Antonius Tumanggor Dorong Warga Aktifkan IKD untuk Perkuat Akurasi Data Bantuan Sosial
sumut24.co MEDAN Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyaraka
kota
Baca Juga:
TAPSEL,SUMUT24.Co Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Dolly Pasaribu, menginginkan, agar kiranya laporan perkembangan atau penurunan angka stunting harus ia terima secara “Day By Day” atau hari per hari. Maka, kepada jajarannya, ia meminta agar terkait stunting harus jadi fokus utama tanpa tinggalkan tanggung jawab masing-masing.
“Seluruh pemangku kepentingan harus aktif mulai dari Pemkab, Camat, Desa, dan Kelurahan untuk memiliki tanggung jawab bersama. Ini tidak lagi menjadi persoalan kecil, tetapi menyangkut keluarga kita,” ujar Bupati melalui zoom meeting saat hadiri rapat dengan Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia serta Menteri Dalam Negeri RI dan disaat yang bersamaan sebagai pemateri dalam peluncuran Dokumen Strategi Nasional Pengelolaan Lahan Basah bersama Kementerian Bappenas di Hotel Arya Duta Jakarta, Kamis (2/2/23).
Dengan demikian, lanjut Bupati, mulai dari masyarakat yang mau menikah, ibu hamil, persalinan, bayi yang baru lahir, hingga usia seribu hari harus menjadi perhatian semua pihak. Dia berharap, dengan adanya kegiatan ini para perangkat daerah/desa bisa terjemahkan serta memberi informasi bagi masyarakat.
“Begitu juga dengan PKK bisa memberikan program yang meningkatkan kualitas anak-anak Tapsel,” tegas Bupati.
Sementara, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) M Frananda saat beri sambutan, dalam permasalahan mengenai stunting menekankan, bahwa penanganan pertama terkait stunting ialah persamaan persepsi. Di sisi lain juga Presiden di setiap kesempatan menekankan terkait bonus demografi.
“Tentu kita manfaatkan bonus demografi dengan melahirkan penerus yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” kata Sekda.
“Tentu para kader posyandu, kita semualah harus memberikan penjelasan yang baik serta dapat dipahami oleh masyarakat. Sehingga kita bisa sama-sama mengatasi masalah kesahatan ini. Penyakit sangat meresahkan, karena ini menjadi penentu bagaimana generasi Indonesia khususnya Tapsel kedepan. Semua bisa ambil peran masing-masing agar kegiatan penurunan stunting bisa sukses,†jelasnya.
Sedangkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapsel Ny. Rosalina Dolly Pasaribu menjelaskan, bahwa penyakit stunting bukan penyakit yang menular, akan tetapi disebabkan kekurangan gizi kronis yang di derita anak sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan, perkembangan otak yang kurang maksimal, kemampuan mental serta belajar yang kurang.
“Ini terjadi sejak dalam kandungan dan terlihat pada anak setelah usia dua tahun. Dengan itu perlu kita waspdai, karena bukan masalah itu saja akan tetapi nampak negatif kedepan. Seperti kita ketahui bahwa Indonesia yang mana penduduknya lebih produktif dari pertambahan penduduknya, di bandingkan dengan negara eropa,†ungkapnya.
Lebih lanjut Ketua TP. PKK mengatakan bahwa bagaimana menciptakan sumber daya manusia yang baik, jika sumber daya manusia kita tidak di perhatikan gizi. Seperti PKK yang menjadi mitra bagi pemerintah, yang mendapat tanggungjawab serta partisipasi aktif dalam percepatan penurunan angka stunting.
Tingginya angka stunting menjadi perhatian kita bersama, di sini saya mengajak agar sama-sama bergerak untuk melakukan pencegahan stunting ini. Dengan kesadaran, baik kesadaran hati yang ikhlas, serta kesadaran karena terpaksa dan lakukan dengan kemauan dari diri sendiri.
“Untuk PKK, disinilah kita menjalankan 10 program PKK. Seperti kita bisa mengolah makanan yang sederhana menjadi makanan yang bergizi serta aman, sehingga masyarakat kita yang memiliki ekonomi bermasalah, tidak memberi alasan tidak bisa memberikan makanan yang bergizi bagi keluarganya,†katanya.
Kepala Bappeda Chairul Rizal Lubis melaporkan bahwa kegiatan ini salah satu upaya percepatan penurunan angka stunting di Tapsel. Ujung tombak terdepan yang bisa menurunkan stunting kita (Posyandu) aktif, sehingga kegiatan posyandu kedepan bisa di optimalkan dengan adanya sinergitas antara satu sama lain.
“Kegiatan ini di gagas oleh Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Dinas PP & KB dan Bappeda yang di koordinir Sekda Tapsel,†jelasnya.
Turut hadir, Asisten, Staf Ahli, Pimpinan OPD, Kapala Bagian, Camat, Ketua DWP Tapsel, Pengurus PKK Kabupaten, Ketua TP PKK Kecamatan, Kepala Desa/Lurah, Ketua TP PKK Desa, dan Satgas Stunting Kabupaten Tapsel.zal
sumut24.co MEDAN Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyaraka
kota
Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso Rangkul Wartawan, Kritik Jadi Bahan Evaluasi
kota
Bupati Madina Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran, Data Warga Miskin Bakal Diverifikasi Langsung
kota
Lahan Tidur 6 Hektare Disulap Jadi Kebun Hidroponik, Wabup Basri Bidik Paluta Jadi Pemasok MBG
kota
Menuju Jambore Nasional XII 2026, Kapolres Paluta Titip Pesan Khusus kepada Kontingen Pramuka
kota
Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Kembali Bergerak, 8 Potongan Ganja Disita dari Pria 47 Tahun
kota
Garagara Teguran soal Wanita Lain, Pria di Padang Lawas Diduga Hantam Istri Pakai Batu
kota
GaraGara soal Ternak Babi, Berujung Penembakan Warga Tapsel Tewas dengan Dua Luka Peluru
kota
Tak Kebagian Warisan, Adik Diduga Habisi Abang di Kebun Tapsel
kota
Bocah 6 Tahun Tewas di Galian Sumur Tapsel, Polisi Tangkap Kerabat Korban
kota