Antonius Tumanggor Dorong Warga Aktifkan IKD untuk Perkuat Akurasi Data Bantuan Sosial
sumut24.co MEDAN Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyaraka
kota
Baca Juga:
MEDAN I Sumut24.co
GubernurSumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak seluruh Bupati/Walikota se-Sumut turut menyukseskan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio pada 13 Februari – Maret 2023. Langkah ini dilakukan untuk melindungi anak-anak Sumut dari penyakit Polio, yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Arief S Trinugroho, saat membuka Advokasi dan Sosialisasi Sub PIN Polio di Ballroom Grand City Hall, Jalan Balai Kota, Nomor 1 Medan, Selasa (7/2).
“Dukungan dan peran serta semua pihak di jajaran pemerintah dan masyarakat, sangat diperlukan agar cakupan pelaksanaan Sub PIN Polio di Sumut mampu mencapai 95%,” katanya.
Dijelaskan, WHO telah menetapkan Indonesia bebas polio sejak tahun 2014. Namun pada November 2022 ditemukan kasus polio (virus polio VDPV tipe 2) di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, sehingga perlu dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI) bagi anak-anak usia 0 – 59 Bulan.
“Sumut berbatasan langsung dengan Aceh dan memiliki risiko tinggi, kita antisipasi dengan pemberian vaksin polio kepada 1,3 juta anak di Sumut,” sebutnya.
Disampaikan juga, akibat pandemi Covid-19 cakupan imunisasi di Sumut sempat menurun, karena banyaknya Posyandu ditutup untuk menghindari penularan Covid-19. Sehingga di Kabupaten/Kota masih ditemukan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan Difteri, seperti di Kabupaten Langkat, Kota Sibolga dan Kabupten Tapanuli Tengah.
Untuk itu, Gubernur berharap dengan pelaksanaan Sub PIN Polio ini masyarakat bisa hadir di Posyandu dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk membawa anak yang berusia 0 -59 bulan guna melengkapi imunisasinya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pecegahan dan Pengendalian Penyakit Dirjen P2P Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, Sub PIN Polio di Sumut ini dilaksanakan tindak lanjut temuan kasus polio di Pidie Provinsi Aceh. Sesuai arahan dari WHO dan para ahli tidak cukup hanya penanganan di wilayah terjangkit polio, tetapi juga perlunya antisipasi di wilayah terdekat.
“Sumut kan berbatasan dengan Aceh, jadi kita lakukan tindakan prefentif dengan Sub PIN Polio sehingga ini tidak menyebar di Pulau Sumatera,” katanya.
Dia berharap capaian Sub PIN Polio di Sumut bisa mencapai 95%, seperti keberhasilan cakupan vaksinasi Covid-19 di Sumut.
“Kami berharap semua pihak mendukung untuk keberhasilan Sub PIN Polio ini agar anak berusia 0 – 12 tahun mendapatkan imunisasi novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2) untuk mencegah menyebarnya virus polio,” harapnya.
Sementara pada kesempatan tersebut Ketua PKK Sumut Nawal Lubis mengajak seluruh Ketua TP PKK di Kabupaten/Kota juga turut andil menyukseskan Sub PIN Polio hingga pelosok desa. “PKK memiliki Dasawisma sebagai ujung tombak dan mitra pemerintah, saya harap bisa menggerakkan masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki Balita untuk ikut Sub Pin Polio ini,” harap Nawal Lubis
Pada advokasi dan sosialisasi Sub PIN Polio tersebut, juga dilakukan penandatangan pernyataan dukungan untuk menyukseskan pelaksanaan Sub PIN Polio di Sumut oleh Bupati/Walikota yang hadir, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota, Kadis Kesehatan Kabupaten/Kota, organisasi profesi dan tokoh agama.**
sumut24.co MEDAN Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyaraka
kota
Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso Rangkul Wartawan, Kritik Jadi Bahan Evaluasi
kota
Bupati Madina Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran, Data Warga Miskin Bakal Diverifikasi Langsung
kota
Lahan Tidur 6 Hektare Disulap Jadi Kebun Hidroponik, Wabup Basri Bidik Paluta Jadi Pemasok MBG
kota
Menuju Jambore Nasional XII 2026, Kapolres Paluta Titip Pesan Khusus kepada Kontingen Pramuka
kota
Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Kembali Bergerak, 8 Potongan Ganja Disita dari Pria 47 Tahun
kota
Garagara Teguran soal Wanita Lain, Pria di Padang Lawas Diduga Hantam Istri Pakai Batu
kota
GaraGara soal Ternak Babi, Berujung Penembakan Warga Tapsel Tewas dengan Dua Luka Peluru
kota
Tak Kebagian Warisan, Adik Diduga Habisi Abang di Kebun Tapsel
kota
Bocah 6 Tahun Tewas di Galian Sumur Tapsel, Polisi Tangkap Kerabat Korban
kota