika akses jalannya bagus, kunjungan wisatawan tentu meningkat. Dampaknya bukan hanya pada sektor pariwisata, tetapi juga terhadap peningkatan PAD serta kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas ekonomi di sekitar kawasan wisata," kata Manaon Lubis.

Ia menilai, selama kondisi jalan masih rusak, perkembangan sektor pariwisata akan sulit maksimal meski daerah tersebut memiliki potensi alam yang luar biasa.

Di sisi lain, Ketua JMSI Tabagsel Yusrizal Nasution yang akrab disapa Ucok Rizal, menyampaikan harapan masyarakat Tabagsel yang sebenarnya telah lama mendambakan perbaikan jalan tersebut karena menjadi akses vital bagi berbagai aktivitas masyarakat.

"Kondisi ini memang sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Kami berharap pemerintah provinsi segera memberikan perhatian serius agar akses menuju Sibio-bio menjadi lebih baik dan nyaman," ujar Ucok Rizal.

Ia menambahkan, perbaikan jalan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, tetapi juga akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

Masyarakat sekitar pun berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera merealisasikan perbaikan ruas Jalan Rimba Soping–Joring Natobang. Mereka menegaskan bahwa persoalan utama bukan lagi mengenai status jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, melainkan perlunya tindakan nyata agar akses vital tersebut kembali layak digunakan.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Pastikan Jalan Helvetia Pasar 9 Mulai Dibeton Agustus 2026, Lebar Jalan Ditambah hingga 14 Meter
Proyek Jalan Rp164,97 Juta di Patumbak Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan
Jalan Panyabungan–Muara Soma Makan Korban, H. Syahrir Nasution Desak Gubsu Segera Bertindak, Dana Perbaikan Diduga Sudah Ada
Dokter PPDS FK USU Jalani Pengabdian di Nias Utara, Ungkap Tantangan Layanan Kesehatan
Jalan Aset Daerah Diklaim Milik Pribadi: Penutupan Gang Pembangunan di Asahan Berujung Ancaman Pembongkaran
Anggaran Rp1,5 Miliar Digelontorkan, Perbaikan Jalan di Tanjungbalai Baru Terealisasi Rp800 Juta
komentar
beritaTerbaru