Senin, 09 November 2026

Dunia Pendidikan Asahan Menangis, Gedung Sekolah Lapuk Bertahun-Tahun Belum Ada Perbaikan

Administrator - Minggu, 21 Juni 2026 20:52 WIB
Dunia Pendidikan Asahan Menangis, Gedung Sekolah Lapuk Bertahun-Tahun Belum Ada Perbaikan
Sumut24.co
sumut24.co -ASAHAN, Ketimpangan kondisi sarana pendidikan di Kabupaten Asahan semakin terasa nyata. Sekolah-sekolah di kawasan perkotaan tampak megah, tertata rapi, dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Sebaliknya, nasib sekolah di wilayah pedesaan justru memprihatinkan, bangunan rusak parah, berisiko membahayakan keselamatan, dan bertahun-tahun tak tersentuh bantuan perbaikan.

Baca Juga:
Salah satu contoh nyata terjadi di SD Negeri 015893 yang berlokasi di Desa Air Putih, Kecamatan Meranti. Menurut keterangan Kepala Sekolah, Hamidah, kepada wartawan pada Jumat (19/6/2026), kerusakan bangunan sudah bermula sejak tahun 2020. Awalnya hanya satu ruang kelas yang mengalami kerusakan, namun karena tidak ada penanganan lanjutan, kerusakan perlahan meluas ke ruang-ruang lain.

Kini, kondisi atap dan plafon sudah sangat rapuh, lapuk dimakan usia, dan sewaktu-waktu dikhawatirkan bisa runtuh. Bahkan ruang perpustakaan yang dibangun sejak lama juga rusak parah dan tidak pernah dilengkapi fasilitas pendukung seperti buku-buku pelajaran. Selama hampir enam tahun, sekolah ini belum pernah menerima bantuan perbaikan dari pemerintah daerah.

Pihak sekolah sudah berkali-kali melaporkan kondisi ini ke Dinas Pendidikan setempat, namun hingga saat ini belum ada tanggapan atau tindak lanjut yang nyata. Tahun lalu pun sempat ada seseorang yang mengaku sebagai ajudan Bupati datang meminta dokumen usulan perbaikan, namun hingga kini tidak ada kejelasan mengenai kelanjutan permohonan tersebut.

Di tengah keterbatasan ini, para guru tetap melaksanakan tugas mengajar meski diselimuti rasa cemas. Saat hujan turun, air merembes masuk ke ruang kelas dan memaksa siswa berpindah tempat belajar. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar tidak berjalan efektif, baik bagi siswa maupun pengajar.

Juliana Gultom, salah satu siswa, mengaku merasa tidak tenang saat belajar. "Saat hujan kita harus menghindari tempat yang bocor, dan setiap hari khawatir plafon di atas kepala bisa jatuh kapan saja," ujarnya.

Akibat kondisi bangunan yang tidak layak, jumlah siswa baru di sekolah ini pun terus menurun drastis. Banyak orang tua yang enggan menyekolahkan anaknya di tempat yang dianggap tidak aman.

Kondisi ini menjadi cerminan bahwa pemerataan kualitas pendidikan di Asahan masih jauh dari harapan. Jika tidak segera ditangani, keselamatan siswa dan masa depan pendidikan di daerah pedesaan akan terus terancam. (tec)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dari Curhat ke Bupati, Anjar Akhirnya Kembali Mengenakan Seragam Sekolah
Sidak Disdukcapil Tanjungbalai, Mahyaruddin Minta Warga Tak Dipersulit Urus Dokumen
Gedung Kosong di Wek II Jadi Sasaran Operasi Narkoba, Polisi Temukan 5 Bong
Demi Pencitraan Kepada Bupati Deliserdang, Ka. SDN 105358 Sekip Tidak Mau Bayar Buku Siswa.
Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah, Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut
UNPRI Sajikan Pengalaman Tak Terlupakan bagi Mahasiswa Baru di PKKMB 2026
komentar
beritaTerbaru