Baca Juga:
Aceh I Sumut24.co
pinggir jalan lintas Medan-Banda Aceh tepatnya di kawasan Meria Paloh, Kecamatan Muara Dua Satu, Lhokseumawe, ada dua perusahaan penyuplai listrik terbesar, yakni PLTMG Arun 1 dan PLTMG Arun 2.
Namun ironisnya, di bagian depan kedua perusahaan tersebut pada malam hari, kondisinya gelap gulita, tidak ada penerangan sedikit pun.
Kondisi ini yang membuat Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail A Manaf, yang juga merupakan putra asli Meuria Paloh, merasa sangat kecewa dan kecewa akibat kurang peduli dari perusahaan tersebut.
Ismail, Selasa (28/3/2023), menyatakan, dulu saat PT Arun masih beroperasi di kawasan Muara Satu, lokasi tersebut tetap terang benderang pada malam hari.
Namun kondisi ini sungguh ironis sekali dibandingkan dengan zaman sebelumnya seharusnya saat hadirnya dua perusahaan penyuplai listrik terbesar tersebut. melebihi dari PT Arun sebelumnya.
“Sudah beberapa tahun mereka hadir ke Lhokseumawe, lampu di sekitar perusahaan saja tidak diperhatikan. Gelap gulita pada malam hari,” katanya.
Dengan kondisi ini bukan tidak mungkin atau mustahil kecelakaan lalulintas kerap terjadi dimalam hari disebabkab gelap gulita tersebut, menurut Ismail A Manaf, disisi lain tentunya bisa menimbulkan keresahan bagi para pelintas, terutama para wanita dan remaja yang menggunakan sepeda motor.
“Karena dengan kondisi gelap akan berpotensi terjadinya kriminal, seperti begal dan lainnya. Walaupun dasarnya kondisi ini tidak kita harapkan terjadi,” ujar Politisi Partai Aceh tersebut.
Karena itu, orang nomor satu di Parlemen Lhokseumawe ini meminta secara tegas kepada kedua perusahaan tersebut agar ke depan lebih peka terhadap lingkungannya bahakan bisa menerangi para pengguna jalan dimalam hari.(Said )
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News