Antonius Tumanggor Dorong Warga Aktifkan IKD untuk Perkuat Akurasi Data Bantuan Sosial
sumut24.co MEDAN Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyaraka
kota
Pakpak Bharat I Sumut24.CO Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yura A Djalin, mengunjungi Kabupaten Pakpak Bharat guna membahas beberapa agenda penting Bersama Bupati diantaranya upaya pelestarian lingkungan, konsep pembangunan wilayah yang ramah lingkungan, serta peluang Bank Indonesia dalam upaya membantu Pembangunan di Kabupaten Pakpak Bharat.
Baca Juga:
“Kita perlu menyamakan sebuah persepsi dan konsep, bagaimana membangun tanpa merusak lingkungan, Pakpak Bharat dengan aneka ragam kekayaan hayati yang ada didalamnya, bentang alamnya yang indah, sangat cocok dikembangkan menjadi Kawasan ecotourism. Mungkin bisa dianggap sebagai Daerah terdepan yang mengembangkan konsep ini di Indonesia, tinggal kita promosikan saja, konsep Negeri diatas awan misalnya, ini luar biasa,” jelas Yura A Djalin.
Yura A Djalin juga menyinggung upaya pengembangan Kawasan Food Estate yang digarap oleh Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat Bersama Pemerintah Pusat.
“Saya melihat Pak Luhut (Luhut Binsar Panjaitan) bersama pak Bupati begitu gigih membangun Food Estate ini, mungkin kami dari Bank Indonesia bisa membantu dalam pengembangannya, nanti kita bisa lihat peluang itu,” tambah dia.
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menerima Audensi Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara, Yura A Djalin yang datang ke Pakpak Bharat bersama sejumlah timnya.
Turut mendampingi Bupati dalam pertemuan yang dilaksanakan di ruang kerja Bupati ini antara lain Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan , Haryson F Sirumapea, Plt. Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Pakpak Bharat, Robincen Habeahan, SIP, MM serta sejumlah undangan lainnya.
Franc Bernhard Tumanggor menjelaskan beberapa kondisi yang dihadapi oleh pihaknya dalam membangun Kabupaten Pakpak Bharat, keterbatasan anggaran, kurangnya Sumber Daya Manusia yang dimiliki, factor kultur budaya dan sebagainya.
“Masyarakat Pakpak Bharat boleh dikatakan adalah masyarakat yang homogen terus terang sangat menyulitkan kami, beda jauh dengan Daerah lain yang heterogen, jadi kita bisa masuk dari mana saja,” jelas Bupati mengenai kendala yang dihadapinya.
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dibawah kepemimpinan Franc Bernhard Tumanggor terus berbenah guna mengejar ketertinggalan dari Daerah lain.
Berbagai upaya terus digalakkan diantaranya dengan mengikat berbagai Kerjasama dengan berbagai pihak termasuk pihak perbankan guna memudahkan akses permodalan bagi masyarakat dan para pengusaha kecil di Daerah ini. (rbm)
sumut24.co MEDAN Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyaraka
kota
Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso Rangkul Wartawan, Kritik Jadi Bahan Evaluasi
kota
Bupati Madina Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran, Data Warga Miskin Bakal Diverifikasi Langsung
kota
Lahan Tidur 6 Hektare Disulap Jadi Kebun Hidroponik, Wabup Basri Bidik Paluta Jadi Pemasok MBG
kota
Menuju Jambore Nasional XII 2026, Kapolres Paluta Titip Pesan Khusus kepada Kontingen Pramuka
kota
Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Kembali Bergerak, 8 Potongan Ganja Disita dari Pria 47 Tahun
kota
Garagara Teguran soal Wanita Lain, Pria di Padang Lawas Diduga Hantam Istri Pakai Batu
kota
GaraGara soal Ternak Babi, Berujung Penembakan Warga Tapsel Tewas dengan Dua Luka Peluru
kota
Tak Kebagian Warisan, Adik Diduga Habisi Abang di Kebun Tapsel
kota
Bocah 6 Tahun Tewas di Galian Sumur Tapsel, Polisi Tangkap Kerabat Korban
kota