Antonius Tumanggor Dorong Warga Aktifkan IKD untuk Perkuat Akurasi Data Bantuan Sosial
sumut24.co MEDAN Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyaraka
kota
Baca Juga:
MEDAN | SUMUT24.xo
Sebagai wujud kekhawatiran atas kondisi Sumatera Utara yang kini dalam status Darurat Narkoba, Badan Narkotika Provinsi (BNNP) Sumatera Utara bersama Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA), Ditresnarkoba Poldasu dan Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari), menggelar kegiatan Training of Trainer P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika), Jumat (17/2/2023).
Dalam kegiatan yang digelar di Balai Hermina Biro Rektor Universitas Darma Agung (UDA), Jl. TD Pardede, Medan, kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa ini turut didukung Sadar Kamtibmas Bhayangkara dan Kantor Bantuan Hukum Yayasan Mustika Keadilan Indonesia.
Mewakili Ketua YPDA, Rektor UDA Dr Irene Silviani, MSP dalam kata sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan seminar bertema P4GN tersebut.
“Seminar ini tentu membawa harapan bagi kita semua untuk menuju Sumatera Utara yang bersih dari narkoba. Seperti halnya yang sudah kita ketahui bersama bahwa provinsi kita ini adalah salah satu provinsi dengan angka penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia,” ujarnya.
Untuk itu, kata Irene, melalui Ferari, semoga dapat dititipkan harapan kita ke tangan orang yang tepat.
“Kami dari Universitas Darma Agung mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan seminar ini, semoga seluruh peserta yang hadir pada saat ini dapat pencerahan,” ucap Irene seraya menyampaikan salam perwakilan YPDA sekaligus Penasehat DPD Ferari Sumut Prof DR Gomgom TP Siregar, S.Sos, SH, MS.i, MH yang berhalangan hadir.
Sementara, Kasubdit 2 Ditresnarkoba Poldasu, AKBP Dr Bahtiar Marpaung, SH, MH yang turut hadir menjadi narasumber menjelaskan bahwa Sumut merupakan tingkat pertama dalam peredaran gelap narkoba.
“Bahkan kalau paparan di Mabes Polri, Polda Sumut selalu diberi kesempatan pertama karena memang peredaran narkoba di provinsi kita paling mengkhawatirkan. Karena memang jumlah pemakai dan pengedar di sini sangat tinggu,” kisahnya.
Bahtiar juga menyebutkan bahwa, sudah berbagai lapisan masyarakat, tingkat usia dan berbagai profesi yang terpapar narkoba di Sumut.
“Bukan hanya sebatas remaja, orangtua juga banyak yang terkena. Bukan hanya orang-orang berduit, sopir truk juga terpapar, ini tentu sangat mengkhawatirkan,” urainya.
Karena itu ia menegaskan, bahwa tugas pemberantasan narkoba bukan hanya ada di tangan kepolisian, BNN atau pihak lain lewat komunitas atau organisasi yang peduli akan bahaya narkoba, namun hal ini menjadi harus menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat.
Senada juga diungkapkan Ketua DPD Ferari Sumut, Baginta Hutauruk, SH, MH yang berharap momen ini menjadi pemacu bagi mahasiswa untuk ikut berperan serta dalam pemberantasan narkoba.
Semetara, kegiatan seminar yang turut dihadiri Wakila Rektor III Ir Lilis Gultom, Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sumut Andi S.Kom, SH, MM, Ketua Yayasan Mustika Keadilan Indonesia Ganda Putra Marbun, SH, MH,
ini ditutup dengan foto bersama dengan gaya ‘Say No To Drugs’ dan penyerahan plakat penghargaan kepada seluruh pemateri. (C04)
sumut24.co MEDAN Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyaraka
kota
Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso Rangkul Wartawan, Kritik Jadi Bahan Evaluasi
kota
Bupati Madina Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran, Data Warga Miskin Bakal Diverifikasi Langsung
kota
Lahan Tidur 6 Hektare Disulap Jadi Kebun Hidroponik, Wabup Basri Bidik Paluta Jadi Pemasok MBG
kota
Menuju Jambore Nasional XII 2026, Kapolres Paluta Titip Pesan Khusus kepada Kontingen Pramuka
kota
Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Kembali Bergerak, 8 Potongan Ganja Disita dari Pria 47 Tahun
kota
Garagara Teguran soal Wanita Lain, Pria di Padang Lawas Diduga Hantam Istri Pakai Batu
kota
GaraGara soal Ternak Babi, Berujung Penembakan Warga Tapsel Tewas dengan Dua Luka Peluru
kota
Tak Kebagian Warisan, Adik Diduga Habisi Abang di Kebun Tapsel
kota
Bocah 6 Tahun Tewas di Galian Sumur Tapsel, Polisi Tangkap Kerabat Korban
kota